The Reason Is Part VII

PhotoGrid_1433229613316

Sepasang suami istri beserta putri mereka berjalan mendekati sebuah nisan yang terletak tak cukup jauh dari pintu kompleks pemakaman yang cukup terkenal di Seoul karena hanya orang-orang tertentu yang beristirahat dengan damai di tempat ini. Kicauan burung dan hembusan angin mengiringi langkah mereka mendekati tempat perisitirahatan terakhir orang yang mereka cinta.

“Nah.. kita sudah sampai..” sang istri akan duduk di samping makam tapi sang suami segera mencegahnya.

“Tunggu dulu.. aku gelar dulu tikarnya… agar pakaian kita tidak kotor..” sang istri hanya tersenyum kecil melihat suaminya yang begitu perhatian padanya. Setelah tikar itu selesai digelar.. mereka bertiga duduk di samping nisan yang mengukir nama seorang pria yang begitu dicintai oleh seseorang.

“Hyung… kami datang mengunjungimu..” Yoong berbicara dengan nisan Taeyeon layaknya hyung-nya itu berada disana bersama mereka. Ia duduk dengan nyaman memangku Ji Soo yang terdiam melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tiffany duduk di sampingnya juga dalam diam.. terbawa nostalgia tentang sang kekasih yang masih menyimpan begitu besar cinta untuknya.

“Maaf kalau kami baru mengunjungimu lagi.. tapi kami sekarang cukup sibuk Hyung..” Lagi.. hanya keheningan yang menemani mereka.

“Pha.. Pha.. Mom.. Mom..” Keheningan itu Ji Soo yang memecahkanya. Ia berkicau mengibaskan tangannya ingin menuju foto Taeyeon yang tersenyum begitu manis dan lembut padanya.

“Sayang.. kau ingin menyentuh foto Appa-mu?” Bukan Tiffany yang berucap.. hanya Yoong yang berbicara. Ia mendekatkan tubuh Ji Soo ke atas makam Taeyeon.. membiarkan putrinya itu menyentuh foto ayah kandungnya yang tak sempat hadir menyambut kehadirannya di dunia ini.

“Appa tampan bukan seperti Daddy?” Ji Soo tertawa cute melirik wajah sang Daddy yang kini sudah berada di sampingnya… menirukan senyum dan gaya yang sama percis seperti yang ada di foto Taeyeon. Tiffany tertawa dalam tangis kesunyiannya melihat hal itu.. begitu manis tapi menyedihkan bila ia mengingat lagi semua kenangannya bersama Taeyeon.

“Sayang.. mengapa kau menangis?” Tiffany hanya tersenyum kecil menggelengkan kepalanya pelan.

Yoong menyapu air mata itu dengan kecupan lembut di kedua mata sang istri yang semakin terhanyut dalam tangisnya. Ia menyimpan Ji Soo di keranjang bayi yang dibawanya.. segera menghampiri Tiffany yang masih menangis dalam diam memandangi potret sang mendiang kekasih yang jujur.. masih menyimpan tempat special di hatinya.

“Sayang.. menangislah.. keluarkan semuanya..” Tiffany menyenderkan kepalanya dengan nyaman dalam pelukan sang suami yang mengelusnya pelan. Untuk beberapa saat hanya tangis kecil dan kesunyian yang menemani mereka.

“Yoong.. kau..” Tiffany mendongakan kepalanya menatap sang suami yang tersenyum kecil tak bisa menahan linangan air matanya.

“Menangis?” Suaminya itu tertawa kecil menganggukan kepalanya menarik tubuhnya ringan.. membuat Tiffany merasakan hangatnya pelukan sang suami.

“Kehilanganmu adalah kehilanganku juga.. begitupun dengan kesedihanmu. Hyung.. ia bukan hanya pria yang kau cintai Noona.. tapi Taeyeon Hyung adalah saudaraku juga. Jadi.. jika aku menangis.. itu adalah hal yang manusiawi..” Yoong mengedipkan mata kanannya… mengecup puncak kepala sang istri yang menelusupkan kepalanya ke lehernya… menikmati wangi khas miliknya yang selalu menenangkan.

“Terima kasih Yoong.. terima kasih..” Yoong menganggukan kepalanya.. mengiyakan ucapan sang istri yang memeluknya erat.. sedikit melupakan kesedihan dan melankoli yang tadi menghinggapinya.

“Noona.. jika Hyung tidak meninggal dan ada disini.. apa yang akan kau lakukan?” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Yoong membuat Tiffany sedikit terdiam untuk menjawabnya.

“Ah apa yang kukatakan? Hahaha..” Yoong tertawa kecil mengalihkan perhatiannya pada Ji Soo yang tertawa cute mendapat kelitikan dari ayahnya. Lagi.. Tiffany masih hanya diam belum memberikan respon apapun pada suaminya yang terlihat setengah kikuk setelah mengucapkan hal tadi.

Bagaimana jika Taeyeon masih ada disini?

Tentu.. ia akan tetap bersama Taeyeon, Tapi dengan jalan cerita yang berbeda, tidak seperti sekarang.

“Kau.. adalah pria yang sudah menukar janji sehidup semati denganku. Kau adalah pria yang selalu menjadi panutanku hingga hari ini. Jika Taeyeon adalah cinta pertamaku.. maka kau.. Kwon Yoonan.. suamiku… pemimpin keluargaku.. sahabatku.. teman hidupku…. kau adalah cinta terakhirku. Dan aku yakin itu.” Tidak ada lagi keraguan dalam ekspresi wajah Tiffany. Ia membawa kedua mata Yoong untuk menatap miliknya, mencoba meyakinkan sang suami bahwa ia takkan berpaling pada siapapun bahkan jika memang seorang Kim Taeyeon kembali masuk dalam hidupnya.

“Kwon Yoonan… aku mencintaimu.. sangat..” Tiffany mengecup bibir suaminya itu ringan sementara Yoong hanya terdiam membuka kembali matanya yang tadi sempat tertutup saat ia menerima kecupan itu.

======== The Reason Is ========

“Hai dongsaeng.. bagaimana kabarmu?” Jieun masih acuh tak menjawab pertanyaan sang Oppa yang baru saja tiba di kantornya. Ia terlihat sibuk menulis sesuatu di agendanya, terlihat serius menjalankan perannya sebagai eksekutif di perusahaan sang ayah.

“Aigoo.. kau belum sarapan ya?” Pria itu kini berdiri di samping Jieun dengan wajah murungnya yang tak bisa tertutupi. Pria itu melepas pensil yang sedang Jieun pegang.. membawa wajah sepupunya itu untuk menatapnya dalam.. tanpa hindaran dan kebohon`gan.

“Ini.. Oppa sudah membawa bagel krim keju favoritmu dan caramel macchiato-nya.. ayo kita makan!” dengan lemah Jieun berjalan bersama sang Oppa yang semangat membawanya menuju sofa yang terletak dekat dengan meja kerja dongsaeng-nya itu.

“Oppa.. aku bisa makan sendiri..” Jieun akhirnya berbicara setelah dari tadi hanya diam membiarkan Oppa-nya itu akan menyuapinya seperti seorang anak kecil pada umumnya. Sang Oppa terdiam menatapnya dengan tajam tapi lembut dan mendalam.. mencoba mengamati Jieun yang mencoba menyembunyikan apa yang mengganggu pikirannya sejak kemarin.. membuatnya tidak bersemangat melakukan apapun.

“Baiklah.. tapi kau harus menceritakan apa yang mengganggu pikiranmu oke?” Jieun menganggukan kepalanya mulai menyantap sarapan yang dibelikan oleh sang Oppa yang baru ia temui lagi hari ini setelah beberapa bulan berpisah karena kesibukan sang Oppa mengelilingi Eropa menyukseskan ekspansi bisnis perusahaan.

Dalam diam mereka menikmati sarapan itu.. membiarkan suara gemilir angin dan lingkungan di sekelilingnya yang berbicara memberikan kedamaian bagi pemiliknya. Setelah beberapa menit berjalan.. akhirnya Jieun berbicara.. membuat sang Oppa kini focus melihatnya.

“Oppa.. apa kau tahu Kwon Yoonan?” sang Oppa terlihat berpikir sejenak lalu mengeluarkan smartphone-nya dan mulai mencari sesuatu di dalamnya.

“Maksudmu pria ini?” Jieun terkejut melihat beberapa foto Yoonan terbidik tak menyadari kamera di smartphone Oppa-nya itu.

“Darimana kau mendapatkan foto-foto itu?” Oppa-nya itu tersenyum menyeringai melihat wajah penasaran sang adik. Ia memasukan kembali smartphone-nya itu ke saku jas-nya.. meminum Americano-nya yang masih tersisa banyak di gelasnya.

“I have my way Jieun-ah.. my way..” pria itu tersenyum manis menatap Jieun yang mentapnya heran.

======== The Reason Is ========

“Soo.. apa kau sudah makan siang Sayang?” Jessica berjalan keluar dari lift menuju sebuah ruangan yang terlihat berbeda dari lainnya. Ia masih mengenakan earphone yang tersemat cantik di telingan kanannya.. masih berbicara dengan sang suami yang sudah ia hubungi sejak tadi.

“Kenapa? apa kau mau makan siang bersama?” Sooyoung terdengar sibuk membereskan sesuatu di ruangannya tak menyadari seseorang yang sudah berdiri di luar ruangannya.

“Boleh juga.. why not?” Jessica tersenyum mengeluarkan tawa melodic-nya membuat Sooyoung tertawa juga mendengarnya.

“Oke.. mau aku jemput dimana?” Sooyoung tahu istrinya itu sedang berada di daerah dongdaemun menyelesaikan syuting variety show-nya bersama grup kesayangannya.

“Bagaimana kalau kau membuka pintumu saja?” Jessica bisa menebak wajah kebingungan Sooyoung mendengar hal itu. Ia mengetuk pintu ruangan kerja suaminya itu.. membuat sang pemilik segera berjalan membukanya.

“Sica?” Suaminya itu terlihat terkejut sekaligus terhibur melihat kehadirannya. Ia berjalan masuk menggandeng tangan Sooyoung yang dengan senang hati menerimanya. Mereka segera duduk di sofa hitam putih yang sengaja Jessica pilihkan untuk berada di ruangan suaminya.

“Kuharap semua ini bisa memuaskan rasa laparmu Sayang..” Jessica sedikit berdiri mengeluarkan bento yang ia siapkan bersama salah seorang temannya yang berprofesi sebagai chef handal di negaranya.. Jepang. Sooyoung mengamati sang istri yang terlihat feminin sekali menyiapkan makan siang untuknya.. terlihat layaknya seorang istri yang memiliki aura keibuan tinggi di dalamnya. Dalam hitungan menit.. semua sudah terhidang di meja.. terlihat lezat dan membuat orang ingin segera menyantapnya.

“Hitsumabushi penuh cinta untuk suamiku..” Sooyoung membuka mulutnya menerima suapan dari Jessica yang tersenyum penuh harap melihat suaminya itu mengunyah masakannya. Untuk sesaat sang suami hanya terdiam.. mencoba memahami rasa masakan yang dibuatnya.

“Well.. ini sesuatu yang baru..” Sooyoung menaikan salah satu alisnya.. terlihat terhibur melihat wajah sang istri yang menatapnya bingung. Ia membawa tangan Jessica menyuapkan kembali masakannya itu ke mulutnya.. menikmati kembali makanan khas jepang yang diam-diam menjadi favoritnya.

“Ini lezat sekali sayang.. terimakasih..” Sooyoung mengecup bibir istrinya yang tersenyum menerima kecupan itu.. memerangkap leher suaminya itu dalam kuncian tangannya… mengubah kecupan itu menjadi ciuman panas yang sudah sering mereka lakukan. Beberapa menit mereka terlupa dengan sajian yang terhidang manis di meja.. terlalu focus menumpahkan hasrat dan nafsu mereka.

“Wow.. sayang.. hohh..” Jessica melepas pagutan bibirnya dan kembali duduk di samping suaminya yang terlihat puas sekali dengan make out session mereka tadi. Ia kembali menyuapkan makan siang untuk sang suami yang dengan lahap segera menghabis masakan buatnya.

“Kau juga harus makan.. agar tubuhmu semakin berisi..” Sooyoung menyuapkan tuna sushi matang yang terlihat lezat sekali.. membuat mulut berair memandangnya. Jessica dengan lahap menyantap suapan dari suaminya itu.. merasa bahagia sekali dengan moment mereka saat ini. 30 menit kedepan mereka habiskan untuk makan dan sedikit berbicang mengenai kegiatan mereka hari ini yang belum selesai.

“Puas sekali… thanks Sica.. aku mencintaimu..” cinta.. kata cinta itu terasa berbeda hari ini. ia merasa itu keluar tanpa beban seperti biasanya. Jessica tersenyum senang merapikan kemeja dan dasi sang suami yang menatapnya penuh cinta.

“Kau adalah segalanya Soo.. aku juga mencintaimu..” Senyuman itu membuat Jessica kembali mengecup bibir sang suami yang masih belum mengalihkan tatapan matanya.. berkunci pandang dengan dirinya. Moment mereka terhenti saat ponsel Sooyoung bordering.. membuat Jessica harus merelakan kehangatan yang sedari tadi berada di sampingnya beranjak sebentar menuju meja kerjanya.

“Ah.. Sunny.. ada apa ia menelpon?” Jessica yang sedari tadi sengaja men-silent-kan ponselnya baru menyadari bahwa sahabatnya itu sudah dari tadi mencoba menghubunginya. Ia mencoba menghubungi Sunny.. menyadari bahwa sang suami terlihat begitu serius berbincang dengan lawan bicaranya di telpon.

“Lee Sunkyu.. ada apa? Maaf tadi aku sengaja mensunyikan ponselku..”

“Sica.. kita ada syuting lagi untuk iklan layanan masyarakat di Jongduk elementary school.. bisakah kau datang sekarang?” Jessica berpikir sebentar melihat Sooyoung yang sepertinya kembali sibuk dengan urusan kerjanya.. terlihat mengecek sesuatu di PC-nya.. masih berbicara dengan seseorang di ponselnya.

“Baiklah.. aku akan segera kesana..”

Sementara itu…

“Dongwoon akan suka yang mana ya?” Yuri masih berjalan memperhatikan beberapa mainan yang terpajang di beberapa toko khusus mainan di Coex.

“Maafkan aku tuan..” seorang wanita menabrak Yuri.. membuat pria itu ikut terjatuh juga ke belakang.

“Oh.. Gwenchana.. apa kau baik-baik saja Nona?” Senyum seketika tergambar di wajah Yuri saat melihat wajah Yejin yang terduduk di lantai Mall. Ia segera membantu gadis itu berdiri.. memapah Yejin yang terliihat terkilir di pergelangan kakinya.

“Sepertinya kakimu terkilir..” Yejin meringis kecil menahan rasa sakit dan linu di kakinya. Ia melihat hak heels-nya patah da nada benjolan biru kecil di pergelangan kakinya. Yuri sedikit memijat luka itu dan hasilnya.. tangis Yejin tak tertahankan.

“Ah.. lebih baik kita ke rumah sakit sekarang.. agar kakimu segera ditangani..” Yejin tak bisa menolak saat tubuhnya sudah berada di pangkuan Yuri yang memangkunya kuat penuh dengan keamanan.

======== The Reason Is ========

“Bukankah mereka begitu lucu?” Sunny menunjuk beberapa anak-anak SD yang baru saja keluar dari kelas mereka.

“Heumh.. iya..”

“Hey.. kenapa kau seperti tidak ikhlas seperti itu.. ada apa? Ini tentang suamimu lagi?” Sunny sudah tahu permasalahan sahabatnya itu. Sooyoung memang adalah seorang pria yang baik dan penyabar. Sudah beberapa tahun ini pria jangkung itu menunggu kesiapan Jessica untuk mengandung anak mereka. Tapi sayang.. sahabatnya itu masih belum mau mengabulkan keinginan terdalam suaminya itu.

“Tidak.. bukan karna itu. Aku juga ingin segera memiliki anak.. tapi…”

“Kau masih belum siap?” Jessica menggelengkan kepalanya.. masih tak bisa mengalihkan pandangannya dari anak-anak yang memang terlihat begitu manis dan cute. Ia bisa membayangkan dirinya dan Sooyoung mengantar dan menjemput putra/putri mereka nanti, menjemputnya ke sekolah seperti yang ia lihat sekarang, banyak orangtua dari anak-anak ini yang dijemput oleh pelayan, pengasuh atau yang paling special tentunya oleh kedua orangtua mereka.

“Sudahlah.. lebih baik kau istirahat sekarang.. kau sepertinya akhir-akhir ini mudah sekali kelelahan..” Sunny mengerti ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan oleh sahabatnya itu jika mereka sudah berbicara tentang anak-anak. Jangan salah.. Jessica adalah wanita baik yang begitu mencintai Choi Sooyoung tapi entah.. itu tuntutan karir atau ada impian lain yang ingin Jessica raih terlebih dulu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk hamil dan mengandung buah cintanya bersama sang suami.

“Terimakasih Sunny-ah.. kau juga hati-hati..” Sunny mengangguk lalu kemudian berjalan menuju mobilnya. Hanya ia dan Jessica yang mendapat giliran syuting terakhir.. anggota Girls Generation lainnya sudah pulang terlebih dulu karena mereka memiliki jadwal individu lain yang tak bisa dilewatkan, berbeda dengan Jessica yang hari ini bebas karna semua jadwalnya sudah selesai seminggu yang lalu.

“Nona.. mari kita pulang..” Jessica yang sedari tadi tak sadar melamun kini terbangun saat melihat seorang gadis kecil yang seperti ingin menangis saat seorang pria yang Jessica duga sebagai supir anak itu meminta Nonanya itu untuk pulang bersamanya.

“Paman.. aku ingin Appa dan Umma yang menjemputku.. bukankah mereka sudah berjanji padaku?” gadis itu merajuk.. terlihat sedih dan kecewa karena kedua orangtuanya tak jadi menjemputnya hari ini.

“Nona.. ayah dan ibu Nona tadi memang akan menjemput Nona. Tapi mendadak sekali ada beberapa hal penting yang harus diurus oleh keduanya di kantor. Mohon Nona mengerti..” Pria itu berucap dengan lembut pada gadis kecil di hadapannya.

“Aku tidak mau pulang jika bukan mereka yang menjemp..”

“Selamat siang..” Jessica menyapa gadis yang hanya terdiam menatapnya terkejut dan heran.

“Selamat siang Nona..” sang supir membalas salam Jessica sementara Nonanya masih diam tak seperti biasanya.

“Boleh saya berbicara dengannya Paman?” Jessica memandang gadis kecil di hadapannya yang masih terlihat sedih baginya. Supir gadis kecil itu mengijinkan permintaan Jessica yang segera mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil itu.

“Hai princess..” sapa Jessica yang akhirnya mengulaskan sedikit senyuman di wajah gadis kecil itu.

“Appa juga selalu memanggilku seperti itu..” muncul lagi kesedihan di wajah gadis kecil itu

“Benarkah? Wah berarti Appamu sangat menyayangimu. Tidak semua gadis bisa menjadi princess bagi ayahnya..” gadis kecil itu menatap Jessica terkejut dan penasaran, kegembiraan bisa mulai terlihat bermain di wajahnya.

“Benarkah?” Jessica menganggukan kepalanya dengan yakin.. membuat gadis itu memeluknya bahagia.

“Appa sangat menyayangiku… aku adalah Princess-nya..” Jessica tersenyum kecil mengelus kepala dan punggung gadis itu.

“Benar sekali.. maka dari itu kau tidak boleh bersedih. Ingin makan cake dan pudding yang lezat bersama?” gadis itu berpikir sebentar lalu mulai menelpon sang ibu untuk meminta ijin agar ia bisa makan bersama Jessica.

======== The Reason Is ========

“Malaikat Daddy yang cantik..” Yoong mengelus wajah putrinya yang duduk berhadapan dengannya. Hari ini ia memutuskan untuk mengambil cuti selama beberapa hari mengingat kemarin Tiffany terlihat begitu pucat dan mengalami demam. Ia segera pulang ke rumah setelah salah satu pelayan di rumahnya menelpon, terdengar cukup panic menceritakan Nyonya mereka yang menggigil dalam demam di kamarnya.

“Kenapa kau cemberut seperti itu? apa kau sedih Mommy sedang sakit?” Ji Soo masih terlihat murung meskipun sudah beberapa menit ini Yoong mengajaknya bermain.

“Apa kau merindukan Mommy?” Ji Soo mengangguk semangat mendengar kata Mommy bergaung di telinganya. Ia menepuk-nepukan tangannya, terlihat semangat untuk bertemu dengan sang ibu yang dari kemarin tak memperbolehkannya untuk bertemu. Tiffany tak ingin putrinya nanti tertular dengan sakit yang sekarang ia rasakan maka dari itu ia menahan dirinya untuk tidak berinteraksi dengan Ji Soo sampai ia benar-benar sembuh dan sehat kembali meskipun Minyoung kemarin berkata bahwa ia hanya kelelahan. Dokter Ji Hoo, dokter pribadi keluarga Kwon juga mengatakan bahwa karena kelelahan itu ia jadi terkena infeksi pada amandel dan radang tenggorokan.

“Baiklah.. kita akan menjenguk Mommy tapi hanya sebentar ya.. selagi dia tidur hehhe..” Ji Soo tersenyum manis masuk ke dalam pangkuan sang ayah yang segera membawanya bertemu sang ibu.

“Sayang.. kita harus diam ya jangan berisik.. Mommy sedang tidur..” Yoong menghampiri sang istri dengan hati-hati, berharap Tiffany tidak terbangun mendengar derup langkahnya.

“Lihat.. Mommy masih pucat, demamnya juga masih belum turun. Kita harus berdoa agar Mommy bisa segera sembuh Sayang..” Yoong berbisik pada Ji Soo yang sedari tadi tak bisa melepaskan tatapannya dari sang ibu yang berbaring lemah, tak seperti biasanya.. mengurusnya dengan semangat dan kasih sayang.

“Kau ingin mengecup Mommy?” Ji Soo menganggukan kepalanya, seperti mengerti dengan apa yang Yoong ucapkan padanya. Yoong terlihat berpikir sebentar lalu mulai mendekatkan putrinya itu dengan istrinya yang masih terlelap pulas dalam tidurnya.

Chu..

Ji Soo mengecup pelan pipi sang ibu yang untungnya tak bergeming dengan pergerakan di sekelilingnya. Mungkin efek obat yang bisa membuatnya tidur lelap seperti sekarang, karena tidur adalah proses penyembuhan yang baik selain air mineral dan obat-obatan yang sudah dokter berikan..

“Oke.. sekarang waktunya kita kembali ke ruang bermainmu. Biarkan Mommy beristirahat agar dia cepat sembuh..” Yoong kembali membawa Ji Soo dalam dekapannya, berjalan keluar kamar dengan perlahan berharap Tiffany tak menyadari keberadaannya. Yang tak ia ketahui.. air mata itu perlahan mengalir membasahi pipi istrinya saat ia dan Ji Soo sudah berada di luar kamarnya.

======== The Reason Is ========

“Appa.. bagaimana?? Aku masih tetap cantik kan?” Sooyoung tertawa mendengar putri kecilnya itu terlihat begitu bersemangat saat ini.

“Kau sudah mengatakan hal itu sejak 10 menit yang lalu..” Mikyung yang duduk di samping Sooyoung tersenyum gemas melihat sang putri yang tak bisa berhenti menceritakan wanita yang akan mereka temui hari ini.

“Umma..” Seulgi merajuk kesal mendengar ucapan sang ibu. Ia segera pindah duduk ke pangkuan sang ayah yang segera memeluknya, memberikannya ketenangan dan kenyamanan di dalam hatinya.

“Kau begitu cantik sayang.. kau.. adalah Princess Appa..” Seulgi tersenyum manis lalu mengecup pipi ayahnya dengan cepat dan kembali duduk di pangkuan sang Ayah. Mereka saat ini sedang berada di sebuah café yang biasa Sooyoung kunjungi bersama keluarga barunya. Kafe itu memiliki keamanan yang ketat sehingga tidak semua orang bisa mengakses ke dalamnya. Biasanya hanya orang-orang dengan kantung tebal yang mengunjungi kafe unik ini. Unik karena dari luar hanya terlihat seperti warung kopi kecil yang sederhana tapi di dalamnya tersedia berbagai konsep baik itu dari makanan, minuman maupun desain interior di dalamnya.

‘Dia begitu cantik sepertimu… Sica-ah..’ ucap Sooyoung dalam batinnya, masih mengagumi aura kecantikan Seulgi sementara Mikyung, ia menatap Sooyoung begitu lembut dengan kehangatan yang terselip di dalamnya.

“Umma.. aku mewarisi kecantikan ini dari Ummaku sayang..” Seulgi menggenggam tangan Mikyung satunya, menatap ibunya itu penuh dengan sayang. Mikyung mengecup puncak kepala putrinya itu.

“Terimakasih sayang..” Mikyung mengelus genggaman putrinya yang tak lepas darinya.

“Sayang.. bisa kau pindah duduk sebentar.. telpon Appa sepertinya berbunyi..” Seulgi segera pindah ke pangkuan Mikyung, membiarkan ayahnya berdiri menerima telpon dari seseorang.

“Apa? Tidak mungkin sahamnya turun drastic seperti ini.. oke.. aku mengerti..” hanya itu yang bisa Mikyung dengar dari kejauhan karena Sooyoung segera pergi menjauhi meja mereka, mungkin membicarakan sesuatu yang lebih serius lagi.

“Sayang.. Maafkan Appa ya..” Seulgi mendongak menatap ayahnya bingung tak mengerti mengapa Sooyoung terlihat menyesal padanya.

“Appa akan pergi lagi?”

“Sayangnya iya.. ada urusan bisnis yang tidak bisa ditunda. Maafkan Appa.” Sooyoung tertunduk lesu melihat raut kekecewaan yang tergambar di wajah putrinya itu.

“Sayang.. Appa harus memenuhi tanggungjawabnya di kantor. Kau sudah tahu kan tentang hak dan tanggungjawab?” Mikyung mulai ikut berbicara. Jika Mikyung sudah mulai berbicara.. biasanya Seulgi akan segera mengerti kondisi Appa-nya itu.

“Baiklah..” Seulgi tersenyum lemah menganggukan kepalanya menerima alasan sang ayah yang bukan untuk pertama kalinya tiba-tiba harus pergi seperti sekarang.

“Terimakasih sayang.. terimakasih.. Appa pergi dulu ya. Sampaikan salam Appa pada Unnie-mu itu..” Sooyoung segera pergi menuju mobilnya, tak lupa sebelumnya ia kecup kening Seulgi dan Mikyung yang tersenyum kecil padanya.

10 menit kemudian

“Unnie!!!” Seulgi melambaikan tangannya pada seorang wanita yang masih mengenakan kacamata hitamnya. Ia berjalan mendekati meja Mikyung dan Seulgi yang sudah berdiri menyambutnya.

“Unnie!! Mengapa kau lama sekali?” Seulgi merajuk seraya memeluk sang Unnie yang tertawa mendengarnya. Ia melepaskan kacamatanya dan mulai menyapa Mikyung yang sedikit terkejut melihatnya.

“Selamat siang Seulgi Umma.. Maaf aku terlambat di pertemuan pertama kita. Jessica Choi.. senang bisa bertemu denganmu..” Jessica tersenyum manis menjabat Mikyung yang terdiam melihatnya.

======== The Reason Is ========

“Yoong..” Yoong segera terbangun saat ia mendengar tangis kecil di sampingnya. Ia mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat, berharap kantuk itu segera menghilang dan pandangannya menjadi focus.

“Maafkan aku.. kumohon jangan pergi..” Tiffany masih bergumam dalam tidurnya, tak sadar bahwa tangis itu telah membasahi wajahnya. Yoong segera membangunkan sang istri yang beberapa detik kemudian terbangun setelah menerima kecupan ringan di bibirnya.

“Sayang.. shust.. aku disini.. gwenchana..” Tiffany segera menghamburkan tubuhnya ke dalam dekapan sang suami yang mencoba menenangkannya. Ia menangis dalam pelukan itu, mendekap kembali Yoong seakan pria yang perlahan menjadi dunianya itu. Ia sesap aroma tubuh Yoong yang begitu khas baginya, memberikan kenyaman dan kehangatan yang tak bisa ia dapatkan dimanapun dan dari siapapun, bahkan Taeyeon sekalipun.

“Yoong..” Hanya kata itu yang bisa bibir Tiffany ucapkan. Semua yang bermain di mimpinya tadi begitu mengerikan untuk ia ucapkan. Baginya.. semua yang ia lihat tadi begitu nyata, bagaikan sesuatu yang akan terjadi pada hidupnya nanti dan ia tak mau semua itu terjadi.

“Sayang… tenanglah..” Yoong mengecupi puncak kepala istrinya yang masih menangis dalam pelukannya. Ia membawa wajah Tiffany untuk bertemu dengannya, meminta istrinya itu untuk menatap matanya.

“Aku mencintaimu.. mencintaimu.. Aku tidak ingin kehilanganmu. Kau adalah duniaku.. segalanya yang kuinginkan dalam hidupku selain keluarga kecil kita. Kumohon jangan pergi dariku…” Mata kijang lembut itu mulai berair mendengar pengakuan wanita di hadapannya. Ia tak bisa menahan linangan air mata itu meskipun tangis itu memang tak ada. Tiffany yang melihat hal itu kini mulai tersadar kembali. Ia telah sadar bahwa kini ia sudah berada di samping suaminya yang masih dengan nyaman dan kuat memeluknya penuh kasih sayang.

“Aku disini.. disampingmu. Ini semua nyata.. aku akan selalu ada di sampingmu.. tumbuh menjadi tua bersamamu.. kumohon ingatlah itu..” kedua pipi yang masih basah itu ia dekap lembut dengan kedua tangannya. Ia hapus tangis itu dengan ibu jarinya, mengecup Tiffany cukup lama, mengubah kecupan ringan itu menjadi sebuah ciuman yang menumpahkan semua yang ia rasakan sekarang. Lewat ciuman itu mereka berkomunikasi, meneriakan apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka.

“Sayang.. Fany-ah.. ada apa? Mengapa kau seperti ini?” Ciuman itu telah lepas,Yoong ganti dengan dekapan hangat yang biasanya selalu ampuh menenangkan sang istri yang baru kali ini terlihat begitu ketakutan dan rapuh tak seperti biasanya. Terakhir ia lihat hal ini saat istrinya itu masih belum bisa menerima kematian Taeyeon dan baru menikah dengannya.

“Aku.. aku.. aku tak mau menceritakannya. Aku takut hal itu benar-benar akan terjadi pada kita dan aku tak mau itu..” Tiffany terlihat ketakutan sekali dan hal itu membuat Yoong sedih.

“Semua yang kau rasakan akan menjadi perhatianku. Baik itu sakit, senang, susah.. bingung dan lainnya, semua akan menjadi perhatianku Fany-ah. Aku tahu hal ini akan menjadi beban pikiran bagimu dan aku ingin kau membaginya denganku karena sebagian dirimu adalah diriku juga Sayang. Kumohon.. bagikanlah semua yang kau rasa denganku.. jadikanlah aku tempat bersandarmu.. selain Tuhan.” Tiffany melihat mata kijang milik suaminya itu menggambarkan sebuah keyakinan yang tak terelakan. Ingin sekali Tiffany menolak keinginan suaminya itu tapi ia tahu.. semua itu tak bisa karena Yoong adalah candu baginya yang tak bisa ia elakan dari hidupnya.

“Baiklah. Semua ini terjadi dalam beberapa scene. Semuanya bagaikan sebuah film yang tak mau sekalipun kulihat demi apapun di dunia ini..” Tangis Tiffany sedikit mereda. Ia mulai menceritakan semua yang ia alami tadi di mimpinya.

“Ji Soo dan Stephan sudah masuk Sekolah Dasar. Pagi itu kau mengantarkan kami ke sekolah. Kita tiba di sekolah tapi kau tiba-tiba menerima sebuah panggilan yang membuatmu segera kembali ke mobil dan menuju ke kantor. Senyum hangatmu masih sangat membekas di ingatanku saat sebuah mobil van putih dari belakang menabrakmu dengan keras, membuat mobilmu menghantam tiang listrik yang menghancurkan bagian mobil depan kita. Aku yang menyadari hal itu segera berlari menghampirimu yang terjepit di kursi tempat kau duduk tadi. Aku berteriak meminta bantuan agar kau bisa segera keluar tapi entah mengapa saat itu semuanya sepi, tak ada satupun yang melewati jalan itu. Kata cinta darimu masih kuingat saat dengan sekuat tenaga kau memintaku menjauh dari mobil dengan senyum lemah dan kesakitanmu. Ledakan itu terjadi dan semuanya menjadi gelap..” Yoong tak tahu harus bereaksi apa. Apa yang tadi telah diceritakan oleh istrinya itu memang sesuatu yang mengerikan.

“Lalu?” Yoong tahu bukan hal ini saja yang mengganggu batin istrinya itu.

“Setelah kegelapan itu aku terbangun lagi di dalam mobil. Mobil itu berhenti di sebuah gereja yang begitu besar dan mewah. Banyak sekali orang yang datang ke gereja itu. Semuanya memakai hal yang serba putih. Dengan sendirinya aku melangkah memasuki gereja itu, melihatmuu berdiri begitu gagah dan tampan dalam tuxedo hitam klasikmu. Aku berjalan mendekatimu, mencoba meraih genggamanmu tapi tak bisa. Aku melihat ke sekelilingku dan melihat mereka semua tersenyum kagum melihat ke belakangku. Betapa terkejutnya aku saat aku melihat seorang wanita cantik yang wajahnya terlihat samar karna veil yang menutupi wajahnya berjalan begitu anggun menujumu. Nafasku terasa terhenti saat kau menghampirinya, mencium tangan gadis itu dan membawanya menuju pastur, mengikat janji suci itu dihadapanku yang entah kenapa tak bisa berbuat apapun melihatnya. Pandanganku kembali menjadi gelap dan aku terbangun berada di tempat lain dimana aku melihatmu begitu bahagia menggendong seorang bayi, mendapat pelukan dari seorang wanita yang kuyakin itu bukanlah aku..” Oke.. sekarang Yoong paham betul mengapa istrinya itu bisa menangis ketakutan, sakit dan rapuh seperti itu. Jika ia yang berada dalam posisi istrinya itu, mungkin ia akan melakukan hal yang sama.

“Sayang.. mimpi itu hanya bunga tidur. Aku mengatakan hal ini bukan berarti aku menganggap semua yang bermain dalam mimpimu tadi hanyalah sebuah ilusi. Mungkin hal itu bisa terjadi tapi aku bisa pastikan bahwa hanya mautlah.. yang bisa memisahkan aku darimu. Jika kau takut akan ada orang lain yang mengganti tempatmu.. tidak akan dan tidak pernah. Aku telah berjanji pada tuhan untuk menjadi sebagian dari dirimu, menjagamu, merawatmu, menghujanimu dengan kasih sayang dan cinta setiap harinya, menjadi pemimpin hidupmu dan keluarga kecil kita ke surga kelak. Sebaiknya kita terus berdoa semoga mimpi itu tidak pernah terjadi. Karena akupun.. tak bisa membayangkan apa jadinya aku tanpa hadirmu dan malaikat-malaikat kita.” Mata kijang itu melembut menatap milik Tiffany begitu dalam. Yoong kecup kedua tangan istrinya yang menangis haru mendengar apa yang diucapkan suaminya tadi.

“Aku akan selalu berdoa kepada Tuhan bahwa hanya kematianlah yang bisa memisahkan kita, bukan manusia atau apapun yang berada dalam dunia-Nya.” Tiffany elus wajah suaminya itu, melihat sang suami yang menutup kedua matanya, menikmati sentuhannya yang sederhana itu.

“Aku tidak akan pernah pergi darimu.. kecuali kau yang memintanya.” Yoong ucapkan hal itu dengan kesedihan yang mulai bermain di mata indahnya itu.

“Jika aku melakukan hal itu, bawalah aku selalu kembali padamu Yoong. Buat aku sadar bahwa hanya kaulah satu-satunya pria yang ada di hidupku. Ingatkan aku bahwa bersamamu.. adalah takdirku. Buat aku mengerti.. bahwa kau adalah duniaku..” Air mata itu kembali mengalir di wajah Tiffany. Yoong tersenyum kecil melihat hal itu.

“Tentu Fany-ah.. tentu.. aku akan melakukan apapun untuk membawamu kembali kesampingku.. menjadi duniamu.. dan kehidupanmu.” Dan malam itu, keduanya tertidur dalam dekapan hangat yang akan selalu mereka syukuri karena mereka tidak tahu dengan apapun yang akan terjadi di keesokan harinya.

Kemarin adalah sejarah

Hari ini adalah sebuah proses

Dan hari esok.. adalah misteri.

 ==============================================

=================================

====================

Tumben ya gw bijak wkwkwkw

oke intinya nikmatin aja prosesnya…

sabodo wae sama siders bebel mah  wkwkkwk

semakin kalian siderin ff gw.. semakin kejam gw sama Rf wkwkwkwk

semua ada momentnya ko yahhh gtulah pokonya mah

oke gudnait ^_^

 

Iklan

92 pemikiran pada “The Reason Is Part VII

  1. Aduuuuuhh stlh sekian lama the reason updte jg 😄😄 tpi kyk nya lgi nyium bau” yg gak enak nih sperti_a bakal ada drama cinta yoonfany nih .. soal nya menyakin kan bget sih mulai yoong ngomong gimana klu taeng msih hidup trs mimpii buruk nya fany …😢😢😢 sedih dong ntr klu cinta yoonfany kmbli di uji uuuhhhh blum bsa move on dgn romantis nya yòonfany 😯😐😢 stay strong aja bwt yoonfany ya 😢😢
    Apa mimin mw bwt drama yoonfany kyk di crta red line uhhhhh ??

    Minmin updte nya jgn lma” ya hehdhehsh 😆 gk sabar jg nggu ernad updte 😆😆😆

  2. Soo masih tega ngehianatin sica..
    Kenapa nggak ketauan aja sekalian td?
    itu sebenernya Mikyung tau sooyoung udh punya sica?
    kok dia diem pas ktemu sica?
    kayaknya badai yoong sama fany bakalan cepet dateng dech..
    Itu siapa oppanya jieun??
    jangan bilang badainya yoonfany berawal dr dia..

  3. Badai ny kpn keluar Thor ga sabar ni.. Ey ampir ajj Soo ketauan sama Jessie.. Gue pngen liat mrka jadi janda seru kali.. Jeti janda pasti bnyk duren (duda keren) pd ngantri.. Gue demen moments Soosic ny..

  4. Eaaaa apakah mulai ada drama lagi pemirsa wkwkwkkw. Yang jadi oppanya jiun ya entahlah itu kali namanya siapa ya? Agak lupa ama ceritanya hehehee lu Updatenya lama sih thor. Yoongfany sweet banget padahal masa mau di timpa badai aja lagi yang bener sih. Kayaknya abis ini kena badai semua deh, kecuali yuri kekekke.

  5. thor bikin syoo ketauan selingkuh donk terus jessie hamil biar soo ngerasain sakitnya dikecewain hehehe
    duh ilah mimpi tiff semoga enggak jadi kenyataan, enggak tega banget liat mereka yang sudah romantis gitu kena badai.

  6. duh kykny ntar gi tercium aroma2 badai tuh ma yoonfany.. curiga gw sm oppany jieun.. mw ganggu yoonfany atw ggngu yoong aja ya..??

    gawat tuh si soo.. jessi ktemu klrga soo yg bru tu.. wadoohh next chap kykny badai neh.. haaha.. gw tgguin thor..

    tp ttp gw jg nunggu ff lu yg yoonfany & yoonsic yg lama2 tu .. hehe.. thx dh update n ttp smngat!!!

  7. Jeng jeng kok gw jadi delusi, ntar jangan2 oppa nya jieun mirip taeyeon? haha gamungkin kan? Duhh si soo, kenapa sekalian nggak dipergokin sih sama sica biar tau rasa -_- Semogaaaaa mimpi fany cuman sekedar mimpi, konflik gapapa lah kak tapi ya jangan bercerai berai kek dimimpi fany ituuu aihh gw sakit ati ntar ama yoong, tapi sejauh ini gw makinnn cintaa ama yoong disini, berasa gw fany nya gitu *ditampolmbaktippa lol kekeke.. oke ditunggu next chap nyaaa, btw stephen anak ke dua yonnfany yaaa?

  8. Ris setelah gw baca dari awal koq gw rasa ff lo ini rada2 belok yah dari foreword ny…..
    Part terakhir gw gak terlalu dapat feelny,, ohiyah gw curiga nih lo bakalan munculin taeng lagi…
    Oke ity aja yg mau gw blg, semangat lanjutin ff lo dan tamatin smua hahhahaha….

  9. hadehhhh sekian lama gua nunggu dan intip2 update tan The Reason Is lama bnget update nya.
    sedih gua liat part ini kelihatannya bakal ada badai atau konflik ni, thor jngan buat yoonfany pisah ya, gk sanggup gua liat nya …. hancur hati ini rasanya.
    what …. ? sica kenal dengan mikyung …..
    giman ya reaksi sica kalau tau hubungan soo dan mikyung …. akan ada perang dunia ke 3 ni. hahah
    apa yg jadi oppa nya jiuen mirip taeng ya, waduhhh gawat tu.
    mudah2 han mimpi buruk fany gk terkabul ….
    thor jngan lama2 lah update nya …
    semangat thor

    • Wahh panjang bener… Bagus bagus…
      Oke yoong nanti diuji ucapannya sama fany
      Semuanya tergantung yoong.. Apa dia pgn bertahan atau menyerah wkwkwkw
      Klo soosica.. Saat sebuah cinta mengubah manusia menjadi sangat bodoh
      Yuljin… Saat waktu membuat cinta itu tumbuh..
      Udah ngerti?

  10. badaii yoonfany coming soon nih kayanya yang jadi pengacau jieun sama oppanya itu haddeeeehh gw agak ga rela yoonfany kena badai mudah2an itu mimpi ga jadi nyata
    soo masih aja hianatin sica ga kasian apa
    itu mikyung juga udah tau soo udah ada yg punya, dy udah tau kan kalo sica istri nya soo makanya kaget gitu waktu ktmu sica

  11. Mimpinya fany pertanda apakah? Semoga ga kejadian yaa… gw bs nangis sambil guling2 klo itu terjadi, secara gw yoonfany shipper. Hahahaha….
    Gw agak2 bingung nih,anaknya yoonfany udh 2 apa msh 1 sih?

  12. aigoo..akhirnya nh ff muncul juga..
    udah bnyak kali aku nunggu ff ini.. huwah author pinter bgt deh ngebwt reader nunggu dengan sabar.
    okay well yoong fany bner* ToP dah.
    yoong gentle bner heran gw andai itu bneran ada didunia nyata .. bakal jd cowo perfect dy mah wkwkw..
    smga mimpi fany ga jd kenytaan huhuhu.. btw stephan kapan lahirnya thor? wkwkwk..
    OMG gmna reaksi sica klau tau appa seulgi itu sooyoung? aigoo pleasee jgn bkin sica nya gw skit ~T_T~
    oppanya jieun lg ngerencanain apaan tuh? huhh..

    cpet* lah update thor.
    jgn lama* hehehehe.. lanjutkan thor

  13. WAH WAH WAH akhirnya thor…. stelah skian lama intip2in update or ngk ni ff, akhirnya update jg kkeke ^_^
    Part ini rada2 bikin gw sedih baca nya. YoonFany sweet2an kek gitu tp agak2 bikin curiga gw nya ntar bakalan ada badai lgi or ngk ya? badai nya yoonfany coming soon gitu yak. curiga gw ama si jieun nya. nah itu si Soo bikin esmosi aja. bikin sica nyesel sih boleh tp jan gitu amat napa lu CHOI! #AhElah

  14. Oh thats so close for soo, kalo tadi dia gak pergi gue yakin soo pasti ketemu sica dan Bam! Drama it’s started 😢😥😢
    And please author, gue bener” gak mau ada drama”an lagi buat yoonfany 😁😥😂

  15. yoong emng suami yg keren bngt deh, salut bngt sm smua yg yoong lakukan bwt klurga kecilnya, bneran sayang bngt yoong sm ppany dn ji soo, gw jd trhura thor
    tp nih yoonfanny kok mo ada bau2 badai ya thor?jgnlah thor, udh seneng bngt liat klurga kecil mereka, masa tega misahin mereka
    sica knp msh gak mo hamil jg, tuh soo jdnya cr kebahagiaan lain kn, pdhal soo udh pgn bngt pnya baby
    nah lho mikyung ktemu tuh sm sica, drama nih kl smpe sica tau sp appanya seulgi
    tuh jieun mo ngapain sih pake nanya2 kwon yoonan, gangguin aja

  16. Ahhh padahal dikit lagi tuh syoo ketemu sama sica-_-sooyoung mau sampe kapan dah kek gitu sama sica, kasian kali sica nya…mikyung langsung diem gitu liat sica, apa dia tau klo sica itu istrinya sooyoung?
    Sooyoung kapan sadarnya, klo udh nyesel baru tau rasa deh
    Ahh yoonfany kalian bermanis2 manja dehh. Jangan sampe deh yaa mimpinya fany kejadian….

  17. aduh mama.. 😀
    akhirx kluar jg
    moga z mimpi fany gk bnran trjadi ya nantix……
    Cwek yg di mimpi fany pasti jieun
    huaaa akan ada badai d rumahtanggax yoonfany….
    Tpi ku ms bingung sm soosic gk ngerti!
    #bingung

  18. suka liat interaksi antara yoong dan putrinya,,hoho itu hubungan sooyoung sama mikyung gimana siy?? kan kasian sica kalo soo ampe berkhianat >< makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,,, ditunggu next part nya segera 😀

  19. Haiyaa.. momentnya yoonfany kurang sepertinya thor😄😄wkwk
    Itu taengor jngan2 msih hidup dan bkal jadi badai di ksah cintanya yoonfany😆😆😆 huhu di tunggu deh nextchap nya .. aha

  20. aish pdhl klo jessie dateng nya tepat waktu ntar soo langsung ketauan,,,greget gw…
    itu oppa nya jieun mau ngapain yoonfany??
    smoga aj mimpi nya ppany hanya sekedar mimpi…

    • Wahhh parahhh banget nih author 😭😭😭😭😭😭😭😭 pantesan gw cariin,mana komen gw qo ga ada,pa mank belum sempet gw kirim ehh gataunya huhuhuhu 😭😭😭😭😭😭😭 sedihnya hatiku hikz hikz hikz tp ya udah deh gapapa yg penting authornya tau klo gw udah komen

  21. setelah sekian lama gue nunggu ini ff ahirnya update juga,walaupun gue telat bacanya :v saoloh yoong knpa gentle banget subhanallah T.T ah ini yoonfany kapan bdai nya thor,rmantis mulu mereka hahaha :v soosica O.o ah gue nunggu next chap aja soosica bkalan kek gmana :/

  22. Aduuuh gue baru mampir lagi di wp mu >…< maaf yaaa, heh iyaaa sepertinya jieun mau membuat permainan menarik ya 🙂 eww yuri yejin hemmph, aduuh seulgi and sica, belum siap sica tahu tentang soo. Nice update 🙂

  23. klo dibwt full mgkn nc ny bnyk krn yoonfany,cool thor.soo udh jelas khianatin sica tp psti ad alasanny,ap kwon yuri jg gitu?kok diraba raba critany kykny psti b’hub dgn 3 wanita dr S&C.wah tmbh menarik trus thor.hwaiting q tggu kelanjutanny.

  24. soosica semakin membingungkan, soo bilang ia mencintai sica tapi kenapa dia berhubungan dengan mikyung? yoonfany memang selalu buat moment yang bisa bikin hati tersentuh. kata” yoong ke fany juga sweet banget. bagus banget deh ni ff.

  25. Ini knp paraw seobang dipertemukan ma gadis” yg baru….
    Omg!! Jng bilang perselingkuhan bkalan dimulai….
    Kasian para istri ntii…
    Sedih jg lg fanyah nangisnya gthuu…
    Hiks..hiks..

  26. kenapa makin kesini gua makin nyesek yah bacanya tapi sumpah gua gak ada punya asma loh. Gua nyesek gegara sica yg terlalu fokus sama kariernya sampe gak mau punya anak dulu dan gua nyesek gegara mimpinya fany. Moga aja Yoong bisa nepatin janjinya yeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s