The Reason Is Part XI | Im Yoona | Tiffany Hwang

PhotoGrid_1433229613316

SNSD, Yoona, Tiffany Hwang

“Fany-ah..” Yoong mencoba menggenggam tangan itu tapi rasanya begitu sulit. Istrinya itu terasa begitu jauh baginya meskipun mereka kini begitu dekat, sangat dekat.

Lama mereka diam, lebih tepatnya Tiffany. Wanita itu tak bisa berkata apapun setelah mendengar pengakuan suaminya. Pikirannya berkata itu semua bukan apa apa tapi hatinya menolak. Hatinya menolak untuk menerima fakta bahwa suaminya telah tidur dengan wanita lain. Pikirannya bisa melupakan hal itu tapi hatinya akan selalu mengingat.

Mind can forget but heart remember.

Sama.. semuanya takkan pernah menjadi sama lagi seperti dulu.

It will never be the same.

Itulah yang hatinya teriakan sejak tadi dalam diamnya.

“Yoong.. Kau ingat.. aku pernah bilang padamu bahwa apapun yang terjadi denganmu dan Jieun, aku akan selalu mencintaimu.” Yoong mengangguk, kesadarannya kini berangsur kembali. Tangan itu berhasil ia genggam dan takkan ia lepaskan. Mereka kini saling saling berhadapan ke arah mata angin berbeda.

“Itu adalah janjiku dan aku akan menepatinya.” Senyum itu… Yoong tahu bahwa ia telah benar-benar menyakiti hati istrinya dan ia sangat menyesali itu.

Tiffany menutup kedua matanya sebelum kembali berbicara. Rasanya… ia tak bisa merasakan apapun. Yoong tak mengkhianatinya. Tidak.

Waktulah yang mengkhianatinya. Keadaanlah yang mencuranginya. Skenario Tuhanlah yang telah menyakitinya. Hati dan cintanyalah yang membebaninya. Dan perasaannyalah yang membunuhnya.

“Yoong.. aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Yoong mengecup kedua tangan yang digenggamnya. Entah mengapa ia merasa seperti ini adalah yang terakhir untuknya dan ia tak mau hal itu terjadi.

“Kau tahu… Michelle tadi pagi menelpon. Daddy sakit dan aku rasa aku harus menjenguk dan merawatnya.” air mata itu akhirnya tumpah juga. Tiffany mencoba tak mengeluarkan tangisnya.

“Baiklah.. Kita bisa menjenguk Daddy besok.” Yoong tahu bukan jawaban itulah yang Tiffany inginkan.

Tiffany menggelengkan kepalanya dan Yoong tahu bahwa ketakutannya mungkin akan benar terjadi.

“Hanya aku dan anak-anak yang akan berangkat.” Sesuatu seperti menyambar Yoong dengan cepat. Rasanya tubuhnya begitu lemas.

“Izinkan aku pergi dulu Yoong. Berikan aku waktu untuk menerima semua ini. Aku tahu aku telah mengizinkanmu untuk menghabiskan akhir pekanmu bersama Jieun. Aku yang telah mendorongmu untuk mengikuti kata hatimu tapi aku tidak tahu bahwa ternyata ini begitu menyakitkan dan aku belum sanggup untuk menerimanya.” Ada ketegaran yang berusaha Tiffany tunjukan pada suaminya meskipun pada nyatanya hatinya begitu sakit mendengar hal itu.

“Fany-ah..” Yoong menggelengkan kepalanya, menolak hal itu. Ia tak ingin berpisah dengan istrinya.

“Give me time Yoong.. Give me a break.” Tatapan penuh permohonan itu tak bisa Yoong hindari. Tak butuh banyak kata karna mata itu telah menceritakan semua apa yang istrinya rasakan.

“Sayang maafkan aku.. kumohon jangan lakukan ini..” Yoong peluk Tiffany begitu erat. Tangis itu keluar tapi bukan Tiffany pemiliknya. Yoonglah yang menangis di puncak kepala istrinya. Ia tak bisa jika harus jauh dari Tiffany. Bagaimana ia bisa jauh dari seseorang yang telah menjadi kebutuhan dan adiksinya?

“Yoong.. apa kau mencintaiku?” suara itu menghentikan tangis yang kini menghinggapi keduanya. Tiffany tak bisa menahan tangisnya lagi mendengar tangis penolakan dari Yoong akan permintaannya tadi.

“Aku mencintaimu Tiffany Hwang.. aku sangat mencintaimu Sayang.” Tangis itu terhenti, digantikan dengan sedikit cegukan, seperti anak kecil yang kelelahan menangis karena kehilangan sesuatu.

“Terimakasih Yoong.. Terima kasih. kumohon berikan aku waktu dulu untuk sendiri. Lepaskan aku untuk sementara waktu. Biarkan aku menenangkan diri dulu. Aku juga yakin kau membutuhkan itu. Kau tahu.. jika kita memang ditakdirkan bersama selamanya, aku akan kembali padamu.” Tiffany mengecup bibir suaminya pelan, mencoba menyampaikan apa yang ada di hatinya saat ini. Malam itu, Yoong tahu bahwa ia telah memadamkan satu kebahagiaan dalam hidupnya dan itu adalah Tiffany, wanita yang begitu dicintainya.

—- The Reason Is —-

“Jadi.. apa kau mau menjelaskan sesuatu Choi Sooyoung?” Jessica masih dalam mode terdinginya. Ia duduk berhadapan dengan sang suami yang menunduk dan tak berani menatapnya. Mereka kini sudah berada di rumah.

“Kau.. adalah ayah biologis Seulgi?” Lagi.. Sooyoung hanya diam. Itu membuat Jessica naik pitam. Ia menggebrak meja makan mereka.

“Choi Sooyoung!!!” teriakan itu terbalut tangisan yang begitu menyakitkan. Sooyoung menangis dalam diam melihat wanita yang masih memiliki porsi di hatinya itu terlihat begitu kacau, hancur.

“Kumohon bicaralah. Tolong jangan seperti ini.” Tangis yang tak ingin Jessica keluarkan itu akhirnya pecah. Ia menangis begitu lemah, tak seperti gebrakannya tadi.

“Seulgi bukan anak biologisku. Aku hanya menjalankan peranku yang berpura-pura menjadi suami Mikyung, ayahnya. Tapi selama perjalanan itu aku.. Mikyung dan Seulgi selalu ada untukku.”

“Dan aku tidak pernah ada untukmu?” pertanyaan itu menusuk langsung ke hatinya. Sooyoung terdiam tak bisa berkata-kata.

“Apa itu benar? kau merasakan itu?” Jessica yang dingin kini berubah menjadi lembut. Nada yang merdu itu terbalut rasa kecewa dan sedih luar biasa.

“Sica… bukan itu maksudku.” rasa bersalah itu kini memeluknya begitu erat. Sooyoung tatap kembali kedua mata yang sejak dulu selalu berhasil mengalihkan dunianya.

“Lalu apa? apa yang membuatmu seperti ini?” Nada Jessica bergetar, ada tangisan yang ia coba tahan. Ia tak mau menangis karena hal ini meskipun hatinya begitu sakit.

“Sica.. maafkan aku.” Tak ada kata lain yang bisa Sooyoung ucapkan. Ini adalah kesalahannya. Jika saja Sooyoung dulu bisa mengutarakan semua kekesalan, amarah dan kekecewaannya pada Jessica, mungkin semua tak serumit ini.

“Aku tahu sepertinya.” Jessica tersenyum kecil. Dia tersenyum menutup kedua matanya, membiarkan air mata itu dengan bebasnya mengalir. Tangis itu tak ia keluarkan, hanya kesunyian yang menjadi melodi kesedihannya. Semua moment dengan Sooyoung kini mulai bermunculan layaknya film yang berputar begitu cepat. Dadanya sesak mengingat semua moment itu. Moment disaat mereka pertama bertemu, saat Sooyoung dengan gigih mengejar dirinya, saat masa pacaran, saat dengan manisnya pria bermarga Choi itu melamarnya, saat ia dan Sooyoung mengucap janji sehidup semati mereka dan kehidupan rumah tangga mereka yang tak sempurna ini.

Kekecewaan itu sedikit berkurang saat Jessica mengingat lagi bagaimana Sooyoung selalu mengalah padanya. Suaminya itu jarang sekali menunjukan kecemburuannya bahkan saat Jessica harus melakukan adegan bercumbu dengan lawan mainnya di dramanya dulu, ataupun saat ia harus berpose sangat seksi dengan model atau aktor tampan lainnya yang tak kalah tampannya dengan Sooyoung. Komunikasi mereka yang terkadang terputus karena Jessica terlalu sibuk dengan pekerjaannya di dunia hiburan. Sering sekali Jessica melewatkan janji makan malam mereka, bahkan di ulang tahun suaminya pun, Jessica pernah melewatkannya.

Suaminya itu.. dia adalah orang yang baik. Mungkin semua kekurangannya tadi yang membuatnya seperti ini.

“Semua orang pasti akan kecewa bila tahu pasangannya berpaling. Bukan maksudku melukai hatimu. Maafkan aku membuat hancurnya hatimu tapi aku.. aku menyukai Mikyung.”

“Aku takut kehilanganmu bila aku jujur padamu. Aku takut kau meninggalkanku. Aku tak bisa membayangkan hidupku tanpamu Sica…”

“Lalu mengapa kau masih melakukan ini?” Sooyoung tak tahu bahwa nafsunya telah membawanya kesini, dimana ia melihat sinar di kedua mata yang begitu bahagia tadi telah padam tergantikan dengan luka, sedih, penghianatan dan kekecewaan yang begitu besar.

“Maafkan aku..” Kata maaf, sepertinya Jeesica mulai muak mendengarnya.

“Kau tidak perlu meminta maaf padaku Soo. Kita semua mempunyai salah begitupun aku. Kau tahu.. karena semuanya sudah terjadi, lebih baik aku memberitahukanmu sekarang.” Tak ada rasa bersalah yang ia tunjukan ke Sooyoung meskipun hati Jessica menyesal telah membunuh janinnya dulu.

“Hampir setahun yang lalu.. aku hamil dan aku menggugurkannya. Minyoung Unni memberiku pilihan apakah aku ingin menjaganya atau tidak dan aku memilih tidak karena saat itu aku masih belum siap dengan semuanya.” ekpresi wajah Sooyoung mengeras mendengar itu.

“Aku tahu..”kini giliran Jessica yang tak bisa berbicara apapun. Bagaimana bisa Sooyoung mengetahui hal itu dan tak memarahinya?

“Aku tahu hal itu. Aku mendatangi Noona beberapa jam setelah kau menjalani operasi pengguguran bayi kita. Kau tahu.. hari itu aku begitu hancur. Aku merasa tak pernah sehancur itu.” Jessica tahu ini adalah hari yang takkan ia lupakan, hari dimana semua kebenaran terungkap dan itu sangat menyakitkan untuknya maupun suaminya.

“Aku berusaha untuk melupakannya tapi aku tak bisa. Aku selalu berpikir apa kurang dan salahku hingga kau menggugurkan buah hati kita, amanah yang ingin Tuhan berikan pada kita.”

“Soo..” Tangis dalam diam itu masih berlanjut dan Jessica masih menjalaninya.

“Mikyung tepat hadir saat aku berada dalam titik terendahku dan kau.. kau tidak ada. Seulgi mewujudkan impianku menjadi seorang ayah. Mereka memberiku cinta yang belum kuperoleh darimu.” Atmosfer di ruangan itu terasa begitu berat, menyesakkan dan menyakitkan.

“Mikyung tidak pernah menggodaku. Aku yang mendekatinya terlebih dulu.” Jessica tak ingin mendengar hal itu. Ia tak ingin membenci suaminya. Cukup biarlah ia percaya bahwa Sooyoung berpaling darinya karna semua kekurangan dan kesalahan yang telah dibuatnya.

“Apa kau mencintainya? Lebih dari cinta yang kau rasakan padaku? Oh hahaha.. aku lupa.. apa kau.. masih mencintaiku?” tak ada hiburan dalam tawa itu. Hanya ada kesakitan dan luka yang berteriak di dalamnya.

“Sica.. aku mencintaimu tapi Mikyung.. aku juga tak bisa membohongi diriku bahwa dia memiliki tempat tersendiri dihatiku.”

“Aku tidak bisa bertahan bila aku tahu hatimu bukan hanya untukku Soo. Aku tidak bisa. Jadi.. hanya ada satu orang yang harus menjadi cintamu, entah itu aku atau Mikyung.”

“Sica..”

“Hubungi aku jika kau sudah menetapkan pilihanmu. Aku akan tinggal di Dorm. Semoga kau tahu apa yang terbaik untukmu.” Jessica berjalan ke pintu keluar rumah mereka. Saat Jessica akan membuka pintu ia terdiam, berbalik dan memberikan senyuman yang mungkin takkan Sooyoung lihat lagi.

“Oh ya satu lagi… Choi Sooyoung.. aku mencintaimu..” kalimat itu yang Sooyoung dengar sebelum Jessica pergi dan mungkin menghilang dari hidupnya.

—- The Reason Is —-

“Unnie… bisakah kau membuat ramuan yang lebih kuat lagi?” Ran Miran menyipitkan pandangannya. Ia menatap gadis di hadapannya heran.

” Yejin-ah.. bukankah dia sekarang sudah ada dalam genggamanmu?” Foto Yuri masih berada dalam mangkuk porseleinnya, sebuah kebiasaan jika ritual mereka akan dimulai.

Sudah beberapa bulan ini Yejin menjadi kliennya. Gadis cantik itu hanyalah salah satu dari klien-kliennya yang meminta bantuan magis padanya. Gadis itu ingin membuat seorang pria tampan bernama Kwon Yuri jatuh cinta padanya, melupakan istri dan anaknya. Sejauh ini Miran berhasil membuat pria bermarga Kwon itu tergila-gila pada kliennya.

“Kali ini dia siap berpisah dengan istrinya Unnie. Kemarin sahabat Yujin memergoki kami sedang jalan-jalan dengan anak sahabatku. Sepertinya semuanya akan segera terungkap. Yujin akan tahu bahwa suaminya berselingkuh darinya selama ini dan aku membutuhkan bantuanmu lagi untuk hal ini.” Miran terlihat berpikir sebentar sebelum menggambar dan menulis sesuatu di buku kebesarannya.

“Aku bisa membuat ramuan itu tapi resiko lain yang akan kau terima lebih besar. Mungkin kau bisa melihat buku ini agar lebih paham.” Dan Yejin tahu bahwa ini adalah sebuah keputusan besar setelah ia melihat semua yang ada di buku itu.

—- The Reason Is —-

“Yoong.. apa yang sebenarnya terjadi?” Pria yang disebutnya tadi masih serius memeriksa beberapa file di mejanya. Yoong segera membereskan file-file itu, segera berdiri menyambut sang ibu yang sudah beberapa bulan ini sibuk melakukan perjalanan bisnisnya ke di Eropa.

“Umma..” Boa segera memeluk putranya yang terlihat berantakan. Kantung mata yang begitu dalam, tatanan rambut yang tidak serapi dulu dan tubuh yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya meneriakan bahwa terjadi sesuatu pada putranya itu.

“Sayang.. aku tadi sengaja pulang ke rumahmu lebih dulu tapi aku tak melihat Tiffany dan cucu-cucuku. Mereka kemana?” sudah hampir 2 bulan ini Tiffany pergi. Wanita yang begitu dirindukannya itu masih sering membiarkan dirinya menghubungi Jisoo dan Stephen. Tapi setiap kali Yoong mencoba membicarakan tentang hubungan mereka, Tiffany selalu menghindar. Istrinya itu tak ingin membuat mood mereka menjadi jelek, maka dari itu Yoong selalu mengakhiri percakapan mereka disana.

“Umma.. aku telah membuat kesalahan besar..” Yoong mulai menceritakan semua kejadian 2 bulan kemarin, tentang Jieun dan akhir pekan mereka di Jeju yang menjadi penyebab utama perpisahannya dengan Tiffany hingga hari ini.

“Bagaimana dengan Jieun? apa wanita itu menepati janjinya?” Yoong menganggukan kepalanya. Sejak kejadian di Jeju itu, Jieun tak pernah menghubunginya lagi. Bahkan hingga hari ini, Yoong belum pernah bertemu dengan Jieun. Dalam setiap meeting-nya dengan S&C, Jieun juga sudah tidak pernah datang lagi, gadis itu selalu mendelegasikannya pada oranhg kepercayaannya. Hal itu sungguh melegakan dan aneh secara bersamaan bagi Yoong. Tapi ia bersyukur karena sumber masalahnya kini telah menghilang satu.

“Umma.. apa yang harus kulakukan?” Frustasi dan putus asa, mungkin itu yang sedang dialami Yoong. Tiffany selalu menolak untuk bertemu bahkan saat ia sudah jauh-jauh dan menyempatkan diri untuk menjenguk dan menjemputnya ke Cali. Yoong masih bisa bertemu dengan Jisoo dan Stephen yang Michelle bawa padanya.

Ya.. Keluarga Tiffany sudah tahu masalah Yoong dan Tiffany kecuali Mr. Hwang. Ayah mertuanya itu ada dalam kondisi dimana ia tak boleh dan tak bisa menerima berita yang mengejutkan jantungnya. Di depan ayah mertuanya Yoong berakting semuanya baik-baik saja tapi dibalik semua itu semua tidak baik-baik saja.

“Sayang.. apa kau mencintai istrimu?” Jika orang lain yang bertanya tentang hal itu, mungkin Yoong sudah kesal.

Tentu saja ia mencintai Tiffany. Mana mungkin ia membiarkan istrinya itu menjauh terlebih dulu darinya jika ia tak mencintainya. Jika Yoong menuruti nafsunya, ia sudah melarang Tiffany untuk pergi darinya. Tapi tidak… ia bukan tipe orang yang senang memaksakan kehendak. Sejak peristiwa itu, Yoong mencoba mengerti posisi istrinya, apa yang dirasakan oleh istrinya itu. Selama beberapa hari ia tak masuk kantor, mengurung diri dan bermalas-malasan di rumahnya, mencoba memikirkan lagi semuanya.

Melihat orang yang begitu kalian cintai kini menjauh dari kalian adalah sesuatu yang begitu buruk, menyesakkan, menyakitkan dan membunuh hati dan jiwa secara perlahan.

Sakit sungguh sakit.. mungkin itulah yang dirasakan Tiffany hingga ia tak mau berhubungan apapun dulu dengan suaminya itu kecuali masalah anak mereka.

Bodoh.. Yoong bukanlah pria bodoh karena mengikuti perjanjian yang dibuat oleh Jieun. Perjanjian adalah sebuah perjanjian dimana para pihak atau pihak-pihak bisa mendapatkan keuntungan bersama atau salah satu pihak merasa dirugikan. Dan dalam kasus ini Yoong sedang tidak beruntung meskipun ia mendapatkan hasil yang diharapkan yaitu Jieun menjauh dan menghilang dari hidupnya.

Apakah Yoong harus menyesal? Mungkin.

Untuk selamanya? Tentu tidak.

Yoong masih bisa melihat masa depan terhampar luas bagi keluarga kecilnya.

Jalannya bersama Tiffany masih panjang dan Yoong yakin itu.

Hanya saja saat ini kondisi fisik dan psikis-nya benar-benar sedang menurun. Beberapa kali Yoong pingsan di mejanya.

Tidur yang tak teratur, pola makan yang tak terjaga, stress, kesepian dan rasa bersalah perlahan membuatnya sakit. Ia masih bersyukur Yujin dan Jessica masih memperhatikannya. Mereka rajin mengingatkannya untuk tidur dan makan. Kedua wanita itu selalu berkata bahwa Tiffany-lah yang meminta mereka untuk menjaganya, memperhatikannya.

Jika mengingat hal itu membuat senyum kecil penuh kerinduan itu muncul. Setiap yang melihatnya mungkin bisa merasakan besarnya rindu itu.

“Tentu saja Umma. Aku sangat mencintainya di titik aku bersedia untuk memberinya waktu hingga hari ini untuk menjauh dariku dulu walau sebenarnya aku tak bisa walau 1 hari saja tak memeluk atau mendengar suaranya. Aku mencintainya seperti pria gila Umma. Perasaan ini sungguh menakjubkan tapi mematikan secara bersamaan. Jika dia benar-benar pergi dariku, entah apa lagi yang bisa membuatku menjadi biasa.” Boa mengerti maksud perkataan putranya itu. Yoong bukanlah tipikal anak yang mengutarakan semua yang ia rasakan dengan lantang. Sejak dulu mereka memang dekat, tapi selalu ada tembok yang menghalangi Boa untuk benar-benar masuk ke kehidupan putra semata wayangnya itu. Apalagi sejak kejadian putranya itu pergi ke Amerika untuk mengejar impiannya, hubungan itu menjadi semakin jauh.

Saat Yoong memberitahu Boa bahwa ia ingin menikahi Tiffany, Boa sebenarnya menentang keputusan putranya itu. Tiffany lebih tua dari putranya itu, belum lagi dengan berbagai skandal yang menghinggapi artis asuhan Hyunsuk itu, Boa berpikir Tiffany bukanlah seorang wanita yang cocok bersanding dengan putranya. Tawaran dari Yoonglah yang akhirnya membuatnya setuju untuk menerima Tiffany sebagai istri putranya itu.

Yoong, putranya itu bersedia mulai menjalankan perusahaan dan menjalankan perannya sebagai penerus kerajaan bisnis yang sudah dibangun oleh Boa bersama sang mendiang suami. Fakta itu tentu saja mengejutkan baginya mengingat Yoong sangat menentang dan menolak dirinya untuk menjalankan perusahaan. Putranya itu sungguh keras kepala sehingga Boa sering pusing memikirkan cara agar Yoong mau menjadi penerusnya. Karena pada nyatanya, ia bersama sang mendiang suami membangun semua kerajaan bisnis ini tentu hanya untuk Yoong, bukan orang lain. Melihat hal itu membuat Boa berpikir bahwa Tiffany bukanlah wanita biasa karena Yoong sejak dulu jarang menunjukan ketertarikannya untuk menjalin hubungan cinta dengan gadis manapun sehingga terkadang Boa takut bahwa putranya itu memiliki kelainan.

“Lalu mengapa kau masih disini? Kau tahu.. jika aku menjadi istrimu, aku pastinya tak ingin bersamamu lagi. Kau begitu menyedihkan Yoong. Kau tidak terlihat seperti Kwon Yoonan, putraku yang tampan, cerdas, berhati emas dan mengagumkan.” Boa tersenyum kecil melihat reaksi putranya itu. Ia mendekati Yoong, mengusap puncak kepalanya, menatap putranya itu sungguh-sungguh dan penuh kehangatan.

“Kejar dan jemputlah Tiffany beserta anak-anakmu. Bawalah kebahagianmu kembali. Aku tahu kau sangat mencintai Tiffany hingga kau melakukan semua ini. Tapi Sayang.. Kau pantas mendapatkan kebahagianmu. Jadilah sedikit egois dan memaksa. Aku tahu kau terlalu baik dan penurut sehingga apapun yang menjadi keinginan atau permintaan istrimu atau siapapun yang telah menyentuh titik terlembut di hatimu akan menjadi hal yang akan kau kabulkan.” Saat-saat seperti ini membuat Yoong terlihat seperti seorang anak kecil yang begitu cute bagi Boa. Putranya itu terlihat begitu polos dan lugu, kedua mata indah yang diwarisi dari mendiang suaminya itu terlihat mulai berair, bersinar dengan kesedihan dan harapan yang mulai muncul di dalamnya.

“Wanita terkadang butuh paksaan. Dalam setiap hubungan selalu ada tarik ulur. Sejauh ini aku tak melihat itu darimu dan Tiffany. Ini adalah ujian cinta kalian. Hubunganmu dan Tiffany terlalu sempurna bagi sebuah hubungan yang awalnya tak dimulai dengan cinta yang terbangun karena cinta biasa. Bahkan sampai hari ini aku masih tak percaya bagaimana kau dan istrimu itu bisa seperti itu.” Ya.. Boa tahu bahwa Jisoo bukanlah putri biologis Yoong. Sebelum pernikahan itu terjadi, Yoong sudah menceritakan semuanya, tentang Taeyeon dan Tiffany. Awalnya Boa menolak habis-habisan tentang pernikahan itu, tapi entah apa yang membuat hatinya melunak setelah ia mendengarkan lagi lagu-lagu Taeyeon, video-video kebersamaannya bersama pria yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri. Jisoo.. gadis kecil yang memiliki aura keluguan, hangat dan karisma seperti Taeyeon, sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri karena pada dasarnya Taeyeon juga adalah putranya.

“Aku tahu kau sudah berjuang sejauh ini dan apakah kau akan berhenti? Apa kau akan membiarkan semuanya berakhir disini Yoong? Bagaimana janjimu dengan Taeyeon?” Boa tahu ucapannya itu telah berhasil menekan tombol Jackpot saat Yoong segera memeluknya begitu erat, menangis kecil seperti dulu, saat ia masih kecil, saat dimana dunia masih belum begitu kejam dan jahat padanya.

—- The Reason Is —-

“Hai.. bagaimana kabarmu?” Seorang pria masih duduk bersama gadis kecil yang sejak tadi sibuk memakan kentang goring coklatnya. Pria berkulit sawo matang itu tersenyum melihat gadis yang menjadi adiksi baginya itu belepotan memakan kentangnya.

“Oh ya, bagaimana kandunganmu?” Pria berparas tampan itu mengelap coklat hitam dan putih yang menghiasi wajah gadis di hadapannya.

“Syukurlah.. Kapan kau dan suamimu bisa mengunjungiku? Ada seseorang yang ingin kukenalkan.” Pria itu tersenyum puas melihat gadis kecil di hadapannya sudah terlihat rapih dan bersih. Ia bukanlah tipe pria yang tahan melihat sesuatu berantakan dan kotor di dekatnya.

“Baiklah.. aku menunggumu. Sampaikan salamku untuk Wooyoung!” Pria itu tersenyum puas mengakhiri sambungan teleponnya. Perhatiannya kembali ia berikan pada gadis di hadapannya yang masih serius menyantap cemilannya.

“Sayang.. Kau sudah kenyang?” Gadis di hadapannya mengangguk imut dan itu membuat tawa pria di hadapannya keluar.

“Aigoo.. mengapa kau cute sekali? Aku sungguh beruntung bisa bertemu denganmu.” Pria itu mengecup hidung gadis di hadapannya yang tertawa begitu menggemaskan.

—- The Reason Is —-

“Ah.. mengapa dia belum datang?” Yoong kembali mengecek jam tangannya. Sudah 2 jam ini ia menunggu Tiffany dan Jisoo. Michelle bilang bahwa adiknya itu pergi berbelanja sesuatu untuk ulang tahun temannya. Kakak iparnya itu sudah mengajak Yoong untuk menunggu di dalam rumah, tapi Yoong menolak karena ia ingin memberikan kejutan untuk istri dan putrinya itu. Berbagai scenario sudah bermain di kepalanya dan ia sudah menyiapkan itu, apalagi jika Tiffany menolak untuk bertemu dnegannya.

“Sayang.. mengapa kau lama sekali?” sambil menunggu, Yoong memainkan video-video Tiffany, Jisoo dan Stephen yang terekam di smartphonenya. Sesekali ia tertawa melihat kegemasan Jisoo dan Stephen. Senyuman itu merekah saat ia melihat Tiffany menyanyikan lagu ulang tahun untuknya bersama kedua buah hatinya. Mereka memberikan cake itu untuk Yoong tiup lilinnya. Ciuman itu Tiffany hadiahkan untuknya begitu pula yang dilakukan Jisoo dan Stephen yang menyerangnya dengan ciuman penuh air liur di pipinya.

“Aku merindukanmu..” Yoong memutar video bulan madunya di Bali bersama Tiffany. Istrinya itu terlihat begitu bersinar. Ia begitu menyenangkan untuk dilihat. Sungguh sebuah keindahan yang Tuhan ciptakan untuknya dan ia sangat bersyukur. Di video itu Tiffany sedang belajar menari tari tradisional Bali bersama beberapa penari yang dengan senang hati mengajarinya. Setelah berlatih beberapa menit, tarian itu sudah dikuasai istrinya. Gerakan tari itu begitu anggun, indah dan etnik. Yoong begitu menikmati musik, gerakan tari dan semua unsur yang bersatu menjadi harmoni di dalamnya.

“Ah.. mobil siapa itu?” Yoong mematikan videonya. Ia memasukkan smartphone itu ke saku kemejanya, mulai focus mengamati mobil yang baru saja parkir di halaman rumah keluarga Hwang yang begitu luas.

“Fany?” Hati Yoong gembira melihat istrinya itu. Ia segera keluar dari mobilnya, menghampiri sang istri yang berdiri membelakanginya bersama Jisoo dalam pangkuannya.

“Dad.. Dad.. Dada..” Jisoo memanggilnya dan sontak itu membuat Tiffany segera mengubah direksi tubuhnya.

“Yoong..” ini adalah kali pertama Tiffany bertatap muka langsung dengan pria yang sudah dihindarinya selama 2 bulan ini.

“Tiff.. kau melupakan sesuatu…” Pria yang masih menggunakan earphone-nya keluar dari kursi pengemudi. Ia berjalan menghampiri Tiffany yang mematung menatap suaminya yang memberinya perasaan yang belum bisa ungkapkan saat ini.

“Pa..Pa..Pa..” Jisoo ingin pria itu memangkunya dan itu menyadarkan Tiffany dari rantai pikirannya.

“Oh.. Hallo!” Pria berlesung pipi manis itu menyapa Yoong yang seperti melihat hantu saat ia mengalihkan pandangannya pada pria di samping Tiffany yang akan membawa Jisoo dalam pangkuannya.

“Kau pasti Kwon Yoonan..” Keramahan dan kehangatan yang diberikan pria itu bukan main. Tangan Yoong bergetar menerima jabatan tangan dari pria yang begitu percaya diri menjabat tangannya.

“Yoong..” Ini bukanlah sesuatu yang bisa Tiffany bayangkan. Suaminya itu terlihat begitu terkejut dan bingung, sama seperti yang dialaminya dulu. Ia akan mendekati Yoong saat pria di sampingnya menahannya.

“Aku Tanner Kim senang bertemu denganmu.” Dengan senyum tampan dan aura superiornya pria itu mengenalkan dirinya sementara Yoong hanya terdiam menerimanya.

===============================

=================

========

Hai!

TG1

Iklan

76 pemikiran pada “The Reason Is Part XI | Im Yoona | Tiffany Hwang

  1. whattttt tanner kim??? dia siapa?? omaigat inikah kejutannya, duhh ko jd deg degan gegara si tanner muncul bakal ada drama apalagi nih buat hub yoonfany?????
    sedihnya jd sica malah lg hamil kasihan sebel sama si choi di sini rakus amat gtu mau 22nya yeeuuuhh mau coba2 poligami dia haddeeehh
    ohh jadi yul di dukunin wkwkk udah kya di Indonesia aja emang di korea ada dukun2 begitu hahahaa

  2. Wuahhh…ada tanner kim
    yoona telalu lama berpikir…2bln
    padahal…harusnya tdk selama itu berdiam diri.terimakasih untuk boa yg sudah menyadarkan yoona bahwa ada hal yg harus dia kejar yaitu kebahagiannya…
    cuma masalahnya..jgn sampe selama 2bln fanny pergi dengan rasa kecewa sedikit nemu kebahagian lain…apalagi ekspresi panny yg tau dia datang spertinya biasa saja…malah terkesan terkejut…
    semangat bwt yoona bwt kembali meraih hati fanny…

    aq suka sikap sicca…dia bisa dewasa krna luka yg dia rasa.aq pikir sicca sangat mencintai soo jd dia memberi pilihan kepadanya untuk memilih.tinggal soo yg hrs benar benar memilih..krna stiap pilihan ada konsekuensinya.terkadang melepaskan orang yg dicintai bkn krna tidak lagi cinta…tp mungkin sja ada hal yg ingin dia jaga…hati nya
    hiihiii…

  3. Oh may goddd, jangan bikin aku milih tanny kak pliss.. aku ikut syoknya kaya yoong, agak sebel sama yoong juga selama 2 bulan kaya nggak ada niatan ngajak balik istrinya, fany minta ngejauh diturutin aja sih… sekarang jadinya gini nih… Fany-ahh semoga kamu nggak suka sama tantan yaaa, ingett dia bukan taeyeon km yg dulu… Jessica disini miris banget sihh, tapi klo aku jadi soo juga kepalang bingung apalagi dia juga udah punya anak sama mikyung, mau ninggalin mikyung nya juga pastinya mikir soalnya udah ada seulgi, tapi sica gimana? dia juga lagi hamil anak soo kan? poligami masa? Yul di jampi2 ya? kesian amat brarti pesona yejin kalah sama mikyung dan jieun, istilah cinta ditolak dukun bertindak dia mah… kekekeke… Kak, semangat ngelanjutin kak, entah kenapa aku heartbreak banget baca part ini huhuhu…

  4. Yul di guna2 itu??
    Jaman sekarang masih aja pake guna2..
    Ckckck..
    Astaga yoonfany drama apalagi ini??
    Tanner kim, aq mohon jangan rusak kebahagiaan yoonfany…
    Soo harus cepet ngambil keputus biar nggak kehilangan kedua2nya..

  5. jessi mmg mencintai sooyoung kslhanny hny pd saat dy menggugurkn bayiny… tp sooyoung mengkhianatiny.. mnyakitkn bgt ya jessii..
    yg sabar ya neng jessi ntar sooyoung psti balik..

    wadohh kok end sih thor napa..napa..??
    knnmsh bnyk yg lum selesai aplgi muncul wajah yg sprti taeyeon.. waduuhh.. soosica jg.. yah wlwpn lama ttp gw tgguin deh.. smngat thor!!

  6. Drama bikin semua ny tambah kacau.. Siapa pula tu tanner Kim.. Mirip pula muka ny sama Tae.. Soosic cerai ajj udh.. Klo ga poligami tu c Soo.. Yul bnr bnr udh bertekad cerai yak sama bini ny.. Nyesel lho ntar

  7. Yoong jgn kelamaan cepat bertindak jgn sampai fanny di rebut tanner kim,,,,kasian sica walaupun dia salah sudah membunuh janinnya sendiri tp tidak seharusnya sooyoung selingkuh

  8. First saya bingung mau comment apa wkwkwk..
    Oke saya comment dr awal mula cerita wkwk oke yoonfany have a break. Yoong bagus pengertian tiffany perlu waktu wkwk cm yaa why you took so long ?? Tiff nnti kegaet org lain wkwk
    Wkwk suka sikapnya jess sm soo. Dia realized it’s not only his mistake but also hers. Wkwk but we dont what will happen next right? Hahahha
    Haduhhh gila yurii wkwk rela cerai, khilaf yul khilaaf, penasaran sama reaksi istri yul wkwk.. apakah dia yg paling tegar di antara fany sm jess? Hehe i hope soo…
    Mau dong ramuan biar cowo2 ke gaet sm eke wkwk i’m sexy, free, and single. #lohjadilagusuperjunior
    Itu yg ngomong sm wooyoung siapa ? Emg itu karakter msh rahasia apa saya baca chap2 sebelumnya ga fokus ?wkwk
    Haduhh siapa lagi tanner kim ? Wkwk apa dia punya wasiat juga kayak yoong buat jagain fany? Wkwkw yah memang keluarga yoonfany jarang ditimpa badai yak wkwk ya sekali dua kali cobaan, kalo ga ada cobaan bukan hidup ya namanya. okelah but jangan biarkan tanner kim merusak hub yoonfany yaaa.. dan pasti anak2 udh miss him bgt deh wkwk
    Yoong jangan nyerah karena tiff kepergok jalan sama cowo lain. Tunjukkan dirimu sesungguhnya wkwk jangan biarkan ada yang menghalangi keluarga kalian untuk bahagia…

    Yah i think its a good update. And i’m also waiting for the next update. Keep writing! See u on next chap 😊😊😊

  9. Aishhh siapa lagi lah taner kim, mkin brantakan lah hubungan yoonfany ni. Lagian sih yoong nurut2 aja fany minta menjauh slma 2 bln. Jngan blng fany udh suka dengan taner, gara2 taner buat fany nyaman. Hadehhhh pusing pala yoong. Thor jngan pisahin fany sm yoong, gk sanggup gua liat nya betapa hancur nya hidup yoong. Gmna ya keputusan soo, apa dia mlih gendaan nya apa sica.
    Hadehhh pakek acara dukun2 nan nya, kekeh gua baca part yuri. Apa ada thor di korea dukun2. Hahahahah.
    Thor di tunggu lanjutannya ya, tp buat yg happy ending. Tp buat pas di awal buat yoong nangis2 gitu. Biar nyesek gimna baca nya. Bnyak x komen gua, udh kyak emak2 merepet.

  10. Woow tanner kim ?? Siapa nih sodaranya tae gitu ??
    Sedih banget sama hubungannya sooyoung dan sica, pasti sica sakit hati banget sama perlakuan sooyoung yaaa walaupun sica juga salah tapi tetep aja dikondisi sica yg lagi hamil tapi digituin hikshikshiks 😭

  11. jangan sampai yoonfany pisah tpi itu si tanner kim siapa lagi jauh” gih dari fany jangan memperburuk hubungan yoonfany udah cukup si jieun.
    gw paling kasian sih sama jessica, soo tega benar sama dia mana lagi hamil lagi.

  12. Ya sebenernya gw jg klo jd si tipalay mungkin bakal ngelakuin hal yg sama, klo mau cere janda 2x hahahaha tp ia untung tiff mah anaknya gampang diluluhin asal si yoong bener2 harus tobat ga tergoda lg sm genk keong racun itu 😄😄😄😚😄😄

  13. Kejutan aplg nih,sesorg ms ll dtg disaat yg tdk tpt. baik yoonfany n soosica bth wktu utk merenung akn jln hdp mrk.tp sprtiny ujian msh ad utk yoonfany , sprti yg prnh yoong tny klo tae dtg lg ap yg akn fany lakukan.Fany ugkpkn emg tdk bs lpkn tae tp ms dpnny hny utk yoong n yoong ingin fany ttp genggam tangany ampe akhir. smg ini msh bisa mrk ingt n ttp jd jnji yoong.
    smg jg soo bs tntukn pilihnny krn bkn hny kpd sica tp jg kpd Tuhan..
    yg g hbs pkr msh ad gunkn dukun heol…ini jg yuri ampe kn jampi2, yujin lekas bertindak…..
    ditggu lnjutnny…

  14. Hmn bakalan berabe niii…..
    Tanner kim???
    Nuguya?
    Da apa?? Jisoo panggil dia pa..pa…?
    ohh uri yoong yg sabar y
    ane yakin soo ntar bakalan milih sicababy (pdnya(
    dannn yejin pke bgituan buat narik yul? Wahh thor ma ada2 z hahah
    tpi ya ngemeng2 g mn kbr si jieun apa dia benar2 ilang ato g mn?
    #butuh pencerahan thor 😀
    nexttt……

  15. Hmn bakalan berabe niii…..
    Tanner kim???
    Nuguya?
    Da apa?? Jisoo panggil dia pa..pa…?
    Kyakx yg d omongin yoong d chapt 7 benar2 jad kenyataan (bgaimn klo tae bnr2 ada dsini) dan tiffany hrus memikirkanx baik2 bgitupun dgn soosic
    ohh uri yoong yg sabar y
    ane yakin soo ntar bakalan milih sicababy (pdnya(
    dannn yejin pke bgituan buat narik yul? Wahh thor ma ada2 z hahaha
    tpi ya ngemeng2 g mn kbr si jieun apa dia benar2 ilang ato g mn?
    #butuh pencerahan thor 😀
    nexttt……

  16. tanner kim. muncul juga di sini….gak kbyang dech. gue cman takut fany bakal berpaling ke tanner kim,secara mukanya mirip taeyeon. omoo omoo… jangan sampe,kasian yoong.
    sooyoung jangan rakus knapa?? kok pengin dua duanya,tpi kasiah jessi y??
    yuri didukun y??? kok ada
    ditunggu next chap,yoofany jangan cerai gitu aja

  17. Daaaaaaannnnn gua ketinggalan pesawat ini,
    Lama kaga buka ini wp,maklum orang sibuk #kibasrambut
    ANe ninggalin tapak kaki dulu yeww bacanya besok
    Takut kaga kebagian saur besok 🏬🏬

  18. Nahloh tanner kim muncul. Eaaa gimana nasib rumah tangga yoonfany. Complicated sekaleee wkwk
    Semua pasangan lagi dalam masa2 terberatnya. Syoung yawlaa jgn ninggalin sica buat si mikyung, balik lagi ke jessica mulai semuanya dr awal…
    Yuwree nih nasibnya gimanee, di jampe2 doi. Licik bgt dah ah si yejin. Pen gue garuk2 pake pacul rasanya-,-

  19. walah..nambah lagi orangx..sapa tuh si tanner kim??ini org yg bicara sama jieun kan?
    kok fany dekatsama si tanner kim??
    wahh..sica marah bener kan??hhhmmm soo sadar lah..
    😒😒😒😒

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s