Emosi | Egoisme | Anger Management

Mengapa perlahan aku berubah menjadi sesuatu yang aku benci?

Mengapa aku begitu mudahnya terbawa olehmu?

Mengapa dengan mudahnya aku menangis karenamu?

Mengapa kau hidup dan mengganggu diriku?

Aku.. Aku.. Akulah yang selalu melawanmu dari dulu

Aku yang selalu bercerita pada orang untuk tidak mengikutimu

Aku yang selalu mengingatkan orang betapa bahayanya dirimu

Aku yang selalu berusaha membantu orang-orang untuk melawanmu

Tapi mengapa? Mengapa aku?

Mengapa sekarang aku yang begitu mudahnya terbawa olehmu?

Mengapa kau menganggu hidupku dengan kehadiranmu?

Mengapa kau mengalir begitu deras dalam darah nadiku?

Memuncak dan memanaskan amarah yang sejak dulu sukses kuredam

Haruskah aku tundukan diriku padamu?

Haruskah kudeklarkan pada semua bahwa kau telah menguasaiku?

Haruskah?

Aku harap tidak.. tidak.. tidak

Mengikutimu hanya membawaku ke ketiadaan

Kau hanya membawaku kesengsaraan, kesepian, kenelangsaan

Tolong aku.. Tolong aku.. tolong aku..

Siapapun tolong aku

Orang bilang.. cara terbaik menyembuhkan penyakit ini hanya dari diri kita sendiri

Aku telah mencobanya dan aku menyerah

Haruskah aku berakhir seperti ini?

Aku harap tidak

Aku masih ingin percaya bahwa ada orang di luar sana yang mau berbaik hati

Yang mau mengulurkan tangannya, membantu orang-orang sepertiku

Yang tersesat dan terjebak oleh makhuk laknat yang bernama EMOSI

Iklan

3 pemikiran pada “Emosi | Egoisme | Anger Management

  1. Sllu ada kesan tersendiri bagi Thor untuk sllu menghibur readernya ^^
    Aq orang yg sllu setia bagi hidup qu Thor, qm bilang jgn terpaku dgn satu krakter.. N pastinya akan meninggalkanmu.. Itu memang benar diri sllu menjadi seseorang yg mencintai dgn 1 sosok taeny Dan benar pula aq menjadi sosok yg sllu ditinggalkan tp di balik itu semua.. Aq menjadi sosok yg bertahan n menjadi yg setia.. N lihat lah Thor.. Aq yg menjadi pemenang dgn sosok yg ditinggalkan..^^ gomawo atas sarannya

  2. emosi adalah ciri khas manusia. tanpa emosi maka kita akan menjadi robot. tak perlu menyerah, cukup menjadi bijak saja.
    kita adalah orang2 pintar yg selalu berusaha untuk menahan emosi yg berlebihan, bila tak bisa maka keluarkan lah tak perlu di tahan, berteriak lah maka akan kau dapati ke legaan, lalu tersenyum lah atau bahkan tertwa tak perduli orang mengagap mu gila. maka akan kau sadari bahwa kau juga manusia yg memiliki emosi.
    kemarahan, kesedihan, dan ketakutan akan di kuasai oleh emosi, yg membawa ke depresian.
    bersabarlah, dan percayalah pasti akan ada seseorang yg akan selalu di samping dan menolong di saat kita akan mengatakan, aku menyerah maka seseorang itu akan memberi kan semangat dan kita tidak akan merasa sendiri. karna kita tidak pernah sendiri di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s