The Reason Is Part V

jessica-marie-claire31

“Tiff!!!!” suara lumba-lumba itu membuat Tiffany menjauhkan Iphone pink itu dari telinganya. Ia kini sedang menikmati pemandangan sore hari di Maldives bersama suami tercintanya. Ini adalah hari terakhir perjalanan bulan madu mereka yang sudah berlangsung selama 2 minggu. Besok pagi rencananya mereka akan kembali ke Seoul, bertemu lagi dengan orang-orang tercinta mereka terutama Ji Soo.

“Jess.. kau bisa merusak telingaku..” Yoong tertawa melihat istrinya berbicara menutup telinga kanannya. Dari kejauhan ia bisa mendengar Jessica meminta maaf pada istrinya.

“Okay Jessi.. ada apa?” Tiffany kini mulai bertanya pada sahabatnya yang tidak biasanya menelpon saat jam-jam seperti ini. Biasanya sahabatnya itu masih sibuk dengan urusan girl group atau dengan kekasihnya.

“Tiff.. Soo melamarku kemarin malam dan kami akan menikah beberapa bulan lagi.. kau tahu.. aku masih harus memberitahukan semuanya pada agensi dan yang lainnya.” senyum itu segera muncul di wajah Tiffany. Yoong yang sudah tahu hal ini sebelumnya ikut tersenyum juga mengetahui bahwa sahabatnya itu berhasil mengeksekusi rencananya.

“Wah.. Chukkae Jess.. semoga semuanya dilancarkan sampai hari H-nya ya.. oh ya bagaimana detailnya?”

“Thanks Tiff.. ya semoga semuanya dilancarkan. Calon suamiku..” Tiffany tertawa dalam hatinya mendengar Jessica mengucapkan kata itu. Siapa yang menyangka seorang Jessica Jung yang sedari dulu selalu bermain dengan hati pria kini dengan bangga akan mengikat hidupnya dengan pria yang dulu tak ia sukai?

“melamarku saat kami makan malam dengan Daddy dan Mommy. Soo melamarku langsung kepada Daddy. Itu sungguh manis.. aku tak bisa berkata-kata saat itu. Aku tak menyangka Soo bisa semanis dan segentle itu Tiff. Apa mungkin Yoong yang menyebarkan virus gentlemannya pada kekasihku? Well.. jika seperti itu aku harus berterimakasih padanya..” Tiffany kini tak bisa menahan tawanya mendengar hipotesis sahabatnya itu. Well diantara Yuri.. Yoong dan Sooyoung.. memang yang terlihat gentle sekali pada wanita adalah Yoong tapi bukan berarti Yuri dan Sooyoung tidak kan? Hahaha..

“Kenapa kau tertawa?” Jessica bertanya dengan rengutan dan kebingungan.

“Nothing Jess.. jika kau penasaran kenapa tak kau tanyakan pada orangnya?”

“Maksudmu?”

“Hallo Jessica Noona..apa kau ingin mendengar jawabanku atas pertanyaanmu tadi?” dan Jessica hanya terdiam mengetahui bahwa orang yang dibicarakannya sudah ada di samping sahabatnya sejak tadi. Tawa Tiffany semakin menjadi setelah melihat hal itu. ia menyandarkan kepalanya di dada Yoong yang masih memegang Iphone-nya.. menunggu Jessica berbicara padanya.

“Noona? Gwenchana?”

“Yoong..berikan telponnya pada istrimu..” Jessica berucap dengan nada bossy-nya.

“Tidak perlu.. aku bisa mendengarmu kok.. sejak tadi sudah ku loudspeaker telponnya hehehe..” Tiffany tertawa kecil sambil mengucapkannya. Untuk sesaat semuanya terdiam karena Jessica tak berbicara apapun.

“Jessi… kau masih hidupkan?” Tiffany kini mulai bertanya memecah kesunyian mereka.

“Yoong… aku mempunyai sahabat. Dia baru saja menikah dengan pemuda tampan yang baiknya luar biasa. Nah.. tapi pria itu belum menyentuhnya sampai..”

“Yah Jessica Jung!!!!” dan telpon hari itu diisi dengan berbagai tawa.. teriakan dan canda dari pemiliknya.

2 tahun kemudian…

“Sica.. bagaimana? Kau jadi pemotretan dengan Minho Hyung hari ini?” Sooyoung masih memakan roti bakarnya sementara istrinya itu masih memakan saladnya dengan tenang dan nyaman. Keduanya sudah menikah 1 tahun lebih dan masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Jessica masih bergabung dengan SNSD meskipun jika ada promosi ke luar negeri ia jarang ikut karena kini ia sudah menjadi ibu rumah tangga. Sooyoung masih mengijinkannya beraktivitas bersama SNSD dan dunia keartisannya asalkan ia bisa membagi waktunya dengan baik.. masih menjadikan Sooyoung dan rumah tangga mereka prioritasnya. Sooyoung juga semakin sibuk dengan bisnis dan aktivitasnya di Kwon Group. Tapi tetap.. ia masih dan selalu meluangkan waktunya untuk Jessica dan keluarganya.

“Ya.. nanti jam 9 aku bertemu dengannya di kantor Grazia. Aku tak sabar melihat hasil pemotretan kami nanti. Kalau kulihat dari konsepnya kemarin.. sungguh menarik dan keren. Apalagi mereka mulai menggunakan beberapa produk Tiffany dan Yoojin Unnie..” Sooyoung tersenyum mendengarkan cerita istrinya itu. Baginya.. mendengar Jessica begitu bahagia dengan dunia keartisan yang sudah ditekuninya sejak masih kanak-kanak.. adalah kebahagiannya juga. Maka dari itu ia tak meminta istrinya itu untuk berhenti dari dunia keartisannya. Meskipun jujur.. ia ingin Jessica berhenti dari dunia keartisannya dan focus mengurusi rumah tangga mereka. Ia ingin segera memiliki mini Choi dan mini Jung yang menghangatkan rumah simple mereka. Tapi Sooyoung tahu hal itu takkan terjadi selama Jessica masih sibuk dengan dunia keartisannya.

“Well.. aku juga tak sabar melihat istriku nanti berada di dalamnya hahaa..”

“Tapi Soo.. nanti aku dan Minho Oppa.. kami harus berpose seksi..”

“Apa?” Sooyoung berhenti mengunyah rotinya. Ia simpan roti itu di piringnya menatap Jessica yang tersenyum gugup padanya.

“Seksi bagaimana? Kenapa kau baru bilang sekarang?” Jessica bisa merasakan bahwa suaminya itu terlihat sedikit marah. Ia tahu ini adalah salahnya tidak mendiskusikan hal ini dulu dengan Sooyoung.

“Eurh.. seperti ini..” Jessica mulai membuka ponselnya. Ia memperlihatkan beberapa contoh foto yang akan ia peragakan dengan Lee Minho hari ini. Sooyoung terdiam melihat foto-foto itu satu persatu.

“Baiklah..” hanya itu kata yang terucap dari mulut Sooyoung yang kembali memakan sarapannya.

“Hanya seperti itu?” Jessica menatap suaminya itu tak percaya. Ia menduga Sooyoung akan marah padanya.

“Well.. dia takkan mungkin melakukan ini kan denganmu..” dengan cepat Sooyoung letakkan kembali sarapannya… menghampiri Jessica yang duduk di hadapannya. Ia angkat Jessica ke pangkuannya, membawa istrinya itu menuju kamar mereka. Di kamar.. ia lemparkan istrinya itu ke kasur empuk dan luas mereka. Segera ia lepaskan jubah dan lingerie bercorak macan milik Jessica. Dan dalam sejam kemudian.. hanya terdengar teriakan dan desahan Jessica yang Sooyoung terkam dengan cinta dan nafsunya pagi itu.

======== The Reason Is ========

“No.. ini tidak mungkin!” Jessica berbicara pada dirinya sendiri. Ia melihat pada benda yang digenggamnya sejak beberapa menit yang lalu dengan wajah blank dan tak percayanya.

“Tidak.. aku harus mencobanya lagi..” dengan itu Jessica ambil kembali test pack yang sengaja sudah ia beli beberapa hari lalu. Sudah hampir satu bulan ini menstruasi itu tak mendatanginya. Karena jadwalnya yang padat bersama SNSD selama hampir sebulan ini.. ia sampai tak sadar bahwa ia belum datang bulan juga. Karena penasaran.. akhirnya ia memutuskan untuk membeli test pack dan mencoba alat itu untuk membuktikan rasa penasarannya.

“Postive.. positive.. positive.. dan… positive.. Oh Tuhan!!.. apa yang harus kulakukan?” Jessica kini mulai panic. Hasil yang ditunjukan oleh test pack yang sudah ia coba untuk kesekian kalinya menunjukan bahwa ia positive hamil.

“No.. mungkin saja semuanya salah.. aku harus memeriksanya ke dokter..” dengan itu Jessica segera membuang test pack-test pack itu ke sebuah plastic hitam yang takkan ia buang di tempat sampah rumah mereka. Ia tak mau menerima resiko Sooyoung yang bisa mengetahui kehamilannya jika suatu saat suaminya itu menemukan test packnya.

Semuanya sudah siap.. dan Jessica tinggal menancap gas menemui sahabatnya yang merupakan seorang dokter kandungan terkenal di Seoul saat telponnya berdering. Dengan segera ia angkat telpon itu.

“Hallo Tiff.. ada apa?” Masih mencoba mengendalikan kekagetan dan kepanikannya setelah mengetahui kehamilannya Jessica berucap.

“Apa kau sibuk? Aku ingin memintamu menemaniku menemui Minyoung Unnie..” Jessica segera menepikan mobil yang sudah ia jalankan tadi.

“Kau.. hamil?” Tiffany tertawa mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu.

“Hahaha.. aku masih belum pasti. Maka dari itu aku ingin mengeceknya. Aku tak mau mengajak Yoong karena aku ingin memberitahunya saat semuanya sudah pasti. Bagaimana.. kau bisa?”

“Jess..?” Suara itu menghentikan lamunan Jessica yang harus mengatur lagi jadwal pertemuannya dengan Minyoung.

“Oke.. kau mau kujemput dimana?”

“Haha.. kau bisa menjemputku di butiks Yoojin Unnie sekarang.. aku sudah free.. baiklah aku menunggumu dan hati-hati di jalan Jess..” Jessica mengiyakan ucapan sahabatnya itu dan dengan itu sambungan telepon mereka terputus.

“Hallo.. Unnie.. kau belum bilang pada Tiffany kan bahwa aku akan menemuimu hari ini?” Jessica segera menghubungi wanita yang begitu dekat dengannya itu sejak ia dan Tiffany debut di SNSD.

“Belum.. lagipula kau minta hal ini untuk dirahasiakan kan? Ada apa memang?”

“Unnie.. Tiffany memintaku untuk menemuimu sekarang. Bisakah kau mengatur testku dan Tiffany bersamaan tanpa ia mengetahui bahwa aku juga menjalani tes kehamilan bersamanya?”

“Heuhm.. seperti itu ya.. bisa sepertinya. Kau datang dulu saja.. aku akan mengaturnya nanti untukmu..”

“Baiklah Unnie.. I’ll see you soon..” dengan itu Jessica segera menancap gas mobilnya menjemput Tiffany dan kebenaran akan kehamilannya.

======== The Reason Is ========

“Selamat pagi..” Tiffany tersenyum mengecup bibir suaminya yang baru saja terbangun dari tidurnya.

n35wq3bmRW1sewbc1o1_500

“Morning Love.. sekarang jam berapa?” Yoonan membuka selimutnya, mulai memposisikan dirinya untuk duduk di ranjangnya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali.. masih berusaha mengusir kantuk yang akhir-akhir ini melandanya. Tiffany duduk di samping Yoong yang kini mulai berhasil mengumpulkan nyawanya.

“Jam 7.. kenapa memang? Apa kau ada janji atau meeting mendadak pagi ini?” Yoong menggelengkan kepalanya. Ia membawa tangan istrinya itu ke wajahnya, mengecup tangan itu ringan dan perlahan. Tiffany hanya tersenyum kecil melihat tingkah suaminya. Hal itu seperti sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan Yoong jika baru bangun tidur. Pria itu akan merasa ada sesuatu yang hilang atau tidak benar jika ia belum bermesraan dengannya.

“Tidak.. aku hanya ingin berjalan-jalan mengelilingi taman denganmu dan Ji Soo sebelum berangkat ke kantor..” Telapak tangan itu Yoong tempelkan di pipinya. Ia eluskan kedua tangan itu di pipinya, memejamkan matanya, merasakan halus dan hangatnya telapak tangan Tiffany yang selalu menjadi candu baginya. Bukan hanya tangan.. tapi semua bagian tubuh istrinya itu adalah candu baginya.

“Ji Soo dimana Sayang?” Yoong baru sadar bahwa putrinya itu tak ada di sampingnya. Biasanya Tiffany selalu membawa Ji Soo saat membangunkannya. Itu adalah permintaan khusus dari Yoong. Ia ingin setiap pagi bisa melihat wajah istri dan putrinya untuk pertama kali saat membuka mata dari tidurnya yang kadang hanya 5-6 jam. Well.. menjadi seorang Vice President membuatnya kadang harus bergadang dan mengurangi waktu tidur untuk memeriksa.. merencanakan atau menyusun strategi terbaru agar perusahaan mendapat keuntungan lebih besar dan ekspansi yang lebih luas.

“Ibu membawanya ke rumah Yoojin unnie. Tadi Ji Soo menangis terus.. sepertinya ia rindu dengan Ibu dan Yoojin Unnie..” Tiffany menjelaskan pada Yoong yang kini menggenggam tangan halus istrinya yang ia cintai itu.

“Benarkah? Wah.. Ji Soo sekarang sudah menjadi anak Neneknya… hahaha..” Tubuh itu ia dekap dalam tawanya. Tiffany ikut tertawa juga mendengar tawa khas suaminya yang begitu ringan baginya. Tubuhnya terasa begitu hangat dan nyaman bersandar dalam dekapan Yoong yang tenggelam dalam tubuhnya.. menikmati kebersamaan mereka yang tak pernah menjemukan bagi keduanya.

“Tidak.. dia masih menjadi putri kesayanganmu kok.. dia hanya sedang merindukan neneknya. Kau tahu.. ibu akhir-akhir ini jarang sekali bertemu dengannya. Aku bersyukur kau masih menyempatkan waktumu untuk Ji Soo..” Tiffany lepas dekapan itu, membingkai wajah suaminya dengan kedua tangannya. Ia tatap begitu dalam mata kijang favoritnya itu. Mata kijang itu bersinar lembut dengan cinta begitu besar di dalamnya.

“Kau dan Ji Soo adalah prioritasku. Sesibuk apapun.. waktu itu akan selalu ada untuk kalian…” Tiffany tersenyum menutup kedua matanya menerima kecupan itu. Yoong tersenyum begitu manis melepas kecupannya di bibir dan kening Tiffany. Wanitanya itu selalu terlihat begitu cantik baginya. Tapi akhir-akhir ini Tiffany begitu cantik dan bersinar.. sesuatu yang dulu membuatnya jatuh hati pada wanita itu hingga hari ini.

“Hanya aku dan Ji Soo?” Tiffany tersenyum mem-pout-kan pipinya terlihat begitu cute bagi sang suami.

“Tentu.. memang ada yang lain?” jawab Yoong dengan wajah yakin dan coolnya.

“Ibu? Yoojin Unnie? Yuri Oppa? Dongwoon? Dan keluarga Kwon yang lain?” Tiffany tersenyum polos dengan wajah jahilnya membuat suaminya itu tertawa kecil dibuatnya.

“Noona.. mereka adalah orang-orang yang kusayangi. Mereka juga penting bagiku tapi kau dan Ji Soo adalah prioritasku. Mereka adalah keluargaku sedangkan kau dan Ji Soo… kalian adalah hidupku. Dan kau.. adalah nafasku..” Yoong mengecup kedua tangan istrinya itu bergantian sementara Tiffany hanya diam melihatnya.

“Lalu bagaimana dengan ini?” Tiffany menyimpan tangan Yoong di perutnya yang masih rata. Ia tersenyum manis dengan kedua mata bulan sabitnya sementara Yoong masih belum mengerti apa maksud ucapan istrinya itu. Kwon Yoong memang seorang genius.. tapi terkadang ia bisa begitu bodoh untuk hal seperti ini. Well.. nobody is perfect.. right?

“Kau akan menjadi seorang Daddy lagi..” Tiffany berbisik halus di telinga Yoong yang terkejut mendengarnya.

“Kau serius?” senyum semangat dan tak percaya itu menghinggapi wajahnya. Tiffany berjalan menuju meja di samping ranjang mereka, mengambil sebuah amplop putih dan memberikannya padanya. Yoong mulai membuka amplop itu dan membaca isinya.

“Kau sudah percaya?” Tiffany tersenyum menggoda suaminya yang menganggukan kepalanya penuh semangat.

“Ini adalah berita bagus. Kita harus segera memberitahukannya pada Ibu dan yang lainnya. Aku tak percaya kita berhasil membuat kehidupan baru bersarang di rahimmu. Ini sungguh pagi yang menyenangkan..” Tiffany tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil. Yoong terlihat begitu cute dan tampan jika baru bangun tidur seperti sekarang. Rambutnya masih berantakan seperti piyama yang dikenakannya.

“Akan lebih menyenangkan lagi jika..” Senyum itu kini mulai muncul wajah Yoong. Dengan pelan ia buka tali jubah tipis yang menutupi lingerie Tiffany yang mengerti maksud suaminya itu. Tiffany hanya terdiam membiarkan suaminya itu mulai melepaskan jubah pink favoritnya itu, melepaskan bagian lain dari lingerie-nya. Tubuhnya bergetar dan hatinya berdebar begitu keras saat tangan itu menyentuh bagian-bagian lain dari tubuhnya.

“Yoong..”

“Yes Noona?”

“Take me..” ucap Tiffany breathless sementara Yoong tersenyum begitu seksi padanya.

“My pleasure..” dan pagi itu.. kamar Tiffany dan Yoong dipenuhi lagi dengan suara-suara penuh kenikmatan bagi pemiliknya.

======== The Reason Is ========

“Yoong.. S&C merespon penawaran kita..” Yuri memberitahu sepupunya yang masih sibuk membaca sesuatu di tabletnya. Sepupunya itu terlihat serius sekali.

“Kau serius Hyung??” Yoong segera menyimpan tabletnya. Ia berjalan menghampiri Yuri yang masuk membawa tabletnya juga. Mereka berdua segera duduk di sofa putih yang begitu nyaman untuk diduduki pemiliknya.

“Aku serius.. bacalah..” Yuri memberikan email itu pada sepupunya yang segera membacanya. Senyum itu segera tergambar di wajah tampan Yoong setelah selesai membaca email-email itu.

“Kau lihat di bawahnya kan? Director mereka sendiri yang langsung merespon penawaran kerjasama kita. Kau dan Soo begitu hebat bisa membuat mereka mulai melirik kita Yoong..” Yuri tersenyum menepuk bahu sepupunya itu. Well.. siapa sangka Yoong bisa mengembangkan kemampuan manajerial dan leadershipnya sebagai seorang vice president? Padahal banyak sekali yang meragukan kemampuan Yoong mengingat background pendidikannya yang dianggap tak mumpuni untuk jabatannya saat ini di Kwon Group.

“Ini juga berkat kuasa tuhan dan kerja team kita yang bagus hyung. Oh ya.. apa Soo dan yang lainnya sudah tahu berita ini?” Yoong tersenyum lebar menatap Yuri yang menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan sepupunya itu.

“Kita akan makan malam dengan mereka 3 hari lagi di Restoran Soo.. kau harus menyiapkan semuanya sebelum pertemuan itu dimulai… itu yang ibumu bilang padaku..”

“Iya hyung.. kau bisa mengandalkanku..” Senyum Yoong bertambah lebar saat ia melihat nama panggilan di telponnya. Dengan semangat ia angkat panggilan itu.

“Yoong.. Aku sudah berada di lobi bersama Ji Soo..” Tiffany mulai berbicara dengan nada halus dan seraknya.

“Baiklah.. sebentar lagi aku turun ke bawah.. tunggu ya..” Yoong tersenyum menutup telpon itu. Ia alihkan lagi fokusnya pada Yuri yang sedari tadi menatapnya penuh tawa yang tertahan dalam hati.

“Tiffany menelponmu?” Yoong mengiyakan pertanyaan hyungnya itu. ia segera bangkit dari sofanya menuju meja kerja untuk mengambil kunci mobi dan jasnya. Ia pakaikan lagi jas cream peach itu di tubuhnya, memakaikan lagi parfum favorit istrinya itu ke tubuhnya.

“Kita akan bicarakan detailnya setelah makan siang Hyung.. aku pergi dulu.. jangan lupa makan siangmu hyung..” Yuri mengangguk menatap kepergian sepupunya yang selalu menyempatkan makan siang bersama Tiffany dan Ji Soo.

“Oke.. sampaikan salamku pada istri dan putrimu ya..” Yuri berteriak pada Yoong yang sudah cukup jauh darinya. Ia tertawa sambil mencoba menghubungi istrinya yang pasti masih berada di butiknya.

“Hai sayang.. kau sudah lama menunggu?” Yoong berucap sambil memeluk dan mengecup kedua pipi Tiffany yang tersenyum membalasnya. Yoong sedikit menunduk menyapa malaikatnya yang duduk cantik di kereta bayinya.

“Hai malakait cantik Daddy.. kau sudah lapar ya?” Ji Soo tersenyum dengan mata bulan sabitnya mendengar ucapan ayahnya itu. Ia tertawa kegelian menerima kecupan Yoong di kedua pipi dan matanya.

“Dada.. mam.. mam.. nyam.. nyam..” Ji Soo berceloteh pada ayahnya yang mengerti keinginannya itu. Tiffany tersenyum melihat interaksi putri dan suaminya itu.

35fceb33a07a166dfb180d0c76d62bbe

“Iya.. Daddy akan membawamu dan Mommy ke restoran paling enak di Seoul hari ini.. bagaimana Mom?” Yoong bertanya pada Tiffany yang mengiyakan pertanyaan suaminya itu. Orang-orang sudah memperhatikan mereka daritadi. Mereka terlihat begitu gemas dengan Ji Soo.. dan begitu senang melihat interaksi keluarga mini itu.

“Oke.. Mommy sudah setuju.. sekarang kita berangkat ya..” Yoong menggandeng tangan kanan Tiffany sedang tangan kirinya ia gunakan untuk mendorong kereta bayi Ji Soo. Mereka berjalan bersama-sama hingga parkiran yang terletak tak jauh dari lobi kantor. Yoong segera membuka pintu untuk Tiffany dan Ji Soo. Ia menyimpan Ji Soo di kursi tengah dan memakaikan sabuk pengaman untuk putri balitanya itu kemudian mulai merapikan kereta bayi Ji Soo di bagasi mobilnya sedangkan Tiffany menunggu di kursi depan. Ia melirik sesekali suaminya yang sudah cekatan membereskan semuanya dalam waktu cepat. Well ini bukan untuk pertama kalinya Yoong melakukan hal ini kan? Hahaha..

“Oke.. kau sudah memakai sabuk pengamanmu.. Ji Soo sudah dan aku sudah.. sekarang waktunya kita berangkat..” Dengan itu Yoong nyalakan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya ke tempat yang akan ia tuju untuk makan siangnya hari ini. Selama perjalanan mereka tak pernah diam. Yoong begitu sering berbincang dengan istri dan putrinya yang sebenarnya masih belum jelas berbicara apa. Tapi ia menikmati ocehan tak jelas yang lucu dari Ji Soo padanya. Tiffany tertawa lembut mendengar ocehan putrinya yang menggemaskan dan cantik itu.

“Nah kita sudah sampai.. tunggu.. aku bukakan pintu untukmu dulu ya..” dengan itu Yoong berjalan keluar.. sedikit berlari membukakan pintu untuk Tiffany yang tersenyum berterimakasih pada suaminya itu.

“Thanks Yoong.. biar aku yang menggen..” Yoong tersenyum segera menghentikan ucapan istrinya itu dengan mengecup bibirnya ringan.

“No.. biar aku yang menggendong malaikat kita. Kau kan sedang hamil.. jadi tidak boleh kecapean..” Tiffany sedikit mengerutkan keningnya tapi yang segera terhapus setelah suaminya itu mengecup bibirnya lagi dan mulai mengambil Ji Soo yang ternyata sudah tertidur sejak tadi. Keluarga kecil itu berjalan memasuki restoran yang sudah penuh dengan pengunjung yang terlihat mengantri untuk bisa makan di tempat itu.

Yoong tersenyum menyapa seorang pria di pintu masuk restoran itu. Pria itu segera menyambut Yoong dan Tiffany. Ia membawa pasangan muda itu ke ruangan paling atas dari restoran itu.. dimana mereka bisa melihat keindahan taman belakang restoran yang indah.. menyejukan hati dan pikiran yang memandangnya tanpa menjemukkan mata. Tiffany membiarkan suaminya itu memesan menu makan siang mereka. Ia tahu mungkin Yoong sudah beberapa kali datang ke tempat ini. Untuk Ji Soo.. ia sengaja meminta Chef di restoran itu untuk membuatkan menu makanan Ji Soo yang biasa dibawanya.

“Kau menyukainya love?” Tiffany tersenyum memberikan senyum bulan sabitnya pada sang suami yang menatapnya begitu dalam. Mereka kini sedang berdiri menatap taman yang dipenuhi berbagai bunga dan tanaman hias indah yang membuat hati Tiffany hangat melihatnya.

“Ya.. ini begitu menyenangkan untuk memandangnya. Mataku serasa diberi nutrisi baru hahaha..” Tiffany tertawa kecil melihat bebek-bebek kecil itu mulai memasuki kolam kecil dengan langkah lucunya. Tanpa sadar tawanya membangunkan sang putri yang sejak tadi tertidur lelap dalam pangkuan suaminya. Ji Soo akan menangis menyadari bahwa ia berada di tempat asing saat Yoong dengan segera menimang putrinya itu dan mengajaknya berbicara.

“Ah.. malaikat cantik Daddy tidak menangis kalau bangun tidur..” tangisan Ji Soo tertahan karena ayahnya itu segera mengajaknya bercanda. Ji Soo tertawa kecil melihat wajah-wajah aneh dan menggemaskan yang Yoong tunjukan padanya.

Well.. itulah hebatnya seorang Ji Soo.. bisa membuat pria sekarismatik dan tampan seperti Yoong terlihat konyol hanya untuk mencegahnya menangis. Tiffany ikut tertawa melihat interaksi sang suami dan putrinya. Ia mengikuti gaya konyol suaminya itu.. membuat Ji Soo menepuk-nepuk tangannya penuh semangat.. tertawa menyipitkan matanya seperti bulan sabit.. mengikuti senyum khas sang ibu yang membuat begitu orang terpesona padanya.. termasuk sang ayah dan mendiang ayah kandungnya. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat jika itu semua diisi dengan kebahagiaan di dalamnya. Bonding Time mereka terhenti saat pramusaji datang membawa pesanan mereka. Tiffany segera berjalan beriringan dengan sang suami yang mendekap sang putri dalam pelukannya. Pramusaji itu tersenyum melihat keharmonisan yang terbangun dalam keluarga Yoong dan Fany. Meskipun tadi ia hanya sekilas melihat interaksi mereka… ia sudah tahu bahwa keluarga kecil itu dipenuhi dalam cinta… sungguh hal yang cukup sulit ditemukan dalam kehidupan rumah tangga saat ini menurutnya.

“Selamat menikmati semua hidangannya Tuan dan Nyonya Kwon.. Chef Adrian sangat menyesal sekali tidak bisa menemani makan siang Anda karena beliau masih sibuk mengatur dapur kami. Saya permisi.. jika ada perlu apa-apa silakan tekan tombol merah di samping pintu..” Dengan itu sang pramusaji pamit meninggalkan keluarga mini yang cukup terkenal.

Well siapa yang tak tahu Tiffany Hwang dan skandal hamil di luar nikahnya bersama pewaris Kwon Group yang sudah lama diincar public untuk dikuak identitasnya? Sejujurnya.. Boa tidak pernah memberitahukan khalayak luas tentang Yoong. Ia ingin melindungi privacy putranya itu dari gangguan media. Tapi sejak berita kehamilan dan pernikahan putranya dengan Tiffany.. well mau tidak mau akhirnya Yoong mulai dikenalkan kepada public sebagai pewaris jabatan tertinggi di Kwon Group.

“Well.. apa Mommy dan Ji Soo siap menyantap makan siang kita?” Yoong duduk menghadap sang istri dan putri yang terlihat begitu berbinar melihat berbagai makanan yang sudah disajikan di meja mereka.

“Tentu Daddy.. tapi sepertinya Mommy akan menyusul menyantap semua makanan lezat ini setelah malaikat kita memakan makan siangnya.. iya kan Ji Soo-ah?” Ji Soo menepuk nepuk tangannya riang tak sabar menyantap makan siangnya.

“Oke.. kalau begitu nanti kita gantian saja Mom.. kalau tidak nanti Daddy suapi juga ya.. biar kita bisa sama-sama makan. Adil kan Ji Soo-ah?” Tiffany tersenyum lembut menatap Yoong yang tertawa senang mengecup pipi putrinya yang imut itu. Ia sungguh senang karena suaminya itu begitu pengertian.

Yang biasa ia temui selama ini.. dalam suatu keluarga muda seperti miliknya.. sang suami hanya akan mengiyakan ucapan sang istri yang ingin menyuapi anaknya dan membiarkan istrinya makan nanti setelah ia dan sang anak selesai makan. Tapi itu semua tak terjadi padanya dan Yoong. Dalam setiap moment kebersamaan mereka… Yoong pasti ingin melakukan segala sesuatu tentang putri mereka pasti bersamaan dengannya. Hal simple dan sepele seperti itu sebenarnya yang tak berhenti menyentuh hati Tiffany.. membuat dirinya semakin jatuh cinta dengan suaminya itu.

“Ayo Ahh Sayang..” Tiffany menyuapkan bubur itu ke mulut Ji Soo yang dengan semangat menerimanya.

“Mommy juga Ahh ayoo..” Tiffany ingin tertawa melihat suaminya itu meniru gayanya tadi menyuapkan makanan ke mulut Ji Soo. Dengan segera ia buka mulutnya dan menyantap makanan itu dengan penuh hati. Yoong mengelus kepalanya pelan.. terlihat puas dengan sikap istrinya itu.

“Daddy juga Ahh.. ayo kita suapi Daddy-mu ini sayang..”

“Dadda.. ahh.. ahh.. nyam.. nyam.. hhahaha hehehehe… nyam.. hahaha” Ji Soo tersenyum lebar melihat ayahnya menerima suapan dari ibunya. Mereka bertiga menikmati makan siang itu penuh dengan senyum dan tawa hingga tak terasa satu jam sudah berlalu sejak mereka memulai makan siang mereka yang nikmat itu.

“Oh ya Sayang.. 3 hari lagi aku akan makan malam dengan perwakilan S&C.. maukah kau menemaniku?” Tiffany segera mengecek jadwalnya di Ipadnya sementara suaminya itu masih menunggu sambil bercanda dengan sang putri yang tertawa mengelus beard ayahnya. Sudah beberapa bulan ini Yoong menumbuhkan dan merawat beard-nya.. terlihat lebih dewasa.. tampan dan karismatik.. bagai sesosok ayah impian bagi putrinya. Tiffany menyetujui style suaminya itu karena Yoong terlihat sangat sebanding dengannya. Tiffany dan Yoong adalah pasangan yang serasi tapi ia tak bisa membohongi dirinya sendiri.. terkadang suaminya itu terlihat jauh lebih muda darinya.

“Yoong.. maafkan aku.. sepertinya aku tidak bisa.. Ibu memintaku menemaninya menjamu tamu-tamunya dari Dubai.” Tiffany menunjukan wajah penuh penyesalannya sementara Yoong terdiam mengangguk mendengarnya.

‘Heuhm.. ini adalah jamuan makan malam yang penting bagiku.. tentu aku membutuhkan Noona untuk berada di sampingku..’ ucap Yoong dalam hatinya.

“Kalau saja aku belum berjanji pada Ibu.. pasti aku akan meminta pada Ibu untuk membatalkannya..” Yoong mengangguk lagi mendengar jawaban Tiffany.

‘Ibu.. dia pasti akan marah pada Noona jika ia menemaniku…. Heuhm.. baiklah..’

“Gwenchana.. kau lanjutkan saja acaramu dengan ibu ya.. aku masih bisa sendiri kok.. lagipula nanti akan ada Yuri Hyung dan Soo yang menemaniku..” Yoong berbicara mulai mengambil Ji Soo yang terlihat mengantuk dalam pelukannya. Mereka kini sudah siap untuk kembali ke kegiatan mereka masing-masing.

“Benarkah? Tapi Aku..” Ucapan itu terhenti saat Tiffany merasakan genggaman lembut di tangan kanannya.

“Gwenchana..aku akan baik-baik saja. Aku ingin kau focus dengan kegiatanmu bersama ibu. Yang aku minta.. adalah doa darimu Love.. agar semuanya lancar. Itu sudah cukup bagiku.. kehadiranmu di sampingku.. itu luar biasa tapi doa dan dukunganmu.. itu sudah cukup menemaniku selama kau tak ada disampingku nanti..” Yoong tersenyum manis mengecup tangan itu.. mendekap istrinya dalam pelukannya bersama Ji Soo di dalamnya.

======== The Reason Is ========

 

 

“Well kurasa hanya akan seperti ini?” Sooyoung tertawa melihat kedua sahabatnya duduk di sampingnya.

“Maksudmu?” Yuri bertanya masih mengetik sesuatu di laptopnya sementara Yoong masih mengetik sesuatu di smartphonenya.

“Kita bertiga hadir tanpa istri kita disini. Sexy.. free and.. single..” Sooyoung sedikit mengecilkan volume suaranya di akhir kalimat. Beberapa detik kemudian ia mendapat jitakan kecil di kepalanya.

“Kau mau aku memberitahu Jessica eoh?” Yuri tertawa kecil dalam delikan tajamnya.

Jika dipikir-pikir ucapan Sooyoung ada benarnya juga. Kebetulan sekali istri-istri mereka hari ini tidak bisa hadir menemani mereka. Tiffany dan Yoojin ternyata harus menemani dan membantu Boa mengurusi jamuan makan malam untuk tamu-tamu Kwon Group dari Dubai. Sedangkan Jessica.. ia sedang menghadiri Seoul Music Awards yang akan menobatkan SNSD sebagai girl group terbaik tahun ini. Mengingat pentingnya acara-acara itu bagi istri mereka.. trio tampan kita merelakan mereka tak ditemani belahan jiwa mereka. Dan disinilah mereka.. masih duduk di ruang VVIP restoran Michelin Star milik Sooyoung yang sudah tak diragukan lagi kualitasnya.

“Hyung… Apa kau sudah menelepon Yoojin Noona? Daritadi aku mencoba menghubungi istriku tapi tak tersambung terus..” Yoong berucap dengan sedikit kerungan di dahinya membuat Sooyoung tertawa dibuatnya.

“Demi apapun ya Yoong.. istrimu pasti sekarang sedang sibuk bersama ibu dan Yoojin.. mungkin dia menyimpan ponselnya di tasnya?”

“Iya Yoong.. Soo benar.. lagipula kita sekarang harus focus dengan makan malam.. Kau tahu.. S&C terkenal dengan perwakilannya yang tricky..” Yul menepuk bahu sepupunya yang mengangguk pelan.

“Yul benar.. dari banyak cerita yang kudengar.. mereka selalu gagal pada tahap ini. Aku masih ingat betapa kesalnya Siwon hyung saat kontrak 50 juta dolarnya dengan S&C batal karena makan malam seperti ini..” Sooyoung berkata dengan gaya seriusnya tak menyadari suara ketukan yang sudah bergema sejak beberapa detik yang lalu. Yuri yang menyadari hal itu segera menekan remote di samping meja.. membuka pintu itu secara otomatis. Saat pintu terbuka, masuklah 3 orang yang sudah hampir setengah jam ini ditunggu kedatangannya. Yoong dan Sooyoung segera berdiri menyambut sang tamu.

“Maaf.. kuharap kami tidak membuat Anda menunggu lama..” salah satu dari 3 orang itu berbicara dengan sopan dan nada menyesalnya.

“Ah.. gwenchana.. oh ya.. selamat datang di Korea dan restoran saya..” Sooyoung maju ke depan menyambut 3 perwakilan itu berjalan ke meja mereka.

“Senang bisa bertemu dengan Anda Tuan Kwon Yoonan.. saya Lee Jieun..” seorang wanita dengan gaun hijau emeraldnya berucap menjabat tangan Yoong yang menyambutnya antusias.

iu-reveals-her-innocent-charm-with-her-pink-dress-at-sammys-adventure-2-press-premiere

“Aku Song Yejin.. senang bisa bertemu anda Tuan Yuri Kwon..” wanita lainnya menjabat tangan Yuri yang tersenyum begitu tampan menerima jabatan tangan itu.

20150130070616_1_1422601576

“Kang Mikyung… senang bisa bertemu secara langsung dengan anda Tuan Choi Sooyoung..” wanita terakhir terlihat begitu karismatik dengan aura tegas dan femininnya yang membuat Sooyoung tersenyum manis menyambut jabatan tangan itu.

20110322_minkyung

“Saya juga senang bertemu dengan Anda..” jawab 3 pria itu dengan bersamaan membuat 3 wanita di hadapan mereka tersenyum kecil mendengarnya.

“Ini merupakan kesempatan bagus yang tidak boleh dilewatkan. Saya hari ini membawa Nona Lee selaku Direktur Keuangan S&C. Nona Song selaku direktur pemasaran kami dan saya sendiri selaku lawyer S&C..” Mikyung berbicara dengan gaya khasnya yang feminine dan elegan. Setelah perkenalan itu ketiganya mulai berbincang kecil tentang Korea Selatan dan potensi bisnis besar yang tersimpan di dalamnya. Setelah puas menyantap berbagai hidangan terbaik yang Sooyoung siapkan.. mereka berenam memasuki ruang rapat yang sudah disiapkan. Disana ketiga perwakilan S&C mendengar presentasi dari Yoong.. Yuri dan Sooyoung secara bergantian.

“Ini menarik Unnie..” Jieun berucap pada Mikyung dan Yejin yang duduk di sampingnya. Kedua wanita yang lebih tua darinya itu mengangguk.. masih serius mendegarkan penjelasan Sooyoung.

“Kita ambil penawaran mereka..” Jieun berucap lagi setelah mereka selesai mendengarkan penjelasan dari Kwon Group. Yejin menyetujui ide sepupunya itu sedangkan Mikyung masih terdiam membaca lagi semua berkas yang Sooyoung berikan padanya.

“Tunggu Jieun-ah.. jangan secepat itu. Ini kontrak miliaran dollar.. sepertinya masih ada beberapa point yang harus kutanyakan lagi pada Tuan Choi..” Mendengar hal itu.. Jieun seperti mendapat ide baru.

“Yasudah.. kita adakan lagi saja meeting dengan mereka.. bagaimana? Setuju? Aku yang akan bilang pada Ayah nanti.. tenang saja..” Jieun yang merupakan putri tertua Lee Bumsoo, CEO S&C tersenyum begitu semangat meyakinkan kedua sahabat dan rekan kerjanya itu. Setelah berunding cukup lama.. akhirnya ketiga wanita itu menemui lagi Sooyoung, Yoong dan Yuri di ruangan lain tempat mereka menyantap makan malam mereka tadi.

“Setelah kami pertimbangkan.. kami tertarik dengan kontrak yang kalian tawarkan. Tapi kami ingin mengadakan pertemuan lagi untuk membahas lebih detail tentang ini semua. Bagaimana?” Mikyung bertanya pada Sooyoung yang segera menanyakan hal ini pada Yoong dan Yuri.

“Kami setuju.. dan kami berharap mendengar berita baiknya..” Sooyoung berucap dengan senyum khasnya yang membuat Mikyung terdiam melihatnya. Yejin tertawa dalam hatinya melihat hal itu sementara Jieun.. sejak tadi.. ia tak henti memperhatikan Yoong yang terlihat begitu berbeda di matanya.

Kesepakatan untuk bertemu lagi membahas kerjasama mereka telah dibuat dan kini Yoong, Sooyoung dan Yuri berjalan mengantarkan ketiga perwakilan S&C menuju mobil limo hitam yang sepertinya sudah menunggu ketiga wanita itu sejaka 10 menit yang lalu.

“baiklah Gentleman.. saya kira makan malam kita cukup sampai sini.. kami pamit.. terima kasih atas jamuannya yang luar biasa ini..” Mikyung berucap sebelum memasuki limo yang telah dibukakan pintunya oleh sang driver.

“Well.. the pleasure is ours Nona Kang.. hati-hati di jalan..” Mikyung berterimakasih lagi dan mulai memasuki mobil begitu pula Jieun dan Yejin. Untuk beberapa menit mereka terdiam selama di perjalanan menuju hotel. Hanya suara halus mesin dan lagu yang mengisi keheningan itu.

“Kwon Group mempunyai orang-orang yang kompeten dan menarik..” Yejin mulai berkomentar memecahkan keheningan mereka. Mikyung yang masih membaca file yang ia terima dari Sooyoung hanya mengangguk sedangkan Jieun masih diam tak memberikan respon apapun.

“Jieun-ah.. mengapa kau diam saja?” Yejin sedikit menepuk lengan sepupunya yang segera terbangun dari lamunannya.

“Ah.. kau berkata sesuatu Unnie?” Mikyung tertawa kecil mendengar perkataan itu. Ia membaca halaman selanjutnya dari proposal itu.. berbicara pada sang bos tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas-kertas itu.

“Kwon Group atau Kwon Yoonan dan Kwon Yuri?” Mikyung berceloteh membuat Yejin terdiam sementara Jieun bingung untuk menanggapinya.

“Maksudmu?? Oh.. lalu bagaimana dengan Choi Sooyoung Nona Kang?” Kini giliran Yejin yang berbicara membuat Mikyung terhenti dalam bacaannya.

“Oke Unnie.. seriously.. aku tak mengerti dengan apa yang kalian katakana barusan. Tapi.. kita harus benar-benar focus mengolah perjanjian ini.. Aku sudah tidak sabar memberitahu Ayah tentang kontrak ini..” ucap Jieun memecahkan kebuntuan yang tercipta karena percakapan yang ia tak mengerti arahnya kemana.

===========================================================

=============================

Hai.. sudah lama tak bercakap-cakap dengan kalian..

well.. dalam yg manis pasti ada pahitnya..

begitu pula hidup..

gmana dengan 3 karakter baru kita???

apa mereka akan jadi badai buat rumah tangga 3 trio tampan kita?? hahaha

we’ll see..

Iklan

119 pemikiran pada “The Reason Is Part V

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s