THE AND (One Shoot)

Screenshot_2015-10-18-06-27-46-412

Pairing: Taeny… bukan yang lain ^_^

Genre: Tentukan setelah baca ^_^

Warning: GirlxGirl/Yuri ^_^

NOTE: Tolong perhatikan keterangan waktu yang ada di setiap seksi ya biar ga bingung hehe. Karena membaca cerita ini memerlukan focus dan hati yang kuat. Bagi yang suka BAPER disarankan tidak membaca cerita ini ^_^

Los Angeles, Desember2019

“Taengoo?” seorang wanita membuka pintu kamarnya, mencari keberadaan sang istri yang sudah beberapa menit ini tak menjawab panggilannya. Ia baru saja bangun dan sedikit sedih mendapati bahwa wanita yang sudah beberapa tahun ini menjadi belahan jiwanya itu tak ada di sampingnya, menghujaninya dengan kecupan, ciuman dan love gesture lainnya yang selalu membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.

“Kemana dia?” wanita itu bertanya pada dirinya sendiri setelah mencari keseluruh sisi rumah mereka. Ia memutuskan kembali ke kamar, mengambil smartphone-nya, mencoba menghubungi Taeyeon yang masih belum mengangkat telpon atau membalas Kakao Talk-nya.

*Cousin Mi* wanita itu melihat nama penelpon di smartphone-nya dan tersenyum sebelum mengangkat panggilan itu.

“Hai Mi.. how are you?” dengan aksen Inggris-nya wanita itu menyapa sepupu yang sudah satu tahun ini tak ditemuinya. Kesibukan serta jarak LA dan Seoul membuatnya tak bisa sering bertemu dengan wanita yang sudah mempertemukannya dengan Taeyeon, sebagian dari dirinya, bagian lain dari dirinya yang hilang dan melengkapi hidupnya.

I’m doing good.. Oh ya.. aku punya kabar baik!” wanita itu tertawa mendengar high pitch sepupunya yang terdengar merdu.

What is it? You make me curious Mi..” wanita itu kembali tertidur di kasurnya, malas untuk melakukan hal lain karena sang istri tak ada di sampingnya.

“Kami akan merayakan natal di LA… Oppa memutuskan untuk berlibur disana bersama keluarga kita disana. Great isn’t it?” sepupu wanita itu berbicara dengan nada bahagianya.

OMG.. really?

Yes!!! And you should prepare party for us!” wanita yang berstatus sebagai istri Taeyeon itu berguling-guling di kasurnya, tak bisa menahan rasa penasaran dan senangnya mendengar kabar ini.

Don’t forget bring Lauren with you.. I miss her so much!” wanita itu berbicara membuat sepupunya tertawa mendengar permintaannya.

“Tentu. Dia juga sangat merindukanmu dan Taeyeon..” wanita itu tersenyum mengingat keponakannya yang begitu lucu dan menggemaskan, sama seperti sang istri.

“Sayang.. kau sudah bangun?” seorang wanita yang masih mengenakan pakaian jogging-nya berjalan menghampiri sang istri yang terlihat asik berbicara dengan seseorang.

“Taengoo… kau sudah pulang!” wanita itu segera memeluk Taeyeon dan menghujani istrinya itu dengan kecupan yang membuat Taeyeon tertawa dibuatnya.

“Kau berbicara dengan siapa?” Taeyeon berucap setelah memberikan ciuman selamat paginya pada sang istri yang terlihat begitu cute seperti anjing mereka, Ginger (Abaikan fakta bahwa ginger itu hitam buluk, ingatlah betapa cute dan menggemaskannya dia).

“Dengan Mi.. kau ingin berbicara dengannya?” Mata Taeyeon membulat mendengar nama itu sebelum akhirnya tersenyum dan mengambil smartphone istrinya itu.

Hallo.. how are you Dear?” Taeyeon tersenyum sendu, mengingat lagi semua yang terjadi semua yang telah terjadi padanya hingga akhirnya ia bisa bertemu dengan wanita yang kini menjadi pelengkap hidupnya.

=========== THE AND ===========

Seoul, Desember 2014

Taeyeon POV

“Kau terlihat luar biasa Kim Taeyeon..” aku tersenyum puas melihat bayanganku di cermin.

Tux Check!

Leather Shoes Check!

Parfum Check!

Hairstyle Check!

Ring.. Ring..Ring.. Ring…

“Taetae.. mengapa kau belum datang juga?” Kututup setengah telingaku saat mendengarnya, kupejamkan mata kiriku. Bibirku secara alami membentuk senyum dalam diam, masih mendengar sumber kebahagian yang selalu menambah kebahagian hariku saat mendengarnya.

“Aku akan segera kesana.. sabarlah..” bisa kudengar rajukan darinya. Lagi.. senyum ini semakin bertambah lebar saat mendengarnya. Tawa kecil dan renyahku membuat rajukan itu semakin menjadi-jadi, membuatku ingin segera tiba disana dengan mesin teleportasi yang tak pernah ada pada nyatanya.

“Cepatlah!! Jimin Unnie sudah hampir selesai merias wajahku.. apa kau tak mau melihatku terlebih dahulu sebelum memakai gaun pengantin?” Ah ya! Gaun pengantin. Dia pasti akan menjadi wanita tercantik saat gaun itu memeluk erat tubuh indahnya. Dan aku tak sabar melihatnya.

“Baiklah.. aku segera berangkat sekarang. Tunggu Aku..” Dia sedikit merajuk lagi sebelum akhirnya kumatikan sambungan telepon kami. Aku menyimpan ponselku di saku jasku, berjalan menuju hanger, mengambil coat tebal biru tua milikku yang menjadi sebuah kewajiban untuk kupakai di musim dingin ini. Tak lupa kunci mobilku kugenggam bersama sebuket bunga yang menjadi favoritnya sepanjang waktu, pink camelia segar yang tersusun cantik dalam tempatnya.

“Kau cantik sekali.. sama sepertinya..” aku tertawa dalam hatiku melihat bunga itu.

Flashback

“Taetae.. aku ingin bunga yang itu!” gadis yang masih erat menggenggam tanganku ini tak henti-hentinya menunjuk sekumpulan bunga-bunga indah di pojok toko yang sekarang mereka datangi.

“Dia memilih bunga yang bagus” seorang wanita di usia 40 tahunnya berbicara sambil berjalan menghampiri kami. Ia terlihat begitu cantik, anggun dan menawan dalam busana yang ia kenakan saat ini.

Hallo.. ah maaf mengganggumu..” ucapku sedikit membungkuk sementara wanita di sampingku ini masih terlalu sibuk mengagumi keindahan bunga-bunga yang ia tunjuk tadi.

“Apa kau sedang jatuh cinta?” wanita itu bertanya padanya, membuat perhatian gadis yang sudah menjadi sebagian dariku ini menatapnya penuh ketertarikan.

“Oh.. tentu!” ucapnya penuh semangat dan antusias, menatapku penuh kegembiraan. Aku hanya tersenyum kecil sebelum mengalihkan pandanganku pada wanita yang menyapa kami tadi.

“Camelia.. Bunga yang menarik perhatian itu bernama Camelia..”

Gratitude and loveliness” Aku terkejut mendengar Miyoung memotong ucapan wanita tadi yang tersenyum puas mendengar jawabannya.

“Oke.. jadi kau mau yang mana?” Aku berbicara membuat Miyoung dengan penuh semangat berjalan mendekati wanita tadi, membisikan sesuatu yang membuat wanita itu tersenyum mendengarnya dan aku hanya terdiam bingung melihat tingkah mereka. Wanita yang baru kuketahui sebagai pemilik toko bunga ini segera mengambil beberapa tangkai bunga, menyusun dan menghiasnya seindah mungkin dalam waktu yang tak cukup lama. Aku dan Miyoung menikmati bagaimana dengan mudahnya ia merangkai bunga-bunga itu, menambah nilai estetika di dalamnya, mengubah sesuatu yang mentah menjadi kesempurnaan yang tak terduga.

Done.. silakan..” wanita itu memberikan bunga itu pada Miyoung dan aku berjalan bersamanya kemudian, menuju kasir untuk membayar bunga yang diingankan oleh Princess-ku hari ini. Dalam beberapa menit kemudian aku dan Miyoung sudah berada di jalan, masih dengan posisi tangannya yang menggenggamku begitu erat, menambah kehangatan dalam hatiku yang tak bisa bertingkah baik bila didekatnya.

“Mengapa kau memilih 3 warna dari bunga ini?” tanyaku masih memandang kemana kami berjalan, mencoba tak mencuri pandang untuk melihat aura kebahagian yang selalu terpancar di wajahnya.

“Pink Camelia have a meaning longing for something.. or someone..”

“Lalu?”

You’re a flame in my heart” Dia menatapku tepat saat kami saling berhadapan, terkunci dalam dunia dimana hanya kami berdua yang berada di dalamnya.

“itulah arti dari Camelia Merah..” Ucapnya masih dalam senyum yang tak pernah bosan aku untuk melihatnya.

“Dan Camelia Putih?” aku memberikan senyum penasaranku untuk mengetahui apa makna dibalik bunga indah yang masih ada di genggaman tangan kanannya.

“Kau.. manis sekali!” Dia mendekatkan wajahnya denganku, membawa hidungnya mendekat dengan milikku.

“Miyoung-ah..” Rajukku membuatnya tertawa seketika. Tanpa kusadari rajukan itu berubah menjadi senyum kecil yang diikuti tawa di dalamnya.

You’re adorable.. that’s the meant if you want to know.. btw.. thanks for the flower” ucapnya kemudian mengecup pipi kananku sebelum kembali ke posisinya, berada di sampingku, dalam pelukanku dan genggaman hangatnya.

End Of Flashback

“Hahaha.. mengapa aku selalu teringat hal itu? silly me” kuhidupkan mesin mobilku dan mengendarainya untuk menemui wanita yang tetap menjadi gadis di mataku.

=========== THE AND ===========

Seoul, Agustus 2009

“Taetae..” Hwang Miyoung.. suara gadis itu menggema di studioku yang hening, membuatku segera berdiri menghampirinya yang masih berdiri di pintu. Ia masih mengenakan pakaian tadi pagi, terlihat lesu dan kusut.

“Kau belum pulang ke rumah?” Ia menggelengkan kepalanya lemah, membuatku membawa tubuhnya ke sofa bersamaku. Dia masih terlihat lemas saat aku mengambil minuman untuknya.

“Minumlah..” Aku memberikan susu strawberry padanya dan mulai meneguk Red Bull kesukaannya. Ia menatapku terkejut dan penuh kecemburuan.

“Mengapa kau meminumnya? Harusnya itu untukku..” ia menggembungkan kedua pipinya, terlihat seperti ikan yang begitu dibencinya.

“Kau masih ingin menjadi superstar kan Miyoung Hwang?” ia mengangguk semangat meminum susu yang kuarahkan ke mulutnya. Aku meneguk lagi minuman favoritnya, membuat kecemburuan itu masih tergambar di wajahnya.

“Kemarilah..” aku membawanya berdiri dan berjalan menuju pianoku. Aku duduk sedangkan ia berdiri, untuk mengeluarkan suara terbaik yang dimilikinya.

“Aaaaaa.. iiiiii… uuuuu… eeee… ooooo..” ia terdiam setelah mendengar vocalku tadi. Matanya bersinar menunjukan kekaguman di dalamnya. Aku tersenyum malu sebelum menekan tuts pianoku, mengiringinya berlatih vocal.

“Aku lelah..” Dia menenggelamkan kepalanya di bahuku, menumpukan tubuhnya ke milikku. Dua jam lebih kami melakukan latihan vocal bersama, well lebih tepatnya dia. Aku hanya mengiringinya bernyanyi dengan pianoku, sesekali mengajarkan padanya beberapa teknik vocal yang bisa menutupi beberapa kelemahannya, membuat suaranya terdengar lebih baik dari sebelumnya.

“Kau harus lebih sering melatih suaramu. Semangatlah.. tidak semua orang memiliki warna suara sepertimu.” Dia masih mengangguk di bahuku, menyenandungkan lagu yang selalu menjadi favoritnya sejak dulu, Way Back Into Love, meskipun nafas itu terlihat seperti akan terambil darinya, wajahnya terlihat sedikit memerah dan lelah itu tak bisa terhapus darinya. Melihatnya seperti itu membuatku terpikir sesuatu, sesuatu yang mungkin bisa menyemangatinya.

“Kau tahu.. aku akan menciptakan lagu untukmu dan kau harus menyanyikan lagu itu saat kau audisi nanti!” Dia bangun dari posisinya, menatapku dengan aura kebahagian dan semangat yang mulai bersinar lagi di wajahnya.

“Benarkah Taetae?” Dibalik semua lelah dan penat yang mungkin ia rasakan, Miyoung mendekatiku saat aku mengiyakan pertanyaannya, memelukku begitu erat sementara aku tersenyum menepuk-nepuk pelan punggungnya.

7 bulan kemudian

“Tae..” Dia berlari memelukku begitu erat seperti aku adalah magnet yang menariknya untuk menempel padaku.

“Aku berhasil.. Kau berhasil.. Kita berhasil!!” Dia memelukku erat, masih memegang amplop kuning yang menjadi sumber kebahagiannya saat ini. Aku tersenyum kecil tapi tidak dengan rasa bahagia yang begitu memuncak di hatiku.

“Mereka menerimaku menjadi penyanyi! Mereka menerima kita!” Senyum bulan sabit itu kembali terlukis di wajahnya. Aku mengangguk menanggapi ucapannya, masih tak bisa mengeluarkan kebahagian yang kusimpan di hatiku melihatnya seperti ini.

“Selamat Miyoung-ah..” ia menganggukan kepalanya di bahuku, masih tak melepas pelukan ini, membuatku senyumanku bertambah lebar.

“Tae.. terimakasih.. tanpamu, mungkin aku tidak bisa lolos audisi ini. Doakan yang terbaik untukku. Kau akan selalu bersamaku kan?” Kedua mata hitam kecoklatannya itu terlihat bersinar penuh dengan harapan meskipun sedikit berair, mungkin ia mencoba menahan tangis kebahagiannya di hadapanku yang hanya bisa tersenyum menganggukan kepalaku mengucap janji itu dalam hatiku. Biarlah hanya hatiku dan Tuhan yang mendengar janji itu.

Karena aku.. aku akan selalu bersamamu, tak peduli apapun yang terjadi.

=========== THE AND ===========

Seoul, Maret 2011

“Miyoung-ah..” aku mencoba membangunkan gadis yang masih terlihat begitu cantik meskipun dalam tidurnya. Ia tak bergerak sedikitpun, masih menumpukan kepalanya di kedua tangannya sebagai bantal, tertidur dengan hidangan lezat yang tersaji disana.

Apa dia sengaja memasak ini semua untukku?

“bangunlah.. banyak sekali lebah di sekitarmu..” Aku berbisik dengan sedikit tawa di dalamnya, membuatnya seketika terbangun mendengar bisikanku tadi.

“Taetae.. kau sudah pulang?” sahabatku ini menatapku masih dengan mata lelahnya, terlihat jelas kantuk itu masih bertahan di wajahnya.

“Iya.. demo laguku sudah selesai. Tinggal menunggu agensi menyetujuinya dan Penyanyi solo no 1 di Korea Selatan bisa segera menyanyikannya ke khalayak ramai..” Ada keterkejutan di wajahnya, tetapi rasa penasaran dan semangat jelas sekali terpancar.

“Tae.. bisakah aku mendengarnya sekarang?” gadis dihadapanku ini memohon padaku dengan tatapan menggemaskan, terlihat seperti Prince, anjingnya yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 21.

Aku menggelengkan kepalaku, membuatnya terlihat sedih, memalingkan wajahnya dariku yang tertawa melihat tingkah kekanakannya.

“Kau jahat! Masa kau tidak mau memperdengarkannya padaku walau 1 menit saja? Aku penasaran Taetae..” ucapnya dalam suara anak kecil yang membuatku segera mendekap salah satu tangannya, membuatnya menatapku segera.

“Apa kau menyiapkan ini semua untukku?” Raut kekesalan itu tergantikan dengan senyum cerianya, masih terlihat sama seperti senyum yang pertama kali kulihat 7 tahun lalu, saat kami pertama kali bertemu, meskipun kini Miyoung terlihat lebih cantik, seperti seorang wanita dewasa dengan semua keanggunan dan keeleganannya.

Rambut hitam kecoklatannya tergerai bergelombang dengan bebas, membuat keindahan dan kecantikan itu menjadi sebuah definisi baru bagiku. Kalian tahu kenapa? Karena keindahan dan kecantikan itu adalah definisi seorang Hwang Miyoung untukku. Dan aku bersyukur aku masih bisa bersamanya, mendampinginya di setiap langkah hingga hari ini dimana sebagian dari mimpinya sudah tercapai berkat kerja keras, ketekunan dan doanya.

“Selamat Ulang Tahun Taeyeon-ah.. semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagimu. Oh iya tunggu sebentar!” Miyoung beranjak dari kursinya, ia setengah berlari ke lemari pendingin, mengambil sebuah cake biru langit yang terlihat lezat.

Make a wish and blow up the candle Nona Kim” Miyoung bersuara layaknya seorang jin di film Aladdin, membuatku sempat tertawa sebelum mengikuti intruksinya.

Kupejamkan kedua mata ini, membawa kedua telapak tanganku bersatu, memohon kepada Tuhan tentang apa yang menjadi keinginanku selama ini.

“Chukkae Kim Taeyeon.. kau sudah menjadi 24 tahun hahaha…” ucapnya menggodaku membuatku memberikan tatapan tajamku padanya. Ia simpan cake itu di meja makan, memberikan potongan pertama dari cake itu padaku.

“Hei! Bukankah harusnya aku yang memotongnya?” protesku tak mendapat tanggapan karena kini ia sudah menyuapkan ice cream cake lezat ini ke mulutku, membuat mood-ku naik seketika.

“Kau tahu.. ulang tahunmu adalah ulang tahunku juga. Karena aku adalah sebagian darimu, lebih dari sekedar sahabatmu. Jadi berhentilah protes dan cepat habiskan ice cream cake-nya, sebelum ini semua mencair dan menjadi makanan semut..” Ia menyuapkan lagi suapan yang cukup besar ke mulutku, membuatku sulit berbicara dan menyampaikan keberatanku padanya. Dalam beberapa menit, setengah porsi dari ice cream cake itu telah hilang, beralih tempat ke perutku dan Miyoung yang terlihat puas sekali menyuapi ice cream cake itu padaku.

“Sekarang.. kau harus memakan masakan special yang sudah kusiapkan untukmu.” Aku memberikan tatapan ketakutan dan curigaku padanya, membuat gadis bermarga Hwang itu tertawa memukul pundakku, mengambil beberapa menu yang masih hangat itu ke dalam piringku.

“Sudah beberapa minggu ini aku berguru pada Chef Sam Kim, jadi kau tidak usah khawatir untuk memakannya.” Aku hanya terdiam melihatnya seperti itu, terlihat seperti seorang istri yang sempurna. Haruskah aku melamarnya sekarang?

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” ucapnya tertawa kecil sebelum memberikan piring penuh dengan makanan buatannya padaku, kembali duduk di tempatnya, di hadapanku.

“Bukankah kau sibuk dengan latihan untuk konser perdanamu?” Aku berucap sebelum mencoba sup rumput laut buatannya. Ada Korean BBQ , kimchi jigae dan samgyeopsal yang sedang ia hangatkan di pot di meja makan kami. Mataku terbelalak merasakan makanan buatannya.

“Bagaimana?” Miyoung memberikan senyum menggoda dan bangganya melihat reaksiku. Ia menyuapkan pork coutlet kesukaanku sekarang, membuatku kembali terkejut merasakan masakannya.

“Ini lezat sekali!” ucapku kemudian kembali melahap sup rumput laut dan berbagai masakan lain yang terhidang di meja makan. Untuk beberapa saat hanya keheningan dan denting jam dinding yang menemani kami karena aku masih focus menyantap surga di hadapanku.

“Ahh.. kau harus makan juga..” Miyoung membuka mulutnya lebar, menerima suapanku, tersenyum puas menikmati hasil masakannya. Aku mulai berpindah duduk di sampingnya, menyuapkan kembali pork coutlet yang menjadi favoritnya juga.

“Tae.. aku bisa bertambah gemuk jika kau menyuapiku seperti ini.” ucapnya belepotan karena aku menyuapkan sesendok besar olahan daging kesukaannya, membuat gadis yang begitu kukagumi ini terlihat begitu lucu, masih tetap mempesona siapapun yang melihatnya. Dan aku beruntung bisa selalu berada didekatnya.

“Makanlah.. agar kau bisa mendapat banyak energy untuk latihanmu besok..” ucapku kembali menyuapinya, membuatnya tersenyum merengut padaku. Jangan seperti itu, aku tak bisa menahan diriku nanti bila kau terus bertingkah cute seperti itu.

“Taetae.. apa yang kau minta tadi?” kami sekarang berada di balkon apartementku. Menatap Seoul di malam hari yang begitu indah, dihiasi berbagai cahaya lampu yang masih hidup, belum dengan jutaan bintang yang muncul mala mini, membuatku merasa beruntung karena mereka berada di hari spesialku.

“Bukankah Tuhan tidak akan mengabulkannya bila aku memberitahukannya padamu?” Aku menatapnya dengan sedikit sendirin di dalamnya, membuatnya tertawa mendengarku.

“Semoga apapun yang kauinginkan terkabul Taeyeon-ah..” ucapnya kini dengan nadanya yang lebih lembut, menatapku begitu dalam, membuat jendela jiwanya terbuka begitu lebar untukku.

Hwang Miyoung.. mengapa kau begitu sempurna di mataku? Bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu jika kau seperti ini?

=========== THE AND ===========

 

 

Seoul, November 2013

“Pakailah..” Taeyeon memakaikan mantel merah mudah hangat itu ke tubuh Miyoung yang sedikit menggigil mengingat ia hanya memakai dress biasa, tanpa sebuah jubah mantel yang seharusnya ia pakai.

Mereka berjalan keluar dari gedung teater menuju mobil Taeyeon yang terparkir tak jauh dari pintu belakang gedung teater itu. Taeyeon menggenggam tangan kanan wanita di sebelahnya itu hangat, membuat senyum itu tak tertahan terlukis di wajah Miyoung. Mereka berjalan dengan buru-buru mengingat beberapa fans Miyoung masih menunggu idola mereka.

“Minumlah.. ini akan menghangatkan tenggorokanmu..” Taeyeon memberikan termos stainless kecil pada sang idola yang tersenyum memeriksa cairan hangat di dalamnya. Miyoung segera meminum minuman herbal itu, mulai merasakan efek dari campuran gula merah, jahe, dan obat herbal lain di dalamnya.

“Kau sepertinya sangat menyukainya.. haruskah aku membuatkannya lebih banyak untukmu?” Miyoung dengan cepat mengangguk, menyetujui sugesti wanita yang terlihat begitu cantik tapi begitu tampan baginya.

“Oke.. destinasi selanjutnya kemana? Ingin menikmati mandu ini di Sungai Han bersamaku?” Taeyeon menoleh kesamping, tersenyum melihat reaksi wanita yang masih tetap menjadi gadis baginya.

Hanya 20 menit dan kini mereka sudah berada di dekat sungai Han, tempat para artis berkencan ataupun pasangan lainnya yang tidak ingin terganggu privasinya.

Taeyeon dan Miyoung masih berada di dalam mobil mereka, hanya saja kini Taeyeon membuka atap mobilnya dengan otomatis, membuat keduanya bisa menikmati angin malam maupun makanan dan minuman yang mereka bawa sembari menatap aliran dan pemandangann Sungai Han yang menenangkan.

“Ahh..” Taeyeon menerima suapan mandu dari wanita di sampingnya itu. Ia tertawa melihat Miyoung yang begitu bahagia hanya menyuapkan makanan padanya.

“Coba ini..” Miyoung segera membuka mulutnya, menerima suapan kue beras yang masih hangat itu ke mulutnya. Ia menutup kedua matanya, menggelengkan kepalanya menikmati sensasi kenikmatan di mulutnya.

“Makanmu belepotan seperti anak kecil..” Taeyeon tertawa sebelum menghapus saus yang tertinggal di pinggir bibir Miyoung dengan ibu jarinya, membuat Miyoung tersenyum malu tak bisa menyembunyikan semburat merah muda di wajahnya.

“Apa kau malu Hwang Miyoung? Hahhaa” Miyoung memukul pundak Taeyeon yang masih tertawa menggodanya. Ia mengambil suapan besar kue beras lalu menyuapkannya ke mulut Taeyeon yang segera terhenti tawanya menerima serangan wanita di sampingnya itu.

“Kau..(nyam).. jahat(nyam)..” Miyoung mulai memakan mandunya sementara Taeyeon hanya tersenyum manis padanya, membuat Miyoung mencoba mengalihkan pandangannya dari Taeyeon yang masih menatapnya begitu dalam, terjebak oase keindahan seorang Hwang Miyoung.

Dalam beberapa saat.. keheningan itu menjadi milik mereka.

“Miyoung-ah.. maukah kau menikah denganku?”

=========== THE AND ===========

Seoul, Desember 2014

Seorang wanita dengan tux klasiknya sedikit berlari memasuki sebuah butik di daerah Cheondamdong, masih terlihat begitu cantik dengan ketampanan yang anehnya ia miliki juga. Ia segera berlari menuju lantai 2, tempat sang calon pengantin wanita menunggunya. Ia berusaha mengatur nafasnya ketika ia tiba di tempat yang ia tuju. Matanya tertuju pada seorang wanita yang masih memeriksa ponselnya, terlihat begitu cantik dan menawan dalam balutan gaun putih yang begitu indah memeluk tubuhnya.

“Miyoung-ah..” Rasanya nafas Taeyeon terhenti melihat wanita di hadapannya. Ia perlahan berjalan mendekati Miyoung yang tersenyum begitu indah dalam gaun pengantinnya.

“Untukmu..” Taeyeon memberikan bunga yang tadi dibawanya pada Miyoung yang begitu senang mencium harum bunga kesukaannya itu. Ia memberikan senyum terimakasihnya pada wanita di hadapannya itu sebelum berjalan menyimpan bunga itu di meja kecil yang berada di dekat mereka.

“Kau begitu cantik..” hanya kata itu yang bisa Taeyeon ucapkan sebelum menerima pelukan yang begitu erat dan hangat dari Miyoung. Miyoung menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon yang dengan senang hati menerimanya. Ia mengelus pelan punggung wanita yang dicintainya itu, mencoba membuat Miyoung nyaman berada dalam dekapannya.

“Mengapa kau begitu lama? Apa terjadi sesuatu di jalan? Kau tahu.. aku khawatir terjadi sesuatu denganmu tadi..” Miyoung melepaskan pelukannya, menatap Taeyeon dengan kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan. Taeyeon tersenyum kecil meminta maaf pada wanita yang kini begitu dekat dengannya, membuat hatinya berdebar tak karuan seperti seorang remaja yang baru jatuh cinta untuk pertama kalinya.

“Maafkan aku.. tadi ada kecelakaan jadi jalanan sedikit macet..” Miyoung menganggukan kepalanya. Ia tersenyum saat Taeyeon menggenggam kedua tangannya, membawa kedua tangan itu menuju dada Taeyeon.

“Kau dengar? Jantungku berdebar tak karuan melihatmu seperti ini. Mengapa kau begitu cantik hari ini?” Miyoung tersenyum begitu lebar mendengar ucapan manis Taeyeon, ia membawa wajahnya mendekati Taeyeon, mengecup pipi kanan wanita yang lebih tua beberapa bulan darinya itu, membuat Taeyeon tersenyum malu dibuatnya.

“Miyoung-ah.. ada yang ingin kukatakan padamu. Aku tidak tahu apa aku bisa mengatakan ini padamu atau tidak jika aku tidak mengatakannya sekarang.” Miyoung menatap Taeyeon penasaran sementara Taeyeon menatap wanita di hadapannya itu dengan gugup.

“Sebenarnya aku…” Sebuah tepuk tangan membuat Taeyeon menghentikan kalimatnya.

“Wow!!! Kau terlihat begitu cantik Mi!” Kim Heechul, Lee Donghae, Enhyuk dan beberapa orang di belakangnya berjalan menghampiri Miyoung dan Taeyeon. Mereka mengenakan tux dan formal dress, sesuai permintaan Miyoung, termasuk sepupu Miyoung yang baru setahun ini tinggal di Korea.

“Hahaha.. tentu dia harus cantik!” ucap Kangin yang segera membawa Miyoung berdiri di dekat sahabatnya.

“Tentu! Dia adalah calon istrimu kan hahaha..” Shindong menepuk-nepuk bahu Siwon yang tersenyum malu berdiri di samping calon istrinya, Hwang Miyoung. Taeyeon tersenyum kecil mendengar ucapan itu. Ia berjalan mundur ke belakang, tak sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa tray minuman dan snack untuk mereka, membuat makanan dan minuman itu tumpah ke lantai.

“Maafkan aku.. aku.. aku.. ada sesuatu yang tertinggal di mobil, aku pergi dulu..” Taeyeon berulang kali membungkuk pada orang-orang disekelilingnya, termasuk sepupu Miyoung yang menatapnya sendu.

“Taeyeon-ah..” Sepupu Miyoung memanggil Taeyeon yang sudah berlari turun ke lantai satu, meninggalkan sumber kebahagiaan dan kesedihannya selama ini.

=========== THE AND ===========

Kim Taeyeon berlari meninggalkan butik tempat Miyoung mencoba gaun pengantinnya sekaligus pemotretan untuk sahabat-sahabatnya dengan hati yang hampa.

Hatinya hancur.. sakit.. tapi ini bukan untuk pertama kalinya. Panggil ia seorang wanita yang bodoh karena sampai detik ini, hatinya masih menginginkan Miyoung menyadari cintanya. Bukan cinta sebagai sahabat, tapi cinta layaknya seorang pria pada wanita yang disukainya. Cinta yang ingin memiliki, tak berbagi, sejati dan takkan terganti.

“Taetae.. kau tahu Choi Siwon?” Taeyeon berhenti memainkan gitarnya, ia menatap Miyoung dengan penasaran. Baru kali ini sahabatnya itu berbicara tentang seorang pria. Bukan berarti Miyoung memiliki selera yang berbeda sepertinya (menyukai wanita) tapi ia tahu sahabatnya itu begitu berambisi menjadi seorang idol dan superstar sehingga hal berbau romance adalah prioritas no sekian di hidup wanita bermarga Hwang itu.

“Dia adalah pewaris Choi Enterprise, salah satu pemegang saham terbesar di MBC…” Selain menjadi composer, Taeyeon yang menyelesaikan pendidikan hukum dan bisnisnya di salah satu universitas terbaik di Korea Selatan berprofesi sebagai pengacara sekaligus konsultan bisnis bagi perusahaan keluarganya. Taeyeon memang terbilang jenius karena bisa menyelesaikan pendidikannya di usia 22 tahun dan berhasil meraih gelar masternya di bidang yang sama 2 tahun kemudian meskipun ia sibuk dengan pekerjaannya.

“Taetae.. dia mengundangku untuk makan malam bersamanya dan aku.. aku menerima undangan itu..” Taeyeon tak tahu harus berkata apa karena wanita yang selama ini diam-diam ia cintai terlihat begitu bahagia, sesuatu yang baru kali ini Taeyeon lihat. Yang ia tahu.. mungkin Choi Siwon akan mengubah kehidupan ia dan Miyoung kedepannya.

~

“Taetae!!” Miyoung berlari memeluk Taeyeon yang baru saja membuka pintu apartementnya. Ia memeluk Taeyeon begitu erat, membuat wanita bermarga Kim itu terhuyung ke belakang, belum sempat menutup pintunya.

“Siwon Oppa dan aku.. kami resmi berpacaran sekarang. Tadi sebelum dia mengantarku pulang.. dia memintaku menjadi kekasihnya.” Taeyeon hanya tersenyum kecil mendengar hal itu. Berita ini adalah sesuatu yang sudah bisa ia prediksi tapi tak ia harapkan sama sekali. Sudah 6 bulan Miyoung dan pria tampan dan terlihat sempurna itu dekat dan akhirnya hari ini Siwon meminta Tiffany menjadi kekasihnya.

“Taetae? Apa kau tidak akan mengucapkan selamat padaku?” Miyoung merengut heran menatap sahabatnya yang terlihat sedikit pucat dan lemas saat ini. Ia segera memeriksa suhu tubuh Taeyeon yang badannya terasa demam baginya.

“Selamat Miyoung-ah.. aku ikut bahagia untuk..” bibir Taeyeon berhenti bergerak saat ia merasakan jari telunjuk sahabatnya itu menyentuh bibirnya lembut.

“Terimakasih.. tapi kau demam dan aku akan merawatmu..” Miyoung membawa Taeyeon berbaring ke kamar mereka, mulai merawat sahabatnya yang sakit. Yang Miyoung tak ketahui, bukan hanya raga Taeyeon yang sakit, tapi hatinya juga.

~

“Miyoung-ah.. mungkin dia sedang sibuk melakukan perjalanan bisnisnya..” Mereka sekarang berada di salah satu restoran milik keluarga Taeyeon, tempat para artis dan orang penting lainnya melakukan kencan mereka ataupun acara lainnya. Siwon dan sahabatnya pun sering berkencan disini, mengingat Miyoung sudah begitu dekat dengan keluarganya.

“Tapi ini sudah seminggu dia tak menghubungiku Taetae.. Oppa tidak pernah seperti ini sebelumnya.” Baru kali ini Taeyeon melihat Miyoung begitu sedih karena seorang pria. Ia ingin sekali mengutuk Siwon karena telah membuat wanita yang dicintainya itu sedih seperti ini. Tapi ia tahu pria brengsek itu begitu Miyoung cintai. Hubungan sahabatnya dan pewaris Choi Enterprise itu sudah berjalan 1 tahun lebih dan selama ini Miyoung selalu menunjukan kebahagian yang begitu besar saat menceritakan berbagai kencan mereka pada Taeyeon yang dengan senyum terpaksanya mendengarkan semua hal yang menjadi sumber kesakitannya selama ini.

Ingin sekali Taeyeon menjauh dari Miyoung dan mencari cinta baru tapi ia sudah mempunya sebuah janji yang tak bisa ia ingkari. Janji untuk selalu berada di samping sahabatnya, tak perduli apapun yang terjadi.

~

“Makanmu belepotan seperti anak kecil..” Taeyeon tertawa sebelum menghapus saus yang tertinggal di pinggir bibir Miyoung dengan ibu jarinya, membuat Miyoung tersenyum malu tak bisa menyembunyikan semburat merah muda di wajahnya.

“Apa kau malu Hwang Miyoung? Hahhaa” Miyoung memukul pundak Taeyeon yang masih tertawa menggodanya. Ia mengambil suapan besar kue beras lalu menyuapkannya ke mulut Taeyeon yang segera terhenti tawanya menerima serangan wanita di sampingnya itu.

“Kau..(nyam).. jahat(nyam)..” Miyoung mulai memakan mandunya sementara Taeyeon hanya tersenyum manis padanya, membuat Miyoung mencoba mengalihkan pandangannya dari Taeyeon yang masih menatapnya begitu dalam, terjebak oase keindahan seorang Hwang Miyoung.

Dalam beberapa saat.. keheningan itu menjadi milik mereka.

“Miyoung-ah.. maukah kau menikah denganku?” Miyoung menatap Taeyeon bingung sementara Taeyeon berusaha mencari alasan untuk menutupi mulutnya yang refleks mengungkapkan hal yang bisa membuat persahabatannya dengan Miyoung hancur jika ia mengetahui Taeyeon adalah seorang penyuka sesama jenis. Selama ini hanya kedua orang tua Taeyeon, adik dan kakanya yang mengetahui bahwa Taeyeon menyukai seorang wanita, bukan pria.

Mereka awalnya kaget tapi bisa menerima hal itu karena mereka tahu bahwa hal ini juga sulit bagi Taeyeon yang sebenarnya menginginkan dirinya menjadi gadis normal lainnya, yang menyukai dan mencintai seorang pria, bukan wanita. Dan Taeyeon sangat bersyukur akan hal itu. Taeyeon sudah berulangkali mencoba berkencan dengan beberapa pria yang mendekatinya, tapi ia tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia memang tidak bisa mencintai seorang pria seperti ia mencintai seorang wanita.

Selama ini keluarganya juga tahu bahwa Taeyeon sangat mencintai Miyoung tapi mereka memilih untuk diam karena mereka tak ingin ikut campur dalam hal ini, sesuai dengan apa yang diinginkan Taeyeon, mengingat Miyoung adalah seorang kristiani yang taat, yang percaya bahwa seorang wanita hanya ditakdirkan untuk bersatu dengan pria, berbeda dengan keyakinannya.

“Jika aku seorang pria… maukah kau menikah denganku, Miyoung-ah?”Taeyeon tersenyum gugup sementara wanita yang berada di sampingnya itu tertawa kecil sebelum mengecup pipinya ringan.

“Bodoh.. tentu saja aku mau. Siapa yang tidak mau dengan seseorang yang begitu sempurna sepertimu? Kau adalah segala sesuatu yang seorang wanita inginkan di dunia ini..jika kau adalah seorang pria. Tapi sayang kau bukan pria Taetae..” Taeyeon tersenyum kecil menahan sakit di hatinya mendengar hal itu. Ia melepaskan sentuhan tangan Miyoung di pipinya pelan, menyadari bahwa sang pemilik hati sahabatnya itu sudah tiba.

“Hai Taeyeon-ah!” Siwon menghampiri mobil Taeyeon, membukakan pintunya untuk sang kekasih yang terlihat begitu bahagia melihatnya.

“Oppa!!! Aku merindukanmu..” Miyoung terlihat begitu hidup saat Siwon ada di dekatnya dan Taeyeon tahu bahwa kesempatan dirinya untuk bersama Miyoung sangatlah kecil. Taeyeon ikut keluar dari mobilnya, menghampiri Siwon dan menyapanya.

“Miyoungie.. apa kau sudah memberi tahu Taeyeon?” Taeyeon melihat pasangan di depannnya itu bingung.

“Oh ya… aku baru saja akan memberi tahunya. Taetae.. lihatlah..” Miyoung memperlihatkan kalungnya. Disana terdapat sebuah cincin emas yang begitu indah.

“Aku dan Oppa akan segera menikah.. kemarin dia melamarku.”

Taeyeon terus berlari dan berlari menjauh dari butik tempat Miyoung berada. Ia berhenti di sebuah gang kecil yang sepi, terduduk masih dengan tangisan yang tak bisa ia tahan lagi. Hatinya sakit sekali.. rasanya ingin sekali ia memberontak dan berteriak pada Miyoung bahwa ia tak ingin wanita itu menikah dengan Siwon. Ingin sekali ia mengatakan yang sejujurnya bahwa ia mencintai sahabatnya itu lebih dari seorang sahabat.

Tapi ia tak bisa. Ia tak mau kehilangan Miyoung.

Manusia bodoh.. ya kalian boleh memanggilnya seperti itu.

Tak ada yang salah sebenarnya.. hanya ia manusia bodoh yang selalu mencintai Miyoung meskipun ia tahu bahwa wanita itu tak pernah bisa menjadi miliknya.

Hanya kepedihan yang selalu datang menertawakannya.

Dan itu semua karena cinta dan kebodohannya pada seorang Hwang Miyoung.

“Hahh.. kau berlari begitu cepat..” seorang wanita yang masih terlihat begitu kelelahan menghampiri Taeyeon yang masih tak menghapus air matanya.

Taeyeon mendongak keatas, melihat sang pemilik suara yang memanggilnya tadi. Wanita itu memberikannya sebungkus kecil tissue yang segera ia ambil, menghapus tangis yang membuatnya terlihat begitu lemah.

“Gwenchana.. menangislah. Air matamu bukanlah bentuk kelemahanmu. Jika kau menangis, maka kau adalah manusia.” Taeyeon masih terdiam tak menjawab apapun tapi air mata itu berhasil kabur dari kedua matanya, membuat pipinya menjadi basah.

Damn…’ Taeyeon merutuk dalam hatinya menyadari bahwa tangis itu tak bisa ia tahan. Akhirnya ia terduduk kembali di posisinya yang tadi, menangis sejadi-jadinya sementara wanita yang menghampirinya tadi hanya terdiam mengamatinya.

“Sudah selesai? Merasa sedikit lega?” Tiffany Hwang mengeluarkan sebotol kecil air mineral dari tas kecilnya. Ia memberikan air mineral itu pada Taeyeon yang menatapnya heran.

“Minumlah! Percaya padaku.. kau akan segera baikan setelah meminum air itu.” Tiffany mengedipkan mata kanannya, membuat Taeyeon sedikit tersenyum dan meminum air itu. Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam. Tak ada yang berbicara ataupun memulai pembicaraan. Mereka hanya diliputi kesunyian yang menenangkan, tak mengusik dan membuat hati sakit.

=========== THE AND ===========

Los Angeles, Desember 2019

“Aku baik Taetae.. Kami di Korea Baik..” Miyoung tersenyum akhirnya bisa berbicara dengan sahabatnya secara langsung. Sejak memutuskan untuk menikah dengan Tiffany, Taeyeon memberitahukan kabar mengejutkan lainnya. Ia dan Tiffany memutuskan untuk memulai hidup baru di kampung halaman Tiffany, LA. Sejak mereka pindah ke sana, Miyoung sedikit sulit menghubungi Taeyeon yang selalu sibuk dengan bisnis dan pekerjaannya disana masih sebagai Lawyer dan Bussiness Woman, sama seperti sepupunya yang merupakan Fashion Designer dan Bussiness Woman juga. Miyoung ingin sekali mengunjungi sepupu dan sahabatnya itu tapi ia sendiri masih begitu sibuk mengurus rumah tangganya bersama Siwon yang dikaruniai seorang putri, Choi Lauren.

“Benarkah? Syukurlah. Oh ya aku merindukanmu..” Tiffany tersenyum mendengar istrinya itu mengungkapkan kerinduannya pada sepupunya.

Tiffany sudah lama tahu tentang cinta diam-diam yang dipendam oleh Taeyeon pada sepupunya itu. Meskipun waktu itu ia baru mengenal wanita bermarga Kim itu hanya 6 bulan, tapi ia bisa melihat dan merasakan besarnya cinta yang Taeyeon tunjukan pada sepupunya yang sayangnya begitu bodoh dan tak peka pada perasaan Taeyeon.

Jika harus jujur, Tiffany sudah jatuh hati pada Taeyeon saat Miyoung pertama kali mengenalkan wanita yang cerdas dan cemerlang dalam karirnya itu padanya. Hatinya begitu senang saat ia mengetahui bahwa Taeyeon penyuka sesame jenis karena berarti itu artinya kesempatannya untuk bersama Taeyeon terbuka lebar. Tapi harapan dan semangat itu sempat kandas saat ia menyadari bahwa Taeyeon mencintai sepupunya.

Tiffany bukan seorang Hwang jika ia menyerah begitu saja setelah mengetahui fakta yang menyakitkan itu. Apalagi ia mengetahui bahwa wanita yang diam-diam merebut hati dan perhatiannya itu masih menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya sebagai penyuka sesama jenis dari sepupunya. Belum lagi dengan fakta bahwa Miyoung sudah bertunangan dengan Siwon yang Tiffany yakini membuat hati Taeyeon sakit mendengarnya.

Dengan sabar dan perlahan ia mencoba mendekati hati Taeyeon, membuat wanita yang lebih tua darinya itu sadar akan cinta dan kehadirannya. Ia tidak memaksa Taeyeon untuk melupakan Miyoung atau memaksa wanita itu untuk mencintainya. Ia hanya berusaha untuk selalu ada untuk Taeyeon, memberi tahu wanita itu dengan lantang dan yakin bahwa ia mencintai Taeyeon. Ia selalu berkata bahwa ia akan menunggu Taeyeon membuka hatinya untuknya. Dan Berhasil.

Taeyeon berulangkali menolaknya, berkata bahwa ia belum siap untuk jatuh cinta lagi. Ia tak mau menjadikan Tiffany sebagai pelarian dari Miyoung meskipun keduanya terlihat sedikit mirip. Tapi ia tak mau menyakiti wanita sebaik Tiffany. Usaha, kesabaran dan ketulusan wanita bermarga Hwang itulah yang akhirnya membuat Taeyeon memutuskan sesuatu yang cukup penting baginya, yaitu untuk jatuh cinta lagi.

Perlahan hubungan mereka terbangun. Mereka menikmati semua proses yang membuat cinta itu tumbuh dan menjadi kuat pada akhirnya. Setelah yakin dengan apa yang menjadi pilihannya, Taeyeon memutuskan untuk melamar Tiffany di depan keluarga Hwang yang tentu saja kaget mendengar hal ini, tidak dengan Ayah, Leo dan Michelle, kaka kandung Tiffany yang menyempatkan diri mereka untuk datang ke Seoul atas permintaan Taeyeon yang sebelumnya sudah sering berkomunikasi dengan mereka.

Miyoung tentu menjadi orang yang paling kaget dengan semua ini. Ia tak menyangka bahwa sahabatnya itu selama ini adalah seorang lesbian. Rasa bingung itu sempat menghinggapi dirinya. Ia bingung apakah ia harus takut dan jijik pada Taeyeon atau tidak karena menyukai sesame jenis adalah sesuatu yang sangat aneh baginya. Tapi pada akhirnya ia memilih untuk mengikuti kata hatinya, untuk tetap menyayangi dan mendukung apapun yang akan dipilih oleh sahabatnya itu. Lagipula.. jika masalah hati dan cinta, kita tak bisa memilih pada siapa itu akan berlabuh, baik pada seorang pria ataupun wanita yang mana masih menjadi tabu untuk menjadi nyata.

“Aku juga merindukanmu Taeyeon-ah.. sangat merindukanmu..” Miyoung menitikkan air matanya, berusaha untuk menangis dan emosional.

Mi.. in case you forgot.. her wife still here. She can clearly hear you flirting with Taeyeon..” Tiffany mengeluarkan humornya, berusaha mencairkan suasana yang mengharukan ini.

“Well.. maafkan aku Tiff.. pesonaku masih belum hilang dari istrimu. Oh ya.. Oppa memanggilku, kita lanjutkan pembicaraan kita nanti. See You!” dengan itu sambungan telpon mereka terputus.

What?” Tiffany menatap Taeyeon tajam, terlihat marah dengan aksi istrinya tadi.

“Kau cemburu?” Taeyeon tersenyum menyeringai, mendekati istrinya yang sudah kembali berbaring di sarang cinta mereka.

Jealous is love..” Tiffany berucap masih mengacuhkan Taeyeon yang bergerak mendekatinya hingga kini ia berada di atas istrinya yang masih mengalihkan perhatiannya pada smartphone-nya.

And love is care..” Taeyeon mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka, mulai menghujani istrinya itu dengan cinta yang dipenuhi dengan jeritan dan desahan penuh kepuasan.

 =====================================

========================

==========

fin

Iklan

135 pemikiran pada “THE AND (One Shoot)

  1. hai rocky.. but you aren’t rookie author hahaha
    ciee yg curhatnya panjang sepanjang jalan kenangan hahaha

    oke cus komen ya😉
    oke ini story twist bgt ya😂😂😂
    cengo pas abis bacanya
    bagus deh hahaa
    seperti biasa ff lo itu sebenernya gampang ditebak cuma bikin reader bingung apakah benar kaya gtu atau ngga hahahaa
    gw sih awalnya ngira istri taeng itu sica, tapi fany ternyata😂😂😂
    dan harusnya gw ngeh ya dengan kata kata lo “taeny, bukan yg lain” hahahaa
    angst, sedih dan menyayat hatinya dapet bgt tapi ko pas moment sweetnya gw kurang dapet feelnya ya?
    lo terkesan maksain mereka gtu
    hahaha susah ya nulis yurinya? kasian, sini peluk adek ka hahahaa

    soalnya beda loh feelnya. lo itu bagus bgt dan dapet bgt feelnya kalau nulis gender bender. tapi ini not bad sih, serius😉😘.
    masih baguslah buat yg pertama nulis yuri.
    gausah dipaksain kalau ga bisa nulis yuri, cukup dicoba aja hahaha

    tapi gw perhatiin nih ya, lo klo nulis hal” yang sedih”, angsty, drama, tragis dan menyayat hati itu ko dapet bgt ya feelnya sedangkan klo yg sweet” jarang? maksud gw saat lo nulis taeny.
    klo lo nulis yoonfany atau yulti, justru manisnya itu manis bgt, malah dramanya yg kurang terasa
    why?
    oh i know… nama kamu kan rocksmith ya hahahaa
    locksmith abal” hahaha sukanya pasangan selingkuhan
    sering selingkuh ya? hahaha peace gw cuma bercanda ya jangan dimasukin dompet

    so far bagus
    dan masukin gw sebagai reader lo yg kurang ajar tapi ngangenin kaya kimkim😉

  2. whooaa ini keren kok thor meskipun bru nulis yg genrenya yuri
    alurnya maju mundur cantik ya thor tp bneran ini bgus kok, betah gw bacanya
    jd akhirnya taeng mnemukan pengganti miyoung, gak bakaln galau lg tuh si taeng
    taeng sm tippany emng gk bs jauh2, kl udh jodoh psti ktemu
    emng cm taeng cewek yg cantik tp ganteng hehe
    tp kl miyoung sm tippany lbh hot dn sexy yg mn ya thor???

    • masih seksi dan cantik si fany dong hahaha
      bkn km aja yg bilang taeyeon gtu, orang korea juga mengakui ko klo taeyeon itu ganteng dan cantik kaya yuri dan yoong wkwkwk
      kim-ike, taeyeon oppa wkwkwkw
      si tae emg hebat bikin orang bingung dengan seksualitas mereka hahaha
      klo gw jadi taeyeon sih dari dulu udah cinta sama fany bkn miyoung wkwkw

  3. woaaaaa……
    author… . kangen bgt sm ff loe….
    huhu.. . bolak balik ngintipin blog ini, akhir.y update jg,

    awal cerita sedikit bingung, tp pas mendekati end udh mli paham. . .

    taenyyyy is realllll

    tetap semangat bwt berkarya thor,
    ingat thor, q msh nunggu kelanjutan above this paper. …..
    semangat semangat semangat
    #wink_fany

  4. Pertama tapi luar biasa yaa kak kagum lahh sama gaya bahasanya itu lohh hihihi dn curhatannya yg panjang😅 iyaa kak nulis genre yuri belum tentu yg nulis itu juga hehehe

    Kirain diawal tadi itu jess kak hahha soalnya panggilan tae itu taenggoo bukan tae-tae hahaa ngerti lahh lo lebih cinta taeny kebanding taengsic kan hahaa yg tak disangka hwang nya ada 2 jadi gak terlalu baper juga berakhirnya ttp taeny yaa hahaahaa

    Keep writing kakak fighting😘

  5. Itu tulisan THE END ngarereuwas aslina hehe
    Kesel ke tae gara gara gak bisa ngomongin perasaannya geregett
    Sempet gak bisa bedain antara miyoung sama tiffany, tapi ffnya bagus ko ka. Biasa ff kaka itu bisa bikin orang terhanyut di dalamnya mheehehe

  6. bagus cerita yang tae di kejar ma tif
    kayak nya so sweet banget ceritanya
    semoga bikin yg lebih romantis lagi hahaha
    bikin yang banyak lagi cerita kayak gini
    gak akan bosen baca nya nich

  7. Hihihihihihihi…..
    Gw baper bacanya…
    Ya elah.kalo akhernya tae ama tippa ya gw gk harus ngeluarin air mata mahal gw secara gratis pas baca miyoung ama siwon mau nikah.
    Hihihihihihi… sukses thor….. kena bnget feelnya.
    Cieee yg bimbangnya udh hilang. Like your ff thor…
    Yoyoyoyoyoyo… ff yuri bukan tolak ukur bahwa lo satu grup ama rainbow. Ya penikmat taeny pasti lebih pas ama ff yuri. Kan mereka nyata. Imajinasi lebih tepat. Dan yes. Gw suka ff lo yg satu ini.😀😀😁😁
    Hmmmm…. semangat thor…. yeyeyey… lo bilang i love you. Gw balas cipok basah aja ya… lo kan sukses buat ff yuri… first men…!!!
    See you thor😊😊😊

  8. Bner2 ff yg menguras otak..hahaa
    Tp sayangnya gak bikin kapok reader bwt baca ff lo.
    Gw bnrn bingung diawl crta,tp dg prjuangan yg menggebu?akhhrnya gw paham jg.hehee
    Ff yuri yg prtama yaa?
    Tp kereeeen..feelnya dapet
    Lanjuuutt

  9. Walau awalnya menyakitkan karna cuma bisa mencintai sahabatnya miyoung diam” , tapi pada akhirnya tae bisa bahagia juga dengan tiffany orang yg gak terduga datang dan
    mencintai dia dengan tulus 😂😂😂

  10. hai gue reader baru ne salam kenal..

    untuk itungan yg pertama kali bkin yuri mnrut gue menarik ne crta feelnya lmyan dpt dan gue hampir terkecoh kiran miyoung tu tiffany taunya da tiffany nya jg..😅😅😅

  11. itu curhat’a kya g bkin ff’a , pnjang bnr 😂
    jd bkin ff ni prtama kli bkin ff yuri, dan gmn cra bayangin’a pas bkin ni ff scra ni ff yuri prtma? aneh/gmn? 😁
    aku kira pas siwon ga hubungin tu mrka bakal jdian trs nikah tp trnyata ttp nikah ma siwon. dan dikira sepupu’a jessie eh salah g yg trnyata tiffany yg sbnr’a org yg sama tp dibuat 2karakter.
    cinta tu emang ga pandang apapun ya, mau dia cwe,cwo,kya,miskin,baik/brandalan. kalo udh cinta ya gt buta bnr kya pepatah cinta itu buta.
    untung ada tiffany yg yuri jga dan emang udh naksir ma tae, coba kalo ga ada ntr tae bisa” galau mulu dah krna cinta brtepuk sblh tangan.
    oh ia ID yg jokece tu aku loh, kalo dtmpt krja komen pke ID tu kalo g drmh pke ID jo yg ni 😁

  12. itu curhat’a kya g bkin ff’a , pnjang bnr 😂
    jd bkin ff ni prtama kli bkin ff yuri, dan gmn cra bayangin’a pas bkin ni ff scra ni ff yuri prtma? aneh/gmn? 😁
    aku kira pas siwon ga hubungin tu mrka bakal jdian trs nikah tp trnyata ttp nikah ma siwon. dan dikira sepupu’a jessie eh salah g yg trnyata tiffany yg sbnr’a org yg sama tp dibuat 2karakter.
    cinta tu emang ga pandang apapun ya, mau dia cwe,cwo,kya,miskin,baik/brandalan. kalo udh cinta ya gt buta bnr kya pepatah cinta itu buta.
    untung ada tiffany yg yuri jga dan emang udh naksir ma tae, coba kalo ga ada ntr tae bisa” galau mulu dah krna cinta brtepuk sblh tangan.
    oh ia ID yg jokece tu aku loh, kalo dtmpt krja komen pke ID tu kalo g drmh pke ID jo yg ni 😁

    • oh haha
      rasanya aneh sih wkwkwk
      tapi ya begitulah, kalau ga dicoba gakan tau kan
      aku sih kalau baca yuri itu lebih dapet kalau yg angst dan sedih” begitu
      makanya ak bikin ceritanya bittersweet begini kan ya hehehe.
      iya ak suka modus sambil curhat kalau bikin ff
      makanya patut dicurigai knp ak bisa bikin suatu cerita.
      karena akan selalu ada sesuatu dibalik sesuatu.
      Beyond of beyond😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s