LOVE IT SELF Chapter 5

tumblr_mwezwdFUPh1swqx1fo1_500

Hanyoung High School, Gangdong – Gu, Seoul, July 2007

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Taeyeon. Mengapa? Karena hari ini ia memulai hidup barunya di Seoul. disinilah ia berdiri.. di bawah bangunan sekolah yang begitu megah dan modern. Sekolah tempat bersekolahnya begitu tertata, rapi, artistik dan bersih. Taeyeon tak melihat sedikitpun sampah berserakan di sekolah ini. Tak heran Jieun begitu membangga-banggakan sekolah ini saat dahulu mereka akan memilih SMA mana yang akan mereka masuki di Seoul nanti dan Jieunlah yang memaksanya untuk memilih SMA ini. Bagaimana ceritanya Taeyeon bisa sekolah di SMA yang terkenal di Seoul tersebut?

Well singkat ceritanya, setelah mendaftar, mengikuti test seleksi yang begitu ketat, akhirnya ia dapat bersekolah di Hanyoung High School bersama sahabatnya,Jieun. Keluarga Jieunsendiri akhirnya memutuskan untuk pindah ke Seoul mengingat keinginan Jieun untuk menetap di Seoul karena Jieun telah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjutnya di Seoul Nation University, berbeda dengan Taeyeon yang belum tahu ia akan kuliah dimana. Yang ia tahu ia hanya harus fokus terlebih dahulu menjalani pendidikannya di sekolah ini.

Sementara itu Taeyeon memutuskan untuk tinggal bersama keluarga Jieun di tahun pertamanya di Seoul. Setelah ia pikir uang tabungannya cukup untuk mensupport biaya hidupnya di Seoul, maka ia akan menyewa apartmen murah di dekat sekolahnya. Tentu saja orang tua Taeyeon di Andong akan terus mengirim uang untuk keperluan Taeyeon di Seoul nanti. Taeyeon telah merencanakan kepindahan tersebut di tahun keduanya di Seoul. Ia tak mau terus-terusan merepotkan keluarga Lee, terutama Jieun yang begitu baik padanya.

“Taeng mengapa dari tadi kau diam saja melihat sekolah ini?” tiba-tiba Jieun berbicara memecah keheningan diantara mereka.

“Aku hanya begitu kagum melihat sekolah ini. Tak kusangka aku bisa menjadi siswa di sekolah luar biasa ini. Jika aku melihat orang sepertimu menjadi siswi di sekolah ini, itu sudah bisa diprediksi…” Ucap Taeyeon sambil berjalan menuju ruang aula sekolah baru mereka.

“Haha kau terlalu merendah Taeng….Kau juga namja yang cerdas kok. Buktinya saja kau bisa bergabung dengan sekolah ini, mengingat kita berdua dari Andong, daerah yang kualitas pendidikannya masih belum begitu baik bagiku.” Ucap IU yang kini menyelipkan rangkulan di lengan Taeyeon. Taeyeon tak melepaskan rangkulan itu, mengingatJieunyang begitu manja padanya. Jieun semakin mendekatkan dirinya dengan Taeyeon.

“Baiklah sepertinya acara penyambutan murid baru akan dimulai, ayo kita percepat langkah kita!” ucap Taeyeon seraya menarik tangan IU menuju Aula Hanyoung High School yang tak jauh lagi.

Sesampainya di aula, Taeyeon melihat sekitar 300 orang murid baru yang sama sepertinya begitu takjub dengan luar biasanya sekolah ini. Speaker berbunyi dan MC mulai mengalihkan perhatian murid-murid baru yang dari tadi menatap indahnya dekorasi aula sekolah baru mereka. Taeyeon dan Jieun segera memperhatikan MC yang kini mulai berbicara di hadapan mereka.

“Baiklah…selamat pagi siswa dan siswi baru?!! Selamat datang di sekolah yang luar biasa ini. Kalian yang hadir disini sekarang adalah orang-orang terpilih dari 5000 peserta yang mengikuti ketatnya test seleksi di sekolah ini. Berikan tepuk tangan untuk kalian semua!” aula kini riuh dipenuhi suara tepuk tangan yang begitu membahana.

“Pagi ini kita akan membuka upacara penyambutan siswa tahun ajaran baru. Untuk itu, saya memanggil Mr. Han Sekan selaku Kepala sekolah SMA Hanyoung, Im Jessica serta Lee Dong Wook sebagai perwakilan dari freshman untuk maju ke depan.” Ucap MC yang sepertinya adalah salah satu siswa di Hanyoung High School juga.

Dengan itu, muncullah seorang pria tua yang Taeyeon kira berada di usia 50 tahun. Pria tersebut begitu karismatik dan ramah sepertinya. Jas lengkap yang dipakainya menambah nilai plus dari kepala sekolahnya. Tak lama Setelah itu muncullah 2 orang siswa yang Taeyeon kira sebagai freshman juga. Taeyeon masih belum bisa melihat wajah kedua siswa tersebut,tapi melihat gaya dan pakaian yang mereka kenakan ia bisa menebak bahwa kedua orang ini bukanlah siswa biasa sepertinya.

Saat kedua siswa itu sampai di panggung dan mulai menunjukkan wajahnya, Taeyeon kaget karena ternyata gadis yang ia temui di hutan waktu itu adalah Jessica yang berdiri di panggung saat ini bersama namja yang begitu tampan menurutnya. Ia pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat Jessica yang begitu dazzling dan elegan. Hanya saja sayang tatapan gadis itu begitu datar dan dingin. Berbeda dengan namja di sebelahnya yang begitu terlihat ramah dan baik. Ia heran mengapa Jessica begitu biasa berdiri di depan bersama orang-orang yang cukup penting di sekolah ini, tak terlihat gugup seperti orang kebanyakan.

“ Baiklah acara pembukaan akan segera dimulai. Kami meminta kepala sekolah untuk memasangkan blazzer kepada kedua freshman ini lalu menekan buzzer di samping. Perlu kalian tahu.. bahwa kedua siswa yang berdiri di depan ini adalah siswa yang meraih nilai Ujian Akhir tertinggi di Korea Selatan serta peraih nilai test seleksi tertinggi untuk tahun ajaran baru ini.” Ucap MC begitu meriahnya. Freshman lain yang melihat pun begitu terkagum-kagum melihat Jessica dan lelaki di sebelahnya, tak terkecuali Taeyeon. Jessica yang sudah biasa menerima perlakuan seperti ini pun hanya tersenyum datar.

‘ Mengapa gadis itu begitu datar menghadapi apresiasi yang diberikan padanya? Atau ia…’ pikir Taeyeon dalam benaknya.

“Taeng..Kau lihat gadis itu?…Ia terlihat begitu anggun tapi begitu dingin dan sombong. Apa kau pikir kita akan sekelas dengan mereka?” tanyaJieunmemecahkan pikiran Taeyeon.

“ Aku tidak tahu.. tapi kuharap kita bisa berteman dengan mereka.”

‘ Terutama kau Jessica..’ ucap Taeyeon dalam hatinya.

Taeyeon tersenyum melihat Jessica dan Dong Wook yang kini telah memakai blazer kebanggaan Hanyoung High School itu. Lonceng kini telah dibunyikan, pertanda tahun ajaran baru telah resmi dimulai dan Taeyeon sudah tidak sabar menunggu peristiwa apa lagi yang akan terjadi padanya tahun ini. Yang paling penting ia berharap bisa menemukan sahabatnya, Hwang Miyoung.

‘Miyoung-ah… apa kau masih menungguku?’ seketika pikiran itu terlintas di benaknya.

Jessica dan namja disebelahnya kini telah kembali ke barisan depan Freshman. Sekarang MC mulai meminta para staff Hanyoung High School untuk memberikan amplop yang memberitahukan di kelas mana siswa dan siswi baru belajar. Setelah beberapa beberapa ceremony dilaksanakan Taeyeon dan Jieun kini tengah berjalan menuju ruang kelas mereka, X-A. Taeng tak mengira bahwa ia bisa bergabung dengan kelas yang katanya unggulan itu. Jieuntak kalah senangnya mengetahui bahwa crush-nya itusekelas dengannya. Ia berharap hubungannya dengan Taeyeon akan berjalan lebih baik hingga namja itu menyadari perasaannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Taeyeon dan Jieun tiba di kelas yang begitu megah dengan fasilitas yang lengkap tanpa kesulitan. Di kelas itu kalian bisa melihat meja dan kursi siswa yang tertata rapi. Selain itu laptop yang berada di meja siswa juga menjadi nilai plus dari kelas ini. Di samping ruangan juga disediakan counter untuk siswa siswi yang ingin minum atau membuat snack ringan. Tak lupa dengan proyektor dan LCD besar yang terpampang di tembok depan kelas. Taeyeon,Jieunbeserta 26 siswa lainnya pun begitu terpesona melihat luar biasanya fasilitas yang diberikan sekolah ini.

Kini Mr. Song Hyaku yang menjadi wali kelas mereka mulai berbicara.

“Allright kids!!! Welcome to X-A, the best class of Hanyoung High School. Tentu kalian sudah tahu kan bahwa tidak semua siswa berkesempatan menikmati segala fasilitas di kelas ini. Hanya orang yang berkemauan keras dan berbakatlah yang bisa bergabung dengan kelas ini. Dan kalian yang hadir disini patut mengapresiasi diri kalian.” Dengan itu suara riuh tepuk tangan membahana di ruangan yang begitu megah itu. Mr.Song pun mempersilahkan para siswa baru di kelasnya untuk maju ke depan memperkenalkan dirinya masing-masing.

Well kalian tahukan di kelas ini anak-anaknya tipikal kutu buku yang jenius sehingga author tidak perlu lagi mendeskripsikan bagaimana watak satu-satunya orang di kelas ini. Yang pasti di kelas ini anak-anaknya genIus, advance, kritis, dan terkadang egois.

Giliran Jieun dan Taeyeon pun datang, kini mereka mengenalkan diri mereka di depan sebagai perwakilan siswa dari Andong. Saat mereka maju ke depan, Taeyeon bisa melihat tatapan kagum bercampur nakal dari namja-namja sekelasnya ketika melihat Jieun. Sedangkan Jieun juga bisa melihat tatapan gila dari gadis-gadis saat melihat Taeyeon. Jieun merasa seakan gadis-gadis itu akan memangsa namja di sampingnya.Ia memberikan tatapan tajam ke arah teman-teman wanitanya. Dan sesi perkenalan pun selesai.

Saat Mr.Song akan berbicara lagi tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu.Mr. Song pun berteriak menandakan agar orang tersebut masuk. Dan masuklah kedua siswa baru, yang menambah keterkejutan Taeyeon.

“Maafkan kami Mr.Song… Kepala sekolah tadi meminta kami untuk berkunjung ke ruangannya terlebih dahulu.” Dengan itu Lee Dong Wook pun membungkukkan badannya diikuti Jessica di sampingnya.

“Tidak apa-apa..lain kali jangan telat ya.. karena kalian adalah Figur baru di angkatan kalian. Apalagi kalian sekarang bergabung di kelasku yang setiap tahunnya selalu memberikan yang terbaik untuk sekolah ini dan Seoul!” ucap Mr. Song dengan wajah yang begitu membara dan bangga.

“Baik Saem…”ucap keduanya bersamaan.

“Baiklah walaupun kurasa telah banyak yang mengetahui kalian, lebih baik kalian mengenalkan diri kalian.” Ucap Mr.Song seraya mempersilahkan kedua siswa tersebut maju ke tengah. Dong Wook mulai memperkenalkan dirinya lebih jelas. Setelah itu Jessica, yang membuat Taeng terfokus melihat gadis yang ada di hadapannya saat ini hingga tak menyadari bahwa Jieunmengomentari betapa tampannya Dong Wook dan begitu angkuhnya Jessica. Tak pelak Jieun mengira bahwa Dong Wook dan Jessica menjalin sesuatu mengingat tatapan penuh kasih yang diberikan Dong Wook pada Jessica yang kini tengah memperkenalkan dirinya.

“Good morning Class… My name Im Jessica, I came from AnsangJunior High School. Semoga kita bisa berteman baik…Mohon bantuan serta bimbingannya.” Jessica pun mengakhiri perkenalannya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Saat Jessica melihat ke sekelilingnya, ia baru tersadar bahwa namja yang kini tengah serius menatapnya adalah namja yang ia selama ini ingin ia temui walaupun tak tahu bagaimana caranya.

“Taengoo?!!! Apakah ini nyata?!!” ucap Jessica pelan seraya menatap lurus ke arah Kim Taeyeon yang kini tersenyum melihat wajah Jessica yang shock bercampur bahagia.

“Baiklah kalian sekarang boleh duduk. Mr. Dong Wook kau bisa duduk di sebelah Lee Jieun dan Miss Im kau bisa duduk di sebelah Kim Taeyeon di kursi tengah.” Dengan itu, Jessica pun melangkahkan kakinya menuju namja yang selalu hadir di mimpinya itu. Ia tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya mengingat 1 tahun ini ia akan duduk di dekat namja impiannya. Ia berusaha stay cool saat kini iamulai duduk di samping Taeyeon.

“Tak kusangka kita bertemu lagi…” ucap Taeyeon yang kini melihatnya dengan senyum yang begitu menawan sehingga membuat Jessica panik dalam hatinya.

‘Aish..tolong hentikan senyuman itu tuhan!..jika tidak, aku bisa pingsan sekarang. Stay cool and calm..!’ ucap Jessica dalam pikirannya.

“Hallo Miss Jessica? Apa kau baik-baik saja? Haha sepertinya zone out memang hobimu. Kau sungguh menarik!” Ucap Taeyeon yang kini mulai mengalihkan pandangannya pada IU yang sepertinya mulai berkomunikasi dengan Dong Wook.

“Eurh.. i’m fine.. Well terima kasih untuk pujianmu.. Tapi apa kau pernah bertemu denganku sebelumnya?” ucap Jessica berlagak tidak tahu.

“haha sepertinya kau lupa ya.. February 2005 kita pernah bertemu di hutan Yong-sak dan aku yakin scarfku masih ada padamu kan?” Ungkap Taeyeon yang kini mulai menatap wajah Jessica yang merah padam.

“Oh maafkan aku..aku hanya ingin meyakinkan bahwa orang itu adalah kau. Kurasa kau kini cukup berubah..” Ucap Jessica berusaha kembali menatap namja yang kini serius menatapnya.

“Well kau semakin cantik kurasa.. Apa aku boleh memanggilmu Sica? Jessica terlalu panjang bagiku.”

“ Euhmp…boleh asalkan kau mentraktirku makan siang hari ini…kau setuju?” ucap Jessica yang kini berani menatap Taeyeon lurus di matanya. Taeyeon yang tak siap pun terkejut ketika melihat lebih dekat Jessica di hadapannya. Wajahnya begitu halus, bersih dan bercahaya.

‘Apakah ia dewi yang menyamar jadi manusia?’ seketika pikiran tersebut terlintas di benak Taeyeon.

‘Mengapa kau begitu cute?!!’ ucap Jessica dalam hatinya.

“Hehe baiklah..tapi maafkan aku ya jika aku tidak bisa mentraktirmu makanan mahal. Karena aku bukan berasal dari keluarga kaya.”

“Tak apa…Sekotak susu strawberry juga sudah cukup kenyang untukku.”

“Well syukurlah…Apa scarfku masih ada?” ucap Taeyeon yang kini mulai mencatat beberapa informasi yang diberikan Mr.Song di papan Tulis.

“Tentu saja…aku sudah mencucinya dan menjaganya…” Ucap Jessica yang kini mengeluarkan bungkusan biru dari tasnya. Ia pun segera memberikan bungkusan tersebut pada Taeyeon.

“Wah..kau tidak perlu repot-repot…Tapi mengapa kau membawanya setiap hari seperti ini?” ucap Taeng yang kini menatap kembali Jessica .

“Lets say that… aku tahu suatu hari kau akan memintanya kembali…Taengoo.” ucap Jessica dengan nasal voicenya yang menarik perhatian seluruh laki-laki di kelasnya. Melihat itu semua membuat Jessica memberikan tatapan datar dan dinginnya pada semua laki-laki yang kini tengah menatapnya kecuali Taeyeon dan Dong Wook.

“Wahh..tatapan itu sungguh mengerikan… Apa kau yakin bukan pembunuh bayaran? Jika tatapan bisa membunuh, aku yakin aku sudah jadi korban pertamamu hehe.”Canda Taeyeon yang kini menerima pukulan kecil di tangannya dari Ice Princess yang duduk disampingnya.

“haha lucu sekali Taengoo!” ucap Jessica dengan nada sarkastiknya. Tak tahu kenapa ia bisa begitu nyaman berbicara dengan Taeyeon yang seharusnya begitu asing baginya.

“Wah kau tahu bahwa nama panggilanku adalah Taengoo?!!” ungkap Taeyeon kini dengan wajah anak kecilnya. Jessica yang melihatnya pun tak bisa menyembunyikan tawa imutnya. Dan ini membuat Taeyeon beku di tempat untuk seketika.

“Bukankah namamu Kim Taengoo?!! Aku melihat tulisan itu di scarfmu waktu itu.”

“Na..na..namaku Kim Taeyeon dan Taengoo adalah panggilanku.” Jawab Taeyeon sedikit terbata-bata. Melihat tingkah Taeyeon yang seperti itu membuat Jessica mencubit pipi kanannya.

“ Kau begitu cute Taengoo…bolehkah aku memanggilmu itu?”

“Hehe anything for you miss Im.” Ucap Taeyeon dengan gaya dorknya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sementara itu di sudut lain Hanyoung High School seorang gadis sedang berlari menuju kelas X-E. Ia tak henti merutuk dalam hatinya mengapa ia tak menolak keinginan ayahnya untuk berlibur di Cali selama 1 minggu kemarin. Padahal ia telah susah payah mengikuti tes sekolah ini dan ia tak mau memberikan kesan yang buruk di hari pertamanya di sekolah yang prestisius ini.

Penerbangan dari California yang telat kemarin membuatnya tertahan sehari di Dubai dan sekarang disinilah ia berlari secepat mungkin menuju ruangan yang nantinya akan ia tempati selama setahun kedepan. Setelah menaiki beberapa tangga dan melewati beberapa koridor akhirnya ia sampai di X-E. Tiffany mengetuk pintu perlahan yang kemudian dipersilahkan masuk oleh seorang wanita muda yang ia sangka adalah gurunya.

“Maafkan saya Miss.. saya mengaku telat.” Ucap Tiffany sembari menundukkan badannya dan mengatur nafasnya. Ia melangkahkan kakinya memasuki kelas yang kini hening meyambut kedatangannya. Jantungnya berdetak tak beraturan saat menatap teman-teman barunya. Di ujung barisan bangku ia bisa melihat laki-laki seumurannya yang sedang sibuk memainkan handphone. Sesaat kemudian namja itu mendongakkan kepalannya dan menatap Tiffany.

‘Bukankah ia.. Yoong?’ ucap Tiffany dalam benaknya.

“Apa kau hanya akan diam saja di depan?” ucap Miss Gain yang kini mendekati Tiffany. Melihat muridnya yang terlambat ituzone out, Gain menepuk-nepuk pundak Tiffany.

“Ohh maafkan saya Miss…Gain.” ucap Tiffany setelah membaca nametag yang ada di seragam gurunya.

“Sudahlah tak apa.. namaku Han Gain dan aku adalah walikelasmu…Untuk kali ini kau boleh terlambat, tapi tidak ada lain kali.” Ucap guru muda yang Tiffany kira hanya berbeda beberapa tahun darinya.

“Sebaiknya kau mulai mengenalkan dirimu..karena yang lain sudah melakukannnya 1 jam yang lalu.” Ucap Gain dengan datar.

“Baiklah miss.. Selamat pagi..nama saya Tiffany Hwang, i came from Ansang Junior High School. Saya harap bisa berteman dengan kalian semua dan please take care of me.” Tiffany mengakhiri pengenalannya dengan bungkukan 45 derajat sebagai tanda penghormatannya. Kelas pun kemudian bertepuk tangan menyambutnya. Tiffany mulai mengeluarkan Eye Smile-nya yang membuat murid pria di kelasnya tak bisa menutup mulut mereka terbuka lebar terpesona dengan pesona Tiffany, kecuali Yoong yang hanya tersenyum biasa melihat bidadari di depannya.

“Ok Miss Hwang please take a seat beside Mr. Im…” ucap Miss Gain yang kini kembali melihat Tiffany zone out. Ia pun mengantar Tiffany ke meja Yoong.

“Mr. Im tolong bimbing Miss Hwang… sepertinya ia selalu zone out seperti ini.”

“Baik Miss Han…” ucap Yoong yang kini memegang tangan Tiffany membantunya untuk duduk di sampingnya. Beberapa detik berlalu dan Tiffany kini mulai sadar.

“Oh sepertinya kau sudah kembali ke bumi…hehe” canda Yoong yang membuat Tiffany segera menatapnya heran.

“ Maksudmu?”

“Dari tadi kau selalu zone out Miss Hwang…hahhaa kau ini seperti adikku saja. Aku tak menyangka kita bisa bertemu lagi dan menjadi teman sekelas.” Ucap Yoong yang kini meluncurkan senyum lebarnya pada Tiffany.

“Oh… kau masih mengingatku?”

“ Tentu saja..siapa yang bisa lupa dengan Eye smiling Girl sepertimu.” Yoong menyimpan handphonenya, memberikan gadis di sampingnya itu tatapan hangatnya yang selalu membuat gadis-gadis mabuk kepayang.

“Terima kasih…aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu..sungguh kebetulan yang baik.” Ujar Tiffany yang kini menundukkan kepalanya di depan Yoong.

“Haha kau masih belum membayarku karena telah menolongmu waktu itu kan…?” Ucap Yoong yang kini kembali membaca buku Desain yang ada di mejanya.

“Ohh iya..kau ingin aku membayarnya dengan apa?” Ucap Tiffany yang kini memberanikan diri menatap Yoong untuk pertama kalinya.

“Lunch with me?” ucap Yoong begitu tenangnya. Berbanding terbalik dengan jantung Tiffany yang kini berdetak tak karuan.

“Baiklah…” jawab Tiffany yang kini berusaha menenangkan dirinya.

Tak terasa 1 minggu telah berlalu, hubungan antara Tiffany dan Yoong semakin membaik. Setiap pulang sekolah Yoong selalu mengantarkan Tiffany pulang ke rumahnya. Sementara Jessica semakin lengket dengan sahabat barunya, Taeyeon. Sedangkan Jieun akhir-akhir ini selalu menghabiskan waktunya bersama Wooyoung dan Dong Wook.

Hingga saat ini Tiffany belum tahu bahwa Yoong adalah kembaran Jessica karena wajah mereka yang tidak identik. Sedangkan Taeyeon juga belum menyadari bahwa kini Tiffany sudah berada dekatnya. Bagaimana dengan Jieun? Well mungkin ia harus bersabar menghadapi Ice Princess yang kini selalu berada di samping sahabatnya. Dong Wook dan Wooyoung lah yang kini selalu menemaninya. Ia tahu Taeyeon tak mungkin melupakannya hanya karena Jessica, maka dari itu ia membiarkan Jessica menang untuk saat ini.

‘Taeyeon is MINE.. Jessica..’ pikiran itu selalu terlintas saat ia melihat keakraban Taeyeon dan Jessica. IU pun kini mulai mencari tahu segala sesuatu tentang Im Jessica.

 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hanyoung High School, Gangdong – Gu, Seoul, 1 Agustus 2007-

Tak terasa 1 bulan telah berlalu dan disinilah Taeyeon sekarang, berlatih panjat tebing bersama Wooyoung dan Yoong.

“Hey Danshin beristirahatlah sebentar” ucap Wooyoung memberikan Air minum pada teman barunya itu. Taeyeon segera mengambilnya. Yoong yang baru selesai menaiki papan tertinggi segera turun menyusul Taeyeon dan Wooyoung. Ia segera menghampiri kedua temannya itu.

Pertemuan Taeyeon dan Yoong terjadi saat keduanya mengikuti Camp Penjelajah Alam di Andong tahun 2006. Keduanya merupakan teman satu team dalam acara kepemudaan tingkat nasional di Korea Selatan tersebut. Sejak pertemuan itu, Yoong dan Taeyeon selalu berkomunikasi lewat email. Mengetahui bahwa sahabatnya berada di Seoul, membuat Yoong senang. Mungkin karena hobi mereka yang sama membuat segala interaksi mereka lebih lancar. Tak ada lagi kecanggungan di antara mereka. Taeyeon sudah bagaikan saudara baginya.

“Taeng mengapa kau begitu lemah saat menaiki papan pertama? Performamu begitu berbeda dari minggu lalu.” Ucap Yoong sebelum meneguk minuman toniknya.

“Apa ini karena Ice Princess-mu tidak melihatmu climbing hari ini?” goda Wooyoung yang mendapat tatapan ‘Jangan main-main denganku!’ dari Taeyeon. Yoong kembali tertawa melihat tingkah kedua temannya tersebut.

“Jessica? Maksudmu adikku Woo?” Yoong sekarang bergabung menggoda Taeyeon. Ia tahu bahwa adiknya sedang dekat dengan Taeyeon. Saat pertama mendengar cerita adiknya mengenai namja bernama Taenggooyang menyelamatkan adiknya dari maut, Yoong tidak tahu bahwa ia adalah Taeyeon yang ia kenal. Tetapi ketika adik kesayangannya itu mengenalkan pahlawannya minggu lalu,saat Jessica melihat kakaknya ituClimbing, Yoong mulai tahu. Yang tak Yoong ketahui, Taeyeon telah mengukir namanya di hati adiknya.

“Hahaaa..Betul sekali Yoong. Kulihat adikmu begitu lengket dengan si Danshin ini…”

“Yahh!!! Jang Wooyoung…mengapa kau menggodaku terus?Tak tahukah kau aku sedang sedih?” ucap Taeyeon pura-pura menangis.

“Karena Jessica?” Celetuk Yoong yang kini tertawa habis-habisan saat melihat Taeyeon mencopy death glare adiknya.

“Cih..kalian sungguh sahabat yang baik.” Rutuk Taeyeon

“Wahaha Easy Taeng…Maafkan kami ya…Tapi menggodamu sungguh menyenangkan…benarkan Yoong? Ucap Wooyoung yang mendapat anggukan dari Yoong dan lemparan handuk dari Taeyeon.

“Tapi kenapa kau begitu lemas hari ini Taeng?” ucap Yoong.

“Hari ini adalah ulang tahun teman masa kecilku. Kami lost contact sejak kepindahanku ke Andong. Sampai sekarang aku tak tahu apa ia masih di Seoul atau California.” Kini Taeyeon menatap birunya langit Seoul berharap temannya tidak melihat raut kusut di mukanya.

“Sepertinya aku mengerti apa yang kau rasakan Taeng. You feel bad huh?” ucap Yoong merangkul Taeyeon, disusul Wooyoung.

“Siapa nama gadis itu Taeng?”

“Miyoung…” Ungkap Taeyeon pada kedua temannya.

“Well jika ia masih di Seoul kami dengan senang hati akan membantumu mencarinya Taeng!” Ucap Wooyoung yang kembali menerima anggukan dari Yoong. Taeyeon kini mulai tersenyum melihat kebaikan hati kedua temannya. Ia tak mengira Wooyoung yang selalu sinis padanya di hari-hari pertama ia sekolah di Hanyoung, kini begitu baik padanya.

‘Umma benar, bersama kesulitan selalu ada kemudahan…’ pikir Taeyeon.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Lalu bagaimana dengan karakter lain dalam cerita ini? Well Jieun dan Jessica memilih untuk bergabung dengan club Sains dan Teknologi yang terkenal menghasilkan siswa-siswa kreatif dan inovatif. Sedangkan Tiffany dan Dong Wook memilih untuk bergabung dengan klub kesenian Hanyoung yang tak kalah hebatnya.

Tiffany memilih untuk bergabung dengan divisi vokal dan artistik, sedangkan Dong Wook memilih bergabung dengan divisi akting dan instrument. Yoong pun bergabung dengan divisi dance dan akting di klub kesenian itu bersama Wooyoung. Taeyeon hanya memilih panjat tebing dan kelas otomotif mengingat dirinya yang masih harus bekerja paruh waktu di restaurant keluarga Jieun di Seoul yang cukup terkenal.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

     Kemarin malam Yoong telah berhasil memberikan pesta kejutan untuk sahabatnya, Tiffany. Ia datang ke balkon kamar Tiffany dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun tepat pukul 24.00 waktu Seoul. Tiffany sungguh bahagia karena orang yang disukainya itu begitu perhatian padanya. Namja itu memberikan boneka Totoro Pink limited edition padanya mengingat kecintaan Tiffany pada Totoro dan benda yang berbau PINK.

“Gomawo Yoong…Ini hadiah terbaik.” Ucap Tiffany seraya ber-eye smiling ria.

“Haha..aku senang kau menyukainya..Well sebaiknya sekarang kau kembali tidur.. Karena besok masih ada kejutan lain yang menunggumu.” Ucap Yoong seraya mengedipkan matanya ke arah eye smiling girl yang kini memerah pipinya.

“Bye Fany..See you tomorrow!” ucap Yoong sambil berlari menuruni balkoni kamarnya di lantai 2.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

     Karena hari ini Jessica tak ada kegiatan ekstrakulikuler, maka ia memilih untuk mempersiapkan dirinya menghadapi seleksi Olimpiade MIPA di sekolahnya, mengingat kali ini ia telah menemukan lawan yang cukup menarik baginya, Jieun. Ia meminta pamannya yang menetap di Canada untuk mengirimkan berbagai buku MIPA edisi terbaru. Tentu saja sebagai keponakan kesayangan, Jessica selalu mendapatkan apa yang diminta dari paman kesayangannya itu. Cara belajar Jessica memang cukup unik, hanya dengan 3 kali membaca keseluruhan buku yang ia baca, ia sudah bisa memahami setiap ilmu yang ada di dalamnya, apalagi ia advance di 3 bahasa yaitu Hangul, English, dan bahasa Jepang. Well thanks to Im Jaekyung yang begitu ambisius membentuk kesempurnaan pada putrinya.

“Hallo Jessi..”

“Yeoboseyo? This is Im Jessica. Saya berbicara dengan siapa?” Balas Jessica yang kini tengah membaca buku matematika edisi terbaru yang dikirim Pamannya itu.

“Tiffany Hwang…How can you forget my voice Jess?!!” ucap gadis di seberang sana dengan suara kerasnya yang bisa memecahkan gendang telinga Jessica.

“Hwang Miyoung!!! Apakah ini benar kau? Yah..!! dimana kau sekarang? Apakah benar kau sekarang sudah pindah ke California Tiff??” kini giliran Jessica yang melancarkan serangannya pada Tiffany.

“hahaa…Easy Jess.. aku sekarang sudah berada dekat sekali denganmu. Maukah kau buka kan pintu untuk sahabatmu ini. Kasihan dia,,, sudah menunggu selama 15 menit di depan rumahmu.”

“Sebaiknya kau serIus Tiff..!” ucap Jessica yang kini mematikan teleponnya, berlari ke depan pintu rumahnya dan mendapati sahabatnya yang tengah membawa cake serta makanan ringan. Ia segera membawa Tiffany menuju kamarnya dan mulai menginterogasi sahabatnya.

“Tiff..kau berhutang penjelasan padaku.” Ucap Jessica dengan death glarenya yang sukses membuat Tiffany menelan kembali air ludahnya.

“Apa kau tak bisa mengucapkan selamat untukku terlebih dahulu Jess? Sudah lupakah kau jika hari ini aku berulang tahun?” ungkap Tiffany segera membuka box cake yang kini ia taruh di meja.

Ia pun menyalakan lilin angka 16 mengikuti penghitungan umur di Korea walaupun sebenarnya jika mengikuti kalender masehi ini adalah ulang tahunnya yang ke 15. Jessica pun akhirnya menuruti keinginan Tiffany dan mulai melakukan perayaan kecil di hari jadi sahabatnya itu. Setelah memotong cake dan makan makanan ringan lainnya, Tiffany mulai menjawab pertanyaan sahabatnya.

“Baiklah akan kujelaskan semuanya padamu. Sebenarnya Daddy meminta untuk melanjutkan SMAku di Cali. Hanya saja aku tak mau lagi lost contact dengan sahabatku. Maka dari itu Mommy kembali membujuk Daddy agar aku bisa sekolah di Korea. Daddy memberikan satu syarat yaitu aku harus satu sekolah denganmu Jess. Jika tidak, maka Daddy akan langsung membawaku ke Cali. Maka dari itu aku mengikuti test online Hanyoung High School yang diadakan Kedutaan Korea di California.. Dan disinilah aku sekarang….Puas?!” Ungkap Tiffany yang kini telah menghabiskan Jus Pear favoritnya. Kini giliran Jessica yang hening seketika setelah mendengar penjelasan sahabatnya itu.

“Tapi Tiff setidaknya kau bisa menceritakan ini semua lebih awal kan? Kau tak tahu betapa kesepiannya aku saat kau tak ada… terlebih saat mother memberi tahuku bahwa kau akan pindah ke Cali…” Ucap Jessica yang kini memeluk sahabatnya. Ia mulai meneteskan air matanya.

“Maafkan aku Jess..yang penting sekarang aku sudah ada di sampingmu lagi kan?”

“haha dasar Mushroom..lalu sekarang kau tinggal bersama siapa?” tanya Jessica mulai menghapus air matanya.

“Bersama Mommy dan Michelle, saudaraku dari Cali.. Daddy rencananya akan kembali ke Korea tahun depan mengingat cabang di New York yang baru dibuka. Well karena ini juga Mommy selama 1 tahun ini akan sering mengunjungi Daddy ke New York…” Ucap Tiffany yang sekarang sedang menatap indahnya pemandangan kota Seoul dari lantai 4 kediaman Im di Gangnam-Gu. Tiffany memang sudah terbiasa melihat itu semua dari balkon kamar Jessica. Jessica menyusul sahabatnya yang berdiri menyandarkan badannya di tembok balkon.

“Kau tidak perlu merasa bersalah Tiff. Aku yakin ini yang terbaik untukmu. Buktinya kau mampu masuk ke salah satu sekolah terbaik di Korea Selatan. Aku yakin orang tuamu tidak sia-sia melakukan ini semua untukmu. Mereka ingin yang terbaik untuk putrinya. Dan menjadi sahabatku adalah keputusan terbaik yang kau pilih..” Canda Jessica yang mendapat death glare tiruan dari sahabatnya.

“Oh iya Jess.. kudengar kau dan Dong Wook menjadi maskot angkatan kita. Kalian berdua masuk di kelas A kan?”

“Yah begitulah… dan kau tahu?!!.. aku bertemu dengan pahlawan penyelamatku Tiff…. Kim Taengoo.”

“Benarkah Jess? Apakah ia tampan?” ucap Tiffany penasarans.

“Tampan? Kurasa kata itu tak bisa menggambarkan betapa luar biasanya Taengoo bagiku Tiff. Kau harus bertemu langsung dengannya. Lalu kau sekarang masuk kelas mana?sepertinya aku jarang melihatmu..” Ucap Jessica yang mulai meminum jusnya.

“Aku di X-E Jess..”

“Benarkah? Apakah dikelasmu ada namja bernama Yoong?” ujar Jessica yang kini menarik sahabatnya untuk duduk di ayunan pink kesayangannya.

“Bagaimana kau tahu Jess?”

“Hahaaa..dia kakakku Tiff. Tepatnya kembaranku. Wajahnya memang tidak terlalu mirip denganku karena kami bukan kembar identik, ia lahir 5 menit lebih awal dariku. Ia selama ini tinggal di asrama sekolahnya di Gongguk Junior High School. Mungkin kau heran mengapa ia jarang terlihat di rumah ini.. karena setiap liburan ia selalu ikut dengan Om dan Ayahku menjelajah ke hutan-hutan di Asia Tenggara..”

“Well ia bilang hal itu bisa menghilangkan kejenuhannya selama belajar di Seoul. Dan kau tahu kan bagaimana ketatnya sistem boarding school di Gongguk. Aku juga dekat dengan Dong Wook karena kakaku.”

“Jika kau ingin bertanya mengapa tak ada satupun fotonya yang terpajang disini.. itu karena mother selalu menyimpan semua foto kakakku di kamarnya.Kau tahu kita belum pernah bermain ke kamarnya. Aku tak pernah menceritakan tentang Yoong karena jika kuceritakan padamu… aku akan sedih karena rindu padanya.”

“Sekarang ia kembali tinggal di rumah ini dan bersekolah di Hanyoung jugaa. Wahh sepertinya tuhan begitu sayang padaku saat ini. Keinginanku banyak sekali yang terkabul, termasuk kehadiranmu disini Tiff..” Ungkap Jessica seraya memeluk boneka Rilakuma pemberian kakaknya itu.

“Well kau beruntung Jess..Aku senang mengetahui bahwa Yoong adalah kakakmu hehe. Hanya saja satu permintaanku masih belum terkabul Jess.” Ujar Tiffany yang kini mulai menundukkan kepalanya menahan air matanya.

“Apakah ini tentang sahabat masa kecilmu?” tanya Jessica yang kini mendekap sahabatnya yang mulai meneteskan air mata di bahunya. Ia mencoba mencomfort Tiffany.

“Benar Jess…Aku masih ingin bertemu dengan Taetae..Kim Taeyeon.” Ucap Tiffany yang kini membuat Jessica melepaskan pelukannnya dan menatap Tiffany serIus.

“Tunggu……Apakah nama lengkapnya Kim Taeyeon? Apakah ia pindahan dari Andong?” ucap Jessica yang kini meminta kepastian dari sahabatnya itu.

“Bagaimana kau tahu ia dari Andong..?” ucap Tiffany yang kini kembali mengambil tissue untuk menghapus air matanya.

“Karena ia teman sebangkuku…” ujar Jessica menyunggingkan senyumannya.

‘Dan ia Kesatria hatiku…’ ucap Jessica dalam hatinya.

“Besok aku akan mempertemukannya denganmu Tiff…”

“I can’t wait Jess..” ucap Tiffany dengan senyum yang kini merekah di wajahnya.

‘Taetae kurahap itu adalah kau…Please God answer my prayer.’ Pinta Tiffany dalam hatinya dengan tulus.

“Baiklah Jess kurasa aku harus pulang sekarang….Mommy menungguku. Bye!” Tiffany kini mulai membereskan barang-barangnya dan pulang ke rumahnya di Dongdaemun-gu.

Sesampainya di rumah ia dikejutkan dengan kondisi rumahnya yang gelap gulita. Ketika ia menyalakan saklar otomatis rumahnya ia terkejut mendapati kedua orangtuanya,Michelle, Aunty Jaekyung dan Yoong yang sudah menyambutnya dengan nyanyian selamat ulang tahun.Tiffany pun memeluk satu persatu dari mereka, tak terkecuali Yoong. Melihat kedua anaknya berpelukan sontak membuat ibu Tiffany menyoraki serta mulai menggoda Tiffany dan Yoong, sedang keduanya tertunduk malu.

“Mengapa tiba-tiba wajahmu seperti kepiting rebus Stephanie Hwang?” ucap Michelle menggoda sepupunya.

“Haha kau benar! Putriku memerah dipeluk Yoong!” Taehee Hwang kini bergabung membully putrinya.

“Sudahlah Aunty… Kasian Tiffany kalian bully dari tadi.” Ucap Yoong membela Tiffany yang kini telah menundukkan kepalanya tak berani menatap Yoong.

“Tiffany..Happy Birthday Dear…Semoga kau bertambah cantik dan dewasa.” Ucap Jaekyung seraya memeluk putri sahabatnya itu. Ia kemudian memberikan kotak kecil pada Tiffany. Saat Taehee membukanya ternyata isinya adalah kalung bermata diamond. Jaekyung meminta Yoong untuk membantu Tiffany memasangkan kalung itu di leher Tiffany.

“Aunty..ini sungguh cantik dan indah! Aku tidak tahu harus bilang apa padamu selain terima kasih banyak.” Ucap Tiffany yang tak bisa berkata-kata lagi. Jaekyung pun mendekati Tiffany dan berbisik…

“Berterimakasih jugalah pada Yoong, karena ini adalah idenya. Jika kau ingin berterima kasih…Tolong Jagalah Hati Yoong.. Tiffany.”

=========================================================

==========================

Night..

di Bandung hujan nih *curhat

gw terjebak di kantor dengan ketikan sertifikat dan badan yang lelah

tapi buat reader” gw yg renke dan setia..

gw update ini…

gimana??

gw gtw mau cuap” apa lagi

badan gw rontok rasanya,,,,

oh ya mungkin untuk minggu ini gw ga bisa update SECRET WALTZ karna kerjaan gw yg lumayan banyak dan bikin gw ga bisa mikir ttg FF hehehee

okeeee udah ini gw juga mau update RSL khusus buat kalian..

mungkin next week gw post FF YULSIC yg baru yaaa

YULSIC loh hehhee!!!!
ini moment yg langka karna ini debut gw nulis YULSIC hehehee

oke jgn lupa komen

Bye byeee

Kisssssssss hohhoooo ^_^

Iklan

94 pemikiran pada “LOVE IT SELF Chapter 5

  1. akhirnya Taengsic bertemu juga,, Jadi makin penasaran aja nih kira2 Fanny suka siapa yah apakah Yoong atau Tae??? Yoong romantis yah udah mengucapkan ultah buat fanny tepat jam 12 malam, Sica jenius bgt hanya 3 kali membaca buku udah bisa mengingat semuanya, jadi iri deh… take care yah Sis 🙂

  2. Haduh kpn taeny bertemu sih ,apa nanti taengsic ma yoonfany .hihi ..
    Siapa ajah boleh lah ,gue harap nih cerita ada cerita dewasa nanti ga mentok di SMA ajah .haha
    Ok semangat lah buat author’a ..

  3. next chap taeny ketemuan!
    hmmm ppany suka ama yoong,,
    jessie suka ama taenggo,,
    gmn jdi nya yah klo taenysic udh saling tau kebenaran nya klo ternyata taeng temen masa kecil ppany terus taeng jg yg nolongin sica di hutan wktu itu???

  4. Akhirnya sica ketemu jg ama pahlawan-nya kim taengoo
    gw bingung nih ama pany, apa pany suka ama yoong dan melupakan cinta taeng
    di tunggu kelanjutan ff lainya

  5. Annyeong,,,,,
    taengsic sdh ktmu dan lbh woow nya mrka tmn stu bngku,,,,sica smkin bsr pnya rsa trhdap taeng aplgi dia adlh phlwan yg slma ini sica tunggu untuk brtmu,,,,taeng jga kgum trhdap prilaku dan kpribadian sica,dan skrng mrka smkin dkat,,,apkh taeng sdh ad rsa dngn sica atw dia msh mnghrpkan tmn msa kecil nya miyoung??? yoong rmntis bngt ksh kjtan bwt fany,,,yoonfany trlht jls sling suka,,aplgi fany stlh dia tau yoong kmbrn sica,,pnsran klw taeny d prtmukan sica,,,apkh taeng bkln ungkpan prsaan nya??,,,klw iya psti sica sngt skit t,,,tp apkh fany pnya rsa yg sm dngn taeng atw hnya rsa syng trhdp teman msa kcil ny aj??
    hahahahaha ff loe ttp bkin kepo tngkat dewa chingu,,,,
    Next dech d tunggu yg jls ttp smngat,,,
    Gomawo,,,,

    • hai reader favorit gw ^_^
      eh sorry ya gw blm WA lo soalnya gw lagi rada ribet nih di kantor jadi ga sempet mainin hp hehehe
      gw jawab pertanyaan lo nanti di WA aja ya biar lebih privat gtu ^_^

  6. Dah mlai ktemu ni. Gimana reaksi taeny pas ktemu y??? Trus pnasaran prsan mreka gmana sbnre. Taengsic dah deket yoonfany jg,ribet ye???

  7. Wooaaa…..taengsic udah ketemu lg, penasaran ntar klo taeny udah ketemu, tae bakalan lebih milih siapa tuh…susah emang klo punya wajah ganteng and cute, pasti aja direbutin cewe2 cantik pula, bagi gw satu dong tae hehehe^^
    lanjut thor…semangat aja, emang nih bandung hujan mele bikin kagak enak body sama perubahan cuacanya

  8. aduh2 bru nongol nie w thor mian2,,bru ad mood baca soalna hhe,,,taeny lum ktmu jg ya??my sica trnyata d sini pintar ya haha cocok ga ya??
    d sini taeny ma yoonsic aj thor trz klo secret walts na bru taengsic n yoonfany biar adil gtu haha
    pgn secret walts nie thor,,,

  9. Ciaaaattt taengsic & yoongfany sebangku ,pany bener bener deh kayanya udh bisa suka sama org lagi beda hal nya dgn taeng dia masih utamain fany u.u.
    penasaran chptr selanjutnya ,akankah pany & taeng dipertemukan? wakakak

  10. Weww mkzdnya pa th nyokapnya yoong blg k fany utk ngejagain hatinya yoong 😮
    N yoong romantis bgt c m fany.udh c xan jadian j hehehe XD
    Ehh thor u tgl d bandung y?sm nh jakarta seharian ni sll ujan jd bqn mager #curcol jd nya :p

  11. Seneng deh taeng ketemu ama sica.
    Penasaran sama kelanjutannya nanti, kalau taeny bersatu. Kasihan sama yoong dan sica.
    Ok thor, izin baca selanjutnya.

  12. waaahh akhirnya jessie ktemu sm pahlwan penolngnya;-);-)
    cieeee yoong sm fanny mulai deket nih, tp msh pensran sih sbnernya prasaan fanny ke yoong gmn, krn spertinya fanny msh brharap brtemu taeng
    gak sabar nih nunggu taeny ktemuan

  13. Ping balik: LIST FF ROCKSMITH27 ^_^ | ANOTHER FORM Of FANFICT

  14. Waaah sica mw ketemuin taeng ma fanny nich,gmn yaaa ntr klo mrk dh ketemu??
    pdhl taengsic n yoongfanny dh pd dket,next chap akn lbh seru niich

  15. Intinya.. tae melupakan jAnji semasa kecilnya dgn pany begitu pun sebaliknya pany.. satu sama laen sudah di isi oleh yoonsic^^ kakak beradik.. huff😧
    aq harap tak mengecewakan ^^
    Gomawoyo thor..

  16. wohhooo , bakalan rumit nihh ,, taeng udah mulai suka sama sica ,, tpi masi ada fanny jga . ato jodohnya cuma jdi sahabat aja .. mereka saling mengagumi satu sama lain … taeng yoong jangg , buat YulTi klepek klepek . hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s