EX 5

DG9xaWVUwAIsqgP

EX FINAL ENDING PART 5

Note : perhatikan setiap memoment di chap ini.. karena kalian akan binggung karena perbedaan waktu yang dialami kedua negara ini, maka aku akan membuat seolah-olah jika NY dan Korea memiliki jam waktu yang bersamaan. Oke? agar kalian tidak pusing hehehe.

“Yaaa! Kau darimana saja Nona Hwang?!” runtuk Yuri yang sedang mundar mandir didalam kamar miliknya

“Ada apa denganmu? Aku baik-baik saja tenanglah Yurieww”

“Apa kau bertemu dengan dia?”

“Siapa?”

“Siapa lagi menurutmu?”

“Hahaha pertanyaanmu lucu sekali seperti seorang kekasih yang sedang terbakar api cemburu..”

“Aish!”

“Ya aku bertemu dengannya.. dan aku mengetahui satu hal..” kalimat itu tidak berlanjut ketika handphone milik Yuri berdering

On the phone

“Sungguh?”

“…”

“Baiklah aku akan segera kesana”

On the phone end

“Ada apa?” tanya Tiffany

Kajja kita kerumah sakit.. Yoong sudah sadarkan diri”

“OH god! Terimakasih.. kajja!!”

Keduanyapun bergegas pergi meninggalkan kamar milik mereka menuju rumah sakit.

.

.

.

.

“Hei Kenapa kau diam saja baby?” tanya Yoong

“Tidak apa Yoong.. aku  senang kau bisa kembali seperti ini..”

“Terimakasih telah menjagaku selama ini.. berapa lama aku mengalami tidur panjang?” tanya Yoong

“Satu minggu..”

“Wow.. sekali lagi terimakasih telah menjagaku dengan baik..”

“…”

“Hei.. kau melamun lagi sayang.. ada apa sebenarnya?” tanya Yoong sambil mengelus pipi kanan milik Jessica

“Sebenarnya bukan aku yang menjagamu.. maafkan aku” lirih Jessica sambil menudukan kepalanya

“Lalu? Tidak apa… aku tau kau memiliki jadwal yang sangat padat.. kenapa kau begitu kaku?”

“Tiffany” ujar Jessica, membuat Yoong sedikit terdiam karena kaget

“O-oh lalu dimana dia?”tanya Yoong sambil sedikit mengkontrol dirinya

“Entahlah, aku menyuruhnya pergi.. maafkan aku..”

“Apa?”

“Maafkan aku, aku hanya ingin mikiki waktu berdua saja dengamu untuk saat ini, terlebih lagi Yuri sedikit membuatku tidak nyaman..”

“Yuri Hyung?”

“Ya.. dia menemani Tiffany sejak kemarin.. lalu aku baru saja datang..”

“Aaah jadi Yuri Hyung bersama Tiffany saat ini..”

“Ya.. maafkan aku”

“Kenapa kau terus meminta maaf? Sudah sewajarnya hal seperti ini terjadi, kau adalah kekasihku saat ini..”

“Yoong..”

“Hmm?”

“Tidak”

“Yaa! kau menyebalkan..”

“Hihi” Jessica hanya tersenyum jahil kepada kekasihnya

 “Jess.. tolong sedikit angkat dibagian tempat tidur belakangku.. posisi ini sedikit membuatku tidak nyaman”

“Tunggu sebentar..” Jessicapun mengatur posisi tempat tidur milik Yoong degan remote yang disediakan

“Ommoo jangan banyak bergerak bodoh.. luka tembak di perut mu belum sembuh..” Yoong mengatur posisi nya setelah tempat tidurnya yang di atur

“Hahaha tenanglah, aku lebih kuat dari sebelumnya… Jess bisakah kau ambilkan aku buah anggur itu?” pinta Yoong menunjuk buah anggur yang tersedia di meja

“Apa kau lapar? Aah sebaiknya kita memutar lagu…” tanya Jessica sambil menyerahkan buah anggur di keranjang kecil kepada Yoong

Yoong mengambil keranjang tersebut dengan posisi sedikit menegakan tubuhnya yang menopang kepada tempat tidur, Yoong menaruh keranjang tersebut di sampingnya, ia mengambil satu buah anggur dan melahapnya. Jessica sedang membuatkan teh hangat untuk dirinya, Yoong terus memperhatikan gerak gerik kekasihnya membuat ia tersenyum sendiri.. alunan musik lagu duet mereka berdua sedang diputar

“Jess..” panggil Yoong, membuat Jessica membalikkan tubuhnya menatap ke arah Yoong

“Whats?” tanya Jessica sambil menghampiri kekasihnya

Yoong hanya tersenyum jahil lalu mengambil satu buah anggur lalu mengigitnya namun tidak semua di kunyah melainkan ia menaruhsebagian di gigitan mulutnya, sambil mengedipkan mata ke arah Jessica

“Kyyaa!! kau menjijikan Yoong!!!!” teriak Jessica namun sayang tangan milik Jessica di tarik oleh Yoong  sehingga wanita tersebut masuk kedalam pelukannya, dengan perlahan tapi pasti akhirnya Jessica menerima apa yang kekasihnya inginkan, ketika bibir Jessica akan mendekat Yoong buru-buru melahap buah anggur tersebut, dan kini kedua bibirnya bertautan.. decakan kenikmatan kian terdengar

*cklek* pintu ruangan terbuka *bruk* tubuh seseorang menabrak orang didepannya akibat orang didepannya tiba-tiba berhenti

“Y—” ucapan Yuri terhenti ketika melihat pemandangan dihadapannya, dengan cepat ia menutup kedua mata indah wanita yang ia tabrak tadi dan membawa wanita itu keluar ruangan, ia membenamkan wajah Tiffany didalam pelukannya, keduanya berjalan menuju rooftop rumah sakit

“Ssssttt.. aku tau itu sangat menyakitkan..” ujar Yuri kepada Tiffany dalam posisi menangis didalam pelukannya

“….”

“Kau tau.. apa yang membuatku tidak menangis padahal didalam hatiku sangat hancur?”

“…”

“Karena aku masih yakin jika Jessica masih mencintaiku..”

“…”

“Sudahlah.. aku tidak ingin melihatmu terluka karena hal bodoh ini Tiff..” ujar Yuri sambil mengelus punggung milik Tiffany

“…”

“Hei sudahlah.. kau tau aku sebenarnya kesal kepadamu.. karena kau baju ku basah..huh menyebalkan”

“Yaa~” suara paruh Tiffany akhirnya terdengar dengan sedikit memukul dada bidang milik Yuri

“Hahaha.. kau memang menyebalkan Hwang..  jangan menangis lagi. Sepertinya Taeyeon Hyung akan menghajarku lagi jika melihat kau dalam pelukanku” ujar Yuri sambil melonggarkan dekapannya dan menghapus sisa butiran air mata yang berada di pipi manis milik Tiffany

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Tidak ada.. jika kau tidak ingin melihatnya mari kita kembali ke kamar hotel dan beristirahat.. aku rasa lebih baik jika esok pagi mengunjunginya..”

“Tap..”

“Jangan memaksakan dirimu Tiff..” *krruukkkkruuk* Tiffany mendengar suara tersebut menatap kearah Yuri

“Kau lapar?” tanya Tiffany polos

“Tidak hahahaha, aigooo perutku sangat memalukan.. aish!”

“Kajja kita makan.. hari sudah hampir malam..”

“Baiklah tunjukan kepadaku tempat restoran yang membuat perut ini tidak memalukan lagi hehe.. kajjaa~”

.

.

.

Disisi belahan negara lain

“Bagaimana kondisi anakku saat ini?”

“Syukurlah tuan muda Yoonan sudah sadarkan diri tuan..”

“Kim… segera urus pernikahan Taeyeon bersama Jessica.. kau tau bukan jika rencana ini sudah kita diskusikan dari jauh-jauh hari, aku hanya tidak ingin rencana yang sudah aku buat gagal”

“Ba-ik Tuan..”

“Pastikan dia itu tidak menolak atau membantah permintaanku… aku hanya ingin kedamaian didalam keluargaku terlebih lagi untuk Yoonan, aku tau ia masih mencintai kekasihnya dimasalalu yaitu Tiffany mantan kekasih Taeyeon. Sudah cukup Yoonan menderita ketika Tiffany meninggalkannya. Untuk saat ini aku pikir sangat baik jika Taeyeon bersama Jessica, agar ia bisa memperluas bisnis yang dikelola oleh mr. Jung, dan Aku kira Taeyeon bisa menjaga Tiffany dengan baik namun aku salah, ia menyiayiakan kesempatan yang aku buat dengan menyakiti Tiffany, memangnya kau pikir aku tidak berusaha dengan baik dan benar untuk menutupi keadaan posisi mantan kekasih yang bertemu kembali? Kau tau apa yang membuat keadaanku memburuk? Karena memikirkan ketiga anakku! dan untuk Yuri pernikahannya dengan Shin Hye sangat penting untuk kemajuan perusahaan kita..”

“Tu-an  maaf aku lancang.. namun sebaiknya Tuan me-dis-kusi-kan hal in-i kepa-da para Tuan Muda?”

“Tidak ada diskusi lagi, ini adalah hasil final untukku.. Jessica masih beruntung karena nyawanya masih diselamatkan oleh Yoonan, dialah yang harusnya ada di posisi anakku saat ini. dan aku rasa membunuh seseorang bukan lagi strategiku saat ini”

“Apa karena kau salah dalam melakukan tindakan?” ujar Paman Kim dengan tatapan sedikit sinis kepada Tuan Kwon

“Maksudmu?”

“Ya karena tindakan bodohmu itu telah melukai anakmu sendiri?”

“Apa kau sudah berani menentangku Kim?”

“Tidak sama sekali tuan, aku hanya tidak habis pikir kau bisa melakukan itu untuk kepentinganmu..”

“Kau harus belajar mengambil keputusan yang terbaik untuk menjaga apa yang telah kau perjuangkan selama ini, jika kau memiliki tanaman bunga mawar yang indah apa kau akan membiarkan jika ulat merusaknya? Lebih baik kau leyapkan ulat itu bukan?”

“…”

“Kau pikir aku akan membiarkan para anak lelakiku bertengkar hanya karena seorang wanita yang mereka rebutkan? Yuri dan Yoong adalah keturunan darahku yang sebemenaru, apa jadinya jika keduanya bertengkar hebat dan media seluruh Korea mengetahuinya penyebabnya hanya kerena seorang wanita? Membunuhnya adalah salahsatu jalan, namun  kini jika Jessica bersama Taeyeon adalah pukulan telak bagi kedua pria bodoh tersebut..”

“Jadi kau ingin Yoong bahagia bersama Tiffany?”

“Tentu saja siapa yang tidak ingin anaknya bahagia Kim? Aku yakin Taeyeon akan bahagia bersama Jessica”

“Tuan.. hati orang tidak ada yang tahu apa yang ia rasakan sebenarnya.. kau tau dengan sangat jelas jika Taeyeon mencintai Tiffany, dan Yoong sudah bersama dengan Jessica.. kau bilang menutupi mantan kekasih bertemu? Namun pikiranku sekarang sedikit mengerti kenapa kau membiarkan malam kelam itu terjadi, kenapa kau membiarkan Tiffany bertemu dengan Yoong diacara makan malam itu.. namun ternyata kau tidak menyangka jika Yuri mantan kekasih dari Jessica sehingga dengan terang-terangan Yuri menghajar adiknya sendiri”

“Kim! Kau sudah terlalu jauh mencampuri urusanku !!! pergi dari hadapanku sekarang”

“Jangan pernah lupakan jika Taeyeon adalah darah dagingku Tuan besar..”

“Kau boleh keluar Kim, dan panggilkan Sunny untukku”

.

.

.

“Bagaimana? Kau menyukainya?” tanya Tiffany

“Hmm.. tidak begitu, namun cukup untuk menganjal perutku yang lapar ini..”

“Bagus..”

“Kau makanlah Tiff..”

“Kajja.. kita kerumah sakit.. aku penasaran dengan keadaanya..”

“Kau yakin?”

“Jika tidak aku tidak akan mengajakmu bodoh”

“Yaa!! apa kau bilang?”

Palli~”

“Tidak. Sebaiknya kita kembali ke hotel dan bertemu dengan mereka esok hari”

“Aaaaa kau menyebalkan Yurieee”

“Kajjaaa kita harus kembali ke kamar hotel, atau aku akan meninggalkanmu disini nona”

“Yaaa!!!” kesal Tiffany sambil menyamakan langkah kaki Yuri yang meninggalkannya terlebih dahulu

Dengan langkah perlahan tapi pasti keduanya meninggalkan restoran tersebut menuju hotel yang mereka tempati, keduanya berjalaan kali dengan hening. Sesekali Yuri mencuri pandangan kearah Tiffany begitupun sebaliknya. Tidak ada perbincangan diantara keduanya. Tiba-tiba seseorang berjalan disamping Tiffany membuat wanita tersebut kaget, dengan cepat Yuri menariknya kedalam pelukannya dan mendorong orang tersebut.

“Sorry.. What are you doing mr?”  tanya Yuri

“Lepaskan dia bodoh!” ujar pria tersebut

“Omo.. Taeyeon Hyung..”

“Bodoh.” Kesal Tiffany

.

.

.

“Apa sudah ada kabar tentang keadaanya?” tanya seseorang yang sedang duduk menghadap pemandangan kota

“Sudah, dia sudah sadarkan diri”

“Usahakan untuk misi ini kau tidak salah target, aku sudah muak melihatnya”

“Baik.. aku akan melaksanakannya dengan baik..”

.

.

.

Keesokan paginya..

“Aaaaaaaaa”

“Emm.. apa kau tidak bekerja?” tanya Yoong yang masih menatap kekasihnya

“Tidak, aku mengambil libur beberapa hari untuk perayaan ulangtahunmu.. aku tidak percaya tuhan mengembalikanmu dihari kelahiranmu baby..”

“Berapa hari aku tidak sadarkan diri?”

“Hmm sekitar satu minggu.. maafkan aku..” lirih Jessica sambil menundukan kepalanya

“Untuk?”

“Karena diriku kau yang terbaring lemah disini, harusnya akulah yang tersiksa berada diposisimu Yoong..”

“Aku akan lebih tersiksa jika yang terbaring di tempat ini adalah dirimu sayang..” ucap Yoong sambil mengelus puncak kepala wanita yang berada disampingnya

“Yoong.. apa kau mencintaku?” tanya Jessica sambil menegakan tubuhnya dan menatap lekat kekasihnya

“Ada apa dengan pertanyaan itu?” tanya Yoong heran

“Apa kau mencintaku Kwon Yoonan? Bagaimana jika pada akhirnya aku bukan pelabuhan terakhir kisah cintamu?”

“Setidaknya aku pernah berlayar menuju dihatimu.. mengarungi luasnya samudra kisah cinta kita”

“Berhentilah bermain-main, aku tidak tahu sampai kapan kau akan seperti ini.. aku membencinya.. aku hanya akan meminta ini sekali saja, jika kau mencintaiku perjuangkanlah aku, jika kau ragu dengan cintamu kepadaku lepaskanlah aku Yoong..”

“Apa yang kau bicarakan Jessica Jung?” tanya Yoong dengan sedikit kesal

“Yuri dan Tiffany, sebaiknya aku memberitahukan kondisimu saat ini kepada mereka” elak Jessica sambil beranjak dari tempat duduknya

“Yaa! Jung!!” kesal Yoong sambil mencoba meraih tangan Jessica namun ia gagal, wanita itu telah beranjak menuju meja untuk mengambil handphonenya dan berjalan menuju balkon ruangan tersebut

“Aish!! apa yang terjadi dengannya? Arrgghh ” runtuk Yoong kesal

Jessica tidak bisa lagi menahan sesak yang berada dihatinya, ia menumpahkan nya dengan mengeluarkan butiran cairan hangat dari mata indah miliknya. Apa yang harus ia lakukan, ia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan nasibnya ketika ia kembali ke Korea dan bertemu dengan Tuan Kwon. Jessica tidak sanggup jika harus dipisahkan kembali dengan orang yang ia sayangi, cukup satu kali ia merasakan kehilangan yang begitu membuatnya frustasi. Yang bergelut didalam pikirannya adalah apakah Yoong akan memperjuangkan cintanya atau melepaskannya. Tidak bisa dipungkiri jika perasaanya mengatakan bahwa kehadiran Tiffany sejauh ini berpengaruh besar dalam perjalanan akhir kisah cintanya, disaat ia sudah mulai mencintai Yoong kenapa masalalu kehidupan percintaan mereka dihadirkan kembali. Luka masalalu, kenangan masalalu kembali menyatu dengan kehidupan perjalanan kisah cintanya saat ini. Jessica mengeratkan gengaman tangannya kepada besi penghalang tubuhnya yang dipasang dibalkon rumah sakit tersebut, tangis dalam diamnya benar-benar memilukan

“Tentu aku akan memperjuangkanmu.. memang  alasan apa yang aku miliki untuk melepaskanmu? Tidak ada Jess… aku mencintamu… tolong percayalah kepadaku..” ujar Yoong yang baru saja melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping milik kekasihnya dan memeluknya dengan hangat

“…”

“Apa ini karena Tiffany? Hei lihat aku” pinta Yoong dengan membalikan posisi kekasihnya kehadapannya kini keduanya saling bertatapan

“…”

“Jangan pernah mengeluarkan air matamu untukku.. anak nakal! Dengarkan aku.. Mana mungkin aku melepaskan dirimu hanya untuk masalaluku? Mana mungkin aku tidak memperjuangkanmu sedangkan sudah lama ini kita berjuang untuk saling mencintai dan melupakan masalalu.. dengan kejadian ini aku tersadar jika kau lah yang akan aku jaga dengan sepenuh jiwa dan ragaku.. aku harap kau lah jawaban dari tuhan atas doaku dan kita selalu dipersatukan sampai ajal menjemput” ujar Yoong sambil tersenyum dan menghapus sisa air mata yang berada di pipi Jessica

“…” Jessica sama sekali tidak bisa berkata-kata, entahlah apa yang ia rasakan disatu sisi ia merasa lega namun disisi lain hatinya masih tidak tenang

“Apa ini akan membuatmu merasa lebih baik?” Yoong mendekatkan wajahnya kepada Jessica dan mulai mengecup bibir manis milik kekasihnya

“Yaa! dasar kau mesum!!!” elak Jessica sambil sedikit mendorong tubuh Yoong

“Aaa—kkhh” Yoong meringis kesakitan, melihat itu Jessica menghampiri Yoong

“Oh maafkan aku, apa ini sangat sakit? Mana yang sakit! beritahu aku? Aah aku akan memanggilkan dokter ! tunggu!”

“Bodoh~~” ujar Yoong sambil menarik Jessica kedalam pelukannya

“Yaa!! kau menyebalkan!!!”

“Hahahaha”

“Apa benar tidak sakit? Kau harus berhati-hati selang infusanmu dan luka tembakmu masih sangat rawan Yoong..”

“Ini akan semakin membaik jika kau terus disampingku.. bagaimana jika kita bicarakan ini bersama-sama di apartement milikmu? Aku ingin kau terus disampingku sampai kita tiba di Korea nanti, dan  Aku rasa Yuri Hyung dan Tiffany akan mengerti.. namun untuk saat ini aku rasa sebaiknya kita tidak membahas apapun..”

“Aku akan mendiskusikan jadwalku kepada manager oppa..”

“Biar aku yang meminta langsung kepada ceo-mu sayang.. tenanglah.. kau cukup disampingku”

.

.

.

“Morning…”

“Hai Yul.. mau kopi?”

“Tentu..”

“Dimana Taeyeon?”

“Aaah dia masih didalam kamar mandi, dia baru saja bangun. Apa kau kurang tidur?”

“Hmm sepertinya begitu.. apa kau yang menempelkan kompresan di keningku saat tengah malam tadi?”

“Hmm… menurutmu siapa lagi yang memiliki kunci kamarmu ini selain aku dan kau?”

“Hahaha kau benar juga, terimakasih…”

“Dan sebaiknya kau tidak meminum kafein ini nona Hwang..” ujar Yuri sambil mengambil alih secangkir kopi dari tangan Tiffany lalu meminumnya

“YAAA!!! Kopimu masih dalam proses Yurieee!”

“Apa dia menganggumu lagi?” tanya seseorang yang baru saja datang dan ikut bergabung

“Bagaimana kau bisa masuk?” tanya Tiffany

“Kalian lupa menutupnya.. dan sejak kapan kau meminum kopi?”

“Aku memang menyukai kopi…”

“Wow.. wow.. calm down guys.. hahaha kajja kita sarapan kebawah”

“Tidak, aku tidak lapar” tolak Tiffany

“Ayolah jangan berbohong.. kau belum makan dari kemarin, satu hal. Jika hatimu sakit, jangan membuat organ dalam tubuhmu yang lain ikut sakit!”

“Apa maksudmu Yul?” tanya Taeyeon

“Lupakan.. kajja kita makan Hyung..”

“Fany-aah ayo kita makan..”

“Kau duluan saja Taeng aku akan menyusul nanti..”

Taeyeon tersenyum kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju keluar kamar Tiffany, Yuri dibelakang Taeyeon meraih tangan Tiffany dan menggenggam tangan Tiffany begitu erat menuntunnya untuk mengikuti langkah Yuri, dengan senyum evil tergambar dibibir Yuri, Tiffany hanya menghela nafas kasar.

“Kau ikut juga akhirnya..” ujar Taeyeon saat mengetahui Tiffany dibelakangnya

Tiffany hanya membalas dengan senyuman, ketiganya menaiki Lift untuk turun kelantai bawah untuk sarapan. Sesampainya ditempat sarapan Taeyeon mengambil beberapa potong sosis, beef, telur dan susu, lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk ketiganya sarapan. Yuri mengambil sosis, beef, telur, roti, dan beberapa gril sayuran. Yuri melirik kearah piring Tiffany yang berada dibelakangnya, disana baru ada sepotong beef dan satu potong roti, Yuri mengambil dua potong  sosis dan lalu dua sendok gril sayuran kedalam piring Tiffany.

“YAAA! Apa maksudmu?!”

“Kau harus makan yang banyak! Khaaa khaaa kita duduk…” ujar Yuri sambil menyuruh Tiffany untuk duduk

Yuri dan Tiffany duduk dimeja yang telah di pilihkan oleh Taeyeon, kemudian Yuri langsung beranjak lagi setelah menyimpan makanannya, ia mengambil dua gelas juice dan beberapa potong buah, ia menaruhnya kedalam piring agar mudah dibawa olehnya

“Kau seperti orang tidak makan beberapa hari Yul..”

“Juice ini untuk Tiffany juga, bukan untukku Hyung..” ujar Yuri membuat Taeyeon menatapnya dengan intens

“Oh gosh.. jangan salah paham.. aku hanya mengambilkannya sekalian, tidak ada maksud lain..”

“Makanlah! Aku tidak ingin mendengar suara apapun saat makan”

.

.

.

.

“Bagaimana dok kondisi saya?”

“Hmm sepertinya kau sangat bahagia tuan Yoonan.. setelah kau sadarkan diri penyembuhannya semakin berjalan dengan cepat dan membaik.. aku benar-benar salut. Luka jahitmu sudah mulai mengering, kita tunggu untuk kau sembuh total”

“Apa benang jahitannya bisa dilepaskan sekarang?” tanya Yoong polos

“Oh apa? Benang? Tenang saja kami menggunakan benang kulit hewan untuk menjahit lukamu maka dari itu kau tidak perlu melepaskannya hanya menunggunya kering dan menyatu dengan tubuhmu..”

“Oh god.. demi apapun jadi aku adalah manusia setengah hewan?” dengan ekespresi yang membuat dokter menahan tawanya

“Oh gosh Yoong…” ujar Jessica sambil menepuk kepalanya membuat dokter dan suster semakin geli melihat pasangan tersebut

“Ahh kami permisi terlebih dahulu, jangan lupa lanjutkan sarapanmu dan minum obatmu secara rutin..”

“Dok.. apakah bisa aku pulang besok? Aku benar-benar merindukan Korea..”

“Hmm.. kita lihat kondisimu besok oke? dan kau Jessica Jung penyanyi terkenal asal Korea dan kau Kwon Yoonan Personel SHY?”

“Yes. I’M” ujar Yoong percaya diri sambil tersenyum

“Jadi kalian adalah sepasang kekasih?” tanya Dokter tersebut

“Hmm  ti..”

“Ya.. kami sepasang kekasih” ujar Yoong memotong ucapan Jessica

“Aaaah baiklah… hahaha cepat sembuh untuk kau boy..” ujar dokter tersebut kemudian meninggalkan ruangan rawat Yoong

“Aku telah memikirkan ini dengan sangat matang, aku ingin ketika kita kembali ke Korea, kita berlibur ke pulau Jeju terlebih dahulu.. aku merindukan harum pantai..” ucap Yoong

“Ide yang bagus.. namun kau harus sembuh total, bayangkan bagaimana perihnya lukamu terkena air garam laut?”

“Oh baby.. aku tidak akan menengelamkan diriku ke air laut, aku hanya ingin melihat matahari tenggelam bersamamu..”

“Yang terpenting adalah.. kau sembuh secara total terlebih dahulu, aaaaa” pinta Jessica sambil memberikan sepotong buah melon kedalam mulutnya

“Bukankah kau membenci buah ini?”

“Tidak jika untuk kesehatamu”

“Morning..” pintu terbuka suara lembut yang sangat keduanya kenal

“Hi morning Tiff” balas Jessica, Yoong yang melihat sosok wanita eyesmile itu baru saja memasuki pintu kamar rawatnya langsung menelan buah melon yang sedang di kunyah dalam mulutnya, dengan rambut yang diikat satu Tiffany nampak lebih fresh dan segar

“Helo Boy..” sapa Yuri dibelakang Tiffany menuju arah tempat dimana Yoong terbaring

“Hyung.. aku senang bisa melihatmu.. oh god..”

“Bagaimana kondisimu?” tanya Yuri

“Baik… Hyung apa kalian sudah sarapan?” tanya Yoong

“Kami? Sudah tadi dihotel.. kau?” tanya Yuri

“Aku sudah, bagaimana jika Tifany menemani Jessica untuk sarapan?”

“Oh ide yang bagus..” ujar Jessica menerima tawaran Yoong

“Bagaimana jika aku yang menemani Jessica? apa kau keberatan Yoong? Lagipula Taeyeon Hyung akan segera datang kemari untuk menjemput Tiffany..”

“Menjemput Tiffany?” tanya Yoong

“Ya.. Taeyeon meminta Tiffany untuk menemaninya setengah hari nanti..”

“Jadi Taeyeon Hyungpun disini?” tanya Yoong

“Yaa. kau benar.. Kjjaa Jess kita sarapan”

“Tidak..”

“Hmm ayolah Jess” pinta Yuri

“Tidak apa sayang.. aku tidak akan cemburu.. tenanglah hahaha, jaga dia untukku” ujar Yoong dengan senang hati Yuri menarik lengan Jessica dari kamar tersebut

Hening..  setelah Yuri dan Jessica meninggalkan ruangan tersebut, Yoong dan Tiffany masih terdiam mencoba mencerna dan mencairkan suasana canggung tersebut

“Terimakasih..” ujar Yoong

“Untuk?” jawan Tiffany tanpa melihat kearah Yoong, rasanya begitu perih dan sesak ketika mendengar suara Yoong, karena ia membayangkan kejadian yang ia lihat tempo hari

“Menjagaku.. maafkan aku Tiff..” lirih Yoong

“Untuk?”

“Menyakitimu..”

“….” tidak ada jawaban dari Tiffany, ia beranjak dari tempat duduknya di sofa menuju balkon kamar ruang rawat Yoong, Yoong menghela nafasnya, matanya mulai memanas, genangan air mata perlahan mulai muncul. Yoong melepaskan infusan di tangannya, darah segar mengalir dari bekas tancapan jarum infus di tangannya, rasa perih itu tidak ia rasakan, ia langsung menghampiri Tiffany

“Maafkan aku Tiff.. sungguh..” ujar Yoong mematung dibelakang tubuh wanita yang sedang menangis tersedu-sedu, Yoong sangat melihat dengan jelas bahwa pundah milik wanita tersebut naik turun yang menandakan jika wanita dihadapannya sedang menangis dan menahan sesak dengan hebat

“…”

“Tiffany Hwang.. aku mohon tunggulah sebentar lagi.. untuk hidup baru yang lebih baik dan indah..”

“Sampai kapan aku harus menunggu dan menahan rasa sakit ini Kwon Yoonan?!”

“Tiff…”

“Ini memang balasan yang pantas untuk wanita sepertiku! Sudahlah jangan bebual kalimat manis lagi kepadaku jika ragamu saja tidak bisa memilih wanita mana yang harus kau rangkul”

“Maafkan aku Tiff.. namun kau tahu dengan sangat jelas bukan jika statusku adalah kekasih dari Jessica Jung”

“Yaa! sangat jelas.! Andaikan malam itu kau tidak menaruhkan nyawa yang kau miliki untuk wanita itu!!”

“Apa?! Apa maksudmu ?!”

“…” Tiffany tidak melanjutkan kalimatnya

“Katakan kepadaku apa yang kau ketahui tentang insiden tersebut ?!”

“…”

“Kumohon Tiff…. katakan kepadaku..” ujar Yoong sambil meraih tangan Tiffany

“Oh my.. tangamu!!! Aish!!!” kesal Tiffany langsung menarik Yoong kedalam ruangan dan menyuruhnya duduk sofa, Tiffany langsung mengambilkan Tisue dan air

“Tiff.. ceritakan..”

“Diam! Kau ! aargghh!! Kau menyebalkan Yoong!!! Aku akan memanggilkan dokter”

“Tidak, tidak! Aku memang akan pulang besok jadi infusan ini akan dilepas, kau cukup mengelap darah ini dan menekannya agar tidak terus mengalir” pinta Yoong sambil menarik Tiffany duduk disampingnya

“Baiklah..”

“Jadi apa yang kau kehatui..”

“Berjanjilah untuk hanya mengetahuinya, jangan memberihu ini kepada Yurie”

“Yaa aku berjanji..”

“Hmm…” Tiffany menghela nafasnya

Flashback

Tiffany meninggalkan Yuri dikamarnya, ia berjalan menuju lobi hotel untuk pergi kesebuah cafe yang Taeyeon janjikan, entah kenapa walaupun ia tidak ingin bertemu dengan pria itu namun tetap raganya datang kepada tempat yang Taeyeon janjikan. Tiffany memasuki cafe tersebut, dan benar saja pria yang ia cari sedang menunggunya dengan kepala sedikit menunduk, Tiffany duduk dihadapan Taeyeon

“Akhirnya kau datang..”

“Kenapa kau memukulnya?”

“Aku hanya khawatir kepadamu”

“Khawatirmu berlebihan Tae..”

“Menjauhlah darinya Fany-aah”

“Ada apa denganmu sebenarnya?”

“Menjauhlah darinya, aku hanya tidak ingin kau bernasib seperti Jessica..”

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya ingin kau menjauh darinya dan Yoong.. aku hanya tidak ingin kau terluka. Kau sudah tau dengan sangat jelas jawaban Yoong adalah Jessica, dan jangan kau terjatuh oleh pesona seorang Kwon Yuri..”

“Apa maksudmu Kwon Taeyeon aku tidak mengerti..”

“Aku mencintaimu.. kembalilah bersamaku ke Korea.. hidupmu akan jauh lebih tenang dan damai jika bersamaku Fany-aah”

“Jelaskan apa maksudmu?!”

“Shin-hye.. dia akan melakukan apa saja untuk membuat Yuri kembali kepadanya..”

“…”

“Menjauhlah dari nya, aku hanya tidak ingin orang akan salah mengartikan kedekatanmu dengannya dan membuatmu celaka nantinya Fany-aah”

“Aku harus pergi dulu Tae.. terimakasih informasinya… bye..”

“Yaaa!!! Fany-aaah”

Flashback end 

“WHAT THE .. jadi ini ulah wanita itu??? aku sama sekali tidak percaya!! dan Taeyeon Hyung sepertinya sangat mengilaimu hahaha”

“Shut up..”

“Aku tidak menyangka jika Yuri Hyung memiliki kekasih psikopat seperti itu.. bagaimana jika ayahku tau tentang hal ini, untung saja Jessica sering menolak Yuri Hyung.. Oh god! Jessica sedang bersama Yuri Hyung!!!”

“So what?”

“Mana handphonemu!! Aku harus menyuruhnya cepat kembali.. ini tidak baik untuk keselamatan Jessica”

“Apa kau sangat peduli kepadanya Yoong?” tanya Tiffany

“Tiffany hwang.. aku sudah bicara kepadamu jika dia masih kekasihku.. tunggulah sebentar lagi untuk kebahagiaanmu.. dan aku ingin kita berempat ke pulau jeju setelah kembali dari sini, aku ingin berlibur dan membicaakan semuanya kepadamu, Yuri Hyung, Jessica”

“Ini memang balasan yang tepat untukku..”

“Kumohon Tiffany..”

“Taeyeon sudah di lobi.. sebaiknya aku pergi dulu, bye..”

“Tiffany..”

“…”

“Tiffany Hwang!” bentak Yoonan membuat Tiffany yang sudah memegang gagang pintu membalikan tubuhnya

“Jaga dirimu baik-baik.. maafkan aku..” lanjut Yoong sambil menatap lekat wajah Tiffany, dan hanya dibalas senyuman oleh wanita tersebut

.

.

.

.

Jessica duduk dihadapan pria manis yang sedang memperhatikan wajahnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

“Aku tidak bisa memakan sarapanku jika kau menatapku seperti itu”

“Memangnya kenapa? Kenapa kau semakin cantik Sica?”

“Simpanlah omong kosongmu itu”

“Makanlah dengan benar.. bagaimana jika habis ini kau menemaniku memilih beberapa pakaian untuk aku pakai?”

“Tidak.”

“Ayolah..”

“Tidak”

“Aku mohon..”

“Tidak”

“Hmm, kenapa kau menyebalkan sekali huh?!”

“Apa kau tinggal satu kamar dengan Tiffany?” tanya Jessica

“Apa kau cemburu?” tanya Yuri sambil tersenyum

“Kajja.. aku sudah selesai sarapannya, aku tidak bisa meninggalkan Yoong lebih lama”

“Ada Tiffany yang menjaganya”

“Maka dari itu aku ingin capat kembali”

“Kau menyakiti hatiku lagi aaakkkhhh” lirih Yuri sambil berpura-pura kesakitan namun tidak dihiraukan oleh Jessica

“…”

“Jung…” panggil Yuri sambil menarik lengan Jessica masuk kedalam toko candy

“Yaaa!”

“Temani aku membeli beberapa jelly untuk menganjal perutku saat malam hari hehehe”

“Hmm…”

“Apa kau ingin?”

“Tidak”

“Kenapa jawabanmu hanya tidak?”

“Kenapa kau tidak menyukainya?”

“Aku menyukai apapun yang kau katakan Jung…”

“Baguslah..”

“Apa ini rasanya enak?” tanya Yuri

“Mana aku tahu? Cepatlah!”

“Wow.. kenapa kau begitu kasar kepadaku?” tanya Yuri, namun tetap dihiraukan oleh Jessica, Jessica berjalan menuju pintu keluar dan menunggu Yuri dipintu keluar

“Kenapa dia lama sekali?” runtuk Jessica dalam hati

“Hai… kajja.. maaf menunggu lama”

“…”

Keduanya berjalan menuju rumah sakit dimana Yoong dirawat, memang keduanya memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Sesampainya dilobi, Yuri melihat ketika Tiffany di bawa oleh Taeyeon kedalam mobil miliknya, ia tersenyum mendapatkan Hyungnya tersenyum kembali. Saat memasuki Lift Jessica sedikit memegangi kening miliknya membuat Yuri khawatir

“Apa kau sakit?”

“Tidak”

“Apa ada jawaban selain Tidak?”

“…”

“Ikut aku! Kau harus cek kondisi kesehatanmu”

“Tidak!”

“Yaa! kau harus memperhatikan kondisi kesehatanmu juga!!!”

“Aku akan memeriksakannya setelah aku sampai dikamar Yoong”

“Tenanglah Tiffany sudah pergi bersama Taeyeon Hyung! Jadi kau tidak perlu takut jika Yoong berduaan bersama Tiffany!! Kajja periksa kondisimu!!” Yuri menekan tombol lantai lobi kembali

“….”

“Permisi kami ingin mengecek kondisi, wanita disampingku.. sepertinya kondisinya tidak begitu baik”

“Aaah baik tuan, tungggu sebentar, ini nomer antriannya, beberapa saat lagi isteri anda akan kami panggil..”

“Ah terimakasih sus..”

“Aku bukan isteri nya..”

“Hahahhaa kenapa kau melakukannya kepadaku sayang?” ujar Yuri membuat Jessica menatapnya dengan sinis..

Beberapa saat kemudian nomer antrian Jessica dipanggil, keduanya memasuki ruangan, namun Jessica menyuruh Yuri untuk tetap tinggal diruang tunggu. Ia memasuki ruangannya sendirian, hingga 30 menit kemudian ia selesai melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa obat yang dibawa untuknya, Yuri tersenyum lega, keduanya berjalan lagi menuju lift untuk ke ruangan Yoong

“Tidak sulit bukan untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu?”

“…”

“Jangan terlambat untuk meminumnya..” Timpal Yuri lagi

“Ya. terimakaasih.. ini hanya vitamin..”

“Baguslah…” keduanya berjalan menuju ruangan Yoong

Yuri membukakan pintu untuk Jessica, Yoong sedang memainkan handphone miliknya, mukanya tanpak seperti kepiting rebus

“Oh god.. ada apa denganmu sayang?” ujar Jessica panik

“Tidak apa sayang.. bagaimana sarapanmu? Hmm apakah aku boleh bicara dengan Yuri Hyung sebentar? Tinggalkan kami 5 menit saja..”

“Aku akan memanggilkan dokter untukmu, badanmu panas sekali”

“Terimakasih..” ujar Yoong sambil tersenyum, Jessica meninggalkan ruangan rawat Yoong

“Ada apa?” tanya Yuri

“Hyung.. Jagalah Tiffany.. dan.. aku ingin kita bicara nanti antara aku kau Tiffany dan Jessica di Jeju. Setelah pulang dari sini.. bagaimana?”

“Ide yang baik..” ujar Yuri sambil tersenyum

“Aku boleh meminta satu hal kepadamu?”

“Apa?”

“Untuk saat ini, tolong biarkan aku menjaga Jessica dengan sangat baik sampai saat nya tiba, dan sepertinya kami akan bersama saat dibandara nanti, namun aku mohon kepadamu Hyung untuk menjaga Tiffany dengan baik. Aku hanya ingin tidak ada yang terluka lagi setelah kita sampai di Korea..”

“Tenang saja.. ada apa denganmu?”

“Tolong jaga Tiffany, aku menyakitinya lagi hari ini, aku tidak percaya kepada Taeyeon Hyung..”

“Aku mengerti Boy… tap..”

“Tidak ada tapi.. tolong temani Tiffany ketika sedang bersama Taeyeon Hyung..”

“ Baiklah Boy.. kapan kau pulang?”

“Besok, aku sudah mempersiapkan kepulangan kita di Korea nanti”

“Baiklah.. aku akan mempersiapkannya..”

“Dan Hyung.. jangan beritahu tentang kepulangan kita kepada Appa..”

“Hei ada apa denganmu?”

“Hyung.. Jangan percaya siapapun disini.. termasuk Appa

“Ceritakan apa yang kau ketahui”

Flashback

“Hallo..”

“Ya tuan..”

“Apa aku sudah mengetahui siapa dalang dibalik penembakanku ini?”

“Sudah Tuan.. disini ada dua pelaku, kedua orang yang diperintahkan untuk membunuhmu  ternyata mereka salah sasaran, mereka diperintahkan untuk membunuh Nona Jessica, orang tersebut adalah suruhan Tuan besar dan Nona Shin Hye tunangan dari Tuan muda Yuri. Peluru yang berhasil melukai tubuhmu untuk sampai saat ini belum diketahui peluru dari orang nona Shin Hye atau dari Tuan besar”

“Apa? Yang benar saja?”

“Informasi ini saya dapatkan dari hasil penyadapan ruangan Tuan besar, dan beberapa foto nona Shin Hye dengan pesuruhnya yang kebetulan adalah anak buah saya”

“Ini Gila! Saya akan kembali ke Korea besok, dan kau siapkan pengamanan di bandara Jeju sata kepulanganku,  aku bersama Yuri Hyung, Jessica dan Tiffany”

“Dan tuan.. maaf jika aku lancang.. akumengawasi tuan muda Taeyeon, aku memiliki feeling buruk terhadapnya”

“Baiklah, terimakasih atas kerja kerasmu”

Flashback end

“APA?!!! GILA!!!! SIAL! OH SHIT”

“Tenanglah Hyung…”

“Shin Hye!! Arrgggh awas saja kau! Dan Appa! Apa yang dia pikirkan?! Ayah kandung kita berbuat perbuatan keji seperti ini?!”

“Tenanglah Hyung… aku mohon.. maka dari itu tetaplah disamping Tiffany, dan untuk Jessica biarkan aku yang menjaganya, buatlah spekulasi diluar sana mengarah kepada kau sedang seorang diri, jangan mendekat dengan Jessica terlalu intens karena membahayakan nyawanya, dan untuk Tiffany aku tidak bisa menjaganya, aku yakin jika Shin Hye tidak akan menyakiti Tiffany karena ia tau bahwa wanita itu milik Taeyeon Hyung… dan untuk Taeyeon Hyung.. aku pun ragu kepadanya.. maafkan aku tapi itulah yang aku rasakan…”

“Tiffany Aku akan menjaganya. Tenanglah, aku pergi dulu, besok atau malam ini aku kembali bersama Tiffany”

“Terimakasih Hyung.. jaga dirimu”

.

.

.

“Hei, kenapa menangis terus menerus?” ujar Taeyeon sambil mengusap puncak kepala Tiffany

“…”

“Aku sudah bilang, berhenti mengejar anak bodoh itu, dia hanya akan terus menyakitimu Fany-aah”

“Dia tidak menyakitiku, ini adalah balasan yang setimpal atas perbuatanku..”

“Hei.. lihat aku.. tidak ada balasan apapun untuk sebuah masa lalu, hidup akan berjalan terus kedepan tanpa melihat masalalu, aku mohon, hentikan, hentikan mencintainya dengan rasa sakitmu itu Fany-ah.. itu membuatku sakit juga..”

“Tae…”

“Fany-aah.. tolong sekali ini saja lihat kearahku..”

“Maafkan aku..”

“Aku tidak akan memaafkanmu jika kau terus menangis seperti ini..”

“Entahlah Tae… rasanya sangat sakit ketika melihatnya bersama dengan wanita lain.. aku tidak bisa terus menunggu sampai saatnya tiba..”

“Kau yakin akan menunggunya? Fany-ah.. apa kau bahagia bersamanya?”

“Tentu..”

“Apa kau benar-benar mencintainya?”

“Ya.. kenapa kau terus bertanya dengan jawaban yang sudah jelas?”

“Baiklah.. jika kau siap menyakiti dua orang sekaligus aku akan melakukannya..”

“Apa maksudmu Tae?”

“Kau akan menemukankan jawabannya nanti..”

“Yaa!!! kembali kau Kwon Taeyeon!!!”

“Aku KIM TAEYEON bukan KWON TAEYEON.. ingat itu”

“Yaaa! Kau gila!!!”

“Yaaa aku gila karenamu Hwang!!! Semoga kau selalu bahagia.. AKU MENCINTAIMU” teriak Taeyeon sambil berlari meninggalkan Tiffany seorang diri di sebuah taman yang begitu sepi, dengan air mata yang mengalir dari kelopak matanya Taeyeon mencoba menenangkan dirinya

“Aish ada apa dengannya? Huh! Aku sendirian… sebaiknya aku kembali ke kamar hotel”

Tiffany berjalan menuju hotel yang ia tempati, beberapa saat ketika sedang berjalan menuju arah hotel Tiffany merasakan sesuatu yang menganjal pikirannya tentang apa yang dikatakan oleh Taeyeon. Ia terus berpikir sampai tidak sadar jika ia kini telah memasuki lobi Hotel, Yuri langsung menghampirinya

“Oh gosh.. apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri sambil memperhatikan Tiffany dengan seksama

“Ada apa denganmu Yul?”

“Aku? Tidak? Kau menangis?”

“Hmm..”

“Kjja kita kekamar… apa kau sudah makan siang? Demi tuhan ini sudah malam Tiffany aku mencarimu kemana-mana namun kau tidak ada” tanya Yuri

“Sudah” bohong Tiffany

“Baguslah.. hmm sepertinya besok kita akan kembali ke Korea, dan Yoonan meminta kita pulang ke pulau Jeju keresort yang kita miliki”

“Oh..”

“Kau kenapa?”

“Tidak..”

“Temani aku minum di balkon kamarmu.. bagaimana?”

“Baiklah…”

Sesampainya didepan kamar Tiffany, keduanya memasuki kamar tersebut Yuri langsung membuka pintu yang menuju balkon kamar tersebut yang menampilkan pemandangan yang cantik, pemandangan gedung gedung pencakar langit. Tiffany membawakan dua buah botol beer yang sudah ia buka, ia mengambil duduk dan menatap kosong ke depan.

“Apa kau begitu mencintainya?”

“Tentu..”

“Hmm.. Tunggulah sebentar lagi. Maafkan adikku jika membuatmu terluka..”

“Tidak apa”

“Hei.. kau sangat jelek jika seperti itu hahahaha”

“…”

“Apa itu tidak lucu? Hm maaf..”

“…”

“Kau tau.. aku tidak habis pikir jika Shin Hye adalah dalang dibalik ini semua..”

“Hah? Bagaimana kau bisa tahu?”

“Jadi kau sudah mengetahuinya dan diam saja?”

“Taeyeon”

“Apa? Taeyeon?”

“Dia memberitahuku..”

“Gila. Dia mengetahui kebusukan ini dan diam saja? Benar-benar kurang ajar.. sebaiknya kau tidak terlalu dekat dengannya, tetaplah disampingku sampai saatnya tiba”

“Hmm”

“Apa kau ingin kembali kerumah sakit bersamaku malam ini?”

“Tidak”

“Segera packing kita akan cek out besok pagi sekali, apa kau ingin memakan sesuatu? hmm”

“Ya!.. kenapa kau bawel sekali Tuan Kwon?”

“Kenapa kau menyebalkan sekali nona? Baiklah aku akan tidur, selamat malam”

“….”

Yuri meninggalkan ruangan kamar Tiffany menuju kamar miliknya, setelah Taeyeon kemarin datang membuat Yuri menyewa satu kamar lagi untuk dirinya dan Taeyeon. Sehingga kini kamar Yuri dan Tiffany terpisah

“Apa aku terlalu kasar kepadanya?” ujar Tiffany pelan sambil memperhatikan punggung milik pria hitam manis tersebut perlahan menghilang

.

.

.

“Terimakasih Dok.. aku tidak salah melepaskannya hehehe”

“Jaga kondisi kesehatanmu Tuan, kau bisa kembali jatuh sakit. Aku permisi” ujar dokter tersebut lalu meninggalkan ruangan

“Kenapa kau melepaskannya?” tanya Jessica

“Memangnya kenapa baby ? bukankah dokter telah mengatakan bahwa besok aku akan pulang? Lalu apa bedanya jika besok dan hari ini aku lepaskan beda menyakitkan itu?”

“Kau selalu saja memiliki pikiran yang berbeda..”

“Apa kau marah?”

“Tidak. Namun terkadang aku hanya lelah peduli kepadamu..”

“Maksudmu?”

“Yoong.. apa kau tidak mengerti jika ada seseorang, bukan! Bukan hanya seseorang tapi banyak orang yang peduli terhadap kondisi kesehatanmu. Apakah dokter mengatakan bahwa besok adalah hari kepulanganmu? Dia mengatakan bahwa besok akan mengecek ulang kondisi kesehatanmu lagi. And see what are you doing?! Kau melepaskan infusan itu, dan kini badanmu demam! Oh god Kwon Yoonan!”

“Kau berlebihan Jess..”

“Kau selalu mengatakan itu ketika aku peduli terhadapmu Yoonan”

“Apa kita sedang bertengkar sekarang?”

“…”

“Hei.. maafkan aku..”

“…”

“Jess.. maafkan aku.. besok adalah kepulangan kita, aku tidak ingin bertengkar..” ujar Yoong sambil turun dari tempat tidur miliknya dan menghampiri Jessica disofa

“…”

“Bagaimana jika kita pergi keluar untuk membeli sesuatu?” ajak Yoong sambil mengusap kepala Jessica

“Ini hampir larut malam Yoong dan kondisi kesehatanmu belum pulih total..”

“Aku telah bicara kepada Yuri Hyung.. untuk besok kita akan terbang ke pulau Jeju.. dan aku ingin kau dan aku membeli sesuatu yang berharga di tanah kelahiranmu..”

“Contohnya?”

“Hmm cincin?”

“Untuk?”

“Untuk siapapun yang kita cintai.. kajjaa~”

“Apa maksudmu Kwon Yoonan!!!” kesal Jessica sambil menatap intens kepada Yoonan

“Hahahahaha Jessica Jung.. kau tau hatiku untuk siapa, hatimu untuk siapa.. maka belilah cincin yang sesuai untuk pasanganmu nanti.. call?”

“…”

“Kajja~~” tarik tangan Yoong kepada tangan Jessica

“AKU BINGGUNG! STOP!”

“Ish.. kau akan mengerti nanti..”

“…”

“Aku akan membisikan kepadamu sesuatu agar pembicaaran ini hanya kau dan aku yang mengetahuinya…”

“~~~~~~~~~”

“Hmm..”

“Bagaimana? Kau menyukainya?”

“Tidak”

“Bodoh”

“Kau yang bodoh! Kajja baby” ajak Yoong sambil merangkul Jessica

“Apa lukamu sudah membaik?”

“Tentu.. anggap saja kita keluar dari hotel berbintang”

“Aish bodoh!”

“Aku mencintaimu” bisik Yoong

Tbc..

.

.

.

Coffee22MJ NOTES:

hahahaha bagaimana? Binggung? Sama hahahaha

Kabar kalian bagaimana? Semoga sehat semuanya. Maaf lama update banyak hal sedih yang aku lewati dan banyak hal bahagia juga yang aku lewati.

Kalian jangan lupa untuk selalu bersyukur atas apa yang kalian miliki saat ini.

Jaga orangtua kalian selagi mereka masih sehat, rawat mereka dengan baik ketika mereka sakit, kirimkan sebuah doa ketika mereka telah tiada. Dan harumkan makam mereka dengan bunga dan buat sejuk dengan air doa yang kalian kucurkan.

Oke kita bahas alur chap ini.. kemana-mana? Hmm emang iya? Sukak gak? Yakali gak suka? Yoonfany nya lagi panas nih hahaha yulsic ya tau sendiri cinta mereka masih mangambang, taeyeon usaha terus kasian ya.. yoonsic? Yuhuu akur nih, tapi gatau nanti hahahaha yang jahat banyak loh dimana-mana

Btw gimana HolidayNight nya? hacep yaa gais hahahaha lagi nunggu Po sampai ke indo nih gak sabar .

 

Iklan

24 pemikiran pada “EX 5

  1. Ping balik: EX 5 | Perfect The Imperfection

  2. Banyaknya moment Yulti di chap ini bkn berarti author niat buat slh satu endingnya jd Yulti kan?
    Sumpah,gw gondok bgt ama babenya Yoonyul, ngapa dia jd jahat dan serakah gt? Udh kaya krg kaya?
    Tae… Kau diam2 menghanyutkan. Gw agak curiga jg ma ni bocah. Secara disini dia ad bakat jd psiko… Mudah2an ga bener dah yaa…

  3. Setelah sekian lama akhirnya update jugaa 😅
    Makin k sini kok aku jd suka liat yulti yaa, cocok juga mereka hehehe
    Yoonsic udh akur gitu please jgn dipisahkan..

    Gak nyangka ternyata Tuan Kwon bisa sejahat itu 😱

  4. Akhir nya ni ff nongol juga,,,
    Yoong jan plinplan ntar, hrus ttep sama jessica jan sama yg lain, kalian udah cocok jessica udah mentok bnget sama Yoong,

    Ini pelakunya sbner nya siapa tuan kwon apa park shin hye, bikin ruwet ajj msalah nya

    Satukan YOONSIC

  5. Gw kessal sama yoong, bilang cinta sama jessica dan mau perjuangin dia tpi nyuruh tiffany buat nungguin dia juga jadi sebenarnya dia itu cintanya sama siapa.

  6. Kabarnya thor,,semoga sehat sllu,,semangat buat semuanya 🙂
    Lahh,,bisik2 aja yoonsic penasaran ngomong apaan. Ya ternyata bnr ada bapak kwon jahat ama shinhye juga malahan doble, kayakna tae ngabulin permintaan fany buat nikah ama jessy kali ya thor,,pas dia bilang ..ada dua org yang tersakiti nantinya.. hihi,,udh penasaran jd gmn kabar pasangan yang ketuker nanti?

  7. Akhirx stelah skian lama nongol jga nih ff. Makin buat penasaran nih dg critax. Yoong akhirx dg cpa ya? Mudh”n sih dg sica.
    Tu mr. Kwon knp tega kaya gtu dg anakx sndri sih?
    Penasaran dg klanjutanx, dtunggu klanjutanx

  8. Sebenernya gue baca ff ini sakit hati mulu, tp ntah knp ff ini sll di tunggu kelanjutanya.. tae di jauhin ama fany secara gue kan ls, maunya taeny tp kayaknya gk ada harepan, kayaknya tae bakalan nerima perjodohan itu, nikah sama njess..jgn bikin tae jd pembunuh dong thor 😥

  9. Gw juga udah ga sabar tuh album nyampe ditangan gw hohoho (ngiri abis ngeliat di youtube pada unbox albumnya grrr) tp gw sedih lantaran soshi comebacknya cuma bentaran doank 😭
    Gw sih makin tambah bingung ama nih chap.. Klo emang yoong udah nentuin hatinya buat fany – yg klo diliat dr omongannya ama yuri sih gitu -, kenapa dy ga ngelepasin sica dah? Kan kasian ya anak orang ditarik ulur gitu. Apa karna dy takut sica bakal terluka? Tp kan ada yuri juga yg bakal jaga dy klo sampe ada apa2. Mana taeng yg rada nyeremin juga lagi kaya di runningman, ga mau ngelepasin fany dg sikap psychonya yg kadang kumat. Pliss eta terangkanlahh ff ni biar gw makin ga blinger 🙏

  10. Gatau kenapa kesel banget sama yoong…
    Kasian tiffany selalu tersakiti melihat kedekatan yoonsic.. dan yoona selalu mengucapkan kata2 manis buat jessica.
    Gatau apa yang yoong janjiin ke fany bakal di tepatin ga.. huffttt sumpah kesel sama yoong di sini… gatau omongan dia yang mana yang harus di percaya merasa semua yang yoong katakan hanyalah bualan semata 😣😂 taeyeon masih aja usaha… yulti moment banyak yaa.. di tunggu next chapternya.. kalau bisa update nya jangan lama2..

  11. Tuan kwon jahat sekali ingin membunuh jessica. Shin hye juga apalagi😑
    Di part ini yulti moment nya banyak ya.
    Yoong bilang nya akan memperjuangkan cinta nya kepada jessica tapi dia juga bilang ke tiffany ” tunggulah sebentar lagi.. untuk hidup baru yang lebih baik dan indah..” maksud yoong apa bilang ke tiffany kayak gitu😐
    Please deh ya yoong jangan kasih harapan mulu, kasian tiffany😢

    Maksud tae bilang kayak gini tuh apa ya “jika kau siap menyakiti dua orang sekaligus aku akan melakukannya..”
    Uhh makin panasaran. Ditunggu next part nya thor

  12. Gak tau kenapa ceritanya selalu bikin greget. Kasian tiffany dan jessica, mereka harus nunggu keputusan si yoong. Yul dari pada nunggu jessica mendingan sama tiffany aja hehe si jessica kayanya lagi berbadan dua ya hehe, si tae kasian sangking sayang dan cintanya sama tiffany sampai berbuat berlebihan gitu tadi itu maksutnya tae gimana yaa?

  13. Sumpah thor makin kesini aku makin bingung mau berpihak ke siapa. Tapi untuk Taeyeon aku ngerasain gimana rasanya di posisi taeyeon. Posisi dimana tidak ada org yg mempercayai kita,keberadaan kita yg tdk terlalu di anggap penting, ditambah kecurigaan berbagai pihak mengenai diri kita. Jujur .. dr part awal aku baca entah kenapa aku hny pokus sama tokoh taeyeon disini. Krn posisinya itu loh….sedih, sakit pokoknya sakit bgt deh thor, di posisi taeyeon, dimana saat dia mencintai sinhye eh nggak tahunya sinhye sama yuri, terus pas dia udh move on dan mulai buka hati utk tiffany eh malah tiffany milih yoong, kan nyesek….. jd kalo saran aku nih, drpd taeyeon disakitin mulu mending doi dimatiin aja deh thor. Bunuh diri contohnya. Bunuh diri krn frustasi ama hidupnya. Soalnya nyesek bgt ngebayangin posisinya tae. Aku ngomong gini bkn krn taeyeon bias aku loh ya thor,tp seperti yg aku blg, dr awal aku baca aku udh srek sama tokoh taeyeon disini. Mungkin krn ada kemiripan kali ya sama aku???

    Wkwkwke……..

    Oups……sorry thor komenku kepanjangan, tp emg inilah unek2 yg ada dihatiku saat baca ffmu ini.

    Oke Iam waiting next part ya thor.

  14. Bnyk moment yulti dri pda yoonfany. Author bisa aj buat yoong jdi plinplan disini. Jadi kesal sma yoong ngasih harapan ke tiffany tpi bilang cinta sama jessica. Klo udh janji sma tiffany jgn bilang cinta trs dong yoong sma jessica kan jadi emosi wkwk. Klo emg beneran cinta sma jessica yaudah cinta aj gk usah pedulikan tiffany lg dgn harapan palsu. Kalo kyk gini endingnya yulti gk apa thor asal cpt END 😂😂

  15. Wah…wah… your story in this chapter is very make me ngakak sis… wkwkwkwk… yulti is so funny… hihi.. oh its more complicated in this chapter.. duh, yoong membingungkan. Jadi sebel.. berasa sok spesial banget itu orang, duh… yoonsic aja ya?

  16. Makin kesini makin complicated .. terkadang aq bingung sama yoong sebenernya dia itu milih siapa sih jgn php gt .. sama sica dia janjiin bakal perjuangin dia trs sama fany jg sama mksd nya itu apa toh yoong ..?? Koq gtu gk ada yg mau diduain yoong .. hrs pilih salah satu .. tpi gw jd baper bakal jadi couple siapa sama siapa … buat tae .?? Something wrong … gk tau lah apa yg akan terjadi .. gw nunggu ajah deh dri pd baperrr … hehhehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s