The Reason Is Part X | Tiffany Hwang | SNSD

SNSD, Tiffany Hwang, Im Yoona

SNSD, Tiffany Hwang, Im Yoona

Yoong.. terimakasih” Pria bermarga Kwon itu hanya tersenyum kecil menerima pelukan dari gadis yang terlihat begitu bahagia bersamanya.

“Kau harus menepati janjimu.” ada ketegasan dalam nada bicara Yoong. Ia tak mau melakukan hal ini jika bukan karena janji gadis yang masih memeluknya begitu erat itu.

Flashback

“Sayang.. ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Tiffany baru menidurkan Jisoo dan Stephen saat Yoong tiba di kamar mereka. Meskipun kondisinya masih belum terlalu sehat, Tiffany tetap ingin mengerjakan aktivitasnya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Seperti sekarang saat ia memberikan teh chamomile favorit Yoong sebelum mereka tidur atau setiap suaminya itu pulang kerja.

“Bicaralah..” Yoong mendesah pelan, merasa lelah dengan pikirannya. Ia mengambil cangkir tehnya, menghirup aromanya pelan dan mulai meminumnya. Badannya terasa agak ringan, begitu pula dengan pikirannya. Teh itu ia habiskan terlebih dulu sebelum akhirnya ia simpan cangkir itu dan mulai menggenggam kedua tangan sang istri yang begitu luar biasa cantiknya tak perduli orang melihat istrinya masih gemuk karena berat badan Tiffany masih belum kembali ke semula setelah melahirkan putra mereka.

“Fany-ah.. Jieun tadi menciumku.” Yoong menatap istrinya lekat. Ia mencoba melihat reaksi wanitanya itu. Ada sesuatu yang berbeda dari ekspresi wajah Tiffany saat ini. Untuk sesaat keheningan malam menyelimuti mereka dengan aura kecanggungan dan ketidaknyamanan yang luar biasa.

“Tenanglah.. aku tidak marah. Lanjutkan..” Mengerti kekhawatiran yang dirasakan suaminya, Tiffany mengulaskan senyum bulan sabitnya. Ia tahu hari seperti ini akan datang. Yoong tersenyum kecil melihat senyum istrinya itu. Ada ketenangan dalam senyuman itu yang membuat beban dalam dirinya perlahan berkurang.

“Aku terdiam tak membalas ciuman itu. Jieun mulai mengungkapkan perasaannya padaku. Bahkan ia tak masalah jika ia menjadi yang kedua.” Tiffany masih diam mendengar pengakuan Yoong.

“Aku menolak permintaannya untuk menjadikannya kekasih gelapku. Aku tidak bisa menyakitimu dan Jieun bersamaan. Rasa sayang dan cinta itu hanya kurasakan padamu Fany-ah.” Tiffany menutup kedua matanya menerima kecupan itu, ingin menikmati cinta yang coba suaminya itu sampaikan padanya.

“Aku meminta Jieun untuk melupakanku, membunuh rasa cinta yang dimilikinya untukku. Jieun setuju asalkan aku.. aku menghabiskan akhir pekan ini bersamanya.” Mengerti maksud pembicaraan ini, Tiffany menggenggam tangan Yoong yang selalu memberikan kehangatan baginya.

“Sayang.. Aku tidak akan melarangmu jika kau ingin melakukan hal itu. Aku mempercayaimu. Kau tahu mana yang terbaik untuk dirimu dan untuk kita. Kau adalah suamiku, pemimpin rumah tangga kita. Kau sudah cukup bijak untuk menceritakan ini semua padaku meskipun jujur aku kaget dan tak tahu harus berkata apa. Yang pasti aku tahu kau sangat menghormatiku, menyayangiku dan mencintaiku sehingga kau mendiskusikan tentang hal ini padaku. Terimakasih.” Tiffany tatap kedua mata yang selalu menenggelamkannya dalam keindahan itu.

“Kau harus tahu… apapun yang akan terjadi nanti.. Aku akan tetap mencintaimu.” ucapan itu bagai sebuah jawaban dari semua kebingungan yang Yoong rasakan. Tak ada keterpaksaan dari nada bicara istrinya. Tulus dan penuh keikhlasan, itulah yang sangat Yoong rasakan dari ucapan istrinya. Dan ia sangat bersyukur Tuhan telah mengirimkan Tiffany untuk melengkapi dirinya, menyempurnakannya.

“Berikan kenangan terindah untuknya Yoong. Jieun begitu mencintaimu hingga tahap dimana ia membuang rasa malu dan harga dirinya sebagai seorang wanita untuk menjadi yang kedua. Wanita manapun, tak ada yang ingin dijadikan yang kedua. Begitupun aku. Aku harus apreasiasi keberaniannya.” Yoong senderkan kepalanya di dada Tiffany. Ia ingin mendengar detak jantung sang istri yang berpacu seirama dengan miliknya.

“Tapi aku tidak ingin menyakitimu.” Yoong hirup wangi khas istrinya yang lembut dan menyenangkan. Ia telusupkan wajahnya ke leher istrinya itu, menikmati kenyamanan yang takkan ia peroleh dari wanita manapun selain istrinya.

“Kau takkan menyakitiku Yoong. Kau terlalu mencintaiku untuk melakukan hal itu.  Bagaimana bisa kau menyakitiku bila aku adalah sebagian darimu?” Yoong menempelkan hidungnya dengan milik Tiffany, mencium istrinya itu dengan cara lain yang selalu menambah kehangatan hubungan mereka.

“Saat aku berjanji di hadapan Tuhan untuk menerimamu sebagai suamiku, aku berjanji untuk menerima semua kelebihan dan kekuranganmu.” Kini giliran Tiffany yang berada dalam dekapan suaminya. Ia menyenderkan kepalanya di dada bidang Yoong yang rajin melakukan fitness bersama Yuri dan Sooyoung sejak ia menikah dengan Tiffany, well lebih tepatnya Tiffany yang membujuk suaminya itu untuk merawat tubuhnya.

“Sejauh ini kau begitu sempurna bagiku. Kau terlalu sempurna sehingga setiap hari aku selalu mencoba membangunkan diriku apakah ini adalah mimpi atau bukan. Kau adalah malaikatku Yoong. Kau yang selalu menerima semua kekuranganku, aibku di masa lalu.” Yoong bisa merasakan getaran dari tubuh istrinya yang terisak dalam tangis sunyinya. Ia mengelus tangan sang istri yang masih digenggamnya hangat.

“You’re my once in a lifetime..” suara itu terdengar sedikit serak tapi Yoong masih bisa mendengarnya. Ia mengecup puncak kepala Tiffany yang semakin menenggelamkan tubuhnya dalam dekapannya.

“Terimakasih Fany-ah.. Terimakasih..” rasa haru itu memicu air mata Yoong kembali berpetualan dari matanya.

End Of Flashback

“Kau juga harus menepati janjimu Yoong..” Dengan berat hati Yoong menganggukan kepalanya sedangkan Jieun tersenyum senang melihat pria yang akan menjadi kekasihnya untuk 2 hari ini.

—- The Reason Is —-

“Mi.. apa kau yakin tidak ingin ikut?” Sooyoung bertanya lagi pada wanita yang masih duduk memeriksa beberapa file kasus terbarunya.

“Aku tidak berhak mengganggu waktu pribadi kalian. Lagipula jika dia harus tahu tentang kita, lebih baik kau yang memberitahunya sendiri, bukan aku dan tidak denganku Soo.” Mikyung menutup file file itu. Ia berdiri menghampiri pria yang telah menyemaikan cinta dibalik kepribadiannya yang hangat dan menyenangkan meskipun kemungkinan untuk menjadi satu-satunya cinta di hati pria itu mungkin sulit.

“Terimakasih Mi.. doakan aku dan kita” Senyuman indah itu selalu membuat Mikyung merasa Tuhan telah mempertemukannya dengan belahan jiwanya.

.

.

.

Jessica masih memegang Pouch-nya erat, tak sabar menunggu kedatangan pria yang mengajaknya makan siang hari ini. Ia ingin segera memeluk pria itu dan memberikan prianya itu kejutan yang akan sangat membuatnya bahagia.

“Hai.. maaf aku terlambat.” Sooyoung terlihat elegan dan karismatik seperti biasanya. Ia segera memeluk dan mengecup bibir Jessica lembut.

“Aku juga baru datang.. jangan khawatir. Oh ya.. aku punya sesuatu untukmu.” Pouch itu Jessica buka. Ia mengeluarkan amplop putih yang membuat suaminya itu penasaran melihatnya.

“Apa ini?” Sooyoung mulai membuka isi amplop itu dan membacanya dengan seksama. Surat itu ia baca berkali-kali dengan perasaan yang campur aduk di dalamnya.

Bagaimana semua ini terjadi?

Mengapa harus sekarang?

Apa yang harus kulakukan?

Pikir Sooyoung dalam kepalanya.

“Soo.. kau.. baik-baik saja?” Sooyoung menggelengkan kepalanya lalu tersadar dan segera menganggukan kepalanya. Jessica tertawa melihat tingkah suaminya itu.

“Selamat Tuan Choi.. kau akan segera menjadi ayah.” Senyum dalam riang itu menghiasi wajah Jessica. Ia begitu senang bisa menberitahukan kabar gembira ini secara langsung pada Sooyoung.

“Sayang.. aku tahu kau terkejut dengan semua ini begitu juga aku. Tapi aku senang akhirnya aku bisa mengandung dan itu adalah denganmu yang akan selalu mendampingiku.” Jessica menggenggam tangan suaminya yang terlihat masih shock dengan berita bahagia ini.

“Di dalam perutku ini, buah hati kita akan tumbuh. Perempuan atau laki-laki, dia akan mewarisi kecantikanku atau ketampananmu. Dia akan begitu bahagia karena memilikimu sebagai Appa-nya.” Sooyoung tersenyum kecil melihat semangat dan kegembiraan yang Jessica tunjukan. Jessica, baru kali ini Sooyoung melihat istrinya itu begitu bersemangat berbicara tentang seorang anak dalam kehidupan rumah tangga mereka. Biasanya istrinya itu selalu menghidari percakapan tentang anak jika sedang dengannya.

“Oh ya.. kau bilang ingin membicarakan sesuatu denganku? ada apa Sayang?” Sooyoung menutup kedua matanya sebentar, berpikir cepat tentang rencananya yang berjalan tak terduga.

“Soo.. ada apa?” suara itu memaksa Sooyoung untuk memutuskan sesuatu yang mungkin akan disesalinya nanti.

“Sica aku..”

“Appa!” Sooyoung mengalihkan pandangannya melihat gadis kecil familiar yang memanggilnya tadi. Hatinya mencelos melihat Seulgi berlari ke arahnya dengan semangat dan kegembiraan yang ia lihat dari Jessica tadi.

“Oh hallo tante Sica.” Seulgi berlari memeluk Jessica yang terlihat bingung.

“Appa.. aku merindukanmu.” Dari Jessica, Seulgi kini berlari memeluk ayahnya yang membeku seperti patung menerima pelukannya, tak seperti biasa.

“Appa kau kenapa?”

“Yah Kang Seulgi!” Yejin dan Yuri berlari menghampiri meja Sooyoung dan Jessica.

“Seulgi-ah.. mengapa kau berlari  kesi..” ucapan Yejin terhenti saat melihat Sooyoung dan Jessica.

“Soo.. mengapa Seulgi memanggilmu Appa? Dan Kwon Yuri.. mengapa kau ada disini bersama Seulgi dan bukan istrimu?” Jessica menatap Sooyoung dengan tatapan terdinginnya lalu menatap Yuri dengan tatapan yang sama.

— The Reason Is —

“Yoong.. apa yang terjadi sayang?” Tiffany berjalan cepat menghampiri sang suami yang terlihat begitu kacau saat ini.

“Fany-ah.. sayangku..” Igau Yoong dalam mabuknya. Bau alkohol yang menyengat bisa Tiffany rasakan dari mulut suaminya itu. Ia membantu Paman Shin, supir pribadi yang selalu mengantar Yoong atau dirinya, untuk memapah Yoong yang masih berada di dunia lain akibat banyaknya alkohol yang ia konsumsi sepertinya.

Flashback

“Yoong.. aku ingin mencoba ini.” Jieun menunjuk ke salah satu makanan tradisional di pulau Jeju untuk santap malam mereka.

Hari ini adalah salah satu hari terindah dalam hidup Jieun karena akhirnya ia bisa bersama dengan pria yang begitu diinginkannya meskipun caranya harus seperti ini.

Hari ini mereka habiskan mengelilingi sebagian pulau Jeju. Jieun tak henti menggenggam tangan Yoong, meminta pria itu untuk memeluknya, mendekapnya, mengecupnya. Tapi kecupan itu tak seperti yang ia harapkan. Yoong hanya mengecup pipinya saja, menolak kecupan bibir yang akan ia berikan pada pria bermarga Kwon itu.

“Bagaimana apa kau puas dengan hari ini?” Yoong hanya mengangguk, terlihat fokus pada makanan yang sedang disantapnya.

“say ahh..” Yoong menatap Jieun yang ingin menyuapkan makanannya.

“Ayolah Yoong. Jika kau seperti ini terus maka perjanjian kita batal.” Dengan terpaksa Yoong membuka mulutnya. Ia menerima suapan itu dengan cepat, kembali melanjutkan makan malamnya. Saat seperti ini entah mengapa ia mengingat keluarganya di rumah.

Apa yang mereka sedang lakukan?

Apa Jisoo dan Stephen sudah makan?

Apa Tiffany istirahat cukup hari ini? Apa istrinya itu sudah meminum obat dan vitaminnya?

Apa Tiffany stress dan mengkhawatirkannya?

Apa istrinya itu..

“Yoong.. Focus on me!” Jieun terlihat terganggu. Ia kesal melihat pria dihadapannya itu terlihat melamun. Bagaimana bisa ia menikmati perpisahan ini jika Yoong masih selalu memikirkan Tiffany?

“Kita akhiri saja perjanjian disini?” Jieun masih memakan makan malamnya dengan tenang.

“Ah  maafkan aku.” Jieun tersenyum dalam hatinya. Ia kembali mengulaskan senyum terbaiknya pada Yoong.

.

.

.

“Apa?”

“Ya.. aku ingin tidur dalam dekapanmu.” Jieun dengan tenangnya masuk ke comforter, ia berbaring dekat sekali dengan Yoong yang memejamkan matanya, menahan amarah.

“Kau adalah kekasihku. Bukankah ini yang seharusnya kita lakukan? Tenanglah aku tidak akan berbuat hal-hal yang diinginkan.” Jieun dengan cepat mengecup bibir Yoong yang tak menolak lagi aksi spontan Jieun.

.

.

.

“Selamat pagi Sayang..” Yoong bisa merasakan bibir lembut itu menyapanya. Ia mencoba membuka kedua matanya yang begitu berat untuk dibuka. Tubuhnya terasa berat untuk digerakkan.

“Hmmhhnn” Yoong mengerang merasakan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang mulai memanas. Ia tahu istrinya itu mahir sekali dalam menciumnya.

“Jieun-ah?” Hal pertama yang Yoong lakukan adalah melepas ciuman itu. Ia segera bergerak ke samping, masih terkejut melihat gadis yang tergila-gila padanya itu tersenyum terhibur melihat keterkejutannya.

“Hahaha… kau sungguh cute Yoong. Dia sungguh beruntung memilikimu. Bersiaplah.. Kita akan menjelajahi lagi bagian lain Jeju hari ini.” Jieun beranjak dari tempat tidur mereka. Ia menelpon room service, memesan sarapan sementara Yoong bergegas ke kamar mandi dan mengunci pintunya agar Jieun tak berbuat hal yang aneh lagi padanya.

.

 .

.

“Aku selalu menikmati waktuku disini.” Yoong dan Jieun kini sedang berjalan di sisi pantai. Mereka menikmati hembusan angin sore dan pemandangan indah yang sedang tampil di sekeliling.

“Apa kau bahagia?” Yoong mulai berbicara. Selama hampir 2 hari ini selalu Jieunlah yang memulai percakapan diantara mereka. Baru kali ini Yoong bertanya padanya. Biasanya pria itu hanya mengikuti apa yang ia katakan untuk memenuhi perjanjian mereka.

“Aku bahagia dan sedih. Tapi aku tak menyesalinya. Takkan.” Nada Jieun terdengar tenang dan tulus, tak memaksa seperti biasanya.

“Mengapa?” Senyum manis itu tersimpul di wajah cantik Jieun. Ia memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang membelai wajahnya.

“Karena aku bisa bersama denganmu, pria yang kucintai, di tempat yang begitu indah dan sangat spesial untukku. Kesedihanku, aku harus melakukan semua ini agar kau mau bersamaku. Aku harus menyakiti hati wanita lain karena nafsu dan keegoisanku. Aku harus menyakiti wanita sebaik istrimu. Aku harus membuat diriku sejahat ini agar nafsu dan egoku terpenuhi. Aku tak tahu lagi apa cinta atau hanya obsesi semata yang kurasakan padamu. Tapi… apapun itu aku akan tetap bersyukur dan tak menyesalinya karena aku percaya Tuhan telah menuliskan cerita terbaik dan menarik untukku. Dan kau.. adalah bagian dari cerita itu Yoong..” Yoong menghentikan langkahnya. Ia menarik tubuh Jieun untuk berhenti dan berhadapan dengannya. Ia tatap dalam dalam kedua mata gadis yang selama ini secara tidak sadar telah ia sakiti.

“Maafkan aku Jieun-ah.. maafkan aku..” Entah apa yang membuat Yoong segera menarik Jieun dalam pelukannya. Hatinya merasa sakit mendengar Jieun berbicara seperti tadi. Jika ia ada di posisi Jieun, belum tentu Yoong bisa seperti gadis yang menangis pelan dalam pelukannya. Cukup lama mereka terdiam seperti itu, menikmati moment yang ada.

“Yoong.. tidak akan ada lagi hari esok. Ini adalah malam terakhirku bersamamu. Dekap aku lebih dari sekedar teman. Beri aku kenangan yang bisa aku gunakan. Ambil tanganku dan ayo lakukan apa yang pasangan kekasih lakukan..” Jieun tersenyum dalam tangisnya. Ia sedikit berjinjit sebelum mengecup bibir pria yang akan menjadi kenangan terindahnya. Yoong menutup kedua matanya, menahan air mata yang tak bisa lagi menahan dirinya untuk keluar dari tempat persembunyiannya.

“Baiklah..” kali ini Jieun tahu bahwa senyum yang Yoong berikan padanya adalah senyum tulus yang dulu pertama kali membuatnya jatuh hati pada pria bermarga Kwon itu.

.

.

“Ahh… mengapa panas sekali!” wajah Yoong masih memerah, ia terceguk  meminum wine yang hampir habis dari botolnya.

“Yoong… please embrace me.. love me.” Senyum itu terlukis di wajah Yoong saat melihat wanita yang begitu dicintainya hadir begitu cantik malam ini.

“I will.. Fany-ah” dan malam itu Jieun menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk pria yang selamanya akan menjadi cerita terindahnya.

End Of Flashback

“Fany-ah.. apa ini kau?” Tiffany telah mengganti pakaian Yoong. Ia kini ikut berbaring bersama suaminya yang masih blm bangun dari mode mabuknya.

“Ini aku Yoong.. ada apa Sayang? sesuatu mengganggumu?” Yoong versi mabuk terlihat begitu cute. Suaminya itu terlihat begitu polos dan lugu dengan racauan tak jelas layaknya Stephen, putra mereka yang kini semakin menggemaskan sama seperti sang kakak, Jisoo yang semakin aktif dan ceria.

“Fany-ah.. Fany-ku.. Hidupku..” Kekhawatiran dan kesedihan itu tak terelakkan dari wajah Tiffany. Melihat suaminya itu seperti ini, sesuatu yang kurang baik pasti telah terjadi saat Yoong dan Jieun di Jeju. Tapi ia tak mau mengira-ngira, itu hanya akan menyakiti hati dan tubuhnya.

“Maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku” Yoong menangis dalam diam setelah meminta maaf pada  Tiffany yang mencoba mengingkari apa yang berkeliaran di pikirannya.

“Yoong.. beristirahatlah. Kita bicarakan ini bes..” Yoong menarik wajah Tiffany untuk berhadapan dengannya. Ia memegang bahu istrinya itu agar tak kabur lagi darinya.

“Tidak bisa! Aku bisa gila jika aku tak mengatakannya sekarang..” Tiffany meringis kesakitan merasakan pegangan di bahunya yang terlalu kuat. Ini kali pertama Yoong berbuat seperti padanya.

“Kau mabuk Yoong dan kau.. menyakitiku..” ekspresi wajah Yoong melunak, ia segera melepaskan tangannya itu dari bahu istrinya.

“Maafkan aku Fany-ah” ada penyesalan dalam ucapan itu dan Tiffany tersenyum kecil mendengarnya. Ia menggenggam kedua tangan yang selalu memberikan rasa aman padanya.

“Tidak apa-apa. Bicaralah Sayang..” Yoong memejamkan matanya merasakan kelembutan dan kehangatan kedua telapak tangan yang mendekap wajahnya. Ia berharap ini semua tak pernah berakhir apapun yang akan terjadi pada mereka nanti.

“Fany-ah.. aku… aku dan Jieun.. kami telah melakukan hal itu. Aku telah melakukan hal yang tak seharusnya kulakukan. Aku telah mengecewakanmu. Maafkan Aku.” Dan hari itu.. Yoong melihat kembali wajah yang dulu membuatnya ingin melindungi wanita di sampingnya yang terdiam tak mengatakan apapun atas pengakuan kesalahan terbesarnya.

##############################

131213-tiffany-snsd-update-new-picture

Haii..

Bagaimana hati kalian?

Mine is 💔

Part Ini sepenuhnya terinispirasi dari HBH😹

Mau baca lagi? pastiin denger lagu itu ya biar tambah kesayat bacanya😂😂😂😘

see you soon!

Iklan

74 pemikiran pada “The Reason Is Part X | Tiffany Hwang | SNSD

  1. Jauhh klo sama HBH mah kak, hbh mah ngekspose anak jaman sekarang bgt yang maennya ke hotel2an aihh… Btw kuraaanggg, eh tapi belum gereget, next part nih kayanya… sebenernya sakit sih, ngebaca yoong yang ngecheat (walau tanpa sengaja) ke fany, kok aku malah nggak tega ya ke fany nya juga? huhuhu gimana juga nasib dia klo misalkan perbuatan yoong itu membuahkan hasil aku berharap sih enggakk.. Jadi sica hamil? trus soo belum tau kelanjutan hubungannya sama cewe2? keliatan labil nih dia… kayanya semuamuanya makin complicated ya kak… afiuhhh aku nunggu part selanjutnya aja.. jangan patah semangattt… Fighting ^_^

    • hahaa kurang greget
      iya sih soalnya gamau bikin yg drama bgt
      cape wkwkwk
      pgn bikin yg manis aja konflik
      lebih nonjolin feel dan kedewasaan masing” karakter karna ini bkn sinetron😂
      semakin complicated kan semakin seru hahaha tragis dan dramatis
      Thank you😘

  2. bukan kesayat – sayat lagi. hancur berkeping – keping.
    sakit, baca part ini bikin ikutan sakit.
    jantung ku berat untuk memompa agar bisa tuk bernapas. sesak, paru2ku benar2 sesak, sesak seperti menghirup udara yg sdh terkontaminasi hasap rokok. sulit tuk benapas.
    apa yg akan terjadi dgn yoonfany?, apa fanny akan memaafkan yoong walau hati nya sangat sakit?. dan apa yg akan terjadi dgn pernikahan soosica dan yuljin?. sica hamil, apa sooyoug akan tetap akan meninggalkan sica?. wah… jadi semakin seru dan complicated. jadi ga sabar nunggu next chap nya.

  3. Aqoh bahagia semua akn segera terbongkar.. Yoong c iman kuat y tp c imin kga nahan.. Fany sabar y.. Rela in dah Yoong ny poligami.. Mampus kau Soo.. Hajar ajj Jessie Soo ny.. Klo ga talak tilu sekalian.. Yul ni yg blom ketauan.. Semoga ajje bini ny tao udh itu badai dah.. Seru kaya ny klo d bikin badai..

  4. Fany~ah yg sabar ya, pasti selalu ada hikmah si balik suatu kejadian,,
    Nggak tau lagi gmana sakitnya jadi fany kalo udh kayak gini..
    Ya semoga itu adalah akhir hbungan yoong sma jieun, dan semoga jieun nggak hamil..
    Nggak tega liat fany kalo harus menderita lagi..
    Buat sooyoung & yuri, lebih baik kethuan sekarang daripada kedepannya nyakitin istri masing2..
    Sica mending rawat anak itu sendirian aja..

  5. Gua kecewa sm yoong, bener apa yg gua pikirkan psti ujung2 nya si yoong kejebak juga dengan si jien. Sedih gua liat fanny, pasti hancur bnget hati nya liat suami nya nelakuin itu sm cwe lain. Bakal gmna ya hubungan selanjut nya yoong dan fany. Apa fany tetap percaya sm yoong apa fany mau akhiri hubungan suami istri dengan yoong.
    Gua takut apa yg yoong lakuin ke jien membuah kan hasil, dan buat fanu makin sakiiiiitttttttt.
    Apa kah soo bakal cerita sejujur nya ke sica tentang hubungan perselingkihan nya.
    Gmna ya kelanjutan hubungan para appa2 ini dengan istri nya. Thor part ini nyesek bnget gua sedih liat fany , kecewa bnget liat suami nya. Di tunggu thor yg lebihhh nyesek2 lagi.

  6. jeggeerrr tuh kan apa yg di khawatirkan akhirnya terjadi kebawa feel nih jadi campur aduk perasaanku ahahaa duhh sakit banget pasti perasaan fany, rasanya pengen tak cabik2 wanita2 itu
    duhh de lo tega banget deh😭
    yulsoo lagi bikin kesell ihh sebel banget rasanya sama mereka ber2 mudah2an cepet ketauan aja deh mereka biar sakitnya yusic ga kya fany
    part depan badaii badaiii pastinya nih
    di tunggu next chapnya rismaaaa☺

  7. Aduhh yoong jd berabe deh semuanya walaupun jieun janji ga bkaln ganggu kmu lg tp aku yakin banget dia bkaln ambil kesempatan untk bisa dptin yoong lg dengan mengatakan klo dia hamil bisa jd seprti itu kan melihat mereka ML dlam keadaan yoongnya mabuk

  8. Jujur kecewa sama yoong hahahah tega lu nyakitin tiffany gw, gw bawain valak biar tau rasa lu wkwkwk. Tapi ada bangga juga si sama yoong mau ngakuin kesalahannya dibanding soo sama yul wkwkwk. Tapi berharap jieun enggak datang lagi deh, jadiin jieun valak aja thor wkwkwk seru tuh

  9. haduuuh jieun minta d pak pok ni, jahat bangeeet. cinta emang buta mau nglakuin apa aja biar bisa berdua. biarpun fany ngomong gak apa2,tpi hati menangis pasti.
    semoga yoonfany gak perang.
    jessi hamil,tpi soo biasa ajaaaa badaiiiiii….

  10. Shit for jieun! Semoga cepet lenyap dari dunia ini.
    Omg betapa sakitnya fany huaaaaa kali keduaaaa pada yang beda huaaaa 😭😭 young udh jujur tapi tetep yaampun gue sedih banget ini bacanya thor
    Apa lagi sekarang yang bisa buat fany bahagia apaaaaa. Siapa lagiiiiii siapaaaaa 😭😭😭

  11. ini yg namanya seneng tp sedih,,,
    seneng krn semua kelakuan para suami terbongkar dan sedih dgn kemungkinan yg mgkn akn terjd di next chap*yg tdk ingin gw tebak
    terlebih utk soosic,,saat sica mengandung malah saat soo ingin berpisah darinya u,u
    terus yoong!!!hadeh gmn ntar klo jieun nya hamil trus ngaku klo itu anaknya yoong?!
    blm lg yul dah mantep mau ninggalin yujin…
    T.T
    Heart Break Hoteeeellll

  12. Yulsoo sepertinya bakal ketahuan nih aduh kasian banget jessica mana dia hamil lagi, trus juga sekarang gimana sama yoonfany klo jieun sampai hamil wah kasian juga gw sama tiffany. Tpi gw paling nggak suka banget sama yulso.

  13. Hai, pengunjung setia hadir memberi comment.
    Suka banget deh sm update an kali ini.
    Kalo di real life jarang kali ya yg ada mau jujur sama pasangannya sendiri? Trus berbuat itu bisa juga diungkapin juga je istrinya? Salut sama yoong…
    Cuma yoong, you just break your wife’s heart… kau menyalahgunakan kebebasan yg di berikan oleh tiffany. Mana ada wanita yang sepengertian sama dia.
    Jangan sampe si jieeun hamil. Klo hamil jangan ank yoong deh
    Hayoloh soo kepergok sama sica.. pdahal sica punya kabar gembira untuk kita
    semua #mustinkaliya wkwkwk yuri juga hadeh dasar para seobang.. tobat tobat..
    suka sih sama updateannya… kurang greget hehe kurang panjang wwkwk. Mau tau kenapa kurang greget? Karena di cut pas bagian yg bikin greget.. wkwk

    Udah panjang kan nih vitamin nya? Sering2 update hehehe. Semangat yak…

  14. Wkwkwkwkwk duhhh thorrrrr
    Kasiann fanyyy
    Tega nih you
    Wkakakakakaka
    Yoong jahat -__-
    Badai badaiii
    Wkwkwkw
    Kek mv heartbreak hotel 😂😂
    Soo sma yul
    Sbr ya bentr lgi badai nyamperin 😂😂

  15. Yoong jujur banget sm fanny apa yg dia lakuin pasti fany tau bagus jg sih dari pada yulsoo yg sembunyi2 itu lebih menyakitkan apalagi skrg sica sedang hamil

  16. Tiffany dewasa banget tidak pernah berpikiran macam macam walau yoong berkata dgn jujur dia tetap percaya..disatu sisi sikap yoong gantle tapi satu sisinya lagi dia tidak bisa menolak utk tidak minum…

  17. Yoong yoong terjebak sama mulut masinya jieun, fany harus makin sabar ini sih dan pasti sakit hati banget sama hal yg dilakukan yoong dan jieun. Semoga aja tidak membuahkan hasil 😭
    Sica udah mulai berubah tapi sooyoung malah begitu lagi semoga gak ninggalin sica yaa
    Ditunggu updatenya kak 😊 fighting !!!

  18. waktu..fanny hanya butuh waktu bwt memikirkan semuanya..mendengar pengakuan suami yg amat sangat dicintainya sudah tidur bareng dengan perempuan lain dan tau jelas klo si perempuan nya suka sma suaminya..its amazing

    nth yg salah siapa..yoona kah yg trlalu baik dan nurut atau jieun yg pinter memanfaatkan “ketidakenakan”yoona akibat penolakan cinta nya.padahal perjanjian antra yoona sma jieun termasuk perjanjian bodoh…tp sudahlah
    salut sama keberanian yoona yg mau ngaku ke fanny..dn klo pun panny blom bisa nrima itu wajar sih..gk papa lah yoonfanny pisah sebentar anggap saja untuk lbh memperkuat cinta mereka…

    bwt rumah tangga soosic anggap sja itu karma sicca…meski apa yg dilakukan oleh soo jauh dr kata baik…berdoa saja biar semua baik baik saja

    salam kenal teman….

  19. ya ampun thor jgn sampe sprti HBH dong critanye…
    nyesek bgt tuh ntar c fany… hadeh..
    gian hrsny fany g kasi ijin suaminy prgi sm jieun… kn jd bgni deh.. 😔
    lum gi jessi kaget dgn situasi tu..
    badai bgt thor …
    lnjut thor next chap gw tgguin.. ttp smangat & thx dah update

  20. Tapatini emg cocok meranin karakter yg sering di sakitin dan di khianatin thor..

    PLAAK…
    #Digebukinfanytastic

    eiit.. tunggu dulu.
    Maksud gue Tapatini emg cocok klo berperan sbg seseorang yg selalu sabar dalam ngejalanin ujian hidup terutama ketika di selingkuhin.

    hihihi…. XD

  21. GILA

    GILA

    GILA

    GILA

    GILA..
    gk akan ada orang yg kek panny. gilaaa
    dan ini bener” gilaa..
    hadehh,, nangis jadinya.. hiks hiks hiksT__T

    apa bner tu tiga cewek bener” ingin naklukin tu preusahaan kwon ? ato sebaliknya?
    hmm…

  22. q rasa ini puncakny krn semua yg terjdi adlh jlnnug hrs mrk lalui utk mnjdi lbh baik, krn q ykin kbhgiaan yg sejati telh mnanti mrk. bgmn ksbrn fany sgt diuji, jg sica yg mw merubh pikiranny ttg ank bhkn skrg hamil. tgl yujin yg tdk th sm sekali suaminy selingkuh.
    complicated y mmg tp bgmn lg semua hrs dijalni…T_T
    bc ini smbil lht MV Heartbreak Hotel by Tiffany..

  23. oh no!
    jgn bilang mimpi tiffany akn jadi kenyataan? (pas dia liat yoong menggendong bayii t d mimpi)
    wahhh yoong
    tpi kok ane y yg sakit hati y?? Haha
    apalagi fany?
    Aisshh jieun moga lu kaga h*mil yee

  24. Nahloh yulsoo kebongkar rahasia kalian. Udh punya istri yg baik tp masih nyari yg lain, sifat dasar manusia gapernah puas sama apa yg dia punya…pffttt
    Omg yoong-___-” semoga aja kaga sampe hamil, baru sekali yakan. Moga aja yoong ga setangguh itu sekali lakuin langsung melendung wkwkwk. Dohh fany gategaa ihh:(

  25. jessica langsung kgt denger seulgi manggil sooyoung appa, apalagi pas liat yuri sma yejin, dan yoong akhirnya bisa jga bikin tiffany sakit hati, tpi yoong cowo bngt sih dia mau ngakuin ksalahannya walaupun itu nyakitin istrinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s