Love Itself Chapter 18

jessica22

-Im Mansion, 4 February  2014-

“Tante euhm maksudku Mother..mengapa rumah kita menjadi penuh orang seperti ini?” Tanya Yoong alias Taeyeon yang baru saja check up bersama istrinya, Tiffany.

      Suasana begitu meriah di taman Im Mansion sore ini. Keluarga Besar Im yang berada di luar negeri sedang berkumpul merayakan kesembuhan Yoong. Pesta penyambutan itu didesain seminimalis dan seelegan mungkin, sesuai dengan keinginan Tiffany. Awalnya Tiffany menolak mengadakan pesta syukuran ini, mengingat kondisi Taeyeon yang masih belum sadar juga dari koma seperti yang pernah dialami suaminya. Tapi setelah Jessica sendiri yang membujuknya, akhirnya Tiffany setuju. Ini adalah pesta kejutan yang sengaja diatur oleh Jaekyung dan Tiffany sehingga Yoong tak tahu apapun..

“Ini pesta untuk merayakan bangunnya kau dari sleeping beauty-mu, kembaranku..” Jessica tiba-tiba berbicara lalu memeluk ibunya kemudian Taeyeon yang sedang berada dalam tubuh Yoong. Taeyeon bingung mengapa Jessica ada disini, mengingat gadis itu masih harus mengambil alih posisi Yoong sebagai pimpinan di perusahaan baru Im Group.

“Sica.. maksudku Jess, mengapa kau ada disini?” ucapan itu membuat mata Jessica memicing karena selama ini hanya Taeyeon yang memanggilnya seperti itu. Ia menatap kakaknya itu penuh dengan rasa heran. Namun heran itu entah mengapa seketika terganti dengan kesenduan yang menyelimuti hatinya. Pikirannya tertuju kembali pada sang kekasih yang masih tergeletak di rumah sakit. Setelah melamun tak tahu berapa lama, kemudian Jessica memukul kepala kakaknya pelan.

“Bodoh…tentu saja aku ingin merayakan pesta syukuran ini.. terlebih lagi aku akan segera menjadi tant..” Ucapan Jessica terpotong saat pembawa acara memulai pesta ini.

“Selamat malam Tuan dan Nyonya…. Saya begitu senang bisa hadir di pesta ini, berbagi kebahagiaan  dengan Anda semua. Hari ini kita disini untuk merayakan kesembuhan dari Im Yoong…” Tepuk tangan mulai bergemuruh di halaman Im Mansion yang luas itu.

“Sebelumnya, ada beberapa patah kata yang ingin disampaikan oleh tuan rumah, maka dari itu saya mengundang Nyonya Im Jaekyung dan Nyonya Tiffany untuk naik ke atas panggung sekarang..” Mendengar namanya dipanggil, Jaekyung dan Tiffany bergegas menaiki panggung kecil yang sengaja disiapkan untuk acara ini.

“Aku begitu senang karena ternyata banyak sekali yang ingin datang merayakan kesembuhan putra tecintaku. Ucapan terima kasih tentu saja untuk semua yang telah hadir disini. Aku berharap kalian bisa selalu mendoakan Yoong agar ia sehat selalu. Mungkin itu saja, Tiffany yang akan menyampaikan kabar berikutnya, terima kasih.” Jaekyung mengakhiri speech itu dengan senyum cantiknya yang memukau, membuat hadirin bertepuk tangan meriah, kagum dengan Jaekyung yang begitu luar biasa hari ini.

“Selamat Malam semuanya.. terima kasih  Mother, seperti biasa, speech-mu selalu bagus.” Tiffany tertawa kecil, yang membuat hadirin juga ikut tertawa dan tersenyum melihat  hubungan yang begitu akrab antara mertua dan menantu itu.

“Saat pertama kali mendengar bahwa suamiku masuk rumah sakit, jujur aku seperti dijatuhkan dari lantai 10, apalagi setelah mendengar bahwa beliau kritis dan koma, sepertinya duniaku akan hancur. Tapi karena dukungan dari semuanya, terutama Mother, Father dan Jessi, aku perlahan bisa bangkit. Dan puji syukur, karena kini pria yang begitu kucintai telah hadir kembali disamping kita semua, meskipun ia masih harus menjalani terapinya.” Taeyeon tersenyum melihat Tiffany yang begitu senang dan bebas mengutarakan perasaannya pada tamu yang hadir.

“Tuhan juga menganugerahkan sesuatu yang sangat berharga pada kami..” Tiffany kini memusatkan pandangannya pada  Taeyeon yang berada dalam tubuh suaminya, membuat pria itu kini kembali menatap Tiffany dengan kebingungan yang tersirat di wajahnya. Tiffany hanya tersenyum melihat ekspresi bodoh dan menggemaskan suaminya itu.

“Yoongie, suamiku.. kau akan segera menjadi seorang ayah, Sayang.” Tiffany tersenyum mengucapkan semuanya dengan linangan air mata yang tak tertahan di matanya. Sementara itu hadirin bertepuk tangan meriah menyambut kabar gembira ini. Dapat dipastikan, besok pasti majalah, TV dan surat kabar akan menyebarluaskan berita ini mengingat betapa besarnya pengaruh Im Group dalam perekonomian Korea Selatan. Berita sakitnya Yoong pun sebenarnya sudah menjadi topik hangat, apalagi berita bahagia ini.

“Aku? Menjadi seorang ayah? Bagaimana….” Taeyeon terdiam memikirkan kegilaan lain yang terjadi dalam hidupnya sekarang.

“Yoong..kau baik-baik saja? Mengapa kau begitu pucat?” Kini Jessica mendekati kakaknya itu, melihat Yoong lebih dekat.

“Mungkinkah ini? Tidak.. tidak mungkin! ” Taeyeon masih berkecamuk dengan pikirannya sendiri hingga tak menyadari pertanyaan Jessica.  Tak tahu kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak, pandangannya mulai kabur dan hal terakhir yang diingatnya adalah senyuman Mikyung yang tiba-tiba hadir di atas panggung, bersama Tiffany yang menatapnya begitu khawatir serta mulai berlari ke arahnya saat Taeyeon tahu kesadarannya mulai menghilang, membuatnya terjatuh tersungkur ke lantai yang begitu keras.

=== Love Itself ===

“Ckckck…akhirnya kau sadar juga.” Mikyung menatap Taeyeon dengan senyum seringainya.

“Kita ada dimana?” Taeyeon melihat sekelilingnya yang begitu asing baginya.

“Kita ada di pertigaan akhirat. Antara Surga, Neraka dan Dunia..” Mikyung tersenyum polos pada Taeyeon yang menatapnya bingung.

“Apa? Maksudmu?”

“Duduklah dan dengarkan baik-baik..” Mikyung kini membawa Taeyeon ke suatu taman yang begitu indah. Disana banyak anak-anak maupun orang dewasa yang sedang menikmati keindahan taman itu. Setelah mengamati lebih lanjut, Taeyeon melihat dua sosok yang begitu familiar baginya.

“Yoong…Jieun…” Taeyeon terkejut saat melihat kedua orang itu tengah bermain bersama anak-anak di taman. Saat ia akan berjalan mendekati mereka, Mikyung menghentikan langkah Taeyeon.

“Stop..atau kau akan membunuh dirimu dan Yoong.” Mikyung kini kembali serius, membuat Taeyeon heran sebenarnya bagaimana sifat Mikyung yang asli.

“Kau yang harus berhenti bermain-main dengan diriku..tolong jelaskan semuanya, aku tak mengerti!” Taeyeon mulai emosi melihat Mikyung yang masih serius dalam ketenangannya.

“Baiklah..dengarkan baik-baik, karena aku tidak akan mengulanginya lagi.” Taeyeon mengangguk dengan permintaan yang diajukan gadis di hadapannya itu.

“Ini semua bermula dari permintaanmu yang menginginkan agar kau bisa mencintai Tiffany Hwang secara bebas. Keinginanmu akhirnya terkabul, tapi merusak beberapa timeline yang telah diatur Tuhan. Puncak kekacauan ini adalah kecelakaan yang terjadi padamu, bersamaan dengan peristiwa keracunan yang terjadi pada Yoong. Maka dari itu akhirnya kau masuk ke badan Yoong sehingga kau bisa sebebas mungkin memanfaatkan kesempatan ini. Selama kau berada dalam tubuh Yoong, sahabatmu itu berada dalam perawatan Jieun.”

“Lalu?” Taeyeon kembali bertanya pada Mikyung.

“Kau harus mencari 3 arti kehidupan yang sebenarnya selama selama 30 hari. Jika kau tidak berhasil maka kalian harus menetap di akhirat. Dan ingat kau tidak boleh memberi tahu siapa kau sebenarnya atau kau dan Yoong akan langsung kami jemput ke akhirat, well mungkin hanya kau yang harus kami jemput karena Yoong sudah ada di sini.”

“Maksudmu meninggal?” Taeyeon tak percaya dengan apa yang telah diucapkan gadis yang kini terlihat sedih tapi tetap tenang.

“Betul!”

“Tapi mengapa harus Yoong juga?”

“Karena permintaanmu telah mengacaukan timeline takdir Yoong juga.” Mikyung menjawanya dengan tenang. Saat Taeyeon akan bertanya lagi, tiba-tiba dadanya sesak lalu semuanya menjadi gelap… lagi.

=== Love Itself ===

      Waktu telah menunjukan pukul 3 sore, 2 jam telah berlalu sejak pingsannya Yoong. Tapi pemuda itu masih belum sadarkan diri juga. Tiffany tak berhenti menangis menggenggam telapak tangan suaminya yang tiba-tiba pingsan setelah ia mengumumkan kehamilannya yang telah menginjak minggu ke 6. Tiffany tak menyangka suaminya bisa seperti ini setelah tadi pagi mereka menjalani medical check-up yang menyatakan bahwa Yoong telah sehat dan  terbebas dari racun yang hinggap di tubuhnya kemarin.

“Yoong…mengapa kau seperti ini lagi?” Tangis Tiffany terhenti saat  ia melihat sang suami yang telah membuka mata disertai erangan.

“Arghh…kepalaku sakit sekali..” Rintih Yoong sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya membuat Tiffany sedikit panik.

“Sayang..tunggu sebentar, aku akan memanggil Dr.Han…” Langkah Tiffany terhenti saat Yoong kini telah menarik  tangan istrinya itu, membuat Tiffany kini melihat kembali suaminya yang menatapnya dengan permohonan supaya ia tak pergi dari sisi suaminya itu.

“Tunggu…tak usah. Aku hanya membutuhkanmu disisiku….” Yoong kemudian memeluk istrinya begitu erat, seakan Tiffany bisa hilang dalam sekejap dari pandangannya. Tiffany yang bingung, hanya membalas pelukan suaminya itu.

“Yoongie..ada apa? Tenanglah aku akan selalu bersamamu.”Tiba-tiba Yoong melepas pelukan itu menatap Tiffany dengan kesedihan yang jelas tergambar di wajahnya.

“Yoong?” Sejenak Taeyeon menutup matanya, menenangkan kembali hatinya yang terluka karena ia tak bisa mencintai Tiffany secara bebas dengan memakai tubuhnya yang kini tak tahu ada dimana.

“Sayang..mengapa kau bertindak aneh seperti ini? Kau masih mengingat dirimu kan?” Tiffany khawatir suaminya itu terkena amnesia atau penyakit hilang ingatan lainnya.

“Tentu…. Aku adalah… Yoong…. dan kau… adalah istriku..” Yoong berhenti sejenak sebelum menelan kembali ludahnya, melanjutkan kata-kata yang begitu sulit ia ucapkan.

“Im Tiffany..wanita yang kini sedang mengandung bayiku.” Air mata Yoong kini menetes, membuat Tiffany kembali memeluk namja di hadapannya.

“Bayi kita, Sayang. Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku ketika melihatmu pingsan tadi. Jangan lakukan itu lagi!” Suara isakan terdengar dari Tiffany yang membenamkan wajahnya di bahu sang suami.

‘Aku akan memanfaatkan waktu yang kupunya untukmu Tiff…Mudah-mudahan 30 hari cukup..’ Taeyeon bertekad dalam hatinya, mempererat pelukannya sambil mengelus punggung Tiffany.

=== Love Itself ===

“Hai kembaranku!” Jessica berucap memasuki ruangan, berjalan mendekati saudaranya yang masih terlihat sedikit pucat. Yoong memejamkan matanya, tertidur setelah meminum obat 2 jam yang lalu. Jessica baru menjenguknya sekarang karena 2 jam yang lalu ia mengunjungi sang kekasih yang kondisinya melemah lagi tak tahu kenapa. Jessica begitu terkejut dan lemas saat mendengar kabar itu sehingga ia langsung pergi mengecek kondisi kekasihnya itu tanpa mengecek kondisi kakaknya.

“Kau tahu.. kau beruntung masih bisa hidup Yoong.. andai Taeyeon bisa mendapat keberuntungan sepertimu…” Tanpa sadar Jessica meneteskan air matanya mengelus lembut pipi kembarannya yang kini perlahan terbangun setelah merasakan sesuatu yang basah menyentuh pipinya.

“Sica?” Taeyeon  memandang kekasihnya itu dengan tatapan heran.

‘Sica?? Mengapa kau memanggilku itu sekarang??’ Jessica bertanya dalam hatinya melihat kembarannya yang menatap dirinya heran.

“Syukurlah kau sudah bangun. Tunggu.. aku akan memanggil istrimu..” Saat Jessica akan keluar memanggil Tiffany, Taeyeon menahan dirinya, menggenggam tangannya begitu erat.

“Mengapa? Apakah kau tak merindukan istri..” Ucapan Jessica terhenti saat ia merasakan pelukan yang begitu hangat dari Taeyeon.

“Tetaplah disini, Sica. Tetap bersamaku.” Taeyeon berucap begitu lembut seakan memohon agar Jessica tetap bersamanya. Tak tahu kenapa ia begitu merindukan Jessica, gadis yang selama ini begitu mencintainya.

“Yoong.. ada apa??” Jessica kini mulai membalas pelukan kakaknya yang terlihat begitu aneh sejak beberapa hari ini.

“Aku.. merindukanmu..” Taeyeon berbisik begitu lembut di telinga kembaran sahabatnya itu.

‘Sangat merindukanmu.. Sica-ah..’ Taeyeon berucap dalam hatinya mempererat pelukan itu sementara Jessica hanya terdiam.. tak menyadari air mata yang Taeyeon teteskan di bahunya.

Sementara itu di sudut ruangan, Tiffany melihat suaminya  itu memeluk sahabatnya begitu erat. Sebenarnya Tiffany memasuki ruangan untuk memberikan tonik khusus pada suaminya yang mungkin saja terbangun saat ia tak disisinya. Tapi langkahnya terhenti saat ia melihat adegan itu. Adegan dimana dengan tiba-tiba Yoong memeluk Jessica begitu erat, seakan ia adalah gadis yang  begitu Yoong cintai bukan sebagai adik.. melainkan kekasih.

“Tidak.. kau tidak boleh berpikiran seperti itu.. kau tahu kan bahwa mereka memang adik-kakak yang sangat dekat.. hahaha kau sungguh konyol Tiffany Hwang.. No.. Im Tiffany.. ya…. itulah namaku sekarang.” Tiffany berucap pada dirinya sendiri lalu berjalan mendekati Yoong dan Jessica.

“Apa kau tak ingin memelukku juga, Sayang??” Tiffany berucap memecahkan keheningan.. membuat Yoong dengan segera melepas pelukan itu, dan diam-diam menghapus linangan air matanya.

=== Love Itself ===

“Selamat pagi Fany-ah..” Taeyeon tersenyum mengecup pipi istrinya yang baru saja membuka matanya.

“Heumph.. selamat pagi, Sayang.. tumben sekali kau memanggilku Fany.” Senyum bulan sabit itu semakin membuat senyuman Yoong melebar.

“Oh ya?? Memang aku selalu memanggilmu apa??” dengan wajah bingungnya Taeyeon bertanya.

“Euhmp.. Tiff, Baby, Princess, Wife.. tapi aku lebih menyukai jika kau memanggilku Sayang” Tiffany bangun memeluk suaminya yang masih duduk di sampingnya. Perlahan ia mengalungkan kedua lengannya lalu menarik tubuh suaminya mendekat, memberikan morning kiss yang dulu selalu dilakukan oleh Yoong padanya. Ia tahu mungkin suaminya itu masih berusaha beradaptasi lagi dengan keadaan mereka. Maka dari itu ia akan berjuang untuk mengembalikan lagi sisi romantis sang suami yang tak pernah berhenti membuat dirinya jatuh cinta.

“Oh itu.. haha aku lupa.. mungkin ini efek dari kejadian kemarin..” Taeyeon pura-pura tertawa dengan alasan yang sengaja ia buat. Yang sebenarnya adalah.. ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada istri sahabatnya itu. 1 minggu sudah berlalu sejak Mikyung memberitahu dirinya bahwa ia hanya mempunyai 30 hari untuk melaksanakan misinya. Maka dari itu Taeyeon berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan misi itu sebelum waktunya habis. Ia tak mau dirinya dan Yoong meninggal begitu saja karena keinginan bodohnya untuk mencintai Tiffany seutuhnya, ia tak mau egois.

“Oh ya?” Tiffany menarik suaminya berjalan menuju kamar mandi mereka.

“Tunggu… apa yang akan kita lakukan??” Taeyeon gugup. Ia tak tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita di hadapannya itu.

“Lihat dan nikmati saja, Sayang.” Bisik Tiffany pada telinga suaminya.

“Apa yang akan kau laku…” pertanyaan terhenti setelah bibir Tiffany mulai mengecapnya. Kecupan itu perlahan berubah menjadi sebuah ciuman yang membawa cumbuan hadir di dalamnya. Untuk sesaat Taeyeon terbawa dalam suasana yang memanaskan nafsunya untuk mencintai wanita yang masih sibuk mencumbunya itu. Namun entah kenapa tiba-tiba bayangan Jessica datang. Hatinya terasa sakit jika ia mengingat sang kekasih yang masih menyendu memikirkan kondisi tubuhnya yang masih tergeletak tak berdaya dalam koma yang memerangkap jiwanya dalam tubuh suami wanita yang masih menjadi cinta pertamanya.

 “Mengapa berhenti? Ada apa Sayang?” Tiffany mengelus pipi suaminya dengan lembut sementara pandangan Taeyeon masih tertuju padanya meskipun hatinya kini ragu tak menentu.

“Aku tidak bisa..” Taeyeon menjawabnya dalam bisikan yang terdengar ambigu.

“Tidak bisa?” tatapan itu seperti mencoba memindai apa yang berada dalam pikiran Taeyeon. Merasa Tiffany mulai curiga, Taeyeon segera mengalihkan matanya pada hal lain, bukan kedua mata yang selalu berhasil menaik turunkan dunianya.

“Aku gugup. Aku takut aku tidak bisa memuaskanmu seperti biasanya.” Bohong, itu adalah kebohongan terbesar lainnya yang Taeyeon berikan pada Tiffany. Ia tak sanggup untuk memberi tahu alasan sebenarnya mengapa nafsunya harus mengalah dari hatinya.

“Jangan seperti itu, Sayang. Kau luar biasa Yoong. Kau selalu membuatku merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia ini dengan semua cinta serta kelembutan yang kau berikan saat kita bercinta. Jadi jangan ragu, jangan takut. Kau adalah suamiku. Aku sudah memberikan semua yang ada pada diriku untukmu, hanya untukmu, Sayang.” Keyakinan itu tergambar begitu jelas dari raut wajah Tiffany. Dia membawa tubuhnya semakin dekat dan menyatu dengan sang suami, membuat Taeyeon merasakan sensasi baru ketika miliknya kini berada di dalam Tiffany. Perlahan tapi pasti penetrasi itu terjadi, membuat rasa baru yang memuaskan keduanya tercipta. Untuk beberapa jam selanjutnya, hanya teriakan dan desahan yang mengisi kesunyian sebelumnya menemani mereka.

=== Love Itself ===

“Wow… kau terlihat bercahaya Tiff!” komentar itu Jessica layangkan pada sang sahabat yang baru saja tiba di ruang kerjanya. Mereka akan makan siang bersama rencananya hari ini, sekaligu membicarakan perkembangan terbaru kondisi Yoong. Seminggu berlalu sejak Taeyeon dan Tiffany memulai sesi bercinta mereka. Sejak itu, hampir setiap hari mereka melakukannya. Tiffany yang selalu menginisiasi hal itu yang disusul oleh Taeyeon yang akan menunjukan sisi lain dari dirinya.

“Tentu. Ini normal untuk wanita yang sedang hamil Jess. Kau harus segera mencobanya.” Tawa itu menghampiri Tiffany sementara Jessica masih menatapnya curiga.

“Ahh.. aku tahu! Kau baru saja bercinta dengan saudaraku kan?” wajah merah padam itu membuat Jessica tertawa melihatnya.

“Pikiranmu Jess… ckckckck. Tapi.. kau benar.” Senyum malu itu menghiasi wajah Tiffany sementara tawa Jessica semakin menjadi mendengar pengakuan kakak iparnya itu.

“Tentu saja. Dengan Taengoo menjadi kekasihku, aku pikir aku sudah tertular sisi hiburan dewasanya.” Jessica tersenyum mengingat sisi lain dari kekasihnya. Dia baru mengetahuinya setelah mereka berhubungan beberapa bulan. Meskipun Taeyeon begitu lembut dan menghormatinya, terkadang mereka terbawa suasana juga hingga akhirnya mereka hampir saja melakukan hal yang diinginkan setiap kali mereka bercumbu.

“Jessi.. ada apa?” Tiffany menyadari perubahan ekspresi wajah sahabatnya itu.

“Aku hanya sedang  merindukannya, Tiff. Aku merindukan Taeyeon.” Air mata itu perlahan turun membasahi pipi Jessica. Ia berusaha meredam tangisnya namun tidak dengan hasratnya yang merindukan sang kekasih begitu dalam. Bisa merasakan kesedihan itu, Tiffany bawa tubuh adik iparnya itu dalam pelukannya.

“Jika kau ingin menangis, menangislah, bersedihlah, luapkan semua rasa yang mengganggu serta memberatkan hatimu. Tapi tetaplah yakin Jess bahwa Taeyeon akan segera bangun.” Punggung itu Tiffany halus pelan, mencoba menenangkan hati sang pemilik yang masih terjebak dalam rindu dan dukanya.

“Aku tahu Tiff. Aku percaya padanya. Taeyeon akan bangun lagi untukku, untuk kami.”

“Jess.. apa kau sudah menceritakan tentang kondisi Taeyeon pada suamiku?” menjawab pertanyaan itu Jessica hanya menggelengkan kepalanya, masih meneguk air mineral yang ditawarkan sahabatnya.

“Menceritakan apa?” suara berat khas milik seseorang menghentikan apapun yang akan Tiffany utarakan pada sahabatnya.

“Ah.. hai Sayang!” Tiffany hampiri sang suami yang terlihat gagah dan tampan dalam balutan jas abu mengkilapnya. Sudah 4 hari sejak Yoong kembali bekerja dan mendapat pelatihan dari sang ayah secara khusus.

“Hai..” ciuman itu Taeyeon terima dari Tiffany yang memeluknya begitu erat.

“Jadi.. ada apa dengan Taeyeon? Apa sesuatu terjadi padanya?” Taeyeon yang berada dalam tubuh Yoong berlagak bodoh. Dia lebih memilih untuk tidak mengetahui kondisi tubuhnya yang sebenarnya.

“Dia dilarikan ke rumah sakit pada hari yang sama sepertimu. Taeyeon masih berada dalam komanya hingga saat ini.” Masih dengan kesedihan yang begitu jelas tergambar, Jessica menjawab pertanyaan pria yang ia kira adalah kakaknya meskipun sebenarnya itu adalah kekasihnya sendiri yang menjadi biang dari kerinduan hatinya. Kesedihan itu seakan menyambar Taeyeon juga. Rasa bersalah menghinggapinya ketika baying-bayang tentang apa yang sudah diperbuatnya bersama Tiffany tadi malam muncul.

 “Jess, bisakah kita menjenguk kekasihmu sekarang?” Taeyeon bertanya pada Jessica yang menatapnya heran.

=== Love Itself ===

“Hai, Taenggo. Bagaimana kabarmu hari ini Sayang??” Jessica berbicara sambil mengecup kedua pipi kekasihnya lalu duduk di kursi yang sudah menjadi tempat setia selama ia mengunjungi dan menjaga kekasihnya itu.

“Yoong.. ayo! Mengapa kau diam saja?” Tiffany menggenggam tangan suaminya, mengajak pria itu untuk lebih mendekat.

“Aku.. ahh iya..” Dengan itu Taeyeon berjalan mendekati tubuhnya yang masih terbaring lemah, pucat dan bagaikan mayat hidup.

“Hai Taetae.. hari ini Yoong juga ikut mengunjungimu..” Tiffany kini mengajak suamiya untuk duduk di sebelahnya, di samping kiri Taeyeon, duduk bersebrangan dengan adik iparnya yang masih menggenggam tangan kanan Taeyeon.

“Hal..Hallo Taeyeon..” dengan canggung Yoong mengucapkan itu, lebih tepatnya Taeyeon yang menyapa tubuhnya yang terbaring tak berdaya di ranjang yang menjadi sahabatnya selama beberapa bulan ini.

“Sebenarnya.. apa yang terjadi pada Taeyeon??” Yoong memecahkan keheningan yang menyelimuti ruangan itu. Semenjak mereka bertiga tiba di ruangan itu, Jessica dan Tiffany menjadi lebih melankolis dan pendiam. Jika itu Jessica, Taeyeon mengerti mengapa gadis itu begitu murung, tapi Tiffany.. masih menjadi tanda tanya juga baginya.

‘Apa Fany masih mencintaiku??’ ucap Taeyeon dalam hatinya.

“Taenggo, dia kecelakaan Yoong. Hari itu.. ia bergegas untuk meeting dengan kliennya karena  ingin segera menyelesaikan tugasnya sehingga ia bisa mengambil cuti dan menemaniku kembali ke Seoul. Aku tak tahu bagaimana kejadian itu detailnya tapi kekasihku terlibat dalam kecelakaan berantai yang cukup parah menurut dokter yang menanganinya. Kebetulan dokter itu juga berada di tempat kejadian saat peristiwa mengerikan itu terjadi…” air mata itu.. kini mengalir lagi di wajah sendu Im Jessica yang terkenal begitu dingin berkharisma dan mempesona.

“Jess..” Tiffany kini duduk mendekati sahabatnya itu, mendekapnya, mencoba menenangkan gadis yang jarang sekali terlihat seperti ini. Sementara itu Yoong hanya terdiam, ia tak tahu harus bagaimana.. semuanya telah seperti ini sekarang.

“Aku menemukan ini Tiff, di salah satu kotak mobilnya..” Jessica membuka laci di meja sebelah ranjang Taeyeon yang di tubuhnya masih terpasang berbagai alat yang menopang hidupnya.

‘Itu.. bukankah itu..’ Yoong terkejut saat melihat benda yang Jessica tunjukan pada mereka.

“Lihatlah Tiff… apa arti ini semua bagimu??” Jessica tersenyum sedih saat menyerahkan sebuah kotak hitam berhiaskan kain velvet hitam dengan hiasan emas sebagai bordernya. Di atas kotak berbentuk belah ketupat itu bertuliskan “T&T”. Perlahan Tiffany membuka kotak itu dan menemukan sepasang cincin emas putih yang simple, cantik dan elegan.

“Jess.. apa Taeyeon.. akan..”

“Iya Tiff.. mungkin ia akan melamarku.. coba kau lihat kedua cincin itu lebih dekat…” Jessica mengambil kedua cincin itu lalu memperlihatkannya. Disana bertuliskan “Forever J” dan “Forever T”.

 

“Heumph.. cincin ini bagus.. apalagi jika aku dan Taenggo yang memakainya..” Jessica melihat kembali sepasang cincin yang disimpan di etalase khusus Tiffany&Co. yang ia kunjungi hari ini. Mereka berdua sedang menunggu pesanan Jessica untuk ibunya yang akan berulang tahun 2  minggu lagi. Maka dari itu ia memilih untuk menghadiahkan kalung yang sengaja ia pesan desainnya sesuai dengan selera ibunya itu.

 

“Ada apa dengan cincin itu Sayang??” Taeyeon memeluk Jessica dari belakang lalu menyenderkan dagunya di bahu kekasihnya itu.

 

“bukankah cincin ini begitu indah Taenggo??” Taeyeon melihat kembali cincin itu lalu menganggukan kepalanya.

 

“Kau mau??” Jessica menganggukan kepalanya.

 

“Tapi mereka sudah tidak memproduksinya lagi.. dan yang ada di depan kita hanya replikanya saja. Maka dari itu aku tidak jadi memesannya..” Jessica terlihat cute sekali dengan pout-nya.

 

“Ah benarkah? Tidak apa-apa. kita bisa membeli yang lain..” Taeyeon memeluk gadis yang kini tersenyum dalam pelukannya.

“Aku akan menunggu Tiff.. hingga Taenggo sadar dan benar-benar melamarku meskipun..” Aura kebahagiaan itu kini berubah sedih.

“Meskipun apa Jess??” Tiffany menyadari aura kesedihan pada sahabatnya itu.

“Meskipun dokter sudah menyerah dengan kondisinya. Aku percaya Taeyeon akan bangun.. karena ia tak mungkin meninggalkanku secepat itu.. aku akan terus menunggunya Tiff..” Jessica tersenyum kecil mencoba menutupi kesedihan yang menjadi kawannya sejak kecelakaan yang menimpa Taeyeon terjadi. Ia elus wajah kekasihnya yang terlihat begitu pucat namun tetap begitu tampan dan mempesona baginya seperti biasa.

“Mengapa kau seperti itu Jess?” Yoong kini berbicara.

“Karena aku mencintainya Yoong.. dia pantas untuk di tunggu.. dan aku bersedia untuk menunggu.. tak peduli apapun.. aku selalu mencintainya.. aku akan terus memperjuangkannnya Yoong..” Jessica terlihat begitu mantap dan yakin dengan jawabannya.

“Bagaimana jika ia masih mencintai gadis lain??” pertanyaan itu Yoong lontarkan pada sang adik yang terdiam mendengarnya.

“Apa maksudmu Yoong?” Tiffany bertanya pada suaminya yang masih tak mematahkan pandangannya dari Jessica.

“Tiffany maksudmu??” Jessica tersenyum kecil memandang sahabatnya yang terkejut.

“Jess.. itu gila.. Taeyeon tidak mungkin..” Tiffany gelagapan menjawab itu semua.

“Semuanya mungkin. Apa yang diucapkan suamimu itu benar. Mungkin Taeyeon masih mencintaimu.. kau adalah cinta pertamanya Tiff.” Jessica begitu tenang mengatakan itu semua.

“Kau.. mengetahui ini semua??” Tiffany bertanya pada suaminya yang kini terlihat sendu sambil menganggukan kepalanya.

“Sejak kapan?? Sejak kapan kalian berdua tahu bahwa Taeyeon menyukaiku??” Tiffany kini bertanya pada Jessica juga.

Well kalau aku.. aku mengetahuinya sejak pesta ulang tahun yang Yoong siapkan untukmu.. sejak itu aku tahu bahwa Taeyeon ternyata selama ini mencintaimu.. meskipun ia pacarku..” Jessica tertawa pahit mengingat lagi kenangan itu sementara Yoong masih terdiam.

“Dan kau??” Yoong masih menundukan kepalanya tak berani menatap istrinya.

“Yoong jawab aku…” Tiffany memegang wajah suaminya yang masih menghindari tatapannya. Sejujurnya Taeyeon tak tahu sejak kapan Yoong mengetahui bahwa ia menyukai Tiffany.

“Sejak aku.. menyukai Jieun..” Air mata Tiffany kini menetes. Ia terduduk lemas di samping tubuh Taeyeon yang masih tak bereaksi apapun.

“Taenggo selama ini terluka Tiff.. ia sangat menyukaimu.. mencintaimu mungkin. Tapi kau.. kau telah terbutakan oleh cintamu pada kakakku..”

“Jessica!!” Yoong mencoba menghentikan adiknya itu.

“Bahkan meskipun kami sudah menjalin hubungan sejauh ini.. terkadang.. ia masih mengigau dalam tidurnya tentang dirimu. Apa kau tak menyadari tatapan hampa dan kosongnya saat melihat kalian bertukar janji di altar??” Jessica kini duduk di sebelah sahabatnya yang masih menangis dalam diam.

“Taetae..” Tiffany kini menggenggam tangan kiri Taeyeon yang terasa begitu dingin.

“Tapi terima kasih.. karenamu.. aku bisa bersama Taeyeon meskipun aku tahu mungkin dia masih menyimpan rasa padamu. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus mencintainya Tiff.. Taeyeon.. adalah separuh hidupku..” Jessica makin mengeratkan genggamannya di tangan kanan Taeyeon.

“Mengapa kau memberitahukan semua ini sekarang Jess??” Kini giliran Yoong atau lebih tepatnya Taeyeon yang berbicara.

“Jangan tersinggung.. aku hanya ingin semuanya jelas…” ucap Jessica menatap kakanya mantap.

“Jika istriku mencintai Taeyeon juga bagaimana??”

“Yoong?? Apa maksudmu?” kini giliran Tiffany yang terperanjat mendengar ucapan suaminya.

“Fany-ah… kau juga mencintai Taeyeon kan?” dengan tatapan yang lembut Yoong mengucapkan itu semua.

‘Katakan iya Fany..’ pinta Taeyeon dalam hatinya.

“Itu.. dulu.. sewaktu kami masih kecil. Sekarang.. aku memilikimu dan calon bayi kita..” Tiffany tersenyum mengelus wajah suaminya.

“kau berbohong kan?? Kau masih menyukai Taeyeon kan hingga sekarang?? Jujurlah Fany!!” Jessica menatap Yoong heran. Ada yang salah dengan kakaknya itu.

“Apa maksudmu Yoong?? Mengapa kau terkesan ingin sekali istrimu bersatu dengan kekasihku??” Jessica kini memberikan tatapan mematikannya pada namja yang tak memperdulikannya.

“Fany-ah.” Yoong memanggil lagi sang istri yang menatapnya bingung. Tiffany tidak mengerti mengapa suaminya itu sekarang menjadi seperti ini.

“Kau benar Yoong… aku memang mencintai Taeyeon tapi itu semua terhenti saat aku tahu bahwa Taeyeon sudah bersama Jessi. Lagipula saat itu juga aku sedang bingung. Apakah aku harus melanjutkan rasa ini padamu atau Taeyeon. Dan disinilah kita semua. Kau… aku dan anak kita..” Tiffany menggenggam kedua tangan suaminya yang tersenyum lemas padanya.

“Benarkah Fany?? Meskipun aku tiada dan yang ada di hadapanmu adalah Taeyeon??” Taeyeon bertanya pada wanita yang kini terlihat sedikit bimbang dengan apa yang akan diucapkannya. Ia menatap lurus Tiffany tanpa memperdulikan tubuhnya maupun Jessica.

‘Jika kau menjawab iya.. maka aku.. akan menghentikan semua ini Fany-ah..’ pinta Taeyeon dalam hatinya.

“Aku… ya Yoong.. aku akan tetap memilihmu..” Air mata kini perlahan turun dari mata Taeyeon dan Yoong secara bersamaan. Yang satu menangis karena bahagia dan satu lagi menangis karena duka.

=== Love Itself ===

       1 jam berlalu sejak kunjungan Yoong dan Tiffany. Jessica masih terdiam di kamar kekasihnya yang masih tertidur layaknya bayi. Wajah Taeyeon begitu bersih meskipun kumis kini mulai terbentuk di wajah bayi-nya. Tapi itu tak mengganggu Jessica. Malah ia senang melihat kekasihnya seperti itu. Setidaknya kini Taeyeon terlihat lebih dewasa. Perlahan ia menyenderkan kepalanya di dada Taeyeon. Ia mencoba mendengar detak jantung kekasihnya. Ia harus tetap percaya bahwa Taeyeon masih hidup, Taeyeon akan sembuh dan sehat lagi. Taeyeon akan melamar dan segera menikahinya. Kim Taeyeon akan melupakan Tiffany dan hanya mencintai dirinya.

“Sica..” Jessica terbangun dari lamunannya saat ia merasakan sentuhan halus dipundaknya.

“Ada apa Yoong?? Mengapa kau kembali lagi?? apa ada sesuatu yang tertinggal?” Jessica segera menghapus air matanya, menyadari bahwa Yoong ada di belakangnya.

“Iya.. aku lupa membawa kunci laciku..” Yoong menunjukan gantungan kunci yang ada di atas meja rawat Taeyeon.

“Oh lalu Tiffany?? Bukankah kalian akan pergi bersama hari ini??”

“Fany sudah dijemput oleh Paman Jang tadi.. jadi tenanglah..”  Yoong mendekap adiknya yang terlihat menegang.

‘Mengapa dekapan ini terasa berbeda? Aku seperti berada sangat dekat denganmu Taenggo..’ ucap Jessica dalam hatinya.

“Mengapa? Apa kau tak mau dipeluk oleh kakakmu seperti ini??” Jessica menggelengkan kepalanya pelan. Ia belum siap melepaskan pelukan yang begitu hangat dan nyaman itu.

“Sica.. tunggulah.. aku yakin Taeyeon akan segera kembali padamu..” Yoong tersenyum penuh arti pada Jessica yang hanya terdiam mendengar itu semua. Untuk pertama kalinya.. lagi.. Jessica merasakan rasa yang hanya ia dapatkan saat ia bersama Taeyeon.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Author Note:

Hai

c0pcecduuaa4ub9

Selamat Tahun Baru

31746918391_02b2af1aff_o

Meskipun pada nyatanya aku tidak merayakannya, tapi aku menghormati siapapun yang merayakannya.

Bagiku agamaku, bagimu agamamu 🙂

Well… siapa yang kesel sama Taeyeon?

Aku sih YES 🙂

Taeyeon ya abis tahu aja Tiffany gasuka lagi sama dia langsung balik ke Jessica.

c0gs4c2viaax0bd

Heumh… dasar cowo! LMAO

Ngga deh.. Taeyeon juga pastinya punya alasan lain ya kenapa dia kaya gtu.

Kaya gini loh analoginya, kalian pengen makan baso cincang tapi tiap beli yang ada baso urat mulu. Nah greget kan? Wkwkwkw

Maaf ya bawa-bawa baso, lagi pengen soalnya.

Selama sakit ini, aku tiap hari ketemu bubur terus, bosen.

Doain sehat lagi ya, soalnya kerjaan mulai hectic deh TT

Oh ya buat yang kmrin susah baca My Wife aku kasih tahu cluenya lagi ya disini.

Taeny version: nama korea lengkap anak cowo Taeyeon dan Tiffany di ff I’m Not The Only One

Yoonfany version: nama samaran lengkap Tiffany di FF Expect The Unexpected

Mudah kan?

Maaf ya kemarin yang sudah kirim email tapi lama aku bales soalnya di kantor lagi sibuk sekali. Biasa akhir tahun dan semua hal yang dibawanya.

Oh ya update kali ini juga dibantuin sama temen aku, Dongsaeng yang sudah mau menghabiskan malam tahun barunya mengedit dan menghaluskan bahasanya supaya enak dibaca.

Terakhir….

20160902121008_lhj_8587

My Wish is.. Eternity Happiness untuk kita semua 🙂

0002471694_001_20161225073051743

cw3nkczucaam4tn

 

Iklan

44 pemikiran pada “Love Itself Chapter 18

  1. Widih makin runyem aja nech ceritanya…….kisah cintanya complicated banget ada manis,asem,asin rame rasanya(permen nano nano kali ah)😅😅
    HAPPY NEW YEAR 2017

  2. Yak taeyeon byunnya kebangetan…
    Setidaknya kan jangan ngelakuin itu ke fany…
    Ishh…
    Mentang2 ditubuh yoong…

    Jessi pasti ada hikmah di balik kejadian yg terjadi sekarang..
    Jadi sabar ya..

    Taeyeon mah enak2an ma tiff lah jessi malah kebalikannya
    kapan taeyeon akan sadar kalo sebenernya jessi yg pantes buat dia?

  3. Aaaa, jadi begitu… yups, q paham sekarang. Tpi kasihan deh, cepet2 ya taengo, temukan 3 arti kehidupan… kagak sabar nunggu romance yoonfany… versi yoong asli. Hehehe
    Eghm, btw author mualim…. Kalo muslim, q cumaau mengingat kan aja ya… bahwa, dalam agama qt, tahun baru itu tidak ada. Perayaan nya pun pada tahun baru jika qt melongok dari sejarah itu ada untuk penyembahan para dewa… jadi, jgn lah qt merayakan dan mengucapkan tahun baru. Btw, toleransi memang iya, tapi dalm islam jika sudah menyangkut aqidah, ‘bagimu agama mu, bgiku agamaku’ itu aja, and thanks for update….

  4. masih terlalu dini utk sebel ama taeng di chap ini*plakkk hahaha
    sbenernya hal yg bikin mreka serumit itu tak lain dan tak bukan ga ada nya keberanian…daaan taruhan bodoh itu…

    well new..happy year!
    ga smalem jg di edit..time difference….author nya aj yg kyk nya dah ketiduran waktu nunggu email ku…hehehe
    sorry…

  5. Idihh ini gue heran taeyeon bikin orang sesak nafas ,btw kenapa ga ada tiffany pov ya padahal mau tau apa yg dipikirkan tiffany .kenapa taeyeon terus mempertahankan cintanya pada tiffany padahal masih ada sica ,lebih baik segera mencari 3 arti kehidupan kalo tidak akan banyak yg akan tersakiti mulai dari yoongfany sampai sica jg…tapi yg lebih sakit mungkin disini sica rasanya pasti sesak banget masih mengetahui jika kekasihnya itu mencintai orang lain,i hate kim disini dia begitu ingin merasakan kebebasan mencintai tiffany. Bikin tiffany pov ya thor

  6. syafakillah wahai ukti, semoga Allah mengangkat penyakitmu dan selalu di beri kemudahan dlm melangkah 😄

    sekarang udh mendingan, dan jujur ff yg ini ngga di baca. numpang komen aja hihi, ntar di baca mau ke my wife dulu. Alhamdulillah setelah cukup lama mencoba akhirnya bisa 😁

    ijin baca ya 😘

  7. Gw kesel ama u thor,kesel abis
    Bikin gw kesel ama karakter tae disini, bikin rasanya pengen nonjok ama nendangin tae gara2 u thor arghhhhh tp u berhasil karna bikin gw kesel, ff u grrr keren abis. Kesel ama seneng sekaligus ett dahhhh ahhh pusing pala rapunzel

  8. Duh kasian sica, berasa cinta sepihak kl kyk gini, taeng mah gitu, udh ada yg sayang dn cinta bngt eh malah mikirin istri orang, lagian ppany udh milih yoong, apalgi mo pnya baby.
    Sica udh ngerasa beda ya pelukan sm yoong, berasa di peluk taeng, ayolah taeng cpt sadar, kasian sica nunggunya kelamaan
    Lha si taeng udh bgituan sm ppany, bikn nagih ya tae hehehe

  9. Ini yoonfany rasa taeny ya ? Wkwkwkwk
    Ish taeng sebel banget maunya aja deh ah ga dapet pany langsung ke jessica. Please dah yul muncul aja buat sama sica ekwwkk
    Itu fany hamil anak siapa ? Jgn bilang anak nya taeng 😤
    Kasian sama yoong skg entah dimana, sama jieun tuh dirawat apa gmna ?
    Jangan sebulan kelamaan kasian yongfany
    Dah sica sm om yul aja. Taeng nya ababil ga dapet fany sica juga jadi kan jahat 😣mank nya sica pembuangan wkwkwk

  10. Ini kan di ceritaiin pas taeyeon di tubuh yoong ? Adakah cerita yoong yang sedang berkeliaran di surga atau dimana gituh? Kasian sica 😭😭 Semoga ga lonely lagi dan taeyeon segera kembali ke tubuhnya..
    Tiffany udah jujur kalau dia ga cinta lagi sama Taeyeon… Semoga Taeyeon khilaf sm keinginan dia yang bebas memiliki fany.. Semoga sadar sama ketulusan cinta Sica.
    Ditunggu ya next chapternya 😘😘 Hwaiting 💪💪 Btw Happy New Year. Hope this year better than 2016… 👌👌🎉🎊

  11. salam kenal author,, 🙂
    sya bru nemu lgs bc disini gpa yaa, agak bingung crinya. oy, klo mnrtku abis ini si tae baiknya ninggal aja thor, coz aneh klo bangun wlpun blik ama sica, ga etis dia udah lakuin itu ama fany kyak ambil keuntungan di tubuh yoong. ya setidaknya dia hrz relain dunia karena udah pernah hdp ama fany juga, biarin sica temuin org baru dikehidupannya, hehee,, lbh natural jadinya. nah yoon bangun sprti semula. ksian anknya klo gda bapaknyan. mksh,,, sebenernya aq lbh suka jd taeny tp tae lupa klo dia ada di tubuh yoong, tp disini ya udh silakan aja terserah author yg bkin critanya jd ngefeel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s