Stupid

Screenshot_2017-06-24-22-30-59-406

Aku sepertinya sedang lelah

Lelah untuk mengikuti semua norma yang berlaku

Mungkin aku sedang ingin memberontak

Bukan pada siapa-siapa

Tapi lebih pada diriku sendiri.

.

.

.

Tidak ada yang bisa kusalahkan seperti biasanya

Sepertinya aku kini mulai dewasa

Yaa.. dewasa

Mau tau apa arti sebuah kedewasaan bagiku?

.

.

.

Saat aku sudah tidak lagi menyalahkan takdir dan keadaan disekelilingku, aku rasa itu dewasa.

Saat aku mulai menerima bahwa mungkin harus seperti inilah hidup yang kujalani, aku rasa itu dewasa.

Saat aku tidak menganggap diriku sebagai korban lagi, aku rasa aku sudah mulai dewasa.

Saat aku tahu bahwa ternyata selama ini akulah yang salah maka aku berpikir mungkin aku telah dewasa.

.

.

.

Masalah yang kuhadapi saat ini mungin bukan sebuah masalah.

Kesalahan ini semuanya terjadi karena diriku sendiri.

Tidak ada yang salah selain aku.

Aku yang terlalu santai dalam mengerjakan sesuatu.

Aku yang terlalu kritis dan perfeksionis hingga akhirnya butuh waktu yang lama bagiku untuk mengerjakan sesuatu yang padahal seharusnya kukerjakan dalam waktu singkat.

Aku yang tidak bisa bersahabat dengan waktu.

Aku yang terlalu serius dalam mempermainkannya.

Aku yang selama ini menjahati diriku sendiri.

Aku yang merusak diriku menjadi seperti sekarang.

Aku yang menjerumuskan diriku dalam sebuah bola salju yang semakin hari semakin membebani pundakku.

Aku yang secara tidak langsung membiarkan diriku tenggelam seperti ini.

Aku yang salah.

Aku yang terlalu pasrah

Aku yang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa tidak ada yang bisa bertanggung jawab tentang hidupku selain aku sendiri.

Aku yang terlalu bergantung pada orang lain.

Aku yang terlalu mengandalkan perasaanku dalam apapun.

Aku yang cenderung mengambil sebuah keputusan salah yang pada akhirnya menyengsarakanku.

Aku yang selama ini selalu meleburkan diriku dalam hal yang kutahu itu dosa.

Aku yang selama ini menganiaya diriku.

Aku yang egois ingin semuanya selalu berjalan lancar dan menyalahkan Tuhan bila sesuatu yang buruk menimpaku.

Aku yang selalu ingin Tuhan ada untukku padahal aku tidak pernah ada untuk-Nya.

Aku yang membuat diriku seperti ini, terjebak dalam dunia abu-abu dimana aku sudah tidak menyadari lagi hal apa yang benar dan salah untukku.

Aku yang membuat diriku perlahan menjadi aku yang selama ini aku hindari.

Aku yang membuat diriku jadi sehina ini.

Aku …. Ya itu aku.

Aku yang membuat hidup tidak pernah bersahabatku.

Bahkan aku yang membuat diriku mengetahui bahwa aku adalah manusia sebodoh ini.

.

.

.

Entah sejak kapan aku membenci sebuah hitungan.

Sejak aku menjadi bodoh?

Sejak aku menjadi malas?

Sejak aku tidak sepintar dulu?

Sejak aku mengalami kesulitan untuk mencerna apa yang guru atau dosen  jelaskan padaku tentang sebuah hitungan atau hal apapun yang berbau logika?

Atau… sejak perasaanku benar-benar mengalahkan logikaku dalam menjalani hidup ini?

.

.

.

Apa hidupku sudah hancur?

Apa tidak ada lagi jalan keluar untukku?

Apa hanya karena 1 mata kuliah ini aku harus menyerah?

Kemana semua keinginan  yang dulu ada?

Entah mengapa perlahan aku jadi tidak tahu apa sebenarnya hal yang aku inginkan?

Aku merasa aku hanya mengikuti hal yang orang lain lakukan tapi aku sendiri tidak ingin melakukan hal itu.

Bodoh..

Ya!

Itu kebodohan lain yang kulakukan selama 23 tahun ini.

Menjadi manusia yang hanya mengikuti norma pada umumnya.

.

.

.

Banyak orang yang bilang bahwa aku sebenarnya sudah tahu apa yang salah dalam hidupku.

Aku sudah bisa sedikit menganalisisnya meskipun aku blm tahu apa hal itu benar atau tidak.

Kedua sahabatku pernah bilang tentang hal itu.

Bahkan mereka sampai bingung kenapa aku masih begini jika aku tahu apa yang salah dengan diriku dan aku mungkin tahu solusinya apa.

Sejujurnya aku setuju dengan apa yang mereka ucapkan waktu itu dan itu benar benar membuatku frustasi.

Aku kesal

Aku marah

Aku benci

Mengapa harus aku?

Kenapa harus aku yang menghadapi hal ini?

Aku ingin berubah.

Aku ingin menjadi Aku yang aku inginkan.

Aku ingin menjadi Aku yang dulu sudah aku rencanakan masa depannya.

Bahkan aku sudah membuat pohon kehidupan untuk diriku sendiri dimana di tiap rantingnya kutuliskan rencana, harapan dan doa untuk diriku yang lebih baik lagi.

.

.

.

Ahhh doa.

Harapan.

Tuhan.

Mungkin itu yang salah denganku.

Secara perlahan aku melupakan itu semua.

Dan kalian tahu… KEBODOHAN besar lain dalam hidupku adalah aku menyadari hal itu tapi aku belum melakukan apapun untuk memperbaikinya.

.

.

.

Tujuan awalku menulis semua ini adalah agar rasa berat didadaku ini bisa menghilang.

Agar aku bisa menumpahkan semua kegundahan ini dalam hal lain yang nantinya tidak akan aku sesali.

Agar aku bisa menangis.

Menangis sekerasnya mungkin bahkan hingga aku bisa ingat lagi rasanya menangis seperti apa.

Tapi nyatanya tidak.

Bahkan ketika kuketik kata-kata ini.. air mata itu tak kunjung keluar dari tempat persembunyiannya.

Rasa sesak ini masih ada.

Dan aku… tidak tahu harus bagaimana.

Yang aku tahu… hari esok masih ada dan aku masih harus menjalaninya.

Tentunya jika Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menjalaninya.

.

.

.

Aku berharap aku berhenti menjadi BODOH seperti ini dan menjalani hidupku sesuai dengan yang kuinginkan.

Karena aku tahu hidup itu hanya sekali dan aku ingin memperoleh kebahagiaan yang seutuhnya selama menjalaninya.

Eternity Happiness…

Yeahhh… i still hope i can get that.

Iklan

7 pemikiran pada “Stupid

  1. Jangan terlalu memaksakan diri, juga jangan terlalu memikirkan hal² yg pd akhir nya hanya sebuah rencana, biar kan semua mengalir..
    Lepaskanlah jika kao ingin melepaskanya..

    Wooo… Kurasa ini juga bs dikatakan dewasa😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s