As long as you.. Happy [YOONSIC]

C0fu8tZUoAEh9ph

 

“Your body is all I have and had. Not your heart… your soul… and your love.”

“Jess..” Yoonan  mencoba kembali membawa kedua tangan calon istrinya itu dalam genggamannya.

“Tidak Yoong..” dengan sedikit kasar, genggaman itu Jessica  tolak.

“Sayang..” masih dalam suara penuh permohonannya, Yoonan  meminta.

“Lim Yoonan … kumohon..” kini giliran Jessica  yang menatapnya dengan lemah, seakan ini adalah hal terakhir yang diinginkannya.

“Masuklah…” seorang wanita tersenyum dalam anggukannya mendengar pria dihadapannya menatapnya lembut dan hangat seperti mereka baru saja jatuh cinta untuk pertama kalinya. Perlahan wanita itu berjalan mundur karena dirinya masih ingin melihat kedua mata indah yang selalu menjebaknya dalam rasa yang tak biasa. Pria bermata kijang itu tertawa kecil melihat tingkah imut wanita yang seharian ini menjadi miliknya, mungkin.

“Kau bisa celaka jika berjalan kebelakang terus seperti itu, Nona.” Kedua kaki pria itu melangkah mendekati wanita yang kini terhenti langkahnya dalam senyuman penuh rasa malu yang menggemaskan.

“Mengapa kau berjalan seperti itu?” pria itu kini berdiri tepat dihadapan wanita yang sedari tadi mencoba menyembunyikan pandangannya dari pencuri hatinya. Dalam diamnya pria itu tertawa. Helaian rambut-rambut yang menghalangi kedua jendela jiwa wanita yang kini sangat dekat dengannya pria itu kesampingkan. Jari jemarinya perlahan mengelus bagian wajah wanita dihadapannya yang begitu sempurna baginya. Setiap sentuhan itu seperti mengirimkan sengatan-sengatan aneh yang membuat adrenalinnya meningkat, nafsunya berpacu menjadi sesuatu yang menggebu.

“Aku.. masih ingin.. melihatmu.” Pengakuan itu membuat si pria tersenyum lebar, bagai seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah ulang tahun yang selama ini diinginkannya.

“Benarkah?” pria itu berharap wanita dihadapannya bukan hanya mengatakan iya, tapi mengemukakan juga alasannya.

“Eheum.”

“Hanya itu?” wanita itu menggelengkan kepalanya ringan dengan senyuman termanis yang pernah pria itu lihat.

“Lalu?” pria itu kembali bertanya, berharap jawaban wanita itu akan sesuai dengan harapannya.

“Kau ingin aku jujur?” anggukan adalah jawaban yang diterima oleh wanita dihadapannya.

“Kedua matamu, entah mengapa seperti mengikatku dengan pesonanya, Kedua mata itu, seperti menarikku untuk selalu menatapnya, melemahkan akalku dan membuatku berbuat bodoh seperti tadi. Maafkan aku.”

“Kau tidak perlu meminta maaf padaku.”

“Oh ya.. kau benar hahaha. Maafkan aku.”

“Kau mengucapkan maaf lagi.”

“Oh benarkah? Maaf aku tidak..” bibir Tiffany  terasa kelu ketika kelembutan dan kehangatan bibir Yoonan  menyapanya. Nafasnya terasa tertarik. Denyut jantungnya terasa berhenti berdetak dalam sekejap.

Dia adalah Tiffany Hwang , seorang wanita panggilan yang biasanya menerima kecupan, ciuman atau bahkan cumbuan yang lebih dari ini. Seorang wanita yang sudah melakukan kontak atau bentuk intimasi lainnya yang tidak pernah sesederhana, semurni dan sepolos ini.

“Terimakasih untuk hari ini, Nona Hwang.” Bibir itu sudah meninggalkan kening Tiffany  yang masih terdiam tak henti menatapi pria berwajah baby face dihadapannya.

“Good night and have a sweet dreams, Tiffany-shi.” Dengan senyum termanis dan hangatnya Yoonan  berkata seakan itu tak memberi efek apapun pada wanita dihadapannya. Mendengar itu, Tiffany  segera terbangun dari lamunannya. Namun sayang, kesadaran itu muncul ketika Yoonan  kini sudah berbalik dan mulai melangkah menjauhinya.

“Yoonan-shi…” tak ingin menyesal, Tiffany  memanggil kembali Yoonan  yang berbalik dan kembali menatapnya dalam tanya.

“Yes?” aksen british yang terdengar begitu seksi membuat Tiffany  tak bisa menahan senyum penuh kekagumannya.

“Apakah ini.. adalah pertemuan terakhir kita atau..” Tiffany  kembali tak bisa melanjutkan kata-katanya ketika Yoonan  kini berjalan mendekatinya lagi dengan wajah seriusnya yang anehnya begitu tampan dan menggoda.

“Apa kau ingin ini menjadi pertemuan terakhir kita?”

“No.”

“Baiklah.”

“Baiklah?”

“Akan ada pertemuan lainnya dan aku akan menantikan itu, Nona Hwang. Selamat Malam.” Tanpa permisi, tangan kanan wanita dihadapannya Yoonan  bawa dalam genggamannya sebelum ia kecup dengan ringan. Kecupan itu membuat Seohyun membelalakan kedua matanya dalam sebuah rasa yang berhasil membawanya tinggi melayang dalam cinta yang entah mengapa baru kini menghampirinya.

Tanpa mereka sadari, seseorang terdiam mengamati semua itu dalam tangisan hatinya.

 

 “Jess.. aku dan Tiffany  hanya berteman.” Yoonan  mencoba membujuk sang kekasih yang malah tertawa ringan mendengar pengakuannya. Tawa penuh sindiran itu terhenti dan Jessica kini mulai berbicara.

“Teman? Teman hidup?”

“Tiffany…”

“Yes?”

“Kau sudah membawa semuanya?”

“Tentu.”

“Baguslah, aku tidak ingin kau merasa asing berada di apartemen barumu nanti.”

“Terimakasih, Oppa. Tapi Oppa, apa Unnie tidak akan curiga?”

“Tiffany?”

“Ya, tentu dia. Tunggu, apa kau punya lagi wanita lain yang…”

“No other, only you,  Tiffany Hwang .”

“Benarkah?”

“Kau bisa mengecek apartemen kita nanti apakah aku pernah membawa wanita lain selain dirimu dan Jessica .”

.

.

.

“Woah Oppa.. ini bagus sekali, terimakasih.”

“Aku harap kau tidak keberatan dengan warna putih  yang mendominasi kamarmu nanti.”

“Putih?”

“Ya, itu adalah warna kesukaan Jessica . Dia juga setuju pindah ketempat baru setelah aku menyetujui idenya untuk mendekor hampir semua bagian kamar kami sesuai dengan keinginannya.”

“Kalian sudah tinggal satu kamar?”

“Tentu. Tunggu, apa kau cemburu?”

“Hahaha untuk apa kau cemburu? Kau adalah miliknya sejak awal, Oppa.”

“Tiff…”

“Oppa, kau memberikan semua perhatian padaku seperti ini saja, aku sudah bersyukur karena kau adalah semua yang wanita inginkan untuk menjadi pasangan hidup. Jessica  Unnie sungguh beruntung bisa segera memiliJungu.”

“Tiff..”

“Lim Yoonan , aku tahu kau bukan sepenuhnya milikku. Maka dari itu aku senang karena kau bisa memberikan waktumu untukku meskipun aku… harus menjadi kekasih gelapmu.”

“Tiff.. kau ingin mengetahui sesuatu?”

“Apa itu?”

“Aku.. mencintaimu dan aku tidak perlu mencoba untuk melakukan itu karena bersamamu adalah sebuah kebahagiaan yang selama ini coba kudapatkan darinya.

“Oppa…”

“Jika aku bisa meminta, aku ingin kaulah yang menjadi putri Tuan Jung, wanita yang harus menjadi teman hidupku meskipun hatiku tidak menginginkannya.”

“Tunggu Oppa, jadi selama ini kau..”

“Harus kuakui, aku menyayanginya tapi aku tidak pernah mencintainya. Kau tahu, selama ini aku selalu mencoba untuk membangun cinta itu bersamanya tapi entah mengapa hatiku selalu menolaknya. Bagiku, cinta adalah tentang pengorbanan dan pengabdian, sama seperti yang kulakukan pada Jessica . Hingga akhirnya aku bertemu denganmu, wanita yang berhasil menarikku bukan hanya secara fisik, namun hatiku.”

“Oppa..”

“Jika Tuhan memberikan aku kesempatan kedua, aku ingin kaulah yang menjadi teman hidupku, Tiff, bukan dia.”

 

“Tolong beritahu aku, apakah teman seperti itu?” Yoonan  tak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar rekaman suaranya sendiri bersama wanita yang sudah ia coba lupakan.

“Tapi aku… mencintaimu.” Suara itu terdengar begitu lemah keluar dari bibir Yoonan .

 “Kau… tidak pernah mencintaiku, Yoong.” Sanggahan itu menampar Yoonan  telak sehingga untuk beberapa menit, pria bermarga Jung itu tak mampu berkata apapun, terjebak dalam diam yang tak menguntungkan apapun baginya.

“Jess… ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kumohon..” Yoonan  kini kembali berbicara dengan wajahnya yang merah padam menahan semua emosi dalam dirinya.

“Oppa.. apa ini akan menjadi yang terakhir?”

“Apa maksudmu?”

“Hanya dalam hitungan hari, kau akan resmi menjadi suami Unnie.”

“Lalu?”

“Kau masih berkata lalu?”

“Memang apa masalahnya?..”

“Masalahnya adalah aku tidak ingin merusak hubunganmu dengan Unnie jika kalian sudah menikah nanti..”

“Sayang..”

“Oppa kumohon, jujurlah pada dirimu sendiri, apa kau bisa selamanya membohongi Unnie dengan cinta palsu yang selama ini selalu kau berikan padanya?”

“Aku..”

“Kau.. tidak bisa meninggalkannya kan?”

“Tidak Oppa, aku tidak ingin terus menyakiti Unnie dengan perselingkuhan kita.”

“Tiffany !”

“Oppa… Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi aku tidak ingin hidup dalam kebohongan yang selamanya hanya akan menjadi beban, beban yang menyengsarakanku.”

.

.

.

“Sayang..”

“Apa yang ingin Anda bicarakan, Tuan Lim?”

“Tiff..”

“Cepatlah, pelangganku yang lain akan marah jika aku telat menemuinya.”

“Tiffany Hwang !”

“Apa Lim Yoonan ?! Kau sekarang berani membentakku???”

“Tidak, bukan itu maksudku Tiffh. Aku hanya…”

“Kau hanya ingin menjadi seorang pecundang yang tidak bisa jujur dengan perasaanmu sendiri dan terus menyakiti semua orang yang mencintaimu dengan keegoisanmu heuh?”

“Aku.. aku..”

“Ternyata benar. Cinta bisa membuatmu bodoh dan buta. Dan itu yang terjadi padaku. Aku sudah sangat bodoh dan buta sekali dengan mencintaimu kemarin. Aku berharap bisa secepatnya melupakan pecundang dan pembohong brengsek sepertimu.”

“Oh ya kumohon jangan temui atau hubungi aku lagi setelah ini!”

 

“Jess… bagaimana kau bisa..” semua ucapan Jessica kini bagai peluru yang menembus Yoonan  tepat kejantungnya.

“Maafkan aku, tapi selama ini aku membayar seorang detektif swasta untuk selalu mengikutimu hingga aku tahu bahwa kemarin, kau juga menemuinya.” Tidak ada penyelasan dalam permintaan maaf itu.

“Sayang.. ini tidak..”

“Ini tidak seperti yang aku pikirkan? Kau betul Yoong.. ini memang tidak seperti yang aku pikirkan karena semua ini sudah menjadi sebuah kenyataan dengan semua bukti didalamnya yang tidak bisa kau sangkal lagi.”

“Kukira dengan pengakuanmu dulu, kau benar-benar mencoba untuk mencintaiku.” Kesedihan, amarah dan kekecewaan itu jelas sekali terlihat dari paras cantik Jessica sementara Yoonan  hanya tertunduk lemah dengan semua rasa bersalah yang bermain di hatinya.

“Kau benar, saat kita mencintai seseorang.. ah tidak. Maksudku saat kita menyayangi seseorang, jika kita memang benar-benar menghargai perasaan sayang itu maka tak ada alasan untuk menyakiti orang yang kita sayangi itu.” Yoonan  perlahan membawa Jessica dalam pelukannya sedangkan wanita dalam pelukannya itu hanya bisa diam membiarkan rasa apapun yang ada dalam hatinya menguasai akalnya yang berteriak untuk membunuh pria yang memeluknya saat ini.

“Cinta, mengapa kau tak menyebut kata itu?” Jessica mulai bersuara sementara kini giliran Yoonan  yang terdiam terlihat memikirkan sesuatu yang akhirnya membawa senyum manis itu merekah di wajahnya.

“Kau tahu, cinta terlalu suci untukku. Cinta adalah kata yang terlalu kuat jika dibandingkan dengan apa yang kurasakan padamu sekarang. Dulu aku tak tahu apa cinta itu yang sebenarnya. Saat aku berkata bahwa aku mencintai seseorang, aku berpikir itu adalah cinta yang kurasakan. Tapi kenyataan berkata lain. Bukan, itu bukan cinta.” Helaian rambut yang sedikit menghalangi pandangan Jessica coba Yoonan  kesampingkan, membuat wanita bermarga Hwang itu kini bisa dengan jelas melihat ekspresi wajah kekasihnya yang tak bisa meneriakan kata lain selain kejujuran.

“Lalu.. akhirnya kau sadar bahwa kau tidak mencintaiku?” mendengar pengakuan pria dihadapannya tadi membuat Jessica berpikir bahwa mungkin benar, selama ini Yoonan  hanya kasihan pada Tiffany. Cinta itu memang tak pernah ada. Mungkin hanya hati  Jessica  yang terlalu banyak berharap. Mungkin hanya hatinya yang terlalu bodoh untuk dengan mudah membuka pintunya pada seseorang yang tak bermaksud untuk masuk ke dalamnya.

“Ya.. aku belum sampai ke tahap itu.” Tak ada keraguan atau rasa lain yang terdeteksi saat Yoonan  mengatakan hal itu. Kejujuran itu begitu melekat. Bukan berarti semua yang telah dilakukan Yoonan  adalah kebohongan.

Tidak.

Jessica tidak pernah meragukan semua yang telah Yoonan  lakukan padanya hingga saat ini. Hanya saja, hari ini aura kejujuran dari setiap kata-kata Yoonan , tindak tanduknya membuat Jessica semakin percaya dengan apa yang telah kekasihnya itu ucapkan atau lakukan.

Lim Yoonan  adalah sebuah ketenangan yang selalu bisa menghanyutkan Jessica di dalamnya. Tak terkecuali saat ini dimana Jessica masih memandang wajah prianya itu penuh dengan rasa yang  ia yakin cinta meskipun kekasihnya itu tak membalas rasa ini seperti yang diinginkannya.

Mungkin.

 “Kata terimakasih itu kuucapkan dengan tulus karena kau setidaknya sudah mencoba untuk mencintaiku. Aku tahu kau menyayangiku, tapi untuk cinta.. itu tidak pernah datang kan bahkan hingga detik ini?”

“Ak.. akk.. aku..”

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” diamnya Yoonan  menjadi lampu hijau bagi Jessica untuk mengutarakan pertanyaannya.

“Apa sebenarnya yang menahan hatimu untuk mencintaiku? Apa yang menjadi kekurangan dalam diriku yang membuat jiwamu tak mau menerima sapaanku? Apa yang membuat pikiranmu tak pernah ada aku didalamnya?”

“Jess.. aku.. aku.. aku tidak tahu.”

“Sayang.. kau… tidak bisa menjawabnya?” lagi.. diam itu yang menjadi jawaban Yoonan  bagi wanita dihadapannya menatapnya penuh dengan tatapan berkaca-kaca.

“Kau tahu.. saat ini, aku hanya ingin pengakuan darimu.”

“Apa kau bahagia denganku?Jika tidak, katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia denganku.”

“Hal yang paling menyakitkan untukku bukanlah perselingkuhanmu dengan Tiffany . Tapi semua kebohongan yang kau lakukan selama ini.”

“Kau tahu kan bahwa aku mencintaimu? Apa kau pikir aku akan bahagia mengetahui bahwa pria yang kucintai selama ini menyiksa dirinya dengan membohongi perasaannya dan terus berpura-pura  mencintaiku?”

“Jess.. aku menyayangimu!”

“Sayang itu ada untukku namun cinta.. itu hanya ada untuk wanita itu kan?”

“Kemarin aku sudah bertemu dan berbicara dengan Tiffany . Dia menceritakan semuanya padaku. Bahkan dia meminta maaf karena selama ini telah melukaiku. Kau ingin tahu sesuatu Yoong?”

“Aku memintanya untuk tidak meminta maaf lagi padaku. Justru kau dan dia harus meminta maaf pada bayi yang sekarang ada di kandungannya. Dia adalah calon putramu, Lim Yoonan , darah dagingmu.”

“Jess.. aku… ini tidak mungkin.”

“Kau seharusnya mengatakan itu sebelum semua kekacauan ini muncul karena sifat pengecutmu Yoong, sebelum banyak hati yang terluka.”

“Aku tidak ingin menyakitimu, Jess.”

“Dengan ketidakjujuranmu dari awal, itu sudah sangat menyakitkan bagiku, Yoong. Kau bukan hanya mencurangiku, tapi kau mencurangi dirimu sendiri, hidupmu.”

“Apa kau pernah mencintai seseorang yang hanya raganya saja yang bisa kau miliki, bukan hatinya?”

“Jika kau masih menginginkan Tiffany , kau tidak perlu berbohong dan mengingkarinya. Aku..”

 “..aku akan mencoba untuk melepasmu. Jika itu memang adalah hal yang bisa membuatmu bahagia.”

“Jess, kau jangan gila! 3 hari lagi pernikahan kita akan dilaksanakan. Kumohon.. jangan lakukan ini. Keluarga kita.. mereka akan..”

“Siapa yang lebih gila, kau yang bahkan masih menemui dan mencoba membujuk Tiffany  untuk tetap menjalankan hubungan gelap kalian padahal dalam beberapa hari lagi kau akan menjadi suamiku atau aku yang ingin mengakhiri semua kebohongan dan penderitaan ini?” Yoonan terdiam bagai orang bisu tak menjawab pertanyaan itu.

“Lihat.. kau tidak menjawabnya kan? Karena apa? Karena kau tahu semua kegilaan yang telah kau lakukan selama inilah yang pada akhirnya membuat kekacauan ini terjadi sekarang.” Dengan tenangnya Jessica berbicara seakan hal itu bukanlah sesuatu yang sebenarnya sangat menyakitinya.

“Kau tidak perlu berbohong lagi untuk tetap mencoba mencintaiku dengan melanjutkan pernikahan kita. Aku benar-benar ikhlas jika pada akhirnya, kau memang memilih untuk kembali pada Tiffany  dan jujur pada dirimu sendiri bahwa kau mencintainya, bukan aku.”

“Jess.. aku.. aku tidak bisa. Bagaimana dengan kontrak penggabungan usaha kedua orangtua kita? Jika pernikahan kita dibatalkan, ayahku bisa mati mendadak dengan bangkrutnya perusahaan kami. Aku tidak bisa egois terus mengejar nafsuku untuk tetap mencintai Tiffany  dan mengorbankan kebahagiaan kedua orangtuaku.”

“Aku tahu kau adalah pria yang baik dan bertanggungjawab tapi semua kebaikan itu akan nyata jika kau mau jujur pada dirimu sendiri. Jika kau khawatir tentang perusahaan dan kedua orangtuamu, tenang saja. Aku yang akan menanggung semua resiko dari pembatalan pernikahan kita nanti.” 

“Jess.. kumohon. Pikirkan lagi semuanya. Aku berjanji, aku akan berusaha lebih keras untuk mencintaimu dan melupakan semua perasaanku pada…”  ucapan itu terhenti ketika jari telunjuk Jessica menempel di bibir Yoonan .

“Lim Yoonan , aku mencintaimu, sangat mencintaimu bahkan dititik dimana selama ini aku juga membohongi diriku dengan menutup mataku, menganggap bahwa kau mencintaiku dengan tulus tanpa ada kepura-puraan serta keterpaksaan. Tapi aku tidak bisa melakukan itu lagi. Aku ingin bahagia, merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuat orang lain memaksakan cintanya padaku.”

“Dengan menutup lembaranku bersamamu, aku berharap dan percaya bahwa Tuhan akan mengirimkan seorang pria yang benar-benar bisa mencintaiku seperti aku mencintainya. Cinta yang tulus. Cinta yang tidak akan menyakiti siapapun. CInta yang tidak membuatmu terpaksa berkorban dan mengabdikan hidupmu untuk seseorang yang tidak kau cintai sebenarnya.”

“Cinta yang bukan hanya memiliki namun membangun dan mengembangkan diri kita menjadi sebuah pribadi yang lebih baik. Cinta sejati, bukan cinta yang sementara dan hanya menyesatkan hati.”

Adalah sebuah kebohongan besar jika aku berkata aku baik-baik saja.

Kenyataan memang terkadang menyakitkan.

Ada hal di dunia ini yang kita tidak inginkan namun pada nyatanya tetap terjadi.

Sama seperti ceritaku dengan Yoonan , pria yang kucintai dengan segenap hatiku.

Ya aku mencintainya. Maka dari itu aku melakukan semua ini.

Perpisahan ini menyakitkan.

Mungkin butuh waktu untuk bisa benar-benar memulai hidupku seperti dulu lagi.

Tapi aku percaya, aku akan bisa melupakannnya dan hidup biasa seperti saat dia belum datang kealam hidupku.

Dan aku percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan seorang pria yang akan mencintaiku secara tulus tanpa ada kebohongan lagi didalamnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

THE AND

.

.

.

.

.

.

Eternity Note:

Well… sebenernya gada niatan sih untuk membuat lanjutan dari F.I.N.E yang kmrin baru aku post hanya dengan TAENY aja.

Tapi tiba-tiba suatu konsep muncul di otak aku. Sebuah FF berantai yg saling terhubung meskipun dengan judul berbeda. Mungkin udah banyak yg bikin, sebagai contoh #NOWPLAYING-nya kimkimsara which is very GOOD J Atau Neftyshorties punya Neff yg nulis HOME ^_^

Di awal kan aku posting E.I.L|L.I.E dengan banyak pairing. Lalu aku posting E.N.I.F|F.I.N.E sebagai kelanjutan dari si E.I.L|L.I.E sendiri. Nah yang tadi kalian baca diatas adalah lanjutan dari dari F.I.N.E

Bisa dibilang ini adalah versi lengkap dari dari F.I.N.E yang aku modifikasi.

Untuk kalian yang merasa familiar dengan beberapa kata yang ada, jangan bingung.

Inspirasi utama ff ini adalah lagu Armada – Asal Kau bahagia.

Tapi aku dengerinnya yg dicover sama Hanin Dhiya sih.

Suprise?

Aku sendiri kaget sih hahaha. Jarang bgt aku jadiin lagu indo buat bangun mood nulis secara korea adalah latar tempat dan suasana yg coba aku bangun di otak aku.

Kmrin sore kan aku main ke kantorku yang dulu terus anak” kantor pada ngegalau gtu malam minggu pada ga jalan sama doinya mereka wkwkwkw. Trus mereka nyalain lagu ini dan aku langsung terhenyak!

Kenapa?

Karena semua liriknya itu benar-benar menggambarkan sosok Jessica dari F.I.N.E

Aku punya ragamu tapi tidak hatimu” pas aku denger itu ya…

Man.. aku harus nulis ff ini malam ini juga.

So.. pulang dari kantor lama aku niatkan untuk nulis. Dan hasilnya… apa yang telah kalian baca diatas.

Kalau ada yg ngerasa tulisan aku beda, harap maklum ya,,,, lagi males nulis deskripsi lengkap dan detail.

Lagipula ya.. aku pernah baca komen seseorang yg bilang gini

“Thor gw biasanya ngeskip pas bagian narasi dan deskripsi di cerita lo, biasanya gw langsung baca dialognya aja dan blablabla….”

Karna kalimat itu aku kadang jadi mikir ya, jadi wasting bgt ya aku mikir deskripsi  sedetail dan senyata mungkin bahkan sampai googling wkwwkw tapi yg baca dengan enaknya cuma skip-skip aja hahaha.

Maka dari itu, aku mengabulkan keinginan kalian.

FF yg didominasi dialog aja biar kalian aja berimajinasi dengan liar ya, bayangin tuh keadaannya dengan kata-kata sendiri, gausah aku jelasin.

Dan mungkin emg udah seharusnya gtu kali ya.

Soalnya aku pernah baca postingan seseorang yang bilang kalau tulisan yg baik itu “SHOW, DON’T TELL”

PENULIS HANYA BISA MENULIS

PEMBACA HANYA BISA MEMBACA TANPA TAHU CERITA DAN USAHA DIBALIK TULISAN YANG MEREKA BACA.

PENULIS MENULIS 1 cerita BERHARI-HARI, BAHKAN MUNGKIN MENAHUN.

SEDANGKAN PEMBACA HANYA MEMBACANYA MUNGKIN 10-15 MENIT ATAU MUNGKIN KURANG DARI ITU KARENA MEREKA NGESKIP BAGIAN YANG GAMAU MEREKA BACA

ALASANNYA ADALAH…

“Males ah, udah ketebak jalan ceritanya”

ME: Duh.. L

“Gamau baca lagi ah, endingnya si A bukan sama si B, kan gw baca karena si A dan B aja.”

ME: Hahahaha {ketawa sambil nangis TINJU BANTAL BANTING MANTAN J}

“Males ah, authornya bawel minta komen terus!”

ME: ya gusti, aku kan cuma pengen tahu pendapat kalian L

“Males ah, authornya sok sibuk, sombong, dihubungin susah bales,”

ME: yakali aku ga punya kerjaan gtu tiap detik standbye nungguin komen kalian :p

“Duh, gw ga bisa kirim komen, biarin ajalah, ada si A itu yang suka komen.”

ME: Heumh.. TENGGELAMKAN! hahahaha

“Alah,,, ngapain gw komen, komen gw juga ga kepilih terus dapet free pas, males.”

ME: Duh… wkwkwkw keliatan ya pesimisnya eh :p

“Duh.. gw bingung mau ngomong apa, ceritanya bagus. Udah gtu aja.”

ME: Hoamz sih tapi gpplah, yg penting jujur J

“Komen jangan ya? Tapi gw takut ga dibales sama authornya.”

ME: DIBALES KO J, aku tahu rasanya jadi pembaca so jgn khawatir. Kalau pun ga dibales, aku pasti baca komennya dan aku makasih bgt buat kalian yg selama ini rajin sekali komen bahkan meskipun mungkin ga dapet free password. Percayalah, aku org yg sensitive dan gampang tersentuh ko. Jadi sekecil apapun aksi kalian, jika memang itu baik niatannya, aku akan sangat hargai dan pasti membekas di ingatanku.

“Ahhh.. nanti ajalah gw komennya kalau gw ga sibuk. FF-nya gw baca lagi nanti juga nanti deh kalau gw lagi ga sibuk.”

ME: NANTI AJALAH AKU NULISNYA, KALAU GA SIBUK DAN INGET SOALNYA YG BACA JUGA ORANG SIBUK NANTI MALAH GA KEBACA WKWKWKWKW. SAYANG BUANG-BUANG WAKTU meskipun emang sih nulis adalah hobi dan bagian dari AKTUALISASI diri aku yg meskipun ga dapet duit, aku bisa dapet kepuasan batin J

“Ini author aneh bgt, masa ngasih pw tapi gw harus ngejawab pertanyaan yg gtu? Duh hahaha”

ME: Authornya aneh, nah yg baca lebih… {jawab sendiri ya wkwkwkw}

“Alah.. ini mah authornya modus wkwkwkw”

ME: YEPSSS ANDA BENAR SEKALI! Saya adalah manusia termodus yang mungkin pernah Anda kenal. Tapi kalau gtu, Anda ga kenal saya kan? Anda gakan berani cerita sesuatu bahkan yg mungkin selama ini hanya Tuhan dan Anda yg tahu tentang hal itu. Anda gakan lega karena akhirnya ada seseorang yg mau mendengarkan permasalahan Anda kesampingkan karena itu mengganggu pikiran Anda, padahal kalau didiemin bahaya tuh hehehe.

Melalui pertanyaan-pertanyaan aneh yg saya kasih saat akan memberi password, secara tidak langsung Anda menjadi lebih dekat dengan sisi lain dari diri Anda yg selama ini kalian acuhkan karena kesibukan dunia yg pada dasarnya cenderung MENYESATKAN dan PALSU, kecuali kegiatan yg benar-benar bermanfaat dan memberi syafaat bagi Anda di akhirat nanti ^_^

Saya pun sedang mencoba untuk memberikan tulisan yg tidak hanya menghibur, namun mengedukasi dan menginspirasi meskipun pada prakteknya mungkin masih sedikit membuat Anda BAPER dengan cerita didalamnya.

Saya berharap tulisan ini tidak bersifat melalaikan dan membuat Anda lupa bahwa ada kewajiban lain yg harus Anda lakukan.

Tulisan ini tentang mengenal cinta yg mau melepaskan meskipun menyakitkan, bukan cinta yg menyesatkan yang mana penuh dengan kebohongan dan penderitaan didalamnya.

Hahaha jadi ceramah deh ya :p

Wahai pembaca dan penikmat saja, tulisan aku emg ga sebagus Donkatsu, Dukoro, Nefrofer, kimkimsara, Itsakyo, Kariboo17,  Riyukarina, Navaya, Marisa, Sasya, Sumi, Jeje, Byundookong, Jazzata, dan author ff lain yang kalian suka.

Aku ga sekeren mereka.

Aku nulis ga kaya Don yg udah ga main komen”an lagi wkwkwkw

Aku akui aku emg yg termasuk ribet mungkin masalah password.

But I have my own reason.

Hal yg kadang bikin aku sebel adalah ketika aku posting ff yg ga di pw dan yg di pw

Pas ga di pw, widihh.. banyak penikmat berkeliaran. Mereka semangat baca. Perbandingan jumlah viewers dengan yg meninggalkan jejak bagai langit dan bumi hahahah.

Yaudahlah aku maklumin.

Aku kan suka gemes ya sama mereka yg hanya menikmati bacaanku dan kadang membuat aku merasakan unrequited love karena selama ini cuma aku yg berharap mereka akan ngobrol sama aku padahal merekanya mah mungkin ngga sama sekali, makanya aku PW dengan syarat yg mudah.

Hanya cukup kirim email dgn menjawab pertanyaan yg menurut aku ga sesusah FISIKA, ELEKTRONIKA DASAR, GAMBAR TEKNIK,  atau MIKROKONTROLER atau STATISTIK,  MANAJEMEN OPERASI LANJUTAN atau ROBOTIK!

Ada pembaca yg tanya gini ke aku.

“Kenapa sih Thor harus di password? Kan pembaca jadi susah mau baca. Kalau mau sharing cerita mah sharing aja, gausah main protect-protect kaya gtu.”

Heumh.. gimana ya jelasinnya hahaha

Ya sebenernya itu hak prerogative aku sih ya mau digimanain juga.

Cuma kalau aku sih pribadi pengen tahu siapa aja sih yg baca cerita aku?

Dan aku mikirnya gini loh, gada sesuatu yg diraih dengan instan dan mudah didunia ini.

Kalian aja mau dapet uang kerja dulu kan?

Mau kencan pasti siap” dulu kan? Wkwkwkw

Mau modusin si dia, brainstorming dulu kan? Mikir dulu kan?

Mau UNIKOL (Usaha Nipu Kolot) pasti nyusun rencana dulukan {JANGAN DIPRAKTEKAN DI RUMAH YA ADIK-ADIK}

gini ya, kalau aku itu orangnya yg penting ada usaha dulu, masalah hasil ya gimana nanti.

sama kaya kalau aku ngasih password 🙂

mau seaneh dan seabsurd apapun jawaban kalian, pasti aku hargai asal jujur.

pasti aku kasih password mau yg jarang komen sekalipun asalkan dia ada usaha dulu.

makanya ya aku suka kesel dan kecewa deh sama mereka mereka yg maunya baca gratisan aja.

ya gusti.. hidup teh maunya enak terus tanpa usaha.

pas giliran author pada nutup wp aja baru pada berkoar-koar muncul.

hey.. dulu kalian kemana aja???? Wkwkwkwkw

tadinya aku juga mau ikutan nutup WP tgl 31 kemarin cuma…..

ada beberapa hal yg bikin aku pending rencana itu.

“Ya thor.. santai aja kali. Kalau lo tutup juga masih banyak WP FF SNSD lain yg lebih bagus dan ga seribet lo! Mati satu tumbuh seribu hahahaha. Ribet amat hidup lo kaya tulisan bagus aja!”

Iya sih bener juga. Dan aku sadar itu. Maka dari itu aku  memutuskan untuk………

Ya.. someday aku akan benar-benar ga muncul lagi dan mengubur semua kegilaan aku cukup di WP ini.

“Kamu tidak pernah tahu sesuatu berharga atau tidak dalam hidup kamu hingga kamu kehilangan hal tersebut.”

 

 

Iklan

12 pemikiran pada “As long as you.. Happy [YOONSIC]

  1. W kira bakal yoonsic ih wkwkwkwk jadi ini ff yang di tulis semalem.. Syukaaaa~ walau disini fany korbannya tp entah kenapa lbh nyesek jd jess.. Udh gt lg jatuu cinta sm jess hahaha jd yaa sebel
    Sm yoon kalo kek gitu huu!
    Aduh toorrr ngikutin dan dengerin apa lg smpe di masuki ke hati mah bikin stress sendiri

    Enjoy aja idup cuma sekaliii nihh 😂

    Someday ku jg berhenti..

  2. Hayooo yoong tanggung jawab noh si fany hamil anak lu 😨
    Sica udh d sakitin tetap aja stay cool d depan si yoong…

    oh iyaa dr beberapa penulis d atas aku tau nya cuma kariboo17 doang wkwkwk

    Btw Eternity note nya panjang juga yaaa berasa baca ff deh hehehe
    Tetap semangat author-nim

  3. Woow… Keren critax. Kirain bakalan yoonsic, trnyta yoong slingkuh dg fany. Mana fany sampe hamil gtu lgi.
    Hayo yoong kamu harus tanggungjwb dg fany, jgn nyakitin sica maupun fany lgi.
    Salut dg sica yg walaupun hatix jga sakit krna yoong tpi bisa bersikap bijaksana&legowo u/ nglepasin yoong

  4. Si yoong bener² nyesek abis tuh, udah gadapet tiffany ditinggal jessica lagi ampun..

    Weh, author nulis sama dengerin lagu asal kau bahagia nya armada, 2 hari ini juga aku dengerin lagu itu gatau kenapa jadi baper *ehceritadisini

    Semangat ya thor 😚

  5. Yoong slingkuh sma Fany dan Fany smpek hmil, aduh gmna itu???
    aku suka sma Sica klo kyak gini, rela di skitin asal Yoong bhagia, Sica baik bnget,
    cinta itu gak hrus slalu memiliki, asl orng yng kita cintai itu bhagia itu lbih baik dripda dia sma kita tpi gx bhagia….
    Aku bkal sdih bnget kak, klo kakak emng mau tutup wp, aplgi kakak sma kakak coffe22 Mj itu klo udh bikin ff psti lngsung tpat ke hti
    Fighting trus kak…. Hwaiting….

  6. gw baca versi yoonsic dl,.
    yg sabar ya thor,. bgtu lh mgkn klw jd penulis. tp slma gw jd reader lu, gw slalu baca ff di wp lu kan couple selingkuhan, slalu coment, & sgt terhibur dgn ff2 lu , imajinasi lu yg membwt gw slalu berimajinasi yoong jd cowo,.. haha..
    gw maklum jg klw suatu saat lu akan pensiun ris, kn g mgkn jg trus nulis ff , bener gk? haha..
    jd ttp smngat thor risma..

  7. hehe,, klo baca yg ini ga iklas fany nya jd wanita panggilanya 😀
    “aku punya ragamu tapi gak hatimu” wah klo yg ini disuruh milih n ga dapet raga ma hati skaligus mending jadi yg “walau ga punya ragamu tapi aku pemilik hatimu” . wlupun sama2 pernah nyesek juga
    yoon tanggung jwb,,tuh,,

  8. Hy thor ketemu lagi hehe,,nyeseknya di F.I.N.E yg kmarin masih brasa ya dan skrg tambah brasa bomnya akhirnya meledak ya dan akhirnya ga cuma perasaan satu org aja yg tersakiti tpi banyak org ㅠㅠㅠ Sica unnie qw suka gaya lu sini qw kasih peluk buat lu haha dan qw juga suka kok sama gaya menulismu thor 🙂 ,btw salam kenal lagi ya thor 🙂

  9. Hmm thor, disini gw kayanya ga komenin ff ini karna pengen sedikit curcol aja..
    Gw lagi kecewa banget ama jessica gara2 baca interview dy ama pemberitaan yg ada disana belum lama ini yg klo ga salah ditanya gimana rasanya lepas dr snsd. Gw tau itu hak dy atau apapun itulah tp gw ga bisa lupain gimana muka ot8 pada saat tahun 2014..muka mereka semua bikin gw nangis waktu itu dan gw pun juga tau klo sica pasti ngerasain yg sama saat itu tp saat baca hasil interview dy sukses bikin gw gimana gituuuu karna selama ini gw selalu berpikir klo jessica juga ga mau lepas dr snsd, gw selalu berpikiran positif tentang dy karna dy bias ke2 gw setelah yoona 😭
    Abaikan curcolan gw yg ga berguna ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s