Earned It Chapter I

Hallo semuanya…

Gw balik lagi dengan FF baru

Ok.. seperti biasa.. cerita ini bukan ide original gw..

Gw terinspirasi dan dapat ide dari FF yg dulu bikin gw kepincut sama Taeny… Tadaaa…

 

FATHER OF MY DAUGHTER

Tuh ff udah lama bgt.. dan setelah gw cari lagi.. si author udah ga ngeaktifin akunnya dan ngehapus ceritanya dari AFF.. gw pun gtw nama authornya.. but disini gw tidak bermaksud plagiat ya… mau minta ijin k authornya pun gw gtw gimna cara ngkontak dia.. so gw minta izin disini ya author FOMD ^_^

Mungkin ada sebagian dari lo yg udah baca kali yaaa??

Ok buat yg sudah baca.. tolong jgn bocorin dulu yeee.. hehe

Karena gw gakan ngikutin tuh sepenuhnya alur dari ff itu.. gw udah lupa haha.. gw cuma inget awal ceritanya doang.. kesananya gw karang sendiri hahahaha

Genre: Gendbend, Romance, Drama, Angst, Comedy, Family, Smut

Pairing: RAHASIA hahhahaha

EARNED IT

 

375050_10151587755844941_330385475_n

“Appa!!.. Ppalli wa.. aku ingin pergi ke sekolah lebih pagi hehehe..” seorang gadis kecil menggoyang-goyangkan bahu ayahnya yang masih tertidur lelap di kasur mereka. Gadis kecil itu tertawa kecil melihat ayahnya yang tertidur sambil menjelerkan lidahnya, terlihat bodoh dalam tidur lelapnya.

“Aishhh.. Appa mah kebo ih.. susah sekali bangunnya..” gadis kecil itu kini menghujani ayahnya itu dengan kecupan basahnya, membuat si ayah sedikit terbangun dan segera memeluk anaknya.

“Yah!! Appa.. ihh lepaskan aku..” gadis kecil itu memukul-mukul dada ayahnya yang terbatuk-batuk menerima pukulan dari gadis favoritnya itu. Si ayah akhirnya terbangun beberapa detik kemudian lalu menggendong putrinya itu ke dapur dan ruang makan di lantai 1 Apartment mewah miliknya di daerah Cheomdamdong.

-30 menit kemudian-

“Assa!! Pancake goguma dan salad buah untuk putriku tercinta!!” pria itu menghidangkan sarapan yang ia buat beberapa menit yang lalu. Kini keduanya duduk di meja makan dengan pakaian lengkap dan rapih. Gadis kecil itu memakai seragam putih dengan rok putih pink kotak-kotak yang seragam dengan rompi yang ia kenakan. Sementara si ayah memakai kemeja pink dengan jas abu mengkilap yang pas sekali memeluk badannya yang cukup berotot. Mereka menikmati hidangan sederhana itu dalam diam. Beberapa menit kemudian keduanya sudah selesai dengan senyuman puas yang mengembang di wajah mereka.

“Oke Princess… sudah siap??” si ayah tersenyum tampan merapikan kembali seragam putrinya yang mewarisi kecantikan dan feminin charm dari ibunya.

“Ndae.. Appa.. Kajja!!” gadis kecil itu pun berjalan menggenggam tangan si ayah yang tersenyum riang keluar dari apartment mereka.

  +++++++ Earned It +++++++

“Noona.. ini minuman yang kau pesan..” seorang pria dengan kacamata abunya memberikan paper bag pada seorang gadis yang masih sibuk mengetik sesuatu di tabletnya. Di samping gadis itu duduk satu lagi assistant-nya yang sedang sibuk mendesain sesuatu untuk bosnya.

“Oke.. terima kasih Chen.. kau bisa meminumnya…” Mocachinno Caramel yang tadi Chen berikan pada bosnya itu kini berada di tangannya lagi. Si noona ternyata hanya mengambil minuman favorit remaja di hampir seluruh Seoul itu untuk selfie.

tumblr_msagphZaCZ1rfd5sco1_500

“Noona.. aku berlari sejauh 2 km dan kau tak meminumnya??” Chen dengan lemas menatap Noonanya itu tak percaya.

“Aku harus berolahraga selama 2 minggu untuk membakar kalori dari minuman enak yang jahat ini. Kalau kau tak mau.. Aku bisa memberikannya pada Ara.. iya kan??” gadis yang sedari tadi sibuk mendesain sesuatu di Notebook-nya itu menganggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya sekalipun.

‘Computer Freak..’ ucap si gadis yang tak percaya melihat assistant-nya yang tak menghentikan kegiatannya mendesain outfit untuk dirinya di Gala Dinner minggu depan..

“Baiklah Noona.. terimakasih..” dengan lemah pria bernama Chen itu mengambil ice coffe yang menggiurkan itu.

“Jessica-shi.. ini sudah waktunya..” assistant director dari pemotretan hari itu memanggil kembali si gadis yang tersenyum indah menganggukan kepalanya.

 +++++++ Earned It +++++++

“Anyeonghaseyo!!.. Kim Irene imnida.. nice to meet you all.. please take care of me ..” seorang gadis cilik membungkukan kepalanya lalu tersenyum manis menatap seisi kelas yang menatapnya dengan berbagai motif yang berbeda. Ada yang terpesona, biasa saja dan iri melihat kecantikan dan aura feminin gadis yang masih berumur 6 tahun itu.

“Baiklah.. kau bisa duduk bersama Chanyoung di bangku tengah..” si bu guru yang terlihat masih muda itu menyuruh Irene untuk duduk di samping namja yang terlihat tampan dengan senyuman hangatnya.

“Okey.. hari ini kita akan belajar bahasa Korea. Ibu ingin kalian membuat sebuah karangan tentang ibu kalian. Kalian pasti ingat kan bahwa hari ini adalah hari ibu??” si guru tersenyum melihat sebagian siswanya yang menggelengkan kepalanya, berbeda dengan Irene yang terdiam sedih mengingat bahwa hari ini adalah hari ibu.

“Kalian mengerti kan?? Baiklah.. ibu berikan waktu 30 menit dan kalian nanti akan maju ke depan menceritakan isi karangan kalian.. Arra??” si guru kemudian duduk di mejanya sementara Irene.. ia hanya terpaku menatap buku kosong di mejanya, memegang pensil yang tak ia gunakan sama sekali untuk menulis sesuatu yang menyangkut tentang ibunya.

 +++++++ Earned It +++++++

“Minggu depan kau harus menghadiri Gala Dinner yang diadakan oleh W Korea di Shangri La Hotel..” Tiffany mengingatkan sahabatnya yang masih sibuk mereview file-file yang akan pria itu tandatangani.

“Apakah boleh aku melewatkannya??” pria itu memberikan aegyeonya yang segera ditangkis oleh Tiffany. Si pria merengek kesakitan menerima pukulan kecil di kepala yang diberikan oleh rekan bisnis yang paling dekat dengannya itu.

“ Tae.. kau tahu.. ini adalah kesempatan bagus untuk mengumumkan kembalinya dirimu ke dunia Fashion Korea..” pria bernama Kim Taeyeon itu tak mengindahkan ucapan gadis di hadapannya yang terlihat begitu seksi bila sudah serius seperti ini. Perlahan ia bangkit dari kursi direkturnya yang nyaman, lalu memeluk sahabatnya dari samping, menciumi rambut Tiffany yang selalu harum vanilla dan melon, buah favoritnya.

“Tae.. stop it..” Tiffany mencoba menghentikan aksi sahabatnya yang byun itu. Ia tahu.. pasti mereka hanya akan berakhir di sofa tanpa sehelai kain pun jika ia tidak menghentikan sentuhan-sentuhan yang mengundang hasrat dan nafsunya itu.

“Apa kau ingin aku menghentikannya??” Taeyeon memeluk sahabatnya itu dari belakang, menempelkan dagunya di bahu Tiffany yang masih terdiam tak menjawabnya. Ia menciumi bahu, leher hingga telinga gadis yang masih seumuran dengannya itu. Tubuh Tiffany sedikit bergetar setiap kali Taeyeon menyentuhnya seperti ini. Hanya erangan kecil yang keluar dari mulutnya yang tak mau berkompromi dengan akal sehatnya.

Mengetahui bahwa gadis di dekapannya itu tak bisa menolaknya lagi, Taeyeon membalikan tubuh sahabatnya itu, mengecup lembut bibir gadis yang begitu setia menemaninya hingga hari ini. Kecupan lembut dan penuh kasih sayang itu tak bertahan lama saat Taeyeon menyelipkan lidahnya, mulai berdansa indah dengan milik Tiffany. Nafas dan saliva masih bertukar diantara keduanya disertai erangan halus dari Tiffany yang semakin mengeratkan pegangan kedua tangannya di leher Taeyeon yang mengelus lembut punggung dan paha gadis itu bersamaan.

Keduanya memutuskan pagutan mereka sesaat, mengumpulkan oksigen lalu memulai lagi sesi mereka. Tiffany mulai melepaskan dasi, kemeja dan celana Taeyeon yang masih serius memagut bibirnya yang cukup merah, bukan karena lipstik yang ia gunakan hari ini tapi karena serangan ganas yang Taeyeon berikan padanya. Beberapa detik kemudian Taeyeon sudah berdiri polos tak mengenakan apapun sementara Tiffany masih dalam dress kerjanya, meskipun berantakan dan kusut.

“Ahhh.. siapa yang agresif sekarang huh??” Taeyeon tertawa melihat Tiffany tertunduk malu. Ia menaikan dagu Tiffany dengan jari telunjuknya, menatap kembali gadis yang dari dulu tak berubah, shy.. sexy, humble yet seductive. Taeyeon kembali mencium Tiffany yang mengelus dada bidangnya sementara dirinya mulai membuka dress yang memeluk ketat tubuh proforsional sahabatnya itu. Tak butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk menyingkirkan dress diatas lutut indah itu. Untuk kesekian kalinya ia terdiam mengamati keindahan tubuh sahabatnya itu.

“Tae.. stop stare at my body.. it’s embrassing..” Tiffany mencoba menutupi orgam intimnya namun segera Taeyeon cegah dengan menyatukan tubuh mereka dalam pelukan hangat. Tiffany mengerti tatapan itu. Tatapan penuh cinta yang selalu membuatnya tenggelam jatuh dalam hubungan mereka yang tak jelas ini. Yang ia tahu, ia dan Taeyeon sama sama menikmati ini semua.

“You’re beautiful Fany-ah..”Tiffany membalas ungkapan itu dengan mengecup dagu, leher hingga dada pria yang kini membawa mereka menuju sofa luas yang bisa digunakan sebagai tempat tidur di ruangannya yang elegan simple dan nyaman. Taeyeon menidurkan gadis di pelukannya dengan perlahan, tak mau memutuskan pagutan bibir mereka. Wajah Tiffany kini terlihat merah kepadam-padaman dengan aura feminin yang menyinari wajah cantiknya. Taeyeon mengelus wajah itu layaknya sebuah harta yang begitu berharga. Ia tahu ini saatnya. Apalagi kini tenda di celana dalamnya pun sudah membesar, membuat dirinya tak nyaman. Tiffany mengangguk melihat Taeyeon menatapnya begitu dalam.

Tiffany kembali merasakan rasa yang menyakitkan itu saat milik Taeyeon mulai menjamah miliknya. Rasa sakit itu sedikit teralihkan karena Taeyeon kembali menjamah bibir dan mulutnya dalam cumbuan mesra. Ternyata trik itu berhasil. Kini keduanya sudah bisa menyesuaikan ritme mereka, naik turun memuaskan keinginan dan kebutuhan birahi mereka. Selama beberapa menit mereka masih melakukan tarian kenikmatan itu, dengan keringat yang perlahan mengalir dari keduanya. Taeyeon mempercepat penetrasi miliknya karena ia mulai merasakan milik Tiffany mendekap miliknya begitu erat, membuat dirinya sedikit sesak.

“Heunghh..mmpph… Taeyeon..aaahh…” Tiffany kini tak bisa menahan lagi desahan yang sudah ia coba tahan dengan melumat bibir sahabatnya yang masih sibuk memuaskan dirinya dengan kembali mempenetrasi dirinya lebih keras, memainkan dua gundukan manis di dadanya yang mengeras, menyatukan diri mereka lebih dalam.

“Tak apa.. say it.. give it to me..” Taeyeon terus berbisik halus, menyemangati gadis yang masih saja menahan desahan dan erangan yang menjadi musik indah di telinga Taeyeon.

“Haahh.. ahhh Taeyeon.. i.. can’t take ithh.. aahh…” masih dengan nafas yang memburu, Tiffany kembali menjamah bibir Taeyeon, memainkan lidahnya yang Taeyeon sambut dengan semangat sementara bagian tubuh mereka yang lain juga masih sibuk memainkan peranannya dalam proses penuh kenikmatan bagi kedua insan itu.

“ Taeyeon.. i..a aahhhh..” Tubuh Tiffany menggeliat dalam cengkraman sahabatnya yang kuat itu. Rasa aneh di perutnya itu semakin memuncak, sama seperti yang dialami Taeyeon, yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya.

“Tunggu aku… aahhh” cairan hangat itu kini terbuang ke rahim gadis yang juga mengeluarkan cairan dari orgasme mereka. Taeyeon terjatuh ke samping gadis yang masih memejamkan kedua matanya, mengatur nafas yang sepertinya akan habis dalam hitungan detik. Kondisi yang sama terjadi pada Taeyeon tapi pria itu tersenyum lembut menatap gadis di sampingnya, mengatur nafas mereka seirama. Sambungan mereka masih belum terputus karena Taeyeon masih mendekap erat Tiffany yang terlihat semakin bercahaya setelah bercinta dengannya.

“Terima kasih Fany-ah.. kau luar biasa.. as always..” Taeyeon mengecup lembut hidung mancung itu, membuat Tiffany tertawa geli dibuatnya.

“Haha.. stop Tae.. it’s tickle.. and i think you should put your mr.P out of my cave..” Tiffany tersenyum menunjuk milik Taeyeon yang masih terkubur begitu dalam di miliknya.

“Ahhaha.. not a chance..” Taeyeon kini mencengkram kedua tangan Tiffany, meletakan tangan halus itu di kedua sisi kepala Tiffany dan memulai lagi sesi bercinta mereka hingga beberapa jam kemudian tanpa memperdulikan orang-orang di sekeliling mereka yang tak tahu bahwa bos mereka sedang memadu kasih dengan rekan bisnisnya di puncak salah satu gedung tertinggi di Seoul.

 +++++++ Earned It +++++++

“Umma-ku bernama Park Seungyon… dia adalah seorang model. Umma adalah seorang wanita dewasa yang ceria, baik, ramah dan bijak. Ia sangat suka menari balet dan ice skating. Bermain seni peran merupakan salah satu keahliannya juga. Appa bilang kalau Umma beberapa kali memenangkan penghargaan sebagai pemeran utama wanita terbaik. Meskipun dia tak bisa merawat dan membesarkanku hingga hari ini, dia adalah ibu terbaik yang aku punya. She is the best and forever best. I love her so much meskipun aku tak bisa bertemu dengannya. Euh maaf aku bukan bermaksud sombong, tapi bagiku.. Umma adalah sosok luar biasa yang akan selalu menjadi role model untukku… karena terinspirasi dari beliau juga, aku bercita-cita menjadi model, designer dan arsitek seperti yang diinginkan Umma dan Appa.. Terima kasih..” dengan itu Irene menundukkan kepala, sedikit membungkuk lalu berjalan kembal ke tempat duduknya bersama Chanyoung.

“Woah daebak.. ternyata dia putri Park Seungyon!! Pantas dia cantik sekali, iya kan Hyeri?” ucap salah satu Gossip Girl di kelas mereka.

“Betul.. kurasa dia juga gadis yang baik.. kita bisa berteman dengannya.. bagaimana Jiyeon?” si gadis yang bernama Jiyeon hanya mengangguk tanpa melepaskan pandangannya pada Irene yang kini sedang serius mendengarkan siswa lainnya menceritakan tentang ibu mereka.

  +++++++ Earned It +++++++

“Selamat datang semuanya..” si pembawa acara menyapa hadirin yang duduk rapi dan elegan di mejanya masing-masing, tak berbeda dengan Taeyeon dan Tiffany yang menghadiri gala dinner itu sebagai salah satu tamu kehormatan.

“Baiklah.. kita akan mendengar kata-kata sambutan dari Mr. Choi Jungnam selaku CEO dari Koreana Grup..” Seorang pria yang terlihat masih gagah di usia 60 tahunnya berjalan ke atas panggung, mulai dengan speech-nya yang cukup membosankan bagi Taeyeon sementara pasangannya malam ini masih terlihat terkagum-kagum melihat ayah mantan kekasihnya itu berbicara. Dari kejauhan Taeyeon bisa melihat Choi Siwon yang tersenyum aneh menatap pasangannya malam ini.

‘Kau masih menginginkan Fany-ku huh??’ ucap Taeyeon dalam hatinya, tak menyadari bahwa gadis di sampingnya itu bertanya padanya.

“ Taeyeon.. kau sudah menyiapkan Speech-mu juga kan?” Tiffany kini mengalihkan pandangannya pada pria yang terlihat serius melihat ke samping kanan tubuhnya. Tiffany mengikuti direksi pandangan sahabatnya itu dan terkejut melihat Siwon yang tersenyum begitu manis padanya tanpa memperdulikan gadis cantik yang duduk di sampingnya.

Sementara itu 1 jam yang lalu..

“Noona.. aigoo..kenapa kau tadi menggonta ganti tatanan rambutmu huh??” Chen berusaha mengungkapkan kekesalannya sejak 30 menit yang lalu. Ara hanya tertawa kecil melihat Jessica yang masih sibuk memainkan tabletnya, berkomunikasi dengan fansnya melalui akun media sosialnya.

“Chen… ok.. stop.. aku tahu kita telat tapi bagaimana aku bisa hadir di acara sepenting ini hanya dengan tatanan rambut seperti tadi? Gosh!! Kau pasti gila.. sudah sekarang jangan marah-marah terus.. aku saja santai kok.. iya kan Ara? Lagipula sekarang pasti acara masih pemberian sambutan dari Koreana Grup..” Jessica memberikan tatapan tajam dan dinginnya pada Chen yang segera menutup mulutnya rapat-rapat.

45 menit kemudian mereka telah tiba di tempat yang dimaksud. Para tamu sudah memenuhi ruangan acara yang akan dimulai beberapa menit lagi. Jessica segera menduduki tempat yang telah disiapkan untuknya. Beberapa menit kemudian seorang pria yang ia kenali sebagai CEO Koreana Grup maju ke panggung dan mulai memberikan kata-kata sambutan yang hanya Jessica perhatikan beberapa menit karena kini perhatiannya teralih pada seorang pria yang sedari tadi melihat ke arahnya tanpa henti.

“Oppa.. mengapa pria itu terus menatap kita?” Jessica akhirnya mengeluarkan suara setelah pria itu kini mengalihkan pandangannya, berbicara dengan gadis cantik berambut hitam yang terlihat begitu sempurna dalam balutan gaun malam pink velvetnya yang simple dan elegan.

‘Heump.. not bad.. mungkin aku bisa mencoba gaya itu nanti..’ ucap Jessica dalam hatinya masih mengamati gaya berpakaian dan tatanan rambut gadis cantik yang tersenyum pada pria yang sedari tadi menatapnya.

“Dia adalah Kim Taeyeon.. dan gadis di sebelahnya adalah Tiffany Hwang, mantan kekasihku..” ucap Siwon menatap Jessica yang hanya menganggukan kepalanya. Rasa penasaran itu tak tahu kenapa kini menjalar di benaknya. Kim Taeyeon.. sepertinya nama itu pernah ia dengar tapi ia tak ingat.

“Kim Taeyeon adalah Designer yang karyanya melejit di Milan dan Paris beberapa tahun terakhir ini.. Dia memiliki majalah fashion dan clothing line yang terdapat di Milan, Paris, New York, Jepang, dan tentunya Seoul. Dia adalah suami mantan Brand Ambassador Koreana Grup, Park Seungyon jika kau tak tahu.. Jess…” Siwon menjelaskan hal itu pada Jessica yang terdiam menerima informasi dari Siwon yang meneguk anggur di sampingnya. Jessica yang baru tinggal di Korea selama 2 tahun belum terlalu mengetahui seluk beluk industri fashion dan hiburan di Korea sehingga ia baru tahu tentang Taeyeon dan Seungyon dari pria yang membantu kesuksesannya menjadi model yang terkenal di Korea.

“Oh.. kalau begitu mengapa ia datang dengan mantan kekasihmu? Bukankah ia sudah mempunyai istri?” Siwon tertawa kecil mendengar pertanyaan itu.

‘Kau benar-benar harus belajar lagi Jess..’ ucap Siwon dalam hatinya menatap Jessica yang terlihat bingung karenanya.

“Taeyeon dan Seungyon menikah saat Seungyon berada di puncak karirnya. Seungyon merupakan model yang dekat denganku hehe. Kami sempat berhubungan beberapa bulan tapi terhenti karena kepergianku ke New York untuk mengembangkan bisnis keluargaku, setahun kemudian aku dekat dengan Tiffany yang juga ternyata sahabat Taeyeon dan Seungyon sejak mereka SMA. Okay kita balik lagi ke Seungyon, dia masih menjalani dunia model selama setahun lalu berhenti karena ia ingin fokus menjadi pendamping Taeyeon yang sedang mengembangkan karirnya di Milan. Setahun kemudian Seungyon hamil dan ia meninggal saat melahirkan putrinya. Korea sempat berduka dengan kematian Seungyon karena gadis itu begitu disayangi oleh publik Korea. Selain model, ia juga adalah actress yang membintangi beberapa drama yang banyak meraih penghargaan. Makanya mungkin orang lain akan mengejekmu Jess karena kau tidak tahu siapa Park Seungyon, kalau Kim Taeyeon sih masih wajar karena ia hanya terkenal di kalangan fashion waktu itu, tidak seperti mendiang istrinya.” Jessica mencubit pelan tapi menyakitkan salah satu tangan Siwon yang meringis kesakitan.

“Aishh dasar kau Oppa..” ucap Jessica kembali melihat Taeyeon dan Tiffany yang sedang serius membincangkan sesuatu.

“Selanjutnya kita akan mendengar beberapa kata sambutan dari desainer yang membuat comeback-nya di dunia fashion Korea, Kim Taeyeon!!!..” si pembawa acara berbicara, membuat para hadirin bertepuk tangan menyambut pria yang terlihat begitu stylist dengan tuxedo hitam klasik yang pas dengan tatanan rapih rambutnya yang menambah ketampanannya berdiri di podium.

“Selamat Malam.. tak banyak yang ingin aku sampaikan. Berjuta terimakasih untuk Tuhan, keluarga, kolega, sahabat dan tentunya mendiang istriku, Park Seungyon…” Senyum tampan itu berubah menjadi sedikit sendu.

“Kehadiranku kembali ke Korea.. aku harap bisa menambah kualitas dan eksistensi dunia Fashion Korea di mata dunia. Aku dan seluruh staffku akan dan terus berusaha memberikan yang terbaik.. Terima kasih..” dengan itu riuh tepuk tangan kembali terdengar. Taeyeon mendapat banyak jabatan tangan dari desainer maupun orang penting lainnya yang hadir di acara privat ini. Jessica masih fokus menatap Taeyeon yang mendapat pelukan dan kecupan di kedua pipinya dari gadis yang bernama Tiffany Hwang itu.

‘Apa mereka berpacaran?’ kalimat itulah yang bermain di benaknya.

“Tiffany dan Taeyeon semakin mesra saja sepertinya..” celetuk Siwon yang meminum kembali anggur putihnya.

“Jadi mereka berpacaran Oppa?? Tunggu.. apa kau cemburu?” Jessica kini tersenyum seringai melihat Oppa-nya itu terdiam meminum kembali anggur itu hingga habis. Acara baru dimulai tapi sepertinya Oppa-nya itu sudah mulai mabuk.

  +++++++ Earned It +++++++

tumblr_m8d97xm3EL1rdou0ko1_500

“ Tae.. perfect as always.. selamat..” Tiffany mengecup kedua pipi sahabatnya yang tersenyum lega duduk di sampingnya. Sudah lama ia tak berbicara di depan seperti tadi. Selama ini Taeyeon lebih fokus di balik layar, menghasilkan karya-karya georgeous sementara Tiffany dan team-nya yang lebih fokus memasarkan produknya hingga bisa sebesar sekarang. Selain rekan bisnis, Tiffany juga merupakan Sales Manager perusahaan yang kembali ia bangun setelah sempat terpuruk ketika Seungyon meninggal. Ia sempat hiatus dari dunia fashion beberapa waktu setelah istrinya yang begitu ia cintai itu meninggal. Kematian Seungyon yang tak disangka merupakan pukulan mendalam bagi Taeyeon. Dalam beberapa bulan ia tak mau bertemu ataupun merawat putrinya yang kini tumbuh menjadi gadis cilik yang ­–stunning and georgeous seperti ibunya.

Flashback

 

“ Irene membutuhkanmu, putrimu membutuhkan ayahnya..” Tiffany membawa Irene yang tertidur lelap dalam gendongannya.

“Tiff.. bisakah kau merawatnya? Aku akan pindah ke Lyon minggu depan..” Taeyeon berbicara tapi tak menatap Tiffany dan putrinya. Ia masih sibuk mereview draft desain yang menumpuk di meja kerjanya setelah ia mengambil hiatus dari dunia fashion. Tiffany dan sepupunyalah, Chloe, yang meng-handle clothing line Taeyeon di Milan. Tiffany lebih ke management dan pemasaran, sedangkan sepupunya lebih mengurusi desain serta produksi dari perusahaan fashion kecil yang sedang berkembang itu.

“Apa kau masih belum bisa move on dari kematian Seungyon? Mengapa kau seperti ini?”

“…..” Taeyeon terdiam menahan tangisnya.

“ Tae.. apa kau tahu bahwa Seungyon sengaja mempertaruhkan nyawanya dan memilih untuk menyelamatkan Irene?” Taeyeon masih terdiam mencoba menghentikan tangisnya.

“…..” hening.. tak ada kata yang keluar dari mulut Taeyeon.

“Karena Seungyon ingin Irene hidup di dunia ini. Ia ingin kau merawat bukti cinta kalian…Ia ingin agar Irene bisa merasakan betapa luar biasanya cintamu…Bukan sebaliknya.” Tiffany terisak mengingat percakapannya dengan sahabatnya itu.

“Aku tak bisa melihat wajah Irene..” Kini Taeyeon berbicara menatap Tiffany tapi masih tak berani menatap putrinya, ia mengelus foto Seungyon yang terpajang di meja kerjanya, menahan linangan air mata yang selalu saja keluar jika ia melihat foto istrinya itu lebih lama.

“Wajah itu selalu mengingatkanku saat Seungyonpergi meninggalkanku untuk selamanya..” Tiffany masih diam mendengar pengakuan sahabatnya itu. Ia tahu Seungyon adalah segalanya untuk Taeyeon, sahabat yang selalu ada untuknya sejak dulu, sejak ia masih terpuruk dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat miskin.

Flashback in Flashback

Taeyeon bagi Tiffany.. bukan hanya sekedar teman, sahabat, tapi malaikat yang menerangi hidupnya yang sudah diujung tanduk saat ayahnya menjual keperawanannya untuk membayar hutang karena ayahnya yang brengsek itu selalu berjudi, mabuk, judi, mabuk dan begitulah seterusnya. Ia lebih baik mati setelah harta berharga yang hanya akan ia berikan pada suaminya itu terenggut karena keegoisan dan kebodohan pria yang masih ia sebut “ayah”.

 

Jika bukan Taeyeon yang dulu menemukan dirinya yang meminum puluhan pil tidur serta memotong urat nadinya, mungkin ia takkan sesukses sekarang, membangun hidupnya kembali dari nol dengan support secara moral dan finansial dari Taeyeon dan kedua orangtuanya. Taeyeon memang bukan datang dari kalangan atas, tapi setidaknya keluarganya berkecukupan. Ayah Taeyeon adalah seorang Psikiater sedangkan ibunya adalah pekerja di konveksi, tempat Taeyeon mulai membangun mimpinya menjadi desainer terkenal.

 

“Hai… aku Kim Taeyeon.. semoga kita bisa menjadi sahabat yang baik..”

 

Taeyeon adalah teman satu kelas Tiffany di SMP. Mereka awalnya tak dekat karena Tiffany yang selalu mengisolasi dirinya dari lingkungan sekitar. Ia lebih sering diam, menutupi luka di pipi atau matanya dengan poni rambut hitam kusut lesuh berminyak yang menutupi pandangannya, itulah yang Taeyeon lihat dari Tiffany dulu. Suatu hari Taeyeon tak sengaja melihat Tiffany menangis mengusap luka di pipinya di bagian perpustakaan yang paling sepi. Dari situ ia tahu bahwa Tiffany bukanlah gadis biasa. Ia terluka, tertutup dan tak mau membagi lukanya dengan mencari perhatian seperti anak lainnya. Ia mulai bercerita tentang Tiffany pada ayahnya yang langsung tertarik dengan masalah yang gadis itu alami.

 

“It’s okay Fany-ah.. you’re safe now.. i’m here with you.. you’re not alone.. anymore..” Taeyeon memeluk Tiffany yang masih tak sadarkan diri dalam perjalanan menuju rumah sakit karena percobaan bunuh dirinya.

 

Tiffany awalnya selalu menghindar jika Taeyeon mencoba mendekatinya. Cinta… perhatian dan sayang.. baginya hal itu tak pernah ada lagi sejak ibunya meninggal. Ayahnya begitu terpukul dengan kematian mendadak ibunya yang menyelamatkan dirinya dulu.. saat hari kelulusannya dari sekolah dasar. Sejak itu ayah yang selama ini ia sayangi.. hormati.. dan ia kagumi hilang. Neraka.. ya mungkin itulah hidup baginya. Tapi ternyata neraka belum lengkap menghukumnya. Rasa sakit.. jamahan dan belaian tua bangka yang mengambil harta satu-satunya sebagai wanita melengkapi siksaan nerakanya di dunia. Ia tak mau lagi hidup. Kotor.. itulah yang ia rasakan. Semuanya telah hancur dan hanya kematianlah yang akan mengakhiri penderitaannya saat itu.

 

“He is my angel mom… finally God answer my prayer..” Tiffany berbicara dengan foto ibunya, duduk manis di samping makam ibunya.

 

Dulu ia pernah bertanya pada ibunya, apakah malaikat itu benar ada.. dan ibunya meyakinkan bahwa malaikat itu ada. “Kau adalah malaikatku dan Daddy-mu..” kata-kata itu bagaikan pisau tajam yang mengiris hatinya jika ia baru saja disiksa oleh ayah yang telah mati bersama ibunya, itulah yang Tiffany pikir. Tapi hadirnya Taeyeon dan keluarganya membuat Tiffany kembali percaya bahwa malaikat itu ada. Sejak peristiwa percobaan bunuh diri itu.. Tiffany berada dalam perawatan keluarga Taeyeon yang hanya memiliki Taeyeon sebagai buah hati mereka.

 

“Kau adalah putri kami sekarang.. panggil aku Appa.. dan wanita cantik ini Umma..” senyum Kim Junho merangkul istrinya yang menangis haru melihat Tiffany sudah mulai kembali normal.

 

Kesabaran dan usaha keluarga Taeyeon membuahkan hasil. Setelah 9 bulan terapi, Tiffany berhasil bebas dari depresinya, tapi belum dengan traumanya pada pria. Lalu bagaimana dengan ayah Tiffany? Pria itu kabur tak tahu kemana. Ia menghilang tanpa jejak sejak mengetahui bahwa putrinya kritis karena mencoba bunuh diri. Ia tahu penyebabnya, tapi ia tak berani bertanggungjawab. Tiffany yang pernah koma selama 2 minggu akhirnya berada dalam asuhan kedua orangtua Taeyeon yang menyambut dengan senang hati tambahan baru di keluarganya, anak perempuan yang selama ini mereka inginkan. Setelah tinggal 1,5 tahun dengan Kim Family-lah Tiffany mulai membuka dirinya. Ia mulai belajar membuka lagi hatinya untuk menerima cinta dari keluarga barunya. Taeyeon dan Tiffany menjadi pasangan yang tidak terpisahkan. Dimana ada Tiffany maka disitu ada Taeyeon. Cinta.. ya.. cinta.. pasti kalian menebak bahwa Tiffany menyimpan cinta pada Taeyeon selama ini kan karna kebaikannya yang luar biasa? Hahaha.. NO! Not yet 😛

 

“Hallo.. aku Park Seungyon.. let’s be friend… your eye smile ^_^ i love it.. hehe..”

 

Park Seungyon.. gadis cantik, ramah, karismatik yang menjadi teman sebangkunya sejak kelas 2 SMA. Tiffany tahu.. sejak pertama ia mengenal Seungyon, gadis itu bukan gadis biasa. Dan ternyata dugaannya benar. Ia adalah putri satu-satunya seorang Diplomat terkenal yang bertugas di Milan. Meskipun begitu Seungyon tak pernah membuka identitas sebenarnya. Ia selalu menutupi statusnya sebagai anak orang terpandang dengan memakai marga ibunya, Park Sena, karena ia tak mau orang menyukai atau menyayangi dirinya yang memiliki segalanya, Lee Seungyon. Persahabatan Yoona dan Tiffany pula yang mendekatkan gadis itu dengan calon suaminya, Taeyeon, yang perlahan jatuh hati pada idola kampus yang akhirnya memberanikan diri memasuki dunia modeling secara serius di tahun terakhirnya di SMA.

 

“Fany-ah apa Seungyon akan senang menerima kejutan ini?” Taeyeon muda bertanya dengan senyum penasaran dan gugupnya pada Tiffany yang menganggukan kepalanya lemah.

Cinta.. bentuk lain dari cinta pada Taeyeon-lah yang membuat Tiffany bertahan bersama Taeyeon, walaupun sebenarnya ia sakit jika melihat kemesraan kedua sahabatnya itu. Siwon.. untung pria itu datang dan sedikit mengalihkan perhatiannya. Siwon yang memiliki segalanya menjadi batu loncatan Tiffany yang mengubah hidupnya. Beasiswa yang diberikan oleh perusahaan keluarga Siwon-lah yang membantu dirinya meraih salah satu mimpinya, kuliah di salah satu universitas bergengsi di Inggris. Untuk beberapa saat Tiffany berhasil melupakan kehadiran Taeyeon. 3 tahun.. dalam waktu yang cukup cepat Tiffany meraih double degree-nya di jurusan bisnis management dan hubungan internasional. Sejak dulu Tiffany memang tergolong anak jenius.. sama seperti Taeyeon. Keduanya merupakan bintang di SMA mereka begitu juga Seungyon.

 

“Apa aku sudah benar-benar melupakanmu?” Tiffany terdiam mengelus foto dirinya dan Taeyeon yang tersenyum mengecup pipi kirinya, sementara dirinya terlihat terkejut menerima ciuman yang tiba-tiba itu.

 

Korea.. negara yang menyimpan begitu banyak kisah kelam dan juga bahagia, akhirnya ia kembali kesana. Ia sempat bekerja 2 tahun di salah satu perusahaan swasta asing tempatnya dulu magang di London, tapi segera berhenti setelah ia membuka perusahaan kecil bergerak di bidang travel bersama sepupunya dari pihak ibunya, Wendy yang hobi sekali berkeliling dunia. Karir Tiffany terus naik seiring dengan sukses bisnis travelnya.

 

“It’s not me Tiff.. it’s always about him. You better be honest with your heart.. Tell him Tiff.. follow your heart. I don’t know who is he but we better end this now.. Sorry..” Nickhun memeluk Tiffany ringan, mengecup kening gadis yang terisak pelan di pelukannya. Ia melepaskan pelukan itu, melihat lagi wajah gadis yang sangat ia cintai itu. Tapi ia tak bisa terus membohongi dirinya, bahwa bukan ia yang Tiffany cintai selama ini. Dengan langkah yang berat, Nickhun berjalan menjauh dari Tiffany.. dan hidupnya.

 

Sejak putus dari Siwon beberapa tahun yang lalu.. ia sempat berpacaran dengan beberapa pria di London. Yang cukup meninggalkan kesan baginya adalah pria Thailand yang akhirnya mengakhiri hubungan mereka karena ia tahu bahwa hati Tiffany tak bisa sepenuhnya menjadi miliknya, Taeyeon.. ya pria itu yang menghalanginya secara tidak langsung selama ini dalam menjalin cinta dengan pria lain.

 

 

“Tiff.. Taeyeon melamarku!!”

 

Rasa itu masih belum hilang bahkan setelah Tiffany tahu bahwa malaikatnya itu sudah melamar sahabatnya yang menjadi artis dan model terkenal selama ia sekolah dan mulai membangun karir di Inggris. Senyum kebahagian itu.. senyum terindah yang pernah Tiffany lihat dari Taeyeon. Malaikatnya itu menatap Seungyon dengan penuh cinta, kekaguman dan kegembiraan. Sejak itu ia sadar.. jika ia benar-benar mencintai Taeyeon.. maka ia harus bersungguh-sungguh melepaskan Taeyeon dari hatinya. “If you really love something.. you have learn to let it go” kata itulah yang mungkin pada akhirnya membuat Tiffany bisa menerima dengan ikhlas hubungan kedua sahabatnya yang akhirnya pindah ke Milan setelah setahun menikah.

 

“Tiff.. aku hamil..”

 

Kehamilan Seungyon.. itu merupakan moment-moment yang tak terlupakan oleh Tiffany. Mungkin dalam sebulan ia bisa mengunjungi Seungyon3 kali, menemani si ibu hamil yang sangat semangat menanti kelahiran buah cinta yang telah ditunggu-tunggu mengingat bahwa Taeyeon dan Seungyon adalah anak tunggal. Cinta yang ia pendam selama ini ia coba ubah menjadi cinta lain. Ia belajar untuk mencintai Taeyeon sebagai saudaranya, bukan sebagai pria yang ia harapkan menjadi pendamping hidupnya.

 

“Tiff… kumohon.. lakukan ini semua untukku…” Seungyon terduduk lemas memohon pada Tiffany yang hanya terdiam menanggapi permintaan gila sahabatnya itu.

 

Bulan ketujuh.. ya ia masih ingat dengan jelas bagaimana kilatan kegembiraan di wajah Seungyon yang padam hari itu. Keduanya duduk di sebuah cafe langganan mereka dengan minuman yang selalu mereka pesan, diiringi musik klasik yang menjadi favorit Seungyon. Tiffany yang sedang asik menceritakan perkembangan bisnis travel dan butiknya di Seoul tiba-tiba terhenti saat Seungyon menyodorkan amplop coklat dengan air mata yang jarang sekali Seungyon tunjukan. Dengan gugup Tiffany membuka amplop itu, membaca beberapa lembar kertas yang membuatnya mengerti mengapa gadis di hadapannya itu tak berhenti menangis dalam diam.

 

“Dia.. telah pergi Fany-ah…” Taeyeon terisak perih mengecup kening istrinya yang baru saja meninggal beberapa menit yang lalu. Tiffany tak bisa berkata apapun. Mulutnya terbungkam dengan berbagai rasa yang bergejolak di hatinya. Sedih? Tentu. Senang? Apakah ia boleh merasakan hal itu saat sahabat sekaligus saingannya dalam mendapatkan Taeyeon telah pergi? Belum lagi permintaan Seungyon yang terakhir. Janji itu.. janji yang telah ia buat pada Seungyon. Ia akan terus menepatinya. Ia akan selalu menemani Taeyeon dan malaikat barunya, Kwon Irene yang mirip sekali dengan Seungyon.

End Of Flashback in Flashback

 

Seungyon..wanita yang menjadi hidup dan matiku …” Kini suara tangisan kecil Taeyeon terdengar.

“Aku tak tahu apa yang harus kulakukan agar rasa sakit ini hilang..Ini begitu menyakitkan Fany-ah..” Taeyeon terjatuh ke lantai, ia tak bisa menahan lagi rasa sakit dan kehilangan yang selama ini ia pendam. Tiffany menyimpan Irene kembali ke tempat tidurnya. Ia berjalan memeluk sahabatnya yang terlihat begitu rapuh dibalik penampilan luarnya yang baik-baik saja.

“Pahami… hadapi… dan terima.. kau harus melakukan itu Tae. Seungyon juga sudah memperhitungkan semuanya. Ia tahu kau akan bisa merawat Irene dengan baik, buah cinta kalian yang sangat kalian inginkan. Jangan perlakukan Irene seperti ini.. ini tak adil Tae. Ia tidak berdosa, kematian Seungyonsaat melahirkannya hanyalah salah satu jalan istrimu kembali ke pangkuan Tuhan. Kau harus bisa menerima kenyataan pahit dan menyakitkan ini Tae. Kau masih mempunyai Irene, keluargamu, dan… aku..” Tiffany menghapus air mata itu, mengecup kedua mata indah yang sejak dulu selalu mengalihkan dunianya.

-7 bulan kemudian-

7 bulan telah berlalu sejak kematian Seungyon yang cukup menggemparkan dunia. Ucapan bela sungkawa masih banyak berdatangan. Di makam tempat Seungyon dikubur pun masih banyak karangan bunga bela sungkawa yang terpajang. Banyak pula orang-orang yang mengunjungi makam model yang segera pensiun setelah menikah. Mereka selalu mendoakan agar Seungyon bahagia di akhirat sana. Hari ini pun Taeyeon masih bisa melihat kerumunan orang yang mengunjungi makam istrinya. Setelah diamankan, kini Taeyeon bisa duduk menggendong Irene yang terdiam di samping makam ibunya.

“ Irene-ah..Appa berjanji akan merawatmu dengan baik… Kau dengar itu istriku??” Taeyeon berbicara pada foto Seungyon yang terpajang di atas pusara.

“Aku akan membantu putri kita untuk meraih mimpi-mimpinya..” Taeyeon tersenyum sendu melihat foto istrinya yang tersenyum begitu indah.

“Tapi jangan khawatir..ia akan tumbuh dengan penuh kasih sayang. Aku takkan pernah memaksakan kehendakku padanya. Aku akan membiarkan putri kita memilih mimpinya…”

“ Jika ia ingin menjadi model seperti ibunya, well mungkin aku harus lebih waspada agar Irene tidak didekati oleh namja yang sembarangan, seperti Appa-nya dulu hehe….”

“Aku akan membuat putri kita merasakan indahnya cinta dan kehidupan di dunia ini. Agar pengorbananmu tak sia-sia…” Taeyeon kini menitikkan air matanya dengan senyuman, menatap Irene yang tersenyum padanya.

“Aku rasa ibumu akan selalu disamping kita..senyummu percis sekali seperti ibumu. Senyum yang selalu menghangatkan hati dan hidupku. Seungyon-ah.. selamanya aku akan selalu mencintaimu…” Taeyeon mengecup foto istrinya dengan air mata yang perlahan membasahi pipinya.

End Of Flashback

 

Thanks Fany-ah.. ini semua karenamu..” hati Tiffany melonjak bahagia saat tangan Taeyeon menggenggamnya begitu erat, tak memperhatikan tatapan curious yang diberikan oleh gadis yang sejak tadi memperhatikannya. Tiffany hanya tersenyum manis membalas ucapan pasangannya malam ini. Tanpa mereka sadari seseorang telah mengawasi gerak gerik mereka sejak tadi dengan berbagai skenario yang bermain di pikirannya

 +++++++ Earned It +++++++

“Heumph.. bagaimana caranya ya agar dia bisa benar-benar terpesona padaku?” Jessica masih memikirkan cara terampuh untuk membuat targetnya kali ini benar-benar jatuh hati padanya. Sudah sebulan ia mencoba mendekati pria yang bisa membantunya mendapatkan hal yang selama ini menjadi target selanjutnya selain menjadi model terkenal di Korea Selatan.

“Hahaha.. mungkin karena kau tak punya ibu maka kau jadi seperti ini??” seorang gadis kecil cantik hanya terdiam dingin mendengar ucapan gerombolan bocah seumurannya yang kini mengepungnya di bagian taman yang sepi, tempat Jessica terkadang merenung jika sudah bingung dan saturasi (keadaan dimana lo udah berada di titik jenuh, bosan, frustasi) seperti sekarang.

“Tak kusangka putri model dan artis terkenal seperti ibumu yang sudah mati itu bisu..” si pria jangkung gendut itu mendorong si gadis hingga terjatuh ke rumput. Jessica masih mengamati drama anak sekolah yang kini bermain di hadapannya.

‘Pantas saja cantik sekali… anak model.. tunggu.. tapi mereka bilang tadi ibunya sudah meninggal??’ ucap Jessica masih bersembunyi di balik pohon yang cukup besar untuk menutupi tubuh langsing dan proporsionalnya.

“Apa mau kalian?” dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah merah memendam amarah, gadis itu bertanya.. membuat gerombolan bocah yang sedang membully-nya sekarang tertawa terbahak-bahak.

“Kami ingin kau hilang.. pergi dari sekolah dan menjauh!” si pria berkacamata tebal dengan gaya rambut spike-nya yang keren membuat gadis itu tersenyum sinis dibuatnya meskipun linangan air mata itu kini mengalir perlahan tanpa gadis itu sadari.

“Siapa yang menyuruh kalian?” dengan nada dingin dan senyum manisnya.. si gadis kini beranjak bangun mendekati pemuda berkacamata itu.

“Itu tidak penting.. sekarang… jika kau ingin hidup tenang maka enyahlah dari sekolah ini.. bahkan Seoul!” si pemuda yang cukup pendek tapi terlihat manis dengan lesung pipit yang menempel di pipinya membentak gadis itu.

“Jika aku tak mau?”

‘Wah keren juga gadis itu.. hahaha aku berani bertaruh bahwa salah satu dari mereka pasti nanti akan menjadi pacarnya..’ Jessica masih asik mengamati semuanya dengan susu kedelai yang masih ia sesap nikmat mengingat hanya itu makanan yang baru ia makan hingga sore hari ini karena jadwal photoshootnya yang padat. Ia bisa di taman saat ini karena ia sedang kabur di sela-sela break-nya dari ocehan asisten-asistennya.

“Kau berani juga ya..” dengan itu si pria berkacamata menyiram kepala si gadis dengan soda dan telur yang sudah ia siapkan sejak tadi. Gadis di hadapannya hanya terdiam terkejut menerima perlakuan dari bocah-bocah brengsek di hadapannya.

“Masih ingin bertanya lagi?” si bocah jangkung gendut kemudian tertawa terbahak-bahak sambil mengabadikan penampilan si gadis yang sudah berantakan itu dengan kamera hpnya.

“Tidak akan pasti setelah ia menerima ini…” si bocah pendek kemudian bersiap memukul gadis itu dengan tongkat baseball-nya saat seseorang berteriak dengan suara lumba-lumbanya yang memekakan telinga.

“Yah!!! Little Rascal!!.. jangan ganggu putriku!!” dengan kacamata hitam bergayanya… Jessica berjalan mendekati pemain drama yang ia tonton sejak tadi. Celana jeans biru belel, blouse putih transparan dan jaket kulit hitam yang membalut tubuh indahnya serasi dengan sepatu boot hitam stylish serta jam tangan koleksi terbaru Casio yang ia iklankan hari ini menambah aura keren dan karismatiknya.

“Ahjumma tidak usah ikut campur!” bentak si jangkung gendut yang bernama ShinDong di nametag-nya.

“Oh boy!!.. kalian kudet sekali… sampai tidak tahu siapa aku dan memanggilku ahjumma..” Jessica melepas kacamata hitamnya lalu memukul cukup keras kepala si jangkung gendut di hadapannya yang terlihat kesakitan menerima pukulan ringan itu.

“Jes..sica..Jung.. Noona..” ucap si pria cukup pendek yang langsung terpesona melihat senyum karismatik Jessica yang dingin kepadanya.

“Oh.. model kurang laku yang dekat dengan pamanku..” ucap di namja berkacamata yang mewarisi ketampanan seseorang yang Jessica kenal.

“Hei mata empat.. aku tidak tahu siapa pamanmu tapi yang pasti pamanmu itu yang genit mendekatiku. Dasar little rascal.. akan kulaporkan ke polisi dan orangtua kalian jika kalian menggangu gadis ini lagi!! mengerti!!” dengan itu Jessica mengeluarkan hpnya bersiap menelpon polisi, membuat bocah-bocah tengik di hadapannya terlihat ketakutan.

“Ayo kita pergi.. sudah waktunya kita menonton SoNyuhShiDae dan Red Velvet..” si bocah tampan berkacamata kini pergi berjalan menjauhi Jessica dan gadis yang mereka bully tadi.

“Kau baik-baik saja?” Jessica bertanya begitu perhatian padahal biasanya ia tak pernah terlalu perhatian dengan orang di sekitarnya, well maklumlah artis dan model terkenal, pastinya ia yang harus selalu diperhatikan, bukan sebaliknya. Si gadis hanya terdiam melihat wajah Jessica cukup lama, membuat yang dilihat wajahnya salah tingkah.

“ Why she keep staring to my face?” Jessica berbicara dalam englishnya menatap si gadis yang mulai tersenyum misterius padanya.

“Because you’re pretty Umma..” dengan bahasa inggrisnya yang bagus si gadis berucap, mengcopy logat british Jessica yang terdiam bodoh dibuatnya.

  +++++++ Earned It +++++++

 

“Tuan.. CEO sudah menunggu anda dari tadi…” Yonhee berjalan cepat menyusul seorang pemuda yang masih sibuk memeriksa file-file di Tab keluaran terbaru miliknya. Pria berkacamata itu menghentikan langkahnya lalu menatap polos Personal Assistantnya itu.

“Ayah? Sejak kapan?” pria berwajah awet muda itu melepas kacamata bacanya lalu berjalan menuju ruangan pribadinya di lantai paling atas menaiki lift khusus baginya dan para atasan di perusahaannya bersama dengan PA-nya. Hanya butuh 10 menit dan kini mereka sudah ada lantai 31, lantai tempat pemuda itu dan ayahnya bekerja, meskipun ayahnya itu jarang sekali ada di kantor karena perjalanan bisnisnya.

“Hallo mr Kwon..” Kwon Jongsuk menjabat dan memeluk putranya yang hanya tersenyum kecil menatapnya.

“Mr. CEO.. ada apa?? Apa ada hal penting yang mengganggumu?” pemuda itu tahu bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan ayahnya padanya karena ayahnya itu jarang sekali ada di kantor apalagi menemuinya hingga harus menunggu dirinya seperti tadi. Ayahnya adalah tipe bisnisman yang to the point, meskipun itu pada keluarganya sendiri, sama seperti ibunya yang setia menemani ayahnya itu melakukan perjalanan bisnis ke berbagai belahan dunia.

“Ok.. kita langsung saja. Kau tahu Jung Enterprise di California?” pria itu menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan ayahnya.

  +++++++ Earned It +++++++

“What?? Umma??” Jessica bertanya pada gadis yang masih tersenyum begitu imut di hadapannya, lebih tepatnya di bawahnya.

“Ndae… bukankah kau bilang bahwa aku adalah putrimu??” Irene tersenyum lebar melihat Jessica yang terdiam dibuatnya.

“Iya tapi itu kan..” Ucapan Jessica terhenti saat ia merasakan sebuah genggaman yang anehnya terasa begitu hangat dan menyenangkan baginya

“Umma… ya!! kau akan menjadi Ummaku.. mulai hari ini!” bagaikan disambar petir, Jessica hanya terdiam terkejut mendengar ucapan gadis cilik di hadapannya yang terlihat cantik sekali. Aneh sungguh aneh beberapa detik kemudian ia hanya menganggukan kepalanya mendengar ucapan gadis itu.

‘Tunggu.. apa aku baru saja menyetujui permintaan gila gadis imut ini?? Tunggu.. wajah gadis ini.. bukankah ia mirip seseorang??’ Ucap Jessica dalam hatinya, mengamati gadis cilik di hadapannya.

“Umma.. aku lapar.. ayo kita makan..” Irene mulai berjalan menggandeng ‘ibunya’ yang ceritanya baru saja ia temukan hari ini. Dengan wajah bingung dan kosong Jessica mengikuti gadis cilik yang menggandengnya begitu erat.

“Tunggu.. kau belum memberitahuku siapa dirimu… lalu bagaimana aku bisa menjadi Umma-mu?” Langkah Irene terhenti, ia melihat ‘ibunya’ yang menatapnya seperti orang bodoh, mirip sekali dengan ekspresi wajah ayahnya.

“Well.. Kim Irene Imnida… itu sudah cukup kan?” Irene sedikit membungkukan tubuhnya, lalu memutarkan direksi langkahnya, berjalan lagi membawa Jessica ke mobil yang telah menunggunya di parkiran sekolah.

“No.. you must tell me the detail.. Now! Jika kau memang menganggapku sebagai Umma-mu..” dengan gaya Bossy-nya Jessica menatap Irene yang malah tersenyum semakin lebar melihat wajah ‘ibunya’ yang terlihat begitu keren dengan gaya seperti itu.

‘Hahhaaa.. Umma keren sekali.. chic.. sepertiku!’ pikir Irene tersenyum menatap Jessica.

“Okay Umma.. ayahku adalah Kim Taeyeon.. dia adalah ayah No 1 di dunia ini!!.. and I’m his Daddy Girls..”

“Lalu..”

“Well.. ibuku.. ibu kandungku.. dia sudah meninggal saat melahirkanku.. Appa dan Mommy Fany yang membesarkanku sejak Umma meninggal…” meskipun tak ada suara tangisan, Jessica tahu bahwa gadis unik di hadapannya itu sedih. Irene sendiri masih berusaha menahan air matanya meskipun kedua matanya kini sudah berair. Ibu.. itu adalah topic yang sebenarnya sangat ia hindari. Bukan berarti ia ingin melupakan ibu yang telah mengorbankan nyawa untuk melahirkannya, hanya saja.. topic itu selalu dan selalu membawa kesedihan mendalam bagi Irene. Terkadang ia merasa.. ia adalah penyebab kematian ibunya.

“Kau.. baik-baik saja.. Irene?” ucap Jessica agak lama di akhir kalimatnya karena ia melihat terlebih dahulu nama Irene tertera di nametage gadis di hadapannya. Jessica melevelkan badannya agar sesuai dengan Irene lalu menatap wajah Irene. Tak tahu kenapa ia merasakan hal yang aneh saat melihat mata coklat madu Irene yang begitu indah dan menghipnotisnya.

“Ndae Umma.. semuanya akan baik-baik saja asal kau berjanji untuk selalu ada disampingku mulai saat ini.. Promise..?” Janji itu.. sulit sekali untuk Jessica ucapkan. Baginya sebuah janji adalah tanggungjawab yang harus dipenuhi tak peduli apapun penghalangnya ya meskipun ia bukan tipe orang yang suka menepati janji {hahahaha}.

‘Berjanji menjadi ibunya? Apa aku gila?’ ucap inner self 1 Jessica yang tiba-tiba muncul.

‘Bukankah impianmu menikah muda dan memiliki putri? Dia sudah ada di hadapanmu Jessica.. ayo terima saja dan berjanjilah!!’ ucap inner self 2 yang sekarang menyenderkan badannya di bahu Jessica.

“Tapi kau belum tahu siapa ayah gadis gila ini!! Apa kau mau terjebak selamanya dengan orang yang tidak kau kenal???’ si inner self 1 memberikan counter attack-nya sementara si inner self 2 tersenyum misterius menatap Jessica.

“He’s freaking Kim Taeyeon Jess… bukankah dia orang yang akan memudahkan semua rencanamu? Jadi terimalah.. kalau masalah dia pria baik atau bukan, apakah dia bisa dibilang jahat dengan membesarkan putrinya seorang diri? He is freaking handsome, smart, innovative and charismatic Jess.. don’t forget.. LOYAL!!’ ucap si inner self 2 dengan meyakinkan. Jessica sejenak terdiam memikirkan kembali ucapan kedua inner self-nya.

‘Heump.. apa yang mereka katakan benar juga.. tapi.. aku..’

“Umma… ayo cepat ih.. aku sudah lapar..” Irene menggoyang-goyangkan kedua tangan ibu barunya yang akhirnya sadar bahwa kini mereka berdua sudah ada di depan mobil

  +++++++ Earned It +++++++

“Tae… aku sudah ada di depan kafe.. kau dimana?” Tiffany masih memutarkan pandangannya mencari sahabatnya yang katanya sudah menunggu di kafe yang ia sendiri baru pertama kali kunjungi sejak 30 menit yang lalu.

 

“Ahh.. itu dia..” Tiffany bergegas memasuki kafe dengan latar classic romantic minimalis itu, berjalan menghampiri namja yang masih memegang smartphonenya, duduk begitu santai di meja paling ujung taman kafe itu.

 

“Akhirnya kau datang juga..” Taeyeon berdiri menerima pelukan gadis yang selalu terlihat cantik dan menawan di matanya. Senyuman mengembang saat ia merasakan kecupan lembut di kedua pipinya membuat dirinya segera mencuri 1 kecupan manis di bibir gadis yang terkejut dengan aksinya itu.

 

“Tae!! Orang bisa melihat kita..” Tiffany menegur pria yang tersenyum jahil dan tak peduli dengan kehadiran orang lain di kafe itu. Ia mencubit salah satu lengan Taeyeon yang meringis dibuatnya.

 

“Biar saja Fany-ah.. toh sebentar lagi kau juga akan menjadi pasanganku yang resmi..” kata-kata itu tak sengaja Taeyeon ucapkan. Tiffany terdiam sejenak mendengar hal itu.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Fany-ah.. ayo kita duduk dulu..” dengan itu Taeyeon menarik kursi dan mempersilakan gadis di hadapannya itu duduk tanpa memutuskan kontak mata mereka. Perlahan Taeyeon menggenggam kedua tangan Tiffany yang menatapnya bingung dan penasaran. Ia kecup kedua tangan itu lalu ia letakan di dadanya, mencoba membuat gadis di hadapannya itu merasakan degupan jantungnya yang berjalan begitu cepat.

 

“Fany-ah.. maukah kau menikah denganku?” dengan tatapan yang begitu dalam padanya Taeyeon menanyakan hal itu. Untuk sesaat Tiffany hanya terdiam menatap Taeyeon yang terlihat begitu tampan hari ini.

 

“Aku mau…” Taeyeon sedikit merengut saat melihat Tiffany menganggukan kepalanya pelan dengan air mata yang perlahan turun dari kedua matanya. Ia berdiri mendekati wajah calon istrinya yang terlihat begitu cantik hari ini (hahhaha perumpamaan yang sama buat mereka berdua). Tangis kecil itu terhenti saat Tiffany merasakan kecupan hangat di kedua matanya. Ia menatap calon suaminya itu begitu dalam. Tak butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk kemudian mengecup bibir manis Tiffany. Kecupan-kecupan itu berubah menjadi ciuman dan cumbuan yang terhenti ketika sebuah suara membangunkan mereka.

 

“Appa!!!! Apa yang sedang kau lakukan dengan Fany Mommy??” Tiffany segera mendorong tubuh Taeyeon menjauh darinya. Raut kemerahan kini muncul di wajahnya karena ini adalah kali pertama Irene mendapatinya bercumbu dengan Taeyeon. Taeyeon hanya tersenyum setelah menerima dorongan itu lalu berjalan menuju Irene yang menatapnya bingung. Taeyeon segera memeluk putrinya itu lalu mengecup dahinya.

 

“Appa.. kau belum menjawab pertanyaanku!” dengan nadanya yang memaksa, Irene menatap ayahnya itu dengan tatapan dinginnya yang membunuh.

 

“Well sayang.. Fany Mommy akan menjadi Um..” kabar gembira itu terpotong saat seorang wanita dengan penampilan yang casual glamour-nya datang menghampiri Taeyeon dan putrinya.

 

“ Irene-ah.. jangan berlari cepat-cepat.. kau tahu aku..” ucapan wanita itu terhenti saat ia melihat Taeyeon yang menatapnya bingung dan penasaran.

 

“Umma… hehe maafkan aku.. aku membuatmu berlari..” Irene bergegas memeluk si wanita yang masih gugup melihat Taeyeon di hadapannya.

 

“Umma?? Dia Umma siapa Princess?” Taeyeon kini berjalan mendekati putrinya yang masih lengket berada di samping wanita yang baru ia lihat hari ini. Irene tak menjawab ayahnya itu karena ia kini berlari memeluk Tiffany yang berjalan mendekati mereka.

 

“Oh Fany Mommy.. perkenalkan.. wanita cantik di sampingku ini adalah Umma baruku!!”

“Haah.. Haahh.. andwae..” Tiffany seketika terbangun dari mimpinya itu. Senyuman kecil tersungging di bibirnya ketika melihat pria yang masih tertidur lelap tanpa menggunakan apapun. Dengan hati-hati ia berjalan ke coffe table dekat ranjangnya, meminum air untuk menghilangkan kehausannya. Ia membuka laci lalu mengambil sebuah botol putih, menjatuhkan beberapa butir pil berwarna merah muda ke telapak tangannya lalu mulai menelannya bersamaan. Setelah duduk beberapa menit memikirkan kembali tentang mimpinya yang aneh itu, Tiffany kemudian memutuskan untuk melanjutkan kembali tidurnya. Ia berbaring menelusupkan kepalanya ke dada Taeyeon yang masih tertidur, mendekap namja itu dengan penuh cinta.

“Mengapa mimpi itu aneh sekali?” Tiffany mengelus lengan Taeyeon yang sama lembut seperti miliknya, well bagaimana tidak, ia sendiri yang selalu memaksa namja itu untuk merawat tubuh dan penampilan bersama dengan dirinya sejak Seungyon meninggal.

“Apa aku bisa menjadi istrimu? Atau mungkin aku..” Tiffany berhenti mengelus lengan Taeyeon, menahan linangan air matanya.

‘Memang ditakdirkan hanya sebagai sahabatmu?’ ucap Tiffany dalam hatinya. Beberapa menit kemudian efek obat itu mulai bekerja, matanya mulai berat dan perlahan ia kembali terlelap dalam tidurnya.

“Kau.. akan menjadi istri yang sempurna bagiku..” bisik Taeyeon yang membuka matanya, mengecup pelan puncak kepala Tiffany yang tak tahu bahwa sejak tadi sebenarnya pria yang ia peluk sekarang itu sudah terbangun dan mengamati semua gerak geriknya.

  +++++++ Earned It +++++++

“Oppa.. bukankah kau akan menjemputku??” Jessica berdiri di lobi apartmentnya, menelpon Siwon yang sudah ia coba hubungi sejak beberapa menit yang lalu. Hari ini ia akan menghadiri showcase Kim Taeyeon, target taruhannya dengan sang Oppa yang ingin sekali merebut kembali Tiffany dari namja itu.

“Ahh itu.. maafkan Oppa.. sekarang Oppa ada rapat mendadak dengan perwakilan Kwon Group.. kau tahu kan.. itu bisa membantu Koreana Group dan tentunya dirimu juga karena mereka berencana menginvestasikan puluhan juta dollar..” Jessica terdiam merengaut mendengar penjelasan Oppanya yang terkenal lebih mengedepankan urusan uang dan bisnis dari apapun itu.

“Baiklah.. aku akan memanggil Chen dan Rara saja untuk menemaniku..” Jessica mendengus kesal lalu bersiap menutup telponnya saat sang Oppa kembali berbicara.

“Tidak usah.. aku telah mengirimkan seseorang untukmu.. di mungkin akan menjemputmu beberapa saat lagi.. tunggulah.. oh ya.. rapat akan dimulai lagi dalam beberapa menit.. goodluck dengan rencanamu malam ini dongsaeng..” belum sempat Jessica berucap apapun, sambungan telepon telah putus. Jessica mendengus kesal, memasukan smartphone kesayangannya itu ke gold purse miliknya dengan kasar, mencoba menahan amarahnya pada sang Oppa yang terkadang selalu seenaknya seperti ini, tapi mau diapakan lagi.. Siwonlah yang telah membantunya hingga hari ini. Dengan hati yang masih panas Jessica duduk di salah satu sofa lobi apartementnya yang mewah dan berkelas. Untuk sesaat ia terdiam, mengosongkan apapun yang ada di hati dan pikirannya, terdiam menerawang fountain indah yang menjadi daya tertarik tersendiri dari kawasan tempat tinggalnya itu.

“Nona Jung?” seorang pria dengan glossy black suit and tie-nya menyapa Jessica yang masih zoning out tak menyadari kehadiran si pria asing itu di hadapannya.

poster-50-sfumature

“Nona.. apa kau baik-baik saja?” pria itu sedikit menggetarkan tangan Jessica yang segera bangun dari lamunannya. Ia tersentak saat menyadari bahwa wajah pria itu sangat dekat dengannya, hanya beberapa cm saja mereka sudah bisa dianggap orang sedang berciuman dan sebagainya. Dengan refleks Jessia mendorong tubuh pria yang kaget menerima dorongan yang cukup kuat dari gadis di hadapannya.

“Yah.. siapa kau??” Jessica berdiri dan sedikit berteriak, membuat resepsionis dan orang-orang yang ada di sekitar lobi melihatnya heran. Ia sedikit membungkuk dan berkata bukan apa-apa saat menyadari bahwa image­-nya sebagai model papan atas akan tercoreng dengan kejadian kecil dan bodoh seperti ini.

“Kau Jessica Jung??” si pria itu melepas kacamatanya, terlihat lebih muda dan tampan dari sebelumnya. Tatanan rambut coklat hazelnutnya yang rapih layaknya pangeran Barbie dan putri-putri Disney membuat Jessica terdiam mengamati penampilan pria itu dari atas hingga bawah, tak menjawab pertanyaan si pria misterius itu.

‘gayanya boleh juga.. tapi.. siapa pria ini?’ pikir Jessica menatap serius si pria yang terlihat begitu tampan dan berkarisma dengan busana dan riasannya hari ini.

“Sepertinya kau senang sekali memperhatikanku ya?” pria itu tersenyum kecil melihat Jessica yang kini kembali ke zona normalnya.

“Apa kau bilang??” Jessica kini mendengar si pria asing cute itu tertawa, menunjukan kedua lesung pipitnya yang manis, membuat Jessica terdiam kembali, terpesona dengan pria di hadapannya itu secara diam-diam.

“Maafkan keterlambatanku Nona Jung.. bisakah kita berangkat sekarang?” pria itu dengan gagah menggenggam tangan kanan Jessica yang bodohnya tak menolak saat orang asing mengggenggam tangannya, membawa dirinya keluar hobi hotel. Saat si pria itu membukakan pintu untuknya, Jessica mulai tersadar dari zona keterpesonaannya. Dengan sedikit kasar ia melepaskan genggaman tangan itu, membuat pria asing tampan itu sedikit terkejut.

“Yah!!!! Siapa kau?? Apa kau akan menculikku?? Andwae!! Kau tidak akan bisa menculikku.. aku akan berteriak dan semua orang ak..” Jessica terdiam saat ia merasakan jari telunjuk pria asing tampan itu menyentuh bibirnya, membuat dirinya terhenyak seketika.

“Aku adalah driver.. bodyguard.. sekaligus manager barumu Nona Jessica.. Jung..”

 =============================================================================

================================================

Penasaran???

coment ^_^

well untuk ff gw yg gw toyibin dari kmrin.. akan segera menyusul hahahaa

maaf banyak gw revisi dari kmrin hehehee

Iklan

88 pemikiran pada “Earned It Chapter I

  1. Kayaknya seperti pernah baca. Tp watak ayahnya asalnya ialah yuri. Watak tiffany dan jessica sama. Dan watak anaknya ialah seohyun.

    Isteri yuri ialah yoona, di sini isteri taeng ialah seungyun, tp ada part di mana author tlh paste as yoona juga.

    Tapi aku tdk ingat ending story ni gimana.

    • hahaha itu gw juga yg nulisnya..
      judulnya mothr of my daughter
      itu adanya di aff…
      yg ini taeny versionnya
      kan klo yg di aff itu yulsic
      blm beres ko.. masih bersambung ffnya hha salah nih lo ketauan

  2. Jessica nya awal2 jahat yaa, dia mau ngerebut taeng demi kepentingannya dia sendiri??semoga taeng gak tergoda dan tetep setia sama fany…
    Siapakah orang yg jadi manager barunya sica??._.

  3. Melakukan making Love tu kaya ny mudah bgt y.. ga ad beban gto.. ga mikirin kedepan ny gmna… nah w mao making Love sama pasangan mikir serebu x.. hahaha
    Taengsic rupa ny.. Yul itu pasti.. lanjut dah

  4. Wah kasian pany yee hubungan ga jelas tp udh dalemmm’a minta ampun .haha
    Gue pernah baca tuh cerita tp jujur gue ga terlalu suka coz dsana yul bkn taeng .hahaiii
    Gue harap sih yoong tuh yg jd bodyguard 😀

    • iya nih.. fany udah terlalu jauh jatuhnya hahahaa
      lo baca di aff ya?
      klo di aff emang yul yg jadi tokoh utamanya.. tapi klo disini gw rencananya mau bikin taeng jadi tokoh utama cowonya..
      hahhaa ko pada ngarep yoona ya??
      gw juga ngarep sih hahhaha
      coba kita liat nanti

  5. kyak da prnah bca tpi da agk lupa jga soalnya da lma q bcanya hehe..,
    kra2 siapa ya bodyguard sica pa yuri.
    ok lnjut author,q ykin psti critanya seru soalnya ff author kren2 semua.
    faighting!!

  6. thor lu kmane aje 😥 gue nunggu ff nya yng love it self ama RSL 😥 Udah bulukan cek sunda namah thor :v
    update soon please 😦

  7. crtanya kren .. moga ja taeny …
    eh itu bodyguard jessi siapa ???
    yull kah or yoong??? #gw harep yull appa
    tunggu ja klnjutan nya …..

  8. gw familiar dikit ama nih epep 😀
    oh no!jess kok rada bahaya nih bwt taeny,,,
    hmm moga aja dgn kedatangan nya si manajer skaligus bodyguard baru bisa membuat sgla rencana jahat jess musnah…

  9. anneyonggg haha bru muncul nie w…
    keren bgt thor aduh sumpah keren…yg bikin kepo knp taeny ga ad status???kan taeng na jga cinta ma fany???
    flashback in taeny na dund thor awalna mereka nc???kok bisa gtu nc an??knp ga d nikahin aj cey fany na tae??
    update soon ya thor

  10. Hmm gw mzh bingung thor m ff ni krn kata2nya g menjurus bgt k tokohnya n awalnya gw kira itu yuri yg pny ank krn gaya tidurnya ky yuri n terakhir yg muncul itu yuri pa yoona krn org itu pny lesung pipi ky yoona tp qo marganya kwon..

  11. huee..
    gw br baca thor..
    kykny jessi mw merebut tae tuh..
    jgn deh..
    Sm bodyguardny aje ye thor..
    gw nebak ny tu yoong ayolah thor yoonsic ya.. pleasee.. hehe..
    gw nunggu ff lu yg kmren tu lama bgt updateny thor love it self sm RSL ya.. klw g slh smpe lupa gw saking lamany lu update thor.. hehe
    ttp smngat y thor nulisnya..
    gomaomao..

    • hai juga..
      iya sorry ya nih gw kebetulan lagi padat jadwalnya bulan ini
      karna cape juga mungkin ya jadi inspirasi buat nulis jadi ga muncul” hehe
      jgn sampai deh ya gw kena writerblock..
      yang gw harapkan dari kalian semua reader” gw yg tercinta.. gw harap kalian bersabar ya hehehe
      gw pasti kembali ko.. *putarPasto-aku pasti kembali

  12. Yuhu…apa aku telat komen?kayaknya iya :3,gue juga baru baca chapter dua,trus gue bingung “kok udah dua?”
    Ternyata gue belum baca chapter satunya hehe..

    Keren banget kak,feel nya mesti kerasa semua kalau di semua ff kakak itu menurutku kak ^^

    Semangat ya,fighting kak

    • hahaha iya gpp de.. yg penting komen
      better late than never kan?
      emang feel apa yg km rasain dari ff ini?
      klo kaka boleh share sih ya pendapat kaka sebagai reader yaitu..
      1. kaka bisa ngerasain gmna dalamnya cinta fany sama taeng. gmna taeng jadi malaikat dalam hidupnya. betapa berartinya taeng dalam hidup fany yh dulu bagaikan neraka.
      2. klo taeng.. gtw knp kaka belum dapet bgt feel yg taeng kasih ke fany.. disini penulisnya masih terlalu banyak menceritakan betapa cintanya fany sama taeng.. bkn sebaliknya.. nah gw berharap penulis bisa menceritakan sama kita gmn nanti perasaan taeng yg sebenarnya ke fany.
      3. Sica.. ntah knp gw pengennya sih author nukar tokoh yg satu ini dengan Tiffany. sikap dia disini mungkin mudah bgt klo kita berikan pada fany. begitupun jika kita liat kebanyakan ff taeny dengan cerita pasaran seperti ini. tapi gw kira author cerita ini yaitu gw.. haha ingin memberikan sesuatu yg baru supaya pembaca ga jenuh dan bosan baca cerita gtu” aja tanpa ada pengembangan dari setiap tokohnya. klo gw jadi reader sih.. gw penasaran apa si sica nanti bakal suka beneran sama taeng atau akhirnya dia suka sama manager barunya yang secara tidak langsung bikin dia terpesona juga.
      4. Yoona.. tokoh ini muncul begitu aja dalam benak gw.. gw kangen bgt sama tokoh yoona yg terkesan jahil.. tampan… muda.. cerdas.. tampan dan energik. tapi gw penasaran juga sih apa yoongie yg fany sebut di akhir chapter itu adalah yoona atau orang lain?
      heumh kita harus bersabar nih nunggu update selanjutnya ^_^
      yang pasti gw ngefeel bgt pas baca bagian akhir dari ff iini.
      bisa gw bilang itu adalah part favorit gw karena momentnya itu dalem banget. simple gesture dari pria misterius yang fany bilang sebagai yoongie itu menyentuh hati gw. sweet bgt… heumh seandainya beneran ada namja kaya gtu di dunia iini di samping gw.. yang bener” mencintai gw..
      upss apa gw bilang klo namja misterius itu mencintai fany? ^_^

  13. Suka sama ceritanya…tp ini bakalan taeny apa taengsic? Kalo beneran taengsic kasian banget sama fany yg beneran cinta mati sama tae huwaa…

  14. omona hahaha..
    siapakah driver bodyguard dan manajer jessica? penasarannn..
    aigoo irene punya umma sica dan mommy fany..
    kim taeyeon kim taeyeon kim taeyeon haha..
    lanjutt bca.

    annyeong reader baru thor.. izin baca ffnya y

  15. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  16. Baru koment lah,bacanya jga baru,baru tau juga,pokoknya baru.
    Jessie jahat apa gmana sich???
    Taeny cepet nikah aja dripd g jelas.

  17. nih bakaln taengsic ato taeny ya??
    kasian irene, gak prnah dpt ksh sayng dr umma nya
    waduh taeny doyan bngt bgituan, pdhal hub mereka hnya sahabat tp udh kyk suami istri aja
    udh deh fanny nya cptan di lamar aja, ntr keduluan di ambil siwon lho
    tuh yg jd bodyguardnya sica sp ya?

  18. jessica sengaja mendekati keluarga nya taeyeon biar bisa membantu dia ya? kalo iya, kasian irene yang udah menganggapnya eomma,, itu hubungan fany sama taeyeon sahabat tapi mesra ya,,hoho penasaran sama kelanjutan ceritanya,, lanjut next chapter 🙂

  19. Aku suka drngan gaya hubungan tarny, tapi aku juga sangat menyayangkan dengan sikap tae, dia sudah merasakan cinta dan tubuh fany, tapi bagaimana dia sejahat itu sampai belum juga melamar fany….aku harap pria itu yuri, supaya sica gak ngerebut taeyeonnya tiffany, pleaseeee andwe yang harud jadi ummanya irene itu fany okey!

  20. Huuu taeny moment wkwkw, please jessi jangan ngerusak deh yaa, mending udah ajaa sanaa bareng sama siwon wkwkw
    Kasian fanny nunggu tae udah lamaa
    Bagus baguss wkwk
    Semogaa jadinyaa sama fanny..
    Tapi… Pasti badai akan datangg huftt

  21. Itu pun hanya mimpi^^.. gimna klo nyata😊.. aq rasa pany gak akan mikir 2 kali untuk bilang “ia saat lamaran tae nyata.. krna pd dasarnya tae pun mempunyai rasa yg sama sperti pany^^..
    irene pede aja manggil jessi “umma.. hahaha lucu😆.. tp gpp punya 2 ibu.. pany mommy n jessi umma.. dilihatnya pun sangat lucu..
    oia.. siapa cwo mysterious , yg menjadi bodyguard jessi?!!.. yul Kah or yoona ya^^..
    Gomawoyo thor

  22. Slm knl ikut bc. jujur q rada bosan dgn pairing Taeny ato Yulsic krn karakterny hmpr sama. yg bikin q tertarik sd kemgkinan YoonSica. so klo fokusny ke Taeny udh sgt biasa. klo bikin Taeny bersatu lngsung aj tnp dibuat dl jd shbt, krn ujung2ny mrk psti bersatu. maaf bkny g sk am critny tp mgkn soal pairing coupleny terutm Taeny. yg patut ditggu YoonSica. mhn jgn kcw, krn mgkn dg beda pairing couple crita jd beda dgn yg laenny. so jgn pth smngt q trs kasih vitamin, krn q akn trs bc kary2mu..

  23. Baru baca ff ini cerita nya bagus dichapter pertama aja udah buat jatuh cinta,, izin baca yah thor,,
    Maaf klu baru menampakkan diri padahal udah perna baca ff author yg lain 😁😁

  24. Ping balik: Lagi baik :) | Be Different

  25. Ketika aku baca ff ini dgn seksama, entah knp aku merasa yakin klo taeyeon bakalan bersama tiffany. Tp aku takut keyakinanku hancur saat tahu bahwa authornya akn memasukkan karakter Yoong di ff ini dan menjadikannya pasangan Tiffany sehingga menjadilah yoonfany. Terkadang disitu saya merasa sedih dan kecewa. Tp mau bagaimana lg author lebih punya kuasa utk ff ini ketimbang readernya. 😭😭 tp aku akan ttp mendukung taeny. Oh iya satu lg, Kejadian Si Iren yg langsung memanggil Jessica ummanya kayak terlalu dipaksain deh. 😱 soalnya aku baca pas adegan itu ngerasa klo alurnya kecepatan. Hehheheh………. Itu sih menurut aku thor.. Tp ceritanya Bagus kok, walau aku hrs bersiap utk sedih lg baca ff ini. 😭😭 dgn menerima kenyataan klo akhirnya nggk taeny. Krn authornya doyang bikin yoonfany.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s