EX FINAL PART TWO

 

Screenshot_2017-03-30-07-12-03-528

NOTE : HATI HATI DISINI AKAN BANYAK CERITA FLASHBACK, KARENA ALUR MAJU MUNDUR. DIHARAPKAN KALIAN MEMBACA DENGAN BAIK DAN TIDAK SKIP SANA SKIP SINI AGAR TIDAK BINGUNG! Tanner dan Taeyeon 2 orang yang berbeda ya

“Katakanlah Tiff..”

“…” tidak ada kalimat yang keluar dari dalam mulut wanita dihadapannya

Tiffany menangis sejadi-jadinya membuat Yoong bingung dan akhirnya memutuskan untuk membawa Tiffany keruang penyimpanan wine yang berada di bawah tanah ditaman belakang rumahnya, disanalah tempat rahasia Yoong selalu melarikan diri dikala ia sudah penat dengan hirup pikuk kehidupan yang ada. Terlebih lagi ketika ia sedang ingin menyendiri. Terakhir kali ia datang ketempat ini dan mengurung diri adalah ketika ia ditinggalkan oleh wanita disampingnya, ia berkali-kali melarikan diri dari latihan yang sudah dijadwalkan hanya untuk menenangkan dirinya, terekam dengan sangat jelas didalam ingatannya bahwa ia benar-benar terpuruk dan hatinya benar-benar hancur ketika terakhir kali datang ketempat ini, namun kini ia datang kembali membawa seseorang yang menghancurkan hatinya tersebut. Sesampainya disana Yoong menyerka rambut yang menghalangi sedikit wajah cantik Tiffany dan mengusap air mata yang terus mengalir di pipi mulus wanita dihadapannya tersebut..

Yoong membuka salah satu wine yang berada disana dan ia membersihkan gelas yang berada disana dengan tisu yang telah disediakan didalam laci kemudian menuangkan wine didalam gelas yang telah ia bersihkan tadi. Ruangan ini masih sangat terawat dan bersih karena Yoong selalu memeritahkan salah satu kepercayaannya untuk membersihkan tempat ini setiap 2 hari sekali. Yoong menaruh gelas yang  berisikan wine dihadapan Tiffany dan mulai mengambil posisi duduk disamping wanitanya tersebut..

“Apa dia membuatmu terluka sangat dalam?” tanya Yoong sambil memperhatikan wanitanya yang sedang duduk memeluk kedua lututnya

“…”

“Masih belum ingin bercerita? Hmm baiklah. Aku akan menunggunya” ujar Yoong sambil meneguk habis wine yang ada dalam gelasnya

“Hubunganku dengannya berawal dari sebuah kesalahan bukan sebuah kasih cinta yang seperti kau pikirkan. Aku selalu berusaha mencintai dan menyayangi dirinya selayaknya sepasang kekasih menjalani hubungan..” suara paruh Tiffany mencoba menjelaskan

“Hmm lalu?”

“Apakah jika aku menceritakan masa kelamku kau akan mendengarkan apa yang aku katakan?”

“Tentu Tiff.. katakanlah”

Tiffany terdiam beberapa saat pikirannya sangat berkecamuk dan berpikir dengan sangat keras untuk mengatakan semuanya kepada pria yang berada disampingnya tersebut. Yoong terus menatap Tiffany sambil berharap jika wanita disamping nya ini menceritakan semua beban pikirannya kepada dirinya..

“Tiff..”

“Tunggu sebentar.. aku butuh waktu Yoong”

“Baiklah..” ada hembusan nafas berat yang keluar dari mulut Yoong

“….”

“…”

“Dengarkan dengan baik.. mungkin setelah ini kau akan benar-benar pergi dari sampingku” lirih Tiffany sambil mengeratkan pelukan kedua tangannya kepada lututnya

“Jangan berprasangka hal yang buruk sebelum kita melakukannya..” Yoong mulai menatap Tiffany dengan sangat serius

“Baiklah..”

Flashback

“Sayang… kau darimana tadi? Aku sudah mencarimu…”

“Taeyeon-ah.. aku ingin meminta maaf.”

“Tentu kau harus meminta maaf, kau sudah membuatku khawatir. Aku kira tadi seseorang menculikmu.”

“Aku meminta maaf jika tadi membuatmu khawatir tapi.. maafku yang lain bukan hanya untuk itu.”

“Tunggu.. apa maksudmu? Apa kau ingin meminta maaf karena telah mencintaiku?”ada tawa penuh canda dari nada bicara Taeyeon.

“Aku meminta maaf karena hatiku, sudah memilih untuk jujur dan mencari jalannya sendiri.”

“Apa maksudmu Fany-ah, aku tidak mengerti.”

“Aku ingin mengakhiri hubungan ini.”

“Apa? Kau serius? Kau tidak mungkin melakukan hal ini!”

“Kim Taeyeon, aku serius. Aku ingin kita berpisah.”

“Berpisah? Apa kau yakin?”

“Aku yakin.”

“Kau siap dengan konsekuensinya?”

“Apa maksudmu?

“Tiffany Hwang.. kau harusnya bersyukur karena pria sepertiku masih mau menerima dan mencintai wanita sepertimu.” Dengan nada sinisnya Taeyeon mengucapkan kalimat itu pada Tiffany yang terdiam mendengarnya.

Tiba-tiba pikiran Tiffany melayang teringat suatu kejadian..

“Nona, tunggu!” seorang pria berlari menghampiri Tiffany yang segera menghentikan langkah kakinya.

“Ada ap.. Oh Tuhan!” Tiffany segera mengambil sebuah kalung pemberian Yoong yang telah ia tinggalkan beberapa hari lalu.

“Aku baru saja ingin memberitahumu bahwa kalungmu tertinggal pintu keluar toilet.” Pria itu memberikan kalung mas putih yang didalamnya berisi cincin yang Yoong berikan selama mereka menjalin kisah kasih di Korea Selatan.

“Terimakasih.” Senyum kecil itu Tiffany sunggingkan pada pria yang tadi sudah membantunya.

“Sepertinya kalung itu mengandung nilai historis yang berharga bagimu.” Pria itu berbicara sementara Tiffany hanya diam memandangi lagi cincin yang selalu mengingatkannya pada sang mantan.

“Sepertinya aku benar. Apa ini pemberian dari kekasihmu? Tadi aku tidak sengaja melihat namanya terukir di cincinmu.” Mendengar itu Tiffany hanya mengangguk tersenyum kecil lagi lalu segera pamit dan berterimakasih pada pria yang sudah menyelamatkan salah satu memori berharganya bersama Yoong.

.

.

.

“Hei Nona! Gunakan matamu untuk berjalan bukan dengkulmu!” seorang pria berperawakan besar, tinggi dengan kuliat hitam amerika afrikanya membentak Tiffany yang terlihat kaget dengan apa yang pria asing itu katakan padanya. Ini bukan pertama kali Tiffany bertemu dengan pria seperti itu hanya saja baru kali ini dia dibentak seperti itu.

“Maafkan saya, tapi Anda yang menubruk saya. Harusnya Anda yang meminta maaf.”

“Aku? Hahaha.. kau orang asia? Pantas saja terlihat bodoh!” pria itu mendorong tubuh Tiffany yang belum siap menerima dorongan yang membuatnya jatuh ke lantai dansa di sebuah klub di kampong halamannya, Los Angeles.

Bug!

Pria yang tadi mendorong Tiffany terjatuh mendapatkan pukulan di pipi kanannya. Pukulan itu terasa begitu keras sehingga pria tadi terjatuh.

“Kau baik-baik saja?” pria berperawakan gagah dan tinggi itu menyejajarkan posisi tubuhnya dengan Tiffany yang menggeleng pelan sebelum mengalihkan pandangannya pada pria yang tadi mendorongnya kini sudah bangkit dan siap melayangkan pukulan pada pria yang sedang menolongnya.

“Awas!” pria yang menolongnya itu terjatuh ke samping  karena pukulan yang dihantarkan padanya.

“Kau jangan sok pahlawan. Oh tunggu.. ternyata kalian sesama asia. Pantas saja kau membela gadis bodoh ini.” Emosi pria yang tadi menolong Tiffany sepertinya tersulut mendengar itu. Dengan cepat ia berdiri menghampiri pria yang tadi menghajar dan menghinanya.

“Minta maaflah padaku dan wanita tadi sebelum aku menghabisimu.” Dengan pelan dan dinginnya pria tadi menodongkan sebuah pistol lengkap dengan peredamnya pada pria yang tadi menghinanya. Pria berkulit hitam itu  terlihat begitu ketakutan ketika ujung pistol menekan perutnya.

“Satu..dua..tiga..em..”

“Baiklah. Tolong maafkan aku. Aku tidak bermaksud..”

“Katakan semuanya pada wanita yang tadi kau dorong dan kau hina dengan sesuka hati. Sekarang!” desis pria tadi yang membuat pria berkulit hitam dihadapannya segera menghampiri Tiffany dan meminta maaf padanya.

.

.

.

“Nona!” teriakan itu membuat Tiffany menghentikan langkahnya keluar dari klub yang malah menambah risau di hatinya.

“Kau..”

“Ingin minum kopi bersamaku?”

“Ya?”

“Aku tahu kedai kopi terbaik di LA, kau tidak akan menyesal jika ikut denganku. Oh ya namaku KimTanner. Senang bisa berkenalan denganmu.” Mendengar itu Tiffany hanya terdiam heran menatap pria berparas tampan dan manis dihadapannya yang menyodorkan tangannya untuk memulai perkenalan mereka.

“Stephanie Hwang, senang bisa bertemu denganmu, Tuan Kim.” Dengan sedikit ragu Tiffany terima jabatan tangan itu dan mulai memperkenalkan dirinya.

“Cukup panggil aku Tanner. Tuan Kim terdengar tua sekali.” Senyum manis itu Tanner berikan gadis yang entah mengapa begitu menarik perhatiannya sejak kali pertama mata itu menatapnya.

.

.

.

“Hahaha.. maafkan aku Steph.” Tanner mencoba menahan pukulan-pukulan yang Tiffany coba layangkan pada dadanya.

Sejak pertemuan keduanya beberapa bulan lalu, pertemanan yang akrab itu mulai terbangun diantara keduanya. LA adalah kampung halaman Tiffany. Disana banyak juga teman-teman dan kenalan Tiffany namun entah mengapa kehadiran Tanner sedikitnya bisa membantu gadis bermarga Hwang itu untuk melupakan kesedihannya karena harus berpisah dengan Yoong.

Sebenarnya Tiffany tidak mau berpisah dengan pria yang begitu dicintainya itu. Hanya saja ia lelah jika harus menjadi sebuah rahasia yang disembunyikan dari orang banyak. Ia adalah kekasih Yoong tapi dirinya selalu merasa hanya menjadi bayang-bayang pria bermarga Kwon itu. Maka dari itu dengan berat hati ia harus mengambil keputusan untuk meninggalkan Yoong.

“Kau menyebalkan sekali Kim Tanner!” dengan pukulan terakhir yang ia berikan pada pria dihadapannya, Tiffany berjalan pergi meninggalkan sabahat barunya itu.

“Yah Steph!! Jangan tinggalkan pria tampanmu ini!” teriakan itu disertawai dengan tawa yang membuat Tiffany tersenyum mendengarnya meskipun kakinya tetap melangkah meninggalkan Tanner yang segera menyusulnya.

.

.

.

“Stella mengirimkan ini.” Wajah Tanner tidak secerah biasanya ketika ia menemui Tiffany hari ini. Kerisauan itu terlihat jelas dari paras pria yang setiap hari selalu sukses mengukir senyum di wajah Tiffany.

“Dia.. akan menikah? Tapi kalian kan baru putus 3 hari yang lalu.” Setelah berteman dengan Tanner dalam beberapa hari, Tiffany tahu bahwa Tanner sudah memiliki kekasih. Awalnya dirinya mengira Tanner menyukainya karena perhatian yang Tanner berikan padanya melebihi dari seorang teman namun beberapa hari kemudian pria itu mengenalkan seorang wanita yang kemudian Tiffany ketahui sebagai kekasih Tanner, Stella Kim.

“Aku tidak tahu. Mungkin karena ini Stella mendesakku untuk segera mengakhiri hubungan kami. Aku masih mencintainya Steph meskipun kami sudah berpisah.” Mendengar itu entah kenapa ingatan Tiffany beralih pada Yoong. Mungkin mantan kekasihnya itu juga merasakan hal yang sama seperti yang sedang Tanner rasakan sekarang. Perlahan rasa bersalah itu kembali muncul. Kerinduan juga pelan-pelan hinggap di rasanya ketika ia mengingat sosok Yoong yang bahkan hingga hari ini masih belum bisa Tiffany lupakan.

“Tanner..”

“Steph.. kau mau kan menemaniku minum malam ini? Temani aku untuk menghapus kesedihan ini.” Kata ‘No’ itu tidak bisa Tiffany ucapkan ketika melihat tatapan kesedihan dan patah hati yang secara tidak sengaja Tanner berikan padanya.

.

.

.

“Mengapa kau dulu meninggalkan Yoong?” pertanyaan itu membuat Tiffany seketika menghentikan tegukannya. Gelas itu Tiffany simpan. Kedua matanya menatap pria yang kini terlihat sedikit mabuk dengan raut semu merah padam di kedua pipinya.

“Karena aku.. tidak ingin menyakiti hatiku dan hatinya lebih lama lagi. Aku tidak ingin menyiksa hati kami dalam sebuah hubungan yang akupun tak tahu akan kemana bermuara. Aku.. aku ingin bahagia dengan melepasnya.” Senyuman kecil itu Tiffany berikan pada Tanner yang terdiam mendengar jawabannya. Keheningan itu sempat menghampiri mereka namun Tanner segera mengakhirinya dengan menuangkan vodka di gelas kecil yang baru saja ia ambil dari lemari di salah satu kabinet dapurnya.

“Minumlah.” Ada sedikit keraguan di wajah Tiffany sebelum ia akhirnya memutuskan untuk meminum cairan bening yang terasa lembut dan manis di langit-langit mulutnya. Vodka itu Tiffany nikmati secara pelan-pelan dalam diam yang menemaninya bersama Tanner yang kini ikut mengkonsumsi minuman berkadar alcohol tinggi itu.

.

.

.

“Yoong..” lenguhan itu keluar dengan sendirinya dari bibir Tiffany ketika pria dihadapannya mencumbunya mesra. Kedua tangan Tanner mengelus punggung dan pinggangnya bergantian, membuat tubuh Tiffany terangsang.

Mendengar lenguhan itu, sesuatu dalam diri Tanner seperti terbakar. Dengan cepat ia naikan kedua kaki Tiffany ke pinggangnya tanpa memutuskan pagutan bibirnya dari milik sahabatnya yang mungkin sudah mabuk setelah menghabiskan beberapa gelas vodka yang mereka nikmati tadi.

“Ahhhh..” Kepala Tiffany yang pertama kali menyapa bantal empuk di ranjang milik Tanner. Dengan perlahan semua pakaian itu terlepas dari tubuh Tiffany dan malam itu menjadi malam pertama Tiffany melepas keperawanannya yang seharusnya ia jaga dan hanya ia berikan pada suaminya nanti.

.

.

.

“Stephanie!” Wajah Tanner terlihat begitu bahagia saat kedua matanya menemukan wanita yang sejak tadi ditunggunya baru saja tiba.

“Tanner..aku..” ucapan itu terhenti ketika Tiffany menerima pelukan yang begitu erat dari pria yang baru saja datang menghampirinya.

Tidak ada perubahan yang signifikan sejak malam dimana Tiffany dan Tanner melakukan sex untuk pertama kalinya. Di pagi hari, ketika keduanya telah sadar dengan semua yang mereka perbuat malam itu, Tiffany dan Tanner memutuskan untuk melupakan kejadian itu dan memilih untuk menjalankan persahabatan mereka seperti biasa.

Memang awalnya sulit bagi keduanya untuk menjadi biasa lagi setelah semua bagian tubuh masing-masing telah berhasil mereka jelajahi tanpa sehelai kainpun yang menutupinya.

Ingatan akan semua yang terjadi malam itu perlahan menjadi jelas.

Butuh waktu bagi keduanya untuk menjadi biasa lagi.

“Steph.. aku mendapatkan panggilan untuk melanjutkan karirku  di Jerman!” pelukan itu Tanner lepas.  Wajah itu terlihat begitu gembira dan semangat. Sebuah amplop yang masih tersimpan di tangan Tiffany terlepas mendengar kabar itu.

“Oh.. amplop apa itu?” Tanner segera melihat kearah jatuhnya amplop tadi. Mendengar pertanyaan itu sesuatu seperti menyambar Tiffany. Dengan cepat ia ambil amplop itu lalu segera ia masukan ke tasnya.

“Steph?” melihat wanita dihadapannya yang terlihat aneh setelah ia menanyakan apa isi amplop itu membuat Tanner curiga.

“Ini hanya sebuah undangan dari fakultasku. Mereka ingin aku menjadi pembicara di sebuah acara tahunan di fakultas kami.”

“Benarkah?” dengan senyum bulan sabitnya yang begitu indah, Tiffany menjawab keraguan Tanner akan sikapnya yang cukup aneh tadi. Dengan senyuman itu ia berhasil menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya ingin dirinya sampaikan tadi. Sesuatu yang akan membuat Tanner menghentikan mimpinya untuk berkarir di Jerman, negara impiannya.

.

.

.

“Steph.. jaga dirimu baik-baik selama aku disana.” Tangan itu masih bertengger di kedua bahu Tiffany yang tersenyum dalam kesedihannya melepas kepergian pria yang selama ini telah menemani hari-harinya di LA menjadi lebih baik dari perkiraannya.

“Tentu, kau juga harus menjaga dirimu dengan baik. Jangan lupa makan dan beristirahat meskipun kesibukanmu bertambah nanti selama disana. Jangan lupa kabari aku terus.” Tanner tertawa mendengar wejangan yang diberikan oleh sahabatnya. Perlahan ia lepas sentuhannya di bahu Tiffany yang terlihat menahan tangis dalam senyum manisnya.

“Aku tidak akan berhenti mengabarimu. Aku akan menjaga komunikasi kita. Aku…” kata yang akan selanjutnya terucap terhenti ketika pengumuman tentang keberangkatan pesawat Tanner sudah diberitahukan. Pesawat sudah siap membawa Tanner dan penumpang lainnya menuju Jerman, negeri dengan sejuta penemuan dan teknologi yang banyak diaplikasikan di seluruh dunia.

“Baiklah.. aku harus pergi sekarang.” Dari kebahagiaan itu terlihat sebuah kesedihan yang sepertinya berusaha Tanner sembunyikan.

“Pergilah.. sebelum pesawatmu berangkat Tuan Kim.” Tiffany berusaha mencairkan kesedihan itu dengan tawanya yang kering dan terkesan dipaksakan.

“Apa kau benar-benar ingin aku pergi, Steph?” Entah mengapa Tanner tiba-tiba bertanya seperti itu dengan sebuah harapan lain yang tersirat di kedua mata hitam keabuannya itu.

“Tentu. Ini adalah mimpimu.” Tanner terdiam mendengar itu. Perlahan ia bawa tubuh mungil yang selalu memberinya kehangatan lain dalam hatinya itu dalam pelukannya.

“Kau benar. Ini adalah.. impianku.” Kalimat itu terdengar begitu berat terucap dari bibir Tanner dan sayangnya Tiffany tidak menyadari hal itu.

“Berbahagialah selama disana, Tanner-ah.”

“Pasti. Tapi Steph..aku..”

“Heumh?”

‘Mencintaimu’ batin Tanner berteriak pada gadis dihadapannya yang terlihat tidak mengerti dengan apapun yang telah diucapkannya.

“Aku akan sangat merindukanmu.” Kata itu malah yang akhirnya terlontar dari bibir Tanner yang membuat Tiffany pada akhirnya sukses menumpahkan air matanya secara perlahan. Linangan air mata itu diikuti oleh tangis kecil yang berusaha Tiffany redam dengan sebisanya.

“Hei.. mengapa kau menangis?” pelukan itu kembali Tanner berikan pada Tiffany.

“Aku..aku..” kata-kata rasanya sulit sekali terucap dari bibir Tiffany.

‘Ingin kau tahu bahwa kehidupan itu kini telah bersarang di rahimku dan itu adalah bagian dari dirimu juga.’ Kata itu hanya mampu terucap dalam hatinya, bukan lisannya.

“Aku juga akan sangat merindukamu, Kim Tanner.” Tiffany melepaskan pelukan yang Tanner berikan. Ada sedikit tawa dalam tangisnya. Tiffany tidak mau kepergian Tanner tertahan karena emosinya. Namun ketika penting seperti ini entah mengapa kepalanya terasa pusing.

“Steph, kau baik-baik aja?”

“I’m (not) fine, Tanner-ah. Kau tidak perlu khawatir. Pergilah..” Tanner diam untuk beberapa detik  sebelum menganggukan kepalanya lalu dengan perlahan berjalan meninggalkan Tiffany yang kembali tenggelam dalam tangisnya melihat kepergian sang sahabat yang memang akan sangat dirindukannya.

.

.

.

“Nona Hwang, apa kau yakin akan melakukan ini?” seorang wanita yang seusia dengan mendiang ibunya bertanya untuk kesekian kalinya pada gadis yang terlihat sudah yakin dengan keputusannya.

“Aku yakin Dokter Rise.” Meskipun keyakinan itu terlihat dengan jelas namun Tiffany tidak bisa menyembunyikan rasa gugup dan bersalahnya pada janin yang akan segera keluar dari rahimnya. Ia tidak bisa membohongi nuraninya bahwa secara tidak langsung kehidupan itu akan ia bunuh jika operasi ini tetap dilakukan.

“Baiklah.. mari kita lakukan.” Dan keegoisan serta ketakutan menang pada hari itu sehingga sebuah kehidupan hilang bahkan sebelum ia menapakan kakinya di dunia yang fana ini.

“Kau telah menggugurkan kandunganmu. Kau.. telah membunuh seorang manusia yang seharusnya bisa hidup hingga hari ini, Stephanie Hwang.” Taeyeon mengucapkan semua itu dengan tatapan mengintimidasi yang selama ini belum pernah Tiffany lihat.

“Kau.. bagaimana bisa kau mengetahuinya?” keterkejutan itu tak terelakan lagi dari eksresi wajah Tiffany. Taeyeon berjalan mendekati sang kekasih yang terdiam di tempatnya. Ia membawa Tiffany dalam pelukannya.

“Aku punya caraku sendiri, Sayang.”Senyum penuh dengan seringai itu tidak lepas dari wajah Taeyeon ketika ia mengingat lagi salah satu rahasia terbesar kekasihnya yang kini bisa ia gunakan untuk membuat Tiffany tetap berada di sampingnya, mencintainya meskipun ia tahu hingga hari ini wanitanya itu masih belum bisa membalas cintanya dengan penuh.

“Dan apa kau masih yakin ada pria yang mau menerimamu dengan kondisi masa lalumu seperti itu? Aku tidak yakin. Bahkan mantan kekasih yang paling kau cintaipun belum tentu mau kembali kepadamu jika mengetahui cerita kelam itu haha” tawa sinis Taeyeon kembali hadir

Flashback end

“Shit! Kwon Taeyeon!”runtuk Yoong yang langsung beranjak dari duduknya namun Tiffany menahan dengan menarik tangan Yoong

“Jangan ikut campur Yoong, ini hubunganku bersamanya..” pinta Tiffany membuat Yoong melemah dan tersadar jika wanita disampingnya adalah kekasih dari kakak kandungnya

“KENAPA! KENAPA! KENAPA KAU TIDAK KEMBALI KEPADAKU TIFF!! APA SULIT UNTUKMU KEMBALI KEPADAKU PADA SAAT ITU!” teriak Yoong menahan emosi dan sesak didalam dadanya

“…”

“AARRRGGG!!!!” erang Yoong sambil memukul tembok di belakangnya

Tiffany menangis melihat dan mendengar luapan emosi Yoong

“Apa sulit untukmu kembali padaku saat itu juga Tiff.. tau kah aku hancur ketika kau meninggalkan diriku..” lirih Yoong sambil duduk kembali disamping Tiffany dan beberapa kali memukul ubin tembok yang menjadi alas keduanya duduk saat ini

“Jika kau kembali kepadaku, aku tidak akan pernah melakukan hal yang membuat rasa sakit hati dan ragamu semakin dalam.. bagaimanapun kejadian yang membuat dirimu sakit sebagai seorang wanita bukan untuk diungkit atau dibahas bahkan dijadikan suatu alasan untuk dijadikan alasan hubungan kalian hanya karena tidak akan ada lelaki yang menerimamu lagi dengan apa adanya, termasuk aku?! Oh demi tuhan itu alasan konyol dari mana Kwon Taeyeon!!! AAARRGGGG” kesal Yoong

“…” tangis Tiffany semakin jadi membuat Yoong tersadar dan menatap iba kearah wanita disampingnya kemudian Yoong menarik Tiffany kedalam pelukannya dan mengusap punggung wanita tersebut, perlahan air mata Yoong yang tertahan sejak tadi mengalir bagaikan air sungai yang baru saja dibuka bendungannya

Tangis keduanya pecah dalam pelukan hangat yang mereka rindukan, rasa sakit dihati Yoong bagaikan menjalar keseluruh tubuhnya, hatinya benar-benar terluka mendengar penjelasan dari Tiffany tentang masa kelamnya. Perlahan Yoong melonggarkan pelukannya kepada Tiffany, ia menghapus air mata yang berada di pipi dan didekat mata wanita dihadapannya..

“Tidak semua lelaki seperti yang kalian pikirkan Tiff, apa kau pikir aku akan meninggalkanmu jika kau kembali dengan kondisi terluka seperti itu? Tentu tidak. Hey aku mencintaimu dengan apa adanya. Dan bagaimana bisa aku menambah luka yang kau derita dengan sikapku kepadamu” lirih Yoong sambil menggenggam tangan Tiffany

“…”

“Bagaimana bisa kau menghilangkan nyawa seorang malaikat kecil hanya karena takut dengan dunia ini Tiff? Kau bisa datang kepadaku dan meminta aku bertanggung jawab dan menjadi ayah dari anakmu” tangis Yoong kini kembali hadir karena merasakan sesak yang cukup dalam

“Andai semua pria seperti dirimu Yoong” suara paruh benar-benar paruh yang keluar dari dalam mulut Tiffany sambil memegang dada nya yang begitu sesak mengingat dan menyesali perbuatannya

“Aku benar-benar bodoh tidak mengejarmu sampai kesana untuk mendapatkan dirimu kembali Tiff.. Maafkan aku” sesal Yoong sambil meraih tangan Tiffany satu lagi yang terletak didada Tiffany

“Yoong.. jangan berkata seperti itu. Akulah yang bodoh, akulah yang salah, aku yang biadab karena tidak memikirkan semuanya dengan matang. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku hanya memikirkan bagaimana masa depanku..” sesal Tiffany

“…” genggaman tangan Yoong kepada Tiffany semakin kuat

“Akulah wanita bodoh karena melepas pria sebaik dirimu Yoong..”

“Andai aku mengejar atau menahanmu pergi Tiff..”

“Bagaimana aku bisa kembali lagi kepadamu dan meminta tanggung jawabmu sebagai seorang ayah jika kau bukan ayah dari anak yang aku kandung dan karir yang kau tempuh dalam masa kejayaannya. Bagaimana bisa aku kembali ke negara yang membuat diriku mengenang semua masa indahku bersamamu? Bagaimana bisa aku hidup didalam rumah besar ini bersama lelaki yang aku cintai sampai detik ini tanpa rasa saling memiliki? Dan bagaimana aku bisa melupakan dirimu jika aku semakin jatuh kedalam pesona mu? Bagaimana bisa aku memiliki dirimu yang sedang memperjuangkan wanita yang kau cintai?”

“…”

“Aku memang wanita yang tidak pantas untuk dirimu Yoong.. aku tidak heran jika kau sekarang lebih memilih memperjuangkan cintamu kepada Jessica dibanding dengan diriku”

“Tiff..”

“Stop.. jangan membuat alasan atau penjelasan jika membuat hatiku semakin sakit. Aku sudah mengetahuinya dengan jelas dan aku menyadarinya”

“Sssssttt jangan bahas apapun tentang diriku dengan Jessica, sekarang hanya ada aku denganmu” Yoong kembali memeluk Tiffany

“Yoong.. tidak bisakah kita memulainya kembali” lirih Tiffany

“…”

“I still love you” bisik Tiffany membuat Yoong semakin mengeratkan pelukannya

Kemudian Yoong menyanyikan sebuah lagu yang berjudul red bean

“Belum pernah mengalami musim bunga salju dengan baik..

Mengigil bersama, dengan begitu kita akan lebih memahami arti dari kelembutan

Belum pernah menggenggam tangamu dan menyelusuri bukit berpasir yang tandus

Kemungkinan mulai sekarang aku menghargai keabadian

Ada saatnya.. ada saatnya

Aku akan percaya bahwa segala sesuatunya punya sebuah akhir

Bertemu dan berpisah itu ada saatnya

Tidak ada hal yang bertahan selamanya

Tapi terkadang..

Lebih memilih untuk tinggal dan tidak membiarkanya pergi

Hingga saatnya seluruh pemandangan itu telah terlihat

Mungkin kau tetap bersamaku, menemaniku

Belum memetik kacang merah untukmu, mendidih menjadi luka yang membekas

Dan kemudian menikmatinya bersama, kita akan lebih memahami penderitaan karena merindukan satu sama lain

Belum merasakan kelembutan ciuman saat terbangun dari tidur

Mungkin hanya bersamaku kamu akan mengejar kebebasan akan kesendirian”

Suara lebut Yoong membuat Tiffany menghentikan tangisnya dan mengikuti irama yang Yoong nyanyikan sampai akhir. Yoong sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap Tiffany

“Bagaimana laguku? Kau menyukainya?” tanya Yoong

“Tentu… aku mendengarkannya ketika aku disana. Ini salah satu lagu kesukaanku” ungkap Tiffany sambil tersenyum

“Itulah isi hatiku sebenarnya hehe” ucap Yoong sambil mengaruk kepala belakangnya

“Itu benar-benar lagu yang menyayat hati..”

“Ommoo sudah jam 2 malam Tiff! Kajja kita tidur. Taeyeon pasti khawatir dan mencari kau kemana”

“Biarkan kita menghabiskan malam ini bersama sampai pagi Yoong.. apa kau tidak merindukanku?” tanya Tiffany

“Aku akan ada syuting pagi ini Tiff aku membutuhkan istirahat yang cukup. Maafkan aku..” tolak Yoong

“HUH! Masih saja mementingkan pekerjannya” runtuk Tiffany

Yoong tersenyum kemudian mengulurkan tangannya kepada Tiffany agar beranjak dari duduknya, Tiffany menerimanya dengan senang sambil tersenyum

“Datanglah kepadaku kapanpun kau mau, luapkanlah kepadaku apapun yang membuatmu sedih, terluka maupun senang” ucap Yoong sambil mengelus puncak kepala Tiffany

“Yoong.. Taeyeon meminta diriku untuk serius bersamanya. Apakah ini akhir perjalanan cintaku? Apakah dia benar-benar perlabuhan terakhirku? Apa kau benar-benar tidak mau memperjuangkan cintamu untukku?” tanya Tiffany

“Kau tau? Kenapa aku memperjuangkan cintaku kepada Jessica? karena aku tidak ingin melakukan hal yang bodoh sama seperti membiarkan dirimu pergi dari dalam hidupku. Bagaimanapun aku tau rasa sakitnya seperti apa Tiff. Dan jika memang Taeyeon Hyung yang terbaik untukmu kenapa tidak? Aku akan bahagia jika kau bahagia Stephany Hwang Miyoung..”

“Yaaa!!! Jangan sebut nama koreaku!!!” kesal Tiffany sambil memukul lengan Yoong

“Aww!!! Aww! Ampun!” rengek Yoong sambil menahan pukulan Tiffany

“Oh ya apa apartemenmu sudah dipindah tangankan ? kenapa kau tinggal disini?” tanya Yoong sambil berjalan menuju pintu keluar

“Taeyeon tidak mengizinkanku untuk kembali kesana. Aku merindukan apatemenku sesungguhnya.. itu adalah alasan kenapa aku kembali ke Korea”ungkap Tiffany

“Tunggu!” ucap Yoong lalu berbalik kehadapan Tiffany

Yoong menatap Tiffany dengan lekat, benar saja masih ada dan ditambah dengan sebuah cincin yang berada disana membuat Yoong tersenyum sedih..

“Kenapa?” tanya Tiffany melihat senyum Yoong

“Tidak hehe kajja”

“Yaa! ada apa!!!” rengek Tiffany sambil menarik tangan Yoong

“Kau masih memakainya Love..” ucap Yoong sambil membalikkan Tubuhnya dan menatap Tiffany

Membuat wajah wanita dihadapannya merah padam

“Hahahahahahaha” tawa Yoong pecah melihat wajah Tiffany

Yoong menekan hidung Tiffany membuat wanita tersebut tersenyum sambil tersipu malu, tanpa mereka sadari jika tangan keduanya masih saling menggenggam hingga keluar dari dalam ruangan penyimpanan wine tersebut. Mata indah Tiffany benar-benar sembab dan wajahnya lusuh karena habis menangis, sama halnya dengan Yoong matanya sedikit sembab. Kemudian Yoong menyadari jika tangannya masih menggenggam tangan Tiffany, ia melepaskan secara perlahan dan berjalan terlebih dahulu untuk masuk kedalam massion Kwon. Yoong menyuruh Tiffany menaiki tangga terlebih dahulu kemudian disusul olehnya, Tiffany di lantai nomer 2 dan segera memasuki kamarnya sebelumnya ia memberikan senyumnya kepada Yoong. Yoongpun menaiki tangga satu lantai lagi untuk sampai ke dalam kamarnya, sesampainya didalam kamar ia segera menutup pintu balkon dan menghempaskan tubuhnya kedalam kasur king size.

.

.

.

“Aish kemana anak itu sejak tadi tidak menghubungi bahkan tidak mengabariku jika sudah sampai rumah. Hyo bilang jika ia sudah pulang sejak 2 jam lalu.. aarrgg menyebalkan” runtuk Jessica

“Apa aku menanyakan kepada Yuri? Hmm? Tidak. Tidak bukan ide bagus”

“Ish aku mengkhawatirkannya..”

“Apa dia sedang bersama Tiffany?”

“Tidak.. tidak tidak mungkin”

Jessica terus saja menggerutu didalam dirinya sampai akhirnya telfonenya berdering

On the Phone

“Yaa! Yoong!! Kenapa kau baru menghubungiku? Menyebalkan!!”

“Hmm.. ini aku..” Jessica terdiam dan melihat layar handphonenya

YURI CALLING

“O-ooh ka-u Yu-l..” ucap Jessica terbata-bata

“Hmm apa dia tidak menghubungimu? Aku kira kau suda tidur.. hehe maafkan aku mengganggu waktu tidurmu”

“Tidak ko hehe”

“Aku terlalu merindukanmu jadi aku menghubungimu. Kau tidak membalas pesanku”

“Hmm hehe maafkan aku. Aku sedang syuting”

“Oh ya? sampai pagi seperti ini?”

“Memang pekerjaanku seperti ini Yul hehe”

“Oh ya? haha aku ingat kau tertidur dikelas karena lelah menjalani latihan semasa trainee, dan kau dihukum di lab biologi hahahaha”

“Yayaya benar aku memintamu untuk membawakanku juice yang segar karena aku hampir saja mati hahaha” lanjut Jessica

“Dan kau melupakan tugas yang belum kau buat dan aku sebagai tumbalnya. Huh! Menyebalkan!”

“HAHAHAHA dan kau rela tidak olahraga hanya karena menemaniku di uks”

“Dan aku merelakan team basketku bertanding tanpa adanya aku hanya karena aku berkencan dengan calon artis huhu”

“HAHAHA ya! aku memang artis sekarang!!!”

“Ya namun sayang ketika menjadi artis aku tidak merasakan kencan itu lagi…” suara Yuri sedikit terdengar sedih dan melemah..

“…”

“Hmm maafkan aku Sica.. aku tidak bermaksud”

“Tidak apa Yul..”

“Baiklah.. aku sudah mendengar suaramu aku rasa aku bisa tidur dengan nyenyak hari ini. selamat bekerja dan jangan lupa jaga kondisi kesehatanmu sayangku” ucap Yul

“You Too” jawab Jessica singkat sambil tersenyum sedih mendengar ucapan Yul entah kenapa

On the Phone end

“Kenapa harus ada rasa sakit seperti ini ketika ia memelas dan suaranya melemah seperti tadi” runtuk Jessica

.

.

.

Keesokan pagi harinya seseorang nampak buru-buru memasuki kediaman keluarga Kwon, dengan paras cantiknya ia tersenyum dengan wajah ceria dan menyapa setiap pelayanan yang berada di kediaman tersebut. Ia memasuki ruangan tengah untuk tamu khusus dan duduk diruang tersebut yang memiliki akses langsung ke ruang makan, ia menunggu seseorang. Beberapa menit menunggu terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga, membuat seseorang tersebut tersenyum dan memperhatikan siapa yang menuruni anak tangga tersebut. Ternyata Taeyeon dibelakangnya Tiffany menyusul

“Oh kau..”

“Pagi Oppa.. pagi Tiffany” sapanya

“Hai..” sapa Tiffany sambil tersenyum

“Kajja sarapan bersama..” ajak Taeyeon yang langsung mengambil posisi duduk kursi meja makan yang telah disediakan

“Hmm aku menunggunya turun saja, aku tidak tau jika dia akan sarapan terlebih dahulu atau langsung pergi”

“Nampaknya dia belum bangun, aku rasa dia pulang larut malam karena aku tidak bertemu dengannya semalam”

“Sepertinya iya Oppa, aku mengirimkan pesan kepadanya pun tidak ada respon hehe” senyum wanita itu sambil membuka handphone miliknya

Derap suara langkah yang menuruni anak tangga kembali terdengar, membuat semua melihat kearah sumber suara berbeda dengan Tiffany yang terus mengoleskan slai coklat kedalam roti yang berada ditangannya

“Good morning..” sapa pria hitam manis yang sudah rapih dengan jas yang dikenakannya

“Morning..” ucap semuanya

“Hai..” sapa wanita yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah meja makan lalu mengambil posisi duduk disamping prianya

“Kau tidak syuting hari ini?” tanya Yuri

“Tidak hehe aku ingin bersamamu seharian ini..” ucap Shin Hye

“Baiklah kita lihat jadwalku terlebih dahulu..”

“Dimana adikmu?” tanya Shin Hye

“Entahlah..” jawab Yuri sambil mengoleskan slai kacang kesukaannya

“Omoo.. kalian tidak menunggu diriku untuk sarapan” tiba-tiba suara itu muncul di arah pintu masuk rumah mereka

“Kau dari mana Yoong?” tanya Taeyeon

“Aku? Haha baru saja pulang syuting Hyung tadi aku syuting jam 4 pagi hehehe lalu aku melupakan handphoneku dikamar jadi aku harus kembali lagi. Aku akan mengambil handphoneku terlebih dahulu” sambil tersenyum Yoong berjalan menuju arah anak tangga

“Jadi kau hanya tidur satu jam semalam hanya untuk mendengarkan ceritaku? Huh” lirih Tiffany dalam hati

Taeyeon mulai melahap roti yang dibuatkan oleh Tiffany, seolah tidak terjadi apa-apa semalam keduanya bersikap biasa saja terlebih lagi Taeyeon ia benar-benar melupakan kejadian semalam yang membuat wanita yang ada dihadapannya terluka dan menangis. Beberapa menit kemudian Yoong kembali turun yang telah berganti pakaian menggunakan tshrit putih polos.

“Apa kau akan pergi lagi?” tanya Shin Hye

“Oh hai Noona.. hehe apa kabarmu?” tanya Yoong

“Baik.. bagaimana denganmu? Hmm maafkan aku tidak menjengukmu ketika hari dimana manusia bodoh dihadapanku ini menghajarmu”

“Tidak apa Noona.. Kau kemana saja baru kemari lagi?” tanya Yoong

“Sibuk dengan dramaku hehe”

“Aaah nampaknya agency-mu sangat tidak ingin pamormu turun Noona hehe” canda Yoong sambil menarik satu bangku disamping Taeyeon

Posisi duduk dimeja makan kali ini Taeyeon dan Yoong bersampingan kemudian dihadapan keduanya ada Tiffany Yuri dan Shin Hye. Yoong hanya diam sambil menuangkan teh hangat kedalam cangkir miliknya. Ia kurang menyukai hidangan sarapan dan roti, ia akan memakan roti jika benar-benar sedang menginginkannya

Hyung..” panggil Yuri

“Ya?”

“Apa Tiffany akan selamanya tinggal disini?” tanya Yuri membuat Yoong menatap ke arah Yuri tidak percaya begitupun Tiffany

“Ya” jawab singkat Taeyeon sambil melahap kembali roti miliknya

“Dia tidak memiliki tempat tinggal?” tanya Shin Hye

“Sebenarnya aku memiliki apartemen namun Taeyeon memintaku untuk tinggal disini” lirih Tiffany

“Kau tidak merindukan apartemenmu? Aish Hyung kau menyuruhnya tinggal disini namun dia memiliki apartemen? Aku baru tau jika Hyungku ini posesif sekali dalam menjalani cinta hahaha” canda Yuri membuat Taeyeon sedikit tersenyum yang sulit diartikan

“Pergilah dari hadapanku Yul..” ucap Taeyeon singkat

“Wow.. apa kau ingin menghajarku saat ini Hyung? Hahaha aku hanya bercanda Hyung” ejek Yuri lagi

“Apa yang sedang kalian berdua lakukan Hyung ? gunakan waktu sarapan kalian dengan baik.. oh ya apakah notaris Appa menghubungi kalian?” tanya Yoong membuat Yuri dan Taeyeon saling bertatap

“Tidak” jawab keduanya secara bersamaan

“Aku permisi harus kebelakang” ucap Shin Hye

“Ah baiklah kalau begitu aku harus pergi sekarang hehe Tiff jika mereka bertengkar lagi kau hubungi aku saja hahaha” canda Yoong membuat Tiffany yang tadinya sedang menunduk mengaduk-ngaduk teh  nya menatap kearah Yoong kemudian tersenyum dan dibalas senyum oleh Yoong

“Aaah Tiff bolehkah aku meminta nomer telfonemu?” tanya Yuri

“Untuk apa Kwon Yuri?” tanya Taeyeon sambil menatap sinis kearah Yuri

“Hyung.. apa kau akan cemburu terhadap saudara kandungmu sendiri?” tanya Yoong sambil memegang pundak Taeyeon

“Hahaha kau benar Yoong” Yuri menyetujuinya

“Aku pergi dulu.. bye semuanya” ucap Yoong sambil meninggalkan ruang makan tersebut

“Jangan memulainya Yul..”

“Hmmm aku akan memberimu nanti Yul.. Tae kajja kita berangkat” ajak Tiffany

“Awas kau Kwon Yuri..”

Tiffany dan Taeyeon pergi meninggalkan Yuri sendiri diruang makan karena Shin Hye masih belum kembali dari Toilet. Yuri beranjak dari tempat makan tersebut dan duduk diruang santai sambil menunggu Shin Hye, beberapa menit kemudian Shin Hye datang dan duduk dihadapan Yuri

“Sudah selesai?” tanya Yuri

“Yaps seperti yang kau lihat. Kemana yang lain?” tanya Shin Hye

“Sudah pergi.. Hmm terimakasih untuk bantuanmu” ucap Yuri sambil tersenyum

“Jadi kapan kita akan membicarakan yang telah kita sepakati kepada Ayahmu?” tanya Shin Hye

“Secepatnya.. terimakasih sekali lagi kau sudah menerima apa yang menjadi keputusan yang aku buat”

“Andai kau membicarakan ini sejak awal aku tidak perlu jatuh kedalam pesonamu Kwon”

“Hahahaha.. Kajja aku antarkan kau ke lokasi Syutingmu” ucap Yuri

Keduanyapun pergi meninggalkan massion Kwon

.

.

.

“Panggilkan dia untukku” ucap Tuan Kwon

“Dia sudah ada didepan menunggumu Tuan..”

“Oh baiklah suruh dia masuk”

Seseorang dengan perawakan tinggi memasuki ruangan tersebut lalu membungkuk memberi salam kepada Tuan Kwon

“Duduk lah nak” ucap Tuan Kwon

“Ya Appa.. Bagaimana kondisimu Appa?” tanya Yoong

“Baik nak.. bagaimana dengan dirimu dan kedua kakakmu?” tanya Tuan Kwon

“Tenanglah Appa kami baik-baik saja. Kau harus sembuh, aku merindukanmu” ucap Yoong sambil memeluk Ayahnya yang kini sedang duduk lemah di tempat tidur dengan selang infusan yang tetancap di tangan kanannya dan alat bantu pernafasan yang berada di hidungnya

“Syukurlah.. Maafkan aku membuat dirimu sulit nak” ucap Tuan Kwon sambil mengusap puncak kepala Yoong

“Jangan bicara yang membuat aku kesal hehe aku tidak merasa sulit Appa.. bagaimanapun sejak aku kecil bahkan sampai saat ini telah dibesarkan dengan sangat baik olehmu, maka aku tidak akan pernah merasa sulit hanya karena merawatmu yang baru saja mengalami kondisi seperti ini” lirih Yoong sambil memeggangi tangan Ayahnya

“Kau memang putra terbaikku Yoong, aku sangat bersyukur memiliki salah satu seperti dirimu diantara ketiga jagoanku” ucap tuan Kwon sambil tersenyum

“Aku berhadap semoga kau lekas sembuh dan cepat kembali pulang untuk menyapa kedua jagoanmu yang lain. Appa.. sebaiknya kita memberi tau Taeyeon dan Yuri Hyung untuk kondisimu yang seperti ini”

“Tidak nak.. tidak saat ini. Aku ingin mereka fokus membesarkan perusahaan kita dan cukup kau  yang selalu disampingku”

“Bagaimana tentang warisan yang kita bicarakan? Apa mereka menyetujuinya?”

“Aku harap begitu namun aku belum menerima informasi dari Sunny. Terimakasih kau mau menjaga rahasia dan ikut dalam sandiwara ini Yoong, Appa tidak menyangka jika kau benar-benar bersikap dewasa. Bagaimanapun Hyungmu banyak mengalami masa sulit karena sikapku”

Appa.. sampai kapan kau akan menyembunyikan ini dari Taeyeon dan Yuri Hyung?”

“Tunggulah sebentar lagi, aku hanya butuh waktu untuk memberitahu mereka tentang penyakit yang aku derita dan untuk masalah…” kalimat itu tidak dilanjutkan Tuan Kwon hanya helaan nafas yang begitu panjang dan berat dihebuskan

“Aku mengerti Appa.. aku harap Hyung akan mengerti jika kau menutupinya selama ini karena kau tidak ingin menyakitinya.. lagipula selama ini aku menganggapnya sebagai kakak kandungku sendiri”

“Terimakasih kau telah memberikan sebagian asetmu untuk Kakakmu, kau sungguh berjiwa besar Yoong”

“Tidak apa.. aku masih bisa mencari uang dengan menjual skill yang aku miliki lagipula bisnis bukan bidang dan keahlianku hehe biarkan Hyung yang mengurusnya”

“Bagaimana hubunganmu dengan Jessica? Apa Yuri masih mengejarnya?”

“Baik.. kami semakin membaik Appa. Yuri Hyung sangat gigih dalam menebus kesalahannya dimasalalu membuat diriku kadang tidak tega untuk melihatnya berjuang sejauh ini, namun biarkan Jessica yang memilih dan menjawab untuk memilih siapa”

“Lalu siapa yang kau pilih? Jessica atau Tiffany?” tanya Tuan Kwon sambil tersenyum

*DEG* Yoong hanya menatap kosong kearah ayahnya

“Tanya hatimu paling dalam siapa wanita yang sebenarnya ada didalam hatimu. Bayangkan jika kau kehilangan salah satu diantara mereka apa kau bisa hidup tanpanya atau kau masih bisa menjalani hidupmu. Belajar dari kesalahan itu sangat baik dan harus hukumnya bagi setiap manusia. Aku tau dengan sangat jelas siapa yang memiliki hatimu seutuhnya nak, kejarlah dia pertahankanlah dia jika memang membuatmu bahagia. Bicarakan dengan kepala dingin bersama kakakmu untuk wanita yang kau cintai”

Appa..”

“Sudahlah kau boleh pergi.. aku ingin tidur siang” ucap Tuan Kwon sambil mengambil posisi tidur

Yoong beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju luar ruangan tersebut.

.

.

.

Beberapa Bulan Kemudian…

.

.

.

“Jess.. ada kiriman bunga untukmu” ucap salah satu staff yang baru saja memasuki ruangan Jessica

“Letakanlah disana Unnie.. terimakasih” Jessica kembali membaca skrip naskah yang sedang ia hafalkan untuk scen berikutnya

“Sica .. ada kiriman makanan untukmu dari Yoong” ucap manager Jessica yang baru saja memasuki ruangannya

“Hmm apa dia tidak datang kemari?” tanya Jessica yang mulai beranjak dari duduknya dan meletakan skrip naskahnya tersebut

“Tidak. Dia ada jadwal latihan hari ini”

“Ohh seperti itu. Dia mengirimkan makanan apa Unnie?” tanya Jessica sambil duduk di sofa

“Ini semua makanan kesukaanmu huh!”

“Hahaha dia memang mengetahui seleraku Unnie, tapi aku sedang tidak ingin makan makanan berat unnie jadi kau saja yang memakannya”

“Jess ini ada kiriman Roti *** dari Kwon Yuri tampan” ucap salah satu staff yang baru saja masuk dengan membawa sekantung roti kesukaan Jessica

“Oh god! Kemarikan!! Aku menginginkan ini sejak semalam huhu. Kau makan saja Unnie makanan yang di kirimkan oleh Yo…” kalimat itu terhenti ketika ia menyadari jika ia mengabaikan makanan yang dikirim oleh kekasihnya dan malah menerima makanan dari Yuri

“Yes..” lirih Manager Jessica dan mulai melahap makanan yang dikirimkan oleh Yoong

.

.

.

Disisi lain.. Yoong harus menahan hatinya agar tidak tergoda dengan sesuatu yang diinginkannya.

“Yoong..”

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Melihatmu berlatih dan membawakan makan siangmu. Aku tahu kau pasti menunda makanmu jika sudah sibuk seperti ini.”

“Mengapa Taeyeon Hyung tidak bersamamu?”

“Dia.. aku sengaja pergi tanpa meminta izin padanya.”

“Kakakku akan khawatir padamu. Hubungilah dia…”

“Dan mengatakan padanya bahwa aku sedang bersamamu?”

“Mengapa tidak? Aku adalah adik…”

“Kau adalah adiknya yang hingga detik ini yang masih aku cintai.”

“Tiff.. apa yang kau katakan? Berhenti mengucapkan sesuatu yang sudah berlalu.”

“Berlalu? Ini tidak pernah berhenti bahkan hingga saat ini. Apa yang kukatakan padamu adalah sebuah kebenaran yang selama ini kuingkari Yoong.”

“Kau..Tiff.. Taeyeon Hyung adalah kakakku, seorang pria yang sangat kuhormati. Aku tidak mungkin..” bibir itu terdiam tak kala menerima kehangatan yang sudah lama tak menyapanya. Tubuh Yoong membeku ketika bibir itu mencoba untuk menjelajahi miliknya yang masih terkejut dengan semua ini. Detik itu, jantungnya terasa berhenti berdetak untuk sesaat ketika lidah milik wanita dihadapannya berhasil menerobos dinding pertahananya yang akhirnya terlenguh dalam sebuah kenikmatan yang tak pernah gagal untuk memabukan dirinya.

“T..Ti..Tiff..” nafas keduanya masih memburu. Kedua kening mereka masih bersatu bersamaan dengan wajah merah padam yang menghiasi paras keduanya.

“Apa.. yang telah kita lakukan tadi?”

“Kau dan aku.. telah mencoba untuk jujur pada perasaan dan kenyataan. Aku mencintaimu, Kwon Yoong. Aku mencintaimu.. selalu mencintaimu.”

“Tiff.. kau adalah kekasih kakakku.”

“Lalu? Aku masih menjadi kekasihnya Yoong, bukan istrinya. Kami belum terikat dalam sebuah pernikahan. Siapapun.. dia masih memiliki kesempatan untuk menikahiku dan aku ingin kau yang menjadi pria itu, pelabuhan terakhirku, teman hidupku.”

“Apa kau yakin?”

“Aku yakin Yoong. Aku tidak pernah seyakin ini dalam hidupku.”

“Aku.. aku tidak tahu. Maafkan aku.”

“Apa maksudmu?Kau.. mencintaiku kan Yoong?”

“Ya.. aku mencintaimu, selalu. Hanya saja.. bagaimana dengan perasaan Taeyeon hyung? Bukankah ini akan menyakitkan untuknya? Jika saja aku adalah orang lain baginya, maka ini tidak akan berat untukku. Tapi aku adalah adiknya Tiff. Aku tidak bisa sejahat itu untuk mengedepankan ego dan nafsuku dengan merebutmu darinya.”

“Lalu.. kau akan menyerah dengan semua ini? Kau.. akan menyerah dengan perasaanmu demi kakakmu lagi?”

“Apa.. maksudmu?”

“Meskipun kau berkata bahwa kau bersaing secara sehat dengan Yuri untuk mendapatkan Jessica, aku tahu bahwa kau tidak melakukan itu. Secara perlahan kau melepas Jessica pada kakakmu yang memang sangat mencintainya hingga ia bisa segila itu mempertaruhkan persaudaraan kalian hanya demi seorang wanita.”

“Bagaimana kau..”

“Yoong.. aku bukan gadis bodoh yang hanya akan diam melihat kekacauan yang sedang terjadi dalam keluargamu. Kemarin Taeyeon bercerita padaku bahwa Yuri sudah memperlihatkan cincin yang akan ia gunakan untuk melamar kekasihmu. Jessica sudah kembali menyambut hati kakakmu. Dia tidak bisa membohongi dirinya untuk terus berkata bahwa dia mencintaimu. Kalian selama ini telah mencoba untuk saling mencintai namun… kuasa Tuhan lebih kuat. Yuri adalah jodohnya dan kau.. adalah jodohku, Yoong.”

“Tiff..”

“Mereka tak setujupun.. aku akan tetap mencintaimu. Aku akan memperjuangkan cinta kita.”

“Tidak.. ini tidak benar. Apa masalahmu bersamanya belum selesai? Tidak Tiff tidak boleh seperti ini..” tamparan kini yang menyapa pipi kanan Yoong yang mendadak menjadi panas.

“Apa sesulit itu bagimu untuk mempercayaiku? Aku mencintaimu Yoong.. apa yang harus kulakukan agar kau mempercayainya? Haruskah aku menghubungi Taeyeon sekarang dan mengatakan padanya bahwa aku mencintaimu? Apa setelah itu kau akan perca..” kini giliran bibir Tiffany yang terdiam mendapat ciuman yang tiba-tiba dari pria bermata kijang dihadapannya. Ciuman itu berubah menjadi sebuah bentuk lain dari intimasi yang menggambarkan kebutuhan akan satu sama lain yang selama ini mereka ingkari. Untuk beberapa saat keduanya begitu terbawa dalam ciuman itu hingga kebutuhan untuk bernafas memaksa keduanya untuk menghentikan pagutan bibir mereka. Keduanya hanya terdiam menatap satu sama lain dengan berjuta kata yang masih tersimpan di hati dan pikiran masing-masing.

“Aku tidak pernah meragukan perasaanmu. Terimakasih karena kau masih mencintaiku.” Kedua tangan itu mulai Yoong genggam dengan hangat.

“Tidak, harusnya aku yang berterimakasih padamu. Kau yang masih setia mempertahankan rasa ini meskipun rasa sakit itu selalu membalutnya. Bahkan… kau  harus berpacaran dengan Jessica karena dia memiliki kemiripan denganku. Tapi kau harus tahu bahwa selama ini bukan hanya kau yang menderita..  tapi aku juga.”

“Kau.. menderita?”

“Selama ini aku selalu membohongi diriku dengan berkata bahwa aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku selalu mencoba meyakinkan diriku bahwa hati ini bisa mencintai pria lain selain dirimu. Tuhan seperti ingin aku tidak bisa melepaskan rasa ini hanya untukmu dengan mempertemukan aku dan Taeyeon hingga akhirnya kami memutuskan untuk mencintai satu sama lain.”

“Dan kau.. mencintainya?”

“Cinta.. rasa itu tidak sekuat dengan apa yang kurasakan padamu. Apapun yang kurasakan pada Taeyeon.. aku tidak bisa mendefinisikannya sebagai cinta jika hanya dirimu yang selalu terpikirkan olehku ketika aku bersamanya. Semua hal tentangmu, semua hal yang selama ini sudah kita lakukan, kenangan yang indah maupun yang menyakitkan… bagaikan sebuah kaset rusak yang tidak pernah berhenti berputar dalam memoriku.”

“Tiff..”

“Aku ingin benar-benar melupakanmu tapi aku tidak bisa. Semua cinta yang telah Taeyeon berikan selama ini entah mengapa tidak mampu menghapus semua tentangmu dari hati, ingatan dan hidupku. Mungkin hal itu yang selalu membuat kakakmu kesal padaku hingga dia selalu memaksakan kehendaknya agar aku bisa melupakanmu. Dan semenjak malam kita berbicara satu sama lain aku paham dan mengerti kemana aku harus melangkah Yoong”

“Taeyeon hyung tahu bahwa aku adalah mantan kekasihmu?”

“Tidak. Bahkan sampai hari ini dia belum mengetahui siapa pria yang selalu membuatnya kesal. Dia hanya tahu bahwa aku.. belum bisa melupakan mantan kekasihku dan itu adalah kau, Yoong.”

“Wow..ini.. aku tidak tahu bahwa selama ini ternyata kau juga menderita, Tiff.”

“Aku rasa penderitaan itu adalah sesuatu yang pada akhirnya menyadarkanku bahwa aku memang tidak pernah tidak mencintaimu. Hati ini memang selalu berdetak untukmu meskipun aku berusaha untuk mengingkarinya. Tuhan ingin aku menggapai kebahagiaanku dengan cara seperti ini. Meskipun menyakitkan namun aku bersyukur karena pada akhirnya kejujuran itu mau menghampiriku hingga akhirnya sekarang aku bisa berkata seperti ini padamu.”

“Tiff.. aku tidak tahu harus berkata apa selain terimakasih. Semua ini… masih terlalu mendadak untukku. Aku tidak tahu bahwa kau..”

“Shusthss… aku tahu Yoong.”

“Tiff..”

“Maukah kau membangun lagi semuanya denganku?”

“Ak..ak..aku..”

“Kau masih belum siap?”

“Tidak.. bukan itu.”

“Ini tentang Taeyeon?” diamnya Yoong adalah sebuah kata iya bagi Tiffany dan ia tersenyum melihat hal itu. Pria bermata kijang yang berdiri dihadapannya itu.. dia tidak pernah berubah. Selalu mementingkan dan memikirkan orang lain terlebih dulu dibanding perasaannya sendiri dan hal itulah yang mungkin membuat Tiffany tidak bisa melupakannya.

“Jika ini tentang Taeyeon, kau tidak usah khawatir. Kita bisa stay low dan menyembunyikan ini semua dari kakakmu terlebih dulu sebelum akhirnya kau siap memberitahu Taeyeon tentang kita. Bagaimana?”

“Maksudmu.. kau akan berselingkuh denganku dibelakang Taeyeon hyung?”

“Yah! Kau pikir aku sejahat itu?” pukulan-pukulan itu Tiffany layangkan pada pria yang segera menutupi dadanya untuk menyelamatkan dirinya.

“Aw..aw..aw! Maafkan aku Tiff.” Ada tawa dalam permohonan itu dan entah kenapa hati Tiffany seakan meleleh ketika mendengarnya. Sudah lama sekali dia tidak mendengar tawa Yoong yang seperti itu. Tawa yang terdengar begitu ringan dan menyenangkan ketika kalian mendengarnya bahkan ketika kalian tidak mengerti mengapa orang itu tertawa tapi secara tidak langsung kalian ikut tertawa bersamanya.

“Yoong..” kata itu tak mampu terucap karena bibirnya terasa kelu ketika pria yang selama ini hatinya rindukan membawa tubuhnya dalam pelukan. Kehangatan, kelembutan dan kenyamanan yang selama ini selalu ia cari dari Taeyeon akhirnya ia dapatkan juga dari adiknya.

“Maafkan aku Tiff..” lirih Yoong dengan wajah sedikit menunduk

“…..”

“Maaf aku tidak bisa menahannya..”

“…”

Tiffany langsung berlari dari ruangan tersebut karena saat ini wajahnya benar-benar memerah karena malu. Yoong hendak mengejar Tiffany namun sayang handphone miliknya berdering menandakan ada panggilan masuk.

Love calling

ON THE PHONE

Babyyyyyyyyy” suara disebrang sana menyapa Yoong  membuat pria bermata kijang ini tersenyum

“Hai love..”

“Apa aku menganggu latihamu?” tanya Jessica

“Tidak sayang. Apa kau sudah menerima paket makanan untukmu makan siang?”

“Maka dari itu aku menghubungimu karena ingin mengucapkan terimakasih hehe. Apa kau sudah makan siang?”

“Sudah” bohong Yoong

“Kau berbohong! Managermu bilang kau belum memakan apapun sejak kau datang”

“Heehe aku tidak nafsu makan Love.. Apa kau pulang hari ini?”

“Yes aku pulang hari ini sepertinya sore nanti aku sudah bisa beristirahat”

“Baiklah aku akan menjemputmu? Bagaimana?”

“Hmm apa kau tidak lelah? Bagaimana jika kita bertemu di apartemen saja aku tidak ingin membuatmu lelah sayang. Oke ?”

“Tidak apa-apa Hyung yang akan mengantarkanku kesana. Bagaimana ?”

“Baiklah jika kau memaksa. Aku akan menghubungimu lagi! Jangan lupakan makanmu Yoong!!” ucap Jessica

“Siap Love. Bye”

“Bye Muaaaahhhh love you baby”

“Me Too. Bye ”

On The Phone END

Yoong memejamkan matanya kemudian sedikit mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi

“JESSICA OR TIFFANY????AAARRRRRGGGGGG!!!!!” Teriaknya dalam hati

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Coffee22MJ NOTES:

HOW?

BAGAIMANA?

HMM?

Silahkan coba bagaimana untuk para readers jadi      YOONG         harus bagaimana dan kepada siapa hatinya berlabuh?

ETERNITY NOTES:

Yoong jadi terjebak 2 hati gtu ya? Wkwkwkwkw

Ga juga sih. Wong hati Sica juga udah ketarik lagi sama masa lalunya wkwkwkw.

Dan Yoonfany..

Oh God… mereka manis bgt.

Dan disini.. bagian Yoonfany dibagian akhir, itu aku yg nulisnya hahaha

Oh ya.. Tanner itu bkn Tanner  and vice versa.

Jadi jgn bingung yaaa

Udah ah itu aja J

Screenshot_2017-03-30-06-59-34-974

Screenshot_2017-03-30-07-16-03-774

Iklan

54 pemikiran pada “EX FINAL PART TWO

  1. Hadeh ……
    Lemes aku
    Wkakakakaka
    Aapa inii
    Lama2 otak yoong sekarat thorr
    Wkakakaa
    Yoda la buat aja yoonfany sma yulsic
    Tae sma reader2 aja ayu main games you
    Wkakakakaka
    Duh penasarann dhh
    Btw thanks thor pw nyaa
    Terim kasih
    Wkwkwkww

  2. Baper deh jadi nya .. ngedengerin kisah masa lalu fany stlh putus dri yoong bener bener sedih bget .. 😦 fany bgtu sangat amat ngalami masa masa sulit itu sendiri .. untung yah fany bsa berthan smpi skrg .. klu msa depan nya itu msih pnjg .. dan kesel sama tae disini sgtu rendah nya dy lihat fany krna masa lalu nya yg pahit ..jdi fany merasa klu dy tuh gk pantas ujung nya dy merasa dirinya tuh bener” buruk bget … untung ada babang yoong yg sllu bsa nerima dan punya hati yg tulus untuk ngeyakinin fany .. klu dy tuh gak seburuk itu cieee ilehh yoong memang terkenal dgn kata” yg sweet bget hehehe … and si kyk nya sica udh ksih celah buat yuri keliatan dri cara mreka tlponan ngingetin masa lalu trs sama yg terakhir makan siang yg yuri kirim .. jelas” yoong udh kirm dluan mknan kesukaan sica tpi berujung buat meneger nya ..aq kira yoonsic bkal lebih dekat lagi cnta meraka bakal lebih kuat lagi dimana kita lihat chapt sblum nya bnyk moment romantis nya yoonsic disana trnyata slh besar .. cmn krna kesibukan msing” mreka agak renggang .. disaat mereka merindukan stu sma lain distu para mantan mereka mengisi kekosongan itu … and distu jga celah buat yulsic and yoonfany memulai kisah mereka .. hehhehe bangga liat fany disini strong bget dy nunjukin ke yoong dan yakinin ke yoong klu hati dan cinta nya cuman buat dia … and terakhir bgung nih .. slm ini yoong jg ikut sama sandiwara nya tuan kwon jadi bingung sbener nya yoong itu benran anak kandung tuan kwon ato bukan ato salah satu dari yultae bukan anak kandung tuan kwon .. nunggu ajah deh buat next … cieeeee kyk nya yoonfany bakal backstreet nihh … ayolah yoong jgn mengalah mulu … sekali” egois dikit jg gk papa kali … buat author thanks bnget yah buat pw nya and bwt smw nya hhehehe thanks alot hehhehe …

  3. First thank you for the free password 😁.

    Kedua sebenernya banyak sih yang pengen aku comment. Cm gatau masih inget ga apa yang mau di comment hihi. Maaf ga pernah jadi first comment (?) hihi

    Aku ga expect yoonfany momentnya sangat banyak.. Hihi makin love love deh sama cerita ini but jujur ga terlalu ngikutin cerita ini di awal cm makin lama ternyata makin seru hihi…

    Hmm mungkin sotoy sih ya aku cm aku ngerasa taeyeon sm tanner org yang sama ? Makanya taeyeon tau kejadian yang di alami fany. Dan mungkin posesivenya taeyeon yang bikin emosi dia berubah ga jelas dan dia selalu nyingung kalau ga ada yang mau nerima tiffany kalau tau dia pernah gugurin kandungannya.. Biar tiffany ga lepas dari dekapan dia.. Ada alasan buat tiff stay. Cm aku ga tau sih bnr ga ya apa sih tanner itu sama atau beda org hehe. Cm sekedar pemikiran aja. Tapi biasanya berbanding terbalik sih hihi..

    Disini moment couple lain ga terlalu ketara yaa.. Cm kayaknya hati yoong mulai goyah sm fany.. Kadang bener love is blind. Demi cinta yul rela bertarung buat ngedapetin jessica dari yoona yang notabene nya adalah adik yuri. Penasaran sih sama reaksi taeyeon bahwa mantan nya dia selama ini adalah yoona(?) bakal ngelakuin apa sih taetae..
    Masih terpikirkan di otak untuk ending nya couple siapa yang akan jd ? Secara judulnya ex? Bisa kli yoonfany hihi *gataukenapalagingesgippairinginibanget

    Btw thanks for the beautiful update…
    Love the update so much 😁 enjoying yoonfany moment so much 😁😁

    Btw baru kenalan sama ka mj yang nulis ff ini salam kenal ya once again ^^ thank you udh milih comment aku.. Aku tanya fav pairingnya siapa katanya jeti. Hihi boleh lah sering2 buat ff jeti hihi. Baru akhir2 ini baru baca sih bbrp ffnya. Dan semangat untuk ff2 selanjutnya, semoga cerita dan dari segi tulisan makin baik dan dapat bikin naik turun perasaan(feelingnya dapat) hihi ✌. Semoga kita bisa temenan baik 👍

    Last thank you also for ka eternity alias ka risma hihi i know ada campur tangan dirimu di ff ini, bisa ngerasain sih dari tulisan. Makin mantap tulisannya hihi.👍Gimana ya kadang mau comment apa juga bingung tulisannya udh 99% sempurna hihi 1 persen nya buat tuhan.. Thank you udh mau share cerita ini di wpnya.. Jd smua org bisa menikmati hihi.. Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk menambahkan moment2 couple lain…

    Semangat ya for both of you 👍
    Thanks once again for the long and great chapter! Waiting for the others great chapter.

    Komen nya ga panjang kan ya? Hihi ga cape kan ya bacanya ? Hihi maaf kalu pemikiran nya malah ngawur wkwkwk.

  4. Omg omg ini masalalu fany bisa gitu bener tebakan aku di chap kemaren, eeerrrr
    Duh galau juga nih locksmith liat kelakuan taeng kaya gitu, yakin deh dia cinta banget sama fany tapi caranya salah bangeeettt dia malah kaya obsessed gitu siiihhh 😭

    Duh baru ini ff gue maunya yoonfany 😅 Yoong bener apa kata fany, secara perlahan kamu udah ngalah ngerelain jessica buat yuri. Dan plisss yang harusnya bersatu itu kalian 😭 Yoonfany saling cinta cuma keadaan aja yg masih gak tepat duh duh
    Taeng gimana ini tau tiffany deket sama cowok aja marah, apalagi ini kalo sama adeknya sendiri bakal ancur tuh rumah kwon

    Fany gak takut nih taeng ngamuk kalo yoong ngakuuu, kok gue yg degdegan siiiii

    Tapi beneran mau dicoba sekeras apapun yoonsic hatinya gak bisa sedalem mantan loh aish semoga taeng sadar akan kesalahannya dan dia sadar ada yg lebih pantes untuk jagain fany bahagiain fany 💕🌸😭

    Daebak gue salalu suka alurnya jelas gak pusing bacanya love youuu author” 😘

  5. udah biarin yulsic bersatu sedih liat yuri berjuang klo hasilnya yoonsic wkwk. yuri kyknya lebih tau ap yg sica mau. beneran thor yulsic bersatu aja haha maksa. yoong klo hidup jgn ngalah2 aja kpn kmu dpt kebahagiaan udah mendingan yoong perjuangkan aj tiffany mana tdi main nyosor2 aja yoonfany 😂😂. itu udah kelihatan bngt fany gk bahagia sma taeyeon masa iya kmu tega yoong liat fany hidup di atur kyk gitu. itu org kyk tae mesti di tenggelamkan. tenggelamkan di hatiku aj 😆. itu yg bukan saudara kandung yoong siapa ya? yuri apa taeyeon. mana ada shin hye itu rencana apa sma yuri? masih lama ni menuju ending hehe

  6. Makin deg degan nihhh….
    Itu tanner sma taeyeon kok.gue curiga tae bsa tw dari mna??? Atw jgn” tanner itu taeyeon???? Sebenarx tae itu cinta bnget sma ppany. Cuma carax dy salah. Gue masih berharap taeny….

    Yoong…. Aku tw kmu mmg masih cinta ma ppany tpi disisi lain kmu jg udah mulai cinta sica. Ayo perjuangkan cinta mu untuk sica. Yoonsic…. Plissss

  7. OMG 😍😍😍😍😍 YOOOONG bijaksana sekalii, biarpun yoong tau masa kelam tiffany tp dia masih hargai tiffany sebagai perempuan. Gak kaya si midget egois, gak bisa ngehargai wanita merasa dia paling sempurna.
    Oh jadi mr. Kwon sakit keras dan cuma yoong yg tau keadaannya?
    Yuri sudah mulai bisa ngedapatin hati si ice princess hahaha
    Yoonfany semakin mesraa OMG main cium cium, semoga happy ending yoonfany, yulsic tapi taeyeon sama siapa? Sunny kah? Ayoo thoor lanjut ceritanya seruuu ditungguu yaa

  8. Akhirx nongol jga nih ff. Thanks atas pw nya.
    Kirain di chap. Ini bkal bnyak moment yoonsic, trnyta yoonsic sama” sibuk&ngga ktemu”. Mlah bnyak yoonfany moment.
    Trnyta masa lalu fany cukup sedih+sulit jga.
    Bener kta fany yoong yg scara ngga lngsung mngalah dg yul dlm memperjuangkan sica.
    Salut dg yoong yg berfikiran bijaksana+dewasa sehingga bisa nerima masa lalu fany dg baik.
    Sbenerx hatix yoong terbuat dri apa bisa sangat” baik dg siapa pun, slalu memikirkan perasaan k’2 kk nya dbanding dg perasaan+keadaanx sndri. Ngerawat mr. Kwon dg baik, ngasihin hak warisan dy k’yul walaupun dy tau xlo yul bukan kk kndungx+ttep bersikap hormat&baik dg yul.
    Penasaran dg klanjutanx, penasaran siapa yg bkal jdi plabuhan terakhir yoong, sica or fany?? Dtunggu segera klanjutanx

  9. Yeayyy YoonFany momen. Akhirnya ada momen mereka jugaa. Wah jadi penasaran dgn kelanjutannya, emm aku gk bisa ngasih kritik banyak karena tulisannya juga udah rapi, trs flashbacknya juga jelas, emm cuma ini kata “massion” bukankah itu seharusnya manssion?
    Thanks utk update nya authors
    Have a nice day 😉🙏

  10. Bacanya was was,,,
    Akhir nya tiffany menceritakan masa lalu nya,
    Sikap tiffany ke yoong jd rada” agresif, jadi agak gimana gitu kalo tiffany kembali ke Yoong mending tiffany ttep sama taeyeon, aku setuju bnget jika tiffany sama taeyeon, pliss thor buat hati tiffany luluh dengan pesona kwon taeyeon,.

    Ternyata oh ternyata yoong sudah mengetahui semuabrencana tuan kwon, dan yoong juga ikutan dlam aksi tuan kwon.

    Moment yoonsic nya secuil bngeettt,, perlahan.lahan jessica kasih ksempatan ke Yul, jan sampe dah jessica balik lg ke Yul

    Udah lah thor ending nya YoonSic ajj ya😀😀😀

  11. Jadi itu masalalu yg di ketahui taeyeon tentang tiffany??
    Benar kata yoong kalo taeyeon emang benerw cibta sama tiffany nggak mungkin di terus mengungkit maslah itu..
    Malah harusnya membimbing tiff biar nggak kesannya si tiff terpaksa cinta sama tae karna tae tau rahasianya tiff..

    Jadi appanya yoong sakit bukannya keluar negeri? Trus yoong ternyata emang bener anak kandungnya tuan kwon? Dan yoong tau tentang pembagian harta itu…

    Mungkin emang tae2 yg bukan anak kandungnya mr kwon..

    Yoonfany udh mulai terbuka tentang perasaan masing2.. tinggal meyakinkan persaan yg lain ke pasangan yg lainnya..

    Berharap yg terbaik aja buat para pasangan ini.. semoga semua mendapat ending yg bahagia…

    Btw makasi buat free pw.nya ya risma N coffe22mj..😚😘
    Ditunggu part selanjutnya..

  12. Pertama2 makasi passwordnya ya thor….
    Lg ngebayangin klo gw lg di posisinyaYoong, ga bs berbuat apa2. Bingung hrs pilih siapa. Dua2nya pilihan yg sulit.masing2 ada plus minusnya.
    Klo gw si maunya Yoong pilih Fany aja.krn dia nyerahin sepenuh hatinya utk mencintai Yoong,bgtu pun Yoong,cintanya buat Fany ga pnh ilang meskipun dia ud sm Sica.
    Bgtu pun Sica, dia sebenernya ga cinta2 bgt ama Yoong, dia cm ngerasa nyaman,krn Yoong yg ud nyelametin dia dr patah hati dan hancur krn putus dr Yuri. Hatinya mah msh buat Yuri.
    ga jauh beda ama Sica,Yoong pun ga cinta2 amat ama dia.buktinya dia biarin Yuri buat ngejer dia lg,ngasi kesempatan mereka buat balikan lg, klo Yoong cinta mati kan dia pst pertahanin Sica mati2an.
    jd skrg ud jelas, spt kata Fany, Sica jodonya Yuri, Yoona jodohnya Fany.

  13. Haduh ikutan bingung jg nih thor, kemarin gw maunya yoong sm sica aja, tp kl kyk gitu critanya, kasian jg ppany kl kudu maksain brhubngan sm tae pdhal hatinya gk prnah cinta, tae jg gitu sih kasar bngt kl ngomng sm ppany, dasar midget. Kl emng yoong jg msh cinta sm ppany, udh deh balikan lagi aja, toh sica jg sbnernya sih msh gk bisa ngelupain yuri, gw yakin deh thor kl hatinya cm bwt yuri. Biarin aja si midget ntr sm sunny aja hehe. Sbnernya mr kwon sembunyiin apa ya dr yul sm tae?
    Udh deh thor pokoknya balikin yoong sm ppany aja, kasian tuh mereka brdua

  14. Rasanya pengen nabok taeng, pengen hajar yuri 😤😤😤
    Author mahhh bikin kesel gw kebolak balik mulu ama 2 kakanya yoong itu.chap sebelumnya bikin gw suka ama mereka dan sekarang ngebalikin kesel gw lagi tp gapapa lahh wong gw juga suka ama perasaan kesel, seneng, senyum2 sendiri baca ff ini..
    Emang sih belum tentu ada yg bisa nerima pas tau klo cewe itu udah begituan ama yg lain dan milih aborsi juga klo ga cinta banget ama cewe itu tapi helowwww ga mesti diungkit2 juga keleuss ato ga mahh lepasin aja daripada ngelukain perasaan cewe itu kaya taeng yg lakuin ke fany dan perasaan gw diaduk2 lagi baca si sica lebih milih kwon item itu dan ngasih makanan yg dikirim buat dy sama orang lain padahal dy sendiri yg sebelumnya ga mau lepasin yoong dan kaka macam apa lebih milih ngelukain adiknya buat cewe. Darah lebih kental dari pada air broooo walo gw gatau sih yul,taeng dan yoong sodara kandung apa bukan
    Klo gini mahh bikin aja deh yoonfany dan klo bisa bikin yulsic nyesel wkwkwwk
    Wewww akhirnya sinhye nongol lagi setelah sekian lama hibernisasi 😂😂😂😜✌

  15. Omggg jadiiii ituuu masalaluuu nya pani ku?? Omg just omg!
    Pani menceritakan masa lalu nya ke yoong adalah hal yang sangat TEPAT.

    Dan omg lagi ternyataaaaaa yultae Dan yoong bukan saudara kandung?
    Yatuhannn yoong sunnguh kau pria berhati malaikat apapun rela berkorban 😭😭😭
    And see appa nya yoong pun tahu siapa pemilik hati dan yang ada di hati yoong, sekarang tinggal ikuti kata hatimu wahai pria idaman imajinasiku 😂😳

    Njesssss aku sebelll kzellll ihhh 😣
    Lebih baik balikan ama yul dan jujur serta bicarakan dengan baik” sama yoong! 😣
    Daripada bgindang pan poor my yoong 😢

    AND YASSSSS MY YOONFANY OMG MY YOONFANY OMGGG I’M SPEECHLESS THORNIM I’M SPEECHLESS BCOZ TOO SWEET AND I CAN’T HANDLE IT 😍😍😍😍😍😍😍💗💗💗❤❤❤❤
    MEREKA KISSEU²AN LOH KISSEU AN! 💋💋💋💋💋💋💋💋
    Ahh BTW yoong tidak bisa menahan apose? Sehingga membuat pani lari dengan pipi merah padam seperti itu? 😂😂😆😆😏😏😏😏

    OK YOONG I RECOMENDED U TO CHOOSE PANI NOT NJESS ARRASEO?! ㅋㅋㅋㅋㅋ

    Percaya gak Thor aku baca part ini hampir sejam? Karena bener²harus fokus 😂😂😂
    Ahh loplop author eternity Dan kopisusu biking yoonfany nya duhhh man is kngetan and hwaitaeng para authorku *ngaku²💋💗

  16. Tadinya gw dukung yoonsic tpi Jessica ini bikin kessal jga lama” klo emang masih cinta sama yul yaudah balikan aja dan putusin yoong biar yoong sama tiffany aja yg jelas cinta sama dia dan mau perjuangkan cintanya buat yoong walaupun mesti berhadapan dengan taeyeon. Lagian taeyeon jga gitu sikapnya sama tiffany selalu ngungkit masalalu tiffany yang kelam klo emang cinta dan nerima apa adanya nggak usah di ungkit lagi dong. Jadi dari pada yoonfany menderita dengan pasangan masing masing mending mereka balikan lagi aja.

  17. kalo aku jd yoong sih ya mending milih yang udh pasti ..trbkti bener2 mencintai dia … klo tetep d paksain ma sica hmmmm hati sica udh mulai trketuk kmbli buat masa lalunyah .. dan akoh jg jd ksian ma fany klo dia ttp trus2an ma tae jd kesiksa batinnya…
    btw manis beudhh itu yoonfany nyahhh kkkkk
    ak jg pnsrn jd sbnrny yul sm tae itu bkn kakaq kandung nya yoong , apa gimana ? hhmmmmmm msh lm ke ending ny kykny

  18. Kasihan liat masa lalu fany terlalu menyakitkan, sebenarnya kim tanner itu taeyeon atau bukan sih?
    Dan untuk Taeng disini dia menyebalkan ya terlalu memaksa cinta fany dan dia tau dari mana tentang masa lalu fany? Jadi makin seru dan penasaran ama ceritanya

    Aku berharap yg terbaik untuk mereka aja

  19. Ohhh noo my taetae knp begitu??? What going on with U taetae???
    Di satu sisi aku pengen liat tiffany bahagia,tapi disisi lain aku kasihan sma tae walaupun dia seperti itu,dan jess kalo yoong pilih tiffany kasihan jess yg sedang mempertahankan hubungan dia sma yoong dan jess juga bakal kecewa seperti yg tiffany lakukan ke yoong. Semoga mereka bahagia dah.

  20. Mau tae kayak gmn juga… Kasian tae, author bikin tae tau dong Mantanya fany, terus bikin fany nyesel krn sia2in tae.. gk apa yoonfany bahagia ataupun bersatu tp fany Musti nyesel udh sia2in tae… haha

  21. Hmmm bapaknya kwon saudara lgi sakitt , hanya yoong yg tahu , trus soal warisan yoong dan bapaknya yg ngerencanainnya .. Tpi salut banget sama kwon saudara , dikasi warisan yg gak adil mereka gak mau , soalnya ada yg gak dapat warisan jga . . Huhuhuhu , bikin greget . bakalan yoonfanny nihh kayaknya . yoonsic gmna tuhh , hikhikshiks . patah deh hati gue .

  22. TBC ? Kirain udh ending…
    Yoong kalo bingung pilih dua-dua nya aja wkwkwkwk

    Kalo fany balik lg k yoong kasian si taeng nya dong gakada pasangan, trus apa yg d rencanain sama yul dan shin hye yaaa? hmmm penasaran 😱

  23. Hmmm bapaknya kwon saudara lgi sakitt , hanya yoong yg tahu , trus soal warisan yoong dan bapaknya yg ngerencanainnya .. Tpi salut banget sama kwon saudara , dikasi warisan yg gak adil mereka gak mau , soalnya ada yg gak dapat warisan jga . . Huhuhuhu , bikin greget . bakalan yoonfanny nihh kayaknya . yoonsic gmna tuhh , hikhikshiks . patah deh hati gue . .

  24. Aa, yoonfany moment ku suka 😊
    Yoonfany balikan aja seru kayanya yulsic juga biarin balikan juga, ehh taeng nanti sama sapa kalo mereka balikan wkwkwk
    Ehh, ternyata warisan itu yoong juga ikut ngerencanain toh..
    Ya ampun andai di dunia nyata ada yoong kaya gitu, gatau deh gimana jadinya udah baik, perhatian, rela berkorban buat ceweknya weh..

    Hgg, aku gatau mau comment apalagi 😅
    Semangat thor ✌

  25. Kelam bgt masa lalu kmu fany ah😭😢 ampe gugurin bayix si tannerkim, taeyeon such a jerk ngk biasa bca karakter tae yg egois+possesive gini, trus yg anak tiri appa kwon sape ? tae or yul ? mnurut aku sih tae 🤔🤔🤔🤔,,, chap kmrin sempat mikir itu yoong trnyata malah ank kesayangan appa kwon syukurlah 😁😊.
    YOONGIEEEE ahhh im so deeply in love wth u, 😍😍💜💜💜💖💖💖, cwo kyk kmu cma ad berkat author2 kece di wp ini so authornim Thank u very very very much udh bkin karakter yoong seperfect ini 🙆🙆🙆😘😚😙

    annnndddddd jenggg jenggg jenggg YOONFANY IN ACTION 😍😍😍
    akhirx moment yg di tnggu2 sweet momentx yoonfany 💏❤💏 manse manse 💞💞💞, jgn bosan2 bikin moment mereka yah 😉😉😉

    keliatan bgt tu si jess emg msih cinta ama yul, udh jess ngk ush bohongin diri kmu trus lepaskanlah yoong buat tiffany, biar happy ending, untk tae sma sunny aja yaaa hehehe😉

    Sekali lgi makasih buat updatex, ngk bisa comment untuk cara penulisan dan sbgainx udh Pas, easy to read as always 😆☺
    keep the spirit authors Coffee and Risma, we always wait for ur wonderful story
    Hwaiting!!!

  26. sesak nafas gue baca nya jhhh.. part awal gue nebak bkl jd yoonsic sm taeny eehhh gk tau nya di pertngnan yoonfany muncul dngn rindu yg mndalam .. jhhh di sini taeyeon krakternya arogan yh sdih gue jhhh.. klo liat taeyeon yg ky gitu mnding jd yoonfanya aja lh . soalnya taeyeon udh bner2 ngerendahin hrga diri tiffany ,y mski tiffany emng slh tp klo ms lalu nya di ungkit2 trus jg psti skit ht jg . aau ahh gelap gue jd nya jhhhhh . gue pkir udhan teryata msih ada lg . ok lh i m waiting . jhhaa

  27. Aduh2, sesuai dugaan nih. Kalo semua bakal kembali ke Ex masing2… yayaaya, tuh kan fany… masa iya Yoong oppa yg bek***… aish, that’s not what i means, but ugh.. kecewa dah, karena nggak bisa jaga diri… tapi ya??? Yoong oppa masih mau je, tanpa memandang masa lalumu dan lagi…. Aigooo… aku bingung ya… heh, tapi its okay lah… kadang masa lalu sepahit itu emang sulit dilupakan… semoga Yoong oppa membuat fany lupa ye… aku restui yoonfany thor :-D…. thanks… masih berapa chap lagi ini?

  28. Tuh kn gua bilang juga apa??? Yulsic balikan… Yoonfany balikan.. Tae sendiri ajjah.. Wkwkek

    Gua rasa yg bukan anak nya tuan kwon itu taeyeon dah… Cz udh ada d chap sblom nya klo tae itu ank tuan kim yg tak lain org kprcyaan tuan kwon… *klo g salah baca sih.. Xixixi

  29. Hadeuh…. makin runyam ni thor… kirain yoong bakal kekeh saama jessica ekh ternyata malah berpaling ke tiffany..

    Emanh sie seseorang di masa lalu itu sulit di.lupakan apalgi dia datang kembali menjanjikan cinta lama bersemi kembali.. kalau jadi yoong mungkin aku poligami aja biar gax pusing hahah. Tapi ngak mau juga. Sebagai cew gax mau ada nama poligami
    .

    Hahah ngelantur kemana mana.. ynag pasti aku makin terpesona sama ni ff yang bikin love love…

  30. Thanks untuk password nya thor,
    Hmm ceritanya tambah bikin penasaran ni thor, kisah cintanya menyakitkan sahabat y ngambil pacar kita aja bikin nyesek lah ini malah saudara sendiri,,, waaahh bacanya aja aku udah gimana gitu,, apalagi ngalaminya???💔💔💔.

    Yoonfany, kecewa juga sama fany gk bisa jga dirinya, klo end yoonfany kn kasihan yoongnya nanti scra gitu dia orang y super baik & perhatian gitu lhooo,,,,,

    Yah tp sudah lah jodohnya kn sudah diatur sama authornya, siapapun nanti sama yoongnya semoga dia bahagia,,,,,
    Semangat thor ku tunggu karyamu selanjutya,,,,,,
    Love u,,,✌✌✌

  31. nah loh bingung kan lu yoong,mau milih yang mana 😂makanyaa jadi org jgn kecakepan sama trllu baik ngapa, kan jadinya tiff jadi susah lupa:v kalau kita perhatikan secara mendalam/? masa lalu tiff setelah putus dari yoong , menyedihkan ya. Dia harus rela kehilangan sesuatu yg sangat berharga untuk seorang wanita ,karena hanya faktor ketidak sengajaan .
    Itu kim tanner siapa nya kim taeyeon yaa ? kok aku menduga kl kim tanner itu pasti ada hubungannya dgn taeyeon. Kan gak mungkin taeyeon tau masa lalu tiff dengan detail bgt. emg taeyeon dukun apa? yg bisa membaca pikiran org 😂 aku kasihan sama calon dedek bayi-nya digugurin gitu aja ,yah walaupun tiff punya alasan yg kuat dalam melakukan hal itu . Mungkin dalam pikiran tiff , mana ada cowo yg mau sama cewe yg udah mengandung anak dari org lain? jarang bgtt ,selagi nya ada itu pasti 1 dari 1000000 cwo. Makanya deh dia nekat melakukan hal itu.
    Hidupnya tiff di ff ini tuh ibarat buah simalakama ,mau milih itu salah,mau milih ini juga salah .
    Tapi taeyeon gak sepenuhnya salah sih disini,karena dia melakukan itu untuk org yg sangat amat dicintainya. Cuma caranya itu loh yg buat tiff jadi terkekang dan merasa terbebani sama sikap tae yg trllu posesif.
    Aku jadi penasaran nih sebenarnya apa sih sandiwara yg telah dilakukan yoong dan tuan kwon ? apa jgn2 yg bukan anak kandung tn kwon itu yultae yaa ?? gatau knp aku bisa berpikiran kaya gitu,padahal part sebelumnya aku mikirnya yoong yg bukan anak kandung tn kwon. aneh yaa tiap part pasti selalu beda analisa nya, ff ini membuat ku seperti seorang detektif 😂😂 itu shinhye kmna aja baru muncul lagi? aku kasihan sama sooyoung,dia muncul di part awal doang 😂
    apapun yg dipilih sama yoong nntinya ,itu pasti adalah hal yg terbaik bagi semuanya,karena kita harus memilih hal yg baik diantara yg terbaik . Mau nanti masing-masing pada balik ke couple aslinya ataupun pada balik ke ex masing-masing , itu pasti adalah takdir yg tidak bisa diganggu gugat.
    Makasih yaa untuk kak Risma dan kak coffe udah mau update ff ini .
    Oh yaa terimakasih banyak buat kak rismaa,yg udah berbaik hati,karena telah memberi pw dari ff yg warbyasah ini . Tanpa kebaikan hati dari kak ris,aku pasti gak bakal bisa baca kelanjutan ff ini 😄 ditunggu updatean selanjutnya .

  32. Hallooo semuanya… Makasih komen dengan sangat amat panjang dan detail aku senang hehehe. Maaf ya aku ga bls satu satu biar gak bala karena aku bacain komem suka berutut jd enak hehe.
    FYI !!!!!!!
    1. Ada yg nanya kemana aja shin hye? Ada ko dia sengaja ga di sering munculkan karena bukan main cast biar kalian gak binggung jg. Cukup alur dan maincast yoonsicfanytaeyul aja bikin binggung kan hehehe

    2. Sooyoung kemana ? Ya sooyonh kan ada masalah sm hyo dan yoong masa di munculin mulu kasian idup yoong wkwk . hyo msh aku munculin kan walau dikit? Soalnya ya emg mash berhubungan baik sm yoong

    3. Siapa yang bukan anak tuan kwon? Hmm next part kayanay di jelasin…

    4. Kim tenner sama taeyeon itu beda ..

    5. ending kayanya 1 lagi cuma kalo rmg endingnya terlalu banyak ya aku bagi dua hehe so lets see byk atau gak dibagi dua atau ga. Kemungkinan di Pasword lagi hehehe..

    Sekali lg makasih yaaaaaa

  33. Oalah pantes taeyeon selalu bilang seperti ini 👉 “kau harusnya bersyukur karena pria sepertiku masih mau menerima dan mencintai wanita sepertimu”
    Hmm tapi seharusnya taeyeon gak usah berkata seperti itu dan selalu mengungkit-ungkit masa lalu nya yang ada malah semakin menyakiti perasaan tiffany apalagi sampai berlaku kasar.

    Suka sama karakter yoong.
    Meski fany udah menceritakan masa lalunya ke yoong tapi dia malah gak pergi meninggalkan tiffany.
    Pas yoong bilang “Datanglah kepadaku kapanpun kau mau, luapkanlah kepadaku apapun yang membuatmu sedih, terluka maupun senang” “Kau tau? Kenapa aku memperjuangkan cintaku kepada Jessica? karena aku tidak ingin melakukan hal yang bodoh sama seperti membiarkan dirimu pergi dari dalam hidupku.”
    hatiku tersentuh sama kata-kata yoong itu😄 uhh aku makin jatuh Cinta sama karakter yoong disini😂 wkwk

    Dan aku gak nyangka di part ini moment yoonfany nya banyak😄😄

    Makin penasaran siapa anak kandung tua kwon sebenarnya

    Jessica tega sekali mengabaikan makanan yang dikirim oleh yoong malah dia Kasih makanan ke manajernya terus malah menerima makanan dari Yuri😑

    Yaampun aku jadi senyum-senyum nih baca nya yoonfany sweet banget. 😍😊

    Bener apa kata tuan kwon “Tanya hatimu paling dalam siapa wanita yang sebenarnya ada didalam hatimu.”
    Di next part siapalun yang yoong pilih semoga itu terbaik buat dia.
    Asalkan dia bahagia akupun ikut bahagia😄

    Ditunggu next part nya thor. Dan makasih buat pw nya ya 😊

  34. gk nyangka ternyata yoong tau,
    yg tuan kwon rencanakan itu,..
    udah pasti fany dong dipilih, ia dong ya thor couple tu aja dijadiin.. hbisny mereka manis bgt..
    jessi gk jelas deh perasaan ny ame siape, kmren aj hatiny udh bergetar bwt yoong, skrg mkanan dr yoong kagak dimakan, dasar jessi plin plan mulu,..
    tpi di ff ini sbnrny lbh suka yg di ending ny nnti yoonsic,.. haha, gw jg plin plan,, wkwkwk,,
    kan bisa crita ny diubah jd jessi beneran sayang sm yoong thor,.. klw bisa dy sadar slama ini kebersamaan ny sm yoong bwt dy jd sayang gtu, trus pas dy liat yoong sm fany jd beneran cemburu kn jd seru thor.. haha
    lum ada moment yg kyk gtu ya jessi cembukor sm yoonfany di ff ini,,
    smngat author..

  35. Hmm padahal pengenya yoonsic sih😁😂,,tpi kok alurnya ngarah ke ‘mantan’ masing”😟
    Aku suka yoonfany kok,tpi dibeberapa chapter balakang aku sukanya yoonsic,,hehee 😁😂
    Fighting💙💙💙

  36. Thanks author
    Kalian sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan fanfict buat kami para readers
    Ini sangat mewakili imajinasi kami yang tidak trrpenuhi di real life

  37. Lah ini belum abis apa gimana dah? Pls jgn buat yoong gua kek org pikun yg kebingungan utk memilih dan jgn buat hubungan yulsic ngegantung kek pohon toge(?) Duh gua jadi kangen yoonsic kan abis disini mereka gaada moment dan sebaliknya gua dibuat melting ama yoonfany. Ulalala jangankan yoong gua aja klo disuruh milih bingung mau yg mana yoonsic or yoonfany. Tapi pada akhirnya dgn siapapun yoong berpasangan akan ada hati yg potek2 macem remahan biskuit. Tapi pesan buat yoong (moga authornya mau nyampein ke yoong(?)) Pilihlah yg sesuai dgn hati dan hasrat karena dgn begitu kelak kau tidak akan menyesal/plak

  38. Oke, klo author bertanya jika aku jadi Yoong aku bakal ngapain? Maka aku akan memilih utk ngelupain tiffany dan ttp mempertahankan hubungan dgn Jessica. Krn bagiku, masa lalu ya masa lalu. Ngapain hrs galau krn masa lalu. Klopun masalah hati/perasaan sayang, rindu dan cinta? Apakah itu masih ada utk tiffany. Ya tinggal aku berusaha utk mengendalikannya seraya berdoa kpd yg mengendalikan hati itu. Krn sesungguhnya Cinta kita kpd seseorang tak lepas dr sang Pengendali hati ini, yaitu tuhan. Maka memintalah kepadaNya utk melabuhkan rasa Cinta ini kpd seseorang yg baik menurut tuhan bukan menurutku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s