EX PART 4

crx5s60umaetggf

Written by Coffee22MJ & Eternity Happiness

“Hai?” ucap seseorang yang sedang tersenyum lebar di kursi santai

“Kenapa kau masih disini? Aku bilang pulang Yul!” ucap Jessica

“Sica.. sudah jadwal take mu, lakukanlah dengan baik ini hanya satu scen” ucap managernya sambil memasuki ruangan tersebut

“Semangat! Aku akan menggumu sampai kau selesai take” ucap Yuri sambil tersenyum kembali menatap Jessica

“Tidak perlu Yul. Aku bisa pulang dengan staffku! Kau pulang duluan saja” ucap Jessica

“Aku akan menunggumu disini princess” tolak Yul sambil tersenyum kepada Jessica

“Whatever!” balas Jessica sambil berjalan meninggalkan Yuri

Yuri hanya tersenyum melihat tingkah laku Jessica, ia mengambil headset dan mendengarkan music sambil memejamkan matanya.

“Jika bukan adikku yang memiliki hatimu mungkin aku sudah merebutmu tanpa permisi” lirih Yuri dalam hati

.

.

.

“Kita pergi kemana Yoong?’ tanya manager Park

“Hmm kita kemana saja” ucap Yoong singkat

“Kau kenapa? Bertengkar dengan Sica?”

“Tidak. Dia sedang ada take jadi aku putuskan untuk pergi dari pada menunggunya disana” bohong Yoong sambil memejamkan mata dan menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil

“Hmm.. bagaimana jika kita pergi clubing?” ajak manager Park

“Hmm aku tidak sefrustasi itu hyung” ucap Yoong

“Baiklah sebaiknya kau istirahat. Kau akan ada jadwal besok siang aku akan menjemputmu di apartemen Jessica jam 10 pagi”

“Antarkan aku ke apartemenya lalu pulang kerumahku” ucap Yoong

“Kau tidak menginap disana?” tanya manager Park

“Tidak, aku hanya akan menaruh bunga dan cake ini” ucap Yoong

“Wahaha sepertinya benar kalian bertengkar” ejek manager Park sambil tertawa puas

“Aish kau ingin aku pecat?”

“Wow sensitif sekali. Baiklah baik kita akan ke apartemen Jessica dan aku menunggu dibawah? Oke ? kau tidur lah dulu nanti jika sudah sampai aku akan membangunkanmu”

Tampa menjawab ucapan mangaer Park, Yoong mencoba mencari posisi yang membuat dirinya nyaman untuk tidur. Tidak bisa tidur dengan nyenyak sangat terlihat dari raut wajah Yoong yang nampak gelisah, Manager Park akhirnya berusaha membantu.

On The Phone

“Hallo, ini aku Park. Dimana sica?” tanya nya

“…”

“Baiklah jika dia sudah selesai take tolong sampaikan kepadanya aku menghubunginya dan segeralah untuk pulang”

“…”

“Oke terimakasih”

On the phone end

Manager Park melajukan mobilnya sedikit cepat untuk menuju apartemen Jessica yang lumayan cukup jauh dan memerlukan waktu 2 jam untuk sampai sana, tubuhnya serasa tidak kuat lagi untuk mengendarai kendaraan ini, andai saja hari ini Yoong memutuskan untuk menunggu saja di apartemen Jessica itu akan lebih baik lagi. Selama perjalanan Yoong terlelap tidur sampai beberapa kali panggilan masuk di handphonenya pun diabaikan, karena Yoong tidak mendengar ia terlelap tidur sambil mendengarkan music di telinganya. 2 jampun berlalu kini mobil van Yoong sudah terparkir dihalaman apartemen Jessica, Manager Park tidak berani untuk membangunkan Yoong, iapun menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil sambil merengangkan otot-otot nya karena seharian ini mengendarai mobil menemani scedule Yoong. Perlahan tapi pasti mata manager Park terasa berat dan mendayu-dayu untuk mengikuti jejak Yoong yang terlelap tidur.

.

.

.

.

“Lee Sunny?”

“Ya?” wanita itupun berbalik menghadap kepada orang yang memanggilnya

“Jadi benar kau Lee Sunny?” tanya nya lagi

“Ya benar. Maaf apakah anda memiliki keperluan dengan saya?” tanya Sunny binggung

“Tentu saja. Bagaimana jika dengan segelas kopi panas dikedai sebrang?”

“Mohon Maaf aku tidak memiliki waktu yang luang tuan, bisakah kita membuat janji terlebih dahulu? Aku rasa besok aku sedikit memiliki waktu luang sebelum jam makan siang” tolak Sunny

“Ini perintah langsung dari Tuan Kwon Noona, aku tidak bisa menundanya”

“Oh my gosh. Jadi kau utusan Tuan Kwon?” kaget Sunny

“Ya kau benar. Jadi bagaimana?”

“Tunggu aku di kedai sebrang, aku akan segera menyusul, Aku akan mengirim pesan kepada sekertarisku untuk membatalkan sesuatu”

.

.

.

.

“Oh my gosh, kau masih disini Kwon Yuri?!” kaget Jessica melihat Yuri tersenyum manis kepada nya yang baru saja menyelesaikan takenya yang terakhir

“Tentu tuan putri aku menunggu belahan jiwaku datang” goda Yuri sambil beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Jessica

“Stop! Diam disitu!”

“Oh tidak tuan putri, kau harus ikut bersamaku. Biarkan aku mengantarmu pulang malam ini” pinta pria hitam manis tersebut

“Tidak. Aku akan pulang bersama staffku” tolak Jessica

“Jangan seperti itu. Kajja!” tanpa menunggu jawaban dari Jessica Yuri menarik lengannya dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut

Yuri masih memegang tangan Jessica menuju mobilnya beberapa crew yang berada disana memperhatikan mereka berdua, Jessica tidak bisa menolak ketika sudah dihadapan public karena bagaimanapun disini banyak orang yang mencari uang dari media, bisa saja salah satu dari mereka melaporkan ini kepada pihak media dan berita tentang nya dalam hitungan menit bisa tersebar kemana-mana. Ia pasrah dan mengikuti apa yang diinginkan lekaki yang masih memegang lengannya. Jessica memasuki mobil Yuri,Yuri tersenyum dengan bahagia karena akhirnya ia bisa membawa tuan putri bersamanya malam ini walaupun raut wajah Jessica sulit diartikan namun siapa yang peduli tentang itu, ia hanya memikirkan jika usahanya tidak sia-sia. Yuri melajukam mobilnya perlahan sekali-kali ia melirih ke arah wanita disamping nya yang sedang memandang ke jalanan diluar, Jessica terlihat tidak bersemangat ia terus memandangi jalanan disamping nya, padahal pandangan itu hanya sebuah jalanan gelap yang di hiasi lampu jalan yang sunyi dan sepi, Yuri tersenyum dan mengusap puncak kepala Jessica.

“Aku tau kau tidak menyukai ini, namun inilah aku. Aku yang akan membuatmu kembali kedalam pelukan dan pelabuhan yang seharusnya menjadi persingahan terakhirmu” lirih Yuri

“….” tidak ada jawaban dari wanita disampingnya

“Sica..”

“Hmm?”

“Aku mencintaimu”

“….”

“Sica..”

“…”

*CHITTTTTTTT* Yuri menepikan mobilnya mendadak dan melihat ke arah Jesssica, Jessica nampak kaget. Tiba-tiba bibir itu terdiam tak kala menerima kehangatan yang sudah sangat lama ia tak merasakannya. Tubuh Jessica membeku ketika bibir Yuri mencoba untuk menerobos benteng miliknya, ia masih terkejut dengan semua ini. Seketika jantungnya terasa berhenti berdetak untuk sesaat ketika lidah milik Pria dihadapannya berhasil menerobos dinding pertahananya yang akhirnya terlenguh dalam sebuah kenikmatan yang tak pernah gagal untuk memabukan dirinya. Tidak ada penolakan dari Jessica membuat Yuri semakin liar dan membara, ciuman hangat itu kini berubah menjadi ciuman panas yang tidak dapt di hindarkan. Semua rasa yang ia tolak hadir selama ini, semua rasa yang ia berusaha hilangkan kini hadir kembali dalam hitungan menit hanya karena sebuah ciuman manis yang kini sedang ia rasakan. Memabukan ? Ya! tentu bohong jika Jessica berkata jika ini tidak memabukan. Yuri melepaskan perlahan ciuman panas tersebut, keduanya berebut oksigen untuk menormalkan pernafasan keduanya, wajah Jessica merah padam. Ini sama seperti pertama kali ia melakukan ciuman pertama dengan seorang pria yang sangat ia cintai. Entah apa yang kini dirasakannya

“Si…ca”

“….”

“Maafkan aku”

“…”

“Sica maafkan aku.. ini terjadi begitu saja”

“…”

“Namun kini aku mengerti dan mengetahui. Jika kau masih mencintaiku” senyum Yuri melebar dan melanjukan mobilnya kembali

.

.

.

“Maaf. Pasti membuatmu menunggu lama” ucap Sunny sambil duduk dihadapan pria yang sedang menenguk segelas kopi panas

“Oh tidak apa Noona” balas Pria tersebut

“Ya, kau bisa memulainya sekarang”

“Perkenalkan aku Choi Minho. Aku diutus oleh tuan Kwon langsung untuk menyampai ini kepadamu..”

“Lanjutkan”

“Beliau ingin semua aset yang kini dipegang olehnya mulai kau urus dengan pembagian yang sudah terlampir di berkas yang aku bawa. Tuan Kwon berpesan jika sebagian asset yang ia miliki sekarang harus sesuai dengan pembagian yang ia inginkan. Dan kau harus mengurus semuanya. Dan satu hal yang paling penting kau harus menemui semua anak dari tuan Kwon untuk meminta persetujuan ketiganya”

“Hanya itu saja?”

“Tuan Kwon menyampaikan jika Tidak semudah itu. Semua anak yang telah diberi harta tersebut tidak boleh ada yang menolak atau tidak menyetujui apa yang ia sampaikan disurat tersebut. Karena mulai besok Tuan Kwon akan pergi kesebuah negara untuk menangkan dirinya. Jadi ia tidak bisa diganggu maka semua urusannya dilimpahkan kepadamu selaku notaris dan sekertaris pribadi direktur di perusahaan pusat”

“Hmm. Boleh aku membaca isi surat tersebut?” pinta Sunny

“Tentu” Minho memberikan suratnya kepad Sunnya

“…”

“Kau tidak ingin memesan minum? Biar aku pesankan”

“Americano ice”

“Baik”

“…”

Beberapa menit kemudian Minho kembali dengan membawa segelas ice americano.

“Ini gila”

“Maksudmu?”

“Apa beliau tidak memberitahumu?”

“Tidak”

“Aaah baiklah. Aku rasa aku tidak bisa membicarakannya dengamu”

“Huuuh kau membuatku penasaran”

“Terimakasih untuk kopinya. Jika tidak ada yang disampaikan lagi aku harus segara pergi untuk membereskan semua ini”

“Baiklah terimakasih Sunny-shi”

“Aku permisi”

.

.

.

“Oh tidak!! Yaa!!!!!!” teriak seorang pria yang baru saja terkejut bukan main

“YAA! apa maksudmu berteriak seperti itu!”

“YA! Kau malah tidur ? oh tuhan Park kau membuatku gila”

“Kenapa tidak membangunkanku saja!!!” marah Yoong

“Yaa anak kecil berani nya kau meneriaki pria tua ini?”

“HAHAHAHA sial! Maafkan aku Hyung sayang” peluk Yoong kepada pria disampingnya

“Aku masuk dulu oke? aku hanya sebentar kau tunggulah disini” pinta Yoong

Yoong membawa lamp tumblr, cake dan bunga di tangannya, ia memasuki apartemen Jessica dengan penuh senyum seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Ia memasuki apartemen Jessica dan mulai memasangkan lampu tersebut di tembok dekat kasur Jessica dan menaruh sebuket bunga dan cake di meja samping tempat tidurnya. Ia tersenyum kembali mengingat kini adalah hari jadi 1 taun 6 bulan mereka. Yoong tidak habis pikir bahwa ia bisa menjalani kisah cintanya selama ini dengan wanita yang tidak ia sangka-sangka menjadi kekasihnya saat ini. Ia memang tidak pernah memberikan kejutan yang mewah namun ia akan sellau memberikan kejutan kecil penuh cinta sama seperti bulan lalu ia merayakannya disebuah resto dengan memesan banyak makanan dan satu buket bunga mawar putih. Menurutnya kebahagiaan sesungguhnya bukan apa yang ia pakai dengan barang mahal namun sebuah moment dengan kemahalan kenangan yang ia buat dengan indah. Ia pun berjalan meninggalkan kamar Jessica menuju dapur dan mengambil juice buah yang ada dilemari es, ia berjalan menuju keluar apartemen Jessica sesampainya di lift Parkiran ia berjalan dan melihat Jessica baru saja turun dari mobil yang sangat ia kenal, yaitu mobil Yuri. Yoong bersembunyi dibalik tangga darurat

“Sica..” panggil Yuri terdengar dengan sangaat Jelas

“….”

“Maafkan aku” lirih Yuri sambil menarik Jessica kedalam pelukannya

“…”

Dikecupnya puncak kepala Jessica. terlihat dengan sangat jelas oleh kedua mata kijangnya jika Jessica tidak menolak apapun yang Yuri lakukan kepadanya. Hatinya hancur, sangat hancur. Bagaimana tidak walaupun Yoong berdalih jika ia mencintai Jessica hanya karena kemiripannya dengan wanita dimasalalunya namun 1 taun 6 bulan sudah cukup untuknya memiliki perasaan walaupun tidak sedalam perasaanya kepada Tiffany namun tetap saja ini sangat sakit dan hancur untuknya.

“Yul.. aku mohon jangan lakukan ini” sedikit dorongan yang Jessica berikan kepada Yuri

“Jessica..” panggil seseorang dari belakangnya keduanya menoleh kearah sumber suara tersebut

“Op…pa..” ucap Jessica terbata-bata

“Oh my god. Kau sudah gila?! Siapa dia?!”

“Shit kenapa kau datang Hyung, Jessica jadi tau jika aku disini. Aarrggh sebaiknya aku kembali keatas” runtuk Yoong dalam hati

Yoong tidak bisa berjalan ke mobilnya,karena Park hyung muncul disaat Yul dan Jessica bersama jadi ia memutuskan untuk naik tangga dan kembali ke apartemen Jessica. Ia mulai menaiki tangga tersebut dengan sedikit berlari agar tangisnya tidak pecah. Bohong besar jika kalian pikir lelaki tidak bisa menangis, lelaki juga manusia yang memiliki perasaan walaupun logika mereka lebih banyak namun siapa sangka jika urusan dengan perasaan mereka akan lemah dan menangis juga.

“Ya bisa kah kau berbicara lembut dengan wanita tuan?” ucap Yuri

“Kau pulanglah Yul”pinta Jessica

“Dia siapa Sica?!”

“Dia ? dia manager Yoong! Pergilah!”

Yuripun meninggalkan Jessica dengan Manager Park di parkiran. Jessica sedikit meminjit perlahan keningnya yang kini terasa sedikit pusing

“Apa dia ada didalam?”

“Jadi ini yang membuat Yoong terlihat sangat frustasi?”

“Maksudmu?” tanya Jessica

“Aku hanya berharap jika ia tidak melihatnya, ia tadi berkata hanya sebentar didalam” jawab manager Park

“Jadi benar dia ada didalam? Kau pulanglah, dia akan meninggap”

Tidak perlu mendengar jawaban Manager Park, Jessica langsung memasuki Lift untuk menuju kamar apartemennya. Dengan keringat dingin yang bercucuran Jessica berusaha untuk menahan rasa bersalahnya kepada Yoong, demi apapun ia sangat merasa berdosa dengan apa yang telah ia lakukan hari ini.  Jessica membuka pintu dan langsung mencari dimana sosok yang membuat dirinya sangat terguncang hari ini, Jessica membuka kamarnya dan..

“Happy Anniversary baby..” ucap pria bermata kijang tersebut sambil memberikan satu buket bunga kesukaan Jessica

“….”

Kamar ini menjadi indah karena lampu yang Yoong hias tadi, Jessica langsung memeluk pria dihadapannya. Pelukan ini sangat erat, pelukan ini sangat menyesakan di hati keduanya, ini bagaikan pelukan perpisahan sepasang kekasih. Butiran air mata hangat turun perlahan dari kedua mata sepasang kekasih yang sedang berpelukan ini, hati keduanya hancur, hati keduanya sulit mengartikan apa yang mereka rasakan saat ini. Tangisan Jessica pecah ia tidak bisa membendung lagi rasa gelisah dan bersalahnya kepada pria jangkung yang kini ia peluk.

“Aku yang menahanmu pergi namun aku juga yang mengkhianatimu. Maafkan aku Yoong” rintih Jessica dalam hati

“Ssssttt kenapa kau menangis baby.. oh my gosh wanita cantikku” ucap Yoong sambil melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Jessica

“…”

“Apa kau tidak bahagia?” tanya Yoong lagi sambil mengusap air mata yang ada di mata Jessica

“….”

“Baby… ssstt janga menangis lagi..”

“Aku bahagia sangat bahagia. Maafkan aku Yoong” lirih Jessica

“Untuk?”

“Untuk kejadian hari ini”

“Oh my hahaaha tidak apa-apa baby.. harusnya tadi aku tidak datang kesana. Aku lupa jika mulai hari ini dia akan menebus kesalahannya kepadamu” ucap Yoong dengan sekuat tenaga

“Kita tiup lilinnya oke?” lanjut Yoong dengan membawa sebuah cake berbentuk hati

“1.. 2… 3 huuuuuuuufffffffff”

“Happy Anniversary sayang” ucap Yoong sambil mengecup kening Jessica

Kecupan itu sedikit lama karena Yoong menahan air matanya agar tidak tertetes, hatinya benar-benar hancur saat ini.

“…”

“Kau pasti lelah? Bagaimana jika kau membersihkan tubuhmu lalu kita makan kue ini?” tawar Yoong

“Aku hanya akan mencuci mukaku saja, aku tidak ingin meninggalkanmu atau membuat kau menunggu lama” ucap Jessica

Tiba-tiba handphone Jessica berdering, ia segera mengambil nya yang berada di saku celananya

Kwon Yuri CALLING

Jessica melihat ke arah Yoong yang sepertinya membaca panggilan yang baru saja masuk kedalam handphonenya tersebut.

“Angkatlah..” sambil tersenyum Yoong meminta Jessica menjawab panggilan tersebut

“…” Jessica mematikan handphonenya

“Kenapa?” tanya Yoong

“Hari ini aku milikmu”ucap Jessica singkat sambil meninggalkan Yoong. Ia berjalan menuju kamar mandi

“Aku akan memotong kue ini dan menunggumu di ruang santai”

To : Park Hyung

Kau pulanglah, aku akan menyuruh supirku untuk menjemputku. Terimakasih HyungJ

Yoong memasukan handphonenya kedalam sakunya lagi setelah menulis pesan untuk managernya tersebut, namun tidak berselang lama handphonenya kembali berdering. Yoong mengerutkan halisnya

On the Phone

“Hallo?”

“…”

“Ya, kau ? Apa benar ini kau?”

“…”

“Maafkan aku”

“…”

“Bagaimana jika satu jam lagi?”

“…”

“Baiklah sampai bertemu”

On the phone end

“Bagaimana bisa ia mendapatkan nomorku? Aish gila” runtuk Yoong dalam hati

Beberapa menit kemudian Jessica datang dengan memakai pajama yang berwarna hitam sambil tersenyum kearah Yoong.

“Apa kau mau segelas wine?” tawar Jessica

“Tidak” jawab Yoong singkat

“Apa kau besok memiliki jadwal?” tanya Jessica sambil duduk disamping Yoong

“Ya jam 10 pagi. Ada apa?” tanya Yoong

“Aku ingin seharian bersamamu”

“Hmm sayang sekali aku tidak memiliki jadwal kosong. Apa kau libur besok?”

“Ya besok aku libur. Bagaimana jika aku menemani jadwalmu saja?” tawar Jessica

“Sungguh?”

“Yaaa sungguh aku akan ikut bersamamu” ucap Jessica

“Aaaaaa” Jessica memberikan satu sendok potongan Kue kearah Yoong

“Emmm.. jadi benar kau akan menemaniku besok? Baiklah manager Park akan menjemputmu besok jam 10”

“Kau tidak akan menginap malam ini?” tanya Jessica

“Tidak, aku memiliki jadwal 1 jam lagi. Maafkan aku sayang”

“Jadwalmu sudah beres 4 jam lalu. Jangan berbohong kepadaku” ucap Jessica sambil cemberut

“Haha lucunya..” goda Yoong sambil mencubit hidung Jessica

“YA! kau akan kemana?”

“Aku harus bertemu seseorang untuk membahas sebuah project duetku” ucap Yoong

“Duet?”

“Ya duet aku akan berduet dengan salah satu penyanyi wanita. Dan aku harap kau tidak cemburu”

“Apa?! Kenapa harus orang lain? Apa mereka tidak melihat kearahku?!!!”

“Ssssttt kau tau ini hanya untuk kebaikan perusahaan. Sudah cukup kita membuat saham turun dengan berita scandal kita sayang haha”

“Yoong..”

“Yes love?”

“Terimakasih untuk semua yang kau berikan kepadaku, aku tidak pernah menyesal menjalani kisah ini bersamamu. Aku minta maaf jika aku membuatmu kecewa, marah bahkan sakit hati baik sengaja maupun tidak. Kau adalah anugrah tuhan yang paling aku syukuri”

“…”

“Aku tidak pernah merasakan bahagia sebahagia bersamamu semenjak hari dimana ia meninggalkanku. Aku hanya berharap jika aku bukan wanita yang menyakitimu, namun jika aku adalah wanita yang menyakitimu itu artinya aku adalah wanita paling bodoh sedunia karena menyakiti pria sebaik dirimu”

“Ada apa denganmu?”

“Yoong…”

“Apa kau sudah menetapkan pilihanmu?” tanya Yoong

“…”

“Jess..”

“…”

“Diammu itu adalah jawaban untukku, baiklah aku pulang sekarang. Good night” ucap Yoong sambil beranjak dari tempat duduknya

“Yoong.. bukan seperti itu”

“Lalu seperti apa Jess?”

“Maafkan aku..” lirih Jessica sambil menundukan kepalanya

Yoong menatap Jessica lalu meninggalkannya. Yoong meninggalkan apartemen tersebut dan seseorang yang ditinggalkannya kini runtuh tidak bisa lagi membendung air matanya yang sejak tadi ia tahan. Ia berlari mengejar Yoong namun sayang pria tersebut sudah memasuki lift. Jessica berlari kekamarnya untuk mengambil handphone. Ternyata ada sebuah surat di samping bunga yang ada dimeja

To : my ice princess

Hai. Happyanniversary baby..

Sepertinya kini  aku mencintaimu hehe konyol bukan? Tidak terasa sudah 1 tahun 6 bulan aku bersama dengan dirimu yang aku cinta.

Semoga aku bisa selalu menjadi yang terbaik untukmu.

Hmm temukanlah kebahagiaamu walaupun bukan aku

Temukanlah nafasmu walau bukan aku

Karena tidak ada lagi yang membuatku bahagia selain melihatmu bahagia walaupun bukan bersama diriku

Namun sebelum kau menemukan siapa nafas dan kebahagiaanmu sebenarnya, izinkan aku untuk mengisi lembaran hari-hari mu.

I love you~

.

.

.

“Sayang.. kau belum tidur?” tanya Taeyeon kepada sang kekasih

“Aku belum mengantuk..”

“Hmm” deheman Taeyeon sambil memeluk sang kekasih dari belakang

“Apa besok kita akan kekantor pagi atau siang?” tanya Tiffany

“Tentu saja pagi sayang..”

“Jika begitu mari kita tidur ini sudah larut Tae..”

“Kajja..”

Keduanya berjalan menuju kasur king size yang berada di kamar Taeyeon dan mengambil posisi untuk tidur

.

.

“Kau menunggu lama?” tanya Yoong yang baru saja datang ke sebuah kedai kopi

“Tidak begitu Oppa.. apa kau baru selesai menangis?” tanya gadis dihadapannya tersebut

“Hmm tidak. Tadi mataku terkena debu dan aku menguceknya haha” bohong Yoong

“Oppa aku merindukanmu..”

“Tunggu aku harus mencari kacamataku haha”

“Apakah hubunganmu dengan Jessica Unnie berjalan dengan baik?”

“Tentu. Kenapa kau bertanya itu?”

“Tidak haha oppa aku tidak sabar untuk menjalankan project duet bersamamu”

“Me too. Aku tidak sabar mendengar suara indahmu itu Seohyun-ah”

“Hehehe.. sejujurnya ada hal yang ingin aku sampaikan disini. Maka dari itu aku mengajak kau bertemu disini”

“Katakanlah”

“Aku ingin kita setuju untuk membuat scandal bersama, aku harap kau tidak menolak keputusan para investor untuk membuat scandal denganku demi menaikan rating duet kita”

“….”

“Oppa..”

“Seohyun-ahh..”

“Oppa jangan menolak keinginanku.. aku mohon. Cukup pada saat itu kau menolak perasaanku kepadamu. Jangan lakukan lagi. Izinkan aku memilikimu walau hanya dalam status scandal yang tidak resmi. Kita hanya cukup diam tidak memberikan komentar apapun ketika berita itu tersebar” jelas Seohyun

“Aku tidak bisa. Bagaimanapun ada seorang wanita yang harus aku jaga hati dan perasaannya” tolak Yoong

“Oppa aku rasa Jessica Unnie mengerti akan hal ini”

“Sungguh? Apa kau akan mengerti jika kau ada di posisinya?” pertanyaan yang sangat menusuk kedalam hati Seohyun yang di lontarkan oleh Yoong

“….”

“Apa berita scandal ini sangat penting untukmu? Apa karir duet kita tidak akan sukses tanpa cara kotor seperti itu? Seohyun-ah dengarkan aku kali ini saja. Aku bisa membayar dan memberikan gaji mu selama 1 taun penuh untuk membuatmu untung dalam taun ini dan aku bisa membuat ratingmu naik jika kau menginginkannya tanpa cara seperti ini”

“Oppa! Apa sangat sulit untukmu berpura-pura jatuh cinta kepadaku?!!! Hah!?”

“Ssssttt ini di muka umum Seohyun-aah!”

“Aku tau kau dari keluarga kaya raya nomor 3 di korea, namun tidak bisakah sedikit saja kau memikirkan perasaanku oppa?”

“Seohyun-aah.. semuanya sudah jelas sejak 3 taun lalu tentang perasaanku kepadamu hanya sebagai seorang kakak kepada adik wanitanya”

“Kenapa? Karena kau menyukai wanita yang lebih tua darimu?”

“Oh jaga bicaramu noona. Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi aku permisi Seohyun-shi. Jangan harap aku mau menerima scandalku bersamamu”

“Yaaaa!”

Yoong tidak memperdulikan teriakan yang dilontarkan oleh Seohyun, ia terus berjalan meninggalkan cafe tersebut dan menaiki mobilnya.

“Pak tolong jalan ke club XXX”

.

.

.

Yuri baru saja sampai dimasion Kwon, ia turun dari mobil mewah yang ia kendarai tadi. Ia tidak bisa menahan rasa bahagia, senyum cerah terpancar dari wajahnya. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambi minum dan mencoba beberapa kali menghubungin Jessica, tentu saja ia tidak akan membiarkan jika waktu Jessica bersama Yoong berjalan mulus begitu saja.

“Tuan..”

“Uhuukkkkk” Yuri kaget sehingga sedikit menumpahkan kembali minuman yang baru saja akan sampai di tenggorokannya

“Maaf aku Tuan”

“Oh Ahjumma kau hampir saja membuat jantungku berhenti saat ini juga..”

“Maafkan aku tuan..”

“Ada apa?”

“Apa akau akan makan malam? Aku akan menyiapkannya” tanya Ahjumma

“Tidak.. omoo ini hampir tengah malam. Kau belum tidur? Istirahatlah” pinta Yuri

“Aku harus menunggu tuan muda kembali pulang. Ada yang harus aku sampaikan ini permintaan langsung dari Tuan besar”

“Oh ya? aku penasaran.. beritahu aku Ahjumma..” agyo Yul pun dikeluarkan

“Ini ada juga untukmu tuan..”

“Untukku? Sungguh? Dimana Taeyeon Hyung? Apakah Appa pergi lagi?” tanya Yuri heran sambil membuka Surat yang diberikan oleh Ahjumma

“Tuan Taeyeon sedang di kamarnya sepertinya tuan.. aku permisi terlebih dahulu tuan”

“Terimakasih Ahjumma”

Yuri pun segera membuka isi surat yang diberikan oleh Ahjumma tadi

Kwon Yuri

Aku tau ini pasti berat untukmu, namun aku harus menyampaikan ini. sebelumnya aku meminta maaf karena aku tidak bisa menyampaikan ini secara langsung. Aku ingin mencari ketengan dalam masa tuaku. Aku harap kalian anak-anakku yang aku cintai aku banggakan setiap saat bisa terus bersama apapun keadaanya. Aku tidak meminta banyak kepada kalian selain terus bersama apapun kondisi dan keadannya, jangan membuat suatu hal yang bisa kau pikirkan dengan tenang diperkeruh oleh emosi yang menguasaimu nak. Aku ingin berlibur beberapa bulan ini, aku tidak ingin tau tentang kondisi apapun tentang kalian atau perusahaan sampai aku kembali nanti. Aku harap kau bisa mengendalikan semuanya dengan baik dan dewasa nak, ada satu hal penting, kau aku tugaskan di perusahaan cabang utama untuk mengantikan posisi Taeyeon dan Taeyeon yang akan mengendalikan perusahaan utama, aku sudah membicarakan ini bersama noona Lee Sunny, dia akan menghubungimu secepatnya, maka kau harus menandatangani surat yang ia berikan. Aku mohon untuk terus menjaga perushaaan dan adikmu. Jangan biarkan seorang wanita memutuskan persaudaraanmu, ingat darah saudara yang kau tumpahkan demi seorang wanita itu tidak akan berbuah manis nak. Bersikaplah semestinya seorang kakak kepada adiknya.

“Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak masalah untuk berpindah keperusahaan manapun, namun untuk perasaanku ini? aku minta maaf appa. Aku tidak bisa melepaskannya demi adikku” lirih Yuri sambil menengguk kembali minumnya

“Aku harus bicara dengan Taeyeon Hyung”

Yuri menaruh minumannya dan berjalan menuju lantai dua, sesampainya di depan kamar Taeyeon ia mengetuk pintu kamar tersebut namun tidak mendapat jawaban dari dalam kamar,Yuri memutuskan untuk kembali ke kamar miliknya karena ia takut menganggu waktu Taeyeon bersama Tiffany.

*CLEEK* sauara pintu terbuka, membuat Yuri melihat ke arah pintu kamar Taeyeon

“Omoo maafkan aku Tiffany Nona.. aku menganggu tidurmu” ucap Yuri sambil membungkuk kepada Tiffany

“Tidak apa-apa. Apa kau ada perlu dengan Taeyeon?” tanya Tiffany

“Ya tapi nampaknya dia tidak bisa digangu bukan?”

“Ya kau benar dia baru saja terlelap. Oh ya apakah dilemari es bawah menyediakan air mineral? Di lemari es Taeyeon tidak ada” tanya Tiffany

“Tentu saja, baiklah sekali lagi maaf menganggu tidurmu”

Hanya dibalas senyuman oleh Tiffany, iapun meninggalkan Yuri dan menuju ke lantai dasar menuju dapur dan mencari air mineral yang ia inginkan. Ada beberapa air mineral didalamnya sparkling water dan air minum mineral biasa. Tiffany mengambil salah satunya dan menengguk habis air mineral tersebut. Tiffany menaruh air mineral sisanya dan ia melangkah kembali menuju lantai atas. Tiba-tiba Tiffany terdiam melihat keributan yang baru saja didengarnya ketika ia kan menaiki anak tangga. Akhirnya Kaki miliknya melangkah maju mendekati sumber keributan itu. Dapat dilihat olehnya seorang pria yang ia ketahui sebagai supir keluarga kekasihnya terlihat kesulitan memapah adik sang kekasih yang memberikan penolakan hingga keributan tersebut dapat tercipta.

“Lepaskan aku! Arrrghh mengapa kalian selalu seperti ini?”

“Tuan muda.. ayo kita masuk.”

“Tidak. Tolong biarkan aku sendiri dulu.”

“Tuan…”

“Paman.. biarkan dia sendiri dulu. Kau bisa masuk dan segera beristirahat. Aku yang akan mengurusnya.”

“Tapi Nona..”

“Jess.. kaukah itu? Apa yang kau lakukan disini?”

“Paman.. lebih baik paman masuk sekarang. Percayakan Yoong padaku.”

“Baiklah Nona.. Saya masuk dulu. Terimakasih.”

“Jess… mengapa kau juga harus pergi?” Tiffany membeku di tempat ketika pelukan itu Yoong berikan padanya.

“Jess.. mengapa aku masih belum bisa melupakannya?”

“Yoong..”

“Mengapa aku masih mencintainya. Mengapa dia harus datang lagi di hidupku dengan menjadi kekasih kakakku? Kenapa kalian berdua harus menjadi kekasih kakakku”

“Yoong.. kita sedang berada di rumahmu.”

“Jess… aku berharap bisa mencintaimu seperti aku mencintainya. Maafkan aku jika masih ada dia dihatiku. Mungkin Tuhan ingin kau bahagia maka dari itu Tuhan mengirimkan lagi Yuri hyung padamu.”

“Yoong..”

“Biarkan aku mengubur rasaku lagi yang kedua kalinya untukmu dan untuknya”

“Kwon Yoonan”

“Jess.. aku tidak tahu apa aku bisa mencintai lagi wanita lain seperti aku mencintai kalian. Maafkan aku jika selama ini aku melukaimu dengan perasaanku.”

“Tiffany.. ada apa ini?”

“Paman Kim..”

“Apa dia mabuk lagi?”

“Tidak apa-apa, mungkin Yoong sedang ada masalah.”

“Biarkan Paman Kim yang mengurusnya.. kau beristirahat saja.”

“Tidak Paman. Biar aku yang mengurusnya. Yoong… dia.. sudah kuanggap seperti adikku sendiri jadi.. aku ingin mengurusnya.”

“Kau yakin bisa memapahnya sampai kedalam?” Hanya senyum yang Tiffany berikan pada supir kekasihnya.

“Sini, berikan Yoong padaku. Kau siapkan minuman hangat agar dia bisa segera sadar. Dan antarkan ke kamarnya di lantai 3”

Tanpa basa basi supir nya segera berlari meninggalkan Yoong kepada Tiffany. Dengan susah payah Tiffany mencoba memapah Yoong ke kamarnya. Yoong sudah tidak banyak berkicau ia hanya mengikuti arahan langkah orang yang membawanya. Sesampai dikamar Tiffany langsung merebahkan Yoong di  tempat tidur dan segera melepaskan sepatu yang ada di kaki Yoong. Tiffany tersenyum miris melihat wajah Yoong yang penuh tenakanan dan kepedihan. Saat minuman hangat datang Tiffany mencoba membangunkan Yoong untuk memberikan minuman tersebut namun apa daya Yoong sudah mabuk berat sehingga sulit untuk disadarkan. Akhirnya Tiffany meninggalkan Yoong di kaamarnya.

.

.

.

.

“Morning Hyuung..” sapa Yuri dengan senyum khasnya

“Hai Yul.. kau pulang? Aku kira kau tidak pulang” ucap Taeyeon sambil mengoleskan slai kepada rotinya

“Tentu aku pulang Hyung. Oh ya maafkan aku semalam menganggu tidur kekasihmu hehe. Aku mengetuk pintu kamarmu lalu dia yang keluar”

“Aish bodoh! Pantas saja dia bangun terlambat. Dia kurang tidur rupanya”

“Hyung.. apa kau sudah membaca surat dari Appa?”

“Sudah… aku harap kita bisa berkerja sama Yul. Oh ya apa dia pulang tadi malam?”

“Siapa?”

“Adikmu bodoh!”

“Aku pergi dulu Hyung.. ada yang harus aku selesaikan… bye”

“YAAA! KWON YURI!!” teriak Taeyeon

“Morning..” sapa Tiffany yang baru saja datang

“Morning too sayang..”

“Ahjumma..” panggil Taeyeon

“Ya tuann…”

“Apa Yoong pulang?”

“Ya dia pulang tuan dan mabuk berat”

“Apa?! Asish apa yang dia lakukan!!” geram Taeyeon

“Tae.. jangan terlalu keras kepadanya. Dia sepertinya sedang ada masalah. Nampaknya persaingan dirinya dengan kakaknya membuat dirinya frustasi”

“Hmm baiklah. Kajja kita sarapan dulu” ajak Taeyeon

“Tae.. bagaimana jika aku tidak masuk kantor hari ini? rasanya aku ingin beristirahat saja di rumah” pinta Tiffany

“…”

“Aku kurang tidur karena semalam aku tidak tidur dengan lelap” ucap Tiffany

“Baiklah sayang… kau istirahat saja oke? aku berangkat sekarang agar siang aku bisa pulang menemanimu”

“Sungguh? Terimakasih sayang” ucap Tiffany sambil tersenyum kepada Taeyeon

Taeyeonpun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar, Tiffamy mengikutinya dari belakang dan merapihkan dasi milik Taeyeon. Taeyeon menecup puncak kepala Tiffany dan berpamitan untuk pergi..

.

.

.

“Aarrgh.. sial. Kepalaku sakit sekali.” Kepala itu masih Yoong coba pijat dengan tangan kanannya. Kedua matanya masih setengah terbuka, mencoba mengatur jumlah cahaya yang masuk ke matanya.

“Minumlah ini.” Pandangan itu Yoong tolehkan pada wanita yang baru saja duduk di sampingnya. Wanita itu masih terlihat begitu cantik meskipun tanpa riasan berlebihan yang menempel di wajahnya.

“Tiff?” tanya itu dibalas oleh tawa yang disertai dengan senyuman khas Tiffany yang selalu berhasil membuat jantung Yoong berdetak lebih keras.

“Minumlah.. aku tahu kau pasti membutuhkannya.”

“Apa yang kau lakuka..” kata-kata itu terhenti dengan satu kali sentuhan. Yoong terdiam ketika kekasih kakaknya itu memegang tangan kanannya dengan hangat dan nyaman, sama seperti dulu ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih.

“Anggap aku sebagai temanmu. Jangan lihat aku sebagai mantan kekasihmu atau kekasih kakakmu. Biarkan aku merawatmu.”

“Kau tahu kan bahwa semua itu akan sangat sulit bagiku?”

“Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencobanya. Jadi.. mari mencobanya. Perkenalkan, namaku Tiffany Hwang. Senang bisa mengenalmu, Tuan Kwon.” Melihat dan mendengar itu, Yoong hanya bisa menghembuskan nafas beratnya pelan, sedikit menundukan kepala sembari memejamkan kedua mata mencoba mengontrol semua yang ada di hati dan pikirannya saat ini sebelum akhirnya tersenyum kecil melihat senyum khas sang mantan kekasih yang tidak pernah tidak sukses untuk meruntuhkan pertahanan hatinya.

.

.

.

1 bulan telah berlalu sejak kejadian itu. Hubungan Yoong dan Jessica kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Yoong mencoba membiasakan dirinya untuk bersaing sehat bersama kakaknya. Dan taukah sejak saat itu Tiffany selalu menaruh perhatian yang lebih pada Yoong yang merasakan hal itu juga. Karena tidak ingin hal yang diinginkan terjadi, Yoong memilih untuk menghindari mantan kekasihnya yang kini telah menjadi kekasih kakaknya sendiri. Ia tidak mau hatinya yang lemah kembali terbuai dalam pesona Tiffany yang dapat menghancurkan dirinya lagi di akhir. Yoong tidak mau membuat kesalahan yang sama untuk kali kedua. Seberhasil apapun Yoong mencoba untuk menghindari sumber dosanya, Tuhan selalu ingin mempertemukannya dengan Tiffany yang tidak pernah berhenti mengganggu hidupnya dengan sejuta pesona yang tak bisa terucap dalam kata-kata.

“Sayang.. kau terlihat bahagia sekali malam ini.” Taeyeon tersenyum pada sang kekasih yang duduk di samping sang adik yang terlihat diam saja sejak tadi.

“Yah Yoong! Mengapa kau diam seperti itu? Apa kau tidak menyukai masakannya?” nama yang dipanggil oleh Taeyeon tadi segera mendongakan kepalanya, menatap Taeyeon yang masih menunggu jawaban adiknya yang terlihat berbeda akhir-akhir ini.

“Aku sedang tidak nafsu makan Hyung.”

“Kenapa.. apa kau sakit?” Yoong menutup kedua matanya mendengar pertanyaan itu. Sungguh sulit sekali berada dalam posisinya saat ini. Ia tak tahu bagaimana cara mengontrol hati dan perasaannya pada Tiffany jika kekasih kakaknya itu seperti ini padanya.

Kalian ingin tahu apa yang terjadi pada Yoong sehingga dia menjadi seperti itu?

Tangan kiri Tifffany  kini berada di atas tangan kanan Yoong yang ia simpan di pahanya. Tangan lembut dan hangat itu menggenggam Yoong dengan erat seakan mereka akan terpisah untuk selamanya. Yoong mencoba untuk melepas tangan kekasih kakaknya itu akan tetapi Tiffany seperti telah menempelkan lem super rekat yang membuat tangan mereka tak mau terpisah.

“Sayang.. kau sakit?” Jessica yang duduk dihadapan Yoong menghentikan suapannya. Ia akan mendekati pria yang masih menjadi kekasihnya itu namun Yoong memberikan sinyal pada Jessica untuk tetap duduk di tempatnya.

“Aku baik-baik saja. Mungkin hanya salah makan.” Ucapnya sedikit menghela nafas menahan rasa apapun yang hatinya mainkan saat ini.

‘Tiffany Hwang… apa yang sebenarnya sedang kau lakukan saat ini?’ rutuk Yoong dalam pikirannya meskipun sebenarnya mungkin hatinya tidak berkata seperti itu.

.

.

.

TBC

.

.

.

Author Note:

Hallo!

Ini adalah update dadakan dan tidak direncanakan sama sekali.

Jadi ceritanya aku sama si kopi susu MJ lagi chat trus dia kirim draft ke aku dan update deh hahaha.

Oh ya disini aku ga bantu banyak.

Aku hanya menulis apa yang ingin hati aku tulis (yoonfany moment)

Kalian mungkin akan menemukan perbedaan gaya men

ulis tapi aku harap hal itulah yang menambah keunikan dan warna dari ceritanya sendiri 🙂

Selamat membaca dan coba kalian obrolin sama aku apa yang kalian rasakan setelah baca ff ini 🙂

Sehat selalu ya  and god bless you!

c2ftsyvveaisyen

Iklan

52 pemikiran pada “EX PART 4

  1. Bener yee rasanya tuh kesel n sakit gimana gitu liat bias disakitin ama 2 cewe yg ga mau ngelepasin tp ga bisa bikin dan berpegang teguh pada pendirian n itu kejam cuyyyy
    Disini gw kesel abis ama sica yg ga bisa nolak saat dicium ama yul, fany yg kayanya ngasih harapan nyata nyata sue palsu, 2 kakak yg ga bisa diandelin cuma bisa egois.. Heloooo rasanya gw pengen triak ama 2 manusia kaka itu.. DARAH LEBIH KENTAL DARIPADA AIR!!!
    Grrrr

  2. Emang rumit ya hubungan mereka kayak gk punya pendirian dan saling menjaga perasaan masing masing, aku merasa kayak fany masih mengharapkan yoong dan yoong masih mengharapkan fany.
    ………..?

  3. Ntah kenapa makin kzelll sama bangyul 😣😣

    Njess jika kamu masih Cinta sama yul katakanlah, dan lepaskan yoong, sakitttt tau njess kamu gtuin yoong 😭😢💔

    Aloloo ada neng seobaby, ntar pasti ada problem nih 😌

    Yoonfany moment akhirnya 😍😍😍😍
    Yoong ku yang sabarrrr 💪

  4. pengen bngt getok si yul yg egois sica tolong lepasin yoong klo masih cinta sma yul berasa bngt nyeseknya… soehyun dtng konflik baru segera dimulai, akhirnya ada juga moment yoonfany

  5. Hah, kenapa sica nyakiti yoong.. kurang apa coba yoong itu, kalo masih cinta sama yul yaudah jujur aja sama yoong, lepasin yoong biarin dia bahagia jugalah..
    Fanny juga jangan ngasih harapanlah kalo akhirnya gabisa sama yoong wkwk
    Baper aku bacanya 😅

  6. yuri egois sekali..merasa hanya dia yg punya perasaan
    samape2 dia gk bisa liat perasaannya yoona buat jessica..
    harus ya maksain kehendak..maksain sesoarang yg udh gk cinta(mungkin) untuk kebahagian sendiri tanpa liat bahwa ada hati orang yg terluka..hati adiknya sendiri lagi…

    giliran yoona udh yakin ke jessica eh tiffany dateng dengan sejuta pesona,sejuta perhatian..luluh lg pasti itu yoona😂😂

    ini sih bakal CLBK=cinta lama belum kelar

  7. Knp ini bgitu menyedihkan sekali .. biar bagaimanapun sica itu pacar nya yoong .. knp dgn egois nya yuri tega ngerebut sica dr yoong .. ada ya org kyk gtu hehehe .. just kidd …. dilema nya km yoong fany dgn jelas” nunjukin klu dy tuh pgen balikan lagi .. udh kasih sinyal .. krna wanita ingin dimengerti hehehe .. berharap yoong bakl perjuangin fany lgi .. buat seo abaikan dulu … berharap buat yoonfany next bkl bnyk moment mreka hehehe..

  8. Semakin Rumit y kisah percintaan Mrka.. Yoong tega Ahmad nolak seobaby.. Tumben seobaby Sedikit lebih aggressive.. Padahal Yoong terima seobaby.. Jauhi jeti Biarkan mereka bahagia

  9. Cerita ya semakin rumit & knapa coba Yuri msih egois senang rasa nya ada moment yoonfany bgung dgn surat yg ditujukan untuk anak Kwon bersaudara ada Seohyun psti problem nya semakin banyak mkin penasaran

  10. Aku,Kamu dan Dia……
    Apakah perasaan antara aku dan kamu hanya sebuah rasa yg di Paksakan….?
    Karna jauh di lubuk hati aku dan kamu masih tersimpan nama Dia…..

    Kisah cinta nano nano manis,asem,asin pokonya rame dech rasanya…😆😆

  11. Jess jangan plin paln kalo emang milih yuri ya udh pilih aja..
    Jangan buat yoong tambah sakit hati..

    Fany semakin agresif sama si yoong…

  12. Yoona galau…..
    nyesek bgt waktu yoonsic rayain anniversary….hati gw sakiiittt bacanya…
    di chapter ini gw sebel sama yulsic, sica knp sih kaya ngasi sinyal klo dia pgn balik lg sama yul? Yul nya jg, maksa bgt, ga mikirin perasaan adeknya…

  13. Kasian+ngga tega liat yoong yg harus dkelilingin kk yg super egoisx, aplgi yul.
    Sica tentukan hati+perasaan mu jgn gantung+nyakitin yoong trus kya gtu.
    Fany masih ngarepin yoong kah?
    Makin penasaran dg klanjutanx, dtunggu next chap

  14. Kasian+ ngga tega liat yoong yg harus dkelilingin dg kk yg super egois aplgi yul. Sica segera tentukan hati+perasaanmu jgn trus gantung+nyakitin yoong gtu, kasian yoong yg harus nahan rasa sakit hati mulu.
    Fany masih ngarepin yoong kah?
    Penasaran dg klanjutanx, dtunggu segera next chap. Nya

  15. kak bca ini bkin baper sndiri…. rsanya mau nangis klo yoong di gituin
    yul kok mkin egois buat dpetin sica dan sicanya msih plin plan, sica klo emng msih cinta sma yul jujr aja sma yoong ksihan yoongnya nsibnya tragis bnget
    trus fany jga mkin agresif sma yoong kyak ngasih hrpan ke yoong
    plis kak updetnya cpet….
    mkin pnsaran gmana nanti ending dri cinta enth segi brpa ini
    smngat trus kak

  16. Semakin rumit saja hubungan kwon saudara ini, yul makin berani dan gak memberi kempatan adkny utk dekat sica. Fany mulai beri perhatian sama yoong, tae kasiaaan 😥

  17. Yoong kasiann kali laaah😦😦
    Jessica mantapin hatinya dong kan udah punya yoong,jangan digantungin,,
    yuri juga,jaat bgt ama adek sndiri
    hoalaahh
    Fighting💙💙💙

  18. Omg diriku makin kesel ma yuri😑

    Sica oh sica sebenernya kamu tuh Cinta gak sih sama yoong.
    Tentukanlah pilihan mu jess+jujur sama yoong tentang perasaan mu sebenarnya.
    Lagi-lagi yoong yang selalu tersakiti😢
    Yaudah lah yoong mending kamu sama aku aja😂 wkwk

    Hmm ada seohyun, seperti nya bakal ada problem baru lagi nih

    Yeaay Yoonfany moment😂😂

    Ff ini emang bener-bener bikin baper,campur aduk+bikin makiiiin penasaran juga

    Ditunggu next chapter nya thor

  19. Posisi yoong kalo digambarkan dlm sebuah lagu jadi kek aku cinta kau dan dia kekekek duh posisi yoong ada sedihnya,bahagianya,galaunya,keselnya komplit dah pokoknya. Tapi kalau diliat dari sudut pandang gua yoong,sica dan fany sama2 egois karena mereka mau milikin kekasihnya dan mantannya. Tapi menurut gua yoong jga yg paling menderita. Argh pokoknya perasaan gua makin diblender(?) di chapter ini. Ditunggu next part yow

  20. Yes, kalaupun yoona sama tiffany tetep setuju koookk. Taeng terlalu ngekang tiffany. Hhuhuhu tapi fany pinter ya nyembunyiinnya duh duh kalo taeng tau gimana ini persaudaraan mereka 😱😱😱

  21. Setelah ngabaca ff ini,bisa dipastikan klu yg nama nya brhubungan sama mantan itu ga ada baik”nya #curcol 😀,mendingan klu udh putus ga usah deket” klu dket kyak kondisi yoong ooh itu rumit bgt, sica jg knp nggantungin yoong bgt yh klu msih cinta ke yuri ywdh balik ga usah ngasih hrapan ke yoong, fany kenapa pegang” tangan yoong sih 😣, kasian tae gw 😁

  22. Waduuhhh makin ribet aja nih, jess jgn gituin yoong donk, kl emng msh cinta sm yul udh ngomng jujur aja, jgn bikn yoong sakit hati trus. Tuh ppany jg maunya gmn, mo sm yoong apa tae, jgn ksh yoong perhatian yg berlebih deh, gak kasian liat yoong. Duh miris bngt sih nasibnya yoong

  23. akhrny update yg yoonfany/yoonsic.. hehe
    happy gue, wkwk
    rumit bgt perasaaan si yoong..
    lu sukses gi bwt gw penasaran dr ff lu thor sm yg dilakuin fany ke yoong tu apa?
    jessi apa gk cembukor gtu yoong sm fany dkat2.. dy kn udh tau yoonfany mantan
    jessi plin plan ahh.. g punya ketetapan hati.. kasian yoong, dah sengsara krna perlakuan fany, nambah gi skit hati dr jessi.. kasian bgt sih lu yoong sini sm aku aj.. hahaha..
    gw nggu distant thor ,, dh lumayan bnyk ff taeny lu & authour nim yg lain di wp lu ini,.. jd gw ngguin yg yoonfany atw yoonsic aja..

    • huaa akhirnya update juga 🙂 senang sekali aku :v makin greget, makin seru dan yg pastinya makin bikin penasaran . Duh yulsic kok tegaa yaa sama yoong , agak sebel nih sama yul ,egois sekali ya dia . Tapi aku suka sih sama semangatnya yul buat dapetin jess lagi . Wah kiraa2 tuan kwon mau kmna yaa ? jadi penasaran .
      tiff kok jadi agresif gitu yaa? kan buat yoong jadi bingung .
      oh yaa thor kl boleh aku kasih saran sih,ada tuh kata yg kurang efektif, contohnya ” tidak pernah ,tidak sukses ” harusnya diganti jadi “tidak pernah gagal ” . Aku sih cuma ngasih saran ajaa ya kak ,biar yg bacanya kaga belibet .
      Dan terakhir terimakasih banyak untuk kak risma dan kak coffe22mj udah mau update dan bikin ff yg warbyasah ini :v *lebay*
      Tetap semangatt yaa dalam menulis ff-nyaa dan aku tunggu part selanjutnya ^^😄

  24. Annyoeng…
    Me readers baru..
    Izin baca yaaaaa…

    Aku gk tau mau bilang apa.
    Rasanya nyesek.
    Ada diantara dua saudara yang perasaannya harus di jaga,
    tp dua saudara it malah egois.
    Fany dan jessie,
    jangan egois.
    Jika memang gk bsa balek,
    fany jgn kasih harapan palsu.
    Dan sica,
    jika memang masih cinta sma yul,
    jujur sma yoong…
    Biarin dy nyari kebahagiaannya

  25. Bikin dehidrasi baca ni ff, banyak cairan bening keluar 😂
    Masih bingung harus shipperin siapa kali ini, pada php semua 😂

    Next!

  26. Haloo. Terimakasih sebelumnya yang udah komen disini. Ex part terakhir bakal di liris cuma belum tau waktu nya kapan. Semoga secepatnya ya. Sebelumnya maaf karena kami hanya akan membagikan free pass kepada 40 orang saja. 40 orang disini mendapat free pass hanya dengan kalian kirim id kalian ke email karisma atau add id line aku @kgx8808v dan langsung chat nama kalian yg komen disini agar kami sesuaikan. Silahkan urutkan jika kamu masuk kedalam 40 itu langsung email atau add id line aja ya 🙂 yang diatas komem aku pasti dapet soalnya aku udh itung pas ada 40 hehe

  27. Yah! Yah! Apa yg jeti lakukan coba. Bisa2nya ya. Aigo sica, disisi lain kau ada rasa dgn yul, tapi sisi yg lain kau tidak ingin melepaskan pria sebaik Yoong yg kamu udah pikir pasti membahagiakan kalo bersama dia. Hati ya hati… kalian itu ya berlima, kagak bakal ada selesai ny kalo cuma mikirin yg namanya CINTA. Please lah, jgn sakiti Yoong oppaku. Dia terlalu baik u/ disakiti.. hueeeee:'(. . #lebay… oh?

  28. Yuri egois…

    Yoonan terlalu lemah.

    Tiffany.. oh mungkin dia mau memulai lagi sesuatu yang sudah rusak dengan yoong kembali lagi..

    Jessica.. nyebelin banget kenapa masih saja deket deket sma yuri..

  29. hehe,, 😀 wlupun sdikit ada kata yg terpleset, tp ga ngurangi ceritanya.
    klo liat gini ya pye gtu. tp ya aku mending ga usah balik ke mantan lah seberapun cintanya, anggap aja ga pernah terjadi apa2, fany ini jg bercanda aja apa jg niat godain yoong ya, hadehh,, ksian tae kan fany, ya dah ama dia jg dr pd ntar ribet lg. semoga aja fany cm mau bkin jas balik ke yoong. ya klo bisa jdnya taeny, yoonsic, yuri biar dptin yg laen lah, hehee,,

  30. Gue kesel bgt sama Yuri, gue gemes bgt sama fany 😫😫😫
    Kenapa kalian ber2 harus gangguin hubungannya Yoonsic 😭😭😭
    Gue cuma berharap kalo Yoonsic bakal bersatu pada akhirnya 😭😊

  31. Tambah ribet aja ceritanya . Gak suka yoonsic putus , hikshikshiks . gak suka ada yg nyakitin yoonan , dan gak suka fanny pegang tangan yoonan , yoonan hanya untuk sica . Yoonsic forever . hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s