EX  Part One

1012611_663304327017858_1790237755_n

 “Bagaimana tidurmu Yoong? Kajja kita sarapan dahulu sebelum kau bekerja rusa kecilku” ajak Taeyeon

“Bagaimana apanya Hyung aku tidur ya memejamkan mata hehehe.. Terimakasih Hyung, namun aku ada jadwal pagi hari ini” ucap Yoong dan berlalu meninggalkan Taeyeon dimeja makan sendiri

“YAAA kau rusa bodoh kemari!!! Kau tidak boleh meninggalkan Hyungmu makan sendiri seperti ini” teriak Taeyeon namun tidak mendapat respon dari Yoong yang sudah berlalu meninggalkannya

“Apa yang terjadi dengan kalian berdua” lirih Taeyeon sambil menguyah makanananya

Tiba-tiba Taeyeon mengambil handphonenya dan melakukan panggilan Video call..

On the Video Call

“Hai baby..  Good morning” ucap wanita diseberang sana dengan berbalut piama berwarna pink muda

“Aigoo princessku terlihat cantik dengan piama itu” ucap Taeyeon

“Baby apa kau sedang sarapan?”

“Tentu.. hari ini aku akan pergi kekantor cabang, apa kau akan pergi tidur sekarang?” tanya Taeyeon

“Tidak.. aku akan tidur jika kau pergi kekantor” ucapnya

“Aigoo so sweet sekali kau Fany Fany Tiffany huhu aku benar-benar merindukanmu” ucap Taeyeon

“Hehehe datanglah jika kau rindu” ucap Tiffany

“Jika aku memiliki pintu doraemon tentu saja aku akan melakukannya” canda Taeyeon namun hanya mendapatkan senyum dari Tiffany

“Tunggulah satu bulan lagi tae.. Aku akan datang kesana” Ucap Tiffany

“Aku akan menggu hari itu tiba sayang, sana tidur aku tau kau memiliki jadwal kuliah untuk esok”

“Tidak Taeng aku sudah menyelesaikannya, kemarin adalah kuliah terakhirku hehe aku tinggal menunggu jadwal sidangku keluar setelah itu aku bebas, nampaknya minggu depan aku akan sidang dan akan wisuda diakhir bulan” jelas Tiffany

“Baiklah aku akan datang sampai hari itu tiba sayang” Ucap Taeyeon

“Baby aku mengantuk” ucap Tiffany

“Ba—-” kalimat Taeyeon terhenti saat melihat seseorang baru saja memasuki rumahnya dan berjalan kearah nya

“YAA!! Kwon Yuri! Kau dari mana saja?!” bentak Taeyeon

“Jawab aku! Apa kau mabuk semalam?!” Taeyeon menarik jaket Yuri

“YA! bukan urusanmu Taeng!!!” bentak Yuri dan menepis tangan Taeyeon

“Ada apa denganmu Yul?!” ucap Taeyeon namun tidak mendapatkan respon dari sang adik

Taeyeon duduk kembali didepan layar ipad nya..

“Who?” tanya Tiffany

“Dia adikku Tiff.. entahlah semenjak kemarin sikapnya aneh, membuatku khawatir” keluh Taeyeon

“Really badboy face hehe i like him” ucap Tiffany

“YAA! apa yang kau katakan!” ucap Taeyeon

“Hahahaha dia badboy namun kenapa kau cute boy huhu” canda Tiffany

“Sudahlah sana-sana pergi tidur! Good night” ucap Taeyeon dan mematikan Video Callnya

Video Call END

Taeyeon mengehela nafasnya dan pergi meninggalkan rumahnya untuk ke kantor.

.

.

.

Dua Minggu berlalu

Setelah kejadian tersebut suasana kediaman Kwon massion nampak sepi, sudah berjalan 2 minggu ini Yuri jarang pulang kerumah begitupun dengan Yoong. Tuan Kwon sudah pulang dari bisnisnya semenjak satu minggu lalu masih diam saja merasakan situasi ini, namun berbeda dengan Taeyeon yang semakin hari semakin gelisah karena menyiapkan beberapa alasan untuk sang Ayah setiap kali mereka bertemu dan menanyakan kemana kedua adiknya.

“Appa…  hari ini aku akan pergi ke Amerika karena kekasihku telah lulus dan hari esok adalah wisudanya. Aku meminta izin untuk tidak masuk kerja” ucap Taeyeon hati-hati

“Pergilah nak.. dan bawa dia kepada Appamu. Bagaimanapun juga harus mengetahui dirinya bukan?” ucap Tuan Kwon

“Baik aku akan membawakannya untukmu. Aku kan langsung kembali ketika acara wisuda tersebut selesai hehe aku tidak sabar mengenalkannya kepadamu Appa..” ucap Taeyeon

“Me too Taeyeon-ah” ucap tuan Kwon sambil tersenyum

Jawaban dari Appa Kwon berhasil membuat dirinya tersenyum lebar, Taeyeonpun bersiap-siap meninggalkan massion Kwon dengan hanya membawa satu ransel saja.

.

.

Suasana Siang hari di gedung SMent nampak ramai oleh beberapa idol yang datang kesana untuk mengurus beberapa Kontrak yang akan diperpanjang atau diakhiri oleh idol tersebut. Gedung bersar berlantai 15 itu sangat sempit bagi Yoong dan Jessica ..

“Yoong..  kenapa kau mengindariku?” tanya Jessica

“…”

“Yoong jawab aku” ucap Jessica

“Kau dalam masa promosi sayang.. Dan aku memiliki jadwal lain yang cukup padat” ucap Yoong

“Kenapa kau tidak pernah ke apartemenku lagi?” tanya Jessica

“Hmm aku lebih suka pulang kerumah kerena saat ini keluargaku sedang berkumpul lengkap Jess.. Maafkan aku” ucap Yoong

“…” Jessica tidak memberikan tanggapan kepada Yoong

“Hmmm baiklah aku akan pulang ke apartemenmu nanti malam baby” ucap Yoong sambil memeluk Jessica

Jessica tersenyum menyambut perlakukan hangat dari Yoong, namun kejadian itu hanya beberapa saat ketika Yoong melihat seseorang dan menahannya ketika orang tersebut berjalan melewatinya.

Hyung! Tunggu! Kita harus bicara hyung..” lirih Yoong sambil melepaskan pelukan Jessica. Jessica melihat ke arah orang tersebut dan tersenyum

“Oppaaaa… Aigooo kau baru saja menampakan dirimu! Huh! Kau jahat sekali menghilang begitu saja

“Hai sica.. kau semakin cantik. Beruntung Yoong mendapatkan dirimu” ucap pria tersebut sambil memaksakan senyumnya

“Oppa.. bagaimana bisa kau membuatkan aku lagu namun kau tidak mau bertemu denganku! Kau jahat sekali!” ucap Jessica sambil memukul tangan lekaki itu

“Jess.. biarkan aku dan Hyung pergi untuk berbicara. Nanti malam aku ke apartemenmu oke?” ucap Yoong

Yoong menarik pria tersebut dan berjalan meninggalkan Jessica.

“Yoong!!! Semangat Baby” ucap Jessica membuat Yoong berbalik dan tersenyum padanya

Keduanya berjalan menuju ruangan member SHY ternyata disana sudah ada beberapa staff yang menangani bagian SHY. Yoong dan Soo duduk di sofa yang telah disediakan

“Kalian harus menunggu jadwal Hyoyeon selesai dalam beberapa jam lagi. Ada yang harus aku bahas bersama kalian” ucap manager Park

“Jam berapa ia menyelesaikan jadwalnya?” tanya Yoong

“Pukul 6 sore nanti dia sudah menyelesaikannya, kau juga memiliki jadwal 3 jam kedepan Yoong.. bergegaslah” ucap manager Park

Hyung..” Panggil Yoong kepada Managernya karena tahu suhu orang disebelahnya sudah mulai memanas

“Lalu mengapa kau menyuruhku untuk datang siang hari jika kita akan membicarakannya sore hari?” tanya Soo dengan raut wajah yang sulit di artikan

“Kau memiliki jadwal juga Sooyoung-shi. Kau akan mengajarkan beberapa ilmu yang kau miliki kepada trainee yang sedang di mendapatkan pelatihan dari SM” ucap manager Park membuat semua melihat kearahnya termasuk Yoong

Yoong berdiri dan menepuk pundak Sooyoung sebagai arti jika ia harus pergi terlebih dahulu karena assisten pribadi dan stylist nya sudah memberikan kode kepadanya.

Hyung aku harap kau tidak salah membuat keputusan menempatkan posisi untuknya” bisik Yoong meninggalkan ruangan

.

.

.

Pukul 15:00 di dalam sebuah ruangan yang sangat dingin nampak seorang pria yang sedang memandangi Kota Soul dari dalam ruangan kerjanya..

“Permisi Tuan.. maaf menggangu, Tuan Kwon sudah datang dan menunggu anda di ruangannya” Ucap salah satu pekerja Kwon Grup

Yuri pun beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju ruangan sang Ayah tidak perlu menunggu lama akhrinya kini Yuri di hadapan pintu ruangan tersebut, Ia membuang nafas kasar lalu masuk kedalam ruangan itu dan membungkuk sebagai penghormatan didepan Ayahnya tersebut. Ia duduk tepat dihadapan sang Ayah

“Ceritakan padaku jika kau menemui kesulitan.. beberapa hari ini aku menerima keluhan dari pelanggan kita nak.. Ada apa denganmu?” tanya Tuan Kwon

Yuri hanya menundukan kepalanya tidak mengjawab pertanyaan dari Tuan Kwon

“Nak.. apapun yang menganggu pikiranmu bebaskanlah saat ini juga. Kami membutuhkan Kwon Yuri yang selalu melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini. Jika memang kau sedang ingin istirahat, biar aku yang meneruskannya sementara. Apa kau butuh liburan?” tanya Tuan Kwon

“…” Yuri masih diam

“Baiklah.. jika memang kau tidak ingin bicara. Silahkan kau keluar dan kemasi barang-barangmu. Pergilah berlibur beberapa hari ini, akan ku siapkan tiket ke Amerika menyusul Taeng” ucap tuan Kwon

“Taeng?” akhirnya Yuri membuka suara

“Ya dia pergi ke US hari ini untuk menghadiri acara hari kelulusan kekasihnya” ucap Tuan Kwon

“Tidak usah Appa aku hanya butuh liburan disini saja” pinta Yuri

“Baiklah.. lakukanlah apapun yang membuat dirimu lebih baik lagi tapi ingat hal itu harus positif” ucap Tuan Kwon

“Terimakasih Appa.. aku permisi” ucap Yuri dan meninggalkan ruangan tersebut

Yuri berjalan menuju ruangannya dan mengambil jas yang ada disana lalu beranjak pergi lagi

“Aku akan Off satu minggu kedepan dan Appaku yang mengantikanku. Tolong kau urus semua yang ia butuhkan. Mohon kerjasamanya sekertaris Lee” ucap Yuri dan meninggalkan kantornya

Yuri berjalan menuju parkiran dan disana sudah ada supir dan mobil yang menunggunya, ia masuk kedalam mobil

“Pak tolong antarkan aku ke bandara” ucap Yuri

“Ne Tuan?” ucap supirnya

“Antarkan aku ke bandara.. butuh berapa lama untuk kita sampai?” ucap Yuri sekali lagi

“Kira-kira 1 jam Tuan jika tidak macet” ucap sang supir

Sepanjang perjalanan Yuri terus memandangi kota Soul dengan raut wajah yang sulit di artikan

“Tuan.. maafkan jika aku lancang. Apa kau sedang memiliki masalah berat?” tanya supir Yul

“Sepertinya iya pak.. aku bertengkar hebat dengan Yoong. Ini sangat menganggu pikiranku” lirih Yul lemah

“Datanglah padanya dan meminta maaf.. itu akan membuatmu lebih baik tuan” ucap supirnya

“Tidak untuk waktu dekat ini.. aku masih belum bisa melupakannya” lirih Yul pelan membuat supirnya mengerutkan alis karena binggung tidak mendengar ucapan Yul

“Lalu kau akan pergi kemana?” tanya Pak supir

“Aku akan ke pulau jeju ke Villa Appa yang ada disana.. aku butuh waktu untuk menenangkan diri.. ikutlah bersamaku” ucap Yul

“Baik Tuan” ucap

Keduanya dalam suasana hening kembali, Yul mulai melihat jadwal pemberangkatan pesawat ke pulau jeju tersebut dan memesan dua tiket pemberangkatan 2 jam yang akan datang yaitu pukul 18:05. Sesampainya dibandara mobil Yul diparkirkan dan keduanya pergi menuju penukaran tiket, sebelumnya Yul menuju toko roti yang ada disana dan kepala Kim lah yang mengurus semuanya. Yul memesan beberapa roti..

Flashback

“Baby tidak bisakah kau tidak memakannya sehari saja?” tanya pria tersebut

“No.. bread its my life Yul” ucap wanitanya

“Huh! Padahal aku membenci itu. Namun demi dirimu aku hampir tiap berkencan denganmu memakan ini.” ucap Yul

“Aish ini baik itu kesehatanmu Pabo! Dan mengajal perutmu ketika kau ada jam mata kuliah tambahan!” ucap wanitanya lagi sambil menjitak kepala Yul

Flashback End

Kenagan itu terputar kembali dalam ingatannya membuatnya tersenyum pahit. Semua kenangan yang membuatnya sangat terpuruk, padahal ia lah yang melepaskan wanitanya untuk orang lain. Namun mengapa dari sekian banyak pria kenapa harus adiknyalah yang menjadi pendamping mantan kekasihnya tercintanya itu. Ia mengambil duduk dipojokan ruangan dan memejamkan matanya karena sangat lelah dengan kejadian yang terus berputar dalam masa lalunya. Kepala Kim telah menukar tiketnya dan menghampiri Yul yang sedang bersantai dimejanya dan sangat terlihat oleh kepala Kim jika Yul sedang dalam masalah yang tidak mudah, ia sudah mengabdi kepada Kwon Grup hampir setengah dari umurnya yaitu 50 tahun, lebih tepatnya ia bekerja semenjak Taeyeon lahir yaitu 26 tahun lalu. Kepala Kim merupakan sahabat dari Tuan Kwon sejak ia mengalami masa sulit dan Tuan Kwon yang membantunya ketika itu, dalam hidup ini tidak semua hal mudah dan tidak semua hal sulit hanya masalah keberuntungannya saja yang berpihak atau tidak kepada kita. Hampir berusia 62 tahun Tuan Kwon selalu membuat anak-anak maupun pekerjanya menuruti semua keinginannya karena kebaikan yang diberikan oleh Tuan Kwon kepada mereka sehingga mereka tidak bisa untuk menolaknya sekalipun mereka tidak ingin melakukannya. Sudah satu jam ini kepala Kim terus mengawasi Yuri yang nampaknya tertidur, sisa 30 menit lagi sembelum pemberangkatan kepala Kim binggung untuk membangunkan Yul. Kepala Kim mencoba membangunkan Yuri namun tidak mendapat Respon dari orang yang sedang tidur terlelap itu

“Tuan ..” panggilnya lagi dengan hati-hati

“Tuan..” Kepala Kim mencoba untuk sedikit menggoyangkan tubuh Yuri

“Maaf sebentar lagi jadwal pemberangkatan Kita” ucap Tuan Kim dengan hat-hati. Membuat Yuri perlahan membuka matanya

“Ugggghhhhh..” tanya Yul

“Maaf Tuan.. Hanya 20 menit lagi sisa kita untuk sampai dalam pesawat Tuan.. apa kau ingin mencuci mukamu dulu?”

“Tidak perlu.. kajja kita berangkat” ucap Yul

Yul dan kepala Kim pun pergi meninggalkan toko Roti tersebut, sesampainya didalam pesawat Yul langsung kembali melanjutkan tidurnya, membuat kepala Kim tersenyum.

.

.

.

SM Building 19:00 pm

Semua member sudah ada didalam ruang rapat hari ini suasana didalam ruangan tersebut terlihat mencekam. Terlihat ketiga pria yang sedang duduk Yoong dan disamping nya Hyoyeon sedangkan dihadapan mereka ada Sooyoung yang terlihat sangat tidak baik dalam kondisi raut wajahnya. Manager Park datang dengan membawa beberapa file di tangannya, suasana semakin tegang ketika ia duduk di hadapan ketiga pria tersebut.

“Sudah hampir 1 tahun kita seperti ini.. apa kalian akan terus seperti ini?” tanya manager Park

“…” tidak ada jawaban dari ketiganya

“Kim Hyoyeon.. bagaimana pendapatmu sebagai leader melihat semua kejadian ini? apa kau tidak berpikir jika apa yang kalian perbuat membuat kerugian besar untuk perusahaan? Banyak yang membutuhkan kalian. Jika kalian berpikir kalian hanya dijadikan mesin untuk mencari uang untuk perusahaan itu memang benar, namun ingatlah uang yang kalian hasilkan bukan hanya untuk CEO disini tapi untuk kami. Kami bawahan, pelayan kalian.. Kami harus menghidupi anak-anak kami, aku harus menghidupi isteriku. Aku hanya bisa mengandalkan Yoong. Apa kalian berdua tidak merasa iba dengannya yang bekerja dengan keras demi menghandle semua masalah yang kalian sebabkan? Apa aku kurang memahami kalian? Apa aku kurang adil dalam meratakan jadwal kalian?” ucap manager Park membuat ketiganya menundukan Kepalanya

Hyung.. jangan selalu menekan Hyoyeon hyung atas apa yang terjadi saat ini. Persiapkanlah comeback kami.. kami akan melakukan yang terbaik untuk semuanya” ucap Yoong

“Sudah berkali-kali aku mengirimkan pesan untuk mengakhiri semua dan melupakan masalah yang terjadi kepadanya namun tidak mendapat respon sedikitpun darinya” ucap Hyoyeon sambil menatap tajam kepada Sooyoung

“Ada apa sebenarnya dengan kalian berdua?  Jika ada masalah pribadi tolong selesaikan saat ini juga” ucap manager Park

Hyung..” lirih Yoong

“Soo.. aku meminta maaf atas kejadian waktu itu. Sejujurnya aku tidak bermaksud menghina lagu ciptaan mu untuk grup kita. Namun kau terus saja berpikiran seperti itu” lirih Hyoyeon

“….” Sooyoung masih berdiam diri

Hyung.. aku mohon, lupakanlah kejadian itu. Apapun yang membuat amarahmu masih ada didalam hati mari kita tinggalkan Hyung. Aku merindukan kalian. Semua orang menunggu untuk kita kembali Hyung” ucap Yoong

“Yang benar adalah mari kita akhiri” ucap Sooyoung membuat semua menatapnya tidak percaya

“YAA! APA MAKSUDMU CHOI SOOYOUNG!” teriak Hyoyeon

“Hyuung” lirih Yoong dan menahan Hyoyeon yang sudah berdiri dari bangkunya

“Oke jika itu maumu Choi Sooyoung-shi.. ternyata 10 tahun lebih ini aku gagal mendidikmu menjadi musisi terbaik kebanggaanku” lirih managaer Park membuat susana hening

Hyung.. apa maksudmu!” ucap Yoong berjalan menuju manager Park

“Yoong sudahlah jangan dengarkan dua orang itu berbicara. Sejak awal debut aku mengetahui ini, dia memang hanya peduli kepada Sooyoung. Hanya orang yang dipedulikannya tidak tahu diri dan mensia-siakan orang sebaik manager Park” ucap Hyoyeon

“APA MAKSUDMU? Cih! Padahal kalian tau dengan sangat jelas siapa yang dia pedulikan? Lihat siapa yang masih bersinar diantara kita berdua hyo!” ucap Sooyoung membuat Yoong menyadari maksudnya adalah Yoong

“Apa yang kau bicarakan Choi Sooyoung?” tanya manager Park

“Siapa trainee yang hanya menjalani nya hanya 2 tahun? siapa yang mendapat perlaukan, pujian dan fasilitas istimewa dibanding aku dan hyo? Hanya Kwon Yoong! Sadari lah itu membuat aku muak!” ucap Sooyoung

“Apa maksud ucapanmu itu Hyung?” tanya Yoong santai sambil menatapnya

“Kau bertanya? Aku menjadi trainee selama 5 tahun! Aku yang merasakan pahit manis nya menjadi trainee namun apa yang aku dapat? Hanya sedikit dari jerih parah perjuanganku! Kau mendapatkan apapun yang kau mau!” ucap Sooyoung

“Jadi ini bukan karena masalahmu dan Hyo hyung? Tapi karena aku? ” tanya Yoong polos

“Aku tidak nyaman satu grup bersama dua orang seperti kalian.. Hyoyeon kau hanya ingin dihargai tampa menghargai orang lain. Dan kau Kwon Yoong manusia penjilat yang luar biasa” sindir Sooyoung dan mulai berdiri dari bangkunya

Hyung.. jika semua yang aku dapatkan membuat dirimu tersiksa biarkan aku yang melepasnya. Aku meminta maaf jika apa yang aku lakukan melukaimu Hyung… sungguh jangan seperti ini” lirih Yoong

“Soo.. kau berbicara tanpa bercermin. Lihatlah dirimu sangat hancur dan kacau. Kau melimpahkan semua kekecewaanmu kepada Yoong yang tidak mengetahui apapun tentang cinta terpendammu kepada kekasihnya” ucap Hyoyeon membuat suasana semakin tegang

“BAJINGAN KAU KIM HYOYEON!” teriak Sooyoung dan mulai menyerang Hyoyoen namun ditahan oleh Yoong dan mendorong Sooyoung cukup kencang sehingga terpental kebelakang

“Jelaskan kepadaku Hyung apa yang kau maksud?” ucap Yoong

“Choi Sooyoung mencintai Jessica Jung dan kau merebutnya Kwon Yoong” jelas Hyoyeon

Membuat Sooyoung geram dan berjalan menghampiri Hyo lagi ditahan oleh manager Park namun kekuatan Soo lebih kuat sehingga mendorong manager Park hingga terjatuh, Yoong dengan sigap akan menahan Sooyoung namun siapa sangka ternyata Sooyoung memberikan pukulan mentah tepat di pipi kanan Yoong, membuat Yoong terjatuh dan kini posisi nya tertidur di lantai dengan beringas Sooyong menindihnya dan akan memukul Yoong kedua kalinya,Yoong hanya memejamkan matanya tidak ada perlawanan dari Yoong, Hyo langsung berlari menghampiri keduanya dan mencoba menarik Sooyoung namu  tenaga Sooyoung seperti orang kesetanan yang tidak bisa di hadang membuat Hyoo terjatuh juga, hingga pukulan kedua diterima oleh Yoong

“KAU! BAJINGAN KWON YOONG! DENGAN MUDAH MENDAPATKAN SEMUANYA!”

BGUUUUUGGG pukulan ketiga yang diterima Yoong. Akhirnya manager Park dan Hyo dengan sekuat tenaga menarik Sooyoung

“AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN KEKASIHKU DEMI MANUSIA TEMPRAMENTAL DAN TIDAK MEMILIKI RASA BERSYUKUR ATAS APA YANG DIMILIKINYA SAAT INI!!” teriak Yoong sambil memegang luka yang ada dekat mulut dan pipi kanannya

“ARRRRGGGG!!! BERENGSEEK!” teriak Sooyoung mencoba meronta untuk melepaskan tangan manager Park dan Hyoyeon

“Soo sadarlah!!!” ucap Hyoyeon

“Yoong pergilah! Palli! Kami tidak bisa terus menahannya!” ucap Hyoyeon

“Tidak! Biarkan dia meluapkan semuanya kepadaku jika memang aku yang salah!” ucap Yoong

“Cih dasar penjilat” ucap Sooyoung

“KAU GILA SOO, JEBAL JANGAN SEPERTI INI!!” ucap Hyoyeon

“APA KAU BILANG?!” teriak Sooyoung dan menatap kearah Hyoyeon

BUUGGG kepala Sooyoung dibenturkan kepada kepala Hyo dan berhasil melapaskan tangan Hyo yang menahannya lalu di hajarnya manager Park dengan satu pukulan sehinga limbung kebelakang dan terjatuh. Sooyoung langsung berjalan menuju Yoong, ia tersenyum evil ketika menatap ke arah Yoong. Yoong hanya diam saja ditempat ia berdiri, menatap kedatangan Sooyoung yang datang. Sooyoung menarik kerah baju Yoong dan mengayuhkan tangannya bersiap menghajar Yoong, iapun melayangkan satu pukulan tepat lagi di pipi kanan Yoong membuat darah itu semakin mengalir deras

“KENAPA KAU DIAM SAJA? AGAR TERLIHAT JIKA KAU YANG TERSAKITI? HAHA DASAR PENJILAT” ucap Sooyoung lalu memukul Yoong kembali kini diperut Yoong membuat Yoong menahan rasa sakitnya yang luar biasa

“A—k-u ber-diam di-ri karena aku hanya ingin luka yang membuatmu seperti ini karenaku sembuh dan kebencian itu pergi” ucap Yoong sambil memegang perutnya

Pintu ruang rapatpun terbuka terlihat beberapa penjaga kemanan yang langsung menghampiri Yoong dan Sooyoung untuk memisahkannya 3 orang yang membawa Sooyoung. Hyoyeon pinsan dan langsung dibawa oleh petugas keamanan. Yoong berdiam diri manager Park menghampiri dan memeluknya. Air mata itu keluar dengan sendirinya rasa sakit yang melebihi luka yang kini ada di hampir seluruh pipinya, manager Park mengeratkan pelukannya ketika mendengar isak tangis Yoong.

“Ini adalah salah satu ujian perjalanan kalian.. maafkan aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik” ucap manager Park sambil melepas pelukannya

“Duduklah kau pasti lelah boy. Aku akan memanggilkan medis untukmu, diamlah disini” ucap Manager Park dan langsung berlari meninggalkan Yoong diruangan tersebut

Yoong tidak duduk seperti apa yang manager Park inginkan. Ia berjalan pergi meninggalkan ruang  rapat menuju Parkiran dengan menggunakan jacket Hoodie, topi dan masker untuk menyembunyikan dirinya dari para wartawan bahkan fans yang sedang berada diluar gedung. Sesampainya di mobil ia menyalakan mesinnya dan pergi dari sana

.

.

.

“Tuan.. sebenarnya ada beberapa yang ingin saya sampaikan” ucap pria yang ada dihadapan Tuan Kwon

“Katakanlah” ucap tuan Kwon

“Ini yang aku dapat selama beberapa bulan ini” ucap pria misterius yang ada dihadapan Tuan Kwon

“Kau boleh pergi dan awasi mereka dengan baik” ucap Tuan Kwon dan dibukalah amplop yang ada dihadapannya membuat Tuan Kwon tersenyum

“Aku tahu ini pasti terjadi” lirihnya sambil terus membuka beberapa lembar berkas yang ada didalam amplop tersebut

.

.

.

Jessica berjalan dengan penuh semangat untuk sampai ke lantai apartemennya tinggal namun sayang ketika ia sampai diapartemennya seseorang yang ia tunggu belum datang padahal ini sudah hampir pukul 8 malam namun seseorang yang ia tunggu belum menampakan batang hidungnya membuatnya kesal. Akhirnya Jessica memutuskan untuk membersihkan dirinya. Banyak sekali yang ia gunakan dalam membersihan dirinya karena seseorang yang spesial akan datang ke apartemennya.

Hampir satu jam Jessica membersihkan dirinya didalam kamar mandi yang akhirnya bisa menyelesaikannya dengan sempurna. Kini tubuhnya dan rambutnya sangat harum wangi vanila seperti yang ia sukai. Ia mulai mengeringkan rambutnya dan memilih piama yang paling baik untuk tidurnya malam ini. Sejujurnya secantik, seharum dan sesempurna apapun ia malam ini tidak akan merubah kenyataan bahwa ia dan Yoong tidak pernah melakukan hal lebih dan dalam satu kamar, Yoong akan pindah ke kamar sebelah ketika Jessica sudah terlelap tidur. Itulah yang membuat Jessica jatuh hati pada Yoong.

Jessica melihat kearah jam dingding yang ada di kamarnya dan kini sudah menunjukan pukul 9 malam, ia menghela nafasnya dan keluar kamar memastikan orang yang ia tunggu sudah datang atau belum. Ia tersenyum dengan lebar ketika melihat seseorang duduk di sofanya dengan merebahkan tubuhnya masih dengan topi dan jaketnya, ia menegerutkan alisnya ketika melihat masker yang diletakan di mejanya berlimuran darah, Jessica mendekatkan dirinya kepada sosok yang berbaring di sofa nya tersebut dan melepaskan topinya..

“OMOO!! BABY? WHATS WRONG WITH YOU?!” teriak Jessica melihat keadaan Yoong yang sangat memilukan

“Baby.. kau kenapa??” tanya Jessica dan air mata pun keluar dari mata indahnya tersebut

“Sssstt jangan menangis aku tidak apa-apa baby.. tolong ambilkan aku kotak P3k dan obati lukaku” pinta Yoong membuat kekasihnya bergegas mengambilkan Kotak p3k yang diinginkan.

Jessica segera kembali dengan membawa kotak p3k dan berlari lagi mengambilka  Yoong sebuah tempat yang berisikan air hangat dan air dingin untuk membersihkan lukanya.

“Ini akan sakit.. tahan baby” ucap Jessica sambil membersihkan Lukanya

“Aku lebih sakit jika kehilanganmu” Lirih Yoong

“Aaww aw” Lirih Yoong

“Tahanlah baby… aku tahu ini sakit” ucap Jessica

“Kau berhutang penjelasan kepadaku “ ucap Jessica lagi membuat Yoong tersenyum

“Baby.. maafkan aku jika membuatmu berpikiran yang buruk terhadapku” ucap Yoong sambil mantap Jessica

“Tidak apa.. aku hanya takut jika kau pergi meninggalkanku begitu saja tampa pamit Yoong” ucap Jessica

“Tidak akan. Aku tidak akan menggulangi apa yang dia lakukan kepadamu” ucap Yoong tegas

“Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang melakukannya?” tanya Jessica

“…” tidak ada jawaban dari Yoong

“Apa kau sudah makan malam?” tanya Jessica sambil membersihkan peralatan yang tadi ia pakai untuk mengobati Yoong

“Tentu belum hahaha aku langsung datang kemari setelah jadwalku selesai” ucap Yoong

“Baiklah aku akan memasakan sesuatu untukmu” Ucap Jessica

“Oh tidak baby.. Aku tidak ingin kau lelah sayang. Kajja lebih baik kita tidur” ucap Yoong

“Lebih baik kau membersihkan dirimu terlebih dahulu. Dan aku akan membuatkan coklat hangat untukmu? Bagaimana ?” ucap Jessica

“Kau tau yang terbaik untukku” ucap Yoong sambil mengecup kening Jessica dan merasakan rasa ngilu ketika bibirnya mendarat di kening sang kekasih

Yoong pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Jessica bergegas membershihkan semua peralatan yang atdi digunakan untuk mengobati sang kekasih. Yoong sampai kamar mandi dan melihat dirinya dalam cermin.. wajahnya terdapat beberapa plaster dipelipis kanan, pipi kanan tepat di tengah dan bibirnya sedikit robek kecil. Ia tersenyum pahit mengingat kejadin yang tadi menimpahnya. Jessica telah membuatkan Coklat panas untuk Yoong dan kini menunggunya balkom kamarnya, sambil memandangi lampu-lampu kota Soul yang indah. Tidak terasa 30 menit berlalu Yoong telah menyelesaikan mandinya, dan kini menghampiri sang kekasih dan duduk disampingnya..

“Tunggu aku akan membawakan coklat hangat untukmu” ucap Jessica dan pergi meninggalkan Yoong

Tidak butuh beberapa lama Jessica kembali membawakan satu gelas coklat hangat dan satu buah sendok, Yoong mengerutkan alisnya

“Untuk apa sendok ini?” tanya Yoong binggung

“Bibirmu akan terasa perih jika kau meminumnya digelas langsung baby.. aku akan meniupkannya di sendok lalu kau meminumnya.” Ucap Jessica membuat Yoong tersenyum

“Aku selalu berdoa agar tuhan menghilangkan rasa ini untuknya, aku lelah terus terbayang-bayang masalalu itu. Aku tidak ingin menyakiti wanita sebaik dirimu.. aku sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk menjagamu saat ini” lirih Yoong dalam hati

“Nah! Ceritakan padaku apa yang terjadi!” ucap Jessica

“…” tidak ada respon dari pria yang ada dihadapannya

“Yoong…” panggil Jessica

“Kami bertengkar hebat…” lirih Yoong sambil menatap Jessica

Jessica mengelus pipi kiri Yoong membuat ia tersenyum

“Ini semua salahku.. aku tidak mengerti dan tidak memahami apa yang ia inginkan” ucap Yoong lagi Jessica tidak merespon Yoong, ia membiarkan kekasihnya untuk menceritakan semuanya

“Ia bilang padaku jika aku adalah penjilat, aku adalah orang yang tidak pantas bersama nya dalam grup itu, aku hanya menjalani trainee selama 2 tahun dan aku mendapatkan cinta dari banyak orang dan itu tidak adil baginya” lirih Yoong sambil mengehembuskan nafas beratnya

“Siapa dia?” tanya Jessica

“Choi Sooyoung Pria yang mencintaimu selama ini..” ucap Yoong membuat Jessica mengerutkan alisnya

“Ma-k-sud-mu?” tanya Jessica yang kaget dengan apa yang diucapkan Yoong

“Dia mencintaimu selama ini Jess.. dan aku tidak mengetahuinya. Dengan seenaknya aku mendekatimu bahkan menjadikanmu kekasihku tampa memikirkan keadaan sekitarku seperti apa. Aku bodoh Jess” lirih Yoong sambil menutup matanya

Jessica langsung menaruh gelas coklat hangat yang ia pegang sedari tadi lalu beranjak dan memeluk Yoong

“Ini bukan salahmu Baby.. please” ucap Jessica sambil memeluk Yoong

Noona~ harusnya aku tidak menjadikanmu se..”

“Jangan lanjutkan ucapanmu!” ucap Jessica segera memotong ucapan Yoong dan ia mengeratkan pelukannya kepada Yoong

“Ketika aku memilihmu.. ketika aku bersamamu.. semuanya nampak seperti aku bersamanya Yoong. Kau yang menyembuhkan lukaku. Kau yang membuatku bangkit dari keterpurukan. Jangan katakan apapun yang membuat segalanya semakin buruk Yoong. Aku takut.. aku takut kehilangannya lagi” Lirih Jessica

Noona~ mari kita membuat kenangan indah yang lebih banyak dalam waktu lama. Mulai saat ini mari kita coba mencintai kekasih kita yang sebenarnya, bukan masa lalu yang selalu menghantui masa kini dan masa depan kita.” lirih Yoong

“Yoo—ng”

“Aku tahu.. kau masih mencintainya, siapapun itu. Akupun masih mencintainya. Namun kita harus belajar melepasnya. Biarkanlah mereka menjadi cerita cinta paling indah yang ada didalam perjalanan hidup kita. Sejujurnya ketika aku tahu bahwa Soo mencintaimu, aku sangat terluka dan marah, karena dia tidak sepantasnya memiliki wanita sebaik, selembut dan selemah dirimu. Aku tidak ingin ada lagi yang menyakitimu.” ucap Yoong

Bagaikan pukulan telak bagi Jessica, semua kalimat yang Yoong lontarkan membuat dirinya berpikir.

“Bagaimana bisa aku melepaskannya jika aku baru saja bertemu kembali dengannya dan mengetahui jika ia adalah kakakmu Yoong. Aku mulai mencintaimu.. namun cinta yang aku miliki lebih besar untuknya” lirih Jessica dalam hati

“Kajja kita tidur.. maafkan aku membahas masalah kenagan kita. Namun kita memang harus move on Jess” ucap Yoong dan melepaskan pelukan Jessica lalu beranjak dari bangkunya

Diulurkan tangan Yoong untuk mengajak Jessica beranjak dari sana juga, membuat Jessica tersenyum kepada Yoong dan menerima uluran tangan Yoong. Kedua nya masuk kedalam kamar dan berbaring di ranjang King size yang ada dikamar Jessica.

.

.

.

Amerika10:00 pagi

“Aish dimana manusia pendek itu?” tanya Tiffany sambil membenarkan make-up nya

“Fany Fany Tiffany anyyong~~” sapa seseorang sambil memberikan sebuket bunga mawar pink muda

“Aigooo Taetae ” tanya Tiffany sambil memeluknya

“Yuhuu akhirnya kekasihku lulus dari perjalanan hidupnya sebagai seorang mahasiswi” ucap Taeyeon sambil mengeratkan pelukannya

“Kau terlambat Kwon Taeyeon! Acaranya sudah selesai! Aish..” keluh Tiffany

“Aku bolos dari kantorku kemarin lalu baru sampai tadi pagi dan langsung bergegas kemari sayang huh Masih saja aku kena omelanmu” ucap Taeyeon

“Hahaha Terimakasih sayang” ucap Tiffany sambil mengecup pipi Taeyeon

“ Apakah Daddy, Leo hyung dan Michel Noona sudah pulang?” tanya Taeyeon

“Sudah sejak tadi Tae” ucap Tiffany

“Sayang aku lapar.. Kajja kita makan?” ajak Taeyeon

“Bagaimana jika kita makan dirumah saja?” tanya Tiffany

“Hmm.. baiklah kajja” ucap Taeyeon

Keduanya pun pergi menuju kediaman Tiffany, sepanjang jalan Tiffany menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon dan Taeyeon tidak melepaskan gengaman tangannya kepada Tiffany. Keduanya sangat menikmati perjalanan menuju rumah kediaman Hwang family hanya butuh 30 menit perjalanan, keduanya pun sampai dikediaman Hwang family. Taeyeon bersama Tiffany turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk

“My Brooo Kwon Taeyeon..” panggil Leo yang sedang duduk bersantai diruangan tv

Hyung.. ooh i miss you so much brother” ucap Taeyeon memeluk Leo

“Kalian menjijikan..” ejek Tiffany sambil tersenyum lalu meninggalkan keduanya

“Unnie… aku pulang” ucap Tiffany yang menghampiri Michel yang sedang memasak untuk makan siang

“Kebetulan sekali kau pulang.. tolong potongkan bawang bombay untuk saus pasta ini” ucap Michel

Tiffanypun membantu kakaknya memasakan masakan untuk makan siang

“Kau bersama Taeyeon?” tanya Michel

“Hmm yeaa why?” tanya Tiffany balik

“Tiff.. sampai kapan kau akan memakainya? Kau harus segera melupakannya Tiff” ucap Michel

“Aku tidak bisa unnie.. bagaimanapun ini adalah satu-satunya kenang-kenangan yang ia berikan untukku” lirih Tiffany

“Kau akan pergi ke Seoul besok? Dan akan bekerja di perusahaan Taeyeon, apa kau tidak malu jika kau tidak mengubur perasaan lain yang kau rasakan?” tanya Michel membuat Tiffany merasakan sesak di dadanya. Apa yang dibicarakan oleh Michel ada benarnya

“Im Sorry dear.. aku hanya ingin kau bangkit dari rasa terpurukmu. Ini sudah hampir 4 taun berlalu dari kejadian itu dan kau sudah sepakat untuk mencoba nya bersama Taeyeon  yang kini hampir 2 taun kau bersamanya, namun kau masih belum bisa melupakan orang itu. Baby kau tau yang terbaik untukmu” ucap Michel

“…” tidak ada jawaban dari mulut Tiffany sedikitpun

“Tiff hidangkan ini di meja makan” ucap Michel sambil memegang baju Tiffany

Tiffanypun menghidangkan masakan yang tadi ia buat bersama Michel

“Aku akan memanggilkan Daddy jika makanan sudah siap” ucap Tiffany meninggalkan Michel

Tiffany berlari menuju lantai atas ternyata ia bukan menemui Daddy nya namun pergi kekamarnya dan masuk kedalam kamar mandi. Ia memegang liontin perlahan cairan hangat itu keluar lagi dari mata indahnya, ia akan menangis ketika mengingat kenangan manis yang ada didalam liontin itu bersama orang yang ia sayangi hingga detik ini.

“Andaikan aku bisa sedikit saja bersabar” lirih Tiffany

“Sore ini aku akan pergi ke Seoul bersama kekasihku.. aku berharap aku tidak pernah bertemu denganmu lagi. Karena aku tidak ingin rasa itu ada lagi. Cukup 3 tahun ini aku tersiksa dengan pilihanku karena bayang-bayangmu.” Lirih Tiffany lagi

“Tuhan.. aku mohon jika Taeyeon yang terbaik untukku hilangkan rasa ini untuk EX someone special in my heart.. aku tidak bisa terus seperti ini” lirih Tiffany sambil tersiak menahan sesaknya

“Baby..” panggil Taeyeon sambil mengetuk pintu kamar mandi Tiffany

“…” Tiffany langsung membersihkan wajahnya

“Baby.. kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon

“Hmm Yaa.. tunggu lah sebentar dibawah Tae, aku akan turun kebawah” ucap Tiffany

“Cepatlah semua sudah menunggumu baby dan beberapa jam lagi kita akan take off” ucap Taeyeon

“Yaa kau bawel sekali pendek” ucap Tiffany

“YAAA!! Aku hanya memberitahumu Pabo! Cepat!” ucap Taeyeon

Tiffanypun keluar dari kamar mandi ternyata Taeyeon masih ada dikamarnya. Taeyeon menghampiri Tiffany dan menciumnya tepat dibibirnya, Tiffany menerimanya namun tidak membalas ciuman Taeyeon. Taeyeon tidak menyerah ia terus memperdalam ciumannya namun masih saja sama seperti pertama kali mereka melakukannya Tiffany tidak pernah membalas ciuman Taeyeon dengan langsung ia selalu menunggu sedikit lebih lama untuk mendapat balasan dari Tiffany. Taeyeon sangat mengerti dan paham apa yang wanitanya rasakan, ia masih belum sepenuhnya memiliki hati wanita yang ada dipelukannya saat ini, namun ia tidak pernah menyerah. Ia terus memperdalam ciumannya sampai akhirnya Tiffany mencoba membalas ciumannya, membuat Taeyeon tersenyum penuh kemenangan, maka ciuman itu pun berlangsung dengan panas..

“Aku lelah jika terus membayangkan dirimu yang melakukan ini” ucap Tiffany dalam hati sambil memejamkan matanya

Taeyeon melonggarkan pelukannya dan memperlambat tempo ciumannya hingga dikecupnya bibir pink milik kekasihnya, ia tersenyum kepada wanita yang ada dihadapannya dan merauh tangannya untuk membawanya turun dari kamarnya.

“Aigooo aku harus menahan laparku hanya karena kalian” ucap Leo

“Maafkan aku Hyung..” ucap Taeyeon dan mengambil duduk samping Tiffany

Tiffany mengambilkan beberapa makanan yang dihidangkan kedalam piring Taeyeon

“Stop Tiff.. aku tidak boleh memakan makanan yang banyak. Bentuk badanku harus profesional” ucap Taeyeon membuat Leo, Michel dan Daddy Hwang menyeritkan alisnya bersamaan

“Ya! sejak kapan kau seperti itu? Mana ada tubuh profesional pendek sepertimu!” ucap Tiffany dan menimbulkan gelak tawa diruang makan tersebut

“Hahaha kau benar Tiff” ucap Leo

“Aku binggung kenapa kau memilihnya nak.. padahal Daddy sangat ingat dengan jelas pria yang mengantarkanmu ketika aku sedang menginap di Seoul adalah namja yang bertubuh profesioal, tinggi semampang dan tampan seperti artis-artis disana” ucap Daddy Hwang

“…..” Tiffany diam mendengar apa yang Ayahnya sampaikan

“Dad.. kau tidak pernah ke Soul setelah mom pergi 10 tahun lalu” ucap Michel membuat suasana hening

“Dad kau ketahuan berbohong itu tidak baik karena melukai hati ku ouuuchhh” ucap Taeyeon membuat Daddy Hwang tertawa

“Aish Tiff putuskanlah dia” ucap Daddy Hwang

“Oh tidak bisa~~~ dia sudah menjadi milikku seutuhnya” ucap Taeyeon lagi

“Sejak kapan aku merestuimu? Cih!” ucap Daddy Hwang

“Fany-aaaaa~~~~~”rajuk Taeyeon

“Dad.. Tae habiskan makanan kalian” ucap Tiffany sambil melanjutkan makannya

Setelah makan siang selesai semuanya berkumpul diruang tengah tampa terkecuali

“Jaga anakku ketika ia disana jika aku mendengar kau membuatnya menangis aku akan menghajarmu habis-habisan pendek” ucap Daddy Hwang

“Siap kapten!” ucap Taeyeon

“Kau benar akan mencari pekerjaan disana Tiff? Aku rasa gaji disini lebih baik dari pada disana” ucap Leo

Hyung jangan seperti itu.. nanti aku kesepian disana jika ia tidak jadi pergi” ucap Taeyeon

“Hahaha benar kadang aku binggung kenapa Tiffany memilihmu” tawa Leo

“Aish.. yang artinya aku hebat bukan? Kau saja yang tidak mengakuinya” ucap Taeyeon

“Aku akan mengecek koperku dulu” ucap Tiffany meninggalkan ruangan tersebut

Diruangan tersebut menyisakan Daddy Hwang, Michel, Leo dan Taeyeon. Taeyeon permisi untuk mengangkat telfone yang masuk kedalam ponselnya

On the Phone

Hyung..  aku butuh bantuanmu? Apa kau ada dirumah? Kajja kita bertemu” tanya Yoong

“Bantuan apa? Aku sedang diluar negeri.. Yoong kau harus pulang Appa akan curiga jika ada sesuatu yang terjadi antara kalian berdua” ucap Taeyeon

“Arra.. Arra aku akan pulang Hyung. Namun ini benar-benar aku meminta bantuanmu. Aku tidak bisa pulang selama satu minggu ini” ucap Yoong

“What?! No! Kau harus pulang” ucap Taeyeon

“Tidak bisa Hyung aku sedang terkena masalah” ucap Yoong

“Aku tidak mau tau kau harus pulang!” ucap Taeyeon langsung mematikan handphonenya

.

.

.

 The end~~

.

.

.

Tbc wkwkwk

Editor Note:

Sebenernya aku ga banyak edit.

Knp?

Karna aku mau kalian yg kasih saran dan kritik sama authornya, Coffee22MJ

Kalau aku pribadi sih bisa bilang bahwa tulisan Coffee22MJ mengalami peningkatan.

Dulu aku kalau edit tulisan dia kadang kewalahan karna banyak yg menurut aku kurang pas untuk dibaca.

Berapa kali ya dia revisi cerita yg sebelum-sebelumnya karna aku emg agak bawel kalau masalah nulis.

Maksudnya aku punya standar sendiri untuk baca sebuah tulisan.

Kalau ga nyaman ya gakan aku baca.

Dan apa yg Coffee22MJ tulis di EX, aku sangat tertarik.

Kalian tahu, ide cerita EX berasal dari percakapan aku dan Coffee22MJ tentang mantanku wkwkkw

jadiiii…. apa yg tertulis di wp ini adalah semi

semi fiksi semi reality.

Kebanyakan terinspirasi dari kehidupan nyata wkwkwkw.

Selamat membaca 🙂

Iklan

148 pemikiran pada “EX  Part One

  1. author yg baik,, maaf nih ya tp gtau gimana klo aq baca tulisanmu jdnya selalu lucu bayanginnya, apalagi waktu si soo gebukin yoon, n manajerna kok jd kebayang lucu bukannya miris kasian ama yg dipukulin, jangan2 author nulisnya smbil ketawa yaa hehe,,kok jd lucu. 😀 semangat nulisnya yaa, aku suka 🙂 oy, berharap sih ending ttp ama yg sekarang,, mereka hargain pasangan barunya. yg lama biarlah udh lalu,,wlpun msh ada rasa. mkasih,,

  2. Hai risma. Ini ff bukan punyamu ya? Aku gatau siapa authornya,tapi ceritanya udah bagus sih, cuma masih kurang di kata dan kalimat aja, masih kurang nyaman dibaca,lebih diperhatikan lagi penggunaan kata baku / tidak bakunya, biar lebih enak dibacanya. But, so far ini udah bagus kok 🙂 dan dan tolong buat yoonsic bahagia, jangan ada yulsic diantara mereka bisakah? Hapuskan ingatan mereka tentang ex ex mereka. Pokoknya, aku berharap banget ini berakhir yoonsic heheh sorry, I’m being selfish here, I just need yoonsic, I miss them too much 😦 😦

    • Terimakasih sebelumnya buat komentarnya hehe
      Iya bukan karisma yang nulis tapi aku
      Hmm semua kembali lagi ke masalah selera untuk nyaman dan tidak nyamannya dalam konteks membaca 🙂 aku gak akan pernah memaksakan buat pembaca suka dan nyaman sm tulisan yang aku buat karena aku ya aku ka risma ya karisma. Terlepas dari itu aku bener bener makasih karena kamu ngoreksi tulisan aku dengan sangat detail. Namun untuk penggunaan kalimat baku atau tidak aku rasa balik lg keselera baca dan nulis kdg ada pembaca dan penulis krg suka dengan penggunaan kalimat baku. Dan kira sebagai penulis tdk hrs selalu bisa mengikuti selera pasar karena apa yg aku tulis apa yg aku pgn bkn org inginkan.
      Don’t say sorry to me because You’re selfish.. I was selfish too 🙂 hehe
      I’m the author here do not forget it
      if what you want is not here, you just have to go to find what you want 😊

      • Iya sama-sama. kalo tentang selera, semua orang emang punya selera yang beda-beda. Tapi disini aku cuma nyampein pendapatku aja, kalo buat aku bakal lebih nyaman kalo bahasa yang kamu gunain itu konsis. Tapi disini aku masih nemu beberapa kata baku dan beberapa tidak baku. Tapi kalo kamu nyaman sama bahasa dan tulisan kamu yang kaya gitu ya itu semua terserah kamu. Lagipula aku juga masih sering campur aduk bahasanya heheh dan menulis atau berkaya, apapun itu bukan tentang seberapa besar kita bisa memenuhi keinginan dan hasrat para penikmat, tapi ini tentang gimana kamu menuangkan imajinasi kamu kedalam sebuah karya dan seberapa puas kamu sama hasilny. Dan satu lagi, kalo emang ff ini gasesuai dengan apa yang aku pengenin, its okey. I’m not forcing you to make it yoonsic. If you want it to be yulsic, then make it yulsic. If there’s any yoonsic ff i can find, then I’ll go for it. But sadly, there’s not. All of snsd ff lover mostly into yulsic or taeny huhu poor yoonsic shippers :(( but for now, I’ll just enjoy your story, At least I can found some yoonsic moment here hehe Tetap semangat berkarya!!

  3. Gue yakin pasti yoong itu mantannya Tiffany, true gimana ya kalo mereka ketemu ntar? Pasti tae dan yoong bakal berantem juga kaya yoong dan Yuri 😥😥
    Waduhh kasihan yoong babak belur gitu gara” sooyoung 😭
    Semoga yoonsic gue bisa terus bersama dan move on dan bisa saling mencintai 😊

  4. Siapa ya mantan tiffany yang sulit untuk dilupakan, aku berharap tae baik baik aja kasian liat tae udah menjalin hubungan yang lama tapi pasangannya belum bisa move on poor my tae. Aku berharap nya sih tae bisa slalu bahagia

    Maaf thor baru baca wkwkwk ☺

  5. Waduh ngeri jg liat soo gebukin yoong kyk gitu, kyknya grup mereka bakln bubar deh, kl ngeliat kelakuan soo kyk gitu. Nah lho jd nih sbnernya yoonsic msh sama2 cinta sm si mantan. Nih mantannya ppany kyknya yoong deh, tp ppany blm tau kl tae itu hyungnya yoong, waduh kasian tuh tae kl ppany msh aja gk bs lupa sm si mantan. YoonYul msh blm baikan, moga aja mereka mo saling memaafkn. Kl emng sica msh cinta sm yul, udh deh balikan aja, kangen yulsic nih hehe

  6. wowhoo , dunia sempit . semua berhubungan deh . mereka pernah smua tersakiti karna mantan ,, dan berusaha untuk mencintai pasangan baru ,, tpi gak bisa . karna mantan lebih spesiall .

  7. Q yg bkin pnsaran akhir yoonsic gmn apa mrka lanjut apa bkal jd yulsic trus apa taeny msh lanjut pdhal tae udah baik bgt dah kl fany gak mau sni dah tae sma q aja apa ya

  8. Its okay si, kalo nggak jadi yoonsic. Fany q tarik terus q tarok dipelukan Yoong, bolehkan? Hahahaha, semoga jadi awal yg baik. Bagus Yoong, mulai sesuatu yg baik ye sama sica. Tapi tanggung. Di ikat aja sama pernikahan, toh sica udah cinta sama lu. Ya meskipun belum bisa kayak cinta nya sama yul… samgat kak. Minta password…

  9. Mantan…. Tiffany mantan yoong pacaran sama taeyeon.. Jessica mantan yuri pacaran sama yoong… Muter ajjh udh dstu.. Baper baper dah.. Yg g ada mantan cuma tae nih… Wkwkqkqk lanjut kk.

    *bow kwon fabiian imnida

  10. Ohh… Jd awalnya begini ya thor?? Aku suka karakter Taeyeon dan yoong disini. Sikap komediannya taeyeon sedikit menghibur jalan cerita. Dan Yoong? Sikapnya sedikit lebih gantleman deh dibanding kedua hyungnya klo menurut aku. Hmmmm…… Jalan ceritanya jg menarik, sekali baca di part awal buat org jd penasaran gmn kelanjutannya. Oke deh klo gtu, aku lanjut k part 2 ya thor..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s