DISTANT II

jessica-jung-full-5478

Written by Coffee22MJ

“Ketika kau berada dititik lelah untuk berjuang, biarkan aku yang berjuang untuk mempersatukan warna kehidupan cinta kita yang telah memudar”

“Aku merindukanmu…” Kata-kata itu terdengar begitu jujur dan tulus

“Sica..”

“Iya?”

“Bukan aku yang kau rindukan, tapi kenangan yang pernah kita buat yang kau rindukan. Dan aku.. mungkin tidak bisa lagi membuatnya bersamamu”

.

.

.

“A—pa Mak-sud mu Im Lim Yoonan?” tanya Jessica sambil menatap tajam yoonan

“Maafkan aku… mulai saat ini sudah tidak bisa membuat kenangan indah lagi bersamamu. Biarkan aku bebas sica.. ini pilihanmu, ini kemauanmu, dan ini resikonya…” jawab Yoonan

“Seo – Juhyun..” lirih jessica membuat Yoonan menatapnya

“Aku mohon jangan menyalahkan orang lain..” ucap Yoonan sambil menundukan kepalanya dan menghela nafas

“Sebutkan satu saja apa pilihanku! apa mauku!? dan apa resiko untukku? Oh tidak! Untuk resiko aku mengetahuinya yaitu membuatmu terbebas dariku dan kau bilang jangan menyalahkan orang lain? Dan ketika kau membuat keputusan untuk solusi jenuhku adalah break up atas dasar kau mengetahui tentang Choi Sooyoung, itu nama nya apa?!” emosi Jessica mulai naik, Yoonan masih menundukan kepalanya

“Sica..” panggil Yoonan dengan sangat lembut sambil menangkat kepalanya

“Aku hanya berkata untuk membicarakan ini semua padamu dan mendiskusikan solusinya dan kau yang membuat sebuah keputusan yang sepihak yaitu berpisah untuk beberapa bulan. Kau tidak mendengarkan penjelaskanku tentang Choi Sooyoung yang sedang mendekatiku, padahal kau pasti tau dengan sangat jelas jawabannya, jika aku akan memilihmu dibandingkan dengannya. Kau bicara jika aku membutuhkan ruang yang bebas dan baru untuk beberapa waktu dan sekarang? Ketika aku sudah kembali dari ruang yang bebas untuk kembali ke rumahku yaitu kau, Apa yang aku dapat?! Kau malah menyuruhku membebaskanmu! Aku sungguh…. arrrghhhh” teriak kesal Jessica

Jessica beranjak dari tempat duduk nya dan meninggalkan Yoonan. Membuat  Yoonan berdiri dan mengejar Jessica namun sayang Jessica telah masuk kamar dan mengunci dirinya didalam. Yoonan berdiri dibalik pintu dan memejamkan matanya, sedangkan Jessica didalam kamar menghempaskan tubuhnya ke kasur king size.. tangisnya pecah, hatinya hancur, sangat hancur, ini sama seperti pada saat Kwon Yuri meninggalkannya. Luka ini sama, rasa sakit ini sama, bahkan melebihi, ia terus menangis dan menahan sesak yang berada dalam hatinya. Tanpa disadari air mata Yoonan pun menetes karena merasakan sakit mendengar isak tangis wanita yang paling berharga dalam hidupnya. Satu jam berlalu Yoonan masih didepan pintu berharap Jessica membukakan pintu untuknya, namun itu semua hanya sebuah harapan. Handphone Yoonan berdering dan terlihat ada panggilan masuk ternyata dari Seojuhyun ia memilih untuk mendiamkannya, tiba-tiba pintu kamar terbuka Yoonan langsung masuk namun Jessica keluar dan sedikit mendorong Yoonan, Jessica sudah berganti pakaian dengan pakaian biasa dan membawa tasnya. Yoonan menarik tangannya beberapa kali namun terus dihempaskan, akhirnya dengan sedikit memakai tenaga Yoonan menarik Jessica ke dalam pelukannya. Tangis keduanya pecah…

“Terimakasih dan Maafkan aku jika belum bisa menjadi yang terbaik untukmu. Rasa sakit ini akan menjadi bagian kenangan terindah yang aku rasakan selama bersamamu, karena bersamamu aku tidak akan pernah menganggap satu kejadian adalah luka. Bahkan rasa sakit ini adalah kebahagiaan yang terindah diakhir cerita cinta kita. Ini adalah warna terakhir yang akan aku rasakan karena sempat memilikimu.. terimakasih sekali lagi membuat aku pernah merasakan warna kebahagia ini bersamamu” lirih jessica sambil melonggarkan pelukan Yoonan

Jessica pergi meninggalkan apartemen Yoonan, pemilik apartemen itu masih diam bagaikan tersambar petir yang menyakitkan membuatnya sulit untuk bergerak, hanya air mata nya yang terus menetes.. ini adalah malam yang kelabu untuk keduanya. Yoonan bukan enggan untuk mengejar Jessica namun entah apa yang dalam pikirannya sehingga perbuatannya membuat hubungan yang selama ini terjalin kandas begitu saja. Yoonan bukan enggan untuk berjuang untuk hubungannya namun ini adalah titik lelahnya dalam berjuang dan memperjuangkan seorang Jessica jung.

.

.

.

“Baby aku…..” ucap Teyeon terpotong ketika Tiffany hanya melewatinya

“Aish sudahlah baby, aku minta maaf  yayaya? Jebal aku hanya mencintaimu” ucap Taeyeon sambil mengejar isteri nya yang masih marah kepadanya

“Daddy kenapa kau bertingkah seperti anak kecil” ucap Taefan yang berada di meja makan

“Dilarang bicara ketika makan Taefan sayang..  habiskan makananmu” ucap Tiffany kepada Taefan

“Mommy.. aku merindukan uncle Yoonan, bisakah kita bertemu dengannya hari ini?”tanya Taefan

“Tentu bisa sayang kau akan daddy antarkan sehabis makan, oke? nanti daddy akan pulang lagi dan kau bisa bermain sepuasmu bersama uncle sepuasnya, biarkan daddymu ini bersama mommymu dirumah” ucap Taeyeon

“Your wish” bisik Tiffany

“Anak mommy yang pintar habiskan makanannya, mommy akan menelfon uncle Yoonan untuk menanyakan jadwalnya dan kau akan berangkat bersama mommy oke?” ucap Tiffany

Taeyeon hanya terdiam dan menatap Tiffany dan menghembuskan nafasnya kasar. Tiffany pergi mengambil handphonennya dan menghubungi Yoonan, sudah 2 kali panggilannya tidak dijawab dan begitupun Jessica. Tiffany mengerutkan alisnya tidak biasanya keduanya tidak mengangkat telefon. Akhirnya Tiffany mempersiapkan dirinya untuk pergi ke apartemen Yoonan dan ketika kembali lagi kedapur untuk membereskan meja makan ternyata meja makan sudah bersih dan alat dapur sudah rapih telah dibereskan. Kim Taeyeon sangat pintar jika urusan untuk mengambil hati isteri nya kembali. Tiffany tersenyum dan menemui Taefan dan Taeyeon diruang Tv, keduanya sedang menonton berita pagi..

“Im coming guys” ucap tiffany ceria dengan mata bulan sabitnya

“Baby hati-hati dijalan.. oh ya baby aku meminta tolong padamu aku ingin makan roti favoritku tolong belikan ya sekalian kau lewat?” ucap Taeyeon tanpa dijawan oleh tiffany

“Kajja baby kita berangkat” sambil membawa Taefan.

Sampainya didepan pintu Tiffany memberikan wink kepada Taeyeon dan membuat Taeyeon bullshing

“AKU MENCINTAIMU TIFFANY HWANG” teriak Taeyeon

Membuat Tiffany mendengarnya tersenyum dan masuk mobil.

.

.

.

Soojung berjalan menunju kampusnya karena ban mobilnya kempes sebelum memasuki gerbang kampus, disebrang jalanan soojung melihat seseorang sedang berjalan dengan membawa peralatan yang sangat banyak sehingga membuat orang tersebut sedikit kesulitan, Soojung melihatnya tersenyum karena menginggat kejadian ketika ia akan masuk kuliah dulu. Saat ini adalah masa orientasi mahasiswa/i yang akan masuk kampusnya dan jika dilihat dari pita yang digunakannya bahwa orang tersebut adalah adik kelas jurusannya. Sampai di penyembrangan orang tersebut menyebrang dan kini satu jalan dengan Soojung hanya beda beberapa meter saja, ia terus berjalan sambil mendengarkan lagu dan tiba-tiba orang tersebut terjatuh, Soojung langsung menghampirinya dan membantunya membereskan barang-barang nya yang terjatuh dan membawakan beberapa barang milih orang tersebut, orang tersebut terus membungkukan badannya untuk berterimakasih. Sampainya didepan gerbang semua mahasiswa maupun mahasiswi memperhatikan orang tersebut, membuat orang tersebut sedikit tergangu, dan Soojung hanya tersenyum dan melanjutkan jalannya menuju kelas

“Aish.. mengapa semua melihat kearahku” runtuk Seulgi

“Hei kau anak baru!! YA kau Kang Seulgi!” teriak seseorang membuat Seulgi melihat kearah yang memanggilnya

“Ada apa?” tanya Seulgi

“Kau jangan berani mendekatinya! Sekali lagi aku melihatmu dengannya maka… tunggu tanggal kematianmu” ucap orang tersebut membuat Seulgi mengerutkan alisnya karena tidak paham

“Maafkan aku jika aku salah, namun aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu” ucap Seulgi dan meninggalkan orang tersebut untuk masuk dalam barisan

“YAAAA!!!” teriak orang tersebut namun Seulgi tetap menghiraukannya

Semua mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti orientasi telah dibagi dalam beberapa kelas dan regu sesuai dengan jurusannya. Seulgi duduk dipaling belakang dan disamping jendela karena membuatnya sangat nyaman berdekatan dengan angin masuk, Seulgi terus melihat ke arah luar jendela yang memperlihatkan lapangan kampus yang begitu besar dan dibawah pohon rindang dengan samar-samar Seulgi melihat sosok wanita yang tadi membantunya, masih sama dengan pakiannya yang tadi, sambil mendengarkan lagu dan membaca buku, membuat Seulgi tersenyum

“Cantik” ucap nya pelan

“YAAA! KAU MAHASISWA PALING BELAKANG” teriak senior nya

“YAAA! KAU KANG SEULGI!” teriaknya lagi membuat Seulgi tersadar dan menatap kearah depan

“KAU !!! KEMARI! BAWA TASMU! DAN MULAI SEKARANG KAU DUDUK DIDEPAN! MAU JADI APA JIKA MAHASISWA SEPERTIMU DUDUK DIBELAKANG DAN TIDAK MEMPERHATIKAN DOSENMU!” teriak seniornya, Seulgi hanya menurutinya dan memindahkan semua barangnya kedepan

“Baiklah 1 jam lagi akan ada beberapa materi yang akan di isi oleh seniormu, aku harap kalian menghargainya kerena sejujurnya dia seangkatan dengan kalian namun entah pikiran dan kecerdasannya dari mana sehingga bisa 2 taun diatas kalian. Dia kini semester akhir disini bersamaku” tutur senior tersebut sehingga membuat semua nya penasaran dan kagum, namun tidak untuk Seulgi.

.

.

.

“Taefan jangan berlari-lari nak.. kau bisa terjatuh, hei tunggu mommy” ucap Tiffany yang baru turun dari mobil dan menutup pintunya

Namun Taefan sudah jauh berada dipintu masuk Toko roti kesuakaan Taeyeon, Taefan berusaha mendorong untuk membuka pintunya, namun usaha nya sia-sia membuat Tiffany tersenyum. Pintu akhirnya terbuka seseorang membantu mendorongkan pintu tersebut dari atas membuat Taefan tersenyum dan mengira jika dialah yang berhasil membuka pintunya

“Terimakasih untuk membukakan pintunya untukku anak pintar, kau hebat bisa membukanya” ucap seseorang sambil tersenyum membuat Taefan melihat keatas, tangan orang tersebut langsung melepaskan pintu dan menahan pintu dengan kakinya seolah-olah memang Taefan lah yang membuka pintunya

“Hehehe aku memang hebat paman, kajja paman masuk” ucap Taefan, Tiffany medengarnya tersenyum, Taefan dan orang tersebut memasuki toko roti tersebut terlebih dahulu dan disusul oleh Tiffany

“Mommy!! Palliii” teriak Taefan yang terus berlari kesana kemari

“Berhati-hatilah.. nanti kau terjatuh baby” ucap Tiffany

Benar saja selang beberapa detik Taefan tersandung dan terjatuh, hidung nya terkena rak roti, orang yang tadi masuk bersama dengan Taefan langsung berlari menghampiri Taefan dan memberikan sapu tangannya untuk menahan darah yang keluar dari Hidung Taefan. Taefan dibawa keruang manager toko roti, membaringkannya di sofa dan orang yang tadi meminta esbatu kepada pelayan tok, dengan segera menempelkannya di atas hidung Taefan dengan sapu tangannya.

“peganglah ini aku harus pergi terlebih dahulu” ucap orang tersebut sambil beranjak dari samping Taefan dan kini berhadapan dengan Tiffany

“O—mo..” ucap Tiffany shock

“K-a-u” ucap orang tersebut

………

“Oh jadi kau sekarang menjadi dokter?” tanya tiffany sambil menyeruput kopinya

“Ya, aku mengejar mimpiku dan melepaskannya walau hatiku sangat sakit namun pada akhirnya aku bahagia karena mengetahui jika kini ia telah bahagia dengan pangerannya” ucap orang tersebut

“Mimpimu? Tunggu. Aku dengar kau meninggalkan Jessie karena kau mengurus perusahaan ayahmu? Aku sungguh gila ketika mendengar jessie menceritakan semua tentangmu” ucap Tiffany lagi

“Hmm… akupun binggung untuk menceritakannya. Yang jelas aku kini telah menjadi dokter hehehe” ucap Yuri sambil tersenyum bodoh

“Anak pintar, apa dia anakmu bersama Taeyeon?” tanya nya lagi

“Memang menurutmu bersama siapa lagi” Ucap Tiffany

“Aigoo, hahaha jangan kau telan darahnya sayang kau buang kemari saja, palli buang semua darah yang ada dimulutmu, aku tau jika kau menelannya dan rasanya tidak enak kan?” ucap Yuri sambil memberikan tisu di tangannya agar Taefan mau membuang semua darah yang ada dalam mulutnya ke tangan nya yang dialasi tisu dan Taefan melakukannya

“Ohh tidak Yul biar aku yang melakukannya” Ucap Tiffany kaget karena melihat perlakuannya kepada Taefan

“Sudahlah tidak apa tiff. Kau bahkan tau jika dokter sudah terbiasa dengan yang seperti ini.. Jagoanku lain kali jika hidung mu berdarah lagi, jika kau dalam posisi seperti ini kepalamu menatap langit-langit, maka tetaplah buang darah yang mengalir dari hidungmu, aku tau jika arah darah dari hidungmu akan dibuang ke arah tenggorokanmu maka jangan menelannya” arahan Yuri dan Taefan hanya menganggukan kepalanya

“Apa kau sudah menikah?” tanya Tiffany membuat Yuri tersenyum

“Sudah hahaha Tentu belum tiff, aku sibuk dengan pekerjaanku dan aku sangat takut untuk memulainya kembali, aku takut jika aku menyakitinya sama seperti menyakiti wanita yang paling berharga dalam hidupku” lirih Yuri

“Dokter wanita banyak yang cantik Yul.. cobalah memulainya, jangan larut dalam kesedihanmu bahkan itu sudah bertaun-taun yang lalu. Sekarang kau sudah menjadi orang sukses. Sembuhkanlah pasienmu dan jangan lupa sembuhkan juga hati dan kenangan kelammu, jangan lakukan itu lagi” Ucap Tiffany

“Akan aku usahakan, bagaimana kabarnya?” tanya Yuri

“Aah lupa, jika aku harus kerumah temanku dan Taeyeon menungguku, aku pamit dulu Yul” ucap Tiffany segera meninggalkan Yul dan membawa Taefan, membuat Yul hanya terseyum..

“PAMAN TERIMAKASIH” teriak Taefan

.

.

.

“Perkenalkan namaku krystal jung, aku jurusan design grafis, aku akan memberikan beberapa motivasi untuk kalian, dan aku harap kalian terus semangat dalam menjalani awal kehidupan yang baru sebagai seorang mahasiwa dan mahasiwi disini, jika ada yang ingin kalian tanyakan silahkan”

Semua nya hening tidak ada yang bertanya, Krystal hanya diam menatap ke arah paling belakang dengan tatapan dingin dan tidak peduli dengan keadaan sekitar yang memperhatikannya, sampai beberapa menit tidak ada satupun yang bertanya, semua senior yang berada di luar kelas hanya memperhatikan kelas yang sedang diisi oleh krytstal

“aku kadang binggung kenapa dia tidak langsung memberikan motivasinya” ucap salah satu senior yang memperhatikan kondisi kelas

“Aku semakin yakin jika ia dipilih karena kecantikannya bukan karena bakat motivatornya” snaggahan lainnya

“Ya betul aku sangat heran kenapa dia dipilih oleh dosen” ucap senior satunya

“Aku akan bertanya” ucap seorang mahasiwa menganggkat tangannya

“Ya silahkan” jawab Krystal

“Bagaimana jika aku sedang kehabisan ide untuk membuat sebuah design dan deadlinenya tinggal 2 hari, apa kau pernah mengalaminya?” tanya mahasiswa tersebut

“Kau  hanya berpikir jika deadlinemu 2 hari lagi, kau tanamkan dalam pikiranmu jika kau sedang kebahisan sebuah ide, dan yang paling terpenting kau mengerjakan tidak menggunakan hatimu. Ketahuilah ide itu tidak akan muncul jika kau terus menanamkan itu hanya lah deadline, itu hanya sebuah pekerjaan, tuntutan, maka kau akan merasakan itu beban dan membuat pikiranmu tidak tenang dan ide itu akan hilang bersama diri mu yang tidak tenang. Cobalah berpikir ini adalah hobbymu, kesukaanmu, kau tidak akan merasakan kesulitan dan jika memang ide itu tidak ada.. tinggalkan dan kau cari kebahagiaanmu, jangan diam terus memaksakan untuk mengerjakannya” ucap Krystal membuat semuanya diam dalam tatapan kagum

“Aaah aku mengerti.. Terimakasih, namun tidak kah kau menanyakan namaku miss?” tanya nya

“Jika ada yang ingin ditanyakan lagi silahkan” Ucap krystal

“Namaku Kang Seulgi, apa kau memiliki kekasih ?” tanya Seulgi

“Jika tidak ada pertanyaan lagi aku akan melanjutkannya regu dikelas sebelah, terimakasih atas waktu dan kesediaan kalian untuk mendengarkanku. Ingatlah kerjakan semua dengan hatimu, tenangkan pikiranmu, maka sesulit apapun itu akan terasa mudah” ucap krystal sambil tersenyum dan membungkuk salam untuk berpamitan dan keluar kelas

“Woaaaahh daebaaakkkk auranya sangat baik” ucap salah satu mahasiwa

“Bahkan dia menghiraukan semua joke yang diberikan, ia sangat anggun” ucap yang lainnya

“Pantas saja dia diberikan amanat menjadi ambasador untuk jurusan kita, aku penasaran siapa kekasihnya”

Seulgi hanya tersenyum mendengarkan kekaguman anak-anak lainnya kepada seorang Krystal jung, sosok yang membuatnya tersenyum dan dihukum pertama kalinya di kampusnya.

.

.

.

“Sica… makanan ini sudah dingin, aku akan pesankan yang baru” ucap Sooyoung

“Tidak soo” ucap Jessica

“Kau tidak boleh seperti ini nanti kau sakit, Kau bisa menceritakan apa yang terjadi” tanya Sooyoung

“Aku hanya lelah Soo” ucap Jessica lagi

Sooyoung menghela nafasnya dan melanjutkan makannya

Flashback

“Makanlah baby, aku akan memesankan yang lain jika kau tidak ingin ini” ucap Yoonan

“Tidak Yoon”ucap jessica

“Noo! kau tidak boleh seperti ini baby.. ada apa? Apa ada yang sulit dengan pekerjaanmu?” tanya Yoonan

“Aku hanya lelah” ucap Jessica

“Jika kau lelah artinya kau harus makan agar tubuh mu yang lelah itu terisi tenaga.. aaaaaa, palli tanganku sakit aduh-aduuh” ucap Yoonan sambil menyuapi Jessica

“Not Funny” ucap Jessica ketus sambil menerima suapan dari Yoonan

“Aigooo aigooo, lagi lagi” ucap Yoonan lagi membuat Jessica tersenyum

“Aku bisa sendiri Bodoh” ucap Jessica

“hahaha Good anak pintar” ucap Yoonan

Flashback end

Semuanya kenangan manis nya bersama Yoonan terulang kembali, sejak kejadian kemarin Jessica tidak sepenuhnya utuh, jiwanya masih hilang, hatinya masih hancur..

BRUUUK

“SICA!!” teriak Sooyoung sambil mengangkat tubuh jessica

Jessica dilarikan kerumah sakit, dan Sooyoung segera menghubungi Tiffany. Sesampainya dirumah sakit Jessica langsung masuk kedalam ruang rawat, 30 menit kemudian Tiffany sampai dengan membawa Taefan bersamanya. Tiffany menghampiri Sooyoung

“Bagaimana bisa seperti ini Soo?” tanya Tiffany panik

“Entahlah Tiff aku juga, tadi dia bilang sedang lelah dan tiba-tiba pinsan seperti ini, aaarggg aku bodoh sekali” sesal Sooyoung

“Sudahlah Soo jangan menyalahkan dirimu, aku akan menelfon suamiku terlebih dahulu, Taefan sayang tunggu disini mommy akan menelfon daddymu dulu memberitahu jika aunty sica masuk rumah sakit, oke?” Ucap tiffany

Tiffany sedikit menjauh dan menelfon suaminya

On the phone

“Hallo sayang.. kau dimana?” ucap Tiffany

“Aku dihatimu selalu, palli cepat pulang, mana rotiku huh” ucap Taeyeon dengan nada manja

“Sica masuk rumah sakit, bisakah kau datang kemari? Dan mengambil Taefan, aku harus menjaga Jessica disini” ucap Tiffany

“Apa? Dia kenapa? Aish! Baikah aku akan berangkat sebentar lagi” ucap taeyeon

“Oke, hati-hati di jalan Tae” ucap Tiffany

“Love…” panggil Taeyeon

“Hmm”

“Aku sangat mencintaimu, maafkan aku eoh?” ucap Taeyeon, membuat Tiffany tersenyum

“Me Too, palli berangkat, kasian anakmu lelah” Ucap Tiffany

“Yes miss, aku akan pergi dengan segera, i love you” ucap Taeyeon

On the phone end

Tiffany kembali ke tempat yang tadi dia meninggalkan Taefan dan sialnya Tiffany tidak menemukan Taefan, dan Sooyoung berada didalam ruang Jessica, Tiffany masuk kedalam ruangan Jessica

“Soo dimana anakku?” Tanya Tiffany panik

“Aku kira dia bersamamu” jawab Soo polos

“AISH!!! AKU MENITIPKANNYA PADAMU!!!” amuk Tiffany sambil meninggalkan ruangan Jessica dan mencari Taefan disekitar ruangan rumah sakit

On the phone

“Tae aku bisa gila, Taefan hilang dari sisiku” ucap Tiffany

“Ke pusat Informasi Tiff!!! Palli!!! Bagaimana bisa ini terjadi aish TIFFANY HWANG!” ucap Taeyeon sedikit membentak Tiffany

“Palli tae, aku membutuhkanmu” ucap Tiffany dan menutup Telfon nya

On the phone end

Tiffany langsung berlari kearah pusat informasi dan memberikan penjelasan untuk mencari anaknya, dan pusat pelayanan tersebut sudah mengumumkannya, namun sudah 30 menit masih belum ada respon dan Taefan masih belum kembali, Tiffany sangat panik, dan Taeyeon masih belum datang juga, Tiffany berusaha menghubunginya namun tidak di angkat. Akhirnya tiffany menangis dan duduk di tempat tadi ia meninggalkan Taefan. Beberapa menit kemudian ada yang menyentuh tangannya

“OH GOD TAEFAN KAU DARI MANA SAJA?!” ucap Tiffany dengan nada tinggi

“Ssstt pelankan suaramu, dia ketakutan” ucap Yuri

“Bagaimana bisa kau bersamanya?” tanya Tiffany

“Aku shift dua hari ini. Aku melihatnya nampak binggung ke arah pintu masuk, aku berasa mengenalnya dan dia masih membawa sapu tanganku jadi aku ingat jika itu anakmu, dia menangis, aku mengajaknya membeli eskrim dan menanyakan jika kau kemana dan dia bilang kau sedang menelfon daddynya. Kau mencarinya? Maafkan aku tiff, aku tidak tahu menghubungi siapa dan dia terus menangis” Ucap Yuri

“Ah sudahlah tidak apa..  yang penting dia ada disampingku saat ini” ucap Tiffany

“kau sedang apa disini? Siapa yang sakit?” tanya Yuri

“….” “apa aku harus bilang jika Jessicalah yang ada disini..” Ucap Tiffany dalam hati

“Tiff?” tanya yuri

“Dok… diruang UGD mereka membutuhkanmu, baru saja masuk korban kecelaakaan” ucap salah satu suster yang menghampiri

“Aaah baiklah aku akan segera kesana, siapkan peralatannya.. tiff aku pergi dulu, dan kau jagoanku jangan menangis lagi oke” pamit Yuri meninggalkan keduanya

Tiffany sangat lega, siapapun yang korban kecelakaan itu telah menyelamatkannya dari pertanyaan Yuri. Tiffany masuk kedalam ruangan Jessica, namun Jessica belum juga ada perkembangan, masih tidur, lebih tepatnya pinsan. Tiffany menyuruh Sooyoung untuk pulang dan Tiffany yang menjaga Jessica dan Sooyoungpun tidak bisa menolaknya. Sudah hampir satu jam Taeyeon masih juga belum sampai, membuat Tiffany geram dan mengambil handpone nya untuk menghubungi Taeyeon namun handphone Taeyeon tidak bisa dihubungi.

.

.

“Hujan hari ini sangat deras, pakailah payungku”ucap Seulgi

“Tidak usah, Terimakasih” ucap Krystal

“Disini sudah tidak ada siapa-siapa Soojung-ah.. pakailah dan aku akan pulang dengan ini, bye” ucap Seulgi berlari menuju sepedanya dan memakai jaketnya

Krystal  tersenyum atas perlakuan Seulgi, dan langsung berjalan menuju halte bis. Dalam perjalanan menuju rumahnya, Seulgi terus tersenyum karena bahagia. 1 jam berlalu, seulgi sampai didepan rumahnya dan memarkirkan sepedanya, lalu masuk kedalam rumah dan segera membersihkan dirinya. Tiba-tiba bel pintu rumah Seulgi berbunyi ..

TINGTONG

“Yaa sebentar” ucap Seulgi

“kau? Aku akan kerumahmu, sana-sana” ucap Seulgi

“NO!kajja masuk” ucap orang tersebut dan langsung masuk kedalam

“YAAAAA!!! Aish kau menyebalkan! dan kenapa banyak yang kagum kepadamu!” teriak Seulgi

“Bahkan kau saja tergila-gila padaku” ucapnya

“Tidak” ucap Seulgi

“Ini.. aku bilang tidak perlu, lihat kau basah dan kedinginan.. kau bisa sakit bodoh” ucap seseorang di hadapannya

“Hangatkan” ucap Seulgi

“Dimana apinya?” tanya orang tadi membuat keduanya tertawa

“Hahahaha aku benci jika tidak mengenalmu di kampus dear” ucap Seulgi

“Aku benci melihatmu dikampus” ucap Krystal

“Benci tapi mencinta… aw sosweenya kita” ucap Seulgi

“Errrrgggg, aku akan memasakan bubur untukmu, sana keringkan rambutmu” ucap Krystal

“No, aku akan menemani princessku” ucap Seulgi

“Oppa…” rengek Kyrtsal

“Baiklah, aku selalu lemah dengan kekuatan cintamu” ucap Seulgi lemas dan meninggalkan dapur

.

.

.

Peluh keringat Yuri sangat deras saat melakukan operasi seseorang yang mengalami kecelakaan tadi, karena mengalami pendarahan di bagian kepala yang sangat serius, membuatnya dalam 2 jam ini terus berusaha menolong nyawa dari seorang pria yang sangat ia kenal, pria yang menjadi sahabatnya ketika ia bersama kekasihnya dahulu. Yuri dalam tekanan yang tidak stabil jika ia tidak menyelamatkan orang tesebut akan banyak hati yang terluka dan kehilangan, Yuri bekerja dengan keras. Akhirnya operasi berjalan dengan lancar selama 3 jam, Yuri keluar ruang operasi dan menghela nafasnya, Ia langsung mendatangi pusat informasi untuk meminta data pasien tersebut

“Apa kau memiliki data pasien korban kecelakaan itu?” tanya Yuri pada staff yang berjaga

“Aah dokter kebetulan sekali jika polisi menunggumu sedari tadi untuk mengetahui keadaanya, mereka menunggu diruangamu” ucap staff tersebut, walau lelah Yuri terus berlari keruangannya

“Aaah maaf menunggu kalian lama, bolehkah aku meminta data pasien?” ucap Yuri  sambil mengatur nafasnya

“Untuk apa? Apa kau mengenalnya?” tanya polisi

“Palli!! Dia sahabatku, aku harus menghubungi isterinya!!!” ucap Yuri dengan gelisah

Yuri mencari kontak Tiffany dan berhasil menemukannya dan menghubungi Tiffany..

On the Phone

“ YAAA!! KAU KIM TAEYEON BERANI-BERANI NYA TIDAK MENGANGKAT TELFON KU!!” teriak Tiffany

“Tiff bisakah kita bertemu? Aku menunggumu di pusat informasi tadi?” tanya Yuri

“Kwon Yuri? Bagaimana bisa kau memegang Handphone suamiku?” tanya Tiffany

“Aku akan menceritakannya nanti, kemarilah, aku menunggumu” ucap Yuri dan menutup telfonnya

On the phone end

Yuri langsung berlari keruang pusat informasi…

“Kau cepat sekali Tiff” ucap Yuri

“Dimana Taeyeon?” tanya Tiffany

“Suamimu ada di ICU, dia mengalami kecelakaan” ucap Yuri perlahan

“APA?!?” BAGAIMANA BISA ??” ucap Tiffany histeris dan menangis

“Mommy ada apa?” ucap Taefan, Yuri langsung mengendong anak itu

“Suster tolong ajak dia beli eskrim dulu, jagoanku kau akan makan eskrim banyak hari ini, dan mommymu aku kan jaga. Belikan untuk aku dan mommymu oke???”ucap Yuri

Taefanpun pergi bersama suster, Yuri mengangkat tiffany kedalam pelukannya

“Tiff dia mengalami kecelakaan saat mengendarai mobilnya, dia kehialangan banyak darah dan ada retak didalam kepalanya, aku sudah mengoprasinya tadi dan syukurlah berjalan lancar namun dia masih koma dan aku tidak tahu kapan dia akan sadar.. aku harap secepatnya” ucap Yuri perlahan sambil memapah Tiffany keruang ICU

.

.

.

3 hari kemudian ~

“Bagaimana tuan Lim apa kau setuju dengan pendapatku?” tanya wanita yang kini ada dihadapan Lim Yoonan

“Not really, aku akan membicarakannya terlebih dahulu dengan appaku. Hmm.. Seo bagaimana jika aku berpisah dengan Jessica? Apa aku salah? Aku merasa jika aku sedang bersamamu aku merasa bersalah padanya” tanya Yoonan, membuat Seojuhyun menatapnya dengan tatapan tidak percaya

“Op-pa” ucap Seo terbata-bata

“Entahlah apa yang aku lakukan kemarin.. membuat hubunganku semakin buruk bersamanya. Dan kami memutuskan untuk berpisah” lirih Yoonan dan menundukan kepalanya

“Aku hanya menginginkan yang terbaik untuk kalian oppa.. jika itu yang terbaik aku akan mendukung dan selalu berada disisimu” ucap SeoJuhyun sambil tersenyum bahagia

“Oppa.. Mungkin ini terlalu cepat, namun aku rasa 3 bulan ini cukup untukku memikirkan siapa yang terbaik untukku walaupun aku masih belum yakin dengan rasaku ini, aku hanya ingin menyampaikan apapun yang ada didalam hatiku, apapun yang aku rasakan saat ini” ucap SeoJuhyun Polos

“…” tidak ada jawaban dari Yoonan dia terus menunduk

“Oppa maafkan aku ji—“ belum sempat Seo menyelesaikan pembicaraannya Yoonan mengangkat kepalanya dan menatap Seo

“Seo maafkan aku. Aku harus pergi dan tidak bisa mengantarkanmu pulang, aku akan memesankan taxi untukmu. Taeyeon mengalami kecelakaan” ucap Yoonan tampa menunggu jawaban dari Seo, ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Seo

“Aish bagaimana bisa kejadiannya sudah 3 hari dan dia baru mengabariku jika Taeyeon kecelakaan dan sica tidak memberitahuku sama sekali” runtuk Yoonan sambil berjalan menuju mobilnya

.

.

.

“Bagaimana kondisimu? Aku sangat khawatir ketika melihatmu tiba-tiba jatuh pinsan” ucap Sooyoung sambil memegang tangan Jessica yang masih terbaring di kasur rumah sakit

“Baik.. maaf membuatmu khawatir” ucap Jessica

“Ini sudah 3 hari dear” ucap Sooyoung

“Apa Taeyeon sudah sadar ? aku harus ke ruangan nya. Bisakah kau mengambilkanku kursi roda ?” tanya Jessica kepada Sooyoung

“Nampaknya belum, tunggu sebentar” Sooyoungpun membawakan kursi roda untuk Jessica dan memindahkannya ke kursi roda

“Terimakasih Soo” ucap Jessica

Keduanya menuju ruangan rawat Taeyeon. Sooyoung mendorong kursi roda Jessica, dan sesampainya diruangan rawat Taeyeon, Jessica melihat jika Tiffany sedang berbicara dengan Seorang dokter, Jessica pun menghampiri keduanya dan mendengarkan sedikit percakapan keduanya. Jessica merasa sangat jelas mengenal suara ini, suara yang ia pernah rindukan, suara yang pernah membuatnya kehilangan arah. Suaranya semakin jelas terdengar ketika Jessica sudah benar-benar tepat di belakang keduanya

“Tiff..” Jessica memanggil Tiffany

“….”

Hening tidak ada satupun yang membuka suaranya. Jessica masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dihadapannya, seseorang yang 6 tahun lalu meninggalkannya dengan penuh luka. Tiffany tidak mampu berkata-kata karena pikirannya sedang tidak ingin memikirkan masalah lain selain suami nya yang kini berada dalam posisi koma.

“Bagaimana keadaan Taeyeon, Tiff? Maafkan aku jika aku baru datang sekarang. Aku menjaga putri tidur ini” ucap Sooyoung yang tidak mengerti sama sekali tetang atmosfer yang sedang terjadi diruangan tersebut

“Hei aku bertanya? Kenapa suana menjadi Kaku seperti ini?” tanya Sooyoung lagi karena pertanyaannya tidak dijawab

“Sica..” dokter akhirnya tersebut membuka mulutnya

“Soo, bawa aku keruanganku sekarang” ucap Jessica

“Sica.. Aku ing—-” belum sepmat Yuri menyelesaikan kalimatnya

“Choi Sooyoung!” teriak Jessica

“Hei ada apa denganmu sica? Katakan padaku?” tanya Sooyoung yang masih diam tidak mengikuti yang Jessica inginkan

“Bawa dia kembali keruangannya Soo” ucap Tiffany pelan dan akhirnya mau tidak mau Sooyoung menurutinya

Yuri hendak mengejar Jessica yang mulai beranjak dari ruangan Taeyeon namun tangan Tiffany menahannya membuat Yuri menundukan kepalanya. Seorang pria jangkung berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan rawat Taeyeon kemudian membuka pintu ruangan Taeyeon terbuka..

“Tiff maafkan aku baru mengeta—-” kalimat itu tidak selesai ketika seorang yang membuka pintu tersebut melihat kearah Tiffany, Yuri, Jessica dan Sooyoung

“…..”

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Eternity NOTE:

Hallo semua… apa kabar? Semoga sehat selalu ya 🙂

Okay bagaimana menurut kalian cerita diatas? seru? Coba mana suaranya???

Part diatas adalah lanjutan dari DISTANT yang selama beberapa part kemarin memang aku yang tulis tapi untuk part ini Coffee22MJ berbaik hati untuk melanjutkan 2 part kemarin yang aku tulis.

What do you think about it? Coffee22MJ semakin bagus kan nulisnya?

DISTANT kedepannya mungkin akan dihandle oleh Coffee22MJ 

kenapa? karena kebetulan aku sedang tidak memungkinkan untuk menulis ff.

Kehidupan nyata memanggil 🙂

Jadi show some support untuk Coffee22MJ dan Choizuzua serta penulis lain yang akan segera bergabung di blog ini.

Thanks

May God always mercy us 🙂

cw3nkczucaam4tn

Iklan

39 pemikiran pada “DISTANT II

  1. Wah wah ternyata masa lalu sica itu sama yuri…., semoga aja hubungan mereka bisa segera membaik dan untuk taeyeon kenapa bisa kecelakaan ya, semoga aja cepat sadar ☺

    Thanks ya thor uda update

  2. Ceritanya complicated….
    Gw masih ga nyambung ma ni cerita. Karena lupa sama part sebelumnya, gw kira ini cerita ‘EX’…makanya pas baca part taeny ud nikah,gw bingung, apa gw ud ketinggalan jauh ceritanya apa gmn…

  3. Taetae koma? Cpt sadar Taetae….
    sica benci banget kykx ma Yul.
    Nie cinta segi brp sich?
    Sica jd rebutan 3 namja. Untung fany cinta ma Taetae seorang

  4. duh, mkin kacau deh tuh hati jessi, mantan2 ad satu ruangan, hehe
    taeyeon kok jd kecelakaan critanye,, nambah deh tuh cerita..
    yuri jd nongol gi, ckck,.
    pdhl gue ngarep ff ini couple ny yoonsic,, yuri nongol kmngkinan pairing brubah jg, ckck,..
    yg nulis ff ny jg gnti,,.. huee..

  5. Cerita baru .. semoga yulsic bersatu kembali. Kasian tae kecelakaan saat mau ketemu tiff di RS, semoga tae cepat sadar agar tiff kembali ceria lagi. Semoga di cerita ini yulsic bersatu😊😊

  6. Uuhhh my favorite story .. 🙂
    aku suka bngt sm distant.agak nyerempet nih k kehdupan pribadi saya..hee:)
    Ceritanya tuh bner2 Wow bngt.. ^
    Iloveit. ^

  7. Mantannya jessi ngumpul semua dan terjadilah jeng jeng 😂😂
    Kasian taeng sama fanny, cepet sembu ya taengu..
    Complicated banget sumpah ku suka 😊😊
    Anyways, semangat untuk kelanjutan ceritanya thor~

  8. Knp mesti yul ada disaat hbungan yoonsic yg gantung ato bsa dibilg mw berakhir … yg ada sica ntti dilema milih yul ato yoong .. berharap sih ttep yoonsic .. knp jg yoonsic hrs berpisah .. sedih jdi nya .. mudah”n yoong memperjuangkan sica lagi .. klu gk gini gak mungkin judul nya DISTANT …

  9. masih blm ngrti ceritanya mngkin krn lngsng bc part dua ini , tp aahhhh moga yulsic deh jdinya .. btw EX nya mana nih authornim akoh udh kngn pngn bc lnjtnny

  10. Part yang ini kereeeen parah , yang mencintai sica banyak tang melepaskan sica juga ada aduh duhhh , tae itu kenapa belum sadar?? Sedih bacanya
    Part yang ini rada sedih sama kesal bacanya ditunggu cerita selanjutnya yaaa

  11. Gw harap ini bakal jadi yoonsic, yul sama soo cari orang lain aja eh seohyun jga ding cari orang lain jga biarkan yoonsic bersatu. Semoga taeyeon cpat sembuh.

  12. sicca sama yuri lg aja
    yoona kan udh lepasin ini kan
    biar yoona nyesel…
    tp bisa jg sih sicca terima soo..

    cepet sembuh ya ateng..
    sabar ya pany ini ujian😂😂😂

  13. wah… jessi bertemu dgn dua mantan nya di saat bersama sooyoung, dan yoonan melihat jessi duduk di kursi roda. hadeuh…. situasi yg sangat awkward. bisa2 malah lupa dgn taeyeon yg lagi koma. hahaha…..
    perasaan dan pikiran jessi pasti ruwet. bisa2 pingsan lagi.

  14. oh jadi yg kecelakaan itu taeyeon 😦 pantesan aja taeyeonnya gak dateng 2. wah wah gaswat nih masa lalu yg udah berusaha dilupain malah datang kembali . Apakah nanti yul bakal mnta balikan lagi sama jess atau hanya minta maaf aja? ini masih menjadi misteri :v
    Jessica enak yaa disukain sama 3 cowok ganteng 🙂 manakah yg akan jessica pilih ?makin penasaran ! hehehe

  15. Yahhh yoonsic kuuu.
    Jangan berpisahhh😭😭😭😭

    Aihhh I though seul and Krystal don’t know each other ㅋㅋㅋㅋtaunya ternyatahhh ahhhhhhhhh pacarannn 😘😘😍😍💋💋💞💞💞💞 #SEULSTAL SHIPPER HERE!! HIHI

    Teyeku kecelakaann hiksss 😢😢😭😭💔💔

  16. Duh rempong nih critanya, sica laku bnyak ya, smpe direbutin 3 cowok hehe, tp tetep dukung yulsic aja, balikan ajalah yulsic, bikn seneng yg baca😆😆
    Duh taetae moga cpt sembuh ya

  17. Njess mntan yuri ,yoona bru putus ama njess yg dmna njess dket ama soo ,dilema cinta segi brapa ini ..
    Semoga tae jngn hilang ingatan yah thor ..

  18. ini ff yoonsic apa yulsic ya? berharap yoonsic, sica smpe pingsan putus dari yoong, yoong kyanya brat buat putusin sika mungkin krna keadaan yg buat yoong lepasin sica, karena taeyeon kclakaan semua jadi reunian tertama sang mantan wkwk…

  19. Mau nyalahin, tapi nggak jadi. Keduanya sama2 bingung. Duh, q gembira banget eiy pas ini update… makasih ya kak… kan yuri nongol. Kebiasaan, dia dateng di saat yg nggak tepat. Tapi boleh juga, sica nanti bakal dikejar2 3pemuda tertampan di seantero fanfic. Wkwkwkwk…. selalu ditunggu :-*

  20. Mau nyalahin, tapi nggak jadi. Keduanya sama2 bingung. Duh, q gembira banget eiy pas ini update… makasih ya kak… kan yuri nongol. Kebiasaan, dia dateng di saat yg nggak tepat. Tapi boleh juga, sica nanti bakal dikejar2 3pemuda tertampan di seantero fanfic. Wkwkwkwk…. selalu ditunggu :-*

  21. Mau nyalahin, tapi nggak jadi. Keduanya sama2 bingung. Duh, q gembira banget eiy pas ini update… makasih ya kak… kan yuri nongol. Kebiasaan, dia dateng di saat yg nggak tepat. Tapi boleh juga, sica nanti bakal dikejar2 3pemuda tertampan di seantero fanfic. Wkwkwkwk…. selalu ditunggu :-*

  22. hai coffee, aku gatau nama kamu jadi aku panggil kamu coffe aja ya hahaha jadi ff ini kamu yang nerusin? wah apakah bakal ada perubahan alur? ceritanya semakin jauh dari prediksi aku sih heheh, kayanya yoonsic mulai gaaman statusnya hihihi apalagi mantan sica itu udah muncul lagi huhu honestly it’s not fineeee~~~~ but, aku serahin semuanya sama kamu, kamu tau yang terbaik kok heheh oiya kalo sarannya sih biasa, seperti sebelumnya kalimat buat aku masih kurang nyama, tapi ini udah menghibur kok. semangat terus ya kamu, semangat berkaya dan semangat beraktivitas 🙂 selalu kreatif dan inspiratif ya :))))))

  23. Adakah derita yg bahagia?
    Jika melepaskan dan menderita bs membuat bahagia maka lakukan jika tidak itu sungguh menyakitkan (curhat dikit dech) 😂
    Sakit amat jd jessie yg ditinggal mulu n ketemu mantan tp kalau nnt happy ending enggak apa sih thor 😂
    Get well soon tae 😖🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s