LOVE IT SELF Chapter 9

BoSA-YMIcAAsadT

-Hannyoung High School,Seoul, 30 Desember 2007-

Seminggu telah berlalu sejak peristiwa pesta natal, tapi Jessica masih belum bisa menerima kenyataan  bahwa gadis yang ia kurang suka itu kini menjadi kekasih kakaknya. Jessica tahu bahwa Jieun menerima kakaknya hanya untuk mempermainkan Yoong, kembarannya. Ia tahu bahwa Jieun hanya ingin menyiksanya melalui Yoong. Selama seminggu ini Jessica berusaha meyakinkan Yoong bahwa Jieun bukanlah gadis terbaik untuk kakaknya itu.

“Ada apa Jess?” Ucap Yoong membalikan halaman baru buku desainnya.

“Aku ingin berbicara Yoongie..dan ini serius.” Ucap Jessica mulai mengeluarkan ice effectnya.

“OK..go on..” Ucap Yoong menutup bukunya dan kini menatap adiknya yang unik itu.

“Sejak kapan kau menyukai Jieun?”

“Aku tak tahu kapan…tapi yang pasti saat aku mempunyai kesempatan melihatnya lebih dekat, Jieun begitu mempesonaku Jess. Dari semua gadis-gadis yang dekat denganku, hanya Jieun yang tak begitu agresif mendekatiku Jess. Meskipun kami baru kenal 1 semester ini, tapi Jieun bisa membuatku begitu nyaman Jess. Ini kenyamanan yang tak bisa kau deskripsikan. Seperti layaknya yang kau rasakan pada Taeng bukan?” Ucap namja  jahil itu menggoda adiknya.

“Aku serius Im Yoong. Untuk masalah Taeng, kita bisa membicarakannya sesudah aku selesai membicarakan ini.” Ucap Jessica yang memerah mengeluarkan tatapan tajamnya.

“Ok..haaha relax Jess. Ya bila kau tahu Jieun itu unik Jess. Ia tak pernah memberikan tatapan ‘Jadilah kekasihku dan nikahi aku’ padaku Jess. Ia selalu menganggapku sebagai seorang namja biasa bernama Im Yoong. Ia juga begitu anggun, cerdas dan cantik. Aku tahu semua gadis yang mendekatiku begitu cantik, tapi Jieun mempunyai kecantikan yang tak kutemukan dari yang lain. Ia tak hanya membuatku nyaman menjadi seorang kekasih Jess, tapi sebagai sahabat juga.” Ungkap Yoong pada kembarannya itu dengan wajah yang sangat serius ya walaupun sesekali ia tersenyum mengingat kenangan-kenangan indahnya bersama gadis itu.

“Tapi..bukankah ini terlalu cepat untuk kalian berdua? Maksudku kau belum mengenal Jieun sepenuhnya Yoong. Bisa saja kan ia hanya ingin mempermainkanmu.” Ucap Jessica berusaha memengaruhi pikiran kakaknya.

“Haha..bukankah tadi sudah kujelaskan Jess?Kurasa aku tak perlu menjawabnya. Dan aku yakin Jieun juga mencintaiku, tak mungkin ia setega itu untuk mempermainkan aku Jess, aku tahu.. Jieun adalah gadis yang baik.” Ucap Yoong kemudian segera beranjak dari sofa, meninggalkan Jessica yang masih bergulat dengan pikirannya.

‘Tapi aku tak yakin itu Yoong…Perasaanku mengatakan bahwa  Jieun hanya mempermainkanmu karena aku’

‘Mengapa kau tak bisa merasakan hal itu pada Tiffany, Yoong…. Apa kau tak tahu betapa hancurnya hati gadis itu?’

‘Aku harus menyelidiki ini semua…Takkan kubiarkan perempuan itu menyakiti orang-orang yang kusayangi.’ Semua hal itu bermunculan di otak Jessica. Akhirnya setelah berdebat dengan pikirannya, akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi Tiffany.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Tiff..apa kau baik-baik saja?” Ujar Jessica mendekati Tiffany yang  terbaring lemas di kamarnya.

“Aku tak apa Jess. Mungkin hanya terlalu lelah menyiapkan lombaku di Gangnam-gu nanti Jess.” Ucap Tiffany berusaha mengeluarkan eye smilenya yang gagal membuat Jessica percaya pada ucapannya.

“Kau tak bisa berbohong padaku Tiff..raut wajah dan sorot matamu menunjukkan semuanya,  aku sudah lama mengenalmu Hwang Miyoung. Lebih baik kau ceritakan apa yang kau rasakan Tiff..Kau tak bisa menyimpannya sendiri. Walaupun aku tahu mungkin ini akan membuka kenangan menyakitkan itu Tiff…Tapi setidaknya kau bisa belajar membebaskan semua lukamu dengan menceritakannya Tiff.”

Ucapan Jessica sukses membuat wanita yang terbaring itu berdiri memeluk sahabatnya. Tiffany mengeluarkan air mata yang selama ini telah ia tahan. Ia tahu bahwa Jessica pasti mengetahui bagaimana keadaann hatinya saat ini. Tapi di sisi lain ia tak mau sahabatnya itu mengasihani dirinya. Tapi ia tak bisa lagi menahan sakit yang ia rasakan. Seandainya…ya kata itulah yang selalu berlarian di otak Tiffany. Seandainya ia tak datang ke pesta natal kemarin, seandainya ia lebih cepat mengutarakan perasaannya pada namja itu, seandainya ia bisa membuat namja itu jatuh hati padanya, seandainya ia tak bertemu Yoong, seandainya ia tak pernah mencintai Im Yoong.

Tapi Tiffany Hwang sadar bahwa ia takkan bisa berhenti mencintai namja itu. Ia telah terlanjur mencintai dan menyayangi Yoong. Kini ia tahu rasanya mencintai tanpa harus memiliki. Sakit..memang itu yang selalu ia rasakan menyaksikan kemesraan dan  kasih sayang Yoong pada Jieun. Tapi mau bagaimana lagi, bukan ia gadis yang Yoong sukai. Kini ia hanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua ini. Mungkin ia takkan mampu menatap Yoong seperti dulu lagi tapi ia masih akan tetap mengingat cinta yang pernah ia miliki untuk namja itu.

“Aku mencintainya Jess…tapi mengapa semuanya harus seperti ini? Mengapa aku tak bisa mengutarakan perasaanku padanya lebih dulu Jess? Mengapa Jieun harus datang ke kehidupan Yoong…Mengapa saat aku telah terlanjur mencintai kakakmu Jess….Ini sakit Jess..hati dan perasaanku sakit. Ini lebih sakit daripada saat aku putus dengan Siwon. Aku menyayangi Yoong, Jess….Aku tak tahu apa aku masih kuat melihat Yoong dan Jieun setiap hari. Tolong aku…ini begitu menyakitkan bagiku Jess….” Ungkap Tiffany yang mempererat pelukannya pada Jessica yang kini juga ikut menangis. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan Tiffany. Jessica tak bisa membayangkan betapa hancur dan sakit dirinya bila ini terjadi padanya dan Taeyeon.

‘Aku takkan membiarkan ini semua terjadi padaku dan Taeyeon…Aku harus membuat namja itu jatuh hati padaku…Aku tak mau seperti Tiff.’ Ujar Jessica dalam pikirannya.

“Menangislah Tiff…Keluarkan semuanya. Aku tahu mungkin ini sangat berat bagimu, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih baik bagimu. Lagipula kakakku dan Jieun kan belum menikah, mereka hanya pacaran. Jadi kau masih ada kesempatan Tiff. Aku tahu mungkin ucapanku terdengar gila, tapi dalam hidup ini kita harus memperjuangkan apa yang kita inginkan Tiff. Dan jika kau masih menginginkan kakakku yang bodoh itu, maka berjuanglah Tiff. Aku yakin jauh di dalam hati Yoong, pasti ada tempat untukmu.” Ucap Jessica mengusap lembut punggung sahabatnya itu. Untuk sesaat, hanya keheningan yang menemani mereka. Tiba-tiba Tiffany melepaskan pelukannya.

“Kau benar Jess…Aku masih punya kesempatan. Yang harus kulakukan hanyalah membuat kakakmu menyadari perasaanku dan membalasnya. Ia kan? Apa kau mau membantuku?” Tiffany berbicara mengeluarkan eye smilenya yang begitu dazzling. Jessica pun hanya tersenyum dan kembali memelukk sahabatnya iu.

“Tentu saja Tiff… Kau bisa mengandalkanku..” Ucap Jessica mengeluarkan senyuman imutnya.

“Tapi Jess..ini tidak benar. Jieun sudah jadi kekasih kakakmu..Kalau aku melakukan ini, sama saja aku merebut kekasih orang Jess….Aku tak bisa seperti itu.”

“Tiffany Hwang..apa aku harus mengulang perkataanku yang tadi? Jieun belum  menjadi istri kembaranku, so it’s fair. People said that all is fair in Love Tiff, so gwenchana. Lagipula aku kurang setuju Jieun dengan Yoong. Aku tak bisa mempercayakan kakakku padanya Tiff…”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Whats up Taeng?” Wooyoung menghampiri namja yang sedang terdiam sambil memegang majalah otomotifnya itu.

“Oh..Hai Woo. Kemana Dong Wook?”

“Kau belum menjawab pertanyaanku Kim Taeyeon. Mengapa kau terdiam disini?” Ucap Wooyoung dengan wajah konyolnya.

“Ahhh apa sebaiknya kuceritakan ya?” celetuk Taeyeon yang membuat Wooyoung menyipitkan matanya pada Taeyeon.

“Maksudmu? Apa kau ada masalah? Ceritakanlah.” Ucap Wooyoung dengan tenang.

“Anu..euh begini..kau ingat kejadian di pesta natal kemarin? Saat Yoong meminta Jieun menjadi kekasihnya?” Rasa sakit itu kini muncul di hati dan perasaan Taeyeon

“Tentu aku ingat…Yoong memang hebat dalam memikat gadis..Taeng hehe. Memang ada apa?”

“Aku melihat Tiffany meneteskan air matanya saat itu. Ekspresinya sungguh menggambarkan sakit yang luar biasa. Seperti orang yang patah hati Woo. Apa aku salah jika mengira Tiffany menyukai Yoong. Aku baru sadar kalau Tiffany selama ini begitu clingy pada Yoong dan kemarin saat mereka sedang dansa waltz aku memperhatikan Tiffany. Saat itu Tiffany selalu memberikan tatapan hangat dan penuh kasih sayang pada Yoong. Apa kau juga menyadarinya Woo?” Ucap Taeyeon menundukkan kepalanya.

“Oh itu…sebenarnya ada yang perlu kuceritakan padamu Taeng..”Kini Wooyoung juga tertunduk tak berani menatap sahabatnya itu.

“Kau ingat saat kau mengaku padaku bahwa kau mencintai Tiffany dan aku memintamu untuk menunjukkan perasaanmu padanya?” Taeyeon mengangguk menanggapi pertanyaan sahabatnya itu.

“Itu karena sebelumnya aku dan Wookie telah mengira bahwa Tiffany menyukai Yoong….Tapi saat itu kami tak yakin karena kau dan Tiffany juga begitu dekat, apalagi kalian adalah sahabat masa kecil yang sempat terpisahkan. Maka dari itu kami tak menceritakannya padamu ataupun Yoong karena pada saat itu juga kami sudah tahu kedekatan Jieun dan Yoong. Tapi setelah melihat begitu anehnya Tiffany jika di dekat Yoong dan mengingat kembali peristiwa di pesta natal kemarin aku jadi yakin bahwa gadis yang kau sukai memang menyukai Yoong. Maafkan aku Taeng jika kata-kataku ini menyakitimu, aku tak bermaksud begitu. Aku hanya mencoba membantu, dan sepertinya yang aku takutkan terjadi. Tapi untungnya Yoong sekarang sudah bersama Jieun. Jadi kau masih ada kesempatan untuk membuat Tiffany mencintaimu Taeng. Bersemangatlah…buat dirimu namja yang sebenarnya Taeng.” Ungkap Wooyoung yang diakhiri humor di akhir kalimatnya.

Sementara itu Taeyeon kembali diam setelah mendengar apa yang diungkapkan sahabatnya itu. Ia bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang. Ia sedih karena Tiffany menyukai sahabatnya, Yoong. Tapi disisi lain ia juga senang karena Yoong mencintai Jieun, bukan gadis yang ia sukai. Akan tetapi, ia merasa kasihan dengan Tiffany karena ia juga bisa merasakan bagaimana sakitnya mengetahui orang yang kita suka menyukai orang lain apalagi Jieun telah menjadi kekasih Yoong.

‘Tiffany pasti begitu hancur hatinya menyaksikan semua itu….Biarkan aku.. aku yang mendatangi hatimu Tiff…jika mencintaiku terlalu sulit untukmu.’ Pikir Taeyeon yang kini bertekad untuk membuat Tiffany Move On dari Yoong.

“Jadi kau masih mau berjuang kan?” Tiba-tiba suara Dong Wook terdengar, kini Dong Wook telah ada di samping Taeyeon.

“Dong Wook? Sejak kapan kau disini?” Ucap Taeyeon gelagapan menghadapi salah satu namja terpopuler di SMA Hanyoung itu.

“Haha..bodoh. Aku sudah ada disini dari 10 menit yang lalu. Kau saja yang banyak melamun hingga tak menyadari kedatanganku.” Ucap Dong Wook tersenyum pada namja yang telah sukses mencuri hati Jessica itu.

“Oh…maaf aku sedang zone out tadi. Ya untuk menjawabnya, sepertinya iya…aku takkan berhenti mencintai Tiffany. That’s my promise, even if i live just one day dan seribu wanita medatangiku….” Ujar Taeyeon penuh kesungguhan yang mendapat tepuk tengan dari kedua temannya itu.

“Haha Jessica telah banyak mempengaruhimu huh?Sekarang ini kau hobi sekali zone out. Selanjutnya apa? Ice effect dan deathly glare Jessica ya?haha” canda Wooyoung yang mendapat jitakan dari kedua pria yang ada di hadapannya.

“Haha jangan kau dengarkan si sipit ini Taeng. Tapi mendengar kata-katamu yang terakhir tadi membuatku sadar bahwa kau benar-benar mencintai Tiffany. Semangatlah Taeng…!” Dong Wook kini merangkul temannya itu. Ia berharap Jessica takkan mengalami apa yang Taeyeon dan Tiffany rasakan saat ini bila nanti Jessica mengetahui perasaan Taeyeon yang sebenarnya.

‘Mungkin semua itu takkan terjadi bila aku berusaha lebih keras lagi memenangkan hatimu Jess…aku akan mencoba lagi.’ Ucap Doong Wook dalam hatinya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

– Aula Utama Hannyoung High School,Seoul, 20 Januari 2008-

Sebulan lebih telah berlalu sejak patah hati paralel yang dialami oleh Taeyon dan Tiffany. Tapi semenjak perbincangan antara Jessica dan Tiffany serta Taeyeon dengan kedua temannya, keduanya mulai dapat menunjukkan senyum mereka di hadapan orang-orang yang mereka sukai. Meski Tiffany tahu Yoong begitu lengket dengan Jieun saat ini tapi ia selalu berusaha membuat Yoong  menyadari kehadirannya. Sayangnya Yoong selalu memanfaatkan situasi ini untuk membuat Taeyeon lebih dekat lagi dengan Tiffany.

“Yoong bisakah kau mengantarku mencari album terbaru Yiruma ke Seongdong-gu?” Tiffany mengeluarkan agyeonya berharap namja itu mau mengabulkan permintaannya.

“Oh..kuusahakan Tiff…memang jam berapa?” Ucap Yoong mengeluarkan senyum khasnya yang begitu charming.

“Jam 9 pagi…Kau yang jemput aku di Guro-gu ya.” Ucap Tiffany mengedipkan matanya.

“Haha kau begitu cute Tiff..jika kau terus seperti ini mungkin aku bisa suka padamu. Tapi aku tidak akan menyakiti Jieun, so….NO hehe.” Ucap Yoong terkekeh dengan pikiraan konyolnya. Tanpa ia sadari gadis di hadapannya itu tersenyum penuh arti padanya.

‘Jessi benar…aku masih punya harapan. Tapi tenang saja, aku akan bermain adil dalam semua ini.’ Pikir Tiffany dalam otaknya.

“Baiklah..kurasa Jieun sudah menungguku Tiff…See You tomorrow..” Namja itu kini bergegas pergi dari ruang kelas mereka meninggalkan Tiffany yang berharap bahwa kegiatannya dengan Yoong akan berjalan lancar besok.

Sementara itu di Ruang Science Club SMA Hannyoung…….

“Wah selamat ya Jessica-shi…kau terpilih menjadi perwakilan dari sekolah kita untuk ikut olimpiade Fisika di Warsawa nanti. Aku tak menyangka selain menjadi pemenang seleksi di sekolah kita, kau juga berhasil mengalahkan seluruh sainganmu di seluruh Korea Selatan ini…Semangat. Semoga kau beruntung.” Ucap salah satu pengurus Science Club pada Jessica yang baru saja menerima hasil dari perlombaannya kemarin.

“Ghamsahamnida Sunbae-nim…ini semua juga karena bantuan dari para sunbae dan teman-teman di klub ini. Baiklah saya akan berusaha sekuat mungkin untuk memenangkan ini.” Ucap Jessica dengan senyuman datarnya.

Sementara di sudut ruangan seorang gadis memperhatikan percakapan Jessica dan sunbaenya dengan aura yang gloomy. Bukannya ia tak senang perwakilan sekolahnya bisa mewakili Korea Selatan ke ajang internasional, hanya saja mengapa orang itu harus Jessica bukan dirinya, Lee  Jieun. Padahal sewaktu seleksi di SMA Hanyoung, Jessica dan dirinya lulus menjadi perwakilan Seoul ke tingkat nasional. Tapi sepertinya Jessica memang ditakdirkan untuk menang lagi karena Jieun diberi tahu bahwa ia ada di peringkat ke-2 setelah Jessica. Dan hasil itu cukup membuatnya kecewa, kesal dan marah. Tak lama kemudian ia melihat namja yang selalu memikat hatinya memasuki ruangan mendekati gadis menyebalkan itu. Ia bisa melihat begitu perhatian namja itu pada Jessica. Tatapan namja itu, sungguh berbeda dengan tatapan yang diberikan padanya. Ia bisa melihat kehangatan, kasih sayang dan….cinta? Well mungkin itu yang Jieun pikirkan.

“Sica..chukkae! kau sungguh hebat…” Ucap Taeyeon yang kemudian mendapatkan pelukan dari gadis itu.

“Hehe..gomawo Taeng. Kau juga sungguh membantu kesuksesanku.” Ucap Jessica melepaskan pelukannya.

“Ahh.. sudah seharusnya kan aku membantu Yoejachingguku?” canda Taeyeon seraya mengedipkan matanya.

“Jadi kalian berpacaran? Wah..kalian sungguh cocok..” ucap sunbae yang masih berdiri di hadapan Jessica.

“Kami hanya  berpu..” Ucapan Taeyeon terpotong ketika Jessica sengaja mengecup ujung kanan bibirnya yang membuat Taeyeon terdiam seketika.

“Haha tolong jangan disebarkan ya sunbae-nim. Kami masih baru…” Ucap Jessica mengulaskan senyum manisnya yang membuat sunbae itu mengangguk.

“Ahhh baiklah.. kau bisa mempercayaiku. Sepertinya aku harus segera menemui Mr. Song, jadi aku pergi duluan ya.” Ucap Sunbae itu seraya meninggalkan ruangan yang kini hanya menyisakan 3 orang.

“Well selamat Jessica…” Tiba-tiba muncul uluran tangan di hadapan Jessica.

“Terima kasih.” Jawab Jessica datar dan dingin.

“Jess..Selamat ya..aku tak menyangka adikku begitu pintar hehe.” Yoong kini berlari memeluk dan mengacak-acak rambut kembarannya itu.

“Yah!!!! Kau merusak tatanan rambutku!” Ucap Jessica melepaskan pelukan kembarannya itu.

“Haha..kau ini Yoong, kau berani mengaktifkan Hellsica?” Taeyeon tertawa melihat tingkah jenaka kedua kembaran ini.

“Yoong..kasihan Jessica, nanti ia tidak terlihat cantik lagi di depan kekasihnya.” Ucap Jieun tersenyum sinis.

“Kekasih?adikku punya kekasih?” Yoong kini menatap Jessica dengan pandangan seriusnya.

“Jadi kau tak tahu kalau Taeng adalah pacar adikmu…Ckckck seharusnya kau meminta izin pacarku dulu Taeng.” Ujar Jieun sengaja ingin menyindir Jessica yang kini sudah memerah mukanya. Kemudian Jieun dengan sengaja mengecup pipi dan bibir Yoong secara bergantian. Taeyeon hanya tersenyum malu melihat kemesraan 2 sahabatnya itu sedangkan Jessica sudah mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang begitu membara pada Jieun.

“Hei…ini sekolah bukan tempat pacaran!” Bentak Jessica dengan tatapan tajamnya.

“Lalu? Kau juga tadi memeluk dan mengecup bibir pacarmu kan!” Ucap Jieun yang tak terpengaruh dengan deathly glare Jessica yang terkenal itu. Sementara 2 namja di samping mereka kini diam tak berkutik.

“Kau…” Jessica kini sudah tak bisa menahan amarahnya. Saat ia akan maju menghadapi Jieun, Taeyeon memeluknya dari belakang.

“Maafkan aku Yoong…aku akan menceritakan semuanya besok. Kau tak usah bertanya pada Jessica.” Dengan itu Taeyeon melepas pelukannya dan membawa Jessica keluar dari ruangan. Sedangkan Yoong hanya bengong melihat tingkah sahabatnya tadi.

‘Bukankah kau menyukai Tiffany? Lalu kenapa kau berpacaran dengan adikku?’ pikir Yoong dalam hatinya.

“Yoong..kau tidak apa-apa?” Ucap Jieun berusaha membangunkan ‘pacarnya’ dari Lala landnya.

“Ahh..apa kau tahu sejak kapan mereka pacaran?”

“ Mungkin sekitar 2 bulan? Ya sepertinya itu.. Mengapa?”

“Tidak…oh iya bukankah kita akan pergi ke pasar malam di Sechong kan?” ucap Yoong berusaha mengalihkan pikiran kekasihnya.

“Tentu..apakah kita akan berangkat sekarang?” tanya Jieun dengan senyuman manisnya yang membuat Yoong meluruh.

“Tunggu..kau harus memberikan bahan bakar dulu untuk sampai kesana.” Ucap Yoong dengan senyuman jahilnya.

“Apa? 20 ribu won?” Tanya Jieun dengan pose cutenya.

“Ini bahan bakarnya….” Seketika Yoong mengecup bibir Jieun, kemudian berlari keluar ruangan.

“Yah!!! Kau benar-benar sesuatu….Yoong.” Kini Jieun berlari menyusul kekasihnya itu.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Malam harinya Yoong menelpon Taeyeon. Ia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Taeyeon.

“Taeng..besok kau ada acara?”

“Tidak…Besok aku hanya akan istirahat di rumah. Ada apa?”

“Maukah kau menemani Tiffany mencari album baru Yiruma ke Seongdong-gu besok pukul 9 pagi?”

“Aku mau..tapi ada apa ini?”

“Haha..ikuti saja Taeng…ini akan berguna untukmu..Arraso?”

“Oh iya Yoong masalah Jessica…aku”

“Sudah Taeng..tak perlu kau jelaskan. Jessi sudah menjelaskan semua padaku….tapi apa kau tak menaruh sedikit perasaan apapun pada adikku?”

“Aku…aku tak tahu Yoong…Tapi hatiku masih tetap mencintai Tiffany. Dan ini semua hanya permintaan adikmu yang harus kuikuti.” Ucap Taeyeon gugup.

“Well aku hanya minta jangan sampai akhirnya adikku yang tersakiti. Apa kau mengerti?” ucap Yoong dengan nada seriusnya.

“Baik..”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Tiff..maafkan aku. Hari ini Jieun memintaku membelikan kado untuk ulang tahun ibunya. Jadi sepertinya aku tak bisa mengantarmu. Tapi tenang saja, Taeyeon bersedia mengantarmu kok. Dan nanti Taeyeon akan menjemputmu dengan motor Ducati ku. Tak apa kan?” Yoong berbicara pada gadis itu dengan suara manisnya.

“Tapi Yoong kau telah berjanji padaku…” Ucap Tiffany dengan nada sedihnya membuat Yoong sedikit merasa bersalah.

“Maafkan aku Tiff…pacarku juga membutuhkanku…Kuharap kau mengerti.”

“Euhm..baiklah jika begitu. Tapi kau harus mengajakku ke konser Yiruma Maret nanti ya…” ucap Tiffany dengan nada jahilnya.

“What?..Kau tahu kan Tiff aku kurang suka pergi ke konser-konser seperti itu. Bagaimana kalau kau dan Taeyeon saja? Biar nanti aku yang membayar tiket kalian berdua? Setuju?”

“Tak mau… Justru karena kau tak suka makanya aku mengajakmu, sebagai hukumanmu. Mengerti?” dengan itu Tiffany menutup handphonenya.

“Ahhh…mengapa kau berbuat seperti ini padaku Yoong?!!” ucap Tiffany membenamkan wajahnya di kedua tangannya. Tiba-tiba  suara dering HP berbunyi dan terdapat tulisan Taetae di layar HP tersebut.

“Hallo..”

“Fany-ah..apa kau sudah siap?”

“Tentu…kau ada dimana sekarang?”

“Aku ada di belakangmu.” Ucap Taeyeon dengan gaya cutenya.

“Haaa…mengapa kau sudahh ada disini?” Ucap Tiffany kaget melihat Cute Taeyeon tiba-tiba ada di hadapannya.

“Bukankah Yoong sudah memberitahumu?”

“Iya..tapi kukira kau masih di rumah….”

“Yasudah..lebih baik sekarang kita pergi saja..bagaimana?” Ucap Taeyeon seraya mengalungkan lengan Tiffany ke gandengan tangannya. Tiffany yang terkejut hanya mengikuti aksi namja itu. Tak tahu mengapa Taeyeon begitu berbeda hari ini. Ia lebih terlihat seperti Taeyeon yang ia kenal dimasa kecil. Taeyeon yang imut, charming dan affectionate terhadapnya. Secara perlahan degup jantung Tiffany meningkat.

‘Mengapa lebih cepat?ahhh mungkin karena pagi ini aku belum sarapan…Kau tidak menyukainya,,Ia kekasih sahabatmu Tiffany! Wake up..but i can’t lie, i still love him..Oh God What Have i done?!!’pikir Tiffany dalam benaknya.

“Baiklah ayo kita naik ke motor..” ucap Taeyeon seraya memakai helmetnya. Saat Tiffany akan memakai Helmetnya, ia mengalami kesulitan, maka dari itu Taeyeon memakaikan helmet pada Tiffany.

“Tiff pegangan yang erat ya…karena aku akan membawa kita terbang hehe..” dengan itu Taeyeon segera menancap gas motornya dengan kecepatan yang luar biasa sehingga membuat Tiffany memeluknya dari belakang dengan erat.

“Yah!!! Taetae…jika terjadi apa-apa padaku kau harus tanggung jawab!” teriak Tiffany dengan suara stereonya yang membuat Taeyeon tertawa.

‘Haha…Thanks Yoong….’ ucap Taeyeon dalam hatinya.

Selama perjalanan Taeyeon begitu perhatian, ia membelikan sarapan McMorning untuk Tiffany. Ia tahu betul jika sedang semangat maka gadis itu akan lupa sarapan. Selain itu Taeyeon tak henti memegang tangan Tiffany. Tiffany yang menyukai skinship dengan sahabatnya pun tidak keberatan dengan tingkah namja satu ini. Ia mengira Taeyeon mungkin ingin melindunginya. Setelah menempuh perjalanan 1 jam dengan gaya berkendara Taeyeon yang membuat Tiffany tak berhenti berteriak dalam hatinya akhirnya mereka sampai. Setelah memarkirkan motor Yoong, Taeyeon pun kembali menggenggam tangan yoeja di sampingnya itu.

“Fany-ah..apa kita akan berkeliling dulu lalu langsung membeli yang kau cari atau akau sudah tahu tempatnya?” Tanya Taeyeon dengan senyuman innocentnya yang membuat Tiffany menyubit pipinya.

“Haha kau begitu cute hari ini Tae…Heumph..bagaimana jika kita berkeliling dulu?Sudah lama aku tak cuci mata seperti ini hehe.” Ucap Tiffany mengeluarkan eye smilenya.

“Baiklah…” Taeyeon kembali menggenggam tangan lembut Tiffany sambil memulai ‘kencan’ mereka hari ini.

Setelah berkeliling selama 1 jam dan membawa kantung belanjaan Tiffany yang cukup banyak, Taeyeon meminta pada gadis itu untuk istirahat sebentar. Kakinya sungguh capek mengantar Tiffany yang sedang kesurupan setan shopping hari itu. Saat ia jalan menuju toilet, ia melihat sepasang kalung berbentuk kunci dan gembok yang begitu menarik perhatiannya. Yang ia bingung kalung itu terlihat begitu mewah tapi yang menjualnya hanyalah seorang nenek tua yang hanya memakai kotak kecil sebagai stand jualannya. Saat ia menatap nenek itu, nenek itu tersenyum seperti ingin mengatakan sesuatu padanya. Tapi Taeyeon melanjutkan langkahnya menuju toilet. Kini Taeyeon telah kembali ke bangku tempat Tiffany menunggunya.

“Tae..mengapa lama sekali?” rengek Tiffany dengan gaya manjanya yang membuat Taeyeon tersenyum.

“Ahhh…tadi susah sekali mencari toilet disini. Fany-ah…apa kau ingat dengan janjimu sebelum aku pindah ke Andong?”

“Maksudmu yang kau tulis di surat? Tapi kan aku tidak pernah menjanjikan itu Tae..kau sendiri yang memutuskannya..”

“Tapi apa hadiah ulang tahunku masih ada?” ucap Taeyeon dengan mata berbinar seperti di anime-anime.

“Wah…sepertinya tertinggal di Jeonju Taetae…dan aku tak tahu dimana menyimpannya… Lebih baik aku berikan hadiah yang baru ya!” Ucap Tiffany dengan kedipan matanya yang membuat hati Taeyeon bersorak.

“Yasudah hari ini saja bagaimana?” Ucap Taeyeon yang kegirangan seperti anak kecil.

“Baiklah..tunggu ya aku cek dulu uang di dompetku.” Beberapa detik Tiffany mengecek isi di dompetnya dan tersenyum.

“Wahh sepertinya keinginanmu akan terkabul… Memang kau ingin apa?” tanya Tiffany mengerutkan salah satu alisnya.

“Heumph..aku ingin kalung. Ya kalung yang tadi!” Kalung itu tiba-tiba muncul di pikiran Taeyeon.

“Kalung?kalung dimana Tae? Seingatku di daerah ini tidak ada yang menjual kalung atapun toko perhiasan?” Tiffany kini penasaran dengan tingkah sahabatnya yang cukup aneh baginya.

“Lebih baik kau ikut aku.” Dengan itu Taeyeon membawa Tiffany ke stand nenek tua tadi. Ia begitu lega ketika melihat nenek tua itu masih ada.

“Selamat siang nek…berapa harga kalung ini?” Ucap Taeyeon sambil menunjuk kalung emas putih yang memiliki gantungan kunci berwarna biru muda chrome metalik itu.

“Oh kalung itu dijual satu pasang nak dengan yang satu lagi.” Kemudian si nenek menunjukkan satu kalung emas putih lagi yang memiliki gantungan gembok berwarna pink chrome metalik.

“Berapa harga keduanya nek?” Tanya Tiffany begitu bersemangat melihat  kalung gantungan warna pink itu.

“Harga keduanya hanya 500 ribu won nak…”

“Baiklah nek kami membeli keduanya…” Ucap Tiffany mengeluarkan uang dari dompetnya. Si nenek kemudian menyerahkan kotak usang tapi antik sebagai tempat untuk menyimpan kedua kalung itu.

“Ahh Tae aku pergi sebentar ya..Sepertinya Jessi menelponku.” Ucap Tiffany mengambil HP di tasnya.

“Anak muda siapa namamu?” Tiba-tiba nenek itu bertanya.

“Nama saya Kim Taeyeon nek. Memang ada apa nek?” Ucap Taeyeon penasaran.

“Nama yang indah…nenek hanya berpesan tolong jaga kalung ini. Karena kalung ini sungguh indah dan…” ucapan nenek itu terpotong dengan teriakan Tiffany dari  ujung gang tempat stand nenek berada.

“Taetae…Jessi memintamu untuk kerumahnya 2 jam lagi. Sebaiknya kita pergi membeli barang yang kucari sekarang. Come on!” ucap Tiffany kemudian tersenyum dan membungkukkan badannya pada nenek tua itu.

“Ok Fany-ah..Nek terima kasih ya..Saya pergi dulu.” Ucap Taeyeon berlari meninggalkan nenek tua itu.

“Ahh aigo..semoga saja dia bisa menggunakan kalung itu dengan tepat.” Ucap Nenek itu dengan senyuman misteriusnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Thanks Tae..hari ini sungguh menyenangkan. Mungkin lain kali kita bisa mengadakannya bersama Jessi dan yang lainnya?” Ucap Tiffany mengeluarkan senyum cutenya.

“Itu ide yang bagus.. The more the merrier.” Ucap Taeyeon tersenyum kecut dalam hatinya.

‘Apa karena kau ingin bersama Yoong?’ Ujar Taeyeon dalam hatinya.

“Baiklah aku pergi dulu Fany-ah..Terima kasih kalungnya…Ini hadiah terindah bagiku.” Kemudian Taeyeon bergegas memakai Helmetnya dan pergi menuju Im Mansion. Tak terasa 15 menit berlalu dan kini Taeyeon sudah sampai di Im Mansion. Well jika kalian penasaran mengapa Taeyeon bisa sampai dengan cepat, ingatlah gaya berkendara Taeyeon tadi.

“Yoong…gomawo ya. Hari ini semuanya berlangsung lancar hehe.” Ucap Taeyeon menghampiri Yoong yang sedang memainkan laptopnya.

“Ya sama-sama Tae tapi jika kalian menjadi couple nanti kalian harus mentraktirku terlebih dahulu bersama Jieun ya!..haha sejak kapan kau memakai kalung Taeyeon?” Ucap Yoong menutup laptopnya.

“Hehe ini kalung pemberian Fany padaku, sebagai pengganti hadiah ulang tahunku yang dulu sebelum aku pindah ke Andong. Tentu saja Yoong, jangan khawatir.” Ucap Taeyeon kini memasukkan kalung itu kedalam jaketnya.

“Kalung itu unik Taeng…Desainnya seperti menyimbolkan sesuatu meskipun aku tahu itu adalah kunci, tapi bentuk kuncinya juga unik…Aku suka. Dimana kau membelinya?” Tanya Yoong penasaran.

“Di lingkungan pasar SeongDong… Yoong. Kau akan menemukan nenek penjual kalung itu saat kau akan ke toilet. Nenek itu menjual kalung-kalung yang terlihat mewah dan mahal tapi ia hanya menjualnya dibawah 1 juta won. Luar biasa kan?”  Jelas Taeyeon dengan mata berbinarnya.

“Kau serius? Berapa harga kalung ini?” Kini Yoong semakin tertarik dengan topik pembicaraan ini.

“Serius…kalung ini bersama pasangannya hanya dihargai 500 ribu won. Kau mau lihat pasangannya?” Kini Taeyeon menunjukkan kalung Tiffany yang tadi ia foto bersama kalungnya pada Yoong yang membuka mulutnya begitu lebar melihat sepasang kalung itu.

“Taeng…ini begitu indah…Sepertinya aku juga akan membelinya untukku dan Jieun.”

“Apa kau ingin aku antar Yoong?” Ucap Taeyeon dengan senyuman jahilnya.

“Yah!!! Aku tahu maksudmu Danshin!! Takkan kuserahkan bacpackerku sampai kapanpun hehe” ucap Yoong menjitak kepala Taeyeon yang membuat mereka berdua terlibat gulat tapi hanya bercanda. Jessica yang mendengar keributan itu segera turun dari kamarnya. Ia begitu terkejut melihat Taeyeon terbaring di lantai ruang tamu Im Mansion menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Hei!! Yoong apa yang kau lakukan?” ucap Jessica menyadarkan kedua namja tersebut akan kehadiran HellSica.

“Hehe kami hanya bercanda kok….” ucap Yoong kemudian lari menuju kamarnya menghindari HellSica yang sebentar lagi akan menghabisi hidupnya.

“Sudahlah Sica..Aku dan Yoong hanya bercanda kok..hehe.” Ucap taeyeon yang masih belum bangkit dari posisinya tadi. Kemudian Jessica mendekati Taeyeon yang masih berbaring di karpet ruang tamunya. Perlahan ia mengamati penampilan Taeyeon yang cukup berbeda hari ini. Mulai dari rambutnya yang diubah sedikit gayanya, model baju yang ia pakai hingga parfum yang Taeyeon gunakan pun berubah. Taeyeon yang dulu lebih menunjukkan gaya pria innocent yang cantik. Sedangkan saat ini Taeyeon menunjukkan bahwa ia adalah pria cute, gentle,berkarisma dan seksi?

‘Mengapa kau semakin membuatku  makin menyukaimu Kim?’ pikir Jessica yang sedang menatap Taeyeon fokus.

“Eheum…Jess apa kau akan selamanya memandangi wajahku?” Ucap Taeyeon dengan tatapan gentlenya yang kemudian berubah menjadi tatapan yang menggoda bagi Jessica.

“Kau sungguh berbeda hari ini.” Ucap Jessica yang kemudian kehilangan keseimbangannya dan jatuh menimpa Taeyeon. Tanpa disadari sekarang Taeyeon sedang mengecup kening Jessica. Keduanya segera terbangun dan menyembunyikan kedua wajah mereka.

“OMG..maafkan aku Taenggoo! Tadi tanganku tiba-tiba lemah dan aku kehilangan keseimbangan. Maafkan aku..” Ucap Jessica menunduk membungkukkan badannya. Baru kali ini ia melihat Jessica salah tingkah. Biasanya ice princess itu  begitu tenang bila terjadi sesuatu hal yang memalukan.

“Sudahlah..aku juga minta maaf ya..tadi tidak sengaja..” Taeyeon kini memerah wajahnya karena malu pada gadis itu.

“Euhm..Taengoo bulan Maret nanti apa kau bisa menemaniku ke Polandia?”

“Eh..tapi aku tak punya biaya untuk kesananya Sica…”

“Tenang saja, untuk masalah itu aku bisa meminta pembimbingku untuk menyediakan akomodasi semuanya untukmu. Jadi semuanya gratis dan yang harus kau lakukan adalah menjadi asistenku selama 3 hari nanti di Warsawa. Apa kau mau?” Ucap Jessica dengan wajah puppynya.

“Oh..begitu ya…baiklah. Tapi kau harus menjanjikan satu hal padaku.” Ucap Taeyeon tersenyum jahil. Jessica hanya mengeluarkan tatapan bingungnya pada Taeyeon.

“Kau harus membuat Yoong menyerahkan Backpack biru kesayangannya hehe.” Ucap Taeyeon terkekeh seperti orang tua.

=====================================================================

===============================

 malam..

mungkin ini update terakhir gw di 2014

oke gw tau banyak bgt event yg terjadi di tahun ini

mulai dari dating news.. dan the last… heumh.,. 30 September 2014

gw yakin kalian pasti ngerti…

well stay strong SONES

gw sendiri sempet nyerah dan gtw harus percaya sama siapa.. OT8 atau Jessi..

cuma beberapa org membangunkan gw… make me believe that OT8 just at outside but in our heart.. i believe it always been OT9..

Merry Christmass and Happy New Year… walaupun gw g ngerayainnya hehhee

XOXO

Iklan

46 pemikiran pada “LOVE IT SELF Chapter 9

  1. Suka deh ama momen’y taengsic di sini

    iya tahun ini GG banyak mendapatkan masalah
    semoga tahun depan GG lebih baik dan tambah sukses lg

  2. Pengen taeny tpo kesian sica pengen taengsic gtw kesian siapa *dilempar
    Wkakakaa becanda ya thor
    Lanjut dahh
    Yeah stay strong moga2 2015 SONE & SOSHI bahagia

  3. Makin gregetan sama yoontaenysic. Fany suka juga sama taeng apa gimana. Kalo maret taeng nemenin sica ke Polandia nah terus yg katanya fany mau nonton konser gimana, sama yoong kah??
    Gue kira kalung berbandul gemboknya udah dikasih ke fany dan buat fany ternyata belom. Duhh kapan dong taeng ngungkapin perasaannya ke fany dan bilang sejujurnya kalo dia sama sica cuma pura2 pacaran…
    Nenek tua tadi mau ngomong apalagi??

  4. bru pertama kali nya berkunjung ke wp Recommend dari kaka Ris 😉
    aku komen disini dulu ya ka, lum sempat baca soal nya… Nanti kalo sempet aku bkalan baca dari fist chapt + baca semua ff yang ada disini 😀
    kekeke ~ :v

  5. hufftt …
    mmg thor thn 30 sep 2014 yg mnyedihkan,..
    klw mslh dating sih aq gpp malah seneng.. kn soshi jg pengen puny pasangan msng2..
    tp klw yg 30 sep gw bener2 g tw mw blg apa.. kecewa bgt.. tp mw gmn gi yah kputusanny sprti itu..

    yoong sm fany aj deh thor.. jessi ma tae..
    hehe

    smngat thor bwt ttp bwt ff n update ny cpt2 ya.. hehe..

  6. Annyeong
    Hadeuuuuuuhhhhh gmn nech blm ad ttik trang akn bdai nya yg ada smkin rumit aj,,,,fany brsha untuk bsa mnrmah sikon yg trjdi antra yoong dan jieun,,,smbil brhrap yoong yang babo nya tingkat dewa itu dpt mlhat bgaimana prsaan fany,,,,gue stju sm sica jieun hnya mmbuat yoong sbgai plrian ksian bngt yoong hnya mndpatkn dusta dri jieun,,,dan taeng lgi2 blm bsa mlupkan fany,,,sdlh taeng yg ad nnti mlh skit dua kli,,krna bkan nya mnyrah fany mlah smkin smngat mngjar cnta yoong,,,lbih baik move on dan cba lhat sica,,dia lbih tlus mncntaimu,,lgian disini yoonsic brsaudra klw ngak jls gue dkung taeny dan yoonsic#plakkk hahahhaa
    Tp pnsran sm omongan nenek misterius itu yg blm slsai omngan nya bwat taeng,,smga taeng mmbrikan kalung itu bwat orang yg tpat,,,,dannn ini apa lagi dong wook cnta trpndam bwat sica,,aws taeng snyal bhaya tu klw sica tau drimu hnya pnya rsa bwat fany bhaya tu,,entr yg ada sica mlh jdian sm dong wook,,nnti bru nysal taeng nya,,,,
    Aissssh ini bnr2 smkin rumit cuy,,,
    Hahahah ok siip
    Next d tunggu
    Ttap smngatttt
    Gomaomao

  7. tuh kalung pasti menyimpan arti tersendiri,,like always,,ato mgkin punya magic nya jg,,,
    hmmm kira” ppany ato jessie nih yg bakalan pake pasangan kalung itu??gw sih berharap nya ppany yg make,,,
    scara uri miyoung sdh sangat tersakiti di epep nih u,u
    daaaaaaan ternyata taeny msh saling cinta sodara,,moga” bisa bersatu yah…

    happy ‘early’ new year jg thor^^

  8. huaaa tae ayolah tetapkan hatimu kasian sica kan tp gk salah tae jjuga sih masih bingung wkwkwk
    iya ttahun 2014 bener” tahun yang buruk buat sone tertimba musibah” secara terus menerus
    mudah”an tahun 2015 nanti ada good news buat sone aminn

  9. gereget banget liat fany disini, ga sadar2 jg nih anak sm perasaannya tae, please tiff buka mata… tae tuh suka sm kamu, jangan terus ngarepin yoong… fany lemot banget nih ah… ga ngerti2 dikasih kode2an sm taetae
    si jenong modus banget ah sama tae, kemarin jatuh nimpa tae jadinya ga sengaja kisseuan, sekarang jatuh lg nimpa tae jadinya cium kening, hadoooh…tuh jidat makin jenong aja kalo keseringan…hahaha…#sorryjess

  10. Semoga taeng memberikan kalung itu ke jessica.
    Dan fany cinta nya tetap sama yoong, agar memuluskan penyatuan taengsic. Hehe
    Ok thor izin baca selanjutnya.

  11. haduh yoong kok malah ksh taeng kesmpatan deketin fanny sih, kn udh tau kl jessie suka sm taeng
    ayo fanny km psti bs bwt yoong jatuh cinta sm kamu, sp sih yg bs nolak cewek yg pnya eyesmile pling cantik hehehe
    jessie jg hrs brjuang tuh meluluhkn hatinya taeng
    itu nenek2 mksdnya apa ya??

  12. Kra2 gmna ya end nya apkh taengsic or taeny atau yoonfany or yoonji. Mdh2an sih yoonfany dan taengsic dan sih jieun sma dongwook.
    Mngkin thun 2014 thun yg bruk untuk soshi dn q hrap thun 2015 ini akn lbih baik lgi.dn mngkin kta sbgai SONE hrus bsa move sica dn mrlkn skrang mrka OT8, dn mngkin tu jln trbaik untuk mrka smua.
    Dn kta sbgai SONE hrus sport mrka .dn Bntar lgi SNSD akn mngeluarkn single bru mrka jdi klian hrus kuat jka nnti mrka liris tnpa da jessica.

  13. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  14. Wiiihh msh ttep yaa,kisah cinta yg rumit…fanny blom nyadar ma perasaan taeng,tp klo taeny jadian kasian sica jg 😦 ..yoong jg,npa lbh milih jieun 😦
    bkin taengsic n yoonfanny aj thoor,biar g ad yg trsakiti 🙂

  15. masih rumit nih kisah percintaan mereka, semakin tae dekat ke fany semakin jauh pula fany melangkah buat ngejar yoong lagi. super rumit dah.km kenapa tae ga jujur aja sih ke fany tentang hubungan dia sama sica itu cuma pura” doang? ribet amat jalannya. but it’s seriously nice chapter.

  16. Duh mau ya yoong cpat sdar perasaan Fany terhadap yoong apa iu jga mlai suka terhadap yoong mkin pnasaran dgn kisah cinta & persahabatan mereka…..🙋👌👍

  17. wow ,, suka banget sama TaengSic , biar kata sbru sica aja yg cinta ,, tpi mereka so sweet banget ,, slalu ada hal yg bikin ngegemesin . hehhehe .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s