LOVE ITSELF Chapter 15

-Hwang Mansion, Seoul, 28 September 2013-

“Baby…I’m sorry..” Terdengar suara seorang namja dari sambungan telepon seorang gadis yang sedang melihat kembali kertas salinan rancangan gaun pengantinnya.

“Mengapa kau meminta maaf?” Gadis itu berusaha menjawab pertanyaan namja itu dengan tenang walaupun ia tahu pasti ada sesuatu yang akan membatalkan acara mereka hari ini mendengar permintaan maaf dari kekasihnya tadi.

“Aku dan teamku tidak bisa pulang minggu ini…Sehingga aku tidak bisa menemanimu fitting baju pengantin kita hari ini. Maafkan aku..” Suara namja itu terkesan begitu menyesal membuat amarah dan kekesalan gadis itu berkurang. Raut penyesalan juga terlihat karena kini mereka sedang melakukan video call.

“Apa kau tak bisa menyerahkannya pada Seo atau Gong Yoo?” Gadis itu berbicara dengan nada yang calm pada namja chinggunya itu.

“Sayangnya tidak bisa..Klien kita kali ini sangat menginginkan kehadiranku disini. Ia bilang bahwa ia akan membatalkan semua kontraknya bila aku tak datang…Maafkan aku..tapi aku juga tak bisa meninggalkan ini semua, membuat perusahaan menderita kerugian yang begitu besar.” Namja itu mencoba menjelaskan kondisinya sekarang pada calon istrinya itu.

“Sigh..baiklah..” Kini gadis itu menghembuskan nafas dengan menutup kedua matanya, mencoba menekan rasa kekecewaan pada kekasihnya itu.

“Aku akan meminta Jessica untuk menemanimu. Bagaimana? Apa kau setuju?” Pemuda itu bertanya pada kekasihnya dengan nada yang lembut dan memelas berharap kekasihnya itu setuju dengan idenya.

“Well i can say no to my sister in law right? Kau tak usah khawatir aku akan meminta Jessi setelah ini.” Jawab Tiffany dengan nada yang meyakinkan sehingga ia bisa mendengar nada kelegaan dan tawa kecil dari kekasihnya itu.

“Eurgh..sebenarnya aku sudah menelpon Jessi dan ia bilang bahwa ia bisa menemanimu. Dia akan sampai di rumahmu 30 menit lagi. Sebaiknya kau bersiap-siap Princess.”Kini Tiffany bisa mendengar nada semangat dari kekasihnya itu.

Ia tak ingin kekasihnya itu merasakan kekecewaan yang ia rasakan. Ia tahu bahwa hampir 2 minggu ini Yoong begitu sibuk menangani proyek terbarunya di Jeju. Selain itu ia juga bisa melihat lingkaran hitam di mata tunangannya itu, menandakan bahwa pemuda itu pasti terlalu fokus terhadap pekerjaannya sehingga ia lupa untuk mengurus kesehatannya. Ia sudah tahu kebiasaan ini sejak Yoong masih menjadi mahasiswa.

“Aku akan mengirimkan foto fitting hari ini sore nanti..Take care Baby…Don’t overtired yourself. Kau masih harus datang pada fitting kita yang kedua kalinya minggu depan!” Tiffany tersenyum melihat kekasihnya itu menganggukan kepalanya seperti anak kecil.

“Arasseo…Tapi aku tak bisa menyembuhkan penyakit baruku semenjak aku di Jeju..” Kini Yoong menunjukan ekspresi kesakitan di dadanya pada Tiffany. Melihat kekasihnya seperti itu, kekhawatiran kini tergambar di wajahnya. Yoong yang melihat kekasihnya seperti itu secara diam-diam tersenyum.

“Bagaimana ini bisa terjadi?Apa kau lupa membawa vitamin dan tonik yang telah kusiapkan? Apa kau sudah menelpon Dr. Ok? Apa kau sudah memeriksakan ini semua ke rumah sakit terdekat?Apa aku harus menyusulmu ke Jeju besok?” Tiffany berbicara dengan kecepatan yang kilat, membuat Yoong semakin berusaha menahan ledakan tawanya.

“Aku sudah memeriksakannya kemarin sayang. Dan sepertinya kau memang harus menemaniku mengobatinya. Karena aku menderita penyakit yang cukup baru Baby. Kau ingin tahu apa itu?” Kini Yoong kembali menunjukkan kesakitan di dadanya. Tiffany seketika langsung menganggukan kepalanya berharap kekasihnya itu segera memberitahukannya.
“It is called ‘I MISS YOU’ Disease..Baby. And only you who can heal it. Especially your pressence.” Namja itu mengucapkannya dengan senyum khasnya yang begitu tampan dan membuat hatimu bisa merasakan kehangatan yang begitu nyaman. Mendengar itu, Tiffany kini terdiam. Sekali lagi Yoong berhasil menjahilinya, memang ia kesal akan tetapi begitu manis dan romantis kata-kata yang dilontarkan kekasihnya itu sekali lagi meluluhkan hatinya. Kini Tiffany tersenyum, memberikan eye smile terbaiknya pada namja itu yang dibalas Yoong dengan senyuman tampannya.

 

-K&T Bridal and Boutique, Seoul, 28 September 2013-

 

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya Jessica dan Tiffany sampai di butik yang menangani pembuatan baju pengantin Yoong dan Tiffany. Kini mereka sedang menunggu kehadiran Edward Kim, desainer yang dipesan oleh Jaekyung. Setelah menunggu 10 menit akhirnya pria berusia sekitar 40 tahun itu hadir di ruangan mereka. Penampilan designer itu begitu flamboyan dan blink-blink. Cincin-cincin emas menghiasi hampir seluruh jarinya, belum dengan kalung yang begitu terpampang di lehernya.

“Selamat sore Ladies..Maafkan keterlambatanku ya..tak kusangka semakin hari jalanan Seoul semakin macet..” Pria itu berucap sambil mengelap keringat yang ada di keningnya.

“Tak apa Edward..bisakah kita mulai sekarang fittingnya?” Ucap Tiffany menatap kembali layar teleponnya, berharap Yoong mengirimkan sms ataupun meneleponnya. Karena baginya ini merupakan moment yang penting. Gaun pengantin adalah salah satu fantasi Tiffany dimasa kecilnya dahulu, maka dari itu ia ingin calon suaminya hadir mendampinginya. Tapi apa mau dikata, kekasihnya itu tak bisa menemaninya.

“Loh..Tapi mana calon mempelai prianya?”Kini Edward mengerutkan salah satu alisnya pada Jessica dan Tiffany.

“Yoong masih berada di Jeju, maka dari itu ia tak bisa menemaniku… Sebagai gantinya aku ditemani oleh Jessica, kembaran Yoong.” Kini Jessica bersalaman dengan Edward yang dengan seketika menunjukkan ramah tamahnya begitu mendengar nama Jessica yang cukup populer di kalangan sosialita Korea Selatan. Ia begitu penasaran untuk bertemu langsung dengan Jessica, karena hampir 3 tahun ini Jessica jarang sekali pulang ke Seoul. Maka dari itu kehadiran Jessica selalu diharapkan dalam setiap pesta-pesta kalangan pejabat atau sosialita di Korea Selatan.

“Aku sungguh senang bisa bertemu denganmu secara langsung, Jessica-shi…”

“aku juga senang bisa bertemu dengan perancang terbaik di Seoul…” Jessica tersenyum membalas kebaikan Edward yang ia bisa nilai sebagai orang yang hanya melihat dirinya dari statusnya saja sebagai seorang Im.

“Kurasa cukup dengan perkenalannya. Apakah gaunku sudah siap?” Kini Tiffany meletakkan handphonenya kembali dalam tasnya.

“Tapi Tiffany..fitting ini membutuhkan seorang namja yang memiliki tubuh seperti Yoong. Apa kau memiliki seorang teman pria yang tubuhnya seperti tunanganmu?”

“Euhmp..Wooyoung?Dong Wook? Nickhun? Taecyeon?” Tiffany mulai memilih dan menimbang.

“Taeyeon..”Kini Jessica bersuara membuat Tiffany berhenti dengan pria-pria yang ada di otaknya.

“Kau benar Jess!!..Tapi bukankah Taeyeon masih di Osaka?” Aura keceriaan di wajah Tiffany seketika menghilang mengingat bahwa Taeyeon hanya pulang ke Seoul pada hari Sabtu dan Minggu saja, mengingat Jessica yang kini telah menetap kembali di Seoul setelah setuju dengan permintaan Taeyeon.

“Dia sedang libur selama 3 hari ini…aku akan menelponnya untuk datang kesini.”

“Thanks Jess..You’re the best…” Ucap Tiffany mengeluarkan eye smile andalannya.

‘Aku yang akan lebih berterima kasih padamu jika kau menjadi istri Yoong nantinya.’ Ucap Jessica tersenyum dalam hatinya. Kini ia menghubungi kekasihnya itu.

“Yeoboseyo?” Suara seseorang yang baru terbangun dari tidurnya kini terdengar di smartphone Jessica.

“Taeng..bisakah kau menemuiku 20 menit lagi di butik K&T?” Ucap Jessica dengan senyuman membayangkan kekasihnya yang begitu cute bila bangun tidur.

“Baiklah…apa kau ingin aku membawakan sesuatu untukmu nanti?” Jessica bisa mendengar suara Shower kini mulai dinyalakan.

“Kue Beras favoritku dan Jus Pear sepertinya cukup hehe…” ucap Jessica dengan tawa kecilnya membuat Taeyeon tersenyum.

“Aigoo kau kini begitu rakus ya..hehe..”

“Sudahlah..lebih baik kau segera sampai disini OK?See you Honey..Muach..” Jessica kini menutup teleponnya. Ia berjalan memasuki ruangan dimana Tiffany dan Edward kini tengah sibuk membicarakan sesuatu. Ia bisa melihat wajah Tiffany yang agak memerah malu setelah Edward memperlihatkan sesuatu padanya.

“Tiff mengapa wajahmu begitu merah seperti kepiting rebus?” Edward tertawa mendengar pertanyaan Jessica.

“Hahaha…calon kakak iparmu ini baru saja kuperlihatkan desain baju malam pertama dan Honeymoon mereka yang sengaja dipesan oleh ibumu.”

“Benarkah? Apa aku boleh melihatnya?” Tiffany kini memberikan tatapan ‘Jangan berani-beraninya kau memperlihatkan itu pada Jessica’ kepada Edward.

“Well it’s my pleasure dear…”Sebelum Tiffany bisa merebut kertas-kertas itu, Jessica telah mengamankan desain Edward dalam genggamannya. Setelah melihat dan mengamati desain-desain itu, senyum seringai kini muncul di wajah Jessica.

“Wah..desainmu ini begitu luar biasa…Kurasa Tiff akan begitu seksi di malam pertama dan honeymoonnya nanti. Bisakah kau membuatkannya untukku bilaTaeyeon melamarku nanti?” senyuman jahil itu masih menempel di wajah Jessica membuat wajah Tiffany kembali memerah.

“Hahaha..Tentu saja..Melihat dirimu yang luar biasa seperti ini, aku tentu akan membuat sesuatu yang lebih Hot untukmu nanti. Oh iya apakah model prianya bisa hadir hari ini?” Kini Edward mengarahkan pandangannya pada Jessica dan Tiffany.

“Ia akan datang 30 menit lagi…lebih baik kita mendiskusikan desainmu Edward..” Seringai Jessica kini kembali muncul membuat Edward mengerti maksud gadis itu untuk menggoda Tiffany mengenai Sexy Lingerie yang sudah didesain olehnya.

30 menit kemudian…..

“Taeng…!” kini Jessica berlari memeluk namja yang sepertinya akan menelpon dirinya.

Jessica yang sudah melepaskan pelukannya kini mengecup kedua pipi namja itu. Taeyeon perlahan memperhatikan pakaian yang Jessica kenakan hari ini. Pakaian itu begitu seksi tapi elegan, sesuai dengan kepribadian yang selalu Jessica perlihatkan padanya.

O11hVDv

“Sica….Mengapa kita ada disini?BTW kau terlihat begitu luar biasa dengan baju yang kau kenakan hari ini” Pertanyaan itu diakhiri dengan senyuman malu Taeyeon pada Jessica. Jessica hanya tertawa kecil sambil menggandeng lengan Taeyeon, membawa mereka menuju ruangan dimana Tiffany dan Edward berada.

“Karena kau akan menjadi model hari ini…”jawab Jessica begitu tenang.

“Maksudmu?” Taeyeon berusaha menghentikan langkahnya, tapi Jessica masih berhasil membuatnya mengikuti gadis itu.

Kini mereka telah sampai di sebuah ruangan yang cukup megah dan elegan. Di ruangan itu berdiri manekuin-manekuin gaun pengantin yang begitu indah. Tak lupa tuksedo dan jas-jas yang ditujukan untuk pengantin prianya.Di dinding sebelah kanan tertempel kaca yang begitu besar seperti yang biasa ada di dance studio. Lalu disampingnya terdapat 2 tirai yang membentuk sebuah ruang yang berbentuk tabung. Taeyeon mengira itu digunakan sebagai tempat mencoba gaun dan tuksedo yang ada di ruangan ini.

“Perkenalkan..ini Kim Taeyeon, kekasihku!” Ucap Jessica dengan penuh kebanggaan yang terdengar dari nada bicaranya.

“Selamat Siang, saya Kim Taeyeon, senang bisa bertemu dengan anda..” Kini Taeyeon menjabat tangan Edward dengan senyuman khasnya yang begitu imut.

“Nice to meet you too…Aku Edward Kim..haha kita sama-sama Kim rupanya. Baiklah Taeyeon kau bisa mengikuti asistenku menuju tirai no 2..Mary..Lucas..pakaikan Taeyeon tuksedo dan jas yang didesain untuk Mr.Im!” Ucap Edward pada kedua asistennya itu. Taeyeon yang tak tahu apa-apa hanya mengikuti kemana kedua orang itu membawanya. Sekarang hanya ada Edward dan Jessica yang kini sedang duduk santai menunggu Tiffany dan Taeyeon keluar dari tirai mereka.

“Oh..jadi ini namja chinggumu? Kurasa kau memiliki selera yang bagus dear..” Ucap Edward tersenyum membisikkan kata-katanya itu ke telinga Jessica membuat gadis itu tersenyum pada Edward.

“Well Thanks..Jadi kau akan menepati janjimu kan untuk membuatkan busana couple spesial untuk kami di pesta resepsi kakakku?”

“Hahaha..tentu saja, tetapi kau harus menjadi salah satu modelku di Seoul Fashion Week minggu depan. Setuju?”

“Well itu mudah saja..” ucapan Jessica terhenti saat kedua tirai di ruangan itu kini terbuka secara otomatis.

“Wow..ini luar biasa..!” Kini Edward bertepuk tangan melihat karyanya yang telah dikenakan oleh Taeyeon dan Tiffany.
Taeyeon mengenakan tuksedo pink muda yang dikombinasikan dengan warna abu sehingga tidak terlihat begitu feminin. Apalagi tuksedo itu begitu pas di badan namja itu sehingga dada Taeyeon yang telah terbentuk terlihat, menambah ketampanan namja itu. Tiffany juga mengenakan gaun pengantin yang berwarna sama dengan Taeyeon. Gaun itu memperlihatkan kaki indah Tiffany hingga pahanya, tetapi di belakangnya masih tertutupi. Bahu Tiffany yang begitu indah bisa terlihat dalam balutan gaun itu.

“Tiff..aku yakin Yoong akan membeku melihatmu seperti ini..”komentar itu terlontar begitu saja dari mulut Jessica.

Taeyeon yang penasaran pun akhirnya melirik gadis yang berada di samping kanannya. Saat melihat Tiffany, ia tak bisa membohongi hatinya yang berdetak tak karuan. Rasa itu kembali muncul, rasa yang selama ini telah coba untuk ia matikan. Bayangan saat ia menunggu cinta masa kecilnya itu di altar bersama dirinya kini berkelayangan di benaknya. Senyum akan indahnya mempunyai keluarga bersama Tiffany muncul di wajah Taeyeon.

“Dan tentu saja Yoong akan terlihat begitu tampan dengan tuksedo ini, benarkan Tiffany?” Edward kini mengalihkan pandangannya pada Taeyeon yang masih tersenyum bodoh dengan bayangan yang bermain di otaknya.
“Tentu saja…karena kekasihku yang memakainya!” Komentar Jessica kini membangunkan Taeyeon dari Lala landnya. Kini Taeyeon melihat refleksinya dari dinding cermin yang begitu luas. Ia melihat begitu tampan dan gagahnya dirinya dalam busana itu. Meskipun hanya dibalut dengan warna putih dan hitam, tetapi tuksedo ini begitu sempurna di matanya.

“Kuharap ini benar-benar pas dengan Yoong… Kau juga begitu tampan mengenakannya! Kurasa Jessi akan tak sabar menunggumu melamarnya hehe” Senyuman kecil kini menghiasi wajah Tiffany saat melihat Taeyeon dalam balutan tuksedo itu. Ia bisa membayangkan betapa tampannya Yoong jika namja itu memakainya nanti.

“Apa kau suka dengan bentuk nyata dari rancanganku ini Tiffany?” Kini Edward menatap Tiffany dengan senyuman khasnya.

“Sangat suka! Bisakah aku memfotonya terlebih dahulu? Aku sudah janji untuk memperlihatkan hasil fitting hari ini pada calon suamiku.” Tiffany tersenyum kembali saat mengucapkan kata suami yang ia tunjukkan untuk Yoong. Mendengar ucapan itu, hati Taeyeon seketika sakit, menyadari bahwa gadis yang masih begitu ia cintai itu akan menjadi istri sahabatnya.

“Baiklah..apa kau ingin fotographerku yang memotretnya?” Tanya Edward yang mendapat gelengan kepala dari Tiffany.

“Pakai Handphoneku saja… bisakah kau memotret kami berdua Jess?” Kini Tiffany menyerahkan HP-nya dan berjalan mendekati Taeyeon.

“Ok..aku akan memotret kalian berdua lalu kalian akan kupotret secara terpisah juga, setuju?” Ucap Jessica berhasil menutupi kecemburuannya saat melihat Taeyeon berdua bersama Tiffany. Ia bisa melihat ekspresi Taeyeon yang kini kurang nyaman saat Tiffany ada di dekatnya. Setelah memotret keduanya, kini ia memotret kedua orang itu secara terpisah. Tak lupa, ia juga memotret dirinya bersama Taeyeon yang begitu tampan baginya. Kecupan manis itu kini Jessica berikan saat Edward memotretnya lagi bersama kekasihnya itu.

“ Wow..aku tak sabar menunggu panggilan untuk membuatkan busana pernikahan untuk kalian berdua nanti..” Ucapan Edward itu ditujukan untuk Taeyeon dan Jessica.

“Kau mendengar itu kan Taengoo? Hahaha sepertinya kau harus segera melamarku..” Ucap Jessica kini mengecup singkat bibir kekasihnya itu.
“Aku..aku..kau tahu aku masih..” Ucapan Taeyeon terhenti saat Jessica memberikan tatapan manis yang begitu lembut pada namja itu.

“Aku mengerti Taeng…aku takkan memaksamu. Aku akan menunggu..” Bisik Jessica begitu halus yang membuat Taeyeon kembali merasakan getaran-getaran aneh dalam hatinya.

“Thanks…Sica” Ucap Taeyeon berusaha menenangkan hatinya. Jessica yang menyadari kepanikan Taeyeon hanya tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu bahwa kekasihnya itu masih belum bisa melupakan Tiffany, tapi ia optimis, ia bisa membuat Taeyeon hanya mencintai dirinya seorang, Im Jessica.

“Baiklah mari kita lanjutkan dengan outfit selanjutnya!” Ucap Edward menjentikan kedua jarinya, menyuruh asisten-asistennya untuk membantu Taeyeon dan Tiffany mengenakan busana barunya. Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya mereka menunjukan diri lagi.

“Bravo…gaun ini sepertinya memang terbuat untukmu!” Edward menyampaikan opininya pada Tiffany yang kini mengenakan gaun putih sederhana untuk upacara pernikahannya nanti. Ia memang sengaja meminta Edward mendesainnya begitu simple tapi elegan karena ia ingin terlihat cantik natural saat ia menukar janji setia dengan belahan jiwanya nanti.
“Aku harus akui Tiff…inner beautymu begitu terlihat saat memakai gaun ini..Ini begitu simple tapi begitu indah..” Ucap Jessica penuh kekaguman dalam nadanya. Sekali lagi Taeyeon hanya diam melihat Tiffany yang begitu dazzling dalam gaun sederhana itu. Hanya senyuman yang kini tergambar dalam wajahnya, tak ada satu katapun yang terlontar. Kini Tiffany tersenyum saat melihat busana yang Taeyeon kenakan.

“Aku sungguh puas Edward…tapi aku ingin menambahkan beberapa hiasan di gaunku ini dan ada beberapa hiasan untuk tuksedo Yoong…”

“Tunggu Tiff! Bukankah kau harus memotret terlebih dahulu gaunmu dan tuksedo ini?” Kini Jessica kembali memotret Taeyeon dan Tiffany yang masih berada di tempatnya masing-masing.

‘Kurasa Yoong akan sangat menyukai ini..’Ucap Tiffany dalam hatinya.

‘Aku tak bisa membohongi hati kecilku Fany-ah…I’m still loving you..i’m sorry Sica..’ Ucap Taeyeon dalam hatinya juga. Seperti bisa membaca hati kekasihnya, Jessica pun berkata dalam hatinya, ’It is ok Baby…i will wait for you…’

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

-Jeonju, Korea Selatan, 21 Desember 2013-

“Umma…Appa..Haeyon..aku merindukan kalian..” Kini air mata Taeyeon tak bisa terbendung lagi melihat kembali nisan dan pohon dimana abu ketiga orang yang paling dicintainya ditanam. Pohon-pohon itu kini sudah mulai tumbuh subur, mungkin ini menunjukkan kebahagian yang sedang dialami oleh mereka di alam keabadian. Taeyeon terduduk menatap dan mengusap papan nisan mereka yang cukup usang.

“Apa kalian bahagia disana?Mengapa akhir-akhir ini kalian tak pernah datang lagi ke mimpiku?Aku benar-benar merindukan kalian…”

“Appa…Seminggu lagi Tiffany akan resmi menjadi istri sahabatku, Yoong…Aku tak bisa menyangkalnya lagi bahwa aku masih mencintai Fany..Apa yang harus kulakukan untuk membunuh perasaan ini?” Taeyeon berbicara pada nisan ayahnya seolah-olah ayahnya ada bersamanya saat ini.

“Jessica..aku juga merasa bersalah padanya Appa. Ia begitu tulus mencintaiku yang tak sempurna ini untuknya. Ia selalu menemaniku saat aku sedih maupun senang. Selama ini aku telah mencoba untuk mencintainya. Perlahan aku mulai bisa mencintainya, tapi cinta ini masih belum bisa mengalahkan cintaku untuk Fany…Orang bilang bila orang yang kita cintai bahagia, maka kita pun akan bahagia. Tapi mengapa aku tak bisa merasakan itu saat melihat betapa bahagianya Fany bersama Yoong, Appa…? Mengapa Appa? Mengapa?” Taeyeon mencoba menghentikan linangan air matanya, tapi hatinya menjerit membuat air mata itu terus mengalir. Ia mencoba menekan tangisannya, merasakan kehampaan dalam hatinya.

“Bila aku diberi kesempatan untuk bersama Fany…maka aku takkan pernah menyesal nbila maut menjemputku lebih cepat Appa. Bila aku bisa mencintainya secara bebas dan penuh…Andai saja ia tak bersama Yoong…Andai saja aku berani mengucapkan kata-kata itu..Andai saja ia tahu perasaanku lebih dulu..Tuhan!!!Aku mencintainya..”

Keinginan itu kini terlontar begitu saja dari mulut Taeyeon. Yang tak pemuda itu ketahui, kini kalungnya bersinar seketika. Sementara itu di lain tempat tiba-tiba Tiffany bisa merasakan getaran yang aneh dari kalung yang ia beli bersama Taeyeon beberapa tahun lalu. Langkahnya terhenti saat getaran itu terus muncul. Gelas yang ia pegang kini kini jatuh, menimbulkan suara gaduh.

“Ada apa Fany-ah..?” Kini Yoong berlari menghampiri kekasihnya yang masih merasakan keanehan dari kalungnya itu. Ia tetap memegangi kalungnya dengan harapan getaran ini akan segera berhenti. Untuk beberapa saat pertanyaan kekasihnya itu tak ia jawab.
“Aku..aku tak tahu mengapa kalung ini tiba-tiba bergetar begitu saja…”
“Kalungmu bergetar? Mungkin kau hanya kelelahan saja Sayang.. lebih baik kau sekarang istirahat. Biar aku yang membereskan semua persiapan pernikahan kita. Aku tak ingin pengantin wanitaku nanti sakit.” Yoong tersenyum pada tunangannya itu lalu menggendong kekasihnya menuju kamarnya. Meskipun ia masih lelah karena baru menyelesaikan projectnya di Yeosu 2 hari yang lalu. Tapi ia tak tega melihat kekasihnya yang terlihat begitu kelelahan mengingat selama beberapa bulan ini Tiffanylah yang selalu sibuk menyiapkan pernikahan mereka, dibantu oleh wedding organizer milik ibunya. Ia sudah meminta Tiffany untuk santai saja menyiapkan semuanya, tapi sepertinya virus ibunya, yang selalu ingin mendekati segala sesuatunya sempurna, kini telah menjangkiti Tiffany. Maka dari itu ia ingin membantu kekasihnya itu mempersiapkan segala sesuatunya sekarang, meskipun ia tahu persiapan pernikahan mereka sudah 95%.

Kini Yoong telah membaringkan Tiffany di kasurnya. Ia membawa vitamin dan jus pear kesukaan tunangannya itu. Kemudian ia memeriksa suhu badan Tiffany yang menurutnya cukup tinggi. Maka dari itu ia kini membawa beberapa obat untuk menurunkan demam kekasihnya itu. Setelah menjanjikan bahwa besok ia akan membawa Tiffany ke tempat spesial mereka, akhirnya gadis itu mau meminum obat dan suplemen yang ia berikan.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

 

 

-Im Sotic Resort&Spa, Bali, Indonesia, 28 Desember 2013-

“Father…apa kau begitu nervous saat menunggu mother berjalan di altar?” Yoong bertanya pada ayahnya yang masih diberi make-up sementara dirinya telah siap.

“Haha..tenang saja. Semua kegugupanmu akan hilang saat kau melihat betapa cantiknya pengantinmu nanti. Percayalah nak!” Dengan beberapa sentuhan kini Im Donggun telah siap mengantar putranya menuju altar yang lokasinya berada di taman dekat pantai di resort keluarga Im.

Taeyeon dan Mr.Hwang yang duduk cukup jauh dari mereka hanya diam melihat perbincangan anak dan ayah itu. Mr. Hwang bahagia melihat putrinya akan menikah hari ini. Tapi ia juga sedikit kecewa karena bukan Taeyeon yang menjadi pasangan putri kesayangannya itu. Meskipun ia tahu bahwa Yoong adalah pemuda baik yang akan menjaga dan membahagiakanTiffany. Kini Mr.Hwang bisa merasakan kesedihan yang Taeyeon coba tutupi dari semua orang.

Tapi sebagai sesama namja dan sebagai orang yang sudah mengenal Taeyeon dengan baik dari kecil, Mr.Hwang bisa membaca emosi anak itu. Ia sudah bagaikan anak laki-lakinya, maka dari itu ia mengerti apa yang Taeyeon rasakan. Apalagi setelah kematian keluarganya yang begitu mendadak, Taeyeon selalu menghubunginya untuk mencurahkan segala kesedihannya karena ia sudah menganggap Mr.Hwang sebagai ayahnya sendiri.

Sementara itu kegugupan juga menghinggapi kamar rias pengantin wanita. Tiap menit, Tiffany tak henti-hentinya mengingatkan make-up dan hair stylistnya untuk membuatnya terlihat sempurna hari ini. Sementara itu Jessica, Taehee dan Jaekyung hanya tertawa melihat tingkah antik Tiffany. Jessica dan Taehee kini telah selesai dengan make-up mereka. Mereka berjalan mendekati Jaekyung dan Tiffany yang sebentar lagi make-upnya akan selesai.

“Sudahlah putriku…kau terlihat sempurna!” ucap Taehee mengelus pundak Tiffany membuat Tiffany sedikit tenang.

“Relax Tiff..semuanya akan berjalan lancar..” Jessica kini tersenyum menggenggam tangan Tiffany yang begitu dingin baginya.

“Yoong pasti akan terpesona jika melihatmu nanti Dear..ayo..sekarang kita pergi menuju altar! Mother yakin pangeranmu itu juga nervous sepertimu..” Kini Jaekyung dan yang lainnya bergegas menuju tempat diadakannya pertukaran janji sehidup semati antara Yoong dan Tiffany yang kebetulan tak terlalu jauh.

15 menit telah berlalu, kini Tiffany telah berjalan menuju Yoong yang begitu gugup menunggunya di altar bersama pastor.Tak ada yang begitu mewah dengan semua dekorasi upacara pernikahan mereka ini. Semuanya begitu simple, natural tapi begitu elegan dan classy, sesuai seperti yang diinginkan Jaekyung dan Tiffany.Tamu undangan yang hadir pun mengenakan dress code yang telah dicantumkan dalam kartu undangan, yaitu putih. Chapel tempat mereka bertukar janji pernikahan pun sengaja dihias dengan warna putih dan soft pink. Sementara itu pilar-pilar penyangganya dihiasi dengan lilitan daun serta bunga-bunga favorit Tiffany.

Yoong tersenyum nervous ketika secara perlahan Mr.Hwang menggandeng putrinya yang begitu cantik natural. Saat jarak Tiffany semakin dekat dengan Yoong, tiba-tiba semua kegugupan itu hilang, tergantikan dengan senyuman hangat dan mempesona karena Tiffany yang terlihat begitu cantik baginya. Kini Mr.Hwang membisikkan sesuatu kepada Yoong,”Kuserahkan putriku. Kau harus membuatnya selalu bahagia, ingat itu!” membuat Yoong mengangguk penuh kesungguhan pada calon mertuanya itu. Lalu Mr. Hwang memeluk Tiffany, mengucapkan beberapa kata yang sukses membuat Tiffany meneteskan air matanya.

Kini Mr.Hwang telah menyerahkan Tiffany pada Yoong. Pemuda itu menggenggam erat gadis di sampingnya. “You’re so beautiful like a Goddes..Tiffany Hwang.” Bisik Yoong yang membuat Tiffany tersenyum penuh arti padanya. “Well thank Handsome, you’ll get the best reward tonight!” Tiffany membalas ucapan Yoong tadi dengan kedipan matanya membuat Yoong tersenyum membayangkan apa yang telah Tiffany persiapkan untuknya malam ini.

Perlahan, ia membimbing Tiffany menuju pastor yang telah menunggu mereka. Kini pastor sedang membacakan beberapa ayat dari injil mengenai pernikahan. Yoong mengelus-elus jari Tiffany yang masih dalam genggamannya, berharap gadis itu bisa meredam kegugupan karena ia merasakan kegugupan kekasihnya itu. Sedangkan Tiffany sendiri kini begitu khidmat medengarkan kotbah dari pastor yang begitu menyentuh hatinya. Kini giliran pastor memulai pertukaran janji pernikahan antara kedua mempelai dihadapannya.

“Apakah kau, Im Yoong menerima Tiffany Hwang sebagai isteri sahmu? Mencintai, menemani, merawat, membahagiakannya baik dalam suka, duka, senang, susah, sehat, sakit hingga kematian menjemput kalian?” Ucap Pastor menatap Yoong.

“Sepenuh hati, jiwa dan raga, aku bersedia..aku akan mencintainya hingga maut memisahkan kami… Dan inilah janjiku padamu Tiffany, tuhan yang menjadi saksi kita.” Ucap Yoong lantang. Suasana begitu hening saat Yoong mengucapkan itu semua. Air mata menetes di pipi Jaekyung dan Taehee. Sementara Donggun tersenyum melihat putranya dengan penuh kebanggaan.

“Apakah kau, Tiffany Hwang menerima Im Yoong sebagai suami sahmu? Mencintai, menemani, merawat, membahagiakannya baik dalam suka, duka, senang, susah, sehat, sakit hingga kematian menjemput kalian?” Ucap Pastor kini menatapTiffany yang telah menitikkan air matanya. Yang tak gadis itu ketahui Taeyeon juga meneteskan air matanya. Begitu pula dengan Jessica yang begitu terharu dengan pernikahan ini, ia berharap Taeyeon dan dirinya bisa segera menyusul.

“Dengan kesungguhan hati..aku bersedia…”Tiffany kini tersenyum dalam linangan air mata kebahagian karena kini ia telah resmi menjadi belahan jiwa Yoong, namja yang selama ini selalu ia cintai, selain Kim Taeyeon.

“Dengan ini kunyatakan kalian sebagai pasangan suami istri yang syah. Kau boleh mencIum pengantinmu!” Pastor tersenyum saat melihat raut malu yang tergambar di wajah Tiffany.

‘Kini kau telah resmi menjadi istrinya Fany-ah…Tuhan apakah aku harus mengakhiri rasa ini? Apakah tak ada kesempatan bagiku untuk merasakan kasih sayang dan cinta dari gadis yang begitu kucintai?’ kata-kata itu terucap dalam hati Taeyeon diiringi lantunan orkestra memainkan lagu mars pernikahan yang begitu indah, begitu kontras dengan suasana hati Taeyeon yang kelam.

‘Sekarang takkan ada lagi yang menghalangiku untuk memiliki hatimu seutuhnya Kim Taeyeon..So prepare yourself, karena aku, Im Jessica akan membuatmu melupakannya dan mencintaiku sepenuhnya!..’ Ucap Jessica tersenyum dalam hatinya melihat tatapan penuh kelegaan dan kebahagian yang terlihat dari Yoong dan Tiffany.

I Love You Im Tiffany for an eternity..my lovely.. Wife!”Ucap Yoong kini menatap istrinya.

I Love You too Yoong… my handsome.. Husband!” Tiffany memberikan Yoong Eye Smile terbaiknya saat itu.

“Dengan ini..kau akan selamanya menjadi milikku..”tanpa banyak kata lagi kini Yoong mencIum Tiffany dengan lembut. CIuman itu seketika disambut oleh Tiffany dengan mengalungkan kedua lengan di leher suaminya itu, membuat tamu undangan dan keluarga yang hadir menggila melihat cIuman pengantin baru yang cukup lama dan mesra itu. Jika bukan karena kebutuhan oksigen yang mendesak, mungkin mereka takkan berhenti membuat koneksi antara bibir mereka. Raut kemerahan kini tergambar di muka keduanya, mengingat hadirin yang begitu meriah menyambut cIuman mereka.

“Dan kau akan terjebak denganku selamanya Mr.Chodding (Chodding artinya kekanak-kanakan gitu)!”Bisik Tiffany kemudian mengecup pipi kanan suaminya.

jadi

“Kufoto kalian sekarang ya! Smile!….” Ucap Dong Wook dengan kamera yang kini ada di tangannya. Tiffany dan Yoong kini tersenyum menatap kamera yang akan mengabadikan moment bahagia mereka ini. Keduanya mengeluarkan eye smile terbaik mereka, dengan Tiffany yang menggandeng suaminya penuh kemesraan.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

– Convention Hall, Im Sotic Resort&Spa, Bali, Indonesia-

Ruangan megah itu kini dipenuhi dengan tamu undangan yang berasal dari berbagai kalangan. Meskipun resepsi ini diadakan 3 hari setelah pesta pernikahan, tapi tamu undangan yang hadir begitu banyak. Kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis dan sahabat kedua mempelai saat masih menempuh pendidikan mereka. Tentu saja hampir semua tamu undangan mendapatkan akomodasi berlibur di Bali selama 3 hari dari Im Group, perusahaan milik keluarga Yoong.

Meskipun hampir seluruh tamu undangan telah hadir tapi Yoong, Jessica, Tiffany dan Taeyeon masih belum terlihat di Convention Hall yang kini telah disulap menjadi taman 4 musim oleh wedding organizer milik Im Jaekyung. Para tamu begitu takjub dengan indahnya dekorasi ruangan itu. Di dalam ruangan itu mereka disuguhi dengan berbagai makanan baik itu dari Korea, Jepang, Indonesia, Amerika hingga Eropa. Slide show yang menceritakan kisah cinta kedua pengantin baru pun tak henti diputar. Orang-orang yang melihatnya begitu bahagia melihat kemesraan Yoong dan Tiffany.

“Good Evening Ladies and Gentleman…We’re here today to celebrate the wedding of Im Yoong and Im Tiffany. So please welcome our newlywed…Yoong and Tiffany..” Dengan suara dari MC malam itu yang sengaja diberikan pada Wooyoung, Tiffany dan Yoong keluar dari sebuah pintu memasuki tempat yang telah disediakan untuk mereka. Yoong dan Tiffany kini menebar senyum kebahagian mereka pada seluruh tamu yang terpesona dengan ketampanan dan kecantikan pasangan suami istri itu.

521270_10151450723419941_656071370_nYOGA5

Sementara itu para tamu juga kini mulai mengalihkan pandangan mereka pada namja yang didekap begitu erat oleh Jessica.Jessica dan namja itu hadir dengan gaya rambut yang baru. Mereka penasaran siapa namja yang telah membuat Jessica si Ice Princess, tersenyum begitu hangat malam ini. Publik semakin terkejut saat Jessica mengecup kedua pipi dan ujung bibir namja itu. Taeyeon hanya tesenyum malu melihat tingkah kekasihnya itu. Ya setidaknya Jessica selalu mencoba untuk menghibur dan selalu memahaminya. Ia merasa begitu beruntung karena gadis sesempurna Jessica begitu mencintainya. Hanya saja, ia masih belum bisa membalas cinta gadis itu dengan sepenuh hati. Karena Tiffany Hwang, no Im Tiffany masih menjadi pemilik hatinya.

“Sica..2 hari lagi aku akan pergi ke Nagoya. Apa kau tidak keberatan?”

“Apa? Mengapa buru-buru sekali? Bukankah kau masih libur?”

“Ah..aku berjanji untuk menghadiri pesta tahun baru keluarga Sooyoung disana. Yuri juga akan hadir, jadi kupikir ini merupakan kesempatan yang baik untuk berkumpul lagi dengan sahabat-sahabatku..kau tak marah kan Sayang?” Taeyeon kini berusaha membaca perasaan Jessica yang mulai menunjukkan foker facenya.

“Apa aku boleh ikut??” Kini wajah menyebalkan Jessica berubah menjadi seperti anak kecil yang meminta orangtuanya untuk dibelikan sesuatu.

“Tapi bukankah kalian masih ada pesta lain di Bandung? Kudengar kalian ada gate together disana?” Ucap Taeyeon mengerutkan salah satu alisnya.

“Well itu bisa kulewatkan..lagipula semuanya akan terasa bosan bila kau tak ada di sampingku Hubby..” Ucap Jessica dengan imutnya.

“Hubby???”

“Yes..kau tak suka dengan sebutan barumu? Bukankah kau akan segera menjadi suamiku?” Kini Jessica memberikan kekasihnya itu tatapan tajamnya.

“Hehe aku suka kok..Baiklah kau boleh ikut denganku…”Akhirnya Taeyeon menyerah dengan tatapan tajam kekasihnya itu sehingga ia mengizinkan Jessica untuk ikut dengannya ke Nagoya.

Pesta masih berlanjut meski waktu kini telah menunjukkan pukul 00.30. Kini hanya tersisa setengah dari tamu undangan yang mayoritas adalah sepupu serta sahabat-sahabat Yoong dan Tiffany. Dentuman musik diskotik menggema di aula megah itu. Pria dan wanita yang hadir disana menggoyangkan badan mereka mengikuti musik yang mengalir.

Sementara itu Yoong dan Tiffany tersenyum melihat tingkah Wooyoung dan Dong Wook yang mencoba mengajak Seohyun untuk menari bersama mereka karena Seohyun selalu menolak ajakan keduanya. Yang tak mereka sadari dari sudut ruangan megah itu berdiri seorang pemuda yang begitu tampan memegang vodka di tangannya. Sejak pesta dimulai, pemuda itu selalu mengamati gerak-gerik Yoong dan Tiffany.

“Hahaha…kita lihat saja apa senyuman itu masih bisa bertahan lama di wajahmu, Yoong..! Selamanya…Tiffany noona hanya akan menjadi milik Hyung-ku…” Ucap seorang pemuda dengan senyuman innocentnya kemudian meneguk tegukan terakhir vodkanya. Lalu ia berjalan keluar dari gemerlap pesta di aula tersebut dengan seringai misterIusnya.

Sementara itu Yoong kini telah membawa Tiffany menuju sebuah kamar ganti di aula tersebut. Ia menutupi mata Tiffany dengan BlindFold yang sengaja ia siapkan. Kini mereka telah berada di tempat yang dituju. Kemudian ia mengunci kamar itu, membuat Tiffany yang baru saja dibuka BlindFoldnya bingung dengan tingkah Yoong.

“Yoong mengapa kita ada disini?” Tiffany bertanya pada pemuda yang kini berjalan mendekatinya.

I want you… Let’s make tonight more wonderful than our first night!..” Ucap Yoong berbisik pada istrinya lalu memulai momentum intim dan sakral mereka, membuat keduanya kembali merasakan kenikmatan yang tiada duanya itu.

========================================================

========================

Oke ini update tercepat terakhir dari ff ini

selebihnya gw posting yg lain hahahaha

siplah gw juga gtw mau ngomong apa

tunggu aja kejutan dari gw hahahaha #ketawajahat

Iklan

54 pemikiran pada “LOVE ITSELF Chapter 15

  1. Woahhh woaaahhh akhirnyaaa YoonFany nikah juga,,,
    Ayoo sica semangat dapetin hati Tae,,
    Duh itu siapa yg mau misahin YoonFany,, pasti adiknha si siwon yah,, duhh mesti di basmi tu org,,

  2. Yoonfany udah nikah yeahh. Yailah taeng masih aja ngarepin fany, udah nikah dan bahagia juga dia nya. Btw sica jadi gak sabaran bgt gitu pengen jadi istrinya taeng haha, baryaw sica tunggu bentar lagi sampe taeng sepenuhnya cinta sama lu 😀

    Itu siapa deh si cowo misterius??adeknya siwon kah??

  3. Akhirnya bisa baca ff ini lagi.
    Yooonfany dah nikah seneng bgt,tpi kasian tae. Tae semoga kamu tabah.
    Itu siApa yg mau jahatin yoonfany.

  4. akhirny yoonfany nikah..
    cukhae..

    siapa yg namja misterius tu..
    haakkk.. ada2 aj yg ganggu hbngan yoonfany..

    ywd lah ya taeng dah istri ny yoong jg fany ny..
    masl jessi aj..

  5. Sumpah Fany CANTIK BANGET pake gaun itu.. siapa pun yg liat ny pasti kelepek2.. thor ko w ga d undang c k acra kawinan ny pdhl kn deket tu d Bali sama d Bandung resepsi ny.. sesi malam pertama ny ko d skip c.. uwh

  6. Annyeong,,,
    Hahhaahaha akhirnya smpai jga hri bhgia yg d impikan fany slma ini menikah dngan namja yg sngat dia cntai,,im yoong,,slmt dech yoonfany srasi bngt,,,dan taeng bnr2 hrus brusha dngn keras agr bisa bnr2 move on dri fany,,ksian sica dia trllu tulus mncntai taeng,,tp blsan dri taeng bru stngah hti,,,,,,dan itu sypa lgi yg berusha mnghncurkan kbhagiaan yoonfany???
    Ok siip
    Next d tunggu
    Ttap smngattt cuy
    Gomawo,,,

  7. Huuff nikah jg yoonfany ,yah ampun ko gue geram yah ma taeng kagak pernah bisa pindah hati yah kan kasian sica’a ..
    Wahh sapa lg yg jd penghalang yoonfany ,adik siwon kah?
    Dtunggu ff lainnya yah thor ..

  8. Kra2 siapa ya namja misterius tu knpa dia ingin mrusak hbngan yoonfany. Author next …klau bsa cpat update ya author q tnggu lnjutanya .
    Faighting!!

  9. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  10. Akhirnya yoong merried juga ma fany..
    Tae kasian banget terjebak sama cintanya dia ke fany…
    thor kpan dilanjutin nie ff???
    penasaran sama kelanjutannya..

  11. akhirnya yoongfany nikah juga, tae sadarlah sica didekatmu selalu, kenapa masih harapin fany yang udah nikah? itu yang punya niat jahat siapa sih? kenapa dia ada di pernikahan itu juga? sepertinya akan ada masalah lagi dengan hubungan yoongfany.

  12. wohoo ,, yongfanny couple sdh married . selamat ya . semangat sica ,, perjuangin hatinya taeng … trus , penasaran sama kalungnya taeng dan fanny ,, ada apa ya ? trus , siapa jga cowok yg yg terakhir itu , mencurigakan ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s