Anemone 1.2 – Kim Taeyeon

3

Author Note: kalimat yang di bold dan italic adalah flashback

kalau kalian lupa bisa baca part sebelumnya disini : Anemone 1.1 – Kim Taeyeon

Selamat membaca 🙂

==== Anemone ====

“Euurrggh…”Erangan itu terdengar begitu lemah. Pandangannya terasa terbagi menjadi pecahan-pecahan kecil berbeda bentuk. Ribuan palu terasa menghantam kepalanya berkali-kali. Nafasnya terpotong-potong begitu cepat bagai kereta api yang berjalan tiada henti mengejar hembusan angin.

Kesadaran itu coba Taeyeon dapatkan. Untuk sesaat ia pejamkan matanya perlahan, mencoba mengumpulkan kekuatan apapun yang bisa menopang hidupnya. Mata itu perlahan ia buka kembali.

Semua hal yang menyiksanya masih ada namun tak sesakit tadi.

Pandangannya mulai berpencar, berkeliling mencari hal apa yang sebenarnya terjadi padanya hingga rasa sakit itu bisa begitu kuat menghampiri. Pandangannya terkunci pada seorang wanita yang tergeletak tak berdaya tersender di pintu mobil yang kini tak berjendela lagi. Sesuatu seperti memacu ingatannya tentang peristiwa yang terjadi beberapa saat lalu.

Stephanie Hwang.

Wanita yang menjadi alasan semua ini terjadi kini tak sadarkan diri dengan darah yang menghiasi paras cantiknya.

Dengan segera Taeyeon cek denyut nadi sang pewaris yang terluka cukup parah di bagian kepala. Tanda-tanda kehidupan itu masih ada namun begitu lemah. Dengan sekuat tenaga Taeyeon berusaha keluar dari mobil yang kini telah terbalik posisinya. Bau bensin yang tercium seketika memaksa pria bermarga Kim itu untuk mempercepat aksi penyelamatannya.  Langkahnya terhenti ketika dia mengetahui kaki kanan Stephanie terjepit oleh bagian bawah mobil yang telah penyok tak berbentuk.

Dengan semua tenaga yang tersisa dalam tubuhnya, Taeyeon mencoba untuk membuat ruang agar kaki nona muda yang terlihat seperti putri tidur itu bisa terbebas. Bau bensin semakin menyengat menandakan kebocoran sudah terjadi dari tangki bensin mobil  semakin besar. Percikan api mulai terdengar. Hal itu memaksa Taeyeon untuk melukai tangan kirinya dalam proses pembebasan kaki sang pewaris yang terkulai lemah tak menyadari bahwa bahaya kini sedang mengintai hidupnya.

“Aarrrgghh!!!!” teriakan keluar bersamaan dengan rasa sakit luar biasa yang Taeyeon rasakan di tangan kirinya. Kaki Stephanie kini telah bebas. Pintu itu coba Taeyeon dobrak dengan kaki kanannya berkali-kali hingga akhirnya mau terbuka. Dengan cepat ia dorong tubuh sang pewaris begitu kuat untuk keluar dari mobil yang akan segera meledak dan membakar keduanya hidup-hidup. Taeyeon menggulingkan tubuhnya ke sisi kanan agar ia bisa menyusul Stephanie yang masih tak sadarkan diri berbaring di rerumputan penuh kerikil yang dapat melukainya.

“Ah.. Ahahha.. hah.. “ Taeyeon tak bisa menyembunyikan erangan dari luka di tangan kirinya ketika bertemu dengan batu-batu dan kerikil tajam yang semakin menyakiti tubuhnya. Sedikit demi sedikit ia mencoba untuk berdiri, membawa Stephanie dalam gendongannya. Dengan langkah kakinya yang tertatih, Taeyeon bawa tubuhnya dan sang pewaris untuk menjauh dari mobil yang sebentar lagi akan meledak.

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Mobil sedan hitam itu kini telah meledak membuat Taeyeon yang masih menggendong Stephanie terhempas, terlempar ke depan dengan posisi sang pewaris yang masih berada dalam pelukannya.

“Sss..Seohyun-ah…” kata itu yang sempat terucap sebelum kegelapan itu menyapa pandangan Taeyeon dan dunia di sekelilingnya.

“Sayang.. kau sudah bangun?” suara lembut seorang wanita yang begitu familiar membangunkan seorang pria yang masih berusaha untuk membuka kedua matanya. Perlahan pria itu mulai mengumpulkan kesadarannya. Tubuhnya terasa nyaman dan ringan sekali saat wanita yang masih menjadi kabur dalam pandangannya membawa tubuhnya untuk duduk berhadapan dengan wanita tersebut.

“Sica?” Pandangan pria tersebut kini telah jelas. Di depannya duduk dengan manis wanita yang masih begitu dicintainya itu dalam balutan gaun putih yang terlihat begitu indah memeluk tubuh sang kekasih. Tangan kanan pria itu perlahan mencoba menyentuh pipi kanan wanita yang hanya tersenyum menatapnya. Jari jemari pria itu terdiam ketika merasakan kepadatan serta kelembutan dari pipi sang kekasih yang begitu dirindukannya.

“Kau tidak merindukanku, Sayang?” Telapak tangan kedua wanita itu kini yang membingkai wajah pria dihadapannya dengan hangat dan penuh kasih sayang. Untuk sesaat tak ada kata yang terucap dari bibir keduanya yang terdiam menikmati kehadiran masing-masing.

“Aku sangat merindukanmu, Sica…” Kata-kata penuh arti itu terucap dari bibir Taeyeon yang masih bisa menahan tangisnya meski kedua matanya mengkhianati inginnya dengan linangan air mata yang perlahan mengalir dari sumbernya.

Senyum lembut berbalut air mata juga menghiasi wajah Jessica ketika melihat tangis yang berusaha ditahan sang kekasih. Ia bawa prianya itu dalam pelukannya, membiarkan Taeyeon bersandar di bahunya. Diam menjadi bahasa mereka lagi kali ini.

Wanita bermarga Jung itu mengelus punggung prianya pelan, mencoba menenangkan sang kekasih yang terlihat begitu emosional bisa bertemu lagi dengannya. Setelah cukup lama mereka seperti itu, Jessica bawa tubuh kekasihnya itu untuk berhadapan dengannya, melepas pelukan yang sebenarnya masih ia inginkan.

“Syukurlah kau masih merindukanku. Aku juga sangat merindukanmu.” Kedua pipi yang dibingkainya itu Jessica elus dengan perlahan, menikmati kehadiran pria yang sudah lama merindukannya.

“Sayang.. jangan pergi lagi. Aku tidak ingin berpisah darimu.” Kedua tangan itu Taeyeon bawa dalam genggamannya. Jari jemari mereka bersatu, memenuhi ruang kosong yang selama ini tak terisi.

“Taeyeon-ah.. aku tidak pernah pergi darimu. Aku selalu ada di hatimu. Kau tidak perlu takut.” Tangan yang selalu memberinya kehangatan itu menyentuh dada Taeyeon yang terdiam masih dalam tangis sunyinya.

“Sica..” kedua mata mereka bertemu, terkunci dalam satu waktu yang menyedihkan sekaligus menyenangkan bagi keduanya.

“Untuk kali ini, kumohon dengarkan aku Sayang. Waktu kita tidak banyak disini. Kau masih harus kembali ke dunia.” Jessica lepas tangannya dari dada sang kekasih yang pandangannya tak pernah terputus darinya. Kedua tangan Taeyeon kembali Jessica bawa untuk menyatu dengan miliknya.

“Apa maksudmu? Aku ada disini bersamamu, bukankah ini berarti aku sudah meninggal?” Mata  itu  terlihat begitu polos dan murni sehingga sebuah kebingungan pun tak bisa bersembunyi dari siapapun yang melihatnya.

“Tidak.. ini belum waktumu, Sayang. Kau masih mempunyai episode lain dalam hidupmu yang memerlukan kehadiranmu didalamnya. Maka dari itu.. kau harus bertahan. Seohyun.. Yuri.. dan yang lainnya, mereka membutuhkanmu. Bahkan Stephanie..” genggaman itu terasa begitu erat ketika Taeyeon mendengarkan wanita dihadapannya berbicara. Ada urgensi dari setiap kata yang keluar dari bibir sang kekasih. Melihat itu, Taeyeon tahu bahwa apa yang telah dan akan diucapkan oleh Jessica adalah sesuatu yang sangat penting. 

“Apa maksudmu?” terdapat tanda tanya besar di benak Taeyeon mendengar semua yang sudah diucapkan oleh mendiang kekasihnya itu.

“Jalan kebahagiaan baru akan segera terbuka. Kau yang harus membimbingnya untuk memperoleh kebahagiaan itu. Kebenaran akan segera terungkap dan ini menyangkut tentang hidup orang banyak. Hanya kau yang bisa melakukannya.” Sebuah semangat, gairah, kebahagiaan, dan permohonan secara bergantian tergambar dari paras cantik Jessica.

“Sica.. aku sungguh tidak mengerti dengan ucapanmu.” Kebingungan itu nampak belum musnah dari wajah Taeyeon. Jessica hanya tersenyum lembut dalam diamnya.

“Sayang.. apak kau sudah menemukan semua catatan harianku tentang The Huntmans & 8 Dragon?” anggukan adalah jawaban yang diberikan Taeyeon dan itu terlihat sangat imut sekali sehingga Jessica tak kuasa menahan keinginannya  untuk mencubit pipi kekasihnya itu. Ringisan kecil keluar dari bibir Taeyeon yang merasa kesakitan dengan cubitan sang kekasih yang mematikan meskipun sebenarnya ia rindukan.

“Aww… sakit ya? Maafkan aku. Jadi begini.. aku meminta padamu untuk membongkar semuanya dengan perlahan, apapun rahasia besar yang tercatat dalam buku harianku. Mereka selama ini telah banyak menganiaya rakyat dengan kekuasaan yang mereka pegang. Aku percaya kau bisa melakukan ini semua.” Lagi.. Taeyeon hanya bisa terdiam mencoba mencerna setiap kata yang terucap dari bibir sang kekasih. Kecantikan Jessica selalu mengganggunya untuk fokus pada apapun yang dikatakan oleh wanita bermarga Jung itu.

“Tapi.. bagaimana bisa aku..” keheningan itu terpecahkan tak kala Taeyeon kembali berbicara.

“Seohyun akan aman bersama Yuri. Dia bisa kau andalkan untuk menjaga adik kesayangan kita.” Senyum yang diberikan oleh wanita dihadapannya itu, bahkan surgapun mungkin tak bisa mengalahkan kenyamanan dan ketenangan yang dibawa olehnya.

“Baiklah… aku mengerti tapi.. apa hubungannya dengan Stephanie yang membutuhkanku?”

“Kau.. akan mengetahuinya nanti.” Mata itu Jessica kedipkan beriringan dengan senyuman manis nan lembut yang menghangatkan hati siapapun yang melihatnya.

“Apa maksud…” ucapan itu terhenti ketika jari telunjuk tangan kanan wanita dihadapannya itu menyentuh bibir Taeyeon dengan semua kelembutan didalamnya.

“Aku tahu kau sangat mencintaiku tapi kau harus belajar untuk melepas semua hal yang memberatkan hatimu. Belajarlah untuk lebih mencintai dirimu sendiri dan orang-orang di sekelilingmu. Aku tidak memintamu untuk melupakanku tapi aku ingin kau melangkah maju menuju kebahagian yang sedang menantimu. Jangan diam di tempat dan selalu menengok kebelakang,  terbelenggu dalam sebuah kenangan yang hanya menyakiti dirimu selama ini. Dendam bukan jawaban untuk semua amarah dan sakit hati yang menghampirimu. Memaafkan adalah cara terbaik untuk membalaskan dendam pada mereka yang dengan kejamnya telah memisahkan kita. Jangan salahkan Tuhan mengapa aku lebih dulu pergi dari dunia ini.”

“Mereka bilang hidup hanya sekali. Tapi bagiku, hidup adalah dua kali. Satu didunia dan terakhir, disini, dalam keabadian dimana semua yang kuperbuat di dunia adalah apa yang akan kuperoleh selama disini untuk selamanya. Jalan ceritaku di dunia telah selesai, Taeyeon-ah. Aku sudah melaksanakan tugasku sebaik mungkin selama disana.”

“Sekarang adalah giliranmu untuk memperbaiki semuanya, baik kesalahanku, kesalahanmu ataupun kesalahan kita. Jadilah manusia yang paling berguna untuk hidupmu dan hidup orang banyak. Buat mereka yang telah menyakitimu tahu bahwa kau adalah manusia yang kuat dan tidak mudah menyerah. Percayalah.. sekuat apapun manusia, dia tidak akan mampu menandingi kuasa Tuhan. Jadi kumohon.. kau tidak perlu khawatir atau takut bahwa semua ini nantinya akan mengancam nyawa Seohyun, Yuri atau bahkan Stephanie..”

“Sica…” Panggilan itu kembali terhenti ketika Jessica membawa kembali tubuh prianya itu dalam pelukan.

“Taeyeon-ah.. aku meninggal karena mereka takut. SJJD dan orang-orang yang selama ini berada di belakang mereka takut aku akan membongkar kejahatan dan kebobrokan iblis-ilbis itu ke khalayak umum. Mereka ingin aku diam dan membiarkan rakyat menderita sementara mereka hidup bermewah-mewahan menggunakan uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan orang banyak. Aku tidak ingin orang asing dan pendatang merasakan surga di negara kita sedangkan penduduk pribumi merasakan neraka dalam negara mereka sendiri, tanah air mereka.” Pelukan itu Jessica lepas. Kali ini ia tatap kedua mata pria yang masih sangat dicintainya itu dalam-dalam.

“Kematianku adalah takdir Tuhan yang pada akhirnya mungkin dapat menjadi sebuah pengorbanan untuk semua kebaikan yang akan diterima oleh masyarakat pada umumnya. Semua usaha Lee Jaehan Sunbaenim, usahaku, dan mereka yang meninggal karena berusaha membuka tabir kebenaran akan sia-sia jika kau tidak mau menerima dan melanjutkan perjuangan kami. Aku percaya Tuhan akan selalu melindungimu, Seohyun, Yuri dan Stephanie..” Taeyeon terdiam melihat sang kekasih yang menatapnya begitu lekat.

“Sica…”

“Kim Taeyeon, aku sangat mencintaimu. Jadi kumohon.. bertahanlah.. berjuanglah untuk membuka semuanya.” Wajah pria yang selamanya akan  menjadi cintanya itu Jessica bawa, ia satukan dengan kehangatan serta kelembutan bibirnya. Kecupan itu menjadi sebuah ciuman hangat yang mencurahkan semua rasa yang dimiliki oleh keduanya. Derai air mata membasahi pipi Jessica yang menyadari bahwa sang kekasih kini telah kembali ke dunia ketika ciuman itu telah selesai mereka lakukan. Hanya angin kini yang membelai bibirnya, bukan kehangatan milik Taeyeon yang akan selalu menjadi rindu dan candu baginya.

“Buatlah dia bahagia, Taeyeon-ah. Jemputlah kebahagiaanmu.” Masih dalam tangisnya, Jessica berucap ditemani dengan sebuah senyuman yang takkan pernah hilang semua keindahan didalamnya.

“Arrghh,,, ahh..ahhh…” Seorang pria baru saja terbangun dari mimpinya. Kesadarannya belum terkumpul sehingga rasa sakit dari semua luka di tubuh kekarnya itu belum terasa. Rasa sakit itu mulai datang ketika ia mencoba menggerakan tangan kirinya.

“Arrhh…Euhh…” ringis penuh kesakitan itu Taeyeon gumamkan dengan kedua matanya yang tertutup menahan rasa perih dan panas yang entah mengapa terasa menyambar sekujur tubuhnya.

“Eungghh.. ahh.. eh..” Ringis dan rintihan itu seketika terhenti ketika Taeyeon merasakan tangannya menyentuh benda padat yang berada di sampingnya. Perlahan pandangannya mulai mencari sumber kepadatan itu dan betapa terkejutnya Taeyeon ketika melihat target misinya  terkulai dengan simbahan darah yang menjadi riasan wajahnya. Rambut hitam kecoklatan emas itu nampak berantakan. Wajah bening meronanya kini terlihat begitu pucat. Bibir yang dulu merah menggoda itu kini terlihat hampir membiru.

Melihat itu detak jantung Taeyeon berjalan begitu cepat. Seakan lupa dengan luka yang dialaminya, Taeyeon segera mendekati sang pewaris yang anehnya terlihat seperti seorang putri yang tertidur dengan tenang meskipun luka memar dan luka lain yang ada di tubuhnya terlihat begitu mengkhawatirkan. Denyut nadinya kembali Taeyeon periksa disertai dengan tanda-tanda kehidupan lain di tubuh Stephanie.

“Syukurlah.. ah.. ah..” masih dengan nafas tersengalnya Taeyeon berbicara. Ia melihat ke sekeliling untuk mencari bantuan terdekat namun hanya hutan lebat yang ditemuinya. Pikirannya kembali pada kecelakaan yang mereka alami, proses penyelamatan Stephanie, mobil sedan mereka yang meledak hingga akhirnya ia bangun di sebuah tempat dimana kehidupan itu sepertinya masih belum bisa menggapai mereka.

“Nona Hwang.. kita akan selamat. Bertahanlah… kumohon.” Pinta itu Taeyeon ucapkan dalam doanya seiringan dengan langkah kakinya yang mulai berjalan mencari pertolongan pertama bagi malaikat yang sedang tertidur pulas dipangkuannya.

==== Anemone ====

“Tuan.. Maafkan Sa..” seorang pria yang masih lengkap dengan setelan jas hitam dan kemeja putih rapinya berdiri setengah menunduk dihadapan bosnya. Pria itu terlihat begitu pucat seperti mayat hidup, berbeda dengan pimpinannya yang wajahnya terlihat merah menahan emosi..

“Bagaimana kalian bisa kehilangan calon istriku heuh?!” meja itu digebrak oleh seorang pria yang terlihat tak bisa menahan emosinya mendengar kabar tak menyenangkan baginya.

Bagaimana bisa menyenangkan.. Sooyoung baru saja tiba di kediaman Tiffany dan segera mengetahui bahwa sang kekasih hilang bersama dengan penyerangan misterius yang terjadi di mansion mewah milik keluarga  calon istrinya yang begitu ia cintai.

Istri.. sebelum Sooyoung sempat meminang wanitanya itu, Tiffany telah lebih dulu menghilang dengan semua teka-teki serta misteri yang menunggu untuk dipecahkan.

“Tuan.. kami sudah berusaha untuk melindungi Nona Hwang tetapi saat itu kondisinya sangat tidak terkendali. Banyak dari tenaga keamanan terluka parah bahkan 10 penjaga depan tewas. Sampai saat ini kami belum menemukan nama pasti di balik penyerangan ini tapi.. tim kami menemukan ini tadi pagi.” Pria itu menyerahkan potongan kain berlogo sebuah perusahaan keamanan yang sudah terkenal di Korea Selatan maupun dunia kepada Sooyoung.

“SJJD? Maksudmu.. mereka.. ini tidak mungkin! Bagaimana bisa SJJD menculik putri klien terbesar mereka?” pria bermarga Choi itu mengerutkan dahinya, merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Tidak ada bukti lain yang mengarah selain kepada SJJD, Tuan. Kami memohon persetujuan Anda untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini.” Setelah mendengar penjelasan itu, Sooyoung terdiam cukup lama. Semua hal kini bermain dipikirannya. Berbagai spekulasi mulai terbentuk meskipun belum disertai dengan bukti kongkrit di dalamnya.

“Baiklah. Selidiki SJJD dan orang-orang yang mungkin terlibat dalam kasus ini. Yang paling penting.. segera temukan Stephanie secepatnya.”

.

.

.

Hyung.. kapal sudah mulai berlayar. Tapi kami kehilangan kendali.”

“Lalu bagaimana keadaannya sekarang? Kau sudah menemukan  penumpangnya?”

“Kami masih mencari mereka. Bangkai kapal sudah ditemukan dan sangat hancur. Apa yang selanjutnya harus kami lakukan?”

“Buat mereka terlihat ikut lenyap seiring dengan tenggelamnya kapal itu lalu temukan mereka secepatnya sebelum keamanan CNC bergerak lebih jauh.”

“Baik Hyung.”

==== Anemone ====

“Jinyoung-ah.. cepat antarkan kimchi lobak dan kubis ini ke rumah Noona-mu!”

“Maksudmu Youngmi Noona, Eomma?” senyum penuh semangat itu menghiasi wajah tampan pemuda 14  tahun itu. Dengan segera ia ambil box makanan yang dibawa oleh ibunya. Dalam hati yang riang gembira Jinyoung mulai melangkahkan kakinya keluar, ditemani 2 box makanan untuk Noona kesayangannya.

Eomma.. ada apa ini?” langkah Jinyoung terhenti ketika kerah bajunya ditarik oleh sang ibu yang terlihat kesal padanya.

“Kau ini, jika mengantarkan pesanan ke rumah Youngmi saja bersemangat, tapi membantu ibumu melakukan hal lainnya malas-malasan!” Park Hana segera melayangkan pukulan ringan ke bahu putra semata wayangnya itu.

“Aww.. Eomma!” Jinyoung meringis kesakitan setelah menerima pukulan itu.

Jinyoung akan kabur dari siksa ibu tercintanya itu ketika sesosok bidadari kini muncul dihadapannya, masih dengan senyuman khas yang dapat membunuh 1000 pemuda jika mereka melihatnya dengan jelas.

Noona.. ada apa ini?” suara pria disampingnya membuat senyum Jinyoung semakin merekah mengetahui bahwa sang ibu akan segera luluh pada pesona pria yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu. Jika ibunya sudah luluh seperti itu maka amarah atau kekesalan apapun akan segera terhapuskan dan hidupnya akan terselamatkan.

Hyung.. tolong aku!”  Jinyoung segera berlari ke belakang tubuh pria yang terlihat begitu jantan dengan janggut dan kumis yang menghiasi beberapa daerah di wajah tampannya. Kacamata berbingkai coklat tua yang selalu menambah kesan cerdas dari wajah karismatik pria itu mulai dilepas oleh wanita disampingnya yang mengerti dengan maksud ucapan Jinyoung.

Unnie.. apa Jiyoung berulah lagi?” wanita yang selama ini dikagumi oleh Jinyoung mengeluarkan suara merdunya dalam tanya yang selalu membawa senyum terindah di dalamnya.

“Youngmi-ah.. aku kesal padanya. Dia hanya bersemangat membantuku jika hal itu berurusan denganmu.” Hana mencoba untuk mengambil tubuh putranya yang bersembunyi di balik tubuh tegapnya seorang pria yang sudah Hana anggap sebagai adiknya sendiri.

Eomma!” raut merah muda itu tidak bisa Jinyoung tutupi dari wajahnya.

“Benarkah?” wanita bernama Youngmi tadi memberikan pemuda yang masih merunduk malu tak berani menatapnya itu tepukan di bahunya yang seketika membuat Jinyoung segera menatap kelemahannya.

“Ak.. akk.. aku..”

Aigoo… sepertinya semakin banyak yang menjadi sainganku, Noona. Sayang, haruskah aku mengurungmu saja di rumah atau menyembunyikanmu dari seluruh pria di dunia?” Kekhawatiran itu terlihat palsu dan semua orang bisa mengetahuinya karena kekhawatiran itu dengan mudah dapat tertutupi oleh ketampanan dan karisma dari pria  yang menjadi pasangan wanita bernama Youngmi tadi.

“Hyukie..” dalam senyum malunya Youngmi memukul bahu sang suami yang terlihat puas sekali dapat menggoda sang istri.

“Aigoo.. kalian berdua begitu manis. Kemanisan kalian mengingatkanku pada ayahnya Jinyoung.” Senyum kebahagiaan itu diiringi dengan sebuah sendu yang nampak jelas tergambar di paras Hana.

Noona.. maafkan kami. Kami tidak bermak…” menyadari perubahan ekspresi di wajah Hana, Taehyuk segera meminta maaf.

“Tidak apa-apa. Aku tahu bahwa Ayah Jinyoung selalu berada di dalam hatiku. Dia selalu mengawasi kami, terutama putranya yang menyebalkan ini.” Sendu itu tak pernah kelabu seperti dulu karena Hana selalu belajar untuk menerima kenyataan bahwa Tuhan begitu menyayangi suaminya sehingga sang suami harus pergi lebih dulu karena sakit yang dideritanya dulu.

Eomma..” Jinyoung tahu bahwa ibunya pasti sedih dan sangat merindukan mendiang ayahnya. Jika melihat ibunya seperti itu, entah mengapa tekad untuk membahagiakan ibunya kembali naik.

“Kau begitu bijak  Unnie.. Suamimu pasti bangga dan bahagia mengetahui istrinya bisa tetap menjalani hidup dengan ceria.” Terlihat kekaguman yang terpancar di wajah Youngmi sementara pria disampingnya terdiam mendengar hal itu dengan senyuman yang tak henti ia berikan pada sang istri.

 “Apa yang terjadi dengannya, Dokter?” pria yang masih menderita luka bakar dan memar cukup hebat di beberapa bagian tubuhnya bertanya pada seorang wanita yang terlihat sedikit kelelahan setelah keluar dari ruang operasi. Wanita itu belum menjawab pertanyaan pria tadi sehingga si pria terus mengikuti wanita tersebut hingga mereka duduk di sebuah sofa dalam ruang kerja wanita tersebut yang berprofesi sebagai dokter. 

“Luka di kepalanya cukup parah.. dan Kami sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istri Anda, Tuan.”

“Apa maksud Anda?”

“Tuan Kwon.. istri Anda mengalami kecelakaan yang cukup hebat. Benturan di kepalanya terjadi cukup keras sepertinya sehingga bagian otak yang mengelola memorinya mungkin akan terganggu.”

“Maksud Anda.. istri saya akan mengalami amnesia?”

“Heumh.. mungkin kita bisa mengatakannya seperti itu. Tapi kita akan melihatnya nanti setelah Nyonya Kwon sadar. Yang Saya ingin katakan adalah.. Anda harus menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuknya. Karena sejujurnya.. adalah sebuah keajaiban istri Anda dapat bertahan hidup hingga detik ini. Kami telah berusaha untuk menyelamatkan Nyonya Kwon, selebihnya.. biarkan Tuhan yang berkehendak, Tuan. Yang sekarang bisa kita lakukan hanya berharap dan berdoa semoga istri Anda bisa kembali sehat dan hal apapun yang kita takutkan tadi tidak terjadi.” Dokter wanita itu tersenyum kecil sebelum menepuk bahu pria dihadapannya dan pamit.

.

.

.

“Paper.. bagaimana kondisimu?” seorang pria baru saja masuk menghampiri sahabatnya yang sedang duduk terdiam melihat ruang kosong dihadapannya.

“Aku baik.” Jawabnya singkat dan datar. Pria yang tadi baru saja datang tersenyum kecil melihat respon sahabatnya.

“Kau begitu khawatir dengan keadaannya?” pria dihadapannya hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.

“Apa kau sudah selesai mengurus semuanya?” Yuri tersenyum melihat sahabatnya itu menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan lagi.

“Semua dokumen sudah selesai dibuat. Identitas serta kartu pengenal barumu juga sudah kuubah. Ucapkan selamat tinggal pada Kim Taeyeon karena kini kau resmi menyandang margaku, Tuan Kwon Taehyuk.”

“Lalu bagaimana dengan..”

 

“Karena kau memutuskannya secara mendadak, sedikit sulit untuk mengubah identitas Pheasant. Klan Hwang tidak mau mengumumkan pada publik tentang hilangnya sang pewaris mereka. Choi Sooyoung juga tidak mau menerima hasil forensik yang diberikan polisi padanya. Dia malah semakin mendesak SJJD untuk mengembalikan calon istrinya. Suasana di kantor sedikit kacau karna hal itu.”

“Lalu.. apa yang..”

“Untungnya kau memiliki sahabat yang loyal dan jenius sepertiku, Tuan Kwon sehingga Pheasant kini telah resmi menyandang margaku juga.”

“Benarkah?”

“Paper.. aku ingin bertanya sesuatu dan kau harus menjawabnya.”

“Apa itu.. coba tanyakanlah.”

“Tujuan awal dari semua ini adalah untuk menyelamatkanmu serta Seohyun dari jerat Yoora dan SJJD. Tapi… kenapa kau begitu bersikukuh untuk membawa Pheasant bersamamu? Kau tahu.. semua yang sudah kita rencanakan bisa hancur jika mereka tahu bahwa kau sebenarnya masih hidup.”

“Aku sendiri tidak tahu mengapa aku begitu ingin membawanya bersamaku. Hanya saja.. jika kau melihat kekosongan dan kesedihan di kedua matanya saat itu, maka kau akan mengerti mengapa aku ingin membawanya bersamaku dalam kehidupan baru yang ingin kubangun lagi setelah Jessica tiada.”

“Maksudmu…”

“Tidak. Ini tidak seperti yang kau bayangkan Yul. Aku hanya ingin… menyelamatkannya.”

“Aku mengerti tapi Paps.. dia adalah calon istri Choi Sooyoung. Kau tahu.. pria itu akan melakukan apapun untuk bisa menghidupkan atau menemukan wanita yang dicintainya. Nyawamu dan Seohyun bisa dalam bahaya lagi jika dia sampai tahu bahwa calon istrinya ada bersamamu.”

“Lalu aku harus menyerahkannya dan melihatnya dibalut dalam kehampaan dan kekosongan seperti dulu?”

“Taehyuk.. dia hanya orang asing untukmu. Mengapa kau bisa sepeduli itu padanya?”

“Aku tidak tahu, Yul. Yang kutahu.. ketika aku bangun setelah kecelakaan itu, hati ini rasanya tidak bisa melihatnya sedih dan terluka seperti dulu.

“Apa mungkin kau..”

“Aku tidak tahu Yul… aku tidak tahu.. tolong jangan tanyakan dulu hal itu padaku.”

.

.

.

“Nona.. nona.. bukalah matamu.” Suara itu membangunkan seorang wanita yang perlahan mulai membuka kedua kelopak matanya. Pandangannya berpencar mencari sesuatu yang sebenarnya tak ia ketahui.

“aa…hh…” mulutnya ingin bersuara namun entah mengapa kata itu tak berkumpul menjadi sebuah kalimat yang sepantasnya.

“Nona.. kau ingin mengatakan sesuatu?” lagi.. suara itu kembali berbicara.

“Ahh…. Ha.. ha.. ha… ah…” seperti seorang bayi yang tak bisa berkata apapun, wanita itu akhirnya terdiam, termenung dalam sebuah pikiran yang tak bisa mengajaknya berpacu mengingat masa lalu atau masa kini yang sedang terjadi padanya.

.

.

.

“Apa yang terjadi dengannya, Dokter? Mengapa istri Saya tidak bisa berbicara?”

“Hal yang kami takutkan benar terjadi. Selain kehilangan ingatannya dalam beberapa tahun kebelakang, Nyonya Kwon juga kehilangan kemampuan dasar seperti berbicara, cara duduk, berjalan dan aktivitas lain yang biasa dilakukan oleh wanita seumurannya.”

“Maksud Anda..”

“Dengan kata lain istri Anda kembali ke kondisi balita dimana dia harus belajar untuk melakukan lagi hal-hal yang sudah Saya jelaskan sebelumnya. Saya tahu kabar ini sangat mengejutkan bagi Anda namun harapan itu masih ada, Anda tidak perlu berkecil hati, Tuan. Saya akan merekomendasikan tim terapis terbaik yang dapat membantu istri Anda kembali seperti dulu.”

“Terimakasih dokter, Saya memohon bantuannya.”

.

.

.

“Dia.. tidak mengenalmu? Dia juga tidak ingat apapun tentang masa lalunya? Woah.. ini kebetulan sekali!”

“Dokter bilang dia harus menjalani terapi agar bisa beraktivitas normal seperti dulu. Mereka akan menyiapkan tim terapis terbaik untuk kesembuhan Pheasant.”

“Gila! Kau tidak bisa berlama-lama disini. Mereka akan menemukanmu!”

“Lalu aku harus meninggalkannya dalam kondisi seperti itu?”

“Bukan itu maksudku. Yang ingin kukatakan adalah.. kita harus mencari cara lain agar kalian bisa tetap hidup dengan tentram dan selamat di negara ini.”

“Negara ini? Apa maksudmu? Bukankah aku..”

“Aku baru mendapat kabar dari Peas bahwa SJJD, CNC Grup serta tim keamanan Hwang sedang mengawasi jalur keberangkatan ke luar negeri di setiap bandara di Korea Selatan. Mereka juga menguasai kantor keamanan bandara serta imigrasi agar mereka bisa dengan mudah menemukan harta mereka, Pheasant.

“Jadi.. aku..”

“Terpaksa kita harus menjalankan rencana B. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kalian di sebuah desa di Jeonju. Desa itu terletak di daerah pedalaman sehingga SJJD, CNC atau yang lainnya tidak mungkin bisa mencarimu. Di desa itu juga teknologi belum berkembang seperti di kota sekelas Seoul. Aku sudah mengecek kondisinya dan kurasa aman bagi kalian berdua.”

“Ini gila. Lalu bagaimana dengan terapinya?”

“Mengapa tidak kau saja yang melakukan terapi itu pada Pheasant?”

“Tidak.. itu tidak mungkin! Aku tidak mungkin bisa..”

“Sadarlah Paps sekarang nyawa kalian..  tidak.. sekarang nyawamu dan Seohyun berada di ujung tanduk jika SJJD, CNC dan kroninya tahu bahwa Pheasant ada bersamamu!”

“Yul…”

“Tuan Kwon.. jika Anda ingin menyelamatkan mereka semua.. kumohon.. ikutilah saranku.”

.

.

.

“Namamu… adalah Kwon Youngmi.” Taeyeon berbicara pada wanita dihadapannya yang terduduk bingung tak mengerti dengan apa yang sudah diucapkannya.

“Yo..you..ng..mi?” kepolosan itu terbalut dengan kecantikan yang membuat hati siapapun berdetak lebih kencang jika melihatnya. Senyum itu mulai bermain di wajah Taeyeon yang entah sejak kapan bisa tersenyum seperti ini lagi.

“Ya.. itulah namamu dan kau… adalah istriku.. Youngmi-ah.” Tidak ada keraguan saat bibir itu bersuara. Kedua tangan yang jauh lebih besar darinya dan sedikit kasar itu mendekap milik Stephanie yang kini telah berganti identitas menjadi Kwon Youngmi, sama seperti milik sang ‘suami’… Kwon Taehyuk.

Dan kehidupan baru keduanya… kini dimulai.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Author Note:

Hai Semua 🙂

Apa kabar? semoga sehat selalu ya 🙂

Gimana? makin seru atau membosankan ceritanya?

Ayo ceritakan perasaan kalian setelah baca cerita diatas.

Gausah bingung mau ngomong apa

aku minta kalian komen itu buat ngobrol.

Ya anggap aja kalian lagi ngobrol sama temen sendiri.

Bukankah kita sudah berteman?

Okay… aku menunggu jejak kalian ya di kolom komentar 🙂

God Bless You

c2wujbuvqaal8wn

Iklan

25 pemikiran pada “Anemone 1.2 – Kim Taeyeon

  1. Wah wah taeny, mungkin itu salah satu cara agar taeny bisa lari dari kejaran musuh kali ya. Ceritanya makin seru aja jadi gk sabar baca chap selanjutnya.☺

    Thanks thor uda update 😊

  2. Oh My Goddess!!!!! Ini bener bener seru,ceritanya makin seru dan aku makin di bikin penasaran sma kelanjutan kisah mereka,ini benar benar cerita yg keren 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
    Aku berharap Taeyeon dapt membatu Tiffany mendapatkan kebahagiaan nya.

  3. Ping balik: Password Anemone 1.2 Kim Taeyeon & Park Yoonan | Be Different

  4. Untung Kwon Taehyuk kalo Kim Taehyuk kan lg mau pergi wamil hihi..

    Ada bbrapa typo nama, tp aku maklum kok.. Krena aku juga sering ke gtu.. Hhehe serius ceritanya seru, aku suka hdup dlm identitas baru diselimuti byang serangan dr Choi Sooyoung atau SSID.. Hhhihi btw ka ris jgn smpe bikin tiffany udh tahu dr awal yah alias kong kalikong dg dokternya sprti yg sudah2 (ff yg q bca )

    Seketika scane pertama pas BOOM aku inget the K2.. Kim jeha yg nyelamatin choi yoojin.. Hihi bikin action yg makin gila dong ka ris, mengingat aku sllu gagal klo bkin genre action..

  5. Dari sini udh semakin terlihat inti ceritanya, hny saja ada bbrapa ksalahan yg aku temuin sih, sprt kesalahan pengeditan. Wkwkwk…… Tp aku mklumin itu kok, nih ffkn dua versi jd wajar aja klo ada salah satu yg mndptkn sedikit kesalahan pengetikan. Tapi utk seluruhnya aku cuma bisa blg daebak, amazing dan so drama

  6. Wah mereka menyamar toh gue berpikir taeny ga bakal hidup eh tau nya mereka bisa bertahan jika taeny tinggal didesa bagaimana utk menuntaskan misi yg belum tercapai apakah taeyeon akan kembali lagi utk membongkar semua…

  7. Malah gue penasaran bagaimana kelanjutannya dan berapa lama mereka tinggal didesa itu sehingga youngmi udah bisa sehat padahal vonis dokter dia akan mengalami ingatan seperti bocah…greget gue mah rasanya belum puas kalo masih blm benaran nikah mereka dua😂

  8. Ceritanya daebak!!! Thor aku suka sma tae itu oppa yg hbat demi mnyelamatkan adinknya dia rla mngorbankan nyawanya sndiri tipe oppa yg ideal n yuri tipe teman yg bsa d andalkan dlm brbagai hal kalau taeny smoga bisa mnghadapi smuanya dgn baik
    smangat!!! Thor bwt nulis nexnya….

  9. wah,, baca jg akhirnya aku 😀 itu tae jadinya nyamar ya.. n dia udh kyak pasangan beneran pas ad obrolan breng jinyoung, brarti udah sembuh ya youngmi disitu pas ada anak kecil. flasbacknya yg bru nyritain sampai perkenalan nama youngmi istri taehyuk ya nenk, trz gmn itu kehidup mereka bdua apa bnr fany hilang ingatan atau udah dikasih tau sebenernya?
    yuri ama seohyun kah, berarti mereka ttp di seoul ya biar ga dicurigain,, klo bisa cpt lanjut biar enk hehe,,bosen sih enggak, cm agak sedikit mikir ada yg ilang.

    semangat aja ya,, buat semua aktifitas yg dikerjain 🙂

  10. Kirain fany nya nikah ama yul ganti marga kwon 😁 (kan taeny ya bukan yulti) 😂
    “Aku tahu kau sangat mencintaiku tapi kau harus belajar untuk melepas semua hal yang memberatkan hatimu. Belajarlah untuk lebih mencintai dirimu sendiri dan orang-orang di sekelilingmu”. Suka dg kata2 ini 😊
    Apalagi yg ini “Jangan diam ditempat dan selalu menengok kebelakang,terbelenggu dlm sebuah kenangan yg hanya menyakiti dirimu selama ini” (seperti sebuah motivasi dg kata2nya,u know what i mean lah) 😊

  11. Ping balik: Anemone 1.3 – Kim Taeyeon | Be Different

  12. Ping balik: Anemone 1.3 – Kim Taeyeon | Perfect The Imperfection

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s