The Reason Is Part XII-Final | Im Yoona | Tiffany Hwang

Screenshot_2016-06-17-21-16-34-249

“Appa!!!” seorang gadis kecil berlari mengejar ayahnya yang sejak tadi bersembunyi darinya. Mereka sedang bermain ‘Hide and Seek’, game favorit gadis kecil itu.

“Umma.. apa kau melihat Appa?” gadis kecil itu memelankan suaranya, terlihat berbisik pada wanita yang mirip sekali dengannya, lebih tepatnya ia yang mirip dengan ibunya itu.

“Appa?” wanita itu meninggikan suaranya, berharap pria yang dipanggilnya itu mengerti dengan ucapannya.

“Sayang.. mengapa kau tak mencoba ini saja dulu?” wanita berparas cantik itu membawa putrinya untuk duduk di konter dekat dapur. Ia menghidangkan pasta sweet & sour cream yang sengaja dibuat untuk menu makan siang hari ini. Aromanya begitu nikmat. Rasa manis, sedikit gurih,ย asam yang ringan serta kelembutan cream membuat gadis kecil itu begitu lahap menyantap makan siangnya. Saus pasta sedikit belepotan di mulutnya.

“Kau menyukainya?” gadis kecil itu menganggukan kepalanya bersemangat, kembali menyuapkan pastanya yang sudah hampir habis dalam waktu singkat. Wanita yang duduk di hadapannya tertawa kecil melihat putri kecilnya itu begitu lahap dan belepotan menyantap pastanya. Ia mengetik sesuatu di smartphonenya sebelum kembali ke dapur menyiapkan sesuatu.

“Ackrhhhh…. eheuk.. eheuk.” gadis kecil itu berteriak kaget mendapat pelukan dari seseorang di belakangnya. Saking kagetnya membuat gadis kecil itu tersedak.

“Sayang.. minumlah” orang yang memeluknya tadi segera berlari mengambi air minum untuk putrinya. Pria jangkung itu menepuk-nepuk punggung dan leher putrinya yang terlihat sedikit kesulitan bernafas.

“Sayang maafkan Appa” pria itu masih berusaha membuat putrinya pulih dari kesalahan bodohnya.

Flashback

“Soo..” Mikyung mencoba membangunkan pria yang sejak tadi tak diam dalam tidurnya. Mereka sekarang sedang berada di rumah Mikyung. Beberapa bulan ini, tepatnya sejak Jessica mengetahui hubungan gelapnya bersama Mikyung, Sooyoung selalu bermalam di rumah wanita yang membuatnya kini merasa bingung, apakah ia harus memilih tetap bersama Jessica atau beralih pada Mikyung dan mengakhiri pernikahannya dengan istrinya yang kini sedang mengandung anaknya, anak yang selama ini dinantikannya.

“Sayang.. bangunlah..” mata Sooyoung perlahan terbuka. Suara itu.. suara yang entah mengapa begitu ia rindukan. Suara itu memberinya rasa tenang dan kenyamanan, sesuatu yang hilang dari hidupnya sejak beberapa bulan ini.

“Sica…” Sooyoung tersenyum menyentuh wajah di hadapannya perlahan. Ia mengamati wajah itu seksama, membelai halus wajah yang bisa membuatnya bahagia walau hanya melihatnya.

“Soo..” Mikyung mencoba menyadarkan pria yang kini menganggapnya sebagai Jessica. Sesuatu yang begitu tajam begitu dalam menusuk hatinya. Ia mencoba untuk menahan tangisnya. Ini bukan saat yang tepat untuk hal itu.

“Mikyung-ah..”Sebuah tamparan ringan menyadarkan Sooyoung dari halusinasinya. Ia terdiam terpaku menerima tamparan itu.

Apa yang terjadi?

Apa ia baru saja menganggap Mikyung sebagai Jessica?

“Pergilah.. kau telah menemukan jawabannya.” Mikyung beranjak dari tempat tidurnya. Ia segera memakai jubah tidurnya, menutupi dress mini tipis yang menjadi pakaian tidurnya.

“Mi.. ini tidak seperti yang kau pikirkan” Sooyoung juga ikut bangun dari tempat tidur. Ia menghampiri wanita yang berjalan keluar menuju balkon kamarnya.

“Semua sudah jelas bagiku Sooyoung-ah..” ada kekecewaan dan kesedihan dari nada bicara Mikyung. Ia mengeratkan pelukan pada dirinya sendiri, mencoba menguatkan dirinya. Ini adalah sesuatu yang salah sejak awal dan mungkin sekarang adalah harga yang harus Mikyung bayar. Ia pantas merasakan kesakitan ini, patah hati ini, kekecewaan ini.

“Mikyung-ah.. Maafkan aku..” Sooyoung mencoba menggenggam tangan wanita yang menolak genggamannya itu.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Hanya saja.. mulai besok kumohon jangan temui aku dan Seulgi lagi.” Langit yang sejak tadi Mikyung tatap kini ia alihkan. Ada keterkejutan di wajah Sooyoung. Ia menggelengkan kepalanya cepat.

“Tidak.. aku tidak bisa meninggalkan kalian!” Mikyung terdiam sebelum mendekatkan dirinya pada pria yang telah berhasil membuat cinta itu kembali tumbuh di hatinya.

Cinta..

ia adalah hal begitu menakjubkan tapi sekaligus hal paling mematikan baginya.

“Kumohon.. jangan membuat ini sulit bagiku.” Hati Sooyoung terenyuh melihat ekspresi memohon dan kesakitan yang Mikyung tunjukan padanya.

“Mi.. tapi kau dan Seulgi.. kalian adalah sesuatu yang begitu spesial bagiku. Kalian menyimpan sesuatu di hatiku. Aku mencinta..” Jari telunjuk itu menghentikan bibir Sooyoung untuk berbicara.

“Kau tidak pernah mencintaiku. Jessicalah yang menjadi pemilik cinta itu, cinta yang ingin kugenggam bersamamu.” Tangis itu kini tak tertahankan. Mikyung menggenggam kedua tangan yang ingin ia genggam selamanya. Kehangatan itu seketika menyebar ke tubuhnya, hatinya.

“Mulutmu bisa berkata bahwa kau mencintaiku tapi hatimu tidak.” Entah mengapa mulut itu seperti terkunci. Sooyoung hanya diam menatap wanita yang mencoba terlihat kuat dan tegar di hadapannya.

“Hatimu menginginkan Jessica meskipun sisi lain dirimu menolaknya. Sisi egoismu yang menolaknya. Sisi itu mendorongmu untuk membuatmu mencari pelarian dan itu adalah aku.” Mikyung memejamkan kedua matanya, ia mencoba menghentikan tangis yang menyesakan dirinya, mungkin lebih tepatnya rasa sakit yang menghinggapinya.

“Aku tidak pernah menyesal menjadi pelarian itu. Aku bersyukur karena Tuhan membiarkan aku merasakan cinta ini untukmu meskipun aku tahu pada nyatanya mungkin kita takkan pernah bisa bersatu.” Bukan hanya Mikyung yang kini melepas air mata itu. Sooyoung bisu dalam tangisnya. Ia menatap Mikyung penuh dengan permohonan maaf dan penyesalan sedalam-dalamnya.

“Aku melepasmu Sooyoung-ah… aku melepasmu.” Genggaman itu Mikyung lepas. Perlahan ia membangun jarak dengan pria yang mungkin takkan bisa ia lupakan dalam waktu sebentar.

“Jangan khawatirkan Seulgi, dia pasti akan mengerti.” Sooyoung masih terdiam dalam tangisnya. Bukan hal ini yang ia inginkan. Ia tak ingin menyakiti siapapun terlebih Mikyung dan Seulgi yang sudah menjadi rumah baginya, memberikan kenyamanan kebahagiaan yang belum Jessica berikan padanya, lebih tepatnya belum ia sadari.

“Mikyung-ah.. maafkan aku” lagi hanya itu yang terucap dari mulut Sooyoung.

“Aku telah memaafkanmu. Aku telah memaafkan diriku karena mencintaimu. Kumohon kau juga melakukan hal itu. Maafkanlah Jessica. Maafkanlah dirimu terlebih dulu. Kau tahu.. memaafkan adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa sakit dan kehampaan dalam hidup.” Senyum itu berusaha Mikyung berikan pada pria di hadapannya. Perlahan kembali ia dekati Sooyoung yang menghentikan tangisnya.

“Cukup satu kali hal ini terjadi pada kita. Jangan pernah kau lakukan hal ini pada Jessica. Dia begitu mencintaimu hingga ia mau melakukan hal ini, menunggumu, membiarkan hatimu benar-benar memilih.” Entah mengapa gambar Jessica yang tersenyum begitu hangat padanya kini muncul.

Tatapan dingin namun seksi Jessica saat ia pertama kali bertemu dengan istrinya itu, wajah cute nan manis sang istri saat ia pertama kali menciumnya, ekspresi manja dan malas Jessica yang terlihat seperti ratu baginya, wajah terkejut tapi penuh kebahagiaan saat ia melamarnya, wajah haru dan bersyukur saat mereka mengucap janji pernikahan mereka, wajah penuh ceria berseri saat istrinya itu memberitahu kehamilannya kemarin.. itu semua kini bermunculan secara bergantian di otak Sooyoung.

“Pergilah.. jangan buat Jessica menunggumu terlalu lama. Jangan biarkan kebahagiaanmu pergi darimu.” Sooyoung menatap Mikyung masih dengan mata berkaca-kacanya. Ia memeluk wanita itu cukup lama, mengecup puncak kepala dan kedua matanya.

“Terimakasih Mikyung-ah.. Terimakasih!” Mikyung tersenyum sendu menganggukan kepala.

“Kau telah melakukah hal yang tepat Sayang.. aku bahagia.” Mikyung memejamkan kedua matanya, tersenyum menghempaskan nafasnya dalam pelukan mendiang suaminya hadir memeluk dirinya begitu nyaman dan tak tergantikan.

End Of Flashback

“Sinbi-ah..” Yuju berlari menghampiri kembarannya yang matanya terlihat memerah merasakan perih tenggorokan dan hidungnya karena tersedak tadi. Kembarannya itu terlihat cegukan dalam tangis cute-nya sementara Ayah mereka terlihat begitu menyesal dan ibu mereka terlihat khawatir serta sedikit marah pada sang Ayah karena perbuatan jahilnya.

“Sayang.. masih sakit?” Sinbi menganggukan kepalanya, menolak berbicara karena hidungnya rasanya perih sekali.

“Maafkan Appa..” Jessica tersenyum memukul punggung suaminya yang terlihat begitu imut dengan wajah menyesalnya.

Wajah itu.. masih sama seperti dulu.. saat semuanya hampir terpecah berkeping-keping tak bersisa menjadi ketiadaan bagi keduanya.

Flashback

“Oppa.. kau tidak perlu melakukan ini..” Jessica tersenyum kecil menerima karangan bunga dari sahabatnya yang baru kali ini mengunjunginya.

“No.. kau spesial. Andai saja dulu aku lebih cepat dari pria bermarga Choi itu..” Jessica tertawa melihat wajah kesal Tyler yang memegang buket bunga untuknya begitu erat.

‘Semoga aku juga masih begitu spesial untuknya.’ harap Jessica dalam diamnya. Wajah sendu itu kembali menghinggapinya dan Tyler tak melewatkan itu.

“Jess.. apa terjadi sesuatu?” Tyler kini mengungkapkan tujuan utamanya datang mengunjungi wanita yang masih begitu dikaguminya itu. Ia bisa melihat ekspresi wajah sahabatnya itu berubah menjadi tak tentu, terlihat kesedihan dan kerinduan di dalamnya.

“Gwenchana Oppa.. All is Well!” Jessica tersenyum begitu manis meskipun itu terlihat dipaksakan dan Tyler tahu itu.

“Jess.. kau bisa menceritakan semua padaku. Kau bisa bersandar padaku..” Tyler mencoba menggenggam kedua tangan wanita di hadapannya yang tersenyum kecil tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.

“Sica..” saat tangan itu akan ia genggam sebuah suara yang begitu ia kenal memanggilnya.

“Soo..” ada rasa senang saat mengetahui suaminya itu kini menemuinya tapi rasa lain juga muncul membuat ia tak ingin bertemu atau berbicara pada pria yang masih berstatus sebagai suami sahnya.

Sooyoung berjalan menghampiri mejanya bersama Tyler yang masih memicingkan matanya menatap Sooyoung dengan tatapan tenang tapi membunuhnya.

“Maaf.. bisakah aku berbicara berdua dengan istriku?” kata terakhir itu penuh dengan penekanan bahwa Jessica adalah miliknya, istrinya. Sebagai ‘Gentleman’ Tyler berdiri pamit pada Jessica yang memberikan tatapan maafnya pada Tyler yang membalasnya dengan senyuman manis dan dewasanya.

“Kau menyakitinya lagi maka aku akan mengambilnya darimu selamanya.” Tyler membisikan itu pada Sooyoung sebelum berjalan meninggalkan keduanya dalam diam.

“Sica.. aku ingin menyampaikan sesuatu dan kuharap kau tidak marah padaku.” ada kegugupan dalam diri Sooyoung yang membuat jantung Jessica bergetar lebih cepat.

Apa yang akan disampaikan oleh suaminya itu?

Apa ia akan kembali padanya atau.. sebaliknya?

Tanpa disadari ketegangan itu menghinggapi keduanya yang masih bingung akan berkata apa.ย Cukup lama mereka terdiam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Keep me with you..”

“Apa?”

“Buat dan biarkan aku selalu bersamamu” Mata Jessica sedikit terbuka lebar.

Apa yang ia dengar benar?

“Kau tak terganti.. kau yang selalu hati ini teriakan untuk kucintai. Bukan hanya hati dan pikiranku yang memilihmu, tapi Tuhan dan takdirnya yang membawaku kemari, memperbaiki kesalahanku, yaitu meragukan dirimu, membuat dirimu menjadi seorang antagonist dalam pikiranku yang terlalu sibuk berpikir mengapa kau begitu menyakitiku meski pada nyatanya akulah yang telah benar-benar menyakitimu dan Mikyung. Kau.. yang telah Tuhan kirimkan untuk menjadi pasanganku hingga ajal menjemput kita.” Tangan itu Sooyoung genggam dan takkan ia lepaskan lagi.

Cukup satu kali ini terjadi.

Takkan ada kali kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Ia akan terus menggenggam tangan itu hingga Tuhan memutuskan untuk memanggil mereka ke keabadian.

End Of Flashback

“Sayang.. berhenti membuatku ingin menyuapimu dengan wajan ini.” Sooyoung dan kedua putri kembar mereka tertawa mendengar ucapan sarkastik istri dan ibu mereka. Ketiganya malah lanjut bertingkah sok imut dihadapan Jessica yang masih fokus dengan masakan lain yang ia buat untuk 3 monster pemakan segala di hadapannya.

“Choi Sooyoung..”

“Choi Yuju..”

“Choi Sinbi..” ketiga orang itu segera berlari dan duduk di meja makan. Mereka tahu.. Jessica takkan pernah memanggil nama lengkap jika hukuman yang datang nanti tidak akan membuat hidup mereka sengsara untuk beberapa minggu kedepan.

.

.

.

“Bagaimana.. enak?” ย kedua gadis bermarga Choi itu menganggukan kepalanya membuat Jessica menambah porsi sup mandu, kue beras serta iga sapi spesial buatannya.

Sooyoung tersenyum dalam diamnya melihat interaksi keluarganya itu. Dalam hati setiap hari.. ia selalu bersyukur betapa beruntung dan bahagianya ia bisa memiliki keluarga seperti Jessica dan kedua malaikatnya.

Jika bukan Mikyung yang mendorongnya untuk mengambil keputusan ini dulu, mungkin ia takkan sebahagia ini. Ia berterimakasih akan hal itu.

Mikyung dan Seulgi.. keduanya sudah begitu lama tak Sooyoung dengar kabarnya. Ia sempat ingin mencari mereka tapi ia mundur karena teringat dengan permintaan terakhir wanita yang selamanya akan menjadi bagian dari cerita hidupnya.

“Sayang.. kau ingin lagi?” Jessica tahu jika Sooyoung diam seperti ini berarti suaminya itu sedang memikirkan sesuatu dan sepertinya ia tahu.

“Oh.. tentu!” Sooyoung terbangun dari pikirannya. Ia mulai menatap Jessica yang membalas tatapannya lembut, seperti tahu apa yang sedang ia lakukan tadi.

.

.

.

“Sica.. apa kau bahagia bersamaku?” waktu menunjukan pukul 22.00 waktu korea selatan. Keduanya kini sedang berdiri di balkon rumah mereka dengan secangkir coklat panas dan teh lemon madu untuk Jessica.

“Bagaimana denganmu? apa kau bahagia dan tak menyesal telah memilihku?” Sooyoung tertawa kecil menutup kedua matanya mendengar hal itu. Ia merangkul Jessica dalam pelukannya dari samping.

“Kau.. Yuju dan Sinbi.. kebahagiaan tak cukup menggambarkan betapa baik hatinya Tuhan telah mengirimkan kalian padaku. Kalian adalah salah satu alasan mengapa aku selalu bersyukur dan mencintai Tuhan lebih dan lebih setiap harinya.” Jessica tahu suaminya itu memang pria yang selalu mengingat Tuhan tapi ia tak pernah tahu dirinya dan kedua putrinya bisa membuat efek itu pada hidup suaminya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku” Kini giliran Jessica yang tertawa. Ia melepaskan dekapan suaminya itu, ingin berhadapan lebih jelas dengan suaminya yang menatapnya gugup dan penasaran.

Sometimes things… never changed.

“Aku bahagia. Terimakasih karna kau sudah dan selalu berusaha memberikan kebahagiaan itu padaku.” Tangan itu Sooyoung genggam dan masih takkan ia lepaskan sampai kapanpun hingga maut menjemput mereka.

.

.

.

“Sayang.. besok kita jadi berkunjung kesana?” Sooyoung baru saja mematikan lampu kamar mereka. Keduanya kini sudah berbaring di kasur empuk dan megah mereka, ย terbalut selimut hangat dan lembut kesukaan Jessica.

“Tentu..” Sooyoung tersenyum kecil menyalakan lampu tidur di meja di samping kirinya.

“Kau merindukannya?” Jessica mengikuti pandangan suaminya pada foto yang terbingkai begitu cantik dengan cerita indah di dalamnya. Foto itu menggambarkan kebahagiaan suaminya bersama kedua sahabat terdekatnya, Yoong dan Yuri.

“Aku merindukannya.. kami merindukannya Sica..” Melihat senyum sendu itu, Jessica berinisiatif memeluk sang suami yang membalas pelukan itu dengan erat.

— The Reason Is —

“Sayang.. bangunlah.” Yuri perlahan membuka matanya. Senyum itu mulai mengembang saat ia menerima kecupan pagi dari wanita yang selalu menjadi segala baginya.

Flashback

“Tidak.. aku tidak mau.” Yujin dengan tegas menolak permintaannya. Wanita yang masih menjadi istrinya itu mengembalikan lagi surat perceraian yang ditawarkan padanya tadi.

“Tapi aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku mencintai..”

“Yul.. apa kau sadar dengan semua ini?” Yujin menatap suaminya yang terlihat kosong dan bingung, seperti bukan suaminya.

Yujin sadar dan tahu bahwa suaminya beberapa bulan ini bertingkah aneh. Ia juga sudah mendapat laporan dari Jessica tentang Yejin yang ia yakini menjadi sumber dari ini semua. Agar lebih yakin, ia menyewa tenaga detektif swasta kepercayaannya untuk menyelidiki tentang Yejin dan tingkah lakunya yang aneh. Ia tahu suaminya itu cukup dekat dengan Yejin tapi tidak seperti ini, tidak saat suaminya itu bertingkah seperti kekasih Yejin yang harus ada untuknya 24 jam.

Hal yang paling mencurigakan adalah begitu seringnya wanita bermarga Song itu menemui Ran Miran yang sudah terkenal sebagai paranormal kondang di Korea Selatan. Belakangan Yujin tahu bahwa wanita licik itu sudah memperdayai suaminya. Ia menggunakan sihir untuk membuat Yuri menyukainya.

Semuanya menjadi terang bagi Yujin. Sakit aneh yang diderita Yuri, tingkah aneh sang suami yang menjadi dingin padanya hingga sekarang ia diminta untuk menandatangani surat perceraian, itu sungguh hal terabsurd yg Yujin alami.

Yuri, suaminya itu tak mungkin tiba-tiba ingin menceraikannya hanya karena alasan pasaran dia sudah tidak cocok lagi bersama Yujin dan tak bisa bersamanya lagi. Apalagi Yujin tahu betapa cintanya Yuri padanya. Ia tahu jika Yuri sadar dan tidak tersihir oleh wanita licik itu, prianya itu takkan dengan mudah melepasnya begitu saja.

Panggil Yujin narsistic tapi bagaimana Yuri bisa melepas Yujin bila ia adalah kebahagiaan dan hidupnya?

“Aku.. Aku sadar betul dengan keputusan ini.” terdengar keraguan dan kebimbangan yang membuat pandangan Yujin melembut pada suaminya itu.

“Baiklah.. aku akan mengabulkannya. Aku akan menandatanganinya..” Yuri harusnya bahagia mendengar itu, tapi mengapa sekarang hatinya merasa sedih dan hancur?

“Kau benar akan menandatanganinya?” Yujin hanya tersenyum kecil menganggukan kepalanya dan sejak hari itu Yuri tahu mungkin hidupnya takkan sama lagi seperti dulu.

End Of Flashback

“Appa!” mendengar suara gadis kecil itu, Yuri segera menutup kedua matanya, ia kembali menjatuhkan tubuhnya lagi ke kasur, pura-pura tertidur sehingga putrinya itu berlari naik keatas tubuhnya mencoba membangunkannya dengan menghujaninya ciuman penuh air liur di pipinya.

“Soyounie.. hahaha hentikan. Appa akan bangun okay” gadis kecil itu berhenti menyerang pipi ayahnya dengan ciuman dan cubitan, ia segera turun dari tubuh ayahnya yang masih terlihat begitu tampan baginya meskipun tampangnya masih terlihat berantakan. Tuhan tahu apa yang dilakukan oleh orangtuanya semalam.

.

.

.

“Sayang.. kau terlihat begitu bersinar hari ini.” Yuri memeluk dari belakang sang istri yang sedang menyiapkan sesuatu untuk bekal perjalanan mereka hari ini.

“Tentu.. kau yang membuatku bersinar seperti ini kekekeke..” Yuri mengeratkan pelukan itu, ia mengelus pelan perut sang istri yang masih rata baginya.

“Aku senang.. sungguh senang.” Kata itu Yuri ucapkan di bahu sang istri yang ia hirup aroma khasnya, wangi alami kesukaannya.

Flashback

“Aku akan menandatangi kontrak itu jika kau mau menerima persyaratan dariku.” Yujin melihat ekspresi suaminya yang terkejut, penasaran tapi terlihat bahagia?

“Apa itu?” melihat ekspresi suaminya tadi, Yujin tahu harapan itu masih ada. Sekuat apapun sihir yang Yejin berikan pada suaminya, itu takkan bisa menghilangkan rasa cinta yang sudah tertanam di hati Yuri pada Yujin.

“Berliburlah bersamaku mengelilingi tempat yang listnya nanti akan kubuat. Selama itu… jangan berhubungan dengan Yejin atau siapapun. Anggaplah ini sebagai kenangan indah yang akan kau berikan padaku. Bagaimana?” Ada kebingungan lagi di wajah Yuri tapi Yujin tahu suaminya itu takkan bisa menolak tawarannya.

“Baiklah” Yujin tahu.. kali ini Yejinlah yang akan kalah dan Yuri pasti akan kembali ke pelukannya.

End Of Flashback

“Woonie.. Sooyounie.. gantilah pakaian kalian, sebentar lagi kita akan berangkat” Yujin tersenyum melihat kedua buah hatinya itu mengangguk dan segera berlari menuju kamar mereka.

“Kau semangat sekali..” Yuri datang menghampirinya sudah dengan pakaian rapi. Mereka akan pergi menemui seseorang yang begitu penting hari ini.

“Tentu.. ini sudah begitu lama sejak terakhir kita menemuinya..” Yujin tersenyum kecil melihat kembali foto keluarga besar Kwon yang terpajang di ruang tamu mereka.

Flashback

“Noona.. aku ingin duduk disampingmu, bolehkah?” tanpa banyak kata, Yujin menarik pemuda yang terlihat begitu cute dan polos baginya. Ia merangkul pemuda yang mirip sekali dengan suaminya itu.

“Yoong.. mengapa kau tegang?” Yujin melepaskan rangkulan itu dan Yoong terlihat santai lagi.

“Aku takut Hyung cemburu padaku dan aku tak terbiasa melakukan skinship dengan wanita selain Umma hehehe..” Yujin tak bisa menyembunyikan tawanya mendengar hal itu. Hal itu membuat anggota keluarga Kwon yang lain memusatkan pandangan mereka pada Yujin dan Yoong termasuk sang suami yang baru datang setelah mencari jas yang pas untuknya.

End Of Flashback

“Yul.. aku merindukannya..” Yuri tersenyum kecil membalas pelukan istrinya itu. Ia mengelus puncak kepala Yujin yang meredam tangis di dadanya.

“Aku juga. Hei.. jangan bersedih. Kita akan menemuinya dan aku yakin ia tidak akan suka jika kau seperti ini.” Yujin melepas pelukannya, menatap wajah sang suami yang selalu bisa menenangkannya.

“Yul.. terimakasih.”

“Kasih itu akan selalu ada untukmu Sayang. Jangan sedih lagi ya, nanti Yoong malah akan memarahiku jika ia tahu kau bersedih, kau tahu kan betapa ia menyayangimu seperti kakak perempuannya.”

“Aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena kau masih bertahan denganku hingga hari ini. Kau berjuang untuk itu meskipun dulu aku ingin berpisah darimu. Terimakasih Yujin-ah..” kecupan manis itu kembali mereka bagi untuk kesekian kalinya, menyampaikan kata yang kadang tak bisa terucap dan hati yang ingin berbicara namun tak berlidah.

— The Reason Is —

“Hai Oppa..” seorang wanita cantik memeluk dan mengecup kedua pipi pria yang begitu senang dikunjungi olehnya.

“Aunty!!!” seorang anak laki-laki di usia 5 tahunnya berlari memeluk wanita yang tadi memeluk ayahnya.

“Hai superhero Aunty!!!” Jieun membawa anak laki-laki itu dalam pelukannya, begitu senang bisa bertemu lagi dengan keponakannya.

“Aunty aku merindukanmu.. oh ya.. mana Paman Woo dan Jaehan?” wanita itu tertawa kecil melihat ekspresi wajah yang begitu cute dari keponakannya ini. Tapi akan ada satu hal yang membuatnya terjebak dalam nostalgia jika ia melihat kedua mata kijang itu, mata yang dulu membuatnya jatuh berkali-kali dalam elegi bernama cinta.

Flashback

“Woo.. kau pikir dia akan mirip dengan ayahnya?” Jieun mengelus foto hasil USG-nya kemarin. Senyum yang tak bisa diartikan itu kini terlukis di wajah cantiknya.

“Ji.. bukankah lebih baik kau memberitahu Yoong tentang ini?” Gelengan kepala itu lagi-lagi Wooyoung terima. Ini bukan kali pertama pria yang kini sudah berstatus sebagai suami Jieun mengutarakan idenya.

1 bulan setelah malam di Jeju, Jieun menerima perjodohan antara dirinya dan Wooyoung yang sudah bersahabat sejak kecil. Wooyoung yang diam-diam memang sudah menyimpan rasa pada Jieun tak keberatan saat wanita bermarga Lee itu memberitahunya bahwa ia sedang mengandung anak pria lain. Mungkin pria itu bukan pria lain bagi Wooyoung karena ia tahu pasti itu adalah anak Yoong, pria yang bisa membuat Jieun segila itu dengan cintanya.

Bohong jika Wooyoung tak cemburu dan geram jika melihat betapa tergila-gilanya Jieun pada Yoong. Tapi ia bisa apa, jika yang ada di pikiran gadis itu hanya Yoong seorang. Karena cinta dan sayangnya pada Jieunlah Wooyoung mau menjadi pacar bohongan Jieun dulu saat wanita itu mencoba mendekati Yoong hingga kini ia telah menjadi suami Jieun.

.

.

.

“Ji.. kumohon bertahanlah!!!” ย Wooyoung masih berusaha berbicara dengan Jieun yang kini mulai kehilangan kesadarannya. Keduanya tadi sedang berbelanja untuk keperluan Yongeun yang sudah 6 bulan ini hidup di rahimnya meskipun kandungannya itu terbilang lemah sehingga sejak awal mengandung Jieun memang membatasi frekuensi pekerjaannya di kantor. Sejak mengandung, Jieun lebih sering kerja dari rumah, ia memonitor beberapa proyek vital S&C termasuk proyeknya bersama perusahaan Yoong.

Janji yang ia buat pada Yoong, Jieun akan dan sedang menepatinya. Ia sudah tak lagi menghubungi atau menggganggu hubungan Yoong meskipun ia tahu perbuatannya kemarin telah membawa kekacauan pada hubungan Yoong dan istrinya.

“Woo.. kumohon.. apapun yang terjadi.. tolll..long selamatkan Yong…” Kalimat itu yang terakhir Jieun ucapkan sebelum ketidaksadaran itu menjemputnya sedangkan Wooyoung mencoba untuk tidak bertambah panik saat menyadari hal itu dan begitu banyaknya darah yang kini mengalir dari tubuh istrinya.

.

.

.

“Ahhh..” Jieun mencoba membuka matanya yang tak bekerja sama dengan keinginannya. Ia mencoba mengumpulkan tenaganya lagi dan terbukalah kedua matanya. Ia kedipkan beberapa kali sebelum mencoba menggerakan tangannya yang bebas tak tertusuk jarum infus untuk meraba perutnya yang kini sudah kembali rata. Ia bisa merasakan ada luka jahitan di perutnya yang membuatnya begitu sakit untuk bergerak.

“Ji.. Syukurlah kau sudah sadar.” Wooyoung memeluk istrinya itu penuh haru, tak menyadari sakit yang kini istrinya itu rasakan karena pelukannya.

“Ah.. maafkan aku, aku terlalu senang”

“Woo.. Yong ada dimana?” Diamnya Wooyoung sudah menjadi jawaban bagi Jieun. Ia hanya berharap semoga putranya itu bisa bahagia di surga, tempat ia ingin bertemu dengan buah hatinya bersama Yoong nanti.

End Of Flashback

“Oppa.. kau semakin tampan sejak menjadi Ayah!” Kakak sepupunya itu tersenyum penuh percaya diri dan kebanggaan seperti biasanya.

Jieun mengamati lagi kakak sepupunya yang terlihat begitu bahagia sejak berumah tangga dan memiliki anak. Siapa sangka pria yang dulu begitu pintar memainkan hati wanita dan tak menyukai anak kecil kini bisa menjadi seperti sekarang?

Flashback

“Oppa.. darimana kau tahu dia?” Jieun masih memandangi foto-foto yang tadi diberikan oleh kakak sepupunya itu. Ia tak percaya kakak sepupunya bisa tahu mengenai Yoong, padahal ia belum menceritakan apappun pada pria yang masih begitu gagah duduk di sofanya.

“Dia adalah teman satu angkatanku dulu di Kampus. Kami mengambil jurusan yang berbeda tapi dia cukup populer karena kecerdasannya di jurusannya. Aku baru tahu bahwa dia adalah Anak Kwon Boa saat orangtua beberapa sahabatku disana mengenali Yoong dan mulai menceritakan kaburnya sang pewaris dari tahtanya.”

“Wow.. kau tahu sebanyak itu?” pria itu tersenyum kembali menunjukan senyum lesung pipinya, terlihat begitu manis dan menawan siapapun yang melihatnya.

“Kau tahu.. wanita ini begitu hebat bisa membuat seorang Kwon Yoonan mau duduk kembali disinggasananya.” Pria itu menunjukan foto wanita yang Jieun ketahui sebagai istrinya Yoong. Ia mendengus kesal mencoba mencari foto lainnya dimana hanya ada Yoong seorang.

“Mengapa kau melakukan hal ini?”Jieun kembalikan lagi smartphone kakak iparnya itu. Ia tahu betul siapa pria di hadapannya. Dibalik senyum tampan menawan manis hangat dan ramahnya itu tersimpan rencana yang ia takutkan akan mengancam keselamatan pria yang begitu disukainya saat ini.

“Action speak louder cous..” pria itu kembali meminum jusnya dan menyimpan rencananya di otaknya. Untuk saat ini tak seorangpun yang tahu apa itu, biarlah hasilnya terlihat nanti tanpa ia harus berkata banyak pada siapapun.

End Of Flashback

“Uncle!!!!” Jieun tertawa melihat kakak sepupunya itu mendapat serangan dari anak-anaknya.

“Yah!!!” Kaka sepupunya itu tertawa menerima gelitikan dari keponakannya. Ia mencoba melepaskan diri dari serangan itu.

“Jaehan.. Jaein!!” Dua anak itu melepaskan serangannya saat Noona favorit mereka memanggil. Mereka mendadak menjadi terdiam dan berusaha terlihat seperti ‘Gentleman’

“Hai Aunty… senang bisa bertemu denganmu lagi” Jieun tersenyum menerima pelukan gadis kecil yang kini sudah mulai terlihat seperti remaja dewasa.

“Aku juga merindukanmu Sayang. Oh ya.. ibumu dimana? Aku tak melihatnya sejak tadi.” Jieun mengelus puncak kepala gadis yang terlihat begitu cantik dengan mata kijangnya yang polos dan memikat siapapun untuk melihatnya, salah satu ‘charm’ yang diwarisi dari ayahnya.

Flashback

“Hai.. kenapa kau melihatku seperti melihat hantu?” Tanner tertawa kecil sebelum memberikan kembali Jisoo pada ibunya. Ia berjalan agak menjauh untuk menerima telpon di earphone-nya.

“Yoong..” Tiffany kini mendekati sang suami yang terlihat begitu kaget melihat Tanner yang mirip sekali dengan mendiang Taeyeon.

“Dad.. Dadaaa..” Yoong baru sadar saat ia menerima pukulan-pukulan kecil di kakinya.

“Yoong.. kau baik-baik saja?” kekhawatiran untuk muncul ketika Tiffany melihat wajah suaminya itu terlihat begitu pucat.

“Ah.. aku baik..” kata itu seakan membohongi pemiliknya dan Tiffany tahu itu.

“Syukurlah..” Tiffany tersenyum kecil sebelum mengalihkan perhatiannya pada barang-barang yang masih ada di dalam mobil Tanner. Ia membuka pintu mobil dan mencoba mengambil barang-barangnya saat sebuah tangan mencegahnya.

“Kau adalah ratuku hari ini, jadi nikmati posisi itu Sayang.” Tanner segera mengambil dan membawa barang-barang yang mereka beli hari ini keluar mobil. Ia memberikan senyum termanisnya pada Tiffany sebelum berlari masuk ke rumah membawa barang-barang itu sementara Yoong hanya diam melihat itu semua masih memeluk Jisoo dalam pangkuannya.

End Of Flashback

“Mommy sedang membeli sesuatu di luar, aku yakin dia akan senang menerima kunjunganmu ini!” Jisoo melepaskan pelukan itu, memberikan Jieun senyum terbaiknya.

tumblr_nsexw2Eh6o1rvvjlxo1_500

Kim Jisoo

“Jisoo Noona.. eheum.. kau begitu cantik hari ini.” Jaehan dan Jaein menerima kecupan manis di pipi mereka serta cubitan ringan yang tak terasa sakit sama sekali.

“Tentu… dia adalah Noonaku” Turun dari tangga adalah Kwon Stephen masih dengan senyum karismatik hangatnya yang khas membuat semua mata kini tertuju padanya.

Flashback

“Kembalilah..” mata itu mulai Tiffany tatap. Kata itu simpel tapi mengandung berjuta arti baginya. Ia belum tahu apakah ia siap untuk semua ini.. lagi.

“Fany-ah.. kumohon..” Kedua mata kijang itu tak bisa membuatnya menolak untuk menatapnya. Ia bisa melihat kesungguhan dibalik kepolosan dan kemurnian kedua mata itu, salah satu dari berbagai alasan mengapa ia bisa jatuh hati pada suaminya itu.

“Yoong.. aku tidak tahu..” Tiffany bisa merasakan kedua tangan itu mulai menggenggamnya. Ia tak mencoba melepaskan kehangatan yang masih menyebar ke seluruh tubuhnya saat kedua tangan suaminya itu menggenggamnya.

“Mengapa?” nada itu terdengar tidak lemah tapi Tiffany masih menangkap kesedihan dan kekecewaan di dalamnya.

“Aku.. masih belum siap memulainya lagi. Aku masih belum siap dengan semua ini, dengan kita.” rasa frustasi itu terdengar begitu jelas dari Tiffany. Ia tak tahu bagaimana cara mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikirannya saat ini, yang pasti dia belum siap jika harus bersama-sama lagi dengan pria yang sudah begitu jujur dan sabar dengannya selama ini.

Apa ia membenci Yoong karena peristiwa di Jeju kemarin?Mungkin

Apa ia sudah berhenti mencintai Yoong? Tak mungkin.

“Maksudmu.. kau ingin kita berpisah?” Yoong terlihat begitu tenang meskipun hatinya berkata lain. Tiffany segera menggelengkan kepalanya mendengar hal itu.

“Lalu.. apa yang kau inginkan?” Mungkin apa yang ibunya bilang benar, Yoong harus sedikit memaksa wanita di hadapannya ini agar mau memberikan jawaban yang jelas bagi masa depan hubungan mereka.

“Aku tak tahu Yoong. Satu menit aku merindukanmu tapi satu menit berikutnya aku begitu membenci diriku dan semua yang terjadi pada kita. Maafkan aku Yoong… ” Yoong menghirup nafasnya, menutup kedua matanya, mencoba memikirkan solusi dari hubungan mereka yang kini sedang rumit.

“Apa ini karena Tanner juga?” ada sebagian dari diri Tiffany yang ingin mengatakan iya tapi sebagian dari dirinya menolak.

“Aku anggap diam itu sebagai iya.” Tiffany membulatkan tatapannya sebelum akhirnya menundukan kepalanya merasa bersalah.

“Hei.. jangan seperti ini” Tiffany merasakan lembutnya jari jemari Yoong menyentuh wajahnya.

Dagu itu Yoong angkat agar sejajar dengan miliknya. Ia membawa pandangan itu kembali pada dirinya, hanya dirinya seorang.

“Kau ingat.. saat dulu kau mendapat mimpi buruk bahwa kita akan berpisah” Tiffany terdiam sebentar sebelum menganggukan kepalanya mengingat kembali hal itu.

“Aku berjanji padamu bahwa aku akan selalu membuatmu kembali padaku bahkan jika kau tak mengingatku, jika kau memintaku jauh darimu.” Senyum itu.. entah mengapa Tiffany begitu senang melihatnya.

“Kau adalah duniaku, hidupku. Begitu juga denganmu. Aku adalah duniamu, hidupmu dan takdirmu.” Dibalik lembut dan hangatnya tatapan yang Yoong berikan, Tiffany bisa merasakan ketegasan, kebulatan tekad dan ketetapan hati dari setiap kata yang terucap tadi.

“Aku akan selalu membuatmu mengerti bahwa hanya padaku dan Tuhanlah tempatmu kembali.” Ada sesuatu dari tatapan Yoong yang kini tak bisa Tiffany artikan.ย Suaminya itu terlihat begitu berbeda sejak perpisahan mereka selama 2 bulan ini.

Yoong.. dia terlihat lebih menjanjikan dan dewasa. Aura seorang pria, ayah, suami dan pemimpinnya terlihat begitu jelas. Ketegasan dan ketenangan yang diperlihatkannya sejak tadi menambah nilai plus pria bermarga Kwon itu dimatanya. Tapi entah apa yang membuatnya enggan untuk kembali lagi bersama suaminya itu.

Tiffany tak tahu diri? Mungkin

Tiffany tak adil karena masih belum bisa memaafkan Yoong padahal dulu ia mempunyai masa lalu yang kelam dan Yoong masih menerimanya? Mungkin

Tapi Tiffany tak ingin berbohong pada Yoong dan dirinya sendiri.

Justru karena ia tak ingin melukai suaminya itu ia melakukan semua ini.

Ia tak ingin menjalani semuanya dengan keterpaksaan dan kepalsuan.

Kalian tahu.. faktanya sebuah rumah tangga hanya bertahan atas nama cinta itu hanya 2 tahun. Lalu sisanya apa?

Yang membuat mahligai itu bertahan adalah tanggung jawab.

Dan Tiffany tak mau hubungannya dengan Yoong seperti itu.

Ia tak mau bersama lagi dengan Yoong jika itu memang hanya tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu rumah tangga.

Ia tak mau sebuah kebiasaan terjadi dalam hidupnya.

Sebelum peristiwa Jeju itu terjadi, baginya setiap detik yang ia lalui dengan Yoong adalah sebuah cerita, sebuah kanvas yang ia dan Yoong lukis penuh dengan suka duka dan cinta di dalamnya.

Tapi sejak ia mengetahui suaminya itu sudah tidur dengan Jieun, entah mengapa semuanya menjadi bias dan Tiffany tak bisa menjalani hal itu bila semuanya menjadi semu baginya.

Satu hal yang Tiffany tahu, ia tak mau berpisah dengan Yoong meskipun kini hadir Tanner yang secara terbuka menunjukan ketertarikannya pada Tiffany.

Tanner Kim.. pria itu begitu mirip sekaligus berbeda dengan Taeyeon.

Dari fisik mereka begitu sama tapi dari sifat mereka begitu berbeda.

Taeyeon lebih terbuka dan ramah di depan publik karena tuntutan pekerjaannya sebagai publik figur. Dibalik layar, pria yang masih begitu dicintainya itu lebih tenang dan pendiam. Taeyeon akan benar-benar menunjukan siapa dirinya pada orang-orang yang sudah benar-benar dekat padanya.

Tanner.. dia lebih ramah dan hangat pada siapapun. Pria yang memiliki marga yang sama dengan Taeyeon itu bertemu pertama kali dengan Tiffany saat keduanya sedang berbelanja. Jisoo yang pertama melihat Tanner yang terpikat dengan kegemasan dan begitu cute-nya Jisoo.

Saat Tiffany pertama kali melihat Tanner, ia tak bisa bergerak. Rasanya ia seperti bermimpi karena Taeyeon ada di hadapannya. Tanpa ragu ia peluk dengan erat pria yang terkejut menerima pelukannya. Jika mengingat hal itu, Tiffany ingin menyembunyikan dirinya karena ia begitu malu. Tawa Tannerlah yang menyadarkannya bahwa pria yang sedang dipeluknya itu bukan Taeyeon.

Sejak kejadian itu Tanner menjadi dekat dengannya. Pria yang berprofesi sebagai eksekutif muda itu sering mengunjungi Tiffany dan Jisoo, membawa mereka jalan-jalan atau hal apa saja yang membuat mereka nyaman.

Setelah dekat dengannya beberapa minggu, Tanner mengemukakan keinginannya untuk mendekati Tiffany sebagai seorang kekasih. Mendengar hal itu tentu saja Tiffany tolak. Ia tak bisa menerima hal itu karena Yoonan. Ia tak mungkin mengkhianati suaminya itu apalagi saat hubungan mereka sedang tak baik seperti sekarang. Ia tak mau memperumit semuanya.

Tiffany tertawa kecil mengingat pria yang masih mengejarnya hingga hari ini. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya.

“Yoong.. bagaimana bila aku benar- benar menyukainya?” Melihat ekspresi suaminya itu, Tiffany tahu sesuatu akan terjadi pada hubungan mereka dan ia tak sabar untuk menjalaninya.

End Of Flashback

“Hai Aunty” dengan gaya cool dan calm-nya Stephen memeluk Jieun beserta anak-anaknya.

.

.

.

“Oppa.. ini lezat sekali!!!” Jieun masih menikmati lasagna spesial buatan kakak sepupunya yang sedang menyuapi putra bungsunya. Wooyoung dan Stephen menikmati makanan mereka dalam diam berbeda dengan Jaehan dan Jaein yang berebut ingin menyuapi Noona kesayangan mereka, Jisoo yang tak bisa bisa menahan tawanya melihat tingkah kedua bocah menggemaskan itu.

Flashback

ย “Masuklah.. aku akan pergi setelah kau masuk.” Tanner melepaskan genggaman tangannya, berdiri melihat Tiffany bersama Jisoo masuk ke dalam rumah, tak menyadari bahwa sejak tadi seseorang sedang mengamatinya.

.

.

.

“Keluarlah.. aku tahu kau mengikutiku sejak tadi” Tanner menghentikan laju kendaraannya. Ia segera keluar dari mobilnya, berdiri menunggu pengemudi mobil di belakangnya yang ikut menepi bersamanya.

“Kau ternyata..” Tawa itu tak tebantahkan saat Tanner melihat wajah kesal ย mencoba tenang yang Yoong tak bisa sembunyikan darinya. Ia berjalan mendekati pria yang masih resmi menjadi suami wanita yang kini sedang didekatinya.

Bugh!

“Aigoo.. bagaimana bila besok Tiff bertanya padaku?” meskipun sakit, Tanner masih bangkit menertawakan Yoong yang terlihat begitu geram padanya. Yoong berjalan mendekatinya, mengambil kedua kerah Tanner yang membalas tatapan tajam Yoong masih dengan wajah ‘carefree’ dan karismatiknya meskipun pipi kanannya sedikit lebam karena pukulan tadi.

“Kau.. mengapa kau masih mendekatinya? Dia sudah bersuami dan dia sudah menolakmu.” ย Rasanya tangan Yoong begitu gatal untuk menghajar lagi pria yang masih memberikan senyuman yang kini terlihat menjijikan baginya.

“Tiffany tidak pernah menolakku untuk menjadi teman… hidupnya” Tanner kembali terjatuh menerima pukulan begitu keras yang Yoong layangkan ke wajahnya.

“Arghh..” Tanner sedikit mengaduh mencoba menghilangkan rasa sakitnya. Ia segera berdiri dan membalas Yoong dengan beberapa pukulan yang berhasil ditangkis Yoong meskipun pada akhirnya wajah pria bermarga Kwon itu juga sedikit lebam terkena pukulan balasan yang Tanner hadiahkan untuknya.

“Aku tidak perduli apa kau masih menjadi suaminya atau tidak. Jika Tiffany tak memintaku untuk menjauh darinya, maka aku takkan menjauh darinya. Kau ingat itu!” Tanner menendang tubuh Yoong yang tersungkur ke badan mobilnya sebelum pergi meninggalkan Yoong yang tergeletak lemas karena pukulan dan tendangan yang Tanner berikan padanya tadi.

End Of Flashback

ย “Ahh.. akhirnya kau datang juga!” Tanner berdiri menyambut sang istri yang baru saja memasuki dapur dan ruang makan mereka dengan beberapa kantung belanjaannya.

—- The Reason Is —-

“Sayang.. bagaimana kabarmu?” seorang wanita terduduk menyimpan sebuket bunga Camelia Pink, sesuatu yang menunjukan kerinduan terdalamnya pada seseorang dan barang lain yang biasa ia bawa saat mengunjungi prianya yang mungkin sudah bahagia di surga-Nya.

Flashback

“Apa yang kau lakukan?” Tiffany berusaha menahan tawa dan senyum bahagianya melihat Yoong sudah berdiri di depan pintu rumahnya, terlihat begitu tampan dengan busana bergaya royal casual-nya. Melihat suaminya berdandan seperti itu membuat Tiffany merasa seperti seorang putri yang sedang dijemput oleh pangerannya.

“Menjemputmu?” Yoong mengeluarkan sebuket bunga berisi tulip putih yang melambangkan permohonan maafnya, tulip merah yang mendeklarasikan cintanya pada sang istri dan tulip kuning sebagai hadiah bagi kekasih hatinya, Tiffany Kwon.

.

.

.

“Yoong.. ini sungguh indah!” Tiffany tak bisa menahan semangatnya mengitari sebuah taman kecil yang baru kali ini ia lihat.

“Aku sengaja membuatnya untukmu dan keluarga kecil kita.” Sejak beberapa bulan ini Yoong menetap di LA, mengurusi bisnisnya dari kampung halaman sang istri yang masih belum mau pulang bersamanya ke Seoul, rumah mereka.

Boa menyarankannya untuk menetap dulu di LA selama hubungan putranya dan menantunya itu belum membaik. Ia menawarkan sebuah rumah mewah minimalisnya yang ia beli beberapa tahun lalu saat Yoong kabur ke Amerika dan Boa terpaksa harus menjaga putranya dari jauh dalam diam.

Melihat rumah itu, Yoong terinspisrasi untuk membuat taman kecil di halaman belakangnya yang dulu tak seindah sekarang.

“Aku tidak pernah bosan meminta ini padamu. Kembalilah padaku. Pilihlah aku, jangan pria itu..” permohonan itu terdengar begitu manis meskipun benar… ini bukan kali pertama Yoong memintanya untuk kembali padanya, menjalin hubungan mereka seperti dulu, saat hubungan mereka belum serumit ini.

“Euhm… baiklah?” tawa dan teriakan penuh kebahagiaan itu tak tertahankan dari keduanya. Yoong mengangkat istrinya itu, membuat Tiffany berteriak kaget meskipun ia menyukainya. Yoong bawa istrinya itu dalam pelukannya. Ia memeluk Tiffany cukul lama, mengecup kepala istrinya itu berkali-kali, seakan istrinya itu akan menghilang darinya dalam sekejap.

“Aku mencintaimu..” Senyum itu mengiringi kecupan yang Yoong bagi dengan wanitanya.

“Aku juga mencintaimu Mr.Kwon.. dan aku tak pernah meragukan itu.” dan kebahagiaan itu kini kembali Yoong raih dalam hidupnya meskipun ia tak pernah tahu kemana takdir akan membawa mereka.

.

.

.

“Kau tidak akan masuk?” Tiffany masih belum melepaskan genggaman tangannya pada sang suami yang tersenyum menyesal menggelengkan kepalanya.

“Soo tadi mengirim pesan, malam ini adalah deadline draft kontrak untuk kerjasama kami bersama Oorido Group.”

“Dan kau tidak bisa mengerjakannya disini?” Senyum manja polos tapi menggoda itu Tiffany berikan pada suaminya yang ia yakin tak bisa menolaknya.

“Aku hanya akan fokus padamu jika aku mengerjakannya disini… kau tahu itu Mrs. Kwon” Yoong tertawa mengecup hidung istrinya yang sadar bahwa jebakannya kini gagal. Ia tertawa kesal melihat sang suami yang tak luluh dalam godaannya.

“Baiklah.. kabari aku jika kau sudah tiba disana” Yoong menganggukan kepalanya, kembali menikmati ciuman yang diberikan oleh wanita yang akan selalu menjadi sumber kebahagiaannya.

.

.

.

“Heumh.. mengapa malam ini begitu dingin?” Yoong mengecilkan ac di mobilnya, ia kembali memfokuskan perhatiannya pada jalanan di hadapannya. Jalanan sudah cukup sepi, sehingga wajar baginya untuk memacu kendaraannya lebih cepat dari biasanya.

“Selesai kontrak ini.. aku akan membawa mereka berlibur!” Bayangan wajah bahagia Jisoo, Stephen dan istrinya bermain di pikirannya. Ia bisa membayangkan tawa dan lincahnya Jisoo dan Stephen saat bermain di pantai nanti.

“Ahh.. kalian pasti akan menyukainya..” Senyum di wajah Yoong segera tergantikan saat seorang pengendara motor yang berbeda arah dengannya terjatuh dari motornya membuat motornya itu berjalan berputar ke arah mobil Yoong yang berusaha menghindarinya tapi malah akhirnya terbang setelah mengenai mobil itu.

End Of Flashback

“Aku merindukanmu..” Lagi.. air mata itu lagi lagi turun tak permisi dari sumbernya.

“Aku mencintaimu..” Tiffany mengelus foto yang tertempel di pusara itu. Ia mencoba menahan tangisnya, mengeratkan pelukan pada dirinya, mencoba menghilangkan sakit di dadanya karena kerinduan yang mendalam ini, yang selalu datang saat ia mengunjungi makam pria yang begitu dicintainya hingga hari ini.

—- The Reason Is —-

“Jangan buka matamu” seorang wanita yang masih dalam piyama merah mudanya tersenyum sunyi dalam keterkejutannya. Ia bisa merasakan tangan itu menutup kedua matanya dengan lembut, membuat dirinya terbawa dalam kenyamanan itu.

Flashback

“Tiff..” Tiffany masih belum mengalihkan pandangannya dari pria yang masih terlihat begitu tenang dalam tidurnya.

“Oppa.. jangan sekarang.” Tanner yang masih berdiri di sampingnya tahu arti kalimat itu. Ia menepuk pundak Tiffany pelan sebelum pergi dari ruangan perawatan intensif tempat Yoong dirawat selama beberapa minggu ini.

.

.

.

“Dad.. Dad.. Dadaa” Jisoo tersenyum melihat sang ayah yang menggerakkan beberapa jarinya lemah. Ia berusaha membangunkan ibunya yang terlihat kelelahan tertidur dalam duduknya di samping sang ayah.

“Mom… Mom..Maaaa” teriakan dari Jisoo akhirnya membangunkan Tiffany yang segera mengalihkan fokusnya pada putrinya.

“Sayang.. ada apa?” Meskipun masih mengantuk ia membawa Jisoo dalam pelukannya, cara yang paling ampuh untuk menenangkan sang putri.

“Dadaa.. Dadaaa.. Up.. Up Mom!” Mengerti maksud putrinya itu, Tiffany segera menurunkan Jisoo dari pangkuannya. Ia segera menghampiri sang suami yang mendesah kesakitan dalam tidurnya meskipun jari jemari suaminya itu masih bergerak dengan lemahnya.

End Of Flashback

“Bukalah” Firm yet Gentle… suara itu membuatnya selalu terjatuh lebih dalam pada suaminya itu.

“Yoong…” Tiffany tak bisa menahan tangis haru dan bahagianya melihat apa yang ada di hadapannya matanya.

“Happy Anniversary My Queen..” Yoong menerima pukulan kecil di dadanya saat ia memanggil istrinya itu ‘Queen’. Ia tertawa membawa Tiffany untuk melihat lagi lebih dekat kejutan yang ia siapkan bersama keluarganya.

Saat ini Yoong dan Tiffany berada di balkon rumah liburan mereka di Jeonju. Di bawah balkon adalah taman yang sudah dihias serta didekorasi oleh Yoong dan teamnya untuk acara hari ini dengan semua ornamen berwarna pink dan ungu pastel, warna favorit sang istri. Rangkaian bunga mawar merah dan putih beriringan dengan lampu led yang membentuk animasi unik dan lucu, menggambarkan sebuah cinta yang abadi dan tak pernah padam.

“Happy Anniversary Mom.. Dad..” Jisoo dan Stephen membawa Cheesecake Jepang favorit kedua orangtuanya yang dihias begitu cantik khusus untuk acara hari ini.

“Aw.. terimakasih sayang” lilin-lilin itu Tiffany dan Yoong tiup. Jisoo tersenyum begitu cantik seperti biasanya menerima pelukan dan kecupan dari kedua orang tuanya begitu pula Stephen.

“Hei jangan lupakan kami!” Yoong tertawa melepaskan pelukan itu. Ia melirik ke bawah balkon dan melihat para sahabatnya masih di bawah dengan senyum bodoh mereka yang memikat hati para wanita yang melihatnya.

“Biarkan saja!” Jessica berteriak membalas ucapan suaminya. ย Yujin dan Seohyun berjalan menghampiri Jessica, mengecek suami mereka.

“Sayang.. aku kedinginan disini” dengan gaya manjanya Tanner berbicara pada Seohyun, istrinya.

“Sica.. kau tidak mau aku semakin kurus kan karena kedinginan disini?” Jessica menatap suaminya itu sebentar sebelum mengalihkan perhatiannya pada Yoong dan Tiffany.

“Happy Sweet Seventeen!!!” Yoong dan putra putrinya tertawa melihat kelakuan Jessica yang begitu semangat membawa Tiffany dalam pelukan grupnya bersama Yujin dan Seohyun.

“Wow… kalian seperti remaja yang sedang merayakan ulang tahun ke 17-nya.” Boa berkomentar sambil berjalan menghampiri Yoong beserta yang lainnya.

.

.

.

“Yoong.. Aku bahagia” pesta kejutan hari jadinya sudah selesai. Yoong dan Tiffany kini sedang berbaring berdekatan, lebih tepatnya tubuh Yoong mendekap hangat dan erat sang istri yang begitu nyaman berada di dalamnya.

“Syukurlah..” kepala itu kembali Yoong kecup dalam diam.

Suasana malam ini begitu tenang, nyaman dan menyenangkan. Cocok dengan mood mereka saat ini.

“17 tahun.. aku tak menyangka akan selama ini. Aku berharap semuanya tak berhenti disini.” Tiffany mengeratkan genggaman tangan sang suami yang ia simpan di perutnya.

“Tentu.. akan ada tahun-tahun lainnya setelah ini, jika Tuhan mengizinkan Sayang.” bersama Yoong seperti sekarang, Tiffany selalu merasa bagaikan seorang remaja yang jatuh cinta pertama kali. Rasa yang menyenangkan dan mengenggembirakan ย itu tak pernah memudar walaupun usia mereka kini tak semuda dulu.

“Banyak orang yang berkata hubungan kita aneh.” Senyum itu terbangun takala Tiffany memainkan jari jemari sang suami di perutnya, mengelus perutnya itu dengan milik suaminya.

“Maksudmu?” rasa penasaran itu muncul dan Tiffany mrnyadarinya.

“Mereka selalu bilang bahwa hubungan kita terlalu sempurna untuk menjadi sebuah kenyataan. Bukankah itu lucu? bagaimana kita masih bertahan hingga hari ini dan membuktikan bahwa ungkapan mereka benar adanya.”

“Kau mau tahu jawabanku?” Tiffany menganggukan kepalanya, bersemangat mendengar jawaban suaminya.

“Dalam cinta ada nafsu di dalamnya. Ada berjuta alasan yang menyertainya. Ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama, ada yang karena waktu dan proses, ada yang karena sudah terbiasa, karena terpaksa dan alasan lain yang menjadi embel-embelnya.” Jika Yoong sedang seperti ini, Tiffany selalu merasa suaminya itu bagai Guru kehidupannya. Ia mengecup kedua tangan yang selalu menggenggamnya hangat dan nyaman seperti saat ini.

“Tidak ada hubungan yang sempurna di dunia ini kecuali jika kita menyertakan Tuhan di dalamnya.” Memiliki suami seperti Yoong adalah keberuntungan dan berkah tersendiri bagi Tiffany. Mungkin sulit untuk mempercayai bahwa pria seperti Yoong itu ada ditengah jutaan pria brengsek yang hanya menganggap wanita sebagai pemuas nafsu mereka ataupun sebuah piala yang diperebutkan bukan untuk dicintai, hanya sebagai alat untuk sombong dan pamer.

“Kau tahu.. jika aku mencintaimu hanya karena kecantikanmu, mungkin aku akan meninggalkanmu jika kecantikan itu telah hilang. Jika aku bertahan bersamamu karena sesuatu, maka jika sesuatu itu hilang darimu, aku pasti akan meninggalkanmu.” tangan itu Tiffany bawa ke kedua pipinya, membiarkan Yoong merasakan hangat pipinya saat ini mendengar kata-kata manis dan mendidik dari suami tercintanya itu.

“Tidak munafik ya.. kita menyukai seseorang pasti pertama dari fisik terlebih dulu. Hanya saja seiring berjalannya waktu, seseorang pasti semakin dewasa dan bisa mengubah pandangannya pada saat dia akan mencari pasangan hidupnya.” Yoong terdiam sejenak merasakan kedua tangannya itu mendapat kecupan lembut dan hangat dari sang istri yang begitu manis padanya dari hari ke hari, mungkin level kemanisan dalam hubungan mereka kini seimbang. Biasanya Yoonglah yang lebih sering berinisiatif membangun kemesraan diantara mereka.

“Jika aku harus jujur, dulu.. saat Hyung memberikan pesan terakhirnya untuk menjagamu dan Jisoo, aku panik. Aku tak tahu apakah aku sanggup menjadi seorang suami untukmu.”

“Orang bilang jika kau sudah berani untuk menikahi seorang wanita, maka kau harus sudah siap untuk menjadi ayah, ibu, adik, kaka, sahabat, dan kekasih bagi wanita tersebut. Kau tahu.. di usiaku saat itu, pria sebayaku kebanyakan masih bebas mengejar pendidikan, karir, mimpi dan cita-cita mereka. Sedangkan aku, mungkin orang akan menilaiku bodoh karena terlalu baik dan naif sehingga aku begitu bertekad untuk menikahimu, sesuai permintaan Taeyeon Hyung.”

“Apa kau menyesalinya?”

“Bagiku.. sebuah keputusan menghasilkan konsekuensi. Dan apapun itu tak ada penyesalan di dalamnya selama aku yakin apa yang kujalani itu benar dan Tuhan selalu mengiriku di setiap langkahku.”

“Mengenal dirimu hingga hari ini adalah sebuah berkah tersendiri bagiku. 17 tahun ini tak selalu diiringi dengan tawa. Ada waktu dimana kau dan aku menangis karena kebodohan kita dalam menjalani hubungan ini. Tapi selama itu, Tuhan memberkahi keluarga kita dengan banyak kebahagiaan di dalamnya. Menyesali keputusanku untuk masih bersamamu hingga hari ini adalah salah satu bentuk pengingkaran atas semua nikmat yang telah Dia berikan padaku.” Yoong bukan hanya seorang suami, tapi pria itu adalah pemimpin hidupnya, seseorang yang membuatnya bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan, bukan hanya dunia dan berbagai tipuan di dalamnya.

“Be gratefull and God will give us more.. begitu?” Yoong menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan istrinya itu. Ia mengecup puncak kepala sang istri untuk kesekian kalinya, merasa bersyukur istrinya itu adalah teman hidup yang kooperatif baginya.

“Apa yang terjadi jika aku tak bertemu denganmu dulu?” Yoong tertawa mendengar hal itu.

Tiffany.. istrinya itu, ia tak pernah berhenti berimajinasi tentang hubungan mereka dan itu menyenangkan.

“Mungkin kita takkan seperti ini?” Tiffany melepaskan genggaman tangannya, ia melepaskan dirinya dari dekapan sang suami.

“Dan kau bahagia?” wajah sedih itu begitu cute… membuat Yoong ingin melampiaskannya penuh cinta.

ย “Euhm.. mungkin?”๐Ÿ˜ฌ

“Yah!!!” Malam itu dipenuhi dengan pukulan kecil, tawa, kecupan, ciuman dan tangisan kenikmatan bagi keduanya. Dan cerita bahagia yang begitu manis ini harus berakhir disini ^_^

Fin

==============

=========

====

Ff selanjutnya yang harus dibereskan adalah…..

isi di kolom komentar ya ๐Ÿ˜˜

Iklan

65 pemikiran pada “The Reason Is Part XII-Final | Im Yoona | Tiffany Hwang

  1. Sblmny thanks utk author yg pertama knlkn q Couple Selingkuhan. bgku couple ini romantis^^. n thanks jg crtny yg sgt indah n keren bnyk hikmah yg bisa diambil dr crt ini.
    Akhir yg udh psti kita dg sblmny bhwa mrk akn kmbli bsm krn cinta n takdir. wlpn crtng bny kejutan yg tdk kita sangka.
    Sng bcny dr awl ampe akhir ini, jd pgn bc lg n lg…
    Crt n pairing ini sesuatu yg br lg utk bc selain Royal Fams. so trs ditggu FF slnjutny n sekali lg daebak utk Risma๐Ÿ‘
    Wlpn krg kena konflikny tp scrny kslruhan q sk bgt^^

  2. Wow, sudah final thanks thor sudah mau bikin couple kesayangan gw selain yoonsic mudah-mudahan tidak bosan untuk membuat fanfic tentang mereka lagi terima kasih banyak author!! Thanks juga udh ngembaliin yoonfany gww wkwkwk emg yoong suami de bestlah dan mudah-mudahan juga begitu di ff secret waltz yoonfany kembali wkwkwk egois dikit gpp ya thor. Terimakasih

  3. Aduhhh aku bacanya kebut”an lebih fokus sama fany abis aku pusing baca flashback sama endflashback tp intinya mah ttp happy ending walaupun didahului badai dulu sebelumnya hhhe lanjut thor

  4. duhh alurnya bikin pusing ya maju mundur cuantiikk hahaa
    tapi akhirnya happy ending semuanya di kirain yoonfany bakal pisah gitu gegara tanner dan di kirain juga yoongnya metong gtu tadi trs fany nikah lagi sama tanner ehh ternyata ehh ternyata hahahaaa hampir aja ketipu

  5. saking bnyk flashback ny sejujurnya gue bingung thor..
    endingny yoong dah g ada ia kan?? atw gmn sih thor..
    tp rada gantung.. msh ad gt yg krg diperjelas atw perasaan gue aj yahh๐Ÿ˜ฑ
    tp ttp keren crita loe thor.. bwt sekuelny dong thor.. hehe..
    gomawo dh di endingin wlwpn sbnrny gw lum puas dgn hsl crita nye ..

    • hehe yg bikinnya juga aga bingung sebenernya pas baca lagi. Tapi sengaja ko, biar kalian ga cukup sekali baca cerita aku๐Ÿ˜‚
      Yoong ga mati ko, jadi dari alur update ini, aku sengaja bikin kalian mikir bahwa Yoong mati, padahal kan ngga๐Ÿ˜‚
      makam yg fany kunjungi itu makam taeyeon
      kan yoonfany masih ngerayain anniv ke 17, masa Yoongnya mati๐Ÿ˜‚
      Thanks btw sudah baca

  6. Wahhhh akhir nya happy ending jg tpi terharu jg kisah cinta yoonfany penuh lika liku so romantic and perfec couple .. wlupun bnyk rintangan yg sllu berusaha memutuskn mreka ttep aja yg nama nya cinta sejati bakal balik lgi ke takdir nya bener bener keren .. thanks bwt nih pic keren … ^^ lanjut yg ernad jg thor .. penasran sma crt itu .. hehehe tpi yg pic lain jga heheheh ๐Ÿ™‚

  7. Fin nya sangat mengharukan, yoonfany itu sangat jarang di jadikan untuk ff, entah kenapa moment moment skg memang lg sering banget liat yoonfany di ig snapchat juga jadi gampang membayangkan dan ceritanya bikin feel nya dapet, jadi ingin baca yoonfany lg atau yoonsic hm hehehe maaf ya tor aku reader baru…

  8. First of all sebenernya saya udah dpt spoilernya hahaha…
    udah nunggu updatean ff ini cuma bersyukur akhirnya ffnya di update juga…
    Hmmm minkyung/mikyung hebat jadi wanita tegar ngelepas soo, cuma kalo dia ga lepas soo pasti soo jd bayang2 hidupnya. Cm penasaran dengan kehidupan mereka. Apakah seulgi punya appa baru?
    Finally SOOSIC back again ^^ thanks jessi udah give soo kesempatan dan akhirnya soosic bahagia dengan their twin shinbi sm yuju.
    Untuk pasangan yuri sm yujin kan ya ? Wkwk apa sama yejin? Haha saya ketuker nih namanya wkwk pokoknya keren istrinya yul kesannya over protective yg kek punya mata2 cuman ga salah sihh wkwk dan akhirnya kebongkar kan kalo yuri kena sihir. Dan hidup bahagia mereka hehe
    Saya senang loohhh anak yg jieun kandung dr yoong keguguran, klo ga apakabar hubungan yoonfany? Ji eun hargailah pasanganmu wooyoung haha try to love him back like u love yoong.
    And finally last couple yoonfany, my fav in this fanfic.
    sempet kesel dengan kehadiran tanner hehe cuma yoong untungnya kekeh maksa tiff utk balik lagi sm dia hehe walaupun dia akhirnya kecelakaan dlu wkwk aduh yoonfany udh anniv ke 17 beda staun lah umur pernikahan yoongfany. Ini yg awet muda mereka atau aku? Walaupun berakhir bahagia aku merasa moment yoongfany kurang greget hahah. Ada sedikit typo wkwk cm satu kata doang sih keknya haha.
    Trus aku mau ff yang dilanjutin earned it boleh, yoonfany lagi boleh? Jangan yoonsic haha. Apapun lah ff yang akan di update saya akan senantiasa membaca hehe ^^ di tunggu updatean ff lainnya.
    Maaf ga pernah jadi yang first , jd yang thr last aja deh biar di inget. #loh
    Thanks for the update ๐Ÿ™‚ keep writing !!
    Overall ini cerita very good menceritakan kehidupan pernikahan yang bisa kita jadikan panduan untuk masa lalu maupun masa depan kita #asik..
    Tetep semangat ya update ff yang lain ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

  9. skali aj kok gue bacany thor..
    makam taeyeon toh..
    kirain yoong krna soo sm istriny si yul (lupa namany ๐Ÿ˜€) ngomong kangen sm yoong kan.. suasanany dstu kirain kangen yoong karna udah yoong gk ada krn kecelakaan tu., kirain nisan tu punya yoong ..halah..kpikiran ke sana deh gue haha.. salah toh gue.. (efek kebingungan krna bnyk flashbackny kali gue ya).. haha..

  10. Wkwkaaka thorrrrrr hhaallloooooooo
    Happy ending jgggg
    Wkwkw
    Kirain si yoong bkl pergi
    Eh tau ny kgk
    Wkwkwkwkwkwkw
    Yoonfany ๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–
    Kerennn thorrr
    Sekian laamaaa
    Wkakkakakakaa

  11. itu yoong kirain meninggal. omoooo bacanya sempet sedih klo beneran.
    kmrin pengin cepet end sekarng udah end rasanya gak rela๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž.
    tapi seneng bgt akhirnya rumah tangga yoonfany bisa diselamatkan.
    epep selanjutnya pengin secret walzt….

  12. Yeaayyy happy ending semua bahagia dengan pasangan masing2. Ada pelangi setelah hujan, dibalik semua kesusahan yg mereka jalani selama ini bakal ada banyak pelajaran yg akan mereka ambil. Banyak pelajaran hidup dr ff ini yg bisa gue ambil. Bisa jadi motivasi juga haha XD
    Ff apa ajalah terserah, yg penting dilanjutin wkwk. Makasih nih buat authornya mau ngeluangin waktu buat memuaskan para reader dgn tulisannya kekekek XD

  13. Wkwkwk endingnya keren walo menurut gw agak dipaksakan ya,jangan marah thor karena itu menurut gw..
    Akhirnya cobaan mereka berakhir juga setelah diterjang oleh badai n gw pikir yoong meninggal gara2 ucapan ambigu dr yujin diatas yg gw lupa dialognya apa..
    Berhari2,berminggu2 gw nunggu updatean dr u ampe akhirnya gw lupa n sibuk juga ama kerjaan n lupa ama wp tp akhirnya kelar juga nih ff karna the reason is ff paling yg gw tunggu setelah earned it makanya gw berharap setelah ini earned it dilanjutin lagi

  14. anyeong ka risma lama tak berjumpa akhirnya nulis lagi,mianhae baru bisa komen lagi maklum lagi sibuknya ngurus sekolah,,btw ff nya udah ending aja lanjut ff baru sepertinya oke?

  15. Finally, Yoonfany kembali bersama. Anyway ini pertama kalinya loh gua baca yg castnya itu couple selingkuhan(?) tapi gua seneng banget bacanya. Biasanya gua baca ff selalu taeny dan terkadang yoong menjadi orang ketiga atau keempat(?) tapi kali ini dia jadi PU + jadi couplenya fany. Semangat terus buat authornya, gua mau coba baca my lady yah thor moga bisa nyantol kayak ff ini hehehe

  16. Hello author, selamat malam. Ahh komenan pertama bingung mau komen apa huhu well sebenernya gue udah lumayan lama ngunjungin blog ini, udah baca hamper semua ff lo( well sebenernya cuma ff yoonfanysic doang yg gue baca) dan kemaren udah lumayan lama juga ngga buka blog ini karna waktu itu lo sempet lama ngga ngelanjutin ff lo, dan pas buka lo udah namatin ff ini ternyata. Demi tuhan maafin gue yg udah jadi silent reader lo dan baru kepikiran buat komen, bukannya bermaksud ngga ngehargain lo tapi emang waktu itu lagi sibuk banget sama tugas kuliah dan gue juga baru banget punya akun blog kaya gini karna gue juga belom lama jatuh cinta sama soshi dan jadi demen baca ff. Tapi setelah baca beberapa curhatan lo gue jadi mikir sebegitu jahatkah gue ngga bisa ngeluangin waktu sedikit aja cuma buat komen, well gue emang jahat huhuhu sedang lo dengan baiknya ngeluangin waktu buat nulis, buat bikin karya yang sebegini bagusnya. Maafin gue banget yaa thor , maafin juga gue jadi curhat. Well, kalo soal cerita gue bener bener suka sama karya lo, gue suka gimana gaya nulis lo, bahasa lo, tulisan lo yg rapih (walaupun masih sedikit ada yg berantakan menurut gue) dan gue juga suka sama gimana lo menggambarkan satu kejadian dengan bahasa lo yg enak dan nyaman buat dibaca dan itu bikin gue bisa masuk ke cerita dan dapet gambaran kejdian dari cerita yg lo tulis. Alur cerita lo gue suka, kayanya ff ini, the reason is dan juga kalo ngga salah ff lo yg red silky line yg di aff gue juga udah baca, mungkin ff ini udah gue baca sampe lima kalian ada. Pokoknya gue suka banget sama ff lo yg 2 ini, yoong di the reason is itu pria idaman banget, dari awal cerita sampe tamat lo udah bikin gue jatuh cinta ama sifat yoong semakin dalam dan dalam lagi *eahhh yoong yang bisa nerima tiffany apa adanya ngga peduli dengan masa lalunya yg bisa dibilang murahan, jadi suami dan daddy yg baik, dan yg paling bikin gue jatuh cinta adalah kejujurannya, dia berani jujur sama tiffany kalo dia udah tidur sama cewe lain walaupun dia tau tiff bakalan kecewa, dan dia juga pantang menyaerah buat dapet tiff lagi pas tiff pergi dan ketemu sama tanner yg jelas jelas mirip sama taeyeon. Aduhh thor gimana bisa lo bikin manusia sesempurna yoong dan bikin gue jatuh cinta sejatuh jatuhnya? Duh pokoknya suka sesuka sukanya sama ff ini dah. Okey maafin bacotan gue ini ya thor, maaf buat ff the reason gue komennya jadi satu disini yak. Ditunggu buat karya lo selanjutnya. Selamat malam dan selamat berimajinasi.

  17. akhirnya kelar jga bacax, aku komen dsni aja yah, yg di part 4 Hottt bgt yoonfany kykx 100 ronde tuh ๐Ÿ˜…, jatuh cinta bgt sma karakter yoong ๐Ÿ˜, kok ad yah cwo kyk dy, perfect man. Fany so lucky. Thnk u yah risma udh kasi Happy ending buat my yoonfany, smpt kesel sama si jieun penggoda, di tmbh si tanner Kwx taeyeon. smpe skrg ff mu ngk ad yg mngecewakan ๐Ÿ˜‰ daebakkk as always. Trus brkrya yah risma, ff mu mnginspirasi dan sllu di tnggu, Hwaiting โ˜บ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜†

  18. yuhuuuu..
    happy ending juga..tapi td bacax agak kwtr wkt yoong kcelkaan n kirain mati..
    kirain tadi juga fany nikah sama si tanner trnyta seohyun..
    aq seneng ada sinb n yuju d sni n jadi anakx soosic..
    happy sweet seventeen ya yoongfany๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s