LOVE ITSELF Chapter 11

TAENGSIC7

22 April 2008-

Berita kemenangan Jessica di Olimpiade MIPA kemarin semakin membuat nama gadis itu populer di SMA Hanyoung. Banyak pejabat pemerintahan yang mengetahui berita ini sehingga Jessica kini selalu dIundang dalam acara-acara resmi maupun tidak resmi dari instansi pemerintahan. Ia selalu mengajak Taeyeon, karena ia tahu pejabat-pejabat itu sebenarnya ingin menjodohkan anak-anak mereka dengannya. Maka dari itu ia selalu meminta Taeyeon untuk menemaninya menghadiri pesta-pesta seperti itu. Ia menghadiri pesta-pesta itu juga untuk membantu ayahnya yang notabenenya salah satu pengusaha sukses di Korea Selatan dan Amerika Utara. Sebagai salah satu pewaris Im Group, Jessica harus selalu siap menjadi perwakilan dari keluarganya dalam setiap pesta-pesta seperti itu.

Flashback

“Taeng.. temani aku ke pesta di kawasan Chomdangdom sore ini ya…”

“Tapi Sica….aku ada acara dengan kakakmu..”

“Apa kau tega membiarkanku di pesta itu sendiri Taengoo? Dikelilingi pria-pria tua yang ingin aku menjadi calon menantunya?” Ucap Jessica berpura-pura meneteskan air matanya.

“Aishhh..Baiklah..Jangan menangis Sica. Aku akan menemanimu…Tapi sebagai gantinya kau harus mentaraktirku es krim..ok?” Ucap Taeyeon mendekati gadis itu dengan senyum dorky-nya.

-Sore Harinya Di Jun Mansion-

“Selamat sore Miss Im…senang sekali Anda bisa hadir ke pesta ini.” Ucap Mr.Jun, salah satu pejabat terkenal di Seoul.

“Good Evening Mr.Jun… Terima kasih sudah mengundang saya.” Ucap Jessica berusaha terlihat sopan.

“Oh iya..aku ingin mengenalkanmu pada anakku. Ia juga bersekolah di SMA Hanyoung, hanya saja ia sudah di tahun terakhirnya dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliahnya ke Amsterdam. Tunggu sebentar….” Ucap Mr.Jun memanggil salah satu pelayannya untuk memanggil anaknya itu. Beberapa menit kemudian munculah seorang namja tampan tinggi memakai kacamata serta berperawakan kekar itu di hadapan Jessica.

“Selamat datang Jessica-shi…kuharap kau senang berada di pesta ini.” Ucap namja itu mengulaskan senyum playboynya. Taeyeon yang melihatnya pun mulai mengepalkan kedua tangannya. Taeyeon tahu pria ini, pria yang selalu ia pergoki sedang melakukan aktivitas intimnya bersama gadis-gadis Cheers di koridor perpustakaan yang cukup sepi itu. Sementara Jessica tersenyum berusaha terlihat sopan di hadapan Mr.Jun walaupun ia begitu malas melihat putra Mr.Jun.

“Terima kasih Mr…?” Ucap Jessica menanyakan nama namja itu.

“Kriss…namaku Kriss Jun. Aku berada di kelas XII-A…kelas terbaik untuk orang-orang terbaik.” Ucap Kriss dengan senyuman nakalnya pada Jessica.

“Oh benarkah? Berarti kau kenal juga dengan Edna Kun?” Ucap Jessica berusaha tersenyum manis pada namja itu.

“Ohh itu..itu..Edna itu teman sekelasku tapi aku kurang dekat dengannya.” Ucap Kriss terbata-bata menjawab pertanyaan gadis itu.

‘Tak mengenalnya?bukankah ia gadis yang kau hamili Kriss?’ Ucap Jessica geram dalam hatinya.

“Oh..tapi setahuku ia sekarang sedang mengambil cuti karena kandungannya. Kudengar teman sekelasnya yang menghamili kakak kelasku itu…” Ucap Jessica mengeluarkan senyum dinginnya yang membuat Mr.Jun dan Kriss terdiam seketika.

“Maafkan aku Mr.Jun dan Kriss..aku lupa mengenalkan pada kalian namja di sampingku ini.” Ucap Jessica menggenggam tangan Taeyeon begitu erat.

“Dan ia adalah kekasihku….Kim Taeyeon.” Ucap Jessica menyenderkan bahunya di bahu Taeyeon.

-Malam Harinya di Im Mansion-

“Taengoo..thanks for tonight and sorry..” ucap Jessica menundukkan wajahnya di hadapan Taeyeon yang kini tersenyum melihat imutnya Jessica jika sedang merasa bersalah. Ini pemandangan baru untuknya. Biasanya Jessica selalu berani dan apa adanya, tidak pemalu dan perasa seperti ini.

“Kenapa minta maaf?” Ucap Taeyeon mengerutkan keningnya.

“Karena aku selalu merepotkanmu. Aku selalu minta kau menemaniku menghadiri pesta membosankan itu. Aku juga telah mengenalkanmu sebagai kekasihku. Maafkan aku yang begitu lancang ini.” Ucap Jessica tak berani menatap namja di hadapannya.

“Sudahlah…awalnya aku juga kesal. Tapi setelah melihat apa yang kau alami di pesta ini..aku mengerti. Mulai saat ini, kau tak usah ragu memintaku untuk menemanimu kemanapun. Karena aku akan menjagamu dari namja-namja itu Jess…” Ucap Taeyeon penuh kesungguhan sambil memeluk gadis itu. Ini pertama kalinya Taeyeon memeluk Jessica terlebih dahulu. Dan Jessica bisa merasakan kehangatan mengalir di seluruh tubuhnya saat Taeyeon mendekapnya.

“Terima kasih Taengoo…tapi apa kau serIus?” ucap Jessica berbisik di telinganya.

“Tatap mataku Sica..apa ada kebohongan didalamnya?” Ucap Taeyeon memandang gadis di hadapannya itu dengan serIus.

“Thanks..Taengoo..Tapi untuk masalah kau adalah pacarku, aku tidak akan..”

“Aku mengerti Sica. Kau tak perlu ragu mengenalkanku sebagai pacarmu di depan mereka. Aku akan melindungimu Sica…” Ucap Taeyeon mengelus kepala Jessica dengan lembut.

End Of Flashback

 

Sementara itu Jessica juga sibuk menyelidiki siapa Jieun sebenarnya bersama Wooyoung. Setiap hari ia selalu meminta Wooyoung untuk memberi informasi baru tentang Jieun padanya baik itu dari Jieun maupun Yoong yang selalu menceritakan kegiatan mereka pada Wooyoung. Selain itu, ia juga meminta bantuan sahabat ayahnya yang merupakan seorang detektif swasta terkenal untuk menyelidiki latar belakang Jieun dan keluarganya.

Flashback

“Selamat sore Jess…” Ucap Wooyoung dengan Aegyonya yang sukses membuat Jessica memuntahkan jus yang baru saja diminumnya.

“Yah!!! Kau mengagetkanku Jang Wooyoung..Ada apa?” Ucap Jessica mengelap tumpahan Jus di mulutnya.

“Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa Yoong akan membawa Jieun ke Cafe favoritmu malam ini.Puas?” Ucap Wooyoung dengan senyuman ‘Kau-Harus-Berterimakasih-Padaku’-nya.

“Sangat puas..Thanks Woo…You’re the best!” ucap Jessica menepuk-nepuk bahu namja disampingnya itu. Tak lama kemudian Ponselnya berdering.

“Hallo..selamat sore..ini dengan siapa?”

“Jess… ini Paman Seung…bisakah kita bertemu sore ini di kantor paman?”

“Baiklah Paman….Kuharap kali ini kau memberiku info terbaru tentang gadis itu.”

-Sore Harinya di Yoo Seung Woo Head Office, Seoul –

“Selamat Sore Paman…” Ucap Jessica dengan senyum sopannya. Kemudian Yoo Seung Wo mempersilakan gadis itu duduk di ruang kerjanya.

“Setelah 2 minggu ini anak buahku pergi ke Andong, akhirnya kami mempunyai data yang kau inginkan Jess..” Ucap Detektif itu penuh karisma.

“Maksud Paman?”

“All about Lee Jieun ada di map ini…” ucap Detektif Seung menyerahkan map merah di tangannya pada Jessica.

“Terima kasih Paman…Kau memang bisa kuandalkan…Tapi bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” Ucap Jessica menunjukan wajah imutnya.

“Apa itu? Selama aku bisa, pasti akan ku bantu, lagipula kau adalah putri sahabatku”

“Baiklah aku ingin anak buahmu….” kemudian Jessica membisikkan sesuatu yang membuat pria itu tersenyum mendengarnya.

“Hanya 1 anak buah yang kau minta? Baiklah itu bukan sesuatu yang sulit.” Ujar Paman Seung membuat Jessica kembali tersenyum padanya.

“Terima kasih paman..You’re the best!” ucap Jessica memeluk paman kesayangannya ini.

Beberapa menit kemudian ia sudah berada di mobilnya. Ia menelpon seseorang yang begitu familiar.

“Hallo..apa ada info terbaru dari kakakku ataupun Jieun?”

“Baiklah…Kurasa kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mengungkap semua ini. Yaa sampai jumpa besok Wooyoung-ah.” Ucap Jessica enutup Teleponnya.

“Rencanamu akan segera terungkap Lee Jieun..Tunggu saja…” Ucap Jessica dengan senyum dinginnya.

 

 

Bagaimana dengan Tiffany Hwang?

Well akhir-akhir ini ia di sibukan dengan persiapan lomba vokal seluruh pelajar SMA se-Korea Selatan. Maka dari itu pikirannya tentang Yoong kini sedikit teralihkan. Akhir- akhir ini ia lebih sering menghabiskan waktunya menemani ibunya 1 bulan ini di Korea, mengingat tidak setiap saat Mrs.Hwang berada di Seoul. Maka dari itu ia berkomitmen untuk fokus pada kompetisi itu dan ibunya untuk saat ini. Tapi yang ia tak ketahui, seseorang dari masa lalunya kini mulai datang kembali.

Flashback

“Mom….apa kau sudah siap?” Tiffany dari ruang tamu.

“Tunggu sebentar Tiff…Mommy harus memakai krim ini terlebih dahulu.” Ucap ibunya Tiffany dari kamarnya yang berada tak jauh dari ruang tamu.

“Baiklah..aku akan menunggumu di mobil.” Ucap Tiffany kemudian beranjak menuju mobil VW pink limited editionnya.

-15 menit kemudian-

“Aigoo mom..apa yang sebenarnya kau pakai hingga aku harus menunggumu di mobil begitu lama?” Ucap Tiffany mengomeli ibunya.

“Ahahaaa kau sungguh tidak sabaran Tiff…Ibumu ini perlu tampil modis dan selalu cantik. Karena itu aku harus bersiap-siap dulu Tiff..” Ucap Mrs. Hwang memasuki mobil putrinya itu. Setelah berkeliling sekitar Seoul, akhirnya Mrs. Hwang memutuskan untuk berbelanja di sekitar Gangnam yang terkenal itu.

“Yoong…!” Teriak Mrs. Hwang pada seorang namja yang tengah memasukkan belanjaannya ke mobil Audi R8 hitamnya.

“Oh..Tante Hwang…Apa kabar? Kau kesini dengan siapa” Ucapan Yoong terjawab oleh gadis yang kini hadir di tengah mereka.

“Ibuku baik-baik saja Yoong.. Tentu saja ia kesini bersama putri terbaiknya…hehe” Ucap Tiffany yang mendapat jitakan dari ibunya. Yoong hanya tertawa melihat kelucuan ibu dan anak ini.

“Kabarku baik sekali Yoong..Kau sedang apa disini? Sepertinya banyak sekali belanjaanmu?” Ucap Mrs. Hwang.

“Aku mengambil pesanan Ibu dan Jessi Tante…Sekalian aku juga ingin membeli sesuatu disini. Oh iya sekarang Tante dan Tiffany mau kemana?” Ucap Yoong begitu sopan pada ibu dan anak itu.

“Kami akan berbelanja Yoong..lebih tepatnya sih ibuku yang berbelanja.” Ucap Tiffany sengaja menyindir ibunya.

“Yah!!Hwang Miyoung…bukankah kau ingin ibumu ini bahagia? Lebih baik kau antar ibu kesayanganmu ini.” Ucap Mrs. Hwang bercanda pada anaknya.

“Tante..bukankah lebih baik jika kita belanja bersama? Mungkin pulangnya kalian bisa main ke Im mansion dulu? Sepertinya Mother sudah rindu pada Tante Hwang…hehe” Ucap Yoong dengan imutnya.

“Ide yang bagus.. lebih baik sekarang kita mulai perburuan ini hehe” Ucap Mrs. Hwang menggandeng lengan putrinya dan Yoong secara bersamaan.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengamati mereka dari tadi. Pemuda itu kembali teringat akan masa lalunya saat melihat pemandangan tadi. Ia begitu rindu pada seseorang yang dulu telah ia campakkan. Ia menyesal akan semua itu, tapi harga diri dan egonya melarangnya untuk memohon kembali cinta gadis itu. Kini ia berniat untuk mendapatkan kembali gadis itu. Bagaimanapun caranya, bahkan bila perlu membunuh seseorang pun akan ia lakukan. Laki-laki itu selalu mengamati gerak-gerik Tiffany dan Yoong. Hatinya begitu perih melihat keakraban dan chemistry yang ditunjukan oleh kedua orang itu.

“Tiffany Hwang…apa kau sudah melupakanku?” Ucap Pria itu tersenyum pahit menatap Tiffany yang sedang menyuapi Yoong di sebuah restoran di COEX Mall.

End Of Flashback

Sementara itu hubungan Jieun dan Yoong juga semakin hari semakin mesra. Well Yoong yang selalu aktif dalam hubungan mereka. Ia yang selalu meminta Jieun untuk menelpon atau me-sms-nya. Setiap hari Yoong juga selalu mengirimkan coklat dan note-note puitis di dalamnya. Jika Yoong tidak ada kegiatan ekskulnya, ia selalu menemani Jieun di klub Science. Ia selalu meminta Jieun untuk mengajarinya berbagai pelajaran walaupun sebenarnya ia sudah bisa dan menguasai mata pelajaran itu. Jangan heran, karena gen kecerdasan keluarga Im menurun pada Yoong dan Jessica. Hanya saja Yoong tak mau menonjolkan kecerdasannya. Ia tak mau orang lain mendekatinya karena sesuatu darinya, maka dari itu ia selalu berusaha terlihat sederhana dan menengah. Berbeda dengan Jessica yang memanfaatkan betul semua fasilitas yang diberikan oleh ibunya. Sedangkan Yoong lebih mengikuti jejak ayahnya, Im Donggun yang terkenal begitu sederhana dan ramah, berbeda dengan ibunya yang begitu glamour tapi terlihat begitu dingin & sombong dari luar yang diikuti jejaknya oleh Jessica.

Flashback

“Yoong kau tak usah menyuapiku..kau sendiri kan belum makan siang. Lagipula aku bisa makan sendiri.”

“Tapi sayang..kau tidak akan memakan masakanku ini jika aku tidak menyuapimu. Ayo A..aaaaaa….” Ucap Yoong berusaha membuat Jieun membuka mulutnya. Frustasi melihat kekasihnya itu, Yoong kemudian mencuri kecupan di bibir Jieun yang kaget sehingga ia membuka mulutnya begitu lebar. Saat itu juga, Yoong menyuapkan Nasi Goreng Kimchi buatannya. Jieun pun terpaksa memakan apa yang telah ada dalam mulutnya.

“Yah!!!! Kau mengerjaiku…Berani sekali kau Im Yoong..Apa kau ingin mati?” Ucap Jieun memukul lengan kekasihnya itu menyembunyikan raut merah di wajahnya. Yoong hanya tertawa melihat kekasihnya yang mengamuk itu.

“Hehe..maafkan aku B..hanya dengan cara itu kau akan makan… Aku benarkan?” Ucap Yoong kini memegang tangan Jieun, membuat kedua tangan gadis itu memegang dadanya, merasakan degupan jantungnya,yang hanya berdetak untuk gadis dihadapannya…well mungkin untuk saat ini. Jieun hanya terdiam dengan tindakan Yoong ini.

     Ini adalah pertama kalinya ia merasa begitu bahagia saat Yoong begitu perhatian padanya. Sebelumnya, ia hanya selalu merasakan rasa bersalah jika namja itu mulai menunjukkan kasih sayang padanya. Tapi kali ini hatinya begitu bertolak belakang dengan apa yang ada di otaknya. Otaknya selalu memintanya untuk tidak terlena dengan perlakuan istimewa dari namja itu. Sedangkan hatinya selalu berteiak padanya agar Jieun secara perlahan membuka hatinya pada namja itu.

“Jieun..apa kau marah padaku?” Yoong kemudian membuat gadis itu menatap Doe Eyes-nya yang terkenal itu. Jieun kini belajar menatap namja di hadapannya itu. Biasanya ia tak berani menatap mata Yoong yang begitu bersinar penuh kasih sayang jika sedang menatapnya.

“A..aa..aku tidak marah kok. Lain kali kau bisa memintaku untuk makan sendiri saja. Tidak usah menyuapiku seperti tadi.” Ucap Jieun terbata-bata karena begitu terbIus dalam indahnya kedua mata Yoong yang selalu menjadi pembicaraan gadis-gadis di SMA Hanyoung itu.

“Maafkan aku ya…Aku janji tidak akan berbuat nakal seperti tadi.” Ucap Yoong kini memeluk gadis di hadapannya itu begitu erat.

‘Apa aku kini telah jatuh dalam pesonamu Yoong? Apa aku mencintaimu?’ ucap Jieun dalam hatinya yang tak sadar bahwa dirinya kini telah memeluk namja di hadapannya itu.

“Saranghae..Aishiteru..I Love You..Aku mencintaimu..” Ucap Yoong dalam berbagai bahasa yang diketahuinya termasuk bahasa Indonesia yang dipelajarinya ketika ia dan ayahnya sibuk menjelajah hutan Indonesia 3 tahun yang lalu.

“I..Love..You..” Akhirnya secara tak sadar ketiga kata itu meluncur dari mulut Jieun yang membuat Yoong kembali mengecup bibirnya dengan penuh kelembutan.

 

End Of Flashback

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

– Seoul, 14 Mei 2008-

“Good Evening Tuan Choi…kali ini siapa orangnya?” Ucap seorang pria tua yang terlihat seperti seorang mafia.

“Aku ingin kau habisi orang yang ada di foto ini. Apa kau tahu?”

“Dia adalah putra Im Donggun bukan? Heumph menarik…jarang sekali ada yang ingin berurusan dengan keluarga Im. Apa anda serIus?” Ucap pria tua itu sambil terus mengamati sebuah foto di tangannya.

“Aku serIus….Aku tak peduli berapapun biaya yang kau minta, yang penting kau pastikan ia segera lenyap dari dunia ini! Orang itu sudah mempermalukanku dan merebut sesuatu yang sangat kucintai! ” Ucap seorang pria dengan begitu emosi.

“Baiklah Tuan Choi..dalam 2 minggu ini, Anda tidak akan melihat orang itu lagi. Trust me.” Ucap pria tua itu mengajak laki-laki di hadapannya bersulang meminum anggur mereka

“Aku mengandalkanmu Tuan Jo…aku ingin semuanya bersih. Jangan sampai meninggalkan jejak. Jika kau sampai tertangkap, jangan berani-berani kau membawa namaku!”

“Tenang saja Tuan Choi…. Aku akan melakukannya dengan begitu bersih. Bisakah kau mentransfer uang mukanya hari ini?”

Tanpa mereka sadari, seorang gadis telah mengamati kegiatan mereka dari awal. Gadis itu begitu kaget melihat pria muda yang sudah lama tak dilihatnya. Maka dari itu, ia memutuskan untuk mengikuti kemanapun namja itu bergerak hari ini. Dan disinilah ia, mengamati pria muda itu berbicara serIus dengan laki-laki tua yang cukup serIus dan mengerikan baginya. Ia tak percaya, seseorang yang begitu menjaga image-nya bisa berurusan dengan hal-hal ‘hitam’ seperti ini. Meskipun ia tak tahu apa yang mereka bicarakan sebenarnya, tapi ia bisa menebak bahwa hal ini serIus dan ilegal.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

     Sementara itu sudah hampir sebulan ini Jieun berusaha meyakinkan perasaannya pada Yoong. Ia selalu mencoba membayangkan Taeyeon dalam mimpinya, tapi yang selalu hadir malah kekasihnya itu. Kejutan-kejutan romantis dari Yoong juga semakin memperparah keadaanya saat ini. Ia tak mau mencintai Yoong, kembaran orang yang sangat dia benci. Tapi otaknya telah menghianatinya, ia selalu terlena dalam pesona namja itu setiap kali namja itu melakukan hal-hal manis yang begitu simple baginya. Setelah mendiskusikan ini semua dengan Yuri melalui e-mail dan telepon, akhirnya ia telah memutuskan siapa yang akan ia cintai.

Flashback

“Pagi Yuri-ah…apa kau sedang sibuk sekarang?” Tanya Jieun di teleponnya pada sahabatnya itu.

“Tidak kok JIeun-ah..ada apa?”

“Aku ingin membicarakan sesuatu. Ini menyangkut Taeng dan Yoong.”

“Yoong? Siapa dia?” Ucap Yuri terdengar bingung.

“Dia adalah kekasihku Yuri..Tapi kau tahu kan bahwa selama ini aku hanya mencintai Taeng?”

“Ternyata dugaanku benar. Dari dulu aku sudah menduga bahwa kau memiliki perasaan khusus pada sahabat kita itu. Kekasih? Apa kau sudah move on dari Taeng?”

“Justru itulah yang membuatku bingung. Awalnya aku hanya menerima Yoong menjadi kekasihku karena aku ingin membuat adiknya tersiksa…” Ucapan Jieun terpotong oleh pertanyaan Yuri.

“Baiklah..aku mulai bingung…bisakah kau menceritakan semua ini dari awal?”

“Hehe maaf…baiklah. Kau pasti masih ingat bahwa Taeng pernah menceritakan pada kita tentang gadis yang telah diselamatkannya sewaktu kita camping di Yong-Sak 2 tahun yang lalu kan?”

“Oh iya…gadis itu berasal dari Seoul kan?”

“Betul….Setelah kita lulus, aku dan Taeng berhasil masuk ke SMA Hannyong di Seoul. Tak kusangka ternyata gadis itu kini menjadi teman sekelas kami. Kukira gadis itu baik, tapi setelah mengenalnya ia begitu sombong. Ternyata gadis itu juga menyukai Taeng. Tak kusangkaJessica, nama gadis itu, menyadari perasaanku pada Taeng. Semenjak itu ia telah mendeklarasikan perang dingin denganku. Aku begitu kesal dan marah padanya setiap kali ia membuat Taeyeon secara perlahan mulai melupakanku. Saat itu juga, Yoong, kembaran gadis itu mendekatiku. Ia selalu ada di sampingku saat aku begitu sedih melihat Taeyeon yang begitu dekat dengan Jessica.”

“Lalu?”

“Yoong menyukaiku…Di pesta natal yang diadakan sekolahku kemarin, Yoong memintaku menjadi kekasihnya di khalayak ramai. Caranya mengungkapkan perasaannya padaku begitu manis. Untuk sejenak hatiku ragu dan saat aku akan menolaknya, pikiran tentang Jessica datang padaku. Aku ingin membalaskan sakit hatiku padanya saat itu. Maka dari itu aku menerima Yoong menjadi kekasiku karena aku tahu ia sangat kesal dan marah jika melihat aku dengan kembarannya. Apa kau tahu bahwa Taeyeon sudah menjadi kekasih Jessica?”

“Oh untuk yang itu…aku mengetahuinya 2 minggu yang lalu dari Sooyoung yang mengunjungiku selama 3 minggu kemaren.”

“Awalnya itu semua terasa begitu sakit dan berat bagiku. Tapi karena Yoong yang selalu menghiburku, menenangkanku dan berada di sampingku, perlahan rasa sakit itu mulai hilang. Yang membuatku bingung, sudah 1 bulan ini jantungku selalu gugup dan berdetak lebih kencang bila ia disampingku. Apalagi jika ia mulai memberikan kejutan-kejutan romantisnya. Hatiku rasanya ingin meledak dengan kebahagian. Setiap ia mencuri cIuman dariku, hatiku selalu merasakan sesuatu yang aneh. Tapi aku selalu melawan perasaan ini karena aku tak mau jatuh cinta dengan kakaknya Jessica…Tetapi semakin aku melawan rasa ini, semakin sering otak dan hatiku menghianatiku. Apa aku mencintai Yoong?”

“Heumph..ini begitu rumit. Tapi apa yang kau rasakan pada Taeng sekarang? Apa kau masih menyukainya?”

“Aku..aku telah mencoba beberapa kali menutup mataku dan yang ada di bayanganku adalah Yoong…padahal aku selalu berharap Taenglah yang hadir di pikiran dan bayanganku itu. Bagaimana ini?”

“Kurasa semuanya sudah jelas…..Kau mencintai Yoong, Iu-ah. Kau telah move on dari Taeng….” Ucap Yuri begitu tenangnya.

“Begitukah? Tapi aku…”

“Jujurlah pada dirimu..sebenarnya hanya kau yang mengetahui jawaban dari masalahmu ini. Hanya saja kau selalu mengingkarinya bukan? Mungkin kau tak bisa menerima hipotesaku ini. Tapi belajarlah untuk jujur pada perasaanmu.” Ucap Yuri disertai tawa kecilnya. Beberapa detik berlalu dan kini Jieun berbicara

“Kau benar…Aku mencintainya..Aku mencintai Im Yoong” Ucap Jieun begitu mantap.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

-Keesokan Harinya di SMA Hanyoung-

“Taeng…bisa kita berbicara di taman sekolah pulang sekolah nanti?” Jieun menatap Taeyeon yang sibuk membaca buku mekanik dan otomotifnya.

“Oh. Jieun-ah. Tentu saja..” jawab Taeyeon tersenyum pada pacar sahabatnya itu.

Bel berdering di seluruh penjuru SMA Hanyoung pertanda bahwa kegiatan belajar mengajar telah selesai. Jieun pun bergegas menuju taman sekolah, tempat ia dan Taeyeon akan bertemu. Sesampainya disana ia belum bisa menemukan kehadiran namja cute itu. Tiba-tiba ponselnya berdering dan ia tersenyum membaca caller di ponselnya itu.

“Selamat sore..ada yang bisa saya bantu?” ucap Jieun dengan nada cerianya.

“Haha..ya apa aku boleh berbicara dengan polisi yang bernama Lee Jieun?”ucap Yoong tak mau kalah dengan pacarnya.

“Polisi?kenapa?”

“Karena Lee Jieun telah sukses meringkus hatiku…” Ucap Yoong serIus yang membuat pacarnya itu tersenyum seperti wanita gila.

“Thanks…Kurasa aku tahu kemana aku akan melanjutkan pendidikanku nanti.” Ucap Jieun yang kini membuat Yoong terdiam.

“Maksudmu?memang kemana?”

“Aku akan melanjutkan pendidikanku ke sekolah kedokteran…agar aku bisa menyembuhkan pasienku yang selalu sakit cinta.” Ucap Jieun yang kini sukses membuat namja chinggunya tertawa kecil.

“Kau begitu manis Iu-ah….I love you.” Ucap Yoong dengan tulus.

“Love you too…Oh iya Yoong kau jemput aku setengah jam lagi ya…aku ada perlu dulu. Tidak apa-apa kan my handsome Prince?” ucap Jieun dengan aegyeonya. Ia yakin pacarnya kini tengah tersenyum tak henti-hentinya.

“Baiklah..kutunggu kau di lapangan parkir ya….Sepertinya Wooyoung dan Dong Wook juga ingin bertemu denganku dulu. Bye B…” Ucap Yoong mengakhiri panggilannya.

“Sepertinya hubungan kalian semakin baik ya. Aku ikut bahagia.” Taeyeon kini datang menghampiri Jieun yang baru saja menyimpan ponselnya.

“Oh kau sudah datang…duduklah.” sekarang Jieun dan Taeyeon duduk menghadap kolam air mancur SMA Hanyoung yang begitu indah.

“Kau ingin membicarakan sesuatu?”

“Oh..iya. Taeng sebelumnya aku minta kau untuk tidak salah paham dengan ucapanku nanti. Aku juga minta kau untuk tetap melihatku sebagai sahabat setelah semua ini. Apa kau bersedia?” Jieun menatap sahabatnya itu begitu serIus dan lembut.

“Baiklah..Aku berjanji Jieun-ah..Ceritakanlah.” Ucap Taeyeon kembali menatap Jieun.

“Well…mungkin kau pernah mendengar pacarmu bercerita bahwa aku mencintaimu. Dan sekarang aku ingin kau tahu bahwa itu…benar Taeyeon-ah.” Ucap Jieun yang kini memberanikan diri untuk memeluk sahabatnya itu. Taeyeon hanya diam, tak menolak maupun menerima pelukan tiba-tiba dari sahabatnya itu. Beberapa detik kemudian Jieun melepaskan pelukan itu. Yang tak mereka ketahui, seorang pria dari kejauhan mengamati mereka.

“Tapi itu dulu Taeng…sebelum akhirnya Yoong datang menyelamatkanku dari sakit cintaku padamu. Pria itu kini telah berhasil memiliki hatiku Taeng…dan aku bersyukur dengan adanya Yoong dalam hidupku.” Jieun menatap Taeyeon dengan pandangan yang sungguh bahagia sehingga membuat Taeyeon tersenyum juga melihat sahabatnya itu. Kini giliran Taeyeon yang memeluk Jieun dengan begitu lembut.

“Well jika begitu…aku juga ikut bahagia Jieun -ah. Yoong pantas mendapatkanmu. Kau adalah gadis yang begitu baik dan luar biasa. Dan untuk perasaanmu dulu padaku…maafkan aku Iu-ah. Aku tak bisa membalas besarnya cintamu padaku. Maafkan aku juga yang tak bisa menyadari perasaanmu. Maafkan aku..” Jieun bisa merasakan tetesan air mata di bahunya.

“Jangan menangis Taeyeon-ah. Aku sudah memaafkanmu kok…Tapi jujur, sampai saat ini aku masih tak percaya kau bisa berpacaran dengan Ice Princess yang menyebalkan itu.” Kini Jieun melepaskan pelukan Taeyeon dan memukul pelan lengan namja itu.

“Haha sepertinya sandiwara kami berhasil. Well asal kau tahu saja, aku dan Jessica hanya berpura-pura. Kami hanya bersahabat. Dan waktu itu Jessica sengaja memintaku untuk menjadi pacarnya hanya di depanmu saja hehe. Maafkan aku ya, di bilang dia hanya ingin mengerjaimu.” Ucap Taeyeon seraya menggaruk lehernya.

“Jadi kalian selama ini hanya bersandiwara?” Tanya Jieun pada Taeyeon yang menganggukan kepalanya.

“Haha..kau harus tahu betapa patah hatinya aku mengetahui hubunganmu saat itu. Tapi kurasa kalian akan menjadi pasangan yang sempurna jika kalian benar-benar berpacaran nanti.” Jieun kini mulai menggoda namja yang tersenyum malu mendengar ucapan sahabatnya itu.

“Well aku tak tahu.” Ucap Taeyeon yang kini mengingat kembali gadis yang dicintainya, Tiffany Hwang.

“Kudoakan yang terbaik untukmu Taeng…Oh iya aku harus pergi sekarang. Sepertinya Yoong sudah mati kebosanan karena menungguku hehe. Terima kasih Taeyeon-ah… Bolehkan aku memelukmu sekali lagi?” Jieun kini menunjukan muka polosnya.

“Haha tentu saja. Tapi besok kau harus membelikan aku susu coklat untuk membayarnya.” Ucap Taeyeon yang dengan segera menarik Jieun dalam pelukan persahabatannya, tidak ada romantic feeling diantara keduanya. Setelah beberapa detik, Jieun pun melepaskan pelukan sahabatnya itu.

“Well aku akan membayarnya..jika tuhan masih mengijinkanku bersekolah besok Taeng. Baiklah aku pergi dulu ya!” Ucap Jieun dengan senyuman yang tak pernah Taeyeon lihat sebelumnya. Kemudian gadis itu perlahan pergi dari pandangan Taeyeon.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Tiff apa kau tahu Siwon dimana sekarang?”Jessica kini bertanya pada gadis yang tengah serIus memainkan sesuatu di handphonenya.

“Aku tak tahu Jess….Setelah kami putus, aku tak mendengar apapun tentangnya lagi.” Jawab Tiffany yang semakin serius dengan ponselnya itu.

“Aku melihatnya di Cafe Heaven kemarin. Sepertinya ia terlibat dalam percakapan yang begitu serIus dengan seorang paman yang begitu mengerikan Tiff. Apa kau pikir ia terlibat dalam suatu kejahatan? Atau ia ikut organisasi terlarang?”

“Aku tak tahu Jess…Tapi kuharap tidak. Oh iya apakah aku sudah cerita padamu tentang namja yang menyelamatkanku saat Siwon akan menyakitiku?” Jessica menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Tiffany.

“Kakakmu Jess… dan sejak itulah aku menyukai kakakmu.” Tiffany tertunduk mengingat namja yang kini tak bisa ia miliki itu.

“Maafkan kakakku Tiff..Its his loss because he can’t realize how great women you are.” Jessica kini mendekap sahabatnya.

“Tak apa Jess, lagi pula IU gadis yang baik. Jieun yang bisa meluluhkan hati kakakmu, bukan aku. Aku tak bisa memaksakan perasaanku padanya.” Tiffany kini tersenyum pahit mengingat moment-moment saat Yoong meminta Jieun menjadi kekasihnya di pesta natal tahun kemarin.

“Sudahlah Tiff mungkin tuhan menginginkan namja yang lebih baik dari kakakku untukmu. Aku yakin dia akan datang menjemput hatimu Tiff.”Ucap Jessica begitu bijaknya hingga Tiffany kini tersenyum menatap sahabatnya itu.

“Kau sungguh sesuatu Jess…Sekarang kau bisa begitu bijak, detik berikutnya kau dingin, lalu beberapa detik berikutnya kau bisa tertawa seperti orang gila.” Ucap Tiffany yang membuat Jessica mendorong dirinya dari pelukannya pada Tiffany.

“Yah!!! Hwang Miyoung…” Tiba-tiba ponsel Jessica berdering. Ia pun membuka pesan media yang masuk ke ponselnya. Jessica begitu terkejut melihat gambar yang kini ada di ponselnya itu.

“Tiff apa aku sedang berhalusinasi?” ucap Jessica seraya menyerahkan ponselnya pada Tiffany.

“Jess..bukankah ini IU dan…. Taeyeon?” Kini Tiffany berbalik bertanya pada sahabatnya yang duduk lemas di kasurnya.

“Aku tak percaya Jieun bisa melakukan ini semua pada kakakku Tiff.”

“Maksudmu? Kau tak bisa begitu saja menyalahkan Jieun dalam foto ini Jess.”

“Tapi foto itu telah menjelaskan semuanya Tiff. Ternyata dugaanku benar. Jieun hanya mempermainkan Yoong selama ini.” Ucap Jessica dengan tatapan murka.

“Bagaimana kau bisa yakin Jess?”

“Karena Jieun mencintai sahabat kita Tiff…. Kim Taeyeon.” Jawab Jessica dengan nada dinginnya yang membunuh.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Yoong…terima kasih ya. Perjalanan tadi sungguh menyenangkan.” Ucap Jieun disertai senyuman manisnya yang sukses membuat namja itu tersenyum.

“ Anything for you B. Ok..lebih baik kau masuk sekarang hehe nanti aku tak bisa pulang lagiii….. padahal kan ini sudah malam.” Ucap Yoong dengan senyum manisnya.

“Kenapa?” Jieun mendekatkan wajahnya pada namja tampan itu.

“Karena kau….” Ucap Yoong seraya mengecup bibir Jieun. Kini namja itu berlari meninggalkan Jieun yang terdiam dengan sudden kiss dari pacarnya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Setelah menempuh perjalanan 30 menit, Yoong kini memasuki ruang tengah Im Mansion. Disana ia bisa melihat Jessica dan Tiffany sedang berbicara serIus. Kemudian ia memutuskan untuk menyapa kedua gadis itu.

“Selamat malam ladies..” ucap Yoong dengan senyuman khasnya yang begitu memukau.

“Malam Yoong.”Jawab Tiffany dengan senyum yang begitu memaksa sedangkan Jessica hanya diam menanggapi kakaknya.

“Ada apa ini? Mengapa adikku begitu muram?”

“Lebih baik kau lihat sendiri!” Jessica kini memberikan ponselnya pada kakaknya itu. Beberapa menit berlalu dan Im Yoong masih menatap lekat gambar yang ada di depannya. Ia tak bisa lagi berpikir tenang. Yang ada di pikirannya saat ini hanya Jieun dan Taeyeon. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

“Bisakah kita bertemu di Taman Chunsang malam ini? Baiklah..30 menit lagi aku sampai.” Ucap Yoong dengan serIus.

“Yoong kau mau kemana?” Kini Jessica bertanya pada kakaknya yang begitu sedih, marah dan kecewa. Semua itu bisa Jessica lihat di wajah kakaknya.

“Ada sesuatu yang perlu kukonfirmasi Jess…tetaplah disini, jaga rumah.” Kini Yoong pergi meninggalkan Jessica dan Tiffany yang bingung dengan kepergian Yoong yang tiba-tiba.

“Jess bagaimana ini? Aku takut Yoong akan melakukan sesuatu yang nekat.” Kini Tiffany panik melihat namja yang dicintainya itu pergi begitu saja.

“Tenanglah Tiff…aku tahu Yoong, ia takkan berbuat sesuatu yang akan merugikannya nanti. Lebih baik kita berdoa semoga kakakku selamat dalam apapun yang akan ia lakukan nanti.” Ucap Jessica seraya menarik sahabatnya itu untuk duduk dengannya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu, 30 menit telah berlalu dan namja yang dinantikannya pun belum tiba juga. Tiba-tiba terlihat lampu mobil yang begitu Jieun kenali. Namja dalam mobil itu meminta Jieun untuk naik ke mobilnya. Di perjalanan, Yoong hanya lurus menatap jalan, tak perduli dengan gadis yang duduk di sampingnya.

“Yoong…kau tak apa-apa?” Jieun memberanikan diri untuk bertanya pada namja yang tetap saja diam.

“Aku….lebih baik kita bicarakan semuanya di taman nanti.” Dengan jawaban itu, Jieun kini menutup mulutnya. Ia tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiran kekasihnya itu, dan saat seperti ini ia lebih baik diam. Setelah menempuh perjalanan 20 menit dari rumah Jieun, kini mereka sampai di taman Chunsang yang begitu sepi pada malam hari seperti ini. Keduanya kini berjalan menuju taman yang begitu indah itu. Hingga akhirnya Jieun kembali berbicara.

“Yoong…ada apa?” kini Jieun menggenggam tangan namja yang berdiri di hadapannya itu. Dari raut muka Yoong, ia bisa melihat kesedihan, amarah dan kekecewaan yang begitu dalam.

“Apa kau hanya akan diam saja?” Kini Jieun menatap lebih dekat namja chinggunya itu. Tiba-tiba Yoong memberikan kepadanya sebuah ponsel. Setelah melihat apa yang ada di ponsel itu Jieun kembali menatap Yoong dengan linangan air mata di pipinya.

“Apa kau percaya dengan foto ini?” Jieun kini menatap namja yang hanya tertunduk di hadapannya dengan air mata yang terlihat menetes juga dari pipinya.

“Aku..aku tak tahu.” Namja itu kini melepaskan genggaman tangannya dari Jieun.

“Kau percaya dengan foto ini? Kau mengira bahwa aku selingkuh dengan sahabatmu? Ucap Jieun yang kini menyentuh wajah kekasihnya itu dengan perlahan. Ia berusaha mencari tatapan hangat dari kekasihnya itu. Jieun berusaha membuat Yoong menatap wajahnya. Ia ingin meyakinkan namja itu bahwa namja itulah pemilik hatinya sekarang, bukan Kim Taeyeon ataupun pria lainnya.

“Apakah……kau mencintainya selama ini Jieun-ah…?” Tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari bibir Yoong yang membuat Jieun terdiam mendengar semua itu. Linangan air mata terlihat di pipi namja itu.

“Haha.. kurasa selama ini kau hanya kasihan padaku kan? Atau kau hanya mempermainkanku?Betulkah?” Ucap Yoong yang mengeluarkan tawa kesedihannya itu kembali menatap kekasihnya. Kini giliran Jieun yang tak bisa menatap Yoong. Semua ini terjadi di luar dugaannya. Jieun tak menyangka bahwa pertemuannya dengan Taeyeon tadi menjadi bencana untuk hubungannya dengan namja yang kini ia cintai setulus hati, Yoong.

“Jawab aku Lee Jieun!!!” Kini Yoong berteriak meminta kekasihnya itu menjawabnya. Jieun kini hanya menangis melihat kekasihnya itu begitu putus asa menunggu jawabannya.

“Aku..aku mencintainya Yoong….” Sebelum Jieun menyelesaikan ucapannya, Yoong berbicara sesuatu yang membuat hati Jieun hancur seketika.

“Baiklah…kurasa semuanya sudah jelas..We’re OVER.. There’s nothing between us anymore! Please don’t try talk to me again.” Yoong pun pergi meninggalkan Jieun. Kini Jieun berlari berusaha mengejar Yoong yang tak begitu jauh darinya. Ia berusaha sekeras mungkin mengejar namja yang telah merebut hatinya itu dari Kim Taeyeon.

“Tapi itu dulu Yoong!….. Sekarang hanya kau yang kucintai. Hanya kau yang ada di hatiku.” Jieun berteriak pada kekasihnya itu yang kini menyebrangi jalan raya yang tak begitu ramai itu. Dari kejauhan ia bisa melihat sebuah mobil Lexus hitam berjalan begitu kencang ke arah Yoong.

“Yoong!!!!!” Jieun berlari menuju namja yang terus berjalan tanpa mengetahui bahwa sebuah mobil akan menghantamnya.

BRUUKKKK!!!! ……………….

Yoong yang terjatuh ke trotoar jalan pun berusaha bangun dan melihat apa yang baru saja terjadi padanya. Semuanya terjadi begitu cepat dan membuatnya pusing. Saat ia mencoba melihat ke sekelilingnnya, ia hanya melihat bercak darah dan seorang gadis yang tergeletak lemah tak berdaya sekitar 2 meter dari tempatnya berdiri. Ia bisa melihat kubangan darah di tempat gadis itu tergeletak. Saat ia sudah mencoba lagi berjalan mendekati gadis itu, ia tiba-tiba teringat bahwa ia kesini membawa Jieun, kekasihnya….

well mantan kekasih lebih tepat mungkin.

“Jieun..dimana Jieun?” Yoong mencoba berjalan mendekati gadis itu. Tak tahu kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak. Ia kini mencoba mempercepat langkah kakinya yang pincang akibat dorongan dari samping yang begitu kuat padanya tadi. Kini ia bisa melihat gadis itu lebih dekat dan…

“Jieun…apakah itu kau?” Kini Yoong mencoba melihat muka gadis yang telah berlumuran darah itu. Saat ia melihat gelang berbatu safir yang berada di lengan kiri gadis itu, ia pun menangis. Gadis yang kini berada di dekapannya adalah gadis yang ia cintai….Lee Jieun.

“Jieun -ah..kau bercanda kan? Ayo bangunlah.” Yoong kini menggoyang-goyangkan badan Jieun yang sudah penuh dengan darah dimana-mana.

“Maafkan aku Iu-ah….” Ucap Yoong seraya memeluk gadis yang tak berdaya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

2 jam sudah berlalu dan ruang operasi masih belum juga terbuka. Yoong, Jessica, Taeyeon, Tiffany dan kedua orangtua Jieun begitu cemas menunggu hasil operasi itu. Kini mereka semua berdoa semoga Jieun bisa selamat dari luka di kepalanya yang begitu parah akibat kecelakaan itu. 10 Menit kemudian, pintu operasi terbuka dan Dokter Park yang menangani operasi Jieun berjalan dengan langkah yang gontai menuju kedua orang tua Jieun.

“Apa kalian orang tua Miss Lee?” Ucap Dokter Park dengan wajah yang terlihat begitu lelah.

“Betul..bagaimana keadaan putri kami…?”

“Kecelakaan tadi membuat otaknya mengalami benturan yang begitu keras sehingga terjadi pendarahan yang luar biasa. Selain itu kedua tulang rusuknya juga patah dan yang paling fatal tulang ekornya juga patah. Sewaktu operasi tadi juga terjadi kegagalan organ yang menyebabkan pasien tidak bisa lagi diselamatkan nyawanya… Maafkan kami,,, kami sudah mengusahakan yang terbaik untuk putri anda. Mungkin ini yang terbaik untuk Miss Lee. Karena jika ia selamat pun, Miss Lee akan mengalami kelumpuhan total dan kebutaan permanen. Anda bisa melihat Miss Lee di ruangan yang telah kami sediakan. Saya pergi dulu dan turut berduka cita sebesar-besarnya.” Dengan itu Dr. Park meninggalkan kedua orang tua Jieun yang kini terjatuh ke lantai.

“Jieun -ah…”Teriak ibu Jieun dengan begitu histeris, ia tak menyangka putri sulungnya pergi begitu saja. Yoong, Jessica, Taeyeon, dan Tiffany pun kini menghampiri kedua orang tua Jieun.

“Bagaimana paman, Jieun baik-baik saja kan?” Yoong tak bisa menahan lagi air matanya.

“Jieun sudah pergi Yoong…Ia tak bisa lagi diselamatkan.” Ucap Mr.Lee lemah.

“Bibi..Paman pasti bercanda kan?” Yoong bertanya pada ibu Jieun yang kini tak henti-hentinya menangis.

“Paman kau pasti bercanda kan? JAWAB AKU Paman!!!” Kini Yoong menarik kerah Ayah Jieun, berusaha membuat Ayah Jieun menjawabnya.

“Apa yang kau lakukan Yoong, ia lebih tua darimu dan ia adalah ayah Jieun!” kini Taeyeon mendorong Yoong yang sudah kehilangan kesadarannya.

“Yoong!!!” Tiffany berlari menuju namja yang sekarang tergeletak tak berdaya itu. Sementara itu Jessica hanya berdiri menangis, melihat orang-orang mulai menggila.

‘Apakah ini nyata?’ rintih Jessica dalam hatinya. Kini ia berjalan ke ruangan yang ditunjukkan oleh Dr. Park tadi. Disana ia bisa melihat jasad seorang gadis yang sudah tertutup kepalanya oleh selimut putih. Ia berjalan masuk mendekati tubuh Jieun yang sudah terbujur kaku. Dibukanya selimut itu dan ia terkejut melihat begitu banyaknya luka di tubuh gadis itu. Ia tak bisa menahan tangisnya melihat gadis yang selama ini selalu ia benci….well mungkin. Tapi saat melihat wajahnya, ia bisa melihat wajah yang begitu damai, begitu tenang, seperti seorang bayi yang tidur begitu tenang. Tiba-tiba Jessica sudah tak bisa menahan lagi badannya dan terjatuh dalam tangisannya. Ia menangis, menangis dan merintih mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya.

‘Maafkan aku Jieun…Maaf….. Jika aku tak memerlihatkan foto itu mungkin kau takkan disini dan semua ini takkan terjadi.’ Rintih Jessica tak berdaya menyadari kesalahannya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

-6 bulan kemudian-

“Yoong kau harus menghentikan kegilaan ini!” Ucap Jessica pada kembarannya itu.

“Apa maksudmu? Aku baik-baik saja kok..” Ucap Yoong tanpa menunjukan ekspresi apapun pada adiknya itu.

“Kau bohong! Kau pikir aku tak tahu bahwa selama 6 bulan ini kau selalu mengurung dirimu di kamar Jieun selama 3 jam. Apa kau tak tahu betapa khawatirnya aku dan orang tua Jieun?” Ucap Jessica seraya membuat kakaknya itu menatapnya. Tapi ayal, ia hanya melihat tatapan kosong dari namja itu.

“Aku hanya ingin bermain saja.” Ucap Yoong melepaskan dirinya dari genggaman adiknya itu.

“Kumohon Yoong…kau masih punya hidup yang harus kau jalani. Kau masih punya aku, Tiffany, Taeyeon dan sahabat-sahabatmu yang lain. Kau masih punya Father dan Mother. Orang tua Jieun juga begitu sayang padamu Yoong…Kau tak usah menyimpan semua luka ini sendiri.”

     Baru sekarang Jessica berani mengungkapkan apa yang ada di hatinya selama 6 bulan ini pada kakaknya itu. Selama ini ia selalu membiarkan Yoong melewati semuanya itu sendiri dulu. Karena ia pikir Yoong membutuhkan waktu sendiri dulu, setelah Yoong agak tenang pasti ia akan seperti biasanya. Tapi sepertinya perkiraan Jessica salah, karena sekarang kakaknya itu mulai seperti orang gila. Yoong selalu mengunjungi makam Jieun 1 minggu sekali,diam disana hingga akhirnya orang suruhan Jessicalah yang membawanya pulang. Setiap harinya sepulang sekolah, Yoong selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi kamar Jieun selama berjam-jam. Ia yang meminta orang tua Jieun untuk tidak membuang semua barang-barang yang ada di kamar gadis itu. Ia juga meminta orang tua Jieun untuk tidak mengubah apapun yang ada di kamar itu.

     Semula Jessica tidak tahu kebiasaan kakaknya yang satu ini. Tetapi, seminggu yang lalu Mrs.Lee menelponnya mengabarkan tentang semua ini. Mrs. Lee khawatir dengan keadaan Yoong yang seperti ini. Ia meminta Jessica untuk mengajak kakaknya itu ke psikiater atau terapi kejiwaan lainnya. Mrs. Lee bercerita bahwa Yoong selalu bebicara sendiri pada foto Jieun dan pada akhirnya pemuda itu selalu menangis sendiri tanpa mengeluarkan suara apapun. Jessica yang mendengar semua ini begitu sedih, ia tak menyangka kembarannya itu akan begitu sedih dan tersiksa seperti itu menghadapi semua ini karena yang ia tahu setiap hari Yoong selalu terlihat normal. Terkadang ia juga tertawa bila sedang mendengarkan cerita-cerita konyol dari sahabat-sahabatnya. Ia tak menyangka bahwa kepergian Jieun akan berdampak begitu besar pada kakaknya.

“Aku baik-baik saja Jess..apa kau mengerti!” Ucap Yoong mulai meninggalkan Jessica yang sekarang sudah menangis karenanya.

“Tidak Yoong….kau tak baik-baik saja! Kau sakit….dan kau harus segera disembuhkan” Seketika Yoong terhenti mendengar ucapan adiknya itu. Perkataan itu bagaikan jarum yang menusuknya beribu-ribu kali.

‘Apakah aku seperti itu?’ Ucap Yoong dalam pikirannya.

“Ceritakanlah Yoong…keluarkan apapun yang kau pendam selama ini…” Ucap Jessica mendekap wajah kakaknya dengan kedua tangannya. Yoong menatap wajah adiknya itu dengan penuh kebingungan. Ia tak tahu apa yang ia rasakan saat ini selain rasa sakit yang luar biasa di hatinya. Perlahan air mata Yoong pun menetes, membuat Jessica kembali meneteskan air matanya juga. Tak tahu kenapa Jessica bisa merasakan sakit yang Yoong rasakan, mungkin ini yang disebut ikatan batin, apalagi mereka kembar, yang biasanya memiliki ikatan batin yang kuat.

“Ak..Ak..Aku tak bisa Jess…Ini begitu sakit…” Dengan itu Yoong melepaskan tangan Jessica yang mendekap wajahnya. Ia berlari keluar Im Mansion dengan begitu cepat sehingga Jessica tak berhasil menyusulnya.

-Beberapa jam kemudian-

Malam ini Tiffany terlihat begitu lelah menyusuri jalan di sekitar kawasan hijau Nanggun, Seoul. Ia terpaksa berjalan kaki menuju halte bus terdekat karena mobilnya tiba-tiba mogok di jalan. Padahal ia sudah begitu lelah menemani ibunya ke perjamuan sahabat-sahabat ibunya itu di hotel Byul 5. Ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena ternyata pesta itu akan selesai pukul 23.00 nanti.

“Ahh sungguh malam yang menyenangkan!” rutuk Tiffany sambil melepas kedua heelsnya. Lalu ia mengeluarkan sandal flip-flop pink dari tasnya. Ia sudah mengira bahwa acara pesta itu akan sangat melelahkan tapi tak ia sangka bahwa semuanya akan seperti ini. Setelah mengganti sepatunya, ia memutuskan untuk beristirahat di bangku taman Nanggun, mengingat kakinya yang sudah pegal itu. Tapi disana ia melihat seorang pria yang begitu familiar baginya. Perlahan ia mendekati namja yang sedang duduk terdiam di ayunan taman yang sepi itu.

“Yoong? Sedang apa malam-malam begini di sini?”

“Tiff?aku..aku ingin mendinginkan otakku dulu…” Ucap Pemuda itu melepaskan nafas lelahnya. Untuk sesaat keduanya hanya diam, menikmati keheningan malam Seoul yang begitu gemerlap.

“Apa kau bertengkar dengan Jessi?” Ucap Tiffany sambil mengayunkan ayunannya.

“Dia menelponmu?”

“Tidak…bahkan aku tak tahu ia dimana sekarang. Aku hanya menebak dari raut wajahmu. Kau terlihat KACAU..” Ucap Tiffany memelankan kata terakhir yang ia ucapkan. Pemuda itu kini menatap gadis di sampingnya dan menghentikan ayunannya.

“KACAU? Maksudmu? Kenapa semua orang berkata seperti itu padaku sekarang!” Ucap Yoong dengan amarah pada gadis di sampingnya itu, untuk pertama kalinya ia membentak Tiffany.

“Well itulah yang kau perlihatkan pada orang lain Yoong. Kau membuat dirimu kacau dan terlihat menyedihkan. Kau menunjukan pada dunia bahwa kau adalah orang paling sengsara di dunia ini. Kau berpura-pura terlihat tegar dengan kepergian Jieun padahal kau menyimpan luka yang begitu dalam. Berhentilah Yoong!..berhentilah berpura-pura bahwa kau baik-baik saja dengan semua ini. Bangunlah dari mimpimu dan hadapi kenyataan ini. Apa kau pikir Jieun akan bahagia melihatmu seperti ini? Seperti seorang mayat hidup yang tak punya semangat hidup? Kau punya segalanya dalam hidup ini. Kepergian Jieun hanyalah salah satu proses untuk mendewasakan dirimu Yoong.” Ucap Tiffany dengan tegas dan tenang mengutarakan hal yang ingin ia sampaikan 3 bulan yang lalu, tapi Yoong selalu mengurung dirinya, perlahan menjauhkan dirinya dari orang-orang terdekatnya.

“Aku….Kau tak tahu apapun Tiff…Kau tak tahu betapa perihnya ini!” Ucap Namja itu menarik Tiffany berdiri menatapnya.

“Aku takkan pernah tahu jika kau tak memberitahuku Yoong..” Ucap Tiffany memberanikan diri melihat namja di hadapannya itu.

“Kau ingin tahu?Baiklah!” Kemudian Yoong menarik Tiffany untuk masuk ke mobilnya. Genggaman namja itu begitu kuat hingga Tiffany tak bisa melawan. Di perjalanan, keduanya hanya diam hingga akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang begitu sepi tapi terlihat begitu indah. Yoong menarik Tiffany keluar dari mobilnya.

“Dimana kita? Untuk apa kau membawaku kesini?” Ucap Tiffany berusaha melepaskan genggaman tangan Yoong.

“Well tempat ini akan menjawab semua keingintahuanmu. Bukankah kau ingin tahu apa yang kurasakan?” Ucap Yoong tertawa sedih.

“Apa maksudmu?”

“Di tempat inilah Jieun menghembuskan nafas terakhirnya. Disinilah ia mendorongku, membiarkan dirinya ditabrak oleh mobil yang berjalan begitu kencang ke arahku. INI SEMUA SALAHKU!!! Jika aku bisa mendengarkan permintaannya untuk tetap mendengarkan penjelasannya, mungkin ia takkan meninggal karena kecelakaan itu. Aku…Akulah yang telah membunuh Jieun…wanita yang begitu kucintai Tiff…” Ucap Yoong yang membuatnya lemas sehingga ia tersungkur di tanah.

“Yoong…aku…maafkan aku” Tiffany tak tahu apa yang harus dIucapkan pada namja yang terlihat begitu rapuh itu. Ini kedua kalinya Tiffany melihat Yoong begitu lemah dan rapuh seperti ini selain saat pemakaman Jieun 6 bulan lalu.

“Aku telah dibutakan oleh amarah dan kecemburuanku Tiff… Sebelum kejadian itu, ia berteriak padaku, bilang bahwa hanyalah aku orang yang ia cintai sekarang, tapi aku tak mendengarkannya Tiff… Nafsu begitu menguasaiku saat itu hingga puncaknya ia mendorongku saat sebuah mobil yang tak tahu datang dari mana berjalan begitu kencang. Akulah yang menyebabkan Jieun pergi Tiff..aku sungguh tak berguna.” tetesan air mata kini terlihat mengalir di pipi namja itu. Tiffany menghampiri namja itu kemudian memeluknya.

“Kau bukan pembunuh Yoong…Apa kau tahu mengapa Jieun memilih mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanmu? Karena kau begitu berharga Yoong. Kau adalah pria terbaik yang pernah Jieun temui. Well jika aku ada di posisi Jieun saat itu, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama Yoong. Jieun mungkin akan sangat sedih bila ia melihatmu seperti ini Yoong. Jieun ingin kau move on dan melanjutkan hidupmu dengan lebih baik lagi Yoong.” Ucap Tiffany mengelus punggung namja itu dengan lembut.

“Benarkah?” Suara Yoong terdengar begitu parau dengan mata doe eye-nya yang begitu murni.

“Well itu yang kupikirkan jika aku menjadi Jieun….Hiduplah lebih baik dari hari kemarin Yoong! Buatlah pengorbanan Jieun berguna dan tak sia-sia…”

“Tapi ini begitu menyakitkan Tiff..Aku tak yakin bisa menghadapi ini semua.”

“Kau masih punya Tuhan, keluarga dan sahabat-sahabatmu Yoong. Mereka selalu setia untuk mendampingimu dan menyembuhkanmu Yoong…begitu pula aku.” Ucap Tiffany melepaskan pelukannya, tersenyum begitu tulus menatap namja itu.

“Akan kucoba Tiff… Terima kasih” Untuk pertama kalinya Yoong menyadari tatapan penuh

cinta yang diberikan padanya dari gadis di hadapannya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“6 bulan sudah berlalu dan sekarang polisi sudah mulai mencurigaiku! Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah aku memintamu untuk melakukannya sebersih mungkin?” ucap seorang namja dengan begitu emosi.

“Maafkan kami Mr.Choi, tapi kami sudah berusaha mengcover semuanya. Mungkin mobil itu berhasil terlacak. Sebaiknya kita..” Ucapan pria tua itu terhenti ketika pria muda di hadapannya meninjunya.

“Sudah!!! Aku minta kau bereskan ini semua, jika tidak, maka keluargamu dan perusahaanmu taruhannya. Aku akan kembali ke Kanada minggu ini, jadi kabari aku bila ada progress terbaru dan kuminta kau untuk selalu memberikanku update terbaru mengenai Tiffany Hwang! Mengerti?” Ucap pria muda itu lalu keluar dari ruangannya.

“Aku takkan melepaskanmu lagi Tiff..kau akan tetap menjadi milikku…Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka yang lain pun tidak!” Ucap namja itu dengan senyuman misterIusnya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Ada apa Jess?”

“Yoong…dia pergi sejak sore tadi dan belum kembali hingga saat ini.” Taeyeon melihat jamnya yang telah menunjukan pukul 23.30 waktu Seoul.

“Kenapa ini bisa terjadi?”

“Tadi sore kami beradu argument Taengoo… ini semua tentang Yoong yang tak bisa move on dari kematian Jieun. Aku memintanya untuk menyembuhkan penyakitnya itu Taeng, tapi ia selalu mengelak dan akhirnya kabur dariku…Ia bilang semua ini terlalu menyakitkan baginya. Apa aku bukan adik yang baik Taeng? Apa aku kurang memahami Yoong selama ini?” Ucap Jessica menundukkan kepalanya. Perlahan tetesan air mata jatuh dari matanya. Taeyeon menghampiri gadis itu, menarik Jessica dalam pelukannya. Ia mengelus-ngelus kepala Jessica karena ia tahu ini adalah salah satu cara menenangkan gadis itu.

“Tidak Sica..kau adalah adik dan wanita yang luar biasa…Untuk masalah Yoong, kita memang harus memberikan pendekatan dengan cara yang lain. Apa orangtuamu sudah tahu tentang semua ini.” Ucap Taeyeon melepaskan pelukannya.

“Kurasa belum, karena 6 bulan ini orangtuaku sedang ada di California, aku pun merahasiakan ini semua dari Father dan Mother, aku tak mau mereka khawatir.”

“Baiklah..aku mengerti. Apa kau sudah mencari Yoong?”

“Sudah…,tapi aku belum bisa menemukan pria bodoh itu. Sekarang pelayan pribadiku yang sedang mencarinya.”

“Apa kau ingin mencarinya denganku?”

“Tapi ini sudah sangat larut. Apa kau tak keberatan?” Ucap Jessica menunjukkan wajah innocentnya.

“It’s ok….Lagipula kita akan menggunakan motor Yoong, jadi semuanya akan berjalan dengan cepat.” Ucap Taeng tersenyum menenangkan kembali gadis itu. 15 menit berlalu dan saat ini Taeyeon sedang menuggu Jessica di ruang tamu Im Mansion. Jessica turun dari lantai 2 dengan pakaian casualnya yang modis, Taeyeon tersenyum melihat gadis itu.

“Ayo kita berangkat…” Ucapan Jessica terhenti saat telepon selularnya menampilkan sebuah panggilan.

“Hallo Tiff…ada apa?” Ucap Jessica setelah menerima panggilan itu.

“Aku ingin memberitahumu bahwa Yoong sekarang ada di rumah orangtuaku. Ia kini tengah tertidur lelap di kamar tamu Jess…Jadi kau tak usah khawatir, kembaranmu aman bersamaku.” Ucap Tiffany begitu tenang.

“Benarkah?Syukurlah…Tapi bagaimana kau bisa bersama dengan kakakku?”

“Well ceritanya cukup panjang Jess..akan kuceritakan besok…Night Jess…”

“Siapa yang tadi menelpon?” Ucap Taeyeon penasaran.

“Tiffany…ia memberi tahuku bahwa Yoong ada bersamanya. Sepertinya Yoong baru akan pulang besok karena ia akan menginap di rumah Tiffany.”

“Benarkah? Kau tidak mau menyusul Yoong ke rumah Tiffany?” Ucap Taeyeon yang sedikit cemburu mendengar bahwa malam ini Tiffany hanya akan berdua dengan Yoong mengingat kedua orangtua gadis itu yang masih berada di USA.

“Benar Taeng….Biarlah, aku percaya Tiff bisa menenangkan kakakku. Lagipula aku berharap Yoong bisa segera move on dari Jieun. Aku ingin ia bersama Tiff, gadis yang mencintainya sejak dulu.” Ucap Jessica mengajak Taeyeon kembali duduk di sofanya.

“Baiklah Sica..aku pulang ya, ini sudah begitu larut. Bye…” Saat Taeyeon akan beranjak pergi, gadis itu menariknya.

“Taeng…ini sudah terlalu larut, lagipula sudah tidak ada kendaraan umum yang beroperasi. Maukah kau menemaniku malam ini?” Ucap Jessica menunjukan puppy cute face-nya. Taeyeon terdiam sejenak, kemudian ia menganggukan kepalanya, pertanda ia setuju dengan permintaan gadis itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

– Pemakaman Umum Seoul, 24 Desember 2008-

“Yoong mengapa kau mengajakku kesini?” Ucap Tiffanny mengusapkan kedua tangannya di pagi hari yang begitu dingin, mengingat ini adalah musim dingin di Korea Selatan .

“Aku ingin kau menemaniku menemui Jieun, mau kan?” Ucap Yoong mengeluarkan senyuman sedihnya.

“Tapi kau harus berjanji sesuatu padaku!” Ucap Tiffany dengan senyuman bulan sabitnya.

“Apa?”

“Kau harus belajar move on Yoong….apa kau mau melakukannya? Aku akan membantumu.” Ucap Tiffany mengusap bahu namja itu perlahan. Beberapa menit Yoong terdiam mendengar permintaan sahabatnya itu.

“Baiklah… Jieun juga pasti takkan bahagia bila melihatku seperti ini terus. Temani aku bertemu dengannya Tiff..untuk memulai awal hidupku yang baru lagi..” Ucap Yoong tersenyum, menggenggap tangan gadis di sampingnya itu. Ia mulai merasakan kehangatan yang luar biasa dari tangan Tiffany, bagai magic yang bekerja pada tangannya. Setelah berjalan lebih kurang 15 menit akhirnya mereka sampai di sebuah makam yang begitu terawat. Di atas makam itu tersimpan foto seorang gadis yang sedang tersenyum hangat.

“Selamat pagi Jieun -ah….apa kau merasa kedinginan disana?” Ucap Yoong kembali meneteskan air matanya membuat Tiffany mempererat genggaman tangannya.

“Oh iya..aku membawa Tiffany bersamaku,hehe kau pasti senang karena ada orang lain yang menjengukmu selain aku. Jieun-ah..apa kau tahu bahwa hari ini adalah tepat 365 hari kita menjadi sepasang kekasih?” Ucap Yoong kemudian meletakkan karangan bunga lily putih di makam Jieun.

“Aku tahu bahwa kau sangat menyukai bunga ini, jadi aku bawakan ini…”

“Yoong..” Ucap Tiffany tak tahan lagi melihat namja disampingnya yang begitu terbawa dalam dunianya sendiri dengan kekasihnya yang sudah meninggal itu.

“Tunggu Tiff…biarkan aku begini sejenak..aku berjanji bahwa ini adalah yang terakhir. Bukankah aku telah berjanji padamu untuk move on?”

“JIeun-ah..Merry Christmas and I Love You…Goodbye My Love…Aku akan membuat hari-hariku lebih berguna..For You…” Namja itu kemudian mengecup foto di makam gadis itu dengan linangan air matanya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

-Hanyoung High School, 9 Maret 2009-

     Hari ini kegiatan di SMA Hanyoung berjalan seperti biasanya. Hanya saja hari ini begitu spesial untuk Taeyeon, karena hari ini ia kembali merayakan ulang tahunnya di kelilingi orang-orang yang ia sayangi. Pagi tadi, Jessica telah memberikan kejutan untuknya, sekarang ia sedang menunggu kejutan apa yang akan diberikan Tiffany padanya. Tiffany memintanya untuk menemuinya di gedung dekat ruang kesenian setelah pulang sekolah nanti. Ia berharap gadis yang dicintainya itu memberikan sesuatu yang spesial untuknya.

“Taengoo..mengapa kau diam saja dari tadi?” Ucap Jessica memecahkan lamunan Taeyeon.

“Ahahaaa tidak apa-apa kok. Aku hanya memikirkan sesuatu.”

“Care to tell?” Ucap Jessica kini duduk di sebelah namja itu.

“Tell you? Well it’s SECRET hehe!” ucap Taeyeon segera berlari dari hadapan gadis itu.

“YAH!!!! Tunggu kau..You’re so dead Kim Taeyeon!” Ucap Jessica yang kini berlari mengejar namja itu. Jessica mengejar Taeyeon hingga mereka mencapai kelas XI-C yang tak begitu jauh dari ruang kelas mereka, XI-A. Tiba-tiba Taeyeon berhenti berlari membuat Jessica menabrak tubuhnya. Jessica penasaran dengan apa yang dilihat Taeyeon sehingga ia menolehkan kepalanya ke samping. Dan ia tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Berbanding terbalik dengan Taeyeon yang mengepalkan kedua tangannya melihat pemandangan di depannya.

“Eheumph..!! ada apa ini?” Ucap Jessica mendekati 2 orang di hadapannya yang sedang berpelukan. Sementara Taeyeon hanya terdiam di sudut koridor, berharap 2 orang itu tak melihatnya.

“Ini hanya pelukan persahabatan Jess..kau jangan salah paham. Benarkan Yoong..?” Ucap Tiffany melepas pelukan namja di sampingnya. Yoong hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi pernyataan gadis di sampingnya.

“Benarkah?” Ucap Jessica menggoda sahabatnya itu.

“Haha..sudahlah Jess. Nanti wajahnya bisa meledak! Lihatlah, betapa merah wajahnya saat ini.” Ucap Yoong bergabung dengan Jessica, menggoda gadis itu.

“Yah!!! Kalian berdua…” Ucap Tiffany menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Haha maafkan aku Tiff..kami hanya bercanda. Seharusnya tadi kau lihat betapa pricelessnya ekspresimu tadi.” Ucap Jessica memeluk sahabatnya itu.

“Oh iya, ada apa kau kesini Jess?” ucap Yoong.

“Tadi aku mengejar…” Ucapan Jessica terhenti saat ia sadar bahwa Taeng sudah hilang tak tahu entah kemana.

“Ahh aku pergi dulu ya!” ucap Jessica meninggalkan Yoong dan Tiffany yang kebingunan dengan aksinya.

“Weird..apakah semua Im seperti itu?” Celetuk Tiffany yang membuat Yoong tertawa.

“Kurasa tidak..buktinya kau begitu hobi kan memeluk Im di sampingmu ini?” Ucap Yoong kembali memeluk Tiffany lalu berlari ke ruang kelasnya.

“Yah!!!kau…” Ucap Tiffany mengejar namja itu. Tak disadari oleh mereka, Taeyeon mengamati mereka di sudut koridor sehingga ia tak terlihat.

“Apa kau begitu mencintainya Fany-ah?” Apa aku harus melupakan ini semua?” Ucap Taeyeon dengan senyuman pahitnya.

=========================================================

=====================

Sore hehehe

ini ff terajin yg gw update hahaha padahal komennya selalu sedikit

gpplah yaaa hehehe

seseorang pernah bilang sama gw bahwa komen itu adalah bonus dari cerita yg gw kirimkan pada kalian ^_^

so i want start to believe it…

okee untuk yg nunggu ATP dan Secret Waltz… gw minta sabar yaaa

gw lagi banyak bgt kerjaan …

wish me luck deh supaya gw bisa tahan dengan banyaknya kerjaan ini ^_^

byebye

Iklan

44 pemikiran pada “LOVE ITSELF Chapter 11

  1. Comment sedikit tapi aku selalu comment lo kak ‘.’ ,okay kayak biasanya aku happy banget pas ada update ff ini ^^ apalagi banyak taengsic nya hehehe
    Maafkan aku yang selalu happy gegara taengsic :v
    Makin bagus aja ff ini,ditunggu RSL ya kak
    Bye~
    Fighting

  2. annyeong,,,,
    cie cie ff cnta brntai update lgi,,,,
    Aisshhh itu choi knpa msti ngol dngan niat jhat lgi,,,ap dia msih ngak trimah gr2 fany ptuskan hbngn mrka??slh sndri jd nmja player nya tngkat dewa,,,huufffttt tamat dech kisah cnta jieun,,,yoong yg sbr ayo move on ad fany yg sllu setia mnjga cnta nya bwat loe,,,,tp ksian jga taeng dsni,,hadeuhh taeng hrus move on jga tu,,buka hti nya bwat sica,,,,
    Ok siiip
    Next d tunggu cuy
    Ttap smngatttt
    Gomaomao,,,,

  3. Ah udah feeling tuh yg bawa mobil ngebut itu pasti orang suruhan choi yg tadinya mau nabrak yoong etapi malah jieun yg meninggal
    Poor taengoo sabar yaa, move aja bang. Ada sica tuh yg tulus mencintai si abang, kasian kalo dianggurin, pamali nganggurin cewe cantik begitu wkwk. Biarlah fany memilih yoong. Sabar ya akang tae, di ff ini kayanya kalian gabisa bersatu wkwkwk

  4. Jieun meniggal yaa hmm kasian tpi gpp lahh jadikan yoonfany bisa bersatu haha tae udh cukuplah kn masih ada jessie relain fany buat yoong aja sudah biar semua hidup bahagia haha

  5. Sbnrnya gw sedih jieun meninggal tp gw jg seneng bgt krn akhirnya yoonfany kembali dekat hahahaha #jieun maafin gw yg jahat hehehe :p
    Udh taeng mndgn m sica j

  6. Ya ampun kasihan yoong. Ditinggal jieun.
    Semoga tiffany bisa membuat yoong mencintainya.
    Dan semoga author bis menyadarkan taeng, bahwa tiffany hanya mencintai yoong. Hehe
    Berharap taengsic. Haha
    Ok thor, izin baca selanjutnya

  7. tuh pasti mobil suruhannya siwon, moga aja polisi cpt tangkap siwon
    sedih yoong kyk gitu, tp untungnya ada tiff yg slalu ksh yoong support, dn moga aja kdekatan yoonfany bs brubah dr sahahbt jd cinta hehehe
    udhlah taengo relain fanny sm yoong, km jg hrs bs move on
    ada jessie yg slalu ada bwt km

  8. udh yakin bngt kl yg nabrak iu itu suruhn siwon, moga aja kasusnya cpt trungkap
    ayo yoong km hrs bs move on, jgn sedih trus msh ada fanny yg slalu nemenin km dn ngasih cinta bwt km cieeee
    udh taeng jgn mikirin fanny trus, relain aja fanny bwt yoong
    kn ada jessie yg slalu ada bwt km, yakin aja.ntr psti taeng bneran cinta sm jessie

  9. Sdih bnget q bcanya pas bgian jieun mninggal smpai yoong 6 bln blom bsa mrlkan jieun mniggal.untung da tiffany yg sdaj mnyadarkn yoong.mngkin ja dngan prstiwa itu yoong sdar bhwa orng yg slalu dsampingnya tu tiffany.
    Taeyeon cmburu,mngkin taeyeon hrus mrlakn tiffany sma yoong krna tiffany bgitu bhgia jka di dkat yoong,dn taeyeon hrus sdar jga bhwa ada orng yg mncintainya jga yaitu jessica.

    • setujuu.. akhirnya ada juga yg ga cuma liat couplenya doang… menghayati ceritanya tanpa melihat couplenya itu royal family atau couple selingkuhan..
      yg penting itu pesan yg tersimpan dlm cerita itu kan?

  10. ehem juga deh liat yoonfany… tapi kenapa lagi oppa imut gue murung beud dan sedih liat yoonfany..
    udah sih abang taeng ama sica aja. ahaaay kekekek

  11. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  12. Sedih juga pas jieun kecelakaan…
    sampe meneteskan air mata…
    tp baguslah yoong udh mau move on..
    tae juga move on dong, kasian mbak sica kalo kayak gitu terus..

  13. Gw seneng liat yoonfany, tp gw kasian sama iu,
    Gw curiga pasti ini ulahnya siwon yg mw membunuh yoong, malah iu yg mati 😦

  14. yoong kasian banget ditinggal mati sama iu, sudahlah yoong move aja ke orang yang bener” sayang sama lo aja. tae juga yang sabar yaa, mungkin lo juga harus move on.

  15. taengsica masih adem ayem saja . gmana ya klo sica tahu taengnya suka sama fanny . perang dunia nih kayaknya . hikshikshiks ,, jieun gue ,, meninggal ,, yoong yg sabar ya ,, lihat lah disekitarmu ,, masi ada fanny yg cinta sama kmu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s