Ex Final Ending End Last

DJgdGHxU8AEO_v9

Author: Coffee22MJ

“Kebutuhan dan keinginan tentunya memiliki perbedaan yang besar. Terkadang apa yang kita inginkan bukanlah apa yang kita butuhkan.Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri.”

.

.

.

 

2 tahun berlalu, riuh ramai ruangan dipenuhi oleh beberapa stylist. Seorang pria manis memasuki ruangan tersebut dan berdiri tepat dibelakang bangku milik wanita yang sedang melakukan proses make up

“Hei.. apa kau sudah siap untuk melakukan hal baru ini?” ujarnya sambil memegang bahu milik wanita tersebut

“Hem aku siap karena kau selalu disampingku..” jawab wanita tersebut

“Aku akan terus disampingmu.. tenanglah..”

“Terimakasih selalu disampingku, jangan pernah meninggalkanku”

“Jangan pernah mengucapkan kata tersebut jika kau tau aku melakukannya dengan setulus hatiku”

“Hmm.. kau sudah siap?” tanya wanita tersebut wajahnya berbalik menghadap kearah pria tersebut

“Tiffa, Yul kalian di persilahkan untuk menuju stage”

“Aaaah tunggu sebentar  lagi..” ucap Tiffany

“Kjja kita pasti bisa melakukannya..” ujar Yuri sambil meraih tangan Tiffany

“Aku selalu beraharap jika mereka baik-baik saja dimanapun mereka berada saat ini”

“Ssssttt … kau.. kau harus bisa merelakan nya secara perlahan walaupun sulit.. aku yakin kau akan semakin terbiasa”

“Tiffany~~~~ Yuriii” teriakan gemuruh fans yang hadir saat debut keduanya, membuat keduanya tersenyum melihat dan mendengar autusias fans yang hadir dalam show debut keduanya

“Hallo.. hehehe apa kabar ? Terimakasih atas dukungan dan usaha kalian selama ini, berkat kalian semua kini kami memiliki kekuatan untuk berada di tengah panggung ini. kami akan memulai dengan lagu baby baby (4men)” ujar Yuri sambil tersenyuum dan menatap kosong ke depan

Keduanya duduk di kursi yang telah disediakan, dentingan piano memulai alunan music yang akan mereka nyanyikan.

Aku tidak tahu, alasan mengapa aku berubah  (Yuri)
Aku memikirkannya untuk waktu yang lama  (Yuri)
Setelah aku bertemu denganmu, aku pikir aku berubah banyak (Tiffany)
Saat aku mendengar lagu ini Oh~ (Tiffany)

Aku sangat bersyukur untukmu Oh Baby (Yuri, Tiffany)
Kau sangat cantik Oh~ (Yuri)
Aku tidak bisa menutup mataku darimu (Tiffany)
Di mataku, aku hanya melihatmu (Tiffany)
Aku hanya ingin melihatmu, sungguh (Tiffany)
Oh~ Baby

Sehari berlalu dan kita bertemu lagi (Yuri, Tiffany)
Kemudian kita berpisah dan kemudian kita bertemu lagi (Tiffany)
Ini sangat baik, aku hanya tertawa tanpa alasan (Yuri, Tiffany)
Bisakah kau melihat aku seperti ini? Oh~ Baby    (Tiffany)

Aku sangat bersyukur untukmu Oh Baby (Yuri)
Kau sangat cantik Oh~ (Yuri)
Aku tidak bisa menutup mataku darimu (Tiffany) *Terbesit dalam bayangan Tiffany tentang Yoong..*
Di mataku, aku hanya melihatmu (Tiffany) *Tiffany mencoba menahan rasa sesaknya karena ini adalah debut pertamanya sebagai penyanyi, namun bayangan lelaki bermata kijang itu terus menghampiri*
Aku hanya ingin melihatmu, sungguh  (Tiffany)
Aku setiap hari begitu bahagia Oh Baby  (Yuri)
Aku berharap hari seperti ini tidak akan pernah berakhir  (Yuri)
Aku berharap tidak ada perubahan (Yuri)

Aku sangat bersyukur untukmu Oh Baby (Yuri)
Kau sangat cantik Oh~ (Yuri)
Aku tidak bisa menutup mataku darimu (Tiffany) *Tiffany mulai bangkit dari tempat duduknya dan menahan sesak yang menjalar keseluruh tubuhnya*
Di mataku, aku hanya melihatmu (Yuri)
Aku hanya ingin melihatmu, sungguh   (Tiffany) *Air mata itu pecah, ia tidak bisa menahan rasa sakit yang menjalar keseluruh tubuhnya, rasa nya seperti tercekik, tenggorokannya berusaha menahan rasa yang ingin ia katakan sambil berusaha menyelesaikan part terakhir miliknya*
Oh Baby, Oh (Yuri, Tiffany) *Yuri membawa Tiffany kedalam pelukannya, mencoba membuat wanita disampingnya kuat)

“TIFFANY HWAAANGGGG!!!!!!!!! Kau bisa unnieeee” teriak seorang fans saat Tiffany masih terisak dalam tangisnya dipelukan Yuri, membuat Yuri mengacungkan jempol kepada fans

“Sssssttt kau kuat, aku disini… tenanglah..” ujar Yuri sambil mengusap punggung Tiffany

Yuri dan Tiffany membungkukan tubuhnya kepada semua fans, gemuruh tepuk tangan membuat ekduanya kedalam keadaan yang lebih baik lagi, Tiffany masih dalam rangkulan Yuri untuk turun dari atas stage. Keduanya berjalan menuju ruang tunggu disana sudah ada Taeyeon yang menunggu Keduanya..

“Heii.. sssttt harusnya kau tidak menangis sayang..” ujar Taeyeon langsung membawa Tiffany kedalam pelukannya

“Aku akan menganti bajuku terlebih dahulu, aku diruang sebelah, oke?” ucap Yuri meninggalkan keduanya

“Yul.. kembali lagi jangan pernah meninggalkanku”

“Yahaha ada Taeyeon yang selalu ada untukmu kapanpun dimanapun hahaha” ejek Yuri sambil meninggalkan kedua pasangan tersebut

“Aku hanya tidak percaya jika hidupku benar-benar berubah setelah dia pergi”

“Hanya tuhan yang mengetahui semuanya.. yang terpenting kau kini bahagia dengan lembaran baru hidupmu, aku mohon tinggalkan semua rasa sakit itu.. terimakasih telah memberiku kesempatan kembali untuk bersamamu, 3 bulan awal ini semoga akan terus berjalan sampai akhir hayatku bersamamu”

“Setelah ini kami akan merayakan acara debutku bersama Yuri, aku harap kau bisa datang menemaniku” ujar Tiffany tanpa menimpali ucapan Taeyeon

“Malam ini aku harus terbang menuju pulau jeju, namun besok pagi aku pastikan aku ada di apartementmu? Tidak apa?”

“Tidak apa..”

“Tiff.. saatnya acara pengumuman pemenang. Kau akan disini atau ikut bersamaku?” tanya Yuri

“Dia akan menunggu disini Yul..” jawab Taeyeon

“Aaah baiklah” jawab Yuri menutup kembali pintunya

“Aku harus menemaninya Tae.. ini sudah kewajibanku.. tunggulah disini sebentar” izin Tiffany

“Hmm, aku harus pergi  30 menit lagi, jika kau ikut bersamanya maka waktu kita akan habis”

“Maka kau pergilah sekarang.. kau harus menjaga dirimu…”

“Kau juga. Aku mencintamu Fany-aah” ujar Taeyeon sambil mengecup kening milik Tiffany

Taeyeon menghela nafas saat Tiffany hanya memejamkan kedua mata indahnya dan tidak menjawab salam cinta yang ia lontarkan. Taeyeon pergi meninggalkan ruangan tersebut, Tiffany menyuruh staffnya untuk masuk kembali dan sedikit meRe-touch make up miliknya yang sedikit pudar.  Setelah itu ia berjalan menuju stage, disana sudah ramai oleh para idol grup maupun soloist yang tampil hari itu, Tiffany mencari keberadaan Yuri. Ternyata Yuri di paling belakang dengan kepala menatap langit-langit panggung, tanpa ia sadari jika beberapa orang melihat kearahnya, Tiffany menatapnya dengan senyum manis yang tercipta.

“Hei bodoh~” ujar Tiffany

“Kau..” ujar Yuri dingin

“Memangnya ada apa dilangit-langit itu?” tanya Tiffany sambil menatap langit-langit panggung tersebut

Aku akan selalu mencoba melihat kearah langit diatas sana dibanding aku harus melihat kearah belakang, karena akan membuat dadaku terasa sakit. Setidaknya di langit ada harapanku yang masih belum terkabulkan, jika aku melihat kearah belakang hanya luka yang akan menyebar kan menghancurkan hidupku kapan saja” jelas Yuri dengan mata yang berkaca-kaca, Tiffany heran melihatnya

“Kau tadi mengatakan kepadaku untuk kuat.. namun kau?” tanya Tiffany sambil meraih tangan Yuri lalu di genggam tangan tersebut

“Maafkan aku, hanya saja terkadang aku sulit menyembunyikan kenyataan bahwa aku merindukannya..” lirih Yuri

.

.

“Dua tahun telah berlalu, bahkan mayat anakku saja kalian tidak bisa menemukannya?!”  amuk tuan Kwon

“Maafkan kami tuan…”

“MAAF MAAF MAAF! HANYA KATA ITU YANG KALIAN LONTARKAN KEPADAKU!” teriak tuan Kwon

“Tuan.. kau harus menjaga kesehatanmu.. “ ucap Sunny yang ada disamping tuan Kwon

“Mereka bodoh sunny-aah! Menemukan anakku saja tidak bisa, aku hanya ingin melihatnya kembali walau hanya jasad yang sudah hancur…” tangis tuan Kwon pecah

“Tuan… kumohon.. tenanglah… kondisimu bisa kembali menurun”

“Tinggalkan aku sendiri” pinta tuan Kwon

“Tuan..”

“Sunny-aah pergilah, tunggu didepan ruanganku saja” pinta tuan Kwon

“Baiklah Tuan..”

Semua anak buahnya pergi meninggalkan ruangan tersebut

.

.

.

“Cheerrsss” ujar sekumpulan staff bersama Yuri dan Tiffany disebuah restoran milik Yuri

“Tiff.. kajja ikut aku keatas” ajak Yuri

“Baiklah..” jawab Tiffany sambil berjalan menuju Lift, karena ruangan Yuri berada di lantai 3

“Khhaahh… hari ini kita resmi menjadi seorang idol hahaha” ujar Yuri yang baru saja masuk kedalam ruangannya

“Hmm ini jalan yang sangat asing bagiku, aku tidak menyangka bisa debut diusia 26 tahun”

“Aku bersyukur atas semua yang aku dapatkan beberapa tahun terakhir”

“….”

“Tiff…”

“Yes?”

“Sudah saatnya kita membuka kotak namamu dan namaku..”

“Yul..”

“Tiff.. aku hanya ingin melihat apa yang terdapat didalam kotak tersebut”

“Baiklah…” ujar Tiffany

Yuri mengambil kedua kotak yang tersimpan rapih di brangkas uang miliknya, kedua kotak tersebut tidak berubah. Yuri memberikan kotak yang bertuliskan nama Tiffany diatas kotak tersebut.

“Kajja buka bersama” ajak Yuri, kemudian keduanya membuka kotak tersebut

“Cincin?” ujar keduanya bersamaan

“Surat..” ujar Tiffany yang mengambil sebuah lipatan kertas yang berda di bawa spons kotak tersebut, Yuri buru-buru membuka spons tersbeut untuk melihat isi surat yang berada di kotak tersebut

To : Kwon Yuri

Hi. Maafkan aku…

Kau tau keadaan ini membuatku binggung, kau datang kembali disaat aku telah berusaha dengan keras membangun reruntuhan kepingan hatiku yang hancur. Ini bukan salahmu, ini bukan salahku juga, ini semua adalah jalanan takdir yang telah dirangkai dengan semestinya. Aku menjadi incaran pembunuhan oleh Tunanganmu bahkan ayahmu sendiri, karena aku dianggap sebagai perusak hubungan antara adik dan kakak. Yuri…. harus seberapa banyak lagi Yoong berkorban demi dirimu dan Hyungmu? Harus seberapa lagi rasa sakit yang ia rasakan demi kebahagiaan kalian berdua?

Dewasalah Kwon Yuri,  Aku tau kau berbicara dengan Yoong untuk berjanji saling menjaga wanita yang kalian cintai,  kau tau? Jika aku jadi kau, aku akan menjaga wanita yang aku cintai tanpa meminta kepada orang lain, kau tau hatiku sakit mendengarnya. Yoong tidak pernah berbicara kejelekan yang kau miliki, namun aku sendiri yang mendengarnya. Kau tau kenapa dia tidak pernah bicara siapa wanita yang ia cintai? Dan kenapa terkesan seperti pria plin-plan yang memberikan pengharapan kepada aku dan Tiffany? Karena dia bukan hanya menjaga hatinya saja, tapi hatiku, hati Tiffany, Taeyeon bahkan kau. Apa jadinya jika dia memberikan keputusan yang membuat segalanya menjadi penyakit hati yang menimbulkan kebencian? Wanita hanya akan diam jika ia diberikan kalimat manis, aku sadar itu. maka tidak heran jika Yoong selalu membuatku kembali jatuh kedalam pelukannya walaupun pengakuan dirinya tentang apa yang ia lakukan bersama Tiffany menyakitiku. Aku menangis hebat saat dia membuat pengakuan bahwa sebulan lamanya ia bersama Tiffany membuat janji yang membuat wanita itu tenang, namun itu semua hanya untuk menenangkan jiwa yang sedang gelisah dan bersalah karena kesalahan masalalunya. Yoong mengetahui Tiffany mencintainya bukan karena rasa cinta tapi rasa bersalah. Dan begitupun kau kepadaku Kwon Yuri. Sadari itu. lihat sekitarmu, mulai sekarang dan carilah wanita yang benar-benar kau cintai. Cincin ini adalah hadiah untuk siapapun wanita yang akan menjadi pendamping pria manis yang aku cintai dimasalalu… mulailah bertanya kepada hatimu untuk siapakah kau bertaruh nyawa dan untuk siapakan setiap hembusan nafaas yang kau miliki.

By : J

Yuri meneteskan air matanya ia menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar, matanya panas, ia tidak bisa berkata-kata lagi

To : Tiffany Hwang

Aku tidak bisa berkata dengan banyak dan indah seperti setiap kali aku bertemu denganmu, karena aku akan selalu lemah jika bertemu dengan paras indah wajahmu Tiff..

Maafkan aku..

Aku hanya tidak ingin kau terus mencintaiku hanya karena rasa bersalahmu dimasalalu terhadapku, kau selalu menyalahkan dirimu karena meninggalkanku. Padahal tanpa kau sadari jika akupun masih mencintaimu tanpa kau harus bicara tentang masalalu.

Tiff.. aku tidak bisa menjalani semuanya kembali bersamamu, Aku tidak bisa mencintaimu secara nyata lagi.. aku hanya bisa mencintaimu dalam diam dan didalam hatiku saja karena aku telah berusaha dengan susah payah untuk mencintai seseorang yang kini berada disampingku. Kau boleh membenciku, namun aku harap kau tidak salah dalam memilih pasangan hidupmu.. hanya ada satu pria yang aku percayai untuk bersamamu yaitu Kwon Yuri. Tidak ada yang lain. Jangan pernah kembali bersama Taeyeon Hyung, itulah permintaanku, hatiku tidak mengizinkannya. Maafkan bualan manis yang aku buat untuk dirimu, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain menenangkanmu dengan kalimat manisku. Karena entah apa yang bisa terjadi denganmu jika aku mengatakan secara langsung jika hatiku bukan untukmu lagi.. aku hampir kembali kedalam pelukanmu ketika sebulan lamanya aku bersamamu dan mengabaikan Jessica, namun setelah aku pikirkan itu semua salah besar Tiff.. maafkan aku sekali lagi. Ini terkesan seperti aku bukan lelaki yang baik karena menuliskan surat, namun aku yakin setelah pembicaraan kita tadi kau banyak salah paham, semoga isi surat ini bisa sedikit menjawa.  Aku memberikan cincin ini untuk kau berikan kepada pria yang akan mendapingi dan yang akan menjaga wanita yang aku cintai sampai kapanpun didalam hatiku.. pria yang kau cintai akan kau tangisi karena kau takut kehilangannya jika dia tidak disampingmu, bukan pria yang slalu memaksa dirimu kembali kedalam pelukannya.

By : KY

Tiffany menatap kosong kearah surat tersebut, matanya mulai berkaca-kaca. Hatinya sakit mengingat kejadian 2 tahun lalu dimana ia harus bertahan dalam maut bersama Yuri, dan kini mendapatkan isi surat yang lebih menyakitkan dibandingkan kejadian 2 tahun lalu

Flashback

“Yul.. “ panggil Tiffany, pria manis tersebut sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit

“Eeegg…” suara rintihan Yuri terdengar, ia mencoba untuk membenarkan posisi tidurnya

“Jangan banyak bergerak biarkan aku membantumu..” ujar Tiffany yang datang menghampiri dan memberikan bantuan kepada Yuri

“Aku lega kau baik-baik saja..” ujar Yuri sambil mengusap wajah cantik milik Tiffany

“Maafkan aku.. karena aku kau harus seperti ini..” ucap Tiffany, mata nya mulai berkaca-kaca

“Jangan menangis. Aku tidak menyukai wanita cengeng.. hahaha”

“Huh! Menyebalkan sekali, kau tidur selama 2 minggu, kau pikir aku tidak bosan menunggumu? Menyebalkan!!!”

“Aku lebih memilih bermimpi indah dibanding terbangun dengan kenyataan seperti ini Tiff…” lirih Yuri sambil menatap lurus dengan pandangan kosong

“Aku-pun tidak pernah menyangka jika semuanya akan seperti ini.. kemarin polisi mengirimkan sebuah kotak bertuliskan namaku dan namamu dari mobil Yoong dan Jessica”

“Jangan pernah membukanya karena aku belum siap.. bagaimana perkembangan kasus nya? siapa dalang dari semua ini??” tanya Yuri

“Tuan Kim.” Jawab Tiffany singkat

“APA?” kaget Yuri

“Tenanglah, polisi sedang menyelidikinya, sampai saat ini masih belum ditemukan apapun dari dalam mobil milik Yoong maupun Jessica,  jika keduanya kehilangan nyawa pasti jasad nya ditemukan namun ini tidak ada sama sekali..”

“Brengsek… bagaimana bisa? Apa Taeyeon tidak terlibat???” tanya Yuri penasaran

“Tidak. Bahkan dia tidak mengetahui sama sekali dengan kejadian ini..”

“Namun hati kecilku bicara lain Tiff…”

“Tidak baik berprasangka buruk Yul… kapan kau pulang kerumah??”

“Besok.. aku akan membeli apartement disebelah apartement milikmu… tolong izinkan aku menjagamu Tiff..”

“Jangan berlebihan Yul..”

Flashback end

Tiffany menangis sejadi-jadinya, ia memasukan kembali surat tersebut kedalam kotak cicin. Yuri menghampiri dan memeluk Tiffany kedalam tubuhnya, tangisnya semakin hebat. Tidak bisa dipungkiri jika Yuripun menangis. Keduanya larut dalam kesedihan yang begitu kekal.

“Kajja kita harus kembali ke apartement..” pinta Yuri

Tidak ada jawaban dari wanita yang berada didalam pelukannya, tanpa menunggu jawaban dari Tiffany, Yuri langsung membawa wanita tersebut menuju mobilnya, ia langsung menuju pintu keluar dengan menggunakan jacket miliknya untuk menutupi Tiffany. Keduanya pergi meninggalkan restoran milik Yuri tersebut. Dalam perjalanan menuju apartement, Yuri sempat mampir kekedai coffe untuk membeli coklat hangat, dalam perjalanan menuju apartement Tiffany keduanya melewati sungai dimana kejadian 2 tahun lalu, Yuri menepikan mobilnya ditepian sungai han dan memandang kosong kearah jembatan yang berada di atas mereka. Dimana kejadian 2 tahun lalu berlangsung..

“Dia telah mendapatkan hukuman yang setimpal, penjara seumur hidupnya memang pantas untuknya…” lirih Yuri

“…” tidak ada jawaban dari Tiffany

“Aku bersyukur dikejadian tersebut masih ada yang bisa aku selamatkan yaitu kau.. aku tau isi surat itu menyakitimu sangat dalam, namun itulah kenyataan saat ini. yang perlu kau lakukan saat ini adalah mencari kebahagiaanmu yang sebenarnya….”

“…”

“Lepaskanlah Tiff… lepaskanlah rasa sakit yang ada dihatimu.. aku yakin kau bisa lebih bahagia dibanding bersama adikku”

“…”

“Hatiku sakit saat membaca isi surat tersebut namun aku yakin Jessica hanya ingin melihatku bahagia walupun bukan bersamanya.. mungkin mereka benar kita mencintai mereka hanya karena rasa bersalah dimana kita meninggalkan mereka.. ”

“Aku hanya merindukan senyum indahnya” lirih Tiffany

“Kau bisa melihatku..” ujar Yuri sambil mengusap tangan milik Tiffany

“…”

“Maksudku.. bisa melihatku dan Taeyeon Hyung.. bagaimanapun kami dibesarkan secara bersama-sama selama 20 tahun lebih..”

“Antarkan aku ke apartementku Yul.. ini hampir tengah malam..” ujar Tiffany sambil mengesap coklat hangat yang diberikan oleh Yuri

“Baiklah tuan Putri..” ucap Yuri yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan lokasi tersebut

“Bagaimana hubunganmu dengan Park Shin Hye.. kenapa kau tidak melaporkannya kepolisi saja atas kejadian percobaan pembunuhan berencana kepada Jessica?” tanya Tiffany

“Untuk apa? Kau tau satu hal.. dia melakukan semua itu karena mencintaiku..aku akan menceritakan sebuah kejadian kau pasti terkejut” ucap Yuri

Flashback

“Oh Yul.. bagaimana ini bisa terjadi???? Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan” ucap Shin Hye yang baru saja datang keruangan rawat milik Yuri

“Aku akan pulang dari rumah sakit hari ini, tolong pergilah..”

“Maafkan aku.. maafkan semua kebodohanku karena mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu sehingga aku membuat jalan pintas untuk membunuh wanita itu.. namun demi tuhan kejadian ini bukan ulahku Yull… aku menyesal atas apa yang aku lakukan ketika aku mencoba membunuh Jessica, dan ketika itu ternyata bukan hanya ada pembunuh bayaranku namun ada orang lain juga.. aku tidak menyangka itu…”

“……” Yuri hanya diam menatap Shin Hye dingin

“Ketika aku menayakan kejadian tersebut kepada pembunuh bayaran yang aku perintahkan, ia mengatakan bahwa ia belum menembakan peluru tersebut, dia melihat ada 2 orang lagi yang berada di gedung tersebut, ketika ia melihat kejadian tersebut, memang tembakan itu diarahkan kepada Yoong bukan Jessica”

“APA????”

“Ini adalah rahasia terbesar yang pernah aku simpan, aku mencoba menghubungimu berkali-kali  namun kau tidak menjawabnya, aku mencoba bertemu denganmu namun kau selalu di US bersama Yoong dan yang lainnya… aku sudah tidak tahan menyimpan rahasia ini sendirian..”

“Jadi maksudmu ada orang lain yang memang sengaja ingin membunuh Yoong? Bukan Jessica??”

“Ya, kau benar.. lihat saja luka tembak yang ada di tubuh Yoong, jika tembakan tersebut mengarah kepada Jessica, Yoong akan memiliki luka tembak di belakang tubuhnya karena akan memeluk Jessica dari belakang, ini? di perut samping miliknya, otomatis itu peluru ditunjukan kepada Yoong.. itu hasil analisa dari orang suruhanku yang berada di tempat kejadian..”

“Appa.. appa tidak mungkin membunuh anaknya”

“Appa?? Tuan Kwon? mencoba membunuh??”

“Yaa dia mencoba membunuh Jessica, namun dia mengira jika peluru itu melesat kedalam tubuh Yoong.. TUNGGU!! Harusnya orang yang menembak Yoong tau jika peluru miliknya tidak di tembakan kearah Yoong! Oh shit!! Aku harus mencari orang tersebut, karena pasti ia bekerjasama dengan pria yang akan membunuh Yoong”

“Aku dengan tuan Kim adalah dalang dibalik ini semua? Apa mungkin dia??”

“Ya kau benar, aku sedang berpikir sejenak..”

“Maafkan aku Yul.. aku terlalu bodoh karena mencintaimu..”

“Tidak apa, lupakan, terimakasih atas informasinya”

Flashback end

“Apa?? Gila, aku tidak menyangka jika ternyata semua bukan salah sasaran, namun peluru itu memang untuk Yoong” ucap Tiffany tidak percaya

“Akupun begitu.. aku menyelidiki siapa yang appa suruh untuk membunuh Jessica namun ternyata orang tersebut telah dibunuh oleh Appa..” jelas Yuri

“Yul.. Apa kau yakin jika tuan Kim hanya sendiri??” tanya Tiffany

“Maksudmu??”

“Hati kecilku bicara jika Taeyeon menutupi sesuatu dari kita..”

“Feellingku pun mengatakan seperti itu namun.. aku menjauhkan semua rasa curiga tersebut, terlebih lagi jika Tuan Kim sudah didalam penjara” jawab Yuri sambil memarkirkan mobilnya

“Temani aku malam ini di apartementku..” pinta Tiffany

“Oh Tiff.. kita hanya berbeda satu lantai saja…”

“Aish, kau pikir setelah menceritakan tentang pembunuhan aku bisa tidur nyenyak tanpa ada pengawasan??” tanya Tiffany sambil turun dari dalam mobil Yuri

“Hmm baiklah…”

Keduanya berjalan masuk menuju lobi utama, untuk menggunakan lift, sesampainya di lantai apartement milik Tiffany keduanya masuk. Yuri merebahkan dirinya diatas sofa lembut milik Tiffany.

“Bersihkan dirimu lalu pergilah tidur..” ujar Yuri kepada Tiffany

“Yaaa~~~” Tiffany memasuki kamarnya

Selama 30 menit berlalu, ia kembali dengan menggunakan piama pink, ternyata sosok pria yang tadi duduk di sofapun telah berganti pakaian tidur dan parfume milik pria tersebut sangat menyengat

“Kau menggunakan parfume sebotol!!!” kesal Tiffany, namun sayang pria tersebut telah terlelap dalam tidurnya

“KYAAAAA~~~~~” teriak Tiffany ketika lampu apartementnya mati, ia menindih Yuri yang berada disofa

“OOUUUCCCHHH…..” rintih Yuri, Tiffany langsung memeluk Yuri karena ketakutan

“What the… aaaaahhhh sakit Tiff.. kau membuatku sulit bernafass…”

“Nyalakan lampunya.. aku mohon Yul!!!” pinta Tiffany

“Aish.. tenanglah ini hanya beberapa saat saja..” jawab Yuri santai benar saja beberapa saat kemudian lampu menyala

“Apa kau menikmati didalam pelukanku??” tanya Yuri polos, Tiffany langsung melepaskan pelukannya

Tiffany beranjak dari sofa tersebut untuk mengambil minuman segar didalam lemari es miliknya, ia kembali dan duduk disamping Yuri yang menyalakan televisi.. keduanya tidak membuka percakapan, sampai pada akhirnya Yuri mengenggam tangan Tiffany

“Tiff…”

“Hmm??” jawab Tiffany sambil menatap kearah Yuri

“Ak…”

“Apaa? Katakan..” tanya Tiffany

“Apa aku boleh meminta minummu??” tanya Yuri membuat Tiffany menghela nafasnya

“Aish! aku kira kenapa! Bodoh! Ini! minumlah..” ujar Tiffany sambil memberikan minum miliknya

Yuri menghabiskan minuman yang Tiffany bawakan untuknya, lalu ia mulai mengengam erat tangan milik Tiffany, sampai wanita disamping nya menoleh kearahnya, tanpa basa basi Yuri mendekatkan bibir manisnya menuju bibir milik Tiffany, tidak ada penolakan dari wanita disampingnya saat Yuri mulai mengecup bibir manis miliknya, ciuman itu berlangsung sangat lama ketika tiap detiknya ciuman itu semakin panas. Yuri mengakhiri ciuman tersebut dan mengecup kening milik Tiffany

“Ma—af—kan ak—u” lirih Yuri sambil menundukan kepalanya, tangan kiri miliknya masih mengenggam erat tangan kiri milik Tiffany, Tiffany hanya menatap kosong kearah televisi yang sedang menyala

“Selamat tidur” ujar Tiffany meninggalkan Yuri di sofa tersebut, Tiffany memasuki kamar miliknya

“Oh shit!!! Apa yang kau lakukan Kwon Yuri!!!!!!” runtuk Yuri

“Tunggu!! Ada apa dengan detak jantungku!! Aish bodohhh!!!” kesal Yuri

.

.

.

“Tunggulah sebentar lagi..”

“Sampai kapan? Sampai kita mati ditempat terkutuk ini???”

“Jess… kau tau dengan sangat jelas jika kita tidak berhati-hati dalam bertindak, bukan hanya nyawa kita tapi Yuri dan Tiffanypun dalam keadaan bahaya..”

“Kenapa harus memikirkan mereka yang berada di luar sana?? 1 tahun aku melihatmu tersiksa dengan luka-luka karena kejadian 2 tahun lalu.. itu sangat cukup untuk menyiksa batinku”

“Jess.. aku mohon, bersabarlah sebentar lagi, yang jelas aku bersyukur karena kau baik-baik saja sampai saat ini..”

“Karena kelakukan bodoh kakakmu itu, kau tidak sempurna lagi dalam berjalan, kau butuh pengobatan yang lebih dari ini Yoong.. kumohon hentikan menyiksa dirimu”

.

.

“Good morning sayang..” ucap Taeyeon yang baru saja masuk kedalam apartement milik Tiffany dan memeluk wanitanya dari belakang yang sedang membuat pancake

“Hei..” balas Tiffany

“Eeuumm…. harumm seperti dirimu” ujar Taeyeon langsung mengecup Tiffany

“Yaa~~~ hentikan Tae.. bersihkan dirimu agar kita bisa sarapan..”

“Tidak mau…” manja Taeyeon dengan mengeratkan pelukannya

“Kapan kau datang Hyung?” tanya Yuri yang baru saja datang dari kamar tamu

“Omoo~ kau mengagetkanku.. baru saja Yul.. kau menginap???” tanya Taeyeon

“Ya.. aku akan kembali ke apartementku, aku memiliki jadwal meeting pagi ini”

“Ada apa dengan lingkar matamu? Kau tidak tidur semalaman??” tanya Taeyeon yang masih memeluk Tiffany dari belakang

“Sarapan terlebih dahulu lalu kau boleh pergi..”

“Terimakasih Tiff.. namun jadwal padat sudah menunggu…” tolak Yuri yang langsung berjalan menuju pintu keluar

“Ada apa dengannya?? Dan kau sebaiknya meminta izin terlebih dahulu jika memasukan pria lain kedalam rumahmu ini Tiffany hwang” ujar Taeyeon

“….” Tiffany tidak menjawab  ia hanya menatap kepergian Yuri

“Sayang.. aku rasa aku ingin kita mengikat janji lebih dari ini, bagaimana jika minggu depan kita melangsungkan pertunangan?” ajak Taeyeon

“Hah? Jangan gila Tae.. itu mendadak sekali..”

“Tidak sayang, ini sudah cukup.. kau milikku..”

“Kita bicarakan lagi nanti oke? kau mandi dan aku akan menyiapkan sarapan untuk kita..”

“Baiklah..” Taeyeon meninggalkan Tiffany di pantry, ia menuju kamar miliknya yang di tempati oleh Yuri tadi

Tiffany mengambil handphonennya dan menghubungi seseorang, 2 panggilan tidak dijawab. Tiffany menghebuskan nafas kesal, kini ketiga kalinya ia  mencoba menghubungi nomer tersebut

On the phone

“Hmm??” suara disebrang sana menimpali

“Kau marah?” tanya Tiffany

“Hah?” tanya suara disebrang sana

“Kembalilah, kita sarapan bersama..”

“Aku sudah dalam perjalanan, take your time, kita bertemu 3 hari lagi…”

“Taeyeon melamarku..”

“….” Tidak ada balasan dari suara disebrang sana

“Yul.. Taeyeon.. melamarku..”

“Ehm.. aku mendengarnya Tiff… selamat, aku senang mendengarnya” ujar Yuri

“….”

“Jjja.. aku sedang dalam perjalanan kekantor, see you Tiff..” ujar Yuri lalu menutup telfonenya

On the phone end

Tiffany menghela nafasnya, ada rasa sedih yang ia rasakan ketika Yuri memberikannya selamat. Tiffany berjalan masuk kearah kamar milik Taeyeon, disana ia mengambil baju kotor milik Taeyeon, tiba-tiba ia ingin melihat handphone milik kekasih nya

One message email

Unknow name

Lapor Tuan, kapan kami bisa membunuhnya? Ini sudah 2 tahun berlalu, aku rasa sudah cukup sesuai dengan perjanjian kita. Lagi pula keadannya semakin membaik, bahkan beberapa kali aku melihatnya bermain bola basket di halaman belakang yang kau sediakan. Kondisi berjalannya memang tidak sempurna namun ia masih bisa berlari, bahkan nona muda sering kali memarahinya karena ia tetap bermain basket di halaman.  Nona muda terlihat beberapa kali mengajak tuan muda untuk pergi meninggalkan rumah tersebut, namun tuan muda menolak karena khawatir dengan keselamatan nona muda, dan kedua orang yang tuan ancam akan dibunuh jika mereka melarikan diri..

Tiffany tertegun dengan apa yang ia baca, ia langsung screenshoot email masuk tersebut dan mengirimkannya kepada chat line miliknnya, kemudian ia menghapus screeshoot tadi. Dengan langkah cepat ia meninggalkan ruangan tersebut. Tiffany buru-buru menelfone seseorang, jatung nya berdetak dengan hebat, keringat mulai mengucur.

On the phone

“Ada apa lagi Tiff??” tanya Yuri

“Kumohon kembalilah kesini..” ada getaran dalam nada bicara Tiffany

“Ada apa???”

“Kumohon kembalilah…”

“Taeyeon sedang bersamamu.. Tiff aku memiliki meeting”

“Yul..”

“Tiff.. aku tidak bisa.. maafkan aku..” Yuri langsung mematikan Telfonenya

One the phone end

 Tiffany mengunci dirinya dikamar miliknya. Tiba-tiba pintu kamarnya beberapa kali diketuk oleh Taeyeon

“Fany-aah kajja sarapan aku sudah selesai”

“….” Tiffany tidak menjawab ia sangat ketakutan saat ini

“Sayang?? Apa kau sedang mandi ??? aah tau begitu tadi kita mandi bareng saja.. baiklah aku menunggumu diruang makan”

1 jam berlalu Tiffany masih mengunci dirinya dikamar, ia berharap Yuri segera menemuinya. Beberapa kali Tiffany mengirimkan Yuri pesan namun tidak dibaca oleh pria manis tersebut bahkan ia telah mengirimkan screenshoot tersebut kepada Yuri.

.

.

.

 “Shit!!! Kenapa bisa terjadi kedua kalinya rem mobilku blong!” runtuk Yuri

“Tuan apa anda baik-baik saja?” tanya salah satu petugas yang berada di lokasi

“Selidiki apa yang sebenarnya terjadi, dan hitung berapa kerugian atas kejadian ini.. aku segera mengantinya..”

“Baik tuan.. kau akan di antar oleh petugasku..”

Yuri melanjutkan perjalanan nya dengan menggunakan mobil polisi untuk sampai di kantornya. Sesampai di kantornya ia langsung menghadiri meeting penting yang berlangsung selama satu jam setengah. Ketika ia keluar dari ruangan meeting ia langsung menuju ruangan miliknya, dan merebahkan dirinya disofa ruangan miliknya. Ia membuka handphone dan mengerutkan halis ketika melihat 15 pesan dari Tiffany

On the chat

T: Yul kumohon kembali lah..

T: Yul bantu aku keluar dari sini

T: aku takut Yul

T: Kumohon..

T:Kwon Yuri..

T: send picture

T: Ini sudah jelas… jika dialah dalang dari semuanya

T: Yoong Jessica masih hidup Yul!!!!

T: Aku takut…

T:Tolong aku..

T: kenapa kau tidak datang?

T: dia mengetuk pintuku berkali-kali

T: Yul Kumohon…

T: aku hampir gila karena tidak tahu harus berbuat apa

T: dia terus mengetuk pintu kamarku..

T: Kwon Yuri…

T: aku mencintaimu.. (11:00)

On the chat end

Yuri melihat kearah jam tangan miliknya  13:01

“SHIT” runtuk Yuri langsung bangkit dari sofa miliknya

Yuri dengan buru-buru keluar dari ruangan miliknya, dan mencari keberadaan Sunny. Sambil menuju lobi utama Yuri terus mencoba menghubungi Sunny. Ia menyuruh petugas untuk menyediakan mobil kantor untuknya. Kebetulan pada saat Yuri menggu mobilnya datang, Sunny baru saja datang

“Siang Tuan.. maafkan aku tadi aku di panggil oleh tuan besar” ujar Sunny membungkukan dirinya kepada Yuri

“Taeyeon.. Kim Taeyeon.. dia dalang dari semuanya!” kesal Yuri kepada Sunny

“Maaf??” tanya Sunny binggung

“Kau datang ke kantor polisi dan Kau minta kepada mereka untuk mlacak alamat email ini, datang dari mana, email ini didapatkan dari handphone Taeyeon. Ada kemungkinan jika Yoong dan Jessicalah yang dimaksudkan dalam isi email tersebut..”

“Kau akan pergi kemana tuan???”

“Tiffany sedang bersama orang gila itu, aku pinjam mobilmu”

Yuri segera meninggalkan lokasi tersebut

.

.

.

On the Phone

“Jangan pernah mengeluarkan keduanya dari villa tersebut, Bunuh keduanya saat matahari terbenam.. dan kalian boleh mencicipi bagaimana rasa tubuh penyanyi besar seperti Jess.. dan untuk adikku tercinta buat dia mati secara perlahan di hadapan kekasihnya. dan myongdong adalah daerah ramai jadi berhati-hatilah mengeluarkan mayat mereka”

“Baik tuan..”

On the phone end

“Kau gila Taeyeon-aah” lirih Tiffany yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dengan wajah berantakan, matanya sembab

“Oh sayang.. ada apa denganmu???” tanya Taeyeon datang menghampiri Tiffany

“Diam! Jangan mendekat!!” teriak Tiffany kepada Taeyeon

“Kenapa? Aku kekasihmu sayang.. kau milikku.. tidak ada Kwon Yoonan! hahahahaha” ujar Taeyeon yang memeluk Tiffany erat

“LEPASKAN!!!”

“Aku akan melepaskanmu di dalam kamar sana sayang..”

“YAA!!! Kwon Taeyeon!!”

“KIM TAEYEON!!! AKU KIM TAEYEON!!!” teriak Taeyeon kepada Tiffany

“Ouch…” rintih Tiffany yang didorong dengan kasar oleh Taeyeon ke kasur king size yang berada di kamar Milik Tiffany

*breeeekkkkk* Taeyeon merobek pakaian yang di pakai Tiffany, kini hanya terlihat b** berwana hitam pekat yang terlihat jelas

“Kumohon hentikan Tae..” pinta Tiffany

“Kau miliku sayang” ujar Taeyeon yang mulai menindih Tiffany, ia mulai mengecup leher jenjang milik wanita tersebut, beberapa kali Tiffany mencoba melawan, dengan air mata yang mengalir dari mata indahnya Tiffany mencoba menolak, meronta sebisa mungkin. Namun sayang tenaga pria diatas nya lebih kuat. Beberapa kali bibir manis milik Tiffany di ciumi nya dengan kasar.. Taeyeon mulai membuka celana miliknya, ia mencoba memasukan…

*BRUUUUKKKKKKKKKK* tubuh Taeyeon terhempas kesamping tempat tidur

“BRENGSEK!!!! BIADAB!!!!” Teriak Yuri yang baru saja datang, ia menghajar Taeyeon dengan membabi buta

“KAU MENCOBA MEMBUNUH ADIKKU! DAN KINI KAU MENCOBA MEMPERKOSA WANITA YANG AKU CINTAI!!!BRENGSEK!!!!” teriak Yuri dengan penuh amarah

Yuri terus menghajar Taeyeon dengan membabi buta, darah mengalir dari mulut, pelipis kanan hingga hidung milik Taeyeon. Namun itu tidak membuat Yuri iba. Ia terus menghajar pria tersebut

*BUUUUGGGGGHHHHH* Taeyeon membalas pukulan milik Yuri, sehingga darah segar mengalir dari sudut bibir milik Yuri, namun tidak mau kalah, Yuri kembali memukul Taeyeon dengan lebih membabi buta. Hingga akhirnya Taeyeon tidak bisa lagi bergerak.. matanya tertutup, nafasnya tersengal. Yuri melihat kearah Tiffany, ia langsung menghampiri wanita tersebut dan membuka jas miliknya untuk menutupi tubuh milik wanita tersebut

“Maafkan aku.. maafkan aku” sesal Yuri sambil memeluk Tiffany

“Ohh.. andai saja aku melepaskan ego kecemburuan ku tadi… maafkan aku Tiff..” sesal Yuri

“Dimana ia menyakitimu?” tanya Yuri sambil melihat kearah Tiffany yang masih shock berat dan air mata miliknya yang sudah kering dan tidak bisa lagi mengalir

Yuri mengecup bibir manis milik Tiffany secara perlahan, ia menciumnya dengan sangat lembut. Perlahan air mata Tiffany dan Yuri mengalir, ada rasa sakit dan sesak ketika mereka melakukan ciuman lembut tersebut. Tiffany mengcengkrem bahu milik Yuri untuk menahan tangisnya semakin pecah..

“Maafkan aku… aku mencintaimu Tiff…” ujar Yuri sambil menghapus air mata yang ada dipipi milik Tiffany

“Bersihkan dirimu.. aku akan mengurus si brengsek ini..”

“…” Tiffany hanya diam

“Apa tubuhmu sakit? Kajja biar aku mengendongmu ke kamar mandi” ujar Yuri, Tiffany mulai naik ke punggung milik Yuri, Yuri pun mengantarkannya kekamar mandi

Setelah Tiffany masuk kedalam kamar mandi, Yuri mengangkat Taeyeon untuk dipindahkan kearah sofa depan. Taeyeon terkulai dengan tubuh lemah dan darah dimana-mana. Yuri mengambil air segelas dan menyiramkannya kepada Taeyeon.

“Bangun bajingan.. dimana kau menyembunyikan Yoong dan Jessica??!!”

“Mereka akan mati.. dan nasib Jessica akan sama seperti Tiffany tadi hahahaha” ujar Taeyeon

*BUUUUUGGGGHHH* Yuri menghantam Taeyeon lagi

“DIMANA KAU MENYEMBUNYIKANNYA!!!” teriak Yuri

“…” Taeyeon hanya tersenyum iblis kearah Yuri

“Hyung.. kumohon hentikan… hentikan ini semua…” pinta Yuri yang berlutut dihadapan Taeyeon

“Hahaha kenapa? Kau menyerah? Hanya beberapa jam lagi keduanya akan menjadi mayat..”

“Hyung.. aku mohon.. hyung… jangan lakukan itu..”

“Kau terlambat Adikku..”

“Hyung.. bunuh aku.. bunuh aku saja jika membuatmu lega.. jangan Yoong ataupun Jessica.. mereka layak bahagia.. aku mencintai Tiffany.. aku menciumnya saat malam kemarin.. aku lah yang pantas kau bunuh Hyung.. kumohon lepaskan mereka”

“Hahaha aku binggung kenapa kau tidak mati? Rupanya kau sudah ahli dalam mengola rem blong?”

“Hyung… aku mo..”

“Myongdong.. mereka di myongdong Yul..” ucap Tiffany yang baru saja keluar dari kamar miliknya. Yuri langsung berlari kecil menghampiri Tiffany, ia masuk kedalam kamar dan mengambil handphone milik Taeyeon

Yuri langsung membawa Tiffany keluar dari apartement miliknya dan meninggalkan Taeyeon disana sendirian. Yuri langsung memerintahkan anak buah nya untuk menuju alamat dimana ia menemukan disalah satu email masuk didalam handphone Taeyeon beberapa waktu yang lalu.

.

.

.

“YAAAA!!! HENTIKAN!! JANGAN PERNAH MENYENTUHNYA WALAU HANYA SETITIK!!! BRENGSEK!!!” Teriak Yoong

“Tuan muda Taeyeon yang menyuruh kami untuk mencicipi rasanya tubuh seorang penyanyi.. maafkan kami tuan muda…”

“JANGAN LAKUKAN.. AKU MOHON” Teriak Yoong

“Kau terlalu banyak bicara tuan..” *BUUUUUGGGGGGHHH* pukulan dari stick baseball tepat mendarat di kaki kiri milik Yoong, wajahnya sudah penuh dengan luka pukulan.. tubuhnya terkulai lemas

“AAAAAKKKHHHHHHH”

“Yooong..” teriak Jessica dengan air mata yang berlinang di kedua mata indahnya

“Kau tau? Hyungmu menyuruh kami untuk membunuhmu secara perlahan..”

“Bunuh aku.. lepaskan wanita itu.. aku mohon..” ujar Yoong

“Oh tidak bisa tuan.. aku yakin kau sering melakukannya bersama nona ini bukan? Jadi biarkan kami merasakan nikmat yang kau rasakan…”

“Jangan.. aku mohonn..”

“Kenapa? Kau takut terangsang? Hahaha seminggu yang lalu aku mendengar ‘oh faster babyh’ ‘oh yoong’ ‘perlahan’ hahahaha kini kau akan mendengar suara tersebut lagi” *breeeeekkk* salah satu merobek lengan baju Jessica, sehingga sedikit terlihat dalaman wanita tersebut

“AAAaaarrrgggg *BUUUUGGGGHHH*” Yoong mencoba bangkit dan memukul salah satu orang yang berada didekatnya

“YAA!! SIAL!!! KAU MATI SEKARANG JUGA!!!”

“BUUUGGGGGHHHHH*BUUUUGGGGHHH*

“HENTIKAAANNN… JIKA KALIAN INGIN TUBUHKU, NIKMATILAH, LEPASKAN DIA..” teriak Jessica

“TIDAK!!! JESS.. KUMOHON JANGAN..” “uhhuuukkk” Yoong memuntahkan darah yang ada didalam mulutnya

“Aku mencintaimu Kwon Yoonan” lirih Jessica

*BUUUGGGGHHHHHH*BUUUGGGHHH* Yoong terus di hajar oleh beberapa pengawal suruhan Taeyeon, sedangkan Jessica dibawa kesalah satu kamar

“AAARRGGGHHHHH!!!!! BUUUGGGGHHHH* Yoong membalas pukulan kedua pengawal yang sedang menghajarnya, ia berlari dan menarik Jessica kedalam pelukannya, Yoong meraih pistol disalah satu pengawal tadi

“Kau pikir aku tidak bisa apa-apa?! Kalian maju akan ku tembak kalian satu persatu!!” teriak Yoong

“Kau baik-baik saja sayang tenanglah” bisik Yoong kepada Jessica, Jessica hanya memperhatikan wajah kekasihnya yang benar-benar di penuhi oleh darah segar, pelipisnya yang masih mengalir darah segar

*DOOOR* Yoong melayangkan tembakan kesalah satu pengawal yang berusaha maju mendekatinya.

“Hahaha aku ini orang kaya, aku ini pewaris Kwon Grup.. menembak sasaran tepat dikepala adalah keahlianku! Ingat itu !!” Yoong berjalan mundur menuju salah satu kamar

“Kau kunci pintunya aku akan mengawasimu, jika aku bilang tutup kau langsung tutup” ujar Yoong kepada Jessica

“Jangan pernah ada yang berani masuk kedalam kamar ini!!! telfone tuan kalian dan suruh dia datang kemari!” ujar Yoong,

“Tutup” ujar Yoong, Jessica mulai menutup pintunya

*DOOOR* Yoong kembali menarik pelatuknya, karena salah seorang pengawal mencoba menarik Jessica kembali.

.

.

.

“Aku menyesal baru menyadari jika aku mencintaimu Tiff..” ujar Yuri sambil mengusap puncak kepala Tiffany

“Yoong dan Jessica benar.. jika aku harus mencari kebahagiaanku, dan ternyata itu kau..  aku baru menyadarinya ketika aku merasa sangat merasa bersalah saat kau melihatku bersama Taeyeon..” ucap Tiffany

*Ddddrrrttttddrrrttt*

“ Handphone Taeyeon… kumohon semoga bukan kabar buruk..” ucap Yuri yang menepikan mobilnya dan menyuruh Polisi mematikan sirine nya

On the phone

“Hallo”

“Tuan.. Dua orang telah dibunuh” ujar pengawal tersebut membuat Yuri menelan ludah dan keringat dingin keluar

“…..?”

“Dua pengawal telah dibunuh oleh tuan muda Yoonan, kami sudah menjalankan perintah tuan untuk membunuhnya secara perlahan namun sayang dia masih bisa melawan saat kami akan mensetubuhi kekasihnya, ia murka dan melawan kami.. kini keduanya berada disalah satu ruangan, untuk bertemu denganmu tuan..” jelas pengawal tersebut membuat Yuri lega

“Aaaah baiklah aku memang menuju kesana dan aku sedikit lupa dengan alamatnya bisakah kau mengirimku alamat jelasnya dan.. kau tunggu di pintu gerbang depan, dan bukakan pintu untukku, sediakan pengawal yang cukup banyak di pintu gerbang masuk… kosongkan villa tersebut aku akan bicara empat mata dengannya, dan semua pengawal suruh berjaga di halaman villa”

“Baik tuan..”

On the phone end

“Pak kami sudah mendapatkan alamatnya, aku sudah memerintahkan semua pengawal untuk  berkumpul di halaman depan jadi semua petugas bisa menangkapnya, dan aku mohon sirine tidak dinyalakan, dan mobilku masuk terlebih dahulu, baru kalian jangan bersama-sama.. oke?” pinta Yuri

“Baik Tuan..”

Kelima mobil tersebut berjalan menuju lokasi dimana alamat yang dituju. Sesampainya dilokasi ada sekitar 5 pengawal yang membukakan gerbang depan. Ketika gerbang akan ditutup mobil polisi langsung masuk, dan beberapa petugas turun dari mobilnya untuk menangkap para penjahat tersebut, di halaman terdapat 5 pengawal lagi yang langsung berhamburan saat melihat situasi digerbang depan. Namun sayang polisi langsung menangkap kelimanya, Yuri dan Tiffany turun dari mobil dan menuju masuk kedalam villa

“Yoong!!” teriak Yuri

“Jesssie” teriak Tiffany

“Kwon Yoonan” teriak Tiffany

“Tiff…” panggil Yoonan

“Yul..” disusul Jessica meserukan nama Yuri

Yoong langsung memeluk Tiffany, dan Jessica berlari memeluk Yuri.

“Oh god.. aku senang melihatmu kembali Tiff.. kau baik-baik saja.. lega rasanya” ujar Yoong

“Bodoh! Kau penuh luka.. oh my..” lirih Tiffany sambil melihat kondisi Yoong

“Sica.. apa ada yang sakit??” tanya Yuri sambil mengusap puncak kepala Jessica

“Hyung..” panggil Yoong

“Boy! Maafkan aku.. maafkan aku lama menyadari semuanya… bahkan butuh waktu 2 tahun lebih untuk menyelamatkanmu” ujar Yuri sambil memeluk Yoong

“Tidak apa Hyung… aku senang kalian baik-baik saja..” ujar Yoong

“Kau harus ke rumah sakit Boy.. kajja”

“Jess.. kau harus berganti pakaian..” ujar Tiffany

“Terimakasih telah menjaganya…” bisik Yuri kepada Yoong

.

.

.

“Aku tidak melakukan apapun pak” ucap Taeyeon

“BAGAIMANA TIDAK MELAKUKAN APAPUN JIKA KAU MENYEKAP SAUDARAMU SELAMA 2 TAHUN?!” bentak petugas polisi diruang introgasi

“Hahaha siapa yang mengatakan itu?itu ulah ayahku” elak Taeyeon

“SEMUA ANAK BUAHMU SUDAH TERTANGKAP. SEBAIKNYA KAU MENGAKU SAJA”  ucap petugas

“TIDAK!!!!itu rencana ayahku hahahaha” ujar Taeyeon

“Kita harus memeriksa kondisi kejiwaannya..” ucap salah satu petugas

“Kau benar… panggil dokter ahli kejiwaan. Dan laporkan semua kejadian ini kepada tuan Kwon”

.

.

.

“Tuan.. tuan muda Yoonan telah ditemukan..” ucap Sunny kepada Tuan Kwon

“Apa??”

“Tuan muda Yuri menyelamatkannya.. ternyata dalang dari semuanya adalah tuan muda Taeyeon.. menyekap tuan muda Yoonan selama 2 tahun lamanya, dan dengan kondisi keterbatasan kesehatan fisik tuan muda Yoonan beliau tidak bisa berontak”

“Sudah kuduga… beri hukuman yang sangat setimpal untuknya Sunny-aah”

“Baik tuan, polisi sedang mendalami kasus ini, dan nampaknya tuan muda Taeyeon memiliki gangguan kejiwaan”

“Persetan dengan itu! dimana Yoonan saat ini??”

“Di rumah sakitmu tuan..”

“Siapkan mobil untukku kesana”

.

.

.

“Terimakasih.. terimakasih kau selalu melindungiku.. aku bersyukur hari ini tiba setelah sekian lama” ujar Jessica disamping Yoong yang terpasang dengan beberapa alat medis

“Aku akan selalu melindungimu..” jawab Yoong sambil tersenyum kepada Jessica

“So.. bisakah kau ceritakan apa yang terjadi Jess?” tanya Yuri yang berada di sofa bersama Tiffany

“Hmm..” Jessica duduk disamping Yoong dan menghadap kearah Yuri dan Tiffany

“Setelah kejadian tabrakan di jembatan tersebut, sepertinya Yoong menyelamatkanku dengan membuka pintu mobil dan membawaku keluar. Ketika aku sadar kami tengah di salah satu ruangan yang begitu terang dengan cat berwana putih. Aku melihat Yoong sedang merintih kesakitan karena kaki sebelah kanannya terdapat luka robek yang cukup dalam dan panjang. Aku menghampirinya dan..”

Flashback

“Kau tidak apa-apa?” tanya Jessica

“Tidak sayang… aku tidak apa-apa.. hanya saja..”

“Pelipismu berdarah..” ujar Jessica sambil mengusap darah yang mengalir dari pelipisnya

“Terimakaasih.. maafkan aku..”

“Yoong.. kita dimana?” tanya Jessica

“Entahlah… ketika aku menyelamatkanmu, ada yang memukul kepala belakangku dan ketika tersadar aku sudah disini bersamamu..”

“Lukamu perlu diobati Yoong.. bagaimana ini?” tanya Jessica kebinggungan yang melihat sekitarnya hanya terlihat putih polos tanpa jendela, Yoong beranjak dari tempat nya dan mencoba membuka pintu dengan langkah tertatih ia mencoba sampai diambang pintu

“Terkunci.. hallooooooo apakah ada orang di luar sana??” tanya Yoong dengan mengetuk beberapa kali pintu tersebut

“Nampaknya tidak ada orang Yoong.. kajja ikut aku kekamar mandi lukamu harus di obati..”

“Tunggu.. ini pakaian..” ujar Yoong mengambil beberapa pakaian yang tersusun rapih di dalam lemari

“Sebenarnya ada apa ini Yoong…” tanya Jessica semakin binggung

“Khhaaahh ganti bajumu, bersihkan dirimu terlebih dahulu.. aku akan menunggu disini”

“Mari lakukan bersama.. aku akan membersihkan lukamu.. lagipula kau sedikit sulit untuk berjalan Yoong”

Tidak lama berlangsung keduanya sudah rapih dengan pakaian baru mereka, beberapa luka yang masih terlihat jelas di tubuh Yoong membuatnya sulit bergerak.

*CLEK* Pintu terbuka membuat Yoong menyembunyikan wanita nya dibalik tubuhnya dengan mengenggam tangan kanan milik Jessica yang melingkar di pinggang milik Yoong

“Kau?? Siapa kau sebenarnya??” tanya Yoong

“Makan malam untukmu.. besok akan ada dokter yang datang mengobati luka kalian”

“Biarkan kami keluar!!” ujar Yoong sambil berjalan menuju arah orang yang baru saja datang

“Diam di tempat atau aku akan menghajarmu”

“Yaa! apa maksudmu?! Siapa kalian sebenarnya?!!!” ujar Yoong yang terus menghampiri pengawal tersebut dengan langkah sedikit pelan

“Yoong…” panggil Jessica

“Yaa! jangan mendekat aku bilang”

“Biarkan aku keluar” ucap Yoong sambil melewati pengawal tersebut

“Yaaaiissshhh” kesal pengawal tersebut menarik Yoong sehingga tubuhnya terhempas kelantai

“YAA!!!” Jessica membantu Yoong bangkit

“Kwon Yoonan”

“Hyung…. oh god terimakasih.. untung kau datang Hyung.. bawa kami pergi Hyung..” pinta Yoong

“HAHAHAHAHA” tawa Taeyeon meledak

“Hyung….”

“BODOH” ucap Taeyeon sambil membawa tongkat baseball

“Hyung.. aku mohon.. aku harus memastikan jika Yuri hyung dan Tiffany baik-baik saja Hyung..”

*BUUUUGGGGGGGGGHHHH* pukul Taeyeon ke kaki Yoong menggunakan tongkat baseball

“AAARRRGGGGGHHHHHHHH…” Rintih Yoong

“YAAA!!! APA YANG KAU LAKUKAN TAEYEON?!!!” teriak Jessica

“Jangan pernah mencoba melarikan diri dari tempat ini, jika kau melanggarnya aku akan membunuh wanita disampingmu bahkan kedua orang yang berada diluar sana… aku akan menjamin hidupmu didalam sangkarku sampai saatnya tiba. Jangan pernah mengkhawatirkan wanitaku!!! Camkan itu!!!” ujar Taeyeon

“Hyung… ada apa denganmu..” lirih Yoong sambil menahan sakit

“Kau gila Taeyeon..”

“APA Kau bilang?!!!” amuk Taeyeon menghampiri Jessica dan memegang kedua rahang Jessica dengan keras

“Kumohon Hyung.. lepaskan.. jangan sakiti dia.. hyungg… kumohon.. pukul saja aku..”

“Errgghh dasar wanita bodoh!” ujar Taeyeon menghempaskan Jessica

“Awasi keduanya.. jika Yoong melawan aku membolehkanmu untuk memukulnya.. begitupun dengan wanitanya. Jangan biarkan mereka keluar..”

Flashback end

“Mengerikan..” lirih Yuri mendengar cerita Jessica

“Setalah beberapa bulan, kami diperbolehkan keluar dari kamar tersebut, dengan pengharapan yang besar kami bisa melarikan diri namun ternyata kami salah… semua ruangan tembok besar menjulang, pengawal dimana-mana.. kegiatan kami diawasi oleh CCTV” lanjut Jessica

“Aku tidak tahan  ketika melihat Yoong dipukuli hanya karena ingin melihat dunia luar..”

“Kau tau jika kami sudah pasrah jika kalian menghilang..”ujar Tiffany

“Kami berpikir jika kami akan menjadi sepasang kakek dan nenek didalam rumah itu” ujar Yoong sambil mengenggam tangan Jessica

“Hahaha” tawa semuanya

.

.

.

3 bulan berlalu kini keadaan semakin membaik

“Aku senang bisa berjalan-jalan seperti ini bersamamu Tiff..”

“Akupun begitu Yoong hehehe” digengam tangan milik Tiffany dengan sangat kuat

“Aaaaaa.. kau harus merasakan es krim kesukaanku”

“Kesukaan kita hahaha emm rasanya tidak pernah berubah sejak…”

“Sejak dulu..”

“Terimakasih telah menyelamatkanku selama 2 tahun ini.. kau rela dikurung disana demi diriku dan Yuri.. Aku bersyukur kau bisa sembuh total seperti ini.. aku bersyukur bisa melihat mata kijang yang indah itu dan senyum manis yang terpancar dari wajahmu..”

“Stop.. jangan mengombaliku.. harusnya aku yang mengombalimu!”

“Hahahaha~~~” tawa Tiffany pecah saat melihat wajah Yoong yang cemberut

“Aaaaaaaa~~~ gemassss” ujar Tiffany smabil mencubit pipi Yoong

“Yaaaa~~~~”

“Hahahahaha”

“Tiff..”

“Hmm?” Tiffany menoleh kearah Yoong

“Terimakasih..”

“Untuk?”

“Untuk kepercayaanmu.. kesabaranmu.. dan cintamu..”

“…”

“Aku rasa kau sudah membaca isi suratku.. dan Maafkan aku terlalu banyak membual ketika satu bulan kita bersama..  aku benar-benar merasa bersalah akan hal itu. setelah aku mengaku kepada Jessica sebelum konser pagi berlangsung, kami berbicara sebelum tidur.. ia menangis dengan sangat hebat. Ia tidak memaki, memarahi dan memukulku.. ia malah menyalahkan dirinya atas kejadian tersebut..”

Flashback

“Katakan apa yang membuatmu berubah..” ujar Jessica, tubuhnya masih dipeluk oleh Yoong

“Kau belum tidur? Apa maksudmu perkataanmu?”

“Kwon Yoonan! satu bulan ini hubungan kita sangat dingin! Sadarkah kau akan itu? harus berapa kali aku memangis dan meminta kepadamu untuk Jujur kepadaku??? Apa yang kau sembunyikan”

“Jess…”

“Pergilah jika kau mencintainya..”

“Jess..”

“Yoong.. wanita bukan hanya sekedar butuh kalimat dan janji manis dari mulut seorang pria.. namun pembuktiannya”

“Oke!! aku mengaku! Aku bermain dengan Tiffany satu bulan lamanya! Ketika kau sibuk dengan syuting drama dan Yuri Hyung selalu menemanimu! Maafkan aku…”

“…..” Jessica menatap Yoong dengan lekat

“Maafkan aku..”

“Pergilah tepati janjimu…”

“Tidak Jess.. maafkan aku..”

“Katakan apa saja yang kau lakukan dengannya”

“Memangnya apa yang kau pikirkan.. kami hanya…”

“Hanya???” tanya Jessica

“Berciuman..”

“Khhaaaa~~~” helaan nafas yang begitu berat, matanya mulai panas, perlahan cairan hangat itu keluar

“Maafkan aku.. maafkan aku.. aku menyesalinya..”diusapnya air mata yang mengalir dari mata indah milik Jessica

“….”

“Tunggu sebentar lagi.. kita akan bahagia Jess.. maafkan aku.. aku tidak akan melepaskanmu kepada siapapun termasuk Hyungku sendiri”

“….”

“Tidurlah..”

Flashback end

“Kenapa kau sangat pandai dalam berbual???”

“Jika berbual membuat hati seseorang tenang kenapa harus berkata jujur untuk menyakitinya”

“Terkadang menyakiti dengan kejujuran lebih baik Yoong”

“Aku mencintaimu Tiff.. mencintai dalam hatiku sepanjang hayatku…”

“Aigooooo~~ haruskah aku menghajarnya Sica??” tanya Yuri yang baru saja datang dengan Jessica

“Hahaha… hyung…”

“Terimakasih boy telah meminjamkan kekasihmu.. aku kembalikan kekasihmu dan…”

“Dan??”

“Tiffany Hwang… maukah kau menjadi isteriku?” tanya Yuri sambil berlutut dihadapan Tiffany dan memberikan cincin yang telah di pilihkan oleh Jessica

“Akhirnya…” Lirih Yoong sambil menarik kekasihnya kedalam pelukannya

“Yoong… apa kau mengizinkannya?” tanya Tiffany menoleh kearah Yoong

“YAAA!! APA MAKSUDMU??” kesal Yuri

“HAHAHAHAHA” tawa Jessica pecah bersama Yoong

“Bagaimana kau bisa yakin jika aku adalah orangnya??” tanya Tiffany

Flashback

“Aku senang bisa merasakan sepoyan angin bersamamu Jess.. aku senang kau selamat.. dan aku bahagia bisa melihatmu kembali bahkan kini kau disisiku..”

“Akupun bahagia Yul..”

“Terimakasih telah menjaga adikku”

“Terimakasih telah menyelamatkanku..”

“Hmm.. soal isi surat itu.. apa kau sudah menerimanya?” tanya Jessica

“Sudah..”

“Maafkan aku Yul..”

“Tenanglah Sica.. aku mencintaimu didalam hatiku saja mulai saat ini. aku menyadari jika cinta tidak bisa dipaksakan.. kau lebih bahagia bersaama adikku. Maka aku bisa berbuat apa??”

“Apa kau sudah menemukan wanita itu?”

“Entahlah.. aku hanya takut dia tidak bisa menerimaku..”

“Kenapa kau menjadi seorang pecundang? Kau berani merebutku dari adikmu sendiri, dan kini kau takut untuk mengutarakan cintamu?? Apa jangan-jangan dia sudah memiliki kekasih??”

“Tiffany..”

“What???”

“Tiffany Hwang.. aku mulai mencintainya Sica..”

“Yaa!! tunggu apa lagi???! Katakan kepadanya sekarang juga!!”

“Kau mendukungku???”

“KENAPA TIDAK BODOH!!! Kajjaaa!!!” tarik Jessica kepada tangan Yuri

Flashback end

“Apa kau tidak ingin menjawabnya manis?” tiba-tiba suara tuan Kwon muncul

“Appa..” lirih kedua putranya yang langsung membungkukan tubuhnya begitupun dengan Jessica dan Tiffany

“Ak—u…”

“Aku harap kau menerimanya..” ujar tuan Kwon lagi

“Tidak ada alasan untuk menolaknya” ujar Tiffany membuat Yuri tersenyum dan memasangkan cincin tersebut

“Omooo~ pas..” ujar Jessica

“Akhirnyaa~” ujar Yoong sambil memeluk Jessica dan mengecup puncak kepala wanita tersebut

“Aku mencintaimu.. mulai kini tidak ada lagi rasa sakit yang akan kau rasakan…” ujar Yuri sambil memeluk Tiffany

“Begitupun dengan wanitaku ini” ujar Yoong

“Aigooo aku tidak bisa memeluk siapapun…” ujar tuan Kwon

“Appaa~~~” ujar semuanya sambil memeluk tuan Kwon

“Jjja.. bagaimana jika kita menjenguk Taeyeon..” ajak tuan Kwon

“Ide yang bagus.. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.. aku harap keadaanya membaik dirumah sakit jiwa sana” ujar Yoong sambil berjalan menuju

“Aku kadang merasa khawatir dengan kondisi mentalnya setelah dia diagosa memiliki kelainan kejiwaan” ucap Yuri

“Kita harus terus mendukungnya untuk sembuh..” ujar Tiffany

“Aku sangat salut kepada Sunny yang terus berada disampingnya.. aku rasa dia memiliki rasa kepada Taeyeon…”

“Aku mencintaimu” bisik Yoong kepada Jessica

“Aku mencintaimu” bisik Yuri kepada Tiffany

End

How? Hahaha akhirnya.. pasti banyak pro dan kontra nih sama ini endingnya.. sorry bgt buat pendukung Taeyeon..

Oke semoga aku bisa bawakan next ff yang lebih baik lagi karena waktu senggangku dibulan ini lumayan banyak sebelum ke bulan oktober.. YOONA KE INDONESIA WOIIII… aduh panutanku~~~~~

Coba jawab : Shipper mana yang ingin aku buatin cerita :

  1. YOONSIC YULTI
  2. YOONKRYS JETI
  3. YOONFANY YULSIC
  4. YOONSIC YULTI SEULRENE
  5. YOONFANY YOONSIC SEULRENE
Iklan

50 pemikiran pada “Ex Final Ending End Last

  1. Fiuuuhhh,, bcanya jd tegang,, taeyeon kasian bnget jd gila, ternyata ini semua dalang nya si taeyeon,,, feeling gua bner ending nya YulTi, YoonSic,,, dooh moment YoonSic nya kurang bnyak thor,, tp ga ppa ending nya ckup memuas kan,,,

    Di tunggu ff selanjut nya,, klo soal shipper semua juga ga ppa hehehe,, tp ku lebih ke YoonSic, YulTi, YoonFany, TaeNy, sama YoonKrys,,

  2. Sebenarnya sih sedih yoonfany ga bersatu.. trs juga setelah baca surat nya juga agak kasian sih selama ini yoong cm kasih bualan buat tiffany, ya memang sih itu ga nyakitin di banding kita tau kenyataannya. But better tau kenyataan nya di bandingkan terus2an berharap sm org itu..
    Hmmm… untuk Taeyeon aku sempet mikir sih kalau dia dalang dr semua ini.. cm di beberapa part bikin yakin gt kalau taeyeon ga salah.. Taeyeon terlalu obsesi atau udh smpe tahap psycho ? Hehe…
    Ya cuma emang jalan yang terbaik yoonsic bersatu dan YulTi bersatu.. ga ad kepikiran buat bikin sequel nih pas mereka udah nikah dan punya anak gt ? Hehe ngarep bgt ya aku..
    Karena aku ngikutin baca ff ini dr awal kesan aku adalah di setiap chapternya kita bs di buat berubah pikir atau cara pandangnya. Good job bgt 🖒 tepuk tangan for you 👏 Thanks akhirnya sudah menyelesaikan ff ini.

    Kalau di tanya mau pairing yg mana buat ff selanjutnya maunya sih semua yg di tawarin.. cuma kan yoonsic yulti udh nih di ex. Mungkin yoonfany yulsic atau yoonkrys jeti juga boleh ?? Tambahin anak red velvet juga ga papa. Udah jarang bgt nemuin ff jeti.. Cm kalo boleh yoonfany dong hihi #banyakmau..
    Di tunggu utk ff baru nya 😊

  3. Wah wahh, akhirnya final, bacanya bikin nano nano rasanya .terharu, tegang, gregetan, dsb. mantap jiwa 😘, ceritanya terarah dan jelas,pkoknya bgus bngt thor, Serasa cerita kdrama bneran. Mas yoong subhanllah bngt ya.., ternyata dibalik plinplannya terselubung niat yg mulia.😍
    Mas yul sama mba fanul akhirnya saling jatuh cinta, jdi mas yoong ngga perlu ngejaga perasaan lagi. Cukup buat mba njess aja.. Huhu aku seneng😆
    Kasian mas tatang tapi yah, udah tersakiti, jahat, gila pula 😭, Gws mas tatang 🙇, masih ada aku kok disini, eh maksudnya mbak sunny bunny😁.

    Momen yoonsicnya kurang.. Hehe request yoonsic lgi ya thor 😁.

  4. Udah feeling emang taeyeon dalang semuanya, lagian mana ada sih orang Cinta maksa sampe segitunya wkwkwkwk. Udahku duga juga pastin endingnya yulti abis mereka itu sweet banget hahahah walaupun hatiku retak gak jadi yoonfany huft tapi salut sih buat yoongnya disini hebat masih kuat buat ngelidungin sica walaupun terluka weh aku padamu yoong.

    Pengennya yoonfany sih thor karena emang suka baca wp ini karna yoonfany dan gak akan pernah bosen

  5. Akhirnyaaaa…..sweet ending walopun smpt ada adegan tragis….
    Bener feeling gw,si Tatang pst terlibat. Diem2 menghanyutkan tu bocah PAUD. Hahahahaha….
    Cerita berikutnya gw mau shippernya Yoonfany Yoonsic Seulrene. Maruk amat si Yoong…hahahaha…tp gpp lah, gw suka shipper itu.

  6. Dari sekian banyak ff yg aku baca ff inilah yg bner2 buat aku kecewa bgt. Entahlah aku kecewa karakter taeyeon yg nggak terlalu di anggap disini. padahal dia berubah jd iblis kayak gtukan krn siapa coba? Krn mereka, tuan kwon, kedua adik tirinya yoong sama yul, tiffany semuanya egois tnp pikirkan perasaan si taeyeon. Padahal selama ini taeyeon selalu berkorban utk mereka, selalu nurutin apa yg dikatakan oleh tuan kwon. Dan sekarang dia hny minta satu aja, yaitu hidup bersama tiffany. Apa sulit? But its oke, kekecewaan yg muncul dalam diriku krn membaca ffmu ini menandakan kalo kamu telah berhasil buat ff yg bagus thor.

    Dan utk pilihan shipper diatas yg mau kamu jadiin cerita kamu selanjutnya?? Sorry aku nggak ada pilihan, krn nggak ada TAENY. 😛

  7. Dari awal udh nebak sii kalo taeng terlibat… Dan gua seneng ajjjh sii ending nya sesuai sama yg gua harepin.. Yongsic… Hehehehe meski si yong plin plan kaya gua.. Ahahaha

    Gua sih semua pairing suka. Apalagi kalo taengsic.. Jeti.. Hihihi.. Lanjut kk.

  8. Wahhhhhh gak nyangka bakal seperti ini .. akhirnya end jg ex nya sedih sih mau gimna lagi .. bener” keren bget smpe” kebawa suaasana .. pengorbanan .. cinta ..bnyak yg trjdi … mank bener sih gak da salah nya klu terkadang hrs berbohong bwt nenangin perasaan seseorang .. krna klu kejujuran itu bakal nyakitin dy .. knp gak dgn bualan … bener” klop bget thor .. big thanks udah updte hehhehe .. hope to see yoonsic again too…

  9. Kasih sequel dong.. buat sweet scene yoonsic😘…. puas lah… di ending keungkap semua… ndak ada yg gantung… Taeyon terlalu terobesi sampai menjatuhkan diri sendiri.. 😪😪… tega dia nyakitin my baby Yoong. Tapi ok lah… q maafin…😟😟.. pd gitu ya q… Yoonsic the best😘😘

  10. oh no oh no endingya yulti 😂
    gak apa krna saya jg suka yulti tpi.. tpi.. saya kecewa knapa my tae harus sperti itu dan coba dri dlu thor yulti biar saya gk terlalu bnyk berharap wkwk
    tpi klo gk gitu gk seru ya thor.
    karna endingnya yulti. saya request aja yulti yg jdi peran utama krna dr dlu susah bnget nemu ff yulti yg cerita kren dan bagus ada sih tpi hnya bbrapa dan bkn peran utama 😆😆. contohny ini cerita 😁

  11. Akhirnya,, sukses penumpang mendarat dgn selamat di tangan author wlupun sempet banyak mslh kesana kmri, setelah deg,,deg,,an sedih bahagia campur aduk disini, angkat topi buat author,, 😀 suka endingnya dari segi crita, manis plus bijak pas pokoknya, selamat buat yoonsic pas lah metik buah sabarnya, yulti ajar berlapang dada belajar menyayangi, sampai kenal cinta. Buat taeng sabar ya, ga boleh egois ntr jadinya nafsu, cinta kdang ga harus miliki, kwon bersaudara untung msh empati ama tae, tragis juga. wlupun ga taeny disini krn ga pas juga klo maksa ke taeny hehe,, author mo nulis kopel apa aja silakan, kita baca crita kok thor, jd oke 2 aja.

  12. Ouh… Syukurlah ternyta yoonsic masih hidup. Ngga nyangka trnyta yg nyelakain yoonsic, yulti si tae.
    Akhirx yoonyul nemuin cinta sejati mrka masing”,yoong dg sica, yul dg fany.
    Dtunggu karya” lainx. Q paling suka dg yoonsic

  13. Haaahhh…ending yg bnar2 g bs ketebak😱😱😱 Daebaaakkk!!!
    Aq pilih no.3 YULSIC ea thor…
    D tunggu bngt krya barunya…
    Thor klo boleh ksih saran n request… gmna klo author bwt crita yulsic lg pleaseee…😢😢😢 tlong bwt jessica na jtuh cnta lbh dlu k kwon yuri…tp yuri cinta k cew lain (serah author dah mo cp cew na) truz krna sbuah ksalahan malah bwt yulsic brsama… konflik trjdi d cni…cew yg d suka yuri menjungkir balikn perasaan yuri k sica,d tmbah sica hamil anak yuri…
    Aduuuhhh…gmna ea aq ngomongnya😧😥???😫 pokoknya gtu dah thor…xixixi 😜😜😜 intinya jessica yg ngejar2 yuri…ending…YULSIC FOReveeeh…hohoho✌✌✌
    Loph pyuh thoooor…mmmuuuaaachhh😙😙😙😶

  14. Cie yulti saling jatuh cinta😂😂
    Kirain yang buat rencana gila itu shin hye, tuan kwon atau appa kim ternyata eh tarnyata si taeyeon yang buat rencana gila itu.
    Alhamdulillah yoonsic selamat. Dan walaupun ending nya bukan yoonfany tapi gapapa yang penting happy ending😄😄
    Uhh kangen yoonsic😭😭

  15. Sebelumnya gw kesel abis ama yoong karna sikap dy yg plin plan tp ternyata semua itu ga bener karna dy mikirin perasaan orang banyak tanpa mikirin perasaan dy gimana saat orang lain salah persepsi tentangnya…
    Agak sedih sih karna taeng lah dalang dari semuanya..
    Akhirnya yulti n yoonsic nemuin kebahagiannya sendiri setelah ngerasain likaliku drama percintaan yg menguras hati n menyiksa raga 😂😂😂 gw suka ama ff u thor walo terkadang gw dibikin bingung ama jalan ceritanya…
    Gw sayang sica tp gw juga kecewa banget ama dy. Hmm tau sih dy juga manusia yg butuh kehidupan pribadinya terlepas dg hidup keartisannya tp gw juga manusia yg bisa kecewa karna terlanjur mencintainya..
    Hhhh maaf jadi curcol ga jelas disini cuma pengen ngeluarin uneg2 aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s