Secret Waltz Chapter 3 Part 2

PhotoGrid_1433598131758

“Appa.. aku juara 2 semester ini..” dengan wajah yang semangat seorang anak berlari menghampiri ayahnya yang masih sibuk membaca sesuatu di meja kerjanya. Sang ayah yang dipanggil oleh anak pertamanya itu tak bergeming meskipun sang anak sudah ada di hadapannya, masih dengan senyum kebahagian karena ia berhasil menduduki ranking 2 di kelasnya pada pembagian raport semester ini, tahun keduanya bersekolah di salah satu sekolah dasar elit dan prestisius di Korea Selatan.

“Siapa yang pertama?” suara ayahnya yang tegas itu bergemuruh membuat sang anak terdiam bingung untuk sejenak, heran mengapa ayahnya bertanya hal seperti itu bukan langsung saja memberinya ucapan selamat. Padahal ia sudah belajar lebih keras dan rajin untuk mendapat posisi itu karena ada di 10 besar rangking di kelasnya saja sudah sangat hebat mengingat ia bersaing dengan para jenius.

“Taeyeon Appa.. Kim Taeyeon..” Yoonan masih tersenyum memberitahu ayahnya yang terdiam sejenak setelah mendengar info itu. Ia senang bisa menempati peringkat kedua setelah Taeyeon, sahabatnya yang selama ini selalu membantunya belajar. Kecerdasan Taeyeon memang bukan bualan, anak itu dapat menyelesaikan soal-soal level kelas 6 SD dalam waktu 2 jam.

“Kau masih belum bisa mengalahkan anak itu??” suara dingin Junsu membuat Yoonan cilik menatapnya heran.

“Apa maksudmu Appa? Aku dan Tae bersahabat. Kami sering belajar bersama.. jadi untuk apa mengalahkan sahabatku sendir..” Yoonan tak berani meneruskan ucapannya karena ayahnya tiba-tiba menggebrak meja begitu kerasnya, membuatnya kaget dengan aksi ayahnya itu.

“Kesini kau..” Junsu menatap Yoonan dengan amarah yang besar. Untuk sesaat Yoonan hanya terdiam menatap ayahnya itu dengan tatapan kosongnya. Kakinya tak bisa digerakkan, kaki dan tubuhnya mendadak lemas, tak tahu kenapa.. seperti sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Kwon Yoonan..” Junsu kembali memanggil putranya yang tak kunjung datang. Ia berdiri menghampiri Yoonan yang masih mematung menatapnya. Takut dan cemas…. Ya itulah yang ia lihat dari anaknya pertamanya itu.

“Buka bajumu dan berbaliklah..” Yoonan masih diam membisu tak menuruti perintah ayahnya.

“Cepat!!!” Junsu menghantamkan tongkat kayunya, membuat Yoonan segera membuka kaosnya dan berbalik memunggungi ayahnya. Air mata itu perlahan jatuh membasahi pipi Yoonan ketika tongkat kayu itu dengan keras menyapa punggungnya. Tangis itu ia tahan saat ayahnya memukulinya berkali-kali.. begitu bernafsu menyiksanya.

“Menangis? Kau hanya bisa menangis huh?? Apa ini yang namanya seorang Kwon???” Junsu menjambak rambut Yoonan pelan.. membalikan tubuh putranya itu untuk menghadap padanya.

“Seorang Kim.. tidak akan pernah bisa menjadi sahabat kita. Kau ingat itu!” tangan Junsu dengan bebasnya menampar pipi Yoonan yang terjatuh dibuatnya. Yoonan hanya terdiam dalam tangisnya tak berani melihat Junsu yang berjalan pergi meninggalkannya dengan amarah yang bergemuruh di hatinya.

FLASHBACK

“Min Joong-ah.. kau yakin mau menerima ajakan Heechul?” Junsu muda terus bertanya pada sahabatnya yang berjalan dengannya dari tadi. Min Joong tertawa kecil mendengar kalimat itu berulang kali berdengung di telinganya.

“Min Joong-ah…” Junsu menghentikan langkah kakinya.. berdecak kesal mendengar tawa sahabatnya itu.

“Junsu-ah..” Junsu masih terdiam mendengar aegyo wanita di hadapannya itu. Min Joong berjalan mendekatinya, merangkul tangan kanannya dengan senyum yang menghangatkan hatinya.

“Heechul ingin meminta maaf padaku.. apakah itu salah?”

“Tapi..”

“Jika kau takut dia akan mencelakakanku… bukankah aku mempunyai Kwon Junsu yang akan selalu melindungiku?” senyum dan pout seorang Shin Min Joong yang bukan apa-apa pun bisa meluluhkan hati seorang Kwon Junsu yang terkenal berkuasa di kampusnya.

END OF FLASHBACK

“Umma.. tolong aku..” Yoonan menangis kecil saat ia tak melihat lagi sang ayah di dekatnya. Ia keluarkan liontin emas putih yang selama ini selalu dipakainya, hadiah dari sang ibu yang meninggal di ulang tahun ke 6-nya. Ia usap foto sang ibu yang tersenyum begitu manis padanya, terlihat begitu bahagia.

“Kwon Yoonan.. ibumu tidak akan pernah hidup lagi meskipun kau menangisinya..” Saeri tertawa menggendong putranya yang masih berumur 8 bulan. Yoonan hanya terdiam tak memperdulikan ucapan sang ibu tiri yang begitu membencinya dari dulu.

“Turuti semua kemauan ayahmu.. maka hidupmu takkan menderita seperti ini hahaha..” dengan itu Saeri berjalan pergi meninggalkan Yoonan yang menggenggam bandul berisi foto ibunya begitu erat.

============= Secret Waltz =============

“Euhm.. bagaimana kabarmu?” suara itu menghentikan lamunan Sooyeon yang kini masih berperan sebagai Jessica di hadapan pangerannya.

“Aku.. kabarku baik Tuan Kim..” Jessica menjawabnya pelan, masih terdengar begitu kaku.. canggung dan gugup bagi Taeyeon.

“Taeyeon.. cukup panggil aku Taeyeon..” masih dengan senyum lesung pipitnya yang memutar kupu-kupu di perut siapapun yang mendengarnya.

Taeyeon merasa perlu membangun hubungan yang lebih baik dengan Jessica.. tak tahu kenapa. Jessica.. ada sesuatu dalam diri gadis itu yang membuat Taeyeon tak bisa melepaskan pandangannya untuk sejenak. Mata sendu dan penuh keanggunan itu tak tahu kenapa selalu menariknya. Ia selalu terbawa sensasi aneh yang membuat gadis itu begitu menarik di matanya.

“Euhm.. baiklah Taeyeon-shi..” sedikit senyuman kini muncul di wajah Sooyeon. Ia sedang bertarung dalam dirinya. Jessica ingin menjadi Sooyeon di depan Taeyeon tapi ia memiliki janji pada Yoonan untuk tak mengungkap identitasnya yang sebenarnya. Taeyeon sendiri masih lekat menatap wanita di hadapannya itu. Wajah bingung Jessica saat ini terlihat begitu imut baginya. Jessica.. wanita ini.. dia bisa menjadi sangat anggun.. elegan dan berkarisma pada suatu moment tapi disisi lain ia bisa terlihat begitu polos dan kebingungan dengan dirinya sendiri, itulah yang Taeyeon rasakan.

“Taeyeon.. Just Taeyeon.. Yoonan malah memanggilku Taeng.. Sica-ah…” Taeyeon tertawa melihat wajah Jessica yang masih serius mendengarkan ucapannya tadi.

“Sica?” Hati Jessica berdegup tak beraturan saat pangerannya itu menggenggam kedua tangannya, mendekap tangan itu dalam balutan kelembutan tangannya yang menghangatkan hati siapapun yang memegangnya.

“Ya.. bolehkah aku memanggilmu itu?” senyum tampan lengkap dengan lesung pipitnya itu kembali Taeyeon ulaskan di wajahnya membuat Jessica tak berkutik dibuatnya. Keduanya terdiam untuk sesaat, menikmati kebersamaan mereka yang tenggelam dalam oase keindahan yang ditunjukan masing-masing.

“Ahh.. maafkan aku..” beberapa menit mereka terdiam. Hanya tatapan mata dan gejolak asmara dalam diri yang mereka mainkan satu sama lain. Keduanya terlihat tersenyum malu menundukan kepala mereka.

“Gwenchana..” Sooyeon berucap memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka sejak beberapa menit yang lalu. Taeyeon mendongakan kepalanya, mulai duduk tegap kembali ke gaya karismatiknya yang natural.. tidak salah tingkah seperti tadi. Jessica tertawa kecil melihat sikap Taeyeon yang seperti tadi.

“Kau tertawa..” Senyum itu kini menghiasi wajah Taeyeon lagi.. senang melihat gadis yang tadi terlihat sendu bisa memberikan tawa di hadapannya.

“Ah.. maafkan aku..” Jessica tersenyum kecil meminta maaf pada Taeyeon yang segera menggelengkan kepalanya. Tangan itu kembali Taeyeon genggam tak mau ia lepaskan. Jessica menatap pria di hadapannya itu dengan keterkejutan dan tanda tanya besar yang jelas tergambar di wajahnya.

============= Secret Waltz =============

“Bagaimana paman.. apa sudah ada kabar dari Fany?” Kedua tangan itu Yoonan dekapkan ke dagunya. Sudah beberapa bulan ini Tiffany tak memberikan kabar apapun padanya. Hal ini memang kadang terjadi pada hubungan mereka tapi tidak selama ini. 4 Bulan.. sudah 4 bulan ini Tiffany tak menghubunginya. Yoonan coba untuk hubungipun tak bisa karena panggilannya selalu terputus entah kenapa. Awalnya ia merasa biasa saja tapi lama kelamaan semuanya menjadi aneh dan mengusik batinnya.

“Belum Yoong.. aku dan yang lainnya sudah berusaha mencari keberadaan Tiffany tapi semuanya masih belum menghasilkan sesuatu yang jelas. Yang kami dapatkan adalah tempat yang terakhir Tiffany kunjungi…”

“Benarkah? Tolong beri tahu aku..” terlihat binar semangat di wajah Yoonan sementara Shinyoung masih merasa ragu.

“Oke.. informan kita dari Italia memberikan bukti yang cukup kuat keberadaan Tiffany di Corso Magenta beberapa bulan lalu. Ini.. kau bisa melihat semuanya disini..” Shinyoung memberikan map coklat yang ia terima tadi siang.

“Tanggalnya.. bertepatan dengan pertunanganku.. apa mungkin..”

“Tiffany menghilang karena ia mengetahui pertunanganmu dengan Sooyeon?”

“Jessica paman.. Jessica Kwon..”

“Yayaya… Lady Kwon..”

“Kalau memang hal itu yang terjadi.. aku masih ragu paman. Tiffany bukan tipikal wanita seperti itu. Dia adalah wanita yang logis.. tidak mendahulukan emosi dan perasaannya..”

“Tapi.. kalau memang hal itu yang terjadi.. apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan menceritakan semuanya paman.. semuanya..” Yoonan terlihat lemas dengan berbagai spekulasi yang bermain di pikirannya.

“Yoong.. semua yang telah kau rencanakan bisa hancur jika Tiffany mengetahuinya. Apa kau siap dengan resiko itu?” Shinyoung melihat pria yang sudah ia anggap sebagai putranya itu dengan simpati. Ia tahu betapa cintanya Yoonan pada seorang Tiffany Hwang. Tapi cinta mereka… harus terhalang sesuatu yang bukan menjadi kesalahan mereka pada tempat pertama.

“Baiklah.. aku percaya dengan keputusanmu. Sekarang.. apa kau ingin aku memperdalam investigasi ini? Aku bisa terbang kesana nanti malam jika kau mau..” Yoonan terlihat berpikir sebentar mendengarkan ide pelayannya itu.

“Tidak usah.. aku masih sangat membutuhkanmu disini.. biar orang kita saja yang melakukan investigasinya disana. Lagipula.. kita tidak boleh terlalu mencolok dalam hal ini..” Shinyoung mengiyakan ucapan tuannya itu sementara Yoonan… ia tak bisa mengusir rasa penasaran dan khawatir tentang keberadaan sang kekasih.

============= Secret Waltz =============

“Kyu.. ayo buka lagi mulutmu… aaa…” Sooyoung bersiap menyuapkan sup kimchi panasnya saat Hyoyeon dengan cepat menyuap sup itu ke mulutnya membuat Sunkyu terdiam polos melihatnya.

“Yah… Hyung.. itu untuk Kyu.. aduh.. bagaimana ini..” Sup kimchi-nya sudah habis dan Sunkyu baru memakan sedikit hidangan yang dibuat oleh kakaknya itu.

Ya.. semenjak Sooyeon pergi bersama Yoonan, Jaejoong kembali pulang ke rumah mini mereka dengan ajaibnya. Jaejoong pulang tak hanya seorang diri.. tetapi ia membawa seorang wanita cantik yang kini tinggal bersama Sooyoung dan lainnya. Sejak saat itu Jaejoong dan kekasihnya itulah yang merawat mereka berempat. Untuk masalah uang.. mereka tak lagi hidup kesusahan karena setiap bulan Sooyeon selalu mengirim uang melalui Shinyoung yang rutin mengunjungi mereka. Sejak Sooyeon pergi.. Sooyoung.. Yuri dan Hyoyeon mulai bersekolah sementara Sunkyu diam di rumah bersama kekasih Jaejoong.

“Yasudah.. nanti kita minta Sunmi Noona untuk memasak lagi saja untuk Kyu..” Hyoyeon menjawab dengan ringan ucapan adiknya itu. Sudah beberapa bulan ini ia selalu sangat lapar. Seperti semua yang dimasak oleh orang lain tak pernah membuatnya kenyang. Awalnya ia tak tahu kenapa tapi ia akhirnya tahu mengapa hal itu terjadi.

Sooyeon Noona.. ya.. ia tahu bahwa masakan yang bisa membuatnya kenyang dan memuaskan nafsu makannya hanyalah buatan sang Noona yang belum mengunjungi mereka juga sampai hari ini meskipun setiap kali Shinyoung datang menemui mereka.. ia selalu berkata bahwa Noona-nya itu akan segera mengunjungi mereka.

“Tapi Sunmi Noona kan baru akan pulang nanti sore..” Yuri ikut bicara.. beranjak dari duduknya yang kekenyangan menyantap makan siang mereka.

“Yaampun.. kau masih bisa menyebut Nenek sihir itu Noona heumh?” Sooyoung mendecak kesal mendengar adik dan kakaknya itu berbicara seperti itu padanya.

Sunmi.. heumh.. wanita berambut pendek.. pakaian seksi dan dandanan tebal yang Hyung-nya bawa itu.. awalnya terlihat baik. Sunmi terlihat begitu perhatian dan menyayangi mereka jika Jaejoong ada dan pada saat Hyung-nya itu pergi bekerja, wanita cantik itu berubah menjadi nenek sihir yang menyuruh mereka bertiga untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga termasuk memasak. Di malam hari.. saat Jaejoong pulang.. Sunmi sudah berdiri membukakan pintu dengan senyum manis dan wajah terlihat lelah tapi bahagianya menyambut Jaejoong yang entah Tuhan tahu kenapa tiba-tiba sudah bekerja di sebuah tempat yang masih dirahasiakan keberadaannya.

“Apa kau yakin ingin memakan masakannya? Terakhir kuingat kau langsung diare setelah memakan kimchi jigae-nya..” Sooyoung tertawa kecil melihat Hyoyeon meringis mengingat rasa sakit di perutnya sedangkan Yuri tak bisa menahan rasa mualnya mengingat rasa menjijikan dan begitu anehnya masakan Sunmi baginya. Ia segera berlari ke wastafel mengeluarkan isi lambungnya sementara Sunkyu hanya bertepuk tangan kegirangan mendengar suara unik yang Yuri keluarkan dari mulutnya.

“Hahahaha.. kau bahagia Kyu? Masih ingin lapar?” Sunkyu menganggukan kepalanya semangat mendengar Sooyoung berbicara padanya. Ia mengangkat tangannya pada Sooyoung.. tanda ia ingin Hyung-nya itu memangku dirinya.

“Oke.. baiklah.. tadi Hyung memberiku uang lebih. Dan aku tadi menemukan buku resep buatan Noona yang membuat kita bisa makan lezat. Jadi.. kita harus segera berbelanja ke pasar supaya perutmu bisa terisi..” Sunkyu tertawa imut menerima kecupan kecil di hidung dan pipinya.

“Bagus Soo.. kita bisa makan enak!!! Ayo kita pergi sekarang!!” Sooyoung terdiam di tempat saat Hyoyeon menarik tangannya berlari keluar rumah mereka.

“Kenapa?” Mata Hyoyeon mengikuti tatapan Sooyoung yang menunjuk Yuri masih terduduk lemas setelah memuntahkan isi makan siangnya tadi.

============= Secret Waltz =============

“Soo Hyelong..” Seorang wanita mengulaskan senyum kecilnya saat perawat memanggilnya untuk masuk ke ruang periksa. Disana sudah duduk seorang dokter yang menyambutnya.

“Selamat siang Nyonya Soo.. bagaimana kabar Anda?” dokter itu menyapa Hyelong yang terlihat sedikit sehat sekarang, tidak pucat dan begitu kurus seperti beberapa minggu yang lalu saat ia memeriksakan kandungannya bersama sang suami.

“Aku sudah baikan sekarang.. Terimakasih dokter atas bantuannya. Hari ini aku ingin memeriksakan kandunganku..” Hyelong berbicara dengan sedikit semangat yang tergambar di wajahnya. Ia bahagia bisa menjaga janin dalam kandungannya, buah cintanya bersama sang pria yang dicintainya.

“Baiklah.. mari kita periksa..” dokter pria itu tersenyum sebelum akhirnya mengajak Hyelong untuk berbaring di ranjang dan mulai memeriksa kandungan pasiennya.

20 menit kemudian

“kondisi janin Anda sehat. Ibunya pun sehat. Hanya saja Anda harus mengurangi makanan yang berlemak banyak untuk sementara waktu. Lalu yang paling penting.. istirahat yang cukup, berolahraga ringan dan menjaga pola makan Anda.” Dokter itu kemudian berbicara lebih lanjut tentang kondisi kandungan dan janin di dalam rahim Hyelong yang sudah berusia 6 bulan lebih.

“Baiklah dokter.. terimakasih banyak. Kalau begitu saya pamit.” Hyelong berdiri menjabat dokter di hadapannya lalu berjalan keluar ruangan, menuju sopir dan pelayan pribadi yang menunggunya di lobi rumah sakit sejak satu jam yang lalu.

“Bagaimana hasilnya Nyonya?” Shinyoung bertanya pada majikannya yang baru saja memasuki mobil. Ia memberikan air mineral untuk Hyelong yang terlihat sedikit berbeda setelah melakukan pemeriksaan kandungannya tadi.

“Kandunganku baik-baik saja.. Terimakasih Tuhan..” Baru kali ini Shinyoung melihat senyum indah Hyelong yang terlihat begitu alami, tidak dipaksakan seperti sebelumnya.

“Syukurlah.. Tuan Kwon pasti akan senang sekali mendengar kabar ini.” Senyum itu sedikit mereda saat Shinyoung menyebutkan nama Tuannya tadi. Ia bisa melihat sedikit kesedihan yang muncul di wajah Hyelong.

“Tentu.. ini adalah putra pertamanya.. dia pasti akan sangat semangat..” Hyelong tersenyum lagi, masih terlihat sedih meskipun ia berusaha tak menunjukannya.

“Dia akan menjadi orang hebat Nyonya.. tenanglah!” Shinyoung berbicara, berusaha menghilangkan kesedihan yang ada di hati Nyonyanya. Itu berhasil dan senyum kebahagian dan semangat itu kembali nampak di wajah Hyelong.

“Dan Aku akan memastikan itu.. tenanglah Nyonya” Hyelong mengangguk bahagia mendengar janji pria yang masih focus mengendarai mobilnya sementara pikirannya kembali berputar mengingat percakapan terakhirnya bersama Saeri, istri pertama pria yang berhasil menanamkan benih di rahimnya.

============= Secret Waltz =============

“Sayang.. terimakasih.. terimakasih..” Heechul menangis haru memeluk bayi yang baru saja lahir dari rahim sang istri. Ia mendekap bayi laki-laki itu hati-hati, tak ingin melukai sang putra yang sudah ditunggu begitu lama kehadirannya.

“You’re very welcome..” Minjoong tersenyum kecil, terlihat masih kesakitan dan lelah. Proses persalinan tadi begitu menguras energinya sehingga ia sempat tak sadarkan diri setelah melahirkan sang putra, tak sempat melihat dan mendekap bayinya begitu ia lahir. Baru sekarang ia melihat sang putra yang terlihat begitu mungil dan tampan baginya, mirip seperti seseorang yang pernah ia kenal, tapi jelas bayinya ini mewarisi ketampanan dan keimutan dari sang suami yang masih begitu focus bermain dengan bayi mereka.

“Sayang kau kenapa?” pertanyaan suaminya itu menghentikan kereta di pikiran Minjoong. Ia tersenyum kecil menggelengkan kepalanya, mencoba mengalihkan pikirannya.

“Gwenchana.. aku hanya bahagia akhirnya dia bisa lahir ke dunia ini dengan selamat..” Minjoong berbicara, mencoba meyakinkan sang suami yang masih menatapnya khawatir dan penasaran.

“Ah baiklah.. kalau begitu kita namai saja jagoan kita ini Kim Taeyeon!” Heechul mengangkat putranya yang menatapnya kosong, seperti kebanyakan bayi pada umumnya. Minjoong tertawa kecil melihat interaksi dua pria dalam hidupnya itu.

“Taeyeon?”

“Yaps.. Taeyeon. Tenang dan bijaksana. Semoga dia bisa selalu menjadi pria yang tenang dan bijaksana, selalu membawa kebahagian dan kesejahteraan bagi semua orang, terutama kita.” Heechul tersenyum penuh harap pada sang putra yang mulai menutup kedua mata mungilnya, terlihat mengantuk, membuat tawa itu kembali hadir darinya.

“Aminn.. semoga Tuhan mengabulkan itu semua..” Minjoong ikut berbicara, membuat kebahagian itu bertambah. Ia bersyukur sekali pada Tuhan atas semua nikmat yang diberikan padanya. Tapi ada satu harapan yang belum terkabul sampai hari ini dan itu membuat Minjoong sedikit sedih.

“Minjoong-ah..” Seorang pria yang tadinya akan masuk masih berdiam diri di pintu masuk ruangan Minjoong dirawat. Ia membawa sebuket bunga dan parcel untuk wanita yang sampai hari ini bahkan masih bertengger begitu kuat sebagai wanita no 1 di hatinya. Ia urungkan niatnya itu saat melihat kebahagian yang terpancar di wajah keluarga kecil di hadapannya, mundur dengan perlahan dari pintu ruangan yang sudah sedikit terbuka, berjalan pergi meninggalkan kenangan terindahnya dan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi wanita yang telah berhasil membawa keturunan baru baginya, meskipun tanpa cinta karena cinta itu.. hanya Minjoonglah yang memilikinya.

============= Secret Waltz =============

“Taetae!!!” seorang anak perempuan memanggil anak laki-laki seumurannya yang masih sibuk menggambar sesuatu di buku gambarnya. Ia berlari menghampiri anak laki-laki tersebut, masih dengan senyum shining smile-nya, begitu semangat bisa bermain dengan sahabatnya yang sudah beberapa bulan ini tak ia temui.

“Tae..”’ Kali ini anak perempuan itu memanggil anak laki-laki itu lebih lembut membuat nama yang disebutnya tadi menolehkan pandangan padanya, terlihat terkejut.

“Pany-ah?” anak laki-laki itu menatapnya bingung sebelum akhirnya bangkit dan tersenyum memeluk nama yang disebutnya tadi. Mereka berdua berpelukan cukup lama sebelum akhirnya anak perempuan bernama Pany tadi melepaskan pelukan mereka, mengeluarkan sesuatu dari saku jubah pink-nya yang membuat mata anak laki-laki itu bersinar melihatnya.

“Gummy worms!!!!” Tiffany cilik tertawa puas melihat Taeyeon segera menyambar pemberiannya itu, membiarkan sang sahabat menyantap permen favoritnya, kesukaan mereka. Untuk sesaat kegiatan mereka hanya terdiam masih memakan permen kenyal manis asam yang begitu lezat bagi keduanya.

“Kau sedang menggambar apa?” Tiffany mencoba melirik gambaran sang sahabat yang masih begitu bahagia menyantap permennya.

“Seorang Peri.. yang selalu hadir di mimpiku..” ucap Taeyeon masih memakan gummy worm-nya, tak menyadari tatapan penasaran dari perempuan di sampingnya.

“Peri?” Taeyeon menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Tiffany yang mengambil permennya.

“Pany.. mengapa kau mengambil gummy wormsku?” Taeyeon merengutkan keningnya pada Tiffany yang tertawa melihatnya.

“Kau belum menceritakan apapun tentang perimu padaku!” Taeyeon membuka mulutnya menerima suapan sang sahabat.

“Aku tak tahu mengapa anak perempuan ini selalu muncul di mimpiku akhir-akhir ini. Mungkin karena aku merindukannya Pany-ah..” sendu.. Tiffany bisa merasakan hal itu kini mengelilingi mereka. Ia bisa melihat kerinduan yang sahabatnya rasakan itu nampak di wajahnya.

“Bagaimana bisa aku melupakannya. Aku adalah Oppa-nya.. pria yang seharusnya melindunginya.” Tiffany tersenyum kecil mendengar ucapan Taeyeon. Sahabatnya itu memang masih berumur 11 tahun, tapi pemikirannya sudah dewasa seperti ayahnya, berbanding terbalik dengan Paman Heechul yang kadang terlihat kekanakan baginya.

“Kau sudah melakukan yang terbaik Taeyeon-ah..” Tiffany genggam tangan kiri sahabatnya itu, menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon yang meliriknya.

“Tapi aku..” Tiffany menghentikan ucapan sahabatnya itu dengan mengecup pipi kiri sahabatnya itu, membuat Taeyeon terkejut dan menatapnya heran.

“Pany-ah..” Tiffany tersenyum polos lalu mengecup pipi kanan Taeyeon yang terdiam menerimanya. Ia memberikan senyum bulan sabit andalannya pada sang sahabat yang akhirnya ikut tersenyum juga melihatnya.

“Taetae.. Apa yang telah terjadi takkan bisa dirubah lagi. Tuhan mungkin mempunyai rencana indah untuk adikmu meski dengan cara seperti ini. Kau adalah kaka yang baik. Dan aku yakin.. adikmu juga menyadari itu. Menyesal itu boleh, tapi tidak dengan berlarut-larut. Berdoalah selalu yang terbaik untuk adikmu, dan yakinlah.. bahwa semua akan indah pada waktunya..” Muncul binar kekaguman dan harapan di wajah Taeyeon mendengar nasehat sahabatnya yang sudah beberapa tahun ini sulit sekali bertemu dengannya.

Well maklumlah.. Tiffany selalu ikut dengan kedua orangtuanya, berpindah dari satu kota ke kota lain, negara pun menjadi salah satunya. Ia adalah putri satu-satunya Henry Hwang, pemegang mahkota kerajaan bisnis Hwang yang Berjaya di daratan Korea dan negara Asia lainnya. Tadinya Taeyeon ingin mengenalkan Yoonan pada Tiffany tapi gadis bermarga Hwang itu sulit sekali ia temui.

“Kau benar… terimakasih Pany-ah..” Tiffany tersenyum dalam anggukan kepalanya menerima pelukan Taeyeon yang memeluknya begitu erat, menyalurkan semua kerinduan itu padanya.

Sementara itu…

“Aww.. mereka cute sekali!” Henry dan Heechul bertepuk tangan melihat interaksi putra dan putri mereka sementara istri mereka tertawa melihatnya.

“Haruskah kita menjodohkan mereka?” ceplos Kahi yang mendapat persetujuan dari 3 orang lain di sekitarnya.

“Tentu!! Itu ide yang bagus” Heechul menatap sang istri yang masih tertawa menganggukan kepalanya.”

“Tapi kita memberitahu mereka nanti saja.. saat mereka sudah dewasa.. dan sukses menggapai mimpi mereka.” Minjoong ikut berbicara, membuat 3 orang lainnya menatapnya penasaran.

“Mengapa seperti itu?” Henry memberanikan dirinya untuk bertanya sementara yang lain diam, ingin mendengar jawaban Minjoong.

“Karena aku ingin mereka memiliki kehidupan normal. Aku ingin mereka merasakan cinta itu tumbuh dengan sendirinya, bukan karena kita yang memaksakan kehendak kita dengan menjodohkan mereka.”

“Tapi bagaimana bila mereka akhirnya jatuh cinta kepada orang lain?” Heechul bertanya pada istrinya.

“Biarkanlah mereka merasakan cinta yang lain. Jika mereka memang sudah berjodoh, maka mereka akan tetap bersatu tak peduli halangan apapun yang diberikan pada mereka, itukan maksudmu Minjoong-ah?” Kahi menyambung ucapan sang sahabat yang tersenyum menganggukan kepalanya.

“Kalian memang belahan jiwa kami!” Heechul dan Henry kemudian berlari memeluk istri mereka yang tertawa melihat tingkah kekanakan suami mereka.

============= Secret Waltz =============

“Ada yang ingin kau katakan?” Junsu masih bertanya dengan nada tenang pada putra pertamanya yang terlihat kebingungan dan takut. Ia bangkit dari kursi kebesarannya setelah hanya mendapat keheningan dari putranya itu. Ia berjalan menuju lemari besar di samping meja kerjanya, mengambil benda yang selalu ada di sana, sesuatu yang sudah sering ia gunakan pada putra pertamanya itu.

“Aku tidak tahu apa-apa Appa..” ucap Yoonan gugup karena melihat Ayahnya memegang alat yang paling ia takuti. Junsu hanya mengangguk, membuat senyum itu muncul di wajah putranya.

“Appa!!!” Yoonan menjerit kesakitan menerima pecutan begitu keras di punggungnya. Junsu memecut punggungnya itu berkali-kali hingga akhirnya Yoonan terjatuh dengan darah segar yang mengalir di punggungnya.

“Kau berani berbohong padaku. Kau yang mencuri kalung ibumu dan kau berbohong padaku dengan tidak mengakui perbuatan menjijikanmu itu. Kau selalu kalah dari Kim Taeyeon, kau tidak mencerminkan bagaimana seorang Kwon seharusnya. Pecundang!!! Sampai kapan kau akan selalu seperti ini Heuh??? Sampai kau menyusul ibumu yang tak berguna itu?” Junsu menendang tubuh putranya yang semakin tersungkur ke belakang, terlihat begitu kesakitan, bukan hanya fisik melainkan hatinya juga. Apalagi ketika Junsu menyebutkan nama ibunya, sesuatu yang tajam seperti menusuk Yoonan berkali-kali.

“Pergilah! Selama beberapa hari kedepan, gudang belakang adalah rumahmu. Jangan tunjukan dulu wajahmu di hadapanku sebelum aku menyuruhmu!” Dengan itu Junsu keluar dari ruangannya, melempar pecut tadi ke kepala Yoonan yang terdiam dalam tangisnya.

“Yoon..” Beberapa menit setelah Junsu keluar, Shinyoung masuk menghampiri Yoonan yang masih tergeletak di lantai, masih dalam tangis dalam diamnya membuat hati Shinyoung begitu sedih melihatnya.

“Ayo kita obati dulu lukamu, Nak..” Yoonan hanya diam, menganggukan kepalanya pelan, sebelum Shinyoung memapahnya menuju gudang belakang, tempat yang akan Yoonan tempati untuk beberapa hari kedepan.

3 Hari Kemudian..

Malam sudah larut tapi Hyukjun, adik Yoonan, putra Junsu bersama Saeri masih belum tidur. Ia begitu asik memainkan benda yang terlihat baru baginya. Ia berulang kali memainkan benda itu hingga akhirnya terjatuh, membakar kain yang ada di sampingnya. Hyukjun hanya terdiam melihat api itu mulai mengitarinya, ia tak mengerti bahaya apa yang menantinya. Hyukjun hanya tersenyum gembira melihat mainan barunya itu mendekatinya.

Keesokan harinya….

“Yoon!!! Bangunlah!!” Shinyoung dan pelayan lainnya menggedor pintu gudang belakang yang terletak cukup jauh dari kediaman keluarga Kwon, tempatnya selama ini tinggal. Ia bangkit dari ranjang kayunya, masih mengantuk menghampiri Pria yang selama ini begitu baik padanya.

“Ada apa Paman?” Yoonan bertanya pada Shinyoung yang terlihat begitu sedih. Ia melihat ke sekeliling dan sadar ada sesuatu yang tidak beres. Ia berlari meninggalkan Shinyoung yang ikut menyusulnya menuju rumahnya yang terlihat berbeda.

“Ada apa ini Paman?” Yoonan kaget bukan main saat melihat rumahnya itu hancur, hanya tersisa kerangka pondasi yang menopang tempat yang selama ini sudah menyimpan berbagai kenangan untuknya, meskipun lebih banyak duka yang tersimpan di dalamnya.

“Yoon.. semalam terjadi kebakaran hebat. Kedua orangtuamu, Hyukjun dan beberapa pembantu menjadi korban. Mereka sedang tidur saat kebakaran ini terjadi.”

“Lalu mengapa kau ada disini?”

“Aku mengunjungi keluargaku yang sedang berkunjung ke Seoul, kami menginap di salah satu hotel di dekat Namsan. Aku segera bergegas kesini setelah mendapat telepon dari polisi mengenai kebakaran ini.” Shinyoung kembali menjelaskan semuanya pada Yoonan yang tak tahu harus berkata apa, merasakan apa dalam hatinya.

Ia sedih karena ia sudah kehilangan keluarganya tapi disisi lain ia bahagia karena sumber penderitaannya telah pergi untuk sementara.

Tapia da satu hal yang tak bisa ia lupakan dari Ayahnya, yaitu ambisi untuk mengalahkan Kim Taeyeon yang kini sudah terpatri di hatinya, menjadi sebuah tujuan yang harus ia capai dengan cara apapun.

Mungkin selama ini Ayahnya tak salah karena sudah menyiksanya karena baginya.. selama ini sumber penderitaan hidupnya adalah Kim Taeyeon, sahabat yang akan selalu menjadi sebuah kebencian dalam hidupnya.

============= Secret Waltz =============

“Sayang..” Jessica berdiri menerima kecupan di bibirnya dengan rasa bersalah yang entah kenapa bersarang di hatinya ketika ia melihat Taeyeon menatapnya dengan kesedihan yang tak bisa disembunyikan pria bermarga Kim itu.

“Taeng.. Terimakasih sudah menjaga wanitaku..” Yoonan melepas pelukannya dari Jessica, berjalan menepuk bahu Taeyeon yang mengagguk lemah dengan senyum kecil yang bertengger di wajahnya.

Kebahagiaan yang Taeyeon rasakan bersama Jessica selama beberapa jam ini seakan menghilang saat Yoonan datang dan mulai menunjukan kemesraannya bersama Jessica yang mau tidak mau harus mengikuti permainan calon suaminya itu.

“Apa saja yang kalian lakukan selama aku tidak ada?” Yoonan meminum cairan dalam gelas milik Jessica yang hanya menundukan kepalanya, tak ingin melihat kesedihan pangerannya itu.

“Kami mengobrol sebentar di Kafe dan berjalan-jalan ke sebuah toko buku favoritku.” Taeyeon yang menjawab pertanyaan itu, sedikit tersenyum mengingat perjalanannya bersama Jessica hari ini, begitu menyenangkan dan menggemaskan.

“Bagaimana menurutmu Sayang? Apa sahabatku ini adalah pria yang baik untuk kau jadikan kekasih dan suamimu?” Pertanyaan itu membuat Jessica mendongakan kepalanya, menatap Yoonan dengan tatapan bingung dan tak percayanya.

‘Apa yang kau pikirkan?’ ucap Jessica dalam hatinya menatap Yoonan yang tersenyum seringai memandangnya.

“Yoong.. apa yang kau katakan.. kau ini..” Taeyeon tertawa mencoba memecahkan kecanggungan yang tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Well.. sebenarnya aku sudah tiba di café ini beberapa menit yang lalu. Aku mengamati kalian terlihat seperti sepasang kekasih… jadi aku bertanya seperti ini. Mungkin saja setelah mendapat penilaian darimu.. Taeyeon akan segera menemukan kepercayaan diri untuk menyambut cinta sejatinya!” Meskipun ucapan itu diselingi senyum dan tawa dari Yoonan, Jessica masih merasa ada sesuatu yang janggal dengan apa yang diucapkan calon suaminya itu.

“Yoong..” Taeyeon menggelengkan kepalanya, tak menyetujui apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu.

“Hahaha.. maafkan aku Taeng.. aku hanya bercan..” Ucapan Yoonan terhenti saat Jessica menggenggam tangannya, melihat Taeyeon dengan percaya diri.

“Kau tahu.. mungkin jika aku bertemu dengan Taeyeon lebih dulu darimu… aku akan dengan senang hati menjadi kekasihnya, pendamping hidupnya, karena dia adalah tipe idealku..” Yoonan menatap wanita di sampingnya itu dengan senyum terhiburnya, berbeda dengan Taeyeon yang menatap wanita yang duduk di hadapannya itu tak percaya.

“Tapi sayang.. kau sudah mengikatku… dan kau harus bertanggung jawab untuk itu..” Jessica tersenyum kecil seperti meminta maaf pada Taeyeon sebelum akhirnya mengecup pipi calon suaminya itu.

“Kau.. memang wanitaku..” Yoonan mengecup bibir Jessica begitu dalam, berpura-pura melupakan fakta bahwa Taeyeon berada di hadapan mereka sementara Jessica.. ia ingin sekali mendorong Yoonan jauh darinya, menampar pria brengsek itu karena berani membuat pangerannya terlihat sedih seperti sekarang.

============= Secret Waltz =============

“Sayang.. kau sudah makan siang?” Kahi menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan sang suami yang baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya, menangani tugas sang putri yang sudah beberapa bulan ini tak sadarkan diri dalam komanya.

“Baguslah.. oh ya aku membawa ini untuk kalian!” Henry membawa sesuatu dari tas kertas hitam di tangan kirinya. Kahi tersenyum kecil melihat coklat dan cake strawberry yang dibawa suaminya itu.

“Ini adalah favorit kalian..” Henry memotong cake itu, menyajikannya pada Kahi yang masih terdiam di tempatnya, merasa sedih dan senang dengan ini semua. Suaminya memang adalah pria terbaik yang pernah ia temukan dalam hidupnya. Ini hanya salah satu hal yang membuatnya setiap hari mencintai pria yang sudah membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.

“Makanlah sayang.. aku juga sudah menyiapkan potongan lain untuk putri kita..” Henry masih tersenyum saat mengatakannya meskipun kedua matanya sudah berair, menahan tangis kerinduan pada sang putri yang masih tertidur begitu nyaman di ranjangnya, walaupun alat-alat medis memenuhi tubuh putrianya itu.

“Ini lezat sekali Sayang.. terimakasih..” Kahi berucap setelah mencicipin cake-nya itu, dalam tangis diamnya, sama seperti sang suami.

“Syukurlah.. aku senang..” Henry berucap sebelum memakan lagi cake miliknya… pipinya masih basah dengan air mata yang menjadi lebih sering keluar sejak Tiffany menjadi seperti sekarang.

“Oh Ya.. apa kabar Minjoong dan Heechul? Mengapa kita tidak memberitahu mereka saja tentang kondisi Tiffany?”

“Tidak bisa.. tidak boleh ada yang tau bahwa putri kita sedang seperti ini. Jung Eun akan dengan liar memberontak dan merebut sesuatu yang sudah seharusnya dimiliki oleh putri kita bila ia tahu. Aku tahu Heechul dan Minjoong adalah sahabat kita tapi aku tidak bisa mengambil resiko hilangnya mahkota Tiffany untuk menjadi ratu kerajaan bisnis kita Sayang..”Kahi mengerti kekhawatiran suaminya itu mengingat persaingan menjadi pemegang tahta tertinggi di keluarga Hwang yang ketat. Dan Tiffany dengan beruntung sudah dipilih sejak ia bayi untuk menjadi Penerus tahta kerajaan bisnis Hwang meskipun banyak yang tidak setuju dengan keputusan Sesepuh atau orang-orang berkuasa di Keluarga Hwang.

“Baiklah.. tapi sampai kapan kita akan seperti ini?? Kita tidak tahu kapan Tiffany akan bangun dari komanya..”

“Eunghh..” sebuah erangan kecil dan lemah menghentikan pembicaraan Kahi dan Henry yang segera menolehkan kepala mereka menatap sang putri yang masih terpejam kedua matanya.

“Sayang.. Fany-ah..” Henry dan Kahi segera menghampiri sang putri yang terlihat kesakitan.

“Cepat panggil dokter..” Henry bergegas mencari dokter yang menangani putrinya sementara Kahi mendampingi putrinya yang sudah mulai membuka kedua matanya, terlihat bingung dan pusing.

“Sayang..”

“Eunghh…” Tiffany masih sulit untuk berbicara, rasanya mulutnya kelu, tubuhnya kaku dan berat sekali untuk digerakan, otaknya beku tak bisa memikirkan dan mengingat apapun yang terjadi padanya.

“Eunghhh…” Tiffany merasakan sakit luar biasa di kepala dan perutnya, rasanya ia ingin memuntahkan sesuatu.

“Sayang…” Kahi panic melihat putrinya itu memuntahkan sesuatu, tapi untungnya bukan darah. Ia berkali-kali mencoba menghubungi sang suami yang beberapa menit kemudian kembali ke ruangan bersama dokter dan seorang suster yang segera memeriksa kondisi Tiffany yang terlihat begitu sakit dan lemah saat ini.

Beberapa Jam kemudian…

“Nona Hwang baik-baik saja..” Dokter pribadi yang selama ini menangani Tiffany berbicara pada Kahi dan Henry yang sangat lega mendengarnya.

“Ini adalah sebuah keajaiban dimana Nona Hwang bisa sadar dalam waktu yang cepat mengingat luka yang ditimbulkan dari kecelakaan kemarin sungguh berbahaya. Tapi sepertinya Doa kita semua segera Tuhan kabulkan..” Dokter Choi tersenyum bahagia melihat Henry dan Kahi yang saling berpelukan, bahagia mendengar kabar ini.

“Hanya saja.. Nona Hwang masih harus menjalani terapi sebelum ia kembali memulai aktivitasnya karena mungkin selama beberapa waktu kedepan, Nona Hwang akan kesulitan untuk berjalan dan menggerakan anggota tubuhnya. Tapi anda tidak usah khawatir.. saya akan menyiapkan team terapi terbaik untuk Nona Hwang.” Setelah berbincang lebih dalam tentang kondisi Tiffany, Henry dan Kahi segera mengunjungi putri mereka yang sedang menatap pemandangan luar melalui jendela dari ranjangnya, terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu.

“Sayang..” Henry dan Kahi memeluk putrinya bergantian, tak berhenti mengucap terimakasih pada Tuhan yang sudah berbaik hati menyelamatkan putri mereka.

“Kami merindukanmu.. syukurlah kau sudah bangun..” Kahi mengecup kening putrinya yang tersenyum menikmati kasih sayang orang tuanya.

“Mom.. sudah berapa lama aku seperti ini?” Tiffany berucap dengan suaranya yang masih serak dan terdengar begitu lemah, membuat Kahi segera mendekapnya sementara Henry segera mengambil minuman untuk ia minumkan pada putrinya.

“4 Bulan lebih sayang..” Henry menjawab pertanyaan putrinya yang sudah selesai meneguk minumannya.

“Mom.. Dad.. Aku ingin bertemu dengan Taetae…” ucap Tiffany masih dengan lemahnya meskipun sebuah senyum kini mulai terlukis di wajah pucatnya.

Flashback

“Fany.. bangunlah.. kau putri tidur..” Suara Taeyeon membuat Tiffany segera terbangun dari tidur siangnya di sebuah kebun yang begitu indah.

“Taetae?” Ia bingung melihat sahabatnya itu menatapnya begitu dalam, penuh dengan kehangatan dan cinta di dalamnya, tidak seperti biasanya.

“Fany-ah.. aku merindukanmu. Bangunlah sekarang.. mereka sudah menunggumu..” Taeyeon menunjuk jarinya pada sebuah kolam dimana muncul gambaran kedua orang tuanya yang begitu sedih melihat seorang wanita yang tertutupin selang dan masker di wajahnya, dengan berbagai alat medis lain yang menopang hidupnya.

“Itu aku?” Taeyeon mengangguk sedih sebelum akhirnya membawa Tiffany ke sebuah pintu putih yang begitu besar.

“Mereka sudah menunggumu begitupun aku”

“Mengapa?”

“Karena mereka dan aku.. membutuhkanmu.. jadi.. pergi dan kembalilah..” pintu putih itu terbuka dan Taeyeon mendorong Tiffany jatuh ke sebuah pusaran putih dan tak sadarkan diri.

End Of Flashback

“Aku merindukan kalian.. dan aku merindukan Taeyeon..” Tiffany berucap sebelum menerima pelukan dari kedua orangtuanya.

 ============================================

====================================

=====================

selamat sore ^_^

ini adalah update yg tidak direncanakan sebenarnya

cuma ya…. pas malam tahun kemarin. pas gw  bbq sama temen” dan ga bisa tidur sampai subuh.. gw ngobrol gtu sama temen kuliah gw.

Dia EXO-L dan kita sering clash klo ngobrolin kpop

dan tau apa? dia fans berat baekhyun sedangkan gw sangat antipati dengan pria itu sejak dia hanya diam pas pasukan “Oppa Is Mine”nya menyerang Taeyeon.

Maaf ya buat EXO-L dan fans-nya baekhyun.. gw bukan benci sama dia.. cuma ga respect aja..

but i do love EXO Song

dan update hari ini juga terjadi karena dari kmarin malem gw dengerin terus “Sing For You”

makanya gw saranin ya dengerin lagu itu biar dapet feelnya hehehe

dan satu lagi big influence dari ff ini..

JESSICA JUNG yang ngecover Gravity.. yang mana enak bgt.. dapet bgt feel..

i love it ^_^

selama ini mungkin gw susah update ff yg peran utamanya Sica karna feel gw buat nulis ff yg ada Sica di dalemnya hilang.

gw gtw knp tapi mungkin karna gw masih berharap dia kembali ke Soshi

#GagalMoveOn

hahaha oke lupakan

heumh.. ini juga jawaban buat mereka yang sudah bersabar menunggu ff ini untuk diupdate

Thor… Next update kpn?

aduh gw gtw.. bentar lagi gw UAS soalnya dan.. gw mau fokus UAS dulu kayanya..

mungkin akhir january atau lebih cepat dari itu gw akan update dngan FF yang masih dirahasiakan hehehe

pokonya gw nulis sedatangnya si ilham aja hehehehe

oh ya ada beberapa wp yg sering gw kunjungi akhir” ini

https://mystarfanfic03.wordpress.com/list-ff/

https://royalfams418.wordpress.com/

http://kimtaengoo007.com/list/

https://youngandstar27.wordpress.com/

mereka punya tulisan yg bagus

recommended

well… gw punya beberapa kata yang ingin gw sampaikan ke kalian

“Balaslah kejahatan dan sakit hati kalian dengan memaafkan.. karena dendam hanya akan membawa keburukan.. bukan kebaikan”

“Perlakukanlah orang seperti kalian ingin diperlakukan seperti apa. Jangan hanya meminta orang lain yang mengerti kita.. tapi belajarlah untuk mengerti orang lain. Apa yang terlihat terkadang tidak sama dengan apa yang dirasakan”

“Jika kalian mencintai sesuatu.. kejarlah.. dapatkan dan raih”

“Cinta paling hakiki di dunia ini bukanlah cinta manusia.. melainkan cinta Tuhan kepada hamba-hamba-Nya”

“Bersandar pada pundak manusia  dan berharap padanya adalah sumber kekecewaan terbesar.. tapi jika kita mau berpikir lagi.. bahwa hanya Tuhan yang takkan memberikan  kekecewaan itu.”

“Saat kamu terjatuh.. ingatlah.. kamu tidak sendirian. Mungkin itu cara Tuhan untuk memanggilmu mendekat pada-Nya”

Maafin gw ya kalau gw ada salah sama kalian

heumh.. maut itu seperti bom waktu.. kita gakan tau kapan dia menjemput

semoga kita selalu berada dalam Lindungan-Nya

May Allah always Mercy Us

Aamiin

byebye

Iklan

91 pemikiran pada “Secret Waltz Chapter 3 Part 2

  1. Pokoknya, Tetep berharap entar jadi nya kepasangan yang benernya… Hehe
    UAS dulu ajah, Pendidikan no.1 kan. Tapi, Entar jangan dilupain tentang ff yang laen nya #ooopss :p
    Setuju sama kata”nya 😉

  2. Waduhhh complicated bget nih … kasian nya yoong kecil … dri kecil udh digtuin ama appa kwon so poor yoong krna appa kwon yoong jdi saingan ama tae… dan fany udh sadar .. tpi dy sadar malah manggil nama taeyeon bukan yoong … uhhh tae menang bnyak nih …. taengsic and taeny .. yg ada yoong malah + benci doong ama tae .. huhhh :/

  3. Napa jdi bijak mas???
    Wkakakakakakakakakaka
    Cnda2
    Aduh udh lah tae sma fany aja
    Wkwkkwkwkwkw
    Aduh sma si gasuka sma si itu wkwkwkkww
    Dgr suara sica baper lah
    Semangatt ujian nyaa thorr
    Lanjut2

  4. Dsini taeny cma jd sahabat aja tp bsa ga thor dibkin spasang kekasih soalnya klo liat mereka feel nya tuh lngsung dpt gtu …
    Happy new year ya thor pkonya smua kesalahan udh di maafkan smoga dithun yg baru ini jd tambah sukses dlm sgla hal Amiiinn

  5. akhirnyaa uppdate juga yg inni kngen ama sicca unni iyaa ris Ku jg dngerin lgu itu enak bgt apalagi itu lagu udj dri 2014 dan bru d rilis thn ini ohh omg

    dann aku tau knpa yoong tega skali memisahkan sicca sma pangerannya itu gegara cinta masalalu sanh ayah junsu.minjoong dan heecul .. poor young

    dan tragia liat kisah taengsic hikkss hikkss hikkss

    adiknya tae nugu ???? penasarann

    ohhw tiffa itu tmn y taeng .. nah tae tw gak y yoong itu pacar tiffa hemm

    ini sih nama y cinta segi 4 wkwkwkwk

  6. wow, akhirnya update juga hahaha
    kok ane makin bingung yak?? adiknya tae itu sebenernya siapa?
    terus buat apa yoong buat kyk gitu ke tae?
    wkwkw. mudah-mudahan endingnya yoonfany ya thor hehehe

  7. haii rocksmith27
    new reader here hehehe
    silent reader sih sebenernya.. maaf ya
    ini ff lama bgt ya updatenya? hahaha gw tungguin dari 2013 di aff..
    gw sebenernya reader lo di aff😁😁
    lo hijrah ke wp? omg.. knp ih? hahaha udah nulis di aff aja.. kangen kan kita penghuni sana sama lo thor😘
    oke ada beberapa hal yg bikin gw penasaran:
    1. banyak bgt muncul cast baru… apa lo lagi nyoba nyeritain masa lalu yoonan taeng sama tiffany?
    2. siapa adiknya taeng? fany kayanya ga mungkin deh.. apa mungkin jessica?
    3. oke gw mulai ngerti knp yoona alias yoonan benci bgt sama taeyeon.. jir gw nangis thor dengerin lagu yg lo suruh denger selagi baca ff ini… dapet bgt feelnya. jir nangis bombay pas bagian si yoonan disiksa sama bapanya.
    4. thor couplenya masih abu” ya.. ini mah taeny yoonsic bisa.. yoonfany taengsic bisa.. hahaha genius lo bisa bikin kaya gtu.. multifungsi gtu ye😂😂😂.. kekinian bgt anaknya
    5. note lo yg terakhir.. kayanya curhat colongan lo ya? 😂😂😂.. gpp thor ungkapin aja. gw juga minta maaf ya ngesiderin lo hehehe. tapi gw suka dgn kata” lo.. setidaknya lo dewasa dgn mau mengungkapkan hal itu ke kita. gpp thor.. roda itu berputar.. karma itu berlaku..
    ko gw ngerasa lo selalu dikecewain orang ya? knp thor? sabar ya… sini peluk dulu #modus 😂😂😂
    semangat thor.. gw tau ko lo kuat.. ayooo bikin ff couple selingkuhan lebih banyak 😉😂😉
    updatenya taeny mulu nih.. lagi kesemsem taeny karna dukoro dan srstaeny ya? hahaha
    ko gw tau?
    yaiyalah org gw juga baca ff mereka dan liat betapa tergila”nya lo sama mereka klo lo komen hahaha

    • hahaha
      duh harus jawab apa ya? ko km tau bgt sih tentang aku?
      damn you got it right😆
      gpplah sider asal komen juga akhirnya wkwkwk
      lain kali komen tiap chap
      hahaha aff.. duh jadi reader aja ya disana mah
      gamau nulis lagi😂😂😂
      yessss i love both of them
      jgn bilang” ya.. srstaeny ada disini juga soalnya

  8. yeyeeeyyy akhirx update jg….tpi kok aye bingung ye?
    §^kisah ortux yoong ama taeng
    yoong kecil yg sbr yee
    adekx taeyeon sp sih?jessica??
    ooo jd t alasanx yoongbenci ama taeng!!
    fany dah sadar dan menanyakan taeng?
    mmm d sn ku dpt flx
    jgn bilang nanti yoonsic ama taeny?
    “semoga z)amiiiiinn 😉
    nextttttt thor (semangat 45)

  9. nah tuh pany langsung ingat taeng aja udah lupakah ama yoonan
    kasian jg yoonan waktu kecil di siksa appanya terus, tp kenapa harus di ingat kebenciannya ke taeng
    padahal taeng anggep yoonan sahat baiknya,tp di belakang nusuk

  10. gw lupa critanye thor..
    yoonan jahat ya di ff ni kykny.. tp ad alasanny psti dy kyk gtu ya thor..
    kasian fany.. ok thx dh update..
    gw ttp msh ngguin ff yoonfany & yoonsic lu thor.. ^_^

    bner tu thor.. berserah & hny berhrap pd Tuhan.. gw jg minta maaf thor klw ad slh dikoment2 gw.. tp lu kyk mw pensiun aj deh .. ?

  11. tak terduga ada couple br, TAENY …..

    yeyeye….
    semoga taeyeon n fany bs jadi pasangan…

    lanjutkan thor. ….
    q tunggu jg kelanjutan ff above this paper…
    semangat author..

  12. Paling dinanti2 ini ff loh kak.. positif nih pasti yoonsic, taeny siap2 yg ngeship yoonfany baperan lol… tae sama sica adek kakak an ya?… dan alasan yoong ngejadiin sica tunangannya mungkin karna yoong tau klo tae suka sama sica, yaa motif nya yoong sepertinya gaboleh kalah sama tae nih sekarang… hmm jd pengen tau juga gimana yaa reaksi yoong kalo tau fany ama tae dijodohin… apa dia bakal sakit ati juga apa malah nambah manfaatin sica?

    makasih kak recomended lagunya.. nyentuh tp masih hoki dengerin gravity nya sica hehe… oh yaa tengkyu juga buat recomended wp nya… langsung aku kunjungin sekarang, semangat UAS nya… semangat nulis nya ^^

    • yakin yoonsic taeny? 😂
      klo taeny ternyata adik kaka gmn? kan ga blh dong adik kaka pacaran wkwkwkw
      klo ternyata selama ini yoong tau bahwa taeny akan dijodohkan dan dia emg sengaja ngerebut fany dari taeng gmn? 😂 duh udah kebanyakan nih kodenya wkwkwkwk
      iya thanks km juga semangat ya

  13. jd taeny itu ud saling kenal sblmna??tp saat dewasa mereka jrg ktmu?jd selama ini fany itu kecelakaan gtu?tp pas fany sadar kok yg dtanya malah tae bukan na yoonan?kluargana fany tau kan hub na dgn yoonan?knp juga ga ngabarin yoonan?
    lumayan memutar otak hhe soalna baca ulang dri awal lg hhe lupa lupa inget…
    semangat uas ya…oiya aku salah satu shipper baekyeon hhe

    • hai ka
      iya taeny jarang ketemu pas mereka udah dewasa
      iya fany kecelakaan pas di milan kan.. pas tau yoonsic tunangan ituloh
      soalnya.. hehehe next chap diceritain
      keluarga fanu gtw yoonfany ada hubungan
      knp g ngabarin yoonan? ya karna mereka gtw yoonfany pacaran
      yoonfany itu kaya romeo and juliet
      papahnya fany benci bgt sama ayahnya yoonan
      begitupun keluarga besar mereka yg ga akur😉
      makanya selama ini yoonfany nyembunyiin hubungan mereka dari publik
      klo ketauan fany bisa langsung dinikahin sama tae 😂😂😂
      oh ya kk baekyeon shipper?
      hahaha maaf ya ak cuma mengungkapkan apa yg sejujurnya ada di pikiran aku

  14. duhh fany bangun2 langsung inget nya taetae aja bukan yoong
    kasian yaa yoong kecil di pukulin mulu sama bapanye jadi timbul rasa benci ke taeyeon padahal taeyeonnya baik
    ini klo ga slah ade nya taeyeon itu sica bukan sih yaa
    ini kayanya bakal jadi taeny yoonsic hahaa sotoy gue

  15. Pecah telur juga ni epep lamaaaaaa bgt ditunggunya,harus baca dari awal lagi biar inget ma jaln ceritanya.
    yoonan,taeyeon,panul sahabat sejak kecil. Kim vs kwon….rumit makin keren

  16. udah mulai lupa ceritanya..hrus baca lgi nih..btw thank u yah udh mau update cerita ini..gue brharap ff ini endingx yoonfany, soalx mrka berdua bias gue..atau yoonsic..pkokx d tnggu aja updtan lu..jgn lupa updte ff the reason yah…semangat 2016 🙂

  17. udah lupa ceritanya..hrus baca lgi..btw thank u yah udh mau update cerita ini..gue brharap ff ini endingx yoonfany, soalx mrka berdua bias gue..atau yoonsic..pkokx d tnggu aja updtan lu..jgn lupa updte ff the reason yah…semangat trus

  18. Duh thor udah sedikit lupa ama cerita ni ff. Disini gue kasian ama jessi cuma jadi alat buat Yoonan balas dendam sama Taeyeon. Kasian Yoonan kecil nasibnya tragis, ska dipukulin sama appanya n ditinggal mati ortunya..

  19. huuuaaaaa huhuaaaaawaaaaa #ane belom baca dr awal part
    Jd kaga tau gimane critanya
    Dpt wangsit ape thor ampe brubah ultraman ehh brubah bijak gini
    hahahaha
    Semangat ya thor bwt UAS jgn ampe salah jawab
    Kalo ampe salah jawab brarti soalnya yg salah wkwkwkwkwk
    Oke dahh ane tunggu ff yg lain update
    May the force be with U

  20. whoaaa akhirnya nongol jg nih epep, ya ampun thor lama bngt ya smpe lupa nih critanya
    kasian bngt yoonan, trus2an di siksa sm appanya, emngnya knp sih kok benci bngt sm taeyeon
    senengnya liat taengsic brduaan, ya meskipun cm bentar doank
    kl gw gak salah ya thor, tuh tae msh sodaraan bkn sm yoonan?soalnya ummanya taeng bilang yg menghamilinya tuh suami saeri, dn saeri kn ibu tirinya yoong
    syukur deh ppany udh sadar, eh malah nanyain tae bkn yoong
    tuh mksd omngan shinyoung sm yoonan apaan ya?
    emng sikapnya yoonan ngeselin bngt, ganggu aja kl ada yg lg pgn brduaan#colek taengsic
    msh blm jelas knp tuan kwon sm yoonan kok segitu bencinya sm tae
    tuh yg jd adiknya tae sp?
    wah kudu dngerin lgunya exo nih, thanks

    • hai kwon ratna
      well mari kita diskusi
      disini yoonan sama taeyeon ga punya hubungan ikatan darah apapun
      adiknya taeyeon bisa siapa aja
      bisa aja fany kan? hahaha
      masih banyak rahasia yoonan yg blm diungkap ko
      yg pasti harus fokus baca flashback ortunya taeny yoonsic juga yaa
      disana banyak cluenya ko

  21. oke gw fix lupa ama crita sblm nya kyk apa*plakkkk*tolong di maafkn…gw baca chap sblm nya dlu..tp utk chap ini :
    waw masa kecil nya yoong,,pedih bgd,,,
    hmmm taeny di jodohin wktu kecil,,,
    adek nya taeng spa??

  22. lupa sama cerita sebelumnya huwwaa….sebel banget gw sm karakternya yoonan sm appa yg bikin dia jd jahat banget, semoga tae dapet cewek yg baik hihi….

  23. Baca cerita yg ada flashback2nya bikin bingung. Tapi gw ttp suka sama ff ini krn pairingnya YoonSic…
    Lanjut terus thor tp jgn lama2 ya. Keburu lupa.

  24. Masa lalunya yoong suram banget yaa pantas aja segitu bencinya dia sama tae yg bikin heran disini kan tae pintar yaa tapi ko sampai sekarang gak tau kalau yoong benci sama dia apa terlalu naif atau emg polos XD yoong juga pakai cara halus gitu jadi sahabat baiknya selama ini
    Pairing nya masih buram yaa kak hahaha taengsic dn yoonfany atau yoonsic dn taeny ? gak mau nebak nunggu lanjutannya aja lahh hahaha dlanjut kak jangan terlalu dipaksain yg penting update XD

    Entah kenapa kak aku pusing dan bingung setelah sampai di wp mu bhahaha kbanyakan ff baru, hampir lupa ingatan yg mana udah dibaca dn jalan ceritanya #mohon dimaafkan hihi dan bingung mau baca yg mana bhahaha okedehh keep writing kakak

    • hai alya apa kabar?
      hahaha aku juga pernah merasakan apa yg km rasakan
      main ke lapak author yg jarang update tapi sekali dia ketauan update.. udah banyak updatenya wkwkwkw
      okeee jgn nebak.. klo nebak nanti terbengong bengong loh dgn kelanjutan ceritanya😋
      intinya tetep fokus klo baca ff ini hhe karna ada beberapa hal yg ga km sangka itu bakal terjadi😘

  25. Gak sepenuhnya salah yoong lah yaa kenapa dia bisa sejahat sekarang, kenapa dia bisa punya dendam sebegitu dalam sama taeyeon. Semua krn junsu, mengenaskan sih masa lalu nya yoong tp semoga aja yoong bisa sadar sebelum menyesal nanti nya
    Alhamdulillah fany udh sadar..sebenernya masih bingung sama pairing di ff ini tp semoga aja berakhir dengan taeny dan yoonsic wkwkwk. Semangat uas nya thor!!💪
    Ditunggu next chap xD

    • thanks😘
      wah keren nih masih inget sama jalan ceritanya
      atau sebenernya lupa tapi ga bilang? wkwkwkw
      hahaha gpp
      at least you’re being honest
      ya kita emang ga bisa salahin yoonan ya knp dia gtu karna segala sesuatu terjadi karna ada sebab yg melatarbelakanginya
      so keep think positif 😘

  26. jadi penyebab utama yoong benci sama tae itu adalah appanya yoong..
    masalahnya terlalu complicated..
    tp itu fany bagung dari koma karna tae??
    kalo iya perjodohannya taeny jadi ..
    yoong semakin benci dong sama tae??

  27. Hadeuhhh author gw 1 ni demen banget nulis alur maju-mundur n flashback bikin pala berbi pusing ajaa 😤😤
    Gw kasian m yoong karna semuanya mikirin si taeng 😥😥

  28. *mikirkeras
    Gw bca jwaban komenan lo, adik abang gw tipa?? Itu bercanda kan? *iyalahbercanda, please bercanda. Eh tp gpp sih klo gt bisa taengsic akhirnya.
    Fanny taeyeon yoong pewaris tahta, sica bukan siapa2. Knp hanya karena tatapan mata swaktu tae nolongin sica ngebuat dia harus semenderita itu? Dy gak punya siapa2. Coba kita diakusikan fanny pasti bakalan benci sica karena dia dianggap ambil yoong, yoong bisa kapan saja membuang sica dan menceritakan semuanya kepada kekasihnya. Trus taetae yg titlenya “sahabat tipa” mgkinkah bisa ngelindungin sica? Dimana latar belakang keluarganya sangat mendukung kebersamaan keduanya.
    So? Yg belain sica siapa? Gue? *aaah
    Maafkan komen gw yg terlalu rumit ya thor, lagi sama kondisinya sama otak. Hehe
    Lu jangan jahat2 nape ama sica :p sedih amat dia dimanfaatkan, trus sudah ketemu pangerannya, sudah punya perasaan yg sama tp gbisa bersatu.
    Menurut analisa gw adik taetae itu sica. Karena sinye bilang sica memiliki aura lady atau apalah bahasanya dipart sebelum2nya itu.
    Ah gw bgg thor. Buruan kelar ye UAS nya dan semoga lancar biar ini ff lancar juga. Hehehee
    I’ll waiting
    Maap panjang

  29. owwhhhh,, jadi itu alasanya yoong sebegitu bencinya sama taeng, taeng sebenernya nyadar gg sih kl yoong itu benci sama dia? kayanya sih gg ya,, ckckck
    tapi itu bapaknya yoong dulu pernah suka ama emaknya taeng ya?
    and then wihhh ppany bangun2 udah bilang kangen aja ama taetae, dia juga bangun karna tae lagi. wahhh, kayanya ppany juga memendam perasaan nih ama taeyeon, tp kan sica juga suka sama tae, terus ppany juga suka ama tae, kl yoongtau jadi ‘makin2’ ini mah,,
    oh iya kok aku mikirnya kl sica itu emang adiknya taeyeon ya,, hmmmm,,
    btw, kl boleh jujur awal baca pengennya taengsic aja karna yoong disini jahat banget (padahal jujur aku gg terlalu suka taengsic loh, sukanya taeny, yulsic/yoonsic ajah, lol 😂)
    tp pas baca chap ini jadi berharap yoonsic & taeny, mungkin suatu saat nanti yoonsic akan benar2 saling mencintai satu sama lain, ckckck
    yaudah deh thor cukup itu aja komennya, maaf kl komennya agak panjang & loncat2(?),, hehehe,,

  30. jadi itu alasan yoong jahat sama tae? hmm.. sedih banget pas tau kelakuan ayah yoong yang nyiksa anaknya cuma gara” ga bisa bersatu sama orang yang dicintainya sampe akhirnya yoong yang jadi pelampiasan dan nyimpan dendam ke tae. benar” tidak berperikemanusiaan. tae hebat bisa ada di mimpinya fany yang lagi koma dan akhirnya bikin fany sadar. bagus banget, feelnya dapat banget di part ini.

  31. Nah kan bener ada alasan kenapa yoong pengen banget ngalahin taeng. Ayahnya yg membentuk kepribadian yoong yg seperti ini. Gua pikir pas fany sadar dia bakal nyariin yoong eh ternyata malah nyariin taeng

  32. Jdi alasan yoong bnci tae krna ayah yoong sehingga yoong memiliki obsesi untk bsa mengalahkan tae berharap yoonfany & taengsic bsa bersatu dan yoong dpat menghilangkan obsesi ya utk mgalahkan tae agar hubungan persahabatan tae & Yoon bsa kembali seperti dlu ……😘

  33. yoongtae mereka sahabatan tpi ,, gegara bapaknya yoong , yg punya ambisi dulu , untuk mengalahkan keluarga kim . jdi sudah tertanam juga di hati yoong . trus fanny kenal tae . mereka sahabatan dri dulu , fanny nya kok gak sama taeng ya , malah sama yoong . gue rasa ntar perjodohan taeng dan fanny bakal jdi deh ,, jdi mereka kayak saling tukar pasangan kali ya . hehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s