LOVE IT SELF Chapter 8

999582_617461518274408_847282357_n-tile

– Aula Utama Hanyoung High School,Seoul, 23 Desember 2007-

Hari ini adalah hari yang begitu penting untuk  Jessica. Karena hari ini berkesempatan untuk menjadi salah satu siswi terpilih di angkatannya untuk membuka pesta natal SMA Hanyoung yang terkenal mewah, elegan dan bergengsi. Selain itu ia juga akan membuka pesta dansa itu dengan pria pujaan hatinya. Maka dari itu Jessica menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna. Mulai dari sepatu yang akan ia gunakan hingga hiasan rambut. Ia sungguh bersemangat mengikuti pesta ini apalagi Taeyeon akan menjemputnya. Jessica sudah tak sabar melihat bagaimana penampilan Taeyeon malam ini karena namja itu telah berjanji padanya untuk berdandan setampan mungkin dan ia yakin namja imut itu akan memberikan kejutan yang begitu spesial untuknya.

“Tiff…apa kau akan ikut denganku dan Taeyeon?” Jessica kini bertanya pada sahabatnya yang sedang memilih kembali aksesoris yang akan dikenakan malam ini.

“Uh…sepertinya tidak. Dong Wook dan Wooyoung mengajakku pergi bersama mereka. Oh ia apa kau hanya akan berangkat berdua dengan Taetae?” Kini Tiffany menghadapkan badannya ke Jessica berharap sahabatnya itu mengomentari keseluruhan penampilannya untuk malam ini.

“ Hairband dan bracellet itu terlihat sempurna untukmu. Sepertinya iyaa Tiff…dan aku tak sabar menunggu itu.” Jessica kini tersenyum membalikkan wajahnya agar sahabatnya itu tak melihat wajah malunya.

“Haha..Jess aku baru pertama kali melihatmu seperti ini…Kau yakin kau tak punya hubungan apapun dengan Taetae?Bukankah ia namja yang sudah menyelamatkanmu waktu itu Jess?” Tiffany menyusul sahabatnya yang membenamkan wajahnya di kasur yang begitu luas itu. Tiffany pun berusaha membuat Jessica kembali menatapnya.

“Apa yang kau bilang?” Ucap Jessica menunjukkan tatapannya yang pura-pura terganggu dengan ucapan saahabatnya itu.

“Well enjoy Jess…Aku tahu kok bahwa kau dan Taetae berpacaran…Selamat Jess.”Ucap Tiffany disertai eye smilingnya yang terkenal itu. Jessica hanya terdiam, ia tak tahu haruskah ia ungkapkan bahwa ia hanya bersandiwara dengan Taeyeon. Tapi ia juga mengharapkan bahwa sandiwara itu berakhir kenyataan.

“Thanks…” Hanya itu kata yang meluncur dari mulut Jessica. Tiffany pun dengan segera memeluk sahabatnya itu.

“Taeyeon lucky Jess…He has great lover like you. But you more luckier cause you got awesome guy such Taeyeon. So..please be careful with his heart Jess….” Ucap Tiffany yang kini melepas pelukannya.

“I Will…”

‘Aku akan berusaha selalu menjaga hatinya Tiff…’ Ucap Jessica dalam hatinya.

“Haha..great!!! So when will you treat me Jess?” Ucap Tiffany dengan senyuman jahilnya.

“Haha…as soon as posibble Tiff.” Kini Jessica memaksakan senyumnya.

“When will Taeyeon pick you up?”

“3 jam lagi Tiff..”

“Baiklah kurasa kita harus segera bersiap-siap Jess..Kau tak mau kan pangeranmu itu kecewa melihat ice princessnya masih sebeku es hehe..” Canda Tiffany yang mendapat deathly glare Jessica.

“YAH!!! Taenggoo tetap akan menyukaiku meskipun aku tak dandan Tiff…” Jessica kini berlari ke kamar mandi untuk Cold Showernya.

“Haha whatever Jess..” Ucap Tiffany kembali merebahkan badannya di kasur Jessica yang begitu luasnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Taeng..” Ucap Jessica memanggil namja yang membelakangi dirinya. Namja itu sedang berdiri di luar pintu rumah Jessica sembari melihat indahnya lampu-lampu bersinar di kebun mini Im Mansion. Seketika ia membalikkan tubuhnya mendengar suara gadis yang begitu khas baginya.

“Jessica? Is that you?” Ucap Taeyeon ketika melihat seorang gadis dengan balutan gaun indah yang membuat gadis tersebut bagaikan malaikat menurut Kim Taeyeon.

“Well its me. Why?” Jessica menaikkan salah satu alisnya pertanda ia ingin tahu.

“Nothing. You’re just always be you….Amazing.”

“Heumph…thanks Taeng..” Jessica tersenyum malu menanggapi pernyataan Taeyeon.

“So..shall we go now?” ucap Taeyeon mengalungkan lengan Jessica di gandengan tangannya.

“Haha..you’re so charming tonight…Is it for your lovely girlfriend right here beside you? Ucap Jessica menunjuk dirinya.

“Well maybe….hehe lets go!” Ucap Taeyeon membukakan pintu untuk his FAKE girlfriend.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Selamat malam ladies & gentleman…” Suara MC mulai terdengar membuat perhatian semua orang yang ada di AULA Hanyoung High School terpusat padanya.

“Baiklah..seperti kita ketahui bahwa pesta natal ini merupakan acara tahunan SMA Hanyoung yang sangat bergengsi dan meriah. Baik siswa-siswi, alumni, maupun pejabat pemerintah dIundang dan menghadiri pesta ini. Saya ucapkan selamat datang kepada pejabat pemerintah, alumni, dan kepala sekolah yang dapat hadir di pesta ini. Maka dari itu, untuk membuka pesta malam ini, kami telah memilih 7 siswa dan siswi untuk membuka pesta natal ini. Kami juga meminta perwakilan dari pejabat pemerintah, artis dan alumni untuk hadir ke depan karena dansa pembukaan akan segera dimulai.” Ucap MC dengan lantangnya.

Dengan pengumuman itu, Jessica menggenggam tangan Taeyeon meminta namja itu untuk mengikutinya. Tiba-tiba genggaman itu berubah menjadi gandengan karena Taeyeon kini telah mengalungkan lengan Jessica di lengannya. Saat mereka sudah berada di tengah ruang aula yang didesain begitu indah, Taeyeon bisa melihat Tiffany yang berdansa bersama Yoong, Wooyoung dengan Song Hye, dan yang paling mengejutkannya adalah kehadiran Jieun bersama Dong Wook sebagai partnernya. Sedangkan dari kalangan artis, Jo In Sung maju kedepan bersama istrinya disusul oleh perwakilan pejabat pemerintah dan kepala sekolah. Alunan musik waltz mulai mengalir membahana di ruangan aula yang begitu megah itu. Para pembuka pesta ini mulai menggerakkan badan mereka, berdansa dengan partnernya masing-masing menikmati alunan musik yang begitu indah.

“Tiff..kau begitu cantik malam ini.. dan thanks for ask me as your partner,meski hanya di dansa pembukaan saja.” Ucap Yoong menatap gadis di hadapannya seraya mengsinkronkan gerakan tubuhnya dengan gadis yang begitu gemulai menggerakkan tubuhnya dalam alunan waltz yang begitu indah. Tiffany pun tersenyum mendengar namja pujaannya itu berbicara, kemudian ia mendekatkan jarak mereka yang sudah begitu dekat.

“Your welcome Yoong…kau juga begitu handsome dan dashing malam ini. Apa kau sengaja berdandan seperti ini?” Ucap Tiffany seraya mengalungkan kedua lengannya ke leher Yoong. Yoong yang sudah biasa dengan perlakuan sahabatnya itu hanya tersenyum dan membisikkan sesuatu.

“Kau begitu cerdas Miyoung-ah..Malam ini aku akan membuat gadis itu sadar akan cintaku Fany-ah…” Ucapan itu membuat tubuh Tiffany seketika merinding.

Sementara itu Taeyeon dan Jessica kini tengah berdansa begitu anggun dan elegan. Memang sesekali Taeyeon melakukan kesalahan tapi Jessica selalu berusaha membimbingnya. Jessica pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Saat alunan musik begitu lambat, Jessica membenamkan kepalanya ke bahu Taeyeon. Taeyeon pun hanya membiarkan gadis itu begitu dekat dengannya, mengingat begitu manjanya Jessica padanya. Sesekali ia melihat Yoong dan Tiffany yang terlihat begitu menikmati dansa ini. Bahkan ia melihat bagaimana intimnya Tiffany dan Yoong. Tiffany terlihat begitu bahagia ketika Yoong mendekapnya.

‘Fany-ah…mengapa aku baru sadar bahwa kau terlihat begitu bahagia saat bersama Yoong?’ Tanya Taeyeon yang kini hatinya sedikit perih.

“Taengoo…apa kau capek?kau terlihat pucat sekarang..Apa kau mau istirahat?” Ucap Jessica menatap namja dihadapannya yang tiba-tiba terlihat lemas. Jessica berusaha menghentikan gerakan dansanya, tapi Taeyeon malah kembali mendekapnya lebih erat.

“I’m fine…lagipula ini baru lagu pertama, bukankah masih ada 1 lagu lagi untuk dansa pembukaannya?” Ucap Taeyeon yang kini menarik Jessica untuk bersandar di bahunya. Ia berusaha mengalihkan pikiran gadis itu, berharap Jessica tak menyadari apa yang ia lakukan tadi.

“Oh…baiklah. Tapi jika kau sakit, bilang saja ya…”Ucap Jessica yang sengaja semakin mendekap dalam pelukan Taeyeon. Kebetulan lagu pertama ini temponya cukup lambat sehingga menambah intimasi bagi setiap pasangan yang berdansa saat itu. Jessica tersenyum saat ia melihat Jieun memandangnya begitu tajam ketika Taeyeon menariknya untuk bersandar di bahu namja itu. Jessica bisa melihat bagaimana Jieun yang melakukan beberapa kesalahan sehingga ia beberapa kali menginjak kaki Dong Wook.

‘Oh..apa kau cemburu? Kukira kau sudah menyerah.’ Ucap Jessica dengan pandangannya kini tertuju pada Jieun yang melihatnya terlihat terganggu. Ia kembali membalas tatapan Jessica. Mereka seperti berkomunikasi dengan mata mereka.

‘Cemburu? Kita lihat saja nanti..Siapa yang akan kebakaran jenggot malam ini.’ Jieun membalas Jessica dengan tatapan tajamnya.

‘Apa maksud gadis itu?Mengapa ia menatapku seperti itu?Seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan.’ Jessica kembali menatap Jieun dengan ice effectnya.

‘Kau penasaran Jessica?’ Jieun membalas tatapan Jessica kemudian membalikkan badannya sehingga kini ia melihat Yoong dan Tiffany yang berdansa sangat indah dan terlihat begitu dekat. Ia bisa melihat Tiffany yang begitu mempesona dan terpesona oleh Yoong. Tapi ia tak melihat tatapan yang selalu Yoong berikan padanya untuk Tiffany. Kini Jieun tersenyum dengan apa yang telah dipikirkannya.

‘Ahaaha kurasa ini akan semakin menarik…Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.’ Ucap Jieun dalam hatinya.

Sementara itu Yoong juga selalu memperhatikan bagaimana Jessica tersenyum begitu manis saat berdansa bersama Taeyeon. Ia juga melihat bagaimana Taeyeon begitu gentle memperlakukan adiknya. Tapi yang ia khawatirkan sekarang adalah Jessica. Ia tak mau adiknya sakit hati nantinya saat mengetahui bahwa namja yang kini mendekapnya, mencintai sahabatnya yang begitu Jessica sayangi.

‘Jess..apa kau menyukai Taeng? Kukira kau hanya menjadikan ia sebagai pengalih perhatianmu.’ Ucap Yoong dalam hatinya yang membuat Tiffany membisikkan sesuatu padanya.

“Apa yang kau pikirkan Yoong? Mengapa kau sekarang terlihat begitu khawatir?”

“Ah..i’m fine kok. Aku hanya gugup dengan operation proposalku malam ini hehe” Ucap Yoong mulai menunjukkan senyuman lembutnya yang sukses membuat Tiffany melted. Kini Tiffany menyandarkan bahunya di pundak Yoong.

“Tenang saja Yoong…Gadis itu juga pasti menyukaimu.”

“Mengapa kau begitu yakin Fany-ah?” Ucap Yoong yang membuat Tiffany tersenyum.

‘Karena aku pasti akan menyambut cintamu Yoong…’Ucap Tiffany dalam hatinya.

“Heump..karena aku tahu dan yakin itu.” Tiffany kini memberikan Eye Smile terindahnya pada Yoong.

Wooyoung tiba-tiba khawatir melihat semua pemandangn yang dilihatnya. Ia bisa mengetahui bahwa Jieun begitu cemburu dengan kemesraan Taeyeon dan Jessica, begitu terpesonanya Tiffany pada Yoong, Tatapan curiga dan sakit hati dari Taeyeon saat melihat Yoong begitu dekat dengan Tiffany, silent war antara Jieun dan Jessica dan begitu lemasnya Dong Wook saat melihat kemesraan Jessica dan Taeyeon.

“Oh GOD..kuharap tidak terjadi sesuatu yang buruk malam ini”

“Apa maksudmu Woo?” tanya gadis yang menjadi partner Wooyoung saat itu.

“Haha..tidak ko..aku hanya asal celetuk saja.” Ucap Woooyoung yang tersenyum pada partnernya yang sepertinya mempercayai omongannya.

Tak terasa 2 lagu sudah selesai dimainkan oleh team orkestra SMA Hanyoung. Ini menandakan bahwa dansa pembukaan telah selesai dan kini band favorit siswa siswi menaiki panggung bersiap menghibur hadirin. Jessica segera pamit dari Taeyeon karena sepertinya kepala sekolah ingin berbicara sesuatu dengannya. Sedangkan Yoong kini membawa Tiffany ke stand minuman dan snack. Maka dari itu Taeyeon menyusul kedua sahabatnya itu. Saat akan berjalan, tiba-tiba Jieun memanggilnya.

“Taeng…Jessica kemana?”

“Oh…dia sepertinya dibutuhkan kepsek saat ini. Kenapa?” Ucap Taeyeon yang tak henti memandangi Yoong dan Tiffany. Apalagi saat Yoong menyuapi Tiffany sesuatu, ia tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. Tapi ia masih bisa mengontrol diri, ia tahu bahwa Yoong tak mungkin menghianatinya, apalagi saat ia ingat bahwa sahabatnya itu akan mengutarakan perasaannya pada IU malam ini. Tapi pandangan yang diberikan Tiffany pada Yoong sungguh menggangu baginya. Pandangan itu begitu manis, lembut, dan penuh kasih sayang, berbeda dengan pandangan yang selalu Tiffany berikan padanya.

“Taeng? Apa kau mendengarku?” Ucapan Jieun kini memecah pikiran Taeyeon.

“Oh..tentu saja. Jieun-ah apa kau haus atau lapar? Mau kan menemaniku minum?” Ucap Taeyeon dengan pandangan memelasnya yang membuat Jieun tersenyum. Rasanya sudah lama sekali Taeng tak melakukan itu padanya. Ia sungguh bahagia jika Taeng sepeti ini. Dan itu terjadi bila Jessica tidak ada di samping namja itu. Jieun pun mengangguk menanggapi permintaan sahabatnya itu.

“Hai Taetae..kau begitu tampan dan imut malam ini.” Ucap Tiifany saat menyadari Taeyeon ada di sampingnya saat ini. Tapi saat ia melihat Jieun, tiba-tiba moodnya berubah tak tahu kenapa.

“Wah kau bisa tampan juga ya DANSHIN..haha” Ucap Yoong yang menerima tatapan ‘Apa Kau Ingin Mati?!!’ dari Taeyeon.

“YAH!!! Kalau saja Jessica ada disini, pasti kau tak berani bilang itu padaku!” Ucap Taeyeon dengan gaya anak kecilnya yang menggemaskan. Itu membuat Jieun tak sengaja mencubit pipinya.

“Aww..sakit …mengapa kau mencubitku? Apa kau bersekongkol dengan namja jelek ini untuk membully ku?”Ucap Taeyeon berpura-pura menangis.

“Haha..sudahlah Taetae itu tidak sakit kok, lagipula kau pasti akan segera sembuh jika kuberikan ini.” Ucap Tiffany yang tiba-tiba mengecup singkat pipi Taeyeon yang Jieun cubit tadi. Seketika seulas senyum bodoh muncul di wajah Taeyeon yang sedikit memerah. Sementara itu Jieun kebakaran jenggot melihat aksi Tiffany tadi, ia tak menyangka gadis itu bisa begitu lancang pada Taeyeon. Sedangkan Yoong hanya tertawa dalam hatinya melihat kejadian tadi, dalam hati ia menyemangati Taeyeon.

“Benar kan? Pasti sekarang sudah tidak sakit.” Ucap Tiffany mengeluarkan eye smilenya.

“Haha..tentu saja. Sepertinya aku sekarang sudah tahu apa obat untuk Taeyeon jika ia terluka nanti.” Ucap Yoong yang bertujuan menggoda Taeyeon.

“Kukira Jessica akan marah jika melihat kejadian tadi. Bukankah Taeyeon kekasih sahabatmu Tiffany?” Ucapan Jieun itu tiba-tiba membuat mood menjadi turun. Wajah Tiffany juga berubah menjadi sedikit muram, mengingat apa yang dikatakan Jieun itu benar. Tak seharusnya ia mengecup pipi kekasih sahabatnya. Yoong yang menyadari kondisi ini segera berbuat sesuatu.

“Jieun-ah..apa kau mau menemaniku berdansa sekarang? Sepertinya lagu favoritku akan segera dimainkan..Ayoo kita pergi!” Ucap Yoong sambil menarik IU pergi bersamanya tanpa memberikan kesempatan Jieun berbicara. Sedangkan Taeyeon baru menyadari ekspresi muram Tiffany karena ia baru kembali dari dreamlandnya setelah Tiffany mengecupnya tadi.

“Fany-ah..gwenchanayo?” Ucap Taeyeon pada gadis yang disukainya.

“Nae..i’m fine Tae… Tapi ucapan Jieun benar. Tak seharusnya aku mengecup pipimu Taeyeon. Kau adalah kekasih Jessi…” Ucap Tiffany menundukkan kepalanya. Ini membuat Taeyeon tersenyum, ia mengingat kembali bagaimana cute Tiffany cilik saat ia sadar bahwa ia melakukan sesuatu yang salah.

“It’s ok Fany-ah. Lagipula Jessica akan mengerti ko…Sica dan aku kan hanya..” Ucapan Taeyeon terpotong saat Wooyoung kini menghampiri mereka dengan teriakannya yang khas.

“Weis…kalian berdua saja nih..mana yang lain?” Ucap Wooyoung menggoda Taeyeon.

“Haha Funny Woo…Sica pergi menemui Kepsek, kalau Dong Wook aku tak tahu, sedangkan Jieun dan Yoong sedang berdansa disana” Ucap Taeyeon sambil menunjuk pasangan yang sedang berdansa di ujung ruangan.

“Oh..begitu. Sepertinya Dong Wook juga dipanggil oleh Kepsek. Mengapa kalian diam disini saja?”

“Kami ingin minum dulu Woo..kau sendiri mengapa sendiri, bukankah tadi kau bersama Song Hye?” Ucap Tiffany yang membuat Taeyeon kembali menatapanya.

“Oh ia sedang ke toilet..jadi aku memutuskan kesini dulu…”

“Fany-ah..soal yang tadi sebenarnya aku dan Sica…” Ucapan Taeyeon kembali terpotong saat Wooyoung menariknya dan Tiffany ke lantai dansa.

“Sudahlah Taeng..sebaiknya kita nikmati saja malam ini.” Ucap Wooyoung yang membuat Taeyeon menurutinya melihat Tiffany yang sepertinya mulai kembali biasa. Setelah 15 menit berlalu, sekarang lagu mellow dimainkan. Taeyeon mengajak Tiffany untuk berdansa dengannya. Tiffany pun tak menolaknya karena ia tahu Yoong sekarang sedang bersama Jieun. Sedangkan Wooyoung sekarang telah kembali dengan Song Hye.

“ Fany-ah..kau begitu bersinar malam ini..” Ucap Taeyeon lembut tak berani menatap gadis yang kini bersandar di bahunya sambil melangkahkan kakinya mengikuti gerakan dance yang slow ini.

“Thanks..Tae.. Jessica beruntung memilikimu sebagai pasangannya malam ini. Karena kau begitu tampan dengan gaya seperti ini.”

“Haha…kau bisa saja. Tapi siapapun yang menjadi partnermu malam ini juga sungguh beruntung karena bisa menemani seorang malaikat malam ini.” Ucap Taeyeon tersenyum dengan kata-kata manisnya.

“Yah..sayangnya aku tak memiliki partner malam ini.”

“Loh…kenapa?”

“Karena namja yang kumau tidak memintaku jadi partnernya secara langsung. Dan ia sudah bersama gadis lain malam ini.” Ucap Tiffany mengeratkan pelukannya pada Taeyeon dalam dansa ini.

‘Jadi kau sedih karena aku Fany-ah? Mianhae..harusnya aku tak menerima ajakan Sica. Haruskah aku bilang pada Sica?’ Ucap Taeyeon dalam hatinya.

“Fany-ah..apa kau mau menjadi…” Ucapan Taeyeon kembali terpotong saat pasangan lain menyenggol badannya.

“Maafkan kami ya…” Ucap salah satu dari pasangan itu yang terlihat sedikit mabuk. Taeyeon hanya mengangguk menanggapinya. Kini Taeyeon kembali akan mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba musik berubah temponya menjadi cepat dan bising.

“Taetae..tadi kau ingin bilang apa?” Ucap Tiffany berteriak pada sahabatnya.

“Ahh..Fany-ah mau kah kau menjadi pasa..”

“Taengoo!!” Kini Jessica bergabung dengan Taeyeon dan Tiffany di lantai dansa.

“Hai Jess..kemana saja kau..kasihan pacarmu ditinggal terus.” Ucap Tiffany berusaha menggoda sahabatnya.

“Haha..aku tadi diminta Pak Kepsek untuk sedikit presentasi mengenai angkatan kita Tiff pada tamu-tamunya..” Ucap Jessica kini menatap Taeyeon yang sedikit muram.

“Taengoo…apa sekarang kau sakit?” Ucap Jessica menghentikan gerakan dancenya dan memegang dahi Taeyeon.

“Aku tak apa-apa Sica… Aku permisi sebentar ya..nanti aku kembali.” Ucap Taeyeon pergi meninggalkan kedua gadis itu.

“Jess..apa kau akan marah jika aku mengecup pipi Taeyeon?” Tiba-tiba Tiffany menghentikan gerakannya.

“Maksudmu Tiff?” Jessica kini mulai mengeluarkan ice effectnya.

“Tadi IU mencubit pipi kekasihmu dan aku mencoba mengobatinya dengan mengecup pipinya itu karena itulah yang sering aku lakukan saat kami masih kecil dulu Jess.. Apa kau marah padaku? Maafkan aku ya..” Tiffany kembali menundukkan kepalanya.

“Heump..aku akan bohong jika aku tak cemburu Tiff. Tapi karena kau sungguh berani mengakuinya, aku memaafkanmu Tiff…Hanya saja kuminta agar kalian mengurangi kemesraan kalian di depanku.” Ucap Jessica dengan senyumannya yang membuat Tiffany sedikit tenang dan tidak terlalu merasa bersalah seperti tadi. 10 menit berlalu dan Taeyeon masih belum kembali juga.

Jessica berinisiatif mencari namja itu. Setelah ia mencari kemana-mana akhirnya ia menemukan namja imut itu di taman sekolah yang didesain begitu indah malam ini. Ia melihat Taeyeon yang begitu terganggu dengan apa yang sedang dipikirkannya saat ini. Tiba-tiba sebuah tangan menutup kedua mata Taeyeon dan orang tersebut menyenderkan dagunya di bahu Taeyeon.

“Mengapa pangeranku sungguh murung saat ini? Seingatku tadi ia sungguh enerjik dan bahagia.” Ucap Jessica dengan Aegyeonya yang begitu imut hingga Taeyeon kini mulai tersenyum.

“Mungkin karena sang puteri pergi meninggalkan pasangannya malam ini?” Ucap Taeyeon mengeluarkan senyum jahilnya. Tapi dalam hatinya ia mengerut.

‘Mungkin karena Fany mencintai namja lain….’ Ucap Taeyeon dalam hatinya.

“Ahhh tapi kan sang puteri telah kembali.” Ucap Jessica melepaskan tangannya dan berlari ke depan Taeyeon yang sekarang sudah berdiri menantinya. Saat akan memeluk Taeyeon, tiba-tiba ia tersandung batu kecil dan mengakibatkan Jessica terjatuh menimpa Taeyeon. Beberapa menit berlalu dan keduanya belum menyadari posisi mereka. Tapi Jessica bisa merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya dan perlahan ia mulai membuka matanya. Begitu pula dengan Taeyeon, yang baru sadar bahwa sesuatu yang lembut dan basah kini bergerak di bibirnya. Ia baru menyadarinya karena punggung dan kepalanya yang sakit setelah ditimpa Jessica. Pikiran tersebut tiba-tiba membangunkannya dan perlahan ia mulai membuka matanya.

“Ahhh…Sica maafkan aku…” Taeyeon segera membantu Jessica dan dirinya bangkit dari posisi yang canggung itu.

“Heumph…it’s ok Taengoo” Ucap Jessica memerah mengingat apa yang baru saja terjadi padanya tadi.

‘My First Kiss…’ Ucap Jessica dalam hatinya.

“Sica..maafkan aku..aku tak bermaksud berbuat itu padamu.” Taeyeon sekarang menundukkan badannya, ia merasa sangat bersalah karena tak sengaja mencIum gadis di hadapannya itu.

“Tak apa Taeng..lagipula itu salahku yang ceroboh saat berjalan tadi..aku juga minta maaf.” Ucap Jessica kini membuat Taeyeon tak membungkukkan lagi badannya. Tiba-tiba Jessica memeluk Taeyeon dan berbisik.

“That was my first kiss..”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jam sudah menunjukan pukul 23.00 waktu Seoul dan pesta natal itu sekarang hanya dihuni oleh para siswa dan siswi SMA Hanyoung saja. Tiba-tiba MC mengumumkan sesuatu yang membuat seluruh orang memperhatikannya.

“Baiklah sekarang kita mempunyai penampilan spesial dari Im Yoong. Dia akan menampilkan sesuatu. Kita sambut Im Yoong!” Tepuk tangan membahana menghiasi ruangan saat namja charming itu tampil di panggung dengan mengalunkan gitar di bahunya.

“Kau diam…

Kau begitu dingin..

Kau coba tutupi indahnya dirimu..

Kau tersenyum menghangatkanku..

Kau sedih membuatku hancur…

Kau yang pertama..

Kau yang terakhir….”

Dengan itu Yoong mulai memainkan gitarnya menyanyikan If You’re Not The One dari Danniel Bedengfield. Penonton begitu terhanyut mendengar alunan melodi dan suara Yoong yang begitu manis. Tiffany pun tak berhenti memandangi Yoong yang begitu sempurna baginya. Sedangkan Taeyeon tersenyum melihat sahabatnya itu berbanding terbalik dengan Jessica yang begitu muram merasakan sesuatu yang tidak enak di hatinya. IU pun begitu terhanyut dengan penampilan Yoong, tapi disisi lain ia bingung, apakah Yoong melakukan ini untuknya atau untuk Tiffany. Sementara itu Dong Wook dan Wooyoung mulai khawatir, mereka takut asumsi mereka akan terjadi.

“Wookie…bagaimana ini?” tanya Wooyoung berbisik pada sahabatnya.

“Aku tak tahu Woo..mudah-mudahan tidak akan ada yang terluka dari semua ini.” Ucap Dong Wook menenangkan sahabatnya.

“Aku ingin membuat suatu pengakuan…apa itu tidak apa-apa?” Kini suara Yoong membuat orang-orang kembali dari dreamland mereka karena mereka begitu terhisap dalam penampilan Yoong yang mempesona itu. Penonton pun berteriak menyetujui keinginan Yoong. Yoong tersenyum menanggapi penonton dan kini mulai berjalan membawa mikrophonenya. Berjalan menuju seorang gadis yang masih terpesona dengan penampilan namja itu. Saat sadar bahwa Yoong sudah ada di hadapannya, gadis itu kembali ke bumi dan menatap namja tampan di hadapannya itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” Ucap gadis itu membuat Yoong tersenyum. Kemudian Yoong memakaikan gelang berbatu safir yang begitu indah di lengan gadis itu. Gadis itu hanya diam melihat ini semua.

“Lee Jieun…aku persembahkan ini semua untukmu. Maukah kau menjadi kekasihku?” Ucapan Yoong yang simple tersebut membuat hati Jieun terhenti seketika, lalu berdetak begitu cepat. Orang-orang pun masih hening menunggu jawaban gadis itu.

“A..a..aku..” Jieun masih bingung harus menjawab apa. Selama ini ia yakin bahwa ia masih dan hanya mencintai Taeng, tapi melihat semua yang telah dilakukan namja di hadapannya yang sedang tersenyum tegang menunggu jawabannya itu membuatnya kembali berpikir. Saat ia akan mengutarakan jawabannya ia melihat Jessica yang begitu kesal, murka dan terganggu. Tiba-tiba Jieun menemukan jawaban baru untuk namja di hadapannya itu.

“Aku mau Yoong…aku mau menjadi kekasihmu.” Dengan itu IU menarik Yoong dalam cIuman yang cukup lama. Ia sengaja melakukan itu untuk menikmati reaksi Jessica yang kini begitu emosi hingga meninggalkan ruangan yang kemudian disusul oleh Taeyeon. Kini Jieun melepaskan dirinya dari kekasih barunya itu. Ia bisa melihat tatapan Yoong yang begitu sayang padanya. Ia pun memaksakan tersenyum saat namja itu memeluknya

“Thanks..Jieun-ah..Aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia.” Ucap Yoong yang makin mempererat pelukannya pada Jieun. Sedangkan gadis itu hanya terdiam tak menanggapi perkataan kekasihnya.

‘Maafkan aku Yoong….tapi Jessica pantas menerima ini.’ Pikir Jieun

Sementara itu seorang gadis di ujung ruangan tak sadar meneteskan air matanya. Ia begitu sakit melihat semua ini apalagi saat namja impiannya sudah menjadi milik gadis lain. Ia tak tahu harus bagaimana sekarang, hatinya sakit, kepalanya pusing, kakinya sungguh berat untuk digerakkan dan air matanya kini terus mengalir. Tiba-tiba seorang pria menghampirinya.

“Tak apa Noona..aku mengerti perasaanmu..Jika kau ingin menangis…menangislah.” Ucap namja itu membuat air mata Tiffany turun lebih deras. Ia kini memeluk namja itu dan berkata “ Ini sungguh sakit.. Suho..”

“Lebih baik kita keluar dari ruangan ini ya..agar kau bisa lebih puas meluapkan perasaanmu saat ini.”namja itu secara perlahan menarik Tiffany untuk ikut dengannya keluar dari ruangan aula yang rIuh dengan tepuk tangan dan ucapan selamat kepada pasangan baru yang begitu serasi menurut mereka.

Sementara itu Taeyeon kini berhasil menyusul Jessica ke depan perpustakaan yang begitu sepi. Ia bisa melihat seorang gadis yang menangis sambil terduduk di lantai. Perlahan ia mendekati gadis tersebut hingga akhirnya ia bisa melihat dengan jelas make up Jessica yang agak kacau karena tangisannya. Ia pun ikut duduk menghadap gadis yang masih menundukkan wajahnya sambil mengeluarkan air matanya.

“Apa kau masih merasa terganggu dengan peristiwa tadi?” Ucap Taeyeon mengelus-elus punggung Jessica, berharap gadis itu bisa tenang.

“Aku…aku tak mau Jieun menjadi kekasih kakakku Taenggoo…Jieun..aku tak bisa mempercayakan hati kakakku padanya.” Ucap Jessica berusaha menghentikan tangisnya.

“Aku juga kesal pada Yoong…kenapa ia harus memilih gadis itu. Padahal disampingnya ada gadis luar biasa yang tulus mencintainya.” Ucap Jessica menyandarkan kepalanya di bahu Taeyeon.

“Maksudmu?” Kini Taeyeon penasaran dengan ucapan Jessica tadi.

“Gadis itu sungguh baik, begitu dekat denganku dan keluargaku. Ia juga sungguh perhatian pada Yoong. Aku tak bisa membayangkan betapa sakit perasaannya saat melihat tadi semua.” Dengan itu Jessica mulai menghapus ai matanya. Ia baru sadar bahwa seharusnya sekarang ia menemani sahabatnya itu, Tiffany Hwang. Ia malah terbawa emosinya hingga lupa dengan sahabatnya yang mungkin sekarang sedang menghadapi the greatest hearbreak.

“Siapa gadis itu” Ucap Taeyeon yang tak tahu kenapa mulai tidak enak hati.

“Gadis itu…Tiffany Hwang…Taeyeon-ah..”

====================================================================================

=======================================

Jeng jeng jeng…

hahaha gimana???

cinta segirumit ini masih hadir pemirsa hehehe

buat kwonjung deka liu hwang… hehehe wish lo bakal gw kabulin ko

tunggu aja ya

inget.. no comment no update hehehee

buat ff ini gw lagi ga mau pake pw

buat above the paper chapter 4 yang akan gw post awal januari…

gw pake PW hehehehe

cluenya…. heumh.. let me think ^_^

gausah pake clue deh..

pwnya gakan aneh” ko

cuma hehehee

udah ah.. bye

Iklan

66 pemikiran pada “LOVE IT SELF Chapter 8

  1. hadehhh gak punya email sial bangt dah jadi gak tahu part sebelumnya wkwkwwkk
    hadehh cinta segitiga gak juga cinta saling nyambung menyambung ini wkwkwk
    lanjut figjtiiinggghh

  2. Waduh kasian banget Tiffany,nah ntar kalau taeng berpaling Tiffany Jessica gimana coba?Trus kalau IU ninggalin yoong,yoong gimana?
    Penasaran banget kak T.T
    Tetep dilanjutkan ya,demi reader mu yang kece ini :v *pdgila*
    Fighting !!!

  3. Gu degdegan sendiri pas yoong mau nyatain perasaannya itu. Jieun cuma jadiin yoong permainan buat bikin sica kesel??jahat banget astagaa..duhh fany sabar yaa, sakitnya gak kebayang tuh, mana nyatainnya disaksiin langsung sama dia. Nahloh terus nasib taeng gimana, itu orang2 yg ngeganggu taeng buat ngomong sama fany gak tepat banget. Pas mau ngomong selalu aja ada halangannya-,-
    Udahlah fany sama taeng aja :p

  4. annyeong,,,,,,
    Hadeuuuuuhhhh cinta sgi sratus yg yang rumit nya tngkat dewa pake banget,,,,
    Taeng sdh siapin hti bwat mngutarhkn prsaan untuk fany,,,,sica yg brhrap taeng bnran jdi namjachingunya,,jieun yg msih mnghrapkan hti taeng,,,dan yoong yg mmpunyai prsaan lbih bwat jieun,,dan fany yg jga mnympan rsa bwt yoong,,bnr2 trblik nech prsaan mrka,,,,tu kn bnr akhirnya smua trskti,,wlwpun yoong d trimah cnta nya,,tp kn dia ngak tau aj klw itu hnya modus jieun untuk mmblas skit htinya pda sica,,,fany wowww skit nya dmna2 tu,,dngan mta kpla sndri dia mnyaksikan nmja yg dia cintai mngutarahkan prsaan nya untuk yeoja laen,,trlebih2 lgi dia tau yeoja trsbut adalh rival shbat baik nya yaitu jessie,,dannn ampunnnn dech yoong bodoh bnget sech ngak bsa tngkap snyal cnta dri fany,,pntsan sica kcwa bnget,,krna dia tau jieun ngak pkai hti bwat yoong,,taenysic,skit bnget tu,,,klw sdh bgni mau gmna lgi,,,lbih baik yoong sgra dpt mnydri prsaan fany bwat dia,,dan smga taeng dpt move on dri fany dan mngalihkan fokus hti dan fkran nya bwat sica krna ngak mngkin yoonsic jls2 mrka Im brsaudra,,ohya it ad nma gue d ats tp loe sdkit slh tu hahaha,,,
    Ok siip cuy
    Next d tunggu
    Ttp smngattt
    Gomawo,,,,,,,,,

    • hahhaaha ini panjang bgt komennya
      bisa dijadiin satu mini chapter nih ^_^
      iya si yoong pabo bgt yaaaa hehehee apa paboan gw ya yg nulisnya hehehee
      iya semua akan nikah pada waktunya ko 😛
      hahhaha akan indah pada waktunya

  5. Kasian yoong, iu menerima yoong bukan karena cinta tp untuk bikin sica kesel
    hatinya pany pasti sakit bangat tu pas tau orang yg dicintainya mengatakan cinta sama orang lain
    nah tu taeng jg tau orang yg dicintainya mencintai sahabatnya, tinggal sica lg yg gx tau klo taeng suka ama pany

  6. bagus…gw seneng yoong udah jadian sm jieun walaupun sebenernya jieun ga bener2 cinta sm yoong, tp setidaknya penghalang taeny bersatu udah berkurang dua tuh hahaha….tinggal si jenong nih gmn nih cara nyingkirinnya #bahasagwjahatamat njess balikin aja ama dongwook biar dongwook seneng, gpp kali2 bikin dia seneng wkwkwk…

  7. woaaaaahhhh IU & yoong ,dan taeng udh tau kalau pany suka sama yoong.
    Penasaraaaaannn…
    kasian yoong sama aja dimainin hatinya sama IU karna dia nerima buat bales ke sica.
    Ciaaaatttt taengsic kisseu wakakka lanjutkan 😀

  8. Akhirnya terjawab sudah walo menyakitkan .hikshiks
    Gue harap sih yoonfany ,ko bisa nih ff bisa ngefeel bgt ma couple selingkuhan .haha
    Sblm’a gua ga suka pling yg gue yoonsic ma taengsic ajah klo couple selingkuhan’a 😀

  9. Thor, kok kagak ada chapter 7 nya.
    Tapi gpp lh thor.
    Kasian yoong, jieun nerima cinta yoong hanya buat balas dendam sama jessica.
    Kasian juga ama fany dan taeng.
    Semoga taengsic dan yoonfany bersatu thor.
    Izin baca selanjutnya ya thor.

  10. nah lho iu jahat bngt sih, nrima yoong cm pgn nyakitin sica
    moga aja yoong tau yg sbnernya kl sbnernya iu gak pnya prasaan apa2 ke yoong
    udh lah taengo, mndingn nrima jessie aja deh, kn fanny sukanya sm yoong
    jessie agresip bngt ya ke taengo, gak pa2 sih, yakin aja ntr jessie bs bikn taengo cinta bneran
    fanny sabar ya ntr jg ketauan sp yg sbnernya cinta.sm yoong

  11. Jeng jeng jeng tifany dont cry
    Huahuahuahua
    Yonh maj tega ap cba mksdnya??
    Ap dia bner cnta sma iu??
    Ap dia cma ga mw menghianati taeyeon??
    Why??

  12. Jdi jieun mnerima yoong hnya untuk dpermainkn.
    Yoong tdak tau klau tiffany mnyukainya,dn yoong gk sdar atas prhatian yg dbrikn fany kpdanya.
    Dn bgaimnakh reaksi taeyeon bhwa fany mnyukai yoong ??
    mkin rbet ja nie ksah prcntaan mrka.

  13. huwaaaa baru smpat baca lgi. tp gue lompat dari chap 6. gue gak berhasil masukin pw chap 7 ris.

    isssh emosi gue sama jieun. bikin sica nangis bikin fany patah hati. hmmmm kayaknya dy sgitu bncinya sm sica jd mau balas lwat abgnya. issh si yoong juga, ngpain pake nyatain cinta ke jien. huft

  14. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  15. ahhh… kesel banget pas moment taeny selalu ada yang ganggu, rasanya pengen gua cabik” dah tu orang” yang ganggu moment langka mereka. first kiss sica sama tae, jangan bilang kalo itu juga first kiss nya tae? yoongjieun udah jadian, tapi tiffany yang jadi korban perasaan. huaa.. bersabarlah tiffany, sica juga jangan terlalu negative thinking terus dong sama jieun, jieun juga ga mungkin manfaatin perasaan yoong terus karena dia pasti nyadar kalo yoong tulus ke dia.

  16. Kisah cinta yg semakin rumit dimana Fany yg ptah hati sica yg tidak stuju hubungan iu & yoong si tae yg terluka apa mreka bsa menerima kenyataan seperti ini ….?

  17. rumit pake banget emang . jadi antagonis nih ceritanya iu , pdhl gue suka banget sama iu . hehehhe . fanny patah hati ,, kok ada orkay gue , si suho , oppa tampan gue muncul . wkwkkw . sica nangis ,, mungkin dia takut saudara kembarnya , yoong , sakit hati gara2 iu .

  18. Duhh ribet yah,
    Sebenarnya suka taeny tapi suka taengsic juga, tau ceritanya gini lebih setuju taeny.. tapi semua terserah author yang menulis..
    Ceritanya bagus, suka bikin deg deg an, suka bikin nyesek juga😆😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s