The Problem of Beauty

ctlepggumaafiu0

Title : The Problem of Beauty

Author : Lawliet ft Choi Zuazua

Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung

Other Cast : Im Yoona, Kwon Yuri

Genre : Thriller, Action, Romance, Sad, Yuri

Rating : 17+

Typo berkeliaran !!!

Ada versi YoonWon !!!

Happy Reading

G           

Nafasnya memburu seperti sedang dikejar anjing gila, matanya berkilat penuh was-was. Ketakutan terlihat jelas pada wajah pucat pasinya. Keringat dingin membasahi tubuh gemetarnya. Taeyeon langsung berlari saat bayang hitam lebih dekat dibelakangnya. Dia merutuk dirinya sendiri mengapa tadi tak menerima ajakan pulang Baekhyun. Ponsel mewahnya pun tak membantu saat batreinya habis. Sial ! Siapapun tolong aku !

“ AAAAAAAhmmmmmp-..” teriaknya tertahan saat tangan dingin membekap mulutnya. Sebelum kesadarannya hilang, dia sempat merasakan tusukan kecil pada lehernya.

..

Sayup-sayup dia mendengar suara dingin mengerikan. Kesadarannya kembali, namun sayang dia tidak bisa melihat apapun. Semuanya gelap, matanya ditutup, tangan dan kakinya terikat pada sebuah tiang.

“Apa yang kau rasakan ?!” Tanya sosok misterius bertopeng badut itu.

“Kau siapa ? apa masalahmu denganku ?” teriaknya penuh ketakutan.

“Dalam kehidupan yang terlihat akan sebuah kehormatan, ketenaran, dan kekayaan. Para dewa-dewi dengan  kecantikan dan keanggunan  mereka terbawa dalam keangkuhan dari langit. Mereka tertawa tanpa menengok ke bumi, kearah kami. Selayaknya mahkluk hidup di bumi seperti manusia, hewan dan tumbuhan.” Taeyeon merasa tersesat akan ucapan sosok misterius itu.

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan ? Lepaskan aku, tolong !!!”

“Sang dewi yang tak pernah memandang manusia seakan dia buta, dia tidak sadar akan dunia sekitar” suara yang terdengar seperi wanita semakin mendekati Taeyeon.

Taeyeon  gugup dan takut dengan  apa yang akan terjadi, keringat dingin pun bercucuran bersamaan isak tangisnya.

”Apa yang kau mau dariku ? Uang? aku akan berikan berapapun yang kau minta.” dengan hati yang berdebar Taeyeon  dikagetkan dengan sebuah belaian tangan dingin  pada pipinya

“Aku mohon kepadamu, tolong lepaskan aku” Taeyeon tercekat akan sensasi mengerikan yang diberikan sosok wanita misterius itu.

“Sang Dewi pun datang kebumi dengan membawa sebuah perjanjian yang memiliki maksud terselubung. Kami sebagai mahkluk bumi terpesona dengan wajah cantiknya. Banyak mahkluk bumi yang ingin mendekat dengannya. Manusia, hewan bahkan tumbuhan.. melakukan berbagai cara agar dapat mendapatkan hati sang dewi sedangkan sang dewi sendiri seperti menikmati keadaan tersebut merasa bahwa dirinya spesial di antara yang lain”

“Mengapa kau terus berbicara hal-hal aneh. Apa maumu sebenarnya ?” rasa bingung dan takut berrcampur menjadi satu. Namun Taeyeon dikagetkan dengan bisikan dari wanita misterius itu, sebuah bisikan yang membuatnya membeku seketika.

”Kau mau tahu apa yang aku mau wahai sang dewi??? yang ku mau adalah mengambil keangkuhan yang kau miliki”

“A-apa.. ???”

“Kau memiliki kecantikan selayaknya dewi di khayangan namun kau menggunakannya untuk membodohi serta mempermainkan hati orang lain. Dengan paras dewi-mu, kau menipu para makhluk dibumi.” Taeyeon semakin bingung akan pembicaraan ini.

“Apa maksud orang-orang dibumi yang memiliki sifat manusia,hewan,tumbuhan???”

“Orang yang memiliki sifat manusia adalah orang yang berfikir layaknya manusia. Mereka beraktivitas dengan sosial sebagai kehidupan mereka. Orang yang memiliki sifat hewan adalah orang yang serahkah karena kehidupan yang dibutakan oleh duniawi. Yang terfikirkan oleh hewan adalah makan dan makan. Sedangkan orang yang memiliki sifat tumbuhan adalah orang yang hidup seperti tak ada perpindahan dan hanya akan berdiam diri mereka memiliki sosial kehidupan namun hanya dalam kesunyiaan belaka.”

Taeyeon semakin bingung dan tak bisa menerka apa yang di maksud  wanita misterius itu

“Lalu apa hubungannya denganku?!” dengan nada lantang penuh isakan  dia berteriak

“Sssstt…” jari menempel di bibir Taeyeon jangan kau berteriak dengan menangis, aku jadi tak menikmati momen ini”wanita misterius itu berbicara lalu pergi meninggalkan sanderanya.

“Yakkk ! Mau kemana, kau ? sial lepaskan aku !!! dasar Gila.” Taeyeon  berteriak terus sambil mengerakan tubuhknya tapi tertahan dengan ikatan di sekeliling tubuhnya

“hhhhmm… seorang dewi tak patut bicara kasar seperti itu,aku hanya pergi sebentar untuk mengambil hadiah sudah segitu kangennya kah kau denganku.” wanita misterius itu berjalan sambil membawa beberapa alat

“Dasar Orang gila ! buka penutup mata ini agar aku dapat meludahimu!!!” ucap Taeyeon kesal.

“Ooh ya ?  ya aku merasa tidak adil bila membiarkanmu tidak bisa melihat pesta ini” wanita misterius itu pun melepas ikat mata sandera nya ,dengan mata yang masih samar samar Taeyeon  melihat sosok wanita yang memakai pakaian mantel hitam dengan tudung dan wajah yang tertutupi topeng badut .

Cuih cuih cuih..

Taeyeon  meludah tak beraturan dan memaki wanita misterius itu. Melihat Taeyeon banjir airmata, meraung-raung mohon ampun, minta dilepaskan membuat wanita misterius itu sangat menikmatinya. Tawa penuh bahagia menggelegar membelah malam yang kelam. “Hahahaha…..whahahahah…hihihih…jhahahAHAHAHAHA..” Wanita misterius itu berdiri dan melihat sandranya sambil memiringkan kepalanya, seolah-olah dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan pada boneknya itu.

“ Lets play to a game.” Bisiknya membuat Taeyeon bergidik ngeri.

“Wahai dewi kau begitu sempurna sehingga aku bingung harus ku ambil ke angkuhanmun dari mana dulu”wanita misterius itu mengambil sesuatu di saku mantelnya ,sebuah kartu remi di keluarkanya “Aku ingin memainkan sebuah permainan dengan mu dan itu akan menentukan hasil dari tindakanku nanti” wanita misterius itu berjalan menjauh beberapa langkah dari bonekanya

“Dasar GILAAAA!!!” dengan mengeluarkan tenaga dari suaranya yang semakin serak karena terkuras oleh teriakan-teriakannya

“Ssssstt…. Kamu fokus saja dengan apa yang aku ucapkan, ok”wanita misterius itu menyebar 13 kartu remi yang terdiri dari AS,2,3,4,5,6,7,8,9,10,J,K,Q.

“Baik begini permainannya, disiini ada 13 kartu remi. Kau pilih 1 nilai dan kau bayangkan,saat kau memilih nomor mu tambah 4 hasilnya sama dengan kali 2, setelah itu kurangi 6  lalu bagi 2 dan kurangi dengan angka yang kau pilih tadi.”

Dengan perasaan yang masih bingung, kepalanya terasa ringan. Dia menerka soal semacam itu, seseorang pasti akan tidak bisa berfikir. Lalu dengan keras dia menjawab ”DASAR ORANG TIDAK WARAAAAAAS!!!”

“Terima kasih atas pujianya ,tetapi aku sudah mengetahu jawaban nya dari nomor itu adalah 1.”

Taeyeon  terus berteriak namun sang penyandra tetap cuek dan mengambil sesuatu di meja yang berada di sampingnya itu, seperti sebuah amplop kecil lalu di bukanya dan melihat isi dari amplop itu”hm nomor 1 hoohoho kamu beruntung”orang itu melihatkan isi dari amplop itu adalah bertuliskan, wajah.

Dengan was was Taeyeon tergagap.”Apa..apa yang akan kau lakukan ?  jangan mendekat aku bilang JANGAN!!” Taeyeon  terus berbicara seperti itu sambil menangis karena melihat orang misterius itu membawa sebuah pisau dapur berkarat yang di pegang di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang paku ber ukuran 10 cm.

Dengan nada senang wanita mistrius itu berkata”Aku akan memulainya, pilihlah dibagian mana aku harus mengawaliya ? kiri atau  kanan, kau bebas memilih.”

“Pilihan apapun yang di pilih akan bernasib tidak baik untukku.”

Taeyeon seutuhnya tak mengerti, kepalanya pusing bukan main. Jantungnya bertalu-talu penuh ketakutan, hatinya berdebar tak karuan, keringat dingin membanjiri sekujur tubuhnya, nafasnya tersenggal, dia merasa dunianya akan segera berakhir.

“HUAAAAAAAA…HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”  teriakan mengelegar  terjadi saat wajah Taeyeon  perlahan-lahan di sayat dengan pisau dan ujung paku yang berkarat itu, darah mengalir, membentuk sungai darah pada wajah dewinya. Seketika menjadi sebuah experiment menakutkan, tak bisa di lukisan dengan kata-kata. Wanita misterius itu pun tertawa menikmati permainannya. Sangat senang, dia pun mengambil palu yang terletak diatas meja dan mengambil 5 paku lagi,

Suara teriakan itu meredam bersama pingsannya Taeyeon, tak menunggu lama wanita misterius itu kembali lagi, melihat Taeyeon  pingsan membuat hatinya merasa sedih. Dia pun berniat mengakhiri game ini dengan palu dan paku berukuran 10 cm. Dia menancapkan paku 10 cm itu pada kepala Taeyeon. Menyentak kaget kesadaran Taeyeon, dengan satu ayunan karena paku yang menancap belum sepenuhnya masuk  Taeyeon berhasil menghalaunya. terbangun dan berteriak sejadi-jadinya “HAAAAAAA……………..UAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” raungan kesakitan tak ubahnya alunan music merdu ditelinga wanita misterius itu. Dengan semangat wanita misterius itu menancapkan paku  pada kepla Taeyeon  yang terus menggelengkan kepalanya, pada akhirnya diam karena sudah meninggal. Kepala yang menunduk di angkatnya supaya dia dapat menyelesaikan permainan terakhirnya

Wanita  misterius itu berdiri menaruhkan sebuah kartu remi Q(queen)  di antara tangan yang berada di belakang ikatan Taeyeon   dan sebuah kertas yang bertuliskan “Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.”

Dibalik topeng badutnya, wanita misterius bertubuh tinggi itu menyeringai penuh kepuasan. “Game over, next to the game.” Dia lalu melepas topeng badutnya, bibir tipisnya bergumam. “Terimakasih, Kim Taeyeon atas partisipasi pesta ini. Tunggulah di neraka, aku akan membawakanmu teman.”

….

Selimut duka menyelimuti keluarga Kim saat putri sulungnya ditemukan tewas dengan keadaan yang mengenaskan. Kasus ini sedang didalami oleh kepolisian Seoul, diduga pembunuhan ini dilakukan oleh pelaku yang sama mengingat cara pelaku membunuh korbannya adalah cara yang sama. Ini bisa menjadi kasus pembunuhan berantai.

Tangis pilu menyertai peti kematian Taeyeon ketika dimasukkan kedalam tanah. Tubuh ny. Kim tumbang setelah tak kuat lagi menahan kesedihan atas ketidakterimaan kematian putri sulungnya. Suasana menjadi gaduh saat putri bungsunya menjerit, menangis sejadi-jadinya. Hendak ikut menjatuhkan diri menemani sang kakak tercinta, Yuri  yang berada disisinya dengan sigap menahan tubuhnya.

“Taeyeon unnie.. lepaskan ! aku ingin bersama Taeyeon unnie, hikssss..” Dia terus meronta dalam dekapan Yuri.

“Kau harus ikhlas, tenangkan dirimu.”

“Taeyeon unnie.. unnie hiksssssss…” menyusul juga dia seperti ibunya, pingsan tak kuat lagi menahan tubuhnya.

“Orang macam apa pelaku ini, satu bulan terakhir sudah ada 9 orang yang dibunuh secara tragis, dan semuanya wanita cantik. Aigoo..” decak lelah detektif Park.

“Bagaimana dia tega membunuh wanita cantik-cantik itu, yang aku dengar Taeyeon adalah salah satu mahasiswi popular di Kyunghee. Bukan hanya karena berasal dari keluarga kaya raya, dia juga mempunyai paras cantik.” Timpal kepala Lee.

“Dia juga seorang play girl, bisa jadi pelakunya adalah salah satu mantan kekasihnya, atau wanita yang pernah ditolaknya. Dia sakit hati lalu balas dendam.!” sahut detektif Im.

“Aku setuju dengan detektif Im, melihat surat-surat yang ditinggalkan pelaku. Tapi, bisa juga pelakunya seorang wanita yang iri dengan para korban.” Seohyun menatap penuh arti 9 selembar surat.

“Queen adalah ratu ,ratu memiliki kecantikan yang di dambakan setiap wanita namun apalah arti kecantikan bila hanya di salah gunakan  untuk menyakiti, dan memainkan perasaan orang lain.” Selembar surat yang ditinggalkan pada jasad Taeyeon.

“Maksudmu wanita jelek yang merasa iri dengan wanita cantik ? Tidak bisa dipercaya..” geleng Park Chanyeol. “Sejujurnya aku lebih berpikir bahwa yang membunuh adalah seseorang terdekat korban. Kim Seolhyun model majalah dewasa itu, dia salah satu teman Bora penari bar elit itu.”

“Kau telah menjalani kehidupan ini dengan bahagia namun kau mengecewakan arti kehidupanmu dengan hal-hal yang  kau lakukan akan  kecantikanmu, kau gunakan untuk mencari uang dengan cara yang kotor,  menjual tubuhmu,berfoya-foya tanpa mau berbagi,seperti dalam  film kau akan berakhir dengan sutradara yang mengatur hidup mu karena kau bagai model mata tua.” Mati dengan pose  model dewasa dengan wajah yang meleleh sebelah. Itu bagian surat yang mereka dapatkan di jasad Seolhyun .

Dan ini surat yang ditinggalkan pada jasad Bora“Laksana penari topeng yang anggun,ia begitu tenang mengikuti iringan lagu di malam hari, seperti kupu kupu malam yang berada di sekitar danau dingin banyak sekali katak yang bersiul melihatnya menari. Wanita diciptakan dengan keindahannya namun bayak yang  salah menggunakannya.”Mati dengan tubuh berada dalam sebuah peti penuh kawat  yang meyayat sekujur tubuhnya, kehabisan darah.

“Tapi Taeyeon tidak ada hubungannya dengan mereka. Apa mereka berkelompok, maksudku ada beberapa pelaku disini.” Sanggah Seohyun.

“ Aku yakin pelakunya adalah orang yang sama. Dia psikopat !” geram Yoona.

“Cari tahu siapa saja mantan-mantan Taeyeon, dan lacak nomor ponselnya. Dan dimana dia terakhir berada pada malam itu !” perintah Donghae.

“Aku bersumpah akan menyeretmu dengan kedua tanganku sendiri.” Mata Yoona mengkilat sungguh-sungguh. Tatapnnya kembali jatuh pada surat-surat itu, satu-satunya petunjuk yang ada“Hewan buas pun tetap menyanyangi kelompoknya. Mereka mencari makan secara kelompok,karena mereka tahu kehidupan mereka lebih berarti bila bersama,walau mereka sering memburu mangsa yang sama namun mereka bersaing dengan sehat bukan dengan cara licik, lidahmu tak seindah dambaan senyuman bibirmu, demi mencapai apa yang kau inginkan kau menfitnah, bermain sandiwara kehidupan dengan keji dan tak tahu malu.”Kang Seulgi sang pengacara ternama yang biasa membela para koruptor, Mati dengan mulut terobek.

Istrirahatlah dulu, kita bisa melanjutkannya nanti. Perut kosong tidak akan benar-benar membantu !” titah kepala Lee, tangannya dengan cekatan mengumpulkan berkas-berkas kasus yang mereka tangani.

“Kepala Lee, aku belum selesai membacanya !” renggut Yoona.

“Apa dengan kau membacanya seribu kali semua akan menjadi baik. Isi perutmu Yoona, kau bisa membacanya nanti. Jangan sakit !”

Satu tahun sejak kematian Taeyeon polisi masih belum menemukan siapa pelakunya. Dan pembunuhan berantai itu seakan berakhir begitu saja, setidaknya belum ada korban lagi namun bukan berarti mereka menghentikan pencarian. Mereka masih melakukan penyelidikan secara diam-diam karena kasus Taeyeon telah ditutup sesuai keinginan ny. Kim.

Jessica menatap langit hitam yang selayaknya hendak menyaingi hatinya dengan tatapan gusar. Dia tak membawa payung dan hujan akan segera turun sebentar lagi.  Baru saja dia khawatir, hujan sudah turun begitu derasnya. Menimang-nimang langkah apa yang harus ia pilih, menerobos hujan dan berakhir basah sekaligus kedinginan atau parahnya lagi dia akan jatuh sakit. Menunggu hujan reda sama juga kedinginan sampai bawahan ibunya menjemput, tidak ! itu bukan pilihan bagus. Sang ibu pasti akan mengomel bila tahudia pergi sendirian tanpa satu pengawal.

“Seandainya ada kau disisiku, pasti aku tak akan sebingung ini..”desahnya lirih, hujan membuatnya basah akan kenangan. Dia dingin, merindukan sebuah pelukan.

“Bukan ada atau tidak adanya dia disisimu kau bingung, tapi kau sendirilah yang membuatnya menjadi sulit. Jika tidak ingin bingung maka buatlah keputusan dengan yakin. Hilangkan rasa ragu-ragu tak berdasarmu. Seseorang yang sudah meninggal tak sepantasnya masih kau sesali kepergiannya.” Ucap wanita yang berdiri dibelakangnya.

Jessica menyipitkan matanya ke arah wanita yang sedang menatapnya sendu. Meskipun syal hampir menutupi setengah wajahnya namun Jessica dapat mengetahui bahwa wanita ini memiliki wajah cantik. “Kau siapa ? aku tidak bicara denganmu.”

“Kau baru saja berbicara denganku nona Jessica.” Mata Jessica terbelalak, wanita ini mengetahui namanya. Perasaan takut terhadap orang asing membuatnya melihat ke sekitar, syukurlah masih ada beberapa orang yang berada di halte bus tersebut.

“Lihat ekspressi takutmu, aigoo.. aku pikir kau tidak memilikinya selain wajah cantik..” wanita itu tersinyum simpul. Kini Jessica dapat melihat seutuhnya wajah cantik itu. Astaga belum pernah sebelumnya dia mengagumi wanita lain, apalagi wanita asing.

“Aku tidak mengenalmu tentu saja aku harus memiliki rasa takut. Cantik ataupun jeleknya seorang wanita, mereka pasti memiliki rasa takut.”

“Benarkah ?” tanyanya terdengar remeh ditelinga Jessica.

“Kau seorang wanita mana mungkin tahu, sudahlah aku tak akan bicara lagi dengan orang asing.” Jawab Jessica lalu berniat menerobos hujan, akan tetapi sebelum tubuhnya semakin basah wanita asing itu menarik tubuhnya kencang. Tubuhnya menabrak tubuh wanita asing itu, wajahnya tenggelam dalam dadanya.

Untuk beberapa ratusan tetes hujan mereka bertahan dalam posisi yang bila dilihat orang seperti sedang berpelukan. “Apa yang kau lakukan, kau..!’’ ucap Jessica tergantung saat wanita asing itu memakaikan mantel tebalnya pada tubuhnya.

“Wajah cantikmu tidak cocok bila harus berubah pucat jika kau sakit.”

“ Jika kau berpikir aku wanita semacam itu, kau salah besar ! Aku  tidak seperti mereka!” decaknya kasar “ Dasar mesum.” Gerutunya sambil melangkahkan kakinya cepat.

Wanita asing itu terkekeh mendengar gerutuan Jessica, terdengar lucu saat Jessica malah semakin merapatkan mantelnya. “Aku anggap itu ucapan terimakaasihmu.”

“Mengapa kau terus mengikutiku ?”

“Hey ini jalanan umum, aku bebas pergi kemana yang aku mau.”

“Tapi kau tidak diijinkan jalan dismpingku..”

“Kenapa ? apa ayahmu melarangmu jalan bersama orang asing ?” Jessica berhenti sejenak membuat langkah wanita asing itu berhenti juga. Mereka saling bertatapan sebentar, sebelum Jessica melanjutkan langkahnya lagi.

“Sepertinya benar ayahmu melarang. Ayah yang protektif.”

“Ayahku sudah meninggal.” Kesedihan yang tersirat dari ucapan lirih Jessica membuat wanita asing itu tertegun untuk sesaat.

“Maaf, aku tidak tahu.”

“Jika kau tidak tahu apa-apa, berhenti melakukan apapun. Ketidaktahuanmu itu bisa saja membuat seseorang terluka.”

“Tapi aku tahu namamu, aku juga tahu ini bukan jalan menuju rumahmu.” Elak wanita asing itu, hanya mencoba menutupi rasa tersinggungnya.

“Bagaimana kau tahu nama dan rumahku ?” Jessica benar-benar menghentikan langkah kakinya, mereka saling berhadapan di tengah derasnya hujan yang membasahi tubuh.

“Kau sangat terkenal dikampus, namamu sangat popular. Tidakkah kau menyadari itu?  Wajah cantikmu sering dibicarakan, sifat tertutupmu juga. Kau yang hanya memiliki teman dari keluarga kaya. Perlakuan istimewa dari orang-orang kampus dan yang berada disekitarmu sangat tersohor di penjuru kampus.”

“Kupikir aku tidak sepopuler itu.” Desah Jessica lemah. “Terkadang apa yang kau dengar tak semuanya itu sebuah kebenaran.” Ucap Jessica dingin, sedingin hujan yang turun. “Dan kau barusaja membuat hatiku terluka, karena ketidaktahuanmu itu.” Lajutnya menohok wanita asing itu.

“Namaku Tiffany, ikutlah denganku. Aku bersumpah kali ini kau tidak akan terluka atas pengetahuanku ini.” Ucap wanita asing yang bernama Tiffany serius. Mengambil satu tangan Jessica untuk digenggamnya. Berjalan cepat, lebih tepatnya menyeret Jessica. Matanya menatap awas, shit mereka mulai bergerak.

Jessica tak membantunya sama sekali, dia malah menyentak keras tangan Tiffany hingga terlepas. Napasnya terengah, dasar wanita gila. Pikirnya. “Kau akan menyesal jika melepas tanganku !” hardik Tiffany.

“Aku akan lebih menyesal jika membiarkanmu-..”

Damn it ! tidak ada banyak waktu lagi. Mereka akan menculikmu !”

“Bukannya mereka tapi, Kau !”

“Baiklah, pergilah !” Tiffany berlalu begitu saja merasa jengkel pada Jessica yang tak mendengar ucapannya. Dasar wanita keras kepala. Dan untuk apa aku repot-repot menolongnya, ini bukan seperti diriku. Hey.. mereka akan menyuliknya ! wajah menggemaskannya akan berubah ketakutan, wanita bodoh ! bagaimana jika mereka menyentunya, arghhh.. aku tidak bisa membiarkannya. Tapi, apa peduliku ? dia bahkan tak mau mendengarkanku. Shit ! aku akan membunuh mereka. Tiffany kembali menyusul Jessica, baru 15 menit dia meninggalkannya, wanita itu sudah tak kelihatan batang hidungnya. Matanya mencari liar, samar-samar dia mendengar suara tangis, minta tolong. Itu Jessica !

Berhasil menemukannya, Jessica sedang duduk terpojok disudut gudang kosong dengan dikelilngi 2 paman mesum. Tangannya menampar tangan paman mesum yang hendak menyentuh wajahnya. PLAK, satu tamparan mendarat pada wajah cantiknya. Sudut bibirnya berdarah.

“Nikmati saja permainan ini sayang, jadilah wanita manis.” Serigaian mesum membuat tangis Jessica pecah.

“Hey paman ! jangan memulai permainan tanpa aku !” teriak Tiffany songong, Jessica menatapnya. Selamatkan aku ! Tiffany menyeringai lalu memberinya satu kedipan mata.

“Berandalann kecil ini berani sekali dia memerintah kita.” Ejek salah satu paman mesum yang perutnya buncit. Sedangkan 4 kawannya hanya tertawa mencemooh.

“Jika kau ingin kekasihmu hidup, serahkan seluruh isi dompetmu. Dan pergi beritahu ayahmu ataupun ayahnya untuk membawakan uang 1 milyar, hahaha !”

“Paman jika kalian ingin mendapatkan uang itu dari ayahnya, haruskah aku mengirim kalian ke surga ?!”

“Bedebah ! habisi berandalan itu !” suruh sang ketua.

“Biarkan aku saja.”

“Tunggu..” Tiffany memberikan tanda berhenti dengan tangannya. “Kenapa kalian tidak langsung maju semuanya, pasti permainan akan lebih  seru.” Smirk evil-nya semakin menyulut nafsu penculik itu untuk memusnahkan Tiffany.

Serangan demi serangan berhasil Tiffany tangkis, meskipun pelipis kanan terluka terkena hantaman kayu. Dia mengatur nafasnya sejenak setelah berhasil menumbangkan 2 orang penculik. Tersisa 3 orang penculik yang kini mulai mengeluarkan senjatanya, pisau lipat

“Bagus keluarkan semua yang kalian punya.”

. Dengan gesit Tiffany mengindar setiap serangan, namun saat lengah lengannya tersayat. Entah kenapa saat darah mengucur keluar, hasratnya semakin terbakar untuk cepat menyelesaikan permainan ini. Senyum mengerikan terparti pada wajah babak belurnya, dan itu mampu membuat nyali para penculik menciut.

Seolah-olah binatang buas sedang merasukinya, menerkam mangsa tepat sasaran, merobek mangsanya sadis. Pisau lipat itu berpindah tangan, barusaja dia hendak menacakan pisau lipat itu kea rah jantung sang penculik Jessica menghentikannya lebih dulu.

“Cukup…kau bisa membunuhnya.”  ucap Jessica sambil memegang lengan Tiffany yang terluka.

Untuk sesaat Tiffany terpaku kearah tangan Jessica yang memegang lengannya, lalu tatapannya beralih ke Jessica yang sedang menatapnya khawatir. Seketika tatapan tajam Tiffany membuat pegangan Jessica lepas. Rasa takut mendera,dia mundur beberapa langkah. Bermaksud menghindari tatapan Tiffany ,dia di kejutkan dengan darah yang berada di telapak tangannya.

Jessica memekik keras. “Astaga! Lenganmu terluka,Tiffany!.” Lalu mendekati Tiffany dan langsung membalut luka Tiffany dengan sapu tangannya.Tiffany terpaku atas tindakan kecil itu, perasaan hangat menjalar dalam ruang hatinya. Seumur hidupnya belum pernah ada seorang wanita yang memperlakukannya seperti itu. Untuk beberpa alasan lainnya, dirinya seperti terkendalikan oleh Jessica hingga tanpa sadar dirinya sudah berada di luar gudang kosong tersebut.

“Apa yang kau lakukan ?”tanya Tiffany.

“Kita harus kerumah sakit sekarang.”

“Tidak perlu !”

“Tapi kau terluka.”

“Apa pedulimu ?.”

“Kau terluka karena aku,jelas saja aku peduli.”

“Jadi kau khawatir ?”

“Jangan terlalu senang aku hanya bertanggung jawab.”

“Jika hanya formalitas tidak perlu.”

“Apa aku terlihat seperti itu?”

“Ya..”

“Dasar menyebalkan.”umpat Jessica, baru saja hendak meninggalkan Tiffany rasa nyeri di bagian perut membuatnya mengaduh. ”Awhhhhhh..”

Tanpa kata Tiffany langsung menggendong Jessica ala bridal style.Terang saja perlakuan tiba-tiba itu menyuarakan protes Jessica. Namun sebelum benar-benar protes Tiffany membukamnya terlebih dulu.

“Diam. Jangan membuat ini semakin sulit.”

Yuri terlihat sedang mondar-mandir sambil memegang ponsel,terus mencoba menghubungi seseorang.Beberapa orang juga sama seperti Yuri. Raut wajah khawatir akan ketakutan karena belum ada satupun informasi yang menunjukan keberadaan seseorang yang terus dihubunginya.

“Nona muda tidak ada di kampusnya, salah satu temannya mengatakan bahwa nona muda sempat mengunjungi panti asuhan. Namun saat kita kesana nona muda sudah tidak ada lagi disana,dan ibu panti pun tidak tahu nona muda pergi kemana.” Lapor salah satu bodyguard sambil menunduk takut

“Lalu kenapa kau masih disini,cepat cari sampai ketemu!!!.”

“Yuri  ,aku pulang.”

Suara familiar itu menyapa sepasang telinga yang ada di sana. Secara serentak menoleh kearah gerbang utama dimana suara itu berada, terlihat Jessica sedang berada dalam gendongan seorang wanita yang wajahnya babak belur. Setengah berlari Yuri menghampiri Jessica, lalu meraih tubuh Jessica untuk menggendongnya. Tiffany langsung memekik saat beban di lengannya terangkat. Jessica menoleh kearah Tiffany khawatir.

“Kau mau kemana ? kau tidak diizinkan pulang.” Jessica tidak membiarkan Tiffany pergi begitu saja, terserah wanita cantik itu suka atau tidak. “Bibi Cha, tolong bawa dia kedalam.”

“Baik..nona.”

“Ooh kau sudah bangun.” ucap Yuri terkejut saat masuk ke kamar Jessica, biasanya nona mudanya itu akan bangun jika jam 10, kecuali nona mudanya ada kelas pagi. Dan itu dia harus menggunakan tenaga ekstra untuk membangunkan nona mudanya.

“Hilangkan wajah terjutmu itu ,kau terlihat menyebalkan Yul” balas Jessica sengit, menatap Yuri lewat cermin rias di hadapannya.

Yuri hanya terseyum kecil menanggapi itu. Kemudian dia memutar kursi yang diduduki  Jessica,setelah itu jongkok di hadapan sang nona muda.”Kau baik-baik saja, kan?”tanya menuntut penuh kekhawatiran.

“Luka sekecil ini tidak akan membuatku mati.” jawab Jessica sambil terseyum manis.

“Kau tidak pandai membuat lelucon.”  Yuri  membrengut tidak suka “Perutmu baik-baik saja kan ?”

“Tidak ada masalah yang perlu kau khawatirkan” Jessica mengusap lembut  rambut Yuri.

“Aku mengerti..” Yuri setengah mengalah. “Tapi kau harus minum obatmu !” dia lalu berdiri “Kau ingin sarapan disini atau diluar?”

“Apa dia sudah bangun ?”

“Terakhir yang aku lihat belum.”

“Apa lukanya parah ?”

“Luka sekecil itu tidak akan membuatnya mati.”ketidaksukaan terlihat jelas

Jessica menampar bahunya pelan,.”Aku akan melihatnya.”

Kemudian keduanya keluar bersama,ketika Yuri membuka pintu kamar Jessica.Tiffany berada disana.”Apa yang kau lakukan disini?!” tatapan mengintimidasi Yuri tak berarti apa-apa bagi Tiffany.

“Aku hanya ingin pamit.” jawab Tiffany santai. Seakan-akan dia tidak melihat dan mendengar semuanya. Bukan maksudnya menguping, hanya saja saat dia hendak menemui Jessica bodyguard itu menemuinya terlebih dulu. cih..bodyguard, tingkahnya saja bagaikan seorang kekasih.

Aku harus berhati-hati dengan orang ini. Pikir Yuri .

“Kau boleh pergi setelah sarapan.” ajak Jessica meninggalkan dua wanita yang saling bertatapan penuh selidik.

Merasa tidak ada yang mengikutinya Jessica pun menoleh. ”Hey..ayo!”

Yuri berbisik pada Tiffany. ”Jaga sikapmu!”

Lalu ketiga menuju ruang makan bersama. Sesanpainya di tempat makan Yuri yang duduk di hadapan Tiffany, mereka mengambil makanan yang sudah di siapkan

“Siapa kau sebenarnya ?”

“Yuri ..kau bisa bicara nanti setelah makan.”

Yuri menatapan penuh curiga pada Tiffany, yang dibalas tatapan santai Tiffany sambil menikmati makanannya. Baru setelahnya saat dia sudah menelan makanannya dia menjawab berani Yuri. “Namaku Tiffany Hwang, kau tahu kan HDS group, aku pewaris tunggalnya. Kau sedang berusaha mengintrogasiku, kan ? tapi.. sayang sekali aku tidak memiliki banyak waktu. Jangan khawatir, kau bisa bertanya pada nona mudamu nanti alasan kenapa aku bisa bersamanya, terluka bersamanya!”

Jessica tidak tahu bagaimana harus bersikap manakala kedua wanita cantik dihadapannya saling beradu tatapan mengintimidasi. Suasana menjadi canggung, dan dia tidak menyukainya. Beruntung ketika adik sepupunya datang, merubah suasana itu menjadi sedikit hidup.

“Apa aku salah memasuki rumah, lihatlah tuan putri di rumah ini sudah bangkit dari singgasananya.” Sindir Yoona, tentu saja dia tahu pada jam berapa Jessica bangun tidur.

“Ada apa dengan pagi ini mengapa orang-orang disini senang sekali mengejekku..” cemberutnya, mengundang tawa Yoona.

“Aigoo..berapa umurmu, unnie ? kau menyerupai anak kecil jika merajuk seperti itu.” Tanpa minta izin Yoona duduk begitu saja disamping Yuri, lalu meminta maid mengambilkan piring untuknya.

“Sopan sekali dirimu.” Sindir Jessica.

“Unnie, kau baik-baik saja ?” tanya Yoona kepada Yuri yang masih menatap intens Tiffany.

“Ah- Ya.. bagaimana penyelidikanmu ?”

“Aku tidak ingin membahasnya sekarang.” Tolak Yoona halus, mengantisipasi adanya orang asing. Benar yang dia maksud adalah Tiffany. “Dan siapa unnie cantik ini, apa dia kekasihmu unnie ?” tanyanya mempertanyakan Tiffany pada Jessica yang langsung tersedak.

“Uhuk.. uhukk..” wajahnya memerah saat menerima minuman yang diberikan Tiffany. “Terimakasih..” dia melempar senyum malu-malu.

“Unnie,  kau benar-benar kekasih Jessica unnie ?” tanya Yoona semangat.

“Aku seniornya di kampus.” Jawabnya santai. “Tiffany Hwang, dan kau ?”

“Oh Yoona, adik sepupu Jessica unnie yang paling cantik.” Jawabnya membuat Jessica dan Yuri memutar matanya bosan.

“Maaf aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan mentraktirmu minum kopi. Terimakasih untuk semalam Jessica, dan untuk sarapannya ini.” Tiffany membungkuk ke arah Jessica. Sikapnya sungguh sopan dan manis. Sepertinya Jessica jatuh akan pesona Tiffany.

“Paman Kang, tolong antarkan dia pulang.”

“Tidak perlu..” tolak Tiffany.

“Aku memaksa, anggaplah ini ucapan terimakasihku.”

“Aku akan ikut !” seru Yuri.

“Tentu saja, aku merasa terhormat dikawal olehmu. Setidaknya aku tidak akan mati kebosanan selama perjalanan.” Sudah dua kali Tiffany merendahkan Yuri, bila tidak ada Jessica mungkin saja dia sudah membalas ucapan itu.

Selepas kepergian Yuri dan Tiffany, Yoona siap mengintrogasi Jessica. “Bagaimana semua itu bisa menimpamu?”

“Aku selesai..” ucap Jessica, tidak ingin pembicaraan mengenai apa yang dia alami kemarin berlanjut.

“Kau hutang penjelasan kepadaku, unnie.” Ujar Yoona tegas.

Tbc..

Hallo..

Apa kabar kalian ???

Buat readers yang kemarin baca ff ini saya tahu pasti bingung kan ? wkwkw setelah aku check pun emang betul seharusnya bingung kalo gak bingung mungkin itu readersnya ngelantur, hhehe nah karena kemaren remake ini yg awalny dg cast asli YoonWon pindah alih ke cast Jeti jadi masih belepotan karena saya pas ngedit itu sambil kerja, jadinya ngeditnya kayak orang lagi marathon..

Dan kali ini jika masih ada typo, ada banyak kata-kata macho, tampan,unnie,oppa,wanita,wanita, yang masih sliweran bisa langsung kasih tahu yah lewat koment atau wa langsung ke 08962546746

 



Ff ini ff kolaborasi dan untuk pas bagian awal2 yg tentang psycho itu yang bikin temen aku, aku Cuma ngoceh ini dan itu-jikalau ada yang menurutku kurang tepat, dan bahasa pun jika kalian rasakan pasti sedikit ada perbedaan walaupun dikit.. aku mulai ngetik dibagian pemakaman Taeyeon sampai kebawah.. kalian tahu lah menyatukan dua kepala dalam satu pikiran itu cukup sulit, debat pasti ada walaupun kagak pake anarkis hhhhehe

Dan untuk ka Risma, terimakasih udah mau direpotin untuk kesekian kalinya.. jangan bosan-bosan yah tegur tulisanku dan ayoooo sebarkan couple selingkuhan ini lol

xoxo

 

 

Teruntuk ka Risma terimakasih atas waktunya, aku tidak tahu harus bicara apa ataupun harus bagiamana-mengungkapkan apa yng ingin aku katakan, satu-satunya yang aku tahu aku ingin mengucapkan rasa terimakasihku. Hhh kita mungkin belum mengenal lama, yah sekiranya kata sekadar itu lah yang cocok untuk kita.. chat pun kita jarang kan, wkwk tapi tahu dirimu meskipun itu hanya sekadar, baca ff mu meskipun itu tak semua, aku merasa senang dan chat-chat kita kemarin itu adalah chat berharga, aku suka bisa bertukar pikiran dengan kakak..

Readersmu,

Zuanita Dwi Lestari

 

Iklan

19 pemikiran pada “The Problem of Beauty

  1. agak bingung pas awal…yg disandera itu taeyeon apa jessica? trus yg nyandera itu cewe apa cowo…? ganti2…
    kebawahnya lumayan ngerti meski belum jelas bgt..maklum lah baru chap.1…dtnggu nextnya aja..

  2. halllo
    ak disini sebagai pembaca ya jadi ak akan mengungkapkan opini aku sejujur mungkin.
    Aku paham dgn maksud cerita yg km bawa tapi ak agak kurang nyaman dgn banyaknya typo dan beberapa kata yg IMO kurang pas aja.
    Tapi balik lagi semua tentang selera😁
    Aku apresiasi bgt loh karna km dan teman km itu berani bawa warna beda di wp aku dgn cerita yg dikesan berbeda dari cerita yg aku dan coffee22mj bawa.
    Mari kita kibarkan virus couple selingkuhan hahahaa.
    Overall aku suka dgn gaya tulis km meskipun ada beberapa yg harus diperbaiki dan aku percaya km bisa mengkoreksinya sendiri tanpa harus aku kasih tau detailnya.
    Kamu kan penerus aku wkwkwkwk.
    Semangat terus ya nulisnya.
    Oh ya.. di pesan yg terakhir… aku terharu loh😁.
    Aslinya deh.
    Duhhh aku baru sadar kamu nulis itu buat aku pas ak selesai baca.
    kan aku malu hahahha….
    Tapi makasih banget.
    Km manis bgt kaya aku wkwkwk.
    Semangat ayooo… let’s write ff for a long time!

  3. Huaa wifey x wifey, gue jg bingung yg di sandra, awalnya tae terus jessica kesini tae lagi, yg nyandra juga kadang “lelaki itu” kadang “perempuan itu”

  4. ini genre yuri atau genben. krn pas akhir scene yoona manggil unnie bukan noona lagi. pas di scene pertemuan tiffany dan Jessica di situ tiffany di sebut wanita?, tapi di scene saat menginap tiffy di panggil hyung. aku bingung jadinya. dari scene pertama sich bingung nya. saat scene karakter nya di culik, berubah ubah. dari taeng ke jessi. trus penculik nya juga, dari wanita ke pria.
    hehehe…. tapi tetap semangat author, semoga next part nya lebih baek lagi. 😃

  5. Aku suka sama jalan ceritanya tapi masih binggung juga ama ceritanya, mungkin lebih di sederhanakan lagi kali ya 😊.

    Mungkin karna masih part 1 kali ya ☺ hehehe

  6. membingungkan nih crita’a
    prtama ttg org yg bunuh tae tu awal’a wanita trs brubah jd laki eh brubah jd wanita g jd yg bnr ug mana? org yg bunuh tu seorng apa 2? satu cwe satu cwo?
    kedua pas mau dibunuh tu knp jd jessie? kan g ceritain tae ko brubah jd jessie dan akhir’a ttp yg mati tae
    ketiga yoonyul tu cwe apa cwo? krna awal yoong manggil yulti hyung trs ke jessie noona tp pas akhir manggil jessie dgn unnie
    tolong diperjelas ya krna aku udh menanti” ff jeti di lapak ini hehe *maklum shipp yg kekurangan asupan ff jeti krna lapak” g pd hiatus haha

  7. hua gue seneng ada ff jeti lagi walau ff yang ini sadis banget kayaknya tpi ga papa,btw rada bingung dengan bagian awal antara jessie yang di sandera atau tae terus yang nyadera itu cowo atau cewe
    btw gue penasaran dengan adiknya tae, jessica kah itu soalnya ada yuri sih
    ditunggu chap selanjutnyaaa byee
    btw gue reader baru salam kenaall

  8. Jeti… Aku kurang ngefeel ㅋㅋㅋㅋ maaf ya authornim…
    Tapi itu teye ku 😨yatuhan dua orang psikopat itu tega amat 😣

    Yeah new ff yoonsic taeny can’t waitttt 😘😘😘

    Itu itu yulsic udah Ada desahan”an segala? Hmmm positive thinking ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  9. Huaaa di part 1 ini aku masih bingung sama alur ceritanya. Yang bunuh taeyeon siapa cewe atau cowo. Tiffany nya disini masih belom tau karakternya, sampai sampai yuri menaruh curiga. Lanjut aja thoorr hehe

  10. Agak ngeri bacanya saat tae di sekap…
    Unsur2 psycho nya di kurangin ya…takutnya yg baca ada yg nyobain ntar…he-he-he
    Atau pada masih di bwh umr
    Terlepas dari itu gw suka ma couple selingkuhan yg satu ini, tpi knpa taenya mati ??? Kan bisa gangguin jeti

  11. Ceritanya bagus, tapi untuk scene psychonya di skip, terlalu ngeri. Hoho.. Jangan bilang psychonya Tiffy. No.. Tadi dikira oneshoot ternyata chapter soalnya akan terkesan ngebut ceritanya klo oneshoot. Ayo sebarkan dan lestarikan couple selingkuhan 😁

  12. semangat lanjutin thor,, itu yg psyco moga bukan tiff, abis kok ngeri jg tae dibunuh. jessi adeknya tae ya disini? yoona sepupuan, nah yuri itu sp kakak kah? atau dkt aja ama jessi, aku ga bgitu merhatiin tulisan yg kliru sih maaf, jd ga ngeh klo ada yg keliru.
    motifnya gmn nih ya,kykna pembunuhnya dket gtu ya? semangat buat lanjutnya thor,, slm kenal 🙂

  13. Agak ngeri n nggak tega pas baca tae kn siksa pengen di skip rasanya 😫
    Tp dibuat pensaran pas castnya jeti waaa gimana fany bisa tau banyak ttg jessie??
    Untuk typonya its ok la thor bs di maklumi..😂fighting!!!😊😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s