LOVE ITSELF Chapter 10

Chapter 10

1402072404509

Seoul, 14 February 2008

“Pagi Yoong….”

“Morning D..” Ucap namja itu seraya mengulaskan senyum manisnya.

“D? Mengapa kau mengapa kau memanggilku itu?”

“D for Darling…and you have to call me B for Baby hehe…Mau kan?” Ucap Yoong mengeluarkan ekspresi innocentnya.

“Tapi..itu terlalu menggelikan Yoong…” Ucap Jieun tak tahan mengeluarkan tawanya.

“That’s our nickname Jieun-ah…Setiap couple harus mempunyai itu.” Rengek namja itu dengan gaya anak kecilnya.

“Ok..ok..B. Kau puas?” Ucap Jieun pada namja yang kini memeluknya antusias.

“Haha…sangat suka. Thanks D…I love You.”

“Nado..” Jieun tak bisa mengucapkan 3 kata magic itu pada ‘kekasihnya’. Yoong yang tak sadar, selalu menganggap bahwa Jieun juga mencintainya.

“Baiklah…kita pergi sekarang D..!” Namja itu kini membawa Jieun masuk ke mobilnya.

‘Haha..Valentine ini sungguh menyenangkan. Kuharap kau selalu di sampingku..’ pinta Yoong dalam hatinya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Wooyoung..apa kita bisa berbicara sebentar?” ucap seorang gadis dengan lembut.

“Oh..baiklah. Apa kau ingin berbicara disini?”

“Tidak. Lebih baik kita bicara di taman saja. Kau mau?”

“Ok..lebih baik kita bicara pergi sekarang karena 20 menit lagi kelas dimulai.” Mereka berdua pun pergi menuju taman sekolah yang agak jauh dari ruang kelas mereka. Beberapa menit berlalu dan kini mereka telah sampai.

“Baiklah…ada apa?”

“Aku ingin meminta bantuanmu..Maukah kau membantuku menyelidiki Jieun?” Ucap gadis itu dengan tatapan memohonnya.

“Tapi untuk apa? Kurasa Jieun gadis yang baik…Apa ada yang salah dengannya.” Ucap Wooyoung penasaran dengan permintaan gadis itu.

“Karena..aku tak bisa mempercayainya.”

“Maksudmu?”

“Apa kau tahu bahwa gadis itu menyukai sahabatmu padahal ia telah menjadi kekasih kakakku?” Ucap Jessica dengan tatapan tajamnya yang membuat Wooyoung terdiam.

“Maafkan aku Jessica, tapi aku tak mau terlibat dalam urusan orang lain.”

“Meskipun kau tahu kebenarannya? Apa kau sadar ini akan menyakiti kakakku di akhir?”Untuk beberapa saat Wooyoung terdiam. Jessica benar, mungkin jika Jieun tidak benar-benar mencintai Yoong, namja itulah yang akan menjadi korban pada akhirnya. Tapi ia juga tak mau merusak kebahagian yang namja itu miliki sekarang.

“Baiklah…Tapi dengan satu syarat…”

“Apa?”

“Jika kita telah menemukan sesuatu yang membuktikan dugaanmu, tolong bicarakan semuanya dengan Jieun dan Yoong terlebih dahulu. Jangan hanya kau perlihatkan langsung pada kakakmu.” Ucap Wooyoung tegas.

“Baiklah…aku setuju.” Ucap Jessica tersenyum manis pada Wooyoung.

‘Ahh pantas saja Dong Wook dan ratusan namja lain menyukainya. Meskipun menyeramkan, tapi gadis ini memiliki aura manis dan hangat yang menarik perhatian. Haha kau beruntung Taeng karena gadis ini menyukaimu. Kuharap kau bisa move on dari Tiffany jika ia tetap mencintai Yoong.’ Ucap Wooyoung dalam hatinya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Happy Valentine Fany-ah..” ucap namja itu seraya memeluk gadis yang ada di sampingnya. Kini mereka sedang menghabiskan waktu istirahat mereka di taman sekolah karena Taeyeon memaksa gadis itu untuk menemaninya.

“Ahh..jadi kau ingat hari ini hari apa?” ucap Tiffany dengan senyuman manisnya.

“Tentu…dan aku ingin merayakannya denganmu…Mau kan? Sebagai pengganti valentine sebelumnya yang tak bisa kurayakan dengan sahabatku.” Ucap Taeyeon memelas dengan senyuman 1000 wattnya.

“Haha..baiklah. Apa acara kita hari ini?”

“Oh itu..tentu saja rahasia..” Ucap Taeyeon melepaskan pelukannya.

“Rahasia?haha kau seperti kekasihku saja sampai harus merahasiakan agenda kita untuk valentine hari ini.” Ucap Tifffany mencubit pipi Taeyeon.

‘Kuharap itu bisa menjadi kenyataan Fany-ah..’ pinta Taeyeon dalam hatinya.

“Hehe kalau benar aku menjadi kekasihmu bagaimana?” Ucap Taeyeon iseng berharap Tiffany menjawabnya.

“Euhm…maka aku akan menjadi gadis yang beruntung karena bisa menjadi kekasih namja cute yang Danshin ini.” Ucap Tiffany kembali mencubit pipi Taeyeon.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu di sudut lain SMA Hanyoung….

“Jessica..maukah kau menerima cake ini?” Ucap seorang namja dengan senyuman khasnya yang penuh perhatian pada gadis di hadapannya.

“Oh..tapi apa maksud dari cake ini?”

“Aku hanya ingin memberikan cake ini pada orang yang kusayangi. Kuharap kau menerimanya.” Ucap namja itu kini menundukkan kepalanya dan menyodorkan cake tersebut ke hadapan Jessica.

“Tapi kau tahu kan…aku tak bisa membalas perasaanmu. Tolong jangan buat ini sulit untukku juga. Aku selalu merasa bersalah jika kau begini, kau terlalu baik untukku. Aku tak pantas menerima namja sepertimu.” Ucap Jessica dengan nada lembutnya.

“Tapi kau yang kuinginkan Jess, kau yang terbaik untukku.Tak bisakah kau memberiku kesempatan itu Jess?” Ucap namja itu dengan muka yang menunjukkan lukanya mendengar ucapan Jessica tadi .

“Aku tak bisa…karena hatiku..” Jessica kini menitikkan air matanya.

“Maksudmu?”

“Aku mencintai seseorang.”

“Apakah itu Taeyeon?” Ucap namja itu berharap Jessica tak meyakinkan pikirannya selama ini.

“Iya..ia adalah.. Taeyeon.” Seketika namja itu terdiam mendengar pengakuan gadis dihadapannya. Hatinya kembali pecah berkeping-keping seperti dulu, saat gadis itu menolak menjadi kekasihnya. Tiba-tiba namja itu melakukan sesuatu yang membuat Jessica terkejut.

“I love you… always….” Ucap namja itu seraya memeluk gadis di hadapannya itu.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Yoong…kita ada dimana sekarang?” Ucap seorang gadis yang tengah berjalan menyusuri sebuah jalan yang tak begitu ramai. Sayang sekali gadis itu tak bisa melihat indahnya pantai di Incheon. Yoong menuntun gadis yang matanya ditutup oleh blind fold itu. Setelah menempuh perjalanan 15 menit akhirnya mereka sampai.

“Kau bisa membuka matamu sekarang Princess…” Yoong kemudian melepaskan penutup mata yang sejak 1 jam lalu kekasihnya gunakan. Ia tak mau kejutannya terbongkar.

“Wow….ini indah sekali Yoong…melihat matahari terbenam sungguh pemandangan yang luar biasa!” Ucap Jieun antusias karena ini pertama kalinya Jieun menikmati pemandangan seperti ini apalagi bersama namja yang berstatus sebagai kekasihnya.

“Keindahan sang surya takkan bisa menandingi indahnya dirimu dimataku Lee Jieun .” Ucap Yoong membawa tangan Jieun mendekap kedua pipinya. Jieun bisa merasakan kehangatan di pipi Yoong di tengah dinginnya angin sore ini. Tanpa disadari Jieun tersenyum melihat begitu sayangnya namja dihadapannya itu terhadap dirinya. Tapi ia masih yakin bahwa tempat Taeng di hatinya takkan terganti.

‘No Jieun… ini hanya sementara.Yang harus kau lakukan hanyalah pacari kakak gadis menyebalkan itu, buat gadis itu kesal dan patahkan hati namja ini. Maka Jessica akan mendapat pembalasan darimu dan kau akan memiliki Taeng seutuhnya.’ Ucap Jieun dalam hatinya tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Jessica nanti jika rencananya ini sukses.

“Thanks..Yoong-ah..” Ucap Jieun melepas kedua tangannya dari wajah Yoong.

“Sama-sama. We’re couple now and couple must do something on this valentine days.” Ucap Yoong menarik Jieun berlari menuju ombak. Selama beberapa menit mereka terbawa suasana, bermain menikmati deburan ombak yang menyapu kaki mereka.

“D..sepertinya ponselku berbunyi aku angkat dulu ya..” Ucap Yoong kini pergi ke tempat yang agak sepi. Jieun hanya mengangguk menjawab Yoong yang pergi meninggalkannya menikmati indahnya pantai ini.

“Hallo..apakah semuanya sudah siap?” Ucap Yoong pada seseorang di teleponnya.

“Tentu saja Tuan Im…Kami menelpon karena ingin memberitahukan bahwa semua yang anda pesan sudah siap. Ready to serve..”

“Terima kasih…Kami akan tiba disana kira-kira 30 menit lagi. Mohon bantuannya ya..”

“Jieun -ah..aku masih punya sesuatu untukmu…” Ucap Yoong yang kini telah kembali menemani kekasihnya menggambar nama mereka berdua di pasir pantai.

“Oh kau sudah kembali. Apa itu Yoong?” Jieun beranjak menatap ‘kekasihnya itu’ dengan tatapan penasarannya yang membuat Yoong mencubit hidungnya.

“Haha..itu rahasia D..lebih baik kau kenakan lagi blind fold itu lagi. Jika kau berani mengintip maka aku akan menghilang seketika darimu.” Ucap Yoong tertawa melihat Jieun yang mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan namja di hadapannya dengan muka innocentnya.

“Baiklah…Tapi jika kejutan ini tidak bisa membuatku terpukau, maka kau harus membelikan gadismu ini koleksi majalah sciencenya yang terbaru.” Ucap Jieun dengan senyuman jahilnya membuat Yoong merasa tertantang.

“Arraseo..jika aku berhasil bagaimana? Apa kau akan memberiku sesuatu?”

“Heumph…aku akan memberikan hadiah spesial.” Ucap Jieun dengan senyum misterIusnya.

Mereka pun kembali berjalan menuju mobil Yoong yang diparkir tak begitu jauh dari pantai. 30 menit berlalu, kini Yoong kembali menggiring kekasihnya menuju tempat yang begitu istimewa baginya. Di sepanjang perjalanan Jieun hanya terdiam menikmati hembusan angin dan kehangatan yang disediakan namja disampingnya yang selalu membimbing setiap langkahnya dengan lembut. Jieun bagaikan diamond yang tak boleh terkena gesekan apapun. Ia mulai merasa terlindungi dengan tingkah namja itu.

“Jieun ..open your eyes…” Yoong meminta kekasihnya itu dengan gentle. Jieun membuka matanya dan terdiam seketika melihat pemandangan di hadapannya. Di dermaga ini terlihat sebuah meja yang dihias begitu indahnya. Tak lupa lilin-lilin kecil di sepanjang jalan menuju meja spesial tersebut.

“Mari…kita nikmati malam ini bersama.” Ucap Yoong seraya menggenggam gadisnya menuju meja spesial mereka.

“Yoong..apa kau yang menyiapkan semua ini? Sejak kapan?” Ucap Jieun dengan raut penuh kekaguman dengan keadaan sekelilingnya itu. Bagaimana tidak, di sepanjang jalan ia bisa melihat note-note puitis yang selama ini selalu ia terima dari orang yang tak dikenal. Selain itu ditempel pula foto-foto dirinya yang tak sadar dengan kamera yang selalu men-capture dirinya.

“Kita sudah sampai…Dan aku akan menjawabnya setelah kita makan malam dulu ya.” Ucap Yoong dengan tawa anak kecilnya.

“Baiklah..”Ucap Jieun tersenyum pada Yoong yang sedang menelpon seseorang. Beberapa menit berlalu dan kini datanglah 2 orang berpakaian begitu rapih dengan tuksedo mereka. Mereka berdua mendorong sesuatu yang cukup besar.

“Selamat malam Nona Lee dan Tuan Im…Menu spesial kami hari ini adalah spagheti amour marinara dan..” Pria itu menjelaskan lebih lanjut mengenai menu yang akan disantap oleh Yoong dan Jieun. Mereka berdua begitu serIus mendengarkan penjelasan pramusaji itu. Setelah selesai, pria satu lagi mulai mengeluarkan sesuatu dari kotak besar tersebut. Ia mulai mengecek biolanya dan mulai memainkan lagu-lagu favorit Jieun dan Yoong sedangkan pasangan di hadapan pemain biola tersebut menikmati alunan musik yang begitu menyentuh hati dan makanan yang begitu lezat. Well thanks to Im Yoong.

“Baiklah…sekarang waktunya aku tampil.” Ujar Yoong beranjak dari kursinya berlari menuju kotak besar tersebut. Yoong kembali ke hadapan gadis pujaannya membawa gitar yang dikalungkan di badannya.

“Selamat malam Nona Lee…malam ini aku akan menyanyikan lagu yang menunjukkan perasaanku. Semoga kau menikmatinya” Ucap Yoong yang kemudian mulai menyanyikan Nothing Better dari Jung Yeop BES. Selama penampilannya, Yoong selalu berusaha menatap gadis yang dicintainya itu. Jieun pun tak bisa menahan tatapan lelaki di hadapannya yang begitu meluluhkan hatinya. Ia merasa bagai seorang ratu yang begitu dimanjakan oleh rajanya, Yoong. Jieun tak berhenti mengeluarkan senyum lembut dan bahagianya selama penampilan Yoong.

“Nothing better…nothing better..than you…” Lagu itu pun selesai dan kini Jieun beranjak dari kursinya menghampiri Yoong yang masih tersenyum padanya.

“Terima kasih Yoong..ini valentine terindah bagiku..aku tak tahu harus membalasnya dengan apa…” ucap Jieun menatap namja itu dengan sungguh-sungguh.

“Anything for you my love…you don’t have to do anything. Just stay by my side and loving me is enough.” Ucap Yoong membawa tangan Jieun merasakan detak jantungnya.

“Kau mendengar detak jantungku? It’s just beat for you…Please be carefull with my heart Jieun-ah..” Ucap Yoong berharap gadis di hadapannya itu melihat kesungguhan hatinya.

“Sekali lagi…terima kasih Yoong. Kau tak perlu menunjukkan, karena aku percaya padamu. Aku akan berusaha menjaga hatimu Yoong…”

‘Maafkan aku Yoong, kau sungguh namja yang baik dan luar biasa, tapi Taeyeon…’ ucap Jieun dalam hatinya.

“saranghae eonjenna…” Ucap Yoong kini menarik Jieun dalam pelukannya. Sementara Jieun hanya terdiam dengan dilema yang baru dihadapinya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Seoul, 27 Maret 2008

       Hari ini adalah keberangkatan Jessica ke Warsawa, Polandia. Rencananya ia akan berangkat bersama team olimpiade Korea Selatan dan Taeyeon. Setelah membujuk ketua team olimpiadenya selama 2 minggu akhirnya Jessica diperbolehkan membawa Taeyeon sebagai orang terdekat yang akan membantunya di selama di Warsawa.

     Taeyeon sangat senang dengan berita ini, akhirnya ia bisa bergabung dengan calon orang-orang genIus seperti Jessica, apalagi ini kali pertamanya berkunjung ke luar negeri. Maka dari itu Jessica membantu menyiapkan segala sesuatu untuknya. Taeyeon sungguh berterima kasih dalam hal ini pada Jessica, apalagi pada ulang tahunnya 9 Maret kemarin, Jessica memberinya jaket dan backpacker yang sudah lama ia inginkan.

Flashback

Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-17 karena Taeyeon, Tiffany, Yoong dan Jessica lahir pada tahun yang sama yaitu 1992. Sedangkan menurut perhitungan tahun masehi ini adalah ulang tahunnya ke-16 tahun. Meskipun ia tahu bahwa hari ini ulang tahunnya, tapi ia tak pernah berharap ada yang merayakannya. Karena bagi Taeyeon, kehidupan ini adalah anugerah terindah baginya, apalagi bisa mendapatkan keluarga yang begitu supportif terhadapnya, teman dan sahabat yang begitu baiknya padanya walaupun jika dilihat dari tingkat kekayaaan dan status sosial Taeyeon masih tertinggal dari mereka meski kini ekonomi keluarganya sudah membaik sejak kepindahan mereka ke Andong beberapa tahun yang lalu.

“ Happy Birthday Taengoo…” Ucap Jessica memeluk Taeyeon pagi ini, ini adalah kedua kalinya gadis itu mengucapkan ucapan selamat untuknya. Sebelumnya pada jam 12 malam kemarin gadis itu telah menelponnya mengucapkan selamat malam. Begitupun dengan IU yang membawa donat cake padanya tepat pukul 00.00 waktu SKT dengan keluarganya. Taeyeon sungguh terkejut dan bahagia dengan semua ini.

“Terima kasih Sica…kau begitu baik padaku..”Ucap namja yang kini kembali memeluk Jessica dengan eratnya.

“Hehe…you’re welcome Taeng… tapi bisakah kau menemaniku pergi ke kawasan Gangnam malam ini? Ada sesuatu yang harus kubeli dan butuh seseorang untuk menemaniku.” Ucap Jessica membisikkannya pada Taeyeon yang kini melepaskan pelukannya.

“Memang apa yang perlu kau beli?”

“Haha..hanya sesuatu untuk keberangkatanku ke Polandia nanti…Mau ya?” Ucap Jessica menunjukkan ekspressi seperti anak anjing yang cute.

“Heumph… malam ini aku ada dinnner bersama Keluarga Lee. Bagaimana jika pulang sekolah saja. Kebetulan hari ini kegiatan di Klub Pecinta Alam diliburkan.” Ucap Taeyeon yang membuat Jessica berpikir untuk sesaat.

“Baik kalau begitu pulang sekolah nanti kita langsung berangkat ya!” Ucap Jessica yang kemudian pergi meninggalkannya keluar kelas.

‘Sepertinya aku harus memberi tahu Butler Kang tentang perubahan rencana ini..’ ucap Jessica dalam hatinya. Gadis itu kemudian segera menghubungi Butler kepercayaannya itu.

“Paman..ada perubahan rencana. Bisakah kita majukan pada pukul 16.oo?”

“Oh baiklah Nona Jessica itu bisa diatur…anda tidak perlu khawatir.” Ucap pria yang sudah Jessica anggap seperti keluarganya.

“Terima kasih Paman…Aku mengandalkanmu..Baiklah semoga sukses dengan persiapannya ya..Bye” Ucap Jessica menutup teleponnya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu pagi ini juga Tiffany sibuk membuat sesuatu untuk Taeyeon. Ia sengaja belum mengucapkan apapun pada namja itu. Rencananya ia akan memberikan hadiahnya untuk Taeyeon jam makan siang nanti dan Taeyeon telah menyetujuinya.

“Kau sedang apa Tiff?” Ucap Yoong yang baru sampai di kelas mereka.

“Ini adalah kado untuk Taeyeon…Hari ini ia berulang tahun Yoong. Kau tak tahu itu?”

“Haha…tentu saja aku tahu. Aku dan Jieun juga sudah menyiapkan sesuatu untuk si Prince Danshin itu.” Ucap Yoong tertawa mengingat begitu semangat kekasihnya itu menyiapkan hadiah untuk sahabatnya. Tiffany tersenyum pahit mendengar namja itu menyebutkan nama Jieun.

“Apa itu Tiff?” Ucap Yoong menunjuk 3 lembar kertas yang hiasannya begitu indah itu.

“Oh ini adalah hadiahku untuk Taeyeon… ini adalah kupon permintaan. Aku akan mengabulkan semua permintaannya jika ia memintanya menggunakan kupon ini. Tapi ia hanya mempunyai 3 kesempatan.” Ungkap Tiffany tersenyum membayangkan betapa bahagianya Taeyeon dengan hadiahnya itu.

“Jika ia memintamu menjadi pacarnya bagaimana?” tiba-tiba perkataan itu meluncur dari mulut Yoong.

“Haha..itu tak mungkin Yoong…Taeyeon tak mungkin mempunyai romantic feeling padaku. Apalagi ia sudah mempunyai Jessica disampingnya.” Ucap Tiffany

‘Kau sungguh tak peka Tiff….sampai sekarang kau masih belum menyadari love gesture dan perasaan cinta yang Taeyeon tunjukkan padamu? Bersabarlah Taeng…Jika aku ada di posisimu, mungkin aku sudah gila menghadapi gadis seperti Tiff…’ Pikir Yoong menatap gadis cantik di hadapannya itu.

“Segala sesuatunya mungkin Tiff..Bisa saja mereka putus kan?” Ucap Yoong sengaja memancing informasi dari sahabatnya itu.

“Tapi itu mustahil bagiku Yoong…” Ucap Tiffany menatap namja di hadapannya itu dengan tatapan yang begitu dalam dan terluka.

“Siapa lelaki beruntung itu Tiff? Kau harus mengenalkannya padaku terlebih dahulu sehingga aku bisa memastikan apa ia baik atau tidak untukmu.” Ucap Yoong begitu serIus.

‘It’s you.. Yoong. The person who stole my heart secretly…’ ucap Tiffany dalam hatinya.

“Suatu hari kau akan tahu…karena orang itu begitu dekat denganku…” Ucap Tiffany dengan senyumnya yang menunjukkan luka hatinya.

Istirahat ke-2 telah dimulai dan disinilah Taeyeon menunggu sahabatnya yang memintanya untuk bertemu di taman sekolah. Setelah menunggu beberapa menit, gadis itu datang juga. Senyum semangat dan nervous bisa terlihat dari wajah gadis itu. Taeyeon segera menghampirinya dan berkata..

“Ada apa Fany-ah?”

“Tae…Happy Birthday..maafkan aku yang baru mengucapkannya sekarang, tapi aku sengaja…karena aku ingin memberikanmu ini.” Ucap Tiffany seraya memberikan 3 kupon permintaannya.

“Apa ini Fany-ah?” Ucap Taeyeon menatap 3 kupon di tangannya.

“Ini adalah hadiah dariku. Kau bisa menggunakannya kapanpun kau mau. Kau mempunyai kesempatan untuk memintaku mengabulkan permintaanmu selama 3 kali Tae…” Ucap Tiffany tertawa lembut melihat kilau gemilang di mata Taeyeon menatap 3 kupon itu.

“Apakah ada syarat lainnya Fany-ah?”

“Selama permintaanmu itu tidak aneh, maka aku akan berusaha mengabulkannya hehe.” Kini Tiffany menunjukkan eye smilingnya pada Taeyeon yang begitu terpesona dengan indahnya senyuman gadis itu.

‘Akan kupergunakan dengan baik Fany-ah…’

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Taengoo..come on!” Ucap Jessica menarik namja di sampingnya menuju tempat yang mereka tuju. Setelah 15 menit berjalan, akhirnya mereka sampai di sebuah penthouse yang berada di lantai 50. Kini Jessica membawanya memasuki sebuah ruangan.

“Mengapa kita ada disini Sica?”

“Untuk membeli sesuatu…yang penting.” Jawab gadis itu dengan senyuman misterIusnya. Taeyeon pun memilih untuk duduk terlebih dahulu sementara Jessica menelpon seseorang di ujung ruangan.

“ Paman…sekarang waktunya. Pastikan semuanya berjalan lancar ya…Semangat…”

“Baik nona Im…siapkan dirimu hehe” canda butler Kang.

5 menit kemudian datanglah 2 orang mengirimkan 2 dus besar dan 1 kotak sedang. Mereka menyimpan barang-barang tersebut di dekat Taeyeon. Kemudian Jessica menghampiri Taeyeon dengan senyuman manisnya.

“Kau tak ingin membuka kotak itu Taengoo?”

“Huh? Tapi itu punyamu?”

“Memang…tapi aku ingin kau yang membukanya….Open it..” Ucap Jessica memohon pada Taeyeon yang bingung dengan gadis di hadapannya itu. Taeyeon pun memutuskan untuk membuka kotak terkecil diantara ketiga box itu. Saat ia membukanya, ia melihat Cake Jelly Gummy Bear berbentuk huruf T dengan hiasan-hiasan kecil di sampingnya.

“Gomawo Sica…ini sungguh luar biasa..” Ucap Taeyeon kaget sekaligus antusias melihat kejutan yang telah disiapkan sahabatnya itu. Jessica kemudian membawa korek api dan menyalakan lilin di cake itu.

“Make a wish Taeng..” Ucap Jessica dengan senyuman hangatnya.

‘Aku ingin selalu berada di samping orang yang benar-benar mencintaiku..Semoga Jessica sukses di olimpiadenya nanti, semoga kehidupan akademisku menjadi lebih baik dari sebelumnya dan biarkan Tiffany melihat cintaku Tuhan….’ pinta Taeyeon dalam doanya.

End Of Flashback

Sementara itu Taeyeon tersenyum melihat 3 kupon yang kini selalu dipegangnya. Ya kalian benar, kupon itu adalah hadiah dari Tiffany. 3 kupon itu selalu ia bawa kemana-mana mengingat itu adalah kupon yang bisa mengabulkan semua keinginannya dari Tiffany. Ia tak berencana untuk menggunakannya dalam waktu dekat ini karena ia masih harus berkonsentrasi membantu Jessica dalam olimpiadenya. 30 menit lagi pesawat mereka akan segera berangkat dan sekarang Jessica sedang membeli Ice Coffe favoritnya. Beberapa menit kemudian Jessica kembali dengan 2 cup Ice Coffe dan beberapa pastry serta 2 box jajangmyun.

“Wah Sica.. apa kau begitu kelaparan hari ini hingga kau membeli ini semua?” canda Taeyeon sambil membantu Jessica mengambil belanjaannya.

“Haha..Funny Taeng…” Ucap Jessica mengeluarkan ice effectnya seraya memberikan minuman dan jajangmyunnya pada Taeyeon.

“Untukku..wah terima kasih…” Ucap Taeyeon dengan mata penuh excitement melihat makanan di hadapannya sekarang.

“Makanlah…mungkin perjalanan ini akan cukup lama, maka dari itu kau harus mengisi energimu dulu…begitu pula aku.” Ucap Jessica dengan senyuman lembutnya kemudian memakan jajangmyun di hadapannya begitu lahap mengingat kesukaannya pada mie.

Kini waktunya mereka untuk masuk ke pesawat dan take off. Setelah menempuh perjalanan 9 jam, akhirnya mereka tiba di bandara internasional Polandia bersama team olimpiade Korea Selatan lainnya. 30 menit berlalu, kini mereka telah sampai di salah satu hotel bintang 5 di Warsawa. Pembina pun mulai mengumumkan pembagian kamar untuk teamnya.

“Jessica…karena kau adalah perempuan satu-satunya di team ini maka kau akan sekamar dengan partner yang kau bawa.”

“Tapi songsaenim..tak bisakah aku memesan kamar sendiri?” Ucap Jessica berusaha menolaknya.

“Maafkan aku Jessica, tapi ini adalah ketentuan yang tak bisa dIubah…arraso?”

“Heumph…baiklah.” Ucap Jessica menundukkan wajahnya.

‘Semoga Taengoo mengerti…’ Pikir Jessica.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

“Yoong kau harus menepati janjimu…” Ucap Tiffany dengan cute-nya.

“Tapi Tiff…aku bisa mati kebosanan menonton konser itu..walaupun kau ada di sampingku….” Yoong menjawabnya dengan muka horornya.

“Takkan…kujamin kau akan ketagihan..yayayyaya..please?” Tiffany kini mengeluarkan aegyonya.

“Tapi aku ada janji dengan Jieun pada hari itu Tiff…”

“Tapi kau lebih dulu berjanji padaku Yoong…”Tiffany kini berpura-pura menitikkan air matanya.

“Arraso…aku akan ikut. Tapi jangan membangunkanku bila aku tertidur nanti ya..” Ucap Yoong berusaha menghapus air mata Tiffany yang tersenyum penuh kemenangan dalam hatinya.

‘Ini adalah kesempatanmu Tiffany…kau harus bisa membuat Yoong menyadari kehadiranmu dalam hatinya.’ Ucap Tiffany dalam hatinya.

“Good… kalau begitu 2 hari lagi kutunggu 2 tiket konsernya ya..” Ucap Tiffany mengedipkan salah satu matanya pada namja yang terlihat bad mood itu.

“Arraso…tapi kau harus berbicara pada Jieun terlebih dahulu mengenai ini. Aku tak mau ia salah paham nantinya.”

“Tenanglah…pasti aku akan berbicara padanya dan ia pasti mengerti” ucap Tiffany mengulaskan eye smilenya yang membuat Yoong akhirnya tersenyum juga.

“Sepertinya kau harus berterima kasih pada Tuhan…”

“Kenapa?”

“Karena ia telah memberimu eye smile yang mempesona itu..” Ucap namja itu dengan serIusnya.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

Sementara itu di Warsawa…..

“Apa? Kau harus tidur sekamar denganku? Tapi aku namja…” Ucap Taeyeon .

“Maafkan aku Taengoo..tapi ini adalah kebijakan team ini apalagi aku adalah satu-satunya wanita dalam team ini. Lebih baik sekarang kita lihat dulu kamarnya bagaimana. Jika tidak memungkinkan aku bisa memesan kamar lain untukmu.” Ucap Jessica membawa Taeyeon menuju kamar hotel mereka. Beberapa menit kemudian mereka tiba dan Jessica membuka kunci kamar itu. Saat ia melihat ke dalam, ia hanya melihat 1 ranjang Queen Size, 2 sofa besar, dapur mini beserta 1 kamar mandi dan fasilitas lain yang disediakan oleh hotel bintang 5 lainnya.

“Baiklah…kurasa kita harus memesan kamar lagi. Kau tunggu ya…” Saat Jessica akan keluar dari ruangan itu, tiba-tiba Taeyeon menahannya.

“Biarlah…kurasa dengan ruangan seperti ini aku bisa tidur di sofa atau berbaring di karpet lantai yang nyaman ini.” Ucap namja itu kemudian mencoba berbaring di karpet samping ranjang mereka.

“Tapi Taeng…kau tidak seharusnya..” ucapan gadis itu terpotong ketika Taeyeon menariknya untuk berbaring di sampingnya.

“Ini cukup nyaman kan?” ucap Taeyeon menatap gadis itu yang mendapat anggukan dari Jessica setelah beberapa detik terdiam.

“Ok..jadi kau tak usah memesan kamar lagi ya…” Ucap Taeyeon mengeluarkan gaya bicara imutnya.

“Hahaaa,,,kau begitu cute dengan aegyomu Taeng…Baiklah kalau begitu. Kau akan tidur di kasur dan aku di sofa.” Ucap Jessica mengeluarkan senyuman lembutnya.

“Tidak…Kau harus di kasur dan aku di sofa. Ini adalah momentmu Jessica…Kau akan menghadapi lawan dari seluruh dunia, maka dari itu kau harus tidur dengan baik. Kumohon…”

“Baiklah…kurasa kau benar…Lebih baik sekarang kita tidur. Aku akan mandi dulu, setelah itu kau. Lalu kita tidur karena besok masih kegiatan yang menunggu..” Ucap Jessica dengan tawa kecilnya yang lembut.

15 menit berlalu dan Jessica masih belum keluar dari kamar mandi. Taeyeon pun tertidur di sofa dan terbangun 15 menit kemudian saat ia merasakan adanya sentuhan di wajahnya. Saat ia membuka mata, ia menemui Jessica yang masih memakai bathrobe serta rambutnya yang masih dibalut handuk kecil. Baru kali ini Taeyeon melihat Jessica seperti ini dan harus ia akui kecantikan Jessica memang alami serta luar biasa. Untuk sesaat mereka berdua hanya bertukar pandang hingga Jessica mengakhiri ini semua.

“Eheump..Sebaiknya kau segera mandi Taeng…aku telah menyalakan hot bathtub untukmu.” Ucap Jessica segera menarik tangannya dari wajah Taeyeon.

“Oh..baiklah. Thanks Sica..” kemudian Taeyeon bergegas mandi.

15 menit berlalu dan Taeyeon telah keluar dari kamar mandi dengan setelan baju tidurnya. Ia melihat Jessica yang masih memakai night robe-nya sedang memakai beberapa produk kecantikan yang biasa wanita gunakan sebelum tidur. Dari kejauhan ia mengamati setiap gerak-gerik Jessica.

‘Kau luar biasa…andai saja kau datang lebih dulu dari Tiffany, mungkin aku…’ pikiran Taeyeon terhenti saat Jessica memanggilnya.

“Apa kau hanya akan berdiri dan memandangiku dari belakang saja Taeng?” Ucap Jessica kemudian membuka night robe-nya.

“Haha..aku..aku..hanya senang melihatmu ketika sedang merawat tubuhmu. Aku juga ingin mencobanya..” ucap Taeyeon memerah wajahnya ketika melihat Jessica dengan setelan baju tidurnya yang sederhana tapi begitu seksi baginya. Ia kini menundukkan wajahnya berharap gadis itu tak menggoda wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus itu.

“Oh benarkah? Atau karena kau ingin..” Ucap gadis itu terpotong saat Taeyeon memeluknya dan menggendong gadis itu menuju kasur. Kemudian Taeyeon membaringkan Jessica dan mengucapkan selamat malamnya. Lalu ia segera mengambil selimut cadangan yang telah disediakan Jessica tadi. Ia segera berbaring di sofa yang begitu dekat dengan kasur Jessica.

“ Sleep Tight Sica…Have a nice dream..” Ucap Taeyeon yang mencoba tertidur. Jessica yang mendengarnya kemudian tersenyum dan beberapa menit kemudian keduanya memasuki dunia mimpi mereka masing-masing.

-5 jam kemudian-

Waktu telah menunjukan pukul 03.30 waktu Warsawa dan Jessica terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekitar dan tersenyum melihat Taeyeon yang tidur begitu tenang seperti bayi. Saat ia kembali ke kasurnya, tiba-tiba ia melihat Taeyeon bangun dari sofa dan berjalan ke kasurnya. Kemudian namja itu naik ke kasurnya dan memeluknya dengan mata tertutup. Jessica hanya terdiam ketika Taeyeon memeluknya, perasaan takut, senang dan kaget menghinggapinya saat ini.

“Kumohon..Kumohon..cintailah aku..aku mencintaimu…” Ucap Taeyeon dalam tidurnya.

“Aku juga mencintaimu Kim Taeyeon…” ucap Jessica tersenyum kemudian kembali memeluk namja di sampingnya.

Pagi pun datang, kini Taeyeon terbangun mencIum aroma sarapan yang begitu menggoda lidahnya. Saat ia membuka mata dan melihat keadaan di sampingnya, ia sadar bahwa ia berada di karpet dekat kasur Jessica.

“Ahh sepertinya aku terjatuh…Ouch…” ucap Taeyeon mengusap lengannya yang terasa sakit.

“Pagi Taeng….bagaimana tidurmu?”

“Oh hai Sica…sepertinya tidurku terlalu nyenyak hingga aku tak sadar terjatuh dari sofa hehe…Apa kau yang menyiapkan sarapan itu?”

“Hehe..bukan. Tadi aku memesan room service untuk kita berdua. Lebih baik kau segera mandi dan kita sarapan setelah itu.” Ucap Jessica melemparkan handuk pada Taeyeon.

Seperti biasa, tak butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk membersihkan badannya. Kini ia sudah terlihat begitu tampan dengan setelan blazer abu dan celana jeansnya. Jessica tersenyum melihat kedatangan Taeyeon. Mereka berdua pun segera menyantap sarapan mereka untuk memulai aktivitas hari pertama Jessica di Polandia.

+++++++++++ LOVE ITSELF +++++++++++

2 hari telah berlalu sejak kepergian Jessica dan Taeyeon. Selama 2 hari itu pula Yoong mencari tiket konser pianis favorit Tiffany dengan susah payah mengingat keinginan sahabatnya yang mendadak itu. Akhirnya setelah browsing dan mengunjungi beberapa tempat, Yoong mendapatkan tiket itu. Ia juga harus mengorbankan waktu 2 harinya tidak bertemu dengan Jieun karena kekasihnya itu yang mengizinkan dan memaksa Yoong untuk menepati janjinya pada Tiffany.

“Sayang…aku sudah mendapatkan tiketnya. Besok malam aku dan Tiffany akan pergi ke Jung-gu, tempat konser itu digelar. Tak apa kan?”

“I’ts ok Yoong… aku juga masih ada projek dengan Song Hye. Lebih baik kau menepati janjimu…” Ucap Jieun begitu tenangnya menjawab ‘kekasihnya’ yang begitu khawatir tentangnya.

“Baiklah..karena kau yang memintanya, aku akan seberusaha mungkin untuk menepati janjiku dengan baik. Kau sekarang ada dimana?” Ucap Yoong. Ia tahu bahwa saat ini gadisnya sedang mengadakan proyek bersama Science Klub ke Busan untuk meneliti keadaan alam di sana.

“Aku sekarang sedang istirahat di hotel. Hari ini Professor Min begitu bersemangat sehingga kegiatan penelitian kami berakhir pukul 19.00 untuk hari ini.”

“Wah..kau pasti lelah ya D…maka dari itu, kau tak boleh lupa sarapan dan makan siangmu. Agar badanmu selalu fit..hehe apa aku perlu menyusulmu?” Ucap Yoong dengan tawa kecilnya.

“Baiklah B..aku takkan menunda sarapan dan makan siangku seperti biasanya. Lagipula di teamku ini orang-orangnya hobi berwisata kuliner sehingga aku selalu dipaksa makan oleh mereka.” Ucap Jieun dengan rengekan anak kecilnya.

“Itu bagus…sepertinya aku harus berterimakasih pada mereka. B..lebih baik kau istirahat ya.. Good Night and dream of me…Saranghae..”

“Malam Yoong…Nado” Ucap Jieun memutus sambungan telepon mereka.

-Keesokan Harinya-

“Tiff kau sudah siap? 1 jam lagi aku menjemputmu kau harus sudah siap ok?”

“Arraso Yoong..apa kau akan menjemputku dengan motormu?”

“Ada apa memang?”

“Aku memakai dress malam ini, apa kau tidak ingat bahwa dresscode konser ini tuksedo dan dress Yoong?”

“Ahhh aku lupa…kan tiketnya sudah kuberikan padamu tadi siang..baiklah aku akan mencari tuksedoku dulu dan menjemputmu 1 jam lagi dengan mobilku.Bye” Dengan itu Yoong menutup teleponnya.

-1 jam kemudian-

“Mana namja itu…” Ucap Tiffany menunggu di luar rumahnya.

“Maafkan aku hehe..tadi ada kecelakaan jadi aku terjebak macet…Tunggu disitu.” Ucap Yoong segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil hitamnya yang mewah itu. Setelah semuanya berada di mobil, pemuda itu memakaikan sahabatnya sabuk pengaman.

“Baiklah…kita berangkat sekarang. Tidak ada yang tertinggal kan?” Ucap Yoong kini menatap gadis di sampingnya itu. Ia baru tersadar betapa cantiknya Tiffany malam ini. Balutan gaun pink lembut yang menutupi seluruh badannya kecuali bahunya begitu cocok dan indah dipakai gadis itu. Untuk sejenak, Yoong terjebak dalam pesona Tiffany hingga ia tak sadar gadis itu telah memanggilnya berkali-kali.

“Yoong..Hallo..Yoong…apa kau mendengarku?” Ucap Tiffany menatap Yoong bingung.

“Ohh..iya..ada apa?” Yoong menggelengkan kepalanya mencoba tersadar dari zona khayalannya.

“Sudahlah lupakan, ayo kita berangkat sekarang…” Ucap Tiffany mengalihkan pandangannya. Yoong segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju ke konser pianis favorit Tiffany itu.

-45 menit kemudian-

“Akhirnya kita datang tepat waktu…” Ucap Tiffany melepas nafas leganya.

“Tentu saja..i’m your driver hehe…Lets go inside, kupikir konsernya akan segera dimulai.” Ucap Yoong menggenggam tangan sahabatnya itu menarik mereka berdua ke dalam gedung yang mewah itu.

1 jam telah berlalu dan konser Yiruma berlangsung begitu meriah. Banyak penggemarnya dari seluruh Seoul yang sengaja datang ke konsernya itu. Berbagai karya lama dan barunya ditunjukkan di konser ini. Dan sekarang waktunya Yiruma untuk berbicara pada penggemarnya.

“Selamat malam…?haha aku yakin kalian hapal betul dengan lagu ini. Maka dari itu aku ingin salah satu dari kalian memainkannya bersamaku. Angkat tangan kanan kalian jika kalian ingin memainkannya bersamaku.” Ucap pianis berkarisma itu. Beberapa detik kemudian ratusan tangan berada di atas. Setelah mengamati dari kejauhan, ia melihat gadis gaun pink mengakat kedua tangannya sambil menunjukkan senyumnya yang seperti bulan sabit itu.

“Baiklah..sekarang turunkan tangan kalian. Aku minta gadis gaun pink yang duduk di ujung sana untuk maju kedepan.” Ucap Yiruma dengan senyuman manisnya yang membuat fansnya berteriak histeris. Sementara itu Tiffany tak sadar bahwa Yiruma telah memintanya untuk maju kedepan.

“Tiff…pianis itu memintamu maju ke depan..Ayo cepat sana..” Yoong membangunkan Tiffany dari lamunannya. Gadis itu segera berjalan cepat ke depan, melihat lebih dekat pianis favoritnya itu membuat senyuman di wajahnya semakin berkembang.

“Akhirnya kau ke depan juga..Apa kau sudah siap?” Ucap pianis itu mengamati gadis di sampingnya.

“Apa aku boleh mengatakan sesuatu terlebih dahulu?”

“Silakan…”

“Aku sungguh senang bisa melihatmu dan sekarang akan bermain lagu favoritku bersamamu. Tapi aku lebih berterimakasih lagi pada namja yang telah mewujudkan ini semua untukku malam ini. Thanks Im Yoong…” Ucap Tiffany mengeluarkan eye smilenya pada Yoong. Seluruh orang bertepuk tangan mendengar ucapan Tiffany.

“Wah..kau beruntung sekali memiliki kekasih yang cantik dan romantis seperti ini..” Ucap seorang pria tua di sampingnya. Sebelum Yoong dapat menjawabnya seorang gadis di sebelah pria itu juga ikut bicara.

“Kau harus menjaga gadismu itu…jangan sampai ada orang lain yang merebutnya darimu.” Ucap gadis itu tersenyum pada Yoong. Saat ia akan menjawab kembali, alunan piano dan flute lagu River Flow terdengar. Yoong baru sadar rupanya Tiffanylah yang memainkan flute tersebut. Ia baru tahu Tiffany bisa memainkan flute dengan begitu indahnya. Sekali lagi ia terjebak dalam kecantikan dan pesona gadis itu. Tak terasa akhirnya lagu itu berakhir dan penampilan sahabatnya itu mendapat respon yang meriah dari penonton.

“Wah..Tiffany-shi permainan flutemu sungguh luar biasa. Apa kau mau bergabung dengan grupku?” Ucap Yiruma disertai senyuman manisnya.

“Terima kasih Mr. Yiruma..aku akan mempertimbangkannya.”

“Baiklah..tapi tolong simpan kartu nama ini ya…siapa tahu kau tertarik bergabung denganku nanti.” Ucap namja itu memberikan kartu namanya.

“Baiklah…tadi penampilan yang begitu luar biasa dariku dan nona Tiffany..Karena permainanmu tadi begitu bagus maka aku akan menghadiahkan sebuah lagu untukmu… jika kau membawa pasanganmu maka kau bisa berdansa diatas panggung ini.” Ucap Yiruma yang membuat penonton kembali berteriak histeris padanya.

“Anda serIus?”

“Ya..lebih baik segera kau panggil pasanganmu itu. Silakan nona.” Kemudian Tiffany membisikkan sesuatu ke telinga pianis itu.

“Im Yoong…aku memintamu maju ke depan…” Ucap Yiruma begitu tegas dan tenang. Yoong kaget ketika namanya dipanggil, tapi akhirnya ia maju ke depan juga.

“ Baiklah karena kalian berdua sudah ada disini, kita mulai pertunjukkannya…” Ucap pianis itu kemudian seluruh lampu di ruangan dimatikan. Hanya Yiruma dan pasangan muda di sampingnya yang mendapatkan sorotan lampu. Saat lagu dimainkan, Tiffany menarik Yoong dalam pelukannya dan mulai membimbing Yoong dalam gerakan slow dance mereka.

“Yoong mengapa kau diam saja? Apa kau marah karena aku tidak meminta izin terlebih dahulu tentang semua ini padamu?” Ucap Tiffany berusaha menhentikan gerak dance-nya.

“Tidak..malah aku senang..Aku hanya ingin menikmati momen ini Tiff.” Ucap Yoong kini membimbing tubuh Tiffany untuk ikut dalam gerakannya.

“Terima kasih Yoong…untuk hari ini dan segalanya..hari ini begitu luar biasa…” Tiffany kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Yoong.

‘I am Hopelessly Devoted To You…’ rintih Tiffany dalam hatinya.

++++++++++++LOVE ITSELF+++++++++++++

“Sica selamat..kau meraih emas dalam olimpiade fisika ini..” ucap Taeyeon menatap sahabatnya dengan penuh kekaguman.

“Thanks Taeng…Ini semua karena bimbingan dari teamku dan kau..Taeng.” Ucap Jessica dengan senyuman tulusnya.

“Kau juga luar biasa Sica…aku yakin teman-teman kita begitu bangga padamu.”

“Kuharap begitu..Taeyeon lebih baik kita tidur sekarang…besok pagi kita sudah harus berada di bandara…” Ucap Jessica mematikan lampu di kamar hotel mereka.

-Keesokan Harinya Setelah menempuh 9 jam perjalanan dari Polandia-

“Ahhh akhirnya kita sampai juga Seoul…Oh tuhan..badanku pegal sekali.”

“Haha itu karena kau hanya tidur saja selama perjalanan ini.” Ucap Jessica memukul pelan lengan sahabatnya itu. Tiba-tiba salah satu mentornya meminta Jessica untuk menemuinya di Starbuck.

“Jessica…besok kita akan mengadakan press confrence untuk kemenanganmu dan Hee Soon. Kami tunggu di Hall gedung SkyFall pada saat jam makan siang besok ya. Kebetulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga ingin berbincang-bincang dengan team kita terutama kau.” Ucap salah Mr. Mong, salah satu mentor olimpiade Jessica.

“Baiklah Songsaenim..tapi aku boleh membawa Taeyeon kan?”

“Tentu saja..kulihat namja itu begitu membangkitkan semangatmu dalam olimpiade kemarin.”

“Baiklah..See you Tomorrow Songsaenim..” Ucap Jessica membungkukkan badannya 90 derajat.

-15 menit kemudian-

“Taengoo…ayo kita pulang..” Ucap Jessica menarik blazer sahabatnya itu.

“Baiklah Jess..tapi apa kau serIus besok akan mengajakku ke pertemuan itu?” Ucap Taeyeon gugup.

“Aku serIus..lagipula ini kesempatanmu untuk bertemu dengan orang-orang baru Taeng..Kudengar disana juga akan muncul komunitas otomotif se-Korea Selatan. Teamku juga senang dengan kehadiranmu…mereka bilang kau membuatku tidak tertidur terus seperti dulu hehe…” Ucap Jessica menyembunyikan senyuman malunya.

“Haha..tentu saja kau sleepy head. Baiklah..aku akan ikut denganmu…. Sebaiknya kau segera menyerahkan Backpack kesayangan Yoong padaku..kau ingat janjimu kan Sica?”

“Tentu saja..dan Yoong pasti akan mengabulkan setiap permintaanku..” Ucap Jessica dengan tenangnya.

“Mengapa kau bisa begitu yakin?” Ucap Taeyeon penasaran.

“Karena aku yakin ia tak mau melihat HellSica muncul dihadapannya.” Ucap Jessica dengan senyum jahatnya yang membuat Taeyeon merinding.

======================================================================

==============================

sore sore hehehe

gw update lagi di wp yg berbeda…

buat yoongduck.. pesenan kaka aku beresin hari ini deh.. tapi aku posting di AFF yeee ^_^

gw tau ni ff gw yg paling miris kalau liat dari jumlah yg komen tapi gpp deh.. gw sendiiri enjoy nulis ff ini.. dan ini adalah ff debut sebagai author hehehe curcol

oke byeee

Iklan

52 pemikiran pada “LOVE ITSELF Chapter 10

  1. Yeay TaengSic TaengSic TaengSic ^^
    Berharap TaengSic :))
    Ha kak,i miss you :v seneng banget kakak update juga 😀
    Semoga yoong tidak jadi disakiti,lah ntar tiffany gimana?:v entahlah ‘-‘
    Tetep dilanjutkan kak
    Fighting

  2. Waaaa halooo authoorr RockSmith,,
    Smogs ajja yoong bis jatuh kepelukan panny,, taeng ke sica,, jieun ke siapa ajja dah asa jgb ke YoongTae,, hahaah
    Semangat semangat

  3. akhrny update jg lu thor..
    ok taengsic.. yoong ma fany aja ya thor..
    smga yoong sadar ma prasaan fany..
    n taeyeon bisa mencintai jessica..
    smngat trus thor nulisny..
    okeh!!!
    oh ia ff lu yg lain update jg y thor..
    gomawo

  4. Yoong angtain pany tidak peka ama perasaan taeng, padah dia sama saja tidak peka jg ama perasaan pany
    wah apakah taeng udah mulai menyukai sica ?

  5. Bakalan jadi taengsic sama yoontiff kahh??duhh akang taetae sama aunty jessie…gak rela sih tapi semua kehendak ada di Author jadi gue pasrah ajalah huhuhu T,T
    Itu si jieun kapan mau tobatnya kesian yoong. Tiati tuh org dapet karma. Buseh yoong kurang apa coba, ganteng iya pinter iya tajir iya. Fany aja yg biasanya tergila2 sama danshin jadi tergila2 sama dia. Jieun nyesel loh…

  6. annyeong,,,
    wowwwwww ff cnta brntai d update jga,,,
    Hadeuhhhh jieun kpn kah sdar dan brhnti mnykti yoong,,hnya krna dndam mu untuk sica,,ayolah yang ad taeng smkin jauh bkn nya mlhat prsaan mu,,,,ksian yoong aj hnya cnta sphak ngak k byang bgaimn skit nya hti yoong saat tau jieun tdk bsa mmblas cnta nya tp lbih mnruh hti bwat sahabat nya taeng,,,,,dan slut bwat rsa prcya dri fany yg pntang mnyrah,,,yeahhh cnta itu btuh prjuangan,,smga yoong cpat sdar bhwa dialah namja pabo dan tidak beruntung yang tidak dpt menerimah snyal cnta dri fany,,,,tangsic pelan tpi pasti,,smkin trlhat mndkat,,,smga taeng bsa move on dri fany,,dan lhat ktlusan hti sica,,,
    Ok siiip
    Next d tunggu
    Ttap smngattt cuy
    Gomaomao,,,

  7. Tuhan betapa romantic ny Yoong.. kebangetan klo sampe Jieun cuma mao manfaatin Yoong duank.. Thor mao dunk Cwo kaya Yoong.. Fany Fany Fany buka mata dunk jgn ngarepin Yoong trs .. kira2 Jessie sama siapa yak?!.. lanjut dah thor

  8. feeling nya sih bkln taengsic nih,,,
    moga aja rencana D bwt nyakitin B kaga jd…
    udlh ppany di bikinin pasangan dgn cast baru aja dah…
    ppany ikutan grup nya yiruma gtu terus ketemu pujaan hati nya,,,drpd terus berharap yg rasa nya menyakitkn abiz…

  9. daebak kirain bakal ada yg terjadi itu pas tae gendong jessie hahaha #dasarotakbyun ini taengsic kan kak bikin jadi taengsic yaa please hehe fany seneng banget tuh bisa bareng yoong..
    akhirnya stelah lama nunggu update juga kak semangat terus yaa nulisnya he jngan patah semangat gomawo udh update

  10. Yoong sama aja sama fany, sama2 gak peka sama perasaan orng yg cinta ama mereka.
    Semoga taengsic bersatu, dan taeng menyadari jika cinta nye fany hanya cinta masa kecil. Thor jangan bikin sica sakit hati ya.
    Ok thor, izin baca selanjutnya.

  11. whooaaa seneng liat yoonfany moment
    jessie chukae, wah pinter bngt nih si ice princess
    moga aja yoonfany mkin deket trus yoong tau deh kl slama ini cowok yg fanny suka itu im yoong bkn taeng

  12. nah akhirny yoong terpesona sm tiff. cieeee
    ah progressnya taengsic blm nih. taeñg mash cntnya sm tiff. tp gpp slma mrka sering berdua. hihihihi

  13. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  14. Yaaa ampun kasian bgt ntr yoong klo trnyta cm dmanfaatin aj ma jieun,ayooo lh yoong coba buka lg mata hati km,ad yeoja yg bnr2 cinta ma km si fanny yg lbh baik dr jieun,mga yoong cpt mnyadari cinta fanny…
    Taengsic mkin dket,tp taeng g tw klo sica bnr2 cinta ma dy

  15. mereka mulai saling jatuh cinta hahahahahah … lanjut tor
    semangat buat selesaiin tiap ff ..
    buat ff genre family lg ya aq sukaaaaaaa
    fighting tor 🙂

  16. akhirnya bisa baca dan bisa komen juga akhirnya setelah seharian ini sibuk sama kegiatan” menyebalkan. yoong udah mulai terpesona tuh kayaknya sama fany. aigoo.. taengsic benar” berhasil bikin gua senyam senyum ga jelas pas liat moment mereka.. terserah sajalah siapa pairingnya disini yang penting ga ada yang makan hati di ujung cerita.

  17. taengsic jangg . suka banget .. itu yoong gentle banget ,, knp gak gue aja diperlakuin begitu . hehehhe . jieun berubah dong , lihat tuh yoong sampe segitunya ,, jangan buat yoong kecewa ya …

  18. authorx pasti bngung aq komenx lompat2 hehehe
    hmmm..fany brusaha agar yoong cinta dia..sica pun bgtu..
    bngung jg mau pilih siapa tpi aq ttap pilih taeny dong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s