EX FINAL PART ONE

 

jessica-jung-cosmoplitan

NOTE : HATI HATI DISINI AKAN BANYAK CERITA FLASHBACK, KARENA ALUR MAJU MUNDUR. DIHARAPKAN KALIAN MEMBACA DENGAN BAIK DAN TIDAK SKIP SANA SKIP SINI AGAR TIDAK BINGGUNG! Selamat membaca reader sayang..

.

.

.

 “Kau yakin akan menemaniku besok? Ini terlalu beresiko untuk perusahaan menangapi rumor kita” ungkap wanita yang menatap prianya dengan lekat dan penuh cinta disampingnya

“Ya aku yakin namun tentu tidak semudah itu.. aku akan menyamar hahaha”

“Yoong.. ini bukan hal mudah. Aish kau!!!”

“Baiklah aku akan meminta Hyo Hyung datang ke lokasi untuk mendukung filmmu. Jadi kita bisa melakukannya dengan baik bukan? Tanpa ada rumor sedikitpun”

“Hmm dia tidak bekerja?” tanya Jessica sambil memberikan susu coklat kesukaan kekasihnya itu. Yoong menyeruput susu coklat tersebut dan Jessica terus memegangi sedotan yang diarahkan ke mulut Yoong.

“Tadi dia sedang mempersiapkan lagu untuk kami comeback, namun jika aku memintanya datang nampaknya tidak akan menolak baby

“Kau yakin?”

“Tenanglah love.. aku akan melakukan yang terbaik untuk kita” lirih Yoong sambil mengusap puncak kepala Jessica

“Hihi terimakasih baby

“Ap..” ucapan Yoong terpotong ketika dilayar mobilnya terdapat panggilan masuk dari smartphonenya yang sudah disambungkan ke mobilnya

Yoong mengerutkan halisnya ketika nama PARK HYUNG CALLING terpapar di layar monitor tersebut

“Ada apa dengannya? Ini kan hari liburku” runtuk Yoong

“Angkatlah sayang..” ucap Jessica

Yoong pun mengangkatnya

On the phone

“Hallo Hyung.. aku sedang mengemudi. Ada apa?”

“Kau mau pergi kemana?” tanya manager Park

“Oh aku baru saja menjemput Jessica dari lokasi syutingnya”

“Tepikan dulu mobilmu.. apa kau bersamanya sekarang?”

“Ya tentu Hyung dia disampingku. Ada apa denganmu?”

“Hmm.. baiklah aku akan menghubungimu nanti saja

“Yaaa Oppa… kenapa kau menyembunyikan sesuatu dariku” Ucap Jessica dengan nada kesal membuat Yoong tersenyum melihat kearah Jessica

“Sebenarnya ada apa Hyung? Katakanlah..”

“Tidak. Kalian kembalilah ke apartemen dan jangan menyalakan TV” pinta manager Park

“Bodoh. Itu malah membuat kami semakin penasaran. Apa berita scandal kami terungkap lagi?” tanya Yoong

“Yoong..” panggil manager Park sambil menghela nafas di akhir kalimat

“Katakanlah..” pinta Yoong

“Aku akan datang ke apartemen Jessica, aku menunggu kalian. Hati-hati dijalan” pinta managaer Park

“YAAA!!! HYUNG!!”

“YAAA!!! OPPA!!”

Teriak keduanya mengema didalam mobil mewah Yoong

On the Phone end

“Aku bersumpah akan membunuhnya ketika kita sampai love..” ucap Yoong

“Menyebalkan!” gerutu Jessica

“Kau tidurlah, sayang. Kau pasti lelah seharian ini bekerja, aku akan membangunkanmu ketika sampai” pinta Yoong sambil sedikit merubah posisi tempat duduk Jessica menjadi sedikit nyaman untuk berbaring.

Yoong pun mengusap puncak kepala Jessica dan memberikan jacket yang ia pakai untuk menyelimuti tubuh mungil Jessica, membuat wanita disampingnya tersenyum dan menatapnya penuh dengan cinta.

I love you..” ucap Jessica sambil tersenyum kepada Yoong

Mee too baby.. baiklah aku akan mengemudi dengan sangat hati-hati agar tuan putri disampingku tidak terbangun huehehe” goda Yoong

“Berhati-hatilah Yoong..”

“Aku mencintai setiap perlakukan manismu kepadaku love” lirih Jessica didalam hati

Yoong mulai mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jessica. Posisi Jessica menghadap Yoong dan terus memperhatikan kekasihnya dengan lekat

Flashback (membahas kejadian setelah Jessica dan Yoong anniversary diapartemen Jessica)

Setelah kejadian malam di apartemen Jessica. Keesokannya Jessica buru-buru datang ke Sment untuk bertemu dengan Yoong. Karena ia tahu jika Yoong ada jadwal dan kebiasaan setiap member jika memiliki jadwal akan cek up semua nya digedung Sment terlebih dahulu. Maka ia memutuskan untuk pergi kesana menemui Yoong, tenyata benar ia menemukan Yoong sedang berada diruangannya bersama staff. Jessica langsung menarik Yoong keruang khusus Yoong, jika ia sedang beristirahat di dalam gedung Sment.

“Yoong.. maafkan aku” lirih Jessica

“Lupakanlah love.. aku tidak marah kepadamu. Aku mengerti bagaimana posisimu”

“Kau yakin? Maaf atas sikapku malam kemarin”

“Hmm.. aku yakin kau telah memiliki jawaban namun kau masih belum siap untuk memutuskan siapapun itu yang benar-benar ada dihatimu”

“Tidak. Yoong.. come on aku tidak memilihnya hanya karena kejadian dihari kemarin kami bersama dilokasi syuting. Kau lebih banyak memiliki moment bersamaku selama ini”

“Yes love aku mengerti. Sudahlah akupun tidak ingin membahas ini, aku hanya sedikit kacau ketika aku meninggalkanmu di apartemenmu kemarin malam. Maafkan aku  oke?”

“Kau sukses membuatku menangis bodoh!” kesal Jessica sambil memukul lengan Yoong

“Jess… siapapun yang kau pilih nanti. Aku harap dialah yang bisa membahagiakanmu seutuhnya. Jika aku bukan pilihan hatimu maka jangan memaksakan diri untuk memilihku hanya karena kau takut menyakiti pria sebaik diriku dan jika memang itu aku maka aku akan membahagiakanmu secara lahir dan batin. Aku tidak ingin membahagiakanmu hanya secara materi saja, aku ingin kau merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.”

Yoong, aku adalah wanita yang bodoh jika benar-benar menolakmu. Sejujurnya kau mengetahui jawabanku tapi kau mengelaknya hanya karena kau bersaing dengan kakakmu”

“Kita lihat nanti Jess.. jangan bicarakan apa yang belum terjadi. Aku yakin Hyung terus berusaha untuk mendapatkan dirimu lagi. Aku tidak bisa mematahkan semangatnya untuk saat ini, biarkan waktu yang menjawabnya”

“Apa kau akan mengalah untuk dia?”

“….”

“Jawab aku!”

“…”

“Apa kau ingin kembali bersama Tiffany?” tanya Jessica membuat Yoong kaget tidak menyangka jika Jessica akan menanyakan ini

“Tidak Jess.. come on”

“Maka jawab aku! Apa kau mengalah untuknya?!”

“Tidak!!” sedikit menggunakan nada Tinggi

“Tunjukanlah jika memang benar tidak”

“Tentu love. Please.. jangan menyangkutkan hal apapun dengannya”

“Maafkan aku.. aku hanya takut Yoong” lirih Jessica sambil menundukan kepalanya

“Oh my..”

Yoong langsung memeluk Jessica

“Tidak love, aku akan memperjuangkanmu. Aku tidak akan melihat kearah Tiffany, kau tahu dengan sangat jelas bahwa Tiffany adalah kekasih dari kakak tertuaku? Maka aku tidak mungkin merebutnya. Dan mereka telah berpacaran lebih lama dari kita love. Please..” Yoong mengeratkan pelukannya

“Aku percaya padamu. Beriaku sedikit waktu untuk memberi jawaban kepada Yuri”

“Tentu baby

Flashback end

Jessica tersenyum mengingat kejadian dimana ia bersama Yoong kembali pulih seperti biasa walaupun Yuri masih tetap mengejarnya dengan gigih tapi Jessica tetap pada pendiriannya yaitu menjalani kisah cinta bersama orang yang menyembuhkan lukanya. Perlahan tapi pasti ia mulai memejamkan matanya karena kantuk yang luar biasa, menatap pria disampingnya bagaikan meminum majito yang memabukkan perlahan tapi pasti membuatnya terlelap dalam mimpi indah. Yoong melirih kearah wanitanya yang kini sudah 100% tertidur pulas, ia tersenyum memandangi wajah cantik Jessica, namun tiba-tiba senyum itu sirna dikala ia mengingat sebuah kejadian

Flashback

“Hai bro.. kau akan pergi?”

“Oh Hyung, kau baru pulang? Ya aku akan pergi lagi aku hanya mengambil pakaian. Aku harus ke gedung SM lagi untuk membicarakan project bersama Hyo dan aku hanya memiliki jadwal kosong jam malam ini saja” tanya Yoong kepada pria yang ada dihadapannya saat ini

“Ya aku baru saja dari apartemen Jessica. Adikku pekerja keras, jagalah kondisimu”

“Oh ya? aku sibuk sekali hari ini jadi tidak sempat bertemu dengannya, aku bersyukur kau menemaninya hehe terimakasih Hyung

“Pria macam apa yang tidak menyempatkan waktu untuk kekasihnya? Aigoo Yoong~~”

“Yul.. jangan memulainya” tiba-tiba satu suara terdengar dari arah tangga. Ternyata Taeyeon bersama Tiffany

“Ini hampir tengah malam. Kalian akan pergi kemana?” tanya Yuri

“Oh aku mengantar Tiffany, ia lupa membeli sesuatu di minimarket. Kau mau pergi juga Yoong? Bukankah kau baru saja pulang?” ungkap Taeyeon

 “Ya aku ada sesuatu yang harus dikerjakan digedung SM projectkan baru dan aku hanya memiliki waktu malam ini untuk membahasnya. Aku pergi dulu Hyung.. Tiff” ucap Yoong sambil tersenyum kearah Taeyeon dan Tiffany

“Hati-hati dijalan dan jangan bekerja terlalu keras Yoong kau bisa sakit, perhatikan kondisi kesehatanmu” ucap Taeyeon

“Yoong…” panggil Yuri membuat Yoong berbalik kearahnya

“Ya Hyung?”

“Lepaskanlah dia untukku.. aku akan membahagiakannya” ucap Yuri

Yoong hanya membalasnya dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan, Tiffany yang melihat itu merasa sangat sakit. Ia tahu jika Yoong menahan rasa sakit didalam hatinya ketika Yuri mengucapkan kalimat tersebut.

“Jangan memulainya Yul.. berusahalah dengan keras dan biar Jessica yang menentukan, Yoong pergilah” ucap Taeyeon

Flashback END

Yoong menghela nafasnya mengingat kejadian tersebut ia sangat tidak bisa melupakan wajah Yuri yang memelas saat memohon kepadanya untuk melepaskan Jessica, disisi lain hubungannya bersama Jessica semakin manis dan baik-baik saja, walaupun ia beberapa kali harus menahan rasa pahit ketika Yuri mendekati Jessica dengan terang-terangan dan diberikan penolakan secara Terang-terangan juga oleh Jessica namun tetap saja ia tidak bisa melihat kejadian tersebut. Selama  2 jam perjalanan fokus Yoong terbagi dua dengan apa yang sedang ia pikirkan, sesampainya di parkiran apartemen Jessica, Yoong sedikit mendekat kearah Jessica

Love.. kita sudah sampai” bisik Yoong kepada Jessica

Tidak ada respon dari sang kekasih membuat Yoong tersenyum dan melihatnya secara lekat

“Kau cantik love.. bagaimana bisa aku melepaskanmu begitu saja?” lirih Yoong

Love.. bangunlah” bisik Yoong lagi sambil mengadukan hidungnya dengan hidung Jessica

“Kita sudah sampai sayang” ucap nya lagi kini sambil mengecup kening Jessica

Yoong sedikit kesal akhirnya ia memencet hidung Jessica dan benar saja Jessica langsung membuka matanya dan sedikit kaget lalu mengambil nafas dengan terengah-engah

“YAAA YOONG!!” teriak Jessica sambil memukul lengan Yoong

“HAHAHAHAHAHA” Yoong tertawa terbahak-bahak

“Ini tidak lucu Kwon Yoona” ucap Jessica langsung melemparkan jacket dan mengambil tasnya lalu keluar dari dalam mobil Yoong

Yoong kaget karena Jessica marah kepadanya, ia segera membuka seatbeltnya dan membuka pintu mobil kemudian berlari mengejar Jessica

“OMO.. love maafkan aku” rengek Yoong sambil terus berjalan dibelakang Yoong

“…”

Love kau sulit sekali dibangunkan, aku hampir gila”

“…”

Love.. maafkan aku”

*TINNG* Suara pintu lift pun terbuka dan Jessica langsung masuk kemudian disusul Yoong

“Maafkan aku *chuuu*” Yoong mengecup Pipi Jessica

“..”

Yoong kemudian sedikit mendorong Jessica dan memegang tangannya kemudian mencium bibir manisnya secara perlahan dengan penuh cinta…

*TING* pintu terbuka

Yoong segera melepaskan perlahan ciuman manisnya kepada Jessica dan mengandeng tangan kekasihnya itu menuju pintu kamar apartemen Jessica. Yoong menekan tombol password keamanan kamar Jessica, tiba-tiba terdengar suara bunyi lift lagi. Yoong yakin jika itu adalah manager Park dan benar saja. Jessica langsung masuk kedalam dan menuju kamar nya disusul oleh Yoong yang masuk kedalam kamar disampingnya

“Yaa aku ditinggalkan sendiri?” tanya manager Park

“Tunggulah kami akan membersihkan diri dulu Hyung” ucap Yoong

“Yoong bisakah kita bicara terlebih dahulu?” bisik manager Park

Hyung.. nanti saja bersama Jessica. Aku tidak ingin ada rahasia diantara kita berdua” Tolak Yoong sambil meninggalkan manager Park diruang santai

“Aku harap aku tidak membawa hubungan kalian semakin rumit” lirih manager Park

Manager Park nampak gelisah dengan apa yang ia akan sampaikan kepada Yoong dan Jessica, sudah 20 menit ia menunggu namun belum ada satupun yang keluar dari dalam kamarnya. *TINGTONG* bunyi bel Jessicapun terdengar, manager Park mengerutkan halisnya siapa tamu yang akan datang sudah hampir tengah malam seperti ini. Manager Park pun berjalan membuka kan pintu

“Omo kau lagi?” tanya seseorang yang kaget saat dibuka kan pintu

“Ada apa kau kemari malam-malam seperti itu?” tanya manager Park dengan nada tidak suka

“Aku ingin bertemu dengan Jessica”

“Tidak. Dia sedang membersihkan dirinya bersama Yoong”

“APA?!”

“Ya! kenapa kau berteriak”

“Biarkan aku masuk!” paksa Yul sambil berusaha menerobos pertahanan managaer Park

Keduanya saling mempertahankan posisinya

“Pulanglah Yul.. ini sudah malam”

Keduanya menoleh kearah sumber suara

“Sica! Apa benar kau mandi bersama Yoong?! Aish mana si brengsek itu?!!!” ucap Yuri sambil emosi dan kembali berusaha menerobos pertahanan managaer Park

“Tidak. Dia mandi dikamarnya! Kau pikir aku wanita macam apa?! PULANG. Oppa tutup pintunya!” kesal Jessica

“Omoo!! Jangan! baik aku akan pulang namun terimalah ini!” pinta Yuri sambil memberikan satu buket bunga mawar putih dan beberapa kantung makanan kepada manager Park

“Aku tahu kau belum makan, makanlah bersama Yoong. Aku pulang.. bye” ucap Yuri

“Terimakasih” ucap Manager Park

Yuri tersenyum kearah manager Park dan sedikit melihat kearah Jessica dengan tatapan yang sulit diartikan. Tatapan itu terasa menyakitkan Jessica tahu itu namun ia tidak bisa berbuat banyak, karena ada yang harus ia jaga perasaannya. Yuripun berjalan meninggalkan pintu kamar Jessica

“Yul.. hati-hati dijalan” ucap Jessica

“Tentu. Selamat malam Sica..” ucap Yuri lagi

Manager Park menutup pintu dan keduanya masuk kedalam menuju pantry untuk membuka makanan yang dibawakan oleh Yuri, ada satu buah kantung Roti kesuakaan Jessica yang dibawakan oleh Yuri membuat dirinya tersenyum

“Woaaahh makanan!!” ucap Yoong yang baru saja datang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk

“Biar aku yang mengeringkannya sayang” pinta Jessica sambil mengambil alih handuk yang di pegang oleh Yoong

“Kau beli dimana Hyung? Kau memang terbaik” ucap Yoong, Jessica langsung menatap manager Park berharap agar ia tidak membicarakan jika Yul yang memberikannya

“Aaaah tadi seorang pria datang memberikannya bukan aku” ucap manager Park polos sambil menuangkan Kimchi ke mangkuk

“Pria? Apa dia kemari? Omo.. kenapa kau tidak membiarkan dia masuk?” ucap Yoong langsung berdiri dari tempat duduk dan berlari menuju pintu dan keluar

“YAA oppa!!! Kenapa kau memberitahunya!!!” kesal Jessica dan langsung mengejar Yoong juga

“Dia sudah pulang pasti Yoong, sudahlah. Kajja kita masuk”

“Kenapa kau tidak menyuruhnya masuk dulu Jess? Dia pasti lelah mengemudi lalu langsung pulang begitu saja, pasti dia ingin makan malam denganmu”

“Kajja kita masuk..” tarik Jessica sambil menarik Yoong

“Makanan sudah siaap..” ucap Manager Park

Yoong pun duduk di meja makan yang berada di pantry dan melihat beberapa makanan yang dibawakan dan semuanya adalah kesukaan Hyung nya tersebut soup kimchi, ayam saus madu, jajangmyeon, dan roti kesukaan Jessica. Yoong senyum karena type makanan dirinya dengan Yuri sangat berbeda, Yoong tidak menyukai ayam saus madu dan jajangmyeon, ia lebih menyukai makanan pedas, Jessica menyadarinya dan mengambil ramen didalam laci nya

“Tunggulah aku akan memasakan ramen untukmu love

“Tidak apa baby aku memakan makanan yang ada saja, duduklah disampingku” pinta Yoong

Jessicapun menaruh kembali ramen yang sudah ia ambil dan meneguk jus buah yang ia ambil dari dalam kulkas.

Oppa kau ingin membicarakan apa?” tanya Yoong sambil menyeruput kuah soup kimchi

“Hmm makan lah dulu Yoong” ucap manager Park

Baby makanlah rotinya kau lapar aku tahu itu, biar aku yang menyuapkannya kepadamu” Yoong mengambil satu buah roti dan memberikannya kepada Jessica

“Katakanlah Oppa” pinta Jessica sambil menguyah Roti yang diberikan Yoong

Baby apa kau tidak memiliki saus? Aku membutuhkannya. Ayam ini terlalu manis”

Jessica beranjak dari bangkunya untuk mengambil saus yang diminta oleh Yoong

“Terimakasih baby” ucap Yoong langsung menyantap kembali ayam yang diberikan saus

“Jangan terlalu banyak Yoong! Kau sakit perut nanti” geram Jessica sambil memukul lengan Yoong

“Ouuuuchhh pukulanmu lebih menyakitkan dibanding pedas ini baby!”

“Maafkan aku sayang” elus Jessica kepada tangan Yoong

OPPAAA! CERITAKAN!” teriak Jessica

“Aku sedang makan Jung. Sabarlah! Oh ya Yoong besok kau harus bertemu notaris dari Appamu”

“Hah? Ada apa?”

“Hmm aku tidak tahu”

“Aturlah jadwalku setelah aku bersama Jessica, mungkin malam hari. Karena besok aku akan menemaninya dilokasi syuting bersama Hyo”

“Biarkan aku makan dulu lalu kita bahas oke?” ucap Manager Park

Manager Park menyelesaikan makan lalu beranjak dari tempat tersebut untuk mencuci piring dan mangkuk yang dipakai olehnya tadi dan tidak lupa menyuci juga milik Yoong dan bekas soup tadi, Yoong menghabiskan semua ayam yang ada Jessica hanya mengelengkan kepalanya lalu Yoong beranjak juga untuk mensikat giginya sedangkan Jessica membersihkan meja yang kotor. Yoong sudah menyelesaikan menyikat giginya lalu ia duduk di sofa tengah dengan meminum satu botol beer

“Jangan meminum itu terlalu banyak, besok kau harus mengantarku ke lokasi syuting” pinta Jessica yang duduk disamping Yoong

“Siap ahjumma” ucap Yoong sambil merangkul Jessica didalam pelukannya

Manager Park datang duduk dihadapan mereka berdua dan menghela nafasnya

“Terimakasih Oppa” ucap Jessica

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?”

Manager Park membuka tasnya dan memberikan beberapa berkas kepada Yoong. Membuat Yoong dan Jessica mengerutkan halisnya, Yoong segera membuka berkas tersebut kemuudian membanting berkas tersebut dimejanya

“Berita itu akan liris besok pagi dan kau harus mengakui hubungan scandalmu dengannya” ucap manager Park membuat Jessica mengerutkan halisnya dan melihat berkas tersebut

“TIDAK!” bentak Jessica setelah melihat berkas tersebut

“KAPAN KAU BERTEMU DENGANNYA?! KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU!!”

“YAA! KWON YOONA!!!”

“Jess.. aku bisa menjelaskannya. Ini tidak seperti yang kau kira love” ucap Yoong sambil menenagkan kekasihnya dengan memegang erat tangan Jessica

“Lalu apa maksud dari semua ini?” tanya Jessica yang sudah sedikit melemahkan suaranya

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau bertemu dengannya? Kau bisa memberitahuku dulu Yoong” ucap manager Park

“Aku hanya akan menjelaskan ini satu kali saja, tolong dengarkan dengan baik. Malam dimana perayaan anniversary-ku bersama Jessica, dia menghubungiku dan meminta untuk bertemu dan membicarakan project duet kita yang akan berlangsung bulan ini. Aku bertemu dikedai kopi dan disana sudah sepi dan hampir tutup. Seohyun memang memintaku untuk menyetujui skandal yang akan dibuat agensi kami untuk meningkatkan rating penjualan, tapi aku menolaknya. Aku tidak membutuhkan itu kau tahu itu bukan Hyung? Namun dia memaksaku dan aku tidak menyangka jika ada yang memotret moment kita disana.” Jelas Yoong

“Aishhh dasar ular!!!!” geram Jessica

“Lalu bagaimana besok? Didalam ada sebuah surat yang harus kau baca untuk besok membuat pernyataan di depan publik”

“Tidak! Aku tidak akan melakukannya! Kau gila? Jessica kekasihku bukan Seohyun!” tolak Yoong

“Kau terlambat Yoong, kita tidak bisa berbuat banyak.s”

“Batalkan kolaborasiku dengannya dan hitung semua kerugian perusahaan, aku akan mengantinya secara tunai nanti!”

“Yoong..” panggil Jessica

“Yes love?”

“Lakukanlah.. aku tahu ini yang terbaik untukmu”

“TIDAK! JANGAN GILA! Ini belum beberapa bulan semenjak scandal kita keluar mereka pikir aku pria macam apa bagaimana fansku? Oh lebih baik aku mengakui hubunganku dengamu Jung” tolak Yoong

“Dan aku tidak akan pergi kemanapun besok apa lagi keperusahaan, aku akan mendampingi kekasihku syuting” tolak Yoong langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya

“ARRRRGGGGHHH!!!” teriak manager Park

Oppa.. pulanglah biar aku yang mengaturnya bersama Yoong, jangan terlalu dipikirkan. Besok akan berjalan sesuai rencana” ucap Jessica dan beranjak menyusul Yoong

Love..” panggil Jessica

“Boleh aku tidur disini malam ini?” tanya Jessica lagi

“Tentu.. maafkan aku tadi sedikit membentakmu” sesal Yoong

.

.

.

Sunny sedang duduk santai di sofa rumahnya tiba-tiba panggilan masuk, ia melihatnya

On The Phone

“Selamat malam Tuan Kwon..” sapa Sunny

“Malam Nona Lee. Maaf menganggu waktumu malam ini”

“Tidak apa-apa Tuan.. apakah ada yang ingin Anda sampaikan?”

“Hmm bagaimana tentang surat yang aku ajukan kepada semua anak-anakku? Apa mereka menyetujuinya?” tanya Tuan Kwon

“Maafkan aku Tuan, aku belum bertemu dengan ketiga putra Anda. Karena jadwal mereka yang sangat padat. Mungkin besok atau lusa Saya akan memulainya. Jadwal Tuan Taeyeon kosong untuk besok dan Yoong juga seperti yang dikabarkan oleh managernya, dia memiliki waktu yang kosong besok”

“Hmm baiklah. Aku harap tidak ada masalah dengan semuanya”

“Tuan.. maafkan Saya sebelumnya jika Saya lancang. Namun apa Anda yakin dengan apa yang Anda tulis didalam surat ini?”

“Aku yakin. Jangan takut aku pastikan mereka tidak menolaknya Sunny-aah”

“Tidak, hanya saja.. Saya rasa ini akan merugikan atahu membuat iri salah satu Putra Anda Tuan..”

“Tidak. Aku rasa ini sudah adil. Ini keputusan finalku.”

“Aaah baiklah Tuan, maafkan atas sikap lancang Saya. Saya akan memberi kabar baik secepatnya kepadamu”

“Baiklah selamat malam nak”

*Klik panggilan tersebut terputus”

On the phone end.

Sunny menghela nafasnya dan beranjak dari sofanya untuk melihat berkas yang tadi dibicarakan

.

.

.

“Yul..” panggil seseorang ketika ia baru saja masuk kedalam massion Kwon

“Oh kau?  Dimana Taeyeon Hyung?” tanya Yuri

“Bisakah kita bicara?” tanya Tiffany

“Tentu” jawab Yuri sambil mengikuti Tiffany dari belakang menuju halaman belakang rumah mereka

“Yul..” panggil Tiffany

“Hmm? Apa yang ingin kau sampaikan”

“Bisakah aku meminta bantuanmu?”

“Untuk?”

“Aku tidak tahu bisa mengatakan ini kepada siapa lagi dan aku tidak tahu bagaimana aku mengatakannya kepadamu. Karena bagaimanapun dia adalah kakak kandungmu, namun aku rasa aku tidak bisa terus seperti ini..” ada helaan nafas berat ketika Tiffany tidak melanjutkan kalimatnya

“Katakanlah.. aku akan membantu jika memang aku bisa membantumu Tiff” Yuri hanya menatap Tiffany secara seksama dan menungu Tiffany melanjutkan pembicaraannya

“Bantu aku keluar dari rumah ini..”

“Hah? Maksudmu? Apa Taeyeon Hyung melarangmu keluar dari rumah ini?” tanya Yuri tidak percaya

“Seperti itulah kenyataannya, sungguh Yul aku hanya ingin kembali ke apartemenku dan menjalani kehidupanku di Korea secara normal karena itulah tujuanku kembali ke negara ini. Namun ia terlalu mengkhawatirkanku..”

“Apa dia sudah gila melarangmu kembali ke apartemenmu sendiri? Aish sipendek itu!! Aku kira kau memang tidak memiliki tempat tinggal disini maka dari itu kau memutuskan untuk tinggal disini.. tunggu sebentar”

Yuri meninggalkan Tiffany membuat Tiffany kebinggungan dan melihat kearah mana Yuri pergi beberapa menit kemudian Yuri kembali lagi dengan membawa satu kaleng kopi dan satu kaleng jus untuk menemani sesi curhat mereka, heumh.. Tiffany lebih tepatnya.

“Terimakasih”

“Hmm jadi apa yang bisa aku perbuat untuk membantumu?”

“Aku hanya ingin kembali ke apartemenku. Aku rindu dengan suasana disana..”

‘dan semua kenangan yang berada didalamnya..’ ucap Tiffany dalam hatinya.

“Baiklah aku akan membicarakannya dengan Taeyeon Hyung secepatnya”

“Jangan! Dia pasti akan menolaknya.. aku harap kau memiliki cara yang terbaik selain bicara berdua dengannya”

“Tenanglah Tiff aku lebih mengetahui kakak kandungku sendiri”

“Hmm aku hanya takut jika ia mengira aku yang memaksamu dan dia aka..” kalimat tersebut tidak dilanjutkan oleh Tiffany membuat Yuri tersenyum ke arahnya

“Ya aku sangat mengerti Tiff.. jika dibandingkan dengan aku dan Yoong dia adalah pembunuh berdarah dingin hahahaha” canda Yuri namun hanya dibalas senyum oleh Tiffany

“…”

“Ups maafkan aku.. aku tidak bermaksud seperti itu”

“Tidak apa Yul..”

“Apa dia bersikap kasar kepadamu Tiff? Eummm maksudku secara lisan? Atahu mungkin secara fisik?” tanya Yuri

“Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya kepadamu. Aku rasa tahu tahu dengan sangat jelas tentang dia Yul”

“Katakanlah Tiff..”

“Terkadang aku bingung dengan siapa aku berbicara ketika ia berubah sikap secara mendadak. Taeyeon bisa berkata kasar dan beberapa detik kemudian ia selalu meminta maaf dan bersikap seolah tidak ada apa-apa. Sudah beberapa kali aku mendapatkan perlakuan yang kurang baik seperti menarikku dengan kasar, membentakku bahkan pernah satu kali Taeyeon menamparku karena aku masih mengingat… heumh.. mantanku Yuri-ah.”

“Manusia tidak ada yang sempurna Tiff sama seperti keluargaku, kami selalu dipisahkan oleh waktu dan kesibukansehingga mungkin kami kurang mengerti satu sama lain. Kami pernah bertengkar bahkan kami pernah saling memukul ketika kami remaja namun hanya aku dan Taeyeon, karena Yoong tidak pernah melawan ataupun membalas apa yang kami lakukan. Aku tidak bisa seperti Yoong yang menerima apapun yang Taeyeon Hyung lalukan. Sejak kami kecil eomma selalu mengajarkan kami untuk memahami satu sama lain sebagai saudara karena bagaimanapun darah akan lebih kental dari pada air.” Yuri tersenyum kecil mengingat masa kecilnya bersama kedua saudaranya. Dia terdiam sebentar sebelum kembali berbicara.

“Aku sangat mengerti jika Taeyeon Hyung lebih dingin dari pada aku dan Yoong karena sejak kecil Appa selalu membebankan apapun kepadanya, seperti sekolah diluar negeri dialah yang paling lama diluar karena Appa tidak tahan juga dengan perilaku jagoannya yang hampir tiap detik bertengkar hehe mungkin aku dan Taeyeon.” Ada tawa dalam kenangan-kenangan yang sejak tadi bermain di pikiran Yuri.

“Lihat saja hanya Yoong yang tidak bersekolah keluar negeri karena dia paling menurut kepada Appa dan Eomma. Bersekolah diluar sebenarnya adalah hukuman atas perilaku diriku dan Hyung yang tidak sesuai dengan kehendak Appa dan mungkin itulah yang membuat Hyung sangat tertekan dan mungkin takut kehilangan orang yang ia sayangi. Bagaimanaun Hyung, aku dan Yoong telah kehilangan seorang ibu namun kami tidak pernah bersamanya ketika waktu sulitnya. Hyung dan aku sedang diluar negeri sedangkan Yoong sibuk dengan masa Trainee-nya. Mungkin itulah yang membuat Hyung sangat takut kehilangan orang yang ia sayang dan selalu ingin berada disampingmu Tiff..” terang Yuri membuat Tiffany terdiam memikirkan kembali semua hal yang baru Yuri terangkan padanya.

“Taeyeon pernah menceritakan ini kepadaku juga Yul tapi aku tidak tahu jika adiknya yang terakhir adalah seorang bintang besar di Korea” lirih Tiffany mengingat lagi mantan kekasihnya yang ternyata adalah adik kekasihnya juga.

“Haha kami memang tidak pernah memberitahukannya. Aku dan Taeyeon hyung sepakat untuk tidak mencampuradukkan urusan bisnis dengan karir keartisan yang ingin dijalani Yoong.”

“…”

“Yoong itu seperti rusa kecil yang manis. Sejujurnya aku tidak pernah menyangka bahwa Yoong bisa menjadi sedewasa sekarang. Kau tahu Tiff, jika ia adalah lelaki sempurna diantara kami berdua.”

“Sejak kecil, Appa dan Eomma sangat menyayangi Yoong karena sikapnya yang luar biasa. Dia selalu mengalah kepadaku dan Taeyeon hyung. Yoong tidak pernah marah bahkan menangis jika kami jahili. Maka dari itu sebenarnya didalam lubuk hatiku paling dalam aku tidak tega jika aku harus merebut kekasihnya. Namun bagaimana lagi, cinta itu butuh diperjuangkan bukan? Walaupun aku tahu dia pria yang sangat pantas untuk mengantikan posisiku dikehidupan Jessica” Senyum kecut itu mengembang di bibir Yuri yang menyadari bahwa adiknya itu memang adalah pria yang terbaik untuk wanita yang masih sangat dicintainya hingga detik ini dan seterusnya.

“Yul.. berhentilah dan biarkan mereka bahagia. Walaupun itu sakit namun kau pasti bisa menahannya dan terbiasa dengan rasa sakit itu ketika kau melihat dia bahagia dengan kehidupannya sekarang” Tiffany mencoba menasehati calon adik iparnya itu. Sejujurnya masalah ini bukan hanya menyakiti hati Yuri dan Yoong, tapi hatinya juga. Kenapa? Karena Tiffany tidak sanggup untuk melihat Yoong terluka lagi karena seorang wanita. Salah satu alasan yang membuatnya pergi ke Amerika adalah karena ia tidak mau melihat Yoong tersakiti karena keegoisannya.

“Apa kau akan merelakan orang yang kau sayangi jika ia telah bahagia dengan orang lain?” tanya Yuri kepada Tiffany.

 “…”*DEG* Tiffany tidak bisa berkata-kata apapun. Mulutnya bisa saja berkata bahwa ia baik-baik saja tapi hatinya menolak untuk mengatakan itu semua.

“Tiff.. apa yang kau lihat dan kau dnegar belum tentu  adalah yang sebenarnya terjadi. Namun apa yang kau rasakan itulah k yang sebenarnya. Yang artinya adalah kebahagiaan yang kau lihat dan kau dengar belum tentu sama dengan apa yang kau rasakan didalam hatimu. Cinta itu butuh diperjuangkan sampai pada akhirnya tidak layak lagi untuk diperjuangkan. Dan aku rasa saat ini aku masih harus berjuang dengan apa yang aku rasakan kepada Jessica” jelas Yuri membuat Tiffany menatapnya secara lekat

“Ya kau benar Yul. Cinta itu harus diperjuangkan”

“Kajja kita masuk Tiff ini sudah tengah malam” ajak Yuri

“Yul.. terimakasih”

“Hmm sama-sama, jika aku bisa aku akan membantumu, jangan dipikirkan. Dan jika memang kakakku berbuat kasar kepadamu baik lisan maupun fisik beritahu saja aku oke? jangan ragu untuk meminta tolong kepadaku, oh ya mana smartphonemu? Biar aku menyimpan nomorku untukmu”

“Aku meninggalkannya di kamarku, bagaimana jika besok kau memintanya dihadapan Taeyeon? Agar tidak terjadi salah paham”

“Apa dia cemburu dengan saudara kandungnya juga? Aish! Baiklah ayo kita masuk angin malam tidak baik untuk seorang wanita”  Yuri berucap sambil beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Tiffany masuk kedalam rumah.

.

.

.

Keesokan harinya sinar mentari mengantarkan seseorang terbangun dari tidur lelapnya dan menyusup kedalam pelukan hangat tubuh seseorang. Jessica telah terbangun dari tidur lelapnya dan memeluk tubuh seseroang yang ada disampingnya dan mencoba terlelap kembali

Love bangunlah jangan tidur lagi, jadwalmu dua jam lagi. Kajja kita bersiap-siap” bisik Yoong

“Hmm”

Love…” panggil Yoong sambil mengusap puncak kepala Jessica dan sedikit mengerakan tubuh Yoong dan secara perlahan membalikan tubuh Jessica dalam dekapannya

Kini posisi Yoong berada diatas tubuh Jessica, membuat wanita tersebut terbelak dan secara penuh tersadar. Ia kaget bukan main karena untuk pertama kalinya Yoong melakukan hal ini. Jantungnya tidak bisa berbohong jika ia merasakan getaran yang berbeda, berpacu dengan sangat cepat detak jatungnya tidak bisa ia kontrol dengan sangat cepat membuat dirinya tersipu malu.

“Oh god baby mukamu sangat merah hahaha maafkan aku” lirih Yoong yang langsung beranjak turun dari kasur. Jessica masih terpaku dengan apa yang dilakukan Yoong tadi padahal Yoong tidak berbuat apapun selain menatap wanitanya Jessica.

“Aku akan mandi terlebih dulu love, kau pergilah mandi jangan tidur lagi oke?” ucap Yoong sambil meninggalkan kekasihnya yang masih tertegun karena ulahnya tadi.

“Shit apa yang aku lakukan. Oh god jantungkku” runtuk Yoong dalam hati sambil berjalan menuju kamar mandi

Disisi lain

“Apa itu tadi? Perasaan apa ini? apa benar jika hatiku ini sudah dimiliki seutuhnya oleh kau Yoong” lirih Jessica dalam hati

Jessica beranjak dari kasur Yoong dan berjalan keluar kamar untuk memasuki kamar mandi miliknya, namun keduanya masih dalam posisi binggung karena kejadian tadi sepanjang membersihkan dirinya keduanya tidak henti-hentinya meruntuk dirinya masing-masing karena sikap bodohnya. Satu jam kemudian keduaya telah rapih dengan pakaian yang mereka sudah siapkan, Yoong keluar terlebih dahulu dan menyiapkan juice dan membuatkan Jessica roti bakar. Jessica baru saja keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri Yoong

“Eeeuuummm harumnya..” lirih Jessica

“Seperti biasa roti coklat bakar kesukaanmu love” ucap Yoong sambil menarik Jessica kedalam pelukannya di lingkarkan tangannya ke pingang wanita dihadapannya

“Kau sangat mengerti apa yang aku inginkan saat ini Baby” ucap Jessica sambil menatap Yoong

“Tentu. Apa kau siap untuk hari ini? Ini akan menjadi hari yang paling indah untukmu, aku janji. Apapun keputusanku aku tidak ingin mengecewakanmu sayang” ucap Yoong

“Hahaha jangan membuat siapapun terluka, kau lelaki sejati bukan?” tanya Jessica

“Tentu saja love..” Yoong mendekatkan dirinya kepada Jessica

Yoong mulai mengecup manis bibir wanita dihadapannya secara perlahan yang membuat kecupan manis tersebut menjadi sebuah ciuman yang sedikit panas, tangan Jessica sedikit meremas baju belakang Yoong..

“…”

*Tiing* bunyi suara panggangan membuat keduanya melepaskan surga dunia yang mereka rasakan pagi ini. Keduanya mengambil nafas secara perlahan. Jessica meninggalkan Yoong disana dan menuju ruang tv sedangkan Yoong mengangkat roti bakar yang ia buat untuk kekasihnya tidak lupa ia membawakan dua gelas jus kesukaan dirinya dan Jessica

“Untuk tuan Putri yang akan sarapan pagi ini” ucap Yoong sambil membawa roti tersebut ke meja ruang Tv

“Eeeemmm wanginya sangat harum baby..” Jessica akan mengambil roti bakar dihadapannya

“Tunggu! Itu masih panas sayang!! Biarkan aku yang mengambilkannya untukmu.” Ucap Yoong sebari mengambil roti tersebut lalu memotong dan meniupinya

“Aigoo kau manis sekali baby” lirih Jessica sambil tersenyum melihat Yoong meniupi roti bakarnya

“Ini aaaaa” Yoong menyodorkan sepotong kecil roti yang telah dingin

Jessica memakannya dengan penuh semangat karena mendapatkan suapan dari Yoong,. Keduanya bagaikan sepasang suami isteri yang baru saja menikah karena kejadian sejak bangun tidur tadi pagi yang tidak henti-hentinya sangat manis. Tiba-tiba suara bel apartemen Jessica berbunyi.. Yoong segera membukakan pintunya

“Oh Hyung.. apa kau tidak kekantor?” tanya Yoong

Membuat Jessica menghenduskan nafas kasarnya karena kejadian manis ini akan berakhir karena ada tamu yang datang..

“Kau ada apa kemari pagi-pagi seperti ini?” tanya Jessica

“Menjemput artisku haha dan menanyakan keputusan apa yang dia buat, karena penyataan skandal akan dibuat siang nanti dan asal kau tahu saja berita ini akan di tayangkan beberapa jam lagi” terang manager Park

“Hmm aku sudah tidak peduli Hyung perusahaan akan berbuat apa. Aku akan datang ke acara tersebut setelah aku mengantarkan kekasihku ke tempat lokasi. Aku akan menjelaskan kepada media jika aku dan dirinya hanya sebatas teman duet dan kami dekat sebagai kakak adik dan aku akan memberitahu kepada semuanya jika aku telah memiliki kekasih. Namun aku tidak akan memberitahu siapapun itu” terang Yoong sambil mengusap puncak kepala Jessica yang sedang menghabiskan roti bakarnya

“Bagus! Aku suka caramu, aku akan selalu mendukung apapun yang kau lakukan. Tapi.. sebaiknya kau jangan membuka hubunganmu dengan Jessica untuk saat ini. Kau tahu.. fansmu.. mereka pasti akan patah hati dan sedih mengetahui idola mereka sudah menjadi milik wanita lain.”

“Ssssttt kajja kita berangkat” ajak Jessica sambil menarik kekasihnya dari sofa

Oppa maaf ambilkan tas yang akan kubawa dikamar, aku dan Yoong  akan menunggu di mobil.” Pinta Jessica pada asisten kekasihnya.

 “Sayang, kau ikut bersama staffku di van?” tanya Jessica

“Bersamamu tentunya.” ucap manager Park memberikan jawaban yang akan Yoong berikan pada kekasihnya.

Semuanya siap berangkat kelokasi Jessica melakukan syuting, sesampainya disana ternyata Hyo sudah tiba lebih dulu. Yoong memeluk rekannya tersebut sedangkan Jessica langsung menemui crew untuk memastikan segala sesuatunya. Beberapa media berada disana untuk meliput syuting perdana Jessica dan beberapa wartawan pun kaget melihat kehadiran Yoong dan Hyo disana. Ketika mereka  berjalan menuju ruang tunggu dna melewati beberapa wartawan Yoong dan Hyo hanya tersenyum.

Love.. lakukan dengan senyaman mungkin aku yakin kau bisa melakukan ini…” ucap Yoong sambil menatap Jessica dan membenarkan poni Jessica yang sedikit berantakan

“Apa lagi ini Yoong?!” tanya Hyo saat membuka layar handphoennya

“Apa beritanya sudah dikeluarkan Hyung? Baiklah, jaga kekasihku untukku Hyung aku harus ke gedung SM menyelesaikan ini” jelas Yoong

“Yaaa! Apa maksudnya ini Yoong?!!!!” teriak Hyo

Namun sayang setelah Yoong mengecup singkat puncak kepala Jessica ia langsung berlari keluar ruangan dan masuk kedalam mobilnya bersama manager Park sebelum berita terdengar kepada wartawan didepan yang bisa menghadang dirinya, benar sana ketika Yoong sudah masuk kedalam mobil kerumunan wartawan tersebut terliat gaduh

“Berita sangat cepat menyebar bagaikan virus” lirih Yoong kesal yang langsung melajukan mobilnya menuju gedung SM

.

.

.

Gedung SM sudah padat di kerumuni fans dan wartawan, Yoong langsung memasuki ruang pertemuan. Sinar blitz membuat nya sedikit kaku dan sangat kikuk. Ia membawa kertas yang diberikan oleh manager Park yaitu pernyataan yang sudah ditulis oleh staff yang mengurus tentang skandal ini

“Hallo.. apa kalian tidak bosan bertemu denganku lagi?” tanya Yoong kepada wartawan

Membuat keadaan semakin ricuh diluar sana sangat terdengar beberapa fans yang teriak

“JADI BENAR TENTANG HUBUNGANMU BERSAMA SEOHYUN?”

“SEPERTINYA KASUSNYA BERBEDA SAAT KAU BERSAMA JESSICA. KARENA TIDAK ADA SEOHYUN DISAMPINGMU”

“Hmm kasusnya memang berbeda dengan Jessica noona namun tetap saja aku harus meminta maaf sebelumnya kepada fans yang telah aku buat gelisah, risau dan mungkin patah hati karena berita ini. Aku Kwon Yoona tidak memiliki hubungan apapun bersama Seohyun, jika pun ada hubungan kami hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih.” Yoonan terdiam sejenak mengambil nafasnya, memutarkan pandangannya pada semua yang ada disana.

“Seohyun adalah adik yang sangat aku perhatikan karena pada saat masa pelatihan kami adalah teman dekat. Jadi sangat wajar jika kami meminum coffee bersama bukan? Lalu aku akan memberikan sedikit bocoran jika kami akan melalukan duet bersama dibulan ini. Jadi jangan salah paham atas apa yang terjadi saat ini. Kami bertemu hanya sebatas untuk pekerjaan. Karena bagiku fansku lebih penting dari pada seorang wanita yang ada dihatiku saat ini yang artinya aku tidak memiliki siapapun” ucap Yoong

Yoong langsung meninggalkan ruangan tersebut, walau sedikit riuh karena pernyataan Yoong berikan semuanya tidak puas atas jawaban yang Yoong berikan karena terlalu singkat. Yoong masuk kedalam ruangannya dan siapa sangka disana sudah ada Tuan Lee selaku pemilik saham terbesar di SM yang langsung menampar pipi mulus Yoong yang membuat semua nya kaget bukan main terlebih lagi manager Park

“APA MAKSUDMU KWON YOONA? APA KAU TIDAK MEMBACA PERJANJIAN KITA? APA KAU TIDAK MEMBACA SKRIP YANG KAMI BERIKAN? KAU PIKIR KAU SIAPA?! KAU SIAPA?! HAH!?”

“Tuan Lee” lirih manager Park

“TIDAK TAHU DIUNTUNG!! KAU BESAR ATAS NAMA KAMI! KAU MEMILIKI BANYAK FANS KARENA KAMI JANGAN LUPAKAN ITU ANAK KURANG AJAR! KAMI SUDAH SUSAH PAYAH MEMBANGUN IMAGE KAU UNTUK DEBUT DUET DENGAN SANGAT BAIK! MENUTUPI KASUSMU DENGAN JESSICA!!”

“Dan aku hancur karena kau juga? Benar? Apa kau pikir dengan scandal brand image yang kau pikir itu baik juga membuat namaku baik juga? Pikiran macam apa itu tuan?” tanya Yoong dengan tatapan sinis

“APA KAU BERANI MENENTANGKU?!”

“Kenapa aku harus takut? Aku memang mendapatkan nama besar berkat dirimu namun jangan lupa kau mendapatkan untung besar karena usahaku. Aku rasa sudah jelas jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi aku akan pergi menjalani hidupku dihari yang harusnya aku menikmati liburanku!” ucap Yoong sambil berjalan meninggalkan ruangannya

“Aaaah dan satu lagi! Hubunganku dengan Jessica adalah yang terindah dalam hidupku, jangan pernah menganggu hubungan kami jika kau tidak ingin kehilangan tambang uangmu secara sekaligus”

“YAAA!!! ANAK SIALAN!!!” teriak tuan Lee

.

.

.

“Sun—ny” ucap Taeyeon terbata-bata

“Yaaa Taeyeon-aaahh.. ommooo aku merindukanmu” ucap Sunny yang baru saja datang

“Hahaha jadi kau adalah anak tuan Kwon? Ommo aku tidak menyadari itu. Aku pikir siapa?! Aigooo” canda Sunny

“Bagaimana bisa ini terjadi? Selama ini kau kemana saja Sunny-aah?” tanya Taeyeon

“Aku? Ada! Kau yang kemana?! Kenapa kau menghilang begitu saja! Bodoh!!!” gerutu Sunny

“Hahaha.. jadi apa yang kau ingin katakan? Jadi kau adalah notaris dari ayahku” tanya Taeyeon

“Yaa! kau tidak menjawab pernyataanku?!”

“Sudahlah aku malas membahasnya kita harus menyelesaikan urusan kita bukan?” tanya Taeyeon lagi

“Hmm baiklah.. kau berhutang penjelasan kepadaku! Bacalah ini dan aku harap kau tidak kaget dan bisa menandatanganinya dibawah”

Taeyeon mengambil berkas tersebut dan membaca, ia langsung menaruhnya dimeja dan memejamkan matanya

“Apa yang harus aku lakukan Sunny-aah”lirih Taeyeon sambil menyenderkan tubuhnya kesofa

“Aku sudah menyanyakan ini kepada tuan Kwon namun keputusannya sudah bulat. Maafkan aku tidak bisa menolongmu Taeyeon-ah”

“Bisakah aku tidak menandatangani nya? aku ingin bicara langsung dengan Appa ini tidak adil Sunny-ah”

“Beliau tidak akan kembali sebelum kalian bertiga menandatangani keputusannya” ucap Sunny

“Kapan kau akan membicarakan ini dengan kedua adikku?” tanya Taeyeon

“Dengan Yoong malam ini untuk Yuri sepertinya dia jadwalnya kosong besok. Aku sudah menghubunginya namun tidak bisa diganggu”

“Biar aku yang menghubunginya untuk datang sekarang juga, tenanglah”

“Terimakasih..”

“Namun untuk Yoong aku tidak bisa saat ini karena ia memang sedang sibuk sepertinya dna aku harus membicarakan ini terlebih dahulu bersama Yuri”

“Baiklah. Aku tahu ini sangat sulit untukmu..”

“Kajja kita pesan makan saja, aku tahu kau lapar. Aku sudah menyuruh Yuri untuk datang kesini bertemu denganku jadi tenanglah dia akan segera sampai karena jarak kantor kesini hanya 30 menit bukan? Hmm apa kau sudah lama bekerja dengan Ayahku?” tanya Taeyeon

“Cukup lama, hampir 2 tahun. Disaat Yuri bergabung dengan perusahaan aku pun ikut bergabung. Kau kemana saja?” tanya Sunny

“Aku menyelesaikan pendidikanku diluar hehe lalu aku baru beberapa bulan ini ada dikorea dan bergabung dengan perusahaan Appa

“Pantas aja, bagaimana dengan Yoong? Memang dia tidak tertarik dengan perusahaan?” tanya Sunny

“Tidak. Ia memiliki bakat yang lain maka Appa memutuskan jalan hidupnya tidak diperusahaan. Bagaimanapun darah eomma sangat kental didirinya sehingga Appa tidak bisa melarangnya. Namun aku tidak menyangka jika Appa bisa melakukan ini kepada Yoong”

“Ini yang terbaik untuknya aku yakin”

“Semoga saja.. keputusan ini tidak melukai siapapun”

Kemudian Yuri datang menghampiri

Hyung..”

“Oh kau sudah sampai, duduklah Yul..” pinta Taeyeon

“Dia?” tanya Yuri sambil melirik kearah Sunny

“Dia Notaris Appa dan kau kenapa so sibuk sekali untuk bertemu dengannya!! Aigoo!!!” dipukulnya kepala Yuri membuat Sunny tertawa

“Hai.. Kwon Yuri” sambil memegang kepala belakangnya yang dipukul oleh Taeyeon

“Hahahaha dasar kau!” ucap Sunny

“Aku mengataka dia itu maksud ku ada apa dia disini?! Aigoo lagipula kami bisa bertemu kapan saja Hyung!”

“Hahaha aku lupa jika kalian saling mengenal” ucap Taeyeon

“Jadi apa yang ingin kau sampaikan Sunny-ah?” tanya Yuri

“Bacalah” sambil menyerahkan berkas tersebut kepada Yuri

“Gila! Tidak aku tidak menyetujuinya! Jadi ini yang Appa bilang untuk menyetujuinya? Aish!” kesal Yuri

“Jadi bagaimana menurutmu?” tanya Taeyeon

“Aku tidak akan menandatanganinya, Hyung bagaimanapun semua yang kita miliki saat ini harus dibagi rata, tidak bisa hanya aku dan kau. Memangnya dia bisa bertahan hidup hanya dengan menjual kemampuannya saja? Uang dia akan habis jika dia tidak memiliki Job dan belum tentu jika kita sudah berkeluarga kita bisa membagi apa yang kita miliki kepadanya” ucpa Yuri sambil sedikit mengambil nafas untuk menlanjutkan perkatannya

“Aku tidak mengerti kenapa Appa melakukan ini kepadanya? Bukankah dia adalah anak kesayangannya? Semua aset yang kita miliki memang masih atas nama Appa namun apa jadinya jika hanya atas nama diriku denganmu tidak ada atas nama Yoong? Dia akan hancur bukan? Ini bisa menimbulkan pertengkaran untuk kita dengannya Hyung. Tidak aku tidak ingin menandatangani ini, cukup aku bertarung dengannya urusan wanita” lanjut Yuri

“Aku setuju kita jangan menandatanganinya, biarkan Appa menunggu sampai dia menyampaikan ini langsung. Aku mohon jangan tunjukan ini kepada Yoong.. Sunny-aah bagaimanapun kau teman baikku bukan?” pinta Taeyeon

“Hmm bagaimanapun aku harus memberitahunya jika tidak aku bisa kehilangan pekerjaanku..” sesal Sunny

“Kau akan mendapatkan pekerjaan dariku.. tenanglah” ucap Taeyeon

“Tenanglah Sunny-shi” Yuripun mencoba menenangkan Sunny

.

.

.

Setelah urusannya dengan agensi selesai, Yoong kembali kelokasi syuting Jessica karena sesuai janjinya ia akan menemani kekasihnya tersebut syuting. Sesampainya dilokasi, Yoong menunggu diruang tunggu bersama Hyo dan mengobrol banyak hal tentang kejadian yang sedang terjadi saat ini.

Yoong rasa semua yang ia lakukan adalah kebenaran yang harus orang-orang tahu namun ia tidak bisa berbuat banyak. Apa lagi ini adalah langkah awalnya untuk duet sebelum ia benar-benar debut sebagai duo main dancer bersama Hyo. Bagaimapaun kondisinya saat ini bersama Sooyoung masih belum menemui titik terang yang baik. Beberapa jam menghabiskan waktu bersama Hyo dilokasi Syuting seperti dejavu bagi keduanya, raut wajah keduanya tiba-tiba seperti redup mengingat masa indah ketika mereka melakukan semuanya bersama.

Beberapa kali Jessica kembali keruang tunggu tersebut namun hanya untuk ganti kostum dan hanya melirik kearah kekasihnya sebentar. Membuat Yoong sedikit jenuh sampai pada akhirnya hari mulai malam keduanya memesan makanan berat untuk diantarkan ke dalam ruangan, merekapun memakan makan tersebut..

“Aaah rasanya sudah lama tidak merasakan makan didalam ruang tunggu” ucap Hyo

“Rasanya menyenangkan bukan Hyung.. aku merindukan kalian”

“Hmm akupun sama aku merindukan kita Yoong.. aku tidak menyangka semua akan berakhir seperti ini”

“Maafkan aku Hyung” sesal Yoong

“Ssstt bukan salahmu”

“Hei.. hahaha aku stress sekali” ucap Jessica yang baru saja datang

“Apa giliranmu hari ini sudah selesai?” tanya Yoong

“Sepertinya aku tidak pulang Yoong.. kau pulang dan istirahatlah.”jelas Jessica

“Apa? Kenapa kau tidak pulang? Apa take-nya masih beberapa scene lagi? Hmm baiklah selesai makan aku akan pulang bersama Hyo. Kau harus jaga kesehatanmu”

“Ya aku harus menyelesaikan beberapa scene lagi hmm pasti. Ini sudah resikoku bukan?”

“Maka dari itu aku tidak setuju kau mengambil ini, aku lebih suka kau bernyanyi love

“Yoong jangan menjadi posesif” ejek Hyo

“Hmm kajja kita pulang hyung” ajak Yoong

“Sica aku pulang dulu.. goodluck untuk pekerjaanmu oke?”

“Terimakasih sudah menemaniku Oppa, hati-hati dijalan” ucap Jessica

Love aku pulang.. jaga kesehatanmu oke?” pinta Yoong sambil mengecup puncak kepala Jessica

Keduanyapun meninggalkan ruang tunggu tersebut

.

.

.

“Fany..” panggil seseorang yang sedang berdiri memperhatikan wanitanya

“Fany-ah” panggilnya lagi

“Ya Tae?”

“Maafkan aku sayang, lupakan pertengkaran kecil tadi aku tidak bermaksud menyakitimu dengan semua sikapku? Kau tahu dengan sangat jelas apa yang aku lakukan hanya karena takut kehilanganmu” lirih Taeyeon sambil memeluk wanitanya dari belakang

Flashback

“Tae aku ingin mengunjungi aparemenku sebentar saja.. kau boleh ikut bersamaku” ucap Tiffany

“Tidak. Kita harus pulang, aku ingin makan malam dirumah” tolak Taeyeon

“Kenapa kau selalu begini? Aku hanya ingin melihat kondisi apartemenku”

“Baiklah aku akan mengirimkan ornagku untuk membersihkan apartemenmu besok. Tenanglah. Kajja kita pulang” Taeyeon menarik tangan Tiffany untuk keluar dari kantor

Sesampainya didalam mobil Tiffany hanya diam memperhatikan jalanan yang sedikit agak macet

“Fany-aah. Kau ingin makan malam apa? Aku akan menyuruh ahjumma memasakan makanan yang kau mau”

“…”

“Fany-aah”

“…”

“YAA! TIFFANY!” teriak Taeyeon membuat Tiffany tersentak kaget bersama supir yang sedang mengendarai mobil mereka berdua

“Terserah kau saja Tae.. aku hanya ingin istirahat, hari ini cukup melelahkan untukku”

“Arrrggh!” gerutu Taeyeon kesal

Flashback end

“Aku mengerti” jawab Tiffany singkat sambil terus memandang lurus ke pemandangan kota Seoul dimalam hari

“Fany-ah.. aku ingin hubungan kita semakin serius”

“….”

“Aku tidak bisa terus seperti ini. Coba sekali saja lihatlah kearahku Fany-ah, tidakkah kau merasa bahwa aku adalah yang terbaik untukmu? Segala kekurangan yang kau miliki, aku mengerti dan menerimanya dengan lapang dada. Tolong beri aku alasan mengapa sampai hari ini hatimu masih sulit untuk kuraih?”

“Jika aku bisa memilikimu hanya karena rasa kasihanmu, maka aku rela untuk dikasihani olehmu Fany-ah. Jika kau takut tidak ada laki-laki lain selain diriku yang menerima kondisimu yang seperti ini, ya memang benar. Kau harus sadar itu. Hanya aku yang mau menerimamu apa adanya. Akupun tidak yakin jika mantan kekasih yang kau sangat cintai itu masih bisa menerimamu jika tahu keadaan kau yang sebenarnya”

*PLAK* satu tamparan keras mendarat dipipi manis Taeyeon.

“BISA KAH SATU KALI SAJA KAU MENGHARGAI DIRIKU SEBAGAI SEORANG WANITA SEUTUHNYA KWON TAEYEON?!” teriak Tiffany sambil menahan cairan bening turun dari kelopak mata indahnya

“Fa..Fan.. Fany-ah” rintih Taeyeon sambil memegang pipi merah yang ditampar oleh Tiffany

“KELUAR!” teriak Tiffany

“Fa..ny-ah aku ti..dak bermaksud un..” belum sempat Taeyeon menyelesaikan bicaranya Tiffany meninggalkan Tayeon di kamarnya

“Jangan ikuti aku. Tenanglah aku tidak akan pergi dari sini” ucap Tiffany berjalan menjauhi Taeyeon yang terdiam melihat kepergiannya.

Tiffany berlari  menuju taman belakang rumah keluarga Kwon. Ia merasa sudah tidak sanggup lagi menahan sakit hatinya dengan apa yang telah Taeyeon ucapkan padanya. Air mata itu mengalir dengan sangat deras, sejujurnya ini bukan pertama kalinya ia mendengar kalimat yang tidak pantas di ucapkan oleh Taeyeon untuk dirinya.

Disisi lain Yoona baru saja memasuki Kwon Mansion. Ia tadi memutuskan untuk memani Hyo minum terlebih dahulu setelah dari lokasi syuting Jessica. Ini sudah tengah malam ia benar-benar lelah dan ingin sedikit mencari udara segar untuk melepaskan penat yang ada.

Yoona langsung berlari menuju kamarnya. Terkadang Yoonan menyesal mengapa kamarnya terletak di lantai 3 rumahnya. Ia langsung memasuki kamar mandinya untuk membersihkan dirinya agar ia cepat beristirahat. 30 menit cukup untuk dirinya membersihkan diri, Yoong berjalan menuju lemari es yang ada di ruang kerjanya dan berjalan menuju arah balkon rumahnya untuk melihat pemandangan Kota Soul di malam hari.

Beberapa kali Yoong memejamkan mata dan menghembuskan nafas kasarnya. Ia benar-benar lelah hari ini dan hampir tidak memilki mood yang banyak untuk esok hari. Yoong melihat ke arah kolam renang dibawah, samar-samar ia melihat seseorang sedang duduk di kursi santai tepian kolam renang dengan kepala yang ditundukan ke arah meja yang menjadi tumpuan kedua tangannya. Yoong menatap iba seseorang yang ada dibawah sana, ia memutuskan untuk turun kebawah.

“Tidak baik angin malam untuk seorang wanita” Ucapan itu seperti sebuah bisikan yang mana hanya Yoong sendiri yang mampu mendengarnya. Sebuah mantel hangat berwarna merah muda Yoong pakaikan di punggung wanita yang sedikit terkejut menerimanya.

“…”

“Ada apa denganmu?” tanya Yoong sambil menarik bangku disamping kekasih kakaknya/

“…”

“Apa aku menganggumu? Baiklah aku masuk dulu. Kau jangan lama-lama berdiam diri disini”

Baru saja Yoong beranjak dari tempat duduknya, sebuah tangan yang sangat dingin menyentuh lengan Yoong dan menahannya untuk pergi. Yoong tersenyum dan berbalik melihat kearah Tiffany.

Alis itu Yoong kerutkan ketika ia melihat wajah Tiffany yang sembab. Kesedihan tergambar jelas dari wajah mantan kekasihnya itu. Rasanya, Yoong ingin sekali membawa kekasih kakaknya itu dalam pelukannya, memberikan kehangatan dan kenyamanan yang mungkin bisa mengusir kegundahan dan kerisauan yang Tiffany alami.

 “Ada apa denganmu Tiff?” tanya Yoong dengan suara sedikit parau menahan rasa sesak didadanya melihat wanita yang masih begitu dicintainya itu terlihat begitu tenggelam dalam kesedihannya.

Tangisan itu kembali muncul dikala Tiffany mendengar suara lembut yang sangat ia rindukan, kepalanya kembali tertunduk dan butiran air mata mengalir deras.

“Ssssttt aku mohon jangan menangis Tiff..” ucap Yoong sambil mengusap punggung Tiffany

“…”

“Kau tahu dengan sangat jelas jika Aku benci melihatmu menangis.. tolong hentikan. Aku tidak bisa mendengarnya” Tanpa permisi Yoong langsung memeluk wanita dihadapannya dan mengusap kembali punggung Tiffany

“…”

“Ssssttt sudah Tiff..”

“Aku merindukanmu..” lirih Tiffany dengan seraknya.

“Ah.. benarkah? Aku.. juga merindukanmu.” balas Yoong. Tidak ada kalimat lain yang bisa ia ucapkan selain balasan kalimat manis untuk wanita yang sedang rapuh dalam pelukannya

“Apa kakakku.. menyakitimu?” tanya Yoong kepada Tiffany sambil sedikit melonggarkan pelukannya

“Tidak” jawab Tiffany singkat.

“Kau tidak pandai berbohong, Nona Hwang.” lirih Yoong sambil tersenyum kepada Tiffany

“Hanya pertengkaran kecil saja” elak Tiffany yang malah membuat Yoong semakin tidak percaya.

“Benarkah pertengkaran kecil bisa menyebabkan mata indah ini menjadi kembung haha” goda Yoong sambil menekan hidung Tiffany

“Yaaaa” sambil menepis tangan Yoong Tiffany mengeluarkan suara agyonya yang paruh

“Apa kau tidak ingin menceritakannya kepadaku?”

“Tidak.. aku rasa aku hanya sedikit sensitif hari ini”

“Hmm.. jika ia menyakitimu aku akan menghajarnya!”

“Bahkan kau tidak berani melawannya bagaimana bisa menghajarnya?”

“Hahaha kau tahu itu? Ehehe aku hanya ingin menjadi adik yang baik Tiff”

“Yoong..”

“Yes?”

“Jika seseorang berbuat kesalahan, apa kau akan terus mengungkitnya? Tidak bisakah orang itu menerima kesalahan itu dan memaafkannya?” tanya Tiffany dengan sedu didalamnya.

“Tif.. Ada apa denganmu? Ceritakan semuanya kepadaku” ucap Yoong dengan nada lembut dan nyamannya.

“Jika aku menceritakannya apa kau akan tetap menerimaku dengan apa adanya?”

“Tentu..”

“…”

“Katakanlah Tiff..”

“Baiklah. Aku….

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

COFFEE22MJ NOTES:

Hai.. hahaha aku jadi malu nih. Jadi mau bikin part ending namun ternyata masih lanjut hahaha biasalah ya masih pengen manjang, so aku bakal bikin FINAL ENDING PART.. hehe

Dan maaf sekali lagi untuk free passnya aku ganti-ganti mulu

Permohonan maafku maka part ini tidak aku gembok gaeeesss tapi syarat buat free pass berikutnya adalah 20 komen pertama akan mendapat free pass dan aku tidak akan membalas komen sebelum 20 komen yaa hehehe

ETERNITY NOTES:

Hallo semua.. apa kabar?

Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan doa dan ucapannya kemarin.

I’m so gratefull..

Thank you so much ^_^

Oh ya Gimana perasaannya setelah baca EX part ini? Ada yang greget sama Yuri? Ada yang diabetes sama Yoonsic? Ada yang kesel sama Taeyeon? Ada yang greget sama Yoonfany? wkkwkwkw

Yang nulisnya galau tuh :p maklumlah ya ABG senja wkwkwkwkw

Tadinya doi mau langsung namatin tapi kayanya sih karna masih kangen sama kalian ya doi perpanjang kaya sinetron cinta fitrong sisen sekian hahahha.

No.. aku yakin kopisusuMJ itu bersyukur karena kalian mengapresiasi ceritanya dengan baik. Maka dari itu beliau ingin memperpanjang EX menjadi beberapa bagian lagi.

Oh ya di bagian ini aku belum muncul hahaha

Sabar yaaa… di final…. I’m gonna…. Wkwkwkwkwkw

Nanti malah jadi spoiler lagi ya.

Di Part ini sih aku ga bantu banyak ya, hanya benerin beberapa kata yang dianggap masih belum enak untuk dibaca.

Lah.. kok bisa kak?

Ya karna lagi ada waktunya dan lagi MOOD.

Nah itu tuh.. MOOD yang penting.

Kalau lagi ga MOOD mah.. males hahahhaa. Kecuali…

Jangan dicontoh ya aku, apa-apa tergantung MOOD.

Udah ah ahahaha

SEE YOU SOON AND GOD BLESS YOU ALL

Screenshot_2017-03-30-07-01-23-492

Screenshot_2017-03-30-07-12-24-861

Iklan

111 pemikiran pada “EX FINAL PART ONE

  1. Yoong gak dapat harta? Trus yg bukan anaknya mr kwon siapa , yoong kahh . moga happy ending deh , yoonsic tetap bersatu . hehehhe . penasaran sama fanny , kesalahan apa yg dibuatnya dulu , sehingga taeng selalu mengungkit itu ? Dan kesel gue sama taeng , terlalu over protektif , bisa2 fanny kabur , dan kembali sama yoong . hikhikhiks .

  2. Yoong gak dapat harta? Trus yg bukan anaknya mr kwon siapa , yoong kahh . moga happy ending deh , yoonsic tetap bersatu . hehehhe . penasaran sama fanny , kesalahan apa yg dibuatnya dulu , sehingga taeng selalu mengungkit itu ? Dan kesel gue sama taeng , terlalu over protektif , bisa2 fanny kabur , dan kembali sama yoong . hikhikhiks ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s