Earned It Chapter V

 

 PhotoGrid_1433217119274

“Hyung.. kau sudah bertemu dengannya?” seorang pria masih mengatur bidikan tongkat golfnya. Ia terlihat begitu serius mengatur kekuatan tembakannya.. berbeda dengan pria di sampingnya yang terlihat begitu santai.. begitupun dengan gaya berpakaiannya yang begitu casual dan sporty.

 

“Sudah.. dan aku sudah melihat pria itu..” pria yang sudah selesai dengan gilirannya itu berjalan mendekati bola golfnya yang sedikit lagi akan memasuki lubang. Bola putih itu mengukir senyum di wajah si pria yang tadi memukulnya.

“Kau.. bagaimana bisa? Tapi dia tidak curiga kan??” si pria yang lebih muda dari pria tadi itu menggambar kekhawatiran di benaknya… sementara pria yang lebih tua darinya itu hanya tersenyum kecil padanya. Ia membenarkan topi golf yang tadi sempat bergeser karena ayunan kerasnya.

“Sepertinya tidak.. tenanglah..” pria yang lebih tua itu mengedipkan mata kanannya pada sang adik yang tertawa mendengarnya. Mereka melanjutkan permainan itu hingga tak terasa 1 jam telah berlalu. Keduanya kini sudah duduk di restoran dengan makanan dan minuman favorit mereka jika sedang di daerah sini.

“Bagaimana?? Dia cantik kan? Sesuai dengan tipemu Hyung..” sang adik berkata pada kakaknya yang terlihat begitu menikmati steak tenderloin yang sedang disantapnya.

“Kau tahu.. seseorang pernah berkata padaku jika kita sedang makan.. biarlah mulut.. sendok dan garpu yang bekerja untuk membuat perut kita kenyang..” sang adik kembali tertawa mendengar ucapan hyung-nya itu. Apa yang keluar dari mulut kakaknya itu memang selalu tepat dan efisien.. menusuk langsung ke hati dan otak yang mendengarnya.

“Hahaha kau mengalihkan pembicaraan saja Hyung.. jadi bagaimana?” sang kakak yang sejak tadi serius menyantap hidangannya kini menatap adiknya itu dengan wajah misteriusnya.

“Menurutmu?” jawaban yang diharapkan dari sang kakak yang memang terkenal pintar bersilat lidah.

“Well.. menurutku.. kau pasti menyukainya.. kepribadiannya cocok untuk orang sepertimu..” sang adik kembali tertawa kecil melihat kakaknya mengernyitkan dahinya.. memikirkan ucapannya tadi.

“Orang sepertiku?” sang kakak mendelikan alisnya pada sang adik yang menyeringai padanya.

“Ya.. tentu. Kau adalah orang yang sangat serius.. diam tapi tegas… bukankah kalian berdua akan menjadi kesatuan yang unik jika sudah menikah nanti?” sang kakak hanya terdiam mendengar ucapan adiknya itu.. kembali teringat pada seseorang yang selalu mengusik hatinya akhir-akhir ini.

“Mungkin.. kita lihat nanti..” dengan santainya sang kakak berbicara.. kembali focus pada hidangannya dan melupakan hal lain yang mengganggu pikirannya sejak beberapa hari ini.

========= Earned It =========

 

 

“Eunha Unnie..” Jessica sedikit berteriak memanggil wanita yang masih serius membaca buku tebal dengan kacamata bacanya. Sepertinya sahabatnya itu sedang mendengarkan music classic favoritnya hingga ia tak mendengar teriakan khasnya yang menggetarkan dunia. Jessica berjalan memeluk Unnie-nya itu dari belakang.. menyimpan terlebih dulu ice cream cake yang ia bawa dari café favoritnya dulu bersama sang adik yang masih menetap di London.

“Omo.. siapa ini?” Eunha melepaskan earphone-nya.. melepaskan tangan Jessica yang melingkar di pinggangnya tadi.. menyimpan buku yang sedang asik ia baca sejak beberapa menit yang lalu.

“Hahaha Unnie lupa ingatan rupanya. Oh ya.. kau pasti tak mengingatku karena aku bertambah cantik kan?” Eunha tertawa kecil memeluk wanita yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu. Mereka berdua kemudian berjalan menuju dapur yang tidak jauh dari ruang kerja Eunha. Keduanya menyantap makanan yang dibawa Jessica tadi dengan bahagia disertai canda dan obrolan yang menyenangkan.

“Ini begitu enak.. apa karena kau sedang jatuh cinta?” Eunha menyuap kembali ice cream cake yang sudah 2 kali ia tambah dari porsi biasanya.

“Jatuh cinta?? Dengan siapa?” Jessica mengambil suapan besar untuk dirinya.. melupakan diet calori yang sedang dijalaninya.

“Dengan tunanganmulah.. siapa lagi.. hahaha” Senyum dan tawa manis itu kembali tergambar di wajah Eunha yang akhirnya membuat Jessica tersenyum juga.

“Kim Taeyeon? heumh.. sayang sekali pria itu mencintai wanita lain.. ” Jessica tersenyum kecut mengingat kejadian kemarin tapi senyum lain tiba-tiba muncul saat ia mengingat pria yang tak pernah henti membuatnya tersenyum seperti sekarang.

“Benarkah?? Lalu.. bagaimana hubungan kalian kedepannya?”

“Entahlah.. aku menunggu perintah dari Oppa saja bagaimana kedepannya..”

“Yasudah.. yang penting kalau memang mau berpisah.. kalian berpisah baik-baik ya.. kalau mau diteruskan.. kalian harus membereskan terlebih dulu masalah ini.. yang pasti.. kau juga harus benar-benar belajar mencintainya Sooyeon-ah.. jangan menjadikan semua ini sebagai taruhan lagi. Ingat.. roda kehidupan itu berputar dan karma itu pasti berlaku.. aku mengingatkan ini berkali-kali karena aku tidak ingin kau terluka..” Jessica menganggukan kepalanya menuruti apa yang diamanatkan kakaknya itu. Well mereka memang tidak sedarah tapi Jessica merasa Eunha adalah kakak yang sudah begitu lama ia dambakan.

Sejak ia kabur dari Cali beberapa tahun yang lalu.. Eunha-lah yang menampungnya. Wanita yang telah menjadi Professor sastra di usia mudanya itu dengan ramah dan hangat menyediakan berbagai kebutuhannya. Awalnya ia curiga dengan kebaikan wanita yang lebih tuanya darinya itu tapi ketulusan Eunha menjawab semua keraguan dan kecurigaannya. Setelah 3 bulan tinggal dengan Eunha, baru Jessica mengetahui alasan mengapa Eunha begitu baik padanya. Wajah Jessica.. rupanya hal itu yang membuat Eunha baik padanya. Wajah Jessica mirip sekali dengan adik Eunha yang meninggal karena kecelakaan sewaktu Eunha baru lulus sekolah dasar.

“Oke.. baiklah Unnie.. aku akan menuruti semua perkataanmu..”

“Bagus.. gadis baik harus selalu menuruti apa kata kakaknya…”

“Kau dan peraturanmu itu..ckckck” Eunha kembali tertawa.. meminum air mineral yang ada di sampingnya.

“Oh ya.. kemarin adikmu menelponku.. dia bilang kau susah sekali dihubungi.. kenapa? Aku mencoba menelponmu juga susah sekali..” Eunha mengambil Samsung S6 Edge-nya.. memperlihatkan daftar panggilannya. Jessica melihat list itu dan matanya tiba-tiba menangkap nama yang aneh menurutnya.

“KY?Bukankah dia..”

“Sooyeon-ah.. kau belum menjawab pertanyaan Unnie-mu ini..” Eunha mengerti ucapan adiknya itu tapi ia tak ingin membicarakannya sekarang. Jessica juga tahu bahwa Unnie-nya itu terlihat enggan menjawab pertanyaannya maka dari itu ia biarkan saja kali ini. Eunha bukanlah seseorang yang suka menutupi sesuatu darinya tapi ia tahu jika menyangkut tentang hal yang sangat pribadi bagi unnie-nya itu.. Eunha akan menghindar seperti tadi.

“Oke Unnie.. baiklah.. jadi.. begini…” dan Jessica menceritakan lagi semua yang terjadi padanya kemarin sementara Eunha hanya terdiam mendengarkan dengan focus cerita adiknya yang menarik dan complicated.

Sementara itu..

“Sayang.. cepatlah sedikit..” Seorang pria di usia 45 tahunnya berdiri menunggu sang putri yang masih berjalan dengan santai dan cool membawa koper orange kuning mangganya.. melupakan fakta bahwa orang-orang sudah memperhatikannya sejak tadi.. well lebih tepat jika kita sebut kedua orang tersebut.

“Dad.. bisakah kau membiarkan mereka mengganti pakaian mereka?” Sang putri memutarkan pandangannya menuju 5 orang pria berbadan kekar dalam balutan jas hitam mereka sementara sang ayah hanya menggelengkan kepalanya ringan.. sedikit tertawa mendengar keinginan putrinya itu.

“Aku tak mau mengambil resiko kehilangan putriku lagi.. sudah cukup kakakmu yang keras kepala itu..”

“Unnie kabur Dad.. bukan diculik..”

“Tepat sekali.. maka dari itu aku juga takut kau melakukan hal yang sama.. terbutakan oleh impian konyol yang hanya memberi kebahagian sesaat..” sang putri hanya bisa mendengus kesal mendengar ceramah sang ayah tidak pernah bosan membicarakan topic yang menurutnya bodoh sekali.

Bodoh.. sungguh bodoh..

Sang ayah sama keras kepalanya dengan sang kakak yang sebenarnya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya jika ego keduanya diredam. Keduanya begitu gengsi untuk menyapa apalagi meminta maaf. Tapi syukurlah sang kakak bisa menjadi orang sukses dengan mimpi yang dipilihnya hingga hari ini. Itu adalah salah satu hal yang melegakan baginya. Setidaknya sang kakak bisa membuktikan pada sang ayah bahwa pilihannya adalah pillihan tepat.

“Heumph..”

Mereka kini sudah tiba di pintu keluar bandara.. memasuki mobil limo hitam yang sudah menunggu kedatangan keduanya sejak tadi. Bodyguard mereka mengikuti dari mobil belakang yang disediakan oleh seseorang yang menjemput mereka.

“Siap bertemu dengan calon suami..”

“Dad.. kita baru saja sampai disini.. bisakah kita bicarakan ini nanti? Lagipula Unnie…” kini giliran sang ayah yang memotong ucapan putri bungsunya itu.

“Unnie-mu akan bertemu dengan kita nanti.. tenanglah..” sang putri hanya menutup matanya lelah.. menyenderkan kepalanya ke kursi mobil.. malas mendengarkan ucapan sang ayah tentang orang yang akan mereka temui hari ini.

========= Earned It =========

 

 

“Sayang.. kau sudah menyiapkan semuanya?” Tiffany masih serius menyusun slide presentasi untuk meeting dengan komisaris dalam beberapa hari lagi saat prianya itu memeluknya dari samping.. mengamati dirinya yang begitu focus mengerjakan presentasi ini.

“Sudah.. aku sudah menyiapkan pakaian untuk kita berdua.. sesuai permintaanmu.. kita akan mengenakan couple tux dan gown.. tapi warnanya sesuai keinginanku..” Tiffany bisa merasakan kekasihnya itu sedikit mengerutkan keningnya. Ia menolehkan kepalanya pada Yoong yang menyadari pergerakan wanitanya itu.

“Kenapa?” Tiffany mulai bertanya pada Yoong yang tersenyum manis mengecup bibirnya. Pria itu menatapnya seksi.. penuh dengan sex appealnya yang tinggi… mencoba mengalihkan pertanyaan Tiffany yang tak ingin ia jawab.

“Lim Yoona..” nada itu keluar dari mulut manis Tiffany yang begitu memabukan bagi Yoong. Ia mengedip-ngedipkan kedua matanya.. mencoba terlihat imut seperti Prince.. puppy yang Tiffany anggap sebagai putra mereka yang baru Yoong beli beberapa minggu yang lalu sebagai hadiah monthsary mereka.

“Oke.. baiklah.. Pink adalah warna yang bagus.. aku menyukainya.. sangat feminine.. classy dan elegan.. sesuai sekali denganmu..” Tiffany merasakan kini tubuh mungilnya itu berpindah ke pangkuan sang kekasih yang kuat sekali mengangkatnya. Yoong membawa tubuh wanitanya itu berhadapan dengan miliknya.. mencoba menyatukan tubuh mereka dalam kehangatan yang nyaman untuk keduanya…. mencoba mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.

“Aku hanya merasa pink takkan cocok denganku Sayang.. kau tahu.. Grey adalah warna yang paling cocok denganku…” Yoong membawa kedua tangan wanitanya itu untuk bermain di dadanya.. mengelusnya penuh cinta membuat senyum itu tak terlewatkan dari bibirnya.

“Grey… eksklusif.. maskulin dan charismatic.. sesuai dengan kepribadian seseorang seperti..” Tiffany membuat lingkaran dengan usapannya itu.. sementara tangan kanannya mengelus pipi sang kekasih yang menatapnya penuh perhatian.

“Seperti Christian Grey?” ada sedikit tawa dalam senyuman itu.. dan Tiffany menyukainya. Yoong terlihat terhibur dengan ucapannya tadi. Yoong tentu tahu bahwa kekasihnya itu menyukai karakter di novel yang fenomenal tersebut. Ia setuju dengan alasan yang diberikan oleh kekasihnya itu ketika ia bertanya mengapa wanitanya itu mau membaca novel yang banyak mengundang kontroversi itu.

Esensi dari cerita inilah yang membuatnya menarik. Sex.. abused dan rated content hanya tambahan. Kau bisa melihat bahwa cinta bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik… dan aku menyukai hal itu.. karena itulah yang cinta berikan pada hidupku sekarang..’ ucapan itu yang selalu terngiang di kepala Yoong. Akhirnya… mereka membaca kedua buku lainnya bersama-sama.. dalam posisi Tiffany yang selalu berada dalam dekapannya. Sesekali ia mencuri kecupan dari kekasihnya itu.. sedikit membuat beberapa adegan manis dan menarik di buku itu menjadi lebih nyata. Dan hasilnya.. malam yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi keduanya.

Tiffany Hwang.. no.. lebih bagus jika kekasihnya itu menyandang marganya juga.. senyum itu kembali bermain di wajah Yoong.

“Ah.. mungkin seperti itu Nona Hwang.. tergantung bagaimana kau menginterpretasikannya..” Yoong berbicara menggunakan nada bisnis dan formalnya.. layaknya sang negosiator dalam setiap lobi-lobi penting.

“Benarkah?” Tiffany menaikan salah satu alisnya.. pura-pura menyangsikan ucapan kekasihnya itu. Saat ini Yoong terlihat begitu tampan dan seksi dengan wajah serius dan profesionalnya.. sisi lain dari sang kekasih yang sangat Tiffany sukai selain sisi gentle dan jahilnya yang membuat Yoong menjadi pria impian setiap wanita menurutnya.

“Oke.. bersiaplah.. Nona Hwang..” Tiffany berteriak histeris saat pria di hadapannya itu mulai menelusupkan wajahnya ke lehernya. Ia bisa merasakan kecupan-kecupan itu menghinggapi seluruh bagian lehernya.

“Yoong… aahhmm.. hahahaha.. stop it..” Desahan itu diiringi tawa sehingga Yoong semakin galak menyerang kekasihnya itu. Kedua asset yang menggodanya sejak tadi kini disantapnya dengan lembut.. lahap dan perlahan membuat Tiffany tak bisa menghentikan desahannya yang kini tak diikuti tawanya.

“Fany-ah..” mendengar suara berat dan begitu dalam itu keluar dari mulut kekasihnya.. Tiffany mengerti kemana kegiatan ini akan bermuara. Mata Yoong kini dipenuhi nafsu dan hasrat yang tak tertahan. Dengan sekali anggukan.. Yoong kembali melanjutkan penjelajahannya di surga yang akan dan selalu Tiffany berikan padanya.

 

 

========= Earned It =========

 

 

“Irene sayang.. apa yang sedang kau lakukan?” penata rambut masih melakukan pekerjaannya.. membuat tatanan gaya rambut yang sempurna untuk penampilan Jessica malam ini.

2 hari yang lalu Siwon memberi tahunya bahwa malam ini mereka akan makan malam dengan salah satu rekanan Koreana Group yang terbilang cukup penting. Mendengar hal itu lantas membuat Jessica bertanya mengapa dirinya yang harus hadir menemani Oppa-nya itu. Jujur saja.. bukannya tidak mau.. tapi ia sangat malas menghadiri acara seperti itu. Acara seperti itu… membuatnya mengingat kembali sesuatu yang sudah berusaha ia kubur dalam hidupnya sebagai Jung Sooyeon.

“Aku sedang makan malam dengan Appa.. mengapa Umma tidak jadi ikut dengan kami?” Jessica tersenyum kecil mendengar suara imut itu. Setelah berhubungan dengan Taeyeon dan Irene selama beberapa bulan ini membuatnya perlahan menyayangi mereka. Tapi ia belum yakin apa yang ia rasakan pada Taeyeon.. apalagi mengingat bahwa pria itu sepertinya masih sangat mencintai masa lalunya.

Hahaha.. Tiffany.. mengapa ia tak memikirkan hal itu?

Mereka sudah sangat dekat.. sejak dulu malah.. pantas saja kalau mereka menjalin sesuatu.

Tapi.. mengapa mereka memilih untuk menyembunyikan hal itu dari Irene?

Hal seperti itulah sebenarnya yang sedikit menganggu pikiran Jessica sejak beberapa hari ini.

“Noona.. ini pesananmu..” suara itu mengalihkan Jessica dari Irene dan telponnya. Ia menolehkan kepalanya mencari sumber suara itu. Di hadapannya berdiri seseorang yang tak ia sangka kehadirannya hari ini.

“Chen??” Jessica beranjak dari kursinya.. segera mendekati sang mantan manager yang terlihat lebih rapi dan modis dari sebelumnya.

“Noona.. Chen Liu siap melayanimu lagi hehehehe..” Senyum manis di pipi gemil putihnya itu muncul diiringi tawanya. Jessica terdiam sebentar mendengar ucapan itu.

‘Tunggu.. Siap melayaniku lagi? Apa mungkin Yoona..’ Jessica menatap Chen.. mencoba meminta konfirmasi bahwa dugaannya ini salah tapi Chen hanya menganggukan kepala nya.. menunggu Jessica menghampirintya… memberikan sambutan baginya.

“Lim Yoona… dimana?” Chen menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan pertanyaan Noona-nya itu. Jessica hanya terdiam memikirkan sesuatu yang kini mulai bermain di pikirannya.

“Umma.. hallo.. kau masih disana?” suara Irene sedikit menyadarkan Jessica dari pikirannya.

“Oh ya sayang.. Irene.. Umma masih harus menyelesaikan kegiatan Umma.. nanti Umma hubungi lagi ya.. salam sayang untuk Appa-mu ya.. saranghae..”

“Ndae.. nado saranghae Umma..” dengan itu sambungan telpon terputus dan Jessica kembali bermain dengan sesuatu yang berada di pikirannya.

“Unnie kenapa?” Ara yang baru datang membawa peralatan dan perlengkapan Jessica terheran-heran melihat bosnya itu terlihat berpikir keras. Baru kali ini ia melihat Jessica seperti itu dan itu terlihat cukup lucu baginya. Seorang Jessica Jung yang biasanya tak mau berpikir sekeras itu akhirnya berpikir juga??? Hahahahha…

“Aku juga tidak tahu.. dia tadi menanyakan seseorang.. Yoo.. Yoo.. ah Lim Yoona.. iya betul itu.. apa kau kenal orang itu?” Chen berbicara pada wanita di sampingnya itu… sedikit melupakan Jessica yang masih berkutat dengan dunianya… well pikirannya lebih tepatnya.

“Lim Yoona?? Siapa orang itu..”

“Tidak tahu.. makanya aku bertanya padamu tadi kan..”

“Ah.. mungkin saja dia orang yang menggantikan kita selama kita pelatihan di Cina kemarin..” Ara meneguk minuman yang tadi dipegang oleh Chen yang menganggukan kepalanya pelan mendengar asumsi rekan kerjanya itu.

“Yah!! Itu minuman untuk Noona!!!..” teriakan Chen sepertinya begitu ampuh menyadarkan Jessica dari Lala land-nya. Ia segera menelpon Siwon yang sayangnya tak kunjung mengangkat telponnya.

========= Earned It =========

“Hai Princess.. sudah bangun?” seorang pria masih dengan apronnya mengecup kening sang gadis yang sebenarnya cukup sulit untuk dibangunkan setiap paginya. Hari ini mungkin ia sedang beruntung saja karena princess-nya itu bisa terbangun dengan satu panggilan di telinganya.

 

“Ahh.. heumhpp.. Oppa.. aku masih mengantuk..” gadis itu menelusupkan kepalanya ke bantal.. mencoba menghindari cahaya matahari yang menyilaukan baginya. Oppa-nya itu hanya mendehem pelan.. tertawa kecil melihat keimutan yang bermain di hadapannya.

 

“Oke.. aku akan bilang pada Andrew untuk membatalkan perjalanan kita ke Buckingham hari ini..” gadis itu seketika terbangun mendengar ancaman itu. Ia segera berlari memasuki kamar mandi.. bersiap untuk perjalanannya hari ini bersama sang Oppa.. pujaan hatinya. Langkahnya terhenti saat tangan halus dan kuat itu masih menggenggamnya.

 

“Oppa?” si gadis menatap Oppa-nya itu bingung.. tapi segera mengerti saat Oppa-nya itu menunjuk sesuatu di wajahnya.

 

“Oh.. hahaha.. bagaimana aku bisa melupakan hal ini..” gadis itu tertawa kecil lalu berbalik mengecup kedua pipi Oppa-nya yang tersenyum begitu lebar menerima hal itu.

“Soojung-ah.. saat makan malam nanti.. kau harus focus..” Kenan Jung menatap putrinya itu serius. Mereka masih diam dalam mobil.. menatap lalu lalang jalanan Seoul yang sudah lama tak dikunjungi.

“Tentu Dad.. kau tenang saja..” jawaban singkat tanpa emosi itu dengan tenang keluar dari mulut Krystal Jung. Kenan tersenyum puas mendengar jawaban itu.. sesuatu yang ia harapkan dari Krystal.

“Bagus.. kau memang tidak pernah mengecewakanku..” Krystal hanya terdiam menerima kecupan di kepalanya. Ia tahu ayahnya itu pria baik.. tapi terkadang ia tak mengerti jalan pikiran sang ayah.

========= Earned It =========

“Oppa.. kau belum menjawab pertanyaanku..” Jessica dan Siwon masih duduk di kursi mereka.. menikmati alunan lagu yang bermain di mobil sejak tadi. Sudah 3/4 jam mereka melakukan perjalanan ini dan Jessica baru ingat sesuatu tentang Yoona yang ingin ia tanyakan. Well salahkan matanya yang selalu dengan cepat tertutup bila ia sudah berada di tempat yang nyaman.. kursi mobil ini salah satu contohnya hingga ia tak menyadari bahwa Swion ternyata sudah bersamanya sejak tadi.

“Kau ingin bertanya apa memang?” Siwon berbicara dengan pembawaannya yang tenang.. seperti biasa.. layaknya seorang Choi pada umumnya.

“Yoona.. kemana dia? Chen dan Ara..”

“Chen dan Ara menjadi manager dan stylist-mu lagi. Lim Yoona.. ia mengundurkan diri sejak sebulan yang lalu tapi aku baru mengabulkannya kemarin..” mobil yang membawa mereka berhenti tepat saat Siwon berhenti berbicara. Dari luar seorang pria dengan tux hitamnya membukakan pintu untuk mereka. Perlahan keduanya segera turun dari mobil itu dan berjalan memasuki restoran yang diperuntukan hanya untuk kalangan tertentu. Siwon mulai berjalan menggandeng Jessica yang terlihat begitu stunning dan georgeous malam ini mengenakan gaun hitam putih yang classic dan elegan.. sesuai dengan tux hitam classic slim fit yang Siwon kenakan.

“Apa maksudmu Oppa? Bagaimana bisa seperti itu?” Siwon memberikan senyum kecilnya.. membawa tubuh Jessica mendekat padanya.. membisikan sesuatu pada gadis itu.

“Kita bicarakan ini nanti.. sekarang kita harus focus dengan makan malam ini..” Siwon merapikan tatanan rambut Jessica yang menatapnya bingung lalu kembali membawa artisnya itu berjalan memasuki ruangan dimana orang-orang sudah menunggu kehadiran mereka.

========= Earned It =========

“Appa… akhirnya kau datang juga..” Julian berucap seraya memeluk sang ayah yang terlihat begitu tampan seperti seharusnya.. sebagai seorang Kwon. Ayahnya itu menepuk bahunya pelan lalu berjalan memasuki ruangan acara yang akan dimulai sebentar lagi.. masih menunggu para para pemainnya untuk muncul.

“Tak mungkin aku melewatkan malam ini..” Jongsuk mulai duduk di kursi tengah meja makan. Ia melihat tatanan meja yang memuaskan.. sesuatu yang sangat detail dari putranya yang jarang sekali mengecewakannya. Julian duduk di samping kanannya.. masih terlihat mempesona dengan kemeja slim fit blue dark.. jas dan celana kain cream peach-nya yang menempel erat memeluk tubuhnya yang sedikit berotot dan proforsional.

“Well.. aku berharap anak itu juga tidak melupakannya..” Jongsuk mengangguk mengiyakan apa yang Julian katakan. Ia berharap putranya yang lain tak melewatkan acara yang akan sangat menarik baginya malam ini.

“Ayah.. kau sudah mengecek lagi semuanya?” Jongsuk segera menghubungi seseorang yang mengatur semua acara malam ini. Senyum terlukis setelah ia mendengar penjelasan orang tersebut.

“Tenang saja Nak.. semuanya beres. Malah aku ingin bertanya tentang kesiapanmu.. apa kau siap menerima kemungkinan yang terburuk nanti? Kau tahu.. dari yang kudengar.. calon istrimu itu.. cukup berbeda dari wanita lainnya..” Julian hanya tersenyum mendengar apa yang diucapkan ayahnya itu. Ia tiba-tiba mengingat sesuatu yang menambah lebar senyumannya itu.. membuat Jongsuk bingung melihatnya.

“Ayah.. kau seharusnya mengatakan hal itu pada adikku nanti.. dia yang seharusnya harap-harap cemas mengingat selama ini…” ucapan Julian terpotong karena sepertinya orang yang sedang dibicarakan sekarang sudah hadir bersama mereka.

“Ayah.. Hyung..” pria yang Jongsuk dan Julian bicarakan tadi menyapa mereka dengan senyum manisnya.. berjalan dengan percaya diri menggandeng wanitanya menghampiri sang ayah dan kakak. Sang adik kini sudah berada di hadapan Jongsuk dan Julian.. terlihat serasi dengan couple outfit yang dikenakan.

“Sepertinya apa yang akan terjadi nanti akan membuat umurmu bertambah panjang..” Julian berbisik saat memeluk sang adik yang malah tertawa kecil mendengarnya.

“Well.. terimakasih Hyung.. semoga doamu dikabulkan..” Julian tersenyum menaikan salah satu alisnya.. terlihat terhibur dengan balasan adiknya itu.

“Ayah.. perkenalkan pencuri hatiku.. Tiffany Hwang..” masih dengan selera humornya seperti biasa.. Yoong memperkenalkan wanita disampingnya yang terlihat begitu cantik malam ini dengan mini dress soft pink Dior-nya.. warna yang serasi dengan kemeja slim fit sang kekasih yang dibalut setelan jas dan celana slim fit abu mengkilapnya. Tiffany membungkukan tubuhnya memberikan hormat dan menyapa Jongsuk yang tersenyum puas melihatnya.

“Senang akhirnya bisa bertemu denganmu Tiffany..” Jongsuk menyalami Tiffany yang tersenyum menunjukan senyuman khas-nya.. senyum bulan sabit yang membuat setiap orang terpaku memandanginya.

“Kwon Julian… senang bisa bertemu denganmu..” Tiffany terdiam dalam senyumnya merasakan bibir lembut dan hangat itu mengecup puncak tangannya. Senyum manis dan karismatic yang biasa ia lihat dari Yoonan kini terlukis di wajah tampan.. no.. tampan saja tak cukup menggambarkan begitu sempurnanya penampilan Julian saat ini hingga ia terlupa dengan sesuatu yang ingin ia tanyakan tadi setelah Julian mengenalkan dirinya.

Hyung.. hands off.. she’s mine..” Julian melepaskan genggaman tangan itu.. merekahkan tawa dalam senyumnya melihat sang adik yang terlihat sedikit cemburu karenanya. Kedua tangannya ia letakan di atas.. terlihat seperti penjahat yang menyerah saat akan ditangkap oleh penegak hukum.

“Haha.. apa dia selalu possesive seperti itu padamu.. Tiffany?” wanita yang ditanyakan hanya tersenyum malu menggelengkan kepalanya pelan.. menolak asumsi Julian yang tersenyum puas dalam hatinya melihat sang adik yang terlihat begitu lucu dengan kecemburuannya.

‘Well.. dia memang berharga untuk kau miliki dan possessive-kan.. dongsaeng-ku.. selamat..’ Julian berucap dalam hatinya masih bertukar pandang dengan Yoong yang menatapnya tajam.. meskipun ia tahu itu hanya guyonan semata.

‘Tapi.. apa Yoong sudah tahu bahwa kekasihnya.. heumph.. kita liat saja nanti..’ kerutan di dahi Julian yang tadi sempat ada segera menghilang setelah Yoong memukul bahunya pelan.

“Oke.. cukup Gentleman.. sepertinya tamu kita sudah tiba.. behave and enjoy the rest of the night..” dan makan malam itu.. segera dimulai ^_^

====================================

=======================

Iklan

89 pemikiran pada “Earned It Chapter V

  1. Ouh jadi yoonan sama jullian itu bukan orang yang sama, terus taeng gimana kok di gantung ya thor? Sama sica juga di gantung apalagi fany ahahaha. Fany terpesona nih sama kwon julian? Segampang apa sih dia?

  2. Jadi yoong sama julian itu orang yg berbeda???
    sebenernya apa yg direncanain sama julian dan appanya???
    jd makin penasaran..
    lanjut thor..
    updetenya jangan lama2 😦

  3. Oh my goshh aq makin bingung aja ff ini.authornya sukses banget bikin readersnya muter otak n selalu nginget-nginget gimana dg cerita sebelumnya hhhh

  4. oh beda toh julian ma yoong..
    tpi rada ribet ya thor crita nye..

    yg mslh jessi sm taeyeon lum kelar. yg jessi ma yoong jg lum kn jessi terpesona tuh ma yoong . trus jessi yg terpesona jg ma julian.. trus taeyeon ma tiffany yg kmrn2 jg lum kelar.. trus kyk ny ad rncn tuh c julian bwt yoong..

    btw pw ny ff lu above the paper gmn tuh thor.. email lu lum bagus jg?? weleh.. lama bingit ..
    RSL nye mne thor kn dh lwt lebaran.. T_T
    ttp smngt n thx dah update

    jd bingung gw pairing ny.. gw ngarep sih yoonsic hehe..

  5. Ooohh gw kiraa.. btw apa si rencana nya si Jul ama ayah nya kak? dan yoong tau kan? brarti yg maen golf tadi yoonyul kan? ohhh yoontiff uda official yakk bukan gebet lagi? trus gimana ama tae yang katanya masih cinta ama tiff? sica yang kek nya juga terpesona ama yoong? dan sica yang bingung ama perasaannya tapi uda pake salam sayang ke tae waktu telponan ama irene dan fany yang belom tau kejelasan hubungan ama tae.. ah pusing, sebenernya agak confused ngikut cerita ini soal nya mencakup banyaaaakkk karakter dan kelemahan gw adalah nginget ppffttt… oke dah ditunggu next part nya aja deh kak dan jangan lupa ama the reasons nya lohhh.. ditungguuuuuu

    • Gw juga gtw apa rencana jongsuk dan julian😅
      Hahaha iya yoonyul itu kaka adik yg tampannya kebangetan
      Iya yoonfany official.. Nah tapi…
      Hahahaha kesempatan taeny bersatu masih besar ko..

  6. jadi yoong sama julian itu kakak adek?? sebenernya julian dan ayahnya mempunyai rencana apa siy? akhirnya fany dan yoong resmi pacaran juga,, jessica itu kabur dari rumahnya kah? jangan2 krystal itu punya hubungan sama yoong makanya julian berpikiran seperti itu,,, makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,,, ditunggu next chapternya 🙂

  7. where is my baby taeyeon??? lu umpetin dimana dia???
    menemukan gaya menulis baru kah? menggunakan tanda titik dua kali (..) di akhir kalimat untuk menunjukan adanya jeda antar kalimat, huehehe…
    Oh gue melewatkan sebuah detail di chapter-chapter sebelumnya bahwa Julian bermarga Kwon sedangkan Yoona bermarga Lim, jadi emang dari awal cerita Julian Kwon bukanlah Lim Yoona, tapi mereka adalah bersaudara? Don’t say that Julian Kwon = KY = Kwon Yuri…
    I’m looking forward for next chapter…
    Fighting ^^

  8. dh mulai jls tp ttep aj bingung huufftt,yoong ma julian trnyt beda orang,kakak adek yaa mrk thor,tp kok marga ny beda?
    penasaran niich ma apa yg drencanain julian n appany,kyke yoong g tw niich n krystal ad hub nya jg ma yoong,so complicated??
    dtnggu next chapny aj deech 😉

  9. apa sih rencana julian sama bapak nye kyanya sesuatu yg berdampak besar nih, td kn yg di tmpat golf yoonyul tuh nah yg di mksd “wanita itu” siapa nih kepo gw, ini ff bner2 menguras fikiran gw jadi nebak2 mlu wkwkk

  10. Yaallah gue makiin ga ngerti :v LOl
    Julian or yoona beda Orang??? Wowowow yoonfany official 😀 tapi gue berharap yoonsiic sih :v gue nunggu next chap supaya lebih ngerti :v ahahahah BTw gue kangen thor :v

  11. laaaaaah2 kirain yoona sama julian ki orang yang sama, tahumya beda…..trus apa yang bakal mereka lakuin. semoga gak jahat dech trus ngrusak yoonfany ……
    Eh klo fany ma yoonan tae ma siapa coba???
    ditunggu next chapternya….keyeeen

  12. haduh msh lumyan bingung nih sm critanya
    itu yoong sm fanny udh bneran jadian ya, nah trus hub fanny sm taeng gmn?
    itu sica sbnernya suka sm julian apa sm yoong?
    trus yg mo di jodohin sm soojung s?
    trus mksdnya julian apa soal fanny?
    haduh msh pusing

  13. Jadi yoong sama julian kakak adik , Julian penuh dng modus nih sama appa’a ? Hahaha
    Hemm gimana taeng nih , di tinggalin fanny bentar lg mungkin sica? Ckckck

  14. Akhirnya author update..
    Yah terjawab jg di part ini siapa yoonan n julian ternyata mrk kakak adik..
    Disini kluarga kwon punya niat jahat ama kluarga jung ato gimana? Next thor ditunggu updatenya n balesan e-mailnya..

  15. Jadi yoonan sama julian itu adik kakak??tapi kok mereka berdua beda marga yaa._.
    terus apa tuhh yg dipikirin julian tentang fany..
    Yailah kalo fany udh dikenalin gitu entar taeng gimana. Bukannya ff ini cast utama nya taeny ya??kapan moment mereka, kapan mereka bersatu T__T
    Udahlah sica sama julian atau yoonan aja. Taeng sama fany aja pls u,u

  16. Apa kwon julian punya dendam terhadap taeyeon, kenapa dia nengambil fany dan sica dari hidupnya, aku sekarang malah kasian sama tae, astaga ini menjadi rumit, next chap~ i’m wait. Secepatnya hehe

  17. akhirnya yg di tunggu” undate juga,,, 🙂
    ouu br tw ternyata julian kk” & adek..
    klo yoong ma fanyah,,,brti tinggal sica nt yg galau akn hatinya antara julian n taengo,,,
    siapa ya kira” dipilih sica,,,???
    auuu khrp julian jah dech thoor,,,,gwe pnsaran lanjutannya….

    ohhh btw lanjutan above the paper kpn thor??? padahal bagus bnget lhooo, sayang klo gk diteruskan Hiks,,hiks…
    gwe nunggu sampe jamuran nichh hehe…
    gwe cmn bisa bntu do’a buat kesuksesan loe dlm buat ff yulsic n snsd yg lainnya….
    okke,,,fighting!!!! 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

  18. hello, new reader ! tpi g tw jg ding cz kyknya gw ud pernh mampir wp ini & ud comment tpi lupa kpnnya! he he
    gw berharap berakhir dgn yulsic cz gw yulsic ship ! gw janji deh klo berakhir yulsic bkl comment terus & jd reader setia! he he

  19. hadeeeeeh bingung..!!! (munculdah penyakit leletx)

    julian t hyungx yoong…….???
    trus ngapain yoona jd asistenx sica???
    ini cast utamax yoonsic????
    (hmm penuh tanda tanya)

  20. Siwon oppa jngan pisahkan taengsic loll

    Julian kkanya yoona .. and so dia psti tau hubngan taeny and taengsic aisss jngan smpe dia ksih tau yoona klw msalah taeny

    Julian.jongsuk and siwon . Ada apa dngan mreka omg thorr bkin puter puter otak hahaha

    Lanjutt

  21. udh mulai agk jls ini. yulian n yoong kakak beradik.n good news yoong udh jadian am fany bhkn udh lnjut lbh dlm. jessica yg msh galau akn persaany thp tae krn fany, tp mgkn ktm yoonfany rasa sica ke tae bs diperjls. ceritany alngkh baik klo di kmbgkn lg, terutma kisah romantis ato pdkt dr msg2 couple sgt minim. so smg cpt updateny.

  22. Sedikit demi sedikit pertanyaan gua udh kejawab. Yoonfany udh official kan yah thor? tapi entah kenapa gua pengennya yoonsic wkwk dari awal gua suka liat interaksi mereka yg unyu-unyu gitu kekeke jadi yoong ama julian adik kakak dgn kata lain yoong itu anaknya jongsuk. Julian bakal dijodohin sama sica? lalu nasibnya taeng gimana? tapi firasat gua mengatakan kalau taeny masih bisa kembali yah thor?

  23. Ping balik: Lagi baik :) | Be Different

  24. Yoong sama julian adik kakak

    Ciee yang udah official makin sweet nih👉Yoonfany😂😂
    Sica kabur karna gak dibolehin sama ayah nya ikut modeling atau gimana?
    Apa yang direncanain julian? Apa julian mau merebut fany dari yoong? Atau mau menjodohkan yoong sama wanita lain?
    Ahh penasaran, okelah lanjut baca chap berikut nya. 😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s