Above The Paper Chapter 3

chapter 3

Yuri POV

“We’re here..” suara itu membuatku menghentikan laju mobilku perlahan. Kami berhenti di sebuah rumah bergaya korea-eropa klasik.Terhampar kebun yang cukup luas dengan berbagai pohon dan tanaman yang mengisinya.Kuputarkan pandanganku ke sekeliling. Heumh..bagus juga.. tak kalah dengan Villa keluargaku di Jeju.

“Yul..apa kau gugup?” Jessica menatapku penasaran. Aku menggelengkan kepalaku masih dengan gaya tenang dan sok kerenku. Bisa kulihat senyuman kecil itu muncul lagi di wajahnya. Ah..how many time do I have to tell you how sweet that smile.. Jessica :D. okee Yuri.. focus.. kau anggap saja mereka sebagai klien bisnismu.. Arrachi?? Keep calm and love Jessica… wait..apa yg kukatakan?? Keep calm and be cool as usual Kwon Yuri.

“FYI..keluargaku agak sedikit berbeda.. kuharap kau mengerti..” aku menganggukan kepalaku memberikan istriku ini senyuman terbaiku. Kubuka pintuku lalu turun, berlari membukakan pintu Jessica.Kami berdua berjalan menuju pintu rumah keluarga Jung beriringan meskipun aku agak kesulitan karena aku memaksa Jessica untuk membawa semua barangnya tadi, belum lagi dengan bingkisan dari Adrian yang kubawa untuk keluarga Jung.Tak butuh waktu lama untuk kami tiba disana.Jessica menekan pintu megah mewahnya beberapa kali sebelum akhirnya seorang pria yang kukira lebih muda dariku itu tersenyum jahil membuka pintu rumah ini.

“Hallo Noona..hai kakak ipar..” tampan.. lumayan tampan tapi tak setampan aku. Bad boy..bad boy.. tapi tak sebad boy aku.. wait.. apa yang kukatakan tadi?

“Oppa..sejak kapan kau menjadi adikku?” dengan nada yang datar Jessica menjawab pria itu. Aku menatap kedua orang itu bingung. Baiklah..aku harus mempelajari tentang keluarga Jung mulai sekarang sepertinya.

“Hahaha relaks sist..aku hanya ingin memberi kejutan untuk suamimu saja..” pria itu mencubit hidung mancung Jessica yang terlihat sedikit kesal dengan ulah pria itu. Hei!! Hanya aku yang boleh mencubit hidung indah itu 😛

“Jung Woohyun..kakak sepupu Jessica..” pria itu mulai menyalamiku yang segera membalasnya. Baiklah kau kumaafkan Woohyun!

“Sepertinya kau butuh bantuan ya..sini aku bawakan..” Woohyun mengambiltas coklat cukup besar, di dalamnya ada box cake dan daging premium kelas 1 yang kupesan dari Adrian tadi, meninggalkan aku dan Jessica yang masih terdiam melihat kepergiannya. What?? Jadi dia hanya ingin mengambil makanan itu?Karena bisa kulihat kilatan semangat dan kebahagian saat si Woohyun itu mengambil barang yang kubawa untuk keluarga Jessica.

“Kau punya berapa saudara?” Jessica tersenyum mengambil trench coat dan tasnya dari tangan kananku, mengggenggam tanganku yang lain lalu mulai membawaku ke sebuah ruangan yang berisik sekali.

“Kyuhyong..cepat turun dari meja sekarang juga!” gadis berusia 5 tahunan masih berlarian di atas meja dekat sofa yang begitu megah berwarna coklat bercampur hijau pastel itu. Ia tertawa begitu senang melihat wanita yang terlihat lebih tua dari Jessica mengejarnya. Apa Jessica sudah mempunyai anak?Okee kenapa aku berpikiran seperti itu?? Itu karena wajah anak itu bagaikan copy-an wajah istriku ini. Aku akan menanyakan hal ini pada Jessica nanti, tenanglah Kwon Yuri..Jessica tak mungkin membohongimu.

“Pierre.. OMG..simpan pisau itu.. kau bisa terluka!!” kini giliran bocah tampan yang terlihat seperti orang prancis tersenyum polos memainkan pisau di meja makan. Pria yang mirip sekali dengan Yunho, ayah Jessica segera mengambil pisau itu, menjauhkan namja cilik tampan itu dari pisau tajam yang bisa kapan saja melukainya. Aku terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka melihat pemandangan di hadapanku ini. OMG..bocah sekecil itu bermain pisau? Takkan kubiarkan nanti putra/putriku bersama Jessica bermain pisau seperti itu. Tunggu! Apa aku baru saja memikirkan seorang anak bersama Jessica? Kurasakan rasa panas itu kini menjalar di wajahku. Yuri!! Stop blushing..jangan buat dirimu seperti seorang gadis.

“Appa!! Aku lapar..aku ingin makan sekarang…” kini giliran gadis di usia remajanya memberikan tatapan tajam memelas pada Yunho. Gadis itu mirip sekali dengan sepupuku.Rambut hitamnya menambah aura kedinginan gadis yang kukira masih berada di tahun pertama kuliahnya.Oke aku mulai mengerti maksud ucapan istriku tadi.Keluarga mereka memang tak biasa.

Baru kali ini aku melihat kondisi sekacau ini.Aku tumbuh dengan background bisnis yang kuat.Setiap detik adalah peluang dan uang.Kedua orangtuaku jarang sekali ada di rumah.Mereka sibuk membangun bisnis mereka, mengelilingi berbagai belahan dunia mengembangkan semua metode bisnis yang mereka buat.Biasanya di rumah hanya ada aku dan para pembantu yang setia menemaniku.Kakiku berjalan dengan sendirinya saat Jessica menarikku berjalan menghampiri ayahnya, masih dengan kondisi kedua tangan kami yang berpegangan.

“Ah Yuri..menantuku..” Yunho segera memelukku, melupakan bahwa putrinya ada di sampingku merengut melihat ayahnya lebih memilih memelukku terlebih dulu dibanding dirinya… hahaha tenang istriku..kau akan mendapat pelukan lain dariku ^_^

“Appa…” dengan aegyeonya istriku ini menarik pelan kemeja mertuaku yang segera melepaskan pelukannya tubuhku.

“Ah hahha maaf Sooyeon-ah.. Appa lupa saking senangnya Yuri bisa main kesini..” hanya suara Yunho yang terdengar di ruangan yang tadinya bising tak jelas dengan semua kegiatan orang di dalamnya. Hatiku berdebar tak karuan.Mengapa aku merasa semua mata tertuju padaku ya?Ini seperti aku adalah santapan mereka malam ini. Oke lupakan..itu mungkin hanya fantasiku saja. Jessica tiba-tiba menggenggam tanganku, memberikan senyuman manis kecilnya yang membuatku terlupa bahwa semua orang dari tadi melihatku dengan berbagai tatapan yang tak bisa kuartikan.

“Guys..this is my husband..” Keheningan di ruangan terganti dengan suara Jessica yang membuat orang-orang di sekitarnya menatapnya penuh makna.

“Senang bisa bertemu dengan kalian.. Kwon Yuri imnida..” ucapku dengan gayaku yang cool seperti biasa sedikit membungkukan tubuhku. Untuk sesaat seisi ruangan terdiam membuatku sedikit gugup seperti saat aku pertama kali bertemu dengan board member perusahaan ayahku.

‘Oke Kwon Yuri..do your best as usual.. kau luar biasa!’ gumamku dalam hati tak berhenti memberikan senyum tampan dan karismatikku pada keluarga Jessica.

“Guys..aku tahu suamiku memang tampan tapi kuharap kalian tak bengong seperti ini..” Istriku yang cantik..haruskah kau membuatku malu dengan memujiku di keluargamu?? Jessica terkekeh kecil menatap wajahku yang memerah seperti kepiting rebus, istriku ini melepas genggaman tangannya, memeluk tubuhku dari samping. Deurt..dug… dug.. dug…dug.. tubuhku ini rasanya seperti digigit lebah saat Jessica mulai memelukku tadi. Jantungku serasa mau pecah merasakan kehangatan tubuhnya yang mulai menyatu denganku.

“Relaks Yul..mereka menyukaimu..” nafasku terasa dipotong secara perlahan saat hangat desir nafas Jessica menyapu telingaku, aku hanya terdiam tak menjawab perkataannya yang tadi. Oh God..apa kau berencana memperpendek hidupku dengan menjadikan Jessica istriku?

“Perkenalkan..dia adalah kakakku.. Park Minyoung..dan putrinya.. Park Kyuhyong.” wanita yang mirip sekali dengan Jessica itu melambaikan tangannya, tersenyum padaku sambil memangku gadis yang imut itu.Aku hanya tersenyum menganggukan kepalaku. Tunggu..apagadis cilik itu mengedipkan matanya padaku?? Apa aku setampan itu hingga gadis sekecil dia saja sudah suka padaku ya?? Hahahaha Jessica Jung..kau memang tak salah pilih suami.

“Hai Yuri-shi..aku Albert Jung.. ini putraku dan wanita cantik di sampingku ini Lucile.. my lovely wife.. dia orang Perancis asli.. and she’s very good doing French kissing..” pria yang sedikit mirip dengan ayah mertuaku itu menyapaku bersama anaknya yang tadi kubilang mirip sekali orang Perancis. Saat Albert berkata bahwa istrinya itu mahir dalam French kissing sepertinya aku tahu kenapa. Kalian mau tahu kenapa? Saat ini..di depan mataku.. dengan posisi Jessica yang masih memelukku, Albert dan istrinya itu mulai berciuman ala orang Perancis seperti mereka takkan bertemu lagi besok. Aku tak bisa mengedipkan mataku melihat Albert dan istrinya bersilat lidah begitu intens melupakan bahwa anak mereka tertawa polos melihat kedua orangtuanya berciuman begitu panas di hadapannya.

“Eurgh.. Uncle.. Aunty..kalian bisa melanjutkan French kissing kalian nanti..” istriku ini berbicara menghentikan paman dan bibinya yang segera melepas pagutan bibir mereka, tersenyum menganggukan kepala mereka dengan polosnya. Wow..ciuman yang tadi.. kapan aku bisa melakukan hal itu dengan Jessicas?

“Kau sudah mengenalku kan??” pria yang bernama Woohyun itu berucap, membuatku menghentikan khayalanku tentang Jessica. Ia berbicara sambil mengunyah cheese cake special yang Adrian buatkan untukku. Krim keju dan blueberry menempel di sekeliling mulutnya. Oke dia memang tampan but God..he’s gross.. very gross.. putraku nanti tak boleh seperti dia. Jika Jessica hamil nanti.. aku akan pastikan Jessica membenci orang setampan dan luar biasa sepertiku supaya anak kami nanti tampan, cerdas, dan karismatik seperti ayahnya. Aku tersenyum kembali menganggukan kepalaku menjawab pertanyaan si jorok Woohyun.

“Hai Oppa..namaku Krystal dan aku adalah penggemarmu..” gadis berambut hitam yang mirip dengan sepupuku itu mulai mendekatiku, berdiri di hadapanku dengan senyum adorable-nya. Wajah bening dan merona? Yes. Tubuh langsing dan terbentuk? Yes. Elegan, cantik dan menawan? Yes. Wah..apa Krystal ini dibuat dengan cetakan yang sama dengan Seo? Mereka begitu mirip hanya saja Krystal terlihat lebih tinggi dari Seo.Aku harus bertanya pada Yunho nanti bagaimana caranya dia bisa membuat anak secantik dan luar biasa seperti Jessica dan Krystal.

“Yah!!Soojung!!”Jessica mempererat pelukannya melihat Krystal tiba-tiba mengecup pipiku. Oke..aku speechless. Kenapa?Karena Jessica saja belum pernah menciumku bahkan pipiku saja belum.Tapi adiknya dengan berani telah mencuri ciuman yang sengaja kusimpan untuk Jessica. Heol!! Kau benar-benar sesuatu Krystal Jung!

“Oppa..kalau saja aku lebih tua.. mungkin Appa akan menikahkanmu denganku.. bukan Unnie..” Krystal berbicara dengan nada sedih dan wajah imutnya.Kulirik Jessica yang memberikan tatapan tajam membunuh pada adiknya itu.

“Appa.. Soojung..”Jessica merengek kecil pada ayahnya yang terkekeh melihat istriku bertingkah seperti anak kecil di hadapannya. Hahahaha.. Jessica Jung..tak kusangka kau seperti ini.

“Soojungie..Appa tahu kau sangat mengagumi Yuri. Appa tahu kau punya klipping dan majalah-majalah yang memuat Yuri di dalamnya..tapi kau tidak boleh seperti itu sayang.. Yuri sendiri yang telah memilih Unnie-mu menjadi istrinya. Yuri Oppamu itu benar-benar mengagumi Unnie-mu..”Mataku terbelalak mendengar ucapan Yunho tadi.Apa??? Kapan aku pernah berkata seperti tu??Kulirik lagi Jessica yang tersenyum malu menundukan kepalanya, semakin mengeratkan pelukannya di lenganku.Payudara kirinya semakin menyatu dengan lengan kananku yang berteriak kegirangan bisa bersentuhan dengan milik Jessica yang seksi itu. Oke ByunYul… Stop It!

“Sooyeonie..my maomao… apakah itu kau sayang?” pikiran kotorku terhenti saat seorang pria tua berjalan keluar dari pintu lain ruang makan bersama seorang wanita yang cantik sekali. Pria itu berjalan dibantu tongkatnya sementara si wanita cantik itu memapah dari samping, membantu pria tua itu berjalan.

“Grandpa!!” aku merengutkan wajahku saat Jessica melepaskan pelukannya, berlari memeluk pria tua yang ternyata adalah kakeknya.Pria tua itu memeluk kembali istriku dan menepuk-nepuk kepala Jessica pelan.

“I miss you so much..”Jessica berucap dalam bahasa inggrisnya yang fasih sementara kakeknya itu malah melepaskan pelukan istriku, menatap Jessica dengan tatapan tak percaya.

“Apa??Kau ingin membunuhku???” Tunggu..apa kakek tua itu tuli??

“Ahh bukan Grandpa..i.. miss.. you.. so much..” ucap Jessica lebih keras lagi di telinga kakeknya yang segera memeluknya kembali.

“Sayang..ini menantu kita..” Yunho berucap menghampiri wanita yang tadi membantu kakek Jessica berjalan.

“Yuri-ah..senang bisa bertemu denganmu secara langsung.. selamat datang di keluarga kecil ini.. semoga kau betah..” aku tahu darimana datangnya kecantikan yang dimiliki Jessica, Krystal dan Minyoung. Ibunya Jessica benar-benar cantik seperti dewi.Ia terlihat seperti kakaknya Jessica, bukan ibunya. God..mengapa kau bisa menciptakan wanita secantik itu??

“Jung Ara..itu nama istriku Yuri.. dan pria yang berjalan dengan istriku tadi adalah Ayahku, JungYongeun.. Minyoung dan keluarganya akan kembali lagi ke New York setelah resepsi kalian selesai, begitu pula dengan Albert dan keluarganya yang sengaja terbang dari Paris kesini demi Sooyeon. Oh ya sayang sekali orangtua Woohyun masih di Ceko mengurus bisnis keluarga kami sehingga mereka tidak bisa datang.” ucap Yunho menatap istrinya penuh cinta lalu beralih pada ayahnya yang masih berbincang sesuatu dengan istriku.Heumh pantas saja ayah mertuaku itu seperti itu, siapa yang tak merasa selalu jatuh cinta jika kalian punya istri secantik ibunya Jessica.

“Appa… ini suaminya Sooyeon..” ibu mertuaku berbicara begitu lembut membuat senyumku mengembang dengan sendirinya.

“Annyeonghaseyo Halbeoji..senang bertemu dengan..”

“Oh jadi ini pria yang telah merebut perusahaan keluargaku dan memaksa cucuku menikah dengannya?”Kakek Jessica berjalan mendekatiku dengan tatapan membunuhnya. Oke..aku tahu sekarang darimana Jessica dan Krystal mewarisi kedinginan dan tatapan tajam mereka. Rengutan di wajahku perlahan muncul mendengar ucapan kakek tua itu.

PLAK!!!

“Appa!”

“Halboeji..”

“Grandpa!??”

“OMG.. Yuri Oppa!!”

“Aww..” rintihku kecil setelah kakek istriku yang gila ini memukulkan tongkat coklatnya itu ke kaki kananku cukup keras. Ahh kurasa ini akan meninggalkan bekas luka beberapa hari. Seisi ruangan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kakeknya Jessica tadi kurasa. Jessica segera menghampiriku.

“Grandpa.. Yuri tidak memaksaku untuk menikah dengannya..dan kami terpaksa harus menjual perusahaan..” Jessica berbicara cukup keras pada kakeknya yang masih menatapku tajam, tak merasa bersalah sama sekali telah memukul kakiku yang berharga jutaan dolar ini dengan tongkat jeleknya itu.

“Ah maomao..kau tahu aku tidak bisa mendengar dengan jelas.. kemarin Yunho bilang bahwa Kwon Yuri itu yang mencuri perusahaaan keluarga kita dan dirimu..” Kakek tua itu merengut polos pada istriku yang segera luluh menerima rengutan yang menjijikan itu bagiku.

“Kau berada dalam pengawasanku anak muda..” dia memberikan tatapan membunuhnya lagi, berbicara padaku lewat matanya yang tajam seperti elang. Dia memperlakukanku seolah aku adalah predator yang akan memangsa cucunya yang berharga. Aku hanya tersenyum sopan pada kakek tua itu tak tahu dengan apa yang akan kulakukan selanjutnya. Ini canggung..sungguh canggung, tak pernah aku merasa secanggung ini dalam hidupku.

“Senang bisa berkenalan dengan kalian semua..aku berharap kita bisa membangun hubungan yang lebih baik lagi..” aku memutarkan pandanganku pada seluruh orang di ruangan ini, memberikan senyumku seperti aku menghadapi klien-klienku. Jessica mengambil tanganku, menyelamatkanku dari keluarganya.

“Aku akan membawa Yuri berkeliling..” istriku ini sedikit berteriak masih membawaku berjalan walau dengan kakiku yang berjalan sedikit pincang.

Rumah ini begitu indah.Aku bisa merasakan aura kehangatan sebuah keluarga di dalamnya.Kulihat banyak foto-foto tertuang dalam bingkai indah.Foto-foto itu menangkap berbagai moment keluarga Jessica.Aku menghentikan langkahku di satu bingkai yang menunjukan dua orang gadis kecil duduk di sebuah helicopter mainan.Si gadis yang kusangka Jessica tersenyum begitu lebar menatap kamera sementara gadis yang kusangka Krystal cemberut dipeluk oleh istriku. Ahh what a cuties..

“Itu saat kami masih tinggal di Cali.. Soojung lucu sekali kan?” Jessica mendekatiku, tersenyum kecil melihat foto yang kulihat tadi.

“You’re cuter..” gumamku tak sengaja, membuat Jessica tertawa kecil. Kami melanjutkan mengelilingi rumah 3 lantai ini.Akhirnya kini aku tiba di kamar tidur Jessica yang berada di lantai 3.

“Tada!! Ini kamarku…” Jessica berucap dengan senyum kebanggaannya, membawa aku masuk ke dalam kamar yang dihiasi wallpaper classic pink putih coklat.Langit-langit kamar dilukis dengan jutaan bintang, bagaikan langit sungguhan.Kamar ini tertata begitu rapi, elegan dan nyaman.

“Tunggu disini ya..”Jessica membawaku duduk di kasurnya yang nyaman ini.Aku menganggukan kepalaku melihat istriku itu berjalan ke sebuah pintu yang kukira sebagai kamar mandi. Heumh..aku harus melihatnya nanti.

“Bagian mana yang sakit?” Jessica menghampiriku membawa ice blue pack.

“Ahh kaki kananku..” aku menunjuk betis kananku. Jessica mulai menaikan celana kananku ke atas, mengungkap betis berototku, menempelkan ice pack itu, sedikit memijit bagian kakiku yang terlihat sedikit biru. Gila..pukulan tongkat itu bukan main… betisku saja bisa sedikit biru keunguan seperti ini. Apa tongkat itu tongkat sakti ya?

“masih sakit? Eumh..maafkan Grandpa ya.. dia sangat protective padaku..” Jessica masih memijitku, membuatku terlupa bernafas untuk sesaat.

“No.. It’s fine..kakiku masih bisa digerakan kok..” aku tersenyum menggerak-gerakan kakiku yang masih terasa sakit. Untuk beberapa saat kami duduk terdiam dalam keheningan. Jessica kini telah selesai memijitku, ia duduk di sampingku yang duduk di kasurnya.

“So.. Jessica..mengapa kau dipanggil Jessica?”

“Well kau tahu..sebenarnya aku kurang begitu suka dengan nama koreaku, jadi aku meminta orang-orang untuk memanggilku Jessica. Awalnya memang mereka tak mau memanggilku Jessica tapi lama kelamaan mereka mau juga. Hanya keluargaku yang memanggilku Jessica..”

“Jadi aku keluargamu?”

“Yes silly..”Jessica tertawa kecil memukul bahuku dengan boneka beruangnya.

“Jung clan tidak sembarangan menerima pendamping hidup..”Jessica tersenyum jahil menatapku dengan mata indahnya. The rest of the moon can’t define how beautifull it is.

“Oh benarkah? Kwon clan tentu saja dengan senang hati menerima tawaran dari orang-orang yang mendaftar..” ucapku tak mau kalah dengan istriku yang memberikan tatapan tak percayanya padaku.

“Tapi sepertinya bukan itu yang terjadi nyatanya. Kau menjadi top 3 asian bachelor selama 3 tahun berturut-turut..”Jessica kini mulai menggodaku lagi dengan pengetahuannya.

“Ah..film ini bagus sekali..” aku mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuatku seperti orang bodoh tadi dengan mengambil sebuah kotak piringan film.

“Itu adalah favoritku..oh ya bagian mana yang paling kau suka?” Jessica bertanya sambil mengambil kotak piringan film itu.

Oke aku harus jujur.Aku belum pernah meliihat film itu sebelumnya.Aku hanya asal bicara.Kulihat genre dan sinopsis yang ada di kotak piringan film itu. Ahh..romantic comedy… oke aku tahu.

“Bagian favoritku adalah saat..” aku mendekatkan wajahku dengan Jessica, mengunci pandangan kami.

“Sebenarnya..aku mencintaimu..” Untuk sesaat hanya keheningan yang menyelimuti kami. Jessica tak memutuskan pandangannya, ia menatapku dengan berbagai pikiran di dalamnya. Tak tahu angin apa yang membuatku mengucapkan kalimat itu, kalimat yang sebelumnya tak pernah kuucapkan secara langsung dengan lisanku bahkan pada mantan-mantanku dulu saat kami berpacaran. Aku terdiam saat Jessica juga mulai lebih mendekatkan wajahnya, membuatku benar-benar ingin menciumnya saat ini. Desir hangat nafasnya menyapu bibirku yang bergetar menerimanya. Wangi mint dan vanilla itu..heumh.. I wonder how it will taste if it collide in my mouth.

“ Kau.. salah…” ucap Jessica meniup mataku lalu tertawa begitu senang melihatku termangu menatapnya bodoh. Kwon Yuri..you are dead.

“No..kau pasti salah… aku ingat betul kalau line itu ada dalam filmnya!” Jessica mulai mengambil case dvd itu, membuatku tak bisa membaca synopsis film itu. Dengan senyumnya yang nakal.. Jessica menggelengkan kepalanya, menyembunyikan case dvd itu di belakang punggungnya.

“Eits..no cheating.. mengakulah kalau kau belum menontonnya Mr. Kwon..” dia mengedipkan mata kanannya, tertawa melihat wajahku yang gemas menerima godaannya.

Untuk sesaat pandangan kami terkunci. Dia masih dengan tatapan menantangnya, memintaku untuk mengambil case dvd itu sedangkan aku… heumh..aku tak mau kalah. Kuberikan tatapan terseksiku.. menerima tantangan wanita yang sudah merangkak menjauh dariku di atas kasurnya yang luas ini. Perlahan istriku yang cantik itu mundur sementara aku maju mendekatinya dengan tatapan buasku bersiap menerkamnya… hehe maksudku memangsa case dvd itu. Ritme permainan berubah menjadi cepat saat Jessica berusaha kabur dari kasurnya.Aku menarik tangan kanannya, sedikit menggunakan tenagaku, membuat Jessica kini berada di bawahku.Ya aku mengunci kedua tangannya di samping kepalanya dengan tanganku. Saat aku mencoba mengambil dvd case itu..barang itu hilang.

“Tak semudah itu Mr. Kwon..” masih dengan nada yang menantang dan menawan Jessica mengedipkan salah satu matanya.

“Ini semua begitu mudah Mrs. Kwon..” aku tersenyum bahagia melihat bagian dvd case itu dibalik punggung Jessica. Dengan segera kutelusupkan salah satu tanganku ke balik punggungnya yang masih terbalut dress cantiknya.

“Ahahaa…. Hahahaa…” Jessica berteriak kegelian menerima serangan gelitikan yang kuberikan padanya tak menyadari bahwa kakinya yang indah itu bergerak begitu bebas hingga senjata masa depanku menjadi korbannya.

“Sooyeonie..makan malam suda..” Yunho membuka pintu dan terdiam melihat pemandangan di hadapannya.Aku masih menahan rasa sakit di mr.p ku, tak menyadari bahwa wajahku ini jatuh tenggelam di dada Jessica yang segera membeku menyadari posisinya sekarang.Untuk sesaat aku tenggelam dalam surga dan neraka yang kurasakan sekarang, tak menyadari bahwa mertuaku mendapati aku dan putrinya dalam posisi yang tak pantas. Baru kali ini aku merasa seperti remaja remaja yang tertangkap make out oleh orangtua mereka… good job Kwon Yuri #FacePalm

“Eurrhh… maaf Appa tak bermaksud mengganggu kalian. Silakan lanjutkan..but keep it low..” dengan itu Yunho segera menutup pintu kamar cukup keras, membuatku dan Jessica segera terbangun dari dunia keterkejutan kami. Aku segera bangkit dari surga itu..masih merasakan panasnya neraka di mr.p ku.

‘Oh my future..ini adalah senjata andalanku saat bertarung dengan Jessica di malam pertama kami nanti.. bagaimana bisa kau teraniaya seperti ini Nak??’ gumamku dalam hati mencoba menghilangkan rasa sakit luar biasa ini.

“Omo Yul..maafkan aku..” bagus… kau baru menyadari betapa kesakitannya aku sekarang karena tendangan mautmu itu Mrs. Kwon?

“Ah..hehe gwenchana..” aku hanya tersenyum kecil dengan wajah merahku, masih menahan sakit.

“Maafkan aku..aku tak bermak…” ucapan Jessica terhenti saat pintu kamarnya terbuka diikuti dengan suara sesuatu yang jatuh cukup keras. Kulihat dari kejauhan seorang namja meringis kesakitan mengusap pantatnya.

“Yah Paman..kan sudah kubilang jangan mendorongku terus.. aish!!” Woohyun meringis kesakitan menatap kesal ayah mertuaku dan saudaranya.

“Maafkan aku..aku penasaran dengan permainan mereka..”Albert berucap sambil membantu Woohyun berdiri sementara Yunho menatap mereka geram.

“Yah kau berbicara tentang putriku!!!” bagus..mereka ini bodoh atau memang tak peka ya?? Apa mereka tak sadar bahwa aku dan Jessica menjadi penonton mereka dari tadi?

“Ahh hehehe maafkan kami..” dengan cepat Woohyun bangkit dari posisinya, menarik Albert dan Yunho yang masih bertarung sengit dengan perdebatan mereka.

=========Above The Paper==========

“Morning Love..”Tiffany membuka matanya perlahan, mengatur penerimaan cahaya pada matanya yang masih berat untuk berfungsi seperti biasanya. Jam menunjukan pukul 13.30, sangat siang bagi kalangan pelajar dan pekerja pada biasanya tapi tidak bagi dirinya dan Taeyeon. Meskipun mereka adalah pekerja, tapi mereka memiliki jam kerja yang cukup fleksibel, sesuai dengan kemamuan mereka, well itulah yang bisa dilakukan seorang Top Corporate Lawyer dan kekasihnya.

“Kau tidak pergi ke kantor hari ini Oppa?” Tiffany masih membalas kecupan kekasihnya itu di dahinya dengan mengecup ringan bibir Taeyeon yang sudah rapi menggunakan kemeja santai dan celana khaki pendeknya yang membuat namjanya itu terlihat cool, elegan, cerdas dan karismatik.

“Tidak..hari ini aku sengaja ijin tidak masuk pada Yul..” Taeyeon kini ikut duduk di ranjang kekasihnya yang masih berantakan akibat aktifitas mereka semalam. Well ini bukan pertama kalinya Tiffany dan dirinya berhubungan intim tapi ia masih merasa kali pertama melakukan hubungan sakral itu dengan pujaan hatinya, Tiffany Hwang. Taeyeon membuka selimut putih yang menutupi tubuh indah kekasihnya itu lalu memakaikan bathrobe pink favorit Tiffany yang selalu ia simpan di apartementnya.

“Terimakasih Oppa..”Tiffany mengecup ujung hidung Taeyeon yang tersenyum nakal menerima kecupan ringan itu.Kedua mata mereka saling menatap, terkunci dalam pikiran masing-masing.

“Ahh..kau melakukan hal yang salah Mrs. Kim..” Tiffany kini terjatuh kembali ke bantalnya, terperangkap dalam cengkraman Taeyeon yang ada di atasnya.Ia tak bisa melawan karena prianya itu sudah mengunci kedua tangannya, mulai mencium bibirnya, keras.

“Ahh..Op..paa..” Taeyeon tersenyum puas menerima erangan wanita di bawahnya.Ia kini lanjut menyerang wanitanya iitu dengan gigitan-gigitan kecil di belahan dada Tiffany. Dalam sekejap tanda-tanda merah itu kini sudah menyebar di leher, bahu dan belahan dada kekasihnya. Gairah Taeyeon semakin besar, ia dengan segera membuka kancing kemejanya, menurunkan celananya begitu cepat, mulai memasukan miliknya dengan Tiffany yang sedikit meringis menerima pergerakan prianya yang terlalu cepat.

“Say my name… my name…” masih dengan nafas yang memburu Taeyeon terus berucap di kuping Tiffany, menggigit kecil kuping kekasihnya yang masih bergelinjang menahan serangan Taeyeon yang begitu kuat.

“Oppa.. Oppa..”Taeyeon menggeram tak memperdulikan ringisan Tiffany yang semakin mabuk menerima penetrasi kekasihnya itu.

“My name Fany-ah…” Taeyeon memperlambat temponya, membiarkan kekasihnya itu sedikit bernafas menerima penetrasinya.Wajah Tiffany terlihat begitu merah dengan keringat yang membasahi hampir seluruh bagian tubuhnya.

“Maafkan aku..apa aku menyakitimu?” Taeyeon menghentikan gerakannya sesaat, menghapus air mata yang perlahan turun membasahi wajah indah kekasihnya. Perlahan ia turun memeluk Tiffany yang sedikit terisak memeluknya erat.

“No Oppa..kau tidak salah.. aku hanya..” Tiffany terdiam tak bisa mengucapkan hal itu.Ia tak boleh membiarkan pria yang sudah begitu baik dan sabar mencintainya itu tahu bahwa ia masih belum bisa menghapus nama itu di hatinya.

“Gwenchana..heumh.. apa kau lapar? Lebih baik sekarang kau mandi dulu..aku akan menyiapkan sarapan untuk kita setelah itu kita jalan-jalan ya..” Taeyeon mengecup kepala Tiffany yang menganggukan kepalanya, perlahan turun dari kasur cinta mereka menuju kamar mandi, menggendong Tiffany yang masih memeluk dirinya erat.Mereka kini sudah sampai. Taeyeon menurunkan Tiffany perlahan ke dalam bathtub besar yang biasa ia pakai untuk menenangkan tubuh dan pikirannya saat sedang kalau dan kacau. Ia nyalakan keran air hangat itu, mulai memberikan sabun aroma terapi yang merelakskan jiwa.

“Oppa…”Tiffany menahan tangan Taeyeon yang beranjak pergi meninggalkannya di bathtub itu membuat Taeyeon menatapnya heran.

“Ada apa sayang?Apa airnya terlalu panas?”Taeyeon mulai mencelupkan jari telunjuknya mengetes panasnya air itu.Tiffany menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan prianya itu.

“Fany-ah..”Nafas Taeyeon terhenti saat ia merasakan tangan kecil dan lembut wanitanya itu menelusuri tubuhnya, menarik dirinya masuk ke bathtub.

“Taeyeon Oppa..make love.. make love to me..”

=========Above The Paper==========

“Hahaha.. Yuri..kapan kalian pertama kali melakukan ‘itu’?” Woohyun menarik Yuri duduk di sampingnya sementara Jessica duduk di hadapan suaminya yang sejak tadi dikerubungi oleh pria-pria di keluarganya.

“Anak muda..kau kuat berapa ronde? Kau tahu..aku dan Lucile melakukannya sehari 3 kali dalam seminggu..” Albert duduk di samping Yuri yang menatapnya terkejut.

‘Apa dia gila?Atau dia maniak? Melakukan seks seperti minum obat saja..’ gumam Yuri dalam hatinya menatap paman Jessica yang gila itu tak percaya.

“Hahaha kau tak usah terkejut seperti itu..aku juga setiap minggu pasti melakukan hal itu..” Woohyun tertawa layaknya om om genit membuat Yuri mengernyitkan kedua matanya.

“Paman Yunho malah lebih parah..hahaha.. dia..”Woohyun tak sempat melanjutkan kata-katanya saat Yunho menjejalkan roti besar ke mulutnya, membuat Woohyun kelihatan tersedak untuk sesaat.

“Guys..sudah aku bilang berkali-kali kan.. kami tidak melakukan apapun! Yuri tadi hanya terjatuh..”Jessica berucap sedikit kesal karena paman dan kakak sepupunya itu terus saja menggodanya dari tadi.

“Haha kau benar Sooyeon… terakhir kali ayahmu terjatuh..dan 9 bulan kemudian lahirlah dirimu..” Albert tertawa begitu puas melihat Ara dan kakaknya tertunduk malu mendengar godaannya yang memang kenyataan.

“Oke!! Cukup! Apapun yang dilakukan Jessica dan suaminya..itu adalah urusan mereka. Sekarang adalah waktunya makan..so stop talking!” dengan suaranya yang tegas Minyoung berucap. Semua orang segera menyantap makanan yang terhidang di meja makan yang luas itu, mematuhi ucapan kakak pertama Jessica itu.

“Kau mau apa?” Jessica melihat suaminya terdiam menatap makanan yang terhidang di meja makan, terlihat bingung.

“Euh..aku tak tahu.. aku belum pernah memakan semuanya..”

“Nak.. cobalah ini.. Umma sengaja memasaknya untukmu..” Ara mengerlingkan matanya pada Yuri yang mengangguk mulai mengambil scallop bakar di hadapannya. Ara meminta Jessica mengambilkan makanan lain untuk Yuri seperti sup Tiram rumput laut dan tumis kecambah.

“Ini enak sekali Tante..”Yuri cukup lahap memakan semua makanan yang diberikan Jessica tadi.

“Itu makanan yang bagus untuk stamina dan kesuburan..kau tahu.. Umma sudah tak sabar menimang anak kalian..”Ara tertawa kecil membayangkan putra atau putri Jessica nanti bermain bersamanya.

“Aheukk…heukkk…” Yuri terbatuk-batuk mendengar ucapan ibu mertuanya itu sementara Jessica tertunduk malu memakan makanannya lebih cepat tak memperdulikan tatapan sindiran dan menggoda dari anggota keluarganya yang lain terutama Woohyun dan Albert, sang pembully dan pervert di keluarga mereka.

“Albert.. Woohyun..” Yunho mulai bericara membuat kedua orang yang ia sebut tadi terdiam melanjutkan makan mereka. Tak terasa 1 jam berlalu dan kini Yuri bersiap pulang karena ia ada meeting dengan perwakilan SM Ent. Terkait dengan investasi baru mereka dengan KJG.

“Terimakasih semuanya..aku sangat menikmati makan malam dan waktu kita hari ini..” Yuri sedikit membungkuk memberikan hormatnya pada anggota keluarga Jessica yang masih hadir di ruang tamu.

“Ah jangan sungkan nak..kau adalah bagian keluarga kami..” Ara tersenyum melihat menantunya yang sopan itu, tak seperti kebanyakan pria kaya lainnya yang jarang menghormati orang tua, seperti mantan kekasih Jessica yang kemarin.

“Baiklah kalau begitu aku pamit..” Yuri membungkuk lagi lalu mulai berjalan bersama Jessica yang menemaninya, membawa tas dan jaket suaminya menuju mobil Yuri yang sudah terparkir di depan.

“Tunggu!!Kau belum boleh pulang!” suara itu menghentikan langkah Yuri.

“Grandpa..” Jessica menatap kakeknya bingung sementara Yuri terdiam menelan ludahnya, perasaan buruk itu mulai bersarang di benaknya.

“PAEBAK..”

=========Above The Paper==========

“Oppa..” seorang gadis berjalan mendekati pemuda yang duduk di bangku sebuah taman membaca sesuatu di tangannya.

“Fany-ah..” pemuda itu melepas kacamata bacanya membuat si gadis tersenyum sendu melihat ketampanan Oppanya itu di balik kacamata tebal yang setia menemaninya.

“Oppa..apa kau menyayangiku?” si gadis mengambil kacamata itu mulai memainkannya.

“Aheuh,,, tentu.. kau adalah dongsaeng yang paling kusayang..” si pemuda itu mencubit hidung mancung Tiffany yang tersenyum sendu menatapnya.

“Terimakasih..aku juga sangat menyayangimu Oppa.. lebih dari yang kau bayangkan..”

“Maksudmu?”

“Aku mencintaimu Oppa..sangat mencintaimu..” kedua mata mereka terkunci. Yuri tertawan paras cantik rupawan Tiffany yang menatapnya penuh cinta.

“Fany-ah..”Yuri merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang menggelitik perutnya.

“Oppa..jika mencintaiku terlalu berat.. tunggulah.. karena aku yang akan menghampirimu..” air mata itu mulai turun membasahi wajah Tiffany yang mengecup pelan pipi kanan Yuri yang terdiam menerimanya.

“Cut!! Bagus sekali!!”Wooyoung berteriak membuat Tiffany dan Yuri segera kembali ke mode normal mereka.

“Kau menghayati sekali..aku yakin kita pasti bisa memenangkan lomba film pendek ini Tiff..” Hyeri menghampiri Tiffany yang sedang mengelap air mata di wajahnya itu.Tiffany hanya tersenyum kecil menerima pujian teman satu kelasnya itu.

“Sayang..itu bagus sekali.. aku akan meminta Wooyoung untuk mengirimkannya nanti..” Taeyeon memberikan jus pear favorit Tiffany yang sebentar lagi akan berpisah dengannya mengingat dirinya sebentar lagi lulus SMA dan akan melanjutkan pendidikannya bersama Yul ke Harvard.

“Terimakasih Oppa..”Tiffany tersenyum kecil meminum jus itu, mencari seseorang yang menjadi lawan mainnya tadi.

“Yul Oppa kemana?”

“Oh dia harus segera pergi ke kantor ayahnya, mengikuti beberapa rapat..kau tahu anak itu kan.. tiada hari tanpa berbisnis hehehe..”Taeyeon tertawa kecil mencuri kecupan kecil di bibir Tiffany yang kini terlihat sedih mengetahui bahwa Yuri sudah pergi lagi.

=========Above The Paper==========

Yuri POV

Paebak..aku punya firasat buruk saat monster tua itu bersuara.

“Appa..paebak kan biasanya hanya dilakukan saat upacara pernikahan..” Ayah mertuaku berbicara, membuat si kakek tua itu terdiam, tertunduk sedih dengan wajah imutnya yang menjijikan bagiku.

“Aku tahu..tapi aku tak tahu apa aku masih bisa hidup besok.. kau tahu..” Si kakek tua itu terbatuk sesak membuat ibu mertuaku segera membantunya duduk. Oke..aktingmu cukup bagus kakek tua.. karena kini semua anggota keluarga Jung mulai mengerubungi kakek tua itu, mereka terlihat khawatir.

“Lakukan saja apa yang Appa minta..kita tidak tahu sampai kapan Appa akan bernafas..” dengan air mata dramanya Lucile, istri Albert memberitahu Yunho yang terlihat bingung.

“Bagaimana ini Sayang?Apa kita turuti saja permintaan Appa?”Yunho melirik istrinya yang segera menganggukan kepalanya, membuat kakek tua itu tersenyum licik menatapku.

“Oke.. Woohyun.. Minyoung..cepat siapkan semuanya!” Younam, si kakek tua, monster yang baru kutemui hari ini tiba-tiba kembali terlihat sehat, mulai memerintahkan seluruh anggota keluarganya menyiapkan upacara yang akan dilakukan di taman belakang Jung Mansion.Beberapa menit telah berlalu dan kini semuanya sudah siap. Albert membawa beberapa mangkuk besar teh yang akan kami gunakan untuk upacara serta beberapa kertas dan alat tulis. Aku dan Jessica mulai duduk di hadapan si kakek tua itu, memberikan hormat kami padanya lalu pada kedua orangtua Jessica dan yang lainnya.Upacara berlanjut dengan Jessica yang mulai memberikan teh di mangkuk keramik kecil untukku, begitu pula aku yang meminumkan minuman yang rasanya begitu aneh ini padanya. Ini terjadi terus menerus sampai rasanya aku ingin memuntahkan semua isi perutku saat ini, apalagi rasa pahit aneh yang membakar tenggorakanku ini, aahhh Tuhan..tolong matikan saja aku saat ini.

“Grandpa..kami harus meminum berapa gelas lagi?” istriku itu berucap dengan sedikit kacau. Ini sudah mangkuk ke 15 yang kami minum.Sudah berkali-kali aku dan Jessica ke kamar mandi untuk buang air kecil.

“Masih ada 5 gelas..” dengan tenang dan sok bijaksananya si monster tua itu berbicara.

“Appa..sejak kapan paebak menjadi..” Yunho berbicara, menatap istriku penuh kekhawatiran.

“Tapi kurasa untuk kalian cukup..ayo sekarang kalian berdiri sedikit menjauh dari masing-masing..” aku mencoba bangkit dari bantalan tempat dudukku dengan susah payah. Rasanya kepalaku ini pusing sekali, aku seperti dibuat melayang dengan berbagai kembang api yang bermain di kepalaku. Aku mencoba berdiri lagi tapi aku malah terjatuh, sama seperti istriku yang tak bisa bangkit dari tempat duduknya.

“OMG… Yuri Oppa telah diracuni!! Oppa kau tak boleh mati!! Kau masih belum menikahiku..”Krystal menangis dramatis memelukku.Aku hanya tertawa kecil menerima pelukan adik iparku ini.

“No..”Jessica merangkak mendekatiku, berusaha melepaskan Krystal yang masih memelukku erat kemudian berhasil mendorong adiknya itu dengan dorongan kuatnya.Krystal mendengus kesal melihat kakaknya kini memelukku begitu erat.

“Mine..”Jessica tertawa meracau tak jelas menarik kerah kemejaku.

‘Mine..maksudmu kemejaku adalah milikmu?’ gumamku dalam hati melihat istriku yang masih memainkan kerah kemejaku seperti ini adalah hal paling menarik di dunia ini sekarang.

“Sooyeon kembali ke tempatmu.. Woohyun.. Minyoung..bantu mereka..” Woohyun mulai memisahkan aku dan Jessica.Istriku itu masih tertawa girlish tak mau melepaskan kemejaku sehingga Minyoung terpaksa menarik dan menggelitiki Jessica yang akhirnya mau melepaskanku.

“Sekarang kalian tulis hal-hal yang kalian suka dari masing-masing. Kau Yuri..tulis apa saja yang kau sukai dari istrimu begitu pula Sooyeon. Ayo mulai sekarang!” dengan mata yang berkunang-kunang aku mulai menuliskan hal-hal yang kusukai tentang Jessica.

Heumh… Jessica Jung.. Let me think..

Cerdas..

Menarik..

Sopan..beretika… cantik.. elegan…

Punya misi dan visi yang baik..

Ramah..

Open Minded..

Menguasai berbagai bahasa… korea, inggris dan kantonis..

Great Leadership..

Tunggu..mengapa aku seperti sedang menulis CV???

Kupandangi lagi wajahnya..

Aku tertawan paras cantik rupawan..tak jenuh aku untuk memandang.

Seksi…

Badan yang proporsional…

Wajah yang indah..

Bibir pink yang manis dan mengkilap itu..ahh aku ingin sekali menciumnya tanpa henti.

Istriku itu terlihat cukup serius menulis sesuatu di kertasnya meskipun ia terlihat kesulitan. Heumh..tak peduli seberantakan apapun.. kau masih tetap terlihat cantik Jessica Jung.Beberapa menit berlalu dan kini upacara itu telah selesai.Aku dan Jessica segera dibopong menuju ruang tamu.Disana Minyoung memberi kami minuman untuk menghilangkan rasa mabuk ini.Benarkan firasat burukku. Si kakek tua itu ternyata mengoplos minuman untuk Paebak tadi dengan wine yang membuat kami mabuk seperti ini.

“Minumlah pil ini..pasti rasa pusingnya akan berkurang.” Woohyun memberikan pil hijau panjang cukup besar yang segera kuteguk begitu juga Jessica.Obat itu memang ampuh karena dalam beberapa menit rasa sakit yang mengguncang kepalaku ini mulai berkurang.Aku melihat Jessica yang sekarang terlihat sudah baikan malah terlihat lebih baik dariku.

“Terimakasih Woohyun. Ini sudah larut..sepertinya aku pulang sekarann saja.” Aku mencoba berdiri mengambil jaketku tapi Yunho dan ibu mertuaku yang cantik itu datang.

“Nak..lebih baik kau menginap saja disini. Ini sudah terlalu larut..kau menyetir sendiri. Lagipula kami takut terjadi sesuatu jika kau mengemudikan mobilmu dengan kondisi mabuk seperti ini.” Aku terdiam mendengar anjuran ibu mertuaku yang perhatian ini.

“Istriku benar..aku tak mau putriku menjadi janda sebelum resepsinya digelar..” Woohyun dan Minyoung tertawa kecil mendengar ucapan Yunho yang terlalu jujur itu. Oh please..aku juga takkan membiarkan istriku menjadi janda sebelum malam pertama kami 😛

“Yul..bermalamlah.. kau masih bisa pulang besok kan?” Jessica memegang lenganku ringan, menatapku dengan matanya yang memohon agar aku mengikuti saran orangtuanya. Oh Tuhan.. Jessica..jangan menatapku seperti itu.. I can’t take it.

“Baiklah..”

“Oke..kau akan tidur di..” Ara terlihat sedikit berpikir.

“Tunggu..kita punya 7 kamar tidur. 3 di lantai 1, 3 di lantai 2 dan 1 di lantai 3. Di lantai 1 ada aku, Appa dan Albert.Di kamar lantai 2 ada Krystal, Woohyun dan Minyoung. Di lantai 3..hanya ada milik Jessica..kurasa hanya itu yang..” aku menelan ludahku ringan. Aku tahu kemana arah pembicaraan ini berujung. Haaa.. 1 malam lagi..haaa.. tuhan.. berikan aku nyawa melebihi kucing.

=========Above The Paper==========

 

“Oppa..ahh..” Taeyeon membuka mulutnya cukup lebar menerima suapan sup iga sapi yang dibuat oleh wanitanya itu. Dengan senyum yang merekah di wajahnya ia mengunyah makanan itu, menikmati setiap rasa yang ada di mulutnya.

“Bagaimana??Enak kan?” Tiffany kembali menyuapkan makanan yang menyimpan kenangan bittersweet yang tak terlupakan baginya

Flashback

“Heumh..wangi apa ini?” Yuri berjalan mendekati dapur.Ia melihat Tiffany sedang memotong sesuatu, terlihat serius meracik masakannya.

“Kau sedang memasak apa?” Yuri memeluk Tiffany yang terkejut menerima pelukan dari sahabatnya itu. Ya jika kalian bingung, Yuri dan Tiffany sudah bersahabat sejak mereka masih kecil, jauh sebelum ia bertemu dengan Taeyeon yang menjadi sahabat keduanya sejak mereka junior high school.

“Sup iga sapi kesukaanmu..” Tiffany melepas pelukan itu, memasukan bumbu-bumbu yang ia buat tadi ke panic sup yang sedang direbus dengan temperature tinggi.

“Ini seperti buatan Umma..” Yuri mencium kembali aroma sup favoritnya itu, kembali memeluk wanita yang selalu menemaninya saat ia sendiri di rumah, tanpa hadirnya keluarga yang sebenarnya begitu ia rindukan.

“Tentu..aku belajar cara membuatnya dari Umma.. khusus untukmu Oppa..” Tiffany tersenyum seperti bulan sabit dengan menyipitkan kedua matanya. Yuri tersenyum melihat sahabat yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu. Beberapa menit kemudian sup yang sudah dimasak selama berjam jam itu akhirnya matang dan siap dihidangkan. Tiffany dan Yuri membawanya lalu mulai menyantap makanan itu di taman, tempat favorit mereka.

“Ahh..ayo buka mulutmu..” Tiffany sudah membuka mulutnya menerima suapan dari Yuri yang malah mengerjainya, menyuapkan makanan di sendok ke mulutnya.

“Oppa..”Tiffany merengek manja memukul tangan Yuri yang tertawa senang melihat adiknya itu merajuk.

“Aku takkan membuatkanmu sup ini lagi!” Tiffany kembali menyuapkan nasi ke mulutnya sementara Yuri masih santai menikmati makanan di hadapannya.

“Oppa..heumh!” Tiffany kini berhenti menyantap hidangannya, kesal pada Yuri yang tak menghiraukan rajukannya tadi.Ia masih sebal menatap Yuri yang sudah selesai menyantap masakannya itu. Tiffany terdiam melihat Yuri yang kini berjalan ke dekatnya, menarik dirinya untuk berdiri berhadapan dengannya.Yuri membawa kedua tangan Tiffany, mengecup kedua tangan itu dengan lembutnya.

“Cantik..maafkan Oppa ya..” Senyuman itu perlahan muncul di wajah Tiffany saat Yuri mengecup dahi..hidung…. Dan… bibirnya ringan, membawa Tiffany dalam pelukan hangat yang akan selalu ia kenang.

End OfFlashback

“Cantik..ini sungguh lezat.. kau pintar sekali memasak.. kau sudah siap untuk menjadi istriku..” senyuman sendu kini yang muncul di wajah Tiffany mendapat kecupan ringan di dahi.. hidung.. dan bibir dari sang kekasih yang selalu ia coba untuk sepenuhnya ia cintai.

=========Above The Paper==========

“Woohyun..sini dulu sebentar..” Minyoung menarik sepupunya itu ke ujung dapur, meninggalkan Yuri dan Jessica yang masih duduk setelah meminum obat penghilang mabuk mereka.

“What’s up Noona?” masih dengan senyum bodohnya Woohyun bertanya, tipikal player yang suka tebar pesona.

“Aku tadi mengecek persediaan obat dan kulihat obat peringan mabuk sudah habis. Kau..dapat darimana obat yang kau berikan pada mereka tadi?” Minyoung menatap sepupunya itu curiga, ia tahu siapa Woohyun, the real prankster di Jung Family sama seperti ayahnya, Jung Jaesuk.

“Oh aku mengambilnya dari paper case yang Yuri bawa Noona..” dengan senyum polosnya Woohyun berkata membuat Minyoung semakin curiga.

“Maksudmu?”

“Yuri kan membawa bingkisan cake dan beef premium yang sudah kita makan tadi.Nah..di kantongnya aku melihat bungkusan paper case kecil. Kulihat isinya obat, karena obat penyembuh mabuknya sudah habis… yasudah… kuberikan saja obat di paper case itu. Lagipula bentuknya sama kok..jadi fungsinya pasti sama hahaha..” dengan tawa bangganya Woohyun berujar sementara Minyoung, kini ia jadi was was dengan hal apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Bodoh..apa yang kau lakukan! Itu bisa saja obat lain! Bagaimana jika mereka keracunan??”Woohyun meeringis kesakitan menerima jitakan di kepalanya.

‘Aigoo..putri Paman Yunho memang menyeramkan semuanya..’ rutuk Woohyun dalam hati, menundukan kepalanya, pura-pura sedih dengan pukulan yang diberikan sepupunya itu.

=========Above The Paper==========

Yuri POV

Aku mengikuti Jessica menuju kamar tidurnya dan menutup pintu di belakangku, menyandarkan punggungku disana.Kulihat istriku itu berdiri di meja riasnya, mulai melepaskan anting-antingnya.Dia menyapu rambutnya ke samping, memperlihatkan leher creamy-nya yang pucat.Aksinya tadi anehnya begitu menghipnotisku.

Biasanya aku mempunyai pengontrolan diri yang luar biasa.

Biasanya aku tak pernah menyerahkan 90% darahku dengan teh menjijikan yang di dalamnya terselubung alcohol.An incredible urge to kiss her comes over me.

“Just out of curiousity, kapan kau akan berciuman dengan pacarmu?” aku bertanya dengan strategi.Tangannya tiba-tiba berhenti melepaskan antingnya.

“First Kiss? Di kencan yang kedua..well itupun kalau semuanya lancar.” Jessica menjawab pertanyaanku santai meskipun nafasnya mulai cepat.

“Ini bisa dihitung sebagai kencan kedua kita.”Aku berjalan mendekatinya.

“Kapan yang pertama?”

“Di Hongkong, di hotel.” Saat aku berjalan melewati kasurnya, aku membiarkan tanganku memainkan bed covernya.

“Bagaimana bisa kencan ini jadi kencan kedua kita?”Jessica selesai melepas anting-antingnya dan berbalik menghadapku.Matanya mulai menghitam dan dengan gugup menjilat bibirnya.

“Kita makan bersama..” aku beralasan.

“Bersama dengan yang lainnya..” dia membalasku.

“Jadi? Orang-orang melakukan double dates, triple dates. Kita baru saja melakukan group dates.” Aku menggapainya, sengaja menempatkan kedua tanganku di samping tubuhnya, menjebak istriku ini di meja riasnya.Perlahan aku mendekat, membawa wajah kami bersamaan.

“Meskipun ini adalah kencan kedua kita… apa yang membuatmu yakin bahwa ini berjalan lancar?”Jessica berucap dengan senyum menggodanya.

Aku terdiam.Bibir kami hanya beberapa centi saja.

“Kau mengundangku ke kamarmu.”Aku tersenyum penuh kemenangan mengucapkannya.

“Aku tak punya pilihan lain.” Damn!! Mengapa kau pintar sekali bersilat lidah Jessica Jung???

“Oke..ini pilihanmu. Kita bisa menghabiskan malamini dengan terus berdebat seperti tadi atau kau bisa menciu..mmphh..”

Jessica menutup jarak antara kami, mengambil bibirku dalam miliknya. Aku terhenyak merasakan kelembutan dan rasa manis bibir istriku ini. Ciuman kami begitu dalam, panjang dan begitu pelan.Aku kini yang memagut bibirnya, membuat Jessica menutup matanya.Mulai kumasukan lidahku ini, menyapu satu persatu bagian dalam mulutnya yang membuat tubuhnya sedikit bergetar, mendesah pelan penuh kenikmatan menerima ciuman andalanku ini.Ciuman ini semakin panas saat lidah Jessica menantangku, bermain merebut dominasi.

Dengan lembut kuhisap ujung lidahnya, membuat istriku ini menarik nafasnya tajam.Pegangan jarinya di rambutku mengencang. Oh God..she tastes so good. Smoother than any whisky, finer than any wine.Just decadent.

Jessica mengambil tanganku, membawa kami menuju kasurnya.Aku mendorongnya ke kasur, membawa berat tubuhku di atasnya.Kali ini aku menghujani lehernya dengan kecupan kecil basah yang menggelitik, perlahan menghisap, menggigit dan menjilat the soft, white skin.Tubuhnya sedikit bergelinjang menerima seranganku.Saat aku sudah puas, aku mencium kembali bibir manisnya sambil membuka dressnya, perlahan mengelus jari jemariku di sepanjang paha mulusnya.Jessica mendesah pelan di mulutku.Tubuhku semakin lapar.

“Eungh.. Yuri-ah..” aku berhasil membuka sleting dress itu, membuat tubuh istriku ini setengah telanjang karena aku mulai melepaskan dress itu. Tangan halus itu mulai membuka kemejaku satu persatu terburu-buru.Dalam beberapa detik kemeja itu berhasil terlepas dari tubuhku, meninggalkanku dalam celana bahanku saja.Untuk sesaat kami melepaskan ciuman menguras nafas ini.

“More..”kata-kata itu bagai bahan bakar pemacu hormonku. Dengan itu kupagut kembali bibirnya yang mulai memerah, kusesap kembali lidahnya, membuatnya mendesah cukup keras dalam mulutku, mulai menggerak-gerakan center-nya dengan sahabat kecilku.

“Arhhh Jessica..” sahabat kecilku ini mulai menegang. Kubuka celana bahanku dengan cepat berikut dengan underwearnya.Kubuka dengan cepat juga dress-nya hingga kini Jessica hanya memakai undies-nya. Perlahan kubuka tali pengait bra-nya, membuat aku bisa melihat keindahan lain di tubuhnya.

“Yuri-ah.. Take me..” perhatianku mulai teralihkan saat Jessica menggerakan kembali pinggulnya, membuat sahabatku yang tadi menegang.. semakin menegang.

“Baiklah..aku akan memulainya dengan lemb..”

Shuisshh..

Thwack

Plakk.. Plack..

Sesuatu yang keras, seperti tongkat kayu sialan milik kakek Jessica memukul belakang kepalaku beberapa kali, cukup keras.Pandanganku mulai gelap, dihiasi bintik bintik putih kecil.Tubuhku melemah, ambruk.Pikiran terakhirku sebelum aku kehilangan kesadaranku.

Aku harus belajar mengunci pintu lain kali.

===================================================================

======================================

sore.. sore.. sore..

hai hai… gw balik lagi dengan chapter 3

masih belajar move on dan carry on hehehe

oke.. what do you think about it?

NO COMMENT.. NO UPDATE

semakin dikit komennya,,,, SEMAKIN LAMA UPDATENYA.//

so reader-reader gw yang baik hati……

Bahagiakanlah author kalian… sebelum WP-nya by invitation only dan benar-benar di protect 😛 hahahaha

oke cus ah… ntar gw diomelin lagi sama…. hahaha

Iklan

173 pemikiran pada “Above The Paper Chapter 3

  1. Wah,, adegan yulsic yang terakhir bikin ‘nyot-nyut-nyut’ ah kakek jung ganggu aja dehc, gue yakin tu obat yang dksih spupu jess obat perangsang,
    oya dari 5 hari lalu aku slalu mau koment tapi paket data selalu kosong#curhat
    oya tambahan maaf kak kalo aku selalu koment di above the paper ini alesannya classic, ‘ini ff favorit.’ jadi maaf kak,, karna selalu coment di sini
    (nb:jangan dikunci dong wpmya entar gmana baca ff ATP ini, emang di aff ada tapi mau liat ver. Yulsicnya)

    • hahaha gtu ya??
      awas jgn lo praktekin di kehidupan nyata ya adegan yulsicnya klo lo blm legal melakukannya heheheehe
      eh lo tau yg di affnya juga??
      gimana??? beda kan sama bikinan gw?? hahaha gw akui deh ada beberapa adegan yg gw colong darisana hehehe

  2. Akhirnya bisa baca kelanjutan atp,kakeknya sica ganggu aja kasihan yul,fany cinta terpendam sama yul ya thor? Kasihan taeyeon semoga fany secepatnya cinta beneran dgn taeyeon dan lupain yul karena yul uda punya sica dan sepertinya yulsic saling cinta,ditunggu kelanjutan atp ya author,tolong blog yg ini jgn diprotek thor,atp ff favoritku,gomawo author,author fighting!

  3. kirain chapter 3 blm keluar ternyata udah ya ah telat.
    eh taeyeon kesian amat itu… hehehe tp seru. apalagi yg di bagian akhir seru banget wkak tp nanggung tuh-_- wkwk bagus.
    semangat nulisnya yaah ditunggu chapter selanjutnyaaa~

  4. menunggu chapter ke empat dengan penuh ketidaksabaran lo,yuri harusnya kunci pintu dulu uda tahu para pria keluarga jung tengil dan kepo akut,krystal beneran fangirls nya yuri sampai gak sadar sadar kalo yuri uda jadi kakak iparnya,gomawo author,semoga kelanjutan ff ini dapat dipublish secepatnya,author fighitng!

  5. anjirrr apaan itu kake kake maen pukul ajaaaaaa ahhhh siaaalll!!!!
    lanjut dong next chapternya yg ke 4 gw udh kaga sabar nunggu kelanjutannya hahahaa
    buruan update yaaaaaaa

  6. bener kan trnyata gw blom bca part 3 nya…
    sumpah ngakak abis ama tingkah aki jung.. sembarangan aja maenin tongkatnya..

    ahhhh jd yulsic gk jadi malam pertamaan nih… hihhh aki tau aja kalo yulsic mau gituan…
    wah brarti aki jung liat yulsic kaed dong.. woohyun ama albert tau gak ???? seruuuuuuuuu

  7. telat bca….
    perasaan ak aja atau dsni sica emg jd istri idaman yg lemah lembut
    keluarga jessica emg yahut jrang ada… itu si kakek gk malu apa ganggu org yg udh mau k surga dunia mlh liat yulsic udh naked lg
    fany udh bolak balik ML msi aja gk bsa cinta sma taeng… come on fany yul aja kyk ny udh move on msak lo msi d belakng

  8. trnyata klurganya sica rame bngt ya
    trnyata krystal jd fangirlnya yuri
    hahaha waduh gak jd tuh mlm prtamanya yulsic gara2 si kakek brtongkat, lagian sih yulsic bgituan pintu kamrnya gak di kunci

  9. fany blum bisa move on nih dari yul, kasian loh tae udh cinta mati

    Kan, nanggung amat, dasar udh kakek2 masih ganggu orang yg mau #tiit kaya yg gk prnah muda aja 😀

  10. Yulsic so sweet banget ya..
    Duh gawat grandpa kayaknya gak suka sama si Kwon..
    padahal dia baik meskipun byun sedikit gak pa”lah.
    si Kwon baru dibisikin gitu aja udah berdesir gimana kalau yang lain” coba..

  11. hadeeehhh keluarga jessica bener tidak biasa,,
    semoga yul betah2 aja dengan sikap kakek jessica yg tulis poor yu haha..
    llanjut besok lagi bacanya deh thor.. gomawo sudah di izinin baca *bow*

  12. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  13. Hohoho sumpah jahil banget keluarga jessica , ngakak dibuatnya. XD wowowo apa yg terjadi sama en nya jadi bersambung dan menyisahkan kekecewaan karena yulsic gk jadi . Hahahhahaha .terungkap akhirnya gmana hubungan tiff sama yul … Penasaran sama malam yg tertunda dan resepsi pernikahan yg dimana yul tiff jess ketemu jeng jeng jeng

  14. oh tiffany cintanya sama yul. aduh kasian oppa kesayangan gue cntanya bertepuk sblh tangan jadinya T.T
    wkwkwkkw yul mulai membuktikan diri tp tnggal slangkah lagi semuanya buyar karna si kakek jung

  15. aischhh!!!!!!…kakek tua bngka ganggu jah kesenangan ank muda,,
    pingin kembali masa muda lg ya kek…wkwkwkw…
    gmn tuh nasipnya yul oppa thor hbs dpt pklan tngkat kerasaktinya kakek???
    kasian yulsic kencan keduanya gatot (ggl total) hahaha…
    so bt fanyah – ayolah lpkn yul oppa , coz dia dah ditkdirkn bt sica arrasheo…:-) 🙂 🙂

  16. huahh,jung family emang rempong yee! bener” keluarga yg luar biasa ga biasa,,bikin yul speechless!! 😀
    eittt dah,thor ntu ngapain aki” ganggu yulsic z!! kan laggi tanggung banget ntuu,,haish,poor yul! 😥 yang sabar ya yul!!

    owh,thor jd fany tu mantan nya yul?! Tappi ko kaya nya die kg bisa move on yee,,kan kecian jg taeng die d boongin dong ma fany,,duuh,moga z fany cepet move on dah!

  17. Taeny pagi2 “olahraga” nya bener2 errr.. 😁😁😁😁😁
    Duh kakek jung ganggu aja sih, datang di waktu yg tidak tepat 😏😌😌😌

  18. Busyet deh itu keluarga jessica mengerikan bgt,apalagi kakek nya,dasyat bgt,bener2 keluarga yg aneh.itu kok kakak nya sica beda marga sendiri,knp marganya park ya??

  19. aduh kakek jung knp kau merusak sgalanya.. gagal sudah mp yulsic… hhihi gokil yah keluarga ny jessica bnr2 luar biasa .. ff ini juga luar biasa, saking luar biasanya tiffany trnyata ada hub sama yuri.. daebak

  20. Kampret tuch aki2…senengnya bikin suasana suram doank…😬😡😤
    Pngen aq pesen peti mati bwt tuch kakek,bila prlu d mummyin sekalian biar awet…!!!

    #kesel.on

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s