LOVE ITSELF Chapter 13

 

-Seoul, 15 Oktober 2009-

“Jess mengapa kau begitu dingin pada Taeng beberapa bulan ini?” Ucap Yoong dengan serius.

“Dingin?Bukankah itu adalah ciri khasku?” Ucap Jessica dengan nada sarkastiknya dan ekspresi muka yang datar serta dingin..

“Tapi kau tak pernah seperti itu sebelumnya pada Taengoo-mu. Apa terjadi sesuatu pada kalian?”

“Apa kau ingin menguji kesabaranku Yoong?!!” ucap Jessica memberikan tatapan tajamnya pada Yoong.

“Aku hanya ingin tahu mengapa. Aku tahu bahwa kau menyukai sahabatku yang satu itu. Tak mungkin tiba-tiba kau memberikan perlakuan dingin seperti itu pada seseorang yang hampir setiap harinya selalu kau berikan senyuman terbaikmu itu. Ada apa Jess??” Ucap Yoong mendekati saudara kembarnya itu. Ia bisa melihat raut kesedihan dari Jessica.

“Apa Taeng menyakiti hatimu?” Ucap Yoong kini memeluk adiknya dengan lembut.

“Aku..Aku tak tahu apa yang kurasakan selama beberapa bulan ini. Semuanya bercampur aduk.” Ucap Jessica mulai menangis di pelukan kakaknya.

“Maksudmu?Apa kau ingin menceritakan semuanya padaku?” Ucap Yoong mengusap punggung Jessica, berharap gadis itu bisa sedikit tenang.

“Taengoo….Dia mencintai Tiffany…Tiffany Hwang, sahabatku. Ini kenyataan yang sungguh pahit untukku Yoong. Apa kau tahu apa yang kurasakan?” Yoong terdiam mendengar pengakuan adiknya itu.

“Selama ini kukira akulah gadis yang ia cintai itu. Tapi ternyata aku salah mengartikan segala sesuatu yang telah Taeyeon berikan padaku. Aku terlalu percaya diri hingga aku yakin bahwa akulah satu-satunya wanita di hati Taeyeon. Ini semua salahku Yoong…salahku karena aku tak bisa membuat Taeyeon mencintaiku melebihi cintanya pada Tiffany. Aku gagal Yoong…” Ucap Jessica memeluk kakaknya begitu erat menahan sakit yang ia rasakan.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

     Sementara itu Taeyeon juga menyadari perubahan sikap Jessica. Ia merasa Jessica menjadi dingin dan menghindarinya. Ia telah mencoba untuk mendekati gadis itu, hanya saja Jessica selalu mempunyai berbagai alasan jika Taeyeon ingin berbicara dengannya. Maka dari itu ia meminta bantuan Yoong untuk berbicara pada gadis itu.

“Yoong apa kau telah berbicara dengan Sica?”

“Ya… aku sudah berbicara dengan adikku Taeng. Apa kau siap mendengar ini semua?”

“Maksudmu?”

“Jessica mencintaimu Taeyeon dan ia sudah mengetahui bahwa kau mencintai sahabatnya.”

“Jadi Sica menyukaiku?” Ucap Taeyeon tak percaya dengan apa yang telah dikatakan sahabatnya itu.

“Well itulah kenyataannya…Tolong jangan sakiti hati adikku Taeng. Don’t leave her hanging (HARKOS aka harapan kosong). Jika kau memang tak menyimpan rasa untuknya, tolong beritahu dia. Selama beberapa bulan ini itulah penyebab dia berubah padamu. Kuharap kau mengerti keadaan adikku Taeng….Ini begitu sulit untuknya, mengingat kau adalah pria pertama dalam hidupnya selama ini.” Ucap Yoong beranjak pergi dari hadapan Taeyeon. Yoong mendapat sms dari Tiffany untuk menemuinya di gedung kesenian SMA Hanyoung. Sementara itu Taeyeon terdiam untuk beberapa menit setelah mendengar apa yang Yoong ungkapkan padanya.

“Sica maafkan aku…” ucap Taeyeon dapat merasakan kepedihan One Sided Love yang gadis itu rasakan.

“Seandainya saja aku bisa mencintaimu seperti aku mencintai Tiffany…Tapi aku juga tak bisa menyangkal bahwa kau memiliki tempat yang spesial di hatiku…Maafkan aku Sica..I’m such a jerk..” Rintih Taeyeon dalam sunyinya koridor perpustakaan SMA Hanyoung.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Yoong mengapa kau begitu lama?” Ucap gadis di hadapan Yoong dengan aegyeonya.

“Hehe..maafkan aku Tiff. Tadi aku ada perlu dengan Taeyeon.”

“Oh begitu? Gwenchana…”

“Gomawo..BTW ada apa kau memanggilku kesini?”

“Kau tahu kan bahwa 4 bulan lagi sekolah akan merayakan ulang tahunnya yang ke-56? Kemarin Mr. Sang Hyun memintaku untuk menampilkan penampilan khusus di pentas seni nanti. Lalu aku terpikir untuk mengajakmu berkolaborasi denganku. Apa kau bersedia?” Ucap Tiffany memelas dengan wajah Puppy imutnya.

“Heumph..Should i?”

“Ayolah Yoong….setidaknya kau bisa menampilkan tarianmu sementara aku akan memainkan pianoku. Bukankah itu ide yang bagus?” Ucap Tiffany mulai mengeluarkan eye smile khasnya.

“Kurasa itu ide yang bagus…bagaimana bila kita tambah sedikit drama dalam penampilan kita nanti?”

“That’s great idea…Jadi kau setuju?”

“100% persen YES!!”

“Gomawo Yoong…Kau tak tahu betapa bahagianya aku saat ini.” Ucap Tiffany memeluk pemuda di hadapannya itu.

       Yoong dengan senang hati menerima pelukan dari Tiffany. Tak tahu mengapa sudah beberapa bulan ini ia mulai melihat Tiffany dengan tatapan yang berbeda. Beberapa bulan ini gadis itu selalu ada di pikirannya, bagaikan sebuah permen karet yang selalu menempel lengket di meja. Hanya mendengar suara dan tawa Tiffany, Yoong sudah cukup senang. Kehadiran Tiffany di sisinya kini begitu Yoong perlukan. Ia jelas tahu tentang apa yang ia rasakan saat ini pada gadis itu. Tapi ia masih ragu dengan apa yang harus ia lakukan. Apakah ia harus jujur dengan perasaannya satau mengubur rasa itu dalam-dalam demi persahabatannya dengan Taeyeon.

“Yoong..apa kau mendengar apa yang kuucapkan tadi?” Ucap Tiffany membuyarkan lamunannya saat gadis itu memeluknya tadi.

“Oh.. tadi aku hanya Zone Out. Baiklah apa kau ingin membicarakan konsepnya sekarang?” Ucap Yoong berusaha mengubah topik pembicaraan mereka.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

-SMA Hanyoung, 28 Desember 2009-

“Sica we need to talk….” Ucap Taeyeon dengan suara serIusnya sekaligus tenang.

“Sorry i can’t…aku ada meeting dengan pembimbing olimpiadeku..”

“Kumohon…jangan menghindar terus dariku..”

“Apa maksudmu Kim?” Ucap Jessica begitu tenangnya dengan wajah tak berdosa.

“Kita harus meluruskan kesalahfahaman yang terjadi diantara kita selama ini. Aku tak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi Sica. Kau begitu berarti bagiku..” Ucap Taeyeon kembali mengingat begitu perih hari-harinya saat Jieun pergi meninggalkan dunia ini.

“Benarkah? Lalu bagaimana dengan Tiffany?” Ucap Jessica dengan tatapan dinginnya.

“Tiffany…ia..ia adalah gadis yang kucintai Sica…aku akui itu. Tapi aku tak tahu bahwa kau selama ini mencintaiku. Kau juga begitu penting bagiku Sica. Maafkan aku..” Ucap Taeyeon memegang kedua tangan gadis itu. Jessica hanya terdiam dengan aksi namja itu.

“Jadi sekarang kau tahu bahwa aku mencintaimu?” Tanya Jessica yang mendapat anggukan dari namja di hadapannya itu. Kini Jessica berusaha melepas genggaman Taeyeon yang begitu kuat sekaligus lembut itu.

“Yoong yang memberitahuku Sica…Maafkan aku yang selama ini tak pernah menyadari perasaanmu padaku. Maafkan aku yang telah menyakitimu selama ini. Maafkan aku…

Kau tak tahu betapa sakitnya aku saat kau selalu menghindar dariku Sica…Mungkin aku belum bisa mencintaimu, tapi kau begitu istimewa Sica..Dan aku tak mau kau menjauh dariku lagi. Tetaplah di sampingku Sica…” Taeyeon kini berlutut di hadapan Jessica dengan linangan air matanya.

“Aku…aku tak bisa mengendalikan perasaanku jika aku selalu berada di dekatmu. Maka dari itu aku berusaha menjaga jarak darimu beberapa bulan ini.” Ucap Jessica kemudian terdiam sejenak menatap pemuda di hadapannya itu dengan linangan air mata yang kini juga membasahi pipinya.

“Tapi aku tak bisa membohongi diriku Taengoo…..Hatiku telah terikat denganmu. I’m a fool who hopelessly devoted to you. Aku mencintaimu Kim Taeyeon…selalu.” Ucap Jessica meminta Taeyeon berdiri menghadapnya. Ia ingin melihat kelembutan dan kasih sayang dari mata Taeyeon yang sudah lama ia rindukan itu.

“Sica…” Ucap Taeyeon menatap gadis di hadapannya itu dengan tatapan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia begitu tersentuh dengan cinta yang diberikan oleh gadis itu.

“Apakah aku benar-benar istimewa bagimu?”

“Itu benar. Aku serius Sica…kau adalah gadis kedua yang memiliki tempat yang begitu spesial di hatiku. Tapi aku tak tahu apakah ini cinta atau….” Ucapan Taeyeon terhenti saat Jessica meletakkan jari telunjuknya di bibir Taeyeon.

“Cukup…”

“Sica..”

“Aku sudah cukup senang mengetahui bahwa aku memiliki tempat spesial di hatimu Taeng…Tapi apakah aku memiliki kesempatan untuk menjadi yang pertama di hatimu?” Ucap Jessica dengan senyuman lemahnya.

“Aku…Aku tak tahu Sica..Mungkin saja..”

“Baiklah…tapi apa kau tidak merasa canggung setelah mengetahui bahwa aku menyukaimu selama ini?”

“Well honestly, awalnya aku merasa canggung dan tidak nyaman berada di dekatmu karena rasa bersalah yang selalu menggerogotiku. Tapi…”

“Aku mengerti Taeng…aku pernah merasakan itu semua pada Dong Wook.”

“Tapi Sica…apakah kita masih bisa berteman?” Ucap Taeyeon dengan penuh harap.

“Well… tentu saja!”

“Ahh syukurlah..jadi kau takkan menghindari aku lagi kan?”

“Tapi aku mempunyai satu syarat…” Ucap Jessica kini memeluk Taeyeon dengan erat.

“Bila mencintaiku terlalu membingungkan dan sulit….biarlah aku yang mencintaimu….i’ll wait for you Kim Taeyeon.” Ucap Jessica kembali merasakan kehangatan dari namja yang selama ini ia rindukan itu.

“Jika itu yang kau minta…baiklah. Aku tak bisa menjanjikan cintaku padamu Jess…Karena aku juga begitu mencintainya. Maafkan aku Jess…tapi bila mencintaiku adalah kebahagianmu. Maka cintailah aku sepenuh hatimu..Siapa tahu nanti hatiku bisa tersentuh with how great is your love. I’ll let you love me..Gomawo Im Jessica. You are really amazing girl….I wish i can love you more than her.” Ucap Taeyeon membalas pelukan gadis itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

-Seoul, 24 January 2010-

     Hari ini adalah perayaan Ulang Tahun SMA Hanyoung ke-56. Selama 1 minggu ini sekolah mengadakan Open House, yaitu kegiatan dimana orang luar boleh melihat karya-karya SMA Hanyoung. Selama seminggu itu pula diadakan berbagai acara, salah satunya pentas seni yang diadakan oleh klub kesenian SMA Hanyoung yang sudah terkenal di Seoul, karena berbagai prestasi dan penghargaan yang telah mereka terima. Hari ini adalah hari terakhir dari perayaan Ulang Tahun SMA Hanyoung, dimana Tiffany dan Yoong akan tampil nanti.

“Yoong apakah semuanya sudah siap?” Ucap Mr. Chang, penanggung jawab acara mereka mengingat 4 jam lagi mereka akan tampil.

“Persiapan sudah 99% Pak Chang….kini saya dan Tiffany sedang menunggu giliran rehearsal kami saja.” Ucap Yoong dengan senyuman meyakinkannya.

“Baiklah..aku menunggu yang terbaik dari kalian!” Ucap Mr. Chang meninggalkan namja itu mengurusi persiapan lain dari acara seni itu.

“Heump… sekarang lebih baik aku mencari Tiffany…” Ujar Yoong kemudian kembali ke kelasnya.

     Saat Yoong melewati jalan sepi menuju kelas mereka, ia melihat 2 orang pria tengah menggopong seorang wanita. Karena penasaran, ia pun mengikuti 2 orang pria tersebut. Setelah kedua pria tersebut sampai di mobil mereka, mereka membuka penutup muka dari gadis itu. Betapa kagetnya Yoong saat ia melihat bahwa gadis yang tak sadarkan diri itu adalah Tiffany. Saat ia berusaha menghentikan kedua orang itu, mobil Range Rover hitam mereka sudah melaju meninggalkan sekolah. Yoong yang membawa sepeda motornya bergegas mengejar mereka.

     Yoong mengikuti mobil itu hingga akhirnya ia sampai di sebuah gudang kosong di daerah pinggiran Chomdangdong. Ia melihat mereka menggotong Tiffany memasuki gudang itu. Perlahan ia mengikuti mereka, berharap kedua pria itu tidak menyadari kehadirannya. Di gudang itu ia bisa melihat seorang pria muda yang kini menunjukkan wajahnya, tersenyum melihat kedua anak buahnya membawa Tiffany yang tak berdaya itu.

“Siapa pria brengsek itu? Apa yang akan ia lakukan pada Tiffany? Lebih baik aku melakukan sesuatu!” Ucap Yoong geram. Kemudian ia menghubungi kantor polisi terdekat dengan Handphonenya.

     Sementara itu Choi Siwon begitu senang bisa melihat kembali Tiffany, gadis yang begitu dicintainya. Sejak Tiffany memutuskan hubungan mereka, Siwon sadar bahwa Tiffanylah gadis yang ia cari selama ini. Sudah hampir 2,5 tahun Siwon mencari keberadaan gadis itu mengingat berita kepindahan Tiffany ke California. Maka dari itu Siwon pun memutuskan untuk melanjutkan SMA-nya di Kanada, tempat kedua orang tuanya tinggal.

“Tuan Choi…kami membawa gadis yang anda minta.” Ucap salah satu pria suruhan Siwon.

“Good Job…kalian bisa pergi sekarang…” Ucap Siwon menggendong Tiffany menuju kasur yang telah disiapkannya. Kedua pria itu pergi, meninggalkan Siwon dan Tiffany saja di dalamnya. Perlahan Siwon mendekati Tiffany dan menatap wajah gadis yang tertidur lelap itu karena kuatnya obat bIus yang dberikan padanya.

“ Kau semakin cantik Tiff… tak heran Im Yoong sekalipun jatuh hati padamu. Haha bukankah aku beruntung karena bisa menjadi yang pertama untukmu?? Setelah ini kau akan menjadi milikku selamanya Tiffany Hwang.” Ucap Siwon mulai melepaskan pakaian yang melekat di badan gadis itu. Sesekali ia mengecup pipi dan leher gadis itu. Saat ia akan mengecup bibir Tiffany, terbukalah pintu gudang yang tertutup rapat itu.

“Hei Kau!!!!! Hentikan apapun yang akan kau lakukan padanya!!!” Ucap Yoong berlari meninju Siwon. Siwon yang belum menyiapkan dirinya, tersungkur ke belakang karena pukulan yang begitu kuat dari Yoong.

“Sialan kau!!!!ternyata kau belum mati huh?” Ucap Siwon mulai bangkit menghadapi pria di hadapannya itu.

“Apa maksudmu?”

“Haha…kau begitu bodoh Im Yoong….Lalu siapa yang mati menggantikanmu? Seingatku anak buahku sudah menabrakan mobilnya ke hadapanmu, tapi ternyata kau masih hidup juga. Lucky huh?” Ucap Siwon mengelap tetesan darah di bibirnya.

“Jadi kau yang telah menabrakku?”Kini Yoong mulai mengerti apa yang Siwon katakan.

“Well siapa lagi? Tentu saja aku…Kau telah mempermalukanku di hadapan Tiffany! Kau juga telah merebutnya dariku…Kurasa kematianmu bukanlah apa-apa dibanding dengan apa yang kurasakan selama ini!” Ucap Siwon berjalan mengitari Yoong yang terdiam mendengarkan apa yang telah dikatakan Siwon padanya. Hatinya begitu geram dan murka dengan Choi Siwon, orang yang telah menyebabkan kematian Jieun. Kini Siwon sudah ada di dekat pintu gudang itu, mengeluarkan pistol IN901-nya.

“Mengapa kau diam saja?Kau terkejut?” Ucap Siwon dengan tawa jahatnya.

“Kau!!!!Brengsek!!!!” ucap Yoong berlari memukul namja itu, tapi langkahnya terhenti saat Siwon bersiap menarik triger dari senjatanya itu.

“Mengapa kau berhenti?” Ucap Siwon mendekati Yoong.

“Haha…apa kau sekarang takut padaku? Kau takut mati huh?!!!” ucap Siwon yang kini telah mendekatkan pistolnya itu di kepala Yoong.

“Aku takkan pernah takut pada manusia hina sepertimu!” Ucap Yoong meludah di hadapan Siwon.

“Kau!!! Kau akan bertemu denganku di Neraka nanti!” Ucap Siwon murka dengan namja di hadapannya itu. Saat triger pistol itu digerakan, tiba-tiba Siwon terjatuh dengan darah yang mulai berceceran dari kaki kanannya.

“FREEZE! Anda kami tangkap!….Anda bisa memjelaskan semua di pengadilan nanti!” Tiba-tiba munculah segerombol polisi dengan senjata lengkapnya.

     Siwon yang tertembak pun tak berdaya saat petugas mulai memborgol kedua tangannya. Sementara itu, kini Yoong tengah berlari menghampiri Tiffany yang masih belum sadarkan diri. Gadis itu masih tertidur pulas, tak menyadari bahaya yang tadi akan menghampirinya. Perlahan Yoong memakaikan kembali pakaian yang telah dilepas oleh Siwon dari tubuh Tiffany, walaupun sebenarnya ia malu. Ini adalah pertama kalinya Yoong melihat tubuh wanita itu tanpa busana yang menutupi tubuhnya.

“Ini adalah terakhir kalinya Choi Siwon bisa menemuimu lagi Tiff..Aku akan menjagamu. Aku tak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi dan kucintai….” Ucap Yoong menggendong Tiffany menuju ambulance yang telah menunggunya di luar gudang kosong itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

-Hanyoung High School, 18 April 2010-

     Pagi ini Yoong sengaja bermain ke kamar Tiffany, berharap gadis itu akan mengucapkan ucapan selamat untuknya. Yoong telah menunggu semalaman berharap gadis itu mengucapkan selamat ulang tahun tepat jam 12 malam, tapi hasilnya nihil. Selama hampir 2 hari ini juga Tiffany terlihat begitu dingin pada Yoong, tidak manja seperti biasanya. Padahal selama hampir seminggu mereka berada di Jeju , Tiffany selalu manja padanya. Jika kalian ingin tahu, Yoong dan Tiffany mewakili SMA Hanyoung dalam pekan olah raga dan seni pelajar SMA se-Korea Selatan. Maka dari itu selama beberapa hari mereka akan berada di Jeju..pulau indah tempat berseminya cinta-cinta baru.

“Jessi..Selamat ulang tahun…Hadiahmu menyusul OK!! Setelah aku dan Yoong pulang dari Jeju. Sepertinya 3 hari lagi kami akan kembali ke Seoul. Wish you All The best Jess…Saranghae.” Ucap Tiffany melalui smartphonenya.

“Thanks Tiff..” Ucap Jessica berusaha antusias menanggapi ucapan selamat dari sahabatnya itu.

“Happy birthday juga kembaranku!!!Semoga kau semakin meleleh dari image Ice Princessmu itu…hehe” Ucap Yoong pada kembarannya itu.

“Haha funny Yoong…Well bukankah kau 5 menit lebih tua dariku? Happy birthday Im Yoong..Kuharap kau dan Tiff bersenang-senang di sana!” Ucap Jessica lalu memutuskan sambungan telepon mereka. Ia tak mau bercakap-cakap lebih lama dengan gadis itu, walapun dalam hatinya ia sungguh berterima kasih pada sahabatnya itu.

     Setelah mengetahui bahwa Tiffany adalah wanita yang Taeyeon cintai selama ini, perlahan pandangan Jessica berubah pada gadis itu. Meskipun Tiffany adalah sahabatnya, tapi Jessica mulai merasakan sedikit ketidaksukaan terhadap gadis itu. Apalagi jika Jessica memergoki Taeyeon tengah memberikan tatapan penuh cintanya pada Tiffany, rasanya ia ingin sekali melenyapkan gadis itu dari hadapannya dan Taeyeon.

     Tiffany sendiri tidak menyadari perubahan sikap sahabatnya itu, ia mengira Jessica sedang ada masalah dengan Taeyeon, well itulah yang Yoong ceritakan padanya. Tapi ia harus berterima kasih pada Yoong yang setia menemaninya selama beberapa bulan ini menghadapi mood swing Jessica yang begitu menyebalkan baginya. Karena ia sudah sukup lama berteman dengan gadis itu, maka ia tahu bahwa lebih baik ia tidak berurusan dengan HellSica.

     Selama beberapa bulan ini juga Yoong begitu manis terhadapnya. Pemuda itu terkesan selalu memanjakan Tiffany. Ia memperlakukan Tiffany layaknya seorang putri. Apalagi sejak pementasan seni beberapa bulan lalu, tak tahu mengapa Yoong begitu protektif terhadapnya. Hampir di setiap kegiatannya, Yoong selalu berusaha menemaninya. Hampir setiap hari pemuda itu selalu mengantar jemput Tiffany. Awalnya Tiffany heran dengan semua ini, tapi sekarang ia menikmati semua yang telah Yoong lakukan padanya. Ia hanya berharap suatu hari nanti ia bisa menjadi pengganti Jieun di hati pemuda itu.

“Aish..silly Girl! Bukannya berterima kasih tapi malah menutup teleponnya begitu saja.” Ucap Yoong pura-pura kesal dengan adiknya itu, ia menggembungkan kedua pipinya layaknya Mrs. Puff di SpongesBoob.

“Haha sudahlah..kau tak perlu mempermasalahkan itu semua. Happy birthday Yoong..” Ucap Tiffany memeluk namja di hadapannya itu begitu erat.

“Terima kasih Tiff…ucapan darimu itu sungguh berarti bagiku…” Ucap Yoong tak berani menatap wanita di hadapannya itu.

“Yoong apa kau malu mendengar ucapanku tadi?” Ucap Tiffany menggoda Yoong.

“Haha…kenapa malu?” Ucap Yoong mencoba meredam wajahnya yang kini telah memerah.

“Wajahmu berkata seperti itu…” Ucap Tiffany seraya memegang wajah yang merah padam itu dengan kedua tangannya.

“Tiff…aku…” Melihat gadis itu menatapnya dengan tatapan kasih sayangnya, kepala Yoong pusing, jantungnya berdetak tak beraturan dan ia merasakan sesuatu yang aneh di perutnya seperti jutaan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya.

“Iya?” Tiffany berharap Yoong akan mengutarakan perasaan cintanya. Perlahan namja itu mendekatkan wajahnya dengan Tiffany hingga ujung hidung mereka bersentuhan.

“Aku…Aku..Lapar…bisakah kau membuatkan omurice kesukaanku?” Ucap namja itu dengan senyuman cutenya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Malam Harinya di Seoul….

     Jessica sedang duduk manis di ruang tamunya, menunggu Taeyeon yang berjanji menjemputnya malam ini. Namja itu ingin memberikan kejutan di ulang tahun sahabatnya itu. Maka dari itu Taeyeon meminta Jessica untuk makan malam dengannya hari ini yang mendapat respons yang begitu antusias dari gadis itu. Karena itu, Kim Taeyeon bertekad membuat malam ini begitu spesial bagi mereka. Ia sengaja meminjam mobil Audy R8 metalic milik Wooyoung untuk membantunya menyelesaikan misi ini.

“Nona Jessica..Tuan Kim sudah tiba…” Ucap salah satu pembantu keluarga Im pada Jessica yang sedang terhisap dengan pikirannya akan Taeyeon.

“Oh..biarkan Mr.Kim masuk…”

     Beberapa menit kemudian Taeyeon masuk ke ruang tamu Im Mansion dengan gaya casualnya. Ia memakai blazer jeans yang begitu serasi dengan bawahannya. Begitu pula dengan Jessica yang memakai dress casualnya disertai sepatu kets dan balzer ungunya. Casual…itulah tema makan malam mereka, tak seperti makan malam biasa yang selalu membuat orang-orang memakai pakaian formalnya.

“Jessica…kau begitu cantik! Shall we go now?” Ucap Taeyeon tersenyum menatap Jessica dengan pandangan admirationnya.

“Thanks Taengoo…Lead The way…” Ucap Jessica menggandeng lengan Taeyeon begitu erat.

-3 jam kemudian……..

“Taeng…kita ada di mana?” Ucap Jessica melihat sebuah bukit yang begitu indah di hadapannya.

“Lebih baik kau naik ke punggungku Sica…Malam ini kau adalah sorang putri yang harus kulayani..” Ucap Taeyeon menyunggingkan senyuman yang menunjukkan kedua lesung pipinya. Jessica pun dengan senang hati menuruti permintaan namja itu. 15 menit telah berlalu, kini Jessica telah sampai di bukit itu. Ia bisa melihat jutaan bintang bersinar begitu indah, pemandangan yang sungguh jarang ia lihat di Seoul ataupun California selama ini. Kini Taeyeon sudah ada di hadapannya, membawa perlengkapan piknik dinner mereka.

“Happy birthday Jess…” Ucap Taeyeon mengeluarkan Cheese Cake mini pada Jessica lengkap dengan lilin angka 18.

“Taengoo…Thanks…Aku tak menyangka kau akan melakukan ini semua padaku.” Ucap Jessica dengan senyuman harunya.

“Kau gadis yang luar biasa Sica…tentu saja aku akan memberikan sesuatu yang spesial untukmu. Sekarang..Blow the candle and make a wish..”

‘Tuhan.. Berikanlah yang terbaik untukku…bukakanlah pintu hati Taeyeon….’ pinta Jessica sebelum menIup lilin di cheese cakenya.

     Setelah itu, mereka mulai menikmati makanan yang telah Taeyeon persiapkan sembari menikmati indahnya malam di Jeonju yang ditaburi jutaan bintang. Setelah menikmati makan malam mereka, keduanya kini duduk menatap bintang-bintang itu diiringi permainan gitar dan suara indah Taeyeon.

“Taeng…terima kasih. Malam ini adalah dinner yang sungguh indah… i love it.” ucap Jessica menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon.

“You’re welcome Sica…Aku senang jika kau menyukainya. Kau adalah wanita yang selalu ada di sampingku. Maka dari itu, aku harus memberikan yang terbaik….” Ucap Taeyeon kemudian menggenggam erat kedua tangan Jessica, memandang kedua mata gadis dihadapannya begitu dalam.. begitu pula Jessica.

“Taenggo..” Jessica berucap tanpa mematahkan tatapannya.

“Yess.. Princess??”

“May i ask you something??” Taeyeon kemudian menganggukan kepalanya perlahan, membuat Jessica tersenyum anggun melihatnya.

“Kiss me… lengkapi kebahagiaanku hari ini..” Untuk sesaat Taeyeon terdiam mendengar permintaan Jessica yang begitu mengejutkan baginya.

Tapi beberapa detik kemudian.. Jessica bisa merasakan kelembutan dan kehangatan bibir Taeyeon yang mengelus lembut bibirnya. CIuman yang diawali dengan kecupan biasa itu perlahan berubah menjadi penuh hasrat saat Jessica mengalungkan kedua tangannya di leher Taeyeon, membuat namja itu terdorong maju ke depan memperdalam cIuman mereka karena tarikan yang Jessica berikan padanya. Sementara Taeyeon sendiri.. perlahan terhanyut dalam manisnya intimate moment yang ia lakukan saat ini bersama gadis luar biasa yang selalu ada di sampingnya, sehingga ia bisa sedikit melupakan Tiffany dalam pikirannya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu di Jeju…

“Apakah semuanya sudah siap?”

“Sudah Tuan…kami tinggal menunggu instruksi selanjutnya”

“ Baiklah…15 menit lagi aku akan kesana..” Ucap pemuda itu menutup teleponnya lalu berjalan ke kamar di sebelahnya.

“Tiff…apa kau sudah siap?” Ucap Yoong mengetuk kamar Tiffany.

“5 menit lagi Yoong…”

“OK..aku akan menunggumu di lobby ya!”

5 menit kemudian…

     Pandangan Yoong menjadi gelap saat kedua tangan menutupi pandangannya. Menghirup dari aroma parfumnya, ia sudah tahu siapa. Perlahan gadis itu melepaskan tangannya dari mata Yoong. Yoong kemudian membalikkan badannya, melihat gadis yang telah menjahilinya tadi. Tiba-tiba senyuman dan kekaguman muncul di wajah Yoong melihat gadis itu.

“Mengapa kau tersenyum seperti itu?”

“Euhmp..it’s nothing…it just you’re totally beautiful tonight…Everything looks perfect for you. This dress suit you a lot..” Ucap Yoong menggenggam salah satu tangan Tiffany, yang merona wajahnya setelah mendengar pujian dari namja di sampingnya itu. Malam ini tak tahu kenapa ia begitu gugup, apalagi setelah melihat Yoong dengan pakaian lengkapnya, rasa gugup itu semakin bertambah. Ia merasa sepertinya sesuatu akan terjadi malam ini.

“Thanks…You’re look Handsome tonight…” Ucap Gadis itu menatap Yoong.

“Haha I’m always Good Looking for you….Ok…lebih baik kita pergi sekarang…”

       Kemudian Yoong membawa Tiffany menuju pelabuhan terdekat di Jeju dengan mobil SUV hitamnya. Sesampainya disana, pemuda itu bisa melihat Yatch putih yang luar biasa bagusnya. Kemudian ia membawa Tiffany menaiki kapal pesiar mini itu dengan hati-hati mengingat malam ini Tiffany menggunakan dress.

“Yoong..ini begitu indah. Mengapa kau membawaku ke sini?” Ucap Tiffany

“Untuk merayakan ulang tahunku?” Ucap Yoong membalas pertanyaan gadis itu.

“Benarkah?Tapi mengapa hanya kita berdua?” Ucap Tiffany sembari melihat sekeliling kapal.

“Haha..tentu saja tidak..masih ada nahkoda dan pelayan yang akan melayani kita…Sebaiknya kita nikmati saja malam ini…Arraso?” Ucap Yoong mencubit pipi Tiffany pelan. Tiffany hanya mengangguk menangggapi namja di hadapannya itu.

     Yoong membawa Tiffany untuk duduk di meja yang telah disiapkan olehnya. Ia memperlakukan Tiffany begitu gentle layaknya pria-pria yang selalu dikisahkan di drama-drama TV. Kemudian seorang pelayan mendatangi mereka, membawa hidangan mereka malam ini yang sengaja Yoong pesan berdasarkan makanan favorit Tiffany. Pemuda itu bisa melihat kilat-kilat kebahagian dari mata Tiffany saat melihat tumis belut asam manis itu dihidangkan padanya.

     Setelah selesai dengan makanan penutup, muncullah seorang pelayan membawa 1 kotak panjang dan gitar. Kemudian pelayan itu memberikan kotak itu pada Yoong yang dengan senang hati menerimanya. Beberapa menit telah berlalu, tapi Yoong masih belum juga membuka kotak itu. Ia malah mengajak Tiffany untuk melihat indahnya bintang-bintang dan pemandangan di laut yang luar biasa itu. Mereka masih berada di ujung Yatch saat dengan perlahan Yoong menggenggam tangan Tiffany yang masih berpegangan pada besi stainlees Yacth.

“Tiffany..ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu..” Ucap Yoong kemudian membawa Tiffany ke tengah badan kapal pesiar mini itu. Tiffany yang tak tahu apa-apa hanya terdiam mengikuti kemana namja itu membawanya. Tapi yang pasti hatinya begitu hangat saat Yoong memegang tangannya tadi. Kini mereka telah sampai, kemudian pemuda itu mengambil gitar yang tadi telah disediakan. Tiffany menatap namja itu dengan senyuman lembutnya.

“Tiffany Hwang..Lagu ini untukmu…Hope you like it!” Ucap Yoong kemudian mulai menyanyikan Love Ballad dari Brown Eyed Soul dengan alunan gitar yang begitu merdu.

     Perlahan Tiffany terhanyut dalam indahnya harmonisasi yang Yoong lakukan, jika ia seorang produser, tentu saja ia akan langsung menjadikan Yoong sebagai artisnya. 4 menit telah berlalu, kini Tiffany bertepuk tangan mengapresiasi penampilan yang begitu luar biasa dari namja di hadapannya itu. Yoong tersenyum malu menatap gadis itu. Kemudian ia beranjak menuju kotak panjang, mengeluarkan Flute perak yang ternyata telah Tiffany inginkan selama ini.

“Dengan Flute ini…aku ingin memainkan sebuah lagu yang menunjukkan perasaanku padamu selama ini Tiffany Hwang….” Ucap pemuda itu kemudian memainkan lagu Like a Star dari The One.

“Yoong…apa maksud dari semua ini?” Ucap Tiffany saat Yoong telah menyelesaikan permainan Flutenya. Ia mengerti pesan yang pemuda itu coba sampaikan padanya, hanya saja ia ingin meyakinkan prediksinya.

“Tiffany Hwang Miyoung….Aku tahu bahwa kau adalah gadis yang dipilihkan tuhan untukku setelah kepergian Jieun. Kau selalu setia menemaniku di saat aku terpuruk. Kau yang mendorongku untuk jadi lebih baik lagi. Kau yang membantuku move on dari kematian Jieun yang begitu menyiksaku. Kau yang telah menyembuhkan luka itu. Kau yang telah membuka pintu itu..” Ucap Yoong dengan senyuman manisnya.

“Pintu?” Tanya Tiffany dengan polosnya berharap bahwa yang dIucapkan oleh Yoong bukanlah mimpi.

“Pintu hatiku..” Ucap Yoong kemudian berlutut di hadapan gadis yang masih shock dengan pengakuan dari namja yang selama ini selalu ia idamkan.

“Tiffany Hwang…maukah kau menjadi kekasihku?” Ucap Yoong masih berlutut kemudian mengeluarkan Flute perak yang tadi dimainkan olehnya.

“………” Tiffany masih terdiam sedangkan Yoong mulai merasakan rasa pegal di kakinya.

“Tiffan…” Ucapan Yoong terpotong setelah Tiffany menariknya dalam pelukan yang begitu erat.

“Silly.. of course yes,,” Ucap Tiffany kemudian melepaskan pelukannya.

10755799_512374568900063_1757029517_a

“Benarkah?Thanks Tiff…” Ucap Yoong menatap gadis itu dengan tatapan hangat penuh kasih sayang.

“ I…” Yoong kemudian mengecup kening gadis itu.

“LOVE” Kini pemuda itu mengecup hidung Tiffany dengan lembut.

“You Tiffany Hwang…”Akhirnya Yoong mengecup bibir Tiffany dengan halus yang membuat Tiffany merasakan letupan-letupan kembang api di hatinya. Kemudian gadis itu mengalungkan lengannya di leher Yoong, membuat koneksi mereka tak terpisahkan.

======================================================================

===============================

hahaha mian kemarin gw lupa posting chapter ini

saran gw klik NEXT hahahaha

Iklan

43 pemikiran pada “LOVE ITSELF Chapter 13

  1. Annyeong
    Hahaha chpater cnta brntai yg trlupa akhirnya d update jga,,,,fany snng bngt tu impian nya mlai trwjud,,tp gmn dngan taeng cnta nya msih bgtu bsar bwat fany,,,dan yoong pun tau knpa smpai sica bgtu dngin dngan taeng,,,tp salut dngn sikap dwsa sica yg akhirnya mngrti akan sikon taeng yg msih mncntai fany,,tp tdak jga mnolak bhwa sica jga special d htinya,,,hufff ok sipp
    Nexttttttt hahaha
    Ttap smngat cuy

  2. ooh jadi ceritanya kek gitu yoonfany jadiannya ? soalnye kmaren lngsung chap 14 ga ngerti yoong sma fany udah jadian ajah :v
    wow fighting thor buat update chap selanjutnya =D gomawo

  3. Rahasia udah kebongkar, udah saling tau masing2, tapi fany masih gatau kalo taeng suka sama dia dan kenapa mood nya sica jadi gajelas gitu ke dia
    Sica hebat yaa masih bisa cinta sama taeng padahal taeng sendiri cintanya malah ke fany. Amazing girl :3 etapi yoong sweet banget parah, kalo gue jadi fany juga gaakan bisa nolak pesonanya dia duhduh;;)

  4. Akhir’a gue nemu jg nih chapter setelah kemaren” putus asa .ApasihDeh.hahaha
    Huuu akhir’a yoonfany jadi juga , yah mdh”an taeng udh buka hati’a yee buat sica ..

  5. Omo, taengsic dan yoonfany sweet banget.
    Akhirnya yoong nembak fany juga. Hore..
    Semoga taeng mengikuti jejak sahabat nya. Dan menjadikan jessica kekasihnya. Hehe
    Ok thor, izin lanjut.

  6. akhirnya yoonfany jadian jg yeeeyyyyyy, aigoooo yoong slalu aja romantis
    taengsic ada kmajuan tp msh gak tau gmn prasaan taeng ke sica, moga aja taeng akhirnya mnyadari kl sica adlah gadis yg dia cintai, mnggantikn posisi fanny

  7. ciyeeeee yoonfany jadian…tinggal Taengsic aja yg blm. #kode
    ish taengpa nih, cepetan sadar trus nyatain cnta ke sica. hahahah ngarep bgt gue

  8. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  9. Yeeeeyy akhirnya yoonfanny official,yoong sweet bgt nembakny,keinginan fanny jd kenyataan tuuh bwt miliki yoong..
    Sica kereen,mski dh tw pengakuan taeng,ttep cinta ma taeng…

  10. wahh.. dua couple bikin banyak moment yang sweet banget disini. akhirnya yoong nembak fany, terus gimana nasib tae? hmm.. mungkin sica juga bakal bikin dia move on kaya fany yang berhasil bikin yoong move on. yang penting tak ada yang tersakiti dalam cerita ini.

  11. Oh so sweet ya moment yoonfany apa lgi yoong udh menyatakan perasaan ya bagaimana dgn tae apa dia bsa menerima perasaan sica …..
    Jln crita ya semakin seru & greget

  12. yoongfanny so sweet ..pengen ditembak jga kayak gitu . akhirnya yoong sudah buka hati nya lagi . tpi kasian taeng patah hati .. tpi gak pa2 lah , sica bisa mengobati sakit hati itu . hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s