I’m Not The Only One Part IV

PhotoGrid_1433500034927

 

Jeju, 1 Agustus 2009

“Dia begitu cantik..” seorang pria berbisik pada sahabatnya yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita yang kini masih berjalan ke arahnya didampingi ayah wanita tersebut.

No Word can’t describe it.. She’s more than wonderfull..” pria yang dibisiki tadi oleh sahabatnya itu kini berbicara masih dalam senyuman bahagia, gugup dan perasaan lainnya yang bercampur menjadi satu.

Langkah wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu semakin dekat beriringan dengan detup jantungnya yang semakin cepat.

“Kuserahkan putrimu padamu, Son. Please take care of her and loving her like your gonna lose it..” Ayah wanita itu berdiri di samping putrinya yang wajahnya masih tertutup veil putihnya. Si pria yang terlihat begitu tampan dan gagah dalam balutan tuxedo putihnya dengan mantap mengiyakan pesan dari ayah mertuanya itu.

“Aku akan mencintainya.. seperti aku akan kehilangannya..” Pria yang terlihat masih begitu tampan dan berwibawa meskipun usianya sudah menginjak kepala 5 itu tersenyum manis pada calon menantunya, senang dengan jawaban yang diberikan tadi.

“Sayang.. tugasku sudah selesai. Berbahagialah..” Ayah mempelai wanita perlahan berjalan ke tempat duduknya di kursi paling depan bersama keluarganya yang lain, mendapat gambaran terbaik saat putrinya nanti akan bertukar janji dengan pasangan hidupnya.

Suasana menjadi hening, denting mars pernikahan berhenti bermain, digantikan dengan bunyi burung-burung dan desiran angin sore yang menyejukan bagi semuanya.

“Pada hari ini.. kita akan melaksanakan upacara pernikahan dua insan yang disatukan dalam cinta suci mereka. Hadirin.. jika ada yang tidak setuju dengan pernikahan ini.. silakan berbicara. Jika tidak.. dimohon diam dan menjalani upacara ini dengan khidmat.” Tidak ada satupun yang berbicara ataupun menganjukan tangannya sehingga pastur kembali mulai berbicara lagi.

“Tidak ada? Baiklah..”

“Tunggu..” seorang wanita tampak berjalan menghampiri kedua calon mempelai dengan langkah tegapnya, membuat semua mata.. kini tertuju padanya.

======== I’m Not The Only One ========

Tiffany POV

“No” ini adalah kesekian kalinya aku keluar dari kamar ganti dan aku masih mendengar kata yang membuatku mulai frustasi saat ini.

“Tae.. why?” ucapku sedikit kesal padanya.

“Fany-ah.. itu terlalu terbuka. Semua mata genit itu akan bahagia melihat tubuhmu berjalan di hadapan mereka.” Ucapnya tenang menatap mataku yang selalu luluh dengan mata madunya yang menghangatkan hati itu.

“Tapi Taetae..” ucapanku terpotong dengan kecupannya.

“Gunakan yang ini saja.. kau terlihat wonderfull” ucapnya setelah memberikan dress putih dengan layer pink lembut sebagai hiasannya lengkap dengan cardigan pink polos yang menambah kecantikan siapapun yang mengenakannya.

“Baiklah.. tunggu aku” Aku bergegas mengganti bajuku ini dengan pilihannya. Dalam beberapa detik semuanya sudah terpasang dan kini aku berdiri di hadapannya dengan senyum terbaikku.

“Bahagia?” ucapku dengan tatapan tajam dan sulking-ku padanya. dengan cepat ia menghampiriku, meletakan kedua tangannya di bahuku.

“Sangat.. dan terimakasih.” Bibirku kembali menerima sapaan lembut dari miliknya. Ia melepaskan kecupan itu, membelai pipiku lembut sebelum menaitkan rambutku ke telingaku dengan sekuntum Bunga berwarna putih yang tak tahu darimana ia mendapatkannya.

“Kau begitu cantik.. aku tak bisa mengalihkan tatapan mataku” ucapannya begitu klise tapi begitu menyenangkan bagiku mendengar hal itu keluar dari mulutnya secara langsung apalagi dengan tatapan awestruck yang selalu ia berikan padaku sejak 2 hari ini.

“Well.. thanks” ucapku mengecup kening, mata dan hidungnya membuatnya masih menutup kedua matanya dalam senyuman manis dengan kedua lesung pipinya. Aku tertawa kecil mencubit pipinya pelan sebelum mengambil kamera dan mengabadikan wajahnya yang terlihat kesakitan menerima cubitanku tadi.

“Aw.. baiklah.. kau kumaafkan. Kajja! Kita tidak boleh telat bertemu dengan pemilik peternakan itu” aku tertawa kecil menerima genggaman tangannya yang membawa kami berjalan dari kamar kami menuju tempat yang akan kami tuju.

“Tae..” semilir angin masih menerpa wajah kami seiring bertambahnya kecepetan mobil yang suamiku ini kendarai… Taeyeon maksudku. Ia telihat tampan sekali jika sedang menatap ke depan saat sedang mengendarai mobil. Black Shades New Yorker bertengger sangat keren, menambah ketampanan pria yang sudah 2 hari ini setuju menjadi kekasihku.

“Yes My Lady…” panggilan itu selalu mempunyai sihir tertentu bagiku.

“Aku mencintaimu..” Taeyeon tersenyum padaku, meletakan tangannya yang lain, menggenggam milikku yang menatapnya ringan, tapi tidak dengan hatiku.

“Terima kasih, aku juga” ucapnya mengecup bibirku singkat lalu kembali fokus dengan apa yang ada di hadapannya. Untuk beberapa menit kami diam tak membicarakan apapun, terbalut kesunyian yang menyenangkan.

“Jika 3 hari ini telah berakhir, apa kau masih mau melanjutkan hubungan ini?” Senyuman kecil bisa kulihat tergambar di wajahnya. Ia melambatkan laju mobil, menepikan mobil yang sedari tadi kami kendarai ke tepi jalan.

“Tae..” Ucapku kembali memanggil namanya, mulai khawatir dengan jawaban yang akan ia berikan padaku.

“Let’s treasure what we have now..” Tanganku menerima kelembutan dan hangat sentuhan tangannya, masih belum dan tak mau mengerti dengan jawaban ambigu yang Taeyeon berikan padaku.

======== I’m Not The Only One ========

“Kenapa Oppa? Apa terjadi sesuatu?” seorang wanita masih menikmati pie apel di piringnya sedangkan pria di sampingnya masih berkutat dengan pikiran yang sebenarnya sudah mengganggunya cukup lama.

“Jess.. apa kau tidak merasa ada yang berubah dengan calon istriku?” Siwon menatap wanita di hadapannya itu penasaran, berharap apa yang ia pikirkan itu benar adanya, bukan hanya perasaannya saja.

“Boleh aku jujur?” Siwon menganggukan kepalanya, menunggu selanjutnya apa yang akan dikatakan Jessica.

“Sejak dahulu.. aku sudah tahu bagaimana dekatnya Taeyeon dengan Tiffany. Mereka bagaikan sepasang sepatu yang tak bisa terpisah. Aku sempat mengira mereka memiliki hubungan khusus tapi anggapan itu patah saat Tiffany memohon padaku untuk membantunya membuatmu jatuh hati padanya.” Jessica tertawa kecil mengingat betapa konyolnya Tiffany saat itu. Bagaimana tidak, tanpa usaha apapun.. Tiffany sebenarnya sudah bisa membuat Siwon tergila-gila padanya. Tapi Tiffany Hwang adalah Tiffany.. yang terkadang terlalu over thinking dan ingin semuanya berjalan dengan sempurna.

“Kau tahu..secara diam-diam aku mengetahui niatannya untuk menjodohkanku dengan Taeyeon.”

“Lalu? Ah.. apa kau memang sudah menyukai Taeyeon sebelumnya?” Jessica tersernyum malu dengan wajah merah merona yang menghiasi kecantikannya.

“Suara emasnyalah yang pertama kali menarik perhatianku. Saat ia bernyanyi.. kata sempurna bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan suaranya Oppa. Banyak yang bilang bahwa kita jatuh cinta dengan seseorang dengan cara dari mata turun ke hati. Tapi bagiku.. dari telinga turun ke hati..” Senyum manis itu tak pernah lepas dari bibir Jessica. Ia pejamkan kedua matanya, mengingat moment-moment pertama kali ia bertemu dengan Taeyeon.

“Aku tahu Taeyeon mencintaku.. menyayangiku sama seperti aku padanya. Tapi..”

“Tapi apa Jess?”

“Aku tahu bahwa ia juga pasti pernah menyimpan sebuah rasa pada calon istrimu yang aku sendiri tak mempunyai hak untuk mendefinisikannya sebagai apa. Yang pasti.. Fany.. memiliki sebuah tempat tersendiri di hati calon suamiku.”

“Maksudmu.. Taeyeon..” Jessica tersenyum kecil menggelengkan kepalanya.

“Aku rasa kita tidak punya hak untuk menilai apa yang Taeyeon rasakan pada Fany..”

“Sejak Fany sembuh dari kecelakaannya, aku mulai merasa aneh. Dia terlihat begitu asing dengan kita Oppa.. apalagi denganmu.”

“Hal itulah yang kurasakan Jess.. aku merasa Fany bukan seperti Fany yang kukenal selama ini. Ia seperti menjaga jarak dariku. Dan tatapannya pada Taeyeon… dia menatap calon suamimu seperti ia menatapku dulu. Dia menatap Taeyeon seperti Taeyeon..” Siwon tak mau mengatakan hal itu. Ia tak mau mengakui bahwa wanita yang begitu ia cintai telah berpaling pada saudaranya sendiri.

“adalah Dunianya.” Jessica menyelesaikan kalimat pria yang duduk di hadapannya. Ia mungkin tahu apa yang Siwon rasakan karena hal itu.. adalah apa yang ia rasakan sekarang.

“Oppa.. apa kau sangat mencintai Fany?” Siwon menatap Jessica bingung.

“Tentu saja.. apa maksud..”

“Apa kau mempercayainya? Apa kau percaya bahwa kalian akan menjadi belahan jiwa yang tak terpisahkan?” Untuk yang satu ini Siwon terdiam. Ia memikirkan kembali apa yang baru saja Jessica ucapkan.

“Jika kau percaya akan hal itu.. maka biarkanlah dulu semuanya seperti ini. Karena jika dia memang benar-benar jodohmu, hanya padamulah dia akan kembali.” Senyuman manis dan menghangatkan hati siapapun yang melihatnya itu tak pernah hilang dari wajah Jessica meskipun matanya kini.. berkaca-kaca.

======== I’m Not The Only One ========

Tiffany POV

“Kau menyukainya?” suaranya yang rendah dan sedikit serak membuatku terbangun dari lamunanku. Taeyeon mengambil telapak tangan kananku, ia genggam dengan lembut dan hangat.

“Aku menyukainya.. sangat menyukainya..” ucapku tak bisa menahan tangis kecilku.

Mengapa aku menangis lagi hari ini Tuhan?

Mengapa aku tak bisa hanya mengisi hari-hari indah ini hanya dengan tawa dan senyuman yang akan selalu kukenang?

“My Lady.. menangislah.. jika itu memang karena kau bahagia..” Pria di hadapanku ini beranjak dari tempat duduknya, membawaku untuk berdiri sejajar dengannya, memelukku begitu erat tapi tak menyakitiku.

“Kau tahu.. aku tak pernah menyangka bahwa ternyata kau menyukaiku selama ini..” Taeyeon berucap memecah kesunyian yang sedari tadi kami ciptakan.

“Aku mencintaimu Taeyeon-ah.. bukan hanya menyukaimu..” Aku mendongakkan kepalaku, menatap pria yang menutup kedua matanya, menikmati pelukan ini, sama sepertiku.. yang tak pernah berharap ini semua akan berakhir.

“Ah maafkan aku hehehe.. terimakasih karena kau telah mencintaiku..” Ia tertawa dengan ucapannya tadi tapi di akhir kalimatnya tadi.. nadanya terdengar sedikit berubah menjadi gentle dan penuh cinta seperti biasanya.

“Kau tidak perlu berterimakasih.. karena bagiku.. mencintaimu adalah takdirku. Kau adalah duniaku Kim Taeyeon..”Mataku masih menatapnya lekat, tak mau mengalihkannya demi apapun di dunia ini.

“Apa kau masih mempunyai keinginan yang lain?” Mata itu kini terbuka, membalas tatapanku dengan intensitas yang sama.

Ada

Bisakah kau mengabulkannya?

Bisakah kau.. meninggalkan Jessica untukku?

Maukah kau menikahiku dan membawaku kemanapun kau pergi?

Maukah kau..

“Bercinta denganku..” ku ucapkan apa yang ada dalam pikiranku tadi. Ia terliihat sedikit terkejut mendengarnya tapi beberapa detik kemudian kembali mengatur composure-nya, memberikan aku tatapan lembut dan penuh cintanya.

“Let’s do it..”

Dengan itu Taeyeon mulai menciumku membuat kakiku sedikit berjinjit agar bibir kami bertemu. Ia memperdalam ciuman itu, menaikan tubuhku, membawa tubuh kami menuju kamar yang terletak tak terlalu jauh dari tempat kami berada sekarang.

Pagutan itu tak pernah terputus, saliva kami bertukar dengan cepat, nafas kami memburu selama perjalanan menuju kamar. Begitu tiba, ia meletakanku di ranjang dengan perlahan seperti aku adalah sebuah gelas yang akan pecah jika ia meletakannya dengan sembarang.

“Tae…” Aku menatapnya penuh dengan nafsu dan cinta… begitupun dengan miliknya. Aku tidak tahu apakah aku sudah pernah melakukannya atau tidak dengan Siwon Oppa tapi aku ingin ini menjadi yang pertama untukku.

Seperti mengerti dengan apa yang kuinginkan, Taeyeon kembali menciumku dengan intens. Ia menghujani wajahku dengan kecupan-kecupan kecil, membuat mataku tertutup menikmatinya. Aku tertawa kecil karena rasa geli yang ia ciptakan dari kecupan-kecupan itu. Ciumannya kembali berlanjut. Kali ini ia menyerang daerah leher. Ia gigit kecil leher putih mulusku, membuat aku tak bisa menahan desahan sakit. Sakit itu menghilang saat ia menciumi bekas gigitannya, kembali melanjutkan penjelajahannya di tubuhku. Aku mulai merasakan panas lain di tubuhku.

“Biarkan aku yang melepasnya..” Taeyeon berucap mulai membuka mini dress-ku. Ia buka dengan perlahan, membuatku kini hanya terbalut bra dan celana dalam.

“Kau begitu indah Tiffany Hwang…” suara Husky-nya yang begitu dalam membuatku tahu bahwa pria di hadapanku ini menginginkanku.. sama seperti aku menginginkannya.

“Buktikan itu..” Ucapku dengan berani membuatnya tersenyum seringai.

“Action speak louder…” Aku tak bisa menahan teriakanku saat Taeyeon dengan cepat mencium bibirku lagi. Ciuman ini terasa berbeda, dipenuhi dengan gairah yang tak tertahankan. Lidah kami bertemu, beradu merebut dominasi namun di akhir aku selalu mengalah karena aku tahu.. sejak dulu Taeyeon selalu senang mendominasi saat kami bercinta.

Menjadi istrinya selama beberapa tahun.. membuatku tahu apa yang bisa membuat priaku ini bahagia jika kami sedang bercinta.

Entah apa yang membuat kehidupan seksual kami menjadi hambar pada saat itu.

“Taeyeon..aahh” Ia menyesap lidahku, membuat dadaku seperti terbakar kehabisan oksigen. Mengerti hal itu, ia lepas pagutan kami, mulai menciumi lagi leherku, melukis tanda-tanda indah yang membuat semua orang tahu bahwa aku adalah miliknya.. bahwa kami telah menyatu dalam sebuah kenikmatan yang tak bisa diungkapkan jika kalian tak merasakannya. Desahan itu tak bisa kutahan saat ia mulai mengecup buah dadaku, mengulum dan menyesapnya seperti seorang bayi yang kehausan dan membutuhkan ASI ibunya.

“Down..” pintaku yang segera ia kabulkan. Taeyeon masih menyesap buah dadaku sementara tangannya kini mulai bergerak ke bagian bawah.. semakin bawah hingga kini ia sudah tiba di gua-ku.

“Tae?” tanyaku karena entah mengapa kini ia terdiam tak melanjutkan penjelajahannya di tubuhku. Ia duduk terdiam di samping, tak menatapku, hanya melihat ke depan dengan ekspresi wajahnya yang tak bisa kudefinisikan.

“Maafkan aku Fany-ah..” Ia masih belum menatapku dengan mata madunya.

“Ada apa??” aku berusaha mengerti apa yang sedang dirasakan pria di sampingku ini.

“Maafkan aku karena aku sudah terbawa nafsuku..”

“Sayang.. ini bukan salahmu. Akulah yang memintamu untuk bercinta denganku kan.. jadi…” ucapanku terpotong saat dia menatapku dengan linangan air mata yang membasahi wajahnya.

“Aku mencintaimu.. tapi aku tidak bisa melakukan ini denganmu..” Ia berucap dengan sedikit terisak dalam tangis sunyinya. Aku membalut wajahnya dengan telapak tanganku, membuatnya kini benar-benar fokus menatapku.

“Mengapa?” ucapku lembut tapi tak bisa menyembunyikan rasa takut dengan jawaban yang akan ia berikan padaku.

“Karena bagiku.. mencintaimu adalah dengan menjagamu. Aku mencintaimu.. bukan untuk merusakmu karena bagiku.. bercinta hanya bisa kulakukan dengan wanita yang sudah sah mengikat janji sehidup semati denganku di hadapan Tuhan.” Kini giliran air mataku yang turun dari tempatnya.

“Baiklah.. kita menikah Taeyeon-ah.. kita menikah. Aku bisa membatalkan rencana pernikahanku dengan Oppa dan kau bisa membatalkan rencana pernikahanmu dengan Jessica..” tangis ini keluar beriringan dengan kata-kata yang sejak kemarin ingin kukatakan padanya.

“Taeyeon-ah..” Dia masih terdiam dalam tangisnya melihatku juga menangis mengatakan hal tadi.. menunggunya berkata sesuatu.

“Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu.. sejak dulu…” Senyum itu mulai tergambar dalam tangisku mendengar apa yang ia katakan.

“Tapi Jessica.. dia juga telah membuatku jatuh hati dengan semua yang dimilikinya..” dengan cepat rasa lain memburu di hatiku.

“Kau adalah wanita yang kucintai tapi Jessica adalah wanita yang bisa membuatku jatuh hati. Kau adalah mimpi terindahku tapi Jessica.. dia adalah duniaku.. Maafkan aku Fany-ah.. Maaf..” aku hanya bisa terdiam masih dalam tangisku meskipun tubuh yang selalu memberikan kenyamanan terbesar dalam hidupku.. mendekapku dengan hangatnya.

======== I’m Not The Only One ========

 

Someone POV

“Kau menangis..” Aku tak bisa menahan butiran Kristal ini turun dari upuk mataku.

“Apa kau masih akan melanjutkannya?” wanita di sampingku ini kembali berbicara dengan khawatir padaku.

Apa aku harus menghentikannya?

Apa aku siap kembali bertemu dengannya setelah semua yang terjadi pada kami?

Apa aku..

“Kau tahu.. kurasa ini sudah saatnya dia kembali. Kurasa dia sudah menderita dengan semua ini…” Aku masih diam mendengarnya.

“Haruskah?” ucapku pelan, masih ragu dengan semua yang akan kuambil kedepannya.

“Hanya dirimu yang paling tahu apa yang harus kau lakukan. Pikirkan dengan baik-baik, tanyakan pada hatimu yang paling dalam.. apa kau siap kehilangannya jika kau terus melanjutkan semua ini..” wanita yang sudah membantuku melakukan hal ini berdiri, beranjak pergi meninggalkanku yang masih terdiam di sofa kami, menatap layar monitor yang tak pernah berhenti menyala sejak semua ini dimulai.

======== I’m Not The Only One ========

Taeyeon POV

“Tunggu..” suara itu..

“Fany-ah..” Jessica berbicara, membuka veil-nya terkejut melihat sahabatnya yang harusnya sedang melaksanakan upacara pernikahannya juga hari ini di tempat yang berbeda.

“Pernikahan ini tidak akan lengkap jika bukan aku yang menjadi pengiringmu Jessi..” Apa yang baru saja ia katakan?

“Kau benar.. maafkan aku. Kemarilah.. tempatmu adalah berada di sampingku..” apa yang sebenarnya kalian rencanakan?

“Sica-ah..” aku memberikan tatapan penuh tanyaku sedangkan ia hanya tersenyum kecil membalas tatapanku dengan lembut seperti biasanya.

“Percayalah padaku Sayang…” Jessica berucap tapi mataku kini beralih pada wanita yang sedang berjalan ke arah kami. Setiap detik terasa seperti ujung maut bagiku beriringan dengan setiap langkahnya yang membuat jarak kami semakin berkurang hingga kini.. ia sudah ada di samping calon istriku, masih dengan senyum khasnya yang membuat perasaanku bercampur aduk.

Sejak kejadian di Jeonju 2 bulan lalu, kami menjaga jarak… lebih tepatnya aku karena dia masih tetap mendekatiku seolah pengakuanku tentangnya waktu itu tak pernah ada. Ia masih tetap menjadi sosok Tiffany Hwang yang ceria dan manja padaku meskipun kekosongan dalam setiap tatapan matanya dan kehampaan dalam setiap tawa dan senyumnya tak bisa tertutupi.

Tiffany masih melanjutkan rencana pernikahannya dengan Siwon hyung. Harusnya hari ini mereka sudah menikah tapi melihatnya datang kesini hanya sendiri.. aku ragu apakah pernikahan itu terjadi atau tidak.

“Kau bisa memberi ucapan selamat untukku nanti..” ucapnya terlihat begitu cantik dengan senyuman bulan sabitnya, menunjukanku cincin yang tersemat di jari manisnya.

“Fany.. kau..” pertanyaanku belum sempat tersampaikan karena pastur kini sudah memulai lagi upacara pernikahanku. Ia memberikanku dan Jessica wejangan tentang pernikahan yang jujur.. tak bisa fokus kuterima karena pikiranku akan selalu berakhir pada wanita yang berdiri di samping calon istriku.

“Jessica Jung.. apa kau menerima Kim Taeyeon sebagai suamimu bersedia menjadi pendamping hidupnya dalam keadaan apapun hingga maut yang memisahkan kalian?”

“Ya aku bersedia dan menerima pria di sampingku ini untuk menjadi pendamping dan pemimpin hidupku dan keluarga kami..” suara itu membangunkanku lagi dari dunia lamunanku. Aku melihat ke sampingku, menatap wanita yang sudah mengikat janjinya padaku di hadapan Tuhan dan keluargaku.

“Kim Taeyeon.. apa kau menerima Jessica Jung menjadi istrimu, menjadi pendamping hidupnya dalam keadaan apapun hingga maut yang memisahkan kalian?” entah kenapa tiba-tiba mulutku terasa berat untuk mengatakan kata iya. Jessica dan pastur mulai menatapku heran. Tamu dan keluarga yang hadir pun mulai membicarakan diamku ini.

“Taeyeon-ah..” suara itu menyapaku, mata coklat kehitamannya itu menyapaku dengan berjuta cinta di dalamnya membuatku ingin segera berlari memeluk tubuhnya, melepaskan semua yang ada di hatiku selama ini. Tiffany menyembulkan kepalanya, membuatku refleks ikut melihatnya.

“Sayang.. pastur menunggu jawabanmu..” Jessica kini ikut memanggilku, terlihat sedikit khawatir denganku.

“Yes.. I do..” ucapku dengan lantang meskipun terdengar gugup dengan rasa bersalah.

Kim Taeyeon.. apa yang terjadi denganmu?

Kau harus fokus.. ingat sekarang kau sudah menjadi suami Jessica, wanita yang menjadi duniamu, tulang rusukmu, sebagian dari dirimu… belahan jiwamu.

“Baiklah.. keduanya sudah mengucap janji mereka. Silakan kalian boleh bertukar cincin dan kau anak muda.. kau boleh mencium pengantinmu..” Pastur berbicara membuat suasana menjadi riuh penuh antisipasi dan kebahagian di dalamnya. Tiffany berjalan memberikan kotak cincin pada Jessica begitu pula dengan Sooyoung yang berjalan ke sampingku memberikan cincin yang akan kusematkan di jari manis istriku. Aku terlebih dulu menyematkan cincin itu kemudian Jessica. Aku kini membuka veil- yang sedari tadi menutup wajahnya, sedikit terhenyak melihat kecantikannya yang luar biasa. Tapi pikiranku kembali tertuju pada wanita yang berdiri di sampingnya. Dengan cepat kualihkan pikiran itu, mulai mencium istriku yang membalas ciumanku dengan intensitas yang sama membuat orang-orang berteriak kegirangan melihat ciuman pernikahan kami.

“Terimakasih karena memilih untuk tetap bersamaku dan mencintaiku..” Aku hanya mengangguk mencoba tak mengalihkan pandanganku dari Jessica, meskipun hati ini mengusik.. memberontak agar aku menatap Tiffany yang masih berdiri di tempatnya menatapku dengan tangis dalam diamnya.

======== I’m Not The Only One ========

“Sayang.. aku kesana sebentar ya..” Jessica berbicara pada suaminya yang masih meminum wine-nya. Taeyeon menganggukan kepalanya, memberikan senyum manisnya mencoba mencari wanita yang sedari tadi mengganggu pikirannya tanpa menyadari istrinya sudah pergi dari hadapannya.

“Kau mencari siapa?” Tiffany berdiri di sampingnya, memegang gelas wine yang sama dengan milik pria di sampingnya.

“Kau..”

“Siwon Oppa serius sekali berbicara dengan rekan bisnisnya jadi aku.. mencarimu.”

“Fany-ah..”

“Aku merindukanmu Tae…” Tiffany mendekatkan tubuhnya dengan milik Taeyeon, menyimpan dagunya di bahu pria itu.

“Aku juga.. merindukanmu..” Taeyeon berkata membuat senyuman itu tergambar di wajah Tiffany saat ini.

“Follow me..” Tiffany menarik tumpuan tubuhnya dari Taeyeon, menarik pria itu berjalan bersamanya ke suatu tempat yang tak jauh dari lokasi resepsi pernikahan Taeyeon sekarang. Tak butuh waktu lama untuk mencapai taman yang sudah sepi di malam hari ini. Ia duduk di sebuah ayunan masih dalam dress merah muda lembutnya, terlihat seperti seorang putri dari negeri dongeng.

“Kau tampan sekali.. seperti seorang pangeran..” Tiffany mulai bersuara, masih asik memainkan ayunan yang ia duduki.

“No.. kau adalah seorang raja.. raja hatiku..” Taeyeon hanya diam, menatap wanita di hadapannya itu dengan kesenduan yang bermain di matanya.

“Kau sekarang sudah menjadi seorang suami Taeyeon-ah.. selamat..” mata itu kini menatap milik Taeyeon dengan butiran Kristal yang menghiasi paras anggun dan elegannya. Tanpa Taeyeon sadari, matanya juga mengeluarkan butiran Kristal yang sama, tanpa seijinnya membasahi pipinya.

“Kau juga telah menjadi istri seseorang Fany-ah…” Tiffany tertawa kecil dalam tangisnya, ia menghentikan ayunan ayunannya dengan kakinya, berdiri menghampiri pria yang masih mematung di hadapannya.

“Tapi kau tetap adalah duniaku Kim Taeyeon..”

“Meskipun aku.. bukan duniamu..”

“Aku mencintaimu.. masih sangat mencintaimu..” Tiffany dengan berani mencium bibir yang sudah ia rindukan sejak 2 bulan lalu. Tiffany menutup kedua matanya, memperdalam ciuman itu.

“Terima kasih telah menjadi kebahagianku..” Tiffany berbisik lalu berjalan meninggalkan Taeyeon yang masih terdiam tak menghalangi kepergian wanita yang selalu menyimpan tempat special di hatinya.

“Fany-ah..” sesuatu telah membangunkan Taeyeon dari diamnya. Ia melihat ke segala arah tapi ia tak menemukan bayangan atau siluet wanita yang masih dicintainya juga.. wanita yang ia akui tidak akan bisa jika ia hidup tanpanya.

“Fany-ah!!!” Taeyeon mulai berlari keluar dari taman, mencoba mencari wanita yang tidak boleh hilang dalam hidupnya. Langkahnya terhenti saat ia melihat wanita yang dicarinya itu sedang berjalan menyebrang dari tempatnya berada.

“Tiffany Hwang!!!” Tiffany menghentikan langkahnya mendengar teriakan khas itu. Ia membalikan direksi tubuhnya, menghadap pria yang tersenyum begitu lebar dalam tangisannya.

“Jangan pergi.. tanpamu.. aku seperti kehilangan kebahagiaanku..” Taeyeon berjalan mendekat ke arah Tiffany yang masih diam di tempatnya.

“Kau..” Dalam tangis itu kini terlukis senyum di wajah Tiffany. Tatapan mata mereka masih belum terputus.

“adalah duniaku.. yang sebenarnya..” Kata itu hanya Taeyeon sendiri yang mendengarnya karena Tiffany tak bisa mendengar apapun. Suara klakson terdengar begitu nyaring, begitu dekat dan begitu nyata. Kata yang sudah lama ingin Tiffany dengar itu hanya angin yang membawanya pergi entah kemana karena raganya sudah tak bersamanya, jiwanya telah melayang bersama dengan tubuhnya yang terpental cukup jauh tak kuasa menahan dorongan sebuah mobil hitam yang melaju begitu cepat, menghantamnya menuju dunia baru, dimana hanya ia dan kebahagian yang mengisi di dalamnya.

Sementara itu di tempat lain dalam waktu yang sama…

“No.. no.. noo!!” seorang pria terlihat khawatir melihat apa yang terjadi di layar monitornya. Ia segera berdiri mengambil ponselnya, menghubungi seseorang.

“Tolong secepatnya siapkan ruangan operasi untuk istriku..” Taeyeon tak bisa menahan tangis paniknya. Ia segera menutup telepon itu, berlari mengambil kunci mobilnya bergegas menuju rumah sakit miliknya, tempat dimana selama ini ia menghukum wanita yang begitu ia cintai berjuang melawan maut saat ini.

=======================================================

======================================

====================

oke.. kalian mulai paham kan dengan semuanya?

wish me luck ^_^

Iklan

99 pemikiran pada “I’m Not The Only One Part IV

  1. Apa smua itu hnya mimpinya fanny …. dri tae mninggal trus hdup lg jdi suami sicca …

    Dan mksud dri lyar monitor itu mngkin ruang rwat fanny ? Nah pas yg sceen trakhir tae blang istriku itu tiffany yg udh mlai sdar dri pnjlajahan wktu dri komanya

    ya ampun thor bkin muter otak lolll

  2. Jujur sumpah gw bingung banget…BINGUNG BANGET!!!!!
    Jadi sebenarnya itu gimana sih???gw udah ngikutin dr awal ampe sekarang tp gw masih bingung.
    Jadi sebenarnya taeng itu beneran idup lagi pa mank dy duluan yg ketemu m yuri untuk ngebales fany????gw bingung thor..please bikin yg jelas..
    Setiap gw baca,gw pasti bolak balik turun trus keatas lg biar gw paham m kata2nya tp tetep aja arghhh.. *kesel sendiri lantaran gw lemot grrr 😈😬😠

  3. Salam kenal thor?
    maaf” Baru muncul 🙂
    karena jujurnya udah komen dari awal” Tapi komenku kayak kagak masuk. Mungkin yang ini masuk..
    aku ngikutin semuanya, Kecuali yang diprotek hehe
    beneran jadi yang someone itu tae, Sama siapa?
    next partnya 🙂

  4. haduhhhh gw beneran bingung bngt thor
    ini sbnernya taeng msh hidup trus dia bikn rencna ksh balasan ke ppany?
    jd pernikahannya taengsic cm sandiwra?
    trus itu ppany bneran kecelakaan?
    trus kok pake liat monitor sgala, jd slma ini ppany emng sengaja di awasi
    nih asli thor bneran msh bikn linglung

  5. waahhhhh … masih bingung thor, itu jd sbenerx tiffany cuman mimpi dari kjadian taeyeon mninggal sampai dia mnikah ama jessica?? terus istriku dipindahkn k ruang operasi itu mksdx tiffanykah?

    next chapnya yg cepet ya thor.. ^^

  6. Jadi sebenarnya selama ini taeyeon tau semua dong apa yg terjadi sama tiffany, yg gw bingung berarti ini taeyeonnya ada 2, taeyeon yg sama tiffany sama yg ngawasin tiffany.

  7. tae u jd cwo gentle bgt cey…dah cey gpp nglakuin ma fany juga hhe…fany bnr2 ya haha suka deh ma kata2 na fany yg mau bercinta denganku haha…
    yg trakhir w binggung deh thor tae liat monitor lg menghukum istrina aka fany??mksdna ap thor??
    c tae jd arwah gtu dan dia tau rencana fany dan yg bangunin fany itu??update asap dund thor trutama yg ini,my lady n earned it hhe pliss…

  8. yang aq tangkep dr part ini pasti fany dari awal cerita emank udh koma,
    itu someone itu pasti cew yg ditemuin sama fany di kuburannya tae di part1..
    dia pasti bicara sama tae,trus hukuman tae ke fany juga pasti berawal di cewnya ini,
    biar fany ngerasain gimana rasanya setelah kehilangan taeyeon dan dikasi kesempatan buat memperbaikinya walaupun dibawah alam sadarnya si fany…
    hahaha.. kok jadi belibet gini ya ngomongnya??

    • Nah pendapat km bener juga
      Dari awal fany itu ngejalanin semuanya dalam kondisi dia koma
      Taeyeon yg nyata itu adalah taeyeon yang di part terakhir.. Yg selalu ngecek progress kerja otak tiffany di layar monitor

  9. Astaga binggung juga sih tp dar awal seperti perjalanan taeny … tiffany mungkin koma dan dalam koma nya dia bermimpi hidupnya yg berjalan seperti mesin waktu dan taeng mungkin bisa melihat mesin waktu itu jadi pas bagian akhir cerita tadi ..tp binggung pas ada tulisan “sementara itu ditempat lain tp waktu yg sma” nah gw pikir kenapa seperti taeng ada dua..yg dgn tiffany dan jg yg lg melihat monitor itu

  10. Layar monitor memanh sesuatu yeee wkakakakkaa
    Trus yg ngmong sma si fany siapa kalo misalkan si tae liattin fany di monitor ._.
    Yg someone pov itu cw itu bkn ya 😂😂
    Lanjut aja dahh ciiii wkakaka

  11. jd ini sebenernya panul dihukum taeng dlm keadaan gg sadar?? tp katanya berhubungan ma waktu?? klo taeng nonton lewat monitor truz taeng yg nikah ma njess siapa dong?? ohmaigat!! gg ngerti gw~ brasa pecahin clue pw yg bikin otak gw kisut. lol
    daebak lu thor, klo ff nya dibikin film sumpaah keren pake banget. susah ditebak, n bikin yg baca terbawa suasana. feelnya dapet bgtz!!!
    next jgn lama2 ya updetnya thor. fighting!!

  12. Taeng ini bales dendam gitu ya sama fany?
    Krna dimasalalunya fany udh ngeduain taeng? Aahahhh gue yg frustasi nih taeng nolak pani di kamar *eh hahaha
    Layar monitor? Apa disitu taeng sadar kalo fany itu dunianya? Oh shit gue agak gila bacanya huaaaa 😭

  13. intinyamah kejadian yg di alamin fany slama ini perjalanan waktu nya fany saat masih koma yaa dan taeyeon selalu memonitor kegiatan fany di alam bawah sadarnya dan di scene terakhir baru kejadian nyata yg di alami sama taeny trz kira2 itu tiffany nya knp ketabrak gtu?

  14. genre kayak gini itu paling susah dimengerti.. setengah fantasi dan setengah realita.. harus teliti mengingat loncatan waktunya dan karena aku nggak teliti jadi aku termasuk orang yang bingung.. hahaha.. ditunggu next ja deh.. anyway, typo meningkat nih.. wkwkwk..

  15. hah someone pov tuh si yul kah??terus org yg bareng yul monitorin ppany tuh si taeng??
    dan slama ini tuh cerita na ttg ppany yg berpetualangan waktu bobo cantik*plakkk*mksd nya koma ding
    scene terakhir ppany nya celaka taeng nya panik udh present nya pan thor,,
    gw sering lupa dgn tgl dan thn nya xd

  16. jadi fany slma ini koma terus dalam mimpi nya dia kyk Time mechine dan nebus smua kesalahan nya gitu..dan taeyeon msih hidup dong(?) bukan hidup lagi dan tae juga slama ini ikut andil dong buat bikin fany jera krna udh selingkuh..?? bner2 puyeng thor..cepet2 update yah biar semua nya jelass hahah 😀

  17. Ane ngehh thor #ampe scrol ane jebol bolak balik biar ngarti
    Bang tatang msh idup ya thor
    KAsihan bener si pany biar insap aja hrs pake time machine
    Coba dihidup nyata ini ada mesin ky gitu ya wkkkkkk #ngarepp
    DItunggu next chap thor 😜😜

  18. Lah itu Taesic sama Siwon+Fany jadi pada nikah thor? Thor lue bikin Ni ff makin rumit ceritanya, gue yang baca jadi bingung sama makin penasaran sama ceritanya..
    Ditunggu kelanjutanya thor..

  19. Belum begitu ngerti sama ceritanya simulasi gmn sih tapi kok tega banget sampe bikin fany ketabrak gitu…next dah kali aja di next chap gw udah paham

  20. Makin menegangkan aja. Fany gimana nasibnya ituu, semoga selamat dan harus selamat. Pas bangun2 jadi istrinya taeyeon lagi ya semoga haha
    Jessie masuk rumah sakit juga??kenapa??ato yg dimaksud istri itu fany. Gatau lahh wkwk
    Complicated ceritanya dan makin seruu👍

  21. “KAY lah dunia ku.. sebenarnya 😢 tp naas.. semuanya kembali sprti semula krna skrng pany lah yg berjuang antara hidup dan mati😔😔😔.. huff😧 semoga apa yg pany Dan tae inginkan terwujud.. menjadi dunia TAENY yg sesungguhnya tanpa ada orang ke3^^
    Gomawoyo thor

  22. Lah kok taeyeon? maksudnya gmna sih? taeyeon ngeliat dimonitor? ini maksudnya apa? bingung gua jadinya, bener” bingung malah?
    Itu pany mimpi atau emang taeyeon sebenernya masih hidup? ahh bingung sendiri gua mikirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s