Above The Paper Chapter 5 Part I

index

 

Yuri POV

Hotel Kangnam Renaissane hari ini terlihat sangat sibuk. Resepsi diadakan di ruangan luar biasa indahnya dengan paneling yang cantik dan chandelier-chandelier bergaya yang bergantung di dinding. Waiters banyak berlalu lalang menawarkan cocktails dan champagne. Band memainkan music jazz begitu indah diiringi dengan kegaduhan para tamu yang hadir hari ini. Mereka berbalutkan busana elit dan mewah begitu bersemangat menyambut sang pengantin, bintang acara hari ini. Kebanyakan orang sudah duduk di mejanya, melirik kesamping kanan dan kiri. Crew TV sudah berkumpul di depan panggung. Mereka sudah siap untuk mengabadikan moment ini dan menceritakannya ke seluruh dunia. Aku dan Jessica sudah berdiri di belakang panggung, menunggu MC untuk memanggil kami.

“Annyeonghaseyo.. saya Lee Taemin.. assistant coordinator acara ini.. saya fans kalian berdua. Ini merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan kalian secara langsung.” Pria yang terlihat cantik itu membungkukan tubuhnya sedikit padaku dan Jessica. Jessica memberikan senyum manisnya pada si bocah kurus itu yang segera memperlihatkan papan tulis yang sejak tadi ia pegang.

“Oh ya.. untuk acara hari ini.. MC akan memanggil kalian untuk memberikan wedding speech lalu dilanjutkan dengan pemotongan wedding cake-nya. Diakhir.. kalian akan.. berciuman secara resmi di depan public sebagai suami istri..” bocah bernama Taemin itu terlihat begitu bersemangat menyebutkan bagian terakhir tadi. Oh boy.. mungkin itu juga yang kutunggu hahaa. But I better doing ‘it’ just the two of us.. tanpa ada orang lain yang mengganggu sehingga kami.. eheumh.. mungkin.. eheumh.. bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.

“Taemin.. Keeso sudah menunggumu dari tadi.. ayo kita pergi!” seorang pria yang memakai seragam yang sama dengan Taemin itu berbicara melalui walkie talkie-nya.

“Tuan dan Nyonya Kwon.. bolehkah aku berfoto dengan kalian?” aku akan menolaknya dengan sopan saat istriku yang cantik ini berbicara.

“Tentu saja boleh.. iya kan Yul?” istriku yang cantik ini memberikan senyum hangatnya kali ini pada pemuda kurus itu. Jessica.. sebenarnya aku tak mau tapi.. yasudahlah kalau itu inginmu. Taemin sudah memposisikan kamera smartphonenya dan mulai mengambil gambar.

“Terima kasih banyak.. saya lebih baik pergi sekarang..” dengan itu Taemin berlari ke tempat yang disebutkan temannya tadi. Kami melihatnya untuk beberapa detik lalu aku kembali memusatkan perhatianku pada MC yang sudah menyambut setengah tamu yang datang ke acara ini.

“Yuri-ah..” mata coklat madu itu kini menatapku dengan hangatnya, membuatku terdiam tak berani melihatnya.

“Heumh?” kucoba untuk melihatnya kali ini, mengusir semua maluku hehe.

“Semua pengalaman ini terasa mimpi bagiku.. tapi aku senang.. aku melalui semuanya bersamamu..” Jessica tersenyum lagi lalu mengalihkan pandangannya. Perutku merasakan sesuatu yang aneh tapi anehnya dalam aneh yang bagus. Pikiranku mulai memikirkan sesuatu. Aku harus mengatakan padanya bahwa aku juga merasakan hal yang sama.

“Sica-ah.. aku..”

“Yul!”suara tajam dan tinggi berat itu menghentikanku sementara Jessica sepertinya mengenali orang itu.

“Annyeonghaseyo Mr.Kwon..” Jessica segera membungkukan tubuhnya dengan hormat. Ayahku menganggukan kepalanya lalu mengalihkan perhatiannya padaku.

“Bagaimana meetingmu dengan grup di Jepang?”ayahku berbicara dengan nadanya yang tajam.

Begitulah aku dan ayahku. Dia adalah orang yang penting dalam hidupku, tapi aku tidak terlalu mengenalnya seperti layaknya seorang anak dengan ayah. Kami dekat tapi aku masih merasa jauh dengannya, yang kami bicarakan pasti selalu kerjaan.

“Meetingnya berlangsung dengan baik. Mereka tertarik dengan rencana ekspansi kita dan jika tidak ada halangan.. kita bisa beroperasi secara penuh beberapa bulan lagi.” Aku menjawab dengan gayaku yang formal layaknya seorang bawahan pada atasannya.

“Bagus..” dia mengangguk puas.

“Apakah Mrs. Kwon juga ada disini?” Jessica mulai bertanya.

“Ah iya.. dia ada.. disuatu tempat..” ayahku.. the great Kwon Sangwoo kebingungan melirik kanan kiri mencari ibuku yang tak tahu ada dimana.

“Terimakasih atas bunganya yang kemarin.. bunganya sangat cantik..” istriku berucap dengan sopannya. Ayahku terlihat sedikit bingung mendengar hal itu.

“Oh ya.. aku senang kau menyukainya..” Heumh sudah bisa ditebak.. pasti itu bukan dia yang mengirimnya. Ini pasti ibu yang mengirimnya.

“Yul.. kita akan berbicara lagi tentang hal ini nanti. Aku akan berbicara dengan Mr Ken tentang deal kita di Jepang. Aku ingin memastikan bahwa semuanya berjalan lancar..” dengan itu ayahku berjalan meninggalkan kami tanpa kata-kata lain. Jessica terdiam melihat kepergian ayahku.

“Jessica.. keluargaku.. kami seperti itu..” aku mencoba menjelaskan.

“Gwenchana..” Jessica berusaha mengeluarkan senyum terbaiknya tapi gagal. Sepertinya tingkah ayahku yang tadi sedikit lebih mempengaruhi perasaannya.

“Ayahku pernah mengira seorang wanita yang duduk di sampingnya sebagai ibuku.. padahal ibuku sedang pergi ke toilet waktu itu..” kali ini senyumnya lebih natural dan tak dipaksakan seperti tadi. Aku tersenyum melihat itu.

“Tapi aku.. akan tahu..”Jessica melihatku penuh tanda tanya, belum mengerti dengan apa yang kuucapkan.

“bahwa yang ada disampingku.. adalah kau.. istriku..” Matanya menjadi bersinar dan aura kebahagian itu kini muncul di wajahnya. Tepuk tangan yang riuh terdengar, Taemin berlari menghampiri kami.

“Sekarang giliran kalian..” Taemin masih mencoba mengatur nafasnya sementara aku dan Jessica mulai berjalan sesuai dengan arahannya menuju panggung.

MC berjalan meninggalkan panggung sementara aku dan Jessica berjalan menuju microphone. Saat kami sudah tiba, tepuk tangan semakin riuh. Semua pembicaraan terhenti dan kamera terfokus pada kami. Kamera mulai menunjukan taringnya, menangkap setiap gerakan dan moment yang tercipta. Aku memutarkan pandanganku ke seluruh ruangan dan aku melihat banyak sekali wajah yang familiar. Bisa kulihat Alice duduk dengan busana berbulu layaknya burung elang. Aku masih menunggu para hadirin tenang dengan kegaduhan dan keramaian yang terjadi sekarang sebelum aku memulai speechku.

“Annyeonghaseyo.. selamat datang semuanya baik itu dari pihak keluarga kami, kolega dan awak media yang meliput hari ini.” Aku bisa melihat beberapa staff Jung Enterprise branch Hongkong dan Jepang duduk di kursi yang dekat dengan kami. Ucapan Taeyeon tentang menenangkan mereka mengenai kontrak merjer itu berdering dikepalaku.

“Terimakasih sudah hadir disini bersama kami. Seperti yang kalian ketahui KJG dan Jung Enterprise sungguh beruntung bisa bersatu menjadi satu kesatuan yang utuh. Tapi hal yang menarik dalam merger ini yaitu bukan hanya melibatkan kedua perusahaan tapi penyatuan dua keluarga sekaligus. Aku berharap kalian bisa mempercayai kami untuk tetap melakukan yang terbaik untuk masa depan perusahaan. Dan mari kita maju sebagai kesatuan yang tetap utuh..” beberapa orang menganggukan kepalanya mendengarku. Beberapa meja sudah menyulangkan gelas mereka dalam kesolidaritasan. Bagus Kwon Yuri…

“Sekarang.. well ini merupakan sebuah kehormatan bagiku..” aku melirik Jessica dan tersenyum padanya. Audiens bertepuk tangan dan bersahut riah.

“Untuk mengenalkan pada kalian Jessica Kwon, istriku..” tepuk tangan kembali riuh membahana dan Jessica mendekatkan bibirnya dengan microphone.

“Annyeonghaseyo. Aku sungguh senang bisa melihat semuanya disini. Well aku ingin berterimakasih kepada semua pihak yang membuat semuanya menjadi mungkin pada malam ini. Terimakasih atas kerja keras kalian. Aku harus mengatakan betapa bersyukur dan berterimakasihnya aku pada keluarga kami, teman-teman dan kolega. Oh ya aku tak boleh melupakan rekan-rekan media yang begitu bersemangat terhadap acara ini..” Jessica terdiam dan menatap mereka dengan manisnya.

“Please take a pretty pictures..” ucapnya dengan bahasa inggrisnya yang fasih.

“Ah Mrs. Kwon.. aren’t you afraid that your husband will jealous if we take the pretty pictures of you?” seorang wartawan asing bertanya dengan senyum semangatnya sementara Jessica hanya tersenyum padanya.

“Maybe you’re jealous..” Jessica berucap mengedipkan salah satu matanya. Gelak tawa bisa terdengar di seluruh ruangan setelah istriku berbicara seperti itu. Kameramen tersenyum begitu lebar menangkap gambar Jessica. Bagian tadi adalah akhir dari speechnya dan dia telah melakukan hal yang luar biasa. Statement yang pendek diakhiri dengan sedikit humor. Aku bisa melihat semua orang sudah jatuh dalam pesonanya. Well aku tak bisa menyalahkan mereka. Aku meliriknya dan segera mengalihkan pandanganku. Oh tuhan.. she is very charming and a truly beauty.

Memang benar ya.. istriku ini.. dia pintar sekali berbicara, heumh.. bersilat lidah juga mungkin ya.. hahaha.. denganku.. nanti.. saat kami berdua saja.

“Last but not least, to Yuri Kwon.. my husband..” Jessica tiba-tiba kembali berbicara. Aku mengalihkan pandanganku terkejut dan mulai menatapnya tak memperdulikan jutaan mata yang menatap kami saat ini. Ini tidak ada dalam rentetan acara yang telah direncanakan.

“Suamiku.. terimakasih sudah menjadi sumber penyemangat untukku, mempercayaiku, dan menjadi teman.. hidupku.” Jessica melukis kembali senyum hangatnya itu di wajahnya yang sukses membuatku terdiam seperti patung mendengarnya.

Audiens menyukai speech Jessica tadi. Hampir semua wajah yang kulihat tersenyum begitu lebar mendengarnya. Aku menyadari Taeyeon melihat ke sekeliling ruangan lalu bertepuk tangan kegirangan sama seperti yang lainnya.

MC kini berjalan kembali ke panggung.

“Tuan dan Nyonya.. untuk memaniskan acara malam ini.. mari kita bawa cake-nya!” MC itu berbicara menambah suasana semakin riuh.

Cake itu diukir begitu indah. 3 undakan dengan cream putih yang menyelimuti semua permuakaan cake itu. Dua orang membawa cake itu dengan hati hati. Heumh.. pasti berat karena salah satu dari kedua orang itu sedikit kesulitan membawanya hingga cake itu hampir jatuh, membuat hadirin yang datang ikut panic juga. Untungnya itu tidak terjadi.. thanks god.

Saat cake itu sudah ada di hadapan kami, Jessica mengambil pisaunya dan aku meletakkan tanganku bersamaan dengannya. Photographer segera mengambil gambar kami, siap dengan aksi kami selanjutnya. Aku bisa merasakan perubahan suasana yang tadinya sedikit tenang menjadi bersemangat lagi. Dan aku tahu kenapa.

Jessica dan aku berpose dengan senyum yang nyaman ke hadapan kamera tapi di kepalaku aku hanya memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, kiss.

Kalian tahu kenapa orang begitu bersemangat dengan acara malam ini?

Kiss.. ya itu..

Mereka penasaran bagaimana aku dan Jessica nanti berciuman setelah kami memotong wedding cake kami. Awak media bergegas maju ke depan untuk mendapatkan bidikan kamera yang lebih baik. Semua mata tertuju pada kami. Bahkah staff hotel pun tegang dan bersemangat menyaksikan semua ini. Seorang waiter dengan cepat mengeluarkan kamera smartphonenya dan bersiap membidik kami.

Aku dan Jessica memotong cake kami. Aku menggunakan garpu untuk memotongnya menjadi kecil dan kusuapkan padanya. Sebuah senyuman begitu saja tergambar di wajahku. Jessica mengambil garpu itu dan memotong cake-nya menjadi bagian kecil.. tidak.. dia memotongnya lebih besar dan bersiap menyuapkannya padaku.

“Yah!!” kata itu terucap sebelum aku bisa menghentikannya. Gelak tawa kembali terdengar membahana lagi di ruangan. Jessica tertawa kecil dan memotong kembali potongan cake itu dan menyuapkannya padaku. Dan rasanya.. heuhm.. nikmat seperti ciuman kami di butik Edward waktu itu.

Jessica menyimpan garpu itu dan bergerak mendekat padaku. Oke.. ini saatnya. Seluruh ruangan mendadak menjadi sunyi. Hanya suara bidikan kamera yang terdengar. Seperti yang telah kami bicarakan sebelumnya.. aku dan Jessica hanya melakukan ciuman yang ringan. Kami akan menahannya untuk beberapa detik dan stop. Hahaha kalian tidak bisa melihat yang lebih dari itu.

Tapi.. jika melihat antisipasi dari audiens yang hadir sih.. mereka mengira kami akan melakukan ciuman layaknya di film-film romantic. Suasana menjadi tegang. Setengah orang di ruangan berdiri menanti ciuman kami. Bahkan beberapa bersiul menggodaku dan Jessica. Aku melihat Jung family semuanya berdiri dengan kebahagian dan semangat yang tergambar di wajah mereka kecuali kakek Jung yang berdiri menatapku tajam dengan tongkat saktinya yang mengkilatnya. Orangtuaku duduk bertepuk tangan biasa sementara Taeyeon berdiri bersama Yoona. Aku mengira dia pasti yang bersiul menggodaku. Mataku berhenti pada satu titik saat ini.

Tiffany.. gadis itu.. dia masih duduk bersama Seohyun yang tersenyum bahagia melihatku.

Fany-ah.. apa kau bahagia sekarang?

Bagaimana kabarmu?

Maafkan aku.. maafkan aku..

Bisa kulihat butiran krystal itu jatuh membasahi pipinya. Ingin sekali rasanya aku menghampirinya.. memeluknya.. menenangkannya dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Tapi aku tak bisa.. tak boleh..

Fokus Yuri..KJG dan Jessica adalah masa depanmu.. ingat itu.

Dengan itu segera kucium bibir Jessica yang terlihat sedikit terkejut dengan tekanan yang mulutku berikan padanya. Rencana ciuman yang kami bicarakan tadi hancur karena kini aku berusaha membuka mulutnya, memasukan lidahku untuk menari dengan miliknya. Ruangan yang tadinya sunyi kini kembali riuh dengan tepuk tangan dari hadirin yang hadir. Aku mengeratkan genggamanku di pinggangnya sementara Jessica memijat leherku pelan. Kujelajah semua bagian dalam mulutnya. Kuabsen satu persatu. Kusapu mereka dengan lidahku yang membuat Jessica terlenguh dalam dekapanku.

“Haahh.. wow..” hanya itu yang keluar dari bibir Jessica karena aku kembali mengecupnya ringan, tersenyum pada semua yang hadir sementara istriku itu masih mencoba menyadarkan dirinya dengan ciumanku yang panas tadi.

“Terimakasih sekali lagi karena sudah hadir disini. We hope you enjoy the rest of the night..” Ucapku menggenggam tangan Jessica dan berjalan keluar dari panggung.

=========Above The Paper==========

“Fany-ah.. aku harus berbicara dulu dengan Mr. Goo dan ayahmu.. kau tidak apa kan disini dulu?” pertanyaan itu mendapat anggukan lemah dari Tiffany yang masih belum bisa melupakan ciuman Yul dan Jessica tadi. Sejenak Taeyeon memandang kekasihnya itu lalu tersenyum kecil mengecup bibir Tiffany, berdiri menghampiri orang yang ia sebutkan tadi.

“Unnie.. kau baik-baik saja?” Seohyun yang baru saja tiba di meja mereka mendapat anggukan lemah dari Tiffany. Pesta resepsi sudah berlangsung dari setengah jam yang lalu dan disinilah Tiffany, masih duduk dengan segelas champagne yang menemaninya sejak tadi.

“Gwenchana Hyun.. aku hanya kecapaean sepertinya..” senyum kecil itu tak bisa meyakinkan Seohyun yang tahu bahwa hati Unnie-nya itu pasti sedang sedih. Well Seohyun tak bisa menyalahkan Tiffany.. ia tahu betapa wanita itu mencintai kakak sepupunya.

Flashback

“Hyunie..” Tiffany tersenyum menerima pelukan dari dongsaengnya yang terlihat begitu senang menerima sebuket bunga yang dikirimkan padanya pagi ini.

“Unnie.. aku tidak menyangka Yoong akan seromantis ini..” senyum Seohyun terhenti saat ia melihat vas bunga yang baru ia lihat di kamar saudaranya ini.

“Unnie ini bunga dari siapa?” Tiffany tersenyum malu memberitahunya bahwa Yuri-lah yang telah memberikan bunga itu tadi malam.

“Ini juga Unnie?” Seohyun menunjuk kotak besar coklat hersey kisses, high heels, kalung dan dress pink cantik yang pastinya akan cocok sekali jika dikenakan Unnie-nya itu.

“Iya.. Yuri Oppa akan memberitahukan hubungan kami kepada ayahnya hari ini..” senyum kebahagian itu kembali muncul di wajahnya membuat Seohyun ikut senang melihatnya.

“Unnie.. aku ikut senang mendengarnya.. tapi.. aku ingin bertanya sesuatu..”

“Apa?”

“Mengapa kau menyukai Yul Oppa?” senyum crescent moon itu kembali tergambar di wajah putih merona Tiffany.

“Karena dia adalah Kwon Yuri.. dan jika dia bukan Kwon Yuri maka aku tak mungkin menyukainya.. no.. tak mungkin aku mencintainya seperti ini..”

“Hah? Maksudmu Unnie?”

“Seohyun-ah.. Cerdas.. tampan.. humoris..perhatian.. bertanggungjawab.. itulah yang Yuri Oppa selama ini tunjukan padaku meskipun kami menyembunyikan hubungan ini. Tapi itu semua bukan alasan yang membuatku mencintainya. Tuhan telah menanamkan rasa ini padaku dengan sendirinya yang aku sendiri tak tahu apakah aku bisa menghilangkannya..” Tiffany sedikit terdiam memikirkan kata-kata yang bermain di pikirannya sementara Seohyun.. gadis itu masih penasaran menunggu jawaban sang Unnie yang membuatnya semakin penasaran.

“Aku ingin mencintai Yuri karena tuhan.. bukan karena apapun yang sekarang melekat padanya. Karena jika itu terjadi.. mungkin saat semua ketampanan.. kekayaan.. kecerdasan dan hal lainnya hilang.. aku tidak memiliki alasan lain untuk mencintainya…” Seohyun melihat Tiffany kini dengan pandangan yang baru. Unnie-nya itu terlihat lebih dewasa sekarang. Tak salah jika sepupunya begitu mencintai gadis yang tersenyum lembut padanya saat ini. Ia hanya berharap semoga cinta mereka abadi.. tak ada yang menghalanginya.. sekalipun pamannya sendiri.

End OF Flashback

 

“Hyunie.. sayang.. bisakah kau menemaniku bertemu dengan kolega Ayahku?” suara itu mengalihkan Seohyun dari lamunannya.

“Sekarang?” Seohyun menatap Yoong lalu melirik Tiffany yang masih duduk diam di sampingnya.

“Unfortunately yes.. mereka ingin bertemu dengan calon istriku..” ucap Yoona sedikit menyesal mengucapkannya. Ia tahu maksud lirikan Seohyun tadi. Tapi sayangnya ini event yang mendesak karena ini permintaan langsung dari ayahnya.

“Gwenchana Hyun.. kau pergilah.. aku juga ingin berjalan ke balkon sebentar.. mencari udara segar..”

“Unnie..”

“No Hyun.. go.. kabulkan keinginan calon mertuamu.. aku akan baik-baik saja disini..”

“Unnie..”

“Now hyun.. go.. oke.. I’ll be fine.. trust me..” dengan itu Tiffany melepas tautan tangan Seohyun di miliknya, mendorong gadis itu untuk berjalan dengan kekasihnya yang tersenyum berterimakasih padanya.

“Heuhm.. harus kemana aku sekarang?” ucap Tiffany tanpa menyadari kedua kakinya itu berjalan keluar dari ruangan tempat resepsi dilaksanakan. Ia sudah berjalan selama beberapa waktu, menyusuri desain gedung yang indah ini, pantas saja orang harus merogoh kocek yang dalam untuk bisa melaksanakan acara di hotel ini.

“Ah… ini bagus sekali.. mungkin aku bisa menambahkannya untuk inspirasi koleksiku..” Tiffany mengambil smartphone di Purse Pink-nya, memotret bunga dahlia kecil yang menggantung indah di sekitar dinding balkon taman hotel yang elegan ini.

“Nona.. kau meninggalkan in..” Tiffany berbalik untuk melihat sumber yang memanggilnya. Matanya sedikit membulat melihat apa yang dilihatnya saat ini. Pria itu berjalan mendekatinya, membawa sebuah hiasan indah yang tadi ia ketahui menempel di gaunnya. Entah sejak kapan hiasan itu terlepas dari pemiliknya membuatnya bisa bertemu dengan pria yang sudah lama tak ia temui ataupun menemuinya.

“Kau menjatuhkan hiasan gaunmu..” suara itu membangunkan Tiffany dari lamunannya. Ia mengambil hiasan itu, mencoba memasangkan kembali namun entah apa yang sedang terjadi tapi hiasan itu tak mau menempel seperti semula.

“Biar aku yang memakaikannya.. berbaliklah..” Tiffany terdiam menuruti pria itu. Ia bisa merasakan kedua tangan pria itu melingkar di pinggangnya, mencoba mengalungkan hiasan itu tepat pada tempatnya. Untuk sesaat.. keheningan dan hembusan angina yang menjadi kawan mereka. Tiffany dan pria itu saling beradu pandang dengan jutaan asa yang bersarang di hati dan pikiran mereka.

Yuri POV

“Oppa.. long time no see..” suara itu membangunkanku. Tak kusangka wanita yang sudah beberapa tahun ini tak kutemui kembali menunjukan batang hidungnya hari ini.

“Hai dongsaeng..” jawabku biasa tak menunjukan perasaanku. Lidah ini seperti ingin mengatakan sesuatu tapi terasa kelu.. berat.. tak berdaya.

‘Maafkan aku Fany-ah.. maaf..’ ucapku dalam hati sementara wajahku masih menunjukan ekspresi yang kutahu tak pernah ia sukai.

Flashback

“Fany.. kau sudah bersiap-siap?” wanita yang ditelponnya itu terdengar tertawa kecil dengan pertanyaan kekasihnya itu. Ia masih memilih parfum mana yang akan ia gunakan saat kekasihnya itu menelponnya.

“Tentu.. kau tinggal menjemputku Oppa..” Tiffany mengambil botol pink krytal kecil yang ada di rak koleksi parfumnya. Ia menutup kedua matanya menikmati aroma khas dari parfum yang dihadiahkan ayah Yuri padanya beberapa bulan lalu itu. Ia semprotkan di kedua tangannya, mengusapkannya ke lehernya.

“Ya.. kau tinggal membuka pintumu dan aku.. akan hadir di hadapanmu..” Yuri berkata masih dengan nada penuh percaya dirinya sementara Tiffany.. gadis itu berjalan membuka kamarnya mencoba kebenaran dari kekasihnya itu.

“Aku tak pernah ingkar dengan kata-kataku kan?” Tiffany menganggukan kepalanya lalu berjalan mengambil tasnya, meninggalkan Yuri yang terpaku melihat gadisnya itu terlihat begitu cantik dengan gaunnya malam ini.

“Kau sudah siap? Tidak ada yang ketinggalan?” Tiffany kini sudah hadir di hadapannya dengan tas putih cream peach-nya. Gelengan kepala itu membuat Yuri tersenyum mengecup puncak kepala gadisnya, menggenggam tangan Tiffany berjalan menuju mobilnya di pintu depan. Dalam waktu 45 menit, kini keduanya sudah tiba di restoran yang sengaja ia pesan untuk acara hari ini

‘Kau pasti akan menyukainya..’ Yuri melihat lagi box hitam kecil di saku jasnya. Malam ini adalah makan malam keluarga Hwang dan keluarga Kwon. Rencananya mala mini Yuri akan memberi tahu ayahnya dan ibu Tiffany mengenai hubungan mereka. Ayahnya dan ibu Tiffany adalah rekan bisnis, maka dari itu Yuri dan Tiffany bisa begitu dekat sejak kecil. Ibu Tiffany adalah sahabat mendiang ibunya, begitu pula dengan mendiang ayah Tiffany yang merupakan sahabat karib ayah Yuri.

“Semangat Kwon Yuri.. kau pasti bisa..” Yuri menyemangati dirinya lalu menyimpan kembali kotak cincin itu. Di meja yang telah mereka pesan duduklah Tiffany, sang ayah dan ibu Tiffany yang tampil begitu cantik seperti putrinya. Makan malam itu berlangsung dengan lancar dan nikmat. Makanan lezat, tempat yang nyaman dan menyenangkan membuat Yuri semakin bersemangat melancarkan misinya malam ini.

“Ayah.. sebenarnya ada yang ingin..” Tiffany masih menyantap romantic panakotanya saat kekasihnya itu berbicara. Semua mata kini tertuju padanya tapi tidak dengan sang ayah yang sepertinya mempunyai rencana lain.

“Yul.. aku punya berita bagus untukmu..”

“Apa itu Paman?” Tiffany yang penasaran ikut berbicara sementara ibu Tiffany.. wanita itu hanya tersenyum melihat itu semua.

“Kau akan segera memiliki ibu baru Yul..” suasana mendadak menjadi hening. Yuri terdiam untuk sesaat. Ayahnya akan menikah lagi?

“dan wanita itu.. adalah ibumu Tiffany..” hari ini.. adalah hari.. yang takkan Yuri lupakan dalam hidupnya begitupun dengan Tiffany yang merasa dunianya runtuh seketika mendengar kabar yang seharusnya membahagiakan itu.

End OF Flashback

“Oppa.. aku..” ia sedikit terdiam menatap wajahku.

Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? Apa kau merasakan apa yang kurasa sekarang?

“Merindukanmu..” dan seluruh dinding yang kubangun selama ini seketika runtuh saat tubuhnya memelukku begitu erat.

===========================================

=====================

Kecewa?

Don’t be..

You guys still have Above The Paper Chapter 5 Part II

yang mungkin.. akan gw protect ^_^

Iklan

201 pemikiran pada “Above The Paper Chapter 5 Part I

  1. Ohhhhhhh , kenapa ini ? Kkkkk ya h dibagi 2 kah thor? Okeh kalo bgtu ditunggu sellanjutnya… Bener dugaan selama ini mereka mempunyai hubungan di masa lalu XD perasaan tiffany masih sama , sedangkan yul sudah punya kehidupan yg lain .. Dan eitsss ckckcck setelah menatap tiffany , yul mencium jessica lg .ada apa?

  2. akhirnya yulsic ngadain resepsi juga adegan yang sangan adorable.
    apakah yul masih ada perasaan ke fany ? kasian banget masa lalu kanda karna mr kwon nikah smaa ny hwang cinta dengan kesalahn yang terbaik yg seperti yul sering bilang.

    gw harap yul mulai mempertahankan perasaan nya ke sica kasian jung kalau di khianatin karna kehadiran tiffany di seoul 😦

  3. oww yulti ternyata cinta masa lalu yg hrus terpisah krna ortu😭😭 hmmmmm
    semoga yul kembali dngan cinta masa lalunya🙏#plakk!!🙊😜😜😂😂 wkwk

  4. oh jadi begitu ksah yulti… mereka gagal karena kedua orangtua masing2. T.T
    tapiiiii sukaa bnget sama sica. ish knapa sih smua yg ada di sica bikin gue senang bacanya. hahahaha bagus nih sifatnya sica disini. :))

  5. hahahahahaha gue udah stuck di sica, Ris. jadi kemanapun ada dia, pasti ada gue. kekekeke.
    hihihi suka lah sama authornya aplg klo sering bikin taengsic. #kode_keras.
    Ris, gue ntar email lo ya klo udah siap bikin cnta diem2nya. gue mash ada tgs kul nih. klo udah lumayan g byk tgs, gue hub lo

  6. kelewat berapa chapter nih ._. suka sama ff ini! *yaiyalah royal shipper* ditunggu update-annya yo! Semangat :3 *ew wkwkwk

  7. waah lama ktinggalan nii ff,trnyt yulti mang pny masa lalu brdua,trs msti putus gara2 ortu..
    mga yulti bnr2 bs move on dg pasangan msing2 🙂

  8. lama gw nunggu nih epep akhirnya nongol jg, ntr yg part 2 jgn klamaan ya thor
    oalah jd yulti pisah gegara ortunya, ya ampun sedih bngt nasibnya yulti, pdhal yul udh nyiapin smuanya bwt ngelamar tiff
    mngkin emng jodohnya yul bkn tiff tp sica, moga aja yul udh bneran bs nrima sica jd istrinya dn melupakn fanny
    gmn pun jg sekrang yulti adlh sodara
    whooaaa ditungguin yulsic sm taeny moment ya thor

  9. Huaaaa sedih banget thor ternyata begitu ceritanyaaa. Fany yuri kasian thooorrr.

    Huaaaa mau pingsan bacanya nyeri banget lhoooo
    Pantes mereka gk bisa ngelupain, krna gak ada yg salah. Keadaan aja yg bikin gini huhuhu

    😭😭😭😭 salah fokus ya couplenya thor. Tapi kok masih berharap YulTi. Fany belum bisa ngelupain Yul sih wlw udh ada taeng

  10. yulsic chukae,,,,akhrnya kalian resmi nikahnya…
    yul kamu fany-ah lg,,,ahgg smoga prasaan yul hnya ttp untuk sicaa,,,
    penasaran lnjutan critnya…

  11. resepsi yulsic sudah digelar…tp gwe ragu setelah yulti bertemu kembali….mungkinkan hti yul oppa goyah lagi?????
    oh no….kasian sica ntinya….
    mungkin ini awal dri perselingkuhan….???
    jng ya thorr…gwe gk rela klo sica tersakiti hatinyaa….Hiks..hiks…
    gwe seneng liht karakter sica disini sangat hangat dan perhatian tidak sperti biasanya dingin dan crewet…hehe

  12. Jad itu alasan yulti berpisah ya…..,kita hatus mengambil hikmahnya,kalau ga begitu kan yulsic ma taeny ga bakal bersama😁😁😁😁😁

  13. oooooooh jadi gtu ceritanya hubungan yuri n fany. kduluan orang tuanya? kasiaaaaan ya…
    tp ya sudahlah. kan uda punya masing2. jgn saling ganggu ya…

  14. huuaaaa,nyesek banget kisah nya yulti! 😥
    keduluan ma ortu mereka! gw doain moga mereka bisa cepet” move on,,biar pasangan nya g ada yg tersakiti! kan kesian thor sica,klo yul balik lg ma fany! mana mereka ru z nikah,,smoga kehidupan yulsic damai” z! eh,kga papa jg deng thor kasih badai,,tappi jangan kenceng” thor badai nya! hahhaa

  15. huuaaaa,nyesek banget kisah nya yulti! 😥
    keduluan ma ortu mereka! gw doain moga mereka bisa cepet” move on,,biar pasangan nya g ada yg tersakiti! kan kesian thor sica,klo yul balik lg ma fany! mana mereka ru z nikah,,smoga kehidupan yulsic damai” z! gw kaga rela thor kalo mereka pisah!!;(
    tappi kga papa jg deng thor kasih badai,,tappi jangan kenceng” thor badai nya! hahhaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s