I’m Not The Only One Part V

PhotoGrid_1433500034927

Macau, Agustus 2005

“Stephi.. selamat ulang tahun Sayang..” Steve Hwang tersenyum menerima pelukan erat dari sang putri yang hari ini baru saja berumur 24 tahun. Ia sedang merayakan ulang tahun putri ke 3-nya itu di salah satu resort yang dimiliki olehnya.

“Thanks Daddy.. kau yang terbaik..” Tiffany tak bisa menyembunyikan air mata bahagianya saat ini. Berkumpul bersama orang-orang yang dicintai dan disayangi adalah hal terbaik yang selalu ia minta kepada Tuhan setiap waktu. Tak terkecuali hari ini dimana Ayah, Leo, Michelle dan sang kekasih yang berkumpul di waktu yang sama dalam tempat yang sama pula. Biasanya mereka semua selalu sibuk dengan urusan masing-masing.

“Kau adalah Princessku Sayang.. harta yang berharga sama seperti Leo dan Michelle. Kalian pantas dan sudah seharusnya mendapatkan yang terbaik” Steve mengecup kening sang putri yang menangis kecil di bahunya sementara tamu lainnya yang hadir hanya bisa terdiam haru melihat kasih sayang yang ditunjukkan oleh keduanya, tak terkecuali tamu penting acara ini.

“Daddy Terima kasih.. terimakasih.. aku mencintaimu” Tiffany terus membisikkan kalimat itu di pelukan ayahnya yang tak bisa menahan linangan air matanya. Andai saja sang istri masih ada, mungkin kebahagian hari ini akan terasa sempurna.

“Sayang.. Daddy ingin kau bertemu dengan seseorang.” Kalimat itu membuat Tiffany mendongakan kepalanya, menatap ayahnya penasaran.

“Dia sudah ada disini.. Son.. kemarilah..” Tiffany melepaskan pelukan itu dan berbalik menghadap pria yang berjalan menghampirinya.

“Selamat ulang tahun Tiffany-shi.. semoga apapun yang kau inginkan terkabul..” pria yang terlihat begitu karismatik dalam balutan kacamata tipisnya itu tersenyum begitu tampan memberikan sebuah box sedang yang dibalut wallpaper soft Pink favoritnya.

“Terima kasih..” Masih dengan senyum yang terkesan dipaksakan.. Tiffany berbicara menerima pemberian dari orang yang baru saja ditemuinya hari ini. Pandangan matanya kemudian berpencar mencari sang kekasih yang masih terlihat bahagia menatapnya menerima pemberian dari pria asing ini.

“Kim Taeyeon imnida.. senang bisa bertemu denganmu..” pria yang baru saja memberinya hadiah yang masih di genggamnya ini mulai mengenalkan dirinya. Tiffany mengangguk, tersenyum sopan dan mulai mengenalkan dirinya.

“Stephanie Young Hwang.. senang bisa bertemu denganmu juga Taeyeon-shi..”

“Kalian terlalu formal..” Michelle mulai berbicara.. tertawa kecil melihat kecanggungan yang dibuat oleh sang adik dengan pria tampan dan cute di hadapannya.

“Dia kan..” Leo kembali terdiam setelah mendapat tatapan tajam dari sang ayah.

“Dia apa Oppa?” Tiffany yang tak luput perhatiannya kini bertanya-tanya.

“Sayang.. Taeyeon adalah anak sahabat Daddy di Korea. Dia baru saja menyelesaikan pendidikan masternya di UCLA. Daddy sengaja mengundangnya kesini agar kalian lebih akrab.” Steve berbicara menghancurkan keheningan yang sejenak menyelimuti mereka tadi.

“Akrab?” Tiffany benar-benar tak mengerti dengan maksud ucapan ayahnya itu. Untuk apa ia akra dengan Taeyeon ini? apa mungkin mereka..

“Tentu kalian harus mulai saling mengenal dan mengakrabkan diri kalian karena Taeyeon disini.. dia adalah calon suamimu Sayang..” dan hari itu, Tiffany hanya berharap semua yang didengarnya adalah kebohongan yang sengaja dibuat sang ayah untuk mengagetkannya tapi ternyata.. tidak.

Semua ini nyata.

Kim Taeyeon.. pria yang berdiri di hadapannya adalah pria yang akan menjadi pendamping hidupnya.

======== I’m Not The Only One ========

“Sayang.. kau sudah meminum vitaminnya?” Taeyeon duduk di samping sang istri yang masih terbaring lemah di tempatnya.

“Belum.. aku tidak bisa meminumnya Tae.. rasanya mual sekali..” Taeyeon tersenyum membawa vitamin yang sudah seharusnya diminum oleh istrinya itu.

“Sayang.. kau tahu kan ini semua agar kandunganmu kuat. Aku ingin kau dan putra kita nanti terlahir dengan sehat. Kalian adalah segalanya untukku..” Tiffany mulai membuka mulutnya menerima suapan pisang yang di dalamnya sudah diselipkan pil vitamin oleh Taeyeon. Suaminya itu tahu sekali bagaimana ia benci meminum obat-obatan sekalipun itu vitamin. Setelah 1 tahun menikah, akhirnya ia hamil. Ini adalah bulan kedua kehamilannya dan ia sudah beberapa kali mendapat perawatan karena kandungannya yang lemah.

“Oke.. lebih baik kau tidur ya.. agar enerjimu terkumpul kembali. Apa kau ingin aku disini menemanimu hingga kau tertidur nanti?” dengan gayanya yang lembut dan mesra Taeyeon menatap wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia sungguh bahagia mengetahui bahwa Tiffany ternyata tidak menolak perjodohan mereka hingga kini sudah setahun ini mereka menjalankan rumah tangga yang harmonis dan penuh cinta.

Meskipun ini adalah sebuah perjodohan tapi tak butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk mendekati Tiffany. Dalam waktu 3 bulan setelah pendekatan yang dilakukan olehnya, Tiffany setuju untuk menikah dengannya. Pernikahan mereka dilakukan di sebuah pulau pribadi yang Taeyeon beli sengaja sebagai hadiah pernikahannya untuk sang istri.

Tiffany melayaninya dengan baik dalam berbagai hal, tidak ada kesan keterpaksaan meskipun ini adalah perjodohan. Ia begitu memanjakan semua kebutuhan Taeyeon, termasuk kebutuhan biologis Taeyeon yang terbilang sangat tinggi.

“Tidak usah.. aku tahu kau akan ada rapat dengan para pemegang saham siang ini. Lebih baik kau segera bergegas.. jangan biarkan mereka menunggu. Aku bisa menjaga diriku dengan baik..” Raut kesedihan di wajah suaminya itu segera Tiffany hapus dengan ciuman yang cukup lama di bibir dan seluruh bagian wajah Taeyeon yang tertawa menerimanya.

“Baiklah.. Appa pergi dulu. Kau harus kuat dan jangan membuat Eomma-mu kesakitan ya!” Taeyeon berbicara calon buah hatinya, mengecup perut yang masih rata itu kemudian mengecup kening dan bibir pemiliknya.

“Aku akan segera pulang..” Ia mengecup sekali lagi wanita yang begitu dicintainya itu.

Tiffany mengangguk membalas ucapan Taeyeon yang berjalan keluar dari kamarnya. Merasa suaminya itu telah benar-benar pergi dari kamar mereka, Tiffany beranjak dari tidurnya, mengambil smartphone-nya. Ia menghubungi no yang selama ini menjadi rahasianya.

“Oppa.. tak bisakah kita bertemu hari ini?” Senyum perlahan muncul di wajah Tiffany yang mendengarkan jawaban pria yang sedang ia hubungi sekarang.

“Kandunganku masih lemah Oppa.. bayi kita masih lemah kondisinya.. mungkin dia membutuhkan kehadiran Appa-nya yang sebenarnya, bukan Taeyeon.” terdengar sekali kerinduan dan kesedihan dari nada bicara Tiffany.

Selama 1 tahun lebih ini.. dia sudah menjalankan perannya dengan baik sebagai istri seorang Kim Taeyeon, pewaris keluarga Kim yang menguasai hampir 75% industri farmasi Korea dan Asia Tenggara. Pria bertitle Dokter spesialis bedah itu juga menjalankan bisnis rumah sakit keluarganya yang sudah memiliki beberapa cabang hampir di beberapa negara Asia seperti Jepang, Singapura dan Hongkong.

“Baiklah.. aku akan menunggumu. Kita bertemu di tempat biasa kan?” Senyum itu merekah semakin lebar mendengar jawaban pria yang begitu dirindukannya.

“Oke.. See you soon.. Love you..” dengan itu Tiffany mematikan panggilan telponnya. Ia segera memasuki kamar mandi, bersiap bertemu sang kekasih yang masih tetap menjalin hubungan dengannya meskipun ia sudah menikah dengan Taeyeon.

Dari luar kamar, terdengar dering telpon yang menyadarkan sang pemilik untuk mengangkat panggilan tersebut.

“Taengoo.. mengapa kau lama sekali..”

“Sica.. bisakah kau tangani rapat ini tanpaku?”

“Tapi,,,”

“Kumohon..” mendengar nada bicara sang sahabat yang begitu memohon padanya membuat Jessica mengabulkan permintaan itu.

3 bulan kemudian…..

“Tae.. bayi kita..” Tiffany menangis dipelukan sang suami yang masih terdiam, tak mengeluarkan emosi apapun.

“Semoga dia tenang disana..” hanya kalimat itu yang Taeyeon ucapkan setelah beberapa menit terdiam menerima tangisan Tiffany dalam pelukannya, terlihat begitu terpukul dan kehilangan karena ia baru saja keguguran kemarin dalam kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika ia lebih hati-hati. Tapi entah kenapa dalam 2 minggu terakhir ini ia terkadang merasa begitu pusing dan kehilangan keseimbangan begitu saja. Padahal dokter bilang kandungannya sudah mulai sehat.

‘Mungkin surga akan lebih baik ia dapatkan sekarang daripada dunia yang hanya akan menjadi neraka baginya.’ Taeyeon mempererat pelukannya di tubuh sang istri yang tak mengetahui bahwa kalimat itu ia ucapkan dalam hatinya.

======== I’m Not The Only One ========

“Kim Taeyeon!” Taeyeon terbangun dari lamunannya saat seorang wanita masuk ke ruangannya dengan aura membunuhnya.

“Apa kau sudah tahu tentang hal ini sejak lama?” Taeyeon hanya terdiam melihat foto-foto yang Jessica lemparkan di meja kerjanya. Ia mengambil foto itu satu persatu, mengamati dengan seksama gambar yang tercetak di dalamnya.

“Taengoo.. kumohon jawab pertanyaanku..” amarah itu kini telah terganti dengan sedih dan iba. Jessica kini duduk di hadapan sahabatnya itu, membaca emosi Taeyeon yang masih serius mengamati foto-foto itu dalam diamnya, sesuatu yang membuat Jessica takut.

Taeyeon.. Kim Taeyeon.. sahabatnya itu.. hanya terdiam dan terlihat masih tenang meliihat kemesraan wanita yang telah mengucap janji setia sehidup semati padanya dengan seorang pria yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutannya.

Choi Siwon.. pewaris klan Choi itu sedari dulu selalu menginginkan posisi no 1 jika hal itu berhubungan dengan Taeyeon. Selama ini Taeyeon tak pernah kalah dalam persaingan apapun. Sampai hari ini Siwon masih belum bisa mengalahkan dominasi Taeyeon dan keluarga Kim dalam dunia bisnis tapi tidak dalam kehidupan percintaan.

“Ini hanya rekayasa…” ucapan itu keluar dengan nada yang begitu tenang dari mulut Taeyeon meskipun matanya sudah terlihat berkaca-kaca.

“Sica.. bisakah kau diskusikan tentang proyek vaksin baru kita dengan suamimu?”

Jessica tahu ini adalah cara lain sahabatnya itu untuk mengusirnya.

Ia tahu Taeyeon butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.

Tiffany Hwang.. wanita itu.

Jessica ingin sekali menyuntikan cairan yang bisa membunuh wanita iblis itu dalam hitungan detik.

Putri bungsu keluarga Hwang itu berani dan tega sekali bermain api di belakang sahabatnya. Apalagi dengan Si Choi brengsek itu. Apa ia tak tahu bahwa Siwon adalah pria yang ingin sekali menjatuhkan Taeyeon yang sedari dulu memang selalu mendapatkan posisi pertama jika hal itu berhubungan dengannya.

“Taengoo.. aku..” suara ketukan itu menghentikan Jessica berbicara. Taeyeon mempersilakan Kang Heejun, orang kepercayaannya untuk masuk.

“Tuan Kim.. maafkan saya..” Heejun terlihat sangat menyesal dan cemas. Sesuatu yang besar pasti telah terjadi pikir Jessica.

“Ada apa Jun? Mengapa kau harus minta maaf?” ketenangan dalam diri Taeyeon kini membuat Jessica takut. Apa sahabatnya itu benar baik-baik saja? Karena jika ia menjadi Taeyeon saat ini, maka ia bisa gila dan meledak meluapkan emosi kapan saja pada siapapun.

“Tuan.. master file virus KTY TH27 telah hilang.”

“Apa? Bagaimana bisa?” Taeyeon masih terdiam sedangkan Jessica tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Proyek yang sudah ia kembangkan dalam beberapa tahun ini bersama sang suami dan sahabatnya itu tak mungkin dan tak boleh menghilang begitu saja.

“CCTV menangkap gambar seorang pria yang berhasil melarikan diri melewati pengamanan ketat dari pusat data base kita. Pria itu.. dia dijemput oleh Nyonya.. Tiffany.” Wajah Taeyeon terlihat memerah, ia mengepalkan kedua tangannya mendengar hal itu.

“Bawa bajingan itu bersama istriku kesini.. dalam keadaan hidup ataupun mati..” Dan baru kali ini Jessica melihat api kemarahan yang begitu menyala di wajah seorang Kim Taeyeon yang diketahui olehnya dari dulu memiliki hati seperti malaikat.

======== I’m Not The Only One ========

Sebuah Audi hitam melaju begitu cepat melintasi jalanan Gwangju yang sangat sepi. Dari belakang Audi hitam itu terlihat 4 Benz hitam yang mengejar, mencoba mengapit Audi hitam itu ditengahnya. Beruntung pengendara Audi Hitam itu handal mengendalikan mobilnya, membuat 4 Benz hitam itu kewalahan mengejar mobilnya.

“Oppa.. kita akan selamat?” pengemudi Audi Hitam itu memberikan senyuman terbaiknya pada wanita yang duduk di sampingnya, berharap wanitanya itu bisa tenang menghadapi kondisi genting seperti sekarang.

“Kita akan selamat.. percayalah padaku..” Tiffany tersenyum kecil dalam tangisnya melihat sang kekasih yang kembali mengulaskan senyum penuh ketenangannya, kembali focus menatap jalanan di depan.

4 Benz hitam itu masih mengejar mobil Siwon dan Tiffany yang melesat jauh di depan. Sesekali 4 Benz hitam itu berhasil mendekat tapi Siwon menambah kecepatan Audi hitamnya sehingga mobil-mobil itu tak berhasil mendapatkannya.

“What The..” 2 ban belakang Audi hitam Siwon pecah, membuat kendali mobil itu hilang dalam kecepatan yang luar biasa cepatnya.

“Oppa!!!” Siwon berusaha mengendalikan stirnya meskipun Audi hitamnya kini terus berputar sebelum akhirnya berguling beberapa kali sebelum menerobos pagar pembatas jalan, terjun bebas ke dalam jurang yang cukup dalam.

======== I’m Not The Only One ========

“Eungh..” Seorang wanita yang masih lengkap dalam balutan gaun rumah sakit dan alat-alat lain yang menopang kehidupannya mulai membuka matanya. Berulang kali dengan perlahan ia kedipkan kedua matanya itu, mengumpulkan kesadaran yang masih sulit diperolehnya.

“Ahhh..” suara kecil parau itu keluar dari pita suara wanita itu. Tenggorokannya terasa kering sekali, rasanya seperti ia belum minum selama berhari-hari. Ia coba gerakan tangannya perlahan tapi sulit, rasanya semua bagian tubuhnya mati rasa.

“Fany-ah..” Taeyeon berlari menghampiri sang istri yang masih terlihat lemah di ranjangnya. Ia segera membantu istrinya itu untuk duduk menyenderkan tubuhnya di ranjang.

“Minumlah..” Tiffany meneguk cairan bening agak kebiruan yang dibawa suaminya itu. Ia mengernyitkan kedua alisnya meminum cairan yang aneh itu.

“Ak.. ak.. ku.. dimana..” suara serak lemah itu kembali bersua sementara Taeyeon hanya terdiam masih menghubungi dokter lain yang menangani istrinya itu.

“Tae..” Tiffany kembali berbicara tak memperdulikan aksi diam yang dilakukan suaminya. Ia sedikit menepuk-nepuk meja kecil yang ada di dekat ranjangnya membuat perhatian Taeyeon kembali terfokus padanya.

“Biarkan dokter memeriksamu dulu.. setelah itu.. aku akan menjawab semua pertanyaanmu..”

30 menit kemudian…….

“Tuan Kim, tidak ada yang perlu dicemaskan dengan kondisi istri Anda. Otot-ototnya mungkin masih kaku maka dari itu ia perlu mengikuti terapi seperti yang sudah saya bicarakan sebelumnya.” Dr. Koh berbicara setelah melakukan serangkaian tes pada Tiffany.

“Terimakasih dokter.. Anda bisa melanjutkan yang lainnya..” Mengerti maksud Direkturnya itu, Dr. Koh pamit dan segera keluar dari ruangan VVIP lantai 18 rumah sakit keluarga Kim.

“Tae.. kau sudah janji untuk menceritakan semuanya..” Belum semenit Dr. Koh keluar dari ruangannya, Tiffany mulai bersuara membuat suaminya itu berjalan ke arahnya dengan langkah yang berat.

‘Bisakah aku menjelaskan semuanya?’ batin Taeyeon berbicara tak mau menatap wajah wanita yang begitu dicintainya itu.

“Kau.. kecelakaan.” Suara itu terdengar begitu datar tapi begitu berat untuk diucapkan. Tiffany yang mendengar hal itu serasa mendapat trigger baru akan ingatannya. Semua yang terjadi kini bermain kembali di ingatannya.

“Dimana Oppa?” kalimat itu yang pertama kali terucap dari mulut Tiffany sedangkan Taeyeon masih diam tak mau menjawab pertanyaan itu.

“Kim Taeyeon!!! dimana Siwon Oppa!!” Emosi Tiffany kini meledak, ia mencoba dengan sekuat tenaga mendekati Taeyeon yang duduk di samping ranjangnya, menarik kerah kemeja pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.

“Dimana kekasihku heuhhh???” Tangis itu mulai terdengar diiringi dengan pukulan-pukulan kecil yang Tiffany berikan di dada suaminya. Masih.. Taeyeon hanya terdiam menerima amukan wanita di hadapannya itu. Ia tak bisa berkata apapun, mulutnya seperti terkunci, otaknya beku dan hatinya seperti mati mendengar sang istri berteriak padanya mengenai keberadaan kekasih gelap istrinya itu, pria bajingan yang selalu berusaha menghancurkan hidupnya dan merebut apapun yang dimilikinya. Dan bajingan brengsek itu telah berhasil merebut sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Cinta istrinya, Tiffany Hwang. Tunggu.. bagaimana Siwon bisa mencuri cinta Tiffany jika dari awal mungkin saja istrinya itu tidak mencintainya?

Hahahaha bagaimana seorang Kim Taeyeon bisa begitu bodoh?

Bagaimana bisa dengan mudahnya ia percaya bahwa gadis impiannya itu bisa dengan mudah jatuh cinta padanya.

“Dia.. sudah meninggal.”

“Apa katamu?” Tiffany menatap suaminya itu tak percaya. Ia membawa wajah Taeyeon lebih dekat dengannya, ingin mengetahui apakah yang ia dengan nyata atau hanya kebohongan semata.

“Kau.. kau pembunuh!!!!” dengan itu Tiffany kembali mengamuk, ia memukuli kembali Taeyeon yang hanya menangis dalam diam melihat istrinya bertingkah seperti itu.

“Kau.. tidak akan pernah memilikiku Kim Taeyeon. aku tidak akan pernah mencintaimu. TIDAK PERNAH!!!!” Tiffany tersenyum dalam tangisnya, menatap Taeyeon penuh kebencian.

Hal yang paling mengejutkan terjadi.

Dengan cepatnya Tiffany mengambil pisau untuk mengupas buah-buahan di meja dekat ranjangnya. Ia membeset pergelangan tangan dan lehernya, membuat darah kini mulai bercucuran, meninggalkan sang pemilik yang tergeletak lemas di ranjangnya sementara Taeyeon mulai panic memanggil tenaga medis untuk menyelamatkan istrinya.

======== I’m Not The Only One ========

“Daddy.. maafkan aku..” Taeyeon menghadap sang ayah mertua yang masih duduk tenang di kursinya, menatap sang menantu yang terlihat begitu menyesal padanya.

“It’s okay Son.. kau sudah berusaha yang terbaik. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu.”

“Apa maksud Daddy? Taeyeon menatap ayah mertuanya itu bingung dan penasaran.

“Daddy sebenarnya sudah tahu tentang hubungan Tiffany dan Siwon sejak awal.”

“Jadi.. Daddy..”

“Ya.. aku tahu bahwa pria brengsek itu menjalin hubungan dengan Tiffany tanpa sepengetahuanku. Awalnya aku ingin menyetujui hubungan itu tapi mengingat ia adalah pewaris keluarga Choi, saingan bisnis keluarga Hwang sejak dulu, aku membatalkan niatku. Dia sudah berulangkali hampir mencuri file-file proyek rahasia yang sedang Hwang Group kembangkan melalui Tiffany tapi untungnya selalu gagal karena ketatnya keamanan system penyimpanan data kami.”

“Dad.. dia juga melakukan hal itu dan aku.. lalai.. sehingga kecelakaan itu terjadi…”

“aku juga sudah mengetahui hal itu Son. Maka dari itu.. aku serahkan semuanya padamu. Yang pasti aku ingin meminta maaf padamu atas semua yang Tiffany perbuat.”

“It’s okay Dad.. aku tahu bahwa kau hanya ingin yang terbaik untuk istriku.. thanks Dad..” Steve Hwang bangun dari singgasananya, menghampiri Taeyeon dan memeluk menantunya itu, bahagia bercampur sedih karena merasakan kebaikan menantuna itu.

“Lalu.. sekarang apa yang akan kau lakukan?” Steve melepas pelukannya itu, ia membawa menantunya itu duduk di sofanya.

“Aku ingin meminta ijin tentang ini semua padamu Dad. Aku berharap kau bisa memberikan restumu tentang apa yang aku lakukan kedepannya.”

“Baiklah.. coba jelaskan dulu padaku tentang rencanamu itu.” dengan itu Taeyeon mengambil tabletnya. Ia mulai menjelaskan tentang rencananya untuk membuat Tiffany benar-benar mencintainya dan melupakan Siwon sepenuhnya.

“Jadi.. kau ingin menanamkan memory baru di memory core putriku dengan program ini?” Taeyeon menganggukkan kepalanya.

“Tapi apa ini tidak akan berbahaya?”

“Tidak Dad. Temanku sudah mencobanya berulang kali bersama istrinya. Dia yang mengembangkan riset ini. Dia juga yang mengusulkan ide ini padaku. Jadi konsepnya Tiffany akan mengalami beberasspa perjalanan dalam kondisi komanya. Perjalanan itu berbentuk simulasi dimana semua yang terjadi di dalamnya sudah deprogram sedemikian rupa agar istriku bisa menyadari bahwa akulah sebenarnya pria yang benar-benar dia cintai Dad.”

“Bagaimana kau bisa tahu program simulasimu ini berjalan lancar?”

“Kami akan memasang monitor yang bisa menampilkan apa yang sedang Tiffany alami dalam simulasi itu. Tiffany berbaring Dad, ia tertidur, ia koma.. tapi tidak dengan aktifitas otaknya yang terus berjalan.. Secara tidak langsung, alam bawah sadarnya bisa merasakan apa yang ada di sekitarnya, apa yang terjadi. Maka dari itu Dad.. aku ingin menjalankan program ini. aku ingin membuat ingatan baru tentan kami. Aku.. ingin membuat alam bawah sadarnya menyimpan semua kejadian yang menyatakan bahwa aku adalah benar-benar satu-satunya pria dalam hidupnya. Aku ingin membuatnya sadar bahwa aku adalah dunianya Dad.. bahwa aku.. adalah takdir seorang Tiffany Hwang..” Steve tak bisa lagi menolak keinginan pria di sampingnya yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri. Mata coklat madu itu terlihat berkaca-kaca dan sendu, sama seperti dulu, saat ia kehilangan ibu Tiffany yang hingga hari ini masih menyimpan tempat special di hatinya.

======== I’m Not The Only One ========

“Taeng.. ini adalah simulasi ke-20 yang Tiffany jalani. Aku pikir dia membutuhkan istirahat sebelum memulai sesi simulasi selanjutnya.” Jessica memberikan saran pada sahabatnya yang masih serius menyusun script yang akan ia berikan pada Yuri untuk disusun dalam program simulasi untuk istrinya nanti.

“Baiklah.. kau benar. Otaknya sudah bekerja terlalu keras selama 1 minggu ini. Tapi hasilnya.. tidak mengecewakan. Thanks Sica..” Senyum itu Taeyeon berikan pada sahabatnya yang kembali membalas senyumnya itu sebelum keluar dari ruangan simulasi, dimana terdapat berbagai mesin-mesin pendukung dan tentunya bintang utama pertunjukan mereka, Tiffany Hwang yang terbaring tak sadarkan diri masih dalam topangan alat-alat medis yang membantunya hidup hingga hari ini.

Sebenarnya Tiffany bisa saja segera bangun dari komanya jika Taeyeon mau, tapi pria yang masih berstatus sebagai suami sah putri bungsu Steve Hwang itu masih ingin Tiffany menjalani beberapa simulasi agar saat bangun nanti Tiffany akan melupakan semua kenangan buruknya bersama Taeyeon, mengganti kenangan-kenangan buruk itu dengan kenangan lain yang membuat wanita kelahiran Diamond Bar itu sadar bahwa Taeyeon adalah pria yang benar-benar dicintainya meskipun dalam scenario simulasi-simulasi itu terkadang Tiffany harus terluka perasaannya untuk menyadari bahwa ia benar-benar mencintai Taeyeon.

Setiap simulasi memakan waktu paling lama 2 minggu. Itu semua tergantung pada daya adaptasi kerja otak dan daya tahan tubuh Tiffany di setiap simulasi itu. Tapi sejauh ini semua simulasi berlangsung selama seminggu. Setiap satu simulasi berakhir, biasanya Tiffany diberikan waktu istirahat selama 2 hari untuk membiarkan kondisi memori dan otaknya kembali clear setelah menyimpan amanat atau pembelajaran dari setiap simulasi yang telah dilaluinya.

Taeyeon, Yuri dan Jessica secara pribadi memonitor perkembangan otak Tiffany karena mereka takut Tiffany tidak kuat dan itu akan berpengaruh pada kondisi tubuh Tiffany yang sebenarnya di dunia nyata. Beberapa kali error terjadi dan sedikit membahayakan kondisi Tiffany. Jika memang diperlukan, Taeyeon juga beberapa kali masuk ke simulasi itu, ikut berbaring dalam keadaan tidak sadar setelah menerima injeksi formula yang dibuat oleh Yuri, suami Jessica yang terkenal jenius di dunia science sama seperti istrinya dan Taeyeon meskipun bidang mereka sedikit berbeda.

“Taeng.. kau terlihat lelah.. beristirahatlah..” Yuri duduk di samping pria yang masih belum melepaskan pandangannya dari sang istri yang tertidur begitu tenang dan cantik seperti biasanya.

“Aku masih ingin melihatnya Yul.. dia tidur begitu indah. Apa aku harus membiarkannya tidur saja seperti ini?” Senyum penuh kerinduan itu mulai terlukis di wajah Taeyeon sementara Yuri tertawa kecil sebelum menggelengkan kepalanya ringan.

“Ayo ikutlah dengan istriku beristirahat. Kau sudah hampir kehilangan nyawamu tadi. Untung Sica segera memindahkanmu ke scene selanjutnya. Kau tahu Taeng.. tabrakan tadi begitu keras, aku sampai harus menyuntikan beberapa cairan untuk menjaga jantungmu tetap berdetak. Kau tidak boleh melakukan hal gila seperti itu lagi. Aku tahu kau ingin membuat Tiffany merasa menyesal karena telah berselingkuh dengan Siwon di simulasi ini tapi tidak dengan membuatmu mati seperti tadi. Sekarang.. kumohon beristirahatlah..” Taeyeon hanya mengangguk lemah sebelum akhirnya jatuh pingsan di samping Yuri yang terkejut melihatnya.

======== I’m Not The Only One ========

Seoul, 1 Agustus 2009

“Taengoo.. apa yang terjadi?” Seorang wanita berjalan menghampiri pria yang masih terduduk lemas di singgasananya. Pria itu masih belum membuka matanya meskipun ia sadar bahwa ada orang yang memanggilnya.

“Kim Taeyeon!” Taeyeon tahu wanita yang berdiri di hadapannya itu mulai kehilangan kesabarannya. Ia mulai menengadahkan kepalanya, menatap Jessica yang masih terlihat tenang meskipun ia tahu bahwa sahabatnya itu dalam keadaan yang tak bisa diredam emosinya.

“Dia kecelakaan.. sebuah mobil menabraknya.” Suara Taeyeon masih terdengar kecil dan tak bernyawa untuk menceritakannya.

“Kau.. aku sudah memberitahukanmu kan waktu itu kemungkinan terburuknya. Aku sudah mengingatkanmu bahwa nyawa Tiffany adalah taruhannya jika kau masih terus melanjutkan hukuman ini. Apa Yuri sudah memberitahumu kemungkinan terburuk lainnya?”

“Apa maksudmu?” Kini giliran seorang pria yang masih mengenakan jas putih kebanggaannya menghampiri Taeyeon dan Jessica yang terlihat masih tenggelam dalam pembicaraan mereka.

“Istrimu.. dia.. bisa saja terjebak di dunia simulasi itu.. untuk selamanya.” Yuri, pria yang membantu semua rencana ini ikut berbicara. Ia duduk di sebelah sang istri yang terlihat masih begitu kesal pada sahabatnya.

“Bagaimana bisa.. bukankah kau bilang ini hanya sementara?” Taeyeon memicingkan matanya, terlihat kaget dengan apa yang diutarakan pria di hadapannya itu. Yuri hanya memberikannya sebuah tablet dimana didalamnya muncul semua penjelasan tentang apa yang akan Taeyeon tanyakan padanya. Taeyeon membaca itu semua dengan teliti dan mencoba tenang meskipun pada kenyataannya ia tak bisa menahan rasa cemas dan takut yang sangat besar tentang kemungkinan apa yang akan terjadi pada istrinya yang sekarang masih tertidur dalam komanya lagi setelah ia dan Jessica melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawanya tadi.

“Tidak mungkin..” hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut Taeyeon, keringat dingin mulai turun membasahi tubuhnya. Ia menggelengkan kepalanya lemah menyadari kesalahan yang telah ia perbuat.

“Tolong aku.. tolong selamatkan istriku Yuri-ah..” meskipun ia lelaki, tapi Taeyeon tak bisa menahan tangis kesedihan akan kehilangan istrinya. Ia tak ingin hal itu terjadi.

“Aku hanya ingin menghukumnya.. membuatnya sadar bahwa akulah yang paling ia cintai, bukan membuatnya seperti ini.” Taeyeon masih berucap dalam tangisnya sementar Jessica menatap suaminya itu penuh dengan harap, berharap Yuri bisa memberikan solusi untuk permasalahan ini.

“Taengoo..” Jessia berusaha menenangkan sahabatnya lagi tapi ia tahu.. hanya Yuri yang bisa melakukan hal ini dengan solusi yang bermain di pikirannya.

“Sica.. tolong aku.. aku tidak bisa kehilangannya..”Lagi.. Taeyeon masih memohon pada sahabatnya itu.

“Oke.. ada satu cara tapi aku tak yakin kau mau melakukannya.” Yuri mengeluarkan nafasnya kasar, ia tak tahu kenapa semuanya jadi rumit seperti ini. Andai saja Taeyeon mau menurut padanya untuk segera menghentikan simulasi kemarin, maka semuanya tidak akan seperti ini.

“Apa itu?” harapan itu muncul membuat senyum di wajah Taeyeon mulai merekah, berbeda dengan Yuri yang berat sekali untuk mengatakan hal sebenarnya bisa saja dengan mudah keluar dari mulutnya.

“Kau harus..” dan Taeyeon hanya terdiam mendengarkan semua hal yang Yuri jelaskan padanya.

=================================================

===============================

==============

oke udah pada mulai ngerti kan dengan situasi yang dialami Fany?

biar gw perjelas…

jadi gini loh.. selama ini.. dari mulai part perkenalan sampai part yang kemarin terakhir diupdate itu sebenarnya hanya simulasi yang dialami oleh Tiffany di dalam komanya.

seperti kata Taeyeon tadi.. badan Tiffany ga gerak, tapi otaknya masih terus bekerja.

jadi ga bingung lagi kan? hehehe

mungkin untuk beberapa minggu ini gw akan terus update tentang FF ini dulu karena gw udah dapet skenario untuk endingnya.

ya FF ini paling juga beres dalam 1 chapter kedepan..

mungkin akan gw lanjut tapi dalam bentuk sequel… ya… itupun kalau kalian mau.. hehehehe

setelah FF ini selesai.. rencananya gw akan ngeberesin Above The Papernya Yulsic..

gw bakal menyelesaikan FF itu dalam beberapa chapter yang akan selalu gw gembok sampai chapt endingnya.

maka dari itu.. buat kalian siders… gw masih membuka pintu sebesar-besarnya untuk kita saling mengenal karena nani sistem pwnya.. gw akan ganti setiap hari

jadi kalian yang mau sharing PW silakan.. tapi maaf mungkin gakan guna karna tiap di jam yang gw rahasiakan akan gw ganti PW-nya…

Selamat membaca dan lekas sembuh…eh~

Iklan

151 pemikiran pada “I’m Not The Only One Part V

  1. maaf ya thor bru coment skrng sbk bgt soalny
    awalny ini cerita buat bingung soalny alurny flashback masa lalu trus ke msa skrng tp ternyata itu cm simulasi yg dibuat tae aj toh tp lht tae kashan jg fany terlalu jht sma taetae tp moga nextchap happy ending y thor

  2. Wah jadi ini semua cuma simulasi yang di buat taeng

    Dan taeng melakukan semua itu cuma agar fany bisa ngelupain siwon

    Fany fany lu tega banget sama taeyeon

    Semoga bakal happy end

  3. akhirnya thor gw paham jg. Gw pikir dri awal itu nyata. Ternyata hanya simulasi fanny aj. Emg gk ad cara lain apa buat fanny beneran cinta ama taeng wkwkwk. Rumit bngt masalah percintaan taeny.

  4. Hahahahah ooowww gtu ya jalan ceritanya,thor emank keren!!!!!hampir saja otaku meledak baca chap 4 sktng uda mengerti semua setelah baca chap 5 thank thor ffnya bagus,harus melakukan apa???? Penasaran thor minta pw ya

  5. Ternyata alurnya bukan maju mundur. Tapi simulasi dan kenyataan. Ummmmm.. Ini dpt ide dri film nya avatar kah? Wkekekekek
    Mbok bilang dri awal toh. Kalo gni kan terang semuanya.
    Jadi yulsic nih.. Hemmm

  6. Dr awal sy paham thor.. sampai dipart ini.. krna waktu.. gak susah untuk menyesuaikan part ini^^
    tae down😔 msh kuat saat age didlm kandungan pany keguguran.. saat itulah ngefellnya dpet waktu pany men2 kan tae.. mustahil kan klo yg baca part now gak sakit hahhhahha😂😂
    Gomawoyo thor

  7. Oh jadi ini simulasi taeng, yuri, sama sica untuk ngebuat taeyeon itu dunianya pany gtu,oh baru ngeh gua nya.
    Trus itu taeyeon harus ngelakuin apa biar pany kembali lagi kedunia nyata nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s