I’m Not The Only One Part I

PhotoGrid_1433500034927

“Heumh.. sudah jam 7.. aku harus segera bangun..” Tiffany dengan malas menggerakan tubuhnya memasuki kamar mandi. Matanya masih sedikit terpejam tak memperdulikan sekitarnya. Ia mulai mengambil sikat gigi.. berkumur dan mulai menggosok giginya. Beberapa menit kemudian ia membuka pintu kaca tempat shower dan bathtube berada.. mulai membasuh badannya dengan sabun dan shampoo aroma terapi yang bisa sedikit menenangkan pikiran dan hatinya.

“Heuh.. malam yang aneh.. kepalaku terasa pusing sekali..” Tiffany berucap mengeringkan tubuhnya. Ia berjalan memakai bathrobenya berjalan dengan rambut coklat brunettenya yang sudah didekap handuk pink mini miliknya.

“Ini saja sudah cukup..” masih dengan nada datarnya Tiffany memilih sebuah dress putih bercorak hitam di samping-sampingnya. Ia mulai mengenakan dress itu.. mengeringkan rambutnya dan menata wajah serta rambutnya dalam dandanan simple. Dalam beberapa menit kedepan.. Tiffany kini sudah siap mengendarai mini cooper pink-nya. Ia memainkan lagu mellow seperti biasanya namun yang keluar tak seperti yang inginkan.

“Yasudahlah.. mungkin aku harus menyuruh paman Jin untuk memperbaikinya nanti..” Tiffany masih melajukan mobilnya tak menyadari perubahan yang terjadi di sekelilingnya. 35 menit telah berlalu dan kini ia sudah tiba di kantor Taeyeon.. kantor yang dibangun oleh suaminya itu dengan susah payah.

“Selamat pagi Nona..” pria tua penjaga pintu itu menyapa Tiffany dengan senyum hangatnya. Tiffany hanya mengangguk biasa tak terlalu memperhatikan pria tua itu. Ia berjalan menuju lift executive dan menekan lantai tertinggi di gedung itu. Saat lift itu terbuka.. tak ada orang lain yang menaikinya.. hanya ia sendiri yang berada di dalamnya. Beberapa menit berlalu dan kini ia sudah tiba di lantai 30.. puncak tertinggi di perusahaan mendiang suaminya.

“Selamat Pagi Nona Hwang..” Jiyeon berdiri menyapa Tiffany yang segera memasuki ruangannya. Jiyeon tersenyum kecil melihat sikap bosnya itu. Ia memang sudah terbiasa melihat sikap Tiffany yang terkadang acuh tak acuh pada orang disekitarnya.

“Selamat pagi Tuan..” Jiyeon masih berdiri menyapa seorang pria yang terlihat begitu tampan dalam jas baby blue-nya.

“Nona Hwang sudah datang?” pria itu bertanya dengan senyum dimple­ di kedua pipinya membuat Jiyeon tersenyum melihatnya. Pria itu memang sudah terbiasa datang setelah Tiffany masuk ke ruangannya. Rambut Hitam bergaya Mohawk British-nya tertata begitu rapi.. membuat pria itu tetap terlihat modis dan trendy seperti artis-artis diluar sana dengan karisma Gentlemannya yang manis.

“ Sudah Tuan.. baru saja.. apa Anda perlu sesuatu?” Pria itu mengangguk mendengar jawaban Jiyeon. Ia mengeluarkan sesuatu dari leather case coklatnya, membuat senyuman Jiyeon semakin mengembang.

‘Heumh.. seandainya saja aku yang mendapatkan itu..’ ucap Jiyeon dalam hatinya menerima benda itu dari si pria tadi.

“Tolong berikan ini saat ia sedang tak ada di ruangannya ya.. terimakasih.. aku pergi dulu ya.. oh ya.. btw.. kalungmu cocok sekali.. cantik!” pria itu berjalan membalikan direksi tubuhnya lalu memasuki lift yang kebetulan segera terbuka untuknya.

======== I’m Not The Only One ========

Jarum jam sudah menunjukan pukul 14.50 tapi Tiffany belum menyentuh makan siang yang sudah berada di meja kerjanya sejak tadi. Ia masih melihat gundukan file-file yang sudah ada di meja kerjanya sejak tadi pagi. Hari ini banyak sekali yang harus ia periksa dan tandatangani dan itu cukup mengalihkan pikirannya dari sang mendiang suami yang begitu ia rindukan kehadirannya. Rasa lapar itu tak mengunjunginya.. mungkin itu karena sandwich smoke beef cheese yang tadi pagi berada di mejanya.

“Unnie.. mengapa kau ada disini? Bukankah kau seharusnya pergi dengan Oppa?” Seohyun berjalan memasuki ruangan Tiffany yang masih serius membaca proposal di tangannya. Ia menutup kembali proposal itu, mengalihkan perhatiannya pada sang adik ipar yang baru datang.

“Oppa? Siwon Oppa?” Seohyun tertawa menggelengkan kepalanya. Ia kini duduk di hadapan calon kakak iparnya itu dengan tawa manisnya yang menghibur.

“No Unnie.. kau kan hari ini janji bertemu dengan Edward Kim..” Tiffany terdiam mendengar ucapan adik iparnya itu. Edward Kim? Desainer yang terkenal dengan rancangan busana pengantin? Untuk apa ia menemuinya?

“Unnie… mengapa kau diam saja? Ah.. kau pasti merindukan Oppa ya??” Seohyun tertawa lagi menggoda Tiffany yang semakin bingung dibuatnya.

“Seohyun-ah.. tunggu.. aku tak mengerti kenapa aku akan menemui Edward Kim. Untuk apa?” Tawa itu mulai mereda.. tergantikan dengan raut kebingungan di wajah Seohyun yang mendengar pertanyaan calon kakak iparnya itu.

“Unnie.. kau pasti kelelahan ya sampai lupa seperti ini?” Seohyun menyentuh dahi Tiffany yang semakin bingung dibuatnya.

“Seo.. apa dia sudah siap?” Seorang wanita masuk ke ruangan Tiffany sedikit terburu-buru. Mata Tiffany terbelalak melihat wanita itu. Ada sedikit rasa takut.. malu.. marah dan menyesal saat ia melihat mata coklat keemasan itu. Tiffany segera menundukan kepalanya tak mau lama-lama menatap wanita itu.

“Tiff.. apa yang kau lakukan?” suara wanita itu membuat Tiffany segera menegakkan wajahnya, mencoba berani menatap wanita itu secara langsung.

“Jessica… aku..” Tiffany tak bisa melanjutkan kata-katanya saat wanita yang diam-diam mencintai mendiang suaminya itu kini sudah ada di hadapannya.

“Kita harus pergi sekarang atau seseorang akan begitu marah…” dengan itu Jessica membawa Tiffany berjalan keluar dari ruangannya tanpa memperdulikan kebingungan yang Tiffany tunjukan di wajahnya.

======== I’m Not The Only One ========

“Akhirnya kau datang juga..” Edward menepuk kedua tangannya dengan kebungahan yang tergambar di wajahnya. Ia berjalan memeluk Tiffany yang masih terdiam tak mengerti dengan semua yang terjadi padanya hari ini. Semua orang begitu aneh dengannya hari ini. begitu pula Jessica dan Seohyun yang mendadak menjadi begitu baik padanya.

Seohyun.. Tunggu dulu.. setau Tiffany.. gadis itu masih berada di Amerika.. melanjutkan study kedokterannya di UCLA. Mengapa dia ada disini sekarang?

Dan Jessica.. mengapa wanita itu bersikap seolah ia tak memiliki salah apapun padanya?

Selama perjalanan ia hanya terdiam karena jujur ia masih terlalu pusing dengan semuanya. Belum lagi rasa lapar yang tiba-tiba melandanya. Kedua matanya terpejam begitu saja selama perjalanan hingga akhirnya terbuka lagi setelah tiba di butik Edward Kim.

“Kau terlihat kelelahan.. memikirkan sesuatu?” Tiffany hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaan perancang yang sudah berumur itu. Rasa lapar itu kembali menghinggapi dirinya.

“Baiklah.. lebih baik kau langsung naik ke atas ya.. asistenku sudah menyiapkan gaunmu.. dan.. kejutan untukmu.. hehehe” Edward tersenyum riang membawa Tiffany menaiki tangga diikuti Jessica dan Seohyun di belakangnya. Dalam beberapa menit dan mereka kini sudah berada di atas.. lantai 2 butik Edward yang dipenuhi gaun-gaunnya yang indah. Tiffany terhenyak melihat keindahan itu.. teringat sesuatu yang membuatnya tersenyum sendu dalam pikirannya.

“Taeyeon-ah..” gumamnya lembut dalam hati.. merasa sakit dalam ingatannya akan mendiang suaminya itu. Pikirannya berkecamuk entah kemana sehingga tak sadar bahwa asisten Edward mulai mengganti bajunya, mengenakan dress merah muda manis yang membalut tubuhnya indah.

“Anda sangat cantik Nona.. calon suami Anda pasti sangat menyukainya nanti..” ucap salah satu asisten Edward yang menatapnya penuh kekaguman.

“Baiklah.. sekarang saatnya mereka melihat keindahan ini..” asisten Edward yang lain ikut berbicara.. membuat Tiffany kini kembali kesadarannya.

“Tunggu.. apa yang terjadi padak..” ucapannya terhenti saat tirai itu terbuka dan sepasang mata hitam indah itu menangkap perhatiannya.

“Beautifull.. sangat indah..” senyum dimple itu kini kembali muncul di wajah baby face pemiliknya. Pria itu berjalan mendekati Tiffany yang mematung beku di tempatnya.. tak bisa mengalihkan pandangannya dari pria itu.

“Hyung pasti akan senang sekali melihatmu..” pria itu tersenyum lebar memberikan tangannya pada Tiffany yang masih tak mengalihkan pandangannya.

“Kau.. seperti sedang melihat hantu.. apa ada sesuatu yang aneh denganku Fany-ah?” Pria itu kembali bersuara membuat Tiffany terbangun dari lamunannya. Ia mengelus wajah pria itu dengan perlahan.. mengamati satu persatu bagian yang disentuhnya. Ingin memastikan apa yang dilihatnya ini nyata atau tidak.

“Hei.. bicaralah.. kau membuatku takut..” Pria itu tertawa kecil memegang tangan Tiffany yang masih berada di pipinya. Air mata itu perlahan tanpa ijin mengalir begitu saja dari kedua matanya. Pria itu terlihat sedikit panik melihatnya.

“Yah Fany-ah.. mengapa kau menangis?” Pria itu segera menghapus air mata di wajah Tiffany yang masih diam tak menjawabnya.

“ada apa?” Jessica berjalan menghampiri pria itu.. membuat Tiffany menatapnya heran.

“Jessica.. apa dia.. Taeyeon?” Tiffany bertanya pada Jessica yang menatapnya bingung. Segera ia anggukan kepalanya bertambah heran saat Tiffany menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Taeyeon? Kim Taeyeon? Apa ini mimpi??” Jessica kini semakin bingung saat sahabatnya itu terlihat shock. Ia mendekati Tiffany yang berurai air mata di wajahnya, sedikit mengacaukan tatanan make-up-nya.

======== I’m Not The Only One ========

“Fany.. mengapa kau menangis?” suara itu seperti sebuah panggilan yang membangunkan Tiffany dari kenyataan. Ia mencari asal suara itu dan bertemu pandang dengan sosok pria yang tak asing baginya.

“Siwon Oppa?” Pria jangkung dan kekar itu berjalan mendekatinya.

“Nah.. calon pengantin prianya sudah datang.. syukurlah..” Taeyeon tersenyum menepuk bahu sepupunya yang terlihat begitu tampan dengan balutan tux merah mudanya yang lembut.. sepadan dengan gaun Tiffany.

“Pengantin?” Tiffany kini semakin bingung.

“Tiffany Hwang.. jangan bilang kau hilang ingatan karena kau menunda makan siangmu. Oh.. apakah kau masih menjalankan diet ketatmu?” Jessica berucap.. berdiri disamping Taeyeon yang segera menggenggam tangannya.

“Diet ketat? Untuk apa?” Taeyeon bertanya pada wanita di sampingnya yang ia lingkarkan lengannya di pinggangnya. Jessica tertawa kecil mengingat percakapannya dengan sang sahabat.

“Well.. calon istri sepupumu itu ingin membuat tubuhnya semakin proporsional di hari pernikahannya nanti..” Bisik Jessica pada Taeyeon yang mengangguk-angguk mendengarnya.

‘Tunggu dulu.. ini semua tak mungkin terjadi.. apa mungkin..’ Tiffany berucap dalam hatinya dengan wajah bingung dan berbagai pikiran yang berlalu lalang di otaknya.

“Seohyun-ah.. bisa kau menemaniku sebentar.. sepertinya ada sesuatu yang lepas..” Tiffany berucap sambil menunjuk belakang punggungnya. Ia memberikan tatapan memohonnya pada Seohyun yang segera berjalan menghampiri.. membawa Tiffany kembali ke ruang ganti baju.. meninggalkan Siwon.. Jessica dan Taeyeon yang heran dan tertawa kecil melihatnya.

======== I’m Not The Only One ========

“Unnie.. kau kenapa?” Seohyun bertanya pada calon kakak iparnya yang terlihat begitu aneh hari ini… terlihat begitu kacau.. tak seperti biasanya.

“Seohyun-ah.. kau harus menjawab jujur semua pertanyaanku.. kumohon jangan dulu tanyakan sesuatu padaku dan jawab semua pertanyaanku sejelas mungkin..” Tiffany terlihat begitu mendesak dalam nadanya. Seohyun menganggukan kepalanya menjawab permintaan Unnie-nya itu. Mereka kini sedang berada di ruang ganti yang cukup luas.. sehingga memungkinkan beberapa orang memasukinya.

“Baiklah.. oke.. ceritakan apa yang terjadi saat ini? mengapa aku ada disini.. memakai gaun ini dan mengetahui bahwa Siwon Oppa adalah calon suamiku?” Tiffany mencoba menenangkan hatinya. Bagaimana bisa hal aneh seperti ini terjadi padanya?

“Oke.. saat ini kau sedang melakukan fitting untuk pernikahanmu dengan Siwon Oppa 2 bulan lagi. Kalian akhirnya memutuskan untuk menikah setelah 2 tahun berpacaran..”

“Aku.. dan Siwon Oppa?”

“Unnie.. minumlah dulu.. sepertinya kau kelelahan hingga seperti ini..” Seohyun tersenyum kecil memberikan minuman yang daritadi ia bawa untuk Unnie-nya itu.

“Lalu.. Taeyeon? bukankah aku dan Taeyeon..”

“Taeyeon Oppa yang menjodohkanmu dengan Siwon Oppa. Kau begitu mengagumi Siwon Oppa hingga kau selalu meminta Taeyeon Oppa untuk mendekatkanmu dengan Siwon Oppa. Well.. akhirnya setelah pendekatan cukup lama.. akhirnya Siwon Oppa memintamu menjadi kekasihnya dan disinilah kalian sekarang..” Tiffany hanya terdiam mencoba memahami apa yang sedang terjadi padanya sekarang.

‘Ya Tuhan… bagaimana bisa?’

“Jadi.. apa yang kau inginkan?”

“Tentu saja aku ingin Taeyeon kembali hidup. Daripada ia meninggal.. aku lebih baik menghukum diriku sendiri.”

“Bahkan jika semua kenangannya tentangmu terhapus? Atau dia menceraikanmu? Atau.. dia menikah dengan orang lain yang begitu dekat denganmu?”

“Sejujurnya.. semua itu bukan hal yang kuinginkan. Tapi jika memang itu terjadi.. setidaknya Taeyeon masih hidup. Aku masih punya kesempatan untuk bisa bersamanya.. meskipun itu kecil dan tak mungkin.”

“Jadi.. jika kau memiliki keinginan.. apa itu?” aku menatap keatas langit dan terdiam.

“Aku ingin mengulangi semuanya dari awal dan memperbaiki kesalahanku.”

‘Apa mungkin.. wanita itu yang membuat semuanya.. seperti ini?’

“Unnie.. apa ingin kupanggilkan Siwon Oppa? Kau begitu pucat.. kurasa lebih baik kalian menunda fitting-nya.. kau terlihat tidak sehat..” Tiffany menggelengkan kepalanya cepat.. tak memperdulikan khawatirnya Seohyun padanya.

“No Seohyun-ah.. lebih baik kita lanjutkan saja.. aku baik-baik saja..” Tiffany tersenyum kecil meyakinkan Seohyun dan mulai membawa gadis itu keluar dari ruangan ganti.. kembali menemui orang-orang yang sudah menunggunya daritadi.

======== I’m Not The Only One ========

“Seo.. apa Tiffany baik-baik saja? Tadi dia terlihat begitu pucat dan.. bingung..” Jessica bertanya pada adik sepupu Taeyeon yang ikut pulang bersamanya.

“Aku setuju.. tadi dia terlihat linglung.. apa Fany bercerita sesuatu padamu?” Taeyeon yang menjadi supir mereka ikut berbicara, bertanya pada sepupunya yang duduk di kursi belakang. Tiffany tadi pulang bersama Siwon yang memaksa ingin mengantar calon istrinya itu mengingat kondisi Tiffany yang tiba-tiba menurun setelah mengetahui fakta yang terjadi padanya hari ini.

“Tidak.. Unnie hanya terdiam.. tak berkata apapun. Dia hanya bertanya apa yang sedang dilakukannya hari ini di butik tadi..”

“Tiff bertanya seperti itu? aneh sekali.. mana mungkin orang bisa tiba-tiba amnesia.. kemarin saja dia masih begitu semangat tak sabar mengenakan baju pengantinnya..” Jessica yang duduk disamping Taeyeon… memandang jauh ke depan.. teringat dengan hebohnya sang sahabat yang begitu bahagia dan bersemangat dengan pernikahannya.

“Kau benar Unnie.. Fany Unnie terlihat begitu bahagia menceritakan bagaimana Siwon Oppa melamarnya saat itu..” Senyum kecil itu muncul di wajah Taeyeon yang masih focus mengemudikan mobilnya. Jessica menatap pria di sampingnya itu sebentar lalu tersenyum manis membelai tangan Taeyeon yang masih berada di dekatnya.

“Oh ya? Baguslah..” Taeyeon berkomentar singkat.. memberikan senyum manisnya pada sang sepupu dan wanita di sampingnya.

“Hahaha.. Oppa.. kau kan yang sudah menjodohkan mereka.. jadi kau patut berbahagia. Oh ya.. kapan kau menyusul Fany Unnie dan Siwon Oppa?” Seohyun bertanya dengan wajah polosnya meskipun ia tersenyum nakal menggoda Oppanya itu.

“Seohyun-ah..” Jessica tersenyum malu mendengar pertanyaan sahabatnya itu sementara Taeyeon tertawa melihatnya.

“As soon as possible..” dan dengan kedipan matanya.. Taeyeon tersenyum tampan menatap wanita yang duduk di sampingnya.. tertunduk malu seperti kepiting rebus.

======== I’m Not The Only One ========

Tiffany POV

“2009.. Perusahaan ini masih sama.. tapi sekarang menjadi milik Siwon Oppa..” aku benamkan kepalaku ini di bantal pink-ku. Kepalaku tak tahu kenapa terasa pusing sekali memikirkan hal ini. Baru kemarin aku mengunjungi makam Taeyeon dan sekarang priaku itu sudah ada di hadapanku dengan senyum lesung pipinya yang manis yang begitu kurindukan.

“Yang berbeda.. hanya aku sekarang menjadi calon istri Siwon Oppa.. bukan Taeyeon..”Mata itu kembali kubuka menatap lagi langit-langit kamarku yang dihias layaknya langit luar dengan awan dan langit birunya yang cerah… tapi tak secerah hatinya.

“Sepertinya yang dikatakan wanita itu benar.. semua keadaan menjadi terbalik sekarang. Taeyeon masih hidup.. tapi aku bukanlah miliknya.. aku malah menjadi milik sepupunya.. bahkan kami akan menikah.. Oh Tuhan!!! Mengapa semuanya menjadi kacau seperti ini??” aku elus kasar kepalaku ini.. masih mencoba memahami hal paling aneh tapi nyata yang terjadi padaku saat ini.

“Hey… berhati-hatilah dengan yang kau inginkan Stephanie Hwang Miyoung Kim..” tiba-tiba bayangan itu kembali muncul di ingatanku. Wanita aneh dan misterius itu.. ya.. kemarin aku masih ingat bahwa aku berbincang dengannya.

“Apa mungkin ini maksudnya?” aku tertegun lagi..masih merasakan bahwa semuanya adalah mimpi.

“Tentu saja aku ingin Taeyeon kembali hidup. Daripada ia meninggal.. aku lebih baik menghukum diriku sendiri.”

“Inikah yang dimaksud dengan hukuman itu? Aku berada di dekat Taeyeon… tapi aku tak bisa memeluknya.. tidak lebih dari seorang sahabat. Lalu Jessica.. dia menatap Taeyeon penuh dengan cinta.. apa mungkin mereka??” Hal-hal itu berkecamuk di benakku membuat kepalaku semakin pusing. Kupejamkan kembali kedua mata ini.. mencoba mencari ketenangan yang belum bisa kurasakan.

“Sejujurnya.. semua itu bukan hal yang kuinginkan. Tapi jika memang itu terjadi.. setidaknya Taeyeon masih hidup. Aku masih punya kesempatan untuk bisa bersamanya.. meskipun itu kecil dan tak mungkin.”

.. setidaknya Taeyeon masih hidup…

Aku masih punya kesempatan untuk bisa bersamanya..

“Ya.. benar.. Taeyeon masih hidup.. aku masih bisa bersamanya…” Aku terbangun membuka kedua mataku. Rasanya sesuatu mulai muncul di otaku.. solusi.. ya.. solusi itu mulai menunjukan batang hidungnya.

“Tapi Siwon Oppa.. pernikahan kami..” Aku menatap foto besar yang baru kutahu terpampang di kamarku yang baru. Disana ada Siwon Oppa yang memelukku dari samping kanan sedang aku memeluk lengan kiri Taeyeon yang tersenyum begitu manis pada kamera dengan Jessica yang memeluknya dari samping.. sama seperti gaya Siwon Oppa yang memelukku penuh cinta.

“Ya.. aku bisa membatalkan pernikahan ini dan aku.. aku bisa bersatu denganmu Taeyeon-ah..” Aku tersenyum optimis menatap pria yang akan selalu menjadi cinta pertamaku.

======== I’m Not The Only One ========

Satu minggu telah berlalu sejak perubahan aneh yang terjadi dalam hidup Tiffany. Setiap hari ia mencoba untuk terbiasa dengan kehidupan barunya itu.

“Kau begitu cantik…” Siwon mengecup tangan kanan Tiffany yang baru tiba di restoran fine dining yang terlihat mewah dari luar. Tiffany tersenyum kecil berterimakasih pada pria di hadapannya itu.

Tiffany dan Siwon berjalan beriringan menuju tempat yang telah ditentukan dalam undangan. Kemarin malam Jessica berulang tahun dan hari ini adalah malam perayaannya. Meskipun berasal dari keluarga berada.. Jessica tak ingin pesta ulang tahunnya itu dirayakan secara mewah dan besar-besaran. Setelah diskusi dengan sang ibu yang begitu memanjakannya.. akhirnya pesta itu dilakukan di salah satu restoran mewah di Seoul meskipun yang diundang hanya orang-orang terdekat saja.

“Nah.. itu birthday girl-nya.. ayo kita ucapkan selamat pada Jessica..” Siwon menggenggam tangan calon istrinya itu masih melanjutkan langkahnya. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendekati Jessica yang masih sibuk berbincang dengan tamu-tamunya.

“Hai Jessi.. selamat ulang tahun..” Tiffany tersenyum memeluk wanita di hadapannya itu. Jessica membalas pelukan itu dengan hangat.

“Kau begitu cantik.. buka kotak pink di kamarmu nanti ya.. itu adalah hadiah dari kami..” Siwon mengedipkan mata kanannya.. tersenyum misterius memeluk Jessica yang jadi penasaran.

“Hahaha.. baiklah tuan Choi..” Jessica memukul pelan lengan Siwon yang ikut tertawa dengannya berbeda dengan Tiffany yang sibuk mengedarkan pandangannya mencari pria yang seharian ini tak ditemuinya. Ada sesuatu yang ingin ia beritahukan pada Taeyeon malam ini.. dan itu menyangkut masa depan mereka.

“Kau mencari seseorang?” Perhatian Tiffany teralih saat Jessica bertanya padanya.

“Tidak.. aku hanya penasaran saja kenapa Taeyeon tidak ada disini sekarang..” Siwon tersenyum kecil mendengar nama itu. Ia tarik tangannya kebelakang, mengepalkan tangan itu.

“Sayang.. mungkin Taeyeon telat.. tidak mungkin dia tidak datang kan.. apalagi ini acara special Princess Jung..” Siwon tertawa lagi menerima pukulan kecil dari Jessica yang tersenyum malu dibuatnya sementara Tiffany hanya terdiam tak tahu harus bereaksi apa. Ia tahu maksud Siwon tapi ia tak mau mengerti hal itu. Selama ini baik Taeyeon maupun Jessica tak mengkonfirmasi hubungan mereka jadi Tiffany yakin hubungan suami-nya dan sahabatnya itu hanya sebatas teman dekat.

“Selamat malam semuanya..” suara itu melukiskan senyum manis di wajah Tiffany. Ia segera berbalik melihat sumber suara itu. Di belakangnya berdiri Taeyeon dengan Tux biru langitnya, terlihat begitu serasi dengan gaun malam seksi dan elegan yang Jessica kenakan.

“Hai Hyung..” Taeyeon menghampiri Siwon dan memeluknya.

“Kau cantik sekali malam ini Fany-ah..” Taeyeon berbisik di telinga kanan Tiffany saat memeluknya membuat gadis itu tersenyum begitu lebar dibuatnya. Ia beralih menghampiri Jessica yang tersenyum manis dengan wajah aristokratnya yang terlihat dingin dan unproachable.

“Aku belum terlambat kan? Taeyeon berucap sambil memeluk Jessica yang tertawa kecil mendengarnya. Ia melepaskan pelukan itu dan mencubit pipi Taeyeon yang meringis kesakitan menerimanya.

“Better late than never..” Taeyeon tersenyum begitu lebar mendengar hal itu. Ia memandang Jessica dari atas kebawah.. mengamati penampilan gadis itu malam ini.

“Sica.. kau cantik se.. ka… li malam ini. We’re match made in heaven..” Bisik Taeyeon membuat Jessica tersenyum malu mendengarnya.

“Oke.. karena semua sudah datang..” Jung Ara mengedipkan mata kanannya kea rah Taeyeon yang tersenyum mengerti secret gesture ibu Jessica yang baru datang menghampiri mereka bersama Daniel Jung di sampingnya.

“Lebih baik kita mulai pestanya sekarang.. officially..” Ara berucap membawa putrinya dan Taeyeon berjalan menuju meja yang sengaja disiapkan untuk cake Jessica. Dan perayaan ulang tahun itu pun dimulai.

======== I’m Not The Only One ========

“Fany-ah.. kau akan kemana?” Siwon berdiri menghampiri wanita yang baru saja tiba di mejanya tapi hendak pergi lagi. Calon istrinya itu terlihat begitu bersemangat dan terburu-buru setelah pergi ke toilet. Sesuatu pasti terjadi dengan kekasihnya itu.

“Aku harus menelpon Jiyeon.. ada sesuatu yang penting Oppa..” Tiffany tersenyum kecil berjalan meninggalkan Oppanya itu.. berjalan menuju taman belakang restoran.. tempat yang disebutkan pelayan saat ia menanyakan kemana perginya Taeyeon yang menghilang sejak tadi.

“Belok kanan.. lurus dan belok kiri.. oke.. aku sudah mengikuti arah yang tepat..” Tiffany masih berjalan menyusuri lorong restoran yang terbilang luas. Senyum mulai mengembang di bibirnya ketika ia melihat Taeyeon berdiri memandang langit yang begitu indah malam ini.. bertaburan bintang dengan sinar rembulan yang menemaninya.

“Ini kesempatan yang bagus.. akan kukatakan semuanya padamu Sayang..” Tiffany begitu semangat melangkahkan kakinya menghampiri sang suami yang mengalihkan pandangannya kesamping.. tersenyum begitu lembut melihat sesuatu. Tiffany yang penasaran pun berjalan lebih dekat lagi lalu bersembunyi di pohon yang cukup besar untuk menutupi tubuhnya. Dari tempat berdiri.. ia bisa melihat seseorang menghampiri Taeyeon yang akhirnya disusul oleh suami-nya itu.

“Kau datang juga akhirnya..” Taeyeon mengecup kedua pipi gadis yang kini berdiri di hadapannya. Sang gadis hanya tertawa kecil lalu menggandeng Taeyeon untuk berjalan mendekatinya lebih dekat.

“Mana mungkin aku melewatkan malam indah ini tanpamu?” gadis itu menatap langit di atas kepalanya.. tersenyum begitu cantik dan indah.. seperti langit malam ini. Hati Taeyeon berdesir menerima senyuman itu. Ia tak henti menatap keindahan yang tuhan ciptakan di sampingnya saat ini.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?” gadis itu tersenyum kecil melihat Taeyeon yang menggelengkan kepalanya. Untuk sesaat mereka berdua hanya terdiam menikmati kehadiran masing-masing dengan kenyamanan yang tak terelakan. Tiffany masih diam mengamati Taeyeon dan gadis itu.

“Ada bintang jatuh.. ayo make a wish..” gadis itu tersenyum begitu semangat memejamkan kedua matanya, merekatkan kedua tangannya, berdoa semoga keinginannya dikabulkan. Taeyeon mengikuti permintaan gadis di sampingnya itu, tersenyum dalam doanya.

“Apa yang kau minta tadi?” Taeyeon bertanya pada gadis di sampingnya tadi.

“Aku hanya ingin terus bisa bersama dengan orang-orang yang kucintai dan mencintaiku..” gadis itu tersenyum mengalihkan pandangan matanya kembali menatap bintang-bintang sementara Taeyeon.. ia tak bisa mengalihkan tatapan matanya yang kini mulai mengkhianati akalnya.

“Aku sudah memberitahumu.. lalu kau bagaimana?” gadis itu mendelikan mata coklat safirnya.. menatap Taeyeon tajam dan penasaran.

“Aku hanya meminta semoga apapun yang kau doakan.. dikabulkan tuhan.. dan terwujud..” tatapan itu melembut saat Taeyeon mengucapkannya.

“Semoga..” tangan gadis itu sekarang Taeyeon genggam dengan kehangatan di dalamnya. Gadis itu tersenyum lembut menatap Taeyeon yang berada di sampingnya.

“Dan aku.. aku membantu Tuhan mewujudkan..”

“Maksudmu?”

“Menikahlah denganku.. dan aku akan berusaha menjadikanmu wanita paling bahagia didunia ini.. Jessica Jung..” Taeyeon mengeluarkan box Kristal kecil disakunya. Ia membuka kotak itu.. memperlihatkan sepasang cincin yang sudah ia siapkan untuk Jessica sejak jauh-jauh hari.

“Jessica.. Please don’t..” ucap Tiffany lirih masih mengamati hal itu. Meskipun ia tak bisa terlalu jelas mendengar percakapan mereka, ia tahu arti dari gesture yang Taeyeon berikan pada Jessica sekarang. Suaminya itu sedang melamar wanita yang Tiffany tahu begitu mencintai suaminya itu.

“Sica..” Taeyeon kembali berucap karena Jessica masih terdiam belum memberikan jawabannya.

“Put the ring on me Taengoo..” Jessica tersenyum manis melihat Taeyeon yang mulai memasangkan cincin itu di jari manisnya begitu pula Jessica yang mulai memasangkan cincin itu di jari manis calon suaminya.

“Terimakasih Sica.. terimakasih..” Taeyeon mulai mengecup kening Jessica.. tak menyadari tangis dalam diam yang Tiffany teriakan dalam hatinya melihat hal paling menyakitkan baginya saat ini.

 ===========================================================

====================================

Next Update is..

PhotoGrid_1433217119274

PhotoGrid_1433229613316

PhotoGrid_1433598131758

PhotoGrid_1433152972448

oke.. bagaimana???

any comment guys??

note: gw bikin semua posternya sendiri hehehe maklumilah kalau jelek

Iklan

128 pemikiran pada “I’m Not The Only One Part I

  1. Hi thor!!!!jad ni ff kelanjutan ff yg kemarin2 ya,wahhhh fanny dapat karma tuh selingkuh ma siwon,makanya skrng jad istri siwon trus jes malah pacaran ma tae,

  2. Kaya nano nano… ketika kalia menjadi sepasang suami istri, dan Hal buruk pun terjadi.. suami mu meninggalkan mu.. menjadikan mu hidup seorang diri tp ketika bangun tdr.. semuanya terbalik… cwo yg menjadi suami mu yg telah mati di hidupkan kmbli.. bukan sbgai suami mu melainkan tunangan sahabat mu.. ironis.. saat ucapan berubah menjadi do’a ^^ itu lah yg tuhan kasi.. DEJAVU momment sad TAENY 😊..

  3. Hukuman buat tiffany kejam banget kyaknya thor, smpe2 gue bingung gimna dia bsa melaksnkan dan menyelesaikn hukmnnya sndri.. Tpi spdan lah dgn kelakuanny dlu, dri pda taeng trsakiti untk yg kedua klinya mnding dia sama jessica aj..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s