Above The Paper Chapter One

Chapter One

written-contract

 

“Selamat pagi Tuan Kwon..” Kye Hyo, wanita muda yang masih sibuk menghubungi seseorang di telponnya itu berdiri menyambut kedatangan bosnya yang baru saja pulang dari Milan. Yuri menatap sekertarisnya itu sebentar lalu kembali berjalan memasuki ruangan yang sudah 1 minggu ini ia tinggalkan.

“Hai Yul.. apa kau sudah membaca kembali kontrak yang kemarin kukirim?” Kim Taeyeon berdiri memberikan sahabatnya itu 2 potong bagel dan secangkir coklat panas yang segera Yuri terima.

“Sudah.. ada apa memang?” Yuri masih menikmati bagel krim keju yang selalu bisa menaikan moodnya di pagi yang sibuk dan membosankan ini.

“Bagus.. berarti kau sudah siap untuk bertemu dengan perwakilan Jung Enterprise siang ini..” Yuri berhenti mengunyah bagelnya yang tinggal sedikit lagi. Ia menatap pria yang sudah ia anggap sebagai saudaranya itu dengan kerutan di dahinya.

“Mereka ingin secepatnya melakukan merger.. pagi ini saham mereka benar-benar anjlok..” Taeyeon menepuk pelan dahi Yuri yang terlihat sedikit kesakitan menerima tanda sayang dari sahabatnya itu.

“Taeng.. telpon mereka.. bilang bahwa kita akan mengadakan rapat itu 2 jam lagi..”

=========Above The Paper==========

“Sooyeon-ah..” seorang pria di usia 46 tahunnya memanggil putrinya yang masih serius berbicara dengan salah satu akuntan di perusahaannya.

“Appa.. selamat pagi.. Eunji kita lanjutkan ini nanti ya..” dengan itu wanita yang bernama Eunji tadi berdiri, memberi hormat pada atasannya lalu berjalan keluar dari ruangan. Yunho berjalan menghampiri putrinya yang masih terlihat segar walau dengan banyak masalah dan beban perusahaan yang bisa membuatnya terkena stroke seketika.

“Ada apa Appa datang sepagi ini ke ruanganku?”Jessica masih terlihat tenang menatap ayahnya yang segera mengeluarkan smartphone-nya, memberikan benda itu padanya.

“Aku sudah tahu Appa tentang ini.. lalu ada apa? Bukankah ini semua masih bisa kita tanganni.. apalagi kita sekarang sedang berusaha melobi beberapa perusahaan untuk melakukan merger agar perus..” Yunho menggelengkan kepalanya, membuat Jessica menatap ayahnya bingung.

“Tak ada perusahaan lain selain yang bisa membantu kita saat ini..” dengan nada yang berat Yunho berbicara. Jessica menatap ayahnya itu prihatin. Perusahaan yang sudah berdiri sejak ayahnya itu masih kecil, dibangung dengan susah payah oleh buyutnya dari nol itu sekarang hampir hancur karena ulah pamannya yang menggelapkan dana beberapa proyek yang sedang ditangani oleh Jung Enterprise saat ini . Alhasil mereka harus menutupi kebocoran-kebocoran dana itu dengan beberapa asset yang mereka punya sehingga sekarang.. perusahaan mereka benar-benar dalam keadaan kritis.

“Lalu apa masalahnya?” Jessica masih tak mengerti mengapa ayahnya itu terlihat begitu terbebani dengan masalah yang menurutnya akan segera selesai jika mereka berhasil melakukan merger dengan KJG, pesaing utama mereka hampir di segala sector bisnis yang mereka tangani.

“Kau harus…” dan kata-kata yang selanjutnya diucapkan ayahnya itu membuat Jessica terdiam tak tahu harus berkata apa.

=========Above The Paper==========

“Selamat siang Tuan Kwon..” untuk kesekian kalinya Yuri mendengar kata-kata itu sejak ia menginjakan kakinya di HQ Office Jung Enterprise siang ini. Kepalanya terasa sedikit pusing setelahTaeyeon memberikannya sedikit briefing tentang meeting ini. Sepertinya Jung Enterprise ingin sekali Yuri mengambil alih perusahaan mereka. Tapi justru hal inilah yang membuatTaeyeon curiga mengingat bahwa selama ini perusahaan mereka bersaing begitu ketat. Berbagai spekulasi motif Jung Enterpriselah yang membuat kepala Yuri sedikit pusing, apalagi tadi subuh ia baru saja mendarat dengan jet pribadinya dengan jetlag yang masih tersisa hingga sekarang.

“Yul.. kau baik-baik saja.. ingin kuambilkan obat?”Taeyeon menatap sahabatnya itu sedikit khawatir. Bosnya itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan lalu melanjutkan langkah mereka menuju Ruang meeting utama gedung 50 lantai ini. Yuri tetap diam selama perjalanan, mencoba menjernihkan otaknya yang sedang kalang kabut dengan rasa sakit yang semakin menjadi apalagi ditambah ocehan marketing director Jung Enterprise yang tak henti sejak tadi. Setelah melewati perjalanan dengan lift executive yang hanya digunakan para board member dan para pemegang jabatan penting di Jung Enterprise beberapa menit, akhirnya mereka tiba. Kepala Yuri terasa sedikit ringan setelah teamnya danTaeyeon kini masuk ke ruangan rapat yang sudah terisi oleh beberapa orang dari perwakilan Jung Enterprise.

“Senang bertemu denganmu Tuan Kwon..” Pria dengan jas coklatnya yang masih rapi mengkilat menyapa Yuri yang segera membungkukan badannya membalas salamnya.

“Senang bisa bertemu denganmu secara langsung Mr. Jung..” ucap Yuri sedikit mengutaskan senyum di wajahnya.

Yunho memang jarang sekali melihat Yuri secara langsung. Pria itu lebih memilih mengirim Kim Taeyeon, orang kepercayaannya untuk menghadiri berbagai jamuan bisnis dan pesta yang biasanya diadakan sosialita-sosialita pada umumnya. Yuri hanya hadir di event-event yang sangat penting. Di event itu pun Yunho tak pernah mendapat kesempatan untuk berbincang dengan sang CEO misterius yang selalu menjadi buah bibir di setiap gathering atau event yang dihadirinya.

“My pleasure Tuan Kwon.. baiklah.. silakan duduk..” dengan itu Yuri mulai duduk bersampingan denganTaeyeon yang mulai memakai kacamata kerjanya, siap membaca gundukan kertas kontrak yang Jung Enterprise siapkan.

“Let’s get to the business Mr. Jung..” Yunho mengangguk dan mulai memberikan pihak Yuri 2 map yang berisi semua kontrak perjanjian merger mereka. Kedua pihak mulai membaca isi kontrak tersebut. Beberapa kali Yuri danTaeyeon terlihat berargumen cukup serius membuat Yunho sedikit cemas. 15 menit telah berlalu dan keheningan di ruang rapat itu kini terpecah denganTaeyeon yang mulai berbicara melepas kacamata kerjanya.

“Mr. Jung.. mohon maaf kami tidak bisa menandatangani perjanjian ini sekarang.. ada beberapa point yang sebelumnya tidak tercantum dalam perjanjian yang Anda kirimkan kemarin..” dengan wajah tegas dan profesionalnyaTaeyeon berbicara membuat Yunho dan teamnya panic. Kontrak merger itu harus ditandatangani hari ini. Jung Enterprise harus mendapatkan suntikan dana segar dari KJG hari ini juga tidak boleh lebih.

“Tapi merger ini harus dilakukan hari ini juga.. ribuan karyawan Jung Enterprise menggantungkan nasib mereka pada merger kita hari ini..” dengan nada yang sedikit memohon dan memaksa Yunho berbicara.

“Tapi kami masih harus mempelajari kontrak ini. Jujur kami kaget dengan beberapa point tambahan yang Anda muat disini terutama tentang keturunan keluarga Kwon yang harus memegang posisi tertinggi kedua setelah Mr. Kwon..” Yuri menganggukan kepalanya mendengar ucapan pria yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri itu. Yuri geram, ia merasa telah dicurangi oleh Yunho dengan perubahan kontrak yang mendadak seperti ini.

“Untuk point itu.. aku tidak bisa menghapusnya. Aku bisa menyerahkan perusahaan ini pada kalian tapi tetap… hanya keturunan atau yang berhubungan dengan keluarga Kwonlah yang bisa mengawasi dan mengelola perusahaan ini.” Taeyeon tersenyumkesal mengejek Yunho yang masih teguh dengan pendiriannya itu.

“Lalu.. untuk apa Anda meminta merger ini?? Anda bisa saja meminjam uang pada bank untuk menutupi krisis financial perusahaan sebesar Jung Enterprise!” pernyataan itu membuat seisi ruangan hening. Untuk beberapa detik semuanya diam termasuk Yuri yang menyadari bahwa sesuatu mengganjal di benak Yunho.

“Mr.Kwon.. bisa kita berbicara berdua?” dengan tenangnya Yuri berbicara, tak memperdulikan tatapan tak percayanya Taeyeon dan orang-orang di sekitarnya.

“Yul apa yang kau laku..”

“Taeng.. tolong keluar sebentar.. biarkan aku berbicara 4 mata dengan Mr. Jung..” Taeyeon mengerti dengan nada calm sahabatnya itu. Ia kemudian berdiri meninggalkan ruangan bersama yang lainnya, hanya menyisakan Yuri dan Yunho seorang.

“Mr. Jung.. boleh saya tahu apa yang sedang mengganjal di benak anda?” Yuri menatap lembut pria yang seusia dengan ayahnya, ayah yang sibuk dengan semua bisnis keluarganya begitu juga ibunya. Perlahan Yunho mulai berani melihat pria yang duduk di hadapannya dengan semua aura otoritas dan karisma pemimpin yang hebat.

‘Pantas banyak yang menghormati pria ini..’ pikir Yunho masih menatap Yuri yang menunggu jawabannya.

“Mr. Jung..”

“Yuri.. bolehkah aku memanggilmu itu?” Yuri menganggukan kepalanya menjawab permintaan pria yang masih terlihat terganggu dengan apapun yang ada di pikirannya sekarang.

“Jung Enterprise bukan hanya sekedar perusahaan bagi Keluarga Jung. Buyutku telah merintis bisnis ini sejak ia masih remaja mulai dari nol. Kami bukan berasal dari keluarga kaya saat memulai bisnis ini. Buyutku dulu hanya seorang bellboy yang bertekad untuk memperbaiki hidupnya. Sejak saat itu ia mulai belajar menjual makanan, membuat warung, membangun jaringan hingga akhirnya Jung Enterprise bisa mengembangkan bisnis kami di perhotelan dan industri makanan nasional beriringan dengan KJG…” Mata Yunho kini sedikit berair, berkaca-kaca menceritakan kembali kisah buyutnya yang berjuang begitu keras membangun dan membesarkan bisnis keluarga mereka.

“Jika kau amati lebih baik… hampir semua pemegang saham terbesar di Jung Enterprise adalah orang yang memiliki hubungan darah atau relasi khusus dengan keluarga Jung. Kami tidak asal menerima orang asing untuk ikut mengelola bisnis yang sudah menjadi warisan dari leluhur kami. Kau tahu.. tak ada gading yang tak retak. Kami kira dengan hanya melibatkan anggota keluarga kami sebagai pengambil kebijakan dan penguasa tertinggi Jung Enterprise akan melancarkan semua proses bisnis tapi.. adikku sendiri.. dia telah menggelapkan dana beberapa mega proyek yang sedang Jung Enterprise tangani.. inilah awal krisis perusahaan ini..” Yuri menganggukan kepalanya perlahan, mulai mengerti mengapa pria di hadapannya itu terlihat sedih.

“Mr. Jung.. saya turut berduka mendengarnya..”

“Gwenchana.. mungkin ini ujian untuk keluarga kami agar lebih kuat. Yuri.. meskipun adikku sendiri telah mengkhianati bisnis yang telah dibangun sejak lama ini, aku tetap percaya bahwa keluarga masih menjadi pilihan terbaik dalam menghadapi situasi seperti ini. Maka dari itu.. aku segera menambahkan point yang tadi dipermasalahkan oleh pengacaramu.. aku tahu itu melanggar kontrak kita tapi bagiku pribadi.. Jung Enterprise bukan hanya sekedar bisnis untuk mencari uang saja.. tapi ini adalah sesuatu yang sentimentil… Jung Enterprise adalah identitas kami sebagai anggota keluarga Jung.. kuharap kau mengerti..” dengan mata yang masih berkaca-kaca Yunho mengucapkan itu semua membuat Yuri berpikir sejenak untuk mencari solusi dari masalah yang menurutnya sulit karena keluarga.. ia tak pernah mempunyai pandangan tentang keluarga seperti yang Yunho ceritakan tadi.

“Mr. Jung.. saya mengerti posisi anda.. tapi.. perjanjian adalah perjanjian..” Yunho berdiri dari bangkunya, berjalan menuju Yurilalu membungkuk penuh padanya.

“Yuri.. kumohon..”

“Baiklah.. apa Anda punya solusi lain? Tidak mungkinkan kalau sayaharus menjadi anggota keluarga anda terlebih dulu baru aku..” Yuri terdiam setelah melihat Yunho menatapnya penuh harapan.

“Tidak.. anda pasti bercanda.. saya..” Perasaan Yuri semakin tidak enak saat pria di hadapannya itu menatapnya memelas, memohon agar Yuri menyetujui idenya.

“Yuri.. kau bisa mengelola Kwon Corp dengan menjadi..” Yunho dan Yuri saling menatap. Yuri masih menggelengkan kepalanya sementara Yunho melakukan sebaliknya.

“…. menantuku..” Senyum penuh harapan itu kini mengembang di wajah Yunho.

“Menantumu?? Jadi Anda meminta saya untuk menikah dengan pewaris keluarga Jung?” Yuri bertanya pada Yunho yang dengan mantap menganggukan kepalanya.

“Aku memintamu untuk menyelamatkan para pekerja, keluarga mereka yang sangat bergantung dengan pendapatan yang mereka dapat selama bekerja di perusahaan ini. Kau orang yang baik Yuri.. aku percaya bahwa kau akan membuat keputusan yang tepat..” Untuk sesaat keduanya terdiam. Banyak hal yang berlalu lalang di pikiran Yuri. Sudah lama ia mengincar Jung Enterprise untuk lebih mengembangkan lagi lingkup bisnis perusahaannya, tak mungkin begitu saja ia melepaskan kesempatan emas seperti ini.

“Siapa pewarismu itu Mr. Jung?” Keheningan itu pecah saat berbicara sambil memijat pelipis kepalanya.

“Putriku.. Jung Sooyeon..”

=========Above The Paper==========

“Kwon Yuri.. tak kusangka kau bisa segila ini..” Taeyeon meminum kembali caramel machiatonya sementara Yuri hanya terdiam tenang melihat kembali kontrak yang baru saja ia tandatangani tadi. Di kontrak itu dijelaskan bahwa ia setuju menjadi suami pewaris Jung Enterprise yang wajahnya saja tak pernah ia ketahui sebelumnya. Di kontrak itu tergambar jelas tandatangannya di atas materai yang menandakan bahwa ia mau menikah dengan orang asing yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Tak tahu kenapa ia bisa sebodoh tadi, menandatangani kontrak bodoh yang akan benar-benar mengubah hidupnya.

“Kami bisa cerai.. lagipula pernikahan ini hanya diatas kertas.. aku dan gadis itu bebas melakukan kegiatan kami masing-masing..” Kini giliran Yuri yang menyesap Earl Grey Tea kesukaannya, minuman yang selalu ampuh menenangkan moodnya jika ia sudah berbuat suatu kebodohan atau kesalahan besar dalam hidupnya.

“Kau meminum teh itu Yul.. dan aku tahu kenapa..” Taeyeon tersenyum memutarkan pandangannya membuat sahabatnya itu mendesah pelan.

“Kau tahu.. Jung Enterprise sudah lama menjadi incaranku. KJG akan semakin besar dan mudah melakukan ekspansi bisnis ke Jepang serta negara asia lainnya dengan adanya Jung Enterprise di tangan kita.Aku tak bisa dengan mudah melepaskan kesempatan emas ini…”

“Aku tahu.. aku hanya khawatir kau..”

“Setiap keputusan akan menghasilkan konsekuensi.. dan aku tahu itu.. tenanglah.. kumohon percayalah padaku..” Yuri menggenggam kedua tangan sahabatnya itu, menatap Taeyeon dengan penuh keyakinan. Untuk sesaat keduanya terdiam. Yuri dan Taeyeon memang bukan sedarah tapi mereka memiliki ikatan yang kuat seperti saudara kandung.

“Baiklah.. jika kau benar-benar yakin dengan keinginanmu ini… aku akan mendukungmu..” Senyuman itu perlahan terlukis di wajah Yuri yang mendapat pelukan hangat Taeyeon yang sangat menyayangi dirinya layaknya seorang kakak pada adiknya.

=========Above The Paper==========

Yuri POV

“Kwon Yuri-shi?” suara seorang wanita membuatku menghentikan segala aktifitasku saat ini. Kusimpan Ipad yang sejak tadi erat kugenggam, memeriksa laporan terbaru proses pembelian Hana Bank yang dilakukan oleh sahabatku yang luar biasa cerdasnya, Choi Soonam (Sooyoung versi cowo hehehe). Oke lupakan tentang Soonam dan keahliannya dalam menyukseskan proyek-proyek jutaan dollar KJG. Segera kuputarkan pandanganku melihat sumber suara yang memanggilku. Kulepaskan kacamata kerjaku, beranjak dari tempat dudukku, berhadapan selevel dengan wanita yang berdiri tak terlalu jauh dan dekat dari tempatku berdiri sekarang. Perlahan kukedipkan kedua mataku karena sinar matahari juga sedikit menyilaukan pandanganku untuk menatap lebih jelas postur dan wajah wanita di hadapanku ini. Petir seketika seperti menyambar tubuhku, tidak.. hapus itu… petir seketika seperti menyambar jantungku saat kulihat seorang malaikat yang berdiri menatapku datar dengan senyum kecilnya yang terlihat dipaksakan dan gugup.

“Iya?” Aku masih tak tahu kenapa wanita itu bisa mengetahui namaku. Oh ya.. mungkin karena ia pembaca setia majalah-majalah yang selalu menobatkan aku sebagai Top 3 Bachellor saat ini.

“Kau tahu Jung Yunho?” Aku sepertinya mulai tahu apa maksud wanita ini. Tatapan matanya yang tajam tapi hangat itu memang mengingatkanku pada pria gila yang membuatku menyetujui kontrak yang sudah mengubah hidupku sejak kemarin. Banyak dari karyawanku di KJG yang mulai mengetahui bahwa aku sudah menikah dengan pewaris Jung Enterprise, competitor utama kami di Asia.

FLASHBACK

“Kau tahu.. dia akhirnya menikahi putri Jung Enterprise itu..” seorang wanita berbisik begitu keras pada teman satu bangkunya, tak menyadari bahwa bosnya itu bisa saja mendengarnya.

“Betul.. wah bos kita beruntung sekali.. Jung Sooyeon.. kecantikannya seperti Femme Fatale..” sementara di seberang meja wanita yang tadi kini giliran karyawan prianya yang bergosip ria membicarakan pernikahannya yang tak tahu sejak kapan bisa menyebar seperti ini beritanya.

“Mereka cocok sekali.. Mr. Kwon yang tampan dan Ms. Jung yang cantik luar biasa.. ahh aku penasaran dengan anak mereka nanti.. pasti tampan sekali..” karyawan yang lain melanjutkan gossip mereka tak menyadari bahwa Yuri yang sedang berjalan melewati cubicle mereka mendengar itu semua.

“Tapi apa mereka memang benar-benar menikah karena cinta? Kudengar pernikahan ini terjadi atas permintaan Tuan Jung untuk mempermudah proses merger Jung Enterprise saja..”

“Wah benarkah?? Kasian Nona Jung kalau begitu.. dia pasti merasa terpaksa..”

“Bos kita memang benar-benar ya.. demi bisnis dia akan melakukan apap..” percakapan itu terhenti saat orang yang mereka bicarakan dari tadi berdiri di belakang mereka.

“Ini yang namanya kerja keras huh?” Yuri berbicara dengan nada tenangnya yang mematikan.

END OF FLASHBACK

“Tentu.. ada apa memang?” masih dengan wajah polosku yang terlihat bodoh aku bertanya pada wanita yang terlihat gugup memikirkan sesuatu.

“Aku Jung Sooyeon..” gadis itu sedikit membungkuk lalu mulai menyodorkan tangan kanannya, menyalami diriku yang masih tak tahu mengapa jantungku ini berdetak lebih cepat saat tangan halus dan lembut wanita yang kusangka sebagai istriku ini menyentuh milikku. Untuk sesaat kami terdiam. Senyum yang terlihat dingin tapi manis itu.. membuat mataku tak bisa mengalihkan focus pandangnya. Wajahnya yang putih merona, tak bernoda, dandanan yang natural, rambut coklat emasnya yang bersinar itu dibiarkan mengembang rapi menutupi belahan dadanya yang sedikit terlihat karena dress hitam putih setengah lututnya itu sepertinya didesain sedikit terbuka tapi tetap menampilkan aura keanggunan dan keindahan pemakainya, bibir tipis pink mengkilat itu membuat Jung Sooyeon menjadi wanita tercantik yang pernah kulihat.

“Kwon Yuri-shi..” oke.. aku sepertinya mulai gila karena namaku sendiri kini mulai menggangguku menikmati keindahan dihadapanku sekarang. Sepertinya aku harus mengganti namaku tiap satu jam sekali agar orang tak banyak memanggilku.

“Kau bisa memanggilku Yuri.. Euh.. Sooyeon-shi..” jabatan tangan itu terputus tapi tidak dengan rasa aneh yang menjalar ke seluruh tubuhku. Rasa excitement, panas, gugup tak tahu kenapa bisa kurasakan sekarang. Rasa ini muncul saat aku berhasil menyukseskan proyek pertamaku di KJG, tak kusangka rasa aneh ini bisa muncul lagi sekarang.

“Jessica.. tolong panggil aku Jessica.” Tatapan matanya yang tajam dan hangat itu masih menelusuri tubuhku. Aku mempersilakan Jessica untuk duduk di hadapanku.

“Jadi.. apa yang bisa kubantu Jessica?” aku berucap masih dalam gaya bisnisku seperti menghadapi seorang klien.I won’t let my feeling get the best of me.

“Aku rasa kau tahu keadaan yang kita hadapi sekarang. Aku ingin tahu pendapatmu tentang semua ini. Kita akan menikah..” No.. kau salah young lady.. in fact.. kita sudah menikah sehari yang lalu.

“Kita sudah menikah Jessica..”

“Ya.. itu maksudku.. Kita sudah menikah diatas kertas tapi tetap saja.. aku ingin tahu apa pendapatmu karena sebenarnya aku juga punya banyak pertanyaan yang ingin kuajukan..” oke.. kau benar juga.. aku juga ingin bertanya banyak hal padamu tapi.. yasudah lupakanlah.. ladies first.

“Silakan..” masih dengan gayaku yang tenang dan cool aku berbicara.

“Apa kau sedang mengejar seorang gadis?” Jessica terlihat sedikit ragu setelah mengucapkannya. Aku hanya tersenyum kecil dalam hati melihat ekspresinya yang lucu bagiku.

“No.. aku tak punya waktu. Anda Nona Jung??”

“Putus 2 bulan yang lalu. Kami hanya merasa tidak cocok. Punya hubungan masa lalu?” Aku tahu maksud wanita di hadapanku ini, hanya saja aku kurang begitu suka membicarakan tentang kehidupan pribadiku.

“ 2 hubungan jangka panjang. Semuanya berakhir karena kesibukanku. Look Jessica.. I’m bad at letting people in. aku tak romantis, tak banyak menggunakan hati dan perasaanku. Itu bukan cara aku dibesarkan. Keluargaku tidak terlalu bagus dalam melakukan hal yang emotional atau banyak menggunakan hati seperti yang banyak keluarga lain lakukan.” Aneh.. Jessica malah tersenyum kecil mendengar pengakuanku ini. 2 mantan kekasihku pasti segera menamparku atau segera pergi meninggalkanku saat aku memberi tahu hal ini.

“Jangan khawatir Yuri.. tolong kita kesampingkan dulu ya urusan bisnis. Aku disini meminta dengan tulus padamu untuk sama-sama berusaha membuat hubungan ini berjalan. Bukan hanya antara perusahaan kita saja tapi kita juga.. kau setuju?” rasa gugup itu perlahan menghilang dari wajah Jessica. Aku bodohnya malah terdiam melihat Jessica tersenyum manis kembali menyodorkan tangannya.

“Deal..” kuterima jabatan tangan itu dengan senyum yang tak tahu sejak kapan tergambar di wajah bodohku yang tampan ini.

=========Above The Paper==========

“Oppa.. aku sudah tiba di Seoul.. kapan kau akan menjemputku?” seorang wanita yang masih terbalut trench coat pink-nya terdiam di luar pintu arrival bandara Incheon yang masih sibuk seperti biasanya.

“Benarkah? Wah sayang sekali.. aku tak bisa menjemputmu..” wanita itu mengerutkan dahinya, tak menyukai fakta bahwa kekasihnya itu tak bisa menjemput kedatangannya lagi ke Korea sejak ia kuliah di Paris beberapa tahun yang lalu.

“Kenapa?” wanita itu berbicara dengan nada yang tenang, mencoba menyembunyikan kekecewaannya. Untuk sesaat hanya keheningan dan lalu lalang suara orang lain yang wanita itu dengar.

“Oppa.. kau ada dimana?” hatinya tersentak saat ia merasakan kehangatan familiar itu menyelimuti tubuhnya dari belakang.

“Aku tak bisa menjemputmu karena aku.. sedang memeluk cinta dalam hidupku..” Taeyeon perlahan melepas pelukan itu, membuat wanita yang ia peluk tadi membalikan tubuhnya, menatap Taeyeon yang segera memberikan senyum tampan dan karismatiknya yang terlihat cemerlang seperti biasa.

“Oppa.. kau mengejutkanku.. katanya tadi tidak bisa tapi..” wanita itu mencubit pipi gemil kekasihnya yang terlihat semakin tampan dalam balutan trench coat biru pastelnya.

“Hahaha.. maaf.. aku hanya ingin memberikanmu kejutan..” Taeyeon berkilah sambil mengusap kedua pipinya yang terasa sedikit panas menerima cubitan maut kekasihnya itu. Diambilnya satu koper besar dan tas sedang milik kekasihnya yang baru saja tiba di Korea lagi. Ia berjalan dengan kondisi tangan kanannya di peluk oleh sang kekasih sedangkan tangan kirinya menggandeng tas dan koper sang kekasih yang begitu lengket menempel padanya.

“Fany-ah.. kau mau kemana sekarang? Langsung ke Hwang Mansion atau..” Taeyeon terdiam sesaat sementara Tiffany yang kini sudah selesai memakai sabuk pengamannya menatap kekasihnya itu heran.

“Atau kemana Oppa?” Tiffany sebenarnya tahu kemana obrolan kekasihnya itu mengarah, ia bertanya hanya ingin menggoda pria yang sudah 1 tahun ini tak ia temui secara langsung mengingat jadwal mereka berdua yang begitu padat. Bagaimana mereka bisa bertemu kalau Taeyeon saja sibuk mengurusi perusahaan Yuri dan beberapa perusahaan lain mengingat statusnya sebagai Top Corporate Lawyersedangkan Tiffany yang masih sibuk mengembangkan karirnya sebagai assistant fashion editor salah satu majalah fashion terkemuka di Eropa.

“Euh.. apartementku.. hehe” senyum malu-malu kucing itu tergambar di wajah Taeyeon. Tiffany segera mencubit lagi Oppanya yang sekarang terlihat sedikit berisi.

“Boleh.. memang ada apa disana?” senyum jahil itu kini mengembang di wajah Tiffany yang segera mengalihkan pandangannya ke jalan di hadapan mereka. Salju turun perlahan di malam dingin ini. Waktu menunjukan pukul 02.30 sehingga wajar jika jalanan kini sepi, paling hanya muncul beberapa mobil yang menemani perjalanan mereka menuju Myeong-dong, tempat apartement Taeyeon berada.

“Ada apa ya?? Heump kita bisa ke Namsan Tower dulu jika kau mau..” Taeyeon menatap wanita yang masih sibuk menatap gedung atau pertokoan yang mereka lewati. Ia senang senyum itu akhirnya bisa muncul lagi di wajah wanitanya itu setelah kejadian beberapa tahun lalu yang mematahkan hatinya.

“Kau benar.. kita bisa melihat Sunrise nanti.. Ahh sungguh menyenangkan..” semangat itu masih belum hilang meskipun harus Tiffany akui bahwa ia lelah tapi pemandangan yang akan dilihatnya nanti membuat lelah dan kantuk itu hilang.

“Kau masih membaca Koran seperti ini Oppa? Kan sudah ada aplikasinya di smartphone dan Ipad-mu..” Tiffany mengambil beberapa lembar Koran yang ada di dashboard mobil kekasihnya itu. Perlahan ia membuka lembar demi lembar isi koran itu. Matanya menatap bosan berbagai artikel tentang bisnis, ekonomi, hukum dan keuangan yang selalu menjadi santapan setia kekasihnya itu. Tapi tangannya berhenti membuka lembar koran selanjutnya saat ia melihat seorang namja yang tersenyum tampan menggenggam tangan seorang gadis yang baru ia lihat kali ini.

“Yul Oppa.. menikah?” tak tahu apa yang membuatnya mengucapkan hal yang seharusnya hanya bergaung di hatinya, membuat Taeyeon menatap kekasihnya itu heran.

“Oh Yul belum memberitahumu?” Tiffany menggelengkan kepalanya, menatap Taeyeon dengan wajah bingung dan terkejutnya. Taeyeon memperlambat laju kendaraannya, menepi di pinggir jalan.

“Mungkin dia belum sempat memberitahumu. Kau tahu.. mereka baru menikah seminggu yang lalu. Sekarang Yul sedang terbang ke Hongkong, menemani istrinya mengurus beberapa hal setelah merger mereka dilakukan.” Taeyeon tersenyum kecil melihat Tiffany menganggukan kepalanya perlahan. Ia mengelus wajah kekasihnya itu perlahan, menyelipkan rambut yang menghalangi kecantikan wajah wanitanya itu. Matanya memandang Tiffany begitu dalam, mencoba menyelami pikiran kekasihnya itu. Untuk sesaat mereka berdua terpaku dalam diam.

“Fany-ah.. aku mencintamu.. selalu..” dengan itu Taeyeon mendekatkan wajahnya dengan Tiffany yang mulai menutup kedua matanya, bersiap menerima kecupan dari kekasihnya itu. Perlahan bibir mereka bertemu. Taeyeon menarik tubuh Tiffany untuk semakin dekat dengannya, memperdalam kecupan ringan itu menjadi ciuman hangat yang sudah lama ia rindukan.

‘maafkan aku Oppa..’ rintih Tiffany mencoba membalas ciuman itu dengan sepenuh hatinya.

=========Above The Paper==========

“Mr.Kwon..” seorang pria dengan jubah dan kacamata hitamnya menghampiri Yuri yang masih berjalan melihat orang yang akan menjemputnya di pintu arrival salah satu bandara international di Hongkong, Cheklap Kok Airport . Ia masih menarik koper birunya, menikmati lagu yang sejak 30 menit lalu menemani penerbangannya untuk menemui istrinya.

“Mr. Kwon.. anda Kwon Yuri kan?” pria yang terlihat lebih muda darinya itu mulai melepas kacamata hitamnya, sedikit membungkuk untuk menunjukan rasa hormatnya pada Yuri.

“Ah betul.. aku Kwon Yuri.. kau yang akan menjemputku?” Pria itu menganggukan kepala lalu tersenyum sopan padanya.

“Iya.. Mrs. Kwon memintaku untuk mengantarmu ke salah satu kantor pusat Jung Enterprise kami di Hongkong..”

“Mrs. Kwon?” senyum kini mengembang di wajah pria suruhan Jessica.

“Nona Sooyeon maksud saya.. beliau yang meminta saya menjemput Anda Tuan Kwon.. Selamat datang di Hongkong..” Yuri hanya mengangguk lalu membiarkan Chong Ang, nama pria itu, membawa seluruh barang bawaannya menuju mobil bentley hitam yang sudah menunggunya sejak tadi.

“Sudah berapa lama kau bekerja di Jung Enterprise?” Yuri membunuh keheningan yang menghinggapi perjalanannya menuju HQ Jung Enterprise di Hongkong bersama Chong Ang.

“Sejak lulus SMA hingga saya lulus kuliah Tuan. Saya ucapkan banyak terimakasih karena anda mau menyelamatkan perusahaan ini. Bagi saya dan yang lainnya.. Jung Enterprise adalah hidup kami..” pria itu masih focus mengendarai mobilnya tak menyadari bahwa Yuri menatap wajahnya yang berkaca-kaca mengucapkan itu semua.

“Oh.. sudah lama berarti ya..”

“Lumayan Tuan.. Nona Jung-lah yang menyemangati dan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan saya. Dulu saya hanya office boy yang tak sengaja membantu Nona Jung mengambil file-filenya yang tertinggal di kantor. Saya kira Nona Jung sombong dan dingin seperti yang banyak orang bicarakan. Tapi tidak.. dia begitu hangat dan ramah secara personal, berbeda ketika ia berbicara di hadapan para board member… ahh maafkan saya Tuan.. ucapan saya jadi random seperti ini..”

“Gwenchana..” Yuri hanya tersenyum kecil menjawab ucapan pria di depannya yang kembali diam mengendarai mobilnya hingga kini mereka tak terasa sudah berada di pintu luar kantor Jung Enterprise yang berdiri kokoh dan megah.

“Anda bisa turun disini Tuan.. di pintu masuk nanti rekan saya akan membawa anda menemui Nona Sooyeon..” Chong Ang turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Yuri yang tersenyum mengangguk lalu mengucapkan terimakasihnya, berjalan menuju pintu masuk, disambut oleh seorang gadis cantik yang segera membungkuk memberi hormat sang CEO KJG yang banyak dibicarakan orang.

“Sandra Wei.. senang bisa bertemu dengan Anda secara langsung Tuan Kwon..” wanita cantik berambut hitam itu memperkenalkan dirinya dengan bahasa Korea yang bagus.

“Kwon Yuri..” dengan tenang dan cool Yuri menjawab sambutan gadis cantik dan elegan di hadapannya itu.

“Nona Jung sedang meeting dengan board member di lantai 10.. saya akan mengantarkan anda kesana..” Yuri mengangguk pelan lalu berjalan mengikuti wanita yang baru Yuri ketahui sebagai manager PR Jung Enterprise branch Hongkong. Selama perjalanan menemui istrinya itu Yuri banyak menemui hal aneh. Mulai dari tatapan ketus, bisikan hingga pandangan mencibir yang merendahkannya.

“Kasihan sekali Nona Jung harus mengorbankan dirinya menikahi pria kejam pewaris KJG..” ucap seorang staff berdiri membelakangi Yuri, menunggu lift terbuka.

“Betul.. apa jadinya bila kita ada di posisi Nona Jung ya? Heump.. nona Jung memang penolong kita.. dia rela menukarkan dirinya agar CEO KJG yang brengsek itu mau menyetujui merger Jung Enterprise..” Telinga Yuri sedikit memerah mendengarnya. Ia mengepalkan kedua tangannya menahan rasa kesal omongan orang-orang sok tahu itu.

‘Heuh.. kalau saja mereka tahu yang sebenarnya..’ rutuk Yuri dalam hatinya tak menyadari bahwa Sandra sudah ada di sampingnya lagi. Gadis itu tadi menerima panggilan telpon sehingga ia meminta Yuri menunggu di dekat pintu lift.

“Tuan Kwon.. maaf menunggu lama.. mari kita lanjutkan perjalanannya.. oh ya kita akan naik lift di sebelah..” dua orang yang tadi membicarakan Yuri terperangah mendengar Manager PR mereka membawa pria yang sejak tadi mereka bincangkan masuk ke Lift khusus CEO dan Board Member.

“Hong.. jangan bilang bahwa pria dibelakang kita tadi..”

“Suami Nona Jung..”

========================================================================

=============================================

night night night… ^_^

hai hai Rocksmith27 balik lagi dengan update-an ff YULSIC perdana gw..

jujur gw suka bgt sama alur cerita FF karya si BluePetals yang bener bener ngeinspirasi ff ini

keren.. gw yakin kalian LS yg sering nongkrongin AFF pasti pernah baca FF dia..

tapi gw bedain ko ceritanya hehehee

gw gakan samain bgt sama cerita doi hehehe

oke gw cukupkan sampai segini.. hehee

inget pesan gw

NO COMMENT NO UPDATE!

Iklan

195 pemikiran pada “Above The Paper Chapter One

  1. Yulsic nikah krn bisnis.. ahh yul’ny udah klihatan suka dluan sma sica, sica’ny gmn nih? Awass jgn smpe sica ngejutekin yul y…
    Wahh tuh org2 dsarr.. ada jg yuri yg jdi pnolong, yg kjam tuh babeh sica yg mnta yulsic nikah krn prushaan bgkrut..
    Cieee si alay kyakny suka sma yul, tpi taeng tau kyakny, cma kok msih mau aja jdi pcar alay..

  2. Aaaaaaannyeong …
    Udin lama gw kaga jalan” cari lapak baru… aaaah pas gw liat gravatar lo gw kira kaga bakalan ada si kwon eee ternyata ada dan gw keinget sesepuh, gw tanya lo dah ma dia.. gw juga demen couple selingkuhan malah ngebias tapi cuman yulti doang. Kalo baca yang lain kurang berasa…. jaaadi gw mohon ijin buat obrak-abrik wp lo yee… taaaaapii yang pake main cast si kwon doang yee yg gw tongolinnya… eheheee

  3. I’m here!! 😀
    Oooh ini terinspirasi dari ff ‘Contract’ nya ‘BluePetals’ toh. Salah satu ff fav aku tuh ka hahaha
    highly expect something different from you, of course ^^

    “Setiap keputusan menghasilkan konsekuensi’
    #manutmanut
    setuju banget!!
    semoga keputusan yuri kali ini menghasilkan konsekuensi yang sangat baik untuk hidupnya ^^
    ah yakin lah ya jung sooyeon mampu mencerahkan hidup kwon yuri 😀

  4. halooooowwww hahahaaa masih inget gw ????
    sesuai undangan lo gw main nih ke lapak lo dan gw baca yulsic nya aja gpp ya hahahaaa
    asik nih ff lo bru 1 chap aja udh biikin gw jatuh hati gmn sama chap chap selanjutnya hahaa
    aduh yulsic gw aaahhhhhh wkakaka lebeee
    ga lama lama ah gw next chap selanjutnya yaaaa

  5. anyeong Author
    Reader baru nih, nemu ni wp pas lg searching ff yulsic di google

    Ceritanya seru nih, bkin penasaran bwt baca kelanjutan nya
    Ijinkan reader barumu ini buat jelajah ff di wp ini
    #halahsedikitAlay

  6. Hay tor reader bru nie gw nemu lapai lo di wp bangke hahahha
    Bru part awal gw udh nksir am ni ff gw lnjut part brikut yee
    Slam knal tor

  7. Seru jg nie crita,author di ff nie pairing nya yulsic dan taeny kn,dn apkh cnta prtmanya fany tu yuri mknya fany trkjut mndngar brita yulsic mnikah

  8. Yulsic nikah karena urusan bisnis.. Tapi si Yul udah terpesona ama sica jadi gak masalah meski kepaksa nikah..
    Semoga yulsic jadi pasangan yg harmonis..

  9. baru baca nie thor haha biasa na w lewatin nie,,,hhe
    w kan locksmith sejati jadina klo bukan taeng pemeran utama na w rada sungkan baca na..krn d sni ad taeny,walaupun dikit tp lumayan lah…
    tp yul mw gtu ya ngikutin keinginan na mr jung??
    untung sica na cantik jd ga nyesel lah yul na

  10. annyeong comment disini karna liat ff ini bagus sekalian nunggu the reason is 3 keluar hehe…

    waah kasian yul di paksa tanda tangan perjanjian mager karna perusahan jung udah di ambang bangkrut! semoga yulsic bisa menerima semua yang di lakukan yunho, pasti benih2 cinta muncul seiring nya waktu 🙂
    aduuuhh taeny gak dimana2 sweet banget,, tp ada apa dengan masa lalu tiff ? kayaknya menyedihkan.

  11. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  12. Terimakasih banget sama nih tangan yg ngutak,ngatik search blog fanfict yg tersisah menyisahkan cerita” royal family, thanks thor menyempatkan menulis fanfict yulsic, skrng bahkan terlalu jarang muncul cerita , kalo bukan di aff or soshified , hmmm cerita yg bagus dan berkelas … Dimana yulsic dipertemukan oleh situasi yg tak terduga hahaha, feelnya dapet bngt , yul keknya udh kesemsem sama sica tp gimana dari sudut pandang sica melihat yul? .. Fanny? Mulai sedikit curiga saat fanny mengucap kata maaf ke taeyeon .jengjengjeng . Anyway thankyou thor suka bngt sm cerita ini … Salam kenal

  13. woaaaah, akhirnya bisa berkunjung lagi. :))
    yulsic nikah?? hmmmmm kayaknya yul agak gimana gitu ya. terus sica juga agak misterius. mgkn cinta akan berjalan seiring waktu. #eaaa hahahah

  14. suka banget thor sama critanya..
    pas baca introductionnya dah suka bgt, ternyata capt1 nya ga ngecewain
    lanjut thoorrr

  15. Yull niatnya kejam huahaha tapi kenyataannya hmmm dia suka sica 😍
    Fany? Suka yul? Taeeeennggg yg sabar. Kasian

    Mau lanjut lagi thor baru ngubek ngubek nih wp 😍👏

  16. menarik bnget thor critanya….
    dr bca introdactinnya gwe penasaran, tmbah bca chap 1,,,dikejutkan sica rela nikah ma kwon buat nyelametin perusahaannya, bnr” wanita karir yg bijaksana. , , ,walau gthu sica berusaha nerima setulus ht kpusan kontrak..daebakk…
    lanjut dah thor jalan critnya…oke.oke

  17. ahirnya punya waktu baca plus komen.. emmhh bingung mo baca yg mana fanficnya banyakkk bgt 😀 hshah ahirnya baca in dluan 🙂 hehehe crta nya bgus.. meski berawal dr bisnis.. ntr juga lengket kaya prangko 😀

  18. Haii thor annyeong… ckck maaf bru comen kmaren” cuman like doank mean hihihi

    Yulsic … sica unni rela y nikah sma sma yuri demi perusahaannya soo bener bener pemimpin yg brtanggung jawab

  19. thor new reader nih! sory langsung baca z,sxan mw minta ijin nye buat kelilingin ni wp ye thor!

    wah,pertama baca y ni ff! gw suka thor,soal nya gw YS thor!

    uaah,d sini yulsic nikah karna bisnis doank ye,,tp kg papa lah smoga mreka bisa saling ngebuka hati buat masing” trus jatuh cinta beneran deh! Woohooo,,soal nya kaya nya c kwon dah kepincut tuh ma jejes pas ketemuan!
    Hiya moga z beneran,oksip dah thor! Gw capcus next ye! ^,^

  20. karis demi surga gue suka cerita ini.. biarpun diawal part konfliknya udah mulai tercuat, yeah tentu tentang pernikahan atas nama bisnis.. gue suka penjabaran tokohnya disini.. sica jenong duh kecenya.. cantik sudah pasti, sexy duh gk usah ditanya lg, kesan dingin udh bawaan lahir.. yuri juga keren bngt,, tampan arogan (iya gak ?) moga yuri disini jd seobangny sica yg pabo yah.. wkek yul pabo.. gaya bhasa juga ringan.. mudah dipahami pmbca jd bawaanny enak gtu bcanya.. daebak pokoknya itu taeny rsmi psngan kekasih y ? tp ujung part kok tiffany mnta maaf ? apa ada sesuatu ??? lnjut ya karis..

  21. Whaaat??? 😲😲😲Nikah cm d atas kertas??? Ciyuuuz??? G pke acara resepsi atw apa gitchu???😱😱😱
    Wah…yul seobang tampaknya cinta pd pandangan pertama nichhh…hohoho😶😶😶
    Ppany sdikit mncuri prhatian aq…hmmm…apakh mungkin ppany adalah salah satu dr dua mantan yul seobang??? Knp dy sprt memaksa dri saat brsama taetae??? (saat moment taetae cium bibir ppany)Haaahhh…moga ini hny halusinasi q ajahhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s