Earned It Chapter 2

fd1500f5022bb5909680ce5c79578562

“Cecil.. You’re next.. please hurry..” suasana di backstage kalang kabut seperti acara runaway seperti biasanya, terlebih ini ini adalah showcase Kim Taeyeon, salah satu desainer sekaligus pebisnis yang tak diragukan lagi kemampuan dan reputasinya.

“Okay Mr Kim.. you can trust me hehehe…” masih dengan senyum konyolnya si gadis kelahiran California 19 tahun yang lalu itu berjalan melewati Taeyeon dengan kedipan mata genitnya, membuat Taeyeon menggelengkan kepalanya melihat modelnya satu itu.

Show akan dimulai 30 menit lagi dan ia masih di backstage, sibuk mengecek semuanya apakah sudah siap dan sesuai dengan plan yang berjalan.

“Tae.. kita harus segera ke dekat stage.. para tamu sudah berdatangan, termasuk para editor majalah yang telah kita undang dari dalam dan luar negeri…” Tiffany berbisik pada pria yang masih menata dan merapikan busana yang akan dikenakan oleh model-modelnya. Tema show malam ini adalah Romantic Fantasy, jadi semuanya harus terlihat dan terkesan elegan, fashionable, original, unique, dreamy dan pastinya romantis. Taeyeon mengenakan tuxedo pink pastel ketat yang tetap nyaman memeluk tubuh berotot dan proporsionalnya, rambut yang dibelah samping yang terlihat bersinar, menambah ketampanan dan karismanya sebagai single parent, terlihat seperti bujangan yang belum memiliki putri sebesar Irene. Taeyeon tersenyum mengganggukan kepalanya menatap mata indah Tiffany yang malam ini terlihat cantik sekali dalam balutan dress silky pink selututnya dengan bahu terbuka tapi masih tertutupi pita cantik cukup besar di dada dan bahunya.

“Oke.. semangat semuanya.. aku berharap banyak pada kalian..!!” setelah menyelesaikan cek&riceknya, Taeyeon menggenggam tangan Tiffany, membawa wanita itu menuju tempat duduk special mereka bersama tamu penting lainnya yang akan membantu comeback-nya di Korea saat ini.

{{(========= Earned It =========)}}

 

 

Please Play This Song When You Read This Part

K.Will –One Fine Day

“Oppa!!! Aku tak percaya kau melakukan ini semua padaku..” Jessica mengeluh pada Siwon yang hanya tertawa kecil mendengar rengekan gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu sendiri. Jujur saja terkadang sikap Jessica mirip sekali dengan Seungyon, tapi Jessica masih memiliki banyak hal lain yang membuatnya cukup berbeda dengan mendiang istri saingan utamanya sejak dulu, sejak mereka masih satu kampus. Jujur dulu ia sempat suka pada Jessica, tapi ternyata ia masih belum bisa melupakan Tiffany yang anehnya selalu saja mengganggu pikirannya hingga sekarang.

“Yah!!! Aish kau benar-benar menyebalkan Choi!! Geurae.. akan kubatalkan saja rencana kita..” dengan nada yang mengancam Jessica bersiap menutup telponnya saat ia menerima penolakan dari Siwon.

“Andwae.. kita sudah sepakat.. dan kau bilang kau sudah dekat dengan putrinya.. so.. kau tidak boleh mundur! Ingat itu.. atau kau akan kupulangkan ke Cali tanpa embel-embel model papan atas atau apapun itu namanya!” dengan nada yang lebih mengancam juga Siwon berucap membuat Jessica seketika terdiam.

‘No!! semua kerja kerasku selama ini!! Andwae!! Oh MG.. it’s just a big NO!! Sial.. aku harus mengalah kali ini..’ panik Jessica dalam hatinya.

“Yah Oppa… Jebal.. jangan seperti itu..” Jessica mulai memberikan aegyeonnya yang tak biasa itu.

“Stop.. oke.. asal kau mau menerima manager barumu itu.. semuanya akan baik-baik saja..”

“Tapi Oppa.. kenapa kau memberhentikan Chen dan Rara dan mengganti mereka dengan pria aneh itu?” Jessica melihat manager barunya yang baru saja keluar dari supermarket, membawa sekantung belanjaan pesanan dirinya. Sebenarnya ia tak lapar sama sekali, ia hanya ingin mengalihkan perhatian manager barunya yang tampan itu agar ia bisa meminta penjelasan dari Siwon yang mengatur semua kebijakan untuk karirnya.

“Jess.. lebih baik kita bicarakan ini lebih lanjut besok pagi.. Tunggu Oppa di kafe biasa oke? Baiklah.. goodluck..” Jessica tak sempat bereaksi apapun karena kini manager barunya itu sudah masuk ke mobil, memberikan Jessica pesanannya.

“Ini.. semua pesananmu. Untuk ukuran tubuh sepertimu.. kau makan banyak…” manager barunya itu tersenyum menunjukan kembali dua lesung pipitnya lalu mulai menyalakan mobil mereka.

“Tentu saja.. aku model yang menjaga kesehatan… aku sudah terlahir dengan tubuh indah ini.. jadi aku tak usah bersusah payah mendapatkannya..” dengan nada sombong dan bangganya Jessica membalas komentar manager barunya itu. Sang manager hanya tertawa kecil lalu kembali focus mengemudikan mobilnya.

‘Lalu mengapa kau masih harus berolahraga seminggu 4x huh? Belum dengan diet ketatmu itu hahaha.. Funny Jung..’ tawa si manager baru itu dalam hatinya.

“Yah!! Kenapa kau tertawa??” Jessica sedikit berteriak. Ia kesal karena pria itu selalu saja tersenyum atau tertawa dengan semua ucapannya. Dan ia benci jika ia harus mengakui bahwa manager barunya itu terlihat begitu mempesona jika sedang senyum seperti itu.

“Hahahaha.. ani.. maafkan aku Nona Jung..” manager barunya itu salut dan kembali tertawa dalam hatinya.

“Sudahlah.. sekarang.. kenapa Oppa menunjukmu sebagai managerku?” Jessica mulai memakan choco pie yang sebenarnya tak boleh ia makan. Manager barunya hanya tertawa kecil melihat wajah wanita di sampingnya yang terlihat menikmati sekali setiap gigitan choco pie-nya.

“Yah!!! Jawab aku manager-shi..” remahan dari choco pie itu sedikit menyembur ke arah pria yang berstatus menjadi manager barunya Jessica.

“Yoona.. namaku Lim Yoona..” jawab sang manager dengan senyum khasnya yang lebar seperti alligator. Jessica terdiam mendengar jawaban managernya itu. Nama itu.. ia seperti pernah mendengarnya.

“Tunggu.. wajahmu terlihat familiar..” Jessica memakan choco pie-nya yang tinggal sedikit lagi, menatap tajam Yoona yang masih terlihat cool dengan senyum aligatornya.

“Benarkah? Apa aku mirip Lee Jongsuk? Lee Minho?” Jessica membulatkan matanya mendengar ucapan managernya yang penuh percaya diri itu.

“Yoon Ah.. ya kau mirip sekali anggota girl band itu.. Im.. Im.. Im Yoon Ah..” Tawa itu meledak tak kala Yoona mendengar Jessica berkata seperti itu. Dia tak peduli dengan tatapan aneh dan dingin yang artisnya berikan padanya.

“Aishh… kenapa kau tertawa?? Apa aku seperti badut bagimu? Kenapa kau selalu tertawa jika aku mengucapkan sesuatu heuh?” Jessica sekarang tak bisa menahan lagi emosinya. Hari ini sungguh sesuatu baginya. Pertama Siwon.. sekarang si manager baru yang selalu membuatnya kesal dan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia hendak memukul manager barunya itu saat keseimbangan tubuhnya hilang dan….

‘O..mo..na…’ hanya itu yang bisa Jessica pikirkan karena kini tubuhnya sudah jatuh mendekap manager barunya dengan posisi bibir mereka yang menempel satu sama lain.

{{(========= Earned It =========)}}

 

“ Irene? Mengapa kau ada disini sayang?” Taeyeon segera duduk di samping putrinya yang masih sibuk memainkan tabletnya.

“Oh… kau sudah selesai Appa.. hallo Fany Mommy..” Irene beranjak dari tempat duduknya, segera memeluk Tiffany yang juga sama terkejutnya melihat kedatangan gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.

“Kau terlihat begitu cantik malam ini Mom..” Irene mengecup kedua pipi Tiffany yang tersenyum begitu indah menerima pujian darinya.

“Kau melupakan sesuatu Young Miss..” Taeyeon muncul di samping mereka, merengutkan wajahnya, terlihat seperti anak kecil yang merajuk.

“Kau juga terlihat begitu tampan Appa.. sama sepertiku yang terlihat begitu cantik dan elegan hahahaha…” Irene kini segera memeluk ayahnya dan mulai menghujani Taeyeon dengan kecupan di wajahnya. Canda dan tawa mengiringi keluarga kecil itu, tapi itu tak bertahan lama saat koordinator acara memberitahu Taeyeon bahwa acara akan dimulai dalam 10 menit lagi.

“Baiklah Princess.. kau bisa duduk di samping Appa dan Fany Mommy..” dengan itu Taeyeon menghubungi panitia dan meminta kursi tambahan untuk putrinya yang terlihat begitu ceria dan bahagia malam ini sementara dirinya gugup dengan show dan rencana yang akan ia eksekusi malam ini.

“Tae.. kau baik-baik saja?” Tiffany mengambil sapu tangannya, mulai mengelap keringat yang mengalir di dahi sahabatnya itu. Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kecil menatap Tiffany yang sebenarnya masih penasaran kenapa sahabatnya itu terlihat begitu gugup. Terakhir kali ia melihat Taeyeon seperti ini saat sahabatnya itu menunggu kedatangan Seungyon di altar beberapa tahun yang lalu.

“Kau yakin? Aku bisa meminta Hongki membawakanmu sesuatu untuk menurunkan kegugupan dan keteganganmu..” Irene yang masih sibuk memainkan sesuatu di tabletnya tak menyadari love gesture yang diberikan oleh sahabat mendiang ibunya itu, ia terlalu sibuk berkomunikasi dengan seseorang yang akan menjadi kejutan untuk ayahnya malam ini.

“Appa.. aku ingin ke toilet dulu..” Irene beranjak dari kursinya, berjalan meninggalkan Tiffany dan Taeyeon yang hanya tersenyum melihat kepergiannya. Setelah agak jauh dari ayah dan tantenya, Irene mulai menghubungi seseorang yang sangat ia tunggu kehadirannya malam ini.

“Umma.. kau sudah dimana? Apa?? Kau masih jauh??” Irene menepuk dahinya mendengar jawaban sang ibu yang terdengar sibuk meminum sesuatu.

“Umma.. kau sedang apa?”

“Wakhu Shedyang Dwinner..” Irene tak memperhatikan sisa ucapan Jessica yang lainnya.

“Baiklah.. kau harus datang kesini secepatnya ya.. aku menunggumu.. have a safe ride Umma..” dengan itu Irene menutup telponnya, berjalan kembali menghampiri sang ayah dan tantenya yang terlihat sibuk membicarakan sesuatu dengan beberapa orang yang menghampiri mereka.

“Umma.. aku selalu berharap bahwa Fany Mommy-lah yang menjadi Ummaku.. tapi aku tahu.. bahwa dia bukan yang tepat untuk Appa..” Irene tersenyum lebar berjalan menuju Appa-nya yang terlihat begitu tampan malam ini.

{{(========= Earned It =========)}}

 

“Nona.. kita sudah sampai..” Yoona turun dari mobil, membukakan pintu untuk Jessica yang segera berdiri keluar dari mobil sedan mewah dengan senyum karismatiknya, melambaikan tangan pada media yang hadir dengan anggun, berpose begitu cantik di karpet merah, lalu mulai berjalan meninggalkan kerumunan wartawan yang mengabadikan kehadirannya. Langkahnya terhenti saat tangan lembut dan hangat itu menggenggam tangan kirinya.

“Apa yang kau lakukan??” ucap Jessica memberikan tatapan membunuhnya saat menyadari puluhan wartawan yang hadir disana mengabadikan moment mereka. Manager barunya yang menyebalkan itu malah tersenyum lalu mendekap tubuh Jessica dari samping, menambah kemesraan mereka di depan public, membuat Jessica semakin kesal.

“Jessica.. apa dia kekasihmu?”

“Jessica.. sejak kapan kalian berpacaran??”

“Wah ternyata Jessica seleramu seperti ini ya..” celetuk salah satu dari banyaknya wartawan yang mengomentari moment Jessica dan manager barunya itu.

“Apa??” Jessica mengepalkan kedua tangannya, geram mendengar komentar-komentar itu.

“Aku..” ucapan Jessica terpotong saat Yoona malah memaksa diriinya berjalan masuk ke gedung megah tempat showcase diadakan.

“Isshh.. lepaskan aku..” Jessica memutuskan koneksi tangannya dengan sang manager yang malah terus berjalan meninggalkannya.

“Yah!!.. mengapa kau malah meninggalkanku?!!” Jessica sedikit berteriak membuat manager barunya itu menghentikan langkahnya dan mulai menatap Jessica dengan wajah tampannya yang bodoh.

“Kau memintaku untuk melepaskanmu.. jadi ya kulepaskan..” dengan itu Yoona kembali melanjutkan langkahnya membuat Jessica terdiam bengong mendengar jawaban simple dari managernya itu.

“Yah!!!.. apa kau serius??” Jessica mendekati Yoona yang terlihat begitu polos dan bodoh layaknya remaja. Ia menarik dasi si manager gilanya itu, membuat wajah Yoona begitu dekat dengannya. Kedua mata mereka beradu, bertatapan begitu dalam cukup lama. Yoona bisa merasakan aroma mint dan strawberry dari mulut gadis yang hanya berjarak beberapa cm darinya. Rasanya ada sesuatu yang aneh bermain di perutnya saat Jessica begitu dekat dengannya seperti ini.

“Tak ada seorangpun yang berani meninggalkan Jessica Jung.. kau ingat itu!” dengan itu Jessica mendorong bahu sang manager yang tertegun mendengar ucapannya itu, berjalan dengan kesal meninggalkan sang manager yang kemudian tersenyum kecil melihat kepergian artisnya itu.

{{(========= Earned It =========)}}

 

“Hong.. apa semuanya sudah siap?” Taeyeon mengirim pesan pada koordinator acara showcasenya yang sudah berlangsung selama beberapa jam itu.

‘Sudah.. semua siap dieksekusi bos..’ balas Hong beberapa menit kemudian membuat Taeyeon semakin gugup dalam senyumnya. Showcase saat ini telah mencapai acara puncaknya. Pertunjukan yang sudah berlangsung selama 1,5 jam itu mendapat antusiasme dan apresiasi yang tinggi dari berbagai pihak. Taeyeon sedikit tenang setelah menerima respon baik seperti ini. Ia sungguh bersyukur karena dirinya bisa membuat karirnya cemerlang hingga hari ini.

“Naiklah ke panggung Mr. Desaigner.. mereka semua menunggumu…” Tiffany berbisik pada Taeyeon yang dengan semangat menganggukan kepalanya. Acara masih berlangsung meriah, seluruh mata kini tertuju pada Taeyeon yang berjalan menuju main stage, tempat para modelnya menunggu. Saeron, salah satu model yang sedang naik daun di Korea Selatan dan Asia memberikan sebuket bunga sebagai bentuk apresiasinya untuk sang desainer.

Taeyeon menahan tangis harunya. Tak tahu kenapa ia selalu ingin menangis jika ia sudah selesai melakukan fashion show, showcase atau runaway.. apalagi ini di Korea. Pada Showcase perdananya sebagai seorang desainer, Seungyonlah yang menjadi model utama, menyerahkan karangan bunga yang takkan pernah terlupakan baginya. Mendiang istrinyalah yang selama ini memberikan begitu banyak motivasi dan inspirasi. Kematian Seungyon.. adalah kematian dirinya juga. Saat ia melihat kedua mata indah itu tertutup dan takkan terbuka lagi untuk selamanya.. nafasnya serasa terhenti, separuh jiwanya pergi.

“Congratulation Oppa.. you’re doing great.. as always..” Saeron, si model campuran Perancis-Korea itu memeluk Taeyeon dan mengecup salah satu pipinya. Taeyeon hanya tersenyum dan mengangguk berterimakasih.

“Maaf Nona Hwang.. Tuan Hong menunggu anda di backstage.. ada yang ingin disampaikan katanya..” seorang pria dengan setelan kemeja hitam putihnya berbicara pada Tiffany yang sedang memperhatikan sahabatnya di atas panggung. Ia mengangguk lalu mengikuti arahan dari pria yang memberitahunya tadi.

Sementara itu di lain tempat beberapa waktu yang lalu

“Yah!!! Aish.. kemana si bodyguard jelek itu?” Jessica merutuk kesal berjalan memasuki ruangan tempat showcase dilaksanakan. Harus ia akui.. ia datang sangat telat.. sangat. Di tengah perjalanan mereka menuju ruangan tempat showcase, Yoona meminta ijin padanya untuk pergi ke toilet. Jessica mengiyakan dan memutuskan untuk menunggu manajernya itu. Tapi setengah jam sudah berlalu dan pria menyebalkan itu belum kembali juga sehingga ia memutuskan untuk mencari ruangan tempat ia akan bertemu dengan Irene itu sendiri. Setelah bertanya ke beberapa orang akhirnya ia menemukan juga tempat yang sudah ia cari selama beberapa menit.

Nomer yang anda tuju sedang sibuk atau berada di luar jangkauan… mohon coba beberapa saat lagi..” ini adalah kesekian kalinya Jessica mencoba menghubungi Yoona yang tak tahu ada dimana.

“Aish.. awas kau.. akan kulaporkan pada Siwon Oppa nanti biar kau segera dipecat..” Jessica berjalan tanpa menyadari seorang pelayan yang membawa nampan minuman di kedua tangannya.

“Arrck…” teriakan itu terhenti karena Jessica segera menyadari bahwa ia bisa mengacaukan acara pria yang diincarnya itu dengan teriakan lumba-lumbanya yang terkenal itu.

“Ah maafkan saya Nona..” pelayan itu segera menghampiri Jessica, meletakan nampan minuman di lantai.

“Jessica Jung?” pelayan terlihat terkejut melihat kedatangan model cantik itu di hadapannya. Siapa yang tak tahu Jessica Jung? Model cantik berdarah campuran yang banyak membintangi iklan-iklan dan syuting beberapa drama itu selalu menjadi buah bibir dengan sensasi yang dibuatnya. Well sebagian orang juga menyukai kepribadiannya yang ramah dan santai.. terlalu santai malah. Kehadirannya di Running man lah yang membuatnya semakin terkenal sebagai gadis santai yang tak mau berlari meskipun Kim Jongkook mengincar untuk merobek nametagenya.

“Shusstt.. jangan keras-keras.. aku disini untuk memberikan kejutan untuk.. seseorang..” dengan polosnya Jessica berucap membuat pelayan itu menganggukan kepalanya cepat, mengerti apa maksud kedatangan model idolanya itu.

Irene:

Umma.. Tunggu aku di backstage.. aku akan menemuimu disana ^_^

 

Oke sayang.. Umma sudah ada di ruangan Appamu showcase dan segera menuju kesana kekekeke..

Jessica tersenyum kecil membaca chat gadis kecil yang membuatnya bisa datang kesini padahal ia tidak diundang sama sekali oleh Taeyeon yang memang selektif sekali memilih model yang mengenakan pakaiannya.

“Maaf, apa kau bisa menolongku ke backstage? Aku akan menemui seseorang disana.” Saking terpesonanya pada Jessica.. si pelayan itu segera mengantarkan Jessica yang senang sekali menerima bantuan itu. Tak butuh waktu lama bagi Jessica untuk masuk ke backstage yang terlihat sangat ramai.

“Terimakasih sudah mengantarku. Kumohon jangan ceritakan ini pada siapapun ya..” Pelayan itu mengiyakan permintaan Jessica tapi ia ingin sekali Jessica memberikan tanda tangan dan foto bersamanya. Tentu saja Jessica mengiyakan permintaan itu karena baginya penggemar itu selalu datang pertama dalam prioritasnya jika ia sudah memberikan fanservice untuk penggemarnya yang sudah lumayan banyak meskipun belum bisa mengalahkan jumlah penggemar SNSD yang menjadi grup favoritnya juga.

“Ah iya aku baru ingat kalau bajuku ini basah.. aish.. Jessica Jung..” dengan inisiative yang tinggi Jessica berjalan menuju ruangan yang ternyata isinya penuh dengan baju-baju yang menggugah nurani Jessica untuk mencobanya. Kakinya seperti bergerak sendiri menghampiri dress-dress itu.

“Wow.. ini.. surga..” ucapannya terhenti saat seorang wanita terlihat sangat sibuk dengan earpiece dan walkie talkienya berjalan masuk.

“Cepat ganti bajumu.. kau akan tampil sebentar lagi…” wanita itu berjalan keluar tanpa melihat Jessica yang menatap wanita itu heran. Langkah wanita itu terhenti dan ia kembali membalikan tubuhnya.

“Ayo cepat ganti.. Tuan Kim menunggumu..”

“Tapi aku..”

“Kau hanya punya 1 menit untuk menggantinya…” sepert refleks.. Jessica segera mengganti bajunya. Dalam hati ia ia bingung tapi disisi lain ia juga senang karena bisa mengganti dressnya yang basah tadi. Kini ia sedang berdiri di samping backstage, terpesona melihat model yang dengan lihainya berjalan menambah keindahan busana yang mereka kenakan.

“Wah ternyata pria itu jago sekali mendesain bajunya… ini keren… cool..” Jessica berdecak kagum melihat berbagai model desain yang Taeyeon tunjukan hari ini sebagai showcasenya lagi setelah sekian lama menghilang dari dunia fashion Korea Selatan.

Irene:

Umma.. kau dimana? Aku sudah di Backstage.. ppali wa..

 

Iya aku juga sudah di backstage.. kau dimananya?

Irene:

Aku di dekat pria yang memakai kemeja putih hitam.. aku menunggumu… Appa juga..

 

Baiklah.. Tunggu Umma.. tadi baju Umma basah dan Umma mengganti bajunya dulu.. see soon ^_^

 

Jessica segera berjalan mencari pria yang Irene bicarakan tadi dalam chatnya. Setelah beberapa menit mencari ia akhirnya melihat pria itu.

“Permisi.. apa kau mel..” belum sempat Jessica berkata apa-apa ia sudah didorong masuk ke sebuah pintu. Disana ia dipasang microphone kecil lalu pria itu membawanya ke sebuah tirai, membuka tirai itu, sedikit mendorong tubuh Jessica yang hampir jatuh dibuatnya.

“Hey apa yang kau…” lidahnya kelu saat ia melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya.

“..menikah denganku?” Jessica hanya terdiam melihat pria di hadapannya itu masih ditutup kedua matanya dengan sehelai kain pink sutera, berlutut di hadapannya dengan sebuah kotak cincin bermata berlian pink terbuka.

“Kaulah wanita dalam hidupku.. kau berhasil membangun cinta itu lagi dan aku berharap kau yang akan menemaniku.. seumur hidupku… menjadi ibu dari putriku.. Irene.. dan menjadi istriku.. Kim Taeyeon yang mencintaimu.”

“Ya..” mendengar kata Kim Taeyeon, bibir Jessica entah itu refleks atau bagaimana tiba-tiba saja ia mengucapkan kata yang bisa mengubah hidupnya saat itu juga. Ia masih berdiri mematung melihat Taeyeon berdiri memeluknya.

“Terimakasih… aku mencintaimu..” dan keanehan.. keberuntungan.. kesialan.. keberkahan atau apapun itu namanya.. yang terjadi dalam hidup Jessica semakin lengkap saat ia merasakan kelembutan bibir Taeyeon begitu hangat mendekapnya dalam ciuman lembut penuh cinta dan hasrat.

{{(========= Earned It =========)}}

 

 

 

Please Play This Song When You Read This Part

K.Will 왼손을 잡고 and K.will Layback

 

“Kau tak boleh sendirian di tempat seperti ini..” Tiffany tak mengindahkan apa yang diucapkan orang disampingnya. Ia masih sibuk menatap aliran sungai yang tenang.. tapi tak seperti hatinya. Sudah 1 jam ini ia terdiam melihat sungai Han.. tempat dimana ia akan menenangkan pikiran dan hatinya yang sedang kacau, seperti hari ini… saat Taeyeon melamar seorang wanita yang tak ia kenal sama sekali walaupun harus ia akui.. wanita itu.. ia memiliki aura bintang dan charisma yang dulu dimiliki mendiang sahabatnya, Seungyon. Hal itu yang membuatnya sempat berpikir bahwa mungkin hal itulah yang membuat Taeyeon jatuh cinta pada gadis yang baru ia ketahui sebagai Jessica Jung.. salah satu model yang berada di bawah naungan agensi yang dikelola oleh Koreana Grup juga.

Ia tak bisa berbohong bahwa hatinya sakit.. sangat sakit. Pria yang sudah ia tunggu sejak dulu.. kini kembali menjadi milik orang lain meski ia telah menyerahkan semuanya, cinta.. bahkan hidupnya.. seperti orang bodoh.. lemah.. dan tak berdaya. Air mata itu tak terasa turun lagi membasahi pipinya untuk kesekian kalinya.

Flashback

Tiff.. kumohon jaga Taeyeon dan putriku nanti.. jika aku tak selamat nanti..” Tiffany menggelengkan kepalanya, menahan tangis melihat kondisi Seungyon yang semakin hari terlihat semakin lemah. Sahabatnya itu tetap bersikeras mempertahankan kandungannya padahal sudah berulang kali dokter memintanya untuk menggugurkannya untuk keselamatan Seungyon juga. Taeyeon tidak mengetahui ini semua karena Seungyon bilang bahwa ia sedang pergi berkunjung ke rumah temannya bersama Tiffany.

 

“Tolong jangan berkata seperti itu..” Tangis itu tak terbendung.

 

“Kau akan bertahan.. kau akan menjadi ibu dan istri yang baik Seungyon-ah.. kau tidak boleh berkata seperti itu lagi.. aku.. aku tidak mungkin bisa menjadi.. penggantimu..” ucap Tiffany lirih di akhir.

 

“Kau adalah yang terbaik Tif.. hanya kau yang bisa memenuhi semua yang Taeyeon butuhkan.. dia.. menyayangimu Tif.. mencin..” Seungyon terbatuk hebat… dengan darah yang mulai keluar dari mulutnya. Tiffany panic dan segera menghubungi dokter, mengguncang-guncangkan tubuh sahabatnya yang perlahan kehilangan kesadarannya. Itulah percakapan terakhirnya dengan Seungyon yang sempat tak sadar beberapa hari lalu tersadar dan segera melahirkan Irene yang akhirnya harus hidup tanpa kehadirannya.

 

“Fany-ah.. maafkan aku..” ucapan itu membangunkan Tiffany dari lamunannya. Ia melirik kesamping, melihat pria yang terlihat begitu kacau dengan berbagai perasaan yang berkecamuk di hatinya.

“Maafkan aku… aku tak tahu apa yang membuatku melakukan hal ini padamu.. aku sungguh jahat.. ahh apa yang telah kuperbuat?” Taeyeon mengacak-acak rambut hitamnya yang memang sudah terlihat berantakan.

“Fany-ah.. katakan sesuatu.. kumohon..” Tiffany bisa merasakan tubuhnya kini menghadap pria yang menatapnya penuh rasa bersalah. Ingin sekali ia berkata sesuatu tapi sepertinya lidahnya kelu tak tahu kenapa.

“Gwenchana..” hanya itu kata yang terucap dari bibir Tiffany. Ia tersenyum kecil lalu mulai beranjak dari tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Langkahnya terhenti saat ia merasakan sakit di daerah kewanitaannya.

“Fany-ah.. gwenchana?” Taeyeon segera bangkit menghampiri sahabatnya tanpa memperdulikan dirinya yang hanya memakai boxer pendek. Ia menggendong Tiffany kembali berbaring di kasur, dengan selimut yang masih membungkus tubuh sahabatnya yang sudah ia jamah kemarin malam. Dengan jelas bisa ia lihat tanda-tanda merah di leher.. dada dan bagian tubuh Tiffany yang lain. Tiba-tiba adegan semalam mulai berputar di otak Taeyeon meskipun ia tak terlalu ingat secara detail bagaimana ia bisa berakhir satu ranjang dengan sahabatnya itu pagi ini dengan tubuh polos dan selimut yang menyelimuti mereka.

“Aku sungguh brengsek…” ucap Taeyeon pelan memejamkan matanya. Ia beranjak menuju ke balkon penthousenya melihat Miami pagi yang sibuk beraktivitas di dalamnya. Ia hirup dalam-dalam udara yang bisa menghilangkan rasa sakit di dadanya saat ini. Bagaimana ia tidak sakit.. ia telah menyetubuhi sahabatnya, wanita yang selama ini selalu berjanji untuk ia jaga.. bahagiakan.. layaknya saudaranya sendiri.

“Apa yang telah kau lakukan Pabo!!” ingin sekali rasanya Taeyeon membunuh dirinya sendiri tapi tak bisa.. ia sudah mempunyai Irene yang 3 bulan lalu baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 4 tahun. Dan ia sudah berjanji pada Seungyon bahwa ia akan membesarkan Irene, menjaganya.. memberikan kasih sayang dan merawat gadis kecil mereka menjadi wanita yang sukses dan bahagia dalam hidupnya nanti. Ia takkan mengecewakan Seungyon dengan janjinya itu. Senyum pahit itu kembali tergambar di wajah Taeyeon. Ia merasa telah menghianati mendiang istrinya karena ia melakukan hal ini dengan Tiffany, wanita yang sudah Seungyon anggap sebagai saudaranya sendiri.

“Apa kau sudah berhenti menyalahkan dirimu?” suara itu menghentikan pukulan yang terus Taeyeon berikan pada kepalanya.

“Fany-ah.. aku..”

“Apa aku menyalahkanmu Kim Taeyeon?” Taeyeon membeku di tempatnya merasakan tubuh Tiffany yang memeluknya dari belakang, merangkulkan kedua tangannya di perut dan dadanya bersamaan. Tiffany membenamkan wajahnya di punggung pria yang kini memegang kedua tangannya.

“Fany-ah.. aku.. aku merasa jahat sekali.. tak seharusnya aku melakukan ini padamu..” Taeyeon masih menggenggam tangan itu tanpa membalikan tubuhnya. Tak tahu kenapa ia merasakan kehangatan itu dari tubuh Tiffany, gadis .. no.. wanita yang selama ini selalu setia menemaninya.

“Apa kau menyesal telah melakukannya denganku?” Tiffany kembali bersuara. Untuk beberapa saat hanya keheningan yang menyelimuti mereka.

“Aku menyesal karena telah melakukan hal itu tanpa sadar. Bukan karena aku melakukan hal ini denganmu..” Taeyeon melepaskan genggaman tangannya, membalikan tubuhnya yang kini berhadapan langsung dengan sahabatnya itu.

“Aku merasa telah merebut sesuatu yang berharga dari wanita yang sangat kusayangi.. yang selalu membuatku berjanji untuk kujaga tak membuatnya sedih. Aku merasa seperti itu Fany-ah..” Kini giliran Tiffany yang terdiam menerima pelukan Taeyeon. Senyum itu perlahan muncul di wajahnya saat ia bisa merasakan dengan jelas dentuman jantung sahabatnya sangat dekat seperti tak ada dinding yang memisahkan mereka.

“Apa aku pernah bilang menyesalinya?” Taeyeon melepaskan pelukan itu, menatap sahabatnya tak mengerti.

“Apa maksudmu?”

“Let’s do it again..” Mata Tiffany terpejam mengecup bibir sahabatnya yang segera membalas hal itu dengan intensitas yang sama. Awalnya hanya dua lapisan bibir yang menempel tapi lama kelamaan Taeyeon dan Tiffany mulai menggerakan bibir mereka, memiringkan kepala mereka sedikit untuk mempermudah kecupan yang kini telah berubah menjadi ciuman panas yang tak mereka sadari.

Entah setan apa yang memasuki pikirannya. Tiffany sedikit berjinjit menyesuaikan tinggi tubuh Taeyeon yang semakin mempercepat ritme ciuman mereka. Sadar akan hal itu, Taeyeon mengangkat tubuh Tiffany, mengalungkan kedua kaki Tiffany di pinggangnya, membawa sahabatnya itu kembali kedalam kamar, menidurkan Tiffany perlahan di ranjangnya dan memulai kembali aktifitas yang akhirnya menjadi awal dari hubungan yang entah dibilang apa.. yang pasti mereka berdua menikmati semua prosesnya.

 

End Of Flashback

 

“Kau boleh menangis.. tapi untuk hari ini saja nona..” pria itu memberikan sapu tangan abu-abunya pada Tiffany yang perlahan mengambil sapu tangan itu. Ia tempelkan sapu tangan itu pada kedua mata dan pipinya perlahan. Air mata itu sedikit berkurang karena ia bisa merasakan wangi yang menyejukan hatinya dari sapu tangan itu. Wangi yang dulu pernah menjadi favoritnya. Wangi yang menjadi senyum terakhirnya sebelum ia pergi meninggalkan dirinya beserta penderitaannya.

“Akhirnya kau berhenti menangis.. syukurlah..” pria itu tersenyum melihat Tiffany yang masih belum menatap. Melepaskan mantelnya, ia pakaikan mantel hangat coklat miliknya itu pada tubuh Tiffany yang merasakan kehangatan benda itu mulai menyelimuti tubuhnya. Perlahan Tiffany mendongakan wajahnya, menatap pria di sampingnya yang masih mengenakan kacamata kerjanya yang berbingkai sama seperti mantelnya. Untuk sesaat mereka hanya bertukar pandang dengan pria aneh dan misterius ini.

“Meskipun kau belum tersenyum sekarang.. aku tahu senyum itu adalah terindah yang dunia miliki..” pria itu mengalihkan pandangannya, melempari sungai dengan batu-batu kecil yang ada di sampingnya. Tapi tidak dengan Tiffany.. tak tahu kenapa ia mendadak tak bisa mengalihkan pandangannya dari pria yang masih asik melempari sungai dengan batu-batu kecil di sekelilingnya.

“Apa aku mengenalmu?” suara itu terdengar begitu serak saat Tiffany mengucapkannya. Pria itu segera menghentikan lemparan batunya, menepuk-nepuk kedua tangannya, tak lupa merapika jas dan celananya abu-abu mengkilapnya yang seragam memeluk tubuhnya yang terlihat atletis seperti atlet kebanyakannya. Pria itu kemudian berjongkok di hadapan Tiffany yang menatapnya penasaran.

“Katakan apa yang ingin kau katakan..” pria itu tersenyum lagi.. kini menunjukan senyum lesung pipitnya yang membuat penampilannya terlihat tampan dan manis. Tiffany terdiam mengamati pria di hadapannya itu. Ia familiar dengan wajah ini tapi ia tak bisa begitu saja mengingatnya. Seperti ada gembok yang mengunci ingatannya. Tapi senyuman dan kedua lesung pipit itu.. ia tak bisa berbohong bahwa itu sangat indah. Sama seperti milik Taeyeon yang selalu ia kagumi dan ia favoritkan.

“Aku adalah k..” belum sempat pria itu berbicara… smartphonenya sudah berbunyi. Wajahnya berubah menjadi serius saat menerima telpon itu. Ia segera berdiri menjauh dari Tiffany yang ikut berdiri menatapnya heran dan kebingungan.

“Orangku akan mengantarmu pulang.. aku harus pergi sekarang.. sampai bertemu lagi nona..” pria yang matanya seperti kijang itu tersenyum mengalungkan shal yang tadi membelit lehernya. Dengan ringan ia mengecup tangan kanan Tiffany lalu berjalan pergi meninggalkan Tiffany yang masih tak bisa melepaskan tatapannya dari pria yang sudah berjalan memasuki mobil mewh silvernya yang entah sejak kapan ada disitu.

“Yoongie..” ucap Tiffany menuruti apa yang pria itu ingin ia ucapkan tadi.

 =========================================================================

======================================

oke meskipun gw lagi sakit.. dan terbaring lemah di kasur.. gw tetep pengen update ff ini.

gtw knp gw seneng bgt baca ff gw yg satu ini..

ngefeel bgt buat nulis dan bacanya…

okee.. gw masih punya pr above the paper chapter 5 hahaah

sabar yaaa

Iklan

92 pemikiran pada “Earned It Chapter 2

  1. hehhh kok jadi gini?? *speechless*
    itu taeng bener” cintakah ma sica atau karena irene?
    kasihan fany, aahhh gak tega
    author harus buat ending yang bahagia buat fany, harusss
    ditunggu next updatenya thor~

  2. Hola!!! Aku mau comment nih,seneng deh ada taengsic nya ^_^ tapi aku juga kasian sama Tiffany.Namun,tetep aja aku suka Taengsic 😀
    tiffany sama yoona aja biar ntar pairing nya taengsic :3 *nih reader banyak minta*
    Hehe peace ^.^V
    Fighting yeah

    • hahaha iya gpp de.. yg penting komen
      better late than never kan?
      emang feel apa yg km rasain dari ff ini?
      klo kaka boleh share sih ya pendapat kaka sebagai reader yaitu..
      1. kaka bisa ngerasain gmna dalamnya cinta fany sama taeng. gmna taeng jadi malaikat dalam hidupnya. betapa berartinya taeng dalam hidup fany yh dulu bagaikan neraka.
      2. klo taeng.. gtw knp kaka belum dapet bgt feel yg taeng kasih ke fany.. disini penulisnya masih terlalu banyak menceritakan betapa cintanya fany sama taeng.. bkn sebaliknya.. nah gw berharap penulis bisa menceritakan sama kita gmn nanti perasaan taeng yg sebenarnya ke fany.
      3. Sica.. ntah knp gw pengennya sih author nukar tokoh yg satu ini dengan Tiffany. sikap dia disini mungkin mudah bgt klo kita berikan pada fany. begitupun jika kita liat kebanyakan ff taeny dengan cerita pasaran seperti ini. tapi gw kira author cerita ini yaitu gw.. haha ingin memberikan sesuatu yg baru supaya pembaca ga jenuh dan bosan baca cerita gtu” aja tanpa ada pengembangan dari setiap tokohnya. klo gw jadi reader sih.. gw penasaran apa si sica nanti bakal suka beneran sama taeng atau akhirnya dia suka sama manager barunya yang secara tidak langsung bikin dia terpesona juga.
      4. Yoona.. tokoh ini muncul begitu aja dalam benak gw.. gw kangen bgt sama tokoh yoona yg terkesan jahil.. tampan… muda.. cerdas.. tampan dan energik. tapi gw penasaran juga sih apa yoongie yg fany sebut di akhir chapter itu adalah yoona atau orang lain?
      heumh kita harus bersabar nih nunggu update selanjutnya ^_^
      yang pasti gw ngefeel bgt pas baca bagian akhir dari ff iini.
      bisa gw bilang itu adalah part favorit gw karena momentnya itu dalem banget. simple gesture dari pria misterius yang fany bilang sebagai yoongie itu menyentuh hati gw. sweet bgt… heumh seandainya beneran ada namja kaya gtu di dunia iini di samping gw.. yang bener” mencintai gw..
      upss apa gw bilang klo namja misterius itu mencintai fany? ^_^

  3. Gws ya thor 😀
    Itu tae matanya ditutup pas lagi ngelamar sica??pasti dia gak nyadar dan ngiranya kalo itu fany…duhh salah paham deh nih kayanya, bisa berujung badai. Kasian fany, tae buruan nemuin fany dan jelasin semuanya

    Feeling nya Irene yg pertama udh bener tuh kalo fany mommy emang cocok jadi ibu lu. Jangan ikutin feeling yg kedua pls…

  4. taeyeon slh org tu y thor..??
    kasian c fany..

    yoong ny gmn tuh..
    sm sica atw fany..
    td kirain siwon yg nemuin fany.. eh kykny yoong ya..??

    pdhl gw pengenny yoonsic thor.. hehe.. *bisalah y dikabulin*

    gw nungguin ff lu yg lum kelar tu thor.. lupa gw jdulny.. *plaakkk*

    • hahaa iya si taeng salah lamar.
      harusnya dia ngelamar mak rempong.. eh malah mak jenong yang datang..
      lo maunya yoong gw sama siapa? hahaha gw sih lagi dapet feeling yoonfany tapi kangen yoonsic.
      ff gw banyak yg blm kelar hahaha

  5. cpt sembuh ya thor mksh udah update,,,
    w rasa fany salah paham..sbnrna yg mw taeng lamar ntu fany tp org suruhan taeng ntu salah org malah jadina sica..lagian taeng ad2 aj cey knp jg nutup mata na??kan kurang romantis gtu ngelamar org tp ga liat mata na…
    bnr kan thor nie salah paham..
    plis thor jadiin nie taeny asli w pengen bgt ending na taeny krn ngenes aj gtu klo ending na taengsic,,kasihan fany na
    irene knp jg ya bisa segitu sayank n suka na ma sica??kurang ap ya ksh sayank dari fany mommy??

  6. cepet sembuh ya thor ..
    beruntung nya sica dilamar tae yaa walopun kbetulan ..
    gw harap sich ttep dech taeny kan ksiand fany udh bnyak brkorban gtu .
    klo sica ma yoong ja lah thor… ya ya ya
    oiya thor kpan ni lnjutan above nya udh gk sbar ni ..

  7. Tuh kan bener yoong 😀
    Semua kata”a sweet bener” bikin manis lah , Yaelah taeng ko bisa salah ngelamar sih kasian kan tante pany 😀
    Cepet sembuh deh buat author’a ..

  8. gw malah curiga pas acara lamaran ntu taeng “salah org” krn irene,,,dan kok taeng kyk nya ga sadar klo dia udh salah ngelamar org??
    ntu scene terakhir yoong beneran??klo iye udh ppany jdian ama yoong aj,,lupain taeng…drpd nge-batin mulu,,mending ama yoong aje dah sweet,,,tinggi pula hahaha
    gws yah thor…

  9. ada2 aja sih taeng mau ngelamar pake segala matanya di tutup kan salah org tuh jadinya, kasian fany udah smuanya di kasih buat taeyeon yang sabar deh fany ada yoong ini yg tamvan dan baik hati hahaa
    jadi ini taengsic yoonfany aja thor hehee (mksa gw)

  10. apaan nih gue gasuka thor -_- udah biasa ff kek gini mah -_-

    april mop thor :v just kidding thor maafkan readers mu ini 😉
    #dijambakrocksmith27

  11. Tae tu sadar ga c ngelamar Jessie.. hadoh Tae ga d Real ga d ff doyan bgt lukis tubuh Fany sama warna merah.. xixixi.. Yoong siapa ny Fany d wktu dlu?!

  12. Huwaaa….tae kok bisa salah lamar gitu yaa, dasar pabo…sica jg mau2 aja dilamar, kasian fany cup..cup..jangan nangis #elus2punggungfany

  13. Duhhh geregetan deh sama tae dimari.. nyesek amat jd tiffany, dr seungyon sampe jessica.. Btw kakak kok suka sih sama ff nyesek haha.. tp aku juga suka tukisanmu.. ditunggu chap 4 nya jangan lama 😀

  14. U sakit thor?get well soon y.cuaca mank lg g bagus
    Hmm aduh taeng parah bgt slh ngelamar orang dg matanya yg tertutup n yoona gw knp cakep banget c hahaha 😀
    Eh thor gmn u dah liat MV SNSD yg baru blm?

  15. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  16. nah lho taeng gmn sih, kok smpe salah ngelamar cewek, ntuh kasian sm fanny
    waduh sica seneng bngt tuh kyknya, kesampean jg jd cln bininya taeng
    itu si yoonan ya yg sm fanny, moga yoonan ntr bs gantiin taeng ya

  17. aischh taeng…dah romantis ngelmrnya malah yg dilmr salah orang…kasian fanyah , , , sdah 2 kali terlukai hatinya…
    coba ada yuri biar dia bisa gntikn posisi taengo….dan buat ht fanyah nyaman lagi…hehe

  18. itu si taeyeon salah ngelamar orang kah? kasian fany, dia harus terluka buat kedua kalinya >< manajernya sica tengil banget,,,wkwkwk suka ngelakuin hal2 yang gak terduga,, itu yang sama fany itu yoong? manajernya jessica? lanjut next chapter 🙂

  19. Apa apaan ini? Tae benar2 payah dan jahay, astaga kenapa di bisa bersikap seperti itu, katanya dia akan menjaga tiffany, aish gotjimal pembohong besar..ternyata yoong hehe salah mengira tapi gpp dia lebih keren dari yul kkk, ada hubungan apa yong sama fany?

  20. Gak tau knp dipart ini, sy sedih bwgd😔.. seharusnya yg dilamar tae itu ia pany.. knp jessi ada disono.. plase pany jgn berpaling dr tae.. itu hanya slh paham..
    Gomawoyo thor

  21. critny mj mundur sdkt loncat2. tp menarik krn hal tak terdga mncl. jessica yg scr tiba2 dilmr oleh Tae yg blm ia knl krn rnc ank Tae yaitu Irene. tiffany yg skt ht ini tnp diduga ktm am org yg dia prnh knl. hmm mkn ini agk sdkt bikin reader pnsrn.
    n skp Tae yg plin plan am fany pun shbt tp udh bertindak jauh. yg bikin q sok trnyta Irene lbh memilih wanita laen yg jd ummany..

  22. Aishh yoong mampu membuat sica dan fany terpesona dalam waktu yang bersamaan wkwk yoong memang manusia dengan sejuta tumpukan pesona yeh hehe parah,,,parah taeng bener parah

  23. Ping balik: Lagi baik :) | Be Different

  24. Aku nggk berani buat baca ke chapter selanjutnya krn aku takut apa yg aku khawatirin bakal terjadi. Taengsic? YoonFany? NO…..!!!!! Udh jelas dicerita ini Sungyeon mengharapkan Tiffanylah yg akan menjadi pendamping Taeyeon. Dan utk Iren? Apa yg mmbuat dia ngerasa klo Tiffany nggk pantas mnjd pendamping ayahny?? Knp ia ngotot bgt buat jadiin Jessica ibunya?? Hal ini hrs di cantumin thor. Aku bner2 nggk tega liat taeny pisah mulu. Hikz.. Hikz… 😭😭😭😭. Please….. Thor…… Jangan pisahin taeny…. Please……….

  25. Jessica bawaan nya kesel mulu pas deket yoona, awas sica nanti kamu jatuh Cinta loh sama yoona😂😂
    Itu yang dorong Jessica pasti Irene😂😂

    Oke lanjut baca ke chap berikut nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s