LOVE IT SELF Chapter 6

cropped-tumblr_mwezwdfuph1swqx1fo1_500.jpg

Hanyoung High School, Gangdong – Gu, Seoul, 2 Agustus 2007-

‘Fany-ah..Kemarin adalah ulang tahunmu yang ke 16 dan aku tak bisa merayakannya denganmu.’ Pikir Taeyeon saat melihat kembali kalendar di buku agendanya.

“Morning Taengoo…”

“Pagi Sica!” ucap Taeyeon menutup agendanya, menatap gadis yang kini duduk di sampingnya.

“Guess what?!! Sepertinya hari ini kau akan bertemu dengan seseorang yang akan mengejutkanmu.” Ucap Jessica misterIus.

“Maksudmu? Aku tak mengerti Sica….” Taeyeon kini mendekatkan wajahnya dengan Jessica yang terdiam dengan begitu dekatnya jarak wajah mereka. Taeyeon pun menyentuh hidung Jessica yang sedang zone out lagi di hadapannya.

“Aigoo mengapa gadis semenarik dirimu selalu zone out huh? Sungguh aneh!” ucap Taeyeon kini mulai kembali ke posisi awal duduknya.

“YAH Kim Taeyeon..apa kau bilang aku aneh?!”

“Hehe tidak kok..Aku hanya bilang kau sungguh cantik hari ini…” ucap Taeyeon mengeluarkan jurus senyuman hangatnya untuk Jessica yang sukses membuat gadis di hadapannya itu meleleh di dalam.

HellSica pun tidak jadi release dan Taeyeon tahu itu. Mengingat kedekatannya dengan Ice Princess selama 1 bulan ini, ia jadi lebih tahu mengenai gadis yang merupakan kembaran Yoong, kenalannya di Club Pecinta Alam. Ia mulai tahu gerak-gerik Jessica, mulai dari hobinya tertidur dimanapun ia mau, kebenciannya pada mentimun, betapa anggun dan elegannya Jessica, jeniusnya Jessica hingga kecanggungan gadis itu jika berdekatan dengan Dong Wook.

“Well Thanks… Tapi jam makan siang nanti kau harus ikut denganku ya. Aku punya sesuatu untukmu ” ujar Jessica menatap Taeyeon dengan tatapan lembutnya yang membuat Taeyeon heran bagaimana bisa gadis seimut ini berubah menjadi HellSica yang tatapannya bisa membunuh.

“Kuusahakan..Karena Jieun memintaku untuk mengantarnya ke perpustakaan.” Ucap Taeyeon yang berusaha menenangkan dentuman jantungnya.

“Kalau begitu batalkan acaramu dengan Jieun. Ini penting sekali Taeng…!” Jessica kini mengeluarkan deathly glarenya yang ia yakini mampu membuat Taeyeon menurutinya.

“Akan kucoba berbicara dulu pada Jieun…aku sudah berjanji padanya.”

Bel istirahat pertama telah berbunyi. Hampir semua siswa-siswi Hanyoung berhamburan keluar kelas, tak terkecuali Tiffany. Ia kini berjalan menuju taman sekolah, tempat ia dan Jessica akan bertemu. Sesampainya disana ia mendapati Jessica dan kakaknya yang sedang berbicara hal yang sepertinya serius.

“Jess..apa kau sudah lama menungguku?” Ucap Tiffany memecahkan keheningan Im bersaudara. Melihat sahabatnya yang sudah datang, Jessica mulai menyunggingkan senyuman.

“Ahhh mengapa kau begitu lama Tiff…Kakakku saja bisa datang kesini dalam waktu 5 menit. Sebaiknya kau menyiapkan diri untuk bertemu dengan Taeyeon hari ini! Yoong telah membantuku menyusun rencana reuni kalian.” Ucap Jessica yang mendapat anggukan dari kakaknya yang masih terlihat keren seperti biasa. Yoongpamitmengingat ia masih ada janji dengan Wooyoung dan Dong Wook.

“Jess..aku gugup. Bagaimana jika ia bukan Kim Taeyeon yang kukenal?”

“Kau harus optimis Tiff…Aku yakin ia adalah teman masa kecilmu.” Ucap Jessica dengan suara tenangnya yang membuat Tiffany heran apakah ini charm keluarga Im? Karena Yoong dan Aunt Jaekyung pun mempunyainya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sementara itu di kelas X-A Jieun tengah beradu argument dengan Wooyoung. Sedangkan Taeyeon  dipanggil Mr.Song untuk membicarakan program beasiswa yang diajukan Taeng dari Im Corp. Yoong yang berlari dari taman pun kini telah sampai di kelas Taeng. Ia melihat Dong Wook dan Wooyoung yang berusaha membujuk Jieun sesuatu.

“Jieun.. biarlah Taeng dan Jessi pergi makan siang hari ini. Aku yang akan mengantarmu ke perpustakaan menggantikan Taeng.. benarkan Wookie?” Wooyoung kini melirik Dong Wook yang mengangguk menanggapi sahabatnya.

“Memang kenapa?Aku dan Taeng juga punya sesuatu yang harus kami lakukan.” Jawab Jieun tak mau kalah.

“Karena Taeyeon akan bertemu dengan Tiffany…dan aku yakin kau tahu kan siapa dia..” Ucap Yoong yang kini berjalan mendekati Jieun.

“Dia sekolah disini?”

“Yoong..kau tak apa-apa?” Ucap Dong Wook memecah fantasy Yoong.

“Ah…i’m fine. Tiffany sekelas denganku dan ia tinggal di Seoul.” Ucap Yoong berusaha menjawab Jieun dengan gaya coolnya.

“Lalu mengapa Taeyeon harus pergi bersama Jessica?”

“Karena adikku yang akan mempertemukan keduanya. Siang ini di taman sekolah. Dan aku harap kau mengerti.” Yoong kembali berbicara menjawab pertanyaan Jieun.

“Baiklah…karena aku tak ingin merepotkan kalian, aku akan pergi sendiri ke perpustakaan. Terima kasih gentleman.” Jieun beranjak dari ketiga pemuda tersebut. Akan tetapi Yoong segera menyusulnya. Ia tak mau melepas kesempatannya untuk mengenal Jieun lebih lanjut.

“Bolehkah aku menemanimu?Sepertinya aku juga ingin mencari sesuatu…itu pun jika kau tidak keberatan.” Yoong kini mengeluarkan senyum khasnya yang membuat Tiffany jatuh hati, tapi itu tidak berlaku pada Jieun.

“Silakan saja…terima kasih mau menemaniku.” Jieun kini tesenyum membuat Yoong kembali berusaha menenangkan jantungnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jam makan siang tiba.. kini Jessica tengah menggiring Taeyeon menuju taman sekolah. Taeyeon setuju ikut dengan Jessica setelah ia melihat note dari Jieun yang membatalkan acara mereka. Setelah melewati beberapa koridor, sampailah ia di tempat yang dituju. Saat mengamati keadaan sekitar taman, ia melihat seorang siswi berambut hitam panjang sedang duduk di kursi taman sembari membaca buku. Jessica kini membawanya mendekati gadis itu.

“aku sudah membawanya kesini dengan selamat….Tiffany Hwang.” Ucap Jessica tersenyum melihat keterkejutan di muka Taeyeon.

“Tiffany Hwang..?” Taeyeon tak bisa mengeluarkan suaranya saat melihat yeoja cantik yang kini tengah ber eye smiling padanya.

“It’s me Taeyeon-ah..Hwang Miyoung.” Ucap Tiffany memeluk Taeyeon yang masih terkejut bisa bertemu lagi dengan teman masa kecilnya. Melihat kemesraan antara Tiffany dan Taeyeon, Jessica pun merasakan sedikit sakit di hatinya. Tapi ia berusaha menghilangkan itu karena menganggap mungkin ini adalah hal yang wajar dilakukan keduanya saat mereka masih bersama dulu.

“Sica apakah ini mimpi?Atau kau menjahiliku?” ucap Taeyeon saat Tiffany melepaskan pelukannya. Jessica kini mendekati kedua sahabatnya dan mulai merangkul tangan Taeyeon.

“Ini nyata Taengoo. Tiffany ternyata adalah sahabatku sejak SMP, kami sekolah di SMP yang sama. Ia juga selalu menceritakan tentangmu. Hingga puncaknya kemarin aku baru menyadari bahwa Taeyeon yang kukenal ternyata adalah teman masa kecil sahabatku. Benarkan Tiff?”

“Jessi benar Tae…tak kusangka dunia sesempit ini. Sebenanya kita begitu dekat. Aku sungguh senang bisa bertemu lagi denganmu. Tapi kurasa kau berhutang penjelasan padaku kan?” ucap Tiffany seraya mengedipkan matanya pada Taeyeon. Kontan Jantung Taeyeon pun skip a beat melihatnya. Saat ini ia merasakan seperti ada 1000 motor listrik yang berputar di perutnya. Saat Tiffany tadi memeluknya, kehangatan hati yang ia rasakan saat dahulu memeluk Tiffany, kembali. Kini gugup, bingung, terkejut, bercampur bahagia yang ia rasakan.

“Kau harus mentraktirku makan siang besok Taeng…” ucap Jessica memecah lamunan Taeyeon.

“Hahakurasa Ice Princess benar Tae..Kau harus berterimakasih pada Jessi karena telah mempertemukan kita lagi.” Tiffany tak henti mengeluarkan eye smilenya.

“Kau benar Fany-ah..Tapi kurasa aku harus berterima kasih pada Tuhan terlebih dahulu yang akhirnya membuat Jessica mempertemukan kita lagi. Aku harus segera mengabari keluargaku di Andong! Kurasa mereka akan gembira mendengar kabar ini.” Taeng kini tersenyum menatap cerahnya langit Seoul.

“Kau juga berhutang penjelasan pada Taengoo Tiff…Karena setahuku Taeng telah berusaha mencarimu ke Hwang Mansion di Jeonju dan kau telah pergi ke Seoul.” Jessica kini mengajak kedua sahabatnya untuk duduk di bangku taman.

“Ahh kau benar Jess. Baiklah akan kumulai. 2 minggu setelah kepindahanmu, Daddy mengajak aku dan Mommy untuk pindah kembali ke California, mengingat bussiness keluarga kami yang sedang goyah. Tapi aku tak mau, karena aku masih berharap kau menemuiku Taetae. Maka dari itu Mommy mengajakku pindah ke Seoul karena Daddy akan membiarkan kami menetap di Korea asalkan ada orang yang kami kenal dan percayai di dekat kami. Ibunya Jessica ternyata baru pindah ke Seoul saat itu sehingga Daddy mengijinkan aku dan Mommy menetap di Seoul. Dan Daddy memutuskan untuk menjual Mansion kami di Jeonju untuk menutupi kebutuhan hidupku dan Mommy di Seoul, sedangkan Daddy kembali ke California. Maafkan aku Taetae karena aku tidak sempat menitipkan alamatku di Seoul pada warga di sekitar Hwang Mansion. Saat itu aku pun tak tahu daerah Seoul mana kami akan tinggal hingga Daddy membeli sebuah rumah sederhana di Dongdaemun-gu.” Ungkap Tiffany seraya meneteskan air matanya. Ia merasa bersalah karena tidak memberitahukan ini semua pada Taeyeon. Jessica yang berada di sampingnya pun kini mendekap sahabatnya. Jessica mengelus-ngelus pundak Tiffany agar sahabatnya itu bisa lebih tenang. Ia mengerti bagaimana perasaan Tiffany sekarang.

“Aku mengerti Fany-ah…Sebenarnya juga ada yang perlu kujelaskan padamu.”

“Bicaralah Taeng…Tiffany akan mendengarmu.” Ucap Jessica masih menenangkan Tiffany yang kini mulai melihat ke arah Taeyeon, mencoba mendengarkan penjelasan sahabatnya.

“Aku yakin kau membaca suratku kan sebelum kepindahanku ke Andong?Maafkan aku Fany, karena aku tidak bisa menceritakan kepindahanku secara langsung padamu. Maafkan aku juga yang tidak langsung menghubungimu saat aku sampai di Andong. Maafkan aku Fany-ah…Tapi selama di Jeonju aku selalu berusaha mencari informasi mengenai keberadaanmu hingga aku mendapatkan 2 informasi yang mengatakan bahwa kau pindah ke Seoul dan California. Semenjak itu aku bertekad untuk melanjutkan SMA ku di Seoul, agar aku bisa bertemu lagi denganmu, sahabatku. Dan akhirnya perjuanganku tak sia-sia, kini kau hadir dihadapanku dengan penampilanmu yang semakin baik, tidak seperti Tiffany dulu yang tomboy dan cengeng..hehe” ungkap Taeyeon dengan binar ketulusan dan menyesal.

“Tentu saja Taeng…Sekarang Tiffany Hwang telah dewasa, feminin, dan cerdas. Itu karena aku yang telah menjinakkannya bersama aunty Hwang!” Celetuk Jessica yang kini menerima death glare tiruan dari Tiffany.

“YAH!! Im!… aku juga telah berhasil menjinakkan kebekuan dalam hatimu jika kau tahu. For Your Information Taeyeon, dulu Jessica adalah gadis dingin yang begitu mengerikan hingga siapapun yang mendapat death glare atau terkena ice effectnya akan trauma seketika. Tapi setelah berteman denganku, ia menjadi sedikit jinak.” Taeyeon kini tak tahan lagi menahan tawanya melihat kedua gadis yang kini sibuk membongkar kekurangan mereka di masa lalu. Akhirnya sesi cat fight mereka pun terhenti saat Taeyeon berdiri, meletakkan kedua jari telunjuknya di bibir Jessica dan Tiffany yang seketika terdiam melihat ke arah Taeyeon.

“Haha kurasa kalian sudah cukup membongkar aib kalian di depanku. For Your Information too tak perduli seberapa jelek kebiasaan kalian di masa lalu, kalian tetap sahabatku, orang yang akan kusayangi, kulindungi, dan kujaga. Sekarang.. apa kalian tidak lapar ladies?” ucap Taeyeon mencoba mencopy eye smile sahabatnya.

“Huhh Cheesy and corny…..Your Eye Smile is sucks Taenggoo..! canda Jessica seraya menggandeng lengan kanan Taeyeon. Yang tak Taeyeon ketahui, Jessica sungguh senang ketika Taeyeon mengatakan itu semua.

‘You amaze me again Taeng. Please don’t show me your eye smile!Don’t you Know my heart skip a beat right know?’ Harap Jessica dalam hatinya.

“Yah jangan kau culik sahabatku!” ucap Tiffany yang kini menggandeng lengan kiri Taeyeon. Siswa-siswi lain yang sedang berada di taman pun heran melihat tingkah kedua siswi tercantik di SMA Hanyoung itu, Tiffany dan Jessica. Murid laki-laki yang melihat Taeyeon kini iri karena Taeyeon sedang digandeng oleh kedua malaikat di sekolah mereka. Sedangkan murid-murid perempuan sedang kepanasan jenggot melihat betapa dekatnya Tiffany dan Jessica dengan idola mereka, Kim Taeyeon.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Taeyeon sukses menggiring kedua gadis tersebut ke kantin. Disana ia melihat Dong Wook dan Wooyoung yang sedang lahap menyantap makan siang mereka. Taeyeon memutuskan membawa kedua gadis ini ke meja teman-temannya berada.

“Wah..lahap sekali makanmu Jang Wooyoung?!!” ucap Taeyeon yang membuat Wooyoung tersedak saat melihat kedua gadis terpopuler berdiri di hadapannya. Sementara itu Dong Wook hanya tersenyum menyambut kedatangan Taeyeon dan dua gadis yang menggandeng kedua lengan Taeyeon. Rasa canggung mulai hinggap lagi dalam diri Jessica jika ia berada di dekat Dong Wook. Dan Taeyeon merasakan ini sehingga ia mulai menatap Jessica.

“Sica are you ok if we eat our lunch here?” ucap Taeyeon meminta kepastian Jessica.

“I’m fine Taeyeon-ah. Hai Dong Wook.” Jawab Jessica kemudian menyapa sahabat kakaknya itu dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

“Hallo Jess..sudah lama kita tidak lunch bersama. Oh Hai Tiffany-shi…senang bisa melihatmu lagi. Kurasa acara reuni mu dengan Taeyeon berlangsung lancar.” Ucap Dong Wook yang kini telah menyelesaikan makan siangnya. Menyadari bahwa Jessica kini kurang nyaman didekatnya, Dong Wook pun pamit dengan alasan ia harus menemui Mr.Song.

“Kenapa Wookie tiba-tiba pergi begitu saja?” celetuk Wooyoung yang kini membuat Jessica tidak enak hati pada Dong Wook. Menyadari atmosfer canggung ini, Taeyeon mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Woo dimana Jieun? Aku tidak melihatnya setelah istirahat pertama tadi. Apakah ia menunda kelas? Tadi pagi ia memintaku untuk.. ” Ucapan Taeyeon terpotong saat melihat kedatangan Jieun bersama Yoong ke kantin. Kini mereka berjalan menuju meja Taeyeon dan kawan-kawan. Jessica mengamati wajah kembarannya dan mendapati stupid grinned yang diberikan kakaknya pada Jieun. Senyum Tiffany tiba-tiba merekah saat Yoong berjalan mendekati mereka. Tapi ia juga bingung melihat gadis di sebelah Yoong yang sepertinya sukses menyita perhatian namja yang ia sukai itu.

‘Siapa gadis itu? Mengapa Yoong memberikan pandangan yang begitu berbeda pada yeoja itu?’ pikiran itu seketika muncul di benak Tiffany.

‘Mengapa kau tersenyum seperti itu Yoong? Jangan bilang bahwa kau…’ pikir Jessica.

‘Jieun dan Yoong? Sejak kapan mereka kenal?’ ucap Taeyeon dalam hatinya penasaran.

“Hallo Taeyeon-ah…dan kurasa kau Tiffany Hwang?” ucap Jieun kini dengan senyum misteriusnya.

 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Seoul,18 Desember 2007-

Beberapa bulan telah berlalu semenjak pertemuan Taeyeon dan Tiffany. Hampir setiap hari, jika sempat Taeyeon akan mengantar Tiffany pulang. Jika ia tak sempat mengantar Tiffany, maka Yoonglah yang akan menggantikannya. Jessica tak mengetahui ini semua, yang ia tahu kakaknyalah yang selalu mengantarkan Tiffany pulang.

FLASHBACK

“Fany-ah..kau akan pulang sekarang?” ucap Taeyeon lewat teleponnya. Ia sedang ada kelas otomotif hari ini sedangkan Tiffany mengikuti kelas vocal di klub Seni.

“Nae..kau tunggu aku di tempat biasa ya? Sebentar lagi kelas vocalku selesai.”

“Ok Fany-ah…See you!” ucap Taeyeon tersenyum mendengar suara khas Tiffany yang sedikit parau.

15 menit berlalu dan kini Tiffany sudah ada di depan Taeyeon yang terlelap di bangku taman sekolah karena ia baru begadang kemarin malam mengerjakan proyek biologinya bersama Wooyoung dan Dong Wook. Tiffany mencoba membangunkan Taeyeon dengan menepuk-nepuk pundak Taeyeon. Tapi Taeyeon belum bangun juga. Kali ini ia mencoba menepuk pipi dan hidung Taeyeon. Ia tersadar bahwa sekarang wajah Taeng semakin putih, bersih dan merona. Ia mengamati lekukan pipi Taeyeon yang indah, bibir mungilnya yang kissable, alisnya yang tebal dan bulu matanya yang cukup lentik untuk ukuran seorang pria. Saat jarak kedua muka mereka sudah dekat sekali Taeyeon terbangun dari tidur kecilnya. Ia kaget dengan wajah Tiffany yang begitu dekat dengannya. Tiffany yang sadar pun menjauhkan mukanya dari Taeyeon.

“Fany-ah…waeyo?” Taeyeon memberikan pandangan khawatir pada sahabatnya yang kini begitu dekat dengannya.

“A..aaniyo…Lets Go Tae!…bukankah kau ingin menikmati kue beras buatan ibuku? Kurasa Mommy sudah menunggu kita dari tadi.” Ucap Tiffany berusaha mengalihkan kecanggungan diantara mereka.

Setelah menempuh perjalanan kira-kira 30 menit, Tiffany dan Taeyeon sampai di rumah keluarga Tiffany. Taeyeon pun disambut hangat kedatangannya oleh Mr. dan Mrs. Hwang yang kebetulan sedang ada di Seoul.

“Selamat sore Mr dan Mrs Hwang. Senang bertemu dengan kalian lagi.” Taeyeon kini menundukkan badannya 90 derajat kepada orangtua Tiffany.

“Aigoo Taeyeon-ah…tidak usah formal begitu..kami menjadi merasa sudah tua sekali jika kau begitu. Panggil saja kami paman dan bibi” canda Mr. Hwang.

“Oh..maafkan saya Mr.Hwang. Saya kesini mengantarkan Tiffany pulang dan ingin mengunjungi Paman dan Bibi. Saya dengar kalian akan kembali lagi ke New York akhir Agustus ini?” ucap Taeyeon gugup karena ini kali pertamanya lagi berbicara dengan orangtua Tiffany. Ibu Tiffany tertawa melihat kecanggungan Taeyeon. Ia masih mengingat Taeyeon muda yang begitu adorable dan menggemaskan.

“Taeyeon-ah..just be yourself. Kami masih akan menerima kau menjadi calon menantu kok.. Relaks..” Ucap Mrs.Hwang yang kini membuat Taeyeon tersedak saat sedang meminum jus Pear kesukaan Tiffany.

“MOMMY!!! Lihat yang kau perbuat pada Taeyeon. Tae are you ok?” Ujar Tiffany sembari membantu sahabatnya mengelap jus yang tumpah ke bajunya.

“Haha kau tetap memberikan reaksi dorky seperti biasanya Taeyeon-ah…Mom, lebih baik kita makan sekarang kue beras yang kau masak tadi!” ucap Mr. Hwang seraya menggiring Taeyeon dan putrinya menuju meja makan mereka.

‘Sekarang aku cukup tenang meninggalkan Fany di Korea bersamamu anak muda!’ ucap Mr.Hwang dalam pikirannya sambil tersenyum ke arah Taeyeon.

 END OF FLASHBACK

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sedangkan persaingan IU dan Jessica semakin terasa, baik itu dalam bidang akademis danTaeyeon. Jessica mulai menyusun strategi agar ia bisa lebih dekat dengan Taeyeon. Hampir setiap jam makan siang, ia meminta Taeyeon untuk menemaninya makan. Tentu saja Taeyeon setuju karena ini merupakan kesempatannya juga untuk bertemu dan berbincang dengan Tiffany, sahabat sekaligus Crush yang belum Taeyeon sadari. Jessica kurang peka dengan Affectionate gaze yang ditunjukkan Taeyeon pada Tiffany, mengingat ia tahu bahwa Tiffany menyimpan rasa pada kakaknya. Ia tak khawatir bahwa Tiffany akan merebut Taeyeon darinya.

FLASHBACK

 

“Sica kau akan membawaku kemana?Aku masih belum mengembalikan catatan Fisika Jieun.” Ucap Taeyeon pada gadis yang kini tengah menggiringnya keluar gerbang sekolah SMA Hanyoung.

“Kita akan makan siang di Cafe favoritku Taengoo. Tiff dan Yoong juga akan bergabung dengan kita.” Jawab Jessica dengan tenangnya tidak menyadari tatapan aneh yang diberikan padanya.

“Sica..bisakah kau lepaskan dulu tanganku?Orang-orang mulai melihat kita. Ini seperti aku yang perempuannya dan kau adalah prianya Sica…Ayo lepaskan aku malu.” Ujar Taeyeon mengeluarkan Aegyeonya.

“I don’t CARE.”

“But please..Let me hold your hand instead..will you?” ucap Taeyeon mulai mengeluarkan toothy smilenya yang sukses membuat Jessica melepaskan genggamannya. Kini Taeyeonlah yang menggengam tangan Jessica.

“Ba..ba.baiklah..” Jessica terbata-bata menjawab pangeran hatinya itu. Ia memberi tahu Taeyeon kemana mereka harus pergi. Ternyata cafe tersebut tidak jauh dari SMA Hanyoung. Nuansa cafe tersebut sungguh cozy dan romantis. Jessica ternyata telah memesan 1 ruangan VVIP untuk mereka. Kini tinggalah ia dan Taeyeon di ruangan yang romantis itu.

“Sica…apakah kau sudah memesan makananmu?” ucap Taeyeon yang kini melihat dekorasi ruangan dengan mata berbinar. Saat akan menjawab pertanyaan pangerannya, Jessica mendapat sms dari Tiffany. Ia memberi tahukan bahwa ia dan Yoong tidak bisa ikut bergabung dengan Taeyeon dan Jessica karena Yoong mengajaknya makan siang bersama Jieun dan Wooyoung.

‘Good job Tiff…’ pikir Jessica.

“Sica…kau belum menjawab pertanyaanku..!” rengek Taeyeon dengan suara anak kecilnya yang sukses membuat Jessica tersenyum.

“Hehe maafkan aku…Kau begitu adorable Kim Taeyeon!” Jessica tersenyum menatap Taeyeon yang kini zone out terhipnotis ke dalam senyuman indah Jessica. Kini Kim Taeyeon mulai mengamati lebih lanjut wajah sahabatnya itu. Tatapan mata yang begitu indah tapi membunuh itu, bibirnya yang tipis, rona wajah Jessica yang indah, dan senyumannya yang manis membuat Taeyeon terhenyak.

“Sica…tahukah kau…bahwa saat kau tersenyum.. jutaan bintang rela bersinar untukmu? Jadi.. tersenyumlah untuk hari ini, esok dan seterusnya.” Ucap Taeyeon seraya mengangkat dagu Jessica dengan ibu jarinya, menatap Jessica begitu dalam membuat Jessica terdiam dalam tatapan hangat yang Taeyeon berikan padanya.

 

END OF FLASHBACK

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kini Jessica sudah mulai menyadari bahwa Jieun menyimpan rasa pada Taeyeon, begitupunJieun. Jieun tahu bahwa Ice Princess di kelasnya itu menyukai sahabatnya, Taeyeon. Dan ia tak bisa begitu saja tinggal diam membiarkan sahabatnya jatuh ke pelukan Jessica. Maka dari itu setiap hari ia selalu meminta Taeyeon untuk berangkat bersama. Setiap jam istirahat pertama ia selalu menggiring Taeyeon ke perpustakaan, agar Jessica tidak mencari Taeyeon. Dan Taeyeon yang tak tahu apapun mengenai ini semua menuruti keinginan Jieun karena ia merasa bersalah sudah menelantarkan sahabatnya selama beberapa bulan ini.

 

FLASHBACK

“Taeng..hari ini mau kan mengantarku ke perpustakaan? Ada beberapa buku yang harus kukembalikan serta kupinjam.”

“Aku ada janji makan siang dengan Jessica siang ini. Sepertinya aku tak bisa mengantarmu. Maafkan aku JIeun-ah.”

“So..sekarang kau lebih memilih Jessica?..” ucap Jieun seraya membalikan badannya beranjak pergi dari meja Taeyeon. Taeyeon yang mengerti arti kata-kata Jieun pun mulai mengejar sahabatnya.

“Jieun tunggu…apa kau kira aku telah meninggalkanmu dan lebih memilih Jessica?” Ucap Taeyeon kini meminta kepastian dari sahabatnya itu.

“Well tindakanmu sudah menjelaskan segalanya Taeng….Kau bukan Kim Taeng yang kukenal lagi..” Ucap Jieun berusaha melepaskan genggaman tangan Taeyeon.

“Jieun-ah…Aku tidak pernah membeda-bedakan sahabatku. Bagiku kalian adalah prioritas ku selain keluarga dan kehidupan akademisku. Tolong jangan katakan itu Jieun-ah…Thats hurts me inside.” Ucap Taeyeon yang kini mempererat genggaman tangannya.

“Aku ingin bukti dan tindakan Taeng…bukan hanya omong belaka. Tolong buktikan bahwa pikiranku salah.” Ucap Jieunyang kini sudah menarik Taeyeon dalam pelukannya.Jieun mencoba memeluk Taeyeon erat dalam pelukannya. Kebetulan saat itu kelas sedang kosong karena anak-anak telah berhamburan ke kantin dan taman sekolah. Taeyeon kini hanya terdiam menerima sudden hug dari Jieun. Tak tahu kenapa, Taeyeon tak bisa secara langsung membalas pelukan Jieunseperti saat Tiffany memeluknya. Tangan Taeyeon rasanya berat untuk memeluk kembali sahabatnya itu, dan ia tak merasakan kehangatan hati seperti saat ia memeluk Tiffany dan…Jessica.

“What should i do?” ucap Taeyeon perlahan.

“Kau cukup berada di sampingku saat kuminta Taeyeon-ah…” Ucap Jieun yang kini melingkarkan lengannya di pinggang Taeyeon. Taeyeon bisa merasakan detak jantung Jieun yang begitu cepat tak beraturan. Kini Jieun menyenderkan dagunya di bahu Taeyeon.

“Tetaplah di sampingku Taeng…” ujar Jieun yang tak terasa meneteskan air matanya di bahu Taeyeon.

‘And Now..I’m officially fall harder for you Kim Taeyeon. Please Catch me….” Ucap Jieun dalam hatinya.

‘Apa kau menangis Iu-ah?Apa itu karena aku?Mianhae…..’ pikir Taeyeon merasakan kini bahunya cukup basah dengan air mata sahabatnya itu.

 

END OF FLASHBACK

How about Jieun and Yoong? Well jika sempat, Yoong selalu mengirim note-note puitis, bunga atau coklat di meja Jieun. Terkadang jika mereka bertemu, Yoong selalu berusaha meninggalkan kesan yang baik di mata Jieun. Sudah hampir sebulan lebih ini juga Yoong menemani Jieun mencari buku-buku MIPA untuk bahan Jieun bertarung melawan Jessica nanti dalam seleksi olimpiade MIPA. Dan Jieun meminta Yoong untuk merahasiakan ini semua dari Jessica. Awalnya Yoong penasaran mengapa, tapi setelah mendengarkan penjelasan Jieun tentang kompetisi yang mereka jalani, Yoong pun setuju.

FLASHBACK

 

“Yoong apa buku ini cukup bagus menurutmu?Apa menurutmu Jessica akan membaca buku seperti ini?” Jieun kini telah memberikan beberapa buku pada Yoong untukJieunpilih mana yang bagus dijadikan untuk referensinya nanti.

“Well kurasa semua buku yang kau pilih ini adalah makanan Jessi setiap hari. Seleramu sungguh bagus dalam memilih buku Jieun-ah.” Ucap Yoong yang membuat Jieunmenatapnya dengan tatapan ‘are you kidding me’ padanya

“Haha apa kau serIus Yoong?!!…kukira Jessica hanya membaca buku dari penerbit tertentu saja..bukankah itu yang tertulis di blog resmi adikmu?” ungkap Jieun yang kini kembali menatap Yoong lebih seksama.

‘Wajah ini sungguh berbeda dengan si putri sombong itu. Mata lebarnya yang sungguh indah, lesung pipitnya yang manis, dan tatapan yang selalu kau berikan padaku itu…Apa kau menyukaiku Yoong?’ ucap Jieun yang kini bingung dalam pikirannya.

“Hallo Jieun…hallo?” ucap Yoong yang kini tengah mengibas-ngibaskan tangannya di tengah pandangan Jieun padanya berharap gadis itu kembali dari apapun yang ia pikirkan.

“Ahhh yes?” ucap Jieun back to earth.

“Sepertinya kau tadi tidak mendengarkan penjelasanku yah…. Well yang dikatakan blog itu memang benar. Tapi sebenarnya adikku selalu membaca buku-buku yang kuberikan kepadanya. Dan buku-buku seperti yang kau pilih tadilah yang sering aku berikan padanya. So thats fair right?” Ucap Yoong yang kini tersenyum menunjukkan kedua lesung pipinya.

“Kurasa kau benar… baiklah sepertinya Hpku tadi berbunyi dan aku yakin itu MissCall dari ayahku. Ia tidak suka jika aku pulang terlalu larut.” Ucap Jieun yang kini tiba-tiba pergi meninggalkan Yoong dan buku-buku yang telah ia pilih tadi. Yoong pun dengan segera menarik Tangan.

“Tunggu..apa kau akan meninggalkan begitu saja buku-buku ini?” ucap Yoong dengan tatapan “i can’t believe you”nya pada Jieun.

“Oh..hehe maafkan aku…aku lupa. Baiklah bukankah kau tadi berjanji akan membayar buku-buku ini untukku?” ujar Jieundengan senyum jahilnya. Melihat itu, Yoong pun tertawa.

“Kau benar Miss..haruskah sekarang kita membayar bukunya?” ucap Yoong sembari menggandeng lengan Jieun dalam gandengannya. Jieun yang terkejut pun hanya mengikuti apa yang Yoong lakukan padanya.

‘Please..don’t fall in love with me Yoong…’ pinta Jieun dalam hatinya.

‘You’re cute and unique… Hope she is not taken..’ ucap Yoong dalam pikirannya.

 

END OF FLASHBACK

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tiffany masih tetap dengan perasaannya pada Yoong. Ia juga belum tahu bahwa sekarang Yoong sedang dekat dengan Jieun. Ia mengira Yoong hanya berlaku manis padanya saja. Sementara Taeyeon masih belum menyadari bahwa Tiffany menyimpan rasa pada Yoong. Yang ia tahu sekarang ini Jieun sedang dekat dengan Yoong. Dan ia tak memiliki ide sedikitpun saat ini bahwa Jieun dan Jessica menyukainya.

 FLASHBACK

“Hallo…apa kau sudah menerima e-mailku Fany-ah?” ucap Yoong sembari merebahkan badannya di ranjangnya yang begitu besar.

“Oh..ini baru sampai. Aku baca dulu ya..apa kau ingin menutup teleponnya?”

“Tidak..aku akan menunggumu…aku ingin tahu pendapatmu.” Tiffany pun membaca e-mail itu. Beberapa menit kemudian ia tak bisa menyembunyikan senyuman bahagia di wajahnya, pikirannya melayang jauh ke awang-awang.

“Fany..apakah kau sudah selesai membacanya? Is it good?” Suara Yoong kini terdengar khawatir.

“You know? Ini sangat cute dan sweet Yoong…” ucap Tiffany yang membuat namja itu kini tersenyum.

“Ahh benarkah?Well i’m glad.” Ucap Yoong disertai tawa kecilnya yang membuat Tiffany terdiam mendengarnya.

“Akan kau berikan pada siapa surat itu?” Kini Tiffany mulai penasaran.

“Untuk seorang gadis yang sukses membuka kunci hatiku Fany-ah…” ungkap Yoong dengan gentle.

“Si..siapa gadis itu?”

“Haha…jika kubilang itu adalah dirimu..apa kau akan percaya Fany-ah?” ujar Yoong yang berusaha menggoda sahabatnya. Yang tak namja itu ketahui, Tiffany mempercayai ucapannya itu.

“Apa kau pikir gadis itu akan menyukai surat ini?” Kini Yoong bertanya kembali pada Tiffany yang sedang bungah hatinya.

“Aku rasa gadis itu beruntung Yoong..karena ia bisa memiliki kunci hatimu..You’re amazing guy Yoong…gadis itu sungguh bodoh jika tidak menyukai surat ini.”

‘Dan kuharap kau akan memberikan surat itu padaku…Yoong’ pinta Tiffany dalam hatinya.

“Haha..thanks Fany-ah..Aku akan memberikan surat ini di pesta natal tahun ini.”

“Mengapa begitu lama Yoong?” tanya Tiffany.

“Karena aku tidak ingin mengambil keputusan terlalu cepat Fany-ah. Aku ingin memastikan perasaannya padaku. Karena ia..cinta pertamaku Fany-ah….dan ia sungguh dekat denganku. Aku tak ingin segala sesuatunya menjadi canggung jika akhirnya ia tidak menyukaiku.” Yoong kini tersenyum kembali mengingat wanita yang telah menggetarkan hatinya itu.

“Kuharap gadis itu membalasmu Yoong…”

‘Can not wait for this christmas…’ ucap Tiffany dalam hatinya..LAGI.

END OF FLASHBACK

 

Wooyoung dan Dong Wook pun tak hanya menjadi silent watcher. Mereka tahu tentang kegiatanJieun dan Yoong. Mereka juga memperhatikan silent war antara Iu dan Jessica, Hopeless Romanticnya Tiffany pada Yoong, Falling Slowly-nya Taeyeon pada Tiffany dan begitu tidak pekanya perasaan Tiffany terhadap apa yang Taeyeon lakukan padanya.

FLASHBACK

Hari itu Dong Wook dan Wooyoung sedang berburu majalah astronomi dan sport di toko buku yang terletak di Gangseo-gu. Setelah mendapat beberapa majalah yang mereka incar, mereka pun memutuskan untuk mencari di toko sebelah. Saat memasuki toko tersebut mereka dikejutkan dengan kehadiran kedua teman mereka yang kini cukup terlihat akrab, Jieun dan Yoong. Saat Wooyoung akan pergi menyapa mereka, Dong Wook menahannya.

“Wookie..mengapa kau menahanku?” pertanyaan Wooyoung tak digubris karena Dong Wook kini menariknya keluar toko. Sekarang keduanya sudah berada di luar, berusaha tak terlihat oleh Yoong dan Jieun.

“Jang Wooyoung…apakah kau tidak menyadari kedekatan Jieun dan Yoong akhir-akhir ini?Kau sudah berteman dengannya hampir 3 tahun dan kau masih belum tahu jika sahabatmu sedang jatuh cinta?” ucap Dong Wook membuat Wooyoung bingung.

“Please Wookie..aku tahu bagaimana jika seorang Im Yoong sedang jatuh cinta.Dia akan tersenyum bodoh menatap gadis itu, mengirimkan note-note puitis setiap hari. Dia juga akan mengirimkan bunga atau coklat diam-diam pada gadis itu. Oh jangan lupa ia juga akan super perhatian dengan gadis itu. Aku tahu itu…” Kini Wooyoung menyelesaikan penjelasannya yang membuat Dong Wook tersenyum.

“Dan kau masih belum sadar bahwa Jieunlah gadis itu?” ucap Dong Wook membuat mata Wooyoung terbuka lebar.

“Jieun??tapi kukira Tiffany…” Wooyoung kini menundukkan kepalanya. Ia masih berharap bahwa gadis yang Yoong sukai adalah Tiffany karena menurutnya gadis itu sungguh pas untuk Yoong.

“Saat pertama melihat kedekatan Yoong dengan Tiffany juga itu yang kupikirkan. Tapi sudah sebulan ini aku memergoki Yoong melakukan hal-hal yang kau sebutkan tadi pada Jieun. Setelah kupikir lagi, Jieun itu gadis yang unik dan tidak mudah terpesona dengan sahabat kita. Kau tahu kan Yoong menyukai gadis seperti itu.”

“Tapi apa kau juga tidak menyadari bahwa Jieun sepertinya menyukai Taeng? Wajah gadis itu selalu muram jika melihat Taeng bersama Jessica ataupun Tiffany. Apalagi jika Jessica sudah mulai bermesraan dengan Taeng, sepertinya bisa kulihat kepulan asap keluar dari kedua telinganya..haha” Ucap Wooyoung kini berani berasumsi. Dong Wook pun menganggukan kepalanya.

“Heump…kau benar. Kurasa ini sungguh rumit.”

“Maksudmu?” Wooyoung kini menarik sahabatnya menjauhi toko buku itu.

“Ini asumsiku dan mudah-mudahan tidak benar. Menurutku Jessica sudah terjatuh dalam pesona Taeyeon. Dan kurasa Taenglah namja pertama yang berhasil meluluhkan hati Ice Princessku.” hati Dong Wook perih saat mengucapkannya. Mengetahui perasaan sahabatnya itu, Wooyoung pun menepuk pelan bahu Dong Wook.

“Tapi sayangnya Taeyeon belum menyadari perasaan Jessica. Karena ia sepertinya menyukai Tiffany, sahabat masa kecilnya yang kini telah tumbuh menjadi gadis yang adorable. Yang membuat semuanya semakin rumit adalah…Tiffany juga terjatuh ke dalam pesona Yoong. Aku rasa kau pasti menyadari tingkah aneh Tiffany jika di dekat Yoong.” Kini Dong Wook telah selesai menyampaikan hipotesanya yang mendapat anggukan dari Wooyoung.

“Aku hanya berharap tidak akan ada yang terluka dari semua ini.” Dong Wook kembali berucap berharap Jessica tak akan terluka nantinya.

“Well i hope so.” Ucap Wooyoung yang kini mulai tertawa sendiri.

“Huh kenapa kau?” Tanya Dong Wook menatap heran sahabatnya.

“Aku yakin kau pasti menyadari perang dingin antara Jieun dan Jessica kan?”

“Memang kenapa?”

“Haha aku terhibur sekaligus kasihan pada Taeng. Kedua gadis itu selalu berlomba membuat moment-moment baru dengan Taeng yang sepertinya membuat Taeng kelelahan. Bahkan kemarin Taeng hampir terjatuh dari papan climbing karena melihat Jieun dan Jessica yang berebut untuk mencuci scarf kesayangannya.Untung Yoong tak ada saat itu.” Kini Dong Wook ikut tertawa dengan Wooyoung seraya berjalan menuju Cafe langganan mereka.

END OF FLASHBACK

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dan hari ini Jessica kembali menjalankan misinya membuat Taeyeon dalam pesonanya ^_^

“Hai Taengoo..” Jessica berlari memberikan Taeyeon minuman tonik. Ia sengaja membelikan minuman yang biasa Yoong minum itu agar tubuh Taeng tidak dehidrasi mengingat aktivitasnya yang padat.

“Gomawo.. ada apa kau kemari? Mencari Yoong?” Tanya Taeyeon sambil mengambil sapu tangan untuk mengelap keringat di keningnya. Melihat ini semua, Jessica segera mengambil sapu tangan miliknya dan mengelap keringat Taeyeon dengan perlahan. Taeyeon pun kaget dan membeku seketika. Apalagi sekarang Jessica memberikan senyuman lembutnya pada Taeyeon yang membuat Taeyeon terjebak ke dalam pesona gadis di hadapannya itu.

“Nah…sekarang kau sudah tidak banjir keringat lagi kan?” ucap Jessica seraya mengedipkan matanya.

‘Sica…kau begitu…wonderful’ pikir Taeyeon.

“…..” Taeyeon masih berada di dreamlandnya.

“Taeyeon-ah?” Jessica kini mengibaskan jarinya di wajah Taeyeon berharap namja itu segera sadar dari lamunannya. Tapi yang ia tak ketahui Jieun memperhatikannya dari belakang dan kini berjalan mendekati Taeyeon.

“Taeng…kau tidak apa-apa kan?” ujar Jieun yang sekarang tengah memeluk sahabatnya itu. Jessica yang melihatnya pun geram dan segera melepaskan Taeyeon dari dekapan Jieun.

“Yah… mengapa kau tarik Taeng?!!”Jieun kini mulai emosi.

“Karena aku mau! Dan Taeng sudah resmi menjadi pacarku!..benar kan Taengoo?!!” Jessica kini memberikan tatapan “ikuti saja perintahku atau kau mati” pada Taeyeon yang akhirnya mengangguk menanggapi pernyataan ice princess itu.

Well Taeyeon masih harus menuruti apapun yang Jessica katakan mengingat kekalahannya bermain bowling semalam bersama Yoong,Tiffany dan Jessica. Yoong menantangnya untuk mengalahkan Jessica. Jika Taeyeon menang, maka Yoong akan memberikan backpacker kesayangannya dan jika Taeyeon kalah maka ia harus menuruti apapun yang dikatakan ice princess itu selama 3 bulan kedepan. Jika Taeyeon menolak atau curang, maka ia harus mentraktir Yoong makan siang selama 3 bulan penuh yang mana Taeyeon hindari mengingat Yoong yang hobinya makan banyak.

“Apakah itu benar Taeng?” Jieun kini berusaha mencari kebenaran dari sahabatnya, ia tak bisa begitu saja mempercayai Ice Princess itu. Taeng pun kembali menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Jieun. Taeyeon tak tahu bahwa kini Jieun mempercayai apa yang ia ucapkan.Jieun mengira sekarang Jessica benar-benar sudah memiliki Taeyeon.

“Kurasa kau seharusnya mengucapkan selamat pada sahabatmu ini karena berhasil mendapatkan aku, Im Jessica.” Ucap Jessica penuh kemenangan. Sementara Jieun kini tersenyum kecut melihat Taeyeon. Ia tak percaya bahwa kini Jessica sudah menang.

“Selamat Taeyeon-ah…kuharap hubungan kalian lancar.” Ucap Jieun yang kini tak bisa lagi menahan air matanya. Untung saja waktu itu teleponnya berbunyi. Ia pun segera mengangkat teleponnya.

“Hallo Jieun-ah…Apa kau mau menemaniku ke Mall sore ini?” Suara namja yang begitu dalam dan lembut itu kini terdengar.

“Ada apa Yoong?” ucap Jieun berusaha menormalkan suaranya agar tak pecah dalam tangisan.

“Aku ingin membeli sesuatu untuk natal tahun ini. Dan aku percaya pada seleramu.” Ucap Yoong disertai tawa kecilnya.

“Eumh..Baiklah. Temui aku di gerbang sekolah pukul 17.00 nanti. Bye” Dengan itu Jieun pun menutup teleponnya, kembali menemui Jessica dan Taeyeon yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu.Ia bisa melihat chemistry antara Taeyeon dan Jessica.

“Taeng…aku pergi dulu. Temanku sudah menungguku. Bye and..Have fun.” Dengan itu Jieun berlari meninggalkan Jessica dan Taeyeon yang heran melihat tingkah Jieun tidak biasanya. Jessica pun tersenyum melihat kejadian ini.

‘Apa kau sudah menyerah Lee Jieun?.. kukira kau berbeda!’ ucap Jessica dalam hati.

‘Apa Jieun sakit?Tapi…tadi saja ia masih memelukku.’ Pikir Taeyeon.

“Taengoo..tak apa kan jika aku mengaku sudah menjadi pacarmu di depan Jieun? Aku ingin kau berpura-pura menjadi pacarku selama 3 bulan ini.” ucap Jessica mulai mengeluarkan aegyeonya. Melihat gerakan dan ekspresi imut Jessica, Taeyeon pun luluh. Ia menganggukan kepalanya.

“Mengapa Sica?Tapi hanya di depan Jieun kan?” ucap Taeyeon disertai delikan matanya.

“Tidak apa-apa..haha aku hanya senang menggoda dan membuat kesal sahabatmu itu Taengoo. Kau tak keberatan kan?” Ucap Jessica dengan senyum manisnya berusaha membungkam Taeyeon lagi.

“Tapi nanti kau harus menjelaskan ini semua pada Jieun setelah masa hukumanku selesai Sica..karena akhir-akhir ini Jieun agak sensitif.” Taeyeon kini tertunduk mengingat kembali ucapan Jieun waktu itu. Ia terkadang merasa bukan sahabat yang baik untuk Jieun.

“Apa kau tak curiga jika Jieun menyukaimu?” Pertanyaan itu menghentak pikiran Taeyeon. Ia kini menatap lurus Jessica yang kembali menatapnya.

“Maksudmu? Jieun menyukaiku sebagai sahabat atau..” ucapan Taeyeon terpotong saat Jessica mengatakan sesuatu yang menampar kembali kesadarannya.

“Kekasih Taeyeon-ah…”

===========================================================================

===============================================

sore,,,,

hari ini gw usahain update cerita ini dan FF YULSIC yang gw janjikan kemarin

untuk RED SILKY LINE, ALL OF YOU dan SECRET WALTZ…

hate to say but i can’t update this week hehehee

gw lagi stuck nulis cerita itu hehehe lagi gada koneksi sama bang ilham yang selalu mengisnpirasi gw

belum juga gw ini masih proses penyembuhan setelah 3 hari yang lalu gw beneran bed rest karena badan drop bgt staminanya TOT

semoga ga bosen baca ini

selalu pesan gw

NO COMMENT.. NO UPDATE.. gw serius sekarang!

bye.. see you lain waktu hahaha 😛

Iklan

90 pemikiran pada “LOVE IT SELF Chapter 6

  1. Ya ampun … Di sini banyak flashback yah … Terkadang gue ke kecoh baca nya ,, tpi setelah pelan” gue ga ke kecoh lgi .. ^^
    Tae suka Fanny, tpi Fanny suka nya sama Yoong ,tpi Yoong suka sama Jieun terus Jessie dan Jieun suka sama Tae, rumit bgt nih masalah mereka .. Mga ajja TaeNy cepet berasatu nya …
    Semangat terus ^_^

  2. udah taeng lupain aja pany, karena pany gx mencintaimu
    gw mau-nya taengsic gx pura2 pacaran tp beneran pacaran
    taeng kapan sadar sih klo sica tu beneran suka ama kamu

  3. Wauuuu Flashbacknya banyak banget… Cinta yang rumit yah, Tae suka Fanny, Fanny suka Yoong, Yoong suka Jieun, Jieun ma sica suka Tae… Kalau bisa sih Yoong ma aku aja… Jadi penasaran selanjutnya Fanny pilih siapa yah??? Tae ??

  4. Aigoo rumit sekaleeee kisah cinta’a .kekeke
    Tapi seruuu bener bener kejutan nih cinta’a nanti sama sapa ajah pd akhir’a 😀
    Ok semagat buat author’a..
    Tetep lanjut …

  5. Annyeong,,
    knpa jd brsa bljr bilogi nech,,,,cnta mrka trsa sprti rntai mknan#plakkkkk
    Hadeuhhhhh ribet amat,,,,,
    jieun suka taeng,,,taeng suka fany,,fany suka yoong,,,sica suka taeng,,,yoong ngak jls suka fany,,tp skrng mlh ngjr2 jieun,,,ap dia ngak ngkap snyal cnta fany???
    Trus ad hbngn ap LDW dgn sica knp mrka jd ggup gtu klw ktmu???dan kyk nya LDW nyrah dluan t wktu tau sica ska sm taeng,,,
    Trus klw bnr2 brntai sprti it pstinya smua pda skit t,kn pda mlset smua cnta nya,,,taeng aj yg untung d prbutkn sica dan jieun,,wlwpn skit krna fany ngak peka sm prasaan dia,,,
    Slmt dech chap ini bkin reader mutar otak,,,
    Next,,,,,,,,,,,,,,,.
    smga sdh kmbli lg energi nya dan ttp smngt yg lbh pnting bsa krja sma lg dngn Bang Ilham,,,,
    Gomawo,,

  6. ko lama sih updatenya thor:^
    kasian banget fany eonni suka sama yoong eonni tapi yoong eonni tertarik sama jiyeon:'(
    tapi kenapa jiyeon ga mau kalo yoong eonni suka sama dia?emmm ditunggu chapter selanjutnya jangan lama lama ya thor 🙂

  7. buset!!!rumitnyaaaaaaa~
    dong woook suka jessie,,,jessie suka taeng,,,taeng suka ppany,,,ppany suka yoong,,,yoong suka iu…
    ulala udh segi brpe tuh???tp moga” kaga ada yg ngejleb deh*mskpn gw kurang yakin bakalan pd baik” aja

    gewees ya thor^^
    rsl nya di tggu,,,

  8. Tae suka fany, fany sukanya sm yoong, yoong sukanya sm jieun, jieun & sica sukanya sm tae woooah Rumit banget ceritanya…..tp gpp yg penting tar happy ending
    lanjut…

  9. Ini jadi makin rumit aja udah gabisa disebut cinta segitiga lagi, jadi kek lingkaran gitu semuanya muter/?
    Fany rada kasian sih ya terlalu berharap sama yoong…
    Next chap deh, penasaran sama kelanjutan kisah cinta yg rumit anak2 muda itu haha

  10. Eumm hayolohh cinta segi4 dmulai hahaha
    Sbnrnya gw bingung m taeng n yoong.sbnrnya mereka sk m sp c??sdkt2 m yg ni m yg it d bqn sm2 bae n slh phm

  11. Ini kok semua pemainnya pada cinta bertepuk sebelah tangan sih thor.
    Kasian kalau mereka tau yang sebenarnya.
    Tolong satu kan mereka pada tempatnya ya thor, biarkan tidak ada yg merasa tersakiti. Hehe
    Penasaran banget thor ingin tahu kisah selanjutnya.
    Izin baca ya thor.

  12. waduh bneran rumit nih
    aq pikir yoong suka sm fanny eh kok malah iu, jd emng bner kl fanny suka sm yoong
    jd jessie pnya kesmptan jadian sm taeng donk, tp taeng sukanya sm fanny
    haduhhh taeng psti bingung tuh di rebutin jessie sm iu

  13. Mkin ribet ja nie ksah cnta mrka.
    Siapakah yg dsukai yoong sbnarnya fany of jieun ?
    Mngkin ja yg mau dksih kjutan di hari natal tu tiffany bkn jieun.
    Ktimbang q pnsrn mnding lnjut bca lgi hehe..

  14. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  15. Yaa ampun nii npa jd ribet gni yaaak,bkan lg cinta segitiga nii crtany,tp cinta yg muter2 hahaaaa
    tw aahh ngikut author aj,lanjut baca deech 🙂

  16. ceritanya….. taeng suka fanny… fanny suka yoong… yoong suka jiun…. jiun. . suka tae… sica suka tae…??? aigo benang ruet segi berapa nih???? hahahaha seru ajjh baca nih ff 🙂

  17. Disinie mlh drop sy😐.. jessi n iu bertanding dlm hal pljrn jg mengejar cinta tae.. tp syg yg diliat tae hanya pany tetapi pany gak menyadari semua perlakuan tae terhadap pany.. akan tetapi pany lebih menyukai yoong Dan yoong hanya menganggap pany sahabat seperti tae dan wooyoung.. krna yoong menyukai jieun^^.. dan sekali lg.. aq harap gak ada yg tersakiti..
    Gomawoyo thor^^..

  18. sica suka sama tae tapi tae suka sama yoong, yoong suka sama jieun tapi jieun malah suka sama tae. ribet banget sih hubungan mereka? sica hukum tae dengan pura” jadi pacarnya, sampe jieun nangis gak ketulungan. fany juga kayaknya berharap banget yoong suka sama dia sampe dia baper gitu ngirain yoong bakal kasih sesuatu ke dia di hari natal. hadeh.. complicated banget dah jelasinnya. bagus banget thor udah bikin gua terkecoh.

  19. tuh kan tambah rumit . mereka pada gak peka kali ya ,, sama yg suka sama dia . taeng elo dilema ,, milih fanny sama sica . yaudah dua2 nya aja . tpi sama seperti dongwook bilang , gue harep gak ada yg tersakiti . asekkk ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s