SECRET WALTZ Chapter 2

tumblr_mwfap0REw81swqx1fo2_500

“Noona.. gwencahanayo??” Sooyoung bertanya pada kakaknya yang baru saja tiba di rumah setelah semalaman tak pulang.

“Tentu saja.. memang Noona kemnapa Soo??” Sooyeon tersenyum pada adiknya yang menyipitkan kedua matanya, mengamati wajah kakaknya seksama.

“Bibirmu.. terluka Noona.. ada apa?? Apa ini karena Oppa??” Sooyoung memang adik Sooyeon yang paling cerdas meskipun ia blm seusia kakaknya, Hyoyeon yang masih sangat kekanak-kanakan.

“Oh ini.. tadi malam Noona terjatuh saat berlari menghindari paman-paman yang ingin mencelakai Noona.. sudah diobati kok.. kau tak usah khawatir ya Soobaby..” Jessica mengecup hidung Sooyoung yang pikirannya segera luluh dan teralihkan setelah menerima kecupan itu.

Kriuk….

“Hahaha.. kau lapar kan?? Ayo kita makan jajangmyun yang sudah Noona beli tadi..” Sooyeon mengeluarkan dua mangkuk jajangmyun favorit Sooyoung yang masih hangat. Keduanya memakan makanan mereka dalam diam, yang satu fokus dengan makanan yang sedang dilahapnya, yang satu focus dengan pilihan hidup dan takdirnya.

FLASHBACK

“Istri?? Seorang Kwon??” Sooyeon yang selama ini hidup dalam kemiskinan tak mengetahui siapa pria yang ada di hadapannya saat ini. Yoonan masih memberikan tatapan yang begitu dalam pada Sooyeon yang juga tak mengalihkan pandangannya dari pria di hadapannya.

“Haha.. kau tidak tahu aku??” Yoonan melepaskan genggaman tangannya lalu mengalihkan pandangannya ke depan, mulai mengemudikan lagi mobilnya menuju rumah megahnya di Chondamdong.

“Hei.. Tunggu! Kau belum menjawab pertanyaanku!!” Sooyeon menarik tangan Yoonan yang masih memegang kendali mobilnya, membuat pria itu secara tiba-tiba menghentikan mobil yang mereka tumpangi.

“Aigoo.. kau ingin kita berdua mati?? Lalu bagaimana dengan adik-adikmu??” Yoonan kini melepaskan fedora dan kacamatanya, membuat Sooyeon terdiam untuk sesaat ketika melihat wajah Yoonan lebih jelas tak tertutupi apapun. Untuk sesaat waktu seakan terhenti. Doe eye yang indah itu.. membuat Sooyeon terhisap kedalamnya. Wajah pria di hadapannya itu.. terlalu sempurna seperti pangeran penyelamatnya. Tapi ada bayangan hitam dalam sepasang mata indah itu. Kesedihan.. kekecewaan.. kesepian.. itulah yang Sooyeon lihat dari pria di sampingnya yang kini memegang bahunya mantap.

“Jung Sooyeon.. kau harus percaya padaku. Aku akan menyelamatkanmu dari semua masalahmu. Adikmu akan aman. Semua kebutuhan mereka akan terpenuhi. Mereka tidak perlu kelaparan lagi. Kakakmu.. aku akan mencarinya dengan semua tenaga yang kupunya. 20 jutamu akan kuberikan sekarang juga jika kau mau. Tapi hanya satu syarat dariku.. jadilah pendampingku.” Pria itu mengecup bibir Sooyeon yang terdiam bingung tak tahu harus berbuat apa.

END OF FLASHBACK

‘Haruskah aku menerima tawaran Mr. Kwon??’ perang batin terjadi dalam diri Sooyeon.

‘Tapi pangeranku.. akankah aku bertemu dengannya lagi?? bisakah kau menyelamatkanku lagi Mr. Lesung Pipit??’ Pinta Sooyeon dalam hatinya tak menyadari Sooyoung yang sedari tadi memperhatikan kakaknya yang tak fokus dan terlihat bingung.

………………………………………………………………………………………………………………………………

“Noona!! Andwae!!!…. hwuaaaaa!!!! Noonaaa!!!!” Hyoyeon dan Yuri menangis histeris tak mau melepas pelukan kakak sekaligus ibu bagi mereka. Sooyoung hanya terdiam dingin menahan linangan air matanya. Ia tak boleh menangis. Itulah yang selalu Sooyeon katakan padanya. Sementara itu Sooyeon juga tak bisa menahan isakan tangisnya. Ia masih memeluk ketiga adiknya itu begitu erat, mengecup puncak kepala mereka satu persatu. Sunkyu yang belum mengerti apapun hanya tertawa melihat wajah sedih yang diperlihatkan Shinyoung padanya. Ada apa sebenarnya ini????

“Yuri.. Hyo.. Soo… Noona harus melakukan semua ini. Ini demi kita semua. Oppa akan pulang nanti. Shinyoung Ahjushi dan teman-temannya akan menemani kalian selama Noona pergi nanti. Ini semua takkan lama.. jika waktunya sudah tiba.. kalian bisa tinggal bersama Noona… Noona mohon jaga diri kalian baik-baik ya…” Yuri dan Hyoyeon masih saja menangis sambil menganggukan kepalanya sedangkan Sooyoung.. bocah itu masih diam membisu.

“Soo.. apa kau mengerti? Tolong jaga saudara-saudaramu ya.. Noona percaya kau bisa Soo.. kau adalah pahlawan Noona..” Sooyeon melepas pelukan itu, mendekap wajah Sooyoung dengan kedua tangannya. Air mata itu kini mengalir. Sooyoung tak bisa lagi menahan tangisnya. Jessica memeluk Sooyoung erat.

“Sooyeon-ah.. sudah waktunya kita..” Yoonan tak usah melanjutkan ucapannya lagi saat Sooyeon memandangnya dengan anggukan kepalanya.

“Noona sangat menyayangi kalian.. jika kalian rindu dengan Noona.. peluklah bantal dan guling baru yang sengaja Noona buat untuk kalian. Jaga diri baik-baik ya.. kalian tidak boleh nakal.. bahkan pada Nyonya Nam sekalipun. Ingat pesan Noona.. kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Cara terbaik untuk membalaskan dendam.. adalah dengan memaafkannya… I love you…” Sooyeon kemudian memeluk lagi adiknya satu persatu, mengecup wajah mereka.Dengan langkah yang berat ia berjalan masuk ke mobil Royal Royce pria yang akan segera menjadi suaminya. Ia tak mau membalikan pandangannya ke belakang, melihat adik-adiknya menangis sejadi jadinya.

“Kau masih ingat dengan perjanjian kita kan?” keduanya kini sudah duduk di mobil sementara Sooyeon kini memutuskan untuk melihat adik-adiknya di belakang bersama Shinyoung yang berusaha menenangkan mereka.

FLASHBACK

“Jadi??” Yoonan yang masih serius membaca file-file di meja kerjanya bertanya pada Sooyeon yang berdiri di hadapannya. Ia memberikan waktu 1 hari bagi gadis itu untuk berpikir lagi dengan tawarannya. Tapi ia yakin.. Sooyeon akan menerimanya.

“Aku mau.. tapi segera berikan 20 juta itu padaku sekarang juga!” Yoonan hanya tertawa kecil melihat gadis di hadapannya itu. Hanbok yang lusuh dan wajah yang kusam.. rambut berantakan.. sungguh tak ada setitikpun bila ia bandingkan dengan gadis yang sudah mencuri perhatiannya sejak 3 tahun yang lalu.

“Tak masalah… asal kau mau menandatangani perjanjian ini..” Yoonan mengisyaratkan Sooyeon untuk mendekat, duduk di hadapannya, membaca kontrak perjanjian yang sudah ia buat untuk gadis polos kumuh di hadapannya itu. Untuk beberapa menit Sooyeon hanya terdiam melihat kertas di map biru itu. ia membolak-balik kertas itu seakan mencari sesuatu penting di dalamnya dengan wajah sedikit frustasi.

“Aku.. aku tidak bisa membaca..” Tak ada keterkejutan di wajah Yoonan mendengar pengakuan Jessica yang wajahnya sudah memerah malu. Ia kemudian memanggil Shinyoung, meminta pelayan setianya itu membacakan isi kontrak.

“…. point pertama… Pihak II harus mengganti nama dan menutupi identitas lamanya. Pihak I berhak mengganti nama dan identitas Pihak II sesuai dengan kehendak Pihak I. Pihak II tidak boleh membuka identitasnya atau memberitahu siapapun mengenai kebenaran identitasnya. Point kedua.. Pihak II akan selalu menuruti dan patuh pada semua permintaan Pihak I. Point ketiga… Pihak II harus mengganti uang 200% dari uang yang diberikan Pihak I sebesar 20 juta won jika Pihak II melanggar semua isi perjanjian ini..” Sooyeon terdiam setelah mendengar itu semua.

“Tunggu.. maksudmu aku harus menjual hidupku padamu.. tapi bukankah kau ingin aku menjadi istrimu saja?”

“Hahaha… apa kau pikir 20 juta won bisa turun dari langit dengan sendirinya? Tentu saja tidak. Dan itu semualah yang harus kau bayar untuk 20 juta won mu. Tenang saja.. kau akan menikmati semuanya nanti.. Jessica Kwon..” Yoonan tersenyum tampan padanya, membuat Jessica tak bisa menepis pesona dan aura tak terdefinisikan yang selalu pria itu berikan padanya.

“Kwon.. Jessica?? Siapa itu?” dengan tatapan bodoh dan polosnya Sooyeon bertanya.

“Itu adalah kau Jung Sooyeon. Mulai saat ini Jung Sooyeon telah mati.. karena kau sekarang telah menjadi seorang Kwon.. dengan menandatangani perjanjian ini maka kau telah resmi menjadi tunanganku…”

“Tapi.. aku..”

“Kau adalah calon istriku Jessica.. kau harus sempurna untuk menjadi pendampingku. Tadinya aku akan segera mengadakan pernikahan kita tapi melihat kondisimu sekarang.. kau butuh pembekalan dari para ahli untuk membuatmu menjadi Lady Kwon yang layak. Maka dari itu.. aku memberimu waktu 2 bulan untuk mengubah dirimu menjadi Lady Kwon yang sesungguhnya. Jika kau gagal.. maka kau harus mengganti semua yang telah kuberikan padamu.. well semuanya terserah padamu. Jika kau ingin mundur.. silakan..” Yoonan mengalihkan lagi pandangannya pada file-file di hadapannya, tak menghiraukan kehadiran Sooyeon di hadapannya yang ingin sekali membunuh dirinya.

“Aku setuju..” senyuman tampan tapi licik itu kini muncul di wajah Yoonan yang tak Sooyeon sadari karena pria itu masih duduk membelakangi dirinya.

END OF FLASHBACK

“Tentu saja aku masih ingat..” Sooyeon terisak dalam tangisnya melihat adik-adiknya berlari mengejar mobil yang ia naiki. Yoonan tersenyum puas melihat reaksi yang Sooyeon berikan padanya.

“Mulai sekarang kau harus membiasakan dirimu menjadi Jessica Kwon.. bukan Jung Sooyeon.” Yoonan kini mengikuti direksi pandangan gadis di sampingnya yang terlihat begitu sedih. Ia bisa melihat seorang bocah dengan jambul di kepalanya berteriak berlari mengejar mobil mereka, sementara 2 bocah lainnya sudah ketinggalan di belakang bocah berjambul itu, kehilangan energy berlari begitu cepat dan cukup jauh demi menggapai Noona-nya.

“Soo…” Tangis Jessica tak terbendung lagi melihat Sooyoung yang jatuh berguling. Bocah itu berusaha bangkit dan berlari lagi meskipun kakinya terluka.

“Noona!!! Jangan pergi!!” Teriakan itu masih bisa Sooyeon dengar. Ia berbalik menatap Yoonan yang dengan tegas menggelengkan kepalanya menjawab permintaan wanita di sampingnya.

“Mereka harus belajar hidup tanpamu..” simple.. hanya kata itu yang terucap dari wajah aristokrat Yoonan. Sooyeon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia marah.. kesal.. tapi di satu sisi ia juga harus menepati janji yang sudah ia buat dengan pria menyebalkan tak punya hati yang duduk di sampingnya. Sooyeon kembali melihat Sooyoung yang perlahan menjauh.. mengecil.. hingga kini tak terlihat sama sekali.

‘Maafkan Noona… Noona pasti kembali..’

………………………………………………………………………………………………………………………………….

“Apa kau benar-benar harus pergi?” Seorang pria dengan fedora abu dan kacamata hitam favoritnya memeluk gadis yang menyenderkan kepalanya di bahu bidang berotot pria itu.

“Kau tahu.. ini semua sudah menjadi tanggungjawabku..” gadis itu berhenti menyenderkan kepalanya, menatap pria yang masih saja terlihat seperti bocah baginya. Ia melepas kacamata yang menutupi keindahan di hadapannya. Gadis itu tersenyum menyipitkan kedua matanya melihat pria yang kini menatapnya lembut.

“Aku akan sangat merindukanmu… Ms.Hwang..” Pria itu mengecup kedua mata gadis di hadapannya.

“Nado..” eye smiling girl itu memeluk kembali pria yang masih mengecup puncak kepalanya.

“Tif.. kau harus tahu.. apapun yang terjadi nanti.. aku mencintaimu.. jika aku melakukan sesuatu yang sangat mengejutkanmu.. kau tahu bahwa aku memiliki alasannya.. so believe me.. as always..” pria itu mengecup dahi gadis yang tersenyum manis mendengar ucapannya. Untuk beberapa detik mereka masih terdiam dengan posisi seperti itu, menikmati kebersamaan yang mereka punya.

“Maaf Nona Hwang.. pesawat anda sudah siap..” suara asisten pribadi gadis itu memecahkan moment mereka. Dengan berat hati pria itu melepaskan bibirnya dari dahi gadis yang tak henti mengalihkan dunianya.

“I love you.. take care.. have a safe flight..” pria itu mengecup kedua pipi dan bibir gadis itu ringan.

“Thanks.. Mr. K..”Tiffany mengecup singkat pria itu, memeluknya begitu erat lalu dengan berat hati melepasnya. Ia memasangkan kembali kacamata pria itu, tersenyum puas melihat prianya itu sudah terlihat lebih tampan dan keren. Perlahan ia melepas genggaman tangan mereka, membalikan badannya, meninggalkan pria yang terdiam bisu melihat kepergiannya. Ia berjalan menuju pintu keberangkatan dengan hati yang berat. Meskipun ini adalah kesekian kalinya ia berpisah dengan prianya, tapi tak tahu kenapa saat ini hatinya begitu berat. Langkah itu terhenti. Ia memalingkan pandangannya, menatap sekali lagi pria yang masih terdiam tersenyum padanya.

“I Love You..” Tiffany mengucapkannya tanpa suara, memberi tanda pada pria yang menganggukan kepalanya, mengerti dengan secret gesture yang mereka miliki.

‘I Love You Too.. i’m sorry Fany-ah..’ pria itu berucap dalam sunyi, memandangi gadis yang berjalan menjauh darinya.

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

“Kau.. darimana?” Jessica yang berada di atap lantai 3 mansion mewah itu bertanya pada calon suaminya yang baru saja keluar dari mobil Range Rover hitamnya. Sontak Yoonan terkejut melihat gadis mungil itu berada di tempat yang berbahaya dengan posisi yang bisa saja membunuh calon istrinya itu.

“YAH!! APA KAU GILA?? CEPAT TURUN!!!” Sooyeon menatap pria di bawahnya itu bingung. Ia merasa tidak ada yang salah dengannya. Ia hanya sedang membersihkan jendela dan kaca kamarnya yang sangat kotor.

“Nanti.. kaca ini belum bersih.. aku tidak nyaman dengan kondisi yang kotor seperti tadi..” Jessica kini kembali mengelap dan membersihkan kaca itu, sementara Yoonan geram dan khawatir melihatnya.

“KAU BISA MENYURUH PELAYAN!!! KAU TIDAK USAH MELAKUKAN HAL ITU SENDIRI!!! DEMI TUHAN JESSICA.. KAU ADALAH SEORANG KWON.. INGAT ITU!!!” Yoonan tak bisa menahan amarahnya. Ia segera menghubungi Uncle Jang, PA-nya yang sudah kembali dari rumah Sooyeon, mengurusi adik-adik gadis itu.

“Iya?” Jang Shinyoung yang baru saja keluar.. terlihat kelelahan menghampiri bosnya.

“Mengapa kau membiarkan dia melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang Lady Kwon??” Betapa terkejutnya Shinyoung saat melihat Jessica yang dengan berani.. tanpa beban dan ceria berdiri di pijakan kecil dekat jendela kamarnya. Salah satu langkah saja.. nyawa gadis itu taruhannya.

“Ahh.. maafkan Paman, Yoong.. tadi aku sedang menyusun program untuk pendidikannya bersama Nona Park..”

“Kau harus lebih hati-hati lagi Paman.. gadis liar dan bodoh itu tak boleh mati.. jika kau memang ingin membantuku..” Yoonan berlalu meninggalkan Shinyoung yang menatap sedih kepergian tuan mudanya itu ke dalam rumah.

“Tentu saja.. aku akan membantumu Yoon.. kau.. sudah waktunya kau untuk merasakan kebahagian yang sebenarnya dalam hidupmu..” Pelayan dengan wajah tampan dan konyolnya itu lalu menyusul Jessica yang masih sibuk dengan kegiatan bersih-bersihnya yang menantang maut.

…………………………………………………………………………………………………………………………………

“Oppa.. hahaha.. kau kalah.. kau harus membelikan aku permen kapas warna pink itu!” Seorang gadis berbicara dengan imutnya pada laki-laki yang lebih tua 1 tahun darinya.

“Kenapa tidak yang warna ungu dan biru?? Itu lebih enak..” laki-laki itu tersenyum melihat adiknya yang kembali berpikir dengan tawarannya tadi.

“No no.. aku hanya mau yang pink..” gadis kecil itu berlari menyebrangi jalan menuju toko permen itu, meninggalkan si Oppa yang tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah cute adiknya yang satu itu. Senyuman itu seketika berubah menjadi kekhawatiran saat si Oppa melihat sebuah van putih melaju begitu kencang ke arah adiknya yang masih berlari kecil menuju permen kapasnya. Dengan segera ia berlari menghampiri adiknya itu, tapi naas.. ia malah terjatuh, kepalanya tak sengaja membentur batu besar di samping jalan. Untuk beberapa detik hanya bayangan putih yang menyelimutinya. Ia berusaha membuka matanya, mengumpulkan kesadarannya. Sekilas ia bisa melihat seorang gadis di ujung jalan yang tergeletak bersimpah darah di kepalanya. Ia mencoba bangkit.. tapi tak bisa. Perlahan… pandangannya kini memudar.. hanya kegelapanlah yang menyelimuti dunianya saat itu.

“Taeyeon-ah.. Sayang.. ini sudah waktunya kau bangun, Nak..” Kim Min Joong berusaha membangunkan putranya yang terlihat gelisah dalam tidurnya itu.

“Tidak.. Kumohon.. jangan pergi.. Maafkan Oppa..” Air mata itu perlahan mengalir dari kedua mata Taeyeon yang masih tertutup rapat.

‘Apa ia sedang sleep talking lagi? Mungkinkah ia bermimpi buruk?’ Min Joong bertanya-tanya dalam hati. Putra semata wayangnya itu terlihat begitu sedih saat ini.

“Taeyeon-ah.. ini Umma Sayang… bangunlah..” setelah beberapa kali mencoba,, akhirnya pemuda baby face itu bangun juga. Ia terlihat bingung melihat Umma-nya menatapnya sedih dan khawatir.

“Morning.. euh.. ada apa Umma?” masih dengan wajah polosnya,, Taeyeon bertanya pada ibunya yang perlahan menyunggingkan senyum indahnya.

“Gwenchana.. Umma dan Appa tunggu kau di bawah ya..” dengan itu Min Joong keluar, meninggalkan Taeyeon yang masih bingung melihat tingkah Umma-nya tadi.

“Gadis kecil itu.. mengapa ia selalu datang ke mimpiku?” Taeyeon terdiam kosong menatap langit-langit kamarnya yang ia lukis beberapa tahun lalu bersama sahabat terbaiknya, Kwon Yoonan.

………………………………………………………………………………………………………………………………….

“Selamat siang.. namaku Park Shinye.. aku adalah guru etiketmu bersama Mr Jang yang akan membantuku juga..” Seorang wanita yang terlihat begitu anggun, cantik dan elegan memperkenalkan dirinya kepada Sooyeon aka Jessica yang terpesona melihatnya. Sementara Yoonan hanya tersenyum kecil menganggukan kepalanya melihat wanita yang sudah terkenal dengan kemampuannya dalam mengajar etika membentuk seorang gadis biasa menjadi seorang ‘Lady’ yang sukses mendampingi pasangan hidupnya.

“Aku Jessica.. Jessica Kwon hehehe..” dengan tingkah polos dan kampungannya, Jessica bersalaman dengan Shinye yang tersenyum manis padanya.

“Haha.. senang berkenalan denganmu juga.. kurasa kau sangat spesial hingga Yoon bisa memilihmu menjadi calon istrinya..” Shinye tertawa kecil mengerlingkan matanya pada pria yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.

“Dia memang spesial Noona.. karena itu aku membutuhkan bantuanmu untuk mendidiknya menjadi pendampingku yang layak..” Yoonan menunjukan muka ‘puppy face’-nya yang cute pada Shinye yang kembali tertawa anggun melihat keimutan pria yang pernah berkencan dengannya selama beberapa bulan itu.

“Aigoo.. tentu saja.. lagipula Jessica.. kau memiliki aura lady yang kuat..” Shinye berbicara dalam bahasa inggris, kebiasaan yang muncul jika ia tertarik dan bersemangat mengajar seseorang. Menjadi guru etiket hanya pekerjaan yang ia lakukan jika ia mau karna ia sebenarnya adalah pebalet professional sekaligus putri salah satu pengusaha dan konglomerat Korea Selatan.

“Benarkah Noona? Bagaimana mungkin dia..”

“Kau harus percaya padaku Yoon..” Shinye mengedipkan salah satu matanya pada Yoonan, membuat Jessica menatap gurunya itu aneh dan bingung.

‘Apa mereka pernah menjalin sesuatu?’ ucap Jessica dalam hatinya melihat cara berkomunikasi Yoonan yang begitu berbeda jika dibandingkan padanya.

‘Baiklah.. aku percaya.. tapi apa kau yakin bisa mengubahnya selama 2 bulan Noona?” Yoonan dan Shinye masih berbicara dalam bahasa Inggris, membuat Jessica terdiam seperti orang bodoh yang tak mengerti apapun.

“Kau lihat saja nanti Yoon.. Jessica akan menjadi Lady Kwon yang sebenarnya..” Shinye tersenyum cantik dengan kilatan misterius di kedua matanya.

-Minggu ke 1-

“Namaku.. Soo..yyeeoonn… Jung Soo.. Yeon.. ” Jessica masih terbata-bata membaca hangul yang dituliskan Shinyoung di papan tulis.

“Bagus!!.. kau pasti bisa!!” Shinyoung semangat untuk membantu Jessica belajar. Ia kasihan dengan gadis itu. Dengan kondisinya yang malang dan diselimuti kemiskinan, sudah pasti pendidikan layak dan bekal ilmu yang matanglah yang bisa membantu Jessica keluar dari lingkup kemiskinan. Apalagi ia tahu bahwa Jessica hanya alat yang membantu Yoonan melancarkan rencananya selama ini. Ia berharap dengan bekal ilmu yang ia berikan padanya, Jessica bisa menjalani hidupnya lebih baik jika Yoonan membuang gadis itu nanti.

-Minggu ke 2-

“Mari makan!!” dengan lahap Jessica memakan lunch-nya. Ia memakan steak daging sapi dengan kedua tangannya, berbicara dengan mulut penuh makanan, makan dengan belepotan, membuat Shinye tersenyum geli melihatnya.

“Apa kau sudah kenyang?” Shinye bertanya pada gadis yang terlihat semangat menganggukan kepalanya seperti anak kecil.

“Baiklah.. kau tahu.. cara makanmu tadi sangat jelek. Nah sekarang lihat aku dan perhatikan..” selama beberapa menit kemudian Jessica hanya terdiam melongo.. terpesona melihat cara makan Shinye yang begitu anggun dan elegan, jika ia adalah pria.. mungkin ia sudah meminta Shinye untuk menjadi kekasihnya hehe.

“Bagaimana? Tidak sulit kan??” Shinye tertawa melihat Jessica yang mengganguk polos tapi terlihat bingung.

“Baiklah.. aku akan membuatmu melakukannya sekarang.. hehe” Dengan itu Shinye mendekati Jessica dan membantu gadis itu memakan kembali semua santapan di meja dengan cara yang benar dan beretika.

-Minggu ke 4-

“Selamat Siang.. aku Jessica Kwon… calon istri Kwon Yoonan.” Jessica membaca kembali hangul yang ia tulis di white board. Kalimat tadi hanyalah awal dari essay yang telah ia buat untuk kesekian kalinya. Dalam waktu satu bulan.. Jessica sudah bisa membaca, menulis, berhitung, dan menjahit. Ia termasuk gadis yang cerdas karena bisa mempelajari semua hal itu dengan kilat.

“Bravo.. dalam 1 bulan lagi.. aku optimis dia sudah siap menjadi Nyonya Kwon… Jessica.. benarkan Shinye??” Shinyong bertanya pada Shinye yang masih terlihat serius memikirkan sesuatu.

“Paman.. kita harus melatihnya lebih keras kurasa.. agar ia bisa menjadi ‘The Great.. Lady Jessica Kwon’..” Senyuman manis itu tersungging di wajah cantik Shinye, sementara Jessica masih serius membacakan Essay hangulnya yang ia buat susah payah selama 2 hari ini.

-Minggu ke 6-

“Ya.. betul.. kau harus melangkahkan kakimu seperti itu saat berdansa dengan Yoonan nanti..” Shinye berkomentar sambil meminum jus Kiwinya. Ia sedang melatih Jessica cara berdansa yang benar. Bahkan mungkin ia akan mengajarkan ballet pada gadis itu. Tapi untuk sekarang,, dansa waltz saja sudah cukup rasanya mengingat ia hanya punya waktu 2 minggu lagi sebelum pesta pertunangan satu-satunya pewaris kekayaan Kwon Family itu melangsungkan pertunangannya yang masih belum Jessica ketahui.

-Minggu ke 7-

“Selamat siang Mr. Kwon Sangwoo..” Jessica sedikit membungkuk lalu mulai memperkenalkan dirinya di hadapan pria yang masih terlihat tampan dan karismatik di usia 60 tahunnya. Ya betul.. ia adalah kakek Yoonan, satu-satunya anggota keluarga Yoonan yang masih hidup di dunia ini.

“Kau cantik sekali young lady.. pantas saja Yoonan tertarik padamu..” Sangwoo mengecup tangan kanan Jessica yang tersenyum malu. Sementara Yoonan.. ia masih terdiam melihat Jessica yang terlihat begitu berbeda dalam beberapa minggu ini. Dengan balutan gaun pink peach-nya yang simple dan elegan, Jessica duduk di samping Yoonan. Mereka kini berada di kamar Sangwoo yang masih terlihat lemas setelah selama 7 bulan ini menerima perawatan untuk penyakit kanker pankreasnya.

“Kakek.. aku dan Jessica akan menikah 1 bulan lagi. Minggu depan adalah pesta pertunangan kami. Kuharap kau datang dan merestui kami..” dengan nada yang sopan dan lembut Yoonan berbicara. Sangwoo terdiam sejenak. Ia lalu menatap Jessica begitu dalam seakan ia sedang mempelajari gadis itu. Bagaimanapun ia harus yakin bahwa Jessica adalah calon yang tepat untuk cucunya yang sangat ia sayangi itu.

“Jessica.. kenapa kau memilih cucuku?” Kwon Sangwoo yang terlihat ramah, tampan dan karismatik tadi kini berubah menjadi lelaki tua yang ketus dan kritis. Jessica terkejut dengan perubahan pria di hadapannya itu begitu pula dengan Yoonan yang mulai khawatir dengan jawaban yang akan diberikan calon istrinya itu.

“Karena dia adalah yang terbaik untukku..” dengan pembawaan yang tenang, anggun dan elegan Jessica menjawab pertanyaan itu. Yoonan masih tak percaya melihat itu semua. Jessica yang dari awal terlihat kampungan, dekil dan tidak berpendidikan bisa dengan tenang menghadapai pertanyaan maut yang dilontarkan oleh kakeknya.

“Benarkah? bukan karena dia adalah satu-satunya pewarisku?” Sekali lagi Sangwoo mengetes calon menantunya itu. Jessica hanya tersenyum manis mendengar pertanyaan itu.

“Grandpa.. aku tak mau banyak mengubar janji.. aku mencintai Yoonan karena ia adalah Yoonan, bukan karena ia chaebol ataupun pewaris semua kekayaanmu. Yang pasti.. aku akan memberikan yang terbaik dariku untuk cucumu.. itu adalah hakmu untuk percaya atau tidak.” Untuk sesaat ruangan itu menjadi hening. Sangwoo masih beradu pandang dengan Jessica yang menatap dirinya penuh percaya diri. Sementara Yoonan, ia masih mengelus tangan kanan Jessica, mencoba mengusir rasa gugup dirinya dan mungkin Jessica? Hahaha..

“Jessica.. namamu saja sudah menjadi Kwon.. jadi bagaimana aku bisa menolakmu menjadi istri cucuku?” senyum hangat Sangwoo kini kembali. Ia meminta Jessica untuk mendekat dan memeluk gadis itu ringan.

“Welcome to Kwon Family… dear..” Jessica tersenyum berterima kasih mendengar ucapan itu begitu pula Yoonan yang merasa lega karena semua rencananya akan berjalan lancar.

…………………………………………………………………………………………………………………………….…..

“Anak itu.. dasar.. sudah memiliki tunangan tapi tak memberitahuku..” Taeyeon terkekeh kecil melihat undangan yang ia genggam sejak tadi. Ia kini sedang sibuk dengan nostalgianya dalam perjalanannya menuju pesta pertunangan sahabatnya yang tak lainadalah Kwon Yoonan.

Yoonan.. pemuda itu.. adalah sahabat, rival sekaligus saudara bagi Taeyeon.Ia sudah mengenal Yoonan sejak mereka duduk di bangku SD. Karisma bad boy dibalik penampilan Yoonan yang rapih dan berkelas adalah hal yang membuat banyak gadis tergila-gila padanya. Berbeda dengan dirinya yang terlihat lebih bersahaja, ramah, dan lembut terhadap wanita daripada Yoonan. Tapi keduanya memiliki kepopuleran yang hampir sama meskipun Taeyeon lebih unggul karena karismanya sebagai ‘Good and Gentle Boy’ dibanding Yoonan yang lebih terkenal sebagai ‘Heartbreaker and Badass’ yang cukup berkurang sejak ia mengelola Kwon Corp.

“Gadis itu pasti sangat menarik hingga playboy sepertimu bisa takluk dan settle down, terikat dalam sesuatu yang kau benci dari dulu..” Dengan senyumnya yang tampan.. dan cute.. Taeyeon menyimpan kembali foto dirinya dan Yoonan sewaktu mereka masih SD, kembali mengenang lagi masa masa kecil mereka yang penuh warna baginya.

…………………………………………………………………………………………………………………

“Kau mirip sekali dengan ayahmu dulu..” Sangwoo yang duduk di kursi rodanya, dengan infusan dan alat medis lain yang membantunya, tersenyum melihat cucu satu-satunya itu. Yoonan hanya tersenyum kecil menatap kakeknya dari kaca tempat ia masih dirias dan ditata gaya rambutnya.

“Thanks Grandpa.. aku tidak akan mengecewakanmu..” dengan wajah yang meyakinkan.. Yoonan mengucapkan itu semua, membuat Sangwoo tersenyum bangga padanya.

“Bagus.. seorang Kwon adalah Gentleman yang bisa dipegang kata-katanya.. dan kau juga harus begituYoong.. Grandpa percaya padamu..”

“Aku yakin Yoon akan terperangah melihatmu malam ini Jess..” Shinye masih memperbaiki riasan wajahnya sedangkan Jessica sudah hampir selesai, tinggal menambahkan beberapa aksesoris di gaun malamnya yang sempurna itu.

“Hahaha.. Unnie bisa saja.. ya semoga saja ucapanmu itu terkabul..” dengan satu sentuhan lagi.. Jung Sooyeon benar-benar akan berubah menjadi Jessica Kwon yang akan dikenalkan pada publik perdana malam ini sebagai Lady Kwon.

“Nona… Tuan muda ingin berbicara dengan Anda sekarang juga..” ucapan itu terdengar saat pas sekali riasan Jessica sudah selesai. Jessica yang mendengarnya sedikit heran karena sebentar lagi mereka akan bertemu di ruang utama tempat acara akan berlangsung.

“Aku sudah selesai dengan make up-ku… mengapa kita tidak bertemu saat acara dimulai saja?” pria gagah berpakaian sesuai dengan tema pesta malam ini pun terlihat berpikir untuk sesaat lalu mulai berbicara lagi.

“Saya tidak tahu Nona Kwon.. tuan ingin bertemu dengan anda sekarang juga..”

……………………………………………………………………………………………………………………………………

“Ah.. mengapa aku buruk sekali dalam hal ini..” Taeyeon masih membaca petunjuk arah dari kartu undangan yang ia terima. Sudah 20 menit ia berjalan dan hasilnya kini ia terjebak di salah satu taman terindah yang pernah ia lihat. Taman ini dipenuhi begitu banyak bunga mawar putih.. lily.. dahlia.. anggrek dan bunga indah lainnya. Bagaimana ia bisa tersesat. Well simple saja.. hari ini ia memutuskan untuk menyupir sendiri mobil mewahnya karena acara hari ini spesial baginya. Tapi tak ia sangka rencananya ini malah berbuah petaka.. well begitulah menurutnya.

“Hi.. mengapa kau ingin bertemu denganku disini?” suara lembut itu mengalihkan perhatian Taeyeon yang masih serius membaca map navigasi komplek resort mewah tempat pertunangan Yoonan diadakan.

“Yoo..” ucapan gadis itu terhenti saat Taeyeon kini sudah berhadapan langsung dengannya, terdiam terpaku menatap keindahan di hadapannya. Semuanya seakan terhenti saat kedua mata mereka terikat dalam pandangan yang tak terdefinisikan. Wanita itu juga terdiam beku melihat pria di hadapannya dengan getaran di dalam hatinya yang hebat. Dunia serasa berhenti berputar untuk sesaat.. udara berhenti bergerak dan angin berhenti berhembus, menyisakan hanya ia dan pemuda itu di temani ratusan bunga indah di sekeliling mereka. Ini semua terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan.

‘Apa aku bermimpi?’ si gadis berucap dalam hatinya tanpa memutuskan tatapan matanya.

“Georgeous..” kata itu tak sengaja keluar dari mulut Taeyeon yang masih terbius oleh kecantikan di hadapannya. Beribu wanita telah mendekatinya, tapi belum pernah ada yang bisa membuat dunianya upside down seperti saat ini. Entah mengapa jantungnya berdegup lebih kencang, sepertinya ada ribuan kuda yang ingin lepas dari dirinya. Rasa aneh ini.. tak pernah ia rasakan pada gadis lainnya kecuali seseorang yang selama ini menghilang dari hidupnya karena takdir yang tak berpihak padanya.

“Anda..” suara lembut itu kembali terdengar di telinga Taeyeon yang tersenyum tampan berjalan mendekati gadis yang terdiam gugup terpaku menatapnya.

“Aku Kim Taeyeon.. senang bertemu denganmu…” Taeyeon mengambil telapak tangan gadis itu lalu mengecupnya perlahan. Itu adalah kebiasaannya bila ia bertemu dengan gadis yang ia hormati dan kagumi. Kecupan itu tak ia berikan pada sembarang orang. Selama ini baru ibunya dan mendiang neneknyalah yang menerima kecupan itu darinya. Gadis di hadapannya tersenyum malu menerima kecupan itu. Dalam hatinya Taeyeon bergembira karena ia merasa gadis di hadapannya itu juga menyukainya. Ia bisa mendengar dentaman jantung si gadis yang begitu keras, belum lagi dengan getaran kegugupan yang tak menghilangkan senyum manis berhiaskan lesung pipit di kedua pipi Taeyeon. Untuk sesaat kedua terdiam.. tangan Taeyeon masih menggenggam halus kedua tangan gadis itu.

“Siapa namamu Nona?” Taeyeon melihat gadis yang kini berdiri begitu dekat dengannya itu kini menatap dirinya dengan senyuman manisnya.

“Namaku..” ucapan Sooyeon terhenti saat ia mendengar suara yang begitu familir baginya. Ia melepaskan genggaman Taeyeon dan membalikan pandangannya ke seorang figur di belakangnya yang tersenyum begitu tampan padanya.

“Sica.. apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku memintamu untuk menemuiku di taman Dandelion?” dengan gayanya yang classy dan elegan Yoonan berjalan menghampiri calon istrinya yang diam mematung menyambut kedatangannya.

“Oh.. Tae.. kau ada disini juga?” Yoonan terlihat terkejut melihat sahabatnya yang kembali mengembalikan composure-nya, terlihat ramah, karismatik dan gentleman seperti biasa membuat Yoonan tersenyum kecut dalam hatinya.

“Hahaha aku sedikit tersesat.. apakah aku terlambat?” dengan wajah bodohnya yang cute Taeyeon bertanya pada Yoonan yang memutarkan pandangannya pada Jessica yang terdiam bingung dengan situasi yang terjadi saat ini.

“Kau belum terlambat.. ratu acaranya juga masih ada disini bersamamu..” Yoonan kini menggenggam tangan kanan Jessica, menarik gadis itu dalam dekapannya. Jessica merasa tidak nyaman berada dalam dekapan pria yang malah semakin mempererat dekapannya. Ia melihat kearah Taeyeon yang terdiam bisu melihat kemesraan yang berusaha Yoonan tampilkan saat ini.

“Ratu acaramu?” Yoonan tersenyum puas mendengar pertanyaan itu. Ia yakin Taeyeon pasti sudah tahu bahwa Jessica adalah tunangannya tapi pria itu masih saja menanyakan kepastian status Sooyeon dengan mengeluarkan pertanyaan retoris itu.

“Benar.. gadis ini adalah Jessica Kwon..tunanganku…” Bola mata Jessica membesar, apalagi saat Yoonan mengecup pipi kanannya. Ia bisa melihat wajah pangeran impiannya yang tak kalah terkejutnya dengan dirinya.

“Oh iya.. pria di hadapanmu yang tak kalah tampannya dengan tunanganmu ini adalah Kim Taeyeon sayang.. sahabatku. Apa kalian saling mengenal? Karena tadi kulihat kalian seperti sudah akrab..” Yoonan melihat wajah Taeyeon yang masih kaget dan Sooyeon yang terlihat bingung akan berkata apa.

“Euh.. tidak.. aku baru bertemu dengannya hari ini Yoong..” ekspresi wajah Taeyeon yang terlihat sedikit kecewa berhasil tertutupi dengan senyum ramahnya meskipun Yoonan tahu kekecewaan itu masih ada. Hello!! It isn’t everyday seorang Kim Taeyeon tertarik pada seorang wanita. Apalagi wanita tersebut adalah tunangannya, calon istrinya dan Yoonan senang dengan fakta itu. Karena untuk pertama kalinya.. Yoonan bisa memiliki apa yang Taeyeon sangat inginkan. Meskipun ia harus mengambil resiko besar saat mungkin Tiffany mengetahui pernikahannya dengan Jessica nanti. But he willing to take everything that can do to beat down Kim Taeyeon.

“Apakah begitu sayang?” Yoonan mengecup tangan Jessica yang ingin sekali berteriak pada pria itu agar menjauh dari dirinya.

“Ti…” Suaranya terhenti saat ia merasakan rasa sakit di pergelangan tangannya yang Yoonan genggam sekarang.

“Kau Jessica Kwon.. Jung Sooyeon..” Yoonan berbisik halus sambil menggigit dan mengecup telinga Jessica yang semakin tidak nyaman dengan aksi calon suaminya itu. Taeyeon mengepalkan kedua tangannya melihat kemesraan yang ditunjukan sahabatnya. Tak tahu kenapa.. meskipun Jessica adalah calon istri sahabatnya, Taeyeon bisa melihat bahwa Jessica tak nyaman dengan sahabatnya itu.

“Kau ingin mengatakan apa tadi, Jessica-shi?” Taeyeon bertanya pada Jessica yang menatapnya sedih, sementara Yoonan semakin mengeratkan genggamannya, membuat Jessica kesakitan.

“Tidak.. kurasa kita belum pernah bertemu sebelumnya..” rasa sakit di tangannya itu sedikit berkurang saat ia mengucapkan kata-kata itu dengan sedikit senyuman yang tergambar di paras cantiknya.

……………………………………………………………………………………………………………..

“Selamat malam semuanya..” Seorang pria berjalan ke tengah ruangan dengan senyuman karismatiknya yang sudah terkenal. Hadirin yang ada di ruangan yang disulap menjadi istana bergaya eropa itu otomatis teralihkan perhatiannya pada pria yang memegang sebuket mawar putih di tangannya.

“Kalian pasti terkejut mendengar bahwa aku.. memutuskan untuk bertunangan di usiaku yang masih muda ini.. tapi cinta.. cinta yang sejati mengubah segalanya. Seorang gadis dengan pesona uniknya membuatku bisa menetapkan pilihan hatiku… hahaa kalian pasti sudah tahu dengan image-ku yang terkenal sebagai playboy..” Yoonan terkekeh kecil dengan ucapannya sendiri. Ia berjalan menuju tangga yang sudah dihias sebegitu indahnya dengan berbagai bunga yang menempel di tangga itu. Lampu sorot mengiringi setiap langkah Yoonan menjemput ratu acaranya itu.

“Kakekku bilang.. namanya saja sudah Kwon… bagaimana aku bisa menolaknya? Hahha.. Jessica Kwon.. my dear.. show yourself honey..” dengan itu turunlah seorang gadis yang terlihat begitu anggun, cantik dan elegan dengan gaun pink mudanya yang senada dengan kemeja, dasi kupu-kupu, dan outline dari tuxedo abu yang Yoonan kenakan malam ini. Yoonan berjalan menjemput Jessica yang tampil begitu berbeda malam, memasang wajah yang anggun dan elegan, terlihat dingin tapi seakan hangat di dalam, membuat semua orang memperhatikannya.

“Ladies and Gentleman.. my lovely fiancée.. Jessica Kwon..” Yoonan mengecup tangan kanan Sooyeon yang mulai memasang aktingnya sebagai seorang lady Kwon yang Yoonan inginkan. Dilihatnya sekeliling ruangan yang penuh dengan orang-orang berada, berpakaian mewah lengkap dengan berbagai aksesoris yang membuat mereka bersinar dan berstatus tinggi. Jujur Sooyeon takjub dengan apa yang dilihatnya saat ini, tapi rasa itu seketika menghilang saat ia melihat kepedihan yang tergambar di mata pangeran hatinya. Tak tahu kenapa pangeran hatinya itu terlihat sedih padahal seharusnya dirinyalah yang merasakan hal itu, ia tak tahu bahwa sebenarnya pangerannya itu juga memendam rasa padanya. Raut kesedihan itu semakin nampak saat dengan spontan pria brengsek di sampingnya yang berstatus sebagai tunangannya itu mengecup bibirnya cukup lama sehingga membuat hadirin yang hadir bertepuk tangan cukup riuh begitu pula dengan pangeran hatinya yang terlihat begitu berat menepuk-nepuk tangannya, merayakan peresmian pertunangan dirinya dan Yoonan.

‘Apa kau juga merasakan apa yang kurasa??’ ucap Sooyeon menatap kedua mata Taeyeon yang sedari tadi tertuju pada dirinya.

‘Apa kau benar-benar bahagia bersamanya, Jessica?” pada saat yang bersamaan Taeyeon berucap hal itu dalam hatinya, tak memperdulikan bagaimana dirinya terlihat patah hati seperti sekarang.

‘Ternyata dia benar-benar menyukaimu.. hahhaa kali ini aku yang akan menang..’ Yoonan tersenyum bahagia kembali mengecup Sooyeon yang terpaksa membalas ciumannya dengan intens juga karena genggaman tangan Yoonan yang lagi-lagi menyakiti dirinya. Ingin sekali ia berteriak agar Yoonan menghentikan ini semua, membiarkan dirinya kabur bersama pangeran hatinya yang sejak tadi hanya terdiam kosong dan hampa padanya.

=======================================================================================

=======================================

Sore semuanya ^_^

sorry dengan update yg mendadak seperti ini.

Gimana??? nambah seru?? keren?? dramatis?? sedih?? kocak?? atau nano-nano hehe??

atau malah ada yang nambah bingung??

Komen aja yaa ^_^

NO COMMENT NO UPDATE hehhee

oke sampai ketemu senin?? hehhe bye ^_^

Iklan

106 pemikiran pada “SECRET WALTZ Chapter 2

  1. Tumben Yoonan agk beda tp q ykin ini bkn yg sbnrny.yoong th klo sica adl gdis yg ditlg Tae n ini jdikan rnc utk bersaing dgn Tae.hhmm licik tp penasaran.
    utk TaengSic udh sk tuh dr awl smg bisa ad jln. ini hrs Taengsic….he..he..

  2. Akhirnya bisa baca chapter ini juga hehe yoong licik banget disini. Kasian fany kalau tahu yoong tunangan ama sica, tapi pasti ada alasan dibalik kelicikan yoong. Iya gak Yoong(?)

  3. yoong bad boy disini . suka banget . tpi ,, kasian sama sica nya . yoong menang deh dari taeng . dia berhasil merebut perempuan yg taeng suka ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s