Manusia dan Kecerdasannya

kau tahu.. hari ini aku mendapat pelajaran yg begitu berharga.

sesuatu yg mungkin tak bisa kubeli dengan uang.

sesuatu yg membuat diriku berjanji.. bahwa aku tidak akan menjadi seperti itu.

manusia belajar untuk mendapat ilmu

pengetahuan

kepintaran.

kecerdasan.

keadilan

kearifan

kebijaksanaan

kebahagiaan.

tapi mengapa..

mengapa.

mengapa?

mengapa kau jadikan kecerdasan itu sebagai tangga untung menghakimi orang lain?

melecehkan seseorang yg tak selevel denganmu.

 

hanya karna dia bukan seorang CEO

hanya karna dia bukan seorang CFO

hanya karna dia bukan seorang General Manager

hanya karna dia bukan seorang Manajer

hanya karna dia tak memiliki gelar strata

hanya karna dia tak lulus sma, smp atau sd, bkn berarti kau bisa berlaku semena mena

Kau boleh bergelar Profesor

kau boleh bergelar magister

kau boleh bergelar S1

tapi apa saat kau mati gelar itu akan membuatmu mendapat tiket gratis ke surga bila ternyata dengan semua kelebihanmu itu kau lupa diri, menyombongkan dirimu, mengingkari nikmat Tuhan yang ia titipkan padamu.

Apakah kecerdasan itu ada untuk menyakiti hati seseorang?

kurasa tidak

ilmu dan kecerdasan itu ada untuk membuat dunia lebih baik

manusia lebih berguna untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di dunia ini

apa ilmu itu yg akan kau banggakan saat kafan mendekap tubuhmu erat

saat cacing dan serangga lainnya menyantap tubuh dan otakmu yang cerdas itu

wahai wanita, wahai dunia

mengapa kau penuh dusta

 

wahai kawanku, sahabatku,

gunakanlah ilmumu untuk sesuatu yg bermanfaat bkn hanya untuk dirimu

bijaklah, dewasalah

kau sudah menjadi seorang ibu

kau lulusan S1

tapi mengapa attitude-mu dangkal seperti hewan tak berkalbu

mulutmu harimaumu

karma is a bitch

 

diakhir maaf itu selalu ada

ya.. i forgive you

insya allah

 

 

Iklan

13 pemikiran pada “Manusia dan Kecerdasannya

  1. Hemmmm….
    Manusia dan kecerdassanya 😂 begini, mungkin ini masalah penulis..
    Dan berjiwa besar adalah memaafkan…
    Tapi…. Di dunia ini memiliki banyak hal buruk, juga baik. Ketika kau melihat hal baik, mungkin bisa kau anggap buruk saat kau menariknya dari sudut pandang lain sehingga hal itu berubah menjadi jelek. Dan ketika ada hal yang jelek, coba kau tarik dari sudut pandang lain sehingga hal yang jelek itu akan jadi hal baik… hanya membedakan pandangan. Kekekekeke.

    Emm.. pernahkah kau mendengar Tripama atau apa itu lah namanya, yaitu tokoh pewayangan india.. ada Kumba Karna adiknya Rahwana yang pengecut. Lalu ada Adipati Karna di pewayangan Mahabarata, dan ada satu lagi lupa.. mereka bertiga itu disebut antagonis, tapi Pakubuwana 4 membuat serat Tripama… nah beliau menarik sudut pandang ketiga tokoh antagonis ini menjadi tokoh Pahlawan. Kenapa? Karena mereka tidak suka negara, kerajaan atau tanah air mereka di jajah… contoh saja Kumba Karna, dia tahu tindakkan Rahwana menculik Shinta adl hal yang tidak benar. Tapi dia tidak berani ngapa2in karena takut sama Rahwana, pengecut.. tpi ketika Anoman beserta bala tentaranya datang untuk berperang, dialah yang maju nomor satu…

    Nahh semoga penulis paham sama ocehan gak jelas ini.. kekekeke. Maafkan saya

  2. Manusia yg tak dibekali ilmu agama yg cukup akn bertindak menggunakan ego, sedangkan manusia yg paham ttg agama akan bertindak menggunakan hati dan sesuai syariat.
    Insya Allah adek bisa smakin sabar mghdpi cobaan didunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s