RED SILKY LINE CHAPTER 31

cymera_20140724_144833

Hello guys..

This is a special chapter i promised about..

PATIENT IS VIRTUE..

that’s my opinion for you guys about this chapter..

so.. wait for the other part ok??

Thanks for new reader and SILENT READER who always read this story

But I HOPE YOU can share your opinion about this story with your COMMENTS guys..

thanks to  reader who always appreciate my work with your COMMENT.. ^_^

Thanks guys..1-4-3  ^_^

SO ENJOY THE REST OF STORY>>>

“Yoonan.. apa yang kau lakukan??” Kesunyian itu pecah saat Jessica akhirnya berbicara setelah selama beberapa menit mereka hanya diam tak bicara.

“Aku.. aku sedang memperjuangkan nafas hidupku..” Yoonan semakin mempererat pelukan itu. He is nuzzled his face into Jessica’s neck yang membuat Jessica menahan hembusan nafasnya, tersentak dengan kehangatan yang diberikan oleh wajah Yoonan di musim yang dingin ini. Menyadari bahwa Jessica tak bisa mengelak dari sentuhannya, Yoonan kini mengecup lembut pulse point di leher Jessica.

“Hentikan!..” Setelah beberapa menit terbawa dalam suasana yang ia rindukan, Jessica mendorong tubuh Yoonan, melepaskan pelukan hangat yang Yoonan berikan padanya tadi.

“Mengapa kau melakukan ini.. kau tahu kan bahwa kita sudah memiliki pasangan masing-masing??!!” Jessica mengucapkan semua itu tanpa melihat wajah Yoonan, ia tak mampu melihat kedua mata Dark Brown Honey milik Yoonan yang begitu menarik dirinya untuk kembali ke pelukan kekasihnya itu.

“Pasangan masing-masing?? Maksudmu Tanner dan Miyoung??” Yoonan tersenyum pathetic menatap Jessica yang kini mulai berani menatap kedua matanya.

“Kau…” Jessica terdiam saat Yoonan kini berjalan mendekatinya lagi, menggenggam kedua tangannya dalam sentuhan yang begitu hangat.

“Aku  tahu Sica.. kau sudah.. sembuh..” Mata itu.. mata itu meminta Jessica untuk selalu menatap Yoonan yang kini tersenyum bahagia tapi sedih setelah mengetahui bahwa gadis yang ia cintai itu membohonginya selama ini.

“….” Jessica hanya terdiam menatap mata dan keindahan wajah yang sudah lama ia rindukan itu. Sementara Yoonan kini menghapus air mata Jessica yang bening seperti kristal.

“Aku tahu.. bahwa kau sudah mengingatku.. calon suamimu..” Yoonan mencium kedua mata Jessica bergantian secara perlahan, menghapus air mata berharga milik cinta dalam hidupnya itu.

Flashback

“Baiklah.. karena semuanya sudah hadir.. mari kita mulai diskusi ini..” Tanner berbicara layaknya moderator di hadapan kekasihnya, Yoonan dan Tuan Ahn. Ia terlihat begitu smart dengan kacamata RayBan coklat yang diberikan oleh Tiffany padanya sebagai hadiah ulang tahunnya kemarin.

“Kau terlihat.. begitu smart dan.. seksi..” Tiffany yang duduk di sampingnya membisikkan kata-kata itu sambil menggigit pelan telinga Tanner yang kini sudah memerah, membuat Yoonan dan Tuan Ahn tertawa melihatnya.

“Aigoo.. kita bisa melakukannya nanti Sayang..” Tanner kini balik berbisik pada kekasihnya yang juga ikut tertawa padanya sekarang.

Pervert!!.. siapa juga yang mau melakukan ‘itu’ denganmu!” Tanner bisa merasakan jeweran di telinganya setelah ia membisikkan kata-kata itu.

Stop it love bird.. apakah kalian mengundang kami kesini hanya untuk menjadi penonton act live porn kalian??” Tuan Ahn yang sudah begitu lama mengenal Tiffany berbicara pada Tanner yang masih kesakitan akibat jeweran Tiffany tadi, sedangkan Tiffany kini menyembunyikan raut malunya dengan membenamkan wajahnya ke dada Tanner.

“Kau begitu cute Miyoung-ah..” Tanpa sadar Yoonan mengucapkan itu semua, membuat Tanner yang mendengarnya berubah menjadi Jealous Freak saat itu juga.

“YAHH!!! Kau harusnya berkata seperti itu pada kekasihmu yang sudah mendapatkan kembali ingatannya..” Yoonan tersentak dan terkejut mendengar ucapan dari Tanner.

“Kekasihku.. sudah sembuh??” Senyuman itu kini mengembang di wajah Yoonan.

“Tapi.. kami belum bisa memastikannya..” Tiffany menatap Yoonan dengan keraguan yang tergambar di wajahnya.

“Mengapa??” Tatapan serius dan penasaran itu kini Yoonan tujukan pada Tiffany yang meminta pertolongan dari Tanner untuk menjelaskan semuanya.

“Sebenarnya.. sejak 2 minggu yang lalu Jessica bersikap begitu aneh padaku..” Tanner kini mulai menceritakan ini semua pada Yoonan yang mendengarkannya secara seksama.

“Bila ada kau di dekatnya.. kekasihmu selalu begitu clingy, mesra, perhatian dan baik padaku..”

“Tapi.. jika kau sudah tidak ada di lingkungan yang sama dengan sepupuku.. Jessica bersikap begitu dingin pada kekasihku.. bahkan aku pernah melihat itu secara langsung saat aku akan menjemput Jessi untuk perawatan kami di Gangnam..” Tiffany kini menambahkan keterangan pada Yoonan yang terlihat masih bingung dengan ini semua.

“Oh iya.. sepertinya Nona Jessica juga sudah mengingat kematian putramu, Yoonan..” Tuan Ahn kini ikut memperjelas kondisi Jessica yang sebenarnya pada Yoonan.

“Maksud Paman??” Yoonan mengalihkan pandangannya pada pria yang duduk di sebelahnya itu, berhadapan dengan Tanner dan Tiffany yang kini terlihat penasaran juga.

“Sudah 3 minggu ini Nona Sooyeon rutin mengunjungi makam keluarga Hwang di Gwangjin. Dia selalu mendatangi mereka satu persatu hingga akhirnya Nona Sooyeon menjenguk makam putranya sebagai destinasi terakhirnya. Matanya terlihat selalu merah jika ia sudah melakukan kunjungan itu.. Bahkan aku pernah sampai harus menggendong gadis yang sudah kuanggap sebagai cucuku itu karena ia tertidur hingga malam datang di samping nisan Tuan Suho.. dan ia selalu menyebut-nyebut namamu.. Yoonan..” Tuan Ahn menunjukkan wajah simpatinya pada Jessica yang terkadang terlihat begitu rapuh dibalik penampilan luarnya yang terkesan ambisius, aristokrat dan sarkastik.

“Kalau begitu ceritanya.. sudah bisa dipastikan bahwa kekasihmu benar-benar sudah mendapatkan kembali ingatannya..” Tanner mengemukakan hipotesanya di hadapan Yoonan yang masih sibuk dengan pikirannya setelah mendengar pengakuan dari Tuan Ahn.

“Tapi.. kenapa ia masih berpura-pura tak mengingat semua yang telah kita jalani selama ini?? Bahkan ia masih menganggap kau adalah kekasihku Miyoung-ah…” Yoonan berbicara pada Miyoung dengan kegalauan yang ada di hatinya.

“Yoonan betul juga.. bahkan jika aku mencoba memancing Nona Sooyeon untuk membicarakan tentang masa lalunya selama 3 tahun ini, Nona Sooyeon selalu mengatakan ia tak tahu apapun tentang itu..” Tuan Ahn ikut berbicara juga, memberikan informasi baru bagi 3 anak muda di sekelilingnya.

“Sepertinya ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh sepupuku itu..” Tiffany kini mulai curiga dengan semua ini, apalagi sepupunya itu adalah tipe gadis yang sedikit tertutup dengan rencana hidup yang akan dijalaninya ke depan.

“Apa ia sudah tidak mencintaiku lagi… dan ingin berpisah dariku dengan cara seperti ini??” Kata-kata itu terucap dari mulut Yoonan dengan keraguan dan kesedihan.

“Jessica terlihat begitu mencintaimu.. jadi tidak mungkin ia melakukan itu semua..” Tanner memberikan komentarnya sebagai seorang pengamat hubungan percintaan antara Jessica dan Yoonan selama ini.

“Mengingat percakapannya denganku kemarin, sebelum kecelakaan itu terjadi.. ada hal yang membuat Jessi terganggu hingga tergambar begitu jelas ketakutan jika aku akan mengambil kau darinya..” Tiffany kini mulai menceritakan lagi bagaimana pertengkarannya dengan Jessica saat itu.

“Tunggu.. kecelakaan itu terjadi sebulan setelah kami berlibur ke Jeju..” Sepertinya sesuatu kini mulai bermain di otak Yoonan, menggali kembali kilasan-kilasan kehidupannya dengan Jessica sebelum peristiwa buruk itu terjadi.

“Dan.. sejak kami pulang dari sana.. Sica selalu terlihat gelisah..” Semuanya kini mulai masuk akal bagi Yoonan.

“Maksudmu.. sesuatu telah terjadi di Jeju??” Yoonan menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan yang Tanner ajukan padanya.

“Menurutku.. lebih baik kita ikuti dulu saja permainan Nona Sooyeon.. jika sesuatu terjadi.. maka Yoonan harus cepat bertindak mengkonfrontasi beliau untuk menceritakan alasannya..” Tuan Ahn memberikan saran yang mendapat persetujuan dari Yoonan setelah memikirkan lagi apa yang sebenarnya terjadi pada kekasihnya itu.

End Of Flashback

“Yoonan.. aku..” Jessica tak bisa lagi berkata saat pria di hadapannya itu mengheningkan ucapannya dengan kecupan manis yang begitu luar biasa. Yoonan menarik pinggang Jessica agar gadis itu semakin dekat dengannya, menyatukan kehangatan 2 jiwa yang saling merindukan dalam kondisi yang berbeda. Sementara Jessica menggantungkan tangannya di udara, tak berani memberikan respon yang berarti pada ciuman hangat yang diberikan Yoonan padanya sekarang.

“Sica… mengapa kau harus melakukan ini semua?? Tell me..” Dengan itu Yoonan melepaskan pagutan bibirnya dari Jessica, mendekatkan wajahnya dengan Jessica yang masih breathless dan dazzling dengan Mind Blowing Kiss yang diberikan Yoonan padanya.

……………………………………………………………………………………………………………………………

“Apa maksudmu Miyoung hamil??” Soohyun begitu terkejut saat Seung Hun mengatakan itu semua padanya.

“Betul Nyonya.. kemarin Nona Miyoung pingsan dan dibawa ke rumah sakit terdekat dari lokasi pemotretannya di Dongdaemun. Saat dikonfirmasi kepada dokter yang menanganinya, ternyata Nona Miyoung sudah hamil selama 3 minggu ini…”

“Baiklah.. terima kasih Seung Hun.. kau bisa melanjutkan pekerjaanmu yang lainnya..” Seung Hun kemudian membungkuk lalu berjalan keluar dari ruang kerja Soohyun di Mansionnya.

“Kalian… kukira kalian bisa mengontrol hormon kalian… Aigoo.. sepertinya rencana itu harus diubah kembali..” Soohyun lalu mengambil sebuah map biru dari brangkas rahasianya. Ia membuka kembali dokumen-dokumen yang ada di map itu dengan seksama, memperbaiki part mana yang harus ia rubah. Setelah mengerjakannya selama 30 menit, kemudian ia menelepon pengacara pribadinya, Lee Min Jung.

“Hallo.. Lee??” Soohyun menyapa perempuan yang sudah ebgitu dekat dengannya. Bagaimana tidak.. Soohyunlah yang sudah membiayai Min Jung untuk meneruskan pendidikannya hingga kini gadis itu telah berhasil menjadi pengacara wanita yang begitu sukses baik di dalam maupun luar negeri.

“Ada apa Bu?” Min Jung yang sudah begitu dekat dengan Soohyun selalu memanggil Soohyun seperti ibu kandungnya sendiri, bahkan meskipun kedua orangtuanya masih hidup hingga sekarang.

“Bisakah besok kau mengunjugi ibumu yang sudah tua ini?” Soohyun memang sudah sangat merindukan putri kesayangannya itu, apalagi setelah Yuri meninggal di hari yang sama dengan Sang Hee dan istrinya, Soohyun selalu merasa kesepian meskipun Yunho begitu baik dan berbakti padanya.

“Memang kenapa?” Min Jung yang terdengar masih di ruang sidang berjalan menjauhi lokasi sidang yang begitu bising.

“Ini mengenai surat yang kutulis padamu 2 tahun yang lalu.. apa kau masih ingat??” Soohyun bertanya pada Min Jung yang masih terdiam, mengingat kembali surat yang ibunya itu maksudkan.

“Oh iya bu.. aku ingat.. surat yang sangat kau jaga kerahasiaannya itu kan??” Kini Min Jung balik bertanya pada Soohyun yang tersenyum dengan tingkah antik putri angkatnya itu.

“Betul.. ada sesuatu yang harus kuubah.. dan itu membutuhkan keahlianmu.. bisakah kau datang besok??”

“Sangat bisa!! Apalagi jika ibu yang memintanya…” Min Jung tertawa kecil saat mendengar ibu angkatnya yang terkenal tegas tapi penyayang itu tertawa begitu lepas, tawa yang hanya ia dengar saat Sang Hee dan Yuri masih ada di dunia ini.

…………………………………………………………………………………………………………………………..

“Sayang… mengapa kau masih belum membuka blind fold ini??” Tiffany bertanya pada Tanner yang masih memapahnya keluar dari mobil mewah kekasihnya itu.

“Karena kau masih belum boleh melihat ini semua..” Ucap Tanner masih memapah gadis yang sejak 2 minggu lalu resmi menjadi tunangannya berjalan menuju pintu utama hadiah yang ia siapkan semenjak beberapa bulan lalu bersama kakeknya.

“Sekarang.. bukalah matamu Tiffany Hwang..”Tiffany membuka kedua matanya dengan perlahan setelah kekasihnya itu melepas blind fold yang tertempel di kedua matanya.

“Tanner.. ini….” Tanner tersenyum saat melihat gadis di sampingnya itu terlihat speechless melihat kejutan yang telah ia siapkan dengan susah payah.

“Potonglah pitanya.. dan kita bisa masuk kedalam..” Tanner memberikan Miyoung gunting PINK yang sudah ia siapkan. Dalam sekejap pinta itu sudah terpotong, Tanner bertepuk tangan melihat itu semua.

“Yesss… selamat Miss Hwang… Mansion ini sudah resmi menjadi milik kita berdua..” Tanner kemudian memeluk Tiffany dari samping dan membawa gadis yang masih clueless itu memasuki mansion Eropa Asian Style yang sudah ia bangun selama 5 bulan ini.

      Saat memasuki rumah mewah dan megah itu, Tiffany melihat banyak sekali foto dirinya dipajang sebagai dekorasi tambahan yang mempercantik rumah berdesain kuno modern ini. Tanner mengajak Tiffany untuk berkeliling menjelajahi rumah baru mereka yang sengaja didesain oleh Tanner dan Yoonan. Desain rumah ini begitu unik, indah dan menarik. Percis seperti rumah impian Tiffany yang pernah ia ceritakan pada Yoonan dulu, saat mereka masih menjadi sepasang kekasih.

“Rumah ini.. apa Yoonan yang mendesainnya?? Tiffany bertanya pada Tanner yang masih memeluk dirinya dari samping.

“Mansion ini.. aku dan Yoonan yang mendesainnya.. sesuai dengan rumah impianmu Fany-ah..” Tanner melepaskan pelukannya lalu mengajak Miyoung berjalan menuju ruang seni dan musik yang ada di lantai paling bawah. Tanner sengaja membangun ruangan itu karena dirinya dan Tiffany sama-sama memiliki hobi di dunia seni. Tanner lebih menyenangi dunia fotografi dan musik, sedangkan Tiffany lebih senang dengan dance dan flute-nya. Tapi harus ia akui, suara Tiffany begitu indah, layak jika kekasihnya itu ingin terjun ke dunia tarik suara sebagai penyanyi.

“TADAAA!!… this is special for you..” Tiffany terkejut saat melihat ruangan itu dihiasi walpaper gambar dirinya dan Tanner dengan dihiasi warna PINK sebagai backgroundnya. Ia melihat dirinya dan Tanner terlihat begitu serasi di foto walpaper dinding ruang seni dan musik ini. Dinding ruangan ini berisi foto dan karikatur pemotretan foto untuk pertunangan Tiffany dan Tanner 2 minggu lalu.

“Sayang.. Thank you so much.. it’s really great and epic…” Tiffany tak bisa menyembunyikan air mata kebahagiannya saat melihat ini semua. Apalagi Tanner sendirilah yang mengawasi pembangunan mansion ini hingga bisa sesempurna sekarang. Ia tak menyangka seorang Tanner Kim bisa begitu mencintainya meskipun ia sudah bicara blak-blakan bahwa ia masih belum bisa mencintai namja itu seutuhnya.

Anything for you.. my girl, my love and my world..” Tanner menarik Tiffany untuk berhadapan dengannya lalu mengecup dahi, hidung dan bibir kekasihnya yang sedang mengandung calon bayi mereka. Beberapa detik kemudian terdengar suara aneh yang menandakan bahwa seseorang sedang lapar.

“Haha.. sepertinya anak kita dan ibunya sudah tidak sabar ingin memakan makan malamnya..” Tanner tertawa bahagia sambil mengusap perut Tiffany yang masih terlihat langsing seperti biasa.

“Duduk dan tunggulah disini.. aku yang akan menyiapkan semuanya untuk kalian..” Tanner membawa Tiffany menuju sofa terdekat, mencium perut Miyoung dan dahi gadis itu lalu berlari keluar menuju dapur untuk menyiapkan semuanya.

……………………………………………………………………………………………………………………………

“Karena kita.. tidak bisa bersama.. lagi..” Sooyeon mendorong tubuh Yoonan agar tidak terlalu dekat dengan dirinya.

“Apa maksudmu??” Yoonan menatap wanita di hadapannya itu dengan kebingungan dan kepedihan yang tergambar di wajahnya. Ia tak percaya bahwa gadis yang iya yakini sangat mencintainya itu bisa mengucapkan kata-kata yang tak pernah mau ia dengar seperti tadi. Jessica pun kini gugup dan bingung setelah mengucapkan hal itu. Apakah ia harus jujur pada Yoonan atau semakin memperdalam kebohongan ini.

“Apa kau masih ingat dengan stand ramalan yang kita kunjungi di Jeju??” Jessica ternyata memilih untuk jujur, ia berharap Yoonan bisa mengerti semuanya.

“Ada apa dengan ramalan itu?? Mengingat hal itu.. kau tidak pernah menceritakan hasil ramalan itu lebih lengkap padaku..” Yoonan kini mulai curiga pada Jessica yang wajahnya terlihat terganggu, cemas dan sedih setelah ia membahas lagi tentang ramalan itu.

“Bumi dan langit akan sangat murka bila kita tetap bersatu..”

“Apa kau serius Sica??” Yoonan ingin tertawa menatap kekasihnya yang terlihat begitu takut dengan ramalan bodoh itu. Bagi Yoonan, ramalan hanyalah sebuah ramalan, suatu hal yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang, tapi masih bisa kita cegah dan perbaiki, sesuatu yang seharusnya membuat diri kita berusaha melakukan yang terbaik dalam hidup kita, bukan terjebak di dalamnya dan mengabaikan tujuan hidup kita yang sebenarnya di dunia ini, yaitu do the best on everything you have to do and you willingly to do.

“Cinta yang lalu akan berjaya menggantikan kemesraan yang ada diantara kita sekarang….”

“Maksudmu.. aku akan kembali pada sepupumu yang sudah mengandung putra Tanner??” Jessica menganggukan kepalanya tapi terkejut saat Yoonan memberi tahu kehamilan sepupunya itu. Memang beberapa hari kemarin Jessica jarang sekali berhubungan dengan Tiffany karena ia sendiri kini kembali sibuk di HJ Group, apalagi neneknya meminta dirinya untuk segera memperbaiki management perusahaan mereka di New York.

“Dan.. seseorang akan menjadi korbannya…. kesempatan seseorang untuk hidup akan hilang bila kita melanjutkan ini semua..” Meskipun masih terkejut, tapi Jessica tetap memberitahukan tentang ramalan itu, ia rasa Yoonan perlu tahu tentang kejelasan dari ramalan ini. Hatinya begitu sedih jika sudah mengingat tentang Suho, putra yang sangat ia dambakan dalam kehidupan bahagianya bersama Yoonan.

“Suho.. ia adalah korban dari semua ini.. korban dari keegoisanku karena aku masih memilih untuk tetap bersamamu waktu itu..”

      Di poin ini, Yoonan terdiam.. ia kini mengerti kenapa Jessica menjadi sangat percaya dengan ramalan itu. Yoonan kini mulai mengerti bagaimana beratnya hal ini bagi calon istrinya. Apalagi Suho adalah anak pertama mereka dan mereka sudah melakukan segala persiapan untuk menyambut lahirnya malaikat kecil hasil cinta mereka. Rasa sakit dan sedih itu kini menjalar di hati Yoonan.

“Sica.. Sayang.. maafkan aku.. aku tak tahu bahwa ternyata hal ini sungguh berat dan sulit bagimu…”

    Yoonan berjalan secara perlahan, menarik Jessica yang terlihat begitu rapuh, lost and pathetic dalam pelukan comfort-nya. Ia ingin menenangkan gadis itu, memberi tahunya bahwa mereka bisa menjalani  dan menghadapi ini semua jika mereka melangkah bersama mematahkan ramalan itu ataupun mencari solusinya bersama-sama. Selama beberapa menit keduanya hanya terdiam, mencoba saling menenangkan dan mengobati luka hati masing-masing.

“Tapi.. cinta sejatiku akan datang saat aku benar-benar terjatuh dalam hidupku…”  Suara Jessica terdengar begitu parau saat mengucapkan itu semua, mungkin efek dari tangisan yang selalu menjadi teman setianya selama beberapa minggu kemarin.

“Apa kau.. tak yakin.. bahwa aku.. cinta sejatimu?” Kata-kata Jessica tadi membuatnya berpikir kembali tentang hubungan mereka.

‘Aku.. bukan pria itu? Apakah itu yang kau yakini.. Sica?’ Ucap Yoonan dalam hatinya, menatap Jessica yang masih terdiam dalam pelukannya. Genggaman tangannya di tubuh Jessica melemah, memikirkan bahwa gadis yang selama ini menjadi pemacu hidupnya mungkin sudah tak menginginkan dirinya lagi, hal yang akan membuatnya kembali jatuh dan tak percaya bahwa bahwa cinta itu ada jika itu memang terjadi.

“So.. it mean… yes?” Yoonan’s hearts sink into the sea when he didn’t hear a ‘NO’ word from the girl who silently cried in his embraced.

—————————————————————————————————————————-

————————————————————————————————-

READY FOR THE NEXT PART OF THIS CHAPTER?? BRACE YOURSELF!!!

hahhaha hallo reader gw yg renke renke (keren dibalikin hehehe)

gimana?? senang dengan double update hari ini??

gimana ceritanya?? makin aneh?? bingung? seru?? atau greget?? hehe

jangan lupa komen ya dan main ke wp gw di https://risma3194.wordpress.com/author/risma3194/ hehe

oke bye.. see next week ^_^

Iklan

28 pemikiran pada “RED SILKY LINE CHAPTER 31

  1. awww tantan so sweeettt deh,,
    bangun rmh impian terus di dekor dan di sesign sendiri pula*dibantu yoonan dikit*hehehe
    ayolah sica terima yoonan*lagi* ntar klo sandiwara mu tetep di lanjutin ksian miyoung ama tantan jg calon anak nya u,u
    pan the next suho msh bisa di bikin lagi*plakkk 😀

  2. Haunt pls deh sica pas peramal itu mau ngejelasin yg terakhir tentang ramalan elu sama yoonan tp elu malah motong omongannya dia, jadinya kek gini kan. Pls yoonsic jangan pisah kalian mesti tetep bersatu yaaa

    Taeny udah punya apartemen mewah dan sekarang punya rumah mewah. Udahlah cepetan nikah abis itu lahirin anak pertama biar rumah kalian rame 😀

  3. Ya ampun Jessie loe knapa harus percaya sama ramalan iti sih ,, malah pas akhirnyavga di dengerin ..
    Tae sweet ngt sih jdi cowo ,, Fanny pasti perlahan” cinta mati deh sama Tae .
    Semangat terus ^_^

  4. Jiahhhh udah chapter 31 -_-
    Macem mana ini thorr nyarii chapter 1 nya :3

    Coba ada listnya thor pastii lebih gampang >_< *plaaakkkMaunyaYginstan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s