Debt of Love

CaRwDSIVIAAb0Tw

Title : Debt of Love

Author : Choizuazua/Taebyun

Cast : Tiffany Hwang, Kim Taeyeon

Other Cast : Im Yoona a.k.a Kim Yoona

Happy Reading..

__czz

.

Suara petir menggelegar membelah malam. Hujan kian deras mengguyur bumi Seoul. Rintihan hati kian merintih bersama hujan yang turun malam itu. Oh, sungguh suasana malam yang tersirat akan kepedihan. Matanya memanas manakala secara kebetulan melihat gadis yang di cintai dengan mesra bergandengan tangan dengan wanita lain. Kim Yuri , teman kencannya yang baru, baru malam ini !

Ia tidak habis pikir bagaimana bisa gadis kecilnya bisa seperti itu ? Hey apa gadisnya tidak tahu jika ia bertambah hancur melihatnya seperti itu. Menyaksikan ketika bibir sialan itu mendarat di bibir gadis kecilnya. Bagai ribuan pisau menguliti seluruh tubuhnya. Rasanya begitu perih, benar-benar perih. Airmatanya mengalir seakan mewakili perasaannya yang benar-benar kacau. Inilah salah satu alasan mengapa nafasnya sesak.Ya, karena gadis kecilnya. Ia benar-benar jatuh pada titik paling bawah hidupnya, terperosok ke dalam cinta sepihaknya.

Setelah mendengar bunyi pintu terbuka,ia secepat kilat menghapus airmatanya. “Kali ini wanita mana lagi yang berkencan denganmu, Tiffany? Haruskah kau melakukannya lagi dan lagi ?”Seakan telinganya tuli, Tiffany berlalu begitu saja.Membuat orang yang bertanya menghela nafas berat.Hati dan batinnya lelah.

“Tiffany, kau tidak bisa meninggalkankuseperti ini. Begitu banyak yang belum aku katakan, tolong jangan mendiamkanku terus. Kita perlu bicara!”

“TIFFANY HWANG BERHENTI ! KENAPA KAU SELALU MEMPERBURUK KEADAAN KITA ?”Mendengar teriakannya, Tiffany seketika menghentikan langkah kakinya.Menoleh dengan tatapan kosong.

” Apa? Kau bicara seakan hanya aku yang salah. Pantaskah kau menyalahkanku dengan memperburuknya hubungan kita? Cih, aku tidak menyangka kau berpikiran sedangkal itu.” Tiffany meluapkan segala emosinya yang ia tahan selama ini.

” Mianhae. Jeongmal mianhae. Tolong dengarkan aku !” Tiffany menepis kasar tangan yang mencoba merengkuhnya.

” Telingaku tidak mau mendengarnya lagi. Aku terlalu kecewa padamu .” tubuhnya merosot, Tiffany menangis.

“Kau pikir hanya kau yang kecewa. Akujuga kecewa, Kau berubah. Kau bukan Tiffany Hwang gadis kecilku. Kau seperti wanita jalang yang suka bergonta-gantipasangan setiap kali kencan. Cinta macam apa yang kau cari?”

PLAK !

Tiffany menamparnya.

“Jadi, seperti itukah aku dimatamu. Wanita jalang… ?” batinnya bertanya kecewa.

“Tsk wanita jalang.. Anggaplah aku seperti itu karena aku bukan Tiffany Hwang gadis kecilmu lagi. Gadis kecilmu itu tlah mati semenjak gadis yang dicintai dan kakaknya-nya pergi 3 tahun yang lalu. Kau puas sekarang? Bicara soal cinta, apa kau pantas mengatakannya? Tidak, kau tidak pantas Kim Taeyeon.” Tiffany lalu berlari menuju kamarnya meninggalkan Taeyeon yang kini terisak.

“Mianhae, aku memang jahat. Tapi kau harus tahu ! Alasan aku hidup dan kembali kepadamu hanyalah kau. Tolong dengarkan aku, Saranghaeyo.”

Apartement itu kini diselubungi isak tangis milik Tiffany dan Taeyeon. Air mata keduanya seakan tidak pernah habis untuk menyesali penyesalannya. Taeyeon menyesal, seharusnya dua tahun yang lalu ia tidak meninggalkan Tiffany hanya karena cemburu. Seharusnya jika ia merelakan Tiffany bersama Yoona, mungkin kecelakaan tidak akan menimpanya dan membuatnya koma selama beberapa bulan. Seharusnya.. Ya hanya tinggal seharusnya dalam penyesalan Kim Taeyeon.

*Flashback *

Taeyeon berjalan dengan tergesa-gesa, ianyaris menabrak pejalan kaki lainnya.

“Sial aku terlambat” batinnya terus mengumpat.Ya, ia sudah berjanji menjemput gadis kecilnya. Namun karena ia keasyikan bekerja ia sampai lupa waktu. Ia menghitung detik demi dekit jam tangannya seakan berputar sangat cepat.

“ Pany-ah, maafkan Taetae, tlah membuatmu menunggu selama satu jam.” hatinya bergemuruh menyesal.

Mobil yang seharusnya mengantarkannya untuk menuju kampus Tiffany lebih capat, mogok ditengah jalan. Membuatnya harus berlari seperti orang kesurupan untuk cepat sampai dikampus Tiffany. Membayangkan wajah Tiffany yang kesal karena keterlambatannya membuatnya terseyum, selama ia berjalan menuju taman kampus Tiffany. Baginya wajah Tiffany ketika kesal itu nampak menggemaskan.Kedua pipi yang mengembung, bibir mengerucut lucu. Benar-benar terlihat imut !

Tapi angan tinggal angan.Ia tidak mendapati wajah Tiffany dan menggemaskan sama seperti yang ia bayangkan.Tidak ada raut kesal sama sekali di wajah itu. Yang ada hanya wajah penuh bahagia. Tiffany terlihat baik-baik saja bersama Yoona. Ketika ia baru saja melangkahkan kakinya satu langkah, tubuhnya terasa terpaku ditempat. Ketika melihat apa yang di lakukan Yoona kepada gadis kecilnya. Yoona mencium gadis kecilnya tepat di bibir. Bibir yang selalu ia idam-idamkan untuk dapat ia sentuh. Tapi sebelum ia menyentuh bibir mungil itu, ia didahului Yoona untuk pertama kalinya. Ya ia tahu bibir mungil itu belum pernah dijamah oleh siapapun. Dan sekarang ciuman pertama gadis kecilnya, diambil Yoona rekan kerjanya sendiri di kantor.

Tiffany dan Yoona memang dekat akhir-akhir ini, tetapi Taeyeon tidak pernah menyangka jika Yoona menaruh hati pada Tiffany. Yoona juga mempunyai perasaan sama seperti perasaan yang di miliki Tiffany untuk temannya itu.

Tuhan.. Bunuh saja Taeyeon setelah mengetahui kenyataan ini. Ia tidak akan sanggup jika melihat gadis kecilnya bersama Yoona.

“Tiff, apa kau juga mencintaiku sama seperti aku mencintaimu?” tanya Yoona setelah melepas ciumannya.

Yoona masih terdiam dengan wajah merahnya. Ia jelas saja malu dengan apa yang ia alami barusan. Kyaaaaa… Ciuman pertamanya di ambil pujaan hatinya. Dan pujaan hatinya baru saja mengungkapkan perasannya. Ia terlalu gugup dan senang. Tidak tahu lagi menjawab apa.

Dengan malu-malu Tiffany mengangguk membuat Yoona tersenyum manis. Kemudian yang di lakukan Yoona adalah memeluk dirinya. Keduanya bisa merasakan jantungnya yang berdetak tak karuan.

“Yoong..” panggil Tiffany sambil mendongakkan kepalanya.

“Aku suka mendengar suara detak jantungmu berdegup kencang seperti ini. Aku juga suka melihat mata teduhmu.”

“Oh jinja? Aku juga suka melihatmu manis seperti ini. Aku mencintaimu sangat banyak hingga aku tidak tahu lagi bagaimana cara mengungkapkannya.”

“Kau harus tahu sayang, apapun yang terjadi nantinya, selamanya jatungku akan terus berdegup kencang untukmu. Karena hanya dengan bersamamu aku bisa merasakan cinta.” Tiffany semakin mengeratkan pelukannya belum menyadari kehadiran Taeyeon.

”Sayang bisakah aku mendengar ‘ Aku juga mencintaimu Kim Yoona ’ dari bibirmu. Aku ingin mendengarkannya. Meskipun tanpa harus kau mengatakannya aku sudah tahu jika kau mencintaiku. Tapi tetap saja aku ingin mendengarnya, satu kali saja, jebal!”

“Tentu Yoong, aku ingin mengatakannya tapi.. Aku.. Aku terlalu gugup saat ini.”

“Beri aku waktu sebentar saja untuk menetralkan detak jantungku.Sebentar saja Yoong !”

” Baiklah sayang, apapun itu aku akan tetap menunggumu. Anggap saja kau berhutang padaku. Dan hutang itu harus di bayar, mengerti!”

“Aku pasti membayarnya , aku janji. Hmm.. Sepertinya aku sudah tidak gugup lagi. Dengarkan baik-baik Yoong.. Aku Tiffany Hwang sangat-sangat men-…” ucapannya Tiffany terhenti ketika mendengar bunyi ranting kayu yang terinjak.

“OH TAETAE !” lengkingnya ketika mendapati Taeyeon yang mau beranjak pergi.

Taeyeon berhenti sejenak, lalu menoleh kearah Tiffany sekilas dengan tatapan terluka. Lalu kembali melangkah, menjauh.

” TAETAE, TUNGGU ! ” Teriak Tiffany tidak di gubris sama sekali.  Ia panik takut kakaknya marah lalu mengejarnya.

” Yoona-ya hajima ! Katakanlah sekali saja!” ujar Yoona menghentikannya.

”Yoong dengarkan aku, aku pasti akan mengatakannya. Aku akan membicarakan ini dulu ke Taeyeon eonn. Kau tahu kan Yoong , Taeyeon eonni itu selalu protektif kepadaku. Aku takut Taeyeon eonni marah.”

“Bukankah kau juga merasakan apa yang aku rasakan Yoong, tanpa aku mengatakannya. Meskipun nanti aku tidak dapat melihat wajahmu, aku pasti bisa merasakan cintamu hanya lewat bunyi detak jantungmu sayang. Hanya melihat mata teduhmu, aku pasti tahu itu kau, Aku janji akan mengatakannya. Tapi ijinkan aku mengejar Taeyeon eonni dulu.” Tiffany memelas semakin khawatir jika Taeyeon semakin jauh.

” Baiklah, aku mengerti. Biarkan aku yang mengejar Taeyeon eonni . Kau tunggu lah di rumah, cuaca semakin dingin aku tidak mau kau sakit” Ujar Yoona lalu mencium kening Tiffany.

“Tap-..”

” Tidak ada tapi-tapian, pulanglah ! Aku akan menyuruh Jessica mengantarmu” Tidak ada alasan untuk menolak perintah kekasihnya.

Taeyeon terus berlari semakin cepat saat ia merasakan dadanya semakin terasa sesak. Membawa hatinya yang baru saja patah . Sayup-sayup ia masih mendengar suara Yoona memanggilnya. Sungguh ia tidak peduli dengan Yoona yang sekarang mengejarnya. Cemburu menguasai dirinya tanpa memperpedulikan keadaan sekitar. Yang ia lakukan hanyalah terus berlari.

Hingga…BRAKKK !

Tubuhnya terhempas, terpental jauh setelah di hantam sebuah truk yang melaju sangat cepat dengan keras. Taeyeon merasakan jiwanya melayang bersama matanya yang mulai terpejam. Dan saat itu pula Yoona ikut terkapar tak jauh darinya.
Yoona  berniat menarik tubuh Taeyeon di saat ia melihat sebuah truk yang melaju ke arah rekan kerjanya itu. Namun naas laju truk itu terlalu cepat hingga ia juga ikut tertabrak bersama Taeyeon.

*Flashback end *

Tiffany Hwang, gadis itu menyesali sikapnya terhadap Taeyeon. Seharusnya ia dengan senang hati menyambut kehadiran Taeyeon kembali. Seharusnya ia memeluk erat Taeyeon, Taeyeon eonninya yang selalu ia rindukan. Namun ego, amarah serta kekecewaan menguasai dirinya kala itu. Sehingga membuatnya menjadi seperti ini. Acuh, dingin dan seakan tidak peduli terhadap Taeyeon.

Hampir selama dua tahun mereka kembali tinggal bersama. Tapi tidak pernah sedikitpun komunikasi serta interaksi diantara keduanya membaik. Setiap Taeyeon mencoba mendekati Tiffany satu langkah, maka Tiffany akan mundur dua langkah. Setiap Taeyeon mengucap satu dua patah kata, dengan sigap Tiffany menutup telinga serta menggelengkan kepalanya. Tidakmau mendengar. Namun malam ini berbeda. Tiffany sudah bersedia meresponnya walaupun respon itu berujung pertengkaran.

..

Dengan lembut Taeyeon memajukan tangannya untuk merapikan anak rambut Tiffany yang sedikit berantakan menutupi wajah cantiknya.Tidak seperti biasanya yang sulit di bangunkan. Tiffany mengerang dalam tidurnya. Membuatnya setengah mati kaget. Ia tidak menyangka putri tidurnya pagi ini bisa bangun begitu cepat.

Taeyeon berniat mengakhiri rutinitas setiap paginya. Mencuri kesempatan tiap paginya. Dengan membelai lembut wajah terlelap Tiffany. Memandanginya sampai ia benar-benar merasa puas.

Ketika ia hendak mencium kening Tiffany.,Tiffany terbangun terlebih dulu. Ia merutuki tubuhnya kenapa tidak langsung pergi. Astaga.. Wajahnya ketika bangun tidur sambil mengerjapkan matanya sangatlah imut. Ia berharap bisa terus melihatnya seperti itu setiap paginya. Apakah ia terlalu berharap jika ia mempunyai keinginan seperti itu?.

” T-ttaeyeon apa yang mau kau lakukan?” tanya Tiffany nyaris tercekat.

” A-aku..?” Tiffany menaikkan satu alisnya ketika Taeyeon balik tanya.

” Apa kau ingin menciumku, Taetae?” tanya Tiffany polos.Ia bahkan tanpa sadar memanggil Taeyeon ‘Taetae’.

Sial itu membuat jantung Taeyeon berpacu begitu cepat. Perlahan ia membantu Tiffany bangun. Keduanya duduk saling berhadap-hadapan. Dengan gerakan slowmotion ia menelusuri wajah Tiffany.

“Ada banyak hal yang membuatku tersenyum walaupun terpaksa. Karena tersenyum tiap hari, mereka pikir aku baik-baik saja. Apa aku bahagia ? Entahlah.. Bagaimana aku bisa tersenyum tanpamu ? Meskipun aku tersenyum air mataku terus mengalir.” Tiffany memilih diam. Mendengarkannya pagi ini.

“Fany-ah,sebelum aku kembali dua tahunyang lalu. Sepanjang hari aku hanya memikirkanmu. Langkah demi langkahku menapaki bayanganmu. Meskipun aku melakukan apapun semua pasti akan berakhir hanya memikirkanmu.”

” Aku tahu kau pasti benci mendengarkan ini. Aku mencintaimu, Tiffany. Aku merindukanmu yang dulu, gadis kecilku.”

” Sekarang aku tidak bisa menyentuhmu. Betapa sakitnya itu.Berapapun banyak waktu yang kau butuhkan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku tetap menunggu datangnya waktu itu. Meskipun kau tidak menginginkannya.”

” Ya, semua karena aku mencintaimu. Benar-benar mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu ketika aku melihatmu pertama kalinya menangis 14 tahun yang lalu. Walaupun waktu itu aku terlalu muda untuk mengerti.”

” Dimulai hari dimana aku mengajakmu tinggal bersama. Aku berjanji pada saat itu juga untuk selalu melindungi gadis kecilku. Hingga rasa ingin melindungi itu berubah. Waktu berjalan begitu cepat. Kau yang sekarang gadis berusia 22 tahun, tetapi bagiku kau tetap gadis kecilku. Maafkan aku yang mencintaimu, Fany-ah.”

” Aku mohon jangan diam saja. Meski hanya ekspresi dingin dan juga cara bicaramu katakanlah sesuatu !”

” Dapatkah kau melihatku sama sepertikau melihat Kim Yoona? Jika tidak, aku tidak berharap lebih. Tapi, tolong jangan pernah ada yang berubah. Aku tidak dapat menjalani hidupku dengan baik, tanpamu.” Taeyeon terisak, tertunduk dalam-dalam meratapi kesedihannya yang mendalam.

Tiffany menangis memeluk erat Taeyeon sampai tubuhnya bergetar.

” Aku jauh mencintaimu melebihi apapun, Taetae. Hari-hariku rasanya menyenangkan dibandingkan dengan semua hariku sebelum aku mengenalmu.”

” Aku merindukan kebersamaan denganmu, Tae. Haruskah aku melupakan cintaku ? Sebelum aku mendapatkannya ? Berulang kali aku singgah di hati yang tidak sama, aku masih belum menemukannya.”

” Aku sakit terikat hutang ini. Rasanya sama sakitnya saat kau dan Yoona meninggalkanku. Aku sungguh sakit hingga rasanya hampir mati. Aku mencintaimu sebagai eonni-ku.Sedangkan aku mencintainya sebagai kekasihku. Aku selalu mencari tatapan teduhnya dan suara detak jantungnya yang selalu mendebarkanku.”

”Taetae, meskipun ini terdengar egois bisakah kita kembali seperti dulu. Sebelum ada yang berubah diantara kita. Kembali menjadi eonni dan dongsaeng yang manis seperti dulu.”

” Ya, kita bisa.” ujar Taeyeon lirih. Ia hancur, di paksa untuk menelan rasa sayangnya. Menghilangkan seluruhnya tanpa sedikitpun meninggalkan bekas. Andai Tiffany tahu seberapa sulit itu baginya. Di balik senyum cerahnya ada kelemahan dalam menahan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi tak mengapa untuknya, bahagia itu sederhana. Selalu berada di sisi Tiffany setiap harinya itu sudah cukup.

Pagi itu setelah selesai bicara. Hubungan keduanya kembali hangat dan membaik. Kini keduanya menghabiskan waktu dengan berbelanja. Ekspresi Taeyeon langsung lemas saat Tiffany terlihat kembali memilih beberapa pakaian.

”Fany-ah, aku lapar. Bisakah kita cari makan sekarang. Apa kau tidak lelah, hmm ? Ahh.. Aku tidak yakin kau bisa lelah jika soal shopping. Sungguh.. aku ingin membunuh jiwa sophaholict-mu itu” gerutu Taeyeon kesal.

Tiffany Hwang, gadis berwajah dewi itu hanya mengeluarkan senyum khasnya,yang mampu memesona siapa saja yang melihatnya.

” Aigoo.. Taetae-ku yang tampan ini lelah, eoh. Baiklah tempat ini yang terakhir, okay.” ujar Tiffany sambil mengedipkan satu matanya.

Wink maut itu mampu menghipnotis Taeyeon. Membuatnya pasrah dengan anggukan mantap. Kembali jatuh dengan keinginan gadis kecilnya.

..

“Taetae, kau pasti lelah. Maaf..” tanya Tiffany sambil mengusap lembut kepala Taeyeon yang tidur di pangkuannya.

” Kau benar gadis kecilku, tanganku sungguh pegal. Rasanya seperti ingin terlepas dari tubuhku. Tapi itu tidak apa-apa. Semua aku lakukan untuk gadis kecilku yang cantik ini.”

Ada semburat merah yang terlukis pada pipi Tiffany, ketika mendengar ucapan Taeyeon barusan. Beruntung karena Taeyeon memejamkan matanya. Ia beralih memegang tangan Taeyeon lalu memijatnya lembut.

“Aku harap ini mengurangi lelah mu Taetae” ujarnya lalu mencium tangan Taeyeon.

Hal sekecil itu sangatlah berarti bagi Taeyeon. Inilah kebersamaan yang selalu ia rindukan, setiap harinya. Oh, ia sungguh merasa bahagia luar biasa mendapati sikap Tiffany yang amat manis. Namun kebahagiaan itu seakan sirna di telan kegelapan malam. Ketika Tiffany mendapat telephon dari salah satu teman kencannya.

Lalu berpamitan untuk pergi keluar sebentar bersama teman kencannya yang ia ketahui bernama Sooyoung bedalagi dengan yang kemarin-kemarin. Astaga sampai kapan gadis kecilnya akan mengerti ? Jika ia kembali tersakiti. Luka atas penolakan yang kemarin saja belum kering. Dan sekarang luka itu kian bertambah basah.

Tidak peduli seberapa banyak ia mendapatkan luka, Tiffany-gadis kecilnya seakan tidak akan pernah bisa melihatnya. Gadis kecilnya akan selalu kembali jatuh dalam pelukan setiap teman kencannya. Dan ia-Kim Taeyeon, seseorang yang hanya di anggap sebagai ‘eonni’ akan terus-menerus jatuh dalam pesona gadis kecilnya- Tiffany Hwang lagi dan lagi. Walau tak bisa di pungkiri bahwa luka dan cemburu selalu mengiringi.

Mengapa mimpi Taeyeon dan Tiffany begitu berbahaya ?
Entahlah, sejujurnya keduanya juga merasakan sama-sama terluka. Taeyeon yang terluka akan cinta sepihaknya, sedangkan Yoona terluka akan hutang cintanya kepada Kim Yoona.

Tepat pukul 01.00 Tifany baru pulang dalam keadaan berantakan. Mata sembab dengan sudut bibirnya yang terluka. Bibirnya terluka akibat ulah kasar Sooyoung yang menamparnya. Setelah ia meminta putus, Sooyoung yang tidak terima akan keputusan sepihaknya merasa marah. Sooyoung kalap akan emosinya, mau bagaimanapun Sooyoung sangat mencintai Tiffany, menginginkan gadis itu !Tidak peduli dengan semua ribuan permohonan maaf Tiffany, Sooyoung dengan bejat mencium Tiffany kasar. Sooyoung berencana membuat Tiffany menjadi miliknya. Beruntung pelecehan itu dapat Tiffany hentikan, meski ia harus rela bibirnya terluka akibat tamparan keras Sooyoung.

“Tiffany, apa itu kau ?” suara serak Taeyeon menghentikan isak tangisnya.

“Ttaetae..” Taeyeon mendekat kearanya, matanya masih kabur belum terbiasa dengan pencahayaan lampu. Ya, ia baru saja bangun tidur setelah kelelahan menunggunya pulang.

“Gwaenchana?” tanya Taeyeon khawatir, matanya menajam menelusuri keadaan Tiffany yang berantakan. Saat Tiffany mendongak, saat mata mereka bertemu pandang. Jantungnya seakan di remas sedemikian kuat.

Wajah dewi gadis kecilnya terluka ! Taeyeon bahkan melihat jelas bekas darah di ujung bibir merah ranumnya.

“Katakan Tiffany siapa yang melakukan ini padamu !” pinta Taeyeon lembut, ibu jarinya mengusap bibir yang terluka itu. Tiffany meringis pelan, sebelum menghambur dalam pelukan Taeyeon.

“Taetae, aku..aku takut..”

“Sttt.. Gwaenchana. Katakanlah siapa yang membuat ini, aku akan memberinya pelajaran !”

“Andwae!”

“Wae ? Wae Fany-ah?”

“Karena aku tidak mau melihat Taetae terluka. Cukup aku saja.”

“Berhenti bicara omong kosong ! Katakan Fany-ah.. Kau tahu melihatmu terluka seperti ini, sungguh ini melukaiku lebih banyak.”

“Mianhae. Tapi sungguh jangan menemui Sooyoung, Tae.”

“Kim Sooyoung.. Sialan !”Tangan Taeyeon terkepal kuat, rahangnya mengeras, matanya menyala. Tiffany bahkan menelan ludahnya sulit.

“Taetae, jangan seperti ini. Jebal..” Tiffany meraih pelan tangan yang terkepal itu. Terserentak ! Tentu saja, Tiffany langsung menahan nafasnya saat Taeyeon menepis tangannya.

“Taetae..”lirihnya.

“Mianhae, kajja obati lukamu.” semarah-marahnya Taeyeon, ia tidak mungkin mengabaikan Tiffany begitu saja. Seraya mengobati bibir terluka Tiffany mereka terlibat pembicaraan serius.

“Fany-ah, bisakah kau berhenti?”

“Apa maksudmu, Tae?”

“Kau jelas tahu maksudku.”

“Anniya..aku tidak tahu.”

“Fany-ah, aku tahu kau tidak bodoh.”

“Tapi, Tae-..”

“Aku mohon berhentilah ! Sebelum kau menyakiti dirimu sendiri lebih dalam lagi. Dan menyakitiku..”

“Mianhae, tapi aku tidak bisa Tae.”

“Jawabanmu membuatku patah hati lagi dan lagi !”

“Mianhae..”

“Berhentilah minta maaf. Dan berhentilah mengencani mereka yang bermarga Kim. Di mulai dari Kim Sunny, Kim Hyoyeon, Kim Hyuna, Kim Yuri, Kim Amber, Kim Seulgi, Kim Soojung, Kim Taehee, Kim Seolhyun, Kim Naeun dan terakhir Kim Soyoung.. Sebenarnya ada apa dengan marga Kim?”

“Taetae, k-kau..?”

“Tidak perlu memasang wajah terkejut seperti itu. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku mencintaimu. Aku mencoba mengikutimu sebaik yang aku bisa. Mianhae, sebesar apapun kaumemohon untuk menghentikan perasaan ini, aku benar-benar tidak bisa.”

“Bagaimana aku bisa berhenti, bagaimana aku bisa melakukannya ? Aku bahkan belum menemukan mata teduhnya dan detak jantungnya. Alasan kenapa aku selalu mengencani mereka bermarga Kimm. Itu karena mata teduh dan jantung Yoona di donorkan kepada salah satu pasien yang memiliki marga Im. Aku tidak akan bisa berhenti sebelum menemukannya, untuk membayar hutang cintaku kepada Yoona.”

“Darimana kau tahu?”

“Jessica eonni, dia yang memberitahuku.”Airmata yang mulai memburuk, satu tetes akhirnya diketahui. Mengalir keluar membentuk sungai kecil di wajah Tifanny.

Taeyeon memejamkan matanya. Jantungnya berdetak tak terkendali, nsfasnya memburu seiring memorinya berputar kembali pada saat dimana ia di beri tahu sang dokter, bahwa orang yang menolongnya. Yang memberinya jantung dan mata adalah Kim Yoona.

“Fany-aj, jika itu alasanmu kau bisa berhenti saat ini juga ! Kau tidak perlu mengencani semua orang bermarga Kim lagi. Apa kau sudah lupa bahwa aku juga bermarga Kim, Kim Taeyeon.” Tiffany menegang dengan hati yang berdebar-debar !

“Satu kali saja ku mohon lihatlah aku ! Meskipun aku tepat berada didepanmu,kenapa begitu sulit untukmu menatapku ? Kenapa hanya cintaku yang sulit Fany-ah?”

“Lihat kau bahkan terus menunduk ! Ckck..apa cinta dan diriku ini lelucon untukmu ?”

Saat akhirnya Tiffany mendongakkan wajahnya. Saat ia benar-benar menatap tepat pada kedua bola mata Taeyeon. Ia membeku di sana.Terperangkap dalam mata teduh itu. Mata yang selama ini ia cari. Bumi seakan berhenti berputar pada porosnya. Mata mereka saling bertatutan, menatapnya sangat dalam. Airmata mengiringinya bersamaan bunyi detak kedua jantung itu yang saling berirama.

Dalam keheningan yang mendalam di atas puncak melodi kesedihan, Tiffany menemukannya. Tidak pernah ia mempercayai suatu hal magis seperti itu.Tapi saat ia benar-benar menemukannya, Kim Taeyeon.  Taetae-nya lah yang ia cari selama ini. Andai saja ia dapat melihatnya lebih cepat, mungkin ia tidak akan menyakiti banyak hati.Sesaat Tiffany terlelap antara mimpi dan kenyataan. Suara degup jatung itu membangunkannya kembali. Dengan hatinya yang menuntun menggapai Taeyeon. Ia langsung memeluknya sangat erat. Keduanya sama-sama merasakan tubuhnya bergetar satu sama lain. Sebelum perlahan menjadi nyaman.

“Aku juga mencintaimu Kim Yoona.”

Fin

Iklan

27 pemikiran pada “Debt of Love

  1. Widih author lgi semangat kyanya up date nya langsung 2…..💪
    Ceritanya lumayan menarik 😏tentang kisah cinta Roman picisan

  2. Oalah fany playgirl juga ya, tapi gk papa fany mempunyai alasan kenapa iya mengencani orang bermarga kim☺. Keren ff nya thor 👍

  3. Maaf thor kayanya gw pernah baca ini deh tp dg cast yg berbeda. Cewenya itu yoong dan cowonya siwon. Ini authornya sama kali ya ama ff yg gw baca itu? Dan lumayan banyak typo disini.

  4. pany lola trhdp prsaan . taeng jg kim
    buat apa kencani brmrga kim jauh’ jika kamu jg trsakiti pd akhirnya

    sbnrnya aku kasiang knp slalu tae yg trsakiti sih . benci sbnrnya dgn sikap pany . tpi syukurlah endingnya mrka bersma

    gmw thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s