EX FINAL PART 3.1

 

NOTE : HATI HATI DISINI perlu Fokus yaaa hehehehe alurnya dan jalan ceritanya sedikit membinggungkan.. dan untuk teman-teman aku sangat-sangat ingin mengingatkan apapun yang kalian baca disini ambillah sisi positif dari cerita ini dan hal negatifnya dibuang yaa jangan diambil atau di praktekan hehe karena tidak baik. Dan kami tidak bertanggung jawab atas hal apapun yang terjadi dalam diri kalian setelah membaca ff hehhe

Jangan skip-skip yaaa. Sakit tau di skip tuh. Baca yang bener dan komen.

.

.

.

C0fv5xyVEAAHMtL

“Ya! Ya! apa yang kau lakukan Yoong? Duduk disampingku!!!” ucap manager Park saat Yoong akan memasuki bangku belakang mobil bersama Jessica

“Tidak apa jika kau berada dibelakang sediri love?” tanya Yoong

“Tidak apa baby.. sepertinya dia takut terkena serangan jantug jika ada wartawan yang melihat kita duduk bersama dibelakang” canda Jessica

“Ya biarkan saja dia jantungan aku tidak peduli” ucap Yoong sambil memasuki bangku mobil disamping managernya

*PLAK*

“Awwww” lirih Yoong sambil memegang kepala bagian belakangnya yang dipukul oleh manager Park

“Yaaa!!! Oppaa!!!!” teriak Jessica dikursi belakang yang melihat kekasihnya di pukul oleh managernya sendiri

Jessica mengusap kepala belakang Yoong kemudian memeluk Yoong dari belakang walaupun terhalang oleh kursi mobil kemudian mengecup singkat Pipi Yoong.

“YAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” bentak manager Park

“Hahahahaha” tawa keduanya pecah ketika melihat reaksi manager Park seperti itu

Mobil merekapun meninggalkan lokasi syuting tersebut

“Bagaimana love syutingnya?” tanya Yoong

“Hmm yaa seperti itu Yoong. Aku berharap aku melakukannya dengan baik dan kini aku sedang membaca script untuk lusa Yoong..”

“Oh ya? semangat baby” ucap Yoong yang mulai menyenderkan kepalanya kebangku mobilnya

“Istirahatlah baby, aku tau kau lelah” lirih Jessica sambil terus memperhatikan script naskah miliknya

“Tentu sayang.. jika aku tertidur temanilah manusia disampingku ini”

“Tentu.. hmm”

Hening..

Ternyata Yoong terlelap tidur sedangkan Jessica terus menghafalkan dan membaca script naskah untuk dramanya dua hari lagi, karena ia besok diberikan libur oleh team dramanya tersebut. Dua jam perjalanan ketiganya kini sampai di halaman parkiran apartemen Jessica, ia langsung turun dari mobil dan manager Park mencoba membangunkan Yoong, tidak butuh lama Yoongpun terbangun dari tidurnya kemudian menyusul Jessica memasuki apartemennya, sedangkan manager Park langsung meninggalkan halaman parkir apartemen Jessica.  Yoong sedikit berlari kemudian mengandeng tangan Jessica dan mengambil tas yang sedang dibawa oleh kekasihnya tersebut karena ia tau jika kekasihnya pasti sangat lelah, keduanya menaiki lift sesampainya dilantai apartemen Jessica, ia bersama Yoong memasuki ruang apartemennya tersebut dan seperti biasa mereka langsung memasuki ruangan kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Jessica menghela nafas ketika melihat layar handphonenya terdapat beberapa panggilan tidak terjawab yang berasal dari YURI, entahlah apa yang harus ia lakukan tidak bisa dipungkiri jika selama satu bulan ini kesibukan dirinya dan Yoong membuat keduanya jarang bertemu. Sedangkan Yuri selalu menyempatkan untuk datang ke lokasi syuting Jessica.

Beberapa menit kemudian Yoong telah menyelesaikan mandinya ia duduk diruang santai sambil melihat drama yang sedang tayang di salah satu stasiun televisi, tidak lama Jessicapun keluar dari kamarnya dan memberikan senyum kepada Yoong, ia tidak langsung mengambil duduk disamping Yoong melainkan pergi kearah dapur ternyata mengambil dua juice kesukaan mereka didalam lemari es. Jessica memberikan juice tersebut kepada Yoong dan menaruh yang satunya di atas meja, Yoong meneriman salah satu juice kemudian membuka kan tutup botol juice tersebut dan memberikannya kepada Jessica. Jessica mengambil posisi duduk disampingnya, tanpa basa basi Jessica menghabiskan hampir setengah botol juice tersebut. Yoong yang sedang fokus kelayar televisi tiba-tiba memperhatikan wanita disampingnya yang menghabiskan setengah botol isian juice kemudian tersenyum, membuat wanita disampingnya tersipu malu dan membalas senyum prianya. Tiba-tiba Yoong mendekatkan wajahnya kepada wajah Jessica kemudian mengecup bibir manis wanita yang sedang ia cumbu, perlahan Yoong mengambil alih botol juice yang berada ditangan Jessica dan manaruhnya diatas meja tanpa melepaskan lumatan bibir manis keduanya, ciuman yang berlangsung sangat alot membuat keduanya terbakar dalam api asmara yang sedang mereka lakukan..

Selang beberapa menit mereka tidak bernafas dengan baik membuat keduanya berebut oksigen ketika sudah selesai melakukan kenikmatan dunia. Yoong mengelus puncak kepala Jessica sambil meminum sisa juice di botol milik Jessica. Kemudian Jessica merebahkan tubuhnya di sofa tersebut dengan kepalanya berada diatas paha sang kekasih. Entah apa yang sedang merasuki diri Yoong ketika wanitanya sedang serius melihat drama yang berada ditelevisi ia tiba-tiba menundukan kepalanya dan sedikit merubah posisi tubuh Jessica yang tadinya sedang melihat kearah televisi menjadi melihat kearahnya kini kedua mata mereka saling bertatapan kemudian Yoong mengecup kembali bibir manis milik sang kekasih, perlahan tapi pasti kecupan manis yang mereka lakukan menjadi semakin panas, tangan milik Jessica menahan rasa yang tidak bisa diartikan dengan memegang rambut milik sang kekasih.

“Emmhh babyh..” kini terdengar sedikit desahan yang keluar dari dalam mulut Jessica

Yoong melepaskan perlahan bibir manis milik Jessica dan menatap lekat mata sang kekasih kemudian tersenyum dan mengecup kening Jessica. Bibir keduanya sangat merah merona ini adalah pertama kali keduanya merasakan ciuman yang benar-benar memambukan keduanya. Selama ini Yoong tidak pernah berbuat lebih selain mengecup singkat bibir milik Jessica. Tangan kanan Yoong mengusap puncak kepala milik sang kekasih yang sedang fokus kembali dengan drama yang mereka lihat di televisi, sedangkan tangan kiri Yoong melingkar di atas perut milik Jessica dan jemari miliknya tersebut sedang di pegang oleh Jessica.

Love..” panggil Yoong kepada wanita yang berada di dalam pangkuannya

“….”

Yoong melihat kearah wanita yang sedang tertidur di paha miliknya tersebut ternyata Jessica sudah tertidur lelap. Ia menghela nafas dan tersenyum ketika melihat sang kekasih sudah tertidur pulas.

“Rasanya seperti terbakar love.. aku .. maafkan aku love. Aku tidak bisa menahannya, aku hanya ingin membuktikan siapa pemilik hatiku yang sebenarnya jika aku melakukan hal tadi..” lirih Yoong dalam hati

“Bibirmu membuatku mabuk  seperti meneguk vodka ingin lagi dan lagi..”

“Shit!!! Kenapa rasanya sama saja seperti aku mengecup bibir manis Tiffany. Aku berharap jika berbeda namun ternyata sama.. jadi siapa pemilik hatiku sebenarnya” runtuk Yoong dalam hati

Yoong mengangkat Jessica kedalam pelukannya untuk memindahkannya ke kamar miliknya, sang kekasih benar-benar terlelap karena kelelahan. Dengan sekuat tenaga akhirnya Yoong berhasil membawa Jessica ke tempat tidur miliknnya

“Huh! Aku tidak menyangka jika berat badanmu bertambah”

“YAAA!!!” teriak Jessica

“YA! Jadi kau tidak tidur?!!!”

“HAHAHAHA! Ya! apa yang kau katakan tadi? Berat badanku bertambah?!”

“No! Kau salah dengar. Sudahlah bye! Good night..”

“YAA!!! Kwon Yoonan!!!”

“..”

“Yoong!!!! Tidur disampingku!!”

“No”

“Yasuda aku yang akan kekamarmu!”

“Aish! Apa kau ingin aku berbuat yang lebih selain yang tadi?”

“Bahkan aku tau kau tidak mungkin melakukannya” ejek Jessica sambil menarik Yoong kedalam kasur miliknya

“Emmm apa kau bilang? Aku tidak mungkin melakukannya?” tatap Yoong yang kini menindih tubuh Jessica, membuat wajah wanita dibawahnya sedikit memerah

“Menyingkirlah tubuhmu berat bodoh!”

“Jess…” panggil Yoong sambil menatap kedua mata Jessica dengan lekat dan mendekatkan wajahnya kepada wajah Jessica

Jessica hanya diam dan menatap kembali mata kijang indah tersebut, Yoong mulai mengecup bibir indah milik Jessica, siapa sangka ternyata Jessica menerimanya. Ciuman keduanya semakin panas, Yoong semakin tidak terkendali yang memberikan sentuhan gigitan-gigitan kecil di bibir mungil Jessica

“Emmhh.. Babhhyy” erang Jessica ketika Yoong menyentuk leher jenjang miliknya

“…” Yoong terus menyelusuri leher jenjang milik kekasihnya tersebut sampai ia kembali ke bibir mungil milik Jessica.

…….

.

.

.

Hyung..”

“Ya Yul?” tanya Taeyeon yang sedang fokus ke laptopnya

“Tadi Sunny menghubungiku untuk menandatangani surat itu..”

“Biarkan saja. Kita tunggu Appa pulang”

Hyung kau tidak menghubungi Appa? Entahlah kenapa hatiku sedikit tidak enak ketika mengingat Appa.. aku sulit menghubunginya”

“Kau saja sulit bagaimana dengan aku? Yul aku sedang banyak pekerjaan, kantor pusat ternyata lebih membuatku pusing dari pada cabang”

“Hahaha rasakan! Aku tidak ingin kembali kesana”

“Hmm..”

“Tae.. Ini teh mu” Tiffany yang baru saja datang dari arah pantry

“Hei Tiffaa”

“What Tiffa? Jangan memulainya Yul” runtuk Taeyeon yang langsung menatap tajam kearah Yuri

“Hahahaha kekasihmu sangat posesif Tiff.. baiklah aku masuk dulu kekamar. Bye”

“Bye Yul..”

“Oh ya Tiff.. kau boleh kembali ke apartemenmu mulai besok. Taeyeon sudah mengizinkannya”

“YAAA! KWON YURI!!!” teriak Taeyeon

“Hmm apa benar??” tanya Tiffany sambil duduk disamping Taeyeon

“Aku masih memikirkannya. Aku hanya khawatir tentang keselamatanmu terlebih lagi kejadian yang membuat kau harus mengugurkan kandunganmu. Itu hal konyol yang membuat ku takut kau melakukan kesalahan yang kedua kalinya”

Bagaikan terserang petir yang menyambar kalimat yang dilontarkan Taeyeon menyambar kedalam dirinya.

“Baiklah.. aku masuk masuk kedalam kamar dulu Taeng. Kau jangan tidur larut malam. Goodnight”

“Fany-aah..”

Tiffany tidak menghiraukan panggilan Taeyeon ia terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamar miliknya, sesampainya disana ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur kingsize yang berada didalam kamar tersebut. Ia memejamkan kedua matanya, kalimat yang tadi Taeyeon lontarkan membuat dirinya semakin yakin bahwa dia bukan pria baik untuk dirinya.

.

.

.

Keesokan paginya Jessica masih terlelap di tempat tidur miliknya berda halnya dengan pria yang berada disampingnya yang sejak semalam menemaninya. Kini Yoong sudah rapih dengan pakaian miliknya dengan menggunakan T-shirt putih, celana jeans hitam dan jacket kulit miliknya ia duduk disamping sang kekasih yang masih terlelap tidur

Love…” bisiknya sambil mengigit kecil ke telinga sang kekasih namun tidak ada reaksi dari pemilik telinga tersebut

Love…” panggilnya lagi kini mulai mengecup leher jenjang milik sang kekasih

“Emmhhh” terdengar suara desahan dari wanita yang masih terlelap tertidur tersebut

“Aku pergi dulu love.. I love you” lirih Yoong kemudian mengecup puncak kening kekasihnya tersebut

Yoong pun keluar dari dalam kamar Jessica dengan membawa kunci mobil miliknya, ia langsung keluar dari apartemen milik kekasihnya tersebut. Yoong kini berada di parkiran mobil apartemen Jessica, ia langsung memasuki mobil mewah miliknya dan pergi dari sana. Hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di tempat tujuannya, ia langsung turun dari mobil dengan sedikit berlari kecil untuk memasuki salah satu rumah mewah. Yoong sedikit gelisah karena melihat para pejaga berjaga dipintu gerbang dan ada dua buah mobil ambulance yang terparkir dihalaman..

Appa..”

Belum sempat Yoong masuk kedalam ruang kamar Tuan Kwon, ia dihadang oleh beberapa orang penjaga agar tidak masuk kedalam ruangan tuan Kwon

“Yaaa! Lepaskan aku!!!” kesal Yoong sambil melawan kepada penjaga yang menahannya

“Tenanglah tuan muda.. dokter sedang menangani tuan besar dengan sebaik mungkin” ucap Paman Kim yang baru saja datang menghampiri Yoong dan menyuruh penjaga melepaskan Yoong.

“Paman.. katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?!” tanya Yoong kepada Paman Kim

“Yoong tenangkan dirimu nak”

“KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA AYAHKU!” teriak Yoong

“Baiklah.. beliau sejak 1 jam lalu mendadak mengeluarkan darah dari dalam mulutnya, akupun segera menghubungi dokter untuk menanganinya..”

“Aku harus memberi tau Taeyeon dan Yuri Hyung..” ucap Yoong

“Jangan lakukan hal itu tuan muda, tuan besar melarangnya.. aku mohon” pinta Paman Kim

“Arrrggghhhh!!! Bagaimana bisa keadaan appa seperti ini kedua kakakku tidak mengetahuinya!??! Jangan bercanda paman! Lepaskan aku!”

“Tuan muda.. tolong bantu aku untuk menjalankan amanat dari tuan besar.. aku mohon” pinta paman Kim dengan sedikit memelas dan menatap Yoong dengan penuh keyakinan

“Paman… cukup aku merasakan bagaimana rasanya tidak merawat seseorang yang sangat berharga ketika ia dalam masa sulitnya! Cukup aku yang merasakan bagaimana aku hanya bisa melihat orang yang kita sayangi sudah terbaring kaku di peti kematian tanpa aku mengetahui bagaimana ia berjuang dengan rasa sakit yang ia rasakan! Cukup aku yang menjadi anak tidak berbakti karena tidak ada dimasa sulit orang yang paling berharga untuk kita! Jangan ada lagi Kwon Yoonan yang kedua atau ketiga! Aku mohon…” lirih Yoong sambil mengigit bibir bawahnya karena menahan sesak

“Tuan.. berpikirlah positif aku mohon. Aku yakin Tuan Kwon kuat dan akan bertahan”

“…”

Yoong tidak bisa berkata apapun tubuhnya terkulai lemas ke bawah lantai membuat semua orang yang berada disana melihat iba kearahnya, air matanya perlahan muncul bahkan menjadi deras. Beberapa kali ia memukul dinding keramik lantai hingga tangannya terluka, ia tidak bisa menahan hatinya benar-benar sangat sesak, pikirannya berputar-putar memikirkan hal yang tidak ia ingin kan

“Mengapa semua beban harus aku yang menanggungnya tuhan” lirih Yoong dalam hati sambil memukul kembali dinding keramik lantai.. yang kini sedikit ada bercak darah yang keluar dari tangan Yoong

“Tuan muda..” panggil paman Kim yang berjongkok di hadapan Yoong sambil memegang pundak Yoong

“Tuhan aku mohon….” Yoong tidak bisa melanjutkan kalimatnya ia memegang dadanya yang terasa sangat sesak

“Antarkan Tuan muda kedalam ruang istirahat..” pinta paman Kim kepada dua pengawal yang berada disana

Yoongpun dibawa oleh kedua pengawal ke ruang istirahat yang berada didepan kamar Tuan Kwon. Air mata itu masih mengalir, matanya sudah mulai memerah dan sembab, ia tidak bisa memikul beban ini sendiri saja. Namun apa yang bisa ia lakukan karena ayahnya sendiri yang meminta Yoong untuk merahasiakan ini semua dari kedua kakaknya. Ia mencoba memejamkan matanya untuk menghentikan airmata yang keluar dengan sendirinya. 30 menit, luka di tangannya mulai mengering namun bekasnya masih terlihat snagat jelas dan menyakitkan. Paman Kim memasuki ruang istirahat Yoong dan memberitahu jika tuan Kwon sudah bisa dilihat oleh Yoong, tanpa basa basi Yoong langsung beranjak dari tempatnya dan berlari menuju ruangan dimana Ayahnya berada.

Appa..” lirih Yoong sambil memegang tangan Ayahnya yang sedang terbaring di kasur kingsize dengan berbagai alat yang dokter pasang di tubuh Tuan Kwon

Air mata itu kembali mengalir karena Yoong tidak tega melihat keadaan ayahnya seperti ini. Tuan Kwon sulit untuk bicara karena ia menggunakan alat bantu pernafasan di mulut dan hidungnya, ia hanya memberikan senyuman dan tatapan kepada Yoong jika semuanya akan baik-baik saja.

“Kau harus kuat Appa demi aku, Taeng dan Yuri Hyung..”

Tuan Kwon hanya mengedipkan matanya menandakan ia memberikan jawaban “Ya”

“Tunggu.. aku akan membatalkan jadwal syutingku siang ini..”

Namun ketika Yoong melepaskan genggaman tangan Tuan Kwon menahannya, menandakan bahwa Yoong harus tetap pergi kerja. Yoong tersenyum kepada tuan Kwon membuat tuan Kwonpun tersenyum kepada Yoong

Appa jangan berbuat seperti tadi lagi.. kau membuat jantungku hampir berhenti”

“…”

“Baiklah aku akan pergi kerja, hmm… appa berjanjilah ketika aku kembali keadaanmu sudah lebih baik dari ini? oke ? aku rasa aku harus pulang terlebih dahulu untuk menganti mobilku karena sudah jadwalnya di service…”

“…”

“Bolehkah aku meminjam mobil mahalmu itu? Hahaha yang hanya ada 3 di dunia? Wow! Ayahku sangat kaya raya hahaha maka kau harus sembuh jika tidak aku akan mengambil alih semua hartamu! hahahaa” canda Yoong sambil menahan rasa sesak dan air matanya namun ia berhasil membuat tuan Kwon tersenyum mendengar candaanya tersebut

“…”

“Aku pulang dulu appa.. aku mencintaimu” ucap Yoong kemudian mengecup puncak kepala Tuan Kwon

Tanpa basa-basi Yoong pun keluar dari ruangan tersebut

“Paman Kim aku menitipkan Appa kepadamu, tolong jaga dan rawat beliau dengan baik. Aku harus bekerja..”

“Baik tuan muda.. hati-hati dijalan”

Yoongpun keluar dari rumah yang dijadikan tempat perawatan tuan Kwon. Ia menyalakan mesin mobil dan mulai pergi dari halaman parkir rumah tersebut.

Disisi lain

Seseorang baru saja terbangun dari dalam tidur lelapnya, ia membuka matanya dan mencari sosok yang berada di sampingnya semalam, namun tidak ada. Ia beranjak dari tempat tidurnya untuk melihat siapa yang menekan bel apartemennya berkali-kali, sesampainya didepan pintu apartemennya Jessica tersenyum. Ia meletakan paket yang dikirimkan oleh kurir tersebut dan membaca note yang terdapat di paket tersebut.

 

Have a good day love..

Happy break time

Take your time

I love you

From : KY

 

Jessica tersenyum dan meninggalkan paket bunga mawar putih tersebut dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, selama 1 jam ia membersihkan diri kini ia keluar dengan wajah freshnya menuju pantry benar saja disana sudah tersaji sandwich dan segelas susu yang kini sudah dingin dan ada note kecil di piring sandwich tersebut.

Goodmorning love.. apa kau sudah menerima paket hadiah dariku? Hehe maafkan aku meninggalkanmu tanpa pamit.. karena aku memiliki pekerjaan siang ini namun aku akan menghabiskan waktuku dari pagi ini dirumah kebetulan aku harus menganti mobilku terlebih dahulu karena sudah jadwal diservice. Gunakan waktu liburmu sebaik mungkin.

Love you

Jessica tersenyum membaca note tersebut.

“Kau selalu membuat diriku setiap harinya semakin sulit untuk melepaskan pria seperti dirimu love… aku .. rasa.. aku.. benar-benar jatuh hati padamu..”lirih Jessica dalam hati

Kini waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi, ia memiliki ide untuk belanjar memasak diwaktu libur nya ini.

.

.

.

“Morning sayang..”

“Morning Tae..” sapa Tiffany yang duduk dihadapan Taeyeon

 “Kau kenapa terlambat datang kekantor? Ini sudah pukul 9 pagi Tae..”

“Semalam pekerjaanku sangat banyak sayang jadi aku sedikit bangun terlambat”

“Maafkan aku tidak membangunkanmu. Aku pikir kau sudah pergi kekantor” ucap Tiffany sambil mengoleskan slai kepada rotinya

“Hmm apakah Yuri sudah pergi kekantor? Apa kau melihatnya?” tanya Taeyeon

“Tidak. Aku belum melihatnya. Nampaknya  belum pergi karena tadi aku melihat mobil miliknya masih ada di halaman. Taeng.. aku bosan berada dirumah seperti ini, semenjak aku tidak kekantormu dan tidak menjadi sekertarismu lagi pekerjaanku hanya bersantai dirumah dan aku tidak menyukainya”

“Belajarlah menjadi isteri yang baik Fany-aah.. aku hanya tidak ingin kau kelelahan”

“Tapi Taeng.. banyak mimpiku yang ingin aku raih. Tolong jangan lakukan ini kepadaku.”

“Yang aku lakukan demi kebaikanmu Tiffany”

“Ini bukan kebaikan. Ini adalah sebuah pengekangan Taeyeon!” ucap Tiffany sambil menatap tajam kearah Taeyeon membuat Taeyeon meletakan roti yang akan dilahapnya

“Tidak bisakah kau menghargai waktu sarapan kita Tiffany Hwang?”

“Kenapa kau berbuat seperti ini saat kita berada diKorea?! Kenapa kau tidak mengekangku ketika kita berada di California?! Sadar atau tidak saat ini Kau sering mengekangku! Kau memojokanku setiap saat! Katakan padaku apa aku pernah melawan ucapanmu?! Apa aku pernah tidak menuruti satu saja kemaunmu?! Aku sadar Tae! Aku sadar! Aku adalah wanita murahan! Aku adalah wanita yang mengugurkan kandungannya hanya demi masa depanku! Aku adalah wanita yang tidak pantas di cintai oleh siapapun! Namun… tidak bisakah kau sedikit saja kau menghargai aku sebagai kekasihmu?! Tidak bisakah kau memberiku kebebasan?! Hah !” luapan emosi Tiffany tidak dapat dibendung lagi

“Fany-aaah…” lirih Taeyeon sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Tiffany kemudian mengusap pundak wanitanya tersebut namun sayang tangan Taeyeon ditepis oleh Tiffany

“Jangan sentuh wanita kotor ini..”

“Maafkan aku..” ucap Taeyeon yang kini berdiri disamping tempat duduk sang kekasih

“Apa kau takut jika aku kembali dengan mantan kekasihku jika aku kembali ke apartemen milikku?!” tanya Tiffany sinis sambil beranjak dari tempat duduknya dan kini keduanya saling berhadapan

“Fany-aah.. kau mengerti dan tau jawabannya dari semua pertanyaan yang kau buat untuk diriku”

“Ya tentu aku mengerti! Kau takut kehilanganku karena ini adalah negara dimana aku tidak bisa melupakan seseorang yang berada dihatiku pada masa lalu, mungkin sampai saat ini” lirih Tiffany membuat mata Taeyeon terbelak tidak percaya dengan apa yang diucapkan wanita dihadapannya

“APA MAKSUDMU!? Jangan membuat aku marah Fany”

“Taeyeon-aah.. aku rasa cukup sampai disini. Aku lelah. Aku tidak bisa lagi..”

“HAH?! APA YANG KAU KATAKAN!? TIDAK! HEI DENGAR! Apa yang terjadi ketika ayahmu mengetahui bukti jika kau telah mengugurkan kandunganmu? Hah? Kau ingin membuatnya terkena serangan jantung?! Aku masih menyimpan dengan sangat baik surat dari dokter yang menyatakan dirimu melakukan aborsi Fany-ah”

“KAU GILA TAEYEON” teriak Tiffany

“Hahaha kau pikir jika kau sudah putus denganku ada lelaki yang menerimamu? Menerima wanita seperti dirimu? Oh god! Aku akan memberikan cermin untukmu sepertinya Fany-ah”

“Taeyeon-aah inilah sifatmu yang membuat aku tidak bisa mencintaimu. Dan kenapa sampai detik ini aku tidak bisa melupakan mantan kekasihku? Ya! kau tau jawabannya karena sikapmu tidak lebih baik darinya!”

“Kau akan merengek kepada mantan kekasihmu untuk kembali bersama?! Hahaha! Apa dia mau dengan wanita yang telah mengugurkan kandungannya? Hei! Kau harus sadar Tiffany! Kau meninggalkannya dan tidur dengan lelaki lain kemudian mengandung anak dan kau mengugurkannya!!!”

*PLAK* sebuah tamparan mendarat dipipi Taeyeon

“YAAA! WANITA JALANG!” teriak Taeyeon sambil menarik rambut indah milik Tiffany kemudian

*PLAAAK* Tamparan keras mendarat di pipi mulus cantik Tiffany yang memberikan bekas guratan merah yang sangat terlihat jelas

“KAU KIRA AKU AKAN DIAM SAJA KETIKA KAU MENAMPARKU YANG KEDUA KALINYA?! HAH!?” teriak Taeyeon sambil kembali menarik rambut Tiffany membuat wanitanya merintih kesakitan

*BUUUUUUUUUGGGHHHHHHHHHH* tiba-tiba sebuah tinjuan mendarat di wajah Taeyeon membuat tubuhnya tersungkur ke lantai

*BUUUGGGHHHH* Pukulan kedua diterima oleh Taeyeon yang kini sudah terbaring dibawah lantai

“Kwon Yoona!!!” teriak salah satu pria yang buru-buru turun dari tangga untuk menghentikan kakak dan adiknya tersebut.  Yuri menarik Yoong dan menahannya agar tidak memukul Taeyeon lagi

“Brengsek!” lirih Yoong sambil menatap tajam kearah Taeyeon

*BUUUGGGGHHHHH* Kini balas Taeyeon memukul Yoong

“OH DAMN!!! HYUNG! HENTIKAN!” teriak Yuri sambil melepaskan Yoong dan menahan Taeyeon

“Kyaaaaaaa” teriak wanita yang baru saja datang melihat Yoong dipukul oleh Taeyeon

“YAAA! ADA APA DENGAN KALIAN!?” teriak Yuri

Taeyeon dan Yoong sedang mengambil nafas sambil menatap tajam satu sama lain dengan darah segar yang mengalir dari sudut bibir keduanya yang sobek akibat pukulan yang mereka terima, sedangkan Tiffany menahan rasa sakit di pipi mulusnya sambil menangis melihat semua kejadian ini. Jessica nampak binggung melihat apa yang baru saja terjadi, ia menghampiri Tiffany dan memeluk wanita tersebut sambil menenangkan Tiffany.

“KAU DIAM!!!! JANGAN BERGERAK SEDIKITPUN YOONG! DAN KAU JUGA TAEYEON!” teriak Yuri lagi yang kini posisinya berada ditenga-tengah Yoong dan Taeyeon

“LELAKI MACAM APA KAU YANG BISA MELONTARKAN KALIMAT YANG TIDAK PANTAS KEPADA WANITAMU?! HAH! DAN KAU LELAKI MACAM APA BERANI BERMAIN KASAR TERHADAP WANITA?! KATAKAN PADAKU KWON TAEYEON-SHI?!” teriak Yoong membuat Yuri membelakan matanya menatap adiknya yang pertama kali seperti ini

Hyung apa itu benar?” tanya Yuri menatap kepada Taeyeon tidak percaya

“DIAM KALIAN! TIFFANY IKUT AKU SEKARANG!” teriak Taeyeon sambil berjalan menuju arah Tiffany namun Jessica membawa Tiffany kedalam pelukannya dan memberikan tanda kepada Yuri dan Yoong untuk menahan Taeyeon

“YAA! JESSICA JANGAN IKUT CAMPUR!” teriak Taeyeon

Hyung! Jangan seperti ini” tahan Yuri

“LEPASKAN AKU KWON YURI!”

“KWON TAEYEON… AKU KWON YOONA MANTAN KEKASIH DARI TIFFANY HWANG” teriak Yoong membuat semua yang berada disana membelakan mata dan menatap kearah Yoong tidak percaya

“Yo…ong” lirih Tiffany

“Yoong!” Jessica sedikit berteriak

“AKU LELAKI YANG KAU ANGGAP SEBAGAI DALANG DARI MASALAH DIDALAM HUBUNGANMU! AKU LELAKI YANG MEMBUAT TIFFANY TIDAK BISA MENCINTAIMU! AKU LELAKI YANG MEMBUAT TIFFANY TIDAK BISA MENCINTAI ORANG LAIN! AKU! AKU ADALAH KWON YOONAN!” jelas Yoong membuat mata Taeyeon berapi-api

“BRENGSEK AAAARGGGHH !!! KWON YOONAN!!!!!” Teriak Taeyeon murka dan berjalan cepat menuju arah Yoong namun Yuri buru-buru menghadang Taeyeon kembali

“Pergi kau Yoong!!!” pinta Yuri sambil menahan Taeyeon

“Tidak” tolak Yoong

“YAAA! Akan ku hajar kau nanti! Sica bawa Tiffany pergi dari sini! Kalian pergilah” kesal Yuri

“TIDAK” teriak Yoong

“LEPASKAN AKU KWON YURI! AKU AKAN MENGHAJAR ANAK KURANG AJAR ITU!” Murka Taeyeon

“OH GOD! PENJAGA RUMAH INI DIMANA!!!” teriak Yuri

“Sica tolong panggilkan siapapun yang berada diluar rumah ini!! Aku tidak bisa menahan anak setan ini selamanya!”

Jessicapun langsung melepaskan pelukannya kepada Tiffany dan langsung berlari keluar untuk meminta pertolongan. Jessica kembali dengan membawa dua orang penjaga yang berada didepan rumah Kwon mansion. Dan langsung mengambil alih memegangi Taeyeon

“Tolong jangan lepaskan dia sebelum ia benar-benar tenang! Kajja Yoong, Sica, Tiff” ajak Yuri kepada ke tiganya

“YAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN KEPADAKU!!! KWON YURI AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU SETELAH YOONG!!!” teriak Taeyeon

Hyung.. tenangkan pikiranmu! Pikirkan baik-baik apa yang harus kau lalukan jangan menyakiti siapapun terlebih lagi wanita” lirih Yoong sebelum meninggalkan Taeyeon

Hyung maafkan aku. Ini demi kebaikanmu!” ucap Yuri menyusul Yoong Jessica dan Tiffany

Yuri, Yoong, Tiffany dan Jessica memasuki mobil yang sama untuk pergi dari mansion Kwon tersebut. Entah apa yang ada dipikiran mereka semua, sadar atau tidak kini mereka dalam satu mobil dengan para mantan kekasih masing-masing. Yoong berada disamping Yuri yang sedang mengemudi sedangkan Jessica dan Tiffany di belakang keduanya..

“Yoong..” panggil Jessica

“Oh my! Love.. ada apa kau kerumah? Aku hampir melupakanmu!” reflek Yoong

“EHEEEEEM” ucap Yuri mendengar kalimat manis dari mulut Yoong

“Ommo! Makanannya tertinggal dirumahmu!Aku membuatkanmu makan siang dan ingin menemani kau syuting hari ini karena aku libur.. hmm apa kau habis menangis? Matamu sembab love. Apa kau baik-baik saja?” tanya Jessica yang menyadari mata Yoong terlihat sembab

“….” tidak ada jawaban dari Yoong

“Sica! Apa kau tidak menanyakan aku baik-baik saja atau tidak?! Huh!” kesal Yuri

“Yul.. berhentilah di apotik aku harus mengobati luka yang berada di pipi Yoong” pinta Jessica

“Arrrggggg” kesal Yuri

“Bagaimana jika di apartemenmu saja Jess? Aku hanya takut jika ada paparazi atau semacamnya yang mengetahui” ujar Yoong

“Ide yang bagus..” jawab Jessica

Hyung.. kita ke apartemen Jessica saja” ucap Yoong

“Ya aku mendengar kalian berdua bicara tadi”

Yuri langsung menancapkan gas penuh untuk menuju kediaman Jessica. dikursi belakang kedua wanita tersebut hanya saling diam tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Tiffany melihat kearah luar jendela dengan tatapan kosong yang sedu, beberapa kali Yoong mencuri pandang kearah belakang memperhatikan Jessica maupun Tiffany, ada rasa sedih ketika ia memandang Tiffany. Ia merasakan sakit yang luar biasa ketika ia menemukan Tiffany sedang diperlakukan tidak sepantasnya oleh Taeyeon.

.

.

.

“Buat jadwal konser Jessica, SHY, dan Seohyun untuk di bulan depan, anggap saja ini sebagai perpisahan Sooyoung” ucap direktur Lee membuat semua yang berada di ruangan tersebut membelakan matanya tidak percaya

“Ap..ap..a Anda yakin Tuan dengan konser SHY?” tanya salah satu orang disana

“Dan apakah Fx dan redvelvet tidak mengikuti konser ini?

“Ya. Aku sangat yakin. Aku sudah membicarakan ini dengan para investor dan mereka menyetujuinya. Untuk fx dan redvelvet memiliki project lainnya yang sedang di persiapkan”

“Maaf tuan.. namun satu minggu lagi adalah debut sealigus perilisan single kalborasi antara Yoong dan Seohyun.. aku rasa ini terlalu mendadak untuk mengelar konser mereka berempat tuan..” ujar perwakilan manager Seohyun

“Benar.. aku yakin Yoonan tidak akan menyetujuinya tuan.. Lagipula Yoong harus menyelesaikan take lagu satu kali lagi karena kemarin ia membatalkannya beberapa kali dan Sooyoung sangat sulit untuk dihubungi”

“Aku tidak meminta pendapat kalian tentang setuju atau tidak. Tolong sampaikan saja kepada artis kalian masing-masing untuk mempersiapkan diri latihan dari minggu depan”

“Tapi tuan.. benar yang dikatakan Park dan Eunhe itu benar adanya  jika Seohyun dan Yoong akan debut duet solo akan sulit untuk mereka mengatur jadwal” Timpal manager SinB  selaku perwakilan dari Jessica

“Kapan Yoong, Hyo, Seo dan Jessica free? Apa mereka malam ini free?” tanya tuan Lee

“Yoong selesai syuting malam ini pukul 7 malam.. lalu ada take lagu ulang untuk satu lagu english version milik Yoong bersama Seohyun”

“Seohyun sedang latihan dan ada jadwal sampai jam 6 sore saja”

“Jessica sedang libur untuk drama nya”

“Hyo sedang diruangan SHY”

“Baiklah malam ini pukul 8 aku mengadakan meeting kedua, bersama semua artis kalian. Mengerti ? aah dan katakan pada Yoong untuk take ulang lagu nya setelah rapat selesai..”

“Mengerti tuan” jawab ke 3 manager yang berada disana

Sambil menghela nafas dan memejamkan kedua matanya bersamaan,sangat terlihat jika ke tiga manager tersebut sangat frustasi. Direktur Lee meninggalkan ruangan tersebut, kini hanya tersisa ketiga manager dari Jessica, Seohyun dan manager dari SHY untuk Hyo dan Yoong.

“Aku tidak habis pikir dengan jalan pikirannya.. bagaimana bisa aku menghubungi Sooyoung secara mendadak seperti ini?” saut manager Park

 “Aku tidak sanggup jika terus seperti ini, Seohyun Noona tidak akan mengeluh karena ia suka sekali bekerja keras.. namun orang-orang dibelakang panggung yang kewalahan huh!” runtuk Eunha selaku manager Seohyun

“Aku juga.. Khaaaahh.. aku yakin Jessica tidak menyukai ini..” lirih Sinb sambil menepuk jidatnya

“Oppa.. apa Yoong dan Seohyun tidak melakukan take bersama untuk lagu mereka? Aku melihat Seohyun selalu sendiri” tanya Eunha

“Tanyakan kepada artismu apa yang ia perbuat terhadap Yoong” ujar manager Park

“Hmm kau tau oppa jika dia terlihat selalu menyendiri setelah kejadian Yoong menolaknya..” lirih Eunhe

“Ya.. itu resikonya bahkan dia tau jika pria yang ia cintai adalah kekasih orang lain..” timpal Sinb

“Jaga bicaramu Unnie.. bagaimanapun kita tidak bisa memprediksi siapa yang kita cintai..”bela Eunha

“Namun kau bisa menahan hatimu ketiak mengetahui siapa yang kau cintai itu memiliki seseorang didalam hidupnya bukan?”

“Aaaarrrggg… sudalah kalian hentikan. Kalian membuat kepalaku semakin pusing. Sudahlah aku akan mempersiapkan kebutuhan Yoong dulu. Sampai bertemu nanti malam..” runtuk Manager Park meninggalkan ruangan tersebut

.

.

.

“Aaa-aa-aah aa-aw.. bisakah kau melakukannya dengan perlahan love.. ini sedikit perih” rengek Yoong yang sedang di bersihkan luka disudut bibirnya oleh Jessica

Sedangkan Tiffany sedang membersihkan dirinya di kamar mandi yang terletak kamar Jessica dan Yuri sedang menjawab telfone dari perushaannya di balkon luar.

“Bisakah kau diam? Jangan manja seperti itu! suruh siapa kau berkelahi?! Hah!” marah Jessica sambil menekan kapas yang berisikan ahkohol ke sudut bibir Yoong

“AWWW! YAA!!!” teriak Yoong sambil menepis tangan Jessica

“Hahaha Aaaigooo aigooo dasar manja! Kemari baby sedikit lagi selesai.. tahanlah” sambil menarik Yoong kembali kedalam dekapannya

“Aish! Kenapa kau kasar sekali huh?!” runtuk Yoong sambil menatap tajam Jessica

“Karena banyak hal yang ini aku tanyakan kepadamu! Dan jelaskan kenapa tanganmu bisa terluka seperti ini?! Taeyeon bukan tembok yang bisa melukai tanganmu jika kau memukulnya!” ujar Jessica sambil menekan hidung Yoong

“Eheemmmmm” Yuri yang baru saja datang dari arah balkon dan duduk dihadapan keduanya

“Hyung.. kau saja yang mengobati lukaku.. please..” pinta Yoong membuat Jessica memukul lengan milik Yoong

“Aaaa-aahh kau melakukannya lagi! Aish!” kesal Yoong

“Biar aku yang mengobatinya. Sini kau bocah tengik!” panggil Yuri

“Tidak! Biar aku saja” tolak Jessica sambil menahan Yoong yang akan beranjak dari tempat duduknya

“Baiklah.. biar dia saja Yoong..” ucap Yuri sambil membuka handphonenya kembali

Tidak butuh waktu lama untuk Jessica menyelesaikan mengobati luka Yoong. Tiffany baru saja menyelesaikan membersihkan dirinya dan ia keluar kamar Jessica dengan malu-malu. Yoong melihat kearah dimana Tiffany baru saja keluar dari kamar Jessica kemudian memberikan senyum kepada Tiffany. Jessica beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Tiffany

“Omoo kau cantik sekali Tiff.. biarkan aku mengobati luka di pipi cantikmu itu dear..” ungkap Jessica sambil membawa Tiffany kedalam gandengan tangannya

Yoong berpindah duduk disamping Yuri membuat Jessica dan Tiffany duduk di sofa yang sama.. tiba-tiba *Dddddrrrtttt*dddrrrttt* getaran handphone milik Yoong sangat jelas terdengar karena diletakan di atas meja

PARK HYUNG CALLING

On the Phone

“Hmm”

“…”

“Aku di apartemen Jessica”

“…”

“Baiklah dua jam lagi bukan? Aku menunggumu”

On the phone end

“Kau ada syuting hari ini?” tanya Yuri

“Ya.. Hmm Tiff kau tinggal disini saja dengan Jessica untuk sementara… Aku takut jika Taeyeon mencarimu dan berbuat yang lebih dari yang tadi” ujar Yoong sambil memperhatikan Jessica yang sedang mengobati luka Tiffany. Tidak banyak luka yang berada di Tiffany hanya guratan lecet kecil yang masih membekas di pipi mulus nya..

“Tidak. Aku ingin kembali ke apartemenku” tolak Tiffany

“Tidak apa Tiff kau bisa bersamaku disini” tawar Jessica

“Terimakasih Jess.. aku benar-benar ingin menenangkan diri di apartemenku”

“Baiklah jika itu maumu… Yuri Hyung akan mengantarkan dan menemanimu” ucap Yoong membuat Yuri menatap tajam kearahnya

“Tidak perlu Yoong…  Aku bisa kembali sendiri” tolak Tiffany

“Tidak apa Tiff.. Yoong benar aku pun takut jika Taeyeon berbuat yang lebih dari yang tadi” Ujar Yuri

“Yoong..” panggil Jessica setelah membaca pesan yang masuk kedalam handphonenya

Yes love?” ujar Yoong membuat Tiffany dan Yuri menatap kearahnya. Yoong mengaruk kepala belakang miliknya karena ia tidak sadar mengucapkan dua kata tersebut disaat kondisi seperti ini

“Hmm lihatlah pesan ini.. apakah ada yang membuat masalah lagi? ” tanya Jessica, Yoong meraih handphone milik Jessica

“Kita lihat saja nanti Jess..”

“Sica.. bagaimana jika kau ikut bersama aku dan Tiffany?” tawar Yuri

“Hmm.. maafkan aku Yul namun aku ternyata memiliki jadwal hari ini hehe baru saja managerku mengirimkan pesan” tolak Jessica lembut

“Tiff.. kau baik-baik saja?” tanya Yoong yang memperhatikan Tiffany

“Hati dan pikirannya pasti terguncang…” jawan Yuri

“Kenapa kau dan Taeyeon sangat arogan sih Yul? Apa kalian berdua memang suka sekali bermain kasar jika menyelesaikan masalah?” tanya Jessica

“Jess.. tadi aku yang memulainya bukan Taeyeon Hyung..” timpal Yoona

“Benar kan apa yang aku bicarakan kepadamu? Taeyeon lebih seram dibanding aku dengan Yoong. Lets see? Kau merasakannya sendiri. Tapi aku tidak menyangka jika dia bisa memukul wanita juga” saut Yuri

“Itu semua salahku..” lirih Tiffany

“Jangan menyalahkan dirimu terlalu dalam, jika dia memang mencintaimu dia tidak akan melakukan hal yang melukai kekasihnya. Apa lagi sampai memukulmu” tangkas Yoong membuat Jessica tersenyum kearah Yoong

“Benar yang dikatakan Yoong. Pria manapun ketika merasakan kesal, marah bahkan ketika pria itu adalah pria brengsek sekalipun, sangat tidak pantas jika ia sudah melakukan kekerasan secara fisik.. aku sangat bersyukur belum pernah menerima perlakukan seperti itu” timpal Jessica membuat Yoong dan Yuri melihat kearah Jessica kemudian tersenyum

“Ya Jessie kau wanita yang sangat beruntung..”lirih Tiffany

“Oh maafkan aku Tiff.. aku tidak bermaksud menyinggung prasaanmu” ungkap Jessica sambil memegang tangan Tiffany

“Tiff.. kau pasti belum makan? Bagaimana jika kita memesan makanan?” ucap Yoong memecahkan kecanggungan antara Tiffany dan Jessica

“Aaaah kau benar Yoong.. aku lapar hehe” timpal Yuri

“Baiklah aku akan memesankan makanan untuk kita..”Yoong mengambil handphonenya dan menghubungi GO-food untuk memesan beberapa makanan

“Hmm Tiff.. apa kau benar-benar berani diapartemen sendiri?” tanya Yuri

“Tentu Yul.. keamanan di kawasan apartemenku tergolong cukup aman”

“Jess kemari sebentar..” panggil Yoong yang berada dipintu kamar Jessica

“Tunggu sebentar ya” ucap Jessica sambil tersenyum kepada Tiffany dan Yuri

Jessica beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Yoong. Kemudian keduanya memasuki kamar

Love..” panggil Yoong sambil menyerka rambut panjang yang sedikit menghalangi pandangan Yoong kepada Jessica. kini mata keduanya saling bertatapan

“…”

“Maafkan aku.. aku tau ini sulit untukmu.. namun aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan kepada Tiffany..  aku membawanya kemari karena benar-benar tidak mengerti harus berbuat apa untuk saat ini..  aku harap kau mengerti”

“Aku mengerti sayang.. tenanglah hehe” ucap Jessica sambil memberikan senyum manisnya kepada Yoong

“Kau memang wanitaku..” ungkap Yoong sambil mengacak-ngacak rambut Jessica

“Kyaaa!!!” kesal Jessica, Yoong berlari keluar kamar dan menghampiri Tiffany bersama Yuri

“Kau apakan Jessica?” tanya Yuri ketus

“Ommo-ommo.. aku hanya membicarakan masalah pekerjaan Hyung.. tenanglah” elak Yoong

“Yul.. bisakah kau mengatarkanku pulang saat ini juga? Aku rasa aku ingin istirahat..” pinta Tiffany

“No! Kau harus makan terlebih dahulu Tiff” ujar Yoong yang menatap Tiffany

“Yoong..” lirih Tiffany

“Yaps benar kau harus makan terlebih dahulu.. akupun lapar Tiff hehe” tolak Yuri

*TINGTONG* suara bel diapartemen Jessica terdengar, sepertinya pesanan makanan yang di pesan sudah datang, Yoong beranjak dari tempat duduknya berjalan untuk membukakan pintu milik Jessica. Yoong tersenyum dan membayaran bill makanan tersebut, ia membawa beberapa kantung keresek menuju pantry dan menyiapkan makanan tersebut. Yuri menghampiri Yoong yang sedang membuka beberapa bungkus makanan

“Hehehe kau memang terbaik memesankan ayam saus madu hehehe” Yuri memberikan love menggunakan tangannya kepada Yoong

“Cih..” runtuk Yoong

“Aku merindukan Appa Yoong.. aku ingin membicarakan soal hubunganku bersama Shin Hye kepada Appa dan hmm.. aku harap ia tidak mengetahui kabar ini” ucap Yuri membuat Yoong terdiam bagaikan tersambar petir mengingat ayahnya

“…”

“Yoong..” panggil Yuri

“…”

“Yoong.. Yul..” sapa Jessica yang baru saja datang, namunYoong tetap saja diam mematung

“Yoong!” Yuri memukul lengannya membuat Yoong tersadar dan memegangi lengan yang di pukul oleh Yuri

 “Eh ya Hyung.. appa baik-baik saja kok”

“Hah?” heran Yuri

“Yoong.. Kajja kita makan.. Yul bawakan sebagian piring dan biarkan Yoong mempersiapkan minumnya” lirih Jessica sambil membawa beberapa makanan

Yuri dan Jessica kembali keruang santai sofa tadi sambil membawa ayam saus madu, kemudian ayam pedas, soup kimchi, pizza dan roti kesukaan Jessica maupun Tiffany dan Yuri. Yoong datang membawa beberapa kaleng minuman dan air mineral kini semuanya telah duduk di sofa Jessica bersama Yoong dihadapan mereka ada Yuri dan Tiffany. Jessica memberikan piring kecil kepada Yoong kemudian Yoong mulai mengambil ayam pedas miliknya dan melahapnya

“Tiff makanlah..” bujuk Yoong sambil menatap Tiffany yang masih diam

“Hmm aku tidak lapar Yoong..”

“Aaaah apakah ini pizza kesukaanmu? Jangan malu-malu seperti itu ah” ucap Yuri sambil memberikan satu potong pizza kepada Tiffany

“Makanlah Tiff.. mungkin akan mengembalikan moodmu” ujar Jessica sambil mengambil roti miliknya

Yuri menyantap ayam saus madu yang ia miliki sambil sesekali meyeruput soup kimchi bersama Yoong. Yuri fokus terhadap makanan yang sedang dilahap nya ia tidak bohong jika perutnya benar-benar lapar atas kejadian tadi yang menimpa mereka. Jessica mengusap bercak saus pedas yang berada di sudut bibir Yoong menggunakan jari tangan miliknya, membuat Yuri dan Tiffany membelakan namun Yoong tidak menyadarinya ia malah tersenyum manis kepada wanita disampingnya.

“Uhhuuukkkk.. Uhhuuukk” tiba-tiba Yuri tersedak membuat Tiffany sedikit memukul punggung Yuri dan langsung membukakan satu buah botol air mineral dan memberikannya

Hyung.. makanlah perlahan” ujar Yoong yang kini menatap kearah Yuri

*TingTong* suara bel pintu apartemen Jessica berbunyi. Yoong beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu

“Yul..” panggil Tiffany sambil memberikan dua helai tisu. Yuripun menerimanya dan membersihkan sudut-sudut bibirnya yang sedikit menyisakan saus madu. Jessica hanya menatap keduanya sambil memakan Roti miliknya

“Waaah nampaknya sedang ada tamu..” ucap manager Park yang baru saja datang

“Oppa sebenarnya ada apa tiba-tiba direktur Lee mengadakan meeting mendadak?” tanya Jessica

“Lihat saja nanti” jawab manager Park

Yoong baru saja kembali ia telah membersihkan tangannya dan berjalan menuju kamar miliknya

Hyung aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu” ucap Yoong sambil masuk kedalam kamarnya

“Boleh aku mencicipinya?” tanya manager Park

“Tentu..” jawab Jessica

“Hei boy.. kita bertemu lagi hahaha.. dia pasti kekasih barumu?” tanya manager Park membuat Tiffany tersedak, Yuri langsung menepuk pungggung Tiffany. Sedangkan Jessica tersenyum kearah Yuri

“Aish! jaga bicaramu!” ujar Yuri yang kini memberikan sebotol air mineral kepada Tiffany

Hyung.. jawab aku ish! Ada apa dengan meeting hari ini? kenapa ada Seohyun juga?!” tanya Jessica

“Hmm aku bilang lihat saja nanti bawel” tolak manager Park

“Bagaimana bisa adikku bertahan dengan manager seperti dirinya” ledek Yuri sambil melahap kembali potongan goreng ayam yang ada di sumpit miliknya

“Yaa!”

Tiba-tiba handphone Yuri berdering, membuat dirinya menjauh sedikit untuk menjawab panggilan masuk kedalam handphonenya. Beberapa menit kemudian ia kembali lagi setelah menerima panggilan tersebut..

“Tiff bagaimana jika kita pergi sekarang? Sore nanti aku harus terbang menuju Jeju” ujar Yuri

“Aaah baiklah.. Jessie terimakasih atas bantuanmu.. aku sangat banyak-banyak berterimakasih untuk hari ini” ucap Tiffany

“Kalian tidak menunggu Yoong terlebih dahulu?” tanya Jessica

“Aku rasa tidak perlu Sica-yaa.. kau istirahatlah, jaga kondisi kesehatanmu” lirih Yuri sambil berjalan menuju arah pintu keluar

“Aku permisi Tuan..” ucap Tiffany sambil membungkuk kepada manager Park

“Oh ya.. hati-hati”

“Pak manager aku pulang dulu. Tolong jaga adikku dan Jessica” pamit Yuri yang berteriak di pintu keluar

Tiffany pamit kepada Jessica, Jessica memberikan pelukan hangat kepada Tiffany sambil mengusap punggung Tiffany. Yuri dan Tiffany memberikan senyuman manis kepada Jessica dan meninggalkan apartemen tersebut. Jessica segera menutup kembali pintu apartemennya dan kembali menuju sofa dimana tempat manager Park sedang menghabiskan makanan  yang tersisa..

“Apa Yoong baik-baik saja mantan kekasihmu ada disini?” tanya Manager Park

“Hmm kenapa kau bertanya seperti itu oppa

“Aku tidak ingin mood artisku hancur ketika syuting nanti Jung” ujar manager Park

“Tidak bisakah kau bicara lembut kepada wanitaku?” ucap Yoong yang baru saja keluar dari dalam kamarnya membuat Jessica tersenyum

“Yaa! yaa! awas saja jika moodmu buruk hari ini”

“Tidak.. moodku sangat baik hari ini” ujar Yoong yang mengambil posisi duduk disamping Jessica

“Tunnggu! Dimana Yuri Hyung dan Tiffany?” tanya Yoong

“Mereka pamit pulang karena Yuri akan terbang ke Jeju sore ini”jelas Jessica

“Hah ? Jeju ? ada apa?” tanya Yoong

“Dia hanya berkata jika ia akan pergi ke Jeju nanti sore”jawab Jessica

“Hmm baiklah aku akan menghubunginya nanti.. love apa kau tidak makan yang lain selain roti itu?” tanya Yoong sambil mengusap puncak kepala Jessica

“Aku tidak terlalu lapar. Dan kau berhutang penjelasan atas mata sembab dan tangan yang terluka!” ujar Jessica sambil menyentil hidung Yoong

“Berhentilah seolah-olah dunia milik kalian berdua” ujar manager Park yang menatap tajam kearah keduanya

“HAHAHAHHAA” tawa Jessica dan Yoong meledak

“Tunggu!” ucap manager Park sambil mengerutkan kedua halisnya menatap Yoong

“Apa?” tanya Yoong

“Ada apa dengan sudut kanan bibirmu? Apa kau berkelahi lagi? Aish!” runtuk manager Park

“Hahahaha. Baby tolong lapisi bagian lukaku ini dengan make up huhu” ucap Yoong membuat Jessica tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil peralatan make up miliknya

Jessica kembali dengan membawakan beberapa peralatan make up yang tersimpan rapi didalam tas miliknya, kemudian ia mulai memberikan base foundation di tempat luka milik Yoong. Ia sedikit tersenyum ketika melihat wajah Yoong dengan sangat dekat, sedangkan pria yang sedang ia make up menutup matanya. Tiba-tiba Jessica mengecup bibir manis milik Yoong

“YAAA!!!!!” teriak manager Park membuat Yoong menutup kedua telinganya sedangkan Jessica tertawa dengan sangat puas

“KAJJA KITA BERANGKAT KWON YOONAN” teriak manager Park sambil beranjak dari duduknya kemudian menarik Yoong dari tempat duduknya

“Hahahahahhaa Oppa kau lucu sekali” Jessica tidak henti-hentinya tertawa sedangkan Yoong hanya tersenyum melihat kejadian tersebut

“Aku pergi dulu love.. jaga dirimu baik-baik jika ada hal yang mencurigakan segera hubungi Park Hyung oke? dan selamat bertemu kembali nanti malam” ucap Yoong kemudian menarik Jessica kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepala wanita yang ada didalam dekapannya

“Hmm siap kapten” ujar Jessica sambil tersenyum

“Aku mencitaimu Love…” lirih Yoong sambil  mengecup Bibir manis wanita dihadapannya

“Me Too baby.. hati-hati dijalan. Jika sudah sampai lokasi tolong hubungi aku oke?” ucap Jessica

Yoong hanya tersenyum..

.

.

.

“Jadi apa kau masih mencintai adikku?” tanya Yuri

“…”

“Tiff..” tanya Yuri

“Entahlah Yul.. kau lihat bukan? Dia nampak bahagia dengan kekasihnya..” jawab Tiffany

“Isi hati orang tidak akan pernah ada yang tau Tiff.. yakinlah itu”

“Lalu apa kau masih mencintai Jessica?” tanya Tiffany balik

“Tentu..” jawab Yuri percaya diri

“Dan kau tega merusak kebahagiaan adikmu?”

“Aku tidak merusaknya.. aku hanya menyakinkan kepada mereka apakah pilihan yang mereka ambil itu tidak salah. Jika akhirnya Jessica memilih Yoong aku akan mengerti dan merelakannya Tiff.. tenanglah”

“Bagus”

“Sepertinya kau masih mencintai Yoong hehe” ujar Yuri sambil tersenyum kearah Tiffany

“Entahlah Yul.. rasanya sangat sulit melupakan sosok adikmu dalam pikiran bahkan hatiku.. mungkin ini karena aku tidak mendapatkan pria yang lebih baik dibanding dirinya..”

“Apa yang membuatmu meninggalkan pria sebaik dia?” tanya Yuri

“Kebodohanku yang membuatku meninggalkannya.. hanya karena aku tidak tahan dengan hubungan dengan seorang artis aku memutuskannya. Lagipula pada saat itu aku benar-benar bosan karena dia tidak memiliki waktu yang cukup untukku..”

“Hahaha.. lalu bagaimana kau bisa menjalani kisah cinta bersama Taeyeon?”

“Ceritanya panjang Yul.. namun aku mengenalnya karena dia seniorku di kampusku. Kami tadinya hanya berteman namun setelah beberapa waktu aku menemukan sosok Yoong didalam diri Yoong, mulai dari cara ia tertawa, cara ia melahap makanan, cara ia membuat suatu bahan candaan. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjalani kisah cinta dengannya. Walaupun kisah cintaku berawal dari sebuah kesalahan dan kebohongan. Aku sempat beberapa kali memutuskan hubunganku dengannya namun Taeyeon selalu menolak..”

“Dia benar-benar mencintai dirimu Tiff”

“Ya tadinya aku pikir begitu Yul.. namun ketika aku  kembali ke Korea, sifat di dalam dirinya semakin tidak terkendali. Membuatku frustasi Yul.. kau mengetahuinya bukan? Aku hampir tidak percaya jika ia akan berbuat hal yang sangat protective kepadaku”

“Hmm apa dia baik-baik saja ketika di California? ” tanya Yuri

“Ya.. dia tidak seperti ini walau yaa kadang memang sifat buruknya keluar. Perbedaan yang paling segnifikan antara Yoong dan Taeyeon adalah Yoong selalu berusaha melakukan yang terbaik untukku walaupun itu mustahil dia akan mencobanya terlebih dahulu berbeda dengan Taeyeon yang lebih berpikir logic. Lalu Yoong selalu mengalah ketika aku beradu argumen dengannya namun Taeyeon? Tidak. Aku harus selalu menangis untuk meredakan argumen miliknya sekalipun dia yang membuat kesalahan”

“Oh god.. ternyata Rusa kecilku membuat hati wanita disampingku benar-benar jatuh cinta.. hmm bukalah dasbor itu disana ada ice coklat yang selalu aku bawa.. itu minuman kesukaanku hahaha setelah kopi..  minumlah ” ucap Yuri, Tiffany membuka dasbor tersebut dan mengambil satu buah botol kecil berisikan ice coklat yang masih tersegel dengan rapat, ia membukanya dan meneguk minuman tersebut

“Aaaah ini enak Yul.. hmm dan untuk membuat hati wanita jatuh cinta aku rasa bukan hanya aku Yul tapi semua wanita termasuk Jessica..” ucap Tiffany membuat Yuri sedikit menelan ludahnya

“..”

“Maafkan aku Yul.. namun kau harus sadar jika memang kau ingin membuat Jessica kembali. Belajarlah dari adikkmu, dia pria yang sangat sempurna membuat siapapun wanita yang ada didalam pelukannya sulit melepasnya bahkan untuk melupakannyapun tidak cukup dalam waktu 3 tahun..”

“Tiff.. apa aku harus menyerah?” tanya Yuri

“Tanyakan kepada hatimu Yul.. aku rasa Jessica masih binggung memilih. Jika tidak ya untuk apa dia memberikan dirimu kesempatan? Hey wanita manapun jika dia sudah menetapkan pilihan ia akan menutup celan sekecil apapun agar pria lain tidak masuk kedalam hatinya. Namun apa yang Jessica lakukan? Ia membuka hatinya untukmu lagi Yul.. dan sebelum ia memberikan jawaban untuk pilihanya aku rasa kau harus tetap berjuang Yul..”

“Aaaah kau benar Tiff aku sedikit lega hehehe jika kau menyukai ice coklat itu ambilah satu lagi. Itu akan semakin lezat jika kau menaruhnya dilemari es”

“Hmm Yul tolong jaga Taeyeon untuku.. aku tidak ingin dia berbuat hal-hal yang merugikan dirinya ataupun orang lain..”

“Tentu Tiff.. jika ada hal yang menganggu pikiranmu. Atau ada hal yang mencurigakan tolong segera hubungi aku” pinta Yul karena kini mobilnya sudah terparkir di halaman apartemen Tiffany

“Terimakasih banyak Yul.. aku masuk dulu” lirih Tiffany

“Akan ku antarkan kau sampai kedepan lobi”

“Tidak perlu.. kau harus segera pergi, kau ada pekerjaan bukan?”

“Hmm yea kau benar..  jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan apapun kepadaku Tiff.. aku pergi dulu”

“Hati-hati dijalan Yul..”

Tiffany berjalan masuk kedalam lobbi apartemennya dan menemui pertugas disana untuk melaporkan dirinya bahawa ia akan mengisi apartemen miliknya kembali. Setelah menemui petugas penjaga, Tiffany segera bergegas menuju apartemennya, ia mulai menaiki Lift untuk menuju apartemen miliknya sesampainya di lantai miliknya ia langsung memasukan key password apartemennya dan memasuki apartemennya. Kondisi didalam apartemen miliknya masih sangat terawat walaupun sudah tidak dihuni selama 3 tahun lamanya, karena sejujurnya Tiffany telah memerintahkan kepada seorang Ahjumma untuk selau merawat dan menjaga kondisi apartmennya. Ia memasuki kamar miliknya ia melihat di atas tempat tidur king size miliknya terdapat boneka teddy bear yang pernah Yoong berikan untuknya, ia tersenyum pahit. Kini pikirannya berputar hebat, rasanya pusing dan sesak sekali didada nya. ia menghempaskan dirinya keatas tempat tidur miliknya dan memejamkan mata. Butiran bening hangat itu perlahan keluar dengan deras, ia benar-benar tidak sanggup menahannya lagi

Flashback

“Kali ini apa lagi? Sungguh aku lelah” lirih Tiffany sambil menepis tangan Yoong yang berada di pundaknya

“Baby.. ma—” belum sempat Yoong menjelaskan

“KAU ADA LATIHAN! KAU DILARANG OLEH MANAGERMU! KAU ADA SCEDULE DADAKAN! KAU ADA SYUTING! KAU TIDAK BISA MAKAN INI ITU KARENA TIDAK BAIK UNTUK KONDISI TUBUHMU YANG HARUS PROFESIONAL! 5 Bulan.. aku menahan rindu yang mengebu ini, 5 bulan aku menunggu hanya untuk bertemu dan makan malam bersama namun kesempatan ini kau sia-siakan karena kau datang terlambat. Dan Apa kau tidak bosan melakukan kencan kita di apartemenku?!.” Luapan emosi Tiffany sudah tidak tertahankan lagi

“Maafkan aku…kau tau ini jadwal comeback keduaku setelah debut sayang” lirih Yoong sambil menundukan kepalanya

“Simpan maafmu! Pergi!” ujarTiffany sambil mendorong pria tersebut

“Baby aku Mohon..” ucap Yoong tersebut memelas

“Maafkan aku.. aku sudah tidak tahan lagi..  Mari kita akhiri saja semuanya sampai disini. Terimakasih untuk 3 tahun ini.. manis, bahagia, senang, jatuh cinta bahkan pahit pun aku rasakan. Cukup 1 tahun terakhir ini aku tersiksa dengan hubungan kita” ucap Tiffany sambil mengusir pria yang ada di hadapannya

“Baiklah kini aku yang akan menelan pahit dan rasa sakit bahkan perih ini sendiri” lirih Yoong di balik pintu apartemen Tiffany

Flashback end

“Kini… Biar aku yang menelan pahit ini, biar aku yang  merasakan rasa sakit dan perih ini.. ”lirih Tiffany dalam hati

Sesak dalam hatinya menjalar keseluruh tubuh indah milik wanita yang sedang terbaring meratapi kisah hidupnya…

KopisusuMJ note:

TBC or end? Ahahaha

End aja deh ya? wkwkwk

Eternity Note:

No.. this is the AND not END

It’s FINE not FIN

Kalian mau tahu sebuah rahasia ga?

Rahasianya adalah…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

I MISS YOU 🙂

.

.

.

.

.

.

.

.

Screenshot_2017-03-30-23-42-10-520

c0ccnz1ukaei1ni

Screenshot_2017-03-30-07-12-24-861

Iklan

37 pemikiran pada “EX FINAL PART 3.1

  1. Yah yah sepertinya beneran bakal end but buatin prologe nya dong thor .. huhh akhir nya yoong nyatain ke kaka nya klu ternyata dia lah mantan terindah fany … hehehehe .. bingung jadi nya .. seperti nya sica udh bener” cinta ama yoong .. dan yoong jg sama .. tpi kn gk tau next nya gimana .. mana tau bakal melengkung lagi .. yoonfany bakal ada kesempatan kedua … hehehe .. secara fany udah komperin yul klu dia hrus berjuang lagi dpt sica .. hahaha good girl .. buat tae uuh bener” sikap asli nya keluar .. klu dy cinta gak bakal main kasar atau nyakitin org yg dia cinta .. itu bukan cinta tapi obsesi ..

  2. KIM TAEYEON 😡😡😡😡,awas lu kalo ketemu ama gua 😡😡,gua hajar lu 😡😡😡.
    Kenapa tiba tiba dia berubah drastis gitu?? Knp dia over protect banget sma tiffany waktu mereka udh si Korea???
    Rasanya pengen lenyapin aja tuh si bocah taeyeon 😡😡😡😡

  3. manis bgt yoonsic’a tp agak geli tiap bca panggilan sayang dgn kata love 😁
    jeasie cpt ambil keputusan dong siapa yg bakal dipilih jgn ke yul jga ngasih harapan kasian yul kalo sampe ga kepilih 😒
    bagus tiff jgn brtahan trs sama tae yg kya trobsesi gt, mending jadian ma yul aja kalo dia ga dipilih jessie 😁
    jd ini blm end jga? tak kira yg ini mau end trnyata blm 😏

  4. Akhirx yoong ngbuka rahasiax jga k’kk nya xlo dy mantanx fany. Tae jahat amat ya sampe maen kasar gtu dg wanita.
    Hatix yoong akan berlabuh kmna ya sica or fany? Trus gmna nti hub. Kwon sibling?
    Penasaran dg klanjutanx

  5. Idihhhh seriusan nih udah langsung end gitu aja?gimana tuh kelanjutan hub mereka semua?trus gimana bokapnya keluarga kim dan permintaan dy sama anaknya?lanjutin donk plis plis plis
    Sayang klo digantungin gini doank huhuhuhu
    Dan rasanya pengen bakar taeng karna brani ngelakuin kekerasan sama cewe apalagi kekasihnya sendiri..what the!!! Kaum wanita layak dilindungi brooooooo bukan cuma dicium,dipegang dsb…jadi emosi gw bacanya
    Ahhhh gw masih belum rela nih klo end gininya doank 😑😣😭

  6. No, gaboleh end harus lanjut dulu..
    To the point aja deh sebenernya yoong nanti sama siapa sih sica apa fany wkwkwk *becanda
    Taeyeon pingin aku gigit rasanya kan kasian tau fany digituin
    Yoong sama sica juga tambah sweet, kemaren sama fany sekarang sama sica besok sama shin hye *ehh
    Oke pokek kudu lanjut, ku tunggu kelanjutannya..
    Semangat kakak kakak 😊💪✌

  7. emng bnr2 unpredictable bngt nih ff ceritanya , nguras esmosi pula … hadeeuhhhh tae nyeremin amat yak udh ky kesetanan .. kasian fany … jess buruan jess ditetapkn hatinyah itu mw ke yoong apa ke yul … kkkkkkk msh kudu sabar nunggu end ny bkl ky gimana ini ..

  8. Move on itu pilihan….,
    gagal Move on itu cobaan…..,
    dan pura-pura Move on itu pencitraan….

    Tae sungguh teganya teganya dirimu dirimu oooh pada diriku (fany woy bukan loe)😅
    Yoonsic mesra banget gk mikirin perasaan kwon yuri apa…😯
    Yuri yg sabar ini ujian,jika Jessica jodohmu makan dekatkanlah tapi jika dia bukan jodohmu coba cek lagi mungkin ada yg salah.Wkwkwk✌

  9. Omg yoong sama sica makin sweet😍
    Itu tuan kwon kenapa? Semoga kwon appa cepet sembuh. Kasian banget yoong sampe semua beban dia yang menanggungnya 😭

    Kata-kata taeyeon kasar sekali sampe menarik rambut+nampar pipi tiffany. Aarrggg kamu kasar banget taeng sama fany.
    Kesel banget sama taeng saking kesel nya sampe pukul-pukul bantal😂😂 wkwk bener deh pas baca bagian taeng kesel banget😂

    Bener apa yoong “jika dia memang mencintaimu dia tidak akan melakukan hal yang melukai kekasihnya, apa lagi sampai memukulmu”

    Taeng gak bisa ngendaliin emosi nya apa dan seharusnya dia gak usah mengungkit-ungkit masa lalu nya fany terus hmm
    Karakter nya taeng disini bener-bener bikin kesel wkwk

    Aduh aku pilih siapa ya yoonsic or yoonfany😄 kekeke
    Oke siapapun pasangan nya yoong nanti aku mah terima aja, maksudnya diantara sica sama fany hehe✌

    Ditunggu part selanjutnya thor, kirain udah end ternyata masih lanjut. Diriku sudah deg-degan duluan😄

  10. Ini taeyeon ngesellin banget dah kenapa dia sejahat itu sih sama tiffany mana dia selalu ngungkit ngungkit masa lalu tiffany dasar laki laki nggak punya perasaan gimana coba tiffany bakal cinta sama dia klo kelakuannya kaya’ gitu.
    Gw harap jessica bakal milih yoong, duh tpi kenapa tiffany mesti nyaranin yuri buat nggak nyerah sih sama jessica

  11. saking seriusnya bacaa,ehh tiba-tiba udah tbc ajaa . Jgn end dong ,masih trrlu gantung nih dan masih banyak misteri yg blm terpecahkan ditambah lg blm ketemu titik terangnya.
    Sumpah gedek aku liat taeng !! emosional bgtt , yul biarpun emosional tapi gak sampe ngelukain cewek . Ini mah taeng kebangetan deh 😒
    ngerii juga yoong kl udah marah ,wihh keluar tuh taringnyaa yoong :v emg bener yaa ternyata, jgn remehin marahnya org sabar.
    Untungnya tiff udah lepas dari taeng,kl kaga mah bisa bonyok tuh dia, dan untungnya lg pas itu yoong dateng,coba kl ga dtg di waktu yg tepat? mungkin udah jadi apa kali tuh tiff.
    uhh sekarang giliran yoong yg bingung, mau milih mantan terindah atau pacar terbaik yaa ? ayoo yoong tentukan pilihan mu dari sekarang . YoonSic emg cocok yaa,sama2 labil 😂
    part ini paling gregett,soalnya taeng udah tau kl yoong,org yg selama ini tiffany sebut2. Dan akhirnya satu rahasia pun terbongkar, jadi mereka gausah rahasiin itu lagi .
    Jadi penasaran sama ending ceritanya,jgn di end dulu dong kak ,masih blm puas dan masih banyak rasa penasaran yg blm terjawab .
    And aja yaa ,jgn end .

  12. Harapan buat yoonfany bersatu semakin menipis bung 😂
    Yoong sma sica jg tmbah sweet bngt kyknya ada harapan besar buat yoonsic. Aduh thor jgn smpai ujung2nya jadi yoonsic trs yulti hahaha
    Yuri jg udh mulai baik mau merelakan jika sica pilih yoong. Sedih bngt hidup fany klo smpai yoonsic. Kasian peran taeyeon disini gk bersahabat makanya jdi org jgn jahat terlalu obsesi. Gk ada temannya kan dsar bocah paud wkwk #sorrytae

  13. Yoonsic manis bngeeettt mleleh bcanya, suka bnget kalo yoonsic sosweet”n kek gini udah lah ending nya yoonsic ajj,,,,

    Taeyeon nya brengsek bngeett,, pke acara nampar” tiffany lg,, emosi bca yg pass bagian taeyeon marah” kek kerasukan setan pojokan jd mrinding,,,,

    Jngan ending dlu lah thor jessicanya kan blum nentuin pilihan,, lanjut yah🙏🙏🙏🙏🙏

  14. Over protective cikal bakal munculnya psiko. Itulah yg dialami Taeyeon. Kasian Fany,untung Yoonan dtg tepat waktu, klo ga,babak belur deh si Mommy.

    Harapan gw utk Yoonfany kayanya pupus nih…. spt nya bakalan Yoonsic endingnya…gpp,ga mslh,yoonfany or yoonsic sama2 fav gw.
    eh,ada yg gw lupa, btw kok reaksi Jessica biasa aja waktu Yoona ngaku Fany adlh mantannya? Apa emg sblm nya ud tau? Hehehe, gw lupa…

  15. OMG TAEYEOOOON😠😠😠😠 MAIN TAMPAR TAMPAR WANITANYA !!! alasan apa sih yg buat dia jadi overprotective kaya gitu? Gak suka sama tipe cowok seperti itu😤
    Ayoo ayooo jadikan yulti ada thorr, yoonsic sudah cocok gak perlu ada perpisahan😁

  16. Penasaran sama akhirnyaaa.. apa yul msh akan berjuang buat ngambil hati sica? Tiff sepertinya udh mundur ngeliat kebersamaan yoonsic.. masih penasaran kenapa taeyeon sifatnya begitu ?

    Ditunggu next chapternya yaa.. semangat

  17. Wah yoonsic makin mesra aja nih cuma keduanya belum menentukan pilihan kepada siapa hati mereka berlabuh, Dan taeyeon kenapa jadi seperti itu ya jadi terlalu kasar dan marahan, semoga aja apapun akhir dari hubungan mereka nanti semua baik baik aja. Dan jika di chapter sebelumnya itu tanner bukan taeyeon semoga aja fanny balikan ama tanner bukan taeyeon. Wkwkwk

  18. Tae dirimu sungguh kasar 😈😈😈
    Tiff pasti tertekan banget sekarang udh dipukulin sama taeyeon terus liat kemesraan yoonsic..
    Yul, ikhlasin aja jess sama yoong..
    Buat appa kwon semoga cepet sembuh, masih penasaran kenapa dia nutupin sakitnya dr tae sama yul..

  19. Udah cukup thor mending fany diem aja sendiri, drpd batin fisik dia tertekan krna taeyeon. 😭😭
    Tapi kok yul disini cocok buat fany? Wkwkwk

    Kok ragu sama yoona yaaa, udah deh sepertinya yoonsic udah cocok disini. Sama” dari kalangan artis dan saling ngerti pastinya. Udah cocok banget tanoa yoona sadari fia udh terbiasa dengan jessi.
    Huh tapi apa taeng bakal tinggal diam? Wkwkwk gak yakin, dah dah yul terus deket fany aja siapa tau nasib patah hati kalian bikin saling ngertiiiii

  20. Aigo kak… apa itu… bagian akhir aku udah mau nangis, haaaaaaaaaa….. ckckcck, senyum dan ketawa aku di moment yoonsic. Nah, kalo yul dewasa kan aku suka… tapi kasian ini u/ fany… heh, dia menderita banget. Huh, jadi di fikir2 kenapa nggak papa tu buat Yulti

  21. nyesel klo fany ma tae,, klo aq disitu tak bantuin yoon pukul tae biar kapok dia, udah tinggal ma yuri aja fan,, hehe,, 😀 biar nangis skalian taeyonnya. aku ga mo dgr alasan dia posesif kkek atau tae apalah ttg tae. yang jls klo namanya cowo semarah2 kayak apa ga boleh pukulin cewe, apalagi tuh pke jambak segala. tertalu bener tae ya,, klo marah ya pergi aja hindar pukul sansak,, tembok, masuk kamar mandi nyemplung bak atau nyebur kolam renang sekalian biar adem pikiran, terserah tp ga usah make mukul2 fany,, tega bener tae disini ya!! udah gtu pedes mulutnya.
    yoonsic aja udah manis paslah, fany ma yuri bolehlah sama2 patah juga. udah gpa wlupun sedih sedikit, biarin yoonsic bahagia 😀 yaa,, miss u too thoor,, hehe

  22. duh yoonsic sweet bgt, sampe lupa tuh ada org2 disekitar,,wkwkwk..

    lum terungkap ank ny mr.kwon..
    si yul dh mulai agk2 ikhlas ya atas hbngn yoonsic..
    bwt aj yul & fany jd jtuh cinta thor.. seru tuh .. haha

  23. Hemm… Kayak nya bakal ending yoonsic … .. Gua sih nilai semua nya bakal ngalah.. Yull bakal ngalah buat bahagia nya sica.. Fanny ngalah buat bahagia nya yong.. Taeyeon ngalah buat bahagia nya fanny. Trus fanny ending sama yuri… Wjwkwkkw #pengacau #alur

  24. Kok gua ngerasa yoong bakalan berakhir bareng jessica yah? Dan mungkin Tiffany akn sama Yul(?) Sifatnya taeyeon kok bikin gua gedeg yah. Gimana tiff dan jess ga jatuh cinta sama yoong klo sifatnya gentle bgt bikin dagdigdug ser gitu,,,klo gua ada di dlm cerita ini jga mungkin gua bakal jatuh cihta ama yoong. Yow buat kopi susu mj dan eternity semangat buat lanjutinnyah

  25. yahh midget smkin hri sifatmu bikin kesel😠😠😠, main pukul aja kasian tippany, untung ad pahlawan pnyelamat Yoonan, taeng akhirx tau klo yoong adlh mantan fany, jessica jga

    chap ini khusus yoonsic kykx, sweet bgt😍😍 tpi aku ttp dukung yoonfany, ayo yoong tentukan pilihan hatimu, klo bisa jgn dlu end ni cerita ksih sweet moment dlu dibuat happy ending yoo (hope so), terakhir gws yah appa kwon 😆😆😆

    Hwaiting 😁

  26. Aduhhh aduuhhh itu yoonsic lengkettt beuddddd aduhhh gakuku dedek ,jangan sampe yoonsic itu mmmmm anuuu itu ahhh lupakan ituuuu😂😂😂

    Yoong ku tentukan pilihanmu dengan TEPAT sayang dan mintalah saran padaku siapa yang harus kau pilih antara njess atau pany… Dan jawabanku adalah pilihlah pany 😄😄😄😄😳😳😳

    OHGODDDDD KIM TAEYEON! 😣😣
    Aihhhh kasar banget sihhhhhh!
    Gak sadar² lagi klo pany bener² tersiksa bareng dia!
    Haihhh Aku jadi ingin berkata kasar sumpah ihhhh 😡
    KURANG BANYAK BUGHHH BUGGHH NYA BUAT TEYE 😂😂😂KZELLLLLL

    kak author kalian sungguh membuat hatiku terbolak. Balik baca part ini dan pleaseeeuuuuu yoonfany end up tugedahhh yulsic juga dan untuk teye biarkan dia bersama ku karena aku akan merawat dan membuat nya sadar 😂😂😂😂😂

    Pany butuh pria seperti yoong, pany harus di jaga dan di lindungi bukan pria tempramen seperti teye atulah 😢😢

    Please kak kopi ini masih tebese kan yak? Hihi
    Nahhh bener kata kak eternity ini blom END aka masih ada AND….. harus kkkk.
    They’re will be fine not fin ahh yess 😭😂

    Hwaitaeng teyusssss yak author ²
    ketjehhhh 😻💗💗💗

  27. Akhhh gax mau end… harus lamjut 😂😂😂😂

    Taeyeon kasar nget xama cew
    . Apalagi kalau sma cow.. wah gax kebayang deh..

    Yoonsic bikin meleleh… hahha yoonsic yang di kamar itu kenapa di skip.. hahah apa mereka gax jadi buat yoong junior 😂😂😂😂

    Sudah yuri sama tiffany dan yoong sama jess. Tae kelaut aja.. kesel sama sikap tempramennya

    Sebenarnya takut yoong milih tiff. Tapi untung ngak.. dan yoong jadi agresif bnget sma jess.. bikin suka 😂😂😂

    Lnjut atau epilog ya 😉😉😉😉

  28. Hmmm……. Ceritanya makin rumit. Aku jd bingung mau komen apa? Disatu sisi aku nggk suka sama Yoong disini yg nggk bisa move on dr 2 wanita sekaligus. Tiffany dan Jessica. Yoong keliatan bgt nggk bisa ngabil keputusan tegas siapa sbnarnya yg ia mau. Namun disisi lain aku jg suka sama sifatnya yg begitu gantle sih…. Sampai2 buat wanita jatuh k dalam pesonanya. Dan utk taeyeon.. Ayolah….. Jika kau ingin mendapatkan hati wanita yg kau cintai bkn seperti itu caranya. Klo sprt itu namanya kau menyakitinya lbih dalam lg. Tp aku jg nggk sepenuhnya kesal sama taeyeon disini. Krn klo aku jd dia, aku jg merasa kecewa dan kesal knp sih… Sdh mnjlani hbungan selama 2 tahun masih aja nggk di anggep. 😁😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s