The Problem of Beauty New Version

Jessica-Jung-Coach-ca

Title : The Problem of Beauty

Author : Lawliet ft  Choi Zuazua

Cast :   Steve Hwang, Jessica Jung

Other Cast : Kwon Yuri, Im Yoong

Genre : Thriller, Action, Romance, Sad, Genbend

Rating : 17+

Poster : @xoloveyoonwon

Typo berkeliaran !!!

Ada versi YoonWon !!!

Hallo ap kabar ?

Kalian masih ingat kan dg ff ini yang kemarin pernah dipost, oh iya mengingat kemarin masih banyak readers yg bingung karena banyaknya typo, entah nama cast ataupun panggilan.. aku meremake ulang dengan genre Genbend.. biar sama kayak ff aslinya YoonWon.. bukan karena itu saja sih, sebenarnya karena aku males ngedit dari straight jd yuri takutnya banyak yg ketinggalan, kalau dijadiin genbend kan sama tuh dg straight, Cuma ngedit nama cast doing.. wkwkwk

Tiffany Hwang a.k.a Steve Hwang (namja)

Jessica Jung (yeoja)

Kwon Yuri (namja)

Im Yoona a.k.a Im Yoong (namja)

Happy Reading

Czz-                 

Nafasnya memburu seperti sedang dikejar anjing gila, matanya berkilat penuh was-was. Ketakutan terlihat jelas pada wajah pucat pasinya. Keringat dingin membasahi tubuh gemetarnya. Taeyeon langsung berlari saat bayang hitam lebih dekat dibelakangnya. Dia merutuk dirinya sendiri mengapa tadi tak menerima ajakan pulang Baekhyun. Ponsel mewahnya pun tak membantu saat batreinya habis. Sial ! Siapapun tolong aku !

“ AAAAAAAhmmmmmp-..” teriaknya tertahan saat tangan besar membekap mulutnya. Sebelum kesadarannya hilang, dia sempat merasakan tusukan kecil pada lehernya.

..

Sayup-sayup dia mendengar suara dingin mengerikan. Kesadarannya kembali, namun sayang dia tidak bisa melihat apapun. Semuanya gelap, matanya ditutup, tangan dan kakinya terikat pada sebuah tiang.

“Apa yang kau rasakan ?!” Tanya sosok misterius bertopeng badut itu.

“Kau siapa ? apa masalahmu denganku ?” teriaknya penuh ketakutan.

“Dalam kehidupan yang terlihat akan sebuah kehormatan,ketenaran, dan kekayaan. Para dewa-dewi dengan  ke tampanan dan ke anggunan  mereka terbawa dalam ke angkuhan dari langit. Mereka tertawa tanpa menengok ke bumi, kearah kami. Selakyanya mahkluk hidup di bumi seperti manusia,hewan dan tumbuhan.” Taeyeon merasa tersesat akan ucapan sosok misterius itu.

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan ? Lepaskan aku, tolong !!!”

“Sang dewi yang tak pernah memandang manusia seakan dia buta, dia tidak sadar akan dunia sekitar” suara yang terdengar seperi laki—laki semakin mendekati Taeyeon

Taeyeon  gugup dan takut dengan  apa yang akan terjadi, keringat dingin pun bercucuran bersamaan isak tangisnya. “Apa yang kau mau dariku ? Uang ? aku akan berikan berapapun yang kau minta.” dengan hati yang berdebar Taeyeon  di kagetkan dengan sebuah belaian tangan dingin  pada pipinya “Aku m Imon kepadamu, tolong lepaskan aku.” dia tercekat akan sensasi mengerikan yang diberikan sosok lelaki misterius itu.

“Sang Dewi pun datang kebumi dengan membawa sebuah perjanjian yang memiiki maksud terselubung. Kami sebagai mahkluk bumi terpesona dengan wajah cantikannya. Banyak mahkluk bumi yang ingin mendekat dengannya. Manusia,hewan,tumbuhan, melakukan berbagai cara agar dapat mendapatkan hati sang dewi, sedangkan sang dewi sendiri seperti menikmati keadaan tersebut merasa bahwa dirinya special di antara yang lain.”

“Mengapa kau terus berbicara hal-hal aneh. Apa maumu sebenarnya ?” Taeyeon bingung dan takut berrcampur menjadi satu, namun dia dikagetkan akan bisikan dari laki-laki misterius itu. yang membuatnya membeku seketika.

”Kau mau tahu apa yang ku mau wahai sang dewi ? yang ku mau adalah mengambil keangkuhan yang kau miliki.”

“A-apa.. ???”

“Kau memiliki kecantikan selayaknya dewi di kayangan,namun kau menggunakannya untuk membod Imi serta mempermaikan hati orang lain. Dengan paras dewi-mu, kau menipu para makhluk dibumi.” Taeyeon semakin bingung akan pembicaraan ini.

“Apa maksud orang-orang dibumi yang memiliki sifat manusia,hewan,tumbuhan???”

“Orang yang memiliki sifat manusia adalah orang yang berfikir layaknya manusia. Mereka beraktivitas dengan social sebagai kehidapan mereka. Orang yang memiliki sifat hewan adalah orang yang serahkah karena kehidupan yang dibutakan oleh duniawi. Yang terfikirkan oleh hewan adalah makan dan makan. Sedangkan orang yang memiliki sifat tumbuhan adalah orang yang hidup seperti tak ada perpindahan dan hanya akan berdiam diri mereka memiliki social kehidupan namun hanya dalam kesunyiaan belaka.”

Taeyeon semakin bingung dan tak bisa menerka apa yang di maksud  orang misterius itu”Lalu apa hubungannya denganku?!” dengan nada lantang penuh isakan  dia berteriak

“Sssstt…” jari menempel di bibir Taeyeon Jjangan kau berteriak dengan menangis, aku jadi tak menikmati momen ini”orang misterius itu berbicara lalu pergi meninggalkan sandera nya

“Yakkk ! Mau kemana, kau ? sial lepaskan aku !!! dasar Gila.” Taeyeon  berteriak terus sambil mengerakan tubuhknya tapi tertahan dengan ikatan di sekeliling tubuhnya

“hhhhmm… seorang dewi tak patut bicara kasar seperti itu, aku hanya pergi sebentar untuk mengambil hadiah sudah segitu kangennya kah kau denganku.” lelaki misterius itu berjalan sambil membawa beberapa alat

“Dasar Orang gila ! buka penutup mata ini agar aku dapat meludahimu!!!” ucap Taeyeon kesal.

“O Im ya ?  ya aku merasa tidak adil bila membiarkanmu tidak bisa melihat pesta ini” lelaki misterius itu pun melepas ikat mata sandera nya ,dengan mata yang masih samar samar Taeyeon  melihat sosok lelaki yang memakai pakaian mantel hitam dengan tudung dan wajah yang tertutupi topeng badut .

Cuih cuih cuih..

Taeyeon  meludah tak beraturan dan memaki pria misterius itu. Melihat Taeyeon banjir airmata, meraung-raung m Imon ampun, minta dilepaskan membuat lelaki misterius itu sangat menikmatinya. Tawa penuh bahagia menggelegar membelah malam yang kelam. “Hahahaha…..whahahahah…hihihih…jhahahAHAHAHAHA..” Lelaki misterius itu berdiri dan melihat sandranya sambil memiringkan kepalanya, seolah-olah dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan pada boneknya itu.

“ Lets play to a game.” Bisiknya membuat Taeyeon bergidik ngeri.

“Wahai dewi kau begitu sempurna sehingga aku bingung harus ku ambil ke angkuhanmun dari mana dulu”lelaki misterius itu mengambil sesuatu di saku mantelnya ,sebuah kartu remi di keluarkanya “Aku ingin memainkan sebuah permainan dengan mu dan itu akan menentukan hasil dari tindakanku nanti” lelaki misterius itu berjalan menjauh beberapa langkah dari bonekanya

“Dasar GILAAAA!!!” dengan mengeluarkan tenaga dari suaranya yang semakin serak karena terkuras oleh teriakan-teriakannya

“Ssssstt…. Kamu focus saja dengan apa yang aku ucapkan, ok”lelaki misterius itu menyebar 13 kartu remi yang terdiri dari AS,2,3,4,5,6,7,8,9,10,J,K,Q.

“Baik begini permainannya, disiini ada 13 kartu remi. Kau pilih 1 nilai dan kau bayangkan,saat kau memilih nomor mu tambah 4 hasilnya sama dengan kali 2, setelah itu kurangi 6  lalu bagi 2 dan kurangi dengan angka yang kau pilih tadi.”

Dengan perasaan yang masih bingung, kepalanya terasa ringan. Dia menerka soal semacam itu, seseorang pasti akan tidak bisa berfikir. Lalu dengan keras dia menjawab ”DASAR ORANG TIDAK WARAAAAAAS!!!”

“Terima kasih atas pujianya ,tetapi aku sudah mengetahu jawaban nya dari nomor itu adalah 1.”

Taeyeon  terus berteriak namun sang penyandra tetap cuek dan mengambil sesuatu di meja yang berada di sampingnya itu, seperti sebuah amplop kecil lalu di bukanya dan melihat isi dari amplop itu”hm nomor 1 ho Im Imo kamu beruntung”orang itu melihatkan isi dari amplop itu adalah bertuliskan, wajah.

Dengan was was Taeyeon tergagap.”Apa..apa yang akan kau lakukan ?  jangan mendekat aku bilang JANGAN!!” Taeyeon  terus berbicara seperti itu sambil menangis karena melihat orang misterius itu membawa sebuah pisau dapur berkarat yang di pegang di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang paku ber ukuran 10 cm.

Dengan nada senang lelaki mistrius itu berkata”Aku akan memulainya, pilihlah dibagian mana aku harus mengawaliya ? kiri atau  kanan, kau bebas memilih.”

“Pilihan apapun yang di pilih akan bernasib tidak baik untukku.”

Taeyeon seutuhnya tak mengerti, kepalanya pusing bukan main. Jantungnya bertalu-talu penuh ketakutan, hatinya berdebar tak karuan, keringat dingin membanjiri sekujur tubuhnya, nafasnya tersenggal, dia merasa dunianya akan segera berakhir.

“HUAAAAAAAA…HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”  teriakan mengelegar  terjadi saat wajah Taeyeon  perlahan-lahan di sayat dengan pisau dan ujung paku yang berkarat itu, darah mengalir, membentuk sungai darah pada wajah dewinya. Seketika menjadi sebuah experiment menakutkan, tak bisa di lukisan dengan kata-kata. Lelaki misterius itu pun tertawa menikmati permainannya. Sangat senang, dia pun mengambil palu yang terletak diatas meja dan mengambil 5 paku lagi,

Suara teriakan itu meredam bersama pingsannya Taeyeon, tak menunggu lama pria misterius itu kembali lagi, melihat Taeyeon  pingsan membuat hatinya merasa sedih. Dia pun berniat mengakhiri game ini dengan palu dan paku berukuran 10 cm. Dia menancapkan paku 10 cm itu pada kepala Taeyeon. Menyentak kaget kesadaran Taeyeon, dengan satu ayunan karena paku yang menancap belum sepenuhnya masuk  Taeyeon berhasil menghalaunya. terbangun dan berteriak sejadi-jadinya “HAAAAAAA……………..UAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” raungan kesakitan tak ubahnya alunan music merdu ditelinga lelaki misterius itu. Dengan semangat lelaki misterius itu menancapkan paku  pada kepla Taeyeon  yang terus menggelengkan kepalanya, pada akhirnya diam karena sudah meninggal. Kepala yang menunduk di angkatnya supaya dia dapat menyelesaikan permainan terakhirnya

Pria  misterius itu berdiri menaruhkan sebuah kartu remi Q(queen)  di antara tangan yang berada di belakang ikatan Taeyeon   dan sebuah kertas yang bertuliskan “Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.”

Dibalik topeng badutnya, lelaki misterius bertubuh tinggi itu menyeringai penuh kepuasan. “Game over, next to the game.” Dia lalu melepas topeng badutnya, bibir tipisnya bergumam. “Terimakasih, Kim Taeyeon atas partisipasi pesta ini. Tunggulah di neraka, aku akan membawakanmu teman.”

….

Selimut duka menyelimuti keluarga Kim saat putri sulungnya ditemukan tewas dengan keadaan yang mengenaskan. Kasus ini sedang didalami oleh kepolisian Seoul, diduga pembunuhan ini dilakukan oleh pelaku yang sama mengingat cara pelaku membunuh korbannya adalah cara yang sama. Ini bisa menjadi kasus pembunuhan berantai.

Tangis pilu menyertai peti kematian Taeyeon ketika dimasukkan kedalam tanah. Tubuh ny. Kim tumbang setelah tak kuat lagi menahan kesedihan atas ketidakterimaan kematian putri sulungnya. Suasana menjadi gaduh saat putri bungsunya menjerit, menangis sejadi-jadinya. Hendak ikut menjatuhkan diri menemani sang kakak tercinta, Yuri  yang berada disisinya dengan sigap menahan tubuhnya.

“Taeyeon unnie.. lepaskan ! aku ingin bersama Taeyeon unnie, hikssss..” Dia terus meronta dalam dekapan Yuri.

“Kau harus ikhlas, tenangkan dirimu.”

“Taeyeon unnie.. unnie hiksssssss…” menyusul juga dia seperti ibunya, pingsan tak kuat lagi menahan tubuhnya.

“Orang macam apa pelaku ini, satu bulan terakhir sudah ada 9 orang yang dibunuh secara tragis, dan semuanya wanita cantik. Aigoo..” decak lelah detektif Park.

“Bagaimana dia tega membunuh wanita cantik-cantik itu, yang aku dengar Taeyeon adalah salah satu mahasiswi popular di Kyunghee. Bukan hanya karena berasal dari keluarga kaya raya, dia juga mempunyai paras cantik.” Timpal kepala Lee.

“Dia juga seorang play girl, bisa jadi pelakunya adalah salah satu mantan kekasihnya, atau pria yang pernah ditolaknya. Dia sakit hati lalu balas dendam.!” sahut detektif  Im.

“Aku setuju dengan detektif  Im, melihat surat-surat yang ditinggalkan pelaku. Tapi, bisa juga pelakunya seorang wanita yang iri dengan para korban.” Seohyun menatap penuh arti 9 selembar surat.

“Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.” Selembar surat yang ditinggalkan pada jasad Taeyeon.

“Maksudmu wanita jelek yang merasa iri dengan wanita cantik ? Tidak bisa dipercaya..” geleng Park Chanyeol. “Sejujurnya aku lebih berpikir bahwa yang membunuh adalah seseorang terdekat korban. Kim Seolhyun model majalah dewasa itu, dia salah satu teman Bora penari bar elit itu.”

“Kau telah menjalani kehidupan ini dengan bahagia namun kau mengecewakan arti kehidupanmu dengan hal-hal yang  kau lakukan akan  kecantikanmu, kau gunakan untuk mencari uang dengan cara yang kotor,  menjual tubuhmu,berfoya-foya tanpa mau berbagi,seperti dalam  film kau akan berakhir dengan sutradara yang mengatur hidup mu karena kau bagai model mata tua.” Mati dengan pose  model dewasa dengan wajah yang meleleh sebelah. Itu bagian surat yang mereka dapatkan di jasad Seolhyun .

Dan ini surat yang ditinggalkan pada jasad Bora“Laksana penari topeng yang anggun,ia begitu tenang mengikuti iringan lagu di malam hari, seperti kupu kupu malam yang berada di sekitar danau dingin banyak sekali katak yang bersiul melihatnya menari. Wanita diciptakan dengan keindahannya namun bayak yang  salah menggunakannya.”Mati dengan tubuh berada dalam sebuah peti penuh kawat  yang meyayat sekujur tubuhnya, kehabisan darah.

“Tapi Taeyeon tidak ada hubungannya dengan mereka. Apa mereka berkelompok, maksudku ada beberapa pelaku disini.” Sanggah Seohyun.

“ Aku yakin pelakunya adalah orang yang sama. Dia psikopat !” geram Yoong.

“Cari tahu siapa saja mantan-mantan Taeyeon, dan lacak nomor ponselnya. Dan dimana dia terakhir berada pada malam itu !” perintah Suho.

“Aku bersumpah akan menyeretmu dengan kedua tanganku sendiri.” Mata Yoong mengkilat sungguh-sungguh. Tatapnnya kembali jatuh pada surat-surat itu, satu-satunya petunjuk yang ada“Hewan buas pun tetap menyanyangi kelompoknya. Mereka mencari makan secara kelompok,karena mereka tahu kehidupan mereka lebih berarti bila bersama,walau mereka sering memburu mangsa yang sama namun mereka bersaing dengan sehat bukan dengan cara licik, lidahmu tak seindah dambaan senyuman bibirmu, demi mencapai apa yang kau inginkan kau menfitnah, bermain sandiwara kehidupan dengan keji dan tak tahu malu.”Kang Seulgi sang pengacara ternama yang biasa membela para koruptor, Mati dengan mulut terobek.

Istrirahatlah dulu, kita bisa melanjutkannya nanti. Perut kosong tidak akan benar-benar membantu !” titah kepala Lee, tangannya dengan cekatan mengumpulkan berkas-berkas kasus yang mereka tangani.

“Kepala Lee, aku belum selesai membacanya !” renggut Yoong.

“Apa dengan kau membacanya seribu kali semua akan menjadi baik. Isi perutmu Yoong, kau bisa membacanya nanti. Jangan sakit !”

Satu tahun sejak kematian Taeyeon polisi masih belum menemukan siapa pelakunya. Dan pembunuhan berantai itu seakan berakhir begitu saja, setidaknya belum ada korban lagi namun bukan berarti mereka menghentikan pencarian. Mereka masih melakukan penyelidikan secara diam-diam karena kasus Taeyeon telah ditutup sesuai keinginan ny. Kim.

Jessica  menatap langit hitam yang selayaknya hendak menyaingi hatinya dengan tatapan gusar. Dia tak membawa payung dan hujan akan segera turun sebentar lagi.  Baru saja dia khawatir, hujan sudah turun begitu derasnya. Menimang-nimang langkah apa yang harus ia pilih, menerobos hujan dan berakhir basah sekaligus kedinginan atau parahnya lagi dia akan jatuh sakit. Menunggu hujan reda sama juga kedinginan sampai bawahan ibunya menjemput, tidak ! itu bukan pilihan bagus. Sang ibu pasti akan mengomel bila tahudia pergi sendirian tanpa satu pengawal.

“Seandainya ada kau disisiku, pasti aku tak akan sebingung ini..”desahnya lirih, hujan membuatnya basah akan kenangan. Dia dingin, merindukan sebuah pelukan.

“Bukan ada atau tidak adanya dia disisimu kau bingung, tapi kau sendirilah yang membuatnya menjadi sulit. Jika tidak ingin bingung maka buatlah keputusan dengan yakin. Hilangkan rasa ragu-ragu tak berdasarmu. Seseorang yang sudah meninggal tak sepantasnya masih kau sesali kepergiannya.” Ucap lelaki bertubuh jangkung yang berdiri dibelakangnya.

Jessica  menyipitkan matanya ke arah lelaki yang sedang menatapnya sendu. Meskipun syal hampir menutupi setengah wajahnya namun Jessica  dapat mengetahui bahwa lelaki ini memiliki wajah tampan. “Kau siapa ? aku tidak bicara denganmu.”

“Kau baru saja berbicara denganku nona Jessica .” Mata Jessica  terbelalak, lelaki ini mengetahui namanya. Perasaan takut terhadap orang asing membuatnya melihat ke sekitar, syukurlah masih ada beberapa orang yang berada di halte bus tersebut.

“Lihat ekspressi takutmu, aigoo.. aku pikir kau tidak memilikinya selain wajah cantik..” lelaki itu tersinyum simpul. Kini Jessica  dapat melihat seutuhnya wajah tampan itu. Astaga belum pernah sebelumnya dia mengagumi lelaki lain, apalagi lelaki asing.

“Aku tidak mengenalmu tentu saja aku harus memiliki rasa takut. Cantik ataupun jeleknya seorang gadis, mereka pasti memiliki rasa takut.”

“Benarkah ?” tanyanya terdengar remeh ditelinga Jessica .

“Kau seorang lelaki mana mungkin tahu, sudahlah aku tak akan bicara lagi dengan orang asing.” Jawab Jessica  lalu berniat menerobos hujan, akan tetapi sebelum tubuhnya semakin basah lelaki asing itu menarik tubuhnya kencang. Tubuhnya menabrak tubuh lelaki asing itu, wajahnya tenggelam dalam dada bidangnya.

Untuk beberapa ratusan tetes hujan mereka bertahan dalam posisi yang bila dilihat orang seperti sedang berpelukan. “Apa yang kau lakukan, kau..!’’ ucap Jessica  tergantung saat lelaki asing itu memakaikan mantel tebalnya pada tubuhnya.

“Wajah cantikmu tidak cocok bila harus berubah pucat jika kau sakit.”

“ Jika kau berpikir aku gadis semacam itu, kau salah besar ! Aku  tidak seperti mereka!” decaknya kasar “ Dasar mesum.” Gerutunya sambil melangkahkan kakinya cepat.

Lelaki asing itu terkekeh mendengar gerutuan Jessica , terdengar lucu saat Jessica  malah semakin merapatkan mantelnya. “Aku anggap itu ucapan terimakaasihmu.”

“Mengapa kau terus mengikutiku ?”

“Hey ini jalanan umum, aku bebas pergi kemana yang aku mau.”

“Tapi kau tidak diijinkan jalan dismpingku..”

“Kenapa ? apa ayahmu melarangmu jalan bersama orang asing ?” Jessica  berhenti sejenak membuat langkah lelaki asing itu berhenti juga. Mereka saling bertatapan sebentar, sebelum Jessica  melanjutkan langkahnya lagi.

“Sepertinya benar ayahmu melarang. Ayah yang protektif.”

“Ayahku sudah meninggal.” Kesedihan yang tersirat dari ucapan lirih Jessica  membuat lelaki asing itu tertegun untuk sesaat.

“Maaf, aku tidak tahu.”

“Jika kau tidak tahu apa-apa, berhenti melakukan apapun. Ketidaktahuanmu itu bisa saja membuat seseorang terluka.”

“Tapi aku tahu namamu, aku juga tahu ini bukan jalan menuju rumahmu.” Elak lelaki asing itu, hanya mencoba menutupi rasa tersinggungnya.

“Bagaimana kau tahu nama dan rumahku ?” Jessica  benar-benar menghentikan langkah kakinya, mereka saling berhadapan di tengah derasnya hujan yang membasahi tubuh.

“Kau sangat terkenal dikampus, namamu sangat popular. Tidakkah kau menyadari itu?  Wajah cantikmu sering dibicarakan, sifat tertutupmu juga. Kau yang hanya memiliki teman dari keluarga kaya. Perlakuan istimewa dari orang-orang kampus dan yang berada disekitarmu sangat ters Imor di penjuru kampus.”

“Kupikir aku tidak sepopuler itu.” Desah Jessica  lemah. “Terkadang apa yang kau dengar tak semuanya itu sebuah kebenaran.” Ucap Jessica  dingin, sedingin hujan yang turun. “Dan kau barusaja membuat hatiku terluka, karena ketidaktahuanmu itu.” Lajutnya men Imok lelaki asing itu.

“Namaku  Steve, ikutlah denganku. Aku bersumpah kali ini kau tidak akan terluka atas pengetahuanku ini.” Ucap lelaki asing yang bernama  Steve serius. Mengambil satu tangan Jessica  untuk digenggamnya. Berjalan cepat, lebih tepatnya menyeret Jessica . Matanya menatap awas, shit mereka mulai bergerak.

Jessica  tak membantunya sama sekali, dia malah menyentak keras tangan  Steve hingga terlepas. Napasnya terengah, dasar lelaki gila. Pikirnya. “Kau akan menyesal jika melepas tanganku !” hardik  Steve.

“Aku akan lebih menyesal jika membiarkanmu-..”

Damn it ! tidak ada banyak waktu lagi. Mereka akan menculikmu !”

“Bukannya mereka tapi, Kau !”

“Baiklah, pergilah !”  Steve berlalu begitu saja merasa jengkel pada Jessica  yang tak mendengar ucapannya. Dasar gadis keras kepala. Dan untuk apa aku repot-repot menolongnya, ini bukan seperti diriku. Hey.. mereka akan menyuliknya ! wajah menggemaskannya akan berubah ketakutan, gadis bodoh ! bagaimana jika mereka menyentunya, arghhh.. aku tidak bisa membiarkannya. Tapi, apa peduliku ? dia bahkan tak mau mendengarkanku. Shit ! aku akan membunuh mereka.  Steve kembali menyusul Jessica , baru 15 menit dia meninggalkannya, gadis itu sudah tak kelihatan batang hidungnya. Matanya mencari liar, samar-samar dia mendengar suara tangis, minta tolong. Itu Jessica  !

Berhasil menemukannya, Jessica  sedang duduk terpojok disudut gudang kosong dengan dikelilngi 2 paman mesum. Tangannya menampar tangan paman mesum yang hendak menyentuh wajahnya. PLAK, satu tamparan mendarat pada wajah cantiknya. Sudut bibirnya berdarah.

“Nikmati saja permainan ini sayang, jadilah gadis manis.” Serigaian mesum membuat tangis Jessica  pecah.

“Hey paman ! jangan memulai permainan tanpa aku !” teriak  Steve songong, Jessica  menatapnya. Selamatkan aku !  Steve menyeringai lalu memberinya satu kedipan mata.

“Berandalann kecil ini berani sekali dia memerintah kita.” Ejek salah satu paman mesum yang perutnya buncit. Sedangkan 4 kawannya hanya tertawa mencemooh.

“Jika kau ingin kekasihmu hidup, serahkan seluruh isi dompetmu. Dan pergi beritahu ayahmu ataupun ayahnya untuk membawakan uang 1 milyar, hahaha !”

“Paman jika kalian ingin mendapatkan uang itu dari ayahnya, haruskah aku mengirim kalian ke surga ?!”

“Bedebah ! habisi berandalan itu !” suruh sang ketua.

“Biarkan aku saja, hyung.”

“Tunggu..”  Steve memberikan tanda berhenti dengan tangannya. “Kenapa kalian tidak langsung maju semuanya, pasti permainan akan lebih  seru.” Smirk evil-nya semakin menyulut nafsu penculik itu untuk memusnahkan  Steve.

Serangan demi serangan berhasil  Steve tangkis, meskipun pelipis kanan terluka terkena hantaman kayu. Dia mengatur nafasnya sejenak setelah berhasil menumbangkan 2 orang penculik. Tersisa 3 orang penculik yang kini mulai mengeluarkan senjatanya, pisau lipat

“Bagus keluarkan semua yang kalian punya.”

. Dengan gesit  Steve mengindar setiap serangan, namun saat lengah lengannya tersayat. Entah kenapa saat darah mengucur keluar, hasratnya semakin terbakar untuk cepat menyelesaikan permainan ini. Senyum mengerikan terparti pada wajah babak belurnya, dan itu mampu membuat nyali para penculik menciut.

Seolah-olah binatang buas sedang merasukinya, menerkam mangsa tepat sasaran, merobek mangsanya sadis. Pisau lipat itu berpindah tangan, barusaja dia hendak menacakan pisau lipat itu kea rah jantung sang penculik Jessica  menghentikannya lebih dulu.

“Cukup…kau bisa membunuhnya.”  ucap Jessica  sambil memegang lengan  Steve yang terluka.

Untuk sesaat  Steve terpaku kearah tangan Jessica  yang memegang lengannya, lalu tatapannya beralih ke Jessica  yang sedang menatapnya khawatir. Seketika tatapan tajam  Steve membuat pegangan Jessica  lepas. Rasa takut mendera,dia mundur beberapa langkah. Bermaksud menghindari tatapan  Steve ,dia di kejutkan dengan darah yang berada di telapak tangannya.

Jessica  memekik keras. “Astaga! Lenganmu terluka, Steve!.” Lalu mendekati  Steve dan langsung membalut luka  Steve dengan sapu tangannya. Steve terpaku atas tindakan kecil itu, perasaan hangat menjalar dalam ruang hatinya. Seumur hidupnya belum pernah ada seorang gadis yang memperlakukannya seperti itu. Untuk beberpa alasan lainnya, dirinya seperti terkendalikan oleh Jessica  hingga tanpa sadar dirinya sudah berada di luar gudang kosong tersebut.

“Apa yang kau lakukan ?”tanya  Steve.

“Kita harus kerumah sakit sekarang.”

“Tidak perlu !”

“Tapi kau terluka.”

“Apa pedulimu ?.”

“Kau terluka karena aku,jelas saja aku peduli.”

“Jadi kau khawatir ?”

“Jangan terlalu senang aku hanya bertanggung jawab.”

“Jika hanya formalitas tidak perlu.”

“Apa aku terlihat seperti itu?”

“Ya..”

“Dasar menyebalkan.”umpat Jessica ,baru saja hendak meninggalkan  Steve rasa nyeri di bagian perut membuatnya mengaduh.”Awhhhhhh..”

Tanpa kata  Steve langsung menggendong Jessica  ala bridal style.Terang saja perlakuan tiba-tiba itu menyuarakan protes Jessica .Namun sebelum benar-benar protes  Steve membukamnya terlebih dulu.

“Diam. Jangan membuat ini semakin sulit.”

Yuri terlihat sedang mondar-mandir sambil memegang ponsel,terus mencoba menghubungi seseorang.Beberapa orang juga sama seperti Yuri. Raut wajah khawatir akan ketakutan karena belum ada satupun informasi yang menunjukan keberadaan seseorang yang terus dihubunginya.

“Nona muda tidak ada di kampusnya,salah satu temannya mengatakan bahwa nona muda sempat mengunjungi panti asuhan.Namun saat kita kesana nona muda sudah tidak ada lagi disana,dan ibu panti pun tidak tahu nona muda pergi kemana.” Lapor salah satu bodyguard sambil menunduk takut

“Lalu kenapa kau masih disini,cepat cari sampai ketemu!!!.”

“Yuri oppa,aku pulang.”

Suara familiar itu menyapa sepasang telinga yang ada di sana. Secara serentak menoleh kearah gerbang utama dimana suara itu berada, terlihat Jessica  sedang berada dalam gendongan seorang lelaki yang wajahnya babak belur. Setengah berlali Yuri menghampiri Jessica , lalu meraih tubuh Jessica  untuk menggendongnya.  Steve langsung memekik saat beban di lengannya terangkat. Jessica  menoleh kearah  Steve khawatir.

“Kau mau kemana ? kau tidak diizinkan pulang.” Jessica  tidak membiarkan  Steve pergi begitu saja, terserah lelaki tampan itu suka atau tidak. “Bibi Cha,tolong bawa dia kedalam.”

“Baik..nona.”

“Ohh.. kau sudah bangun.” ucap Yuri terkejut saat masuk ke kamar Jessica , biasanya nona mudanya itu akan bangun jika jam 10, kecuali nona mudanya ada kelas pagi. Dan itu dia harus menggunakan tenaga ekstra untuk membangunkan nona mudanya.

“Hilangkan wajah terjutmu itu,kau terlihat menyebalkan oppa.” balas Jessica  sengit,menatap Yuri lewat cermin rias di hadapannya.

Yuri hanya terseyum kecil menanggapi itu. Kemudian dia memutar kursi yang diduduki  Jessica ,setelah itu jongkok di hadapan sang nona muda.”Kau baik-baik saja, kan?”tanya menuntut penuh kekhawatiran.

“Luka sekecil ini tidak akan membuatku mati.” jawab Jessica  sambil terseyum manis.

“Kau tidak pandai membuat lelucon.”  Yuri  membrengut tidak suka “Perutmu baik-baik saja kan ?”

“Tidak ada masalah yang perlu kau khawatirkan” Jessica  mengusap lembut  rambut Yuri.

“Aku mengerti..” Yuri setengah mengalah. “Tapi kau harus minum obatmu !” dia lalu berdiri “Kau ingin sarapan disini atau diluar?”

 “Apa dia sudah bangun ?”

“Terakhir yang aku lihat belum.”

“Apa lukanya parah ?”

“Luka sekecil itu tidak akan membuatnya mati.”ketidaksukaan terlihat jelas

Jessica  menampar bahunya pelan,.”Aku akan melihatnya.”

Kemudian keduanya keluar bersama,ketika Yuri membuka pintu kamar Jessica . Steve berada disana.”Apa yang kau lakukan disini?!” tatapan mengintimidasi Yuri tak berarti apa-apa bagi  Steve.

“Aku hanya ingin pamit.” jawab  Steve santai.Seakan-akan dia tidak melihat dan mendengar semuanya. Bukan maksudnya menguping,hanya saja saat dia hendak menemui Jessica  bodyguard itu menemuinya terlebih dulu. cih..bodyguard, tingkahnya saja bagaikan seorang kekasih.

Aku harus berhati-hati dengan orang ini. Pikir Yuri .

“Kau boleh pergi setelah sarapan.” ajak Jessica  meninggalkan dua lelaki yang saling bertatapan penuh selidik.

Merasa tidak ada yang mengikutinya Jessica  pun menoleh. ”Hey..ayo!”

Yuri berbisik pada  Steve. ”Jaga sikapmu!”

Lalu ketiga menuju ruang makan bersama. Sesanpainya di tempat makan Yuri yang duduk di hadapan  Steve, mereka mengambil makanan yang sudah di siapkan

“Siapa kau sebenarnya ?”

“Oppa..kau bisa bicara nanti setelah makan.”

Yuri menatapan penuh curiga pada  Steve,yang dibalas tatapan santai  Steve sambil menikmati makanannya. Baru setelahnya saat dia sudah menelan makanannya dia menjawab berani Yuri. “Namaku   Steve Hwang, kau tahu kan HDS group, aku pewaris tunggalnya. Kau sedang berusaha mengintrogasiku, kan ? tapi.. sayang sekali aku tidak memiliki banyak waktu. Jangan khawatir, kau bisa bertanya pada nona mudamu nanti alasan kenapa aku bisa bersamanya, terluka bersamanya!”

Jessica  tidak tahu bagaimana harus bersikap manakala kedua lelaki tampan dihadapannya saling beradu tatapan mengintimidasi. Suasana menjadi canggung, dan dia tidak menyukainya. Beruntung ketika adik sepupunya datang, merubah suasana itu menjadi sedikit hidup.

“Apa aku salah memasuki rumah, lihatlah tuan putri di rumah ini sudah bangkit dari singgasananya.” Sindir Yoong, tentu saja dia tahu pada jam berapa Jessica  bangun tidur.

“Ada apa dengan pagi ini mengapa orang-orang disini senang sekali mengejekku..” cemberutnya, mengundang tawa Yoong.

“Aigoo..berapa umurmu, noona ? kau menyerupai anak kecil jika merajuk seperti itu.” Tanpa minta izin Yoong duduk begitu saja disamping Yuri, lalu meminta maid mengambilkan piring untuknya.

“Sopan sekali dirimu.” Sindir Jessica .

“Hyung, kau baik-baik saja ?” tanya Yoong kepada Yuri yang masih menatap intens  Steve.

“Ah- Ya.. bagaimana penyelidikanmu ?”

“Aku tidak ingin membahasnya sekarang.” Tolak Yoong halus, mengantisipasi adanya orang asing. Benar yang dia maksud adalah  Steve. “Dan siapa hyung tampan ini, apa dia kekasihmu noona ?” tanyanya mempertanyakan  Steve pada Jessica  yang langsung tersedak.

“Uhuk.. uhukk..” wajahnya memerah saat menerima minuman yang diberikan  Steve. “Terimakasih..” dia melempar senyum malu-malu.

“Hyung,  kau benar-benar kekasih Jessica  noona ?” tanya Yoong semangat.

“Aku seniornya di kampus.” Jawabnya santai. “  Steve Hwang, dan kau ?”

“Im Yoong, adik sepupu Jessica  noona yang paling tampan.” Jawabnya membuat Jessica  dan Yuri memutar matanya bosan.

“Maaf aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan mentraktirmu minum kopi. Terimakasih untuk semalam Jessica , dan untuk sarapannya ini.”  Steve membungkuk ke arah Jessica . Sikapnya sungguh sopan dan manis.Sepertinya Jessica  jatuh akan pesona  Steve.

“Paman Kang, tolong antarkan dia pulang.”

“Tidak perlu..” tolak  Steve.

“Aku memaksa, anggaplah ini ucapan terimakasihku.”

“Aku akan ikut !” seru Yuri.

“Tentu saja, aku merasa terhormat dikawal olehmu. Setidaknya aku tidak akan mati kebosanan selama perjalanan.” Sudah dua kali  Steve merendahkan Yuri, bila tidak ada Jessica  mungkin saja dia sudah membalas ucapan itu.

Selepas kepergian Yuri dan  Steve, Yoong siap mengintrogasi Jessica . “Bagaimana semua itu bisa menimpamu?”

“Aku selesai..” ucap Jessica , tidak ingin pembicaraan mengenai apa yang dia alami kemarin berlanjut.

“Kau hutang penjelasan kepadaku, noona.” Ujar Yoong tegas.

Czz_

“Kau sudah menunggu lama ?” tanya  Steve sembari menempatkan dirinya duduk disamping Jessica .

“Baru 15 menit.. Luka mu sudah kering, Oppa ?” tanya Jessica  sambil mengulum senyum malu, baru menyadari  telah memanggil  Steve ‘Oppa’.

“Aigoo.. manisnya gadis ini..” meskipun sempat kaget,  Steve mencoba menikmatinya. 2 minggu setelah kejadian itu membuat mereka sedikit lebih dekat.

“Aku tidak suka canggung, itulah mengapa aku memanggilmu Oppa. Bukankah oppa lebih tua dari aku?” tanya Jessica  kesal, bibirnya mempout imut. Dalam hati  Steve terus bergumam, untuk lebih berhati-hati dengan gadis seperti Jessica . Masalahnya ia belum pernah berinteraksi dengan gadis akan sejuta ekspressi itu. Kadang-kadang Jessica  terlihat sangat cantik dengan senyum manisnya, terlihat pula dingin dengan sikap kehati-hatiannya terhadap orang asing, terlihat juga menggemaskan ketika sedang kesal, cemberut bahkan marah. Dan semua itu berhasil membangunkan suatu dalam hati  Steve yang sebelumnya tak pernah dipikirkan  ada.

“Terserah kau saja, Jessi.”

“Kau sama menyebalkannya dengan Yuri oppa dan Yoong.” Jessica  merenggut  lalu beranjak dari duduknya, sedari tadi moodnya buruk.

“Hey.. aku lebih tampan dari mereka.” Kejar  Steve, menyamakan langkahnya disisi Jessica .

“Sejak kapan kau narsis?” Jessica  menghentikan langkahnya, berpaling ke arah  Steve.

“Sejak mengenalmu.” Jawaban polos nan jujur  Steve semakin membuat Jessica  mendecakkan lidahnya kesal.

“Aku bercanda,hmm..”  Steve mengacak rambut Jessica , membuatnya tertawa saat Jessica  marah. Keduanya berjalan sambil  Steve yang kadang-kadang mengacak rambut Jessica , bukan lagi marah karena kesal  Jessica  malah tertawa. Dunianya  tak lagi sendiri !

Seorang Pria bertubuh jangkung dengan paras tampannya melihat tak suka ke arah  Steve dan Jessica  yang sedang bercanda menuju tempat parkir. Baru dua minggu ia membiarkan, keduanya terlihat semakin akrab. Apa ia telah lengah, sungguh ini diluar pikirannya ? ia tahu betul siapa Jessica . Gadis cantik itu tak begitu mudah akrab dengan orang asing, semenjak kematian kakaknya  gadis bersurai hitam legam dengan poni depannya itu terlihat lebih menutup diri. Ia terus membuntuti mobil  Steve yang melaju lumayan kencang, dan itu membuatnya sedikit takut. Lebih ke arah takut kehilanggan jejak Jessica . Beruntung ia sempat menaruh alat penyadap ditas Jessica , tanpa sepengetahuan gadis cantik itu.

Sedangkan didalam mobil  Steve, Jessica  tak henti-hentinya berbicara. Apapun yang dibicarakan Jessica  sebisa mungkin  Steve dengarkan  karena bagaimanapun sebelum  mengenal Jessica , ia lebih suka akan ketenangan.

“ Dulu aku pernah berteman dengan seseorang yang berasal dari keluarga kurang berada, kita berteman saat masuk sekolah menengah ke atas. Kupikir dia tulus berteman denganku, tapi ternyata dia hanya menginginkan uangku. Suzy tidak benar-benar berteman denganku, dia hanya berteman dengan uangku saja. Setelah eomma tahu aku dimanfaatkan dia, eomma mulai membatasi pertemananku. Aku tahu bukan hanya karena faktor itu saja, eomma terlalu takut jika aku tidak bersama dengan yang eomma kenal, aku akan terluka.”

“Appa meninggal karena ditusuk rekan bisnisnya sendiri. Sewaktu itu appa pergi bersama supir baru keluarga kita, dan ternyata setelah penyelidikan polisi supir itu adalah anak buah rekan bisnis appa. Apalagi setelah kepergian dia. Eomma, Yuri oppa hingga Yoong menjagaku lebih ketat lagi.”

“Yoong tidak akan berhenti menghubungiku sampai aku memberinya kabar, dimana dan sama siapa aku sekarang.  Steve Oppa tahu, itu sungguh terasa berlebihan untukku. Aku seorang mahasiswi bukan lagi pelajar SD, tapi mereka memperlakukan aku selayaknya balita.”

“Lihat ! kita bahkan baru membicarakannya, Yoong sudah menghubungiku 5 kali.”

“Angkatlah, jangan membuatnya khawatir.”

“Astaga noona.. Katakan kau dimana!?.”

“Aku sedang dimobil .”

“Mobil siapa noona ? jangan bercanda.. paman Kang bahkan berada dirumah. Imo akan marah besar jika tahu noona pergi tanpa pengawal lagi.”

“Eomma tidak akan tahu selama kau tidak mengadu, Yoong -ah..”

“Jessica  noona, pergi bersama Yuri hyung kan ?!”

“Anniya..”

“Mwo ?”

“Yuri sedang ada urusan, mungkin besok baru pulang.”

“Noona kenapa kau bandel sekali akhir-akhir ini. Aku akan menjemputmu !”

“Yaa jangan bercanda, ini masih jam kerjamu, Jessica .”

“Keselamatan Jessica  noona lebih penting dibanding pekerjaanku.”

“Hey, Jessica Jung.. Jessica  noona-mu aman bersamaku.”  Steve mengambil alih ponsel Jessica .

“Tunggu.. kau siapa ?!”

“  Steve Hwang..”

“Hyung..?”

“Ya.. jangan khawatir. Kepalaku sebagai jaminan seandainya Jessica  pulang tak baik-baik saja.”

“Aku pegang ucapanmu, noona.”

“Ya, kau bisa memegangnya. Datanglah ke SY café, kita makan siang bersama.”

“ Steve hyung, aku mohon  menyetirlah dengan baik. Aku akan datang.”

 

“Oppa..”  panggil Jessica  seraya menerima ponselnya kembali.

“Yaa..”

“Bangaiamana dengan lukamu, kau belum menjawabnya.”

“Gwaenchana..”

“Sungguh ?”

“Sungguh.. Mau ke pantai ?” tanya  Steve mengulas senyum tipis, tidak tahu efek senyum tipis itu berhasil mendebarkan hati Jessica . Apa cinta menghampirinya begitu cepat ?

“Ide yang bagus..” jawab Jessica  bersemangat, senyum cerahnya  mengembang liar selama perjalanan menuju pantai.

 Steve menggunakan kemejanya untuk alas duduk mereka agar pakaian Jessica  tidak kotor oleh pasir. Sisi gentle yang tidak pernah ia tunjukkan sama sekali dihadapan seorang gadis. Untuk sesuatu yang berdebar dalam hatinya setiap kali  berdekatan dengan Jessica , ia ingin merasakannya untuk waktu yang lebih lama. Jangan tanya kenapa, karena ia pun tidak tahu pasti alasannya.

“Kulitmu bisa terbakar, Oppa..”

“Jangan khawatirkan itu, Jessi..”

“Sekalipun kau seorang pria, kau harus tetap merawat tubuhmu.” Jessica  menyapukan body lotion pada ke dua tangan  Steve.

“YAA ! Apa yang kau lakukan ?!”  Steve menarik tangannya kembali.

“Aishhh.. diam, Oppa !” tatapan membunuh Jessica  membuat  Steve diam tak berkutik. Ia lebih fokus menyusuri wajah Jessica , melihatnya lebih dekat seperti itu ia mengakui bahwa gadis ini benar-benar cantik. Jika ada kata yang lebih tinggi dari ‘cantik’ ia pasti akan memakainya.

“Selesai.. kau memiliki lengan yang kuat, apa kau memiliki alasan membentuknya ?”

“Ne.. alasan ?”

“Iya, alasan..”

“Emm.. aku tidak tahu..”

“Aishh..” Jessica  mendecak kesal, tidak puas akan jawaban  Steve.

“Wae ?” tanya  Steve bingung.

“Anniya.. mmh.. mengenai kejadian itu bagaimana  Steve Oppa tahu jika mereka ingin menculikku ?” Jessica  menatap intens  wajah  Steve dari samping. Benar-benar tampan !

Pada saat  Steve menolehkan wajahnya, pada saat itulah tatapan mereka bertemu untuk ke dua kalinya. Semilir angin pantai, iris rusa Jessica  yang bertemu iris elang  Steve  mengguncang salah satu jantung mereka lebih cepat tak terkendali, sampai dimana Jessica  tak mampu lagi mengatasinya, ia memilih melarikan pandangannya ke laut lepas.

“Aku berada di halte itu jauh sebelum kau datang, dan mereka para komplotan penculik itu telah merencanakannya jauh-jauh hari.  Lebih tepatnya aku mendengar pembicaraan mereka pada saat salah satu dari mereka menyebut namamu.” Kini gantian  Steve yang melihat Jessica  dari arah samping, diketahuinya wajah cantik itu berubah menegang.

“Gwaenchana ?” tanyanya sembari memegang bahu Jessica .

“Aku ingin minum..”

“Tunggu sebentar, aku akan membelikanmu..”

Belum ada 5 menit  Steve pergi, sekelompok remaja usil terlihat sedang menggoda Jessica .

“Noona kau sendirian, eoh? mau aku temani ?” tanya menggoda Taeyong.

Jessica  hanya menggeleng, ketika hendak berdiri tangannya disentuh Johny yang langsung ia tepis kasar.

“Waow.. noona cantik ini galak sekali, eIm..” Johny terkejut “Aku semakin menyukainya !” serunya bersemangat yang disambut gelak tawa Yuta, Taeyong  dan Haechan.

“Noona, gadis cantik sepertimu tidak pantas bersikap kasar. Jadilah noona yang manis untukku.” Sahut Haechan lalu mendekati Jessica  yang langsung mundur. “Hyung, dia takut juga padaku..”

“Tenang noona kita hanya ingin menemanimu, siapa namamu cantik ?” Yuta bahkan dengan berani mencekal tangan Jessica .

“Lepaskan aku, tolong !” mohon Jessica , memberontak. “ STEVE OPPA!” teriaknya.

“Sttttt.. noona jangan berteriak, kita hanya ingin mengajak noona main.”  Goda Taeyong.

“Hai bocah,bukan seperti itu caranya menggoda seorang gadis !” seru  Steve membuat semua menoleh, “Oppa..”

“Hyung, kau kekasihnya noona cantik ini ?” tanya remeh Haechan .

“Ya, kau pikir kekasihku yang cantik itu mau dengan bocah ingusan seperti kalian.” Dengan santai  Steve mendekati mereka.

“Yaa ! lepaskan tanganmu dari kekasihku, atau kau akan menyesal !”  Steve bahkan masih sempat meminum air mineralnya.

“Aaa… eomma aku takut ancamannya.. hahaha..”

“Cihh.. tangkap botol ini !” Johny spontan menangkap botol yang dilempar  Steve, ia tak siap ketika  Steve juga menyerangnya cepat tepat diperutnya. “awhh ..”  Steve lalu menjagal kaki Taeyong hingga jatuh membentur pasir, Haechan yang melihat ke dua noonanya sudah tepar ditempat berniat membalasnya. “YAAAA…”

Brukkkk

Tubuhnya terpelanting kebelakang ketika  Steve berhasil membantingnya. Sedangkan Yuta langsung menyerang balik  Steve, akan tetapi  Steve begitu mudah mematahkan serangannya. “Awww… awwwhhh.. Sakitttttt,..” tangannya dipelintir  Steve kebelakang.

“Jaga baik-baik tanganmu, arraseo !”

“Aaaaarraseo..” Yuta terbata-bata.

“Pergilah ! sebelum aku mem-..” sebelum  Steve menyelesaikan ucapannya, mereka sudah lari terbirit-birit.

“Khahhh.. merepotkan sekali mereka.” Hela  Steve malas sambil menengusap-membersihkan telapak tangannya.

“Jessi, Kau baik-baik saja? ini minumlah..”  Steve terlebih dulu membuka tutup botol itu, siapa kira bila Jessica  memlih memeluknya daripada menerima botol mineral itu. Saking terkejutnya dengan pelukan spontan Jessica ,  Steve terpaku dengan air dalam botol itu sedikit keluar akibat  lonjakan dari pelukan Jessica .

“Gwaenchana.. mereka tidak akan menggangumu lagi.” Bisik  Steve menenangkan, ia merasakan basah pada bajunya. Jessica  menangis !

“Aku disini bersamamu, Jessica . ”  Steve lalu melepas lembut pelukan Jessica  lalu mengusap wajah basah itu.

“Aku tidak akan membiarakan siapapun menyakitimu. Itu  janjiku pada Yoong, dan sekarang padamu juga. Kau percaya, kan ?”

Jessica  mengangguk percaya, mengukir senyum  Steve. “Kita kembali ke mobil, ya ?”

“Aku maasih ingin disini..”

“Tapi, Yoong.. dia menunggu kita..”

“Sebentar saja, Oppa..” wajah siap menangis itu membuat  Steve tak berdaya untuk menolak.

“Wajahmu sangat jelek saat menangis..”  Steve mengacak rambut Jessica  pelan,  berharap perasaan gadis berwajah dewi itu membaik. Anni, bahkan ketika menangispun dia tetap cantik !

 

..

Tidak jauh dari  Steve dan Jessica  berada seseorang terlihat semakin tidak menyukai pemandangan yang menusuk hatinya itu. Jessica  terlihat sedang menyandarkan kepalanya pada bahu  Steve. Itu tempatku, seharusnya aku yang ada disana.

 “Yaa ! hyung! kenapa  tidak bilang jika noona cantik itu memiliki kekasih !” kesal Johny.

“Kekasihnya benar-benar menakutkan, beruntung kekasihnya itu melepaskan kita.” Racau Haechan.

“Pria itu bukan kekasihnya !” ucapnya dingin.

“Ah-sudahlah aku tidak peduli itu. Mana uangnya, hyung harus membayarnya lebih ! Tanganku sepertinya patah..” keluh Yuta.

“Tidak ada perjanjian menyentuhnya, mengapa kau menyentuhnya, hah ?!”

“Astaga.. kita hanya melakukan bagaimana selayaknya menggoda gadis..”

“YAA !”

“Mianhae.. tapi noona itu benar-benar cantik, hyung. Tidak menggodaku saja aku sudah tergoda..hhehe” kepala Yuta dipukul Pria tampan itu dengan segebok uang.

“Tutup mulutmu, atau aku yang akan mematahkan tanganmu !”

 “Apa yang kau lakukan sampai bocah-bocah itu mengganggumu ?” tanya  Steve tetap fokus menatap birunya laut, namun jauh dilubuk hatinya ia penasaran akan jawaban Jessica  yang mungkin saja akan merubah sesuatu dalam dirinya.

“Aku tidak melakukan apapun, mereka tiba-tiba datang dan menggangguku.” Jawab Jessica  yang masih bersandar pada bahu  Steve.

“Siapa tahu kau menggodanya..” Jessica  langsung menatap kepalanya dan menatap  Steve tak suka.

“Apa aku terlihat gadis semacam itu dimatamu ?”

 Steve hanya menghendikkan bahunya dan menghindari tatapan Jessica .

“Jika benar aku gadis semacam itu, aku mungkin sudah menggodamu dan kita akan berakhir diatas ranjang. Kau kaya, dewasa dan juga tampan, jadi buat apa aku menggoda mereka yang masihlah seorang remaja.”  Steve tersenyum miring mendengarnya.

“Mungkin karena kau cantik, itulah mengapa mereka para Pria suka sekali menggodamu.”

“Itu bukan sesuatu yang patut aku banggakan.”

“Pasti banyak sekali Pria yang tergila-gila padamu, kan ?”

“Aku tidak tahu..”

“Kau pura-pura bodoh atau apa ?”

“Kenapa? apa kau salah satu dari mereka ?” tanya Jessica  menatap dalam  Steve.

“Jika iya, apa kau akan mengacuhkanku seperti kau mengacuhkan mereka ?”  Steve tak kalah menatap dalam Jessica . “Ah.. aku lupa jika kau sudah mempunyai kekasih ?”  Steve pura-pura mendesah.

“Dasar Pria sok tahu !” Jessica  membuang muka , merasa kesal.

“Aku benar, kan ?”

“ Steve Oppa, kau jelas bukan bagian dari mereka. Aku tidak akan berada disini bersamamu jika kau sama dengan mereka.”

“Jadi, kau sengaja mengacuhkan mereka yang memujamu begitu ?”

“Lalu, aku harus bagaimana jika hatiku tidak menginginkan satupun dari mereka ?”

“Sombong sekali ! mentang-mentang cantik !”

“Aku tidak pernah meminta terlahir cantik, Ini juga bukan bicara sombong atau ramahnya seseorang. Maaf, tapi aku bukan playgirl. Lebih baik aku disangka sombong, daripada ramah namun mempermainkan hati banyak orang. Perlu kau tahu, aku hanya ingin berkencan dengan seseorang yang kucintai .”

“Pria itu, apakah dia yang kau cintai ?”

“Siapa ?”

“Bodyguard-mu.”

“Aku menyayanginya, Yuri oppa dan aku hidup bersama sejak kecil. Dia sudah seperti kakak Pria untukku.”

“Lalu siapa yang kau cintai ?”

“Memangnya kau siapa, mengapa aku harus memberitahumu ?” tantang Jessica .

“Aku  jelas bukan bagian dari mereka. Aku tidak akan berada disini bersamamu jika aku sama dengan mereka.” Bisik  Steve ditelinga Jessica , kemudian dengan berani mencium pipi merona itu.

“Kajja ! hari sudah mulai sore. Astaga.. aku bahkan lupa memberimu makan.” Goda  Steve berharap mencairkan suasana yang tiba-tiba canggung atas tindakan beraninya itu.

“ Steve Oppa, aku bukan anak anjing..” merong Jessica  sambil meraih tangan  Steve yang diulurkan untuknya.

“Yah benar.. Kau lebih menggemaskan dari anak anjing.” Senyum manis  Steve menyertai tangan kirinya yang mengusap lembut rambut Jessica .

“Aku tahu.”

“Kau benar-benar gadis cantik yang sombong.”

“Gadis cantik yang sombong ini, yang kau suka kan Oppa.” Ucap Jessica  tersenyum manis “Kenapa ?  Steve Oppa mau mengelak ?” tanyanya polos, lalu tersenyum lebar “Semua terlihat dari perlakuan manismu kepadaku. Jangan pikir aku tidak tahu bila selama ini  Steve Oppa jarang sekali berdekatan dengan para gadis, ah.. bahkan terkesan dingin dengan mereka.”

“Darimana kau tahu ?”

“Sooyoung yang memberitahuku. Tenang saja, aku tidak menilai seseorang dari apa yang kudengar.  Steve Oppa sejujurnya kau Pria yang hangat. Mereka yang menilaimu dingin, itu karena mereka tidak mengenal Oppa lebih dekat. Ku akui iris hitammu itu terlihat tajam-menakutkan nan dingin, tapi jika aku menatapmu seperti ini ..” Jessica  menatapnya dalam.

“Begitu teduh-indah nan hangat.” Jessica  mengakhirinya dengan buru-buru menuju mobil  Steve “Dan membuat jantungku tak hentinya berdegup kencang.” Gumamnya didengar  Steve.

“Kau memang berbeda Jessica Jung, itulah mengapa aku mulai menyukaimu. Tidak.. kau satu-satunya gadis yang berhasil membangunkan hati ini untuk berdebar lagi. Kurasa hatiku mulai menginginkanmu.” Bisik  Steve ditempat.

“ Steve Oppa, palli ! perutku minta diisi !” teriak Jessica  menggerakkannya berlari menyusul Jessica  yang sudah di mobil.

“Lihat, bahkan dengan senang hati aku menuruti perintahmu..” gumamnya seraya tersenyum aneh.

“Lihat saja aku tidak akan tinggal diam. Sesungguhnya akus selalu mengawasimu dari dekat.” Geram seseorang yang sedari tadi mengintai  Steve dan Jessica .

..

“Kita sudah sampai..” ucap  Steve saat sudah berhenti dihalaman rumah Jessica .

“Cepat sekali, aku masih belum ingin pulang.” Desah Jessica , maklum saja baru-baru ini ia bisa bebas jalan-jalan keluar rumah tanpa satupun yang mengikuti. Ia hanya tidak tahu saja kemanapun kakinya melangkah selalu ada sepasang mata yang mengawasi.

“Ini sudah malam Jessi, kau harus istirahat.”  Steve merasa kasihan akan tipisnya kebebasan gadis cantik  ini. “Besok, sepulang dari kampus mau ikut bersamaku ?”

“Kemana ?”

“Kau pasti menyukainya.. Masuklah eomma-mu pasti telah menunggu.”

“Eomma masih di Jepang. Mmmm Oppa tidak ingin masuk dulu ?”

“Maaf, lain kali saja.”

“Lain kali terus kapan bisanya ?”

“Aigoo.. jangan merajuk seperti ini.”  Steve memainkan gemas pipi gembul Jessica . “Ada pekerjaan yang harus  kulakukan, hm..”

“Pekerjaan penting ?” tanya Jessica  ingin tahu, seketika gerakan tangan  Steve yang sedang melepas seatbelt Jessica  berhenti.

“Tentu saja penting.” Ia menjentikan tangannya pada hidung Jessica , sebelum melanjutkan pekerjaan kecilnya melepas seatbelt.

“Terimakasih untuk hari ini, Fighting Oppa..” ucap Jessica  memberinya semangat lalu keluar mobil.  Steve hanya mengangguk  dan melempar senyum tipis.  “Sampaikan permintaan maafku pada Yoong .” Baru setelah Jessica  masuk ke dalam rumah, ia menjalankan mobilnya.

“Masih ingat rumah,.” sindir Yoong yang sedang duduk manis sambil memainkan game di ponselnya.

“Astaga kau mengagetkanku !” ekspressi kaget Jessica  yang dibuat-buat membuat Yoong mendecih.  Berlebihan !

“Noona terlalu memikirkan  Steve hyung sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku.” Dengus Yoong, Jessica  tertawa mendengarnya. Sepupunyayang paling tampan itu sedang merajuk.

“Bagaimana kau bisa memiliki kekasih, bila sifatku saja masih seperti anak kecil.” Jessica  mendekatinya-duduk disebelahnya. “Aigoo.. lihat siapa yang bicara, seperti noona sudah mempunyai kekasih saja.” dengan senang hati Yoong  langsung menjatuhkan kepalanya pada paha Jessica . “Ah.. nyaman sekali.”

Jessica  tersenyum mendengarnya.”Bagaimana aku mempunyai kekasih, jika ada Pria yang dekat denganku kau dan Yuri opps tidak pernah menyukainya. Kau masih ingat Donghae Oppa, sampai sekarang dia bahkan tidak berani membalas sapaanku.” Jessica  ingat betul bagaimana reaksi Yoong dan Yuri ketika mengenalkan Seunggi ke mereka, kekasihnya pada masa itu. Hubungan mereka bahkan masih seumur jagung dan kandas setelah Donghae bertemu mereka. Entah apa yang dilakukan mereka pada mantan kekasihnya hingga sampai sekarang tak berani membalas sapaannya.

“Berarti dia cukup pintar mengerti dengan apa yang kita ucapkan. Huh.. Ketiga mantan noona, Kyuhyun, Dongwook dan Donghae,semua tidak ada yang beres. Ckckck.. tapi sepertinya  Steve hyung, aku menyukainya. Aku sudah mencari profilnya, dia sangat bersih dan pintar. Dia juga berasal dari keluarga terpandang, hanya saja..”Yoong  menggantung ucapannya, katakan atau tidak ?

“Hanya saja..?”

“Eommanya meninggal saat dia baru berusia 8 tahun, ada yang bilang eommanya mati bunuh diri ada juga yang bilang eommanya dibunuh.  Tapi, ini masih rumor belum ada konfrimasi dari pihak keluarga.”

“Dia sama kesepiannya seperti aku..” bisik Jessica  sedih.“Kau sudah makan ?” Yoong hanya mengangguk, terlalu menikmati sapuan tangan Jessica  pada rambutnya. “Bagaimana harimu ?”

“Tidak semenyenangkan harimu. Hari ini tim kami dibuat kuwalahan oleh tikus-tikus itu, beruntunglah di tim ada aku, jadi semuanya bisa teratasi.” Senyum sombong yang terukir diwajah Yoong menuai pukulan ringan dari Jessica . “Yaakk, sakit noona..” ia lalu bangun.

“Yoong-ah, apa sudah ada kemajuan mengenai kasus Taeyeon unnie?”

“Percayalah, aku akan menangkap banjingan itu dengan kedua tanganku sendiri.” Yoong menggenggam tangan Jessica , lalu mengusap dengan ibu jarinya. “Tunggulah sebentar lagi, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal !”

“Aku percaya padamu detektif  Im.” Jessica  menepuk pelan tangan Yoong yang menggenggam tangannya. “Aku mandi dulu.”

Yoong menatap iba punggung Jessica , noona kesayangannya itu sering kali ditinggal orang-orang terdekatnya dengan cara sadis. Dimulai saat baru berusia 10 tahun ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dimana Jessica  noona-nya juga termasuk salah satu korbannya. Semenjak saat itu Jessica  noona-nya mulai menyendiri, hidup seperti d idunianya sendiri. Disetiap tidurnya selalu dihantui bayang-bayang kecelakaan itu. Hingga 3 tahun kemudian ayahnya menikah kembali dengan Kim Yujin, seorang janda beranak satu yaitu Kim Taeyeon. Kehadiran mereka lah yang perlahan-lahan mengobati kesedihan Jessica  noona-nya. Senyum dan tawanya mulai kembali sejak 3 tahun menghilang, ia dan Yuri merasa senang dengan perubahan baik tersebut.

 Namun hidup tidak selamanya bisa bersama orang-orang tercinta, Jung Jaebum presdir J&K Group yang tak lain dan tak bukan adalah ayah kandung Jessica  noonanya. Meninggal dalam perjalanan bisnisnya, meorehkan luka baru dalam hati Jessica  noona-nya yang baru berusia 17 tahun. Ia bersyukur karena Jessica  noona-nya tidak sedepresi dulu ketika ditinggal sang ibu. Berkat Taeyeon dan ibu tirinya lah, Jessica  noona-nya bisa menjadi kuat. Ketiga wanita hebat itu, kembali menjalani hidupnya dengan baik.  Baru saat Jessica  noona-nya akan menginjak usia 23 tahun, Taeyeon noona-nya ditemukan tewas. Dibunuh secara sadis. Meskipun hanya saudar tiri keduanya saling menyayangi selayaknya seorang kakak-adik kandung. Ia menjadi seorang detektif juga bukan tanpa alasan, Jessica  noona-nya lah alasan terkuat dibalik ia bekerja keras mewujudkan cita-citanya, hingga ia berhasil menjadi seorang detektif di usia muda.

Yoong menyusul Jessica  yang ia pikir sedang mandi seperti yang diucapkannya, tapi apa yang dilihat. Jessica  noona-nya sedang berbaring diranjangnya sambil senyum-senyum tidak jelas memegang ponselnya.

“Noona, bukankah kau bilang ingin mandi ?” tanya Yoong sembari membaringkan tubuhnya disamping Jessica . Mencuri lihat pesan yang ia tebak pengirimnya adalah  Steve.

“Oppa baru mengerjakan setengahnya, Oppa janji setelah semua pekerjaan selesai, Oppa akan langsung tidur.”

“Good Oppa, aku senang Oppa mendengarku tidak seperti seseorang yang sedang mencuri lihat pesanku J” Yoong terbelalak membacanya, ia langsung mengunci tubuh Jessica  gemas.

“Yaaa ! lepas, bodoh !”

“Aishh.. noona menghancurkan reputasiku.”

Ting !

“Oppa hanya akan mendengarkanmu. Siapa ? kau bersama orang lain, L

“Dia bukan orang lain, cemburu  ?”

“Sangat L L L

“Dia, Yoong. happy ?”

“Very happy J J pergilah mandi, lalu matikan ponselmu dan pergi tidur, arra.”

“Arraseo J J

“Good night, Jessi.”

“Noona menyukainya ?”

“Menurutmu ?” seringaian Jessica  membuat Yoong terperangah, ia tahu jawabannya apa.

“Lalu bagaimana dengan Yuri hyung ?” tanyanya menyerupai bisikan.

“Apanya yang bagaimana ? Yuri oppa sudah seperti suadara Pria-ku sendiri,sama sepertimu.”

“Tapi, Yuri hyung terlihat menyukaimu noona ?”

“Itu karena noonamu ini sangat cantik.” Ucap Jessica  sombong seraya menuju kamar mandinya.

“Narsis ! tapi memang benar dia sangat cantik sih..”

“hahaha..” tawa Jessica  meledak, “Yoong-ah, mau noona beri tahu rahasia besar ?”

“Mwo ?”

“Sejujurnya Yuri  oppa pernah menjalin hubungan dengan Taeyeon unnie. Kau ditipu mengenai Yuri oppa  yang belum pernah pacaran.”

Blamm ! Jessica  segera menutup pintu kamar mandinya, mengetahui Yoong ingin penjelasan lebih. Ia sangat suka menjahili Yoong, tidak banyak kesempatan yang dapat ia lakukan untuk membalas setiap kejahilan Yoong yang dilakukan padanya. haha

15 menit berselang, Jessica  keluar dari kamar mandinya dan tidak mendapati Jessica  dalam kamarnya.”Kemana perginya bocah itu ?!” secarik kertas yang berada diatas meja riasnya menjadi jawaban.

-Jessica  noona aku harus pergi. Sepertinya bajingan itu membuat ulah kembali. Tetaplah dirumah sebentar lagi Yuri hyung datang, noona sudah dalam perjalanan pulang.-

“Taeyeon unnie, penjahat itu sudah kembali. Sebentar lagi unnie.. tunggulah sebentar lagi.”

..

15 menit sebelum kejadian Seoul .

Dentingan besi menyadarkan Suzy dari pingsannya. Samar, ia melihat seseorang berprawakan tinggi sedang memainkan dua bilah pisau dapur ditangannya. Rasa pusing, perih pada lebam di wajahnya membuatnya takut setengah mati. Bunyi dentingan besi yang berasal dari dua bilah pisau dapur itu terdengar mengerikan. Seakan menggundang kematiannya.

“Hey-kau sudah bangun ?!” suara Pria misterius itu membuat Suzy menyeret tubuhnya kebelakang. Seharusnya ia berada disebuah club malam, bukan disebuah kountener gelap berbau amis seperti ini. Ia tidak mengerti apa salahnya, mengapa tiba-tiba Pria misterius itu menculiknya lalu memukulinya membabi buta, melenyapkan kesadarannya.

“Kenapa ? apa kau takut sekarang ?!” bentak Pria misterius berpakaian serba hitam dengan mantel panjang yang ada tudungnya menutupi kepala. Apalagi topeng badut menyeramkan itu, sudah seperti malaikat kematian untuknya.

“Aku.. aku mImon jangan bunuh aku !” suara Suzy gemetar, wajah melasnya penuh deraian airmata membuat Pria misterius itu tertawa senang.

“Makanya jangan bertingkah !” ucap Pria misterius itu dingin.

Jlebb !

“Awwwhhhhhhhh..” pekik Suzy kesakitan saat pisau dapur itu menancap pada  pahanya, darah mengucur keluar saat Pria misterius itu semakin menekan pisau dapurnya. “Awwhhhhhhhh.. A-aaampun.” Raungan kesakitan Suzy bagaikan nyanyian merdu di telinga Pria misterius itu, membuatnya ketagihan ingin mendengarnya lagi dan lagi.

“Aku rasa tidak adil bila hanya sebelah kanan saja yang terluka”

Jlebb !

Satu tusukan pisau dapur pada paha kiri dirasakannya Suzy kembali, tidak peduli seberapa keras raungan kesakitannya Pria misterius itu seakan tidak bisa berhenti memainkan pisaunya. “Nghhhh..” mata Suzy terpejam merasakan kesakitan  luar biasa hebat.

“A-aa..p-a sa-lahku ?” menahan mati-matian akhirnya suaranya keluar juga.

“AKKHHHHH !  Sakitttttttt.” Ketika Pria misterius itu mencabut pisau dapur secara santai lalu menusuknya kembali, seperti jantungnya dicopot secara paksa. Ia mulai di ambang kesadaran, hanya bisa mengalirkan airmatanya saja.

“Tanyakan apa saja yang telah kau perbuat di masa lalu ?!” dinginnya pisau itu yang menyusuri rahangnya  serta dinginnya suara Pria misterius itu berbicara menipiskan pasokan udara. Nafas Suzy tersengal, wajahnya ikut mendongak tatkala ujung  pisau itu mencekal dagunya.

“Mengapah.. itu sangat penting-Nghhh..” suaranya terputus saat Pria misterius itu menusukkan pisaunya pada perutnya.

Jlebb ! Jlebb ! Jlebb !

“Uuuuun..tukmu-AKKHHHHHHH..” pekikan keras mengakhiri hidupnya.

JLEBB !

Tusukan terakhir tepat di arahkan pada Jantung Suzy. “Karena dia adalah Jessica Jung, gadis yang kucintai. Aku akan membayar semua kesakitan masa lalunya dengan kedua tanganku sendiri. Tidak akan kubiarkan wajah cantiknya berubah mendung hanya karena mengingat manusia tidak berharga sepertimu.” Pria misterius itu lalu menyeret mayat Suzy menuju mobilnya, ditaruhnya dalam bagasi. Setelah membuangnya ke tempat pembuangan sampah, ia segera pergi dari tempat tersebut.

Tok..Tok..

“Agashi..” seorang maid terlihat mengetuk pintu kamar Jessica .

“Ada apa ?”

“Maafkan saya, tapi tuan  Hwang sedang menunggu agashi diluar ?’’ maid tersebut tak enak hati sudah mengganggu noona mudanya. Terlihat jelas, karena noona mudanya masih mengenakan handuk kimononya.

“ Steve Oppa ?”

“Ya, agashi.” Jawab maid tersebut sambil menunduk.

“Tolong, katakan padanya untuk menunggu. Aku akan bersiap.”

Sebelum maidnya menjawab Jessica  sudah menutup pintunya, secara cepat berganti pakaian. Ia sangat bersemangat bertemu  Steve dan tidak ingin membuat  Steve menunggu lama.

Untuk beberapa alasan indahnya bintang-bintang dilangit,  Steve menemukan satu alasan mengapa Jessica  lebih indah dari bintang-bintang dilangit. Wajah polos itu, senyum malunya adalah keindahan yang tak bisa didustai.

“Oppa..”

“Yeppeo..”

“Ne..?!”

“Anni..”

Jessica  mengangguk mengerti, lalu mengajak  Steve ke taman belakang rumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diliputi senyap, dengan malu-malu Jessica  mengambil tangan  Steve untuk dikaitkan dengan jemarinya. Rona merah tiba-tiba menghiasi wajahnya,  Steve tersenyum simpul melihatnya. Tak bisa mereka pungkiri bahwa perasaan hangat itu selalu ada ketika kulit mereka bersentuhan.

“Jessi , maaf.. aku pasti menganggumu.” ucap  Steve, mereka sedang duduk dikursi dekat air mancur.

“Anniya..  Steve Oppa , Oppa terlihat dewasa dan keren memakai setelan jas ini. Apa Oppa langsung kemari setelah menyelesaikan pekerjaan Oppa ?” mata Jessica  menatap penuh kagum melihat tampilan baru  Steve yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Bila biasanya  Steve terlihat keren dengan pakaian kasualnya, tampan serta ada kesan manis dengan rambut poni. Sekarang, malam ini saat ia melihatnya  Steve terlihat keren, tampan sekaligus dewasa dengan setelan jas merah maroon yang membalut tubuh indahnya. Rambutnya ditata begitu rapi, menurutnya  Steve seperti CEO muda idaman semua wanita.

“Jadi, aku hanya dewasa bila memakai setelan jas, eoh ?”

“Anniya !” suaranya sedikit melengking, takut bila ucapannya menyinggung  Steve. Ia tidak tahu saja bahwa  Steve hanya sedikit menggodanya.

“Kau sungguh gadis imut, Jessi ..”  Steve terkekeh melihat Jessica  yang menunduk malu. “Aku langsung kesini setelah menyelesaikan pekerjaanku. Ada sesuatu milikku yang tertinggal.”

“Ah.. barang apa itu ? aku akan membantu Oppa mencarinya.”

“Hatiku, Jessi .”

“Apa ?!” seketika Jessica  menoleh dengan mata melebar, ia kaget. Jantungnya berdegup cepat !

“Aku bilang hatiku, hatiku tertinggal dikamu.”

“Oppa..”

“Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul, yang kutahu semakin kesini hati ini selalu menuntunku datang padamu. Aku menyukai debaran ini yang selalu datang setiap kali kau berada disampingku. Aku menyukaimu, Jessi .”

“Oppa..”

“Semenjak mengenal dirimu, hidupku tidak sehitam dulu. Hari-hariku penuh warna berkat kehadiranmu. Terlebih aku bisa tersenyum bahkan tertawa, dua hal yang sangat sulit aku lakukan setelah meninggalnya eomma. Kau menghidupkan sisi hangatku yang kupikir tlah lama hilang lewat senyummu. Terlebihnya lagi kehdiranmu dalam hidupku , membantuku menemukan ‘sesuatu’ dalam diriku yang tak pernah kupikir ada. Sesuatu itu adalah cinta, dan cinta adalah dirimu, Jessi .”

“Oppa..” ketiga kalinya  Steve memotong ucapan Jessica , ia menoleh menatap lekat kedua iris rusa itu.

“Jangan pernah kembalikan hatiku, karena aku ingin selalu datang padamu Jessi .  Untuk berada disisimu, menjagamu dan mencintaimu.”  Steve mengatakannya dengan satu tarikan nafas.

“ Steve Oppa,  kurasa aku juga mencintaimu.” Senyum manis Jessica  menggembang liar. Begitu juga dengan senyum tampan  Steve. Mereka larut dalam tatapan penuh cinta satu sama lain. Sampai dimana  Steve mulai memajukan wajahnya dan disambut Jessica  dengan kedua matanya yang mulai terpejam.

Dibawah sinar rembulan yang terang benderang, kedua hati yang saling mendamba cinta menyatu dalam sebuah ciuman lembut.  Ciuman pertama bagi keduanya. Mengirimkan milyaran kupu-kupu yang mulai bertebaran dalam perutnya.

Dirasa membutuhkan pasokan oksigen ketika sang paru-paru mulai mendesak-ingin meledak.  Steve melepas tautan bibirnya. Mata Jessica  perlahan terbuka yang langsung disambut tatapan berlumur cinta dari kedua iris elang  Steve. Dan mulai terpejam kembali saat  Steve atau mulai sekarang ia bisa menyebut ‘kekasihnya’ membenamkan bibirnya pada keningnya.

“Semua yang ada pada dirimu adalah milikku, jangan pernah membaginya dengan siapapun. Arraseo ?!” itu bukanlah sesuatu yang dapat Jessica  katakan TIDAK. Dan lagipula ia pun tidak berniat membaginya, hanya untuk  Steve. Seseorang yang selalu mengirimkan kupu-kupu dalam perutnya.

“Arraseo. Dan   Steve Hwang juga milik Jessica Jung, arra !”

“Aku, tubuhku, hatiku bahkan nyawaku adalah milikmu. Semua yang kumiliki adalah milikmu, Jessica  Jung .”

“Jinjaa ?”

 Steve mengangguk, serius. Sangat menyenangkan hati Jessica ,  lalu ia dengan malu-malu membringsut kedalam pelukan  Steve.

“Apa yang kalian lakukan ?!” suara keras Yuri merusak moment manis itu. Jessica  segera menyingkir dari  Steve, kegugupan terlihat jelas. Berbeda dengan  Steve yang tetap tenang dengan wajah datarnya. Mendadak benci dengan kemunculan Yuri ! Pernahkah sekali saja ia suka  ? belum pernah dan tidak akan pernah ! Barangkali cemburu mengingat kebersamaan Yuri dengan Jessica  lebih lama dibandingkan dengan kebersamaanya

“Ah ! Oppa ! kapan Oppa pulang ?”

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini ?” bukannya menanggapi ucapan Jessica , Yuri malah melempar pertanyaan lain ke  Steve.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan malam-malam begin sampaii bajumu berlumuran darah?”

“Hah ?! darimana kau tahu kalau ini noda darah ?!”

“Tskkkk ! kau bodoh atau apa, lihat ada noda merah di kemejamu. Dari baunya saja anak kecil bisa mengetahuinya, kalau itu darah !”

“Yuri oppa, kau terluka ?” Jessica  mendekati Yuri, ia baru menyadari keadaan Yuri.

“Gwaenchana, aku tidak terluka sama sekali.”

“Tapi, Oppa berdarah.”

“Hey, ini hanya darah anjing.”

“Huh ? anjing ?”

“Aku terburu-buru setelah Yoong menghubungiku, di jalan aku tidak sengaja menanbrak anjing.” Tatapan menyelidik Jessica  membuatnya sedikit gugup, apa ia ketahuan berbohong ?

“Sica, sungguh..” ucap Yuri menyakinkan ketika Jessica  masih menyipitkan matanya. “Jika tidak percaya kau bisa melihat mayat anjing itu, aku belum sempat menguburnya. Aku akan menceritakan padamu nanti seusai mandi.” Sebelum pergi Yuri mengelus rambut Jessica , hal biasa yang selalu ia lakukan.

“Cih, apa-apan itu !” decih  Steve selepas kepergian Yuri.

“Kenapa ? Oppa cemburu ?”

“Tidak !” Jessica  tertawa melihat ekspressi masam  Steve. “Yang benar saja, aku tidak mempunyai alasan cemburu dengan dia.”

“Mengaku saja Oppa, aku tidak masalah kok.” Goda Jessica  sembari mengalungkan tangannya pada lengan  Steve. “Benarkah tidak cemburu, kupikir Oppa mencintaiku ?”

“Aku membencimu sekarang.” Jessica  hanya tertawa, apa yang diucapkan  Steve tak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lihatlah, kekasihnya mengatakan membencinya, tapi apa yang dilakukan,  Steve malah mendekpnya erat dan menghujami  rambut Jessica  yang disentuh Yuri dengan ciuman.

“Jessi , pastikan kau ikut mengubur anjing itu.”

“Ada apa ?”

“Sepertinya ada yang aneh dengan bodyguardmu itu !”

“Kurasa juga begitu, Oppa.”

“Ah,sepertinnya waktu sudah semakin malam,aku harus pulang,besok aku akan menjemputmu.”

Jessica  mengangguk paham lalu mengantar  Steve sampai kepintu depan

Tbc..

Jangan lupa komen, jangan jadi readers yang nackal J

Btw di wp ini pairing favorit itu siapa ???

Paipai

Salam ganteng Yuri

Iklan

27 pemikiran pada “The Problem of Beauty New Version

  1. Weh penuh mystery,,,mystery,,,mistery tery tery. Sebenarnya gua berharap pairing utamanya yoonsic but its okay diliat dari alurnya yoong nanti bisa jagain noonanya dgn baik akakak,,,sebenarnya masih terlalu dini utk menyimpulkan siapa pria misterius itu tapi mungkin di chapter ini gua curiga ama steve meskipun noda darah ada di kemejanya yul tp gua fikir steve yg mencurigakan karna klo di film org yg memiliki tanda mencurigakan secara jelas bkn pelakunya akakak

  2. Awal kisahnya agak mengerikan pake acara muka disayat perlahan pake pisau sama paku karatan lagi 😲😲
    Gw suka YULSIC tapi yulsic kyanya di cerita ini gk berjodoh dech (sok tau)

  3. Feeling gw blg pelaku pembunuhan itu Yuri dan Steve….ada 3 clue yg bs jd alsn knp Yuri, 1. Pas Jessica blg Yuri pnh pny hubungan sm Jessica. 2. Pas part Suzy mau dibunuh,dia lakuin itu utk Jessica,gadis yg dia cintai, yg pnh dimanfaatin sm Suzy. 3. Darah yg nempel di baju Yuri,yg katanya darah anjing,itu pst darah Suzy. Klo Steve, cluenya alsan pembunuh itu mau bunuh Suzy krn Jessica,sblmnya Jessica blg klo dia pnh dimanfaatin sm Suzy,jd Steve lah yg membalaskan dendamnya.
    Clue nya Yuri lbh byk, berarti kandidat terkuat Yuri nih…

  4. Feeling gw blg pelaku pembunuhan itu Yuri atau Steve….ada 3 clue yg bs jd alsn knp Yuri, 1. Pas Jessica blg Yuri pnh pny hubungan sm Taeyeon. 2. Pas part Suzy mau dibunuh,dia lakuin itu utk Jessica,gadis yg dia cintai, yg pnh dimanfaatin sm Suzy. 3. Darah yg nempel di baju Yuri,yg katanya darah anjing,itu pst darah Suzy. Klo Steve, cluenya alsan pembunuh itu mau bunuh Suzy krn Jessica,sblmnya Jessica blg klo dia pnh dimanfaatin sm Suzy,jd Steve lah yg membalaskan dendamnya.
    Clue nya Yuri lbh byk, berarti kandidat terkuat Yuri nih…

  5. Jarang ya Stephanie (Steve) jadi cast namja. Hehe.
    Menurutku mungkin pembunuhnya antara Steve sama Yul, tapi bisa jadi ada plot twist kayak cerita-cerita thriller biasaya.

  6. Shock tae di bunuh.. Lagi suka taeyeon pdhl wkwkwk
    Akhirnyaaaaa wp ini ada Jeti walau jd steve wkwkwk tp syukaaaaaa~~

    Jangan blg deh svte yg lakuin. Wkwk kaya keliatan bgt nih jebakannya buat steve yg baik2 taunya entar ending nya paling saiko. Jangan dong ;’) kapan lg jeti bahagia wkwkwkwkwk

  7. brsa kyak bca novel mystery kak, ya ampun plakunya psikopat gila sdis bnget kak….
    yuri or steve??? kdua orng itu agk mistrius…
    kren critnya kak, fighting….

  8. awal yg menarik ,aku juga baru baca ff yg bertema thriller kaya gini ,bener2 sesuatu yg baru sepanjang aku menjelajah ff snsd.
    kl baca ff thriller kaya gini tuh,aku ngebayangin adegan pas korbannya dibunuh gitu , ihh apalagi pas bagian tangan taeng dan suzy dipaku,wihh ngilu-ngilu gmna gitu 😰
    hahaha itu steve dan jessi,baru ketemu udah langsung pada suka aja 😂
    ku kira tadi yuri itu,kakaknya jess,ternyata bodyguard-nya toh. Jelas bgtt tuh kl yul suka sama jess.Keliatan sekali yul~
    untuk masalah yg bunuh suzy,disini ada dua org yg bisa dijadikan tersangka. Pertama yuri dan kedua steve .
    Untuk yuri :
    alasannya =
    1. Yuri pulang dgn baju yg ada bercak darah di bagian lengan kemejanya, kemungkinan itu bekas darah suzy,sewaktu yul memaku tangan suzy, darah ini muncrat dan mengenai kemeja yul.
    2. Si pembunuh bilang ,dia melakukan itu karena jessica yaitu org yg dia cintai. Kemungkinan besar itu yuri .
    3. Saat ditanya sama jess,tiba2 yul jadi gugup,kl yul tidak bohong knp dia bersikap seperti itu? mencurigakan sekali.
    Kalau untuk steve,alasan knp dia bisa menjadi calon tersangka,yaitu :
    1.Setelah jess,cerita ttg perlakuan suzy kepada steve, malam harinya, suzy dibunuh oleh org gak dikenal, jadi momentnya kaya pas gitu.
    2. Steve tiba2 dtg kerumah jess,dan bilang kl dia abis melakukan suatu pekerjaan. Ini yg bikin curiga, pekerjaan apa yg dimaksud steve? aku curiga kl steve baru saja membunuh suzy.

    Tapi sepanjang aku baca novel dan nonton film ttg pembunuhan bgni,biasanya org yg gak disangka-sangka itu adalah pembunuhnya . Untuk dugaan awal sih dua org itu. tapi mngkin di chapter selanjutnya, bisa aja keadaan berubah dan bukan mereka pelakunya . Karena kl genre thriller kaya gini,siapapun itu bisa berpeluang jadi pelaku .

  9. Wkwkwk fany jdi cowo
    Lucu dh
    Tpi ini malah ad mayat 😂😂
    Yg bnuh yul atau steve kli ya
    Ga mungkin kn author yg bnuh 😂😂
    Msig misteri ini semuanya
    Wkkwwk
    Lnjut thorrr mantapp

  10. alhamdulillah ada jeti.. interaksi mereka sukses bikin aku ketawa sendiri.. antara yuri sama steve.. astagfirulloh jadi bingung sebenrnya siapa pembunuh yang real… cuman yoong rekan2 detektif lainnya yang bisa bantu

  11. Akhirnya baca ke 4 kali bru slesai, gara2 ketiduran klo bacanya malem. Jadinya di ulang2 baca 😀 maaf itu sering nyelip kata2nya kyakna ya, ,( mlom,,imo,,noona ) dll.
    Tapi kebayang donk baca ini sebenernya agak nyeri, dibagian bunuh2han author ceritain kepala ditusuk, paha tancep pisau Brasa linu,,hehe,, makanya aku baca pas posisi enak. Pagi aja biar ga serem.
    Balik ke cerita, itu kyakna yang bunuh Steve ya thor soalnya dia ngerjain sstu,sblum balik nembak jadian ma jesy. apalagi kemungkinan yang diceritain Jessica ttg suzy ya steve. Tapi ada kemungkinan itu yuri yang bunuh, coz dia pasang penyadap,ditas jesy bisa jadi dia denger. N balasin buat jesy ke suzy.
    Apalagi ada crita klo yuri mantan taeyeon. Aslinya yuri suka Jessica cuma jadian ma tae kali, hehe,,
    Ya dah dilanjut thor,,nanti biar ga penasaran. Mksh tulisanya,,author choi,, 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s