As long as you.. Happy [TAENY]

 19 I Just Wanna Dance Tiffany

“Your body is all I have and had. Not your heart… your soul… and your love.”

“Fany-ah..” Taeyeon mencoba kembali membawa kedua tangan calon istrinya itu dalam genggamannya.

“Tidak Tae..” dengan sedikit kasar, genggaman itu Tiffany tolak.

“Sayang..” masih dalam suara penuh permohonannya, Taeyeon meminta.

“Kim Taeyeon… kumohon..” kini giliran Tiffany yang menatapnya dengan lemah, seakan ini adalah hal terakhir yang diinginkannya.

“Masuklah…” seorang wanita tersenyum dalam anggukannya mendengar pria dihadapannya menatapnya lembut dan hangat seperti mereka baru saja jatuh cinta untuk pertama kalinya. Perlahan wanita itu berjalan mundur karena dirinya masih ingin melihat kedua mata indah yang selalu menjebaknya dalam rasa yang tak biasa. Pria bermata sayu itu tertawa kecil melihat tingkah imut wanita yang seharian ini menjadi miliknya, mungkin.

“Kau bisa celaka jika berjalan kebelakang terus seperti itu, Nona.” Kedua kaki pria itu melangkah mendekati wanita yang kini terhenti langkahnya dalam senyuman penuh rasa malu yang menggemaskan.

“Mengapa kau berjalan seperti itu?” pria itu kini berdiri tepat dihadapan wanita yang sedari tadi mencoba menyembunyikan pandangannya dari pencuri hatinya. Dalam diamnya pria itu tertawa. Helaian rambut-rambut yang menghalangi kedua jendela jiwa wanita yang kini sangat dekat dengannya pria itu kesampingkan. Jari jemarinya perlahan mengelus bagian wajah wanita dihadapannya yang begitu sempurna baginya. Setiap sentuhan itu seperti mengirimkan sengatan-sengatan aneh yang membuat adrenalinnya meningkat, nafsunya berpacu menjadi sesuatu yang menggebu.

“Aku.. masih ingin.. melihatmu.” Pengakuan itu membuat si pria tersenyum lebar, bagai seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah ulang tahun yang selama ini diinginkannya.

“Benarkah?” pria itu berharap wanita dihadapannya bukan hanya mengatakan iya, tapi mengemukakan juga alasannya.

“Eheum.”

“Hanya itu?” wanita itu menggelengkan kepalanya ringan dengan senyuman termanis yang pernah pria itu lihat.

“Lalu?” pria itu kembali bertanya, berharap jawaban wanita itu akan sesuai dengan harapannya.

“Kau ingin aku jujur?” anggukan adalah jawaban yang diterima oleh wanita dihadapannya.

“Kedua matamu, entah mengapa seperti mengikatku dengan pesonanya, Kedua mata itu, seperti menarikku untuk selalu menatapnya, melemahkan akalku dan membuatku berbuat bodoh seperti tadi. Maafkan aku.”

“Kau tidak perlu meminta maaf padaku.”

“Oh ya.. kau benar hahaha. Maafkan aku.”

“Kau mengucapkan maaf lagi.”

“Oh benarkah? Maaf aku tidak..” bibir Seolhyun terasa kelu ketika kelembutan dan kehangatan bibir Taeyeon menyapanya. Nafasnya terasa tertarik. Denyut jantungnya terasa berhenti berdetak dalam sekejap.

Dia adalah Kim Seolhyun, seorang wanita panggilan yang biasanya menerima kecupan, ciuman atau bahkan cumbuan yang lebih dari ini. Seorang wanita yang sudah melakukan kontak atau bentuk intimasi lainnya yang tidak pernah sesederhana, semurni dan sepolos ini.

“Terimakasih untuk hari ini, Nona Kim.” Bibir itu sudah meninggalkan kening Seolhyun yang masih terdiam tak henti menatapi pria berwajah baby face dihadapannya.

“Good night and have a sweet dreams, Seolhyun-shi.” Dengan senyum termanis dan hangatnya Taeyeon berkata seakan itu tak memberi efek apapun pada wanita dihadapannya. Mendengar itu, Seolhyun segera terbangun dari lamunannya. Namun sayang, kesadaran itu muncul ketika Taeyeon kini sudah berbalik dan mulai melangkah menjauhinya.

“Taeyeon-shi…” tak ingin menyesal, Seolhyun memanggil kembali Taeyeon yang berbalik dan kembali menatapnya dalam tanya.

“Yes?” aksen british yang terdengar begitu seksi membuat Seolhyun tak bisa menahan senyum penuh kekagumannya.

“Apakah ini.. adalah pertemuan terakhir kita atau..” Seolhyun kembali tak bisa melanjutkan kata-katanya ketika Taeyeon kini berjalan mendekatinya lagi dengan wajah seriusnya yang anehnya begitu tampan dan menggoda.

“Apa kau ingin ini menjadi pertemuan terakhir kita?”

“No.”

“Baiklah.”

“Baiklah?”

“Akan ada pertemuan lainnya dan aku akan menantikan itu, Nona Kim. Selamat Malam.” Tanpa permisi, tangan kanan wanita dihadapannya Taeyeon bawa dalam genggamannya sebelum ia kecup dengan ringan. Kecupan itu membuat Seohyun membelalakan kedua matanya dalam sebuah rasa yang berhasil membawanya tinggi melayang dalam cinta yang entah mengapa baru kini menghampirinya.

Tanpa mereka sadari, seseorang dengan mantel merah mudanya terdiam mengamati semua itu dalam tangisan hatinya.

 

 “Fany.. aku dan Seolhyun hanya berteman.” Taeyeon mencoba membujuk sang kekasih yang malah tertawa ringan mendengar pengakuannya. Tawa penuh sindiran itu terhenti dan Tiffany kini mulai berbicara.

“Teman? Teman hidup?”

“Seolhyun-ah…”

“Yes?”

“Kau sudah membawa semuanya?”

“Tentu.”

“Baguslah, aku tidak ingin kau merasa asing berada di apartemen barumu nanti.”

“Terimakasih, Oppa. Tapi Oppa, apa Unnie tidak akan curiga?”

“Tiffany?”

“Ya, tentu dia. Tunggu, apa kau punya lagi wanita lain yang…”

“No other, only you, Kim Seolhyun.”

“Benarkah?”

“Kau bisa mengecek apartemen kita nanti apakah aku pernah membawa wanita lain selain dirimu dan Fany.”

.

.

.

“Woah Oppa.. ini bagus sekali, terimakasih.”

“Aku harap kau tidak keberatan dengan warna merah muda yang mendominasi kamarmu nanti.”

“Merah muda?”

“Ya, itu adalah warna kesukaan Fany. Dia juga setuju pindah ketempat baru setelah aku menyetujui idenya untuk mendekor hampir semua bagian kamar kami dengan semua hal yang berbau merah muda.”

“Kalian sudah tinggal satu kamar?”

“Tentu. Tunggu, apa kau cemburu?”

“Hahaha untuk apa kau cemburu? Kau adalah miliknya sejak awal, Oppa.”

“Seolhyun-ah…”

“Oppa, kau memberikan semua perhatian padaku seperti ini saja, aku sudah bersyukur karena kau adalah semua yang wanita inginkan untuk menjadi pasangan hidup. Tiffany Unnie sungguh beruntung bisa segera memilikimu.”

“Seol..”

“Kim Taeyeon, aku tahu kau bukan sepenuhnya milikku. Maka dari itu aku senang karena kau bisa memberikan waktumu untukku meskipun aku… harus menjadi kekasih gelapmu.”

“Seolhyun-ah.. kau ingin mengetahui sesuatu?”

“Apa itu?”

“Aku.. mencintaimu dan aku tidak perlu mencoba untuk melakukan itu karena bersamamu adalah sebuah kebahagiaan yang selama ini coba kudapatkan darinya.

“Oppa…”

“Jika aku bisa meminta, aku ingin kaulah yang menjadi putri Tuan Hwang, wanita yang harus menjadi teman hidupku meskipun hatiku tidak menginginkannya.”

“Tunggu Oppa, jadi selama ini kau..”

“Harus kuakui, aku menyayanginya tapi aku tidak pernah mencintainya. Kau tahu, selama ini aku selalu mencoba untuk membangun cinta itu bersamanya tapi entah mengapa hatiku selalu menolaknya. Bagiku, cinta adalah tentang pengorbanan dan pengabdian, sama seperti yang kulakukan pada Tiffany. Hingga akhirnya aku bertemu denganmu, wanita yang berhasil menarikku bukan hanya secara fisik, namun hatiku.”

“Oppa..”

“Jika Tuhan memberikan aku kesempatan kedua, aku ingin kaulah yang menjadi teman hidupku, Seolhyun-ah, bukan dia.”

 

“Tolong beritahu aku, apakah teman seperti itu?” Taeyeon tak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar rekaman suaranya sendiri bersama wanita yang sudah ia coba lupakan.

“Tapi aku… mencintaimu.” Suara itu terdengar begitu lemah keluar dari bibir Taeyeon.

 “Kau… tidak pernah mencintaiku, Taeyeon-ah.” Sanggahan itu menampar Taeyeon telak sehingga untuk beberapa menit, pria bermarga Kim itu tak mampu berkata apapun, terjebak dalam diam yang tak menguntungkan apapun baginya.

“Fany… ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kumohon..” Taeyeon kini kembali berbicara dengan wajahnya yang merah padam menahan semua emosi dalam dirinya.

“Oppa.. apa ini akan menjadi yang terakhir?”

“Apa maksudmu?”

“Hanya dalam hitungan hari, kau akan resmi menjadi suami Unnie.”

“Lalu?”

“Kau masih berkata lalu?”

“Memang apa masalahnya, Seol..”

“Masalahnya adalah aku tidak ingin merusak hubunganmu dengan Unnie jika kalian sudah menikah nanti..”

“Sayang..”

“Oppa kumohon, jujurlah pada dirimu sendiri, apa kau bisa selamanya membohongi Unnie dengan cinta palsu yang selama ini selalu kau berikan padanya?”

“Aku..”

“Kau.. tidak bisa meninggalkannya kan?”

“Tidak Oppa, aku tidak ingin terus menyakiti Unnie dengan perselingkuhan kita.”

“Seolhyun!”

“Oppa… Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi aku tidak ingin hidup dalam kebohongan yang selamanya hanya akan menjadi beban, beban yang menyengsarakanku.”

.

.

.

“Sayang..”

“Apa yang ingin Anda bicarakan, Tuan Kim?”

“Seolhyun-ah..”

“Cepatlah, pelangganku yang lain akan marah jika aku telat menemuinya.”

“Kim Seolhyun!”

“Apa Kim Taeyeon?! Kau sekarang berani membentakku???”

“Tidak, bukan itu maksudku Seolhyun-ah. Aku hanya…”

“Kau hanya ingin menjadi seorang pecundang yang tidak bisa jujur dengan perasaanmu sendiri dan terus menyakiti semua orang yang mencintaimu dengan keegoisanmu heuh?”

“Aku.. aku..”

“Ternyata benar. Cinta bisa membuatmu bodoh dan buta. Dan itu yang terjadi padaku. Aku sudah sangat bodoh dan buta sekali dengan mencintaimu kemarin. Aku berharap bisa secepatnya melupakan pecundang dan pembohong brengsek sepertimu.”

“Oh ya kumohon jangan temui atau hubungi aku lagi setelah ini! Aku tidak ingin anak dalam kandunganku mendapat pengaruh buruk darimu.”

 

“Fany… bagaimana kau bisa..” semua ucapan Tiffany kini bagai peluru yang menembus Taeyeon tepat kejantungnya.

“Maafkan aku, tapi selama ini aku membayar seorang detektif swasta untuk selalu mengikutimu hingga aku tahu bahwa kemarin, kau juga menemuinya.” Tidak ada penyelasan dalam permintaan maaf itu.

“Sayang.. ini tidak..”

“Ini tidak seperti yang aku pikirkan? Kau betul Taeyeon-ah.. ini memang tidak seperti yang aku pikirkan karena semua ini sudah menjadi sebuah kenyataan dengan semua bukti didalamnya yang tidak bisa kau sangkal lagi.”

“Kukira dengan pengakuanmu dulu, kau benar-benar mencoba untuk mencintaiku.” Kesedihan, amarah dan kekecewaan itu jelas sekali terlihat dari paras cantik Tiffany sementara Taeyeon hanya tertunduk lemah dengan semua rasa bersalah yang bermain di hatinya.

“Kau benar, saat kita mencintai seseorang.. ah tidak. Maksudku saat kita menyayangi seseorang, jika kita memang benar-benar menghargai perasaan sayang itu maka tak ada alasan untuk menyakiti orang yang kita sayangi itu.” Taeyeon perlahan membawa Tiffany dalam pelukannya sedangkan wanita dalam pelukannya itu hanya bisa diam membiarkan rasa apapun yang ada dalam hatinya menguasai akalnya yang berteriak untuk membunuh pria yang memeluknya saat ini.

“Cinta, mengapa kau tak menyebut kata itu?” Tiffany mulai bersuara sementara kini giliran Taeyeon yang terdiam terlihat memikirkan sesuatu yang akhirnya membawa senyum manis itu merekah di wajahnya.

“Kau tahu, cinta terlalu suci untukku. Cinta adalah kata yang terlalu kuat jika dibandingkan dengan apa yang kurasakan padamu sekarang. Dulu aku tak tahu apa cinta itu yang sebenarnya. Saat aku berkata bahwa aku mencintai seseorang, aku berpikir itu adalah cinta yang kurasakan. Tapi kenyataan berkata lain. Bukan, itu bukan cinta.” Helaian rambut yang sedikit menghalangi pandangan Tiffany coba Taeyeon kesampingkan, membuat wanita bermarga Hwang itu kini bisa dengan jelas melihat ekspresi wajah kekasihnya yang tak bisa meneriakan kata lain selain kejujuran.

“Lalu.. akhirnya kau sadar bahwa kau tidak mencintaiku?” mendengar pengakuan pria dihadapannya tadi membuat Tiffany berpikir bahwa mungkin benar, selama ini Taeyeon hanya kasihan pada Tiffany. Cinta itu memang tak pernah ada. Mungkin hanya hati  Tiffany  yang terlalu banyak berharap. Mungkin hanya hatinya yang terlalu bodoh untuk dengan mudah membuka pintunya pada seseorang yang tak bermaksud untuk masuk ke dalamnya.

“Ya.. aku belum sampai ke tahap itu.” Tak ada keraguan atau rasa lain yang terdeteksi saat Taeyeon mengatakan hal itu. Kejujuran itu begitu melekat. Bukan berarti semua yang telah dilakukan Taeyeon adalah kebohongan.

Tidak.

Tiffany tidak pernah meragukan semua yang telah Taeyeon lakukan padanya hingga saat ini. Hanya saja, hari ini aura kejujuran dari setiap kata-kata Taeyeon, tindak tanduknya membuat Tiffany semakin percaya dengan apa yang telah kekasihnya itu ucapkan atau lakukan.

Kim Taeyeon adalah sebuah ketenangan yang selalu bisa menghanyutkan Tiffany di dalamnya. Tak terkecuali saat ini dimana Tiffany masih memandang wajah prianya itu penuh dengan rasa yang  ia yakin cinta meskipun kekasihnya itu tak membalas rasa ini seperti yang diinginkannya.

Mungkin.

 “Kata terimakasih itu kuucapkan dengan tulus karena kau setidaknya sudah mencoba untuk mencintaiku. Aku tahu kau menyayangiku, tapi untuk cinta.. itu tidak pernah datang kan bahkan hingga detik ini?”

“Ak.. akk.. aku..”

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” diamnya Taeyeon menjadi lampu hijau bagi Tiffany untuk mengutarakan pertanyaannya.

“Apa sebenarnya yang menahan hatimu untuk mencintaiku? Apa yang menjadi kekurangan dalam diriku yang membuat jiwamu tak mau menerima sapaanku? Apa yang membuat pikiranmu tak pernah ada aku didalamnya?”

“Fany.. aku.. aku.. aku tidak tahu.”

“Sayang.. kau… tidak bisa menjawabnya?” lagi.. diam itu yang menjadi jawaban Taeyeon bagi wanita dihadapannya menatapnya penuh dengan tatapan berkaca-kaca.

“Kau tahu.. saat ini, aku hanya ingin pengakuan darimu.”

“Apa kau bahagia denganku?Jika tidak, katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia denganku.”

“Hal yang paling menyakitkan untukku bukanlah perselingkuhanmu dengan Seolhyun. Tapi semua kebohongan yang kau lakukan selama ini.”

“Kau tahu kan bahwa aku mencintaimu? Apa kau pikir aku akan bahagia mengetahui bahwa pria yang kucintai selama ini menyiksa dirinya dengan membohongi perasaannya dan terus berpura-pura  mencintaiku?”

“Fany.. aku menyayangimu!”

“Sayang itu ada untukku namun cinta.. itu hanya ada untuk wanita itu kan?”

“Kemarin aku sudah bertemu dan berbicara dengan Seolhyun. Dia menceritakan semuanya padaku. Bahkan dia meminta maaf karena selama ini telah melukaiku. Kau ingin tahu sesuatu Taeyeon-ah?”

“Aku memintanya untuk tidak meminta maaf lagi padaku. Justru kau dan dia harus meminta maaf pada bayi yang sekarang ada di kandungannya. Dia adalah calon putramu, Kim Taeyeon, darah dagingmu.”

“Fany.. aku… ini tidak mungkin.”

“Kau seharusnya mengatakan itu sebelum semua kekacauan ini muncul karena sifat pengecutmu, Taeyeon-ah, sebelum banyak hati yang terluka.”

“Aku tidak ingin menyakitimu, Fany-ah.”

“Dengan ketidakjujuranmu dari awal, itu sudah sangat menyakitkan bagiku, Tae. Kau bukan hanya mencurangiku, tapi kau mencurangi dirimu sendiri, hidupmu.”

“Apa kau pernah mencintai seseorang yang hanya raganya saja yang bisa kau miliki, bukan hatinya?”

“Jika kau masih menginginkan Seolhyun, kau tidak perlu berbohong dan mengingkarinya. Aku..”

 “..aku akan mencoba untuk melepasmu. Jika itu memang adalah hal yang bisa membuatmu bahagia.”

“Fany-ah, kau jangan gila! 3 hari lagi pernikahan kita akan dilaksanakan. Kumohon.. jangan lakukan ini. Keluarga kita.. mereka akan..”

“Siapa yang lebih gila, kau yang bahkan masih menemui dan mencoba membujuk Seolhyun untuk tetap menjalankan hubungan gelap kalian atau aku yang ingin mengakhiri semua kebohongan dan penderitaan ini?”

“Lihat.. kau tidak menjawabnya kan? Karena apa? Karena kau tahu semua kegilaan yang telah kau lakukan selama inilah yang pada akhirnya membuat kekacauan ini terjadi sekarang.”

“Kau tidak perlu berbohong lagi untuk tetap mencoba mencintaiku dengan melanjutkan pernikahan kita. Aku benar-benar ikhlas jika pada akhirnya, kau memang memilih untuk kembali pada Seolhyun dan jujur pada dirimu sendiri bahwa kau mencintainya, bukan aku.”

“Fany.. aku.. aku tidak bisa. Bagaimana dengan kontrak penggabungan usaha kedua orangtua kita? Jika pernikahan kita dibatalkan, ayahku bisa mati mendadak dengan bangkrutnya perusahaan kami. Aku tidak bisa egois terus mengejar nafsuku untuk tetap mencintai Seolhyun dan mengorbankan kebahagiaan kedua orangtuaku.”

“Aku tahu kau adalah pria yang baik dan bertanggungjawab tapi semua kebaikan itu akan nyata jika kau mau jujur pada dirimu sendiri. Jika kau khawatir tentang perusahaan dan kedua orangtuamu, tenang saja. Aku yang akan menanggung semua resiko dari pembatalan pernikahan kita nanti.”

“Fany.. kumohon. Pikirkan lagi semuanya. Aku berjanji, aku akan berusaha lebih keras untuk mencintaimu dan melupakan semua perasaanku pada…”  ucapan itu terhenti ketika jari telunjuk Tiffany menempel di bibir Taeyeon.

“Kim Taeyeon, aku mencintaimu, sangat mencintaimu bahkan dititik dimana selama ini aku juga membohongi diriku dengan menutup mataku, menganggap bahwa kau mencintaiku dengan tulus tanpa ada kepura-puraan serta keterpaksaan. Tapi aku tidak bisa melakukan itu lagi. Aku ingin bahagia, merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuat orang lain memaksakan cintanya padaku.”

“Dengan menutup lembaranku bersamamu, aku berharap dan percaya bahwa Tuhan akan mengirimkan seorang pria yang benar-benar bisa mencintaiku seperti aku mencintainya. Cinta yang tulus. Cinta yang tidak akan menyakiti siapapun. CInta yang tidak membuatmu terpaksa berkorban dan mengabdikan hidupmu untuk seseorang yang tidak kau cintai sebenarnya.”

“Cinta yang bukan hanya memiliki namun membangun dan mengembangkan diri kita menjadi sebuah pribadi yang lebih baik. Cinta sejati, bukan cinta yang sementara dan hanya menyesatkan hati.”

Adalah sebuah kebohongan besar jika aku berkata aku baik-baik saja.

Kenyataan memang terkadang menyakitkan.

Ada hal di dunia ini yang kita tidak inginkan namun pada nyatanya tetap terjadi.

Sama seperti ceritaku dengan Taeyeon, pria yang kucintai dengan segenap hatiku.

Ya aku mencintainya. Maka dari itu aku melakukan semua ini.

Perpisahan ini menyakitkan.

Mungkin butuh waktu untuk bisa benar-benar memulai hidupku seperti dulu lagi.

Tapi aku percaya, aku akan bisa melupakannnya dan hidup biasa seperti saat dia belum datang kealam hidupku.

.

.

.

.

.

.

.

.

THE AND

.

.

.

.

.

.

Eternity Note:

Well… sebenernya gada niatan sih untuk membuat lanjutan dari F.I.N.E yang kmrin baru aku post hanya dengan TAENY aja.

Tapi tiba-tiba suatu konsep muncul di otak aku. Sebuah FF berantai yg saling terhubung meskipun dengan judul berbeda. Mungkin udah banyak yg bikin, sebagai contoh #NOWPLAYING-nya Kimkimsara which is very GOOD J Atau Neftyshorties punya Neff yg nulis HOME ^_^

Di awal kan aku posting E.I.L|L.I.E dengan banyak pairing. Lalu aku posting E.N.I.F|F.I.N.E sebagai kelanjutan dari si E.I.L|L.I.E sendiri. Nah yang tadi kalian baca diatas adalah lanjutan dari dari F.I.N.E

Bisa dibilang ini adalah versi lengkap dari dari F.I.N.E yang aku modifikasi.

Untuk kalian yang merasa familiar dengan beberapa kata yang ada, jangan bingung.

Inspirasi utama ff ini adalah lagu Armada – Asal Kau bahagia.

Tapi aku dengerinnya yg dicover sama Hanin Dhiya sih.

Suprise?

Aku sendiri kaget sih hahaha. Jarang bgt aku jadiin lagu indo buat bangun mood nulis secara korea adalah latar tempat dan suasana yg coba aku bangun di otak aku.

Kmrin sore kan aku main ke kantorku yang dulu terus anak” kantor pada ngegalau gtu malam minggu pada ga jalan sama doinya mereka wkwkwkw. Trus mereka nyalain lagu ini dan aku langsung terhenyak!

Kenapa?

Karena semua liriknya itu benar-benar menggambarkan sosok Tiffany dari F.I.N.E

Aku punya ragamu tapi tidak hatimu” pas aku denger itu ya…

Man.. aku harus nulis ff ini malam ini juga.

So.. pulang dari kantor lama aku niatkan untuk nulis. Dan hasilnya… apa yang telah kalian baca diatas.

Kalau ada yg ngerasa tulisan aku beda, harap maklum ya,,,, lagi males nulis deskripsi lengkap dan detail.

Lagipula ya.. aku pernah baca komen seseorang yg bilang gini

“Thor gw biasanya ngeskip pas bagian narasi dan deskripsi di cerita lo, biasanya gw langsung baca dialognya aja dan blablabla….”

Karna kalimat itu aku kadang jadi mikir ya, jadi wasting bgt ya aku mikir deskripsi  sedetail dan senyata mungkin bahkan sampai googling wkwwkw tapi yg baca dengan enaknya cuma skip-skip aja hahaha.

Maka dari itu, aku mengabulkan keinginan kalian.

FF yg didominasi dialog aja biar kalian aja berimajinasi dengan liar ya, bayangin tuh keadaannya dengan kata-kata sendiri, gausah aku jelasin.

Dan mungkin emg udah seharusnya gtu kali ya.

Soalnya aku pernah baca postingan seseorang yang bilang kalau tulisan yg baik itu “SHOW, DON’T TELL”

PENULIS HANYA BISA MENULIS

PEMBACA HANYA BISA MEMBACA TANPA TAHU CERITA DAN USAHA DIBALIK TULISAN YANG MEREKA BACA.

PENULIS MENULIS 1 cerita BERHARI-HARI, BAHKAN MUNGKIN MENAHUN.

SEDANGKAN PEMBACA HANYA MEMBACANYA MUNGKIN 10-15 MENIT ATAU MUNGKIN KURANG DARI ITU KARENA MEREKA NGESKIP BAGIAN YANG GAMAU MEREKA BACA

ALASANNYA ADALAH…

“Males ah, udah ketebak jalan ceritanya”

ME: Duh.. L

“Gamau baca lagi ah, endingnya si A bukan sama si B, kan gw baca karena si A dan B aja.”

ME: Hahahaha {ketawa sambil nangis TINJU BANTAL BANTING MANTANG J}

“Males ah, authornya bawel minta komen terus!”

ME: ya gusti, aku kan cuma pengen tahu pendapat kalian L

“Males ah, authornya sok sibuk, sombong, dihubungin susah bales,”

ME: yakali aku ga punya kerjaan gtu tiap detik standbye nungguin komen kalian :p

“Duh, gw ga bisa kirim komen, biarin ajalah, ada si A itu yang suka komen.”

ME: Heumh.. TENGGELAMKAN! hahahaha

“Alah,,, ngapain gw komen, komen gw juga ga kepilih terus dapet free pas, males.”

ME: Duh… wkwkwkw keliatan ya pesimisnya eh :p

“Duh.. gw bingung mau ngomong apa, ceritanya bagus. Udah gtu aja.”

ME: Hoamz sih tapi gpplah, yg penting jujur J

“Komen jangan ya? Tapi gw takut ga dibales sama authornya.”

ME: DIBALES KO J, aku tahu rasanya jadi pembaca so jgn khawatir. Kalau pun ga dibales, aku pasti baca komennya dan aku makasih bgt buat kalian yg selama ini rajin sekali komen bahkan meskipun mungkin ga dapet free password. Percayalah, aku org yg sensitive dan gampang tersentuh ko. Jadi sekecil apapun aksi kalian, jika memang itu baik niatannya, aku akan sangat hargai dan pasti membekas di ingatanku.

“Ahhh.. nanti ajalah gw komennya kalau gw ga sibuk. FF-nya gw baca lagi nanti juga nanti deh kalau gw lagi ga sibuk.”

ME: NANTI AJALAH AKU NULISNYA, KALAU GA SIBUK DAN INGET SOALNYA YG BACA JUGA ORANG SIBUK NANTI MALAH GA KEBACA WKWKWKWKW. SAYANG BUANG-BUANG WAKTU meskipun emang sih nulis adalah hobi dan bagian dari AKTUALISASI diri aku yg meskipun ga dapet duit, aku bisa dapet kepuasan batin J

“Ini author aneh bgt, masa ngasih pw tapi gw harus ngejawab pertanyaan yg gtu? Duh hahaha”

ME: Authornya aneh, nah yg baca lebih… {jawab sendiri ya wkwkwkw}

“Alah.. ini mah authornya modus wkwkwkw”

ME: YEPSSS ANDA BENAR SEKALI! Saya adalah manusia termodus yang mungkin pernah Anda kenal. Tapi kalau gtu, Anda ga kenal saya kan? Anda gakan berani cerita sesuatu bahkan yg mungkin selama ini hanya Tuhan dan Anda yg tahu tentang hal itu. Anda gakan lega karena akhirnya ada seseorang yg mau mendengarkan permasalahan Anda kesampingkan karena itu mengganggu pikiran Anda, padahal kalau didiemin bahaya tuh hehehe.

Melalui pertanyaan-pertanyaan aneh yg saya kasih saat akan memberi password, secara tidak langsung Anda menjadi lebih dekat dengan sisi lain dari diri Anda yg selama ini kalian acuhkan karena kesibukan dunia yg pada dasarnya cenderung MENYESATKAN dan PALSU, kecuali kegiatan yg benar-benar bermanfaat dan memberi syafaat bagi Anda di akhirat nanti ^_^

Saya pun sedang mencoba untuk memberikan tulisan yg tidak hanya menghibur, namun mengedukasi dan menginspirasi meskipun pada prakteknya mungkin masih sedikit membuat Anda BAPER dengan cerita didalamnya.

Saya berharap tulisan ini tidak bersifat melalaikan dan membuat Anda lupa bahwa ada kewajiban lain yg harus Anda lakukan.

Tulisan ini tentang mengenal cinta yg mau melepaskan meskipun menyakitkan, bukan cinta yg menyesatkan yang mana penuh dengan kebohongan dan penderitaan didalamnya.

Hahaha jadi ceramah deh ya :p

Wahai pembaca dan penikmat saja, tulisan aku emg ga sebagus Donkatsu, Dukoro, Nefrofer, Kimkimsara, Itsakyo, Kariboo17,  Riyukarina, Navaya, Marisa, Sasya, Sumi, Jeje, Byundookong, Jazzata, dan author ff lain yang kalian suka.

Aku ga sekeren mereka.

Aku nulis ga kaya Don yg udah ga main komen”an lagi wkwkwkw

Aku akui aku emg yg termasuk ribet mungkin masalah password.

But I have my own reason.

Hal yg kadang bikin aku sebel adalah ketika aku posting ff yg ga di pw dan yg di pw

Pas ga di pw, widihh.. banyak penikmat berkeliaran. Mereka semangat baca. Perbandingan jumlah viewers dengan yg meninggalkan jejak bagai langit dan bumi hahahah.

Yaudahlah aku maklumin.

Aku kan suka gemes ya sama mereka yg hanya menikmati bacaanku dan kadang membuat aku merasakan unrequited love karena selama ini cuma aku yg berharap mereka akan ngobrol sama aku padahal merekanya mah mungkin ngga sama sekali, makanya aku PW dengan syarat yg mudah.

Hanya cukup kirim email dgn menjawab pertanyaan yg menurut aku ga sesusah FISIKA, ELEKTRONIKA DASAR, GAMBAR TEKNIK,  atau MIKROKONTROLER atau STATISTIK,  MANAJEMEN OPERASI LANJUTAN atau ROBOTIK!

Ada pembaca yg tanya gini ke aku.

“Kenapa sih Thor harus di password? Kan pembaca jadi susah mau baca. Kalau mau sharing cerita mah sharing aja, gausah main protect-protect kaya gtu.”

Heumh.. gimana ya jelasinnya hahaha

Ya sebenernya itu hak prerogative aku sih ya mau digimanain juga.

Cuma kalau aku sih pribadi pengen tahu siapa aja sih yg baca cerita aku?

Dan aku mikirnya gini loh, gada sesuatu yg diraih dengan instan dan mudah didunia ini.

Kalian aja mau dapet uang kerja dulu kan?

Mau kencan pasti siap” dulu kan? Wkwkwkw

Mau modusin si dia, brainstorming dulu kan? Mikir dulu kan?

Mau UNIKOL (Usaha Nipu Kolot) pasti nyusun rencana dulukan {JANGAN DIPRAKTEKAN DI RUMAH YA ADIK-ADIK}

gini ya, kalau aku itu orangnya yg penting ada usaha dulu, masalah hasil ya gimana nanti.

sama kaya kalau aku ngasih password 🙂

mau seaneh dan seabsurd apapun jawaban kalian, pasti aku hargai asal jujur.

pasti aku kasih password mau yg jarang komen sekalipun asalkan dia ada usaha dulu.

makanya ya aku suka kesel dan kecewa deh sama mereka mereka yg maunya baca gratisan aja.

ya gusti.. hidup teh maunya enak terus tanpa usaha.

pas giliran author pada nutup wp aja baru pada berkoar-koar muncul.

hey.. dulu kalian kemana aja???? Wkwkwkwkw

tadinya aku juga mau ikutan nutup WP tgl 31 kemarin cuma…..

ada beberapa hal yg bikin aku pending rencana itu.

“Ya thor.. santai aja kali. Kalau lo tutup juga masih banyak WP FF SNSD lain yg lebih bagus dan ga seribet lo! Mati satu tumbuh seribu hahahaha. Ribet amat hidup lo kaya tulisan bagus aja!”

Iya sih bener juga. Dan aku sadar itu. Maka dari itu aku  memutuskan untuk………

Ya.. someday aku akan benar-benar ga muncul lagi dan mengubur semua kegilaan aku cukup di WP ini.

“Kamu tidak pernah tahu sesuatu berharga atau tidak dalam hidup kamu hingga kamu kehilangan hal tersebut.”

 

Iklan

29 pemikiran pada “As long as you.. Happy [TAENY]

  1. jhaaah 😀 jd lupa mau commt apa td ..lebih trtarik sama cuap cuap km jhhaa . iyahh .. iyaahhh jd sprti itu.jjhh iya memang semua sudah ada wktu nya ‘kapan akan di mulai dan kapan akan berhenti . penuliss tidak akan selamanya Menulis . pembaca tidak akan selama nya Membaca . jhha ^ / ^ _Semangat .) #salahsatuhiburankumembacacuapcuapmu. jhaaah V V 😛

  2. Cinta tak harus terbalas
    Dan cinta juga tak harus memiliki
    Melepas lebih baik bila dia tidak bahagia dan bebas
    Karena pura pura cinta dapat merusak kondisi jantung dan hati (rokok kali ah)

    Note buat KAKAK author keep smile😊tetap semangat klw gk semangat ya harus semangat, kak author pasti bisa (tau bisa apa)😛.
    HARI GINI BACA WP AUTHOR TERKECEH TAPI GAK COMMENT APA KATA DUNIA.
    (Halah loe juga dulu Kya gitu kwon su🙈wkwkwk✌)

  3. Authorr seriusan mau nutup ni wp?😿😿
    Wp ni salah satu favorit aku looo *siapapeduli wkwkwk,mudah mudahan lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi tutup ni wp,😀😁😂
    Jadi nggk tau mau komen apa utk ffnya,,malah….
    Fighting💙💙💙

  4. Edan ko ini ceritanya anti mainstream banget keren thor dan pengambaran karakternya keren sumpah meskipun endingnya gak enak hahahaha

  5. Bener tuh tiffany mending lepasin aja taeyeon dari pada sama sama nggak bahagia mending cari kebahagiaan masing masing aja. Taeyeon jga jahat banget sih selingkuh sampai seolhyun hamil lagi mana nggak mau lagi pisah sama tiffany demi perusahaannya

  6. Mulut bisa berkata aku mencintaimu tpi hati menolak siapa yg sy cintai
    Betul kataku nggak . Sy salut ma pany
    Wlaupun dia mncintai tae tpi tdk egois untuk mndptkan cintanya toh sekeras apapun tae brsha bkal balik jg ke seol ap lg udh kontak bdan .tak bisa tae mnipu lg prsaannya skt mmng untuk mlps seseorang . Cinta tak perlu dipaksakan jgTenang aj pany bhkan kamu bisa dpt yg lbh baik dari tae dan tdk mnyakiti hatimu

    Thor beneran kamu mau nutup nie wp . Kita tdk pernah brpkir dmikan jika kamu nutup msh ad yg lain . Kita ngg sprti itu . Bhkan ffmu jauh dikata bgs sm author yg lain . Penulisannya jg tpt . Tolong ditarik kata’mu thor . Sedih . Huaa T__T

  7. nyesek ni hati gegara baca ni ff,smua rasa menjadi satu akibat ulah keegoisan taeyeon,salut aku sma si fany yg besar hati, memberi sedikit ruang maaf atas kelakuan taeng walaupun hati dah tersakiti ,meski kebahagiaan dah di depan mata.(mungkin ni sebagai cobaan calon pengantin kali yaa..,smoga hanya terjadi di ff ni sja,di kehipan nyata jangan sampai.

  8. ini blm ending kan thor?
    bagus dah fany relakan taeyeon, gila aj tae udh hamilin seolhyun masih aj mau nikah sma tiffany. klo aku jdi tiffany jg sngat merelakan taeyeon bersama org yg dicintai nya dri od hrus pura2 cinta. mendingan hidup sama org yg tulus dan jujur benar2 mencintai kita apa adanya. aku harap ini blm ending thor lanjutkan jdi yoonfany 😂😂😂 kebawa efek ff EX hehe

  9. Fany bijak ,iyap buat apa menahan dan memaksa cinta seseorang tapi pada dasar nya pura_pura cinta ,lbh sakit di cintai krna kebohongan ..

    Mgkn aku ga se sering coment di wp mu thor ga seperti yg lain ..
    Mgkn aku jg masuk dalam jajaran readers yg buat author sebal kekeke ..
    Mian thor 😂😂 tp aku akui karangan ff mu ada bbrapa yg berbeda dan bikin surprise ,pairing nya jg berbeda dari yg lain ..
    Author kan be different .. 😂😂

  10. Salut dah dg keputusan phany.
    Emang benar untuk apa mempertahankan seseorang yg tdk mncintai kita, walaupun kita mencintainya, itu bahkan akan lebih menyakitkan.

    Sebenarnya komentku ini lumayan banyak thor, tapi lupa karena baca cuapan (?) mu, wkwk,,.
    Jujur saja thor, sebenarnya aku sendiri lupa pernah mampir kesini atau belum.
    Karena sekitar hampir satu tahun aku hanya mampir ke lapak 2org saja.
    Tapi seingatku, setiap aku mampir ke lapak manapun aku selalu meninggalkan jejak, sekalipun aku bingung mau koment apa hehe,,.
    Maaf, mungkin aku prnah mampir kesini tapi tdk meninggalkan jejak.
    Tolong maafkan saya ini tulus dari hati, terimakasih banyak.

  11. Maafkan readermu ini yg baru memberikan komentar, baru baca juga, sebenarnya lebih tepat mempersiapkan diri buat kemungkinan akhir yg nyesek.
    Aku kasihan banget sama Fany di sini, rasanya pingin peluk dia dan bilang “aku di sini, fan, aku siap mencintaimu” (haha jelas bakal ditolak mentah-mentah).
    Dan kau berhasil membuatku membenci karakter Taeyeon di sini. Keegoisan dia buat tetap mempertahankan keduanya (Fany karena alasan perusahaan, Seol karena alasan cinta). Semua kebimbangan & betapa pengecutnya sosok Tae di sini.
    Aku tak tau ini ff terbaikmu atau bukan (maklum masih tergolong pembaca baru), tapi “i love it more than i love baso or fried rice, and that’s mean alot” (pinjem kata-kata Mbak Miyoung)

    *ps kalau bisa ada lanjutannya sih, buat Tae yang nyesek gitu hehe

  12. Oh ya aku harap WP ini nggak ditutup, WP ini punya ciri khas sendiri, mulai dari alurnya yang unik, pemilihan kata-kata yang bikin emosional, sampai pairingnya juga beda.
    Semangat terus! Fighting!

  13. THE FEELING of BETRAYAL :
    when a man cheats on a woman, it’s not so much physical act that hurts her, it’s the feeling of her being EMOTIONALLY betrayal by THE ONE person she LOVED and TRUSTED to NEVER DO such things, that’s what HURTS THE MOST – Mr.A.S
    taeng just so you know,,wanita yg kamu sakiti itu adlh anak perempuan yg di bahagiakan mati-matian sama ayahnya you jerk!..memang bener kata M,, tdk semua wajah yg tersenyum mewakili hati yg jujur dan tdk semua kata” yg manis bersifat setia..
    dan untukmu tiffany hwang..wanita yg berbesar hati menerima kenyataan,, some things will get better just by you letting go^^

    and for you notes,, ignored your passion is slow suicide dear, never ignore what your heart pumps for..
    and for those who being sucks,, never make fun of someone’s passion, because that’s -perhaps- the only thing that saves them from the world…

    oia catetanku untukmu :
    sometimes the truth is crazy, sometimes the truth is also pain..
    there’s no one can guarantee you, that the truth can make you feel better or happier..BUT
    There will be no peace without the TRUTH

  14. Hmmmmm…. Pelajaran yg dpt gue petik dr ff ini adalah berusaha utk melepas sesuatu yg kita cintai walau sulit. Salut deh sama karakter tiffany di ff ini, setelah sadar klo taeyeon tdk mencintainya dia malah berusaha utk kuat dan tabah dalam melepaskan taeyeon. Emg gue akuin Cinta nggk bisa di paksa. Jika kita mencintai seseorang. berusahalah Cinta yg kita miliki itu bkn krn sidoi yg kita cintai, tp krn Tuhan sang pemberi cintalah kita mencintai sidoi. Hakikatnya Cinta yg berasal dr tuhan itu adalah yg terbaik ketimbang Cinta yg berasal dr nafsu dan syahwat kita. Dan aku berpikir Cinta yg tiffany miliki d ff ini adalah berasal dr sang pemberi Cinta bkn sebatas dr hawa dan nafsunya. Makanya Tiffany bisa dgn begitu tegar utk melepas taeyeon walau berat baginya. Walau awalanya dia sedikit memaksakan cintanya pada taeyeon.

  15. Jd lupa dech mau komen apa 😂
    Setiap kata2 fany bikin nyesek..emang mengiklaskan sesuatu itu pd awalnya menyakitkan..tp kalau itu untuk kebaikan biasanya akan membuat hati lebih plong,beban terangkat,bebas dan balasannya akan hal yg tak terduga termasuk kamu thor mungkin berat setiap komenan kita yg kadang bikin nyesek (maaf) mungkin nyakitin hati kamu yg seenaknya aja mau baca tnp ngasi imbalan berupa komen ..padahal authornya cm pengen masukkan dr apa yg kamu tulis..
    Tp yakin lah pd reader setiamu n suatu saat balasan dr apa yg kamu lakuin akan indah pada waktunya 😊
    Keep hwaiting thor 😘😘💪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s