LOVE IT SELF CHAPTER 7

cropped-tumblr_mwezwdfuph1swqx1fo1_500.jpg

Gangbuk-gu , Seoul, 19 Desember 2007-

Hari ini sekolah libur, maka dari itu Jieun memutuskan untuk menetap di rumah. Taeyeon tadi pagi pamit padanya untuk mencari buku-buku mekanik dan majalah otomotif bersama Wooyoung. Dan beberapa jam kemudian Yoong datang mengunjunginya. Ia tak menyangka Yoong tahu alamat rumahnya, tapi setelah mengingat Taeyeon yang tinggal bersama keluarganya sepertinya ia tahu mengapa Yoong tahu alamat rumahnya

“Jieun-ah..Terima kasih ya karena kemarin kau mau menemaniku.” Ucap Yoong disertai senyuman lesung pipinya. Jieun hanya mengangguk menjawabnya.

“Apa hari ini kau bisa menemaniku lagi?” Yoong berharap gadis di hadapannya itu mau menemaninya. Sejak kemarin Yoong menyadari bahwa gadis pemilik hatinya itu begitu sedih dan muram. Meskipun terkadang Jieun tersenyum pada candaannya, tapi ia tahu senyum itu adalah senyum yang dipaksakan. Maka dari itu ia ingin menghibur Jieun  dengan mengajak gadis  ke suatu tempat yang spesial baginya. Tapi sebelumnya ia harus mengambil terlebih dahulu barang pesanannya di Diffana&Co, salah satu toko perhiasan ternama di Korea Selatan.

“Baiklah…” ucap Jieun mencoba tersenyum di hadapan namja yang kini selalu menemaninya. Jieun sebenarnya cukup bersyukur karena Yoong selalu berusaha menghiburnya. Apalagi jika ia mengingat ucapan Jessica kemarin, hatinya seperti pecah berkeping-keping.

“Lebih baik kita pergi sekarang…Sepertinya hujan salju sebentar lagi turun.” Ucap Yoong seraya menggenggam lengan Jieun menuju mobil Yoong yang diparkir di dekat rumahnya. Perlahan Jieun merasakan kehangatan tangan Yoong. Yoong terus saja tersenyum selama perjalanan mereka mengambil pesanannya di sekitar daerah Ganbok-Gu. Ia tak menyangka Jieun begitu mudah untuk menyetujui permintaannya.

“Nah.. akhirnya kita sampai.. Kau tunggu disini ya.. biar aku yang membukakan pintu untukmu.” Yoong kemudian berlari membukakan pintu mobilnya untuk Jieun. Jieun tersenyum melihat tingkah Yoong yang gentelman itu. Kini keduanya berjalan memasuki toko perhiasan itu. Saat Yoong sedang berbincang dengan pelayan toko mengenai pesanannya, Jieun melihat gelang yang menarik perhatiannya. Jieun memperhatikan detail gelang simple berbatu safir itu. Yoong tak sengaja melihat apa yang Jieun lakukan, kemudian ia meminta kepada pelayan toko itu untuk membawakan gelang tersebut padanya.

“Ini.. cobalah.” Yoong kini menyerahkan gelang yang sedari tadi menarik perhatian Jieun. Jieun kaget mengetahui Yoong menyerahkan gelang tersebut padanya. Jieun mencoba menolak gelang tersebut. Tapi namja itu memaksanya, Yoong kini memakaikan gelang tersebut di pergelangan tangan kanannya.

“Ternyata gelang itu begitu indah bila kau yang memakainya.” Yoong berkata disertai senyuman lembutnya yang kini sukses membuat pipi Jieun merona. Inilah kali pertama kata-kata Yoong sukses membuat Jieun tersanjung. Selama ini Jieun tidak pernah terkena pesona Yoong seperti kebanyakan gadis lainnya.

“Terima kasih Yoong..tapi kurasa aku tidak bisa memilikinya sekarang ini..hehe harganya terlalu mahal untukku.” Ucap Jieun seraya melepas kembali gelang itu. Jieun memang berasal dari keluarga yang cukup kaya, tapi ia tidak suka menghamburkan uang orangtuanya. Tanpa Jieun dan Yoong sadari, ada 2 orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.

“Jess.. bukankah itu Yoong?” ucap Tiffany berusaha membuat Jessica melihat apa yang kini ditunjuk oleh telunjuknya. Jessica pun mencoba melihat apa yang sahabatnya coba tunjukkan padanya.

“Kau benar Tiff. Itu kakakku dan… Jieun???” Jessica kini terkejut.

“Jieun?maksudmu Lee Jieun?” Jessica mengangguk menanggapi pertanyaan sahabatnya. Kini Jessica berjalan menuju kakaknya dan Jieun yang terlihat begitu dekat..bahkan terlalu dekat menurutnya. Tiffany berusaha menyusul langkah sahabatnya yang begitu cepat sembari menenangkan hatinya, ia berharap Jieun dan Yoong hanya jalan-jalan biasa, tidak lebih, seperti yang ia dan Yoong sering lakukan.

“Yoong.. kau sedang apa disini?” Jessica bertanya pada kakaknya disertai nada yang dingin dan datar. Jieun merasakan aura Jessica yang mulai muram.

‘Haha..apakah Ice Princess ini tak suka melihat kedekatanku dengan Yoong?’ ucap Jieun dalam hatinya.

“Aku sedang mengambil pesanan Mother… dan kau sendiri? Oh hai Tiff…” kini Yoong balik bertanya pada adiknya seraya menyapa Tiffany yang baru sampai menyusul Jessica.

“Hai..Yoong” ucap Tiffany berusaha mengeluarkan senyumnya di hadapan Yoong dan Jieun.

“Aku sedang berbelanja untuk pesta natal nanti…” ucap Jessica yang tak bisa lagi menyembunyikan raut kekesalan pada kakaknya. Ia tak suka melihat Jieun berdekatan dengan kakaknya. Ia takut Jieun hanya akan mempermainkan kakaknya, karena ia tahu bahwa Taeyeonlah namja yang IU cintai. Ia tak mau Yoong terluka.

“Oh.. Hai Jessica dan Tiffany. Senang bisa bertemu kalian disini!” Kini Jieun mengalungkan lengannya di lengan kanan Yoong. Yoong pun tak sadar tersenyum melihat tingkah Jieun ini. Jessica dan Tiffany menyadari tingkah Yoong yang aneh itu. Jieun berusaha mengeluarkan senyum terindahnya di depan Jessica dan Tiffany.

‘Apa kau marah Jessica?!!hahaa..kini aku tahu apa yang harus kulakukan!’ pikir Jieun tertawa dalam pikirannya melihat Jessica yang terganggu dengan kemesraan yang dibuatnya dengan Yoong. Beberapa detik kemudian, pelayan toko tadi mendatangi Yoong dengan membawa 1 tas belanjaan.

“Maaf membuat anda menunggu lama Tuan. Ini pesanan anda, silakan.” Pelayan itu kini pergi meninggalkan Yoong.

“Jess sepertinya aku harus pergi… kami masih mempunyai acara lain.Bye” Yoong kini pergi berjalan bersama Jieun yang menggenggam tangannya meninggalkan Jessica dan Tiffany.

“Jess..apa kau pikir Jieun dan Yoong…”

“Tidak Tiff… aku tahu siapa pria yang Jieun sukai.” Ucap Jessica tegas tapi datar.

‘Yoong…apakah gadis itu Jieun?’ pikir Tiffany.

‘Lee Jieun…apa yang akan kau perbuat dengan kakakku huh?’ pikiran itu kini melintas di benak Jessica.

Sementara itu setelah meninggalkan toko perhiasan tersebut Jieun melepaskan genggaman tangannya pada Yoong. Setelah berjalan beberapa menit kini mereka kembali berada di dalam mobil Yoong.

“Yoong sekarang kemana kita selanjutnya?”

“Haha…tenang saja Jieun-ah..Kau akan takjub dengan tempat yang akan kita tuju nanti.” Ucap Yoong disertai senyum tampannya yang kini membuat Jieun terdiam.

Selama di perjalanan Jieun selalu dibuat tertawa oleh candaan Yoong. Yoong juga selalu tersenyum melihat Jieun yang kini tak semuram kemarin. Selama perjalanan ini juga Jieun menjadi sedikit lebih terbuka tentang hidupnya. Jieun banyak bercerita mengenai masa kecil dan keluarganya. Ia pun menceritakan bagaimana ia bertemu Taeyeon sewaktu di Andong. Yoong kini jadi lebih tahu sisi lain dari Jieun yang selama ini tak pernah ia tunjukkan di sekolah. Sementara Jieun sendiri kini sudah cukup nyaman untuk lebih membuka dirinya pada Yoong. Ia merasa Yoong sudah terlalu baik padanya sehingga ia memutuskan untuk lebih terbuka pada namja tampan itu. Setelah menempuh perjalanan 1 jam, sampailah mereka di taman kecil yang cukup terpencil di pinggiran Yongsan-gu. Yoong pun membawa Jieun ke kolam air mancur di taman itu.

“Kau tahu…tempat ini merupakan tempat yang sering kukunjungi jika aku ingin menenangkan diri.” Ucap Yoong seraya menutup kedua matanya. Jieun hanya terdiam memandangi sekeliling taman yang menurutnya sungguh indah.

“Ini indah bukan? Aku tak berbohong padamu kan?” ucap Yoong pada Jieun yang masih terpesona dengan keindahan taman yang simple itu.

“Kurasa kau benar..ini begitu indah dan menenangkan…”

“Suatu hari nanti..aku ingin membawa kekasihku kesini.” Yoong berkata sambil memasukkan tangan Jieun ke sakunya. Ini adalah musim dingin terindah bagi Yoong. Karena ia bisa bersama dengan Jieun di tempat favoritnya. Apalagi sekarang ia bisa merasakan kehangatan tangan Jieun disampingnya. Jieun sendiri hanya diam menanggapi perkataan Yoong. Ia tak mau memikirkan apapun saat ini. Ia hanya ingin menikmati keindahan dan kehangatan ini.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sementara itu di sudut lain kota Seoul, Taeyeon dan Wooyoung sibuk mencari buku dan majalah yang mereka inginkan. Setelah puas berburu hingga berjam-jam, kini mereka menikmati jajanan pasar khas Korea di pinggir jalan. Mereka berdua sedang menikmati kue beras favorit Wooyoung.

“Wah ini sungguh lezat Woo. Kau jago sekali berburu makanan enak di Seoul.”

“Haha..tentu saja. Seoul sudah ada dalam genggamanku Taeng. Oh iya mengapa kau tak mengajak Tiffany hari ini?” Ucap Wooyoung yang kini tengah memakan kue berasnya untuk yang ke-2 kalinya.

“Oh itu, dia bilang Jessica mengajaknya belanja hari ini. Sepertinya untuk pesta natal nanti. Apa kau akan ikut Woo?” Ucap Taeyeon kembali memakan kue berasnya.

“Aku dan Dong Wook tentu saja harus ikut. Para gadis akan sedih bila kami tak hadir.”Kini Wooyoung kembali dengan sifat narsisnya.

“Haha..Have Fun ya nanti. Sepertinya aku tidak ikut.”

“Kenapa?” kini Wooyoung menatap serIus sahabatnya itu.

“Hehe..aku tidak punya tuxedo yang bagus Woo. Mau menyewa pun uangku sudah habis untuk membeli buku hari ini.” Ucap Taeyeon disertai senyum bodohnya yang membuat Wooyoung menjitak kepalanya.

“ Bodoh kau..kau pikir aku ini apa? Sudah..! kau harus datang ke pesta itu meminjam Tuxedoku yang lain. Kau tahu kan bahwa ibuku adalah seorang perancang terbaik di Seoul?” Ucap Wooyoung yang menerima anggukan dari Taeyeon.

“Terima kasih Woo..You’re the best!” ucap Taeyeon mengacungkan kedua ibu jarinya.

“Oh iya Taeng.. kudengar kau dan Jessica berpacaran. Apakah itu benar?”

“Haha..tentu saja tidak. Itu hanya lelucon yang dibuat Sica agar Jieun kesal padanya. Kau tahu kan Jessica senang sekali mengerjai Jieun. Lagipula aku masih harus menjalani hukumanku karena kalah taruhan dari Yoong. Dan aku harus menuruti permintaan adiknya selama 3 bulan kedepan. Lagipula aku dan Sica hanya berteman, tidak lebih dari itu. Itulah yang bisa kujelaskan padamu.” Ucap Taeyeon yang tak terasa meneteskan air matanya karena terlalu puas tertawa mengingat kekonyolan Ice Princessnya itu.

“OH…kukira itu benar. Taeng…bagaimana hubunganmu dengan Tiffany?” Wooyoung kini semakin senang menginterogasi sahabatnya itu. Untuk sesaat Taeyeon hanya tersenyum seperti orang gila, tak menjawab pertanyaan Wooyoung. Wooyoung pun menepuk keras lengan sahabatnya itu.

“Ouch…Sakit Woo.” Rengek Taeyeon yang membuat Wooyoung ingin muntah.

“Oh please Taeng..pukulan seperti itu takkan membuatmu mati. Lagipula kau belum menjawab pertanyaanku.” Ucap Wooyoung memutar pandangannya.

“Kurasa hubungan kami baik. Setiap hari Tiffany tak henti membuatku tersenyum Woo.. Dia gadis yang begitu luar biasa.Haha Fany cilik dengan yang sekarang tak berubah. Always made my day brighter. Every time, i can’t take my mind of her…” Ucap Taeyeon yang tersenyum mengingat kembali masa kecilnya dengan Tiffany. Menyadari hal ini, Wooyoung pun ikut tersenyum.

“Apa kau mencintai Tiffany?” Pertanyaan itu kini membangunkan khayalan Taeng.

“ Tentu saja..ia sahabatku.” Ucap Taeyeon dengan entengnya.Kini Wooyoung mulai serIus menatap sahabatnya.

“Aku serius Kim Taeyeon. Apa kau mencintai Tiffany melebihi seorang sahabat? jujurlah pada dirimu Taeng.” Ucap Wooyoung dengan nada tegas dan tenangnya. Kini Taeyeon terdiam. Ia tak tahu harus berkata apa, perkataan Jang Wooyoung begitu mengena di hatinya.

‘Apakah aku mencintai Fany melebihi seorang sahabat?’

‘Senyumannya selalu menghangatkan hatiku’

‘Di dekatnya..aku selalu merasakan perasaan aneh yang tak pernah kurasakan sebelumnya.’

‘Selama ini tak pernah 1 haripun aku tak memikirkannya’ pikiran-pikiran itu kini berkecamuk di otak Taeyeon dan thanks to Jang Wooyoung.

“Aku tak tahu Woo…yang pasti jika ia bahagia maka hatiku pun akan bahagia, dan bila ia sedih, hati ini sungguh sakit Woo.”

“Kurasa itu sudah cukup jelas. Kau mencintainya Taeng, melebihi seorang sahabat…” Ucap Wooyoung kembali menatap sahabatnya yang kini tertegun.

“Jika itu benar, apa yang harus kulakukan Woo?” Kini Taeng menatap sahabatnya, mencari jawaban untuk hatinya.

“Kau harus menunjukkannya pada Tiffany. Buat ia tahu bahwa kau mencintainya Taeng. Kau harus mengejarnya. Jangan sampai Tiffany tidak mengetahui yang kau rasakan. Karena itu akan menyakitimu Taeng….apalagi jika sampai Tiffany menjadi milik orang lain. Berusahalah Taeng…Aku yakin Tiffany bisa melihat ketulusan cintamu.” Ucap Wooyoung dengan bijak. Jarang sekali Jang Wooyoung berbicara begitu serIus pada Taeyeon. Taeyeon kini tersenyum penuh harap. Ia kini yakin tentang perasaannya.

“Terima kasih Woo..Sekarang aku yakin..bahwa aku mencintai Tiffany.”

“Haha..sama-sama Taeng. Oh iya aku lupa Dong Wook sekarang menungguku di stasiun Gangnam.. lebih baik kita pergi sekarang!” Woyoung kini berlari menggiring Taeyeon menuju halte bis terdekat.

‘Fany-ah…Saranghae.’ ucap Taeyeon dalam hatinya.

 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hanyoung High School,Seoul, 20 Desember 2007-

 

“Jieun-ah…apa kau sudah siap?” Ucap Taeyeon melirik Yoeja disampingnya. Sejak kejadian dengan Jessica kemarin Jieun jadi lebih pendiam. Ia hanya berbicara secukupnya pada Taeyeon. Taeyeon sendiri selalu berusaha menghilangkan pikiran bahwa Jieun mencintainya. Ia menganggap bahwa ucapan Jessica kemarin hanya lelucon semata. Tapi melihat tingkah Jieun yang seperti ini membuatnya bingung.

“Maafkan.. kau pergi duluan saja.. ada yang menjemputku nanti.” Ucap Jieun membuat Taeyeon heran. Tak biasanya Jieun seperti ini. Biasanya setiap pagi Jieun selalu memintanya untuk berangkat ke sekolah bersama.

“Baiklah…hati-hati ya nanti…Aku duluan.” Kini Taeyeon berjalan menuju sekolahnya. 15 menit kemudian mobil Hummer hitam berhenti di dekat rumah Jieun. Seorang namja turun dari mobil mewah itu kemudian menekan bel rumah mewah minimalis milik keluarga Lee. Setelah menunggu beberapa menit, Jieun pun keluar menghampiri orang tersebut lengkap dengan peralatan sekolahnya.

“Good Morning…kau sudah siap berangkat?”

“Lebih dari siap!” kini Jieun merangkul lengan kosong namja yang tersenyum hangat padanya. Seperti biasa, Yoong pun membukakan pintu mobilnya untuk Jieun. Setelah melalui beberapa blok, sampailah mereka di pelataran parkir SMA Hanyoung. Kini mereka tengah berjalan menuju ruang kelas Jieun terlebih dahulu. 10 menit pun berlalu dan sampailah mereka di ruang kelas X-A.

“Yoong…Terima kasih.”

“Don’t say that… Anytime for you… Have a nice day Jieun-ah.” Ucap Yoong yang kini berjalan ke belakang sambil terus melihat muka Jieun. Jieun hanya tersenyum melihat tingkah Yoong yang cute dan menggemaskan itu. Taeyeon yang sebenarnya sudah tiba 5 menit yang lalu diam saja melihat tingkah kedua sahabatnya. Ia diam-diam mengamati keduanya dari ujung koridor kelas mereka.

‘Apa Yoong yang mengantarkan Jieun ke sekolah? Mengapa Jieun dan Yoong akrab sekali?Mereka seperti sepasang…’ pikiran Taeyeon terhenti ketika melihat Jessica yang kini sudah berdiri di hadapannya dengan muka yang murka dan kesal, Jessica menyilangkan kedua lengan di perutnya.

“Kau melihat yang kulihat kan Taengoo?!” ucap Jessica dengan nada seperti ingin membunuh. Bulu kuduk Taeyeon pun seketika berdiri mendengarnya.

“Ah..ahh maksudmu Jieun dan Yoong? Jika itu yang kau tanyakan maka jawabannya Yes..” Taeyeon kini menjawab dengan gaya anak kecilnya yang menggemaskan. Melihat itu, Jessica pun terhenyak seketika dan mengulaskan senyum manisnya pada Taeyeon.

“Apa Jieun pernah bercerita tentang kakakku padamu?” Jessica tiba-tiba kembali dengan tatapan tajamnya.

“Tidak..akhir-akhir ini Jieun jarang berbicara denganku, apalagi sejak peristiwa kemarin Sica.. Jieun jadi sedikit berubah.” Ucap Taeyeon mengingat kembali perilaku Jieun yang kini terkesan lebih tertutup padanya.

“Maksudmu ia tidak lagi mengejarmu?” Ujar Jessica dengan suara cemprengnya.

“Ahhh bukan itu Sica.. Akhir-akhir ini Jieun jadi pendiam. Ia tidak cerewet seperti dulu, ia juga lebih sering main keluar. Dan aku tak tahu dengan siapa. Jieun tak pernah cerita. Setiap pulang, ia selalu langsung mengunci diri di kamar dan keluar hanya jika makan malam saja. Apa Jieun marah padaku?” ungkap Taeyeon dengan raut kesedihan.

“Taengoo..mungkin Jieun hanya lelah. Atau mungkin ia terlalu sibuk bermain dengan kakakku.” Ucap Jessica yang kini mengeluarkan ice effectnya.

“Apa Yoong dan Jieun berpacaran?” celetuk Taeyeon yang langsung menerima tatapan tajam dari Jessica.

“Andwae!…aku tak mau kakakku bersama gadis itu..” Tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari mulut Jessica.

“Kenapa?”

“Oh..hehe tidak apa-apa…maksudku aku tidak setuju jika Yoong berpacaran dengan gadis yang tidak baik Taeng.” Ucap Jessica sambil menggenggam tangan Taeyeon, menggiring namja itu memasuki kelas mereka. Jieun hanya mengutaskan senyum kecil melihat kedatangan mereka. Taeyeon membalas senyuman Jieun sementara Jessica memberikan tatapan tajam pada Jieun.

Sementara itu.. di kelas X-E Tiffany duduk di mejanya dipenuhi dengan pikiran yang mengganggunya. Sejak peristiwa di toko perhiasan kemarin, ia tidak bisa berhenti berspekulasi mengenai hubungan Jieun dan Yoong. Sampai ia tak menyadari bahwa Yoong kini telah duduk disampingnya.

“Pagi…” ucap Yoong disertai senyum aligatornya.

“oh…morning Yoong. Apa kau sudah siap untuk pesta natal tahun ini?” ucap Tiffany berusaha mencari topik pembicaraan agar ia teralihkan dari pikirannya.

“Tentu Fany..aku sudah menyiapkan yang terbaik…untuk hasil yang terbaik.”

“Apa kau juga akan ikut pesta natal tahun ini?”kini Yoong balik bertanya.

“Sepertinya iya…Jessi memaksaku ikut dengannya. Padahal nanti dia pasti akan bersama Taeyeon.”ucap Tiffany kini menggembungkan pipinya pertanda ia tidak senang.

“Haha..jangan sedih Fany-ah…kau bisa bersamaku di pesta nanti.”

“Benarkah?kukira kau akan bersama Jieun.” Ucap Fany tertunduk memikirkan kedekatan Yoong dengan gadis itu.

“Haha..mungkin Fany-ah. Tapi aku akan berusaha selalu di dekatmu.” Kini Yoong kembali mengeluarkan senyum manisnya yang membuat Tiffany kembali tersenyum menatapnya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hari ini suasana latihan climbing begitu berbeda bagi Yoong. Well itu karena Jieun bersedia untuk pulang bersamanya. Kebetulan hari ini Jieun juga ada kegiatan di Science Clubnya. Memikirkan bahwa nanti Jieun akan pulang bersamanya saja sudah membuat namja itu tersenyum seperti orang gila. Dan ini disadari oleh sahabatnya, Taeyeon. Sekarang Yoong dan Taeyeon sedang duduk menikmati tonik mereka yang dibelikan oleh Jessica makan siang tadi.

“Yoong..aku ingin bertanya. Tapi mungkin ini cukup privat.” Taeyeon kini mulai menyimpang botol minumannya.

“Go on Tae…kau tahu aku senang berbagi cerita yang privat denganmu.” Ucap Yoong disertai seringai setannya.

“Aku serius…. Baiklah…. Apa kau menjalin sesuatu dengan Jieun? Mendengar pertanyaan itu Yoong pun tertawa kecil.

“Belum Taeng… Tapi setelah pesta natal ini kuharap suatu keajaiban akan terjadi pada kami.” Yoong kini merebahkan badannya di rumput yang begitu lembut dan empuk.

“Maksudmu? Apa kau menyukai Jieun?” Sesaat kemudian, Yoong terbangun dari rebahannya.

“Bisa menjaga agar semua ini rahasia? Di pesta natal nanti aku akan memintanya menjadi kekasihku. Apa kau pikir Jieun akan menerimaku?” Kekhawatiran itu kini muncul pada diri Yoong. Sebagai sahabat yang baik, Taeng berusaha menenangkannya.

“Rupanya dugaanku benar….Tenanglah Yoong, mengingat semua usaha yang kau lakukan selama ini, kurasa Jieun akan menerimamu. Jieun gadis yang baik Yoong, jadi kumohon jaga selalu hatinya. Andai saja aku punya keberanian sepertimu Yoong…”Ungkap Taeyeon yang kini tengah menatap birunya langit Seoul sore ini.

“Maksudmu? Apa sekarang ini kau sedang menyukai seseorang Taeyeon-ah?”

“Apa kau juga bisa menjaga rahasia ini?” kini Taeyeon memutar kembali kata-kata sahabatnya itu dengan tawa kecilnya. Yoong pun menggembungkan pipinya pertanda ia berpura-pura sebal dengan sahabatnya itu.

“Tentu saja Taeng… Apa kau tak percaya padaku?”

“Haha..nyantai Yoong, aku hanya bercanda. Tentu aku mempercayaimu hehe. Baiklah sebenarnya aku menyukai.. sahabat masa kecilku. Puas?” Taeyeon mengakhiri pengakuannya itu dengan tawa khasnya.

“Kau serius? Tiffany adalah gadis itu?” ucap Yoong menatap serius sahabatnya itu.

“Aku serius Yoong… Aku mencintainya… mungkin sudah sejak lama.” Ucap Taeyeon dengan suara tegasnya.

“Wah..tak kusangka.Well Tiffany orang yang menyenangkan Taeng, she’s almost perfect. And you’re the perfect match for her. So you must pursue her Taeng! Start courting her from NOW. I guess she can fell for your charm. Make her realize how great is your love Taeng.” Yoong berusaha memotivasi sahabatnya. Yoong sungguh bahagia mengetahui Taeyeon menyukai Tiffany. Ia sungguh mendukung jika kedua sahabatnya itu menjalin hubungan yang lebih dari sahabat.

“Thanks Yoong…Mudah-mudahan aku bisa segera menyusulmu menyatakan perasaanku padanya.”

“Haha.. i hope so. Taeng tadi adikku berpesan padaku agar kau menemuinya sehabis latihan hari ini. Ia bilang ia akan menunggumu di Science Club.”

“Sica ingin bertemu denganku?”

“iya.. sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.”

“Well aku akan menemuinya… bukankah sekarang kegiatan Science Club sudah selesai?” Taeyeon bertanya pada sahabatnya.

“Oh.. kau benar. Lebih baik kau pergi sekarang karena aku yakin kau tak mau bertemu dengan HellSica haha.” Yoong tertawa mengingat uniknya Jessica. Jessica akan sangat menyeramkan jika ia marah maka dari itu ia dipanggil hellsica.

“Haha kau benar…Baiklah apa kau ingin pergi kesana juga?”

“Tidak.. aku akan menunggu Jieun disini. Ia bilang akan pulang bersama denganku hari ini. Bukankah itu pertanda yang bagus hehe?” Yoong tertawa dengan asumsinya.

“Pantas saja Jieuns tidak memintaku lagi pulang bersamanya haha. Ternyata ia telah menemukanmu. Baiklah… aku duluan Yoong!” Ucap Taeyeon pura-pura cemberut lalu pergi meninggalkan Yoong.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sementara itu di kelas Club Science kini hanya tersisa Jieun dan Jessica. Jessica sedang menunggu Taeyeon untuk menjemputnya sedangkan Jieun tengah membereskan peralatannya dan pergi menemui Yoong di lapangan tempat biasanya anak pecinta alam kumpul dan latihan. Jessica perlahan berjalan mendekati Jieun yang tak sadar dengan kehadirannya. Sampailah Jessica di depan Jieun dan mulai berbicara.

“Bisakah kita berbicara?”

“Ada gerangan apa sehingga seorang Im Jessica kini ingin berbicara denganku?”

“Kita langsung saja Jieun. Sebenarnya untuk apa kau dekati kakakku?” Ucap Jessica dengan tatapan dingin yang membunuh.

“Well koreksi Jessica, Yoonglah yang selalu mendekatiku. Apa itu masalah untukmu?” Ucap Jieun dengan senyuman sinisnya.

“Tentu saja. Yoong adalah kakakku dan segala sesuatu yang berurusan dengannya, menjadi konsenku. Mendekatimu? Tak mungkin ia mendekati gadis sepertimu!” Jessica menatap Jieun tak percaya. Ia tahu bahwa Yoong mempunyai selera wanita yang tinggi, seperti Tiffany.

“Kau tak percaya? Tanyakan saja pada kakakmu.” Kini Jieun pergi menemui Yoong, meninggalkan Jessica yang terkejut mendengar perkataan Jieun.

‘Kau sungguh menyebalkan Jessica! Untung saja Yoong tidak sepertimu!’ pikir Jieun saat pergi meninggalkan Jessica.

‘Yoong apa kau menyukai gadis itu? Tak tahukah kau bahwa gadis itu mencintai sahabatmu?’ batin Jessica kini bergejolak dengan pikiran itu.

Tak lama setelah kepergian Jieun, Taeyeon datang menghampirinya dengan gaya dorknya yang mencairkan Ice Effect Jessica. Taeyeon heran yang melihat Jessica begitu pendiam di hadapannya. Ia pun berusaha menghilangkan suasana yang begitu canggung baginya itu dengan mengeluarkan aegyeonya yang khas dan biasanya Jessica akan langsung luluh melihatnya.

“Sica-ah… mengapa kau begitu pendiam?Apa kau merindukan namja chinggumu ini?” goda Taeyeon dengan tatapan nakalnya. Mendengar hal itu Jessica pun langsung mendekatkan wajahnya kedepan Taeyeon sehingga kini Taeyeon bisa merasakan hembusan nafas Jessica di bibirnya. Taeyeon kaget sehingga ia terdiam melihat Jessica yang begitu dekat dengannya, bahkan terlalu dekat menurutnya.

‘Oh tuhan..apa yang akan kau lakukan Jessica?’ pikir Taeyeon menatap lurus gadis di hadapannya itu.

“Jika iya… apa kau akan melakukan sesuatu untuk pacarmu ini Kim Taeyeon?”Ucap Jessica disertain senyuman menggodanya. Kemudian ia meniupkan sesuatu ke kedua mata Taeyeon yang begitu fokus melihat wajahnya. Kini Jessica tak dapat lagi menahan tawanya. Ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah Taeyeon yang begitu merah. Sementara itu Taeyeon hanya diam, membeku dengan apa yang telah Jessica lakukan padanya. Ia tak menyangka Jessica bisa begitu “nakal” terhadapnya. Melihat namja di hadapannya kini diam membatu, Jessica pun mencubit pipi kanan Taeyeon sehingga namja itu bangun dari Dreamlandnya.

“Hahaha.. kau seharusnya melihat dirimu tadi Taeyeon-ah!”Ice princess itu kembali tertawa terbahak-bahak.

“Well jika ekspresiku yang tadi bisa membahagiakanmu..aku senang.” Tiba-tiba Jessica berhenti tertawa mendengar ucapan itu. Ia kini tersenyum begitu manis di hadapan namja yang berhasil mencairkan hatinya. Ucapan namja itu sungguh menyentuh hatinya

‘Kau begitu perhatian Taeyeon-ah….Saranghae!’ ucap Jessica dalam batinnya.

“Gomawo..Taenggoo.”Jessica tersenyum malu pada Taeyeon yang akhirnya mendapat cubitan di hidungnya oleh Taeyeon.

“Kau sungguh menggemaskan jika pemalu seperti itu Sica. Oh iya.. Yoong bilang kau ingin berbicara sesuatu denganku?”

“Nae.. aku ingin kau menjadi partnerku saat waltz dance di pesta natal nanti. Kepala sekolah memintaku ikut bergabung sebagai siswa-siswi spesial dalam pembukaan pesta natal nanti. Apa kau bersedia?” Ucap Jessica dengan aegyeonya yang sekali lagi meluluhkan hati Taeyeon. Kini Taeyeon menganggukan kepalanya menjawab permintaan sahabatnya itu.

“Tapi hanya dance waltz saja kan?Karena sepertinya akan banyak gadis yang patah hati melihatku berdansa denganmu.” Ucap Taeyeon dengan nada sombongnya yang terdengar begitu memaksa.

“Haha…dan kurasa seluruh namja di sekolah akan membunuhmu setelah melihatku berdansa dengan namja tampan yang begitu DANSHIN ini.” Kini Jessica kembali menggoda sahabatnya itu.

“YAH!!! Kau bilang pacarmu ini DANSHIN? Kau pacar yang begitu baik Sica, kau juga…tak begitu tinggi dariku.” Ucap Taeyeon menyindir gadis yang berdiri di hadapannya itu.

“Well karena kau begitu baik hati sudah memuji pacarmu ini, aku akan mentraktirmu makan ramyun di restoran favoritku.” Ucap Jessica tiba-tiba menggandeng lengan namja yang cukup kekar itu keluar dari kelas yang hanya menyisakan mereka berdua. Taeyeon hanya tersenyum saat melihat kebiasaan gadis yang kini mulai menyenderkan kepalanya di bahu Taeyeon. Sementara Jessica tak henti-hentinya tersenyum juga karena ia bisa begitu dekat dengan namja impiannya itu.

“Jadi mereka benar-benar berpacaran. Well selamat Jess…. Kurasa kini harapanku dengan Taeyeon sudah hilang… Mungkin kini aku harus fokus padamu, Yoong…” Ucap seorang Yoeja yang diam-diam memperhatikan percakapan Taeyeon dan Jessica sejak tadi. Kemudian ia pergi dengan tetesan air mata yang kini membasahi pipinya, meninggalkan Jessica dan Taeyeon yang tak menyadari kehadiran gadis itu.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Yoboseyo”? ucap seorang gadis menjawab panggilan dari ponselnya.

“Jieun -ah…apa kau bisa menemuiku saat ini?”

“Kau ada dimana?Tak mungkin kan kau ada di rumahku.”

“Aku berada tepat di depan pintu rumahmu. Jadi kau harus menemuiku segera hehe.” Ucap namja itu begitu manis.

“Baiklah… tunggu ya.” Dengan itu Jieun turun dari kamarnya yang berada di lantai 2 kediaman Lee. Ia berlari menuju gerbang rumahnya berharap namja itu tidak mati kedinginan menunggu di luar dengan suhu 5 derajat celcIus.

“Ahhh kau sudah sampai rupanya. Apa kau takkan membiarkanku masuk?” Ucap namja itu disertai senyum manisnya meskipun kini hidungnya sudah memerah.

“Ayo..masuklah. Yoong…Mengapa kau menemuiku di malam yang begitu dingin ini?” Ucap Jieun seraya membawa Yoong masuk ke kediamannya.

“Aku.. ah lebih baik kita bicarakan di dalam saja.” Ucap Yoong dengan keadaan badannya yang terlihat sedikit menggigil. Jieun yang menyadari kondisi namja itu pun mulai menggenggam namja itu berharap itu akan sedikit menghangatkan tubuh Yoong yang kedinginan. Setelah berjalan beberapa menit, kini mereka sampai di ruang tamu kediaman Lee.

“Well what do you want to say?” Jieun kini menatap namja yang terlihat mulai gugup saat ia mengucapkan kata-kata itu.

“Aku ingin mengajakmu pergi ke pesta natal 3 hari lagi. Apa kau bisa?” ucap Yoong hara-harap cemas.

“Kau serius? Kukira kau akan pergi dengan Tiffany.” Kini gadis itu balik bertanya pada Yoong.

“Aku serius. Maukah kau menjadi partnerku di pesta natal nanti? Well aku akan sangat bahagia jika kau bersedia .” Ucap Yoong mengeluarkan senyuman lembutnya yang membuat IU tertawa melihatnya.

“Haha kurasa senyum itu berguna. Baiklah aku mau menjadi partnermu. Tapi aku belum menyiapkan apapun Yoong. Tadinya aku takkan ikut pesta itu.” Ucap Jieun pada namja yang kini tak henti-hentinya tersenyum padanya.

‘Karena aku ingin Taeng yang mengajakku..’ ucap Jieun dalam hatinya.

“Kau tak perlu khawatir…Besok kita bisa menyiapkan semuanya bersama. Bukankah itu bagus?” Ucap Yoong disertai kedipan matanya yang membuat Jieun terdiam.

“Euh..baiklah… Tapi aku tak bisa dansa…Yoong.” Jieun kini menunduk sambil memegang kedua tangannya.

“Aku bisa mengajarimu. Pokoknya dalam 3 hari ini kau akan siap menjadi partnerku yang sempurna hehe.” Ucap Yoong dengan senyuman aligatornya yang lebar.

“Well baiklah jika itu maumu…kurasa aku tak bisa menolak kebaikanmu Yoong.”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan harinya Jieun dan Yoong mulai menyiapkan diri untuk pesta tersebut. Yoong sudah menyiapkan baju apa yang akan ia pakai. Sedangkan Jieun belum mempunyai gaun malam untuk pesta itu. Yoong kini mengajaknya bertemu dengan ibu Wooyoung di kawasan perbelanjaan Gangnam yang terkenal itu. Mereka sekarang sudah sampai di butik Jang Haesung yang terkenal itu.

“Selamat siang Aunt Jang…. Senang bisa bermain ke butikmu lagi hehe.” Ucap Yoong mengumbar senyuman mautnya yang sukses membuat ibu Wooyoung terjebak dalam pesona namja itu.

“Aigoo kau tetap saja begitu tampan. Baiklah ada apa kau kesini Yoong?” Ucap ibu Wooyoung seraya mengajak Jieun dan Yoong duduk di meja kerjanya.

“Aku ingin kau pilihkan gaun malam terbaik yang kau punya Aunt untuk gadis di sampingku ini.” Ucap Yoong melirik Jieun yang tersenyum malu dengan kelakuan namja di sebelahnya itu.

“Wah…kau jarang sekali membawa seorang gadis kesini Yoong. Baiklah ayo kita lihat koleksi terbaruku di lantai 2.” Aunt Jang pun membawa kedua tamunya itu ke ruangan koleksinya. Disana tedapat banyak sekali baju-baju, celana, gaun, tas, mantel bahkan sepatu yang begitu bagus untuk Jieun. Yoong pun tak kalah takjubnya melihat surga ibunya Wooyoung ini. Kini mereka telah sampai di seksi Gaun Malam mengingat banyaknya koleksi Jang Haesung.

“Well kurasa gaun ini begitu cocok untuk gadis ini Yoong.” Ucap Jang Haesung seraya membuka tirai yang kini menampilkan seorang gadis dalam balutan gaun pink putih panjang berhiaskan mutiara-mutiara kecil yang begitu anggun dan elegan. Gaun ini adalah gaun ke-10 yang telah Jieun coba dan ia merasa cocok dengan gaun ini. Yoong terdiam melihat Jieun di hadapannya. Ia kemudian mengangkat kedua ibu jarinya pertanda bahwa ia setuju dengan gaun itu.

“Well Aunty,,,Aku sungguh berterima kasih karena kau mau meminjamkan gaun itu beserta aksesorisnya…” Ucap Yoong dengan penuh kesungguhan pada Jang Haesung yang kini tertawa melihat anak muda itu.

“Tak apa Yoong..Tapi kau harus menjaga gaun itu ya…Kau bisa mengembalikan gaun itu kapan saja Yoong. Tapi untuk aksesorisnya kalau bisa secepatnya ya..” Ucap Jang Haesung dengan senyuman khasnya yang begitu sama dengan Wooyoung.

“Baiklah..kalau begitu aku pamit dulu Aunty..masih banyak yang harus kami siapkan.” Yoong pun kini pergi menyusul Jieun yang telah lebih dulu menaiki mobilnya. Kini mereka melaju menuju toko perhiasan yang pernah Jieun dan Yoong kunjungi.Setelah menempuh perjalanan 20 menit, mereka sampai di toko tersebut. Saat Jieun akan turun dari mobil, tiba-tiba Yoong menahannya.

“Eitzz…Kau jangan turun ya. Lebih baik kau diam manis di mobil ini ya…hehe”

“Why? Is there something that i don’t know?” ucap Jieun dengan tatapan ingin tahunya.

“Haha..i’ts nothing. Aku hanya harus bertemu dengan pemilik toko itu terlebih dahulu. Mungkin kau akan bosan, maka dari itu aku memintamu untuk diam disini nona.” Ucap Yoong dengan meyakinkan. Jieun pun menyetujui permintaan namja cute itu.

Kini Yoong telah memasuki Diffana&Co yang begitu megah dan elegan. Ia disambut oleh manager toko perhiasan itu.

“Selamat sore Mr.Im. Saya sungguh senang anda bisa berkunjung ke toko kami.”

“Terima kasih Mr.Cho. Saya kesini untuk mengambil barang pesanan saya. Apakah sudah siap? Kemarin pegawai anda meminta saya untuk mengambilnya.” Ucap Yoong begitu sopan terhadap manager Cho.

“Oh jika itu yang anda cari, betul barang itu telah siap. Tunggu sebentar Mr.Im, akan saya ambilkan.” Mr.Cho pun pergi mengambil barang yang Yoong inginkan. Beberapa menit kemudian manager toko itu telah kembali membawa goodie bag yang terlihat mewah.

“Ini tuan…semoga anda puas dengan barang kami. Kami tunggu pesanan selanjutnya.” Ucap Mr.Cho seraya mengeluarkan senyuman ramahnya. Yoong pun tersenyum membalas keramahan manager yang merupakan kenalan ayahnya. Yoong bergegas menuju mobilnya.

“Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama nona Jieun?”Ucap Yoong dengan suara khasnya yag begitu gentle tapi manly. Ia bisa melihat wajah malaikat Jieun yang kini sedang menutup kedua matanya.

“Ahhh rupanya kau telah kembali. Kemana tujuan kita selanjutnya?” Ucap Jieun yang kembali membuka matanya sembari melepas headphone putihnya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Besok malam adalah malam diadakannya pesta natal yang menjadi acara tahunan di Hanyoung High School. Semua siswa begitu antusias berpartisipasi dalam pesta yang bergengsi itu. Pasalnya akan banyak tamu-tamu penting yang hadir di pesta itu, baik dari kalangan artis, desainer, hingga pejabat pemerintahan yang merupakan alumni SMA Hanyoung. Maka dari itu Tiffany sudah menyiapkan dirinya untuk pesta ini dari sebulan yang lalu. Well sebenarnya Jessica yang memaksanya melakukan ini semua. Hingga disinilah Tiffany, tengah merapikan gaun malamnya yang bermotif animal dibalut dengan nuansa coklat keemasan. Tiba-tiba ia melihat bayang-bayang manusia di kaca kamarnya. Ia pun mencoba melihat siapa orang itu. Hingga ia dikejutkan dengan kehadiran sahabatnya yang tersenyum begitu bodoh di depannya.

“Tae… ada apa malam-malam begini kau menemuiku?” Ucap Tiffany berusaha menghilangkan kantuknya yang begitu berat.

“Well.. tak bolehkah aku menemui sahabatku yang begitu..kurindukan?” Ucap Taeyeon memberanikan diri memeluk Yoeja di hadapannya itu.

“Haha kau merindukanku?kau kan bertemu denganku setiap hari Tae..” Tiffany kini melepaskan pelukan sahabatnya. Ia kini mencubit pipi kanan Taeyeon sehingga Taeyeon berpura-pura kesakitan.

“Auwh.. .sakit Fany-ah.. Tapi kan tidak setiap saat.”ucap Taeyeon dengan manja. Tiffany yang termakan akting Taeyeon pun kini mendekatkan wajahnya berusaha melihat lebih dekat sahabatnya yang kesakitan itu.

“Maafkan aku Tae…Apa sekarang masih sakit? Tiba-tiba Tiffany meniup pipi kanan Taeyeon dengan perlahan sehingga membuat Taeyeon kembali berulah.

“Ahhh pipiku yang kiri juga sakit Fany-ah..Tadi Wooyoung tidak sengaja melemparkan backpacknya ke mukaku.”

“Benarkah.. Aku akan mencoba menyembuhkannya. Coba tutup matamu!” Ucap Tiffany yang kini sadar bahwa sahabatnya itu hanya berpura-pura kesakitan.

“Ouch..! Fany-ah…sakit!” Taeyeon berteiak kesakitan setelah Tiffany mencubit kedua lengannya begitu keras.

“Haha serve you right. Jangan lagi kau coba kerjai aku Kim Taeyeon.” Ucap Tiffany yang berusaha meniru tatapan tajam Jessica yang terkenal.

“Haha death glaremu begitu payah Fany-ah…Aku heran mengapa kau bisa begitu awet bersahabat dengan Ice Princessku?”

“Karena aku begitu adorable, beautifull and wonderful?” ucap Tiffany mengeluarkan Eye Smilenya yang begitu indah. Taeyeon pun tersenyum melihat gadis imut itu.

“Itulah kau Fany-ah…You’re awesome Hwang Miyoung.” Ucap Taeyeon kini mendekatkan wajahya ke depan sahabatnya itu dengan tatapan penuh kasih sayang dan senyum manis yang begitu menghangatkan hati di tengah dinginnya malam Seoul saat itu. Lalu Taeyeon membisikan sesuatu ke telinga kiri gadis itu yang membuat Tiffany membeku seketika dengan wajah yang merah padam.

“And I love it… saranghae.. My Best… Girl.. Friend.”ucap Taeyeon dengan begitu lembut dan manis. Beberapa menit pun berlalu dan Tiffany kini kembali sadar dari pesona sahabatnya itu.

‘Tolong jangan ucapkan kata-kata itu, ini menjadi berat untukku.. Andai saja kau mengucapkannya lebih dulu, sebelum Jessi menjadi kekasihmu…’ Ucap Tiffany dalam pikirannya

“Nado Taeyeon-ah. You’re the best person i’ve ever met..” Ucap Tiffany yang kini memeluk sahabatnya itu dengan begitu erat. Taeyeon pun menerima pelukan gadis yang sungguh ia cintai itu dengan sepenuh hati.

‘Semoga itu aku Fany-ah…’harap Taeyeon dalam hatinya.

=============================================================

=======================

siang hehehee

gw lagi coba pake password nih heheheee

gw post ini karna gw lagi pusing bgt di kantor..

kecewa mungkin yeeee

mood gw lagi g bener buat bikin ff hehehee

klo ff ini mah gw cepet update karna ini udah ada di laptop gw sejak 3 tahun yg lalu hahahaa

ini adalah ff debut gw sebagai author fanfiction

gw ko ngerasa sedih kadang sama FF ini hehe

soalnya ff gw yg satu ini kayanya kurang diminati ya?

haha no comment no update

Iklan

37 pemikiran pada “LOVE IT SELF CHAPTER 7

  1. Wah akhirnya bisa baca juga,aku harus bertapa dulu biar bisa baca ini *alay ,dan seseorang memberi pencerahan padaku hehehe

    Tiffany salah paham tuh keknya,aku berharap sih TaengSic,tapi Taeyeon mencintai Tiffany 😦 ini sangat rumit,ditunggu kelanjutannya aja deh fighting ya

  2. Gregetan banget ah jadi fany itu suka juga sama tae apa gimana??ah elah jadi rumit gini, masa mesti nunggu sampe 3 bulan dulu, tae jelasin ke fany kek gitu terus abis itu langsung aja ungkapin perasaannya dia

    Udah lah fany sama taeng aja, yoong sama jieun haha xD

  3. aishh.. tu sbnrny fany suka tae atw yoong sih.. kasian yoong dong nnti..
    klw fany sukany ama tae aja..hadeh..

    haahh.. psti crita ini bnyk yg skit hti deh.. jessi, fany, yoong :-\
    dtggu chap slnjtny thor..

  4. Akhir-nya bisa masuk jg
    makasih ya thor pw-nya
    pany plinplan, sebenarnya pany itu suka-nya ama siapa sih yoong atau tae
    jieun apa mulai suka ama yoong, atau cuman main’in yoong demi balas dendam ama sica

  5. Kacian Fany kaya yg ga d anggap gto.. Yoong berjuang lah mendapatkan Ui.. tp resiko tanggung sendiri y Yoong.. xixixi..
    Makaci y thor pw ny.. tp w mao minta pw Yulsic ny

  6. oh my!!jd ternyata taeny saling suka nih,,tp pd ga sadar perasaan masing”,,,nah ntar klo taeng nyatain cinta nya ke ppany gmn yah reaksi nya??taeng di trima ga yah??
    tp ntar klo taeny jdian,,,sica ama siape??yul muncul kah di epep ini??
    hmmm rupa nya jieun jg mulai suka ama yoong tp mengingkari itu,,,

  7. Akhirnyaaaaaaa,, makasi ya thor pw nyaaa,,,
    Duh jd kasian sica,,, y
    Ya udahlag jieun terima ajja yoong,,
    Panny jg kemakan omongan TaengSic hahahah,,, udahh panny sma woo ajja,,, Taeng sm sica,,,

  8. annyeong,,,,
    Hahahahha akhir nya bsa bca jga ne ch ff,,,,hufffttttt bkan maen rmit nya ksah cnta mrka,,,gue msih pnsran msa lalu sica dan dong wook???apkah prnh ad ssuatu d antra mka???trus klw mmng yeoja yg mndngar omngan taengsic adlh fany,,,br”arti taeny sling ad rsa tu,,,tp gmn dngan prsaan fany bwat yoong,,dia cmbru bnget yoong dkat dgan jieun????klw seandainya taeny jdian jls lh yg skit it yoonsic??sica mncntai taeng,,tp taeng lbih mncntai fany,,,klw bgtu,jieun bkln lbih mmpermainkan yoong,,sica yg jdi pcar pura2 taeng aj jieun sdh cmbru gtu,,aplgi klw tau taeng bnr2 mncntai fany shbat kcil nya,,,hadeuhh bnrran brtpuk sblh tngan cinta yoonsic trhdap orang yg mrka cntai,,smga yoong bsa mmbka hti untuk fany,,dan fany lebih mendlamkn lgi rsa cnta nya bwt yoong,,,dan taeng akn mrbah rsa syng sbgai shbat untuk sica mnjdi rsa cnta untuk keksih nya,,jieun sm wooyoung aj dech,,,
    Ok siiip cuy,,,,
    Gomawo pw nya,,,
    Next d tunggu,,
    Tetap smngaaattttt,,,

  9. sorry, bro gw dah dpt pewenya tp baru sempet baca nih.. hihi..
    gw suka kalo tae jadian sm fany tp disatu sisi gw jg kasian sm sica and jieun yg ngarepin tae banget, hadooh whatever lah bro yg penting ntar bisa happy ending dah taeny nya hahaha….gmn kek caranya, jodohin dongwook sm sica, trus jieun sm yoong, nah beres dah taeny nya aman hahaha….#jiwalocksmithmenggebu
    thanks for pewe nya ^^, lanjut lg dah bacanya

  10. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  11. akhirnya bisa kebuka dan baca juga, makasih author udah kasih pw nya dengan senang hati. duh… tiffany sebenarnya suka yaa sama tae? jadi gregetan banget liat tingkah mereka semua di sini. yoong jadi cowok sweet banget sih ke jieun, jadi iri liatnya. hehehe

  12. taengsic jadian jga akhirnya ,, biar bohong2an . trus siapa tuh yg mergokin taengsic di kelas ,, fanny atau jieun ya ? trus klo yoong sama jieun ,, fanny nya sama siapa ya ? hiks2 berasa rumit banget ceritanya ,, pasti banyak yg sakit hati dehh .. tpi mereka sweet banget ,, perhatian banget .

  13. maaf ya thor krn sring komen gk muncul..
    wahhh..tae udah sadar klu trnyta cinta sm tiffany n cwek yg ngintip taengsic itu si fany kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s