The Reason Is Part VI

PhotoGrid_1433229613316

Yoong berjalan memasuki kamar yang masih menyala lampunya. Sebelum menghampiri istrinya yang berada di dinding sebelah.. ia mengunjungi dulu putrinya yang sudah tertidur lelap di tempat tidur khususnya. Senyum itu muncul di wajahnya saat ia memandang malaikat kecilnya begitu damai dalam tidurnya. Pipi gemil.. halis hitam tebal.. bulu mata yang lentik dan bibir pink mungil itu sungguh menggemaskan.. membuat Yoong ingin sekali mengecup putrinya itu. Tapi yang paling ia suka adalah… saat Ji Soo tersenyum menyipitkan kedua matanya.. menampilkan kedua lesung pipinya yang mungkin diwarisi dari Taeyeon dan Tiffany.

Kim Taeyeon.. Hyungnya itu.. rasanya sudah lama ia tak mengunjunginya. Mungkin besok.. sebelum ia berangkat ke kantor.. ia akan mampir sebentar menjenguk pria yang sudah membuat hidupnya menjadi seperti sekarang.. lebih indah dan lebih bermakna.

“Kau sudah Daddy cek.. sekarang.. waktunya mengecek Mommy-mu.. selamat malam.. semoga kau bermimpi indah.. malaikatku..” senyum kecil tergambar di wajah Ji Soo saat ayahnya itu mengecup keningnya pelan lalu berjalan memasuki bagian kamarnya bersama Tiffany. Mereka bertiga memang tinggal satu kamar tapi Yoong menyekat bagian Ji Soo agar putrinya itu tidak terganggu dengan keributan yang mungkin saja dilakukannya atau Tiffany. Kamar Yoong dan Tiffany begitu luas sehingga mereka bisa membuat kamar mini untuk Ji Soo di dalamnya.

“Fany-ah.. sayang..” panggilan itu tak mendapat jawaban sepertinya. Yoong berjalan menuju kasurnya, duduk.. mengambil smartphonenya.. menghubungi sang istri yang susah sekali dihubungi baginya hari ini.

“Tunggu… sepertinya smartphonenya ada disini..” Yoong merangkak naik ke kasurnya, melepas sepatunya terlebih dahulu. Iphone 6 istrinya itu berdering tiada henti mendapat panggilan darinya. Ia mengambil Iphone pink itu.. mengecek konten di dalamnya. Senyum menghiasi wajahnya melihat wallpaper smartphone istrinya itu. Tiffany terlihat begitu bahagia menggendong Ji Soo.. menerima pelukan dari Yoong yang berada di sampingnya.. dengan senyum polosnya mengecup pinggir bibir Tiffany.

“Yoong.. kau pulang lebih cepat..” Tiffany berjalan keluar dari kamar mandi mereka dengan jubah tipis dan lingerie pink victoria secret favoritnya… hahaha favorit Yoong lebih tepatnya.. ia hanya menyukai warna pink dari baju tidurnya itu.

“Kau mandi lebih cepat.. tanpaku” Yoong berucap menggembungkan kedua pipinya.. merengut kecil terlihat seperti anak kecil yang sulking karena kehilangan waktu bermainnya yang berharga.. membuat Tiffany tertawa kecil duduk di samping sang suami yang masih lengkap dalam balutan coklat suits-nya. Ia mulai melepaskan blazer yang senada dengan kemeja dan celana Yoong yang tersenyum melihatnya.

Tiffany beranjak dari kasurnya.. berjalan menyimpan blazer Yoong lalu mengambil piyama sang suami beserta jubah mandinya. Ia tahu suaminya itu pasti lelah.. maka dari itu ia selalu meminta Yoong segera melepas penatnya dengan berendam di bathtube air hangat aroma terapi yang menyegarkan. Meskipun ia terkadang sangat sibuk.. apalagi sejak ia dan Yoojin memutuskan membuka butik dengan brand buatan mereka yang sekarang sangat diminati berbagai kalangan. Mungkin Jessica akan segera bergabung jika wanita itu sudah pensiun dari girl groupnya. Sahabatnya itu terlihat begitu lelah dan sempat mengeluh tentang salah pahamnya dengan Sooyoung yang sering terjadi akhir-akhir ini.

“Kau tahu.. sebenarnya tadi aku baru cuci muka saja..” pout itu perlahan menghilang di wajah Yoong. Tiffany semakin mendekatkan wajahnya dengan sang suami.. membisikan sesuatu yang membuat senyum khas suaminya itu kembali mekar.

“Aku sudah menyiapkan treatment special untuk suamiku yang begitu hebat dalam berbagai hal.. termasuk membahagiakanku..” Tanpa basa basi Yoong segera menarik istrinya itu dalam pangkuannya, membawa Tiffany ke dalam kamar mandi untuk melepas penat mereka… dan hasratnya yang sebenarnya tak terbendung sejak ia melihat sang istri dalam balutan lingerie pink-nya.

Satu jam telah berlalu dan kini keduanya mulai masuk ke comforter mereka, menghangatkan tubuh mereka setelah sesi bercinta mereka yang begitu memabukan dan memuaskan bagi keduanya.

“Terimakasih Love..” Yoong mengecup kening sang istri yang menganggukan kepalanya pelan di dadanya.

“Oh ya bagaimana tadi meetingnya? Lancar?” Tiffany mengelus lengan suaminya itu, masih mendengarkan detak jantung sang suami yang selalu berdetak lebih cepat jika berada di sampingnya. Detak jantung suaminya itu bagaikan melodi indah yang menghangatkan hatinya terlepas dari sweet love gesture yang selalu Yoong berikan padanya.

“Syukurlah semuanya berjalan lancar. S&C sangat tertarik sepertinya dengan perjanjian kami kali ini. Bahkan yang datang menemui kami tadi adalah para pejabat eksekutifnya.. wah.. aku sempat gugup tadi. Untung saja Yuri hyung dan Soo menemaniku..” Yoong menceritakan kembali isi dari pertemuan itu sementara Tiffany hanya mengangguk mengiyakan apa yang diceritakan suaminya itu.

“Nah saat pertemuan kedua nanti.. kau harus ikut.. mungkin kita bisa mengajak Ji Soo juga. Kalau semuanya sukses dan lancar.. aku ingin mengenalkanmu pada mereka.. aku ingin kau menjadi saksi dalam setiap kesuksesanku.”

“Tapi.. apa kami tidak menganggumu?”

“No.. kehadiranmu dan Ji Soo malah sangat diperlukan..kalian akan menjadi chearleaderku hehehe..”

“Benarkah? Bukankah masih ada Soo dan Yuri Oppa yang bisa membantumu?” Tiffany tersenyum kecil menggoda suaminya itu. Yoong hanya tertawa mencium bibir istrinya yang segera membalasnya dengan intensitas yang sama, menautkan kedua lengannya di leher Yoong yang segera menarik selimut mereka.. sedikit memanaskan tubuh mereka sebelum kembali bermain di dalamnya.

======== The Reason Is ========

“Sayang.. kau ingin apa? Aku akan memesankannya untukmu..” Jessica bertanya pada sang suami yang masih membaca korannya. Mereka berdua baru saja menyelesaikan lari pagi mereka. Keduanya kini sedang berencana menikmati sarapan di salah satu café milik mereka.. well milik Sooyoung lebih tepatnya.

“Seperti biasa saja..” Sooyoung berucap seperti biasa namun tak menatap wajah sang istri yang segera memesan sarapan mereka. Keduanya terdiam.. tenggelam dalam kesibukan masing-masing karena salah satu dari mereka tidak ada yang berani membuka topic. Jessica terdiam mengetahui bahwa semua ini kembali menjadi kesalahannya.

Kemarin malam ia lupa mengabari Sooyoung bahwa agensi mengadakan pesta untuk kesuksesan album SNSD di Jepang. Alhasil Sooyoung menunggunya hingga jam 2 pagi.. tertidur di sofa dengan majalah tentang keluarga di genggamannya. Jessica tersenyum sendu melihat lembar halaman yang Sooyoung baca.

Seorang anak itu.. adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan pada kita..”

Setelah ganti baju dan cuci muka.. menghapus make upnya.. Jessica berbaring di samping sofa bed yang cukup bagi tubuhnya dan sang suami yang lelap dalam tidurnya

“Aku ke toilet dulu.. kalau makanannya sudah datang.. kau makan duluan saja.” Sooyoung hanya menganggukan kepalanya menjawab pernyataan istrinya yang sudah berjalan menjauh darinya.

“Ah Tuhan.. sepertinya aku memang tidak bisa marah padanya.. Jessica Choi.. sihir apa yang kau berikan padaku?” Sooyoung menyimpan korannya itu.. mengacak pelan rambutnya.. mencoba menghilangkan rasa frustasi yang menghinggapi dirinya. Moment kekesalan pada dirinya sendiri itu berakhir saat ia melihat Iphone Jessica berbunyi.. menunjukan sebuah pesan masuk.

“Eh.. Minyoung Noona? Apa mungkin Jessica..” senyum segera muncul di wajah Sooyoung. Dengan semangat ia membuka pesan itu. Ia pindai isi pesan itu dan senyumnya semakin bertambah lebar. Tapi kalimat akhir dari pesan itu dengan cepat menghapus senyumnya. Tangannya menggenggam Iphone itu begitu erat dengan hal lain yang kini mulai berkecamuk di hatinya.

======== The Reason Is ========

“Sayang.. mengapa Sooyoung terlihat bad mood sekali hari ini.. tak biasanya..” Yoojin memotong kembali Pear untuk sang suami yang sengaja ia kunjungi hari ini sebagai bentuk permintaan maafnya karena kemarin ia tak bisa menemani suaminya itu untuk bertemu dengan perwakilan S&C. Keduanya kini sedang duduk santai di ruang kerja Yuri setelah menyantap makan siang yang sengaja Yoojin bawa untuknya.

“Kau benar.. biasanya ia selalu ceria dan banyak bicara.. apa terjadi sesuatu dengan Jessica?” Yuri membuka mulutnya.. menggigit apelnya itu perlahan dari mulut sang istri yang masih menggigitnya juga. Dibalik penampilannya yang karismatik dan berwibawa.. Yuri bisa begitu manja dan pervert hingga ia ingin memakan buah-buahan favoritnya itu langsung dari mulut Yoojin yang dengan senang hati mengabulkan keinginannya.

“Apa Jessica bercerita sesuatu padamu? Hemmh.. sepertinya mereka sedang ada masalah. Beberapa hari yang lalu Sooyoung mengeluh betapa inginnya ia memiliki seorang anak. Apalagi jika ia melihatku dan Yoong membawa Ji Soo dan Dong Woon.”

“Nah yang dikeluhkan Jessica berbeda. Ia akhir-akhir ini mengeluh begitu lelahnya ia dengan semua aktivitasnya di SNSD. Kemarin ia sempat membicarakan kemungkinannya untuk bergabung denganku dan Tiffany.”

“Apa kau memikirkan apa yang kupikirkan?” Yuri berucap mengecup bibir sang istri ringan.

“Heumh..” Yoojin awalnya tak mengerti maksud suaminya itu.. tapi setelah ia pikirkan lagi.. ia tahu.

======== The Reason Is ========

“Senang bisa bekerja sama dengan Anda semua..” Mi Kyung menjabat tangan para investor yang baru saja menyetujui kontrak baru dengan S&C. Masih dengan senyum karismatiknya ia mengucapkan rasa terimakasihnya.. tak menghiraukan ponselnya yang sudah bergetar sejak beberapa menit yang lalu. Acara sudah benar-benar selesai saat ponselnya kembali bergetar.

“Maaf.. aku angkat telpon sebentar ya..” dengan itu Mi Kyung berjalan kesamping ruang meeting.. mengangkat panggilan itu.

“Sayang.. ada apa?” ekspresi wajah Mi Kyung berubah menjadi lembut saat ia mendengar suara yang sudah mencoba menelponnya sejak tadi.

“Baiklah.. tapi tidak boleh makan sembarangan ya nanti.. atau Ibu akan meminta Bibi Han untuk mengantarmu pulang secepatnya.”

“Oke.. sampai ketemu nanti.. iya.. Ibu juga menyayangimu.” Dengan itu Mi Kyung simpan ponselnya dan kembali mengambil beberapa file yang sudah ditandatangi tadi.

“Seulgi pergi lagi mengunjungi pamannya?” Jieun bertanya pada sahabatnya yang menganggukan kepalanya.

“Unnie.. mengapa kau tak segera mencari pengganti Kyun Joong Oppa?” Mi Kyung hanya tersenyum kecil berjalan meninggalkan dongsaengnya yang tak tahu apa-apa tentang cintanya pada mendiang sang suami. Ia berjalan keluar ruangan meeting dengan file-file yang dibawanya… meninggalkan sang sahabat yang masih terdiam di tempatnya.. melupakan topik pembicaraan yang tadi.

“Unnie.. kau harusnya bisa cepat move on. Oh ya.. bukankah pria bermarga Choi kemarin.. dia mirip sekali dengan Oppa.. apa aku jodohkan saja mereka ya?” Ide itu seketika muncul di benak Jieun yang tersenyum cerah dengan sebuah rencana baru di otaknya.

======== The Reason Is ========

“Sayang.. apa kau benar-benar tak ingin ikut bergabung dengan kami sekarang?” Yoong bertanya kembali pada sang istri yang kini sedang merapikan tatanan rambut dan pakaiannya.

“Aku mau.. tapi nanti setelah meeting dan perjanjiannya selesai…” Tiffany tersenyum puas melihat suaminya itu terihat begitu tampan dengan tatanan rambut Slick Back-nya. Blazer Abu seragam dengan celana skiny mengkilapnya, semi formal suits yang ia beli dari Armani beberapa bulan lalu menambah wibawa dan sex appeal sang suami yang selalu terlihat sempurna baginya.

“Tapi..” bibir Yoong terdiam menerima kecupan kecil dari Tiffany yang mengelus pipinya lembut.

“Aku dan Yoojin unnie akan mendoakan meeting kalian sukses dari ruangan sebelah.. setelah semuanya selesai baru kami akan menyusul..” Yoong tersenyum menganggukan kepalanya memeluk sang istri lalu berjalan menemui kedua sahabatnya yang sudah ada di ruangan tempat jamuan dan meeting dilaksanakan.

Hari ini adalah meeting finalisasi kontrak kerjasama dengan S&C. Yoojin dan Tiffany bisa menyempatkan waktu mereka untuk menemani sang suami, berbeda dengan Jessica yang berhalangan hadir karena sedang ada jadwal dengan SNSD yang tak bisa ia cancel. Hubungannya dengan Sooyoung juga tak tahu kenapa semakin memburuk. Suaminya itu sudah dari kemarin memberikan cold shoulder & Silent treatment yang sungguh menyiksanya. Ia tahu Sooyoung butuh waktu untuk menenangkan hatinya.. maka dari itu ia lebih memilih untuk menjauh lebih dulu untuk sementara dari suaminya itu.

“Selamat pagi semuanya.. lebih baik kita mulai sekarang meetingnya..” Yoong.. sebagai pimpinan rapat hari itu.. mulai membuka rapat yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam. Jieun tak henti memandang Yoong yang terlihat begitu tampan hari ini.. sangat mempesona. Jika menjadi tampan adalah sebuah kesalahan.. maka Yoong sudah melakukan kesalahan itu padanya. Mi Kyung harus beberapa kali menegurnya pelan.. mengingatkannya untuk focus dengan rapat yang sedang berlangsung. Hal yang sama juga berlangsung pada Yejin tapi dengan cara yang berbeda. Ia menarik perhatian Yuri dengan pengetahuannya yang begitu luas. Yuri terlihat terpancing dengan triknya itu berbeda dengan Mi Kyung dan Sooyoung yang melaksanakan tugas mereka secara professional.

“Oke.. terimakasih Nona Lee.. semoga kerjasama kita berjalan lancar dan sukses..” Yoong menjabat tangan Jieun yang tersenyum manis padanya.

“Tuan Yoonan.. cukup panggil aku Jieun..”

“Oh kalau begitu.. panggil aku Yoong saja..” Jieun mengangguk cantik dengan senyum bahagianya melihat Yoong tersenyum padanya.

“Yoong sebenarnya aku ingin meminta tolong padamu untuk..” ucapan Jieun terhenti saat ponselnya berbunyi.

“Sist… Yuri mengajak kita makan siang… kesempatan yang bagus bukan?” Jieun tersenyum kecil menyimpan kembali ponselnya lalu kembali menatap Yoong.

“Oh ya Jieun.. aku ingin mengajakmu.. Nona Son dan Nona Kang untuk makan siang bersama.. apa kau bersedia?” Jieun terdiam sejenak.. terlihat berpikir meskipun ia sudah mempunyai jawaban yang ada di hatinya.

“Sure.. why not..” Jieun tertawa kecil begitu manis melihat Yoong yang tersenyum lega padanya. Jieun berjalan beriringan dengan Yoong menuju suatu tempat yang akan memberikan kejutan manis untuknya.

======== The Reason Is ========

“Silakan Nona Jieun..” Yoong membukakan pintu mobilnya untuk Jieun.. mengalahkan sang supir yang mendapat kode kedipan mata dari bosnya.

“Cukup Jieun saja Yoong.. harus berapa kali kuingatkan ya?” Jieun turun dari mobil itu.. tertawa kecil melihat pria di hadapannya. Mereka berdua berjalan memasuki taman café yang berada di sekitar Gangnam.

“Hey.. akhirnya kalian datang juga..” Yejin berjalan menghampiri sepupunya yang tersenyum lebar. Ia mengerti arti senyuman itu.. dan hal itu pasti bagus sekali baginya.

“Bagaimana progresmu dengan Mr.Y?” Yejin berbisik pada Jieun yang memberikan kode ‘OK’-nya pada sang sepupu yang segera mengerti melihatnya. Mereka masih bertukar pesan di handphone mereka.. tak menyadari seseorang yang baru saja datang menghampiri meja mereka.

“Fany-ah..” Yoong berdiri dari kursinya.. menghampiri Tiffany yang hanya datang sendirian tanpa Yoojin disampingnya.

“Maaf Tuan Kwon Yuri.. wanita itu.. siapa?” Jieun dengan santai dan polosnya bertanya pada Yuri yang tersenyum kecil mendengarnya.

“Yoong akan mengenalkannya pada kalian nanti.. oh ya Nona Kang tidak ikut?” Giliran Yuri yang bertanya dan Yejin akan dengan senang hati menjawabnya.

“Mi Kyung tadi menyampaikan maafnya karena ia tidak bisa bergabung dengan kita siang ini.. putrinya menelpon tadi.. sepertinya terjadi sesuatu yang serius..” Yejin menceritakan apa yang tadi Mi Kyung katakana padanya.

“Nona Kang sudah mempunyai putri? Wah kukira kalian bertiga masih belum berumah tangga…” Yuri tertawa kecil mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Yejin ikut tertawa bersamanya sementara Jieun tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita yang kini semakin dekat berjalan ke meja mereka.

“Well.. aku dan Jieun masih belum bertemu dengan pria yang tepat.. Mi Kyung sangat beruntung bisa bertemu dengan suaminya. Tapi sayang.. suaminya meninggal 3 tahun yang lalu saat menjadi relawan di Gaza..” mata Yejin berubah menjadi sedikit sendu mengingat lagi betapa sulitnya Mi Kyung melupakan Kyun Joong. Butuh waktu yang agak lama baginya dan Jieun untuk membawa lagi Mi Kyung menjadi Mi Kyung yang sekarang.

“Relawan?” Pembicaraan ini menjadi semakin menarik bagi Yuri.

“Ya.. suami Mi Kyung adalah seorang dokter. Jiwa sosialnya begitu tinggi sehingga ia mendaftarkan diri dan akhirnya berangkat ke Gaza. Selama beberapa bulan semuanya masih lancar tapi natal 3 tahun yang lalu menjadi hari terburuk baginya..” Yuri mengangguk-angguk mendengarkan apa yang Yejin katakan.

“Wow.. ini sungguh tak bisa kubayangkan dari seorang nona Kang..”

“Memang kenapa?”

“Kukira kehidupan pribadinya sama cemerlangnya dengan karir dan reputasinya..”

“Well.. tidak ada yang sempurna di dunia ini… dan Mi Kyung adalah salah satu contohnya.. Kita hanya harus mensyukuri dan memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang kita punya untuk hal yang lebih baik… untuk hari ini.. esok dan seterusnya…” Yuri tersenyum kagum mendengarkan ucapan Yejin. Selain pintar.. gadis di hadapannya itu ternyata bijak juga.. well mungkin itu yang ia pikirkan.

“Hyung.. kau sepertinya asik sekali berbicara dengan Nona Son.. sampai kalian melupakan kehadiran Jieun?” Yoong tertawa kecil melihat Jieun yang menatap Yuri dan Yejin sebal.

“Ah.. maafkan kami..” Yejin dan Yuri berucap bersamaan.. tersenyum malu pada Jieun yang tertawa dalam hatinya melihat hal itu. Akan sangat bagus bila ia, Mi Kyung dan Yejin nanti bisa melakukan group date bersama kekasih mereka {Yoong, Sooyoung dan Yuri}.

“Fany-ah.. dia adalah Lee Jieun.. perwakilan dari S&C yang kuceritaka kemarin..” Yoong mulai mengenalkan istrinya pada Jieun yang berusaha tersenyum sopan meskipun ia merasa aneh melihat kedekatan Tiffany dan Yoong.

“Lee Jieun.. senang bisa bertemu denganmu..” Tiffany menjabat tangan Jieun yang membalasnya.

“Tiffany Kwon.. senang bisa bertemu denganmu juga.. Yoong bercerita cukup banyak tentangmu Nona Lee..” Tiffany memberikan senyum bulan sabitnya yang terkenal pada Jieun yang membalasnya sama.

“Aku Son Yejin.. senang sekali bisa bertemu denganmu..” dengan ramahnya Yejin menjabat tangan Tiffany yang tersenyum menerimanya.

“Tiffany Kwon.. senang sekali bisa bertemu denganmu juga Nona Son.. ini merupakan sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian berdua..”

“Well sebenarnya kami bertiga.. tapi ada satu rekan kami yang tak bisa hadir karena urusan keluarga yang mendadak dan penting..” Tiffany dan Yoong mengangguk mengerti dengan ucapan Yejin. Mereka mulai duduk di kursi masing-masing. Yoong duduk di samping Tiffany di sisi kanan.. di sisi kiri ada Yejin dan Jieun sedangkan Yuri duduk di tengah.. duduk seperti leader meeting mereka hari ini. Mereka mulai memesan menu dan Jieun tak melewatkan aksi aneh yang Tiffany tunjukan pada prianya. Menurutnya.. Tiffany terlalu perhatian pada Yoong.. tidak seperti adik dan kakak biasanya.

“Yoong aku tidak tahu bahwa kau mempunyai adik secantik Tiffany..” terlihat keterkejutan di wajah Tiffany. Yuri tersenyum menahan tawanya mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Jieun begitu saja. Apa gadis itu tidak tahu siapa Tiffany? Apa ia tidak membaca berita atau apapun tentang biodata Yoong sebelumnya?

“Aku tidak mempunya adik.. Tiffany.. dia adalah istriku..” senyum perlahan terlukis di wajah Tiffany ketika Yoong mengecup tangan kanannya berbanding jauh dengan Jieun yang seperti mendapat sambaran petir saat mendengar hal itu.

“Istrimu…” itu bukan sebuah pertanyaan melainkan sebuah pernyataan yang tak mau Jieun terima dalam hidupnya. Yejin menatap sepupunya itu khawatir. Ia tak bisa membayangkan bagaimana bila dirinya ada di posisi Jieun sekarang.

“Mungkin karena kalian mirip.. kalian terlihat seperti kakak adik..” Yuri berkomentar dengan tawa manisnya.

“Kau benar hyung.. dan orang bilang.. jodoh kita itu biasanya memiliki wajah yang mirip dengan kita.. benarkan sayang?” Tiffany segera mengiyakan ucapan sang suami yang tersenyum menatapnya penuh cinta.. seperti melupakan bahwa ada orang lain di hadapan mereka.

“Tapi Sooyoung dan Jessica.. mereka tidak terlalu mirip..” perhatian Yejin dan Jieun teralihkan lagi karena pernyataan Yuri.

“Kau benar Oppa… tapi terlepas mirip atau tidak.. Tuhan telah menentukan jodoh kita.. siapa yang nantinya akan menjadi pasangan kita hingga akhir hayat nanti..” Tiffany ikut berbicara.. membuat Yuri tersenyum setuju padanya.

“Sayang sekali mereka tidak bisa hadir siang ini.. Oh ya aku juga minta maaf karena istriku berhalangan hadir hari ini..” Untuk sesaat keterkejutan itu terlihat di wajah Yejin. Jieun menatap Yuri dan Yoong bergantian… tidak percaya dengan kenyataan yang ia hadapi. Bagaimana bisa mereka sudah mempunyai istri? Mereka masih muda.. dan.. ah sepertinya otak Jieun beku saat ini. Ia tak bisa mengucapkan apapun.

“Wah sayang sekali ya..” Yejin berucap dengan senyum palsunya. Well.. menjadi seorang pemain teater sejak sekolah menengah merupakan keuntungan bagi Yejin karena ia bisa menutupi emosinya dalam kondisi seperti ini. Berbeda sekali dengan Jieun yang terlihat seperti baru ditusuk berkali-kali di tubuhnya, wajahnya menjadi sedikit pucat. Mereka kembali berbincang-bincang hingga makanan yang dipesan telah tiba.

“Ini sungguh lezat.. cobalah..” Yoong menyuapkan steak-nya pada sang istri yang tersenyum malu menerimanya.

“Yoong.. apa kau tak bisa semenit saja tidak menunjukan kemesraan kalian.. Jieun dan Yejin disini mungkin akan iri melihatnya..” Yuri tertawa kecil menggoda Jieun dan Yejin yang berusaha menutupi sakit hati mereka. Apa yang dikatakan Yuri itu ada benarnya juga.. seandainya pria bermarga Kwon itu tahu.

“Ah maafkan aku Yejin Noona dan Jieun..” Jieun dan Yejin hanya mengangguk mencoba tersenyum dengan siksaan di hadapan mereka. Yang mereka inginkan hanya makan siang ini segera berakhir sesegera mungkin.

Sementara itu…

“Mengapa kau ceroboh sekali?” Mi Kyung masih duduk di kursi mobilnya menatap pintu masuk sebuah klinik bersalin yang terlihat cukup mewah dari luar. Sudah 30 menit ini ia duduk menunggu pria bermarga Choi itu keluar. Ia ingin menyerahkan dompet dan tablet yang begitu saja ditinggalkan Sooyoung dalam perjalanan mereka ke restoran tadi siang.

“Apa terjadi sesuatu? Tapi dompetnya ada bersamaku.. apa sebaiknya kuhubungi saj..” Ucapan Mi Kyung terhenti saat ia melihat Sooyoung keluar dari klinik itu dengan air matanya. Pria itu segera berlari menuju mobilnya… tak memperdulikan seorang wanita dengan pakaian operasinya mengejarnya dari tadi.

“Apa yang terjadi? Haruskah aku..” tapi sepertinya tubuhnya tak mengikuti otaknya karena kini Mi Kyung menyalakan mesin mobilnya.. mulai mengikuti Sooyoung yang terlihat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.

======== The Reason Is ========

“Jieun begitu cantik..” Yoong dan Tiffany baru saja tiba di kamar mereka. Keduanya memutuskan segera pulang karena Ji Soo tidak ikut dengan mereka hari ini dan Yoong sangat merindukan malaikat kecilnya. Keduanya duduk di sofa mereka.. melepas penat sejenak dengan cuddling sambil menikmati coklat hangat dan the chamomile favorit Yoong.

“Kau benar.. tapi cantik itu relative..” Yoong tahu sepertinya arah pembicaraan ini kemana. Dia tertawa dalam hatinya memikirkan hal itu. Sepertinya… dia harus membuat sesuatu agar istrinya itu tahu bahwa apa yang ia pikirkan salah.

“Aku tahu.. hanya saja.. dia begitu muda… cantik.. talented dan cerdas.. jika aku bukan istrimu mungkin kalian akan menjadi pasangan yang cocok..” kancing kemeja itu masih Tiffany mainkan dengan jarinya. Yoong menghentikan aksi Tiffany dengan menggenggam jari jemari itu bertautan dengan miliknya.

“Tiffany Kwon.. apa kau berpikir bahwa aku akan tergoda dengan Lee Jieun?Heumhh?” Yoong tersenyum manis menggoda istrinya yang hanya diam.. menganggukan kepalanya pelan.

“Sayang.. jika muda.. cantik… talented dan cerdas yang kucari dari seorang wanita untuk menjadi pasangan hidupku.. aku tidak akan memilihmu sebagai istriku hingga hari ini. Aku tidak bermaksud berkata bahwa kau tidak memiliki semua yang kusebutkan itu. Yang ingin kukatan disini adalah.. bagiku kau adalah definisi dari kecantikan.. kecerdasan.. muda.. dan talented yang sebenarnya..” Tiffany yang sedari tadi menundukan kepalanya kembali menatap kedua mata kijang itu dengan keniscayaan yang bermain di hatinya.

“Muda.. jiwa dan pemikiranmu yang kreatif.. membuatmu terlihat selalu muda Sayang..” Yoong mengelus pipi kiri istrinya itu.

“Cantik.. kecantikan hatimu yang masih mau mempertahankan Ji Soo padahal saat itu kau bisa langsung menggugurkannya demi kelangsungan karirmu. Kau mempertahankan cintamu pada Taeyeon hyung dengan terus mencintainya hingga hari ini.. menyayangi Ji Soo dan aku seperti kami adalah hidup dan matimu. Kau belajar mencintaiku apa adanya aku.. tanpa melihat aku sebagai seorang pewaris Kwon Enterprise. Kau mencintaiku sebagai Kwon Yoonan… seorang idealis yang awalnya selalu berpikir bahwa hidup selalu bisa bekerja sama dengan kita.. mengikuti semua alur yang telah kita rencanakan. Itulah kecantikan bagiku yang kutemukan darimu Sayang…”Air mata itu tak disangka mengalir dari kedua mata Tiffany. Pembicaraan seperti ini.. selalu menyentuh titik paling sensitive dalam hatinya. Taeyeon.. pria itu selalu menjadi sendu tersendiri dalam hatinya.. sesuatu yang indah tapi begitu menyakitkan untuk diingat dan dilupakan.

“Cerdas.. bagiku kau adalah seorang manajer.. fashion designer.. stylist.. entertainer.. ibu.. advisor.. motivator.. teman.. sahabat.. kekasih.. dan pasangan hidup yang sempurna. Semua ilmu kau terapkan dalam semua jabatanmu itu Sayang. Sekarang.. katakan padaku bagaimana kau tidak cerdas bila kau bisa menjadi segalanya yang kuinginkan dan kubutuhkan dalam hidupku?” Tiffany tersenyum kecil dalam tangisnya.

“ Talented.. kau begitu berbakat dalam membahagiakanku dan orang-orang di sekitarmu dengan kepribadianmu yang menarik.. hangat dan menyenangkan. Itu satu dari berbagai alasan mengapa aku mencintaimu..”

“Orang bilang kita tak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang.. tapi bagiku semua hal di dunia ini terjadi karena suatu alasan yang melatarbelakanginya. Aku percaya.. Tuhan dan takdirnyalah yang menjadi alasan mengapa aku begitu mencintaimu Tiffany Hwang..”

“Yoong..”

“Shusst.. jangan menangis lagi Sayang. Air matamu begitu berharga untuk kau keluarkan. Tersenyumlah.. selalu tersenyum seperti ini tak perduli apapun yang terjadi sekarang.. besok dan seterusnya..” Air mata itu Yoong hapus dengan sapu tangan abu kesukaannya. Tiffany tersenyum dalam tangisan kecilnya menerima kecupan di dahi dan kedua matanya. Ia buka kembali mata itu.. menatap wajah suaminya yang begitu ia cintai.

“Terimakasih Yoong.. kau selalu tahu bagaimana menenangkanku..” ciuman manis itu mendarat di bibir Yoong yang membalasnya dengan intensitas yang sama. Berusaha mengatur nafas.. keduanya memutuskan pagutan manis mereka.

“Sayang.. entah itu Jieun.. Suzy.. Naeun atau siapapun nama mereka.. kau adalah satu-satunya wanita yang ada di kedua mata dan hatiku. Kumohon.. percayalah padaku..”

“Just keep being you.. jadilah dirimu sendiri.. jangan menjadi orang lain karena seseorang.. termasuk aku.. karena dengan menjadi dirimu saja.. itu sudah menjadi keistimewaan tersendiri..” Tiffany mengiyakan permintaan suaminya yang segera mengecup keningnya lembut. Dan hari itu.. mereka habiskan dengan quality time yang takkan terlupakan oleh keduanya.

======== The Reason Is ========

“Makanlah.. kau belum memakan apapun sejak meeting kita berakhir..” Mi Kyung memberikan sekotak mandu dan kue beras yang baru ia beli tadi. Perutnya tak bisa berkompromi setelah mengikuti pria di sampingnya itu berkendara mengelilingi Seoul seperti orang gila.

“Aku tidak lapar.. kau makanlah Nona Kang..” Sooyoung masih tak mengalihkan pandangannya dari gemerlap Seoul yang ia lihat dari salah satu gedung tertinggi saat ini di Seoul.

“Baiklah..” hanya itu jawaban Mi Kyung. Wanita itu mulai memakan kue beras dan mandu yang masih hangat dan lezat. Malam ini begitu dingin hingga kau mungkin bisa mati bila terlalu lama berdiri di luar… untunglah Mi Kyung dan Sooyoung menggunakan jaket dan mantel yang bisa menghangatkan tubuh mereka.

“Aku membelinya begitu banyak.. ahh sayang sekali ini harus kubuang nanti. Padahal ini begitu lezat..” Mi Kyung berbicara seolah-olah tidak ada orang disana. Ia berjalan ke bangku yang ada di atap gedung.. mengambil sesuatu dari tasnya.

“Ini dompetmu..”

“Bagaimana bisa?”

“Kau sangat ceroboh tadi… pergi dari ruang meeting saat rekan bisnismu masih ada.. meninggalkan dompetmu. Apa kau tidak sadar bahwa seharian ini aku mengikutimu berkendara begitu gila di jalanan Seoul yang padat ini?” Mi Kyung berucap tanpa menatap Sooyoung yang melihatnya terkejut dan heran.s

“Aku tidak akan bertanya kenapa kau bersikap seperti ini.. aku hanya ingin berkata… kau adalah pria dewasa.. seorang pemimpin untuk dirimu dan keluargamu.. kuharap kau bisa bersikap lebih bijaksana dengan keputusan apapun yang akan kau buat..” Sooyoung hanya terdiam menatap wanita di sampingnya itu tak percaya.

“Kau tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu jika kau belum kehilangan hal tersebut..” Mi Kyung tersenyum kecil mengingat senyuman hangat Kyun Joong yang selalu membuatnya damai. Mendiang suaminya itu.. adalah hal terbaik yang Tuhan berikan padanya. Dan Sooyoung.. entah kenapa memiliki sesuatu yang Kyun Joong miliki.. itulah mungkin yang membuatnya berada disini sekarang.

======== The Reason Is ========

“Jess.. kau kenapa?” Ini sudah kesekian kalinya Tiffany membangunkan sahabatnya itu dari dunia lamunannya.

“Ah.. aku kenapa?” Jessica tertawa kecil mengucapkan hal itu.. membuat Tiffany menggelengkan kepalanya. Ia tahu sepertinya ada yang mengganggu pikiran sahabatnya itu.. tapi Jessica adalah Jessica.. gadis yang terkadang selalu mengelak dengan masalahnya sendiri.

“Kau pasti sedang memikirkan sesuatu.. ceritakan saja Jess.. aku yakin itu akan sedikit meringankan sesuatu yang mengganjal di hatimu..” Tiffany mengelus pundak sahabatnya yang terdiam menatapnya.. bingung apakah harus menceritakan semuanya atau tidak.

“Aku merasa sangat jauh akhir-akhir ini dengan suamiku Tiff..” Jessica mulai menceritakan apa yang mengganjal di hatinya selama beberapa bulan ini. Tak ada yang salah dengan perilaku suaminya itu. Sooyoung masih pulang ke rumah mereka, masih tidur bersamanya.. masih aktif melakukan aktivitas seksual mereka.. masih mengobrol dengannya.. masih mengajaknya makan malam bersama kedua orangtuanya atau mertuanya. Tapi ia selalu merasa ada sesuatu yang hilang diantara mereka. Saat Sooyoung memeluknya.. mengecupnya.. menciumnya.. menjamah tubuhnya.. ia tak merasakan kehangatan itu lagi. Entah mengapa semuanya terasa begitu dingin dan hanya dipenuhi nafsu. Ia tahu suaminya itu memang pria yang memiliki kebutuhan seksual yang tinggi sejak mereka pacaran dulu tapi Sooyoung selalu melakukannya penuh dengan kehangatan dan cinta.

“Aku tak mengerti Tiff.. apakah ini semua hanya perasaanku atau ini semua memang benar terjadi..” Tiffany hanya terdiam mendengarkan curahan hati sahabatnya dengan focus.

“Menurutku kau harus membicarakan ini semua dengan Sooyoung. Komunikasi dan kejujuran adalah kunci penting dalam suatu hubungan.. apa kau sudah membicarakan semua ini pada suamimu?”

“Belum Tiff.. aku tak mau kami ribut lagi… tapi.. akan kuusahakan secepatnya untuk membicarakan ini semua dengan Soo..” Butiran Kristal itu mulai nampak di kedua mata Jessica. Ia merasa sedikit lega tapi jujur.. ketakutan itu juga mulai tumbuh di pikirannya.

“Kau ingin menangis? Menangislah Jessi..” Tiffany tersenyum memeluk Jessica yang mulai menangis di bahunya.

“Kau kuat Jess.. kalian pasti bisa mencari jalan keluarnya.. tuhan tidak akan memberikan suatu bencana.. musibah atau ujian melebihi kemampuan ciptaannya. Yakinlah.. dibalik semua ini pasti ada sesuatu indah yang Tuhan siapkan untukmu dan Sooyoung…” itulah yang Tiffany dapatkan dari semua yang terjadi dalam hidupnya sejauh ini. Jika dulu ada orang-orang yang bisa menguatkannya… membantunya menghadapi semua kekacauan dalam hidupnya karea kebodohan dan nafsunya.. maka sekarang ia ingin membantu orang-orang itu sebisanya.

Selama beberapa menit mereka hanya terdiam ditemanis isak tangis Jessica. Tanpa disadari Tiffany juga ikut menangis dengan sahabatnya itu. Entah kenapa ini terasa menyakitkan juga baginya. Ia tak bisa membayangkan jika Yoong memperlakukannya seperti itu.

“Thanks Tiff.. aku merasa baikan sekarang..” Tiffany melepas pelukan itu.. membiarkan sahabatnya kembali duduk di sampingnya.

“Anytime Jess.. kau tahu itulah gunanya sahabat..” Senyuman perlahan tergambar di wajah keduanya. Mereka mulai memperbaiki make up mereka saat seseorang memasuki ruangan VVIP yang mereka diami sejak tadi.

“Wah.. aku tidak mengganggu kan?” Tiffany tersenyum mengenali suara itu. Ia beranjak dari kursinya.. menghampiri sang suami yang sengaja menjemputnya.

“Hai Sayang.. aku menjemputmu di waktu yang tepatkan?” Yoong berbisik memeluk Tiffany yang segera menjawab pertanyaannya.

“Tidak.. tapi ada yang ingin kubicarakan tentang Jessica dan Soo..” Yoong mengerti dan mulai berjalan menghampiri Jessica masih mendekap istrinya.

“Hai Noona.. kau semakin cantik..” Jessica tersenyum kecil mendengar ucapan itu. Ia tahu itu bukan basa basi atau gombalan.. karena Kwon Yoong tak pernah seperti itu baginya.

“Terimakasih Yoong sudah mengatakan fakta itu..” Ketiganya tertawa kecil mendengar Jessica berkata seperti itu. Mereka bertiga mengobrol sebentar tapi harus terhenti karena pesan dari Minyoung.

“Sayang.. sepertinya kita harus berangkat sekarang.. Minyoung Noona sudah menunggu..” Yoong mulai memakai kembali Cardigan coklatnya lalu memakaikan Tiffany blazer denim dari dressnya.

“Noona.. kami harus pergi sekarang.

“Kenapa buru-buru Yoong?”

“Hari ini Fany ada jadwal chek up dengan Minyoung Noona.. aku sudah tidak sabar menunggu jagoan kami lahir nanti..”

“Jagoan? Anak kalian laki-laki? Mengapa kau tidak memberitahuku Tiff?” Tiffany hanya tersenyum polos mengangkat kedua tangannya.. melirik sang suami yang tersenyum begitu lebar seperti anak kecil yang baru mendapat hadiah dari kedua orangtuanya.

“Sebenarnya aku sendiri belum tahu jenis kelaminnya. Tapi Yoong sangat yakin bahwa anak kedua kami ini adalah laki-laki..” Yoong menganggukan kepalanya penuh percaya diri.. masih merangkul istrinya itu dalam dekapannya.

“Ya.. kami akan mengetahuinya hari ini.. Minyoung Noona akan memeriksanya. Kalau begitu.. kami pergi dulu.. Tunggu dulu apa jagoan?” Yoong tiba-tiba merundukan tubuhnya.. mendekatkan kepalanya dengan perut Tiffany yang sudah cukup membesar.. mulai berkomunikasi dengan sang jabang bayi.

“OKe.. Aunty Jessica.. Stephan bilang aunty Jessica harus selalu bahagia dan tersenyum begitu cantik untuknya..” Tiffany hanya tertawa kecil mendengar celoteh suaminya itu sedangkan Jessica.. wanita itu tersenyum sedih mendengar ucapan itu. Andai saja beberapa bulan yang lalu ia memutuskan untuk menjaga harta karunnya.. mungkin ia akan merasakan kehabagian yang sahabatnya itu rasakan.

======== The Reason Is ========

“Appa.. aku ingin membuat ini..” seorang anak perempuan menunjukan model Lego terbaru yang baru ia terima hari ini pada sang ayah. Sang ayah yang disebut tadi hanya tertawa kecil lalu mengiyakan keinginan putrinya itu.

“Baiklah.. tapi kau harus memberikan Appa sesuatu nanti hehhehe..” sang ayah memberikan tawaran baru pada putri-nya yang terlihat berpikir sesuatu setelah mendengar hal itu.

“Oke.. aku akan memberikan Appa setengah dari pudding manggaku nanti.. setuju?” sang putri memberikan senyum termanisnya pada sang ayah yang terlihat berpikir lalu segera menggelengkan kepalanya.

“Tidak mau? Heumh.. aku akan memberikan setengah pudding manggaku dan susu coklatku.. setuju kan?” lagi-lagi sang ayah menggelengkan kepalanya.. terlihat tak setuju dengan keinginan putrinya itu.

“Oke.. aku tidak tahu apa yang diinginkan Appa.. jadi Appa ingin apa?” sang ayah terlihat berpikir sebentar lalu tersenyum dengan ide cemerlangnya. Ia membisikan sesuatu ke telinga sang putri. Putrinya itu segera berlari membawa sang ibu yang masih menggunakan apron yang terpakai cantik di tubuhnya.

“Ada apa ini? apa kalian ingin makan siangnya terlambat sehingga membawaku kesini?”si ibu bertanya dengan penasaran sementara si ayah segera menarik si ibu untuk segera duduk di samping kanannya sementara si putri di samping kiri si ibu. Si ayah segera memanggil pembantu rumah tangga yang segera berlari menghampiri mereka yang berada di ruang tengah.

“Bibi.. tolong foto dengan bagus ya..” dengan itu si ayah memeluk si ibu dari samping kanan sedangkan si putri dari samping kiri.. mengecup pipi si ibu yang tersenyum kaget menerimanya.

“Oke.. sekali lagi..” si ibu semakin kaget saat pinggir bibirnya bersentuhan dengan milik si ayah sementara putrinya hanya mengecup pipinya begitu dalam. Si ayah hanya tersenyum sendiri dengan aksinya.

“Bagaimana bi? Bagus?” si ayah segera menghampiri pembantunya itu.. melihat kembali foto yang baru saja diambil. Senyum kepuasan itu segera muncul di wajahnya melihat foto-foto itu.

“Sempurna.. terimakasih bibi Koh… kau memang daebak hehehe”

“Kembali kasih Tuan.. terima kasih sudah menambah kebahagian baru di rumah ini.. baiklah saya permisi dulu.. makan siang masih harus disiapkan karena Nyonya masih disini hehehe..” ucap si bibi pelan yang segera diaminkan pria di sampingnya itu.

“Seulgi apa maksudnya ini Sayang?” Mi Kyung kini mulai memberikan tatapan interogasinya pada sang putri yang segera menunjuk pria yang berjalan menghampiri mereka.. masih dengan senyum bodohnya yang ajaibnya begitu tampan.

“Aku yang memintanya membawamu kesini.. sudah.. lebih baik Nyonya besar kembali memasak saja ya.. sang raja dan putri sudah kelaparan hehehe..” Mi Kyung sedikit berteriak kaget karena pria itu tiba-tiba menggendongnya.. berjalan menuju dapur dengan kerennya.

“Apa yang kau lakukan?” Mi Kyung menatap pria itu heran… tapi tak berusaha terlepas dari gendongan si pria.

“Membawamu ke dapur.. dan membuatkanku makanan favoritku..”

“Hei.. siapa yang bilang aku akan membuatkanmu makanan favoritmu?” Mereka kini sudah sampai dan Mi Kyung segera melepaskan dirinya dari jeratan pria itu.

“Umma.. buatkan saja apa yang Appa minta.. please..” Seulgi kini muncul memeluk ayahnya dari samping.. terlihat begitu cute dengan aegyeonya.

“Oke.. oke.. kau tahu senjata ampuh untuk membuatku menuruti kemauanmu Tuan Choi..” Mi Kyung angkat tangan dan mulai kembali memasak hidangan yang sudah ia siapkan tadi.. sebelum dua orang tadi menculiknya.

“Baiklah.. kami akan menyemangatimu dari sini yaa.. semangat Mi Kyung Umma…” Sooyoung dan Seulgi duduk di meja makan.. mengamati Mi Kyung yang kembali sibuk memasak dengan Bibi Koh di dapur.

“Appa.. kau akan terus bersama kami kan?? Tidak akan pergi lagi??” pertanyaan itu bagaikan tamparan untuk Sooyoung. Sesaat ia hanya diam memandangi Seulgi.. beralih ke Mi Kyung.. lalu kembali ke Seulgi lagi.. gadis cilik yang sukses mencuri hatinya sejak pertama kali mereka bertemu 4 bulan yang lalu.

“Appa.. kenapa diam saja??” pertanyaan itu kembali membangunkan Sooyoung dari Lala Land-nya.

“Tentu Sayang.. Appa akan selalu bersama kalian..” Seulgi tersenyum riang mengecup kedua pipi Appa-nya yang hanya terdiam dengan senyuman yang terlihat dipaksakan. Moment mereka terhenti saat ponsel Sooyoung bergetar.. menunjukan pesan yang baru masuk.

Sica:

Kita jadi makan malam dengan Daddy dan Mommy kan? Cepatlah pulang.. aku merindukanmu..

Soo:

Tentu.. aku juga merindukanmu.. sampai ketemu nanti..

‘Maafkan aku Sica.. kau adalah istriku.. tapi Mi Kyung dan Seulgi.. mereka adalah rumahku..’ Senyum kesedihan itu tak bisa Sooyoung bending saat ia melihat kembali foto pernikahannya di dinding chat mereka.

 ===============================================

=============================

Semua terjadi karena suatu sebab..

cermati dan pahami..

oke.. selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya..

Next Update adalah.. Earned It..

Do you guys wanted it?

Do you??

Cause i want it so bad hehehehe

My heart want what it want…

Bye… See you soon

Iklan

129 pemikiran pada “The Reason Is Part VI

  1. annyeong
    Ok gue suka bnget dngan obrollan pntr yoonfany akn dfnsi cnta dan khidupan,,,dan itu bnr2 bkin snyum,,mnis bnget dan bgtu crdas kt2ny pnuh dngan mkna,,dan mslh drma yg mlai mncul,,gue sllu prcya bdai pasti berlalu,,jdi hnya mnggu mslah wktu aj,,,,
    Ok siiip dech
    Ttap smngatttttt
    Gomaomao,,,,,

  2. Yoong manis banget astoge. Kata2nya bikin melayang. Gimana fany ga makin cinta kalo tiap hari selalu dimanjakan dan dikasih kata2 romantis kek gitu;3
    Eh sooyoung…..kok jahat sih. Awalnya gue kira itu yuri eh ternyata….ih parah. Entar kalo udh kehilangan sica baru tau rasa deh. Nyeselnya baru deh dateng-,-sica keguguran yaa??kok bisa??gegara itu syoo jd jauh sama sica??
    Poor sica 😦 yg kuat yaa kalo sampe tau kenyataannya sooyoung begitu T_T

    Yeaayyy earned it. Can’t wait. Taeny segera datang wkwkwk

  3. Yoonfany seperti biasa selalu so sweet…
    Hwaaaaa soosica sepertinya udah kena badai nih, tega banget sooyong menghianati jessica…

  4. Okeh ini sumpah sedih banget liat nasib Soosic kaya gitu, bukan bearti jessie salah syoo maen sama yg lain juga keselllll
    ah kalau yoongfany mah selalu maniszz sukak
    nextnextnextnext ☺

  5. Yoonfany makin sweeet y??? Envi dah bacanya…..semoga tetep seperti itu.
    Sooyoung kamu selingkuh???? Kasian jessi… dan apa sbnrnya yg dilakukan jessi mpe sooyoung berubh gitu..
    kereeeeen ceritanya.. .

  6. Okeee salam kenal kayaknya gue reader baru disini, ekh luapa deeeh hahajaj, ini ceruta super duper hmm menarik, yoonfany sweet banget. gue kurang nangkep masalah soosic tapi pasti ini ada hubungannya dengan kandungan jessica. Tapi entahlah gue kurang paham karna yang paham disini hanya sang pembuat cerita. Gue juga kurang suka ama tindakan soo juga. Heemmm sudahlah gue kagak mau panjang lebar lagi. Intinya gue punya jwaban sendiri, betul atau tidaknya ditunggu kelanjutan ceritanya hahahah. Keep fighting ya author-san. Ganbatte kudasai

  7. hueee..
    C yoong sweet bgt sih..
    mkin sukak gue ma ff ini..

    tp ttp yg pinter tu ya author ny dong ya.. yg bwt kata2 tu sm..
    keren..keren..

    badai deh tuh soosica.. jd sica yg kmren tu kguguran thor??.. jessi sih g mw jujur az ma soo kmren2.. jdny bgtu kn.. jgn lama2 thor badainy kasian CS yg ini..

    ttp smngat lnjutin nulis ff nye ye. thor.. anw thx dah update..

  8. Akhir nya yg di tggu” dtg jg ..
    thanks author heheheheh😀
    yoonfany sllu so sweet bget mereka sibuk sama di dunia mereka sndri so cheesy couple sllu ajh bsa buat org disktr_a envy ama mereka 😀
    pgen lihat bnyak moment_a yoofany family soal_a jrg da moment jiso ama yoonfany kyk nya sweet bget deh ni klrg 😄
    Soosic so complicated 😕

    Bkl nggu updte nya lgi 😀 jgn nympe sekali sebulan sih thor 😃 bru updte hehehehe

  9. akhirny yg ditunggu2 update jg ><
    DEMIAPA!! itu si yoong.. hadeuhh gmn si fany kgk tmbh klepek2 coba.. kata2ny itu weyyy ^_^
    YOWLOH!! itu bneràn si soo?? udh brani maen tikung2 gitu? ampe nikah gitu? yasalam mak!! mnta di begal bngt lu choi!! xD udh kehilangan sica baru tau lu ih!!
    lgian sica ny kyk gitu jg sih… aishh yoweslah gw yakin aja stiap badai pasti berlalu.

    btw thor, pls jan skali sbulan jg napa update ni ff ^_^

  10. Aaakkk manis nya yoonfany, ntar malem 21 romadhon gw bakal doa biar calon suami gw bisa se hot, sexy, bijak kek yoong, Duhh kak nemu karakter dimana si haha.. klo bukan bulan puasa mungkin ya bakal tebar nc keknya si yoonfany, dann ohh ternyata sica pernah hamil gt? dan soo pasti itu uda tau kan? soosica uda di landa badai, kok gw gayakin ya rumah tangga yoonfany ada badai. Pokonya jjang banget lah yoonfany.. kecehh 😀 Ditunggu chap selanjutnya… ^^

  11. Akhirnya update juga ff ini, tiap hari gua nungguin update tanya.
    Yoonfany makin sweet aja. Apa gk fany makin cinta aja sm yoong. Yoong selalu bisa buat fany merasa seperti wanita pling di cintain.
    Kasian liat sica. Walau pun sica slh, seharus nya soo bisa ngomong, cerita apa, knpa smpe sica ngelakuin suatu perbuatan yg buat hati soo sakit. Jngan main tikung2 gini.
    Mknnya so blajar buat bisa mengetahui hati istri mu.
    Badai nya menyakitkan x ni buat sica.
    Liat aja soo klau kamu udah kehilangan sica baru tau.
    Dan buat sica juga harus bisa jujur ke soo knpa bisa ngelakuin itu. Dan perjuangin deh rumah tangga kalian.
    Thor panjang bnget ya komen gua.
    Di tunggu thor lanjutannya. Badai nya jngan kelaman buat soo sm sica.
    Gua pengen liat badai di rumah tangga yoonfany biar agak geregetan ceritanya. Hahahahah

    • wihhh keren nih… panjang bgt komennya hehehe
      gw suka ^_^
      pokonya gw ucapkan thanks a lot karena masih setia dan perhatian sama cerita ini ^_^
      klo kata fany mah i promise you a better day… klo kata gw buat kalian.. i promise you a better story ^_^

  12. Yahh soo ada2 aja dah kenapa harus kaya gtu ckckk apa dy bakal pisah sama sica????
    Yoonfany the best dah iri nih sama pasangan ini hehee

  13. hmmmmm…. gue sensi sama suaminya jess. udahan, bubar aja mereka.. wkwkkwkw, its okay masih banyak yang menunggu. XD
    ya ampun, Yoong… tau aja cara bikin Tiff bahagia kayak gitu ^^

      • ahhaha iya ih.. udah lah sica sama yang lain aja daripada diduain. aishh emosi gue sama suaminya. hahah lo makin nambah alasan gue untuk sensi sama tuh org. bisa2 ngefek ke couple yg di the heirs XD

        Yoong atuh ^^

  14. aigoo.. akhirny updte juga.. dri skian lma penantian.
    wkwkwk..
    awww so chessy yoong.. slalu bikin tiffany berbunga2 #eaaaa
    omo! what happen with soosica? apakah soo slingkuh sma mi kyung? omona!!

  15. WHAT THE HELL!!!!!!!!! 😨😨😨
    busettt sooyoung knp kayagitu????????????IHHH gw gedeg banget klo ngeliat da perselingkuhan dsni hufttt
    Sejak kapan tuh orang nikah m c mi kyung itu??grrr nyakitin jessica gw j 😈 jangan krn jessica ngegugurin anak mereka lantas dy berbuat kayagitu dbelakang jessica!!!!!! Jessica ngelakuin kygt krn tuntutan dr pihak kerjaannya!!! Arghhh kesel bgt gw!!!!
    Author awas j u kalo bikin yoong gw kygt,gw garot u nanti 😬
    Ettt dehh kenapa gw jadi marah2 #sabar2

  16. haduh haduh yoonfany emng pling jago kl manis2an
    yoong emng pling bs bikn fanny slalu bahagia, moga aja trus kyk gitu
    hehe jieun sm yejin mendingn cr laki2 lain deh
    nah lho jd sica keguguran ya, mngkn krn kecapekan
    tp soo sharusnya gak gitu jg, kasian jg kn sica

  17. Yoong lu bikin gue melayang aduuuhh >_< dan yang paling keren authornya inimah :v hahahh thor kata"nya yoong nyes banget dah gue juga pengen :v Sica lu bikin SESUATU ya -_- aahhh sudah kuduga pas waktu soo baca sms dari pani itu pastiiiiiii…..ish Jessica -_- yaaa ada seulgi disini hahahah :v

  18. Hah jd soo selingkuh sampe punya anak? Aigoo kasian sica ..
    Kaya’a serruu tuh yoonfany di kasih badai .kekeke
    Biarin jieun beraksi .haha

  19. Yah .sorry baru comment..baru baca kak✌✌ ceritanya aku habis camp hihi

    Btw yoonfany sweet banget..tapi soosica kok ga ada manis manis nya gitu :3..kasian mereka ..Kalau soo sama minkyung..sica sama siapa?masa iya sama tyler *eh salah fokus* 😂😂
    Aku nunggu banget lanjutan ff lain..Fighting kak😘

  20. Seneng gue ma ceritanya makin seru & makin bagus..
    Ckck Soo udah kecantol duluan ma Kang min kyung..ko bisa y thor??
    Selanjutnya siapa si Yoonan atau Yuri????

  21. oh man!!soo selingkuh?!apa krn jess batal hamil nya??
    electrick shock!!omo!!ya ampun soo ntar klo jess tau bisa berabe nih…
    ck yoonfany sweet kebangetan dah…

  22. waaah dh banyak ktinggalan ff km thor,lama g maen n ninggalin jejak,mian yaaaa :),mw mlai bca lg niich…
    sllu yaaa yoonfany sweet bgt,yoong keren bgt kata2ny,gmn fany g makin cinta coba..
    yaaahh thor ni soosica knp,mulai muncul badai,soo mlai maen2 dblkng sica,mgkn soo mang kcwa ma sica tp g gini jg kn carany,kasian sica,moga bs sling jujur dech kduanya biar mslh cpt kelaarr…
    thor klo mw minta pw lwt apa???

  23. Woaaaa thor keasikan baca sampe lupa koment chap 1-5 ahahah.. mian
    Oh ya thor ak reader baru ni annyeong☺😊 pas baca chap 1 ak kira panul bakalan ngegugurin kandungannya, di luar dugaaan baru kali ini baca pairing yoontiff jarang bgt tp ngefeel bgt thor ak ngerasain pas tiffany punya suami brondong ky yoona trs memulai awal membangun keluarga brg yoona daebak!!!👏👏 eeee pas akhir ko soo sm mi kyung yaa mksdnya soo bilang klo mikyung dn seulgi adalah keluarga apa sblmnya mrk sdh menikah? Lalu kemanain jessica ㅜㅜ seandainya yul blm nikah ㅜㅜ thor lanjutkaaann thor

  24. Hai hai haiii..
    Gw nongol lg..hehhe
    Whoaa..sprt biasa ya gw ketinggalan.hahha
    Trnyata udh byk yg diupdate.tp gw mulai baca dr sini dlu yaa..yg lain nti nyusul.sorry yaa..gw baru smpt maen lg kewp lo.ok skrg fokus!
    Hmmm..gw suka bgt cara yoong mndefinisikn cnta n lain sbginya it ke fany.lbh tepatnya cara pikir lo ngembangin hal itu.gw kagum..hehe
    Mskpn jieun udh tau klo yoong udh nikah tp gw msh khawatir.lo gak brniat bikin rmhtgga mrka dilanda badai kn??
    Hiks..jangaan..rmh tgga yg laen aja deh..biarin sweet moment ttp milik yoongfany.hahaa mwnya gw.
    Dan soo..what wrong with u???
    Knp bs jd sma si mi kyung??
    Trs sica gmn?
    Heleh heleeh..bingung gw.msh bute’ eh buram..hahha
    Idiih..tumben komenan gw pnjg yaa..kkkk..
    So dtggu lnjutannya yaaa..

  25. jadi soo selingkuh sama mi kyung??karena sica belum ngasih anak sama soo??hadehhh kasian sica..
    yoongfany bikin aq diabetes krna trlalu sweet ihh…
    next lah

  26. yoonfany makin sweet aja deh, sedangkan soosica malah lagi diterpa badai. soo selingkuh yaa?? sica cepatlah bertindak sebelum soo bertindak yang tidak diinginkan.

  27. yoong emg pria yg romantis abis sll bikin fany mkn cinta, bhkn mslh byun tae msh klh am yoong. tae emg sll byun tp klo yoong sll pny cr sndri melkukn am fany. pelan n tulus. kata2 yoong pnh cinta utk fany tdk akn dia dpt dr orla.
    omo ap yg trjdi am SooSica? soo selingkuhin Sica, ad ap sbnrny ap mslh ank? kn bs dibcrkn, soo sbr n ngertiin sica dong cr th ap alsnny. msk ktm mikyung udh selingkuh.kasihn sics😢😢

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s