/T/L/

C0fv5xyVEAAHMtL

“Selamat ulang tahun!!!!!” riak riuh suara terdengar ketika seorang wanita baru saja memasuki unit apartemennya. Beberapa orang sahabat terdekat wanita itu tampak begitu bahagia memberikan kejutan meskipun dari wajah mereka terlihat lelah.

“Selamat bertambah tua Nona Jung!” Sunny orang pertama yang memberikan pelukan pada wanita yang masih terdiam dalam bahagia sekaligus harus sehingga ia tak tahu harus berkata apa untuk membalas ucapan sahabatnya yang jahil itu.

“Selamat menjadi 28 tahun Unnie! Semoga apapun yang kau inginkan segera terkabul.” Kali ini  sang makne dari grup persahabatan mereka yang memberi Jessica ucapan. Gadis yang hanya berbeda2 tahun dari dirinya itu memeluknya hangat, sesuatu yang bisa Jessica tebak dari sahabat yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.

“Selamat ulang tahun kakakku tersayang! Semoga Oppa segera melamarmu!” Krystal, adik bungsu Jessica sengaja mengucapkan kalimatnya itu dengan suara yang cukup keras sehingga salah satu pria yang berdiri membawa kue ulang tahun untuk yang berulang tahun hari ini tertawa dengan wajah merah padamnya karena malu.

“Sayang.. Selamat Ulang tahun.” Mata bening pria itu semakin bersinar ketika Jessica menatapnya penuh dengan haru dan rasa terimakasih yang tak mampu ia uangkapkan dengan kata-kata. Dengan senyum lesung pipinya yang menambah kesan manis dan tampannya, pria itu mengedipkan mata kanannya, mencoba menggoda sang kekasih yang terlihat begitu bahagia malam ini.

“Buka matamu.” Suara berat itu membuat Jessica secara perlahan membuka kedua matanya yang sudah tidak ditutupi kain hitam yang menutupi indra penglihatannya sejak beberapa menit lalu, tepatnya ketika sahabatnya itu menculiknya dari rapat pemilihan ketua badan eksekutif siswa  sudah selesai.

“Happy 17 Nona Jung.” Sebuah cupcake kini berada dihadapan Jessica yang tak henti mengalihkan pandangannya antara pada cupcake cantik dan sang pembawa cupcake tersebut sekaligus otak dibalik kejutan manis itu, Kim Taeyeon.

“Make your wish, Sica-ah.” Dengan linangan air mata bahagianya, Jessica mencoba menyembunyikan tangisannya itu dengan menutup kedua matanya dalam doanya.

 

“Selamat Ulang tahun bestie! Semoga kau dapat segera menyusulku.” Seorang wnaita dengan senyum bulan sabitnya kini berdiri disamping pria yang sejak tadi tak melepaskan pandangannya dari Jessica yang terdiam tak kala tatapannya beradu dengan milik pria itu.

“Selamat ulang tahun Jess. Semoga.. kebahagian itu selalu menyertaimu.” Suara yang mengalun dengan tenang dan nyaman itu membuat Jessica tersenyum kecil menerimanya.

“Terimakasih Taeng.. Oppa.” Keramaian itu seketika menjadi sepi dan hening tak kala kedua mata mereka kembali bertemu, beradu senyum meskipun hati tak mau menuruti kehendak sang empunya raga dan jiwanya.

 

“Taengoo.. kau ingin seorang kekasih yang seperti apa?”

“Euhm.. apa kau akan percaya jika aku bilang yang sepertimu.”

“Oh.. lelucon macam apa ini!” Jessica tertawa  begitu keras meskipun hatinya kini berdetak tak karuan mendengar pengakuan dari sahabatnya itu secara tidak langsung.

“Jika aku serius bagaimana?”

“Eh.. apa maksudmu?”

“Kau adalah kekasih yang kuinginkan, Jessica Jung.”

“Taengoo..”

“Aku mencintaimu. Izinkah aku membuktikannya dan jadilah kekasihku, Sica-ah.

 

***

 

“Sayang..” Jessica mengalihkan pandangannya pada sang kekasih yang baru saja menghampirinya dengan membawa 2 gelas anggur merah yang masih berada dalam genggamannya.

“Untukmu, nona yang semakin hari semakin membuat hatiku berdebar tak karuan.”

“Kau dan gombalanmu..” Pria itu tertawa melihat Jessica memutarkan pandanganya, terlihat bosan dan muak mendengar kejujuran hatinya.

“Itu bukan sebuah gombalan Sayang, itu adalah sebuah kejujuran.” Sanggahan itu membuat Jessica semakin memutarkan pandangannya.

“Yang ada malah aku yang semakin tua.”

“Ulang tahun akan selalu sama, Sayang. Banyak dari mereka yang sudah terlewat. Bukan tua, tapi mungkin kau menjadi semakin dewasa seiring bertambahnya umurmu, seperti hari ini.”

 

14

14 jam adalah interval waktu yang memisahkan Jessica dari sang sahabat yang masih menetap di Seoul sedangkan dirinya kini sedang memperjuangkan salah satu mimpinya. Sudah 1 tahun ini Jessica melanjutkan studi fashionnya di sebuah sekolah desain yang menghasilkan desainer-desainer papan atas yang sudah tidak perlu diragukan lagi karya-karyanya.

“Sayang.. kau terlihat… lelah.”

“Tentu saja, ini jam 3 pagi, Taeng.”

“Dan kau baru pulang?”

“Iya,, ada beberapa senior yang memintaku untuk membantu penyusunan konsep terbaru koleksi musim semi mereka.”

“Tapi hingga selarut ini?”

“Taeyeon-ah.. it’s New York. Tidak ada kata larut didalamnya.”

“Tapi Sayang…”

“Taeng.. aku lelah. Lebih baik kita lanjutkan besok. Bye” sebelum Taeyeon sempat mengatakan apapun, Jessica telah mematikan teleponnya dan bergegas membersihkan tubuhnya sebelum terlelap dalam tidurnya.

*Seoul 14 jam lebih cepat dari New York

“Kekasihmu tepat sekali Jessi.” Entah sejak kapan Tiffany kini berada di samping prianya yang terlihat begitu tampan dalam senyum 1000 dollarnya.

“Menjadi dewasa.. bukan hal yang mudah. Tapi sesulit apapun, pada akhirnya kau akan memperoleh kedewasaan yang secara tidak sadar telah tumbuh bersamamu selama ini, Jess.” Suara itu.. suara yang begitu ia rindukan itu kini kembali muncul meskipun membawa sesuatu yang tidak pernah ingin Jessica ingat lagi dalam hidupnya.

Taengoo…

Mengapa ketika aku memikirkan namamu, air mata ini mulai berkumpul?

Ketika aku menutup kedua mataku, membukanya dan melihatmu lagi… mengapa tangis itu selalu ingin menghampiriku?

Meskipun semuanya telah berubah, kau selalu berada di tempat yang sama, melihatku dengan tatapan tenang dan hangatmu yang malah semakin membuatku ingin menangis.

 

***

 “Sayang.. Appa senang sekali kau bisa ada disini hari ini.”

“Tentu Appa. Aku merindukanmu dan yang lainnya juga. Terutama sahabatku yang menyebalkan ini.”

“Ahh.. aku senang sekali melihat kalian seakrab ini.”

“Tentu saja kami sangat akrab Imo, Taengoo kan..” ucapan itu terhenti ketika Jessica merasakan genggaman Taeyeon di tangannya.

“Taeng?”

“Bagus. Kalian harus tetap akrab seperti ini bahkan setelah kami menikah nanti ya!” ayah Jessica tertawa bahagia menatap ibu Taeyeon yang terlihat sama bahagianya.

“Menikah?”

“Oh.. Taeyeon belum memberitahumu?”

“Taengoo?”

“Aku belum memberitahunya Ap..pa. Kupikir akan lebih baik jika kalian memberitahukan kabar bahagia ini secara langsung pada Jessica.”

“Taeyeon…” Jessica kembali menatap pria disampingnya itu dengan tatapan memohonnya namun pria bermarga Kim itu tetap menundukan pandangannya, tak berani memandang Jessica dan hanya fokus pada makanan yang sejak tadi tersaji di piringnya.

.

.

.

“KIM TAEYEON! Apa maksud dari semua ini?”

“Sica..”

“Tolong katakan bahwa semua ini tidak nyata..”

“Maafkan aku, Sica.”

“Taeyeon-ah.. kumohon. Tolong katakan padaku bahwa ini semua hanya lelucon garingmu yang kali ini sukses membuatku panik setengah mati.”

“….”

“Taengoo..”

“Maafkan aku, ini semua… adalah nyata, Sica-ah.”

“Jadi.. maksudmu.. kau akan segera menjadi kakakku?”

“Iya dan lebih baik.. kita akhiri semuanya sekarang.”

“Apa maksudmu?”

“Kau akan segera menjadi adikku dan tidak mungkin seorang kakak menikahi adiknya.”

“Mengapa kita tidak berkata pada mereka bahwa kita yang lebih dulu saling mencintai, bukan mereka!”

“Dan membuat kebahagiaan yang mereka raih lenyap seketika ketika mengetahui hubungan kita?”

“Lalu.. apa kita harus mengorbankan kebahagiaan kita untuk mereka, Taengoo?”’

“Apa kau ingat kapan terakhir kali Appa-mu tersenyum sebahagia tadi, Sica-ah? Ibuku… aku masih ingat kapan beliau tersenyum dan tertawa sebahagia tadi. Itu terjadi sudah sangat lama, ketika mendiang Appa-ku.”

“Taengoo.. tapi apa kita benar-benar harus seperti ini demi kebahagiaan mereka?”

“Aku sangat menyayangi dan mencintai ibuku, Sica-ah. Lagipula aku yakin Jason mampu membahagiakanmu lebih dari aku.”

“Jason? Taengoo dia hanya..”

“Hanya temanmu?”

“Tentu saja! Tidak ada apapun dianta..” kata  yang akan keluar dari bibir Jessica terhenti ketika pria dihadapannya itu menunjukan sebuah video dimana dirinya sedang bercumbu dengan seorang pria di sebuah klub malam di New York.

“Taengoo.. ini tidak seperti yang kau kira.”

“Sica.. bagiku semuanya sudah cukup. Semuanya kini semakin terlihat jelas. Aku masih sangat mencintaimu tapi sepertinya Tuhan mempunyai rencana lain dengan hubungan kita. Aku memilih untuk mengorbankan hubungan kita demi kebahagiaan ibuku dan ayahmu. Maafkan aku, tapi kuharap kau mau belajar untuk menerima ini semua. Anggap saja ini adalah salah satu ajang pendewasaan bagi kita berdua dan aku harap kita bisa melaluinya dengan baik.

***

“Jessica Jung, maukah kau menikah menjadi istriku?” pertanyaan itu membangunkan Jessica dari lamunannya.  Ditatapnya kembali sang kakak yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang bebeda seakan dia tak mau Jessica menerima lamaran itu.

“Yoong…” Jessica kini mulai bersuara membuat semua mata kini tertuju padanya.

“Iya Sayang?” masih dengan harap-harap cemasnya pria bermata kijang indah itu berbicara.

“Aku… maafkan aku.” Jessica menutup kedua matanya. Air mata itu perlahan mengalir lagi. Semua kenangan indahnya bersama Taeyeon kini mulai bermunculan.

“Sica…” Tubuh kekasihnya itu Yoong bawa dalam pelukannya. Ia mengerti jika memang Jessica belum siap dengan semua ini dan menolaknya. Hanya saja jujur, hatinya sakit sekali. Wanita yang begitu dicintainya tidak ingin menjalin mahligai rumah tangga bersamanya, membayangkannya saja rasanya dada Yoong terasa berat.

Mata itu kembali Jessica buka. Yang pertama ia cari adalah ekspresi wajah Taeyeon yang entah mengapa terlihat begitu lega dan bahagia mendengar ucapannya tadi yang secara tidak langsung telah menolak lamaran Yoong.

“Maafkan aku Yoong, aku tidak bisa, menolaknya.” Senyum perlahan muncul di wajah Jessica ketika melihat ekspresi wajah Taeyeon mendadak menjadi pucat.

“Jadi kau….” Pandangannya kini Jessica fokuskan hanya pada sang kekasih yang menatapnya bingung dan penuh harap padanya. Kedua mata kijang yang selalu berhasil memberinya kedamaian dan kenyamanan ketika menatapnya kini bersinar penuh dengan kilat kebahagiaan dan ketidakpercayaan.

“Ya, aku mau. Aku mau menjadi istrimu.” Mendengar jawaban itu, Yoong segera membawa wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu dalam pelukannya. Sementara yang dipeluk hanya terdiam menatap seorang pria yang dulu bahkan hingga hari ini masih mengusik hatinya dengan semua kenangan menyenangkan tapi terlalu menyakitkan untuk dikenang.

Musim datang dan berganti seperti biasa. Meskipun banyak musim telah berganti, sekarang adalah waktu yang tepat  bagiku untuk benar-benar melupakanmu, untuk benar-benar terbiasa menjalani hidupku tanpa ada kenangan apapun  tentangmu yang selalu membuat tangis itu kembali menjadi sahabat terbaikku

 .

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

Inspired by: Time Lapse – Kim Taeyeon

i give it for my sister, Ka Pisces 🙂

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

.

.

.

.

Eternity Note: 

Setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan.

Setiap perpisahan akan meninggalkan sebuah kenangan, baik itu yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

Semua tergantung bagaimana kamu mengelolanya.

Jika kamu mencintainya, cukup doakan Tuhan akan selalu menjaganya meskipun kamu tidak bersamanya setiap waktu.

Meskipun dunia kalian telah berbeda.

Aku tahu ini tidak mudah tapi kamu harus tahu bahwa aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu 🙂

Love, Eternity Happiness

Iklan

53 pemikiran pada “/T/L/

  1. Pilihan bgus sica,, hehe,, wlupun si tae sempet msh blum move on,, hehe 😀
    Ya paitnya kopi msh bisa terasa manis pada akhirnya, klo kita dah bisa nikmatinya. Mksh,, buat ceritanya Adeku sayang,, 🙂

    Semoga kebahagiaan juga sllu menyertaimu,,

  2. Aku bahagia karena akhirnya yoongsic 😂😂😂

    Maaf jika akan selalu bahagia kalau yoong bahagia 😅😅😅😅..

    Lagipula taeyeon kan sudah jadi kaka jessi jadi gax mungkin menikah smaa jessi

  3. Wooooww…
    Perasan ini dibikin campur aduk hanya dalam 1 cerita yang singkat. 😄😄😄😄

    Keputusan yg bagus Jessy.
    Terkadang kita harus sangat berani utk memutuskan yg terbaik diantara yg baik.
    Tae.. Kau bukan berarti tidak baik utk Jessy.
    Tp keadaan, dan keputusan berkorban utk orangtua mu dulu, adalah alasan terbesar sehingga Jessy memiling Yoong.
    So, jgn sedih Tae.
    Karena keputusanmu mengorbankan perasaan cinta demi orangtua mu juga adalah keputusan terbaik yg terkadang akan sulit utk sebagian orang ambil.

    Jessy, Tae. LUAR BIASA. 😊😊

  4. Bodoh klo Sica nolak pria sebaik Yoong. Semanis apapun masa lalu, ttp aja namanya masa lalu, ga akan pnh bisa balik lg. Ambil hikmahnya, buang yg buruknya, ciptakan sesuatuyg lbh manis di masa skrg & masa depan, lbh manis dr kenangan di masa lalu

  5. Aq bahagia karna sica ga jadi nolak lamaran yoong hohoho.. Maaf ya taeng karna cintaku buat yoong lebih besar hehehe
    Seperti biasa ff nya bagus tp gw masih belum ngerti si fany bilang klo sica bisa nyusul kaya dia dan pandangan sica beralih natap namja yg ada disamping fany yaitu taeng, apa fany ama taengnya maksudnya udah merit ya? Klo iya, kenapa taeng harus lega saat dikira sica nolak lamaran yoong padahal dy sendiri yg mutusin hubungan mereka karna pengen ortunya bahagia ckckck
    Btw semoga selalu sehat 😊

  6. Sukurlah jessica nerima lamaran yoong. Tp ini si taeng dia yg milih ninggalin jessica dan dia jga udah nikah kya’x sama tiffany tpi kenapa malah dia jga nggak rela klo jessica nerima lamaran yoong.

  7. Benar sih kata-katanya setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan baik itu baik itu berakhir bahagia atau menyakitkan, tapi akan jadi kenangan sampai kapanpun. Orang pasti menampik, gue bakal lupain kenangan buruk ini atau apalah tapi akhir-akhirnya juga suatu saat bakal ingat lagi ~~ ekh enggak nyambung yaaa. Maaf terbawa suasana Taengsic nya karam di ff ini. Hehehehe

  8. for a good woman, meeting a good man at the wrong time in his life can be so frustrating.
    you want it to work, but deep down inside you know,,, it never will. – M.A.S

    Setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan.
    WDYM???
    it’s your goodbye or???

  9. huaa kirain endingnya taengsic :v
    taengsic kaga di ff, ataupun dunia nyata,tetap sama,yaitu kandass begitu saja.
    ehhtapi gpp deh yoonsic juga sukaa, sweet bgt mereka ^^ aku kira sih jessica bakalan nolak yoong,gataunya malah diterima, si jenong bkin deg-degan nih. ga dapet taeyeon,yoong pun jadi . Udahlah buat taeny dan yoonsic,kalian fokus ke pasangan masing-masing yaa jgn inget masa lalu lagi 😂
    semanis apapun hal yg ada di masa lalu,tetap aja itu akan jadi masa lalu *apadah*
    aku kira ini post random gitu,gataunya ini ff.

  10. Pilihan njess sangat tepat!

    Tapi kira2 di dunia nyata njess di lamar mister teler kek gimana yakk? 😂😂😂😂👻👻👻👻👻 *,oooppss

    Antara tae dan njesss buat lanjut emang impossible 😭😭😭😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s