LOVE ITSELF Chapter 14

BmnMWKKCYAEtWLU.jpg medium

-Nagasaki, Japan, 26 Mei 2013-

 

“Morning Taengoo.” Sapa gadis disampingnya yang sepertinya baru saja terbangun dari sleeping beautynya.

“Heumh…Happy Sunday Sica! Apakah tidurmu nyenyak semalam? Tidak bermimpi buruk lagi?” Tanya Taeyeon pada gadis yang kini telah menyenderkan kepalanya di dada Taeyeon yang berotot itu. Mendengar perkataan kekasihnya, Jessica hanya diam,…mulai memainkan jarinya di dada Taeyeon. Taeyeon yang menyadari keanehan Ice Princessnya pun kemudian mengecup kening Jessica dan membuat gadis itu duduk bertatap muka dengannya.

“Why so silent? Apakah sesuatu terjadi?” Ucap Taeyeon mengelus kepala Jessica.

“Kali ini mimpiku sungguh aneh dan mengerikan Taeng…” jawab Jessica yang mulai menundukkan kepalanya lagi. Hal ini sering terjadi jika gadis itu pikirannya sedang terganggu oleh sesuatu. Sebagai orang terdekat yang selalu berada di samping Jessica, Taeyeon pun selalu berusaha menenangkan gadis itu. Ia mencoba mengalihkan pikiran Jessica yang akhir akhir sering ini terganggu oleh mimpi-mimpinya yang Taeyeon simpulkan sangat buruk bagi Jessica.

“Care to share?”

“Kali ini sungguh terasa nyata… Kakakku kecelakaan bersama Iu dan ia meninggal. Bagian terburuknya…,kau kembali ke Seoul… pergi meninggalkan aku demi….. Tiff…” Jessica tak bisa melanjutkan lagi kata-katanya saat ia merasakan air matanya telah mengalir. Taeyeon pun dengan segera mendekap Jessica dalam pelukannya yang ia yakin bisa menenangkan gadis di sampingnya. Well ia tahu karena hal ini sudah sering terjadi sebenarnya sehingga Taeyeon pun telah terbiasa menghadapi Jessica dan paranoianya.

“Apakah kau percaya hal itu akan terjadi Princess?” Tanya Taeyeon sambil memegang dagu gadis itu berharap dapat melihat kesungguhan di mata Taeyeon.

“Aku..aku tak tahu.”

“Baiklah…, mungkin aku harus lebih berusaha lagi agar kau yakin bahwa aku takkan meninggalkanmu Sica…….” Taeyeon pun kembali mendekap Jessica yang kini mulai tenang setelah menerima jawaban dari Taeyeon. Selama beberapa menit keheningan pun mendampingi mereka.

“Breakfast with me?” tanya Taeyeon dengan dorky smilenya yang selalu melelehkan kebekuan hati Jessica.

“NO cucumber please!” Jessica yang memang terkenal BIPOLAR pun kini mengeluarkan aegyeonya yang membuat Taeyeon tersenyum hangat padanya.

“Yes madam, anything for my girl!” ucap Taeyeon sembari meng-carry Jessica ala Brydalstyle.

“Hahaaa my dorky hubby always Jjang (terbaik)…Aishiteru”

“Nado..”Ucap Taeyeon yang tak pernah mengutarakan 3 kata magic itu pada Jessica selama 2 tahun ini.

Bukannya Ia tak merasakan cinta yang tulus dari Jessica.

Hanya saja ia belum yakin apakah ia bisa mencintai Jessica seperti ia mencintai Tiffany.

Saat ia dekat dengan Jessica, kenyamanan dan kehangatan yang ia rasakan.

‘Aku tak tahu apakah cinta yang benar-benar kurasakan padamu Sica…’

‘Atau karena Tiffany no longer mine? Mine? Well she is never can be mine…’ pikiran itu selalu saja mengganggu Taeyeon.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Flashback

 

-Tokyo , Japan 2011-

     Malam itu bagaikan malam terburuk dalam hidup Taeng. Ia merasa ia telah kehilangan segalanya. Orang tuanya, adiknya, dan… Tifany. Ia merasa begitu malang. Ia bagaikan manusia paling menyedihkan karena tak punya apa-apa lagi dalam hidupnya. Mengetahui hubungan Tiffany dengan sahabatnya saja 2 tahun yang lalu sudah cukup mengoyak hati dan pikirannya apalagi beberapa minggu yang lalu ia menerima kabar bahwa keluarganya terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jeonju, tanah kelahirannya. Dan kabar buruknya adalah bahwa keluarganya sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Mereka telah pergi meninggalkan Taeyeon sendiri di dunia ini.

     Mendengar kabar tersebut sontak Taeyeon pun shock. Ia hanya bisa diam dan mengurung dirinya sehari kemarin mencoba mengabsorb kenyataan yang baru saja ia terima. Hanya air mata yang mengalir dan kebisuan yang menyelimutinya. Jessica yang mengetahui hal ini pun mencoba mendobrak kamar Taeyeon yang notabenenya 1 apartment dengan Jessica. Setelah mengurung diri, esok harinya Taeyeon pamit untuk pulang ke tanah airnya untuk menghadiri upacara pemakaman keluarganya. Jessica tak membiarkan Taeyeon pergi sendiri ke Jeonju. Ia pun akhirnya ikut dengan Taeyeon setelah beradu argument dengan sahabat slash crushnya itu.

     Sesampainya mereka di Jeonju, Taeyeon tak berani menghubungi Tiffany. Ia hanya menghubungi Uncle Hwang. Ia meminta kepada Mr. Hwang untuk tidak mengabari Tiffany tentang berita duka ini karena ia tahu Tiffany sedang di Spanyol bersama Yoong. Mereka sedang berkompetisi mewakili Universitas mereka sekaligus menikmati Anniversary mereka yang ke 2. Ia tak ingin Tiffany sedih dan terganggu konsentrasinya mengetahui keluarga Taeyeon yang sudah Tiffany anggap sebagai keluarga kini telah pergi untuk selamanya.

     Ia pun meminta Jessica untuk menutup rapat tentang ini semua agar tidak ada yang tahu terutama Yoong, sahabatnya sekaligus kekasih Hwang Miyoung, his long time crush. Ia tahu jika Yoong mengetahui kabar ini maka Yoong akan segera pergi menyusulnya ke Jeonju untuk menemani Taeyeon.

     Upacara pemakaman pun berlangsung lancar dan khidmat karena Taeyeon ingin penghormatan terakhir untuk keluarganya sempurna. Dan sekarang disinilah ia mulai merenung lagi atas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya. Duduk sembari menatap indahnya langit dan kerlap-kerlip kota Tokyo sudah menjadi kebiasaan barunya semenjak kepergian keluarganya. Dan diakhir kebiasaan barunya itu, pasti Jessica selalu datang mendampinginya.

     Jessica tak perlu kata-kata untuk menenangkan Taeyeon. Hanya dengan duduk disamping namja yang selama ini selalu membuat lovesick dirinya sembari menggenggam tangannya yang muscular dan halus saja sudah membuat namja tersebut tenang, dan ia yakin itu. Kesunyian malam dan yang terjadi diantara mereka selalu menenangkan Taeyeon di akhir.

     Kebiasaan itu akhirnya menjadi sebuah rutinitas yang harus Jessica akui cukup senang dengan hal itu. Karena rutinitas itu selalu membuat Jessica lebih dekat dengan her dream guy yang sudah 7 tahun ini ia cintai. Taeyeon bagaikan sebuah kebutuhan bagi Jessica hingga ia rela berpisah untuk sementara dari orangtua dan kembarannya. Hingga suatu malam di pertengahan Juni yang mengubah hidupnya…….

Malam itu ia dan Taeyeon baru saja pulang dari aktivitas kuliah mereka. Ya jika kalian penasaran, Jessica dan Taeyeon kuliah di Universitas yang cukup terkenal di Tokyo. Dan mereka patut berbangga diri karena keduanya diminta untuk kuliah di universitas tersebut secara cuma-cuma alias gratis. Well universitas mana yang tak mau menerima Jessica yang terkenal Advance di bidang Fisika dan Matematika sedangkan Kim Taeyeon yang terkenal sebagai calon engginer terbaik di usianya dalam bidang otomotif dan mekanik. Tetapi segala kemudahan tersebut membutuhkan syarat. Syaratnya mereka berdua harus lulus setelah belajar 3 tahun di universitas tersebut, menjadi lulusan termuda dan terbaik di angkatan mereka.

Tentu saja Taeyeon dengan segera menerima tawaran ini setelah mengetahui bahwa Im Yoong dan Tiffany Hwang, kedua sahabatnya yang notabenenya telah resmi in relationship. Ia ingin mencoba untuk melupakan Tiffany dalam hidupnya. Dan kesempatan ini adalah media untuk solusi masalahnya. Mendengar keputusan Taeyeon pun akhirnya Jessica menerima tawaran beasiswa tersebut. Padahal orang tuanya telah bersedia mengirimkan Jessica ke USA untuk mengasah skillnya. Tetapi Jessica tetaplah Jessica, yang dari dulu terkenal keras kepala dan gigih dengan apa yang ia inginkan. Sehingga orangtua Jessica pun merelakan kepergian Jessica ke Jepang bersama Taeyeon yang mereka ketahui sebagai pria pertama yang dapat meluluhkan hati Jessica yang terkadang beku seperti es.

Tentu saja Yoong mengetahui kepergian kembarannya ke Jepang, tapi ia tak mengetahui Taeng bersama adiknya. Yang ia tahu Taeyeon telah melanjutkan kuliahnya ke German, mengejar mimpinya menjadi insinyur yang handal. Ya itulah yang Im Yoong ketahui dari Jessica. Begitu pun Tiffany yang sepertinya percaya dengan apa yang Jessica utarakan padanya. Tiffany sangat sedih saat Taeyeon sekali lagi tidak menjelaskan apapun tentang kepergiannya ke German. Tapi Yoong selalu menghiburnya sehingga perlahan ia mulai bisa menerima kepergian Taeyeon yang misterIus baginya.

“Taeng…apakah ini masih sakit?” ucap Jessica seraya menyentuh dada sahabatnya yang kini mulai menatapnya.

“I can’t lie thats is ok, but for sure day by day it became stronger…and thanks to you.” Jawab Taeyeon seraya menggenggam jari jemari Jessica yang masih berada di dadanya.

“Me?Wae?” tanya Jessica clueless.

“Because your presence, your care, and your love yang setiap hari selalu ada di sampingku secara perlahan menyembuhkanku Sica… Gomawo(terima kasih).” Ucap Taeng tulus sembari menatap Jessica dengan penuh ketulusan.

“Taeng…” Jessica pun secara tidak sadar mulai mengurangi jaraknya dengan Taeyeon. Ia pun step by step menyentuhkan bibir mungilnya dengan Taeng.

     Taeng yang tak bisa menangkal pesona Jessica pun secara perlahan memagut bibir mungil Jessica. Setelah keduanya mulai kehabisan supply oksigen, Taeyeon mengakhiri sesi intimate mereka. Ia hanya bisa menatap Jessica dengan tatapan yang bingung serta admirasi yang ia tak tahu jenisnya apa hingga Jessica mengucapkan 3 kata magic itu.

“I love you Taeng…” Ucap Jessica yang kini mulai menitikkan air matanya.

     Untuk sesaat Taeyeon hanya terdiam mendengar sudden confession dari gadis yang ia kagumi itu. Bukannya Taeyeon tak bisa mencintai Jessica seperti ia mencintai Tiffany, hanya saja untuk saat ini ia selalu merasa nyaman dan tentram bila Jessi di sampingnya. Taeyeon berharap kekagumannya pada Ice Princess tersebut bisa mengalahkan cintanya pada Tiffany.

“Look… i don’t know if i can forget her but i’m sure and i willing to give it a try…So Im Jessica will you be my girlfriend?”Ucap Taeyeon seraya menghapus air mata di pipi Jessica dan mengecupnya. Jessica pun kembali menitikkan air mata dan memeluk kekasihnya. Ya Kim Taeyeon yang selama ini ia tunggu selama hampir 7 tahun akhirnya memintanya untuk menjadi kekasihnya.

“ Yess Taeng….i’d love too.” Dengan itu Jessica pun kembali menarik Taeng dalam kecupan yang tak penuh nafsu tapi lembut dan penuh kebahagian itu. Mulai dari hari itu ia bertekad akan membuat Kim Taeyeon melupakan Tiffany Hwang dan hanya mencintai dirinya seorang.

IM JESSICA

yang ia yakini akan segera berubah menjadi

KIM JESSICA

Karena seorang IM JESSICA takkan kalah dan menyerah pada TIFFANY HWANG, sahabatnya,

kekasih kembarannya,

dan wanita yang telah menyakiti hati kekasihnya hingga hancur.

Dan ia takkan membiarkan itu terjadi lagi. Karena ia akan menghapus TIFFANY HWANG dari pikiran KIM TAEYEON, dan ia yakin IM YOONG akan membantunya dengan senang hati. Karena Tiffany telah dibutakan oleh cinta semunya pada kembarannya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

 

-Seoul, 18 Juni 2013-

“Hallo.. apakah kau masih berada di kantor?”

“Nae Princess, aku masih harus menyelesaikan desain renovasi gedung Namsan akhir bulan ini… apa kau ingin mengirimkan makanan untukku?”

“Iya..seperti biasa kan?”

“Yes!!! See you Princess..”

“OK Love You….! Muach…”

“Love you Too…Baby..” Kemudian saluran telepon pun terputus setelah Tiffany menutup teleponnya.

“Siapa?” Ucap gadis di samping Yoong yang tengah sibuk mengedit desainnya.

“Ini Tiffany…my soon to be wife hehe…”

“Maksudmu?” kini SeoHyun berhenti mengetik diagonal-diagonal dari proyek yang sedang ia kerjakan bersama Yoong.

“2 bulan yang lalu aku sudah melamarnya..” Ucap Yoong pada sahabatnya itu dengan senyuman bodohnya.

“Benarkah? Wow..Selamat Oppa!…tak kusangka kau punya keberanian untuk melamar Unnie…hehe” Ucap SeoHyun menggoda namja di sampingnya itu.

“Haha tentu saja…Seorang Im takkan pernah gagal dan ditolak hehe…” Ucap Yoong menepuk dadanya.

“Huh full ouf yourself! Lebih baik kau ceritakan bagaimana kau bisa melamarnya!” Ucap Gong Yoo, sahabat Yoong yang lainnya menghampiri namja itu.

“Baiklah..jika kalian begitu ingin tahu..” Ucap Yoong tersenyum pada sahabat-sahabatnya itu.

Flashback

“Yoongie….mengapa kita ada di galery ini?Sepertinya ini baru dibangun..”

“Kita akan makan malam di sini Princess.. Bogoshipda….” Ucap Yoong memeluk kekasihnya itu.

       Setelah beberapa detik mereka terhanyut dalam pelukan itu, Yoong membawa Tiffany ke sebuah ruangan yang cukup luas dari galery itu. Dinding ruangan itu masih ditutupi oleh tirai hitam. Sedangkan di langit-langitnya terpasang 1 proyektor berwarna pink lengkap dengan layarnya. Tiffany melihat benda pink itu dengan kilatan ketertarikan di matanya.

“Silakan duduk My Lady…” Ucap Yoong menarik kursi untuk diduduki gadis itu.

“Thank you My Prince….” Ucap Tiffany dengan Aksen Amerikanya.

“You’re Welcome…Shall we eat now?” Ucap Yoong dengan bahasa inggrisnya yang cukup mengesankan, mengingat ia menghabiskan masa kecilnya di Kanada.

     Kini mereka sudah duduk di meja yang didekorasi berwarna pink itu, di atas meja itu terdapat 2 lilin yang menerangi ruangan mereka, karena Yoong sengaja meredupkan pencahayaan di ruangan itu.Setelah mengesms seseorang, beberapa menit kemudian datanglah seorang pelayan muda membawa meja dorong ke hadapan mereka. Ia meletakkan hidangan khas Korea dan Amerika di meja tersebut. Kemudian ia membungkuk pamit pada pasangan itu, tak ingin mengganggu dinner mereka.

“Apakah kau puas dengan dinner malam ini Baby Tiff..?” Ucap Yoong setelah mengelap mulutnya dengan napkin di sampingnya.

“Very satisfied…Makanannya sungguh lezat…kau memesannya dari mana Sayang?” Ucap Tiffany sambil meminum air putih di depannya.

“Bukankah aku sudah bilang bahwa aku adalah kokimu yang tampan?” Ucap namja itu dengan senyuman aligatornya.

“Mwo?” Ucap Tiffany tak mengerti.

“Aku yang memasak semuanya…hehe setelah seminggu kursus pada Bibi Nam akhirnya aku bisa menyiapkan ini semuanya.” Ucap Yoong menggaruk lehernya yang tak gatal itu, ia hanya gugup menghadapi malam ini.

“Benarkah?Wah..kau akan menjadi suami yang baik jika seperti ini..hehe jadi kau bisa memasak untukku setiap hari.” Ucap Tiffany menggoda namja di hadapannya.

“Jika kau menjadi istriku nanti…i’ll do anything for you Mrs.Im..” Ucap Yoong seraya menggenggam kedua tangan Tiffany dengan pandangan affectionate-nya. Kemudian ia mengecup kedua tangan gadis itu selama beberapa detik sebelum Tiffany mengelus wajahnya dengan lembut.

“Yoong…” wajah Tiffany memerah mendengar kata-kata pemuda di hadapannya.

“Karena sekarang kita sudah kenyang, lebih baik kita lanjutkan ke acara selanjutnya…diam dan duduk yang manis ya Princess..” Ucap Yoong kemudian beranjak dari kursi mereka.

     Kemudian Yoong menyalakan proyektor beserta laptop yang telah disediakan oleh pelayan tadi. Ruangan kini bertambah redup saat sebuah film pendek mulai diputar. Di film itu muncul seorang pemuda yang sedang berjalan melewati sebuah taman. Pemuda itu tidak lain adalah Jan Geun Suk yang Tiffany kenal sebagai sahabat Yoong di kampusnya, aktor berbakat yang sedang populer di Korea Selatan saat ini.

     Untuk sesaat Geun Suk berhenti melihat seorang gadis yang akan ditampar oleh pria di hadapannya. Geun Suk kemudian berlari mendorong pemuda itu. Kemudian gadis itu, yang Tiffany ketahui adalah Nam Gyuri, salah satu aktris terkenal berkat drama 49 Days-nya yang begitu populer. Kemudian Gyuri mendorong menampar dan memutuskan hubungannya dengan pemuda itu lalu pergi bersama Geun Suk. Di perjalanan, Gyuri menghentikan langkahnya. Ia mulai mengenalkan namanya begitu pula dengan Geun Suk.

     Scene berlanjut ke sebuah kelas yang Tiffany ketahui sebagai kelasnya dulu bersama Yoong di X-E. Untuk sesaat ia bingung mengapa cerita yang ada di film ini begitu mirip dengan apa yang ia alami dengan Yoong. Tapi kini ia mulai mengerti apa yang telah disiapkan oleh kekasihnya itu. Kini ia hanya tersenyum menonton film ini, penasaran dengan apa yang akan muncul lagi di hadapannya.

     Di kelas itu Gyuri datang telat. Kemudian ia diperintahkan oleh gurunya untuk duduk di sebelah Geun Suk yang tersenyum cool dihadapannya. Scene berganti saat sebuah ruangan yang begitu gelap dinyalakan lampunya. Saat itu Gyuri terkejut karena Geun Suk sudah memegang cake ultahnya. Gyuri menangis terharu dengan kejutan yang diberikan pemuda itu. Lalu muncullah keluaga dari Gyuri dan Geun Suk.

     Kini layar telah menampilkan Geun Suk yang sedang duduk sendirian di ayunan taman. Geun Suk terlihat kacau saat itu saat Gyuri datang menghampirinya. Lalu diputar FlashBack Scene dimana Geun Suk menangis di sebuah makam. Di makam itu ia memandangi foto sebuah gadis yang Tiffany kira sebagai IU. Hatinya sedikit perih mengingat peristiwa itu, saat saat dimana Yoong yang begitu rapuh.

     Kini scene kembali ke taman tempat Geun Suk terlihat begitu kacau dan muram. Gyuri menghampiri Geun Suk dan mulai berbincang dengan pemuda itu. Di Scene itu digambarkan Geun Suk yang begitu emosi mendengar ucapan gadis di sampingnya. Kemudian Geun Suk menarik gadis itu memasuki mobilnya. Ia membawa Gyuri ke tempat yang Tiffany ingat sebagai tempat dimana IU menghembuskan nafas terakhirnya. Disana Geun Suk mengeluarkan semua gangguan yang ada di pikiran dan hatinya. Gyuri berusaha menenangkan Geun Suk dan berjanji akan membantu pemuda itu untuk move on.

     Scene selanjutnya cukup mengejutkan Tiffany. Di scene ini Gyuri dibIus oleh 2 orang pria lalu dibawa menuju sebuah gudang kosong di pinggiran kota Seoul. Untungnya Geun Suk melihat itu semua dan memutuskan untuk mengikuti perginya gadis itu. Sesampainya di sebuah gudang, ia melihat sebuah namja yang bisa ia tebak sebagai Siwon, mengingat gaya berpakaian Siwon yang sangat khas baginya. Tffany begitu geram saat melihat Siwon mulai membuka pakaian yang Gyuri kenakan. Emosinya semakin memuncak saat pemuda itu mengecup beberapa bagian tubuhnya. Melihat perubahan emosi yang terjadi pada kekasihnya, Yoong pun berinisiatif menghentikan film yang sedang dimainkan itu.

“Mengapa kau Pause?!”

“Maafkan aku princess..aku hanya khawatir padamu. Maafkan aku juga yang tak menceritakan ini sebelumnya padamu…aku hanya tak ingin kau trauma.” Ucap Yoong menundukkan kepalanya.

“It’s okay…i’m fine… Tapi aku ingin kau menceritakan detailnya padaku setelah ini.

Kau bisa melanjutkan videonya lagi…Please My Prince..” Ucap Tiffany dengan begitu lembut pada kekasihnya itu.

     Kini film berlanjut dengan Geun Suk yang sudah memukul wajah Siwon. Pemuda itu bangun menghampiri Geun Suk, mengeluarkan pistol yang diarahkan pada kepala Geun Suk. Ekspresi Tiffany berubah menjadi khawatir saat melihat scene itu, apalagi saat Siwon mengitari Geun Suk. Tiffany hampir saja berteriak saat Siwon menarik pelatuk pistolnya pada Geun Suk. Tapi untungnya, polisi datang saat itu dan menembak Siwon.

     Scene telah berubah dengan moment-moment dimana Geun Suk selalu mengamati Gyuri dengan tatapan kekaguman penuh cinta. Kini Geun Suk dan Gyuri diceritakan tengah mengikuti perlombaan di Jeju. Tiffany tersenyum mengingat kembali moment-moment manis mereka di Jeju saat itu. Ia tertawa saat melihat Geun Suk dan Gyuri yang hampir bercIuman tapi tidak jadi karena Geun Suk akhirnya hanya mengecup pipi Gyuri. Apalagi Geun Suk hanya berkata bahwa ia lapar dan meminta Gyuri untuk membuatkan omurice. Yoong juga tersenyum malu melihat scene itu.

     Kini Scene telah berganti dimana Geun Suk memainkan beberapa bait lagu menggunakan sebuah flute perak. Setelah menyelesaikan permainannya, pemuda itu kini berlutut, meminta Gyuri untuk menjadi kekasihnya. Scene berlanjut saat Gyuri menyatakan bahwa ia mau menjadi kekasih Geun Suk. Film itu berakhir dengan kilasan-kilasan selama hampir 3 tahun ini hubungan mereka.

“Apa kau suka Princess?” Ucap Yoong menatap kekasihnya itu.

“Aku….aku…ini luar biasa Yoong…” Ucap Tiffany pada namja yang sedang duduk di meja yang agak jauh darinya.

“Tapi masih ada 1 lagi…kuharap kau juga menyukainya…” Ucap pemuda itu mengedipkan salah satu matanya.

     Kini dimainkanlah sebuah video dimana Yoong memainkan gitar dan menyanyikan lagu Just The Way You Are Accoustic version dari Bruno Mars. Setelah lagu itu selesai, kemudian Yoong membacakan sebuah puisi yang begitu romantis bagi Tiffany. Lalu namja itu mengambil sebuah kotak pink dari saku jasnya. Saat Yoong membukakan kotak itu video berhenti. Kini Yoong mendekati Tiffany, membuat gadis itu berdiri menatapnya.

“Tiffany Hwang…aku ingin menjadi pria pertama yang kau lihat saat kau bangun dari tidurmu. Aku ingin menjadi seseorang yang akan selalu kau sambut di rumah sepulang bekerja nanti. Aku ingin menjadi Ayah dari bayi yang kau kandung. Aku ingin menjadi namja pertama yang memelukmu saat kau terbangun dari mimpi burukmu. Aku ingin menjadi pria yang bisa kau banggakan sebagai suamimu. Aku ingin menjadi namja yang akan membantumu meraih setiap goal dalam hidupmu ini. Aku ingin menjadi namja yang menemanimu saat kau melahirkan anak kita nanti. Aku ingin menemanimu, menyayangimu, merawatmu dan mencintaimu seumur hidupku….For the rest of my life, i’ll be with you….Because you’re make my life complete.” Sejenak pemuda itu terdiam, melihat linangan air mata kebahagian dari Tiffany.

“Yoong…aku..” Ucapan gadis itu terhenti saat Yoong menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil gadis itu.

“Tiffany Hwang…Do you want to be my bride and my wife for the rest of my life?” Ucap Yoong dengan senyuman terindah yang pernah Tiffany lihat selama ini.

39665514139

Tiba-tiba seluruh pencahayaan di ruangan itu hidup. Tirai-tirai yang menutupi dinding ruangan itu kini telah terbuka. Di dinding-dinding ruangan itu ditempel kumpulan foto Yoong dan Tiffany selama 4 tahun hubungan mereka itu. Apalagi ruangan itu di cat dan di desain interior dengan hal-hal yang berbau PINK. Air mata Tiffany kini terhenti saat melihat indahnya ruangan ini. Ia melihat beberapa foto saat ia dan Yoong merayakan tahun kedua mereka sebagai kekasih di Spanyol 2 tahun yang lalu. Kemudian Yoong mendekap wajahnya, membuat gadis itu fokus menatapnya.

“Apakah aku harus menjawabnya?” Kini Tiffany mengalungkan kedua lengannya di leher namja itu dengan senyuman terindahnya.

“So it’s a YES?” Ucap Yoong tak bisa lagi menahan senyuman kebahagiaannya.

“Yes.. for a thousand times..i’ll say yes if you asked it…I want you to be my Groom(pengantin pria)..menungguku di altar nanti saat Daddy mengantarkanku padamu. Menjadi ayah dari anak-anak kita nanti. Merawatku bila aku sakit nanti. Menemaniku seumur hidupku, hingga maut yang memisahkan kita. I love you…Mr.Im” Ucap Tiffany mengecup kedua mata Yoong.

“Aku juga mencintaimu Mrs. Im…” Kemudian Yoong mengecup kening gadis itu, lalu menarik Tiffany dalam pelukannya. Setelah itu ia pasangkan cincin pertunangan mereka yang sengaja Yoong pesan dari tantenya yang tinggal di Indonesia, 4 bulan yang lalu. Di cincin itu terukir aksara sansekerta dan hangul yang melambangkan cinta sejati mereka. Kilauan intan pink khas Ambon juga menghiasi permukaan cincin, menambah keindahan mas murni khas Indonesia itu.

‘Terima kasih Tuhan karena kau telah memberikanku seorang namja yang begitu luar biasa…. Andai saja kalian ada di sini……. kebahagian ini akan menjadi lebih lengkap…..

Jessica…Taeyeon…aku merindukan kalian..’ ucap Tiffany dalam hatinya tersenyum dalam pelukan calon suaminya itu.

End Flashback

 

“Wow…itu sungguh romantis Oppa…” Ucap SeoHyun yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya mendengar cerita pemuda itu.

“Haha..Good Job Yoong!” Ucap Gong Yoo mengacungkan kedua ibu jarinya.

“Well Thanks…”Ucap Yoong memeluk kedua kolega sekaligus sahabatnya itu.

“Oh iya..kapan pernikahannya akan diselenggarakan?” Ucap Gong Yoo sambil meminum toniknya.

a9b85601e4e3d2e295a2fd4840938ac5

“Natal tahun ini..” Ucap Tiffany memasuki ruang kerja Yoong yang baru ditempati oleh pemuda itu 2 minggu yang lalu, mengingat Yoong baru lulus sebagai sarjana termuda di kampusnya 1 bulan yang lalu.

       Yoong bersama kedua sahabatnya direkrut menjadi eksekutif desainer di salah satu perusahaan desain interior ternama di Korea Selatan. Ia hanya akan bekerja di perusahaan ini beberapa bulan saja, mengingat setelah ia menikah nanti, ayahnya ingin Yoong mengambil alih bisnis keluarga Im, yang bergerak di bidang properti dan bidang seni, karena Im Jaekyung juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar di CH Entertainment, agensi terbesar kedua setelah SM Entertainment.

“Hai Tiffany…atau harus kupanggil Mrs.Im?” Ucap Gong Yoo menggoda tunangan sahabatnya itu.

“Siang Unnie…wah sepertinya kau membawa makanan yang begitu banyak!Apa itu juga untuk kami?atau hanya untuk shikshin di sampingku ini?” Ucap SeoHyun menggoda Yoong.

“Haha..kalian ini. Tentu saja aku bawakan ini untuk kalian semua!” Ucap Tiffany menunjukkan Eye Smile pada kedua sahabat tunangannya itu sambil membawa Blueberry cake buatannya yang dilapisi cream putih serta beberapa makanan lainnya.

Yoong kini tersenyum kagum melihat Tiffany yang tak pernah gagal membuatnya terpesona dengan eye smile dan style tunangannya itu.

“Baby..Kau tak boleh menunjukkan Eye Smilemu pada Gong Yoo! Nanti ia akan terpesona padamu..” Rengek Yoong dengan Aegyeonya.

“Hai…Baby…Apa kau menungguku terlalu lama?” Ucap Tiffany mengecup pipi tunangannya itu.

“Haha..i’ll wait you for a thousand year baby…” Ucap Yoong mencuri kecupan dari bibir gadis itu. Tiffany kemudian memukul pelan bahu namja itu, karena ia malu saat Gong Yoo dan SeoHyun tersenyum seperti orang gila melihat keintiman dan kemesraan mereka.

“Haha it’s ok Unnie…It’s not bother us” Ucap SeoHyun berusaha menahan tawanya.

“Yoong..ini semua karenamu!” Ucap Tiffany menutupi ekpresi malu dengan membenamkan wajahnya ke dada namja itu.

“Sepertinya tidak akan butuh waktu lama ya bagi kalian untuk memiliki Yoong dan Tiffany Junior setelah kalian menikah nanti?” Ucap Gong Yoo dengan seringai jahilnya.

“Haha..tentu saja. Tapi sepertinya aku akan menunggu hingga Tiffany menyelesaikan kuliahnya dahulu, baru kami akan menjalankan program YoonFany Junior hehe..Benar kan Baby?” Ucap Yoong menatap Tiffany yang semakin memerah wajahnya menahan malu karena ucapan tunangannya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu di Jepang….

“Yes Mother… we will arrive in Seoul tomorrow…”

“Baiklah…hati-hati di perjalanan Honey…Mother dan Father akan menjemputmu besok di Gimpo Airport”

“OK Mother..thank you..Well see you tomorrow!” Ucap Jessica kemudian meutup sambungan teleponnya. Kemudian gadis itu menelpon Taeyeon yang masih berada di kampus mereka, mengurus dokumen-dokumen kelulusan mereka. Namja itu tak memperbolehkan Jessica menemaninya ke kampus mengingat hari ini ia sedang tidak enak badan.

“Hello Sica?”

“Taengoo..kapan kau akan pulang?”

“Heumph..mungkin 1 jam lagi…ada apa Sayang?”

“Nothing..I just Miss You. Oh iya, bisakah kau mengambil pesananku untuk Mother dan Father di toko Mr.Takuya?”

“Haha..me too. Ok, i’ll go get it for you…See you later Sica..” Ucap Taeyeon kemudian memutus sambungan teleponnya.

“Taeng..apa kau sudah siap bertemu dengannya lagi?” Ucap Jessica mengingat kembali percakapannya dengan kekasihnya itu 2 minggu yang lalu.

Flashback

 

“Sayang…orangtuaku memintaku kembali ke Seoul…”Jessica kemudian memeluk Taeyeon dari belakang karena namja itu sedang membuat snack untuk acara menonton film mereka nanti.

“Lalu?”

“Aku ingin kau ikut denganku juga. Aku ingin kita kembali ke Seoul 3 minggu lagi…”

“Sica..kau tahu kan bahwa aku tak ingin bertemu dulu dengan kakakmu?”Kini Taeyeon melepaskan pelukan gadis itu, membalikan badannya, membuat ia menghadapi gadis itu face to face.

“Tapi Sayang..ini sudah 3 tahun. Apa kau masih marah pada kakakku?”

“Aku…aku tak tahu Sica….Aku juga masih belum siap bertemu lagi dengan Fany..” Ucap namja itu menundukkan kepalanya.

1 minggu kemudian….

     Taeyeon mengamati perubahan mood kekasihnya itu. Semenjak Jessica mengutarakan keinginannya untuk pindah kembali ke Seoul dan Taeyeon menolaknya, maka gadis itu menjadi pendiam. Setiap kali Taeyeon berusaha menghiburnya, Jessica selalu meyakinkan namja itu bahwa ia baik-baik saja. Tapi Taeyeon tahu bahwa gadis itu tak mengatakan yang sebenarnya. Maka dari itu, setelah berpikir dan menimbang, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti keinginan gadis itu.

“Sica Baby…”Ucap Taeyeon kemudian menggenggam tangan kekasihnya itu.

“Ada apa Sayang?” Jessica menjawab kekasihnya itu tapi ia tak menghentikan pandangannnya dari film yang sedang mereka tonton.

“Aku sudah menelpon Ibumu…aku bilang padanya bahwa kita akan kembali ke Seoul 2 minggu lagi.”

“Benarkah? Apa kau serIus Taengoo?” seketika Jessica menatap kekasihnya itu dengan semangat dan kegembiraan yang tergambar di wajahnya.

“Nae Sica…Aku juga sudah memesan tiket untuk kita nanti…” ucap Taeyeon tersenyum pada gadis itu.

“Thanks Sayang…You’re the best!” Ucap Jessica kemudian memeluk namja di sampingnya itu.

“You’re welcome…Anything for you my lady…” Ucap Taeyeon dengan gaya jenakanya membuat Jessica mengecup bibirnya singkat.

“Tapi..apa kau benar-benar sudah siap menghadapi kakakku dan Tiff?” Tanya Jessica sambil menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon.

“Aku siap…Karena aku tak bisa lari dari mereka selamanya. Lagipula kau akan selalu ada di sampingku, menguatkanku menghadapi ketakutanku selama ini.” Ucap Taeyeon kini mengecup kening Jessica dengan lembut.

‘Meskipun aku tak sepenuhnya yakin bisa menghadapi mereka..’ Ucap Taeyeon dalam hatinya.

End Flashback

     Sementara itu di Seoul Im Jaekyung sedang sibuk menyiapkan pesta untuk putrinya dan Taeyeon. Ia tahu bahwa ini merupakan kesempataan baik untuk meresmikan hubungan putrinya itu dengan Taeyeon. Meskipun Taeyeon bukan berasal dari keluarga yang kaya, tapi tak tahu kenapa Im Jaekyung bisa menyukai pemuda itu sebagai kekasih putrinya. Awalnya ia kaget saat Jessica memberitahunya bahwa putrinya itu telah menjalin hubungan dengan Taeyeon. Tapi saat melihat betapa perhatiannya Taeyeon pada putrinya ketika ia mengunjungi Jessica 1 stengah tahun yang lalu, ia mengerti mengapa putrinya begitu mencintai pemuda itu. Semenjak itu, ia sudah menganggap Taeyeon sebagai putranya, yang ia harapkan bisa menjadi suami Jessica nanti.

     Pesta penyambutan Jessica dan Taeyeon sudah hampir selesai disiapkan meskipun Jaekyung masih sibuk mengurusi segala sesuatu untuk pernikahan Yoong 6 bulan lagi. Tapi karena Tiffany berbaik hati membantunya menyiapkan pesta besok, maka segalanya bisa diselesaikan. Jaekyung bisa melihat bakat Tiffany dalam mengorganisir suatu pesta dengan baik, maka dari itu setelah gadis itu resmi menjadi istri putranya nanti, ia akan meminta Tiffany untuk mengolah salah satu perusahaan Wedding&Party Organizer miliknya di Seoul. Sedangkan Yoong, ia akan meminta putranya itu untuk mengelola Im Corporation, yang bergerak di bidang property mengingat keahlian putranya itu dalam desain dan bisnis.

“Yoong..bisakah kau membelikan kue beras kesukaan adikmu?”

“Kapan aku harus membelinya Mother?”

“Besok Pagi..Karena adikmu akan sampai di Seoul sekitar pukul 11.00. Apa kau ingin ikut dengan kami untuk menjemput adikmu?”

“Euhmp….Sepertinya tidak Mother. Aku masih ada rapat dengan Client dari Jerman pada pukul 11.00 besok. Sepertinya Tiffany bisa ikut dengan kalian…Benarkan Baby?”

“Oh…iya Mother. Sepertinya besok aku bisa menemani kalian karena aku hanya ada 1 kelas di kampus besok. Lagipula aku sangat merindukan Jessi..” Ucap Tiffany tersenyum kepada calon mertuanya itu.

“ Baiklah..it’s settle then…Terima kasih Tiffany karena kau mau menemani kami. Tapi Yoong, kau masih bisa menghadiri pesta penyambutan adikmu kan?”

“Tentu saja Mother..hehe aku takkan mungkin melewatkan pesta ini! Baiklah aku dan Tiff pergi dulu ya Mother..See you later..” dengan itu Yoong memeluk ibunya dan membawa Tiffany menuju kampusnya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Keesokan harinya

“Mother…sepertinya Tiffany takkan bisa ikut dengan kalian. Tadi malam ia menelponku bahwa pagi ini ia ada bimbingan mendadak dari pembimbing skripsinya. Tak apa kan mother?”

“Heumph..baiklah..tak apa..ok kami pergi dulu ya..Good luck dengan rapatmu!” Ucap Im Jaekyung kemudian menutup sambungan teleponnya.

“Ada apa Yeobo?” Ucap Im Donggun, suami Jaekyung pada istrinya yang agak cemberut setelah menerima telepon dari putranya itu.

“Yoong dan Tiffany tidak bisa menemani kita menjemput Jessica, Jagiya..”

“Sudahlah…kau harus mengerti bahwa mereka memang sedang sibuk. Lagipula ada aku hehe..” Ucap Donggun kemudian mengecup pipi istrinya itu dengan senyuman jahilnya.

“Yah!!! Ini tempat umum Im Donggun…Aku malu jika kau mencIumku disini..Ahh kini aku mengerti kenapa anak kita begitu sering melakukan hal ini pada Tiffany..Ternyata Yoong mewarisinya darimu…” Ucap Jaekyung kemudian memukul bahu suaminya itu.

“Hehe..mianhae istriku…” Ucap Donggun membujuk istrinya yang terlihat kesal.

“Mother….Father!!!” Tiba-tiba suara lengkingan lumba-lumba yang merdu itu terdengar di sekitar gerbang C Gimpo Airport.

Saat membalikan badannya, Jaekyung melihat seorang gadis dan namja yang begitu familliar baginya, Jessica dan Taeyeon. Jessica kini berlari menuju kedua orangtuanya, meninggalkan Taeyeon yang membawa hampir semua peralatan dan koper mereka. Jaekyung dan Donggun begitu bahagia bisa berkumpul dengan putrinya kembali, meskipun mereka belum tahu apakah Jessica dan Taeyeon akan menetap di Seoul, mengingat kontrak kerja Taeyeon yang baru dimulai di Jepang. Mereka juga tahu bahwa Jessica akan mengikuti kemanapun namja itu berada, maka dari itu mereka tak banyak berharap pada putri mereka yang satu itu.

“Selamat Siang Uncle Im, Aunty Im..” Taeyeon menyapa kedua orang yang kini sedang memeluk putri mereka begitu erat.

“Oh Taeyeon-ah…Bagaimana kabarmu Nak?” Ucap Donggun yang telah melepas pelukannya.

“Aku dan Jessica baik-baik saja Paman…Bagaimana kabar paman dan bibi?” ucap Taeyeon tersenyum pada kedua orang tua Jessica. Sementara Jessica kini ada di samping Taeyeon, mendekap pinggang namja itu di sampingnya. Kedua orang tua Jessica tertawa melihat tingkah putrinya itu.

“Kami baik-baik saja Taeyeon-ah…Heumh..sepertinya kalian semakin mesra saja ya?” Ucap Jaekyung menggoda putrinya itu.

“Of course Mother..Semakin hari, Taeyeon semakin mencintaiku…” Ucap Jessica mengecup pipi namja di sampingnya itu.

“Tapi selama di Jepang kalian tidak berencana memberi kami cucu kan?” wajah Taeyeon memerah seketika saat Donggung mengeluarkan kata-kata itu. Kini kedua orangtua Jessica tertawa melihat kegugupan yng tergambar dari wajah Taeyeon.

“Haha kau begitu lucu Father…” Ucap Jessica tertawa datar sambil mengeluarkan deathly glarenya.

“Wah…kau semakin cantik dengan death glaremu itu sayang!” ucap Donggun menyubit pipi putrinya itu.

“Mother…” Kini Jessica mengeluarkan aegyeonya pada Jaekyung.

“Im Donggun…jika kau tak berhenti menggoda putrimu maka kau akan tidur di ruang tamu malam ini!” Ucap Jaekyung dengan nada dinginnya. Melihat orang tua Jessica yang begitu humoris membuat Taeyeon tersenyum. Ia tak menyangka IM couple yang terkenal begitu berkarisma dan berwibawa bisa berlaku sungguh konyol seperti ini.

“Taeyeon…mengapa kau tertawa? Kau masih belum menjawab pertanyaan suamiku” Ucap Jaekyung dengan senyuman misterIusnya.

“Mother..kukira kau akan memihakku!..” Kini Jessica kembali merengek pada ibunya.

“Euhmp…tentu saja tidak. Kami memang tinggal 1 apartmen tapi aku menghormati Jessica…tante. Aku percaya pada sex after marriage…” Ucap Taeyeon dengan kesungguhan yang tergambar di matanya.

“Mungkin setelah menikah nanti kami akan memberi kalian cucu! Benarkan Sayang?” Ucap Jessica dengan senyuman manisnya menatap Taeyeon yang kembali memerah wajahnya.

“Euhmp…of course”

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Tiff…apa kau sudah siap?” Suara Yoong terdengar menggema di kediaman Hwang, berharap kekasihnya itu mendengarnya.

“Yes!.. apa kita akan pergi sekarang?” Tiffany muncul, keluar dari kamarnya lalu mengalungkan lengannya ke tubuh Yoong.

“Iya…kau sudah tak sabar bertemu lagi dengan Jessi kan?” Yoong mempererat kalungan gadis itu di lengannya, tersenyum melihat kekasihnya yang tak pernah gagal terlihat cantik dan mempesona di hadapannya.

“Of course!! Aku sangat merindukan calon adik iparku…” Senyuman kini terpancar dari wajah gadis itu.

Sementara itu di Im Mansion…

“Mother..kenapa Yoong belum pulang?” Jessica bertanya pada ibunya yang sedang mengambil Heels untuknya.

“Euhmp..dia sedang ada proyek Jess.. akhir-akhir ini kakakmu itu selalu pulang telat.”Kini Im Jaekyung mulai mengenakan Heels pilihannya itu bersama dengan putrinya.

“Oh..pantas saja tadi ia tak ikut menjemputku..Tapi mengapa malam ini kita makan diluar Mother?” Ucap Jessica kini menggandeng ibunya menuju mobil pribadi keluarga Im.

“Silakan masuk nona Jessica dan Nyonya Im…”Butler Kang membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Lalu Father dan Taeyeon naik apa? Mengapa mereka tidak bersama kita perginya?” kini mereka dalam perjalanan menuju tempat diadakannya pesta kejutan itu.

“Fathermu bilang mereka punya urusan ‘lelaki’ yang harus diselesaikan” Jaekyung tersenyum mengingat percakapannya dengan suaminya itu beberapa jam yang lalu mengenai urusan ‘lelaki’ yang akan ia bicarakan dengan Taeyeon.

Flashback

“Jagiya(panggilan sayang untuk pria)…mengapa kau ingin berangkat dengan Taeyeon saja?” Tanya Jaekyung yang sedang merapikan dasi suaminya itu.

“Aku ingin menanyakan keserIusan anak itu pada putri kita Yeobo (panggilan sayang untuk wanita). Meskipun aku tahu bahwa Taeyeon adalah namja yang baik dan bisa dipercaya, tapi aku harus memastikan segala sesuatunya yang terbaik untuk Jessica.” Donggun kini kembali menata rambutnya dengan gel yang telah disiapkan istrinya itu.

“Aku mengerti maksudmu, tapi apa yang akan kau lakukan pada Taeyeon sehingga ia bisa menjawab keraguanmu itu?”

“Well..that is secret..it’s namja thing!” Ucap Donggun dengan senyuman misterIusnya.

End of Flashback

     Sementara itu di mobil yang penumpangnya adalah Im Donggun dan Taeyeon suasananya perlahan menjadi serIus dan sedikit canggung untuk Taeyeon. Ia bisa merasakan tatapan tajam pria yang duduk di sampingnya itu. Tak tahu mengapa pria itu seperti sedang menilainya. Ia seakan terjebak dengan Im Donggun yang selama ini terkenal begitu berwibawa dan serIus, berbeda dengan Im Donggun yang ia kenal selama ini, yang begitu ramah serta jenaka.

“Euhmp…apakah ada yang ingin paman ucapkan padaku?” Kini Taeyeon berusaha memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka.

“You know me so well Taeyeon-ah..”

“Hehe..thanks paman. Apa yang kau ingin bicarakan padaku?” Taeyeon berusaha menatap pria yang sangat ia hormati itu. Saat ia memperhatikan wajah Donggung dengan seksama, ia kini tahu dari mana Jessica mewarisi tatapan hangat yang selalu gadis itu berikan padanya.

“Apa kau serIus berhubungan dengan putriku selama ini?”

“Maksud paman?”

“Well jika kau serIus dengan putriku maka lamarlah ia saat pesta natal nanti. Jika tidak, maka aku akan menjodohkan Jessica dengan rekan bisnis keluarga Im.” Kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut Donggun. Taeyeon pun sontak kaget dengan ultimatum tersebut. Bukannya ia tak serIus dengan Jessica, ia hanya ingin fokus pada pekerjaannya terlebih dahulu dan meyakinkan perasaannya pada gadis itu. Ia masih belajar untuk mencintai Jessica sebagaimana gadis itu begitu mencintainya. Ia ingin memberikan cinta yang tulus pada gadis itu.

“Mengapa kau diam saja Taeyeon-ah?” Kini Donggun menatap pria muda di sampingnya, membuat Taeyeon keluar dari pikirannya.

“Apakah tak ada cara lain paman?”

“Hanya itulah satu-satunya cara. Aku juga ingin kau dan Jessica menetap kembali di Seoul. Aku sudah menyediakan apartment di Ilsan untuk kalian tempati nanti.” Ucapan itu membuat Taeyeon terpojok, tak ada pilihan yang tertinggal padanya.

“Maafkan aku paman…aku tak bisa menetap di Seoul. Aku masih terikat kontrak kerja dengan perusahaan otomotif di Jepang. Tapi, akan kupastikan Jessica untuk menetap kembali di Seoul.” Taeyeon memberanikan diri mengucapkan itu semua berharap Donggun mau mengerti keadaannya.

“Kau tahu kan bahwa putriku itu begitu lengket padamu. Tak mungkin ia mau menetap di Seoul jika kau tak ada di sampingnya.” Kekesalan kini tergambar di wajah tampan dan berkarisma milik Donggun.

“Aku bisa meyakinkan Jessica..Paman. Dan kau harus percaya padaku. Anggap saja ini sebagai bentuk lain keserIusanku pada putrimu.” Kini Donggun menatap Taeyeon dengan tatapan heran dan bingung.

30 menit kemudian…..

“Kita sudah sampai Mrs. Im..” Ucap Butler Kang menghentikan mesin kendaraan mereka.

       Di depan mereka muncul Taeyeon dan Donggun dengan pakaian royal casual mereka. Taeyeon membukakan pintu untuk Jessica sedangkan Donggun membukakan pintu untuk istrinya itu. Kini mereka telah memasuki hotel, bergerak menuju ruangan yang telah disiapkan oleh Jaekyung. Saat pintu ruangan itu dibuka, tiba-tiba seluruh penerangan di sekitar ruangan itu dimatikan sehingga Jessica tak bisa melihat apapun. Kini waktunya Jaekyung memberikan kode kepada pegawai-pegawainya untuk melaksanakan misi mereka.

“Mother mengapa ruangan ini..” Ucapan gadis itu terhenti saat melihat pencahayaan ruangan kini menyala. Kini ruangan itu sudah dipenuhi oleh sanak keluarga Jessica. Ia bisa melihat saudara-saudara dari pihak ibu dan ayahnya. Tapi ia tak bisa menemukan kembarannya itu.

‘Mungkin ia memang sedang sibuk..Tapi syukurlah ia tak datang..Taeyeon bisa..’ pembicaraan dalam hatinya berhenti saat seorang namja muncul di panggung bersama gadis yang menemaninya. Mereka memakai baju formal dengan warna dan motif yang sama yang menandakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

454545

“Welcome back Jess…” Ucap Yoong di panggung yang telah disediakan ditemani Tiffany karena Yoong telah merangkul pinggang gadis itu. Perlahan mereka mendekati Jessica yang kini berdiri terdiam di tempatnya.

“I miss you my little sister..” Ucap Yoong saat memeluk gadis di hadapannya itu.

“Aku juga merindukanmu Yoong..kukira kau tak datang..” Ucap Jessica melepaskan pelukannya di bahu namja itu.

“Tentu saja kami akan datang Jess…apalagi aku sangat merindukanmu setelah hampir 3 tahun ini kita tidak bertemu.”Kini giliran Tiffany yang memeluk Jessica yang dengan sedikit terpaksa membalas pelukan gadis itu.

“Euhmp..thanks Tiff.. By the way bagaimana kabarmu?” Tanya Jessica berusaha menghilangkan kecanggungan dalam dirinya terhadap gadis itu. Saat Tiffany akan menjawabnya tiba-tiba Donggung telah berada di panggung.

“Selamat malam ladies and gentleman..malam ini aku dan istriku sengaja mengadakan pesta ini. Kalian pasti tahu Ice Princessku yang telah belajar di Jepang selama 3 tahun kan? Hehe kini ia telah kembali ke Korea. Dan pesta ini aku persembahkan juga untuk menyambut kedatangan anggota keluarga Im baru. Well salah satu dari mereka belum resmi, kita harus menunggunya bulan Desember nanti. Welcome to Im Family…Tiffany dan Taeyeon.”

“Apa maksud Father?” Kini Jessica bertanya pada kembarannya itu.

“Hehe sepertinya aku lupa mengabarimu. Aku dan Tiffany akan menikah Desember tahun ini.” Ucap Yoong dengan senyuman yang ditujukan pada gadis di rangkulannya.

“Maafkan kami Jess…kami lupa mengabarimu dari awal…2 bulan yang lalu Yoong melamarku.” Ucap Tiffany yang membuat Jessica terdiam seketika.

‘Apakah Taeng telah mendengar semuanya? Aku ingin melihat bagaimana reaksinya’ pikir Jessica dalam zona zone out-nya.

“Dan mungkin Jessica akan segera menyusul.. benar kan Taeyeon?” Ucapan Donggun membuat Tiffany dan Yoong menolehkan pandangan mereka pada namja yang kini baru memasuki ruangan itu, membawa karangan bunga dandelion untuk Jessica. Saat ia berjalan mendekati kekasihnya itu, ia bisa melihat 2 orang yang selama ini ia hindari. Seketika pikiran untuk keluar dari ruangan itu mendatangi pikiran Taeyeon. Tapi niat itu terhalang karena kini semua pandangan telah tertuju padanya, well thanks to Im Donggun.

“Yoong..Fany….”Kini giliran Taeyeon yang kehilangan kata-katanya saat melihat kembali kedua ‘sahabatnya’ itu

     Meski Taeyeon tahu cepat atau lambat ia akan bertemu lagi dengan Tiffany dan Yoong tapi ia tak menyangka bahwa pertemuan mereka akan secepat ini. Karangan bunga itu pun jatuh. Jessica yang melihat keterkejutan dari wajah kekasihnya itu segera menghampiri Taeyeon. Ia berlari menuju namja yang kini tak tahu jiwanya ada di mana.

“Taeng..Kim Taeyeon..kau tak apa kan???” Kini Jessica menggetarkan tubuh namja itu, berharap Taeyeon segera bangun dari ‘dunia lainnya’.

“Ahh yes Sica?” Setelah beberapa menit terdiam kini Taeyeon telah kembali sadar dari shocking momentnya itu.

sdhsd

“Hei…Taetae…!”Kini giliran Yoong dan Tiffany yang menghampiri mereka sedangkan Taeyeon dan Jessica hanya terdiam di tempat mereka. Wajah namja itu kini pias pucat, keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya. Tapi itu semua tak bisa mengalahkan tusukan-tusukan di hatinya saat melihat kembali dua orang yang sungguh ia sayangi itu. Kini Taeyeon sedang mengeset dirinya agar ia bisa bertingkah normal di hadapan Tiffany. Ia tak mau sahabatnya itu mencurigai sesuatu pada dirinya. Apalagi selama ini ia telah memutuskan segala koneksi mereka.

     Saat mereka telah ada di hadapan Taeyeon dan Jessica, mendadak aura kecanggungan muncul. Tiffany yang tak tahu apapun tak menyadari kecanggungan yang terjadi di sekelilingnya. Sementara rasa bersalah perlahan mulai hinggap di hati Yoong. Ia sadar bahwa ia telah memakan janjinya sendiri pada Taeyeon. Ia telah memilih untuk mengikuti kata hatinya tanpa mempertimbangkan apa yang sahabatnya itu rasakan. Lalu Jessica? Ia kini sedang mengamati ekspresi Yoong dan kekasihnya itu, ia penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan kedua namja itu.

“Hallo Tiff..fany…” Kini Taeyeon membalas sapaan gadis itu setengah tergagap.

“Kim Taeyeon..kau berhutang penjelasan padaku! Tapi…aku senang bisa bertemu denganmu lagi..Bogoshipo (i miss you)..” Ucap Tiffany menatap namja di hadapannya itu dengan penuh ketulusan.

=================================================================

=======================

Iklan

57 pemikiran pada “LOVE ITSELF Chapter 14

  1. AkhirnyA yoongfany jadian juga, gmn dg tae yah kalau udh tahu kalau mereka sudah jadian,, tenang tea masih ada sica kok yg senang hati menunggumu.. Ihhhh siwon jahat bgt hamper aja dia celakain fanny tapi untung masih ada yoong yg menyelamatkan mba fanny….

  2. Salut ama sica yg gx pantang menyerah untuk membantu taeng melupakan pany dan selalu mencintai taeng
    taeng please jangan sakitin sica lg, lupakanlah pany yg sudah bahagia bersama yoong

  3. thor gw lum baca smua chap ini..
    gw yg slh liat atw gmn ya..
    kmren kn lu br update love it self yg chap 12.. kok dh chap 14..
    chap 13 nya mana thor..
    atw slh ketik aja tu judulnya..
    gomawo dh update..

  4. Loh ini di email nya chapter 13,tapi pas tak buka di internet ko chapter 14 ?’-‘
    Yeay akhirnya taengsic jadian juga 😀 semoga taeng bisa melupakan tiffany sebagai yeoja yang dicintainya
    Dan yoonfany sama taengsic bahagia ._.
    Mungkin hanya segini comment ku,tapi ini sepenuh hati lo kak
    Jadi tetep semangat ya
    Fighting

  5. Annyeong,,,
    Idihhhhhh chap 13 ny mna?????
    Cie cieeee yoong rmntis bngt,,ap ngak tmbah cnta mati sech fany,,,,,tp slut sm sica yg ngak nyerah mskpun hti nya skit krna smpai skrng taeng blm bsa mmblas cnta nya dngan spnuh hti,,,msih ad nma fany d hti taeng,,,,tp smga taeng bsa move on baik dia dan sica sm aj tu sakit nya,,pnssran gmna yoong mnympaikan alasan dia akhirnya brni mngikuti kta htinya untuk mmiliki fany,,,brbnding dngan jnji nya sbgai shbat taeng yg tauh klw taeng lbih dlu mncntai fany,,,
    Dan smga ad jlan terang bwat hbungan taengsic,,,
    next d tunggu
    Ttap smngatt cuy
    Gomaomao,,

  6. anyeong thor,,
    gue readers baru thor gue pengen baca ff nya ya thor keknya keren ini 😀 dan ini yoonfany sama taengsic ya thor kayanya ?
    anyeong thor,,

  7. Move on taeng move on. Udah lah sama sica aja. Fany udah ngehancurin hati lu juga masih aja diharepin. Biarkanlah si jamur itu. Parah dah fany mah udah nyakitin hatinya taeng-,-

    Masa depan lu ada di sica taeng bukan fany. Lamar sica dah buruan biar bisa bikin cucu buat appa dan umma im. Kasih jalan buat taengsic bersatu thor…

  8. whooaaa yoong so sweet bgt sih, keren bngt cara ngelamar fanny, yoong jjang
    wuuiihhh bntar g yoonfany merid nih, chukae
    haduh taengo sbnernya maunya gmn sih, kn kasian sica, jgn sakitin prasaan sica yg udh brtahun2 mncintai km
    udhlah biarin yoonfanny bahagia

  9. walaupun taeng minta sica jadi kekasihnya tp masih galau tuh bocah kagak tau cinta apa bukan.. tp sica setia bgt. T.T

    wooow progressnya yoongfany lancar pake bngt kayaknya jalanan tol yg kagak macet

  10. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  11. Apa didunia ini masih ada cew kayak sica???
    yg masih aja setia walau dia tau kekasihnya jatuh cinta sama sahabatnya sendiri??

  12. aigoo.. kenapa kisah cinta mereka masih rumit begini sih? tae juga kenapa madih ga bisa move ob dari fany? kan dua udah pacaran sama sica, kenapa dia harus bingung sama perasaannya dan masih berharap ke fany yang udah dilamar yoong? begitu rumit, sampe ikutan pusing 7 keliling.

  13. aigoo.. kenapa kisah cinta mereka masih rumit begini sih? tae juga kenapa masih ga bisa move on dari fany? kan dia udah pacaran sama sica, kenapa dia harus bingung sama perasaannya sendiri dan masih berharap ke fany yang udah dilamar yoong? begitu rumit, sampe ikutan pusing 7 keliling.

  14. yoongfanny bakalan married . taeng patah hati lagi ? trus , yg dijanjiin taeng sama father nya sica apa ? dia mau ngelamar sica jga , atau dia ngerelain sica dengan orang lain ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s