EX 4.5 FINAL ENDING

Lampu ruang operasi masih berwarna merah menandakan jika seseorang didalam masih bertarung dengan maut. Semua orang yang berada diluar ruangan terlihat sangat gelisah, puluhan awak media sudah memenuhi pintu masuk rumah sakit Kwon Grup tersebut, membuat manager Park beberapa kali membenturkan kepalanya ketembok dingin rumah sakit. Sooyoung, Hyoyeon dan Seohyunpun sama gelisahnya, mereka menunggu kursi duduk dengan beberapa kali berdiri lalu duduk kembali. Terdengar suara derap langkah dengan sangat jelas ternyata dua orang yang baru saja datang, dengan isak tangis yang sudah membahasahi wajah keduanya


“Bagaimana ini bisa terjadi Tuan Park?” tanya Yuri dengan suara yang sedikit bergetar

“…”

“Yaa! Jawab aku! Siapa yang melakukannya!” amuk Yuri sambil memegangi kedua kerah baju manager Park

“…”

“YAA! APA KAU BISU?! AKU SUDAH BILANG JAGA DIA DENGAN BAIK!” teriak Yuri dengan mengangkat tangannya akan bersiap-siap memukul manager Park

“Yul! Ini tidak akan menyelesaikan masalah bodoh!” teriak wanita didalam kursi ruang Tunggu dengan isakan tangisnya

“Jes..sie.. ba..ga..ai.. mana.. i..ni bi..sa terjadi?” tanya Tiffany dengan menghampiri Jessica

“…” tidak ada jawaban dari Jessica ia memilih untuk duduk kembali dengan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannyal

“Oppa…” tangis Tiffany didalam pelukan Yuri. Yuri mengusap punggung milik Tiffany untuk menenangkan wanita dalam pelukannya, beberapa kali ia mencuri pandangan kearah Jessica menatapnya dengan iba. Terlihat dengan sangat jelas jika kedua mata Jessica sangat sembab dan hatinya benar-benar hancur. Tiba-tiba Yuri melepaskan pelukan Tiffany dan berjalan sedikit terburu-buru menghampiri seseorang

*BUUUUGGGHHHHHHHH*

*BUUUGGGHHHH* tangan gempal Yuri memukul wajah mulus milik seseorang yang baru saja tiba disana membuat beberapa orang menatap kaget kearah tersebut

“Kyyaaaa~~~” teriak Tiffany bersamaan dengan Seohyun

*BUUUUGGHH* pukul Yuri lagi

“Yuriee hentikan!!!” sedikit dengan teriakan Tiffany mencoba menghentikan Yuri

*BUUUGGGGGHHHH*

“APA MAKSUDMU KWON YURI?!” teriak Taeyeon dengan amarahnya yang memuncak dan sesekali ia menelan darah segar yang mengalir

“JANGAN MENGELAK LAGI KWON TAEYEON! AKU TAU INI PERBUATANMU! HAH! KAU BENAR-BENAR SUDAH GILA!” teriak Yuri *BUUUGGGGHH* kembali mendaratkan pukulan diwajah Taeyeon

“Yaa! apa yang kau liat Soo, Hyo, Park oppa?!! Pisah kan mereka! Dia bisa mati!” ucap Jessica beranjak dari duduknya

Tubuh Taeyeon terkulai lemas dilantai Hyoyeon membantu Taeyeon untuk bangkit. Sedangkan Yuri di tahan oleh Sooyoung dan manager Park. *PLAAKKK* sebuah tamparan mendarat di pipi milik Yuri membuat dirinya mendesis kesakitan

“Apa kau pikir itu akan menyelamatkan nyawa adikmu didalam sana?! BODOH!” runtuk Jessica sambil melangkahkan kakinya kembali menuju pintu operasi milik Yoong

“YAA! Jessica Jung! Pria itu yang hampir saja membunuh nyawa saudara kandungnya sendiri!!!!” emosi Yuri benar-benar tidak bisa terkontrol

“Apa maksudmu Kwon Yuri?” tanya pria paruh baya dengan menggunakan kursi roda baru saja datang

“Ap…pa”lirih Yuri

“…”

“Kim bantulah Taeyeon, obati dia. Dan kau Kwon Yuri ikut aku sekarang…. dan kau juga Park”

“Tapi Appa Yoong masih dalam ruang operasinya..”

“…” tuan Kwon tidak memberikan jawabannya melainkan hanya menatap tajam kearah Yuri membuat anaknya tersebut tidak bisa menolak apa yang di perintahkan oleh ayahnya

“Hyo.. Soo.. aku menitipkan Yoong kepada kalian dan Tiff.. jaga dirimu baik-baik aku akan segera kembali..” ucap Yuri sambil mengikuti kemana arah ayahnya pergi dengan beberapa bodyguard

.
.
.
“Ceritakan apa yang terjadi sehingga membuat anakku mengalami kejadian seperti ini?” tanya Tuan Kwon disebuah ruangan

“…”

“Yaa! jawab Park!”

“Jaga sikapmu Kwon Yuri!” ujar tuan Kwon

“Ma..af..kan.. a..aku..” ucap managaer Park terbata-bata

“Bicaralah dengan tenang Park.. aku tidak akan menghukummu atas kejadian ini..” ucap tuan Kwon dengan memberikan senyuman kepada Manager Park

“Tu..an ma..aafkan.. aku..”

“Bicaralah.. dan tolong panggilkan Taeyeon” perintah tuan Kwon kepada bodyguardnya

“Kami.. sedang menunggu lift yang akan membawa kami menuju basement.. lalu..

Flashback
Yoong meniupkan nafasnya kepada Jessica yang sedang memperhatikan dentingan suara lift tiap lantai.

“Yaaa~ aku sedang lelah Yoong”

“Aigoo Hyung dia galak sekali..”

“Yaaa kau menyebalkan~” runtuk Jessica lagi sambil mencubit pinggang milik Yoong membuat pria itu menahan tawa dan sekitnya sekaligus

“Emmm.. Jess” goda Yoong dengan mencolek pinggang milik Jessica kemudian Yoong mundur beberapa langkah untuk menghindari cubitan kedua yang sudah diarahkan Jessica kepada Yoong

“YAA! KWON Yoonan!”

“Hahahaha” tawa Yoong sambil berlari memeluk Jessica secara mendadak

Kemudian terdengar suara dentingan pistol

*DOOOOR*

“Jessi!”ujar Yoong kepada wanita didalam pelukannya
Flashback end
“Jadi.. Aku kira suara tembakan itu hanya suara saja, namun ketika Yoong memeluk Jessica dan tiba-tiba tubuhnya terkulai ke bawah lantai dengan darah segar keluar dari dalam perut kiri bawah, membuat kami panik dan segera memanggil ambulance.. sekali lagi aku minta maaf Tuan Kwon tidak bisa menjaga putramu dengan baik..” sesal manager Park dengan menundukan kepalanya, tuan Kwon tersenyum dengan menelan getir pahit menerima kenyataan bahwa anak terakhirnya mendapatkan kejadian seperti ini

“Tidak apa. Aku yakin jika kau tidak terlibat dengan kejadian yang menimpa anakku ini.. demi tuhan aku akan mengejar dan menghukum siapapun yang melakukan ini kepada anakku..”

“Dan apa yang akan kau lakukan jika itu salah satu dari anakmu Appa?” tanya Yuri

“Permisi Tuan Kwon.. Tuan muda Taeyeon sudah berada disini..”

“Biarkan dia masuk.. kau boleh keluar Park tolong jaga anakku” ucap manger Park

Manager Park meninggalkan ruangan tersebut sedangkan Taeyeon baru saja memasuki ruangan tersebut dengan wajah penuh luka, ia membungkukan tubuhnya kepada Ayahnya lau mengambil posisi duduk di hadapan Yuri.

“Panggilkan Sunny untuk datang ke tempat ini” ucap Tuan Kwon

“Tuan.. apa kau yakin?” tanya Paman Kim

“….” tidak ada jawaban dari tuan Kwon melainkan hanya memberikan isyarat kepada paman Kim untuk tidak membantah ucapannya

“Appa..” liirh Yuri

“Ada apa denganmu?” tanya tuan Kwon kepada Yuri

“…”

“Kau tega memukul saudaramu dengan tangan dinginmu itu? huh?!” runtuk Tuan Kwon dengan menatap Yuri tajam membuat pria tersebut menundukan kepalanya

“Dia lebih tega dengan mencoba membuat celaka saudaranya sendiri Appa..” lirih Yuri

“Apa maksudmu Kwon Yuri?!” marah Tuan Kwon

“Jaga ucapanmu Yuri-Shi” ujar Taeyeon menatap Yuri dengan tajam

“JELASKAN KEPADAKU APA YANG SEDANG TERJADI DENGAN KALIAN!” teriak Tuan Kwon membuat paman Kim menghampiri Tuan Kwon

“Tuan..” ujar paman Kim dengan menatap Tuan Kwon khawatir

“Appa! Dia memiliki dendam kepada Yoong karena Tiffany lebih memilih Yoong dibanding dirinya! Kau tau kemarin dia akan membagi harta kekayaanya dengan Yoong demi mendapatkan Tiffany kembali! Maka mungkin saja sekarangpun adalah ulahnya!!” runtuk Yuri

“Yaa! jaga ucapanmu Kwon Yuri! Aku tidak sepicik itu!!!” umpat Taeyeon tidak terima

“Lalu sifat apa kau miliki dengan menukar sebagian hartamu untuk wanita yang kau cintai? Jelaskan apa Maksud dari sifatmu itu Kwon Taeyeon?” lirih Tuan Kwon

“Appa..ku mohon kali ini saja percaya padaku..” ucap Taeyeon dengan menatap ayahnya

“Taeyeon-aah..” panggil tuan Kwon sambil menatap lekat Taeyeon dengan tatapan sulit di artikan dan salah satu tangannya memegang tangan Taeyeon

“Tuan.. Sunny sudah ada sampai..”

“Suruh dia masuk..”

Sunnypun memasuki ruangan tersebut dengan membungkukan tubuhnya lalu mengambil posisi duduk disamping Taeyeon. Ia menyadari jika suasana sangat tidak kondusif

“Sunny-aah..”

“Ne.. Tuan..”

“Urus pernikahan Yuri dengan Shin-Hye.. lalu Taeyeon bersama Jessica.. dan segera kirim Yoong kerumah sakit yang berada di Amerika secepatnya” lirih Tuan Kwon

“Appa!”ucap Yuri dan Taeyeon sedikit menggunakan nada tinggi karena tidak menerima apa yang diucapkan Ayahnya

“Ada apa?” tanya Tuan Kwon dingin

“Appa.. kumohon kali ini saja jangan berbuat hal ini kepada kami… Biarkan aku bersama dengan Jessica Appa… aku mohon..”tolak Yuri sambil mengkontrol emosi dalam dirinya

“Appa.. aku rasa akal sehatmu masih bisa digunakan! Bagaimana bisa aku bersama Jessica? kau tau jika aku benar-benar tidak mengenalnya!!!” tolak Taeyeon

“Appa.. Yoong sangat mencintai Jessica.. apa kau tega melihat Yoong terbangun dengan mengetahui status Jessica menjadi isteriku?”

“Tidak! Kau salah! Jessica mencintaiku! Tiffany mencintai Yoong Appa…
Flashback
Sunnypun meninggalkan apartement milik Tiffany. Tiffany langsung mengambil kompresan bersama kain untuk mengelap wajah Yuri yang benar-benar kacau. Air matanya sudah benar-benar mengering dan tidak bisa lagi keluar. Tiffany membersihkan wajah milik Yuri, namun pria yang berada dihadapannya masih menatap kosong kearah Tiffany, sorotan matanya benar-benar menandakan terdapat luka yang sangat dalam.

“Tunggulah sedikit lebih lama untukmu bersamanya Yul.. aku yakin Yoong memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kita” lirih Tiffany sambil mengelus wajah milik Yuri

“Ap..a maksudmu Tiff?” tanya Yuri

“Kita harus datang menghadiri konser Yoong”

“Tidak. Aku tidak akan datang.. apa kau sudah gila mau melihat mereka berdua diatas panggung”

“Yuriee.. Yoong akan memberikan yang terbaik untuk kita. Percayalah..”

“Tidak aku tidak mau datang”

“Yoong akan membawa Jessica untukmu.. setelah konser besok berakhir..”

“Tidak! Aku tidak mau hadir didalam acara konser mereka!” tolak Yuri

“Yaa! kau berjanji akan menemaniku Yuriee”

“Ya! tapi sebelum kejadian bodoh itu berlangsung..” sesal Yuri sambil menundukan kepalanya

“Maksudmu?”

“A..ku mencium Jessica tadi pagi didalam mobil ketika aku akan mengantarkannya ke tempat latihan.. dia menangis sejadi-jadinya. Betapa bodohnya aku Tiff..”

“Whats?!”

“Dia menamparku..”

“Yaa! bagaimana kau melakukan hal itu Kwon Yurie!!!!” kesal Tiffany

“Aku benar-benar menyesal Tiff.. maka dari itu aku tidak akan datang keacara konser mereka. Dan aku tau jawaban dari Jessica, dia benar-benar mencintai Yoong..”

“Tidak! Dia mencitaimu Yurie.. Yoong dan aku sudah membuat rencana untuk mempertemukanmu dengannya besok setelah konser berlangsung.. kau bisa bicara dengan Jessica dan memintanya kembali kepadamu dengan cara yang lebih pantas dibanding mencuri ciumannya! Huh!” jelas Tiffany

“Yoo..ong? dia berkata seperti itu?”

“Ya.. apa kau tidak memahami maksud perkataanku sejak tadi? Hah ? oh gosh! Yurie.. Yoong benar-benar menyayangimu.. tenanglah. Aku yakin dia akan membuat keputusan yang terbaik..”

“Dia memang pahlawan terbaik…” ujar Yuri sambil tersenyum bodoh

“Hahaha dasar. Jadi kita datang untuk acara konsernya bukan?”

“Oh tentu nyonya Hwang hehehe”
Flashback end
“Jelas bukan jika kami akan meresmikan hubungan kami usai konser ini? appa… aku sebenarnya ingin mengatakan ini sejak jauh-jauh hari. Namun kau tidak bisa aku temui.. appa.. hubunganku dengan Shin Hye.. telah berakhir.. maafkan aku..” lirih Yuri, tuan Kwon memeganggi dada bagian jantung miliknya membuat semua kaget, paman Kim menghampiri tuan Kwon namun ditahan oleh tuan Kwon menandakan jika ia masih baik-baik saja

“Appa.. apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri

“Ada apa denganmu nak? Kau tau dengan sangat jelas jika Jessica adalah kekasih dari Yoong, lalu mengapa kau ingin mengambil yang bukan hakmu lagi? Apa pantas sikapmu itu? Apa aku pernah mengajarkanmu untuk merebut hak yang bukan milikmu?” tanya Tuan Kwon sambil menatap Yuri

“Appa..” lirih Yuri

“Appa mengetahui dengan jelas jika Jessica adalah kekasih Yoong lalu mengapa kau ingin aku bersama Jessica?” tanya Taeyeon

“Dan sejak kapan aku mengajarkanmu untuk berbuat kasar terhadap wanita Kwon Taeyeon? Kau pikir aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan kepada kekasihmu? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan sikap dan sifat yang kalian miliki saat ini nak.. hatiku benar-benar hancur..” lirih Tuan Kwon menatap kedua anaknya

“Pernahkah kau memikirkan hatiku yang hancur juga appa?” ujar Taeyeon dengan menundukan kepalanya membuat semua orang menatap kearahnya, Sunny yang notabennya berada disamping Taeyeon langsung mengenggam tangan Taeyeon untuk menahan Taeyeon melanjutkan kalimatnya

“Apa maksudmu Kwon Taeyeon?” tanya tuan Kwon

“Harus berapa kali lagi hatiku hancur lebur untuk menuruti semua keinginanmu? Kau mengirimku keluar negeri lalu membuatku kehilangan kekasihku dan menjodohkannya dengan Yuri, padahal kau tau dengan sangat jelas jika ia adalah kekasihku. Lalu sekarang kau membuat keputusan, untuk aku menikah bersama seseorang yang tidak aku kenal sama sekali. Apa yang orang pikirkan ketika mengetahui bahwa Orang yang akan menemaniku untuk menghabiskan sisa hidupku adalah mantan kekasih dari kedua adikku? Jangan konyol Appa.. pernikahan bukan 1,2 atau 5 taun saja, aku ingin selamanya bersama orang yang aku cintai”

“Kwon Taeyeon jaga ucapanmu…”

“Kenapa? Kenapa aku harus menjaga ucapanku saat ini? Apa Karena aku bukan anak kandungmu jadi aku harus menuruti semua apa yang kau perintahkan kepadamu?” tanya Taeyeon membuat Tuan Kwon dan semua orang diruangan membelakan matanya

“Tuan muda..” ujar paman Kim

“Jangan memanggilku seperti itu.. cukup selama ini aku menderita memanggilmu dengan sebutan ‘Paman’ …. jangan seperti itu lagi.. hatiku benar-benar hancur..”

“Taeyeon-aah” panggil Tuan Kwon dengan menatap kearah Taeyeon

“Hy..uung” lirih Yuri menatap kearah Taeyeon tidak percaya

“Cukup Appa.. aku tidak perlu mendengar penjelasanmu. Kau pikir selama ini.. kenapa aku bisa terus menuruti mau-mu? Jawabannya adalah Karena aku tau balas budiku.. karena aku tau aku harus menuruti tuan yang telah merawat, membesarkanku selayaknya anak kandungnya sendiri tanpa membeda-bedakannya. Namun aku sudah tidak tahan lagi Tuan.. hatiku benar-benar hancur saat ini. Aku berterimakasih atas segala materi maupun kasih sayang yang kau berikan kepadaku…” lirih Taeyeon membuat semua menatap iba kepadanya

“Aku permisi.. dan asal kalian tau aku tidak selicik itu untuk membuat Yoong celaka..” ujar Taeyeon dengan beranjak dari tempat duduknya

“Akkkhhhhhh” erang Tuan Kwon membuat Yuri dan semuanya panik

Taeyeon meninggalkan ruangan tersebut, ia benar-benar tidak peduli dengan keadaan tuan Kwon yang menahan sakit dibagian jantungnya. Tuan Kwon dibawa kesalah satu ruang rawat dirumah sakit tersebut, Yuri benar-benar panik bagaikan jatuh tertimpa tangga. Kini ayahnya yang terbaring lemah dengan alat-alat yang dipasang di tubuhnya. Sunny yang menemani Yuri kini berpamitan untuk pulang, sedangkan Paman Kim beberapa kali mengusap punggung milik Yuri untuk menenangkan pria yang menahan sesak dan air matanya sambil terus menatap ke arah kaca ruangan ayahnya tersebut

“Pa..man.. sebenarnya.. ap..a ya..ng kalian se..mbunyi..kan” lirih Yuri sambil membalikan tubuhnya kini menatap Paman Kim.

“Duduklah Tuan..” ujar paman Kim dengan menggiring Yuri ketempat duduk di depan ruangan ayahnya tersebut.

“Bicaralah paman..” pinta Yuri

“Sebenarnya Tuan Besar selama ini menderita penyakit penyempitan didalam jantungnya, kemudian gagal fungsi ginjal kanan. Tuan besar tidak pernah menghilang atau meninggalkan kalian selama 2 bulan terakhir ini beliau bertarung dengan penyakitnya. Tuan muda Yoonan lah yang mengetahui semuanya ia menyembunyikan ini dari tuan muda Yuri dan Taeyeon karena permintaan tuan besar.. dan untuk.. Tae..yeon.. ak..u me..min..ta maaf..”

Flashback
“Aaakkkhhhhh.. perlahan paman..” ringis Taeyeon saat di obati lukanya
“Huh! Kau bukan anak kecil lagi tuan..”
“Aaaaakkh tapi ini benar-benar perih… aish!”
“Hahaha kau benar-benar lucu Taeng-aah”
“Aaa..aaakk paman kumohon~”
“Kau benar-benar seperti eomma-mu Taeng…” lirih paman Kim tanpa sadar
“….” Taeyeon menatap kearah paman Kim tidak percaya
“Apa sudah tidak sakit lagi?” tanya paman Kim sambil terus membersihkan darah yang berada di sudut bibir Taeyeon
“Apa maksud ucapanmu tadi?” tanya Taeyeon
“Apa kau sudah tidak merasa sakit lagi tuan?”
“Tidak. Bukan itu…”
“Lalu?” tanya Paman Kim heran
“Kau benar-benar seperti eomma-mu Taeng. Apa maksud perkataanmu itu paman Kim? Jelaskan?!” ujar Taeyeon
“Kau hanya salah dengar tuan muda..” Paman Kim beranjak dari duduknya
“YAA! APA MAKSUDMU! KATAKAN PADAKU!” bentak Taeyeon sambil menarik paman Kim
“…”
“YAA! BAIKLAH AKU AKAN MENANYAKAN SEMUANYA KEPADA APPA! DIMANA DIA SEKARANG..”
“Kumohon kendalikan dirimu tuan..” sambil memeluk Taeyeon, paman Kim mencoba menenangkan pria didalam pelukannya
“Katakan kepadaku apa yang sebenarnya kau sembunyikan pa..man” lirih Taeyeon dalam pelukan paman Kim
“Hangat.. apa kau benar ayahku..” lirih Taeyeon dalam hati
“Berjanjilah kepadaku.. apapun yang aku katakan tidak akan pernah mengubah apapun untuk keadaan saat ini…”
“…” Taeyeon hanya diam didalam pelukan paman Kim, entahlah rasanya seperti ingin menangis
“Taeyeon-aah..”
“…”
“…”
“Ap…pa…” lirih Taeyeon dengan suara beratnya, membuat paman Kim mengeratkan pelukannya
“Tae..yeon..-ah”
“Jadi benar apa yang aku tau selama ini.. aku bukan anak kandung dari Tuan Kwon.. aku selalu menunggu hingga saatnya tiba pengakuan dari mulutmu sendiri..” lirih Taeyeon sambil melepaskan pelukannya
“Taeyeon-aah”
“Aku sudah mengetahui ini sejak aku di kirim keluar negeri. Boa eomma memberitahuku sebelum ia pergi meninggalkanku selamanya, ia meminta agar aku merahasiakan ini dan tetap disamping appa Kwon sampai akhir hayat untuk menjaganya. Kau tau ? betapa menyakitkannya ketika aku harus memanggilmu dengan sebutan ‘Paman’ ketika aku mengetahui jika kaulah ayah kandungku”
“Maafkan aku Taeyeon-aah namun keadaanya sangat tidak memungkinkan. Alm ibumu Go-Ara meninggalkan kau dan aku, dan pada saat itu aku tidak tau harus mengurusmu bagaimana, tuan Kwon membantuku untuk bekerja bersamanya dan meminta mengangkat untuk mengurusmu sebagai anak kandungnya sendiri…”
“…”
“Permisi.. maaf tuan Kim.. tuan besar memanggil anda..”
“Taeyeon-aah.. aku mohon.. bersabarlah sedikit lagi. Aku berjanji akan membuat lembaran baru yang indah bersamamu. Tetaplah disamping tuan Kwon sampai saatnya tiba…”
Taeyeon tidak menghiraukan apa yang diucapkan tuan Kim ia langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Flashback end
“Ja..di benar jika Taeyeon Hyung adalah anakmu paman?” tanya Yuri tidak percaya

“Ya.. dia anakku. Namun ayahmu mengangkatnya menjadi anak kandungnya sendiri.. dan ternyata Taeyeon sudah mengetahui jika dia adalah anakku, eomma mu memberitahunya..”

“Oh tuhan… dia pasti benar-benar hancur. Paman biar aku yang mengejarnya, aku akan menenangkan dirinya, dia pasti sangat hancur.. appa aku menyerahkannya kepadamu..”

“Tidak.. biarkan dia sendiri saja Tuan..”

“Tidak bisa paman, aku benar-benar mengetahui jika dia membutuhkan sandaran untuk semua bebannya..”

“Terimakasih nak..” ujar paman Kim

Yuri meninggalkan tempat tersebut, ia terus menghubungi nomer telfone Taeyeon namun sayang tidak ada jawaban dari pria tersebut. Yuri memutuskan untuk melihat kondisi Yoong yang sudah dipindahkan keruangan pribadi miliknya, syukurlah jika Yoong berhasil melewati masa kritisnya dan operasi pengambilan pluru didalam tubuhnya berjalan dengan lancar. ia memasuki ruangan tersebut terdapat dua wanita yang sedang menunggu di bangku samping tempat tidur Yoong terbaring lemah. Sedangkan Hyo dan Soo terlelap tidur di sofa yang disediakan oleh pihak rumah sakit, sebenarnya ruangan yang Yoong tempati terbilang luas bagaikan kamar miliknya sendiri, terdapat 4 kursi sofa yang lumayan besar ukurannya, dan ada satu tempat tidur yang disediakan oleh pihak rumah sakit untuk istirahat penjaga pasien.

“Sica…”

“…”

“Dimana Tiffany?” tanya Yuri

“…” Jessica masih terus memandang kearah Yoong masih terkulai lemah

“Dia tadi permisi untuk menemuimu namun ia tidak pernah kembali lagi..” jawab Seohyun yang berada disamping Jessica

“Oh God terimakasih informasinya nona Seo. Hmm Sica.. aku menitipkan Yoong kepadamu. Aku akan segera kembali..” ujar Yuri kembali meninggalkan ruangan tersebut namun langkahnya terhenti

“Sica.. istirahatlah, ini sudah hampir pagi. Aku tidak ingin kau sakit.. aku mohon..” lirih Yuri

“Nona Seo kau juga.. lebih baik kau kembali kerumahmu, aku tidak ingin kalian sakit..” pinta Yuri lagi

“Tidak apa Oppa.. aku tidak memiliki jadwal pagi ini, lagipula aku ingin menemani Jessica Unnie..”

“Hmm baiklah.. tunggu aku akan kembali lagi..” pamit Yuri
.
.
.
Semilir angin malam berhembus menusuk hingga tulang~
“…”

“…”

“…” hening keduanya larut didalam pikirannya masing-masing

“Taetae..” lirih Tiffany menatap iba kearah Taeyeon

“Fany-yaa.. Apa kau mempercayai apa yang dikatakan Yuri jika akulah yang melakukan itu semua kepada Yoong?” tanya Taeyeon sambil terus menatap lampu-lampu malam kota Seoul di atas Rooftop rumah sakit

“…” Tiffany hanya terdiam ketika Taeyeon bertanya seperti itu, karena bohong jika dia tidak mencurigai pria disampingnya tersebut

“Fany-aah.. aku memang membencinya ketika aku mengetahui jika dia adalah mantan kekasihmu. Namun tidak pernah ada sedikitpun niatakanku untuk melukai Yoong walaupun aku tau jika dia bukan saudara kandungku sendiri..”

“…” Tiffany menoleh kearah Taeyeon tidak percaya

“Yaa.. dia bukan adik kandungku. Kau pasti kaget bukan Fany-aah?”

“Ap..a mak..sud-mu Tae-yeon..aah”

“Aku adalah anak angkat keluarga Kwon.. Yuri dan Yoong adalah anak kandung resmi tuan Kwon dan Boa eomma. Sedangkan aku adalah anak dari Appa Kim.. sebelum meninggal Boa Eomma berpesan kepadaku untuk menjaga tuan Kwon sampai akhir hayatnya dan tidak membocorkan rahasia ini kepada siapapun. Namun siapa sangka jika aku sudah benar-benar muak dengan semua printah yang ia berikan kepadaku..”

“Taeyeon-aah..” panggil Tiffany membuat pria disampingnya menoleh dan tersenyum kemudian Taeyeon memeluk Tiffany dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu milik Tiffany

“Taukah kau, rasa sakit yang aku rasakan sudah sejak lama. Namun kau tau dengan sangat jelas jika semua orang berpikiran jika Yoonglah yang paling tersakiti disini haha. Dalam skenario hidup ini aku dibuat seolah akulah yang berperan sebagai orang paling jahat merebut semua yang adikku miliki, yang kenyataannya adalah Yuri yang merebut Shin Hye dariku, lalu Yoong yang mengambil kau dariku. Dan lihatlah siapa yang sejak awal tersakiti.. akulah yang tersakiti haha. Lalu kini? Kalian membuatku terpojokan dengan tuduhan penembakan yang terjadi kepada Yoong..” lirih Taeyeon dengan suara yang cukup berat dan sedikit menahan sesak

“Tae…” lirih Tiffany sambil sedikit melonggarkan tangan Taeyeon yang melingkar sempurna di tubuh miliknya

“Sungguh demi tuhan Fany-aah.. aku tidak melakukannya.. kumohon percayalah kepadaku…”

“…”

“Fany-aah.. aku sudah berjanji kepadamu dihari itu aku benar-benar merubah diriku demi dirimu walaupun pada akhirnya aku tidak mendapatkan dirimu namun aku yakin jika pada akhirnya tuhan akan mempertemukan kita kepada pasangan hidup yang memang semestinya sudah di takdirkan bersama..”

“Aku selalu mempercayaimu Taeyeon-aah.. namun aku benar-benar tidak akan memaafkanmu jika kau benar-benar membuat Yoong celaka..”

“Secara tidak langsung itu adalah tuduhan yang menyalahkanku juga Fany-aah..”

“Kenapa kau begitu sensitif Tae? Jika bukan kau pelakunya?” tanya Tiffany

“Haaaaaahh.. ternyata kalian disini! Huh! Aku mencari kemana-mana untung saja ada cctv hahaha..”

“Yurie..” panggil Tiffany, Taeyeon hanya menatap kearah Yuri lalu membuang pandanganya kembali kearah kota Seoul

“Tiffany.. ini sudah hampir pagi, tidak baik angin malam untukmu. Huh! Pakailah” ujar Yuri sambil membuka jas miliknya lalu memakainya kepada Tiffany

“Terimakasih Yurie..”

“Khhaaah masuklah kedalam, pengawalku akan mengantarkanmu untuk istirahat di hotel milik kami disebrang jalan sana sehingga besok pagi kau bisa menjenguk kembali Yoong dengan keadaan yang lebih baik dari pada ini.. aku tau kau tidak akan kembali ke apartementmu ehehe”

“Ap..pakah Jessica masih didalam ruangannya?”

“Ya.. dia masih disana. Sebaiknya kau bertukar menjaga untuk Yoong mulai besok, aku yakin dia memiliki jadwal esok hari..”

“Hmm apa dia akan membiarkan aku untuk menjaganya?” tanya Tiffany, Taeyeon melangkahkan kakinya meninggalkan keduanya

“Hyung… tetaplah disitu.. Tiff tinggalkan kami.. aku akan segera menemuimu..” pinta Yuri, Tiffanypun mengerti

“Tae.. selamat malam, jaga kondisimu..” lirih Tiffany meninggalkan tempat tersebut

Kini hanya tersisa Yuri dan Taeyeon, waktu sudah menunjukan pukul 3 dini hari. Yuri menatap lampu kota Seoul yang terlihat indah dari atas Rooftop ini

“Hyung..”

“Aku bukan kakakmu Yul.. sudahlah..”

“Hyung… aku mohon jangan bicara seperti itu..”

“…”

“Aku tidak pernah sekalipun, tidak menganggapmu sebagai kakak kandungku sendiri.. sampai detik ini aku mengetahui kebenarannya kau tetap kakak kandungku yang aku anggap selalu menjadi panutan dan penghormatanku setelah appa.. untuk kejadian pemukulan tadi, aku memohon maaf kepadamu yang sedalam-dalamnya aku hanya kalut karena melihat kondisi Yoong kritis..”

“…”

“Hyung..”

“….”

“Hyung.. kumohon.. appa sedang dalam kondisi pemulihan, Yoong masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.. aku mohon tetaplah disampingku..”

“Yul.. kau adalah teman, adik dan musuhku sejak kecil.. aku tau ini berat untukmu, bahkan untukku juga.. namun untuk saat ini aku benar-benar ingin sendiri.. dan untuk Appa aku akan menitipkannya kepadamu, dan Yoong? Carilah pelaku sebenarnya dan memang jika benar itu aku maka bawalah aku ke jeruji besi negara ini.. selamat malam Yul.. jaga kondisimu” lirih Taeyeon meninggalkan Yuri.

“Hyung.. aku mohon..” ujar Yuri sambil menatap langkah kepergian Taeyeon

“Yul.. apa sulit menolak keinginan appa untuk kau bersamanya??”

“Hyung.. percayalah. Aku tidak mengetahui jika dia adalah kekasihmu. Aku dan Shin Hye.. tidak saling mencintai..”

“Kau terlambat Yuri-aah dia terlanjur jauh masuk kedalam pesonamu.. perhatikan langkahmu Yul..”

“Ap..a maksud-mu Hy..ung”

“Hiduplah lebih baik dari hari ini dan kemarin, aku harap kalian terus bahagaia.. jaga rusa kecil itu untukku..” Taeyeon melangkah pergi keluar pintu Rooftop

Yuri meneteskan air matanya dengan menatap lampu kota Seoul. Selang beberapa menit buru-buru ia hapus air mata yang telah membasahi pipinya tersebut, ia berjalan menuju ruangan Yoong kembali. Yuri meminta bantal dan satu buah selimut untuk ia bawa, Sesampainya disana ia mendengar suara isak tangis milik seorang wanita, ia menghampiri wanita tersebut dan berdiri tepat disamping Jessica, Ia mengusap punggung milik Jessica. Sedangkan Seo membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang telah disediakan, ia nampak sangat lelah. Yuri membawa wajah Jessica menghadap kearahnya dan menghapus butiran air mata yang mengalir dari mata indah wanita tersebut.

“Istirahatlah disofa itu.. aku akan menjaga Yoong..”

“…”

“Kumohon Sica-yaa”

“Yul jangan paksa aku..” lirih suara paruh Jessica sambil terus mengenggam tangan milik Yoong yang terdapat selang infusan

“Jangan keras kepala.. bagaimanapun tubuhmu membutuhkan istirahat yang cukup.. aku berjanji matahari terbit aku akan membangunkanmu untuk menjaganya kembali..”

“Tidak”

“Sica… kumohon.. jangan seperti ini..”

“Yul.. kapan dia akan sadar..” tanya Jessica dengan pilu membuat Yuri membawa Jessica kedalam pelukannya dan mengusap punggungnya

“Kau istirahatlah.. aku berjanji akan membangunkanmu besok pagi..”

“…” Jessica hanya mengangguk dan mengambil posisi tidur di sofa yang telah disediakan bantal dan selimut yang Yuri bawakan.

.
.
.
KWON YOONAN ARTIS MUDA BERBAKAT YANG MENGALAMI PENEMBAKAN OLEH ORANG MISTERIUS
TERTANGKAP KAMERA CCTV PELAKU KINI SEDANG DICARI OLEH POLISI
SKETSA WAJAH PELAKU PENEMBAKAN ANAK DARI PENGUSAHA KAYA DI KOREA SELATAN KWON GROUP SEDANG DALAM PROSES
KONDISI KWON YOONAN MASIH MISTERI
“Arrrggghhh bagaimana bisa dia masih hidup!!!”
“Bodoh! Bagaimana ini bisa terjadi ”
.
.
.
Mentari pagi sudah menyapa kota Seoul begitupun dengan para awak media yang sudah membeludak di depan pintu masuk rumah sakit Kwon Group membuat para penjaga disibukan di pagi hari dengan situasi ini. Sampai detik ini pihak Sment belum memberikan klarifikasi terhadap kejadian yang menimpa salah satu artisnya tersebut. Hanya pihak kepolisian sudah meliris berita bahwa membenarkan terjadi penembakan seusai konser berlangsung. Diruang yang sedikit dingin hanya tersisa 3 orang saja disana

“Eeeggh..YOONG!!” teriak Jessica yang baru saja bangun dari tidurnya, nafasnya sedikit memburu. Yuri datang menghampiri dan memberikan segelas air mineral kepada Jessica

“Kau baik-baik saja? Atur nafasmu..” ujar Yuri sambil memberikan segelas air mineral kepada Jessica

“Bagaimana kondisi Yoong?” tanya Jessica sambil menatap kearah tempat tidur rawat Yoong

“Kau sudah bangun Jessie? Maaf aku lancang.. namun tadi Yuri sedikit lelah maka aku mengantikannya”

“O..h ti..dak apa-apa Tiff..”

“Bolehkah aku menjaganya juga? Kau pasti sibuk dengan jadwalmu nanti, maka kajja kita bertukar untuk menjaganya.. bagaimana?”

“Kau harus menyetujuinya Sica.. aku tidak ingin kau mengabaikan pekerjaanmu untuk menjaganya…”

“Aaah kau benar sepertinya kita harus membagi tugas untuk menjaganya..” ucap Jessica membuat Tiffany tersenyum kearahnya

Jessica beranjak dari sofa menuju kamar mandi yang berada di kamar rawat tersebut. Sampai saat ini Yoong masih belum sadarkan diri setelah perjuangan melawan maut tadi malam. Tiffany terus menatap dan memeganggi tangan milik pria yang terbaring lemah diatas kasur rawat miliknya. Perlahan air mata itu mengalir dari pelupuk matanya

Flashback (NOTE : CUT MOMENT YOONFANY Ketika 1 bulan Yoong sering berada di apartement Tiffany )
TING TONG
Suara bel terdengar disalah satu apartement milik seseorang, kemudian ia melihat layar yang berada didalam ruangannya untuk melihat tv kecil yang terhubung dengan cctv depan pintu masuk miliknya, ia tidak bisa berkata-kata hanya menutup mulutnya karena sedikit kaget. Ia berlari untuk membukakan pintu tersebut
“Hai..” ucap pria tersebut

“Ha..i..”

“Apa aku menganggu waktu malam-mu?” tanya pria tersebut

“Tidak… apa yang membuatmu datang kemari?”

“Apa aku tidak boleh masuk? Jika wartawan atau fans melihatku ini akan bahaya Tiff hahaha”

“Aish masih saja memiliki alasan seperti itu huh!” runtuk Tiffany sambil mempersilahkan pria tersebut masuk

“Aigoo~ hmm masih sama seperti dulu…” lirih Yoong sambil melangkahkan kakinya memasuki apartement tersebut

“Hmm duduklah.. aku akan membuatkan minum untukmu~”

“Terimakasih..” ucap Yoong

“Harusnya aku tidak pernah melangkahkan kaki ini lagi menuju tempat dimana semua kenangan akan membuat suasana hati dan pikiranmu menjadi melayang jauh ke angan-angan” lirih Yoong dalam hati sambil tersenyum melihat setiap sudut ruangan yang berada disana

“Yaa! kau seperti pencuri jika melihat sekelilingmu seperti itu!” runtuk Tiffany sambil membawakan teh hangat untuk Yoong

“Hahaha.. maukah kau menjadi tawananku?” tanya Yoong sambil tersenyum

“Cih! Apa yang akan kau curi?”

“Hatimu..”

“Oh gosh… candaan mu terdengar sangat murahan~”

“Sungguh?” tanya Yoong sambil menatap lekat kearah Tiffany membuat wanita di hadapannya bulshing bukan main

“Ini sudah kedua kalinya kau datang ketempatku… sebenarnya ada apa?” tanya Tiffany

“Entahlah.. aku hanya mengkhawatirkanmu. Apa aku berbuat salah?” tanya Yoong

“Tidak.. aku hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara dirimu dan aku. Hmm bagaimana dengan keadaan Ayahmu?”

“…”

“Ada yang kau sembunyikan dariku Yoong?” tanya Tiffany

“Tidak.. aah aku lapar. Bagaimana kita mencari makan keluar?”

“Kau gila! Aku akan membuatkanmu Roti panggang coklat kesukaanmu.. tunggulah sebentar” ujar Tiffany

“Sungguh? Aku merindukannya!!!”

“Idol macam apa makan pukul 2 pagi seperti ini? huh!” ujar Tiffany sambil melangkahkan kakinya kekamar miliknya

“YAAA!”

“Bersihkan dirimu terlebih dahulu..kau bisa menggunakan kamar tamu..” ujar Tiffany sambil melemparkan pakaian milik Yoong

“Oh god.. kau masih menyimpannya?! Jinjja? Woaah!!!”

“…” tidak ada jawaban dari Tiffany ia hanya tersenyum sambil mengeluarkan Roti, gula, mentega dan coklat yang akan ia buat menjadi roti panggang

Yoong langsung berlari menuju kamar tamu milik Tiffany untuk membersihkan dirinya. Beberapa menit kemduian Yoong keluar menggunakan hoodie pink dan celana traning miliknya ketika masa traniee dulu, Ia menghempaskan tubuhnya untuk duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Tiffany memanggang roti miliknya. Beberapa kali Tiffany mencuri pandangan memperhatikan Yoong yang membuat wanita tersebut tersenyum, roti panggang coklatnyapun sudah jadi, ia membawa roti tersebut kehadapan Yoong.

“Yaaaissshhh! Dia malah tertidur! Huh!” runtuk Tiffany kesal namun tidak berjalan lama ia tersenyum ketika menatap lekat wajah pria dihadapannya.
.
.
“Hai…”
“Hai…” ujar Tiffany sambil tersenyum
“Jjaa ini untukmu”
“Coklat?”
“Ya.. kau pasti menyukainya.. aku baru saja kembali syuting dari Japan dan ketika dijalan pulang aku melihat toko coklat yang buka dan itu adalah rasa matcha terbaik dari Kyoto.. kau pasti menyukainya~”
“Assaaa~ terimakasih..”
“Apa yang membuatmu datang kemari kali ini?”
“Aku mengkhawatirkanmu..”
“Hmm… apa kau akan menginap lagi? Sudah dua kali dan ini yang ketiga kalinya Kwon Yoonan dan kau selalu tidak membawa baju gantimu…”
“Jja-Jjjang kau salah miss Hwang.. kali ini aku membawanya hahaha”
“Oh kau sudah mempersiapkannya dengan baik..”
“Hahahaha”
“Ini akan membuat seseorang salah paham lebih dalam Yoong…” ujar Tiffany
“Hhahaha tidak akan Tiff.. tenanglah”
.
.
“Kau? Lagi?”
“Hhaha apa kau bosan? Baiklah aku akan pergi!”
“Tidak! Jangan! Masuklah..”
“Hahaha dasar wanita..”
“Apa yang kau katakan?”
“Tidak..”
“Hmm kali ini apa yang membawamu KEMBALI kesini keempat kalinya?”
“Aku mengkhawatirkanmu~”
“Yoong! Aku bukan anak kecil lagi!!!”
“Hahahaha apa benar?”
“Yaaa! Bahkan umur kita sama Kwon Yoonan!!!”
“Aku yakin itulah yang membuat kita berakhir begitu saja..”
“Yaaa!!!” ucap Tiffany sambil memukul pelan kepala Yoong dan berlari menuju arah pantry meninggalkan Yoong
“Ouch.. yaa! Pig! Kemari kau!!!” runtuk Yoong sambil mengejar Tiffany
Yoong berlari kesana kemari mengejar Tiffany, gelak tawa tidak dapat dihindari membuat keduanya kini terbaring didalam sofa milik Tiffany.
“Mari hentikan.. haaah aku lelah..”
.
.
TING TONG.. kembali terdengar suara bel berbunyi, pemilik apartement tersebut melihat layar tv yang menghubungkan dengan cctv didepan pintu membuatnya tersenyum kembali dan sedikit berlari dan membuka pintu
“Aaah kau datang lebih awal hari ini..”
“…” tidak ada jawaban dari Yoong ia hanya tersenyum dan masuk kedalam, lalu duduk disofa dan merebahkan tubuhnya
“Apa kau mau juice?”
“…” Tidak ada jawaban dari Yoong, Tiffany sudah membawakan juice dan menarunya di atas meja
“Ada apa denganmu?”
“Apa dia selalu menunggumu di depan pintu itu?” tanya Yoong sambil menatap Tiffany
“…”
“Kenapa kau tidak membiarkannya masuk Tiff..”
“…”
“Aku mengerti perasaanmu.. namun cobalah bicara dengannya. Sungguh bagaimanapun dia adalah Hyungku Tiff.. aku tidak tega melihatnya seperti itu. Cinta nya begitu besar untukmu..”
“Aku tidak ingin membahasnya Yoong..”
“Aku mohon..”
“Aku belum bisa bertatapan secara langsung dengannya lagi Yoong.. aku takut..”
“Inilah yang aku khawatirkan.. kau memiliki trauma. Besok pergilah denganku kedokter untuk cek kondisimu.. jangan menolak aku tidak menyukainya.”
Membuat wanita dihadapannya tersenyum menampilkan mata yang indah membentuk setengah bulan seperti bulan sabit ketika ia tersenyum.
.
.
.
Air shower kamar mandi ruang rawat Yoong terdengar dengan sangat jelas jika seseorang didalamnya sedang melakukan aktivtas membersihkan dirinya yang belum selesai padahal 1 jam telah berlalu. Yuri beberapa kali mundar mandir di depan pintu kamar mandi ruangan tersebut. namun seseorang menikmati derasnya air yang mengalir membasahi seluruh tubuhnya
Flashback
“Jess..”

“Oh Yoong?”

“Hai.. apa pakerjaanmu baru saja selesai?”

“Ya.. apa kau menginap lagi di Sm?”

“Ya.. ada sebuah project maka aku harus menyelesaikannya.. boleh bicara sebentar”

“Tentu”

“Hmm.. sepertinya..”

“Sepertinya?” tanya Jessica binggung

“Kau tahu dengan sangat jelas jika aku masih terbelengu dengan bayangan cintaku dimasa lalu, begitupun dengan dirimu.. namun apa yang aku rasakan kepadamu saat ini bukan bermaksud untuk mempermainkan perasaanmu.. hmm aku hanya ingin kita berdua bisa terlepas dari bayangan masa lalu dengan membuka lembaran baru yang lebih baik lagi bersama-sama..”

“…”

“Mau kah kau membuat kenangan indah bersama dalam waktu yang lama dengan membangun rasa cinta disetiap perjalanan waktu kita bersama ?”

“…”

“Jess?”

“Yoong..”

“Ya?”

“Apa kau yakin? Kau tau ini sangat beresiko?”

“Kajja telan manis pahit resiko itu bersama? Itupun jika kau bersedia”

“Apa karir mu baik-baik saja? Kau tau bukan karir kita sedang diatas angin”

“Apa harus menunggu karir terpuruk untuk mendapatkanmu? Baiklah aku akan membuat skandal besok”

“YAA! BODOH! Hahaha”

“Jessica Jung apa kau mau menjadi kekasihku?” tanya Yoong sambil berlutut di hadapan Jessica yang sedang duduk di sebuah kursi. Yoong mengeluarkan satu batang coklat yang bertuliskan “LOVE Jessi”

“…”

“Patahkan coklat itu dan berikan satu potong kecil kepadaku jika kau menolakku hahaha untuk penawar rasa pahit.. jika kau menerimanya..”

“Bagaimana jika aku menerimamu?”

“Hmm.. kiss me..”

*plak* coklat tersebut Jessica pukulkan kepada kepala Yoong

“Yaaa! Kau merusak coklatku Jessie..”

“What ? ini sudah menjadi coklatku Yoong!”

“So.. apa jawabanmu?”

“Kajja kita makan coklat ini bersama..”

“Kau menerimaku?”

“Hmm”

“Sebuah kehormatan bagiku menjadi kekasihmu, dan aku harap kita bisa melanjutkan hidup kita dimasa depan, dalam kebahagiaan…”

“Akupun berharap seperti itu..”

“Aku berhadap kita bisa menjalani semuanya dengan baik dan tanpa menyakiti siapapun..”

“Apa maksud arah bicaramu Yoong?”

“…”

“Jess.. aku harap hubungan kita bisa jauh lebih baik dari yang sebelumnya..”

“Jangan pernah meninggalkanku secara mendadak atau tanpa pesan.. karena aku membencinya..”

“Tentu tidak akan pernah..”

Flashback END
Perlahan butiran air mata yang hangat bercampur dengan aliran air shower yang mengalir, ia tidak bisa menahan rasa sesak yang menjalar kedalam seluruh tubuhnya. Ia tidak munafik jika kini sebagian jiwanya ikut terhayut dalam kesedihan melihat keadaan Yoong yang tidak berdaya. Secepat mungkin Jessica mencoba membiasakan dirinya kembali dengan menghapus air matanya dan bergegas merapihkan dirinya. Ia pun keluar dari dalam kamar mandi dengan aura yang sangat segar namun tetap saja kedua bola matanya tidak dapat berbohong jika menyorotkan tatapan kesedihan. Ia tidak tersenyum kepada Yuri maupun Tiffany. *CLEK* pintu ruangan Yoong terbuka, semua mata menatap kearah pintu tersebut, ternyata Sunny baru saja datang dan tersenyun kepada semua yang berada diruangan tersebut. Sunny duduk di sofa yang telah disediakan dia membawa beberapa lembar berkas, Yuri mengetahui apa yang akan Sunny bicarakan. Yuri menghela nafas beberapa kali karena ia tahu jika kedua wanita dihadapannya tidak akan menyetujui rencan gila Appa nya tersebut. Jessica sedang duduk mengeringkan rambutnya, sedangkan Tiffany masih diam menatap Yoong yang sedang terbaring lemah.

“Emh.. Maafkan aku sebelumnya.. Aku datang terlalu pagi untuk mengatakan hal ini…” Ucap Sunny membuat Tiffany dan Jessica menatap kearahnya

“Ada apa?” Tanya Jessica

“Maaf.. Aku harus membawa tuan muda Yoonan ke Amerika untuk sementara.. Karena ia membutuhkan perawatan yang lebih dari ini..”

“Whats???” Ucap Jessica dan Tiffany bersamaan

“Aku rasa Yuri-shi sudah mengetahuinya sejak kemarin.. Aku hanya menjalankan perintah tuan Kwon saja. Dan untuk-mu Jessica… Tuan Kwon ingin kau bertemu dengannya nanti malam.. Diruang vvip rumah sakit ini..”

“Aku? Ada apa?” Tanya Jessica binggung

“Entahlah.. Aku rasa aku tidak pantas untuk mengatakannya kepadamu biarkan tuan Kwon yang mengatakannya…”

“Sunny-shi.. Ikut aku kita perlu bicara..” Pinta Yuri, sambil menarik Sunny keluar dari ruangan tersebut

“Jess..” Panggil Tiffany lemah

“Ya?”

“Apa kau mengizinkanku untuk menemani Yoong dirumah sakit di Amerika sana? Aku akan menjaganya dengan baik untukmu.. Itupun jika kau tidak keberatan” pinta Tiffany dengan ragu

“Tentu aku keberatan.. Aku ini kekasihnya. Namun apa yang aku bisa lakukan selain mengucapkan rasa terimakasihku kepadamu karena kau mau menjaga kekasihku? Aku harusnya bersyukur dan menelan pahit rasa cemburuku demi kebaikan kita semua.. Oh bukan semua tapi Yoong” jelas Jessica

“Jadi..?”

“Aku mengizikannya.. Akupun akan terbang kesana nanti jika jadwalku sudah tidak padat. Jagalah dia untukku Tiff.. Aku percaya kepadamu”

“Terimakasih Jessie…”

“Baiklah aku pergi dulu.. Sebaiknya kau mengetahui nomer ponselku agar jika kau membutuhkanku, kau bisa menghubungiku dengan segera..”

“Aaah kau benar..” Tiffanypun memasukan nomer ponsel Jessica kedalam handphonennya, Jessica tersenyum dan pergi dari ruangan tersebut, beberapa saat kemudian Yuri datang dengab wajah sedikit frustasi dan langsung menghempaskan dirinya di sofa

“Ada apa Oppa?” Tanya Tiffany

“Aku tidak bisa berpikir jernih lagi Tiff..”

“Ada apa?”

“Appa.. Dia menjodohkan Jessica dengan Taeyeon…”

“APA?” Kaget Tiffany

“Ya dia menjodohkannya dengan Taeyeon. Aku tidak bisa berpikir dengan tenang saat ini apa yang harus aku lakukan? Taeyeon jelas menolaknya namun jika sudah seperti ini apa Jessica akan menolaknya juga?”

“Apa maksudmu Oppa ? Jelas Jessica bisa menolaknya.. Dia memiliki hak itu ..”

“Tidak semudah itu Tiff.. perusahaan ayah Jessica, Jung Corp adalah anak perusahaan dari Appaku yang bergerak dibidang jasa firma hukum… Sebagian besar saham milik keluarga kami, mana mungkin ayah Jessica bisa menolak permintaan Ayahku.. Aaargggghhhh”

“Bagaimana bisa ???”

“Entahlah aku pun baru mengetahuinya hari ini.. Sunny yang memberitahukannya kepadaku… Aaarggghhh Tiff.. Aku harus bagaimana????”

“Ini cukup Gila…”

*Clek* seseorang masuk kedalam ruangan tersebut

“Oh god.. Bagaimana ini bisa terjadi Yul…” Tanya Shin-hye yang baru saja datang

“….”

“Dimana Jessica? Apa dia baik-baik saja?? Aku dengar kejadiannya ketika Yoong bersama Jessica…”

“Dia baik-baik saja…”

“Jaga kondisi tubuhmu.. Aku membawakan beberapa makanan untuk kalian berdua..”

“Terimakasih Unnie…”

“Semuanya sudah siap, Yoong bisa dipindahkan besok.. Aku harap kalian memahami kondisi ini”ujar Sunny yang baru saja datang memasuki ruangan

“Kau pergilah.. Dan jika kau bertemu dengan Taeyeon tolong katakan kepadanya apa yang aku sampaikan tadi Sunny-aah”

“Baik tuan Yuri…” Ucap Sunny dan meninggalkan ruangan tersebut, Shin-hye duduk disamping Yuri lalu membukakan kotak makanan

“Kau harus makan Yul.. Aku tidak ingin kau sakit” Shin-hye menyodorkan satu potong kimbab

“Tiffa bergabunglah makan bersama kami..”

“Tidak oppa aku tidak lapar…”

“Yaaaa!” Ucap Yuri lalu beranjaak dari duduknya sambil membawa satu buah kotak berisikan kimbab untuk menghampiri Tiffany

“Aaaaaa” ujar Yuri sambil menyuapkan satu potong kimbab kedalam mulut Tiffany

“Oppaaa~” rengek Tiffany sambil mengunyah satu potong kimbab tersebut

“Kau harus makan anak nakal!” Ujar Yuri sambil tersenyum dan mengusap puncak kepala Tiffany

“Oppa apa kau akan ikut ke Luar negeri tersebut?”tanya Shin-hye

“Tidak. Aku mengkhawatirkan Jessica.. Karena pelakunya masih belum tertangkap sampai saat ini…”

“Oooh.. kau begitu mencintainya..”

“Tentu.. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya..”

“Oppa aku permisi dulu aku ada jadwal setelah ini.. Jaga kondisimu.. Bye Tiff..”
“Bye Unnie…”

Shin-hye pun meninggalkan ruangan tersebut

“Oppa apa kau gila? Dia bisa terbakar api cemburu melihat sikapmu kepadaku!!!”

“Tidak dia tidak memiliki rasa apapun lagi kepadaku”

“Hati seseorang tidak akan pernah ada yang tahu Oppa.. Bagaikan buah durian yang memiliki banyak duri namun didalamnya terdapat buah yang sangat lezat. Siapa yang tahu hati seseorang didalamnya..”

“Hmm.. Apa kau mangajariku ? Apa kau akan ikut ke Amerika??”

“Yaa aku sudah meminta izin kepada Jessica dan dia mengizinkannya.. dia akan menyusul nanti..”

“Nampaknya dia sangat mencintai Yoong…”

“Oppa…”

“….”

“Aku hanya berharap siapapun jodohku nanti dia yang akan menemaniku sampai maut menjemput” lirih Tiffany

“Aku hanya berharap jika Jessica menemukan kebahagiaan yang sebenarnya walaupun jika itu bukan aku..”

“Cepatlah sadar Yoong.. Mari kita selesaikan jalan cerita cinta kita.. Aku merindukanmu” lirih Tiffany sambil mengengam erat tangan milik Yoong

.
.
.
tbc

Iklan

68 pemikiran pada “EX 4.5 FINAL ENDING

  1. Akhirnya yang ditunggu tunggu..
    Jadi makin ribet yah, hmm terserahlah ending nya mau gimana aku juga gamau nebak, cuman pingin mereka bahagia aja deh hehe

    Selamat menjalankan ibadah puasa 😊 dan semangat fighting 💪💪

  2. Aduhh knp seperti ini sih .. bener” habis kata” .. so complicated .. berharap smw berakhir dgn baik .. bukan mengagetkan pasangan nya jdi acak .. gk nyangka jg klu ternyata tae lah yg bukan anak kndg mr kwon .. disini masih bgung siapa diblik penembakkan yoong …? Apa itu soo ato org lain .. soal nya tadi soo ada dirmh sakit
    . Buat nasib yoonsic dan yoonfany aq gk tau hrs mw kata apa .. jessi ama fany sama” sakit lihat kondisi yoong kyk gtu .. mw gimna lgi gtu .. smw sudah terjadi .. bnyk mslh .. knp jg mr kwon jodohin sica ama tae dan yuri ama sin hye .. owwh aku tau biar fany sama yoong .. good job mr kwon hehehehehe.. tapi kn gk adil buat tae ama yul masa jodoh mereka ketuker gtu .. berharap yg terbaik ajah lah … hehhehe .. makasih buat athor udh update momentum bget soal nya
    . Hehehe penantian bget soal nya fic yg satu ini hehheheh… ^^

    • Ternyata gw salah… Kecewa banget dah kalah cepet 😰😭
      Ett dah gw makin tambah penasaran banget dan itu kenapa bisa pasangannya dituker lagi hhh wewww
      Tulisannya final ending, gw pikir bakal langsung abis gataunya masih ada lagi hehehehe

  3. Kok mkin rumit sihhh
    Apa apaan sihhh appa kwon… Msa iy tae di jodohin sma sica… Ya ampunnnn….
    Greget bnget sma tu si tua bangka upsss lgi emosi. Seenakx aja atur hdup ank”x

    Tuhh kn bner tae bkn anak kndung

  4. Ternyata yoong gw yg ketembak jangan sampai aja dia mati. Aduh appa kwon bikin tambah ribet aja deh masalah masa’ sekarang jessica malah mau dijodohin sama taeyeon pokoknya gw masih berharap ini bakalan yoonsic yul sama tiffany aja atau terserah deh yg penting yoonsic nggak pisah gw ngerasa sayang banget klo sampai yoonsic pisah.
    Gw penasaran banget siapa yg mau ngebunuh yoong atau jangan jangan beneran si sooyoung lagi.

  5. Jadi bingung sama jalan pikirannya tuan kwon..
    Pasangan yg udh pas malah dipindah2..
    Tp kayanya itu untuk kebaikan mereka semua sih..
    Biar nggak saling menyakiti lagi..

    Tae2.. hiks..
    Ternyata beneran dia yg bukan anak kandungnya mr kwon..
    Dan dia udh tau dr awal kalo dia buakan anak kandungnya..
    Kenapa sekarang simpati ke tae2..
    Apalgi sekarang dia yg dituduh nyelakain yoong..

    Semoga yoong nggak knapa2..

    Please authornim jangan buat sad ending ya..

    Btw selamat menjalankan ibadah puasa ya buat temen2 yg merayakannya..

  6. Wow… Speechless…
    Rumit, ribet,ruwet.
    Dramanya masih panjang.
    Yg terbaik aja deh buat mereka smua.
    Yoong cpt sembuh, kasian jessie dan tiffany. Enak bener ya jadi Yoong, dicintai 2 cewek kece spt mereka…

  7. kok ada sih yng tega bikin yoong kyak gitu….
    tuan kwon kok jhat bnget sih, bikin yoong sma sica kpish mna sica mlah di jodohin sma si tae, kan tae sma sica gak knal
    yuri kbiasaan deh slalu main tindkan lngsung tnpa di fikir dlu (hyung yng kdang emosian tpi sbenrnya syang bnget)
    akhirnya mslh anak kndung dan ank angkt keungkp juga
    brhrp smoga yoonsic, tpi apapun nanti couplenya smoga yng trbaik untuk mreka…
    Fighting kak…
    Slamat mnunaikan ibdah puasa

  8. Aduh, aku yoong yang anak angkat ternyata taeyeon pantesan beda dari kwon bersaudara. Part ini ngena sumpah tapi nyebelin wkwkw kayak rada punya feel pasti nanti endingnya yoonsic padahal aku suka yoonfany, matiin ajalah yoongnya kalo kayak gitu wkwkwkwk abisnya ribet kasian fany aku.

  9. Yaa,,km update kmrn kok bisa klewat aku malah baca kemana2,, yang ditunggu udh ada ternyata 😀
    Tapi abis baca campur aduk perasaanku,, kasian juga si tae, tapi dia jg suka pukul cewe 😦 ini bener pacar atau calon yang ketuker judulnya,, si bapak ade2 aj idenya hehe,, sp pun jodohnya moga yang terbaik aja nanti 😀
    Eh tapi yang nembak yoon suruhan sp,, soo,apa seo, apa mlh jgn2 shinhye?? Malah jadi aneh2 kan aku,,hehe suudzon, aku benar ga bisa raba ini crita mo dibawa kemana 😀 mksh,,semangat,,

  10. So complicated ya thor 😭😭 kaget aja tiba tiba taeyeon sama jessi. Atas dasar apa ini gue bingung nebaknya wkwkwk

    Yul ayooo berjuang sampe abiisss. Itu tiffany yuri makin akrab aja yaaa.

    Astaga kok sedih bangey sih flashback yoona beberapa kali ke appartmn tiff 😭 dia khawatir? Tapi khawatirnya gimana sih. Pdhl tiffany awalnya gak berharap sepertinya, tapi dia masih cinta banget cuma dia gak berharap yoona masih ada rasa sama kay dia, pdhl yoong sepertinya emang mancing” fany dari omongannya itu dari sikapnya yg ke appartemn fany terus. 😭😭 tapi kok dia masih terus berjuang sama sica buat sama sama ngapus rasa sakit mereka dimasa laluuuu?

    Siapa sih ini apa beneran taeng ya? Karna kalut dia, ya ampun tapi enggak deh kayaknya astagaaa
    Thoooorrr ini makin banyk tebak tebakannya yaaaa? 😭😭😭😭
    Really cant waiiiitttttt

  11. Tegang gak karu.karuan bcanya,, semoga yoong cpet sadar biar bisa nrntuin spe yg mau do pilih antara jessica atau tiffany, saran gua mending yoong sama jessica ajj hehehe ,,,,

    Sbener nya spa yah yg nrani nbak yoong,,,

    Dooh ngeri taeyeon di jodohin sama jessica, knapa gak sama tiffany ajj, tuan kwon klo bikin kputusan suka ngeri,,,

    Gua kira ini bkalan ending eh tau” nya masih tbc,,

  12. bner dehh ini ff makin lama,makin susah ditebak alur ceritanya dan bikin bingung sekaligus gregetan bacanya 😅
    tebakan ku ttg anak angkat mr kwon meleset 😢. ternyata yg bukan anak kandung mr kwon itu taeng –” . Kukira itu yoong,ternyata malah yoonyul itu saudaraan . YoonYul saudara tapi sifatnya beda bgt yaa , yoong baik bgt tapi yul kadang emosional gitu .
    Aku jadi ragu sih kl yg nembak yoong itu soo . Mungkin teman bisnis mr kwon atau org di SMent yg gak suka sama yoong. Tapi jgn suudzon dulu deh, ga baik 😂
    Itu bagaimana ceritanya, taengsic dijodohkan gitu? jelaslah kalau taeng nolak,dia kan gak terlalu kenal sama jess dan gak suka sama jess.
    Bener juga sih makin kesini yg kasian itu taeng, udah gak ada wanita yg bersama dia, dituduh jadi dalang penembakan yoong,udah gitu taeng juga yg ternyata bukan anak kandung mr kwon.-. sungguh malang nasib mu nakk 😢.
    siapapun nanti couple endingnya, semoga kalian semua bahagia yaa , dan hanya lihat kedepan dan lupakan kenangan di masa lalu . Mau itu nanti endingnya yoonsic,taeny,yulhye atau yulsic,yoonfany,taehye, ataupun taengsic,yoonfany/yulti, yulhye . Semoga itu yg terbaik yaa ~~

    Aku ff ini udah end ternyata eh ternyata masih berlanjut 😅
    Terima kasih untuk Kak Ris sudah update ff ini, setelah hampir sekian lama ku nunggu dan terima kasih juga untuk author2 yg ada di WP ini . Untuk semuanya tetap semangat dan keep writing ^^ fighting fighting 💪

    • So long~ aku suka baca komennya..
      Aku jawab yaaa
      1. Yoonyul sifat beda emg iya, adik kaka emg kaya gt bukan wkwkwk
      2. Taeng emg teraniyaya yaa disini wkwk kambing hitam..
      3. Mau ending? Tunggu yaa.. Next.

  13. Akhirx setelah skian lama nongol jga nih ff. Makin complicated aja critax. Mr.kwon menukar” pasangan yg udh ada ya.
    Mudh”n yoong cepet sadar deh. Tu cpa yg nyelakain yoong ya.? Mudh”n pelakux cepet ketangkep deh

  14. makin rumit jg ya,.. sprtiny ff ini msh jauh dr ending.. haha..
    tu durian wlwpun berduri rasa di dlm ny lezat,.. wkwk.. lucu bacany thor..
    duh berharap bgt endingny yoonsic.. uhh.. cpt sadar ya yoong br smua terselesaikan

  15. Kirain tadi part ending. Untung aja masih tbc jdi bisa baca moment2 yg lain terutama moment yoonfany wkwk. Jadi penasaran siapa sbenarnya pelaku pembunuhan trhadap yoong. Kasian jg tae disini, mana tuan kwon semena mena aja jodohin org sbnarnya apa maunya tuan kwon 😬😆

  16. Makin rumit aja…

    Apa pelakunya shi hye..

    Teyeon sama sica.. yuri sama shin hye dan yoona meninggal biar semuanya menderita 😢😢😢😢.. efek terlalu terbawa suasana baca ff.. makanya maunya ngelantur 😁😁😁

    Jujur pengen yoonan sama sica jangan sama fany…plisss
    gax ke bayang kalau jessi sama taryeon. Gimana perasaan jessi 😢😢😢😢

  17. So apakah kalian ingin ff ini berakhir ? Lets see next part. Because kalo ini ending beneran ak gatau bisa nulis lagi atau tidak, karena imajinasi aku di ex ini tanpa batas wkwkwk alias gatau ending nya gimana karena setiap mau membuat akhir kaya ada ide lain gt tp hanya buat ex ga muncul di yg tulisan lain wkwk.

  18. Tuh kan bener, aku nggk tega sama taeyeon disini. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭. Udhlah ketika mencintai seseorang org itu malah berpaling darinya. Dan ini nggk hny sekali doang, tp berkali2. Apa coba kurangnya taeyeon? Emg sih dia terlalu overprotektif bgt sama tiffany bahkan pernah berlaku kasar sama tiffany. Tp itu dia lakukan krn apa? Krn tiffanynya jg yg mancing emosinya tae dgn mengungkit2 mantannya. 😒😒Dan Yoong.. Apa salahnya dia mengalah sedikit utk hyung2nya.. Mentang2 dia disini dicintai oleh kedua wanita yg dicintai kakak2nya.😒😒. Emg aku akuin, sifat yoong yg gantle bener Mempesona bny wanita. Tp klo mnurut aku, segantle apapun cowok klo dia nggk bisa mengambil keputusan dgn bijak malah tergoda sana sini. Itu namanya pengecut. 😫. Maaf thor, aku nggk bermaksud melontarkan kata2 kasar, tp jujur aku emg nggk suka sama karakter yoong disini. Keenakan bgt dia jd cowok. Udhlah… Klo udh bisa move on dr tiffany dgn memilih Jessica jd kekasihnya. Fokuslah sama Jessica itu dan setialah sama dia. Ini malah masih kepincut sama tiffany. 😑😑 Huuaaa.. 😭😭. Sakit bgt klo emg akhirnya yoong nggk jd sama Jessica. Bayangin aja ibaratkan si A sama si B bersama2 membangun rumah dari NOL dan ketika baru setengah jadi eh si A malah pergi ninggalin si B?? Dan membuat si B hrs menyelesaikan rmh itu seorang diri atau bahkan dgn org lain?? Kan itu tega namanya. Yg ada si Yoong nggk pny komitmen dalam hidupnya.
    Pokoknya baca ff ini bener2 sakiiiiiiittttttt… 😭😭😭😭😭😭. Tp aku ttp bakal baca part selanjutnya, insya Allah. 😂😂😂😂😂😂😂😂😂

    • Selalu seneng kalo liat komenan panjang kaya gini.. Ngerasa kalo gue nulis gak sia-sia ada yg merhatiin sampe detail.. Makasih ya.

      Manusia tdk terlepas darii kekurangan, apa yg kita harapkan tdk ada di org yg syg sm kita pasti kita mencari org yg lbh dr dia.

      Iya yoong kurang tegas, karena dia mau menyelesaikan malam itu tapi malah ketembak.. Jd sulit skg di jelaskan

  19. Good update. 😊
    Ga bisa nebak sih endingnya gimana.. pairingnya siapa… kalau di liat dari setiap chapternya masih membuat kita reader mikir ini akan plot twist hihi.
    Siapapun pairing akhirnya aku akan ttp baca.
    Sbenernya agak kasian sm taeyeon. Di balik sifatnya yg kek gt sebenernya dia org yang baik cuma kesan nya dia jd alat kambing hitam semua orang..
    Di tunggu updateannya 🖒

  20. Jangan lupa baca earned yaaaaa buat kalian kalian ini ceritanya lbh seru dibanding EX menurut ku wkwkwkwkkw soalnya degdegan gt sm kaya EX.. Sama juga sih ribet sana sini sangkut paut wkwkwk jangan lupa komen juga gaissss…

  21. Tuan kwon maunya gmn sih?kok tae malah dijodohin sm sica, gk nyambung nih tuan kwon😆 gak kasian liat yoong ntr, bner tuh kata tae, gmn ntr pas yoong sadar eh sica malah jd cln kakak ipar.
    Ntr yoong di amerika ditemenin sm ppany, ya udhlah kl emng yoong msh cinta sm ppany, balikan lg aja, ntr yul sm sica, tae sm shin hye, udh pas kn

  22. ohh God my yoong 😢😭 poor my baby,,
    mr kwon kok gitu sih main jodoh-jodohin, nih cerita kykx makin hari makin ribet, speechless mau komen apa lagi, udh terserah author aja deh mau ending gmna, asal jgn ngegantung aja udh brsyukur, ttp smngt yah author untuk terusin nih ff, Hwaiting 😊😊😊

    nel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s