The Reason Is Part IX | Im Yoona | Tiffany Hwang

PhotoGrid_1433229613316

SNSD FF, Yoona, Tiffany

Seorang wanita sedang tertidur begitu pulas sehingga ia tak menyadari bahwa seseorang kini sedang mengamatinya penuh dengan maksud tersembunyi didalamnya.

“Mengapa Tuhan menciptakanmu?” pria itu membelai pipi wanita yang tertidur di sampingnya, polos. Ia membelai wanita itu layaknya sesuatu paling berharga di dunia ini. Ia telusuri keindahan yang tak pernah menjemukan matanya tak kala ia melihatnya.

“Aku sungguh beruntung” pria itu berucap dalam monolognya, tersenyum puas memandangi lagi wanitanya yang tersenyum dalam tidurnya, mendapat mimpi terbaik dalam hidupnya.

“Heunghhmmm” pria itu tertawa dalam hatinya mendengar igauan wanitanya. Ia kembali belai wajah wanitanya itu, kali ini mencuri kecupan layaknya sang beast yang ingin membangunkan beauty dari alam mimpi.

Flashback

“Sayang.. ada apa?” Yoong berlari menghampiri sang istri yang terlihat begitu sedih memandang sesuatu di layar smartphone-nya.

“Yoong.. aku..” air mata itu tak terasa tumpah. Tiffany mencoba meredam tangisnya. Ia menerima pelukan sang suami yang mengelus punggungnya, mencoba menenangkan hatinya.

“Aku mencoba untuk mendapatkannya, tapi.. orang lain lebih dulu mengadopsinya.” Yoong mengerti kesedihan istrinya itu. Sejak 3 minggu lalu Tiffany tak bisa mengalihkan perhatiannya dari seekor anjing pudel hitam yang entah terlihat begitu unik baginya. Melihat anjing itu membangkitkan sebuah nostalgia yang dulu begitu indah baginya.

“Kau tahu siapa yang mengadopsinya?” Yoong mendapat gelengan kepala ringan dari Tiffany yang terlihat seperti anak kecil yang kehilangan sesuatu yang begitu berharga baginya. Begitu cute tapi membuat hatinya sedih juga pada akhirnya.

.

.

.

“Sayang.. mengapa kau tak ikut denganku?” Tiffany menatap sang suami yang baru saja selesai mandi. Ia baru saja menidurkan Jisoo yang hari ini begitu rewel tidak seperti biasanya sehingga tenaganya apalagi batinnya terasa terkuras hari ini. Meskipun begitu, ia tetap harus melayani Yoong, karena itulah kewajibannya sebagai istri dari pria yang kini sudah menjadi sebuah kebutuhan baginya.

“Kemana?” Suaminya itu hanya tersenyum mengedipkan mata kanan terlihat misterius dengan ketampanannya yang diatas rata-rata. Tiffany yang penasaran, berjalan menghampiri Yoong yang sedang memakai baju santainya. Ia membantu mengancingkan kemeja suaminya itu satu persatu, mengagumi semua aspek dari tubuh sang suami yang menjadi sebuah kesempurnaan baginya.

“Kita sudah siap.. dan ah tunggu!” Yoong menghentikan langkahnya menggenggam tangan Tiffany. Ia merunduk, duduk sejajar dengan perut sang istri yang masih terlihat kecil di usia kandungan 15 minggu.

“Kyungso-ah.. Daddy akan mengabulkan semua keinginan Mommy-mu. Kau tenang ya..” Yoong mengelus perut istrinya itu, mengecup sang putra yang masih bersarang di rahim wanita terindahnya.

“Apa yang kau katakan pada bayi kita?” Meskipun ia tahu, Tiffany tetap ingin mendengar kalimat yang indah itu dari bibir suaminya.

“Aku memintanya untuk tenang karena aku akan mengabulkan semua keinginanmu Mommy.” senyum itu mengembang di wajah Tiffany. Ia menaikan sedikit tinggi badannya, jinjit, mengecup Yoong yang membalasnya dengan kecupan yang manis dan lembut.

.

.

.

“Prince dan Princess” Yoong tertawa kecil menggelengkan kepalanya ringan melihat sang istri memangku kedua anjing pudel putih yang identik. Mereka baru saja mengadopsi kedua anjing tersebut di salah satu rumah pemeliharaan anjing milik sahabat Yoong di Yongsan.

“Sayang.. bisakah kita makan mandu Bibi Han? Oh ya aku ingin makan kit kat labu panggang, eskrim cream brulle, sundae goreng, rabokki pedas juga. Kau tidak keberatan?” Yoong menepikan mobil yang sedang dikendarainya. Ia mengambil tangan kanan sang istri, menggenggam tangan itu kemudian ia kecup.

“Pernahkah aku berkata tidak?” Tuhan tahu betapa merah meronanya wajah Tiffany saat ini. Jantungnya berpacu lebih cepat dan kehangatan itu seperti menyebar di tubuhnya saat suaminya itu mengecup dahinya, hidungnya dan terakhir.. bibirnya.

“Keinginanmu adalah inginku. Maumu adalah mauku. Cintamu adalah cintaku. Hidupmu adalah hidupku. Kau.. adalah aku dan kita.. adalah satu.” kecupan polos dan manis itu perlahan berubah menjadi ciuman bergairah bagi keduanya.

Prince dan Princess sibuk bermain di kursi belakang sementara pemilik mereka sibuk bermain cinta di kursi depan, sedikit melupakan kehadiran kedua anjing cute dan polos itu.

End Of Flashback

“Morning Love..” Tiffany perlahan mencoba membuka matanya. Ia mendesah puas mendapati prianya begitu intens mengamatinya. Harus ia akui hal itu menyenangkan. Ia merasa begitu berharga dan berarti bagi Yoong apalagi saat prianya itu begitu fokus mengagumi dan mensyukuri apapun yang ada pada dirinya.

“Mowning Wofee..” Yoong tertawa mendengar suara imut yang dikeluarkan istrinya itu. Ia membawa istrinya itu duduk di hadapannya. Kedua mata mereka terkunci dalam satu dimensi, dimana hanya mereka dan Tuhan yang hadir di dalamnya.

“Nyonya Kwon.. aku mencintaimu.” apa kalian bosan mendengar kata itu?

“Jisoo dan Stephen Daddy… i love you too..” dan kalian tahu? Aku tidak pernah bosan mendengar kata cinta itu keluar dari mulut mereka.

.

.

“Ah.. aku adalah pria paling bahagia di dunia ini rasanya!” Yoong mendesah bahagia memeluk Tiffany dari belakang. Ia menyenderkan dagunya di bahu sang istri, sesekali mengecupi leher istrinya yang selalu memancingnya untuk berbuat hal yang diinginkan :p.

“Yoong.. Stephen menendang lagi” Tiffany membawa tangan suaminya itu mengelus perutnya yang sudah membesar. Tendangan itu tidak sekeras tadi saat tangan Yoong mengelus perutnya.

“Aigoo.. kau ingin menjadi pemain sepak bola Sayang? atau bahkan petinju? Kau begitu senang sekali mengagetkan Mommy-mu kekekekeke” Tiffany ikut tertawa dengan suaminya. Ia sangat menikmati waktu-waktu berkualitasnya bersama Yoong.

Sejak beberapa bulan ini suaminya itu sibuk sekali. Dalam satu bulan Yoong bisa pergi ke luar kota atau luar negeri beberapa kali, berbeda pada saat Tiffany dulu hamil Jisoo dimana suaminya benar-benar selalu berada di sampingnya, hampir memberikan seluruh waktu luangnya untuk Tiffany dan buah hati mereka.

Jadwal Yoong yang padat itu bermula saat perusahaan Jieun resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan Yoong. Kantor pusat S&C yang berada di Hongkong dan Jepang membuat Yoong harus pergi kedua negaara itu untuk memudahkan kerja sama mereka berlangsung. Perusahaan milik keluarga Jieun memang tricky, mereka tidak ingin orang sembarang yang mengurus tentang kerja sama ini, secara khusus mereka meminta Yoong, Yuri dan Sooyoung yang menjadi delegasi dalam meeting apapun yang mereka adakan, tentunya yang hadir di meeting-meeting itu juga adalah orang-orang terbaik S&C, well itulah yang Jieun katakan.

Ada satu hal yang sejak awal membuat Tiffany kurang nyaman dengan salah satu pewaris dari keluarga Lee itu. Tatapan yang Jieun berikan pada Yoong adalah sebuah tatapan seorang gadis yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan Tiffany tahu hal itu karena dulu.. ia sering melihat ekspresi itu dari Taeyeon.

Pria bermarga Kim itu.. Tiffany takkan pernah bisa melupakannya. Semua kenangan itu begitu kuat tertanam di otaknya. Waktu terus berlalu dan yang ada hanya kenangan. Tiffany masih mengingat jelas senyum terakhir yang Taeyeon berikan padanya.

Kim Taeyeon.. entah mengapa setiap kali Tiffany mengingat ayah dari putrinya itu, ia seperti sedang mengkhianati Yoong meskipun pria bermarga Kwon itu sudah pernah menjelaskan padanya bahwa ia bebas untuk mengenang apapun tentang Taeyeon asalkan hatinya selalu ada untuk suaminya yang gentleman itu.

Back to Jieun.

Insting Tiffany mengatakan bahwa gadis itu menaruh rasa pada suaminya tapi ia tidak ingin gegabah. Sejak kerjasama itu dimulai dan intensitas kebersamaan Yoong dan Jieun meningkat, Tiffany selalu mengamati gerak-gerik wanita yang harus ia akui begitu cantik dan serasi jika bersanding dengan Yoong.

Untuk menenangkan rasionalnya, Tiffany menceritakan ini semua pada Yujin yang dengan senang hati ikut membantunya mengawasi Jieun.

Dan hasilnya…

Flashback

“Jinkyeong mempunyai sesuatu untukmu” Yujin memberikan amplop coklat ukuran sedang pada Tiffany yang terlihat masih sibuk mendesain sesuatu di Macbook-nya.

“Periksalah” Tiffany menganggukan kepalanya, mulai membuka isi amplop itu, melihat satu persatu foto. Ia di samping Yujin, yang terdiam melihat mantan idol itu secara seksama mengamati satu persatu isi amplop yang tadi dibawanya.

“Lee Jieun.. gadis itu” Yujin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat beberapa foto, video dan laporan tertulis yang Jinkyeong berikan padanya. Jinkyeong adalah salah satu paparazzi yang sudah bersahabat dengannya sejak ia debut di bawah naungan YG, maka saat Tiffany meminta tolong untuk menyelidiki Jieun, sahabatnya itu menerimanya dengan bayaran beberapa moment pribadi Yoong, Jisoo dan dirinya yang akan Jinkyeong tangkap dengan kamera kesayangannya.

“Kau lihat? Jieun begitu pintar menggoda Yoong dengan kepolosan palsunya. Syukurlah suamimu luar biasa tak pekanya terhadap godaannya.” Tiffany masih terdiam mendengar komentar wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu.

“Tiff.. lebih baik beri peringatan gadis rubah itu untuk menjauhi suamimu.” Yujin berkata dengan amarah yang jelas terpancar di wajahnya berbeda dengan Tiffany yang masih diam tak bersuara.

“Tidak bisa Unnie. Kita berada di posisi dimana Jieun bisa membalikan semuanya menjadi neraka bagi rumah tanggaku dan Yoong.” Tiffany menunjukan laporan tertulis yang Jinkyeong berikan padanya. Disana tertulis bagaimana manipulatif dan kuatnya pengaruh Jieun sebagai salah satu pewaris S&C. Dari data personal pun Tiffany sudah bisa memutuskan bahwa Jieun bukan tipikal gadis yang bisa ia gertak seenaknya.

.

.

“Tiff..” Yujin segera mengambil tissue yang ada di meja kerja rekan bisnisnya itu.

“Kau harus segera memeriksakannya..” Yujin membantu Tiffany menghentikan pendarahan di hidungnya itu. Wajah wanita bermarga Kwon itu kini terlihat pucat sekali dan ini bukan pertama kalinya Yujin menyaksikan hal itu. Sejak Yoong sering bepergian dengan Jieun dalam perjalanan bisnis mereka, Tiffany terlihat sedikit berbeda dan Yujin tahu ini pasti ada hubungan dengan Jieun.

End Of Flashback

Apa yang menjadi dugaan Tiffany itu benar.

Gadis bermarga Lee itu tertarik pada suaminya, No.. bahkan mungkin Jieun jatuh cinta pada suaminya. Ia adalah seorang wanita, ia pernah jatuh cinta dan ia tahu dari tatapan dan gestur yang Jieun berikan pada Yoong.. disana tersimpan hasrat begitu besar di dalamnya.

Tiffany tak bisa melarang Yoong untuk menjauhi Jieun karna suaminya itu membutuhkan Jieun dan S&C dalam proyek terbaru yang ditangani oleh suaminya itu dimana ini adalah salah satu pembuktian yang akan Yoong serahkan nanti sebagai salah satu syarat dirinya menjadi kandidat tunggal pengganti Boa, sang ibu yang sudah tidak sabar memberikan mahkotanya pada putra semata wayangnya itu.

“Sayang.. hari ini kita jadi bertemu dengan Minyoung Noona?” Yoong membangunkan sang istri dari lamunannya. Ia mengecup bibir yang takkan pernah bosan dan lelah ia apresiasi sampai kapanpun.

“Oh.. tentu. Kau tidak ada janji kan?” Yoong terlihat berpikir, ia mengambil Ipad-nya, terlihat memeriksa jadwalnya, merengut melihat jadwal barunya.

“Fany-ah.. maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa..” wajah Yoong terlihat menyesal sekali harus memberitahukan ini pada istrinya.

“It’s okay. Aku mengerti..” Senyum itu tak bisa menutupi kekecewaan dan kesedihan yang tergambar begitu jelas di wajah Tiffany. Ia mengelus wajah sang suami yang terlihat merasa bersalah harus membatalkan janji mereka untuk pergi bersama memeriksakan kandungannya.

“Sayang.. terimakasih.” Yoong membawa wajah wanita terindahnya itu mendekat. Ia merapikan rambut yang menutupi telinga istrinya itu, membisikan sesuatu yang membuat senyumnya melebar melihat ekspresi tak ternilai yang Tiffany berikan padanya.

“Yoong.. kau serius?” Sendu yang menyelimuti situasi mereka berganti menjadi kebahagian saat Yoong menganggukan kepala mengkonfirmasi pernyataan istrinya.

“Jieun membatalkan beberapa bisnis trip kami dan aku.. aku milikmu seutuhnya untuk beberapa hari ini.” Tiffany tertawa bahagia menerima kecupan di hidungnya, begitu bersyukur dam bersemangat menghabiskan hari ini, esok dan seterusnya bersama pria no 1 dalam hidupnya tentu selain Taeyeon dan Ayahnya.

                     — The Reason Is —

“Ini lezat sekali!” Mikyung terdiam dalam senyumnya, bahagia melihat pria dihadapannya menyantap masakan yang memang ia sengaja siapkan untuk pria jangkung berkarisma itu.

“Ahh.. kau juga harus makan. Aku tidak ingin Seulgi memarahiku karena Umma-nya bertambah kurus seperti member girl grup – girl grup itu.” Ada tawa dalam tutupan mata Mikyung saat menyantap suapan pria yang sudah hampir setahun ini dekat dengannya meskipun ia tahu hal ini tak seharusnya terjadi. Pria yang hangat seperti mendiang suaminya itu telah memiliki rumah lain, tempat seharusnya pria itu berada, bukan bersamanya, berdua, menikmati makan siang di apartment mereka.

“Hei.. mengapa kau melamun? Kau.. sebegitunya terpesona padaku?”Mikyung menggelengkan kepalanya masih dengan senyum di wajah tegas, lembut dan karismatiknya. Ia mengambil sendok yang ada di tangan Sooyoung, mengambil sesuap Sup Ayam buatannya itu dan memberikannya pada Sooyoung yang terkejut tapi dengan puas menerimanya.

“Kenyang sekali.. Terimakasih cantik!” Kecupan itu mendarat di dahi Mikyung yang merasakan kehangatan itu menyebar ke seluruh tubuhnya, bukan hanya hatinya yang entah mengapa selalu berdegup lebih kencan jika pria bermarga Choi itu ada di sampingnya.

.

.

“Mikyung-ah.. bicaralah. Aku tahu sesuatu sedang mengganggu pikiranmu.” mereka berdua kini sedang menikmati hangat manisnya teh hijau favorit putrinya yang masih berada di sekolah.

“Aku.. Aku tidak tau Soo” Mikyung meneguk minuman itu tanpa menghirup aromanya. Ia hanya ingin menghapus kebingungan dalam hatinya.

“Apa ini tentang Jessica?” Mereka sudah tak canggung lagi menyebut nama itu. Diamnya Mikyung adalah sebuah jawaban bagi Sooyoung. Dalam beberapa bulan ini wanita itu lebih terbuka padanya, membuatnya berpikir bahwa sebenarnya karakter Mikyung dan Jessica tak jauh beda. Hanya saja ada sebuah kenyamanan yang tak Sooyoung dapatkan dari istri sahnya itu. Sesuatu yang membuat Sooyoung ingin selalu bersama Seulgi dan Mikyung, keluarga kecilnya, rumah baru yang terlarang baginya.

Jika kalian bertanya apa Sooyoung masih mencintai Jessica, tentu jawabannya iya. Hanya saja.. hanya saja.

Entah sejak kapan Sooyoung berubah menjadi pria paling jahat sepertinya yang dengan tenang dan polosnya menjalin hubungan dengan Mikyung. Hubungannya dengan ibu satu anak itu masih belum jelas hingga hari ini.

Dari awal Sooyoung hanya ingin membantu Mikyung untuk menjadi ayah Seulgi yang entah mengapa begitu menempel padanya, menganggap dirinya sebagai ayah kandungnya. Karena ingin membantu Mikyung, merasakan bagaimana menjadi seorang ayah dan mungkin ingin mengalihkan pikirannya dari masalah bersama Jessica, ia akhirnya memutuskan untuk berperan sebagai Appa Seulgi.

Mikyung awalnya menolak, ia tak mau merepotkan pria yang sudah beristri itu. Ia tak mau ada kesalahpahaman nantinya. Tapi Sooyoung memaksa dan berjanji bahwa tidak akan terjadi apapun yang pada akhirnya akan merugikan wanita bermarga Kang itu. Dia menceritakan masalahnya bersama Jessica, bagaimana istrinya itu selalu menghindar dan menolak membicarakan tentang momongan padahal Sooyoung ingin sekali secepatnya memiliki buah hati dan menjadi seorang pria seutuhnya, seorang ayah.

Mendengar hal itu akhirnya membuat Mikyung mengubah pikirannya. Ia membuat beberapa peraturan dengan pria yang terkenal dengan ketelitian dan fokusnya dalam menangani kasus-kasus hukum bisnis yang besar. Mereka setuju untuk berpura-pura sebagai suami istri di hadapan Seulgi, dan Mikyung hanya mengizinkan Sooyoung untuk mengecup pipi atau memeluknya ringan saja tidak lebih. Ia tidak ingin terjadi hal yang tak diinginkan.

Tapi takdir berkata lain. Mikyung yang selalu mendengar keluh kesah Sooyoung, menyemangati  dan memotivasi pria itu untuk menjadi pria dan suami yang lebih baik untuk Jessica akhirnya termakan omongannya sendiri untuk tidak pernah jatuh hati pada pria bermarga Choi itu.

Begitu pula Sooyoung yang tak bisa memungkiri bahwa Mikyung mempunyai tempat yang spesial di hatinya berdampingan dengan wanita yang begitu dicintainya, Jessica yang hari demi hari kini mulai berubah menjadi lebih baik tidak seperti dulu, terlalu sibuk dengan dunia keartisannya sampai terkadang melupakan fakta bahwa ia adalah seorang istri dan memiliki kewajiban yang harus ditunaikan olehnya pada sang suami, yaitu Sooyoung dalam hal ini.

Mereka berdua tak ingin mendua dari pasangan masing-masing. Mikyung masih begitu mencintai mendiang suaminya begitupun Sooyoung yang tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya bila Jessica tak di dalamnya. Tapi hati mereka hanya Tuhanlah yang mengaturnya. Tuhan pula yang telah menitipkan rasa cinta yang perlahan bersemi di hati mereka. Well itulah yang mereka percayai.

Jika kalian mengira  Mikyunglah yang menggoda Sooyoung maka kalian salah. Mikyung tak seperti Jieun dan Yejin yang bersemangat dan ambisi untuk memiliki Kwon bersaudara. Wanita bermarga Kang itu malah terkesan tertutup pada Sooyoung, tidak banyak bicara, hanya mendengarkan Sooyoung yang begitu aktif berbicara padanya meskipun profesinya memang sebagai pengacara dan penasehat hukum perusahaan-perusahaan besar sekelas S&C yang membutuhkan public speaking yang baik.

Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, romantisme itu memang sering terbangun tapi tidak dengan cinta yang diam-diam ada di hati mereka. Tapi semua berubah beberapa bulan lalu, saat dengan naturalnya Sooyoung mengecup bibir Mikyung pertama kalinya di hari ulang tahun ibu satu anak itu.

Sejak saat itu semuanya menjadi bias. Tak ada label dalam hubungan mereka, tapi mereka menikmati kehadiran masing-masing. Pelukan, kecupan, ciuman ringan hingga yang berat pun sudah mereka lakukan. Tapi tidak dengan bercinta. Keduanya sepakat untuk tak melakukan hal itu dalam waktu dekat ini. Mereka tidak ingin terburu-buru dan terbawa nafsu, hanya ingin menikmati kenyamanan yang ditawarkan oleh masing-masing pihak.

Lalu bagaimana dengan Jessica?

bahkan hingga hari ini, wanita bermarga Jung itu belum tahu bahwa suaminya menjalin hubungan dengan ibu Seulgi, gadis kecil yang perlahan mengubah pandangannya tentang seorang anak, yang dulu menjadi nomor sekian dalam hidupnya.

Perlahan ia ingin mengubah hidupnya, tidak terlalu sibuk dengan kegiatan girl group dan keartisannya. Jessica ingin merasakan kembali keindahan yang dulu sempat dirasakannya sebelum ia terlibat konflik dengan sang suami tentang anak.

Ada satu rahasia besar yang tak boleh diketahui oleh siapapun apalagi Sooyoung. Sebuah rahasia yang selalu membawanya dalam nostalgia menyakitkan dimana mungkin ia akan tetap bahagia bersama rahasianya itu jika ia tidak membunuhnya.

Aku yakin kalian pasti bisa menebak apa hal ini.

Ya.. kalian benar!

Rahasia itu adalah tentang bagaimana dengan teganya Jessica menggugurkan seorang anak yang Tuhan titipkan dalam kandungannya. Ia telah membunuh seorang anak yang tak berdosa, seorang anak yang sangat diinginkan oleh suaminya hanya karena ia belum siap menjadi seorang ibu dan tak ingin kegiatannya di industri hiburan terganggu.

Jika Jessica mengingat hal itu, ia merasa tak pantas bersanding dengan Sooyoung, pria yang begitu sabar padanya, mekipun hampir setahun ini hubungan mereka tak berjalan lancar. Tapi ia bersyukur pria itu masih mau bertahan menjalin kehidupan rumah tangga dengannya, meskipun itu juga terjadi karena usahanya untuk menjadi lebih mengerti kondisi Sooyoung dan menjadi istri yang baik untuk suaminya itu. Karena jika Sooyoung mengetahui bahwa ia telah menggugurkan calon buah hati mereka, ia tak yakin suaminya itu akan memaafkannya dan mungkin ia bukan lagi seorang nyonya Choi hingga hari ini.

Mikyung, Sooyoung dan Jessica Jahat? Mungkin

Mereka egois? mungkin

tapi ada satu hal yang tak bisa kita dan kalian ingkari

Mereka memiliki hak untuk mencintai meskipun keadaan dan hal lainnya tak bisa mendukung mereka.

Mereka mempunyai hak untuk melakukan apapun dalam hidup mereka seperti menggugurkn kandungan contohnya.

Terkadang manusia hanya bisa menilai seseorang dari luar dengan apa yang pikiran mereka inginkan saja, bukan dengan fakta yang ada di lapangan.

Dan itulah aku, kamu, kalian dan kita.

Pernahkah kalian berada di posisi Mikyung, Sooyoung dan Jessica?

So please don’t judge the book by the cover.

Jangan pernah menilai seseorang karena penampilan, masa lalu atau kesalahan yang ia lakukan di masa sekarang. Karena kita tidak diciptakan untuk menjadi juri.

“Jika aku jujur tentang kita padanya, apa kau siap?” tidak ada keraguan saat Sooyoung mengatakan ha itu dan Mikyung hanya menatap pria di hadapannya itu tak percaya.

                       — The Reason Is —

“Ah terimakasih!” Yejin melihat kembali cincin yang tersemat di jarinya. Ia tersenyum begitu cantik dan polos pada kekasihnya yang begitu manis memberikan hadiah ini untuknya.

“My pleasure..” Senyum Yejin semakin merekah menerima kecupan ringan di tangannya.

“Oppa.. apa kau siap melepasnya untuk bersamaku?” terdengar kekhawatiran dari nada bicara Yejin tapi orang buta pun tahu bahwa itu adalah sebuah kepalsuan yang terbalut akting sempurna.

“Tentu” kata itu dengan mudah terucap tanpa ada beban apapun dari bibir Yuri yang telah tersihir oleh Yejin yang tersenyum puas.

“Kau memang terbaik Oppa, Aku mencintaimu” kedua bibir itu bersatu dalam nafsu yang tak terbendung oleh keduanya.

— The Reason Is —

“Hallo.. Selamat datang” Tiffany menyambut tamu spesialnya hari ini dengan senyum bulan sabitnya. Ia memeluk tamunya yang terlihat sedikit canggung menerima pelukan itu.

“Hai terimakasih sudah mengundangku untuk makan malam bersama kalian.” Jieun berbicara dengan naturalnya, tak terlihat membenci Tiffany begitupun sebaliknya.

“Ladies.. makan malam kita sudah siap!” satu-satunya pria yang hadir menemani mereka hari ini bersua. Pria itu terlihat luar biasa tampan dengan dandanannya hari ini. Tapi ada satu yang kurang. Wajah pria itu terlihat tidak nyaman berada dekat dengan salah satu wanita yang masih berdiri di sampingnya.

Flashback

“Fany-ah!!!” Yoong berlari menghampiri sang istri yang tiba-tiba ambruk saat berjalan menghampirinya.

“Noona.. tolong telpon ambulance” Yujin yang ada di samping Tiffany saat itu segera mengabulkan permintaan pria yang sudahia anggap sebagai adiknya.

Yujin dan Tiffany tadi sedang berbincang mengenai desain terbaru  yang akan mereka luncurkan 1 bulan lagi, sebelum perut Tiffany semakin membesar. Usia kandungan Tiffany saat ini sudah menginjak minggu ke-32, dimana seharusnya wanita yang kini bermarga Kwon itu sudah tidak melakukan aktivitasnya di kantor. Tapi karena ini adalah event yang penting dan ia beserta Yujin adalah kreator dari proyek desain yang cukup menguras waktu dan uang mereka, maka ia meminta izin pada Yoong untuk tetap bekerja meskipun pada akhirnya suaminya itu membatasi jam kerjanya dan ia harus berada dalam pengawasan Yujin selama ia bekerja.

.

.

“Yoong aku harus mengatakan ini padamu.” Yujin dan Yoong kini duduk di ruang tunggu. Mereka menunggu tim dokter melakukan operasi caesar pada bayi Tiffany.

Dokter memutuskan untuk melakukan operasi itu karena kondisi tubuh Tiffany yang sudah tidak memungkinkan untuk tetap mempertahankan kandungannya. Satu-satunya solusi adalah Tiffany harus segera melahirkan. Mengingat kondisi Tiffany yang masih lemah dan belum sadarkan diri, dokter memilih alternatif operasi itu.

“Kau harus menjauhi Jieun, Yoong.” Ada keterkejutan di wajah Yoong saat istri sepupunya itu berbicara.

“Noona mengapa aku harus..” Ada amarah yang terlihat di wajah Yujin meskipun kesedihan dan kekhawatiran itu berhasil menutupinya.

“Kau tahu.. sebenarnya aku sudah bisa memprediksi hal ini. Dan hari ini adalah hari yang kutakutkan terjadi. Kau tahu alasan istrimu masih ingin terlibat dalam pengerjaan proyek terbaru kami meskipun kandungan sudah seperti itu?” Hening menyelimuti keduanya.

“Fany ingin tetap ikut mengerjakan proyek kalian karna itu adalah event yang penting dan ia tak mau melewatkannya.” entah mengapa keraguan itu kini menghinggapi pernyataan yang tadi Yoong buat.

“Kau benar tapi ada alasan lain yang tak pernah kau tahu. Tiffany sengaja masih ikut terlibat dalam proyek kami karna istrimu itu tak ingin hanya diam di rumah memikirkan beban pikirannya. istrimu stress memikirkan kedekatanmu dengan Jieun.”

“Fany.. mencurigai Jieun? tapi kami hanya teman dan rekan bisnis Noona. Tidak ada hubunga..” suasana keduanya kini sedikit menegang. Yoong tak mengerti mengapa Yujin bisa berkata seperti itu.

Dan bagaimana bisa istrinya stress memikirkan hal yang tak benar?

“Kau sungguh tidak peka. Wanita tahu saat ada wanita lain yang menyukai atau bahkan mencintai pasangannya. Bahkan aku juga bisa melihat ketertarikan yang Jieun tunjukan padamu. Lebih dari seorang teman.”

“Tapi Noona aku..”

“Yoong, aku meminta maaf padamu sebelumnya. Aku dan istrimu menyewa Jinkyeong untuk menyelidiki Jieun. Dan dari semua hasil penyelidikan itu, dugaan kami positif. Jieun memang menyukaimu lebih dari seorang teman atau rekan bisnis.” Yoong terdiam mendengar hal itu. Bagaimana bisa istrinya…

“Aku meminta kau jangan berpikiran negatif atau menyalahkan istrimu. Tiff sedang hamil Yoong dan Jieun selalu membuatmu sibuk dengannya, membawamu ke bisnis trip yang sebenarnya menurutku tak perlu membawamu.” entah mengapa bayangan beberapa bulan ini bermain di pikiran Yoong.

Bagaimana Yoong selalu pulang begitu malam tapi Tiffany masih bisa menyambutnya pulang, memberikan pelayanan terbaiknya sebagai istri. Bagaimana wanitanya itu terkadang tertidur di Sofa, menunggu dirinya yang lupa memberitahukan bahwa hari itu Jieun mengajaknya bertemu dengan ayahnya dan beberapa orang penting di S&C Korea. Semua bayangan itu rasanya begitu menyakitkan baginya. Itu sakit karena tanpa Yoong sadari, dia telah menyakiti Tiffany, istrinya, wanita yang telah ia janjikan pada Tuhan untuk selalu ia jaga, bahagiakan dalam kondisi apapun.

“Fany-ah…” air mata itu mengalir begitu saja. Yoong tak bisa menahan rasa sakit yang menyesakan hatinya. Ia mengepalkan kedua tangannya, kesal dan marah pada dirinya sendiri.

“Yoong aku memberitahumu hal ini bukan untuk membuatmu seperti ini. Dari hasil yang dilakulan Jinkyeong, kami positif bahwa Jieun benar-benar menaruh rasa padamu. Aku sudah menyarankan Tiff untuk membicarakan ini pada Jieun. Tapi ia tak mau, istrimu masih memikirkanmu. Ia tahu bahwa kau masih menjalankan kontrak kerja sama kalian, maka dari itu ia lebih baik diam dulu, ia ingin membicarakan tentang hal ini jika situasi sudah mendukung. Dan kau.. kau jarang sekali ada untuknya akhir-akhir ini Yoong. Aku kira hal itu yang memacu semuanya terjadi sekarang..” Kedua tangan itu Yoong dekapkan ke wajahnya, menahan tangisnya yang tak bisa membayangkan sakit yang dirasakan oleh istrinya.

“Maafkan aku Fany-ah.. Maafkan..” Mereka berdua kini hanya bisa berdoa semoga operasi itu lancar, baik ibu dan anaknya selamat.

End Of Flashback

“Sayang.. kau ingin tambahan lasagnanya?” Tiffany mengiyakan dan Yoong dengan gentle-nya memberikan lasagna itu ke piring istrinya. Melihat hal itu jujur membuat Jieun panas

Sudah 4 bulan ini Yoong sedikit berbeda padanya. Jieun dan Yoong masih berhubungan seperti biasa tapi ia merasa ada jarak yang dibangun Yoong. 1 bulan setelah Tiffany melahirkan, Yoong tidak ikut dalam semua bisnis trip yang ia laksanakan. Timnya bisa memaklumi karena Yoong ingin merawat istrinya yang waktu itu kondisinya sangat lemah. Jieun tak bisa berbuat apapun.

“Jieun mengapa kau belum memakan pastamu?” pertanyaan itu membangunkan Jieun dari lamunannya.

“Yoong.. mungkin Jieun ingin lasagnanya juga.” mengerti dengan maksud istrinya, Yoong mengambilkan potongan lasagna itu ke piring Jieun yang tersenyum begitu senang menerima perhatian Yoong.

“Jieun-shi.. mengapa kau tak mengajak pasanganmu? Yoong bercerita padaku bahwa kau sedang dekat dengan seorang pria.” Jieun menghentikan kunyahannya.

“Bagaimana Wooyoung? apa hubungan kalian membaik?” Yoong ikut berbicara, ia telah selesai menghabiskan pastanya, mengambil lasagna dan siap menyantapnya.

“Eumh.. kamu baik.” Jieun tak ingin membicarakan hal ini. Wooyoung hanya pria yang sengaja dekat dengannya agar Jieun bisa dekat lagi dengan Yoong. Sahabatnya itu berpura-pura mendekatinya agar Jieun bisa berkonsultasi tentang hal itu pada Yoong dan itu sedikit berhasil karena ia berhasil mendekati pria idamannya itu tapi Yoong masih memasang jarak antara mereka.

“Kuharap hubungan kalian selalu baik sehingga bisa menyusul kami dan memiliki malaikat-malaikat yang akan menambah keceriaan hidup kalian.” Tak ada kepalsuan dari ucapan Tiffany. Yoong menggenggam tangan kanan istrinya itu, mengecupnya penuh cinta dan kebanggaan.

.

.

“Mengapa kau melakukan hal ini?” Yoong harus mengantar Jieun pulang ke apartement-nya karena memang dia yang menjemput gadis itu tadi untuk makan malam mereka.

“Maaf?”

“Mengapa kau mengundangku makan malam jika akhirnya hanya dia yang kau perhatikan?” beberapa gelas wine yang tadi diminumnya sepertinya memicu Jieun untuk mengutarakan kekesalan dan amarahnya melihat kemesraan yang ditunjukan oleh Yoong dan Tiffany.

Apa mereka sengaja melakukan ini padanya?

“Jieun-ah… apa maksudmu?” Yoong tak mengalihkan pandangannya ke gadis di sampingnya. Mereka masih diam di dalam mobil meskipun di samping kanan Yoong, sudah berdiri gedung megah, tempat apartement Jieun berada.

Cukup lama Jieun tak menjawab membuat mereka terdiam dalam keheningan malam itu.

Chu

Yoong terkejut saat Jieun membawa wajahnya untuk berhadapan dengan gadis itu yang kemudian dengan cepat mengecup bibirnya.

“Aku mencintaimu Yoong dan aku tak peduli jika kau sudah memiliki Tiffany.” Yoong tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat dan ia sudah mempersiapkannya dari jauh hari.

“Aku tidak bisa, maafkan aku.” ada rasa menyesal saat Yoong melihat tangis kecil yang Jieun lakukan. Ia tak pernah ingin menyakiti siapapun termasuk Jieun, tapi ia tak bisa membalas perasaan gadis yang sudah ia anggap sebagai temannya itu.

“Apa karena Tiffany?” Yoong mengangguk.

“Tapi aku tak masalah jika kau masih ingin tetap bersama istrimu. Aku tak masalah jika aku harus menjadi kekasih gelapmu.” nada Jieun terdengar begitu menyedihkan dan putus asa.

“Jieun-ah.. terimakasih telah mencintaiku. Tapi aku tidak bisa. Aku tak bisa menyakiti Tiffany dan dirimu secara bersamaan. Menjadikanmu kekasih gelapku bukan sebuah solusi. Jalan keluar terbaiknya adalah kau harus melupakan perasaan itu.” Jieun menatap Yoong yang terlihat sedih mengatakan hal itu.

“Aku menyayangimu tak hanya itu. Aku tak bisa mencintaimu bukan karena adanya Tiffany. Bukan. Karena rasa cinta itu telah Tuhan titipkan padaku hanya untuk istriku Jieun-ah. Dari sekian wanita yang dulu mendekatiku, Tiffanylah yang berhasil membangkitkan rasa yang begitu indah, rasa yang membuatku selalu bersyukur karna Tuhan mengizinkan aku untuk merasakannya.”

“Aku tahu melupakanku dan rasa cintamu itu mungkin akan sangat sulit tapi kita bisa mencobanya mulai dari sekarang.” Jieun masih terdiam dalam tangisnya sementara Yoong terlihat begitu menyesal harus mengatakan itu semua padanya.

“Closure.. give me closure Yoong.”

“Jieun-ah..”

” Jika kau ingin aku melupakanmu, habiskan akhir pekanmu minggu ini bersamaku.” Kecupan itu adalah hal yang tak bisa Yoong tolak sebelum Jieun keluar dari mobilnya dengan tangisan yang masih menyertainya.

#############################

Are you…

SNSD, Seohyun, Taeny ff

Happy?

 

Iklan

96 pemikiran pada “The Reason Is Part IX | Im Yoona | Tiffany Hwang

  1. Bener, Yoong sih selamat tapi harus di sadarin dulu sama yujin.. Masih punya muka aja si jieun, apa dia nggak liat juga gimana mata tulusnya fany waktu nyambut dia dateng buat makan malam bareng? Ckck cinta ya, klo udah buta, buta arah, buta mata, buta hati 😤 thanks to fany yg lebih dewasa nyikapinnya meski stress, Eh tapi belum tentu selamat sih yoong nya gimana sama closure bareng eunji ntar? beuhh semoga nggak macem2 ya, kasian istri dirumah. Itu Yejin selingkuhannya yul ya kak? Parahhh ini yujin tau nggak? dia ngasih nasihat yoong tapi gimana sama yul duhh… Dan yg paling complicated ya si soosica ama mikyung 😱 sama2 punya salah, sama2 bikin kecewa juga… Pusing euy 😥 And finally im happy yuhuuu~ ditunggu next chap kak.. semangat 😍😍

  2. Yul parah amir selingkuh ny udh ke tahap mengenakan.. Soosic rmh tangga ny bntar lg amburadul ni.. Yoong jgn pegi itu cuma jebakan jieun ajj biar bisa melancar kn aksi ny.. Semoga Fany ga sakit parah y

  3. Finally update lagi dan lebih panjang tentunya..
    love banget sweet momentnya yoonfany di awal2…
    hubungan soosica bisa makin kacau nih…
    yuri parah bgt deh sm istrinya, hadeh tegar deh si yujin unnie. Dia kasih advice ke yoong cuma dia ga tau apa yang suaminya lakuin.. sadar yul sadar tobat wkwkk..
    semoga yoong gak melakukan kesalahan yg fatal ya dengan menerima tawaran jie eun. Kasihan fany 😦
    Thanks for the update ^^ waiting for the next update

  4. knapa jadi takut gini y?? bener benr takut rumah ta gga yoonyulsoo berantakan.
    gak kbayang rumah tangga yg harmonis jadi brantakan.

  5. Aku bingung y ampun knp q linglung y hhhhh rd aneh jg y kl bca tiff m yoona hhh trbiasa taeny btw mksih thor ff ny sehat bahagia sukses sll 😀

  6. eehh..ehh jgn mau yoong diajakin jieun.. alasan aj tuh bwt ngelupain.. yul tergoda juga thor..?? waduh kasian bininya.. gmn gi tuh soosica .. parah tuh si soo kykny dh bener2 berpaling.. aww..aww.. badai smkin kencang.. & I’m so happy thor.. haha.. nungguin next chap ny.. thx dh update .. & ttp smngat nulisny !!

  7. waduh gimana ini kenapa semua nya jadi begni. awalnya hanya berniat untuk berkerja sama ko malah pada selingkuh. untung yoong cinta nya masih kuat dan masih bisa mempertahan kan kepercayaan tiffy terhadap nya.
    akhirnya updet lagi. 😃
    jadi… gmana kabar mu?.
    baik kah?..😃

  8. yahh ko gue jadi ketar ketir gini takut yoong ntar di jebak lagi ayolah yoong please tolak ajakan jieun
    dan entahlah gue rada kesel sama yulsoo yg begitu bodoh menghianati istri2 mereka ga kebayang gimana nanti perasaan yujin sama sica tau suaminya selingkuh

  9. Semoga yoong bisa ngontrol dirinya dan nggak kegoda sama jieun aduh gw khawatir sama permintaannya jieun jangan sampai dia menghianati tiffany jga. Untuk soosic gw nggak tau mau ngomong apa udah terlalu ribet yul jga, harapan tinggal yoong doang nih.

  10. Yulsoo tega bgt sma istri2nya, terutama yuri, enteng bgg ngomong klo dia bakal ninggalin istrinya, ky ga ada beban, pelet tuh cewek2 kuat bgy yak….
    Semoga yoong ga tergoda dah….itu aja doa gw….

  11. thor, ff yg judulx red silky line udh lo hapus ya??

    terus ff I have to ama all of me nggk ada sambunganx lg…hihihihi…..

    sory ya thor, krn pnasaran makax gue nny..

    #pasangtampangbingung

  12. no I’m not happy dgn chap ini u,u
    bagaimana bisa para suami itu masih saja tergoda dgn perempuan” laen!?
    O M G!
    dan ntah knp gw malah curiga ppany punya sakit parah,,,
    hah,,,

  13. Yaampun sedih banget dan nyesek tentang kisah mereka 😭 soo complicated dan keren lah pokoknya ini cerita
    Semangat terus kak buat update ceritanya dan bikin readers tambah nyesek aja bacanya hehe 😆 fighting !!!

  14. jieun benar” gila. dan kao yoong, klo lo terima tawaran jieun kao sama gila nya dengan jieun,, akan ada yg terluka nantinya..
    gilaaaa,,, ok, gw jdi penasaran ama kelanjutan nya. hwaitaengg!!!

  15. Yg bikin q sk am crt ini krn bkn hny tunjukkn n ajarkn ap itu cinta tp bgmn merawat cinta itu. krn cinta bs mnjd 2 arah cinta yg indah n cinta yg mnykiti.
    dan itu tjdi dgn yoonyulsoo. mgkin disini kita patut lega krn yoong bnr2 mnjd hatiny hny utk tiffany sdg utk soo krn rasa ksepian n klngkpn hdpny dgn jessica yg smpe skrg blm mq pny ank. tp salutny jln yg soo ambil bkn nafsu melainkn utk mlindungi mikyung n seulgi yg tnyt skrg mnjadi rmh kedua utk soo wlpn hrs mnduakn sica. smg baik soosica n mikyung bs temukn solusi terbaik
    tg q tkutkn justru yuri yg sdh berpling dr yujin dmn yujin g th akn hub yuri pdhl yujin bs ksh solusi utk yoong.,
    jujur q g bs byngin….

  16. wahhwahhh ige mwoya???
    SooYul apa yg kalian lakukan?
    Jieun??? Heoll itu olang udh px tiffany mahh udh px ank dua lagiii
    masih mau juga padahal dah d tolak
    ckckckck jinja (lebay)

  17. Ohmygod ini kenapa para laki2 tergoda semua. Tapi untung lah yoong kuat iman, masih tetep memprioritaskan tiffany. Yuwre udh bener2 dah tuh, dikasih pelet apa coba. Jgn sampe yul ninggalin yujin hanya demi seorang yejin-,-
    Masalah syoung complicated. Gmn bisa sica masih blm tau, apa sikap syoo masih sama seperti sebelum2nya dan masih sering pulang kerumah. Oh ayolah jess jgn sibuk sama dunia keartisan trs, rumah tangga lu ada di ujung tanduk…pffttt

  18. Weleh2 makin parah aja nih kelanjutannya 😤 3 wanita itu pada ga punya pikiran ama hati apa yee pada pea banget wkwkwk jadi emosi 😂
    Mudah2an aja yoong ga ke bawa suasana

  19. Wah parah ini mah, trio tampan udh mulai tergoda eh gak deng baru yulsoo doang yg tergoda. Yoong please jgn kegoda ama cewek itu, inget fany dirumah yoong. Inget jisoo dan stephen yoong. Ingat gua juga yoong *plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s